Air permukaan

2,528 views
2,360 views

Published on

a

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,528
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
80
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Air permukaan

  1. 1. Lingkungan Air Permukaan Prediksi dan penilaian dampak
  2. 2. Dasar pengetahuan mengenai air permukaan <ul><li>Sejumlah kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap air permukaan a. l.: </li></ul><ul><li>Pengambilan air utk pendingin oleh industri atau pembangkit tenaga listrik. </li></ul><ul><li>Pembuangan air bertemperatur tinggi dari industri. </li></ul><ul><li>Pembuangan dari proses industri. </li></ul><ul><li>Pembuangan dari IPL Cair. </li></ul><ul><li>Pengerukan sungai atau pantai. </li></ul><ul><li>Penimbunan utk perluasan lahan dipertemuan badan air dan daratan. </li></ul><ul><li>Pertambangan diatas permukaan tanah. </li></ul><ul><li>Pembuatan bendungan. </li></ul><ul><li>Normalisasi sungai. </li></ul><ul><li>Deforestasi, pertanian dan irigasi. </li></ul><ul><li>Pembuangan limbah B3 dan sanitary landfill. </li></ul><ul><li>Pariwisata sekitar pantai dan muara </li></ul>
  3. 3. Dasar pengetahuan mengenai air permukaan <ul><li>Hidrologi air permukaan </li></ul><ul><li>Parameter kualitas air permukaan </li></ul><ul><li>Peraturan perundangan </li></ul><ul><li>Pendekatan konseptual studi dampak terhadap lingkungan air permukaan </li></ul>
  4. 4. Parameter kualitas air permukaan <ul><li>Kualitas air </li></ul><ul><li>Fisika: Warna, bau, temperatur, kandungan bhn padat, kekeruhan, kandungan minyak dan lemak. </li></ul><ul><li>Kimia: </li></ul><ul><li>- Organik: BOD, COD, TOC, TOD </li></ul><ul><li>- Anorganik: salinitas, hardness, pH, keasaman, kebasaan, besi, mangan, klorida, sulfat, sulfida, logam berat (air raksa, timbal, krom, tembaga, seng), nitrogen dan posporus. </li></ul><ul><li>Biologi: coliforms, faecal coliforms, patogen dan virus. </li></ul>
  5. 5. Parameter kualitas air permukaan <ul><li>Efek pencemar thd kualitas air: </li></ul><ul><li>- Org terlarut , spt BOD, menyebabkan penurunan kandungan oksigen -> Kematian ikan, merusak kehidupan akuatik dan menimbulkan bau. </li></ul><ul><li>- Suspended solid menyebabkan penurunan kejernihan air, mengganggu fotosintesa. Jika mengendap, menimbulkan endapan lumpur, merubah ekosistem benthic. </li></ul><ul><li>- Warna, kekeruhan, minyak dan material mengambang mengganggu estetika, kejernihan air dan fotosintesa. </li></ul><ul><li>- Nitrogen dan posporus menyebabkan pertumbuhan algae -> Mengganggu proses pengolahan air. </li></ul><ul><li>- Asam, basa dan unsur toksik menyebabkan kematian ikan dan ketidakseimbangan ekosistem. </li></ul><ul><li>- Limbah panas menyebabkan ketidakseimbangan dan mengurangi kapasitas asimilatif sungai thd pencemar dan mengubah pola pengadukan dan menyebabkan stratifikasi temperatur didalam badan air penerima. </li></ul>
  6. 6. Pendekatan konseptual studi dampak terhadap lingkungan air permukaan Tahap 1: Identifikasi dampak rencana kegiatan thd air permukaan Tahap 2: Deskripsi kondisi lingkungan air permukaan yg ada Tahap 3: Informasi peraturan perundangan dan pedoman mengenai air permukaan Tahap 4: Prediksi dampak Tahap 5: Penilaian dampak penting Tahap 6: Identifikasi dan penentuan tindakan mitigasi
  7. 7. Tahap 1 <ul><li>Informasi yg diperlukan: </li></ul><ul><li>Jenis kegiatan, cara bekerja dan operasinya yg berkaitan dg kualitas dan kuantitas air dan akibatnya thd lingkungan air permukaan. </li></ul><ul><li>Rencana lokasi. </li></ul><ul><li>Waktu, terutama yg berhubungan dengan fasa konstruksi. </li></ul><ul><li>Potensi dampak pada masa operasi. </li></ul><ul><li>Kebutuhan dari proyek thd lingkungan . </li></ul><ul><li>Alternatif2 rencana kegiatan. </li></ul>
  8. 8. Tahap 2 <ul><li>Meliputi aktivitas spt.: Mengumpulkan informasi mengenai kuantitas dan kualitas air permukaan, identifikasi karakteristik pencemaran air yang ada, informasi klimatologi, melakukan pemantauan baseline dan data sumber pencemar point dan non-point, pengguna air dan karakteristik pemakaiannya. </li></ul>
