• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Mata
 

Mata

on

  • 7,337 views

Mata: Bagian. Fungsi, Penyakit, Teknonologi, dan Mekanisme Mata dalam Melihat

Mata: Bagian. Fungsi, Penyakit, Teknonologi, dan Mekanisme Mata dalam Melihat

Statistics

Views

Total Views
7,337
Views on SlideShare
7,335
Embed Views
2

Actions

Likes
1
Downloads
126
Comments
0

2 Embeds 2

https://twimg0-a.akamaihd.net 1
https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Mata Mata Document Transcript

    • SISTEM INDERA MANUSIA: MATA Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi Kelas XI IPA 4 Kelompok 3 1. Natassa Orlanda T. (25) 2. Oktavia (28) 3. Priscilla Gita D. (29) 4. Teddy Nilam (38) 5. Theresia Marten (39) 6. Vanny Andriani (41) 7. Victor (42) 8. Waisaka Febri B. (43) SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG YAYASAN XAVERIUS PALEMBANG PALEMBANG 2012
    • PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmatdan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penulis jugamengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Rita Trimardiawati karena telahmembimbing penulis hingga selesainya makalah ini. Penulis juga mengucapkanterimakasih kepada tim kerja, orangtua, dan teman-teman yang telah mendukungpenulis dalam penulisan makalah ini. Dalam makalah sederhana ini, penulis menganalisis bagaimana struktur, ciri,fungsi, dan bagian dari alat indera penglihat yaitu mata. Penulis juga melengkapimakalah ini dengan informasi berbagai penyakit dan teknologi penangan sertamenyertakan gambarnya. Makalah ini dibuat karena penulis tertarik dengan topiktersebut. Dengan adanya makalah ini, penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagipara pembaca agar dapat menjadi bahan referensi, memperluas pengetahuan, danmenambah informasi serta bagi penulis sendiri agar dapat mengembangkan kemampuanmenulis dengan baik dan menjawab rasa ingin tahu penulis atas topik. Demiterwujudnya makalah yang lebih baik di masa mendatang, penulis sangat mengharapkankritik dan saran dari para pembaca. Penulis mohon maaf apabila ada kesalahan. Sekian. Palembang, April 2012 Tim Penulis 2
    • DAFTAR ISIPENGANTAR ........................................................................................................... 1DAFTAR ISI ............................................................................................................ 2BAB I 1. Latar Belakang ............................................................................................ 3BAB II 1. Ciri dan Fungsi dari Struktur Mata ............................................................ 4 2. Penyakit Mata ............................................................................................ 10 3. Teknologi Pengobatan Mata ...................................................................... 19 4. Mekanisme Melihat .................................................................................... 24BAB III ..................................................................................................................... 26DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 27 3
    • BAB I PENDAHULUAN1. Pendahuluan Manusia mempunyai lima indera, diantaranya indera penglihatan, peraba, pengecap, pendengaran, penciuman. Mata adalah salah satu dari indera tubuh manusia yang sangat kompleks dan berfungsi untuk penglihatan. Jika mata seseorang tidak berfungsi, kegiatan manusia akan terganggu. Fungsi mata yang paling sederhana adalah untuk mengetahui apakah lingkungan sekitarnya gelap atau terang. