Makalah filsafat
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Makalah filsafat

on

  • 5,164 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,164
Views on SlideShare
5,164
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
93
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Makalah filsafat Makalah filsafat Document Transcript

  • SARANA BERPIKIR ILMIAH BAHASA, MATEMATIKA, DAN STATISTIKAA. Pendahuluan Perbedaan utama antara manusia dan binatang terletak pada kemampuan manusiauntuk mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Seluruh pikiran binatangdipenuhi oleh kebutuhan yang menyebabkan mereka secara langsung mencari objek yangdiinginkannya atau membuang benda yang menghalanginya. Dengan demikian sering kitamelihat seekor monyet yang menjangkau secara sia-sia benda yang dia inginkan, sedangkanmanusia yang paling primitif pun telah tahu mempergunakan bandringan, laso ataumelempar dengan batu (Philip E. B. Jourdain dalam buku jujun 1990, 165). Manusia seringdisebut sebagai homo faber: makhluk yang membuat alat; dan kemampuan membuat alatitu dimungkinkan oleh pengetahuan. Berkembangnya pengetahuan tersebut memerlukanalat-alat. Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir. Tersedianyasarana tersebut memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat.Penguaaan sarana berpikir ilmiah ini merupakan suatu hal yang bersifat imperatif bagiseorang ilmuwan. Tanpa menguasai hal ini maka kegiatan ilmiah yang baik tidak dapatdilakukan. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalamberbagai langkah yang harus ditempuh. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiahdengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, matematika dan statistika, agardalam kegiatan ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat.B. Permasalahan Adapun permasalahan yang penulis angkat dalam makalah ini adalah “bagaimanakah fungsi dan peranan sarana berpikir ilmiah : bahasa, matematika danstatistika.C. Pembahasan Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka diperlukansarana yang berupa bahasa, matematika dan statistika. Bahasa merupakan alat komunikasiverbal yang dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alatberpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain.Ditinjau dari pola berpikirnya maka ilmu merupakan gabungan antara berpikir deduktif danberpikir induktif. Untuk itu maka penalaran ilmiah menyadarkan diri kepada proses logikadeduktif dan logika induktif. Matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam
  • berpikir deduktif ini sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikirinduktif (Jujun S. Suriasumantri, 1990, 167).1. Bahasa Bahasa memegang peranan penting dan suatu hal yang lazim dalam hidup dankehidupan manusia. Kelaziman tersebut membuat manusia jarang memperhatikan bahasadan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa, seperti bernafas dan berjalan. MenurutErnest Cassirer, sebagaimana yang dikutip oleh Jujun, bahwa keunikan manusia bukanlahterletak pada kemampuan berpikir melainkan terletak pada kemampuan berbahasa (JujunS. Suriasumantri dalam bakhtiar, 2010, 175). Berpikir sebagai proses berkerjanya akal dalam menelaah sesuatu merupakan cirihakiki manusia. Dan hasil kerjanya dinyatakan dalam bentuk bahasa. Bahasa memegangperanan penting dan suatu hal yang lazim dalam kehidupan manusia. Bahasa adalah suatusimbol-simbol bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alatberkomunikasi (Bloch dan trager dalam buku bakhtiar 2004:176) hal senada disampaikanoleh Joseph Broam bahwa bahasa adalah sistem yang berstruktur dari simbol-simbol bunyiarbitrer yang dipergunakan oleh para anggota suatu kelompok sosial sebagai alat bergaulsatu sama lain. Sedangkan menurut (John W.Santrock ; 2008 : 68) bahasa adalah bentukkomunikasi, entah itu lisan, tertulis atau tanda, yang didasarkan pada sistem simbol. Danmenurut (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM ; 1996) bahasa adalah merupakan pernyataan pikiranatau perasaan sebagai alat komunikasi manusia. Maka bahasa adalah suatu alatkomunikasi yang berupa simbol-simbol yang digunakan oleh manusia untuk berpikir ataumelakukan penalaran induktif dan deduktif dalam kegiatan ilmiah. Bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpikir ilmiahdimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalanpikiran tersebut kepada orang lain. Baik pemikiran yang berlandasan induktif maupundeduktif. Dengan kata lain kegiatan berpikir ilmiah sangat erat kaitannya dengan bahasa. Para ahli filsafat bahasa dan psikolinguitik melihat fungsi bahasa sebagai saranauntuk menyampaikan pikiran , perasaan, dan emosi. Sedangkan aliran sisiolinguistikberpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan masyarakat. Walaupunterdapat perbedaan tetapi pendapat ini saling melengkapi satu sama lainnya. Secara umumdapat dinyatakan bahwa fungsi bahasa adalah :1. Koordinator kegiatan-kegiatan dalam masyarakat2. Penetapan pemikiran dan pengungkapan3. Penyampaian pikiran dan perasaan4. Penyenangan jiwa5. Pengurangan kegonjangan jiwa (Fathi Ali Yunus dalam bakhtiar, 2010, 180).Kneller mengemukakan 3 fungsi bahasa yaitu :1. Simbolik2. Emotif3. Afektif (George F. Kneller dalam jujun, 1990, 175).
