Makalah guru profesional

  • 27,213 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
27,213
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
573
Comments
1
Likes
4

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. GURU PROFESIONAL Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Landasan Ilmiah Ilmu Pendidikan Semester II (Genap) Disusun Oleh : MUTIHA HUTAJULU TILHANG NAIBAHO LISBETH SIAGIAN LAVANTER J. SIMAMORA DOSEN : Dr. MURSID, M.Pd.PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2012
  • 2. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, peranan gurusangat penting sekali untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitasdan berakhlak mulia. Kita sadari, bahwa peran guru sampai saat ini masiheksis, sebab sampai kapanpun posisi atau peran guru tersebut tidak akanbisa digantikan sekalipun dengan mesin sehebat apapun, mengapa ?Karena,guru sebagai seorang pendidik juga membina sikap mental yang menyangkutaspek-aspek manusiawi dengan karakteristik yang beragam dalam arti berbedaantara satu siswa dengan lainnya.Banyak pengorbanan yang telah diberikanoleh seorang guru semata-mata ingin melihat anak didiknya bisa berhasil dansukses kelak. Tetapi perjuangan guru tersebut tidak berhenti sampai disitu,guru juga merasa masih perlu meningkatkan kompetensinya agar benar-benarmenjadi guru yang lebih baik dan lebih profesional terutama dalam prosesbelajar mengajar sehari-hari. Pada dasarnya terdapat seperangkat tugas yang harus dilaksanakan olehguru berhubungan dengan profesinya sebagai pengajar, tugas guru ini sangatberkaitan dengan kompetensi profesionalnya.Hakikat profesi guru merupakansuatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusussebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidangpendidikan.Walaupun pada kenyataannya masih terdapat hal-hal tersebut diluar bidang kependidikan. Namun, dibalik itu semua juga tersirat suatu dilema profesi ini dimanaseringkali guru tidak menerima penghargaan ataupun perlakuan yang sebandingdengan apa yang telah dikorbankan. Sebagai seorang yang berprofesi sebagaiseorang guru apakah yang harus kita lakukan?Bagaimana pula sebaiknya kitamenyikapi hal ini dengan lebih arif dan bijaksana?B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan tujuan di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apakah arti profesi guru? ~1~
  • 3. 2. Strategi apa agar menjadi guru yang professional?C. Tujuan PenulisanAdapun tujuan dari penulisan makalah ini, di antaranya : 1. Untuk mengetahui arti profesi guru 2. Untuk mengetahui strategi menjadi guru yang profesional ~2~
  • 4. BAB II PEMBAHASANA. PENGERTIAN PROFESI Profesi berasal dari bahasa latin"Proffesio" yang mempunyai duapengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalampengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan "apa saja" dan "siapa saja"untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keah-lian tertentu.Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankanberdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanyapelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikankeguruan yang memadai, keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugaskependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu(Makagiansar, M. 1996) Profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakatpada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Ada beberapaperan yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik, antara lain: (a)sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar, membimbing dan melatih(b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruhkemampuan kemanusiaan yang dimiliki, (c) sebagai petugas kemashalakatkatandengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negarayang baik. (Nasanius, Y. 1998) Profesi Guru adalah orang yang Bekerja atas panggilan hati nurani.Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atasdorongan atau panggilan hati nurani. Sehingga guru akan merasa senang dalammelaksanakan tugas berat mencerdakan anak didik. (Galbreath, J.1999).Jabatan guru dapat dikatakan sebuah profesi karena menjadi seorangguru dituntut suatu keahlian tertentu (mengajar, mengelola kelas, merancangpengajaran) dan dari pekerjaan ini seseorang dapat memiliki nafkah bagikehidupan selanjutnya. Hal ini berlaku sama pada pekerjaan lain. Namundalam perjalanan selanjutnya, mengapa profesi guru menjadi berbeda daripekerjaan lain, profesi guru termasuk ke dalam profesi khusus selaindokter, penasihat hukum, pastur.Kekhususannya adalah bahwa hakekatnya ~3~