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual (Arham Vhy, http://arhamvhy.blogspot.com/2012/03/10-keunikan-mata- yang-jarang-diketahui.html, diunduh pada 9 Maret 2012). Mata terdiri dari organ bagian luar dan organ bagian dalam. Organ luar terdiri atas bulu mata, alis mata, dan kelopak mata dan organ dalamnya terdiri atas kornea, sklera, pupil, iris, lensa mata, retina, selaput koroid, bintik kuning, kelenjar mata dan saraf optik. Bagian-bagian ini rentan terserang penyakit ataupun gangguan mata (kelainan mata). Kelainan serta penyakit yang dapat menyerang mata adalah miopi, hipermetropi, presbiopi, buta warna, astigmatis, dan katarak. Pada orang yang sudah lansia, sebagian besar diantaranya terserang penyakit katarak. Jika mata rusak atau terganggu maka kegiatan manusia akan terganggu. Kacamata dapat membantu manusia untuk melihat. Selain kacamata, pengobatan lain adalah pengobatan denagn teknik intracor yang menggunakan laser dan teknik operasi Phacoemulsification atau teknik bedah katarak (Tika, http://www.kiatsehat .com/index.php?pgnm=./artikel/0001000100091441_full.html&panel=0001&cat=00 09&judul=Kiat%20Sehat%20:%20Teknologi%20Terbaru%20Pengobatan%20Peny akit%20Mata, diunduh pada 9 Maret 2012). Oleh karena itu, peneliti mengangkat judul “Sistem Indera Manusia: Mata” Hal ini bertujuan membahas lebih lanjut struktur, ciri, fungsi, penyakit, dan teknologi mata. 4
    • BAB II ISI1. Ciri dan Fungsi dari Struktur Mata 1. Rongga Mata Merupakan rongga pelindung dan tempat melekatnya bola mata. Rongga ini terisi dengan jaringan lemak untuk memungkinkan mata bergerak ke segala arah dengan mudah. 2. Bulu Mata Merupakan rambut halus di tepi kelopak mata yang sangat sensitive atas sentuhan. Akibatnya, kelopak mata akan terpicu untuk berkedip. Hal ini bertujuan agar melindungi mata dari benda asing. 3. Alis Mata Merupakan rambut halus yang tumbuh di atas mata. Alis mata berfungsi untuk mencegah air atau keringat mengalir ke mata. 5
    • 4. Kelopak Mata Merupakan bagian mata yang terletak di luar bola mata dan terdiri dari kelopak mata bawah dan kelopak mata atas. Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata bagian depan dari benda asing dan melumasi mata dengan air mata saat berkedip.5. Bola Mata Merupakan organ penglihatan pejal dengan diameter sekitar 2,5 cm atau 1 inci. Organ ini membantu manusia dan hewan untuk melihat secara binocular (persepsi kedalaman) dan hanya 1/6 bagiannya tampak dari luar sedangkan 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata. Bola mata terdiri dari 3 lapisan, yaitu 1. Tunika Fibrosa 1. Sklera Merupakan selaput putih, keras, tidak transparan, dan tidak berpembuluh dari mata. Sklera terdiri dari serabut kolagen yang tidak teratur dan jaringan fibrosa yang yang kuat dan elastis. Selaput ini memiliki ketebalan sebesar 1 mm dan meliputi 5/6 permukaan dinding bola mata. Sklera berfungsi sebagai pemertahan bentuk bola mata dan pemroteksi organ dibawahnya. 2. Konjungtiva Merupakan membran mukosa/ selaput lendir tipis yang meliputi bagian depan mata dan kelopak mata bagian dalam. Membran yang banyak mengandung pembuluh darah ini berfungsi sebagai penghasil pelumas mata, melumasi mata, dan melindungi sklera untuk mencegah terkenanya infeksi. Terdapat dua macam konjungtiva, yaitu konjungtiva palpebra yang melapisi kelopak dan konjungtiva bulbi yang menutupi bagian depan bola mata. 3. Kornea Merupakan kubah penutup permukaan bagian depan mata yang tidak berpembuluh (transparan) namun banyak mengandung serabut saraf. 6
    • Kubah ini membetuk 1/6 bagian depan bola mata dan berdiameter sekitar 11 mm. Kornea berfungsi sebagai penerus cahaya yang masuk ke retina dan melindungi mata bagian dalam. Terdapat 5 lapisan epitel, yaitu 1. epitel = merupakan lapisan terluar kornea yang peka terhadap sentuhan dan berfungsi sebagai proteksi. 2. membran Bowman = lapisan yang berada di bawah epitel. 3. stroma = merupakan lapisan di bawah membrane bowman dan bagian kornea yang paling tebal yang meliputi 90% dari tebal kornea. Lapisan ini terdiri dari jaringan fibrosa bening. 4. membran descement = lapisan tipis, kuat dan sangat lentur di bawah stroma. 5. endotelium = lapisan terdalam pada korne yang berfungsi sebagai pengatur jumlah cairan dalam kornea. 4. Kanalis Schlemm Merupakan perbatasan antara kornea dan sklera yang berfungsi sebaga penyerap cairan aqueous humor pada bola mata.2. Tunika Vaskulosa 1. Koroid Merupakan lapisan tipis berpembuluh darah banyak yang berada di antara retina dan sklera yang berwarna coklat kehitaman. Lapisan ini mengandung banyak sel pigmen yang berguna untuk mencegah 7