  • Fungsi simbolik dari bahasa menonjol dalam komunikasi ilmiah sedangkan fungsi emotifmenonjol dalam komunikasi estetik. Komunikasi dengan mempergunakan bahasa akanmengandung unsur simbolik dan emotif. Artinya, kalau kita berbicara maka padahakikatnya informasi yang kita sampaikan mengandung unsur-unsur emotif, demikian jugakalau kita menyampaikan perasaan maka ekspresi itu mengandung unsur-unsur informatif.Kadang-kadang dapat dipisahkan dengan jelas seperti “ musik dapat dianggap sebagaibentuk bahasa, dimana emosi terbebas dari informasi, sedangkan buku telepon memberikankita informasi sama sekali tanpa emosi “. Dalam komunikasi ilmiah proses komunikasi ituharus terbebas dari unsur emotif, agar pesan itu reproduktif, artinya identik dengan pesanyang dikirimkan (Jujun S. Suriasumantri, 1990, 175). Menurut Halliday sebagaimana yang dikutip oleh Thaimah bahwa fungsi bahasaadalah sebagai berikut :1. Fungsi Instrumental : penggunaan bahasa untuk mencapai suatu hal yang bersifat materi seperti makan, minum, dan sebagainya2. Fungsi Regulatoris : penggunaan bahasa untuk memerintah dan perbaikan tingkah laku3. Fungsi Interaksional : penggunaan bahasa untuk saling mencurahkan perasaan pemikiran antara seseorang dan orang lain4. Fungsi Personal : seseorang menggunakan bahasa untuk mencurahkan perasaan danpikiran5. Fungsi Heuristik : penggunaan bahasa untuk mengungkap tabir fenomena dan keinginanuntuk mempelajarinya6. Fungsi Imajinatif : penggunaan bahasa untuk mengungkapkan imajinasi seseorang dan gambaran-gambaran tentang discovery seseorang dan tidak sesuai denganrealita (dunia nyata)7. Fungsi Representasional : penggunaan bahasa untuk menggambarkan pemikiran danwawasan serta menyampaikannya pada orang (Rushdi Ahmad Thaimah dalam bakhtiar,2010, 181).Untuk menelaah bahasa ilmiah perlu dijelaskan tentang pengolongan bahasa. Ada duapengolongan bahasa yang umumnya dibedakan yaitu :1. Bahasa alamiah yaitu bahasa sehari-hari yang digunakan untuk menyatakansesuatu, yang tumbuh atas pengaruh alam sekelilingnya.Bahasa alamiah dibedakan menjadi dua bagian yaitu ;1.1. Bahasa Isyarat, bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat berlaku khusus.1.2. Bahasa Biasa, bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari2. Kedua bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupaberdasarkan pertimbangan-pertimbangan akar pikiran untuk maksud tertentu. Bahasabuatan dibedakan menjadi 2 bagian yaitu ;
  • 2.1. Bahasa istilah, bahasa ini rumusanya diambil dari bahasa biasa yang diberi artitertentu, misal demokrasi (demos dan kratien)2.2. Bahasa artifisial, murni bahasa buatan , atau sering juga disebutdengan bahasa simbolik, bahasa berupa simbol-simbol sebagaimana yang digunakan dalamlogika dan matematika. Dalam bahasa ini tidak ada bentuk kiasan yang mengaburkan.Misalnya (a =b) ^ (b =d) (a =c). Bahasa artifisial mempunyai dua macam ciri-ciri yaitupertama tidak berfungsi sendiri, kosong dari arti, oleh karena itu dapat dimasuki arti apapunjuga. Kedua arti yang dimaksudkan dalam bahasa artifisial ditentukan oleh penghubung.(tim dosen Filsafat Ilmu UGM : 1996 ;100) Perbedaan bahasa alamiah dan bahasa buatan adalah sebagai beikut : Bahasaalamiah, antara kata dan makna merupakan satu kesatuan utuh, atas dasar kebiasaansehari-hari, karena bahasanya secara spontan, bersifat kebiasaan, intuitif (bisikan hati) danpernyataan langsung. Sedangkan bahasa buatan, antara istilah dan konsep merupakan satukesatuan bersifat relatif, atas dasar pemikiran akal karena bahasanya berdasarkanpemikiran, sekehendak hati, diskursif (logika, luas arti) dan pernyataan tidak langsung. Dari uraian diatas tentang bahasa, bahasa buatan inilah yang dimaksudkan bahasailmiah , dengan demikian bahasa ilmiah dapat dirumuskan ; bahasa buatan yang diciptakanpara ahli dalam bidangnya dengan mengunakan istilah-istilah atau lambang-lambang untukmewakili pengertian-pengertian tertentu. Dan bahasa ilmiah inilah pada dasarnyamerupakan kalimat-kalimat deklaratif atau suatu pernyataan yang dapat dinilai benaratau salah, baik mengunakan