  9. 9. Tahap 3 <ul><li>Peraturan perundangan: </li></ul><ul><li>Peraturan Pemerintah No 82 Th 2001 Ttg Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air </li></ul><ul><li>Peraturan Pemerintah No 82 Th 2001 Ttg Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air </li></ul><ul><li>Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup </li></ul><ul><li>Keputusan Gubernur </li></ul><ul><li>Peraturan Daerah Propinsi </li></ul><ul><li>Keputusan Bupati/Wali Kota </li></ul><ul><li>Peraturan Daerah Kabupaten/Kota </li></ul><ul><li>Faktor Limbah Cair atau Beban Limbah </li></ul>
  10. 10. Tahap 4 <ul><li>Meliputi analisis kuantitatif sejauh mungkin (sedikitnya kualitatif dg penjelasan) dari dampak yg diantisipasi akibat usulan kegiatan terhadap berbagai faktor lingkungan air permukaan. </li></ul><ul><li>Prediksi pencemaran lingkungan air permukaan: </li></ul><ul><li>- Pendekatan kesetimbangan masa </li></ul><ul><li>- Pendekatan model matematika </li></ul><ul><li>- Pendekatan model ekosistem akuatik </li></ul>
  11. 11. <ul><li>Prediksi dampak perlu mempertimbangkan apakah jenis pencemar itu: </li></ul><ul><li>- Konservatif </li></ul><ul><li>- Non-konservatif </li></ul><ul><li>- Bakterial, atau </li></ul><ul><li>- Termal </li></ul><ul><li>Pencemar konservatif relatif stabil dan tidak terdegradasi secara biologis, tidak dipengaruhi oleh presipitasi, sedimentasi ataupun penguapan. </li></ul><ul><li>Pencemar non-konservatif adalah material organik yang dapat terdekomposisi secara biologis oleh bakteria didalam sistem aqueous, misalnya nutrien, material yang tidak stabil dan mudah bereaksi, mudah menguap sehingga pada media yang ditinjau terjadi perubahan secara kuantitatif. </li></ul>
  12. 12. Pendekatan kesetimbangan masa <ul><li>Pemakaian: </li></ul><ul><li>Utk point ataupun non-point sources. </li></ul><ul><li>Utk estimasi erosi akibat kegiatan fasa konstruksi ataupun operasi. </li></ul><ul><li>Utk suatu segmen sungai, sel dari danau, muara sungai ataupun laut. </li></ul><ul><li>Utk prediksi kandungan oksigen, klorida, posporus dan TOC </li></ul><ul><li>Model kesetimbangan masa oksigen a.l. dikembangkan oleh Canale & Auer (1987) </li></ul>
  13. 13. Pendekatan model matematika <ul><li>Penyederhanaan model: dimensi, temporal dan sistem input. </li></ul><ul><li>Model diklasifikasikan menurut basis perhitungan, regime aliran, pertimbangan dimensional, jenis badan air dan jumlah parameter. </li></ul><ul><li>Salah satu contoh adalah model klasik DO dari Streeter-Phelps. Model lainnya adalah QUAL-IIE yaitu model satu dimensi transport massa adveksi-dispersi. </li></ul>
  14. 14. Tahap 5 <ul><li>Penting atau tidak pentingnya dampak didasarkan kepada: </li></ul><ul><li>Baku mutu yang berlaku menurut peraturan-perundangan: Effluent standard dan stream standard </li></ul><ul><li>Penilaian pakar yang didasarkan kepada besarnya perubahan: %, parameter, indeks kualitas air </li></ul><ul><li>Penilaian pakar yang berhubungan dengan lingkungan biologi: peraturan perundangan, habitat </li></ul><ul><li>Pendapat publik </li></ul>
  15. 15. Tahap 6 <ul><li>Beberapa contoh tindakan mitigasi </li></ul><ul><li>Konservasi air permukaan, pengolahan air limbah dan pemanfaatan kembali </li></ul><ul><li>Mengurangi erosi dengan kolam pengendapan, penutupan lahan dengan tumbuhan </li></ul><ul><li>Dalam penggunaan bahan kimia: Penentuan waktu pemakaian, banyaknya pemakaian, pembatasan pemakaian, penerapan IPM ( Integrated Pest Management) </li></ul><ul><li>Penerapan BMP (Best Management Practice) utk pencemar non-point-source: Dilakukan setelah penilaian permasalahan, pengkajian alternatif dan partisipasi masyarakat </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Program pengendalian non-point pollution utk wilayah pesisir menurut standar US-EPA </li></ul><ul><li>Pengendalian non-point-source utk mengatasi penyebaran nutrien, pestisida dan sedimen: Pengaturan secara hidrolis, kolam pengendap, filter </li></ul><ul><li>Pengolahan limbah cair: Pengolahan primer, sekunder, tersier yg meliputi pengolahan fisik, biologi dan kimia. Utk limbah panas misalkan dengan kolam pendingin atau tower </li></ul><ul><li>Credit trading dengan pihak lain </li></ul><ul><li>Memodifikasi kegiatan operasi utk meminimalkan limbah cair </li></ul><ul><li>Menggunakan teknik penyisihan sedimen dan tumbuhan utk menjaga kualitas air danau/bendungan dan mencegah eutrophikasi. </li></ul>

×