    • pemantulan sinar dan mencegah berkas cahaya terpantul kembali ke sekeliling mata. Selain itu, koroid juga berfungsi sebagai pemasok nutrisi pada retina luar.2. Iris Merupakan selaput yang terletak di belakang kornea dan di depan lensa. Iris terdiri dari sel pigmen, otot polos, pembuluh darah, dan syaraf. Iris berfungsi sebagai penentu warna mata, pelindung sensitifitas retina, dan pengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata. Terdapat dua jenis otot polos pada iris, yaitu 1. otot sirkuler/ otot sfingter = otot di tepi pupil yang dapat memperkecil pupil saat berkontraksi 2. otot radier/ otot dilator = merupakan otot di tepi pupil yang dapat memperbesar pupil saat berkontraksi3. Pupil Merupakan celah atau lubang yang berada di tengah-tengah iris. Berfungsi sebagai pengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam mata. Dalam menjalankan fungsinya, pupil dibantu oleh kerja kedua otot iris.4. Badan Ciliary Penghasil aqueous humor dan vitreous humor yang tersusun atas lipatan ke dalam yang menyusun prosesus ciliary yang mengelilingi tepi lensa. Badan ini mengandung banyak pembuluh darah dan syaraf yang berfungsi sebagai penghubung koroid dan iris.5. Lensa Merupakan cakram protein yang bertekstur lunak dan transparan dan terletak di depan badan bening atau vitreous humor dan di belakang iris. Lensa memiliki kemampuan untuk berakomodasi atau mengubah kecembungannya untuk memfokuskan jatuhnya cahaya dan membentuk 8
    • bayangan jatuh tepat pada retina yang bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Lensa dibungkus dengan suatu kapsul membrane bening dengan erat dan tebal untuk memungkinkan perubahan bentuk lensa saat berakomodasi dan melindungi vitreous humor bernama Ligamentum Suspensorium. 6. Aqueous Humor dan Vitreous Humor Merupakan cairan transparan dan kental seperti jeli yang tidak berpembuluh. Keduanya berfungsi sebagai pemfokus cahaya ke retina. Bedanya, Aqueous Humor merupakan pengisi rongga di antara kornea dan lensa. Terdapat dua rongga yang diisi oleh Aqueous Humor, yaitu posterior chamber (ruang di antara lensa dan iris) dan anterior chamber (ruang di antara iris dan kornea). Sedangkan Vitreous Humor merupakan pengisi ruang di belakang lensa. Vitreous Humor memiliki fungsi karakteristik yaitu pemertahan tekanan di dalam bola mata agar tetap bundar dan tidak kempes.3. Tunika Nervosa 1. Retina Merupakan lapisan terdalam pada mata berupa membran lunak setebal 0,4 mm yang berwarna merah keunguan akibat adanya rodopsin. Retina memiliki kegunaan sebagai pengkorvensi cahaya menjadi impuls dan dikirimkan ke otak melalui syaraf. Pusat dari retina disebut makula dan berfungsi sebagai pelihat dan pemberi warna bayangan. Makula memiliki diameter sebesar 7 mm. Terdapat dua jenis sel reseptor yang menyusun sekitar 70% dari reseptor sensoris pada tubuh, yaitu 1. sel reseptor kerucut Terdapat sekitar 6 juta sel reseptor kerucut pada mata, tepatnya di fovea centralis, yaitu lekukan pada bintik kuning (macula lutea). Sel ini akan berfungsi sebagai pemberi warna saat siang hari dan sensitive terhadap warna merah, hijau, dan biru. 9