bahasa biasa sebagai bahasa pengantar untukmengkomunikasikan karya ilmiah.2. Matematika Matematika adalah bahasa yang melambaikan serangkaian makna dari pernyataanyang ingin kita sampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat “artifisial” yang barumempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa itu maka matematikahanya merupakan kumpulan rumus-rumus yang mati. Bahasa verbal mempunyai beberapa kekurangan yang sangat mengganggu. Untukmengatasi kekurangan kita berpaling kepada matematika. Matematika adalah bahasa yangberusaha menghilangkan sifat kabur, majemuk dan emosional dari bahasa verbal.Umpamanya kita sedang mempelajari kecepatan jalan kaki seorang anak maka objek“kecepatan jalan kaki seorang anak” dilambangkan x, dalam hal ini maka x hanyamempunyai arti yang jelas yakni “kecepatan jalan kaki seorang anak”. Demikian juga bilakita hubungkan “kecepatan jalan kaki seorang anak” dengan obyek lain misalnya “jarakyang ditempuh seorang anak” yang kita lambangkan dengan y, maka kita lambangkanhubungan tersebut dengan z = y / x dimana z melambangkan “waktu berjalan kaki seoranganak”. Pernyataan z = y / x tidak mempunyai konotasi emosional, selain itu bersifat jelas danspesifik (Jujun S. Suriasumantri, 1990, 191). Matematika merupakan salah satu puncak kegemilangan intelektual. Disampingpengetahuan mengenai matematika itu sendiri, matematika juga memberikan bahasa, prosesdan teori yang memberikan ilmu suatu bentuk kekuasaan. Fungsi matematika menjadisangat penting dalam perkembangan macam-macam ilmu pengetahuan. Penghitunganmatematis misalnya menjadi dasar desain ilmu teknik, metode matematis yang dapatmemberikan inspirasi kepada pemikiran di bidang sosialdan ekonomibahkan pemikiranmatematis dapat memberikan warna kepada arsitektur dan seni lukis.
  • Matematika dalam perkembangannya memberikan masukan-masukan pada bidang-bidang keilmuan yang lainnya. Konstribusi matematika dalam perkembangan ilmu alam ,lebih ditandai dengan pengunaan lambang-lambang bilangan untuk menghitung danmengukur, objek ilmu alam misal gejala-gejalah alam yang dapat diamatidan dilakukanpenelaahan secara berulang-ulang. Berbeda dengan ilmu sosial yang memiliki objekpenelaahan yang kompleks dan sulit melakukan pengamatan. Disamping objeknya yang takterulang maka kontribusi matematika tidak mengutamakan pada lambang-lambangbilangan.3. Statistika Secara etimologi, kata statistik berasal dari kata status (bahasa latin) yangmempunyai persamaan arti dengan state (bahasa Inggris) yang dalam bahasa Indonesiaditerjemahkan dengan negara. Pada mulanya kata statistik diartikan sebagai “ kumpulanbahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidakberwujud angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan bagi suatunegara”. Namun pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi dengankumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif saja) (Anas Sudionodalam bakhtiar, 2010, 198).Sedangkan menurut (Sudjana 1996 : 3) Statistika adalah pengetahuan yang berhubungandengan cara-cara pengumpulan data, pengelolaan atau penganalisiannya dan penarikankesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.Jadi statistika merupakan sekumpulan metode dalam memperoleh pengetahuan untukmengelolah dan menganalisis data dalam mengambil suatu kesimpulan kegiatan ilmiah.Untuk dapat mengambil suatu keputusan dalam kegiatan ilmiah diperlukan data-data,metode penelitian serta penganalisaan harus akurat.Pemerintah telah lama mengumpulkan dan menafsirkan data yang berhubungan dengankepentingan bernegara, umpamanya data mengenai penduduk, pajak, kekayaan, danperdagangan luar negeri.3.1. Hubungan Antara Sarana Ilmiah Bahasa, Matematika dan Statistika Sebagaimana yang kita bahas sebelumnya, agar dapat melakukan kegiatan berpikirilmiah dengan baik, diperlukan sarana bahasa, matematika dan statistika. Bahasamerupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam kegiatan berpikir ilmiah, dimanabahasa menjadi alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada oranglain. Dan ditinjau dari pola