  • 5. terjadi dalam suatu bentuk pelayanan manusia atau masyarakat. Orang yangmenjalankan profesi ini hendaknya menyadari bahwa ia hidup dari padanya,itu haknya, ia dan keluarganya harus hidup akan tetapi hakikat profesinyamenuntut agar bukan nafkah hidup itulah yang menjadi motivasi utamanya,melainkan kesediaannya untuk melayani sesama. Di lain pihak profesi guru juga disebut sebagai profesi yang luhur.Dalam hal ini, perlu disadari bahwa seorang guru dalam melaksanakanprofesinya dituntut adanya budi luhur dan akhlak yang tinggi.Mereka (guru)dalam keadaan darurat dianggap wajib juga membantu tanpa imbalan yangcocok. Atau dengan kata lain hakikat profesi luhur adalah pengabdiankemanusiaan.B. PROFESSIONAL Professional yaitu seorang guru, yang ahli dalam bidang keilmuan yangdikuasainya dituntut bukan hanya sekedar mampu mentransfer keilmuan kedalam diri anak didik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang adadalam diri poserta didik.Maka, bentuk pembelajaran kongkret dan penilaiansecara komprehensif diperlukan untuk bisa melihat siswa dari berbagaiperspektif.Persiapan pembelajaran menjadi sesuatu yang wajib dikerjakan,dan pelaksanaan aplikasi dalam kelas berpijak kepada persiapan yang telahdibuat dengan menyesuaikan terhadap kondisi setempat atau kelas yangberbeda.Kepedulian untuk mengembangkan kemampuan afektif, emosional, socialdan spiritual siswa, sesuatu yang vital untuk bisa melihat kelebihan ataukeungulan yang terdapat dalam diri anak.Peserta didik diberi kesempatanuntuk mengembangkan diri dan menemukan aktualisasi sehingga tumbuh rasapercaya diri. Di atas telah dijelaskan tentang mengapa profesi guru sebagai profesikhusus dan luhur. Berikut akan diuraikan tentang 2 tuntutan yang harusdipilih dan dilaksanakan guru dalam upaya mendewasakan anak didik.Tuntutan itu adalah: 1. Mengembangkan visi anak didik tentang apa yang baik untuk pengembangan bakat anak didik. ~4~
  • 6. 2. Mengembangkan potensi umum sehingga dapat bertingkah laku secara kritis terhadap pilihan-pilihan. Anak didik mampu mengambil keputusan untuk menentukan mana yang baik atau tidak baik. Apabila seorang guru dalam kehidupan pekerjaannya menjadikan pokoksatu sebagai tuntutan yang dipenuhi maka yang terjadi pada anak didikadalah suatu pengembangan konsep manusia terhadap apa yang baik danbersifat ekslusif. Maksudnya adalah bahwa konsep manusia terhadap apa yangbaik hanya dikembangkan dari sudut pandang yang sudah ada pada diri siswasehingga tak terakomodir konsep baik secara universal. Dalam hal ini, anakdidik tidak diajarkan bahwa untuk mengerti akan apa yang baik tidak hanyabertitik tolak pada diri siswa sendiri tetapi perlu mengerti konsep inidari orang lain atau lingkungan sehingga menutup kemungkinan akan timbulnyavisi bersama akan hal yang baik. Berbeda dengan tujuan yang pertama, tujuan yang kedua lebih menekankanakan kemampuan dan peranan lingkungan dalam menentukan apa yang baik tidakhanya berdasarkan pada diri namun juga pada orang lain berikut akibatnya.Di lain pihak guru mempersiapkan anak didik untuk melaksanakan kebebasannyadalam mengembangkan visi apa yang baik secara konkrit dengan penuh rasatanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat. Komitmen guru dalammengajar guna pencapaian tujuan mengajar yang kedua lebih lanjut diuraikanbahwa guru harus memiliki tanggungjawab terhadap apa yang ditentukan olehlembaga sekolah. Sekolah selanjutnya akan mengatur guru, pelajaran dansiswa supaya mengalami proses belajar mengajar yang berlangsung dengan baikdan supaya tidak terjadi penyalahgunaan jabatan.Namun demikian, sekolah juga perlu memberikan kebebasan bagi guru untukmengembangkan, memvariasikan, kreativitas dalam merencanakan, membuat danmengevaluasi sesuatu proses yang baik artinya guru mempunyai kewenangan. Hal ini menjadi perlu bagi seorang yang profesional dalampekerjaannya. Masyarakat umum juga dapat membantu guru dalam proseskegiatan belajar mengajar. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat ikutbertanggung jawab terhadap “proses” anak didik. Masyarakat dapat mengajukansaran, kritik bagi lembaga sekolah, lembaga sekolah boleh sajamempertimbangkan atau menggunakan masukan dari masyarakat untukmengembangkan pendidikan tetapi lembaga sekolah atau guru tidak boleh ~5~
  • 7. bertindak sesuai dengan kehendak masyarakat karena hal ini menyebabkanhilangnya profesionalitas guru dan otonomi lembaga sekolah atau guru. Dengan demikian, pemahaman akan visi pekerjaan sesuai dengan etikamoral profesi perlu dipahami agar tuntutan yang diberikan kepada guru bukandianggap sebagai beban melainkan visi yang akan dicapai guru melalui prosesbelajar mengajar. Guru perlu diberikan otonomi untuk mengembangkan danmencapai tuntutan tersebut.C. KOMPETENSI GURU Kemampuan melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab gurumerupakan sebagian dari kompetensi profesionalisme guru.Moh Uzer Usman(2000:7) mengemukakan tiga tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik,mengajar dan melatih. (a) mendidik berarti meneruskan dan mengembangkannilai-nilai