    • 2. sel reseptor batang Terdapat 125 juta sel reseptor batang pada mata dan kebanyakan terletak di sisi samping fovea. Sel ini 500 kali lebih sensitive dari sel reseptor kerucut dan berfungsi sebagai pemberi cahaya saat lingkungan gelap. 2. Fovea/ bintik kuning Merupakan bagian retina yang berdiameter 1,5 mm dan peka terhadap cahaya akibat keberadaan sel reseptor batang. Diperkirakan terdapat sekitar 150.000 reseptor warna per mm2.6. Saraf, Otot, dan Kelenjar Mata Merupakan alat tambahan mata yang berfungsi menyokong fungsi mata. Berikut alat tambahannya 1. Lacrimalis Gland/ kelenjar air mata Merupakan kelenjar penghasil air mata untuk melumasi dan menghindari kornea terkena dehidrasi serta membersihkan mata dari benda asing. Kelenjar ini terletak di bagian dalam kelopak mata atas. Kurang lebih dua belas saluran lakrimalis keluar dari kelenjar ini untuk mengalirkan air mata menuju konjungtiva kelopak mata atas. 2. Lacrimalis Sac/ kantung air mata Merupakan penampung air mata dan sebagai penghubung kelenjar air mata dengan saluran nasolakrimalis. 3. Ductus Lakrimalis/ saluran lakrimalis Saluran di mana air mata akan mengalir masuk saat kantung air mata tidak mampu menampung air mata berlebih. Berfungsi sebagai penjaga kelembaban hidung. 4. Saraf optik 10
    • Saraf ini memiliki 1,2 juta sel saraf pada mata dan berfungsi sebagai penerus rangsang cahaya yang diterima ke susunan saraf pusat di otak. 5. Orbital Otot Merupakan otot pendukung fungsi mata yang bertanggung jawa atas gerakan bola mata. Berikut macamnya 1. muskulus rektus superior untuk menggerakkan mata ke atas, 2. muskulus rektus inferior untuk menggerakkan mata ke bawah, 3. muskulus rektus medial untuk menggerakkan mata ke dalam, 4. muskulus rektus lateral untuk menggerakkan mata ke sisi luar, 5. muskulus oblikus superior untuk menggerakkan mata ke atas sisi luar, 6. muskulus oblikus inferior untuk menggerakkan mata ke bawah sisi luar.2. Penyakit Mata 1. Konjungtivitis Merupakan peradangan pada selaput mata/ konjungtiva. Penyakit menular ini disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, alergi (serbuk, debu, bulu, angin, atau asap), penggunaan lensa kontak yang kurang bersih, dan pemakaian lensa kontak jangka panjang. Konjungtivitis juga dapat berlangsung selama berbulan- bulan bahkan bertahun-tahun. Hal ini dapat terjadi akibat kelainan saluran air mata, kepekaan terhadap bahan kimia, pemaparan oleh iritan, infeksi bakteri tertentu (terutama Chlamydia). Terdapat perbedaan antara konjungtivitis akibat bakteri dan virus. Apabila konjungtivitis akibat bakteri dapat mengeluarkan kotoran kental berwarna putih, sedangkan konjungtivitis akibat virus akan mengeluarkan kotoran yang jernih. Gejala dari penyakit ini adalah mata memerah, terasa nyeri, berair, gatal, keluar kotoran, peka terhadap cahaya, dan penglihatan kabur. Kelopak mata juga terlihat membengkak dan sangat gatal. 11
    • Untuk mencegahnya penyakit ini menular, maka sebaiknya penderita membersihkan tangannya sebelum mengoleskan obat, tidak menyentuh mata yang sehat setelah menangani mata yang sakit, tidak menggunakan handuk yang sama dengan orang lain, dan menggunakan lensa kontak sesuai petunjuk dokter.2. Keratokonjungtivitas Vernalis Merupakan peradangan berulang pada kornea/ selaput bening akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejalanya meliputi mata merah, berair, gatal, kelopak mata bengkak, dan mengeluarkan kotoran mata. Penyakit ini biasanya kambuh pada penderitanya saat musim panas. Beberapa penderita penyakit ini akan mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea dan dapat menyebabkan nyeri akut.3. Konjugtivitis Gonokokal Penyakit ini biasanya diderita oleh bayi yang terinfeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya. Sehingga setiap bayi baru lahir biasanya diteteskan perak nitrat dan povidin iodin pada matanya atau diberi salep antibiotik misalnya eritromisin untuk membunuh bakteri. Setelah 12-48 jam infeksi terjadi, penderita akan merasa nyeri mata dan mata merah. Apabila tidak segera diatasi maka dapat menyebabkan ulkus kornea bahkan kebutaan. Untuk penanganan, penderita dapat diberi tablet, suntikan, ataupun obat tetes mata yang mengandung antibiotik. 12