berpikirnya, maka ilmu merupakan gabungan antara berpikirdeduktif dan berpikir induktif. Matematika mempunyai peranan yang penting dalamberpikir deduktif, sedangkan statistika mempunyai peranan penting dalam berpikir induktif. Penalaran induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yangmempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas untuk menyusun argumentasi yangdiakhiri pernyataan yang bersifat umum, umpamanya kita mempunyai fakta bahwa kerbaumempunyai mata, lembu mempunyai mata, harimau mempunyai mata, dan gajahmempunyai mata. Dari pernyataan tersebut dapat ditarik bahwa semua binatangmempunyai mata. Statistik mempunyai peranan yang penting dalam berpikir induktif. Sebaliknya deduktif, cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarikkesimpulan yang bersifat khusus, mengunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.Contohnya semua mahluk mempunyai mata (permis mayor), si bolan adalah seorang makluk(permis minor), jadi si bolan mempunyai mata (kesimpulan). Matematika adalahpengetahuan yang disusun secara deduktif. Matematika juga merupakan bahasa yangmelambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin disampaikan.
  • 3.2. Peranan Statistika dalam tahap-tahap metode keilmuanDalam metode keilmuan statistika mempunyai peranan dalam kegiatan keilmuan :3.2.1. Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang akan diambil dari populasi.3.2.2. Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Maksudnya sebelumdigunakan instrumen sebaiknya diuji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu.3.2.3. Teknik untuk menyajikan data-data, sehingga data lebih komunikatif.3.2.4. Alat untuk analisis data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Dalam halini statistik digunakan adalah kolerasi, t-tes regresi, dan lain-lain.D. Kesimpulan Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir. Tersedianyasarana tersebut memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat.Penguaaan sarana berpikir ilmiah ini merupakan suatu hal yang bersifat imperatif bagiseorang ilmuwan. Tanpa menguasai hal ini maka kegiatan ilmiah yang baik tidak dapatdilakukan. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalamberbagai langkah yang harus ditempuh. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiahdengan baik maka diperlukan sarana yang berupa bahasa, matematika dan statistika, agardalam kegiatan ilmiah tersebut dapat berjalan dengan baik, teratur dan cermat.
  • Daftar PustakaBakhtiar, Amsal, Filsafat ilmu, Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2010.Santrock, Jhon W, Psikologi Pendidikan, Jakarta : Kencana, 2008.Sudjana, Metode Statistika, Bandung : Tarsito, 1996.Sugoyono, Statistika Untuk Penelitian, Bandung : Alfabeta, 2007.Suriasumantri, S. Jujun, Filsafat Ilmu Suatu Pengantar Populer, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1990.Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, Filsafat Ilmu, Yokyakarta : Liberty, 1996.
  • Pertanyaan yang diajukan kepada pemakalah :1. Neng Elly : tolong jelaskan 7 fungsi bahasa menurut Halliday, karena di makalah tidak dijelaskan. Jawaban pemakalah : menjelaskan secara lengkap 7 fungsi bahasa menurut Halliday, dan dalam perbaikan makalah hal itu telah dijelaskan.2. Johan Eka Wijaya : tolong jelaskan perbedaan bahasa ilmiah dengan bahasa sehari-hari. Jawaban pemakalah : menjelaskan secara lengkap perbedaan tersebut, dalam perbaikan makalah perbedaan tersebut lebih dijelaskan.3. Dan Ahmad Lubias : tolong jelaskan makna matematika terbebas dari asfek emotif dan afektif. Jawaban pemakalah : menjelaskan dengan lengkap makna tersebut,
  • dalam perbaikan makalah lebih diperjelas dengan contoh.Tambahan penjelasan dan masukan dari Prof. Dr. H. Djalaludin, MA : 7 fungsi bahasahendaknya dijelaskan walaupun sedikit, menjelaskan dengan contoh yang mudah dimengertitentang matematika dan statistika terbebas dari asfek emotif dan afektif.Semua masukan dari dosen pengampu dan kawan-kawan telah dimasukkan dalamperbaikan makalah ini dan pemakalah mengucapkan banyak terima kasih.