hidup, (b) mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmupengetahuan, (c) melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilanpada siswa. DG Armstrong dalam Nana Sudjana (2000:69) mengemukakan ada limatugas dan tanggung jawab pengajar, yakni tanggung jawab dalam (a)pengajaran, (b) bimbingan belajar, (c) pengembangan kurikulum, (d)pengembangan profesinya, dan (e) pembinaan kerjasama dengan masyarakat. Mohamad Ali (2000:4-7) mengemukakan tiga macam tugas utama guru, yakni(a) merencanakan tujuan proses belajar mengajar, bahan pelajaran, prosesbelajar mengajar yang efektif dan efisien, menggunakan alat ukur untukmencapai tujuan pengajaran tercapai atau tidak, (b) melaksanakanpengajaran, (c) memberikan balikan (umpan balik).Berdasarkan beberapapendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan tentang tugas guru yaitu (a)tugas pengajaran, bimbingan dan latihan kepada siswa, (b) pengembanganprofesi guru, (c) pengabdian masyarakat. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab di atas, seorangguru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan keterampilantertentu.Kemampuan dan keterampilan tersebut sebagai bagian dari kompetensiprofesionalisme guru.Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlakdimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapat terlaksana denganbaik. ~6~
  • 8. Pengertian dasar kompetensi (competency) yakni kemampuan ataukecakapan.Menurut Mc. Load dalam Moh Uzer Usman (2000:14) Kompetensimerupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkansesuai dengan kondisi yang diharapkan.Sedang yang dimaksud dengankompetensi guru (teacher competency) merupakan kemampuan seorang guru dalammelaksanakan kewajiban secara bertanggung jawab dan layak.Dari pendapattersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru merupakan kemampuan gurudalam melaksanakan tugas-tugas sebagai pengajar yang dilakukan secarabertanggung jawab dan layak. Glasser dalam Nana Sudjana (2000:69) mengemukakan empat jeniskompetensi tenaga pengajar, yakni (a) mempunyai pengetahuan belajar dantingkah laku manusia, (b) menguasai bidang ilmu yang dibinanya, (c)memiliki sikap yang tepat tentang dirinya sendiri dan teman sejawat sertabidang ilmunya , (d) keterampilan mengajar.D. KODE ETIK GURU Adanya sumpah profesi dan kode etik guru, menurut Achmad Sanusi,sebagai rambu-rambu, rem, dan pedoman dalam tindakan guru khususnya saatkegiatan mengajar. Alasannya, guru harus bertanggung jawab dengan profesimaupun hasil dari pengajaran yang ia berikan kepada siswa. Jangan sampaiterjadi malpraktik pendidikan.Isi kode etik tersebut adalah 1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila, 2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional, 3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan, 4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menjunjung berhasilnya proses belajar-mengajar. 5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan, 6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya, ~7~
  • 9. 7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial, 8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian, 9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. Yang menjadi masalah bagi kalangan pendidikan bukanlah belum adanyakode etik guru, melainkan sudah sejauh mana guru-guru di negeri inimempelajari, memahami, dan mengaplikasikan kode etik guru tersebut, baikdalam mendidik anak bangsa ataupun dalam kehidupan sehari-hari.Sehingga,guru betul-betul menjadi suri teladan bagi seluruh komponen bangsa di manapun berada.E. STRATEGI MENJADI GURU PROFESIONAL Apakah jabatan guru dapat disebut sebagai suatu profesi?.Pada dasarnyaprofesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh.Walaupun ada yangberpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnyalebih dari itu.Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perluditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru.Profesi guru harus memilikiberbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal, dan sosial.Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya denganselalu berpegang teguh pada etika kerja, independent (bebas dari tekananpihak luar), cepat (produktif), tepat (efektif), efisien dan inovatif sertadidasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima yang didasarkan pada unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis, kewenangan profesional, pengakuanmasyarakat dan kode etik yang regulatif. Pengembangan wawasan dapatdilakukan melalui forum pertemuan profesi, pelatihan ataupun upayapengembangan dan belajar secara mandiri. Sejalan dengan hal di atas, seorang guru harus terus meningkatkanprofesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkankemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upayamenjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar, mencakupketerampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know), keterampilan ~8~
  • 10. dalam pengembangan jati diri (learning to be), keterampilan dalampelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do), dan keterampilan untukdapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to livetogether). Berangkat dari makna dan syarat-syarat profesi sebagaimanadijelaskan pada bagian terdahulu, maka dalam rangka pengembanganprofesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagaistrategi antara lain :1. Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training. Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif.Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan pre-service atau in-service.Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional, karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan.2. Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya. Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru, maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. Selanjutnya untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain, guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru yang bersangkutan maupun orang lain.3. Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah. Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru.Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru di dalam suatu bidang tertentu. Partisipasi guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya.4. Melakukan penelitian seperti PTK. Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara ~9~
  • 11. terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Berbagai kajian yang bersifat reflektif oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional, memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya, dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus, maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru.5. Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional. Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan profesionalisme seorang guru. Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga.Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya.6. Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah, orang tua peserta didik (komite sekolah), guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjagakeaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terusmemperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaanuntuk mendapatkannya. Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi, maka ~ 10 ~
  • 12. guru semakin merasakan akuntabel, dan semakin guru merasakan akuntabel makaia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya. BAB III PENUTUPA. SIMPULANGuru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggungjawab terhadappendidikan murid-murid, baik secara individual maupun klasikal, baikdisekolah maupun di luar sekolah, ini berarti seorang guru minimal memilikidasar-dasar kompetensi sebagai wewenang dan kemampuan dalam nejalankantugas. Untuk itu seorang guru perlu memiliki kepribadian, menguasai bahanpelajaran dan menguasai cara-cara mengajar sebagai dasar kompetensi. Bilaguru tidak memiliki kepribadian, tidak menguasai bahan pelajaran dan cara-cara mengajar, maka guru akan gagal menunaikan tugasnya, sebelum berbuatlebih banyak dalam pendidikan dan pengajaran. Oleh Karena itu, kompetensimutlak dimiliki guru sebagai kemampuan, kecakapan atau keterampilan dalammengelola kegiatan pendidikan.Dengan demikian kompetensi guru berartipemilikan pengetahuan keguruan, dan pemilikan keterampilan serta kemampuansebagai guru dalam melaksanakan tugasnya.”B. SARANGuru yang profesional tidak hanya tahu akan tugas, peranan dankompetensinya. Namun dapat melaksanakan apa-apa yang menjadi tugas danperannya, dan selalu meningkatkan kompetensinya agar tercapai kondisiproses belajar mengajar yang efektif dan tercapai tujuan belajar secaraoptimal. ~ 11 ~
  • 13. DAFTAR PUSTAKADirektorat Profesi Pendidik, 2008. Pedoman Penilaian Guru Berprestasi.Jakarta : DepdiknasPidarta, Made, 2000. Landasan Kependidikan.Jakarta : Renika CiptaUsman, Moh. Uzer, 2001.Menjadi Guru Profesional.Bandung : Remaja Rosdakarya.Samani, Muchlas, dkk, 2003. Pembinaan Profesi Guru.Jakarta : DepdiknasSudjana, Nana, 1987. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.Bandung : Sinar Baru Algensindo.Pantiwati, y. 2001.Upaya peningkatan Profesionalisme kepemimpinan. Malang: PSSJ PPS Universitas Malang.http://makalahprofesikependidikan.blogspot.com/2010/07/kompetensi-guru- profesi.htmlSemiawan, C.R. 1991. Strategi Pengembangan Diri Untuk Menjadi Pemimpin Jakarta: Grasindo.Soetjipto, 2004.Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka CiptaDanim, Sudarwan, 2002. Inovasi Pendidikan dalam Upaya PeningkatanProfesionalisme Tenaga Kependidikan.Bandung : Pustaka Setia ~ 12 ~