    • 4. Endoftalmitis Merupakan infeksi di lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata bernanah. Penyakit ini bergejala mata merah, nyeri, bahkan sampai terganggu penglihatannya. Dapat disebabkan saat mata tertusuk sesuatu dan terinfeksi, apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan kebutaan. Untuk menanganinya, dokter akan memberikan obat antibiotika dan menjalankan pembedahan untuk mengeluarkan nanah.5. Selutitis Orbitalis Perdangan jaringan di sekitar bola mata yang bergejala mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol, dan penderita mengalami demam. Penyakit ini dapat disebabkan oleh cedera mata, infeksi sinus atau infeksi yang berasal dari gigi. Untuk mendiagnosa penyakit ini dapat dilakukan rontgen gigi atau CT Scan sinus. Apabila penyakit ini tidak ditangani segera, dapat menyebabkan kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak. Sebagai penanganan, penderita dapat diberikan antibiotika dan pembedahan untuk mengeluarkan nanah atau mengeringkan sinus yang terinfeksi.6. Trakoma Merupakan infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis yang berkembang biak di lingkungan yang bersanitasi buruk. 13
    • Pemaparan bakteri ini dapat melalui sapu tangan atau handuk sehingga sangat menular. Gejala dari penyakit ini antara lain mata merah, mengeluarkan kotoran, pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, dan kornea terlihat keruh. Untuk menangani panyakit ini, penderita akan diberi salep antibiotika yang mengandung tetracycline dan erythromycin dan pembedahan apabila terjadi kelainan bentuk kelopak mata dan kornea. Apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan gangguan penglihatan.7. Blefaritis Merupakan peradangan pada kelopak mata karena produksi minyak berlebih sehingga sering didatangi bakteri. Terdapat dua jenis blefaritis, yaitu Blefaritis Anterior dan Blefaritis Posterior. Apabila blefaritis anterior merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar (tempat melekatnya bulu mata) dan disebabkan bakteri Staphylococcus. Sedangkan blefaritis posterior merupakan peradangan di kelopak mata bagian dalam (yang bersentuhan dengan bola mata) dan disebabkan kelainan kelenjar minyak. Gejala dari penyakit ini berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, dan ada luka di kelopak mata dan membengkak serta rontoknya bulu mata. Sebagai penanganan, penderita dapat membersihkan sekitar bola mata untuk mengangkat minyak dan menggunakan salep antibiotik seperti arythroycin dan sulfacetamide serta tetracycline. 14
    • 8. Dakriosistitis Merupakan infeksi pada duktus nasolakrimalis akibat faktor alergi. Gejalanya meliputi nyeri mata, memerah, bengkak, mengeluarkan nanah, dan penderita mengalami demam. Apabila terlanjur parah, akan terjadi penebalan di atas kantung air mata. Untuk menanganinya, penderita dapat diberikan antibiotika dan dilakukan pengompresan di sekitar kantung air mata. Apabila terjadi kantung nanah, maka harus dilakukan pembedahan.9. Ulkus Kornea Merupakan infeksi pada kornea bagian luar yang disebabkan oleh jamur, virus, dan bakteri seperti Staphylococcus dan Pseudomonas atau Pneumokokus. Penyebab awal dari penyakit ini dapat dikarenakan kelilipan atau tertusuk benda asing. Apabila makin memburuk, ulkus kornea dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, lubang atau perforasi pada kornea, kelainan letak iris, dan kerusakan mata. Gejala dari penyakit ini meliputi mata merah, nyeri, gatal, berair, produksi kotoran mata, peka terhadap cahaya, pada kornea terdapat bintik nanah kuning keputihan, dan gangguan penglihatan. Dapat dilakukan tes air mata, pengukuran kornea (keratometri), tes respon pupil, dan tes refraksi untuk mendiagnosa penyakit ini . Sebagai penanganan, penderita dapat diberikan obat tetes mata antibiotika, antivirus, dan antijamur dan dilakukan pencangkokan kornea apabila penyakit tergolong berat. 15
    • 10. Katarak Merupakan buramnya lensa mata akibat penebalan lensa mata. Akibatnya lensa tidak bias meneruskan cahaya ke retina untuk diproses dan dikirim ke otak. Penyebab dari penyakit ini karena terjadi proses degenerative atau bertambahnya usia seseorang. Katarak akan berkembang dengan sangat lambat sehingga daya penglihatan baru terpengaruh setelah katarak berkembang sekitar 3—5 tahun. Pada awal serangan, penderita katarak akan merasa gatal-gatal pada mata, air matanya mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat selaput seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Pada akhirnya, terlihat lapisan keruh seperti susu yang meliputi kornea mata. Menurut penyebabnya, katarak dibagi menjadi empat yaitu katarak congenital yang disebabkan perkembangan bayi sejak lahir, katarak traumatik yang disebabkan kecelakaan pada mata, katarak sekunder akibat konsumsi obat prednisone dan kortikosteroid dan dialami penderita diabetes, dan katarak akibat usia. Untuk menyembuhkan penderita katarak, dapat dilakukan pengangkatan dan penggantian lensa dengan jalan operasi maupun dengan sinar laser.11. Pterigium Merupakan penyakit menonjolnya jaringan putih disertai pembuluh darah pada tepi dalam atau tepi luar kornea. Pterigium banyak diderita orang yang tinggal di daerah banyak terkena sinar 16
    • matahari, debu, dan pasir. Hal ini dikarenakan penyakit ini disebabkan oleh pemaparan sinar UV matahri dan iritasi mata kronis oleh debu atau pasir. Gejalanya dapat berupa mata merah, iritasi, radang, dan penglihatan kabur. Untuk menanganinya, penderita dapat diberi obat tetes mata antiradang dan dilakukan pembedahan apabila pterigium sampai ke daerah pupil.12. Glaukoma Merupakan kelainan mata akibat rusaknya saraf optic pembawa pesan cahaya ke otak. Hal ini dikarenakan kelebihan produksi aqueous humor yang berfungsi sebagai pembawa makanan untuk kornea dan lensa mata. Akibatnya, tekanan dari aqueous humor akan menghacurkan sel saraf mata sehingga penglihatan penderita berkurang. Apabila tidak segera ditangani, penderita dapat mengalami kebutaan total. Terdapat empat jenis glaukoma, yaitu 1. Primary Open-Angle Glaucoma Merupakan tipe glaukoma paling umum dan bersifat turun temurun. Biasanya penyakit ini akan berkembang pada usia dewasa dan seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat syaraf optik. Dibutuhkan pengobatan seumur hidup untuk mencegah kerusakan mata lebih lanjut oleh glaukoma. 2. Acute Angle-Closure Glaucoma Merupakan glaukoma yang dapat menyebabkan rasa sakit mata hebat, pandangan kabur hingga penderita mual dan muntah-muntah. Glaukoma jenis ini dapat menyebabkan kebutaan dalam waktu singkat sehingga sangat akut. 3. Secondary Glaucoma Merupakan glaukoma yang disebabkan oleh penyakit lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthriris, maupun akibat operasi mata. Sebagai tindak lanjut, penderita diharapkan dapat mengatur tekanan pada mata. 17
    • 4. Congenital Glaucoma Merupakan glaukoma yang biasanya ditemukan setelah kelahiran akibat saluran pembuangan cairan dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibanya tekanan bola mata meningkat dan menyebabkan berairnya mata bayi, membengkak, dan berkabut serta lebih peka terhadap cahaya. Pengobatan glaukoma dapat dilakukan dengan pemberian obat pengurang tekanan intraokuler dan operasi.13. Miopi Merupakan penyakit kerusakan refraktif mata di mana gambar yang dihasilkan jatih di depan retina. Akibatnya, penderita tidak dapat melihat benda dari jarak jauh dengan baik. Biasanya miopi disertai dengan mata silindri atau astigmatis. Sebagai penanganan, penderita dapat menggunakan kacamata atau lensa kontak dan operasi refraktif apabila mata berminus tinggi.14. Hipermetropi Merupakan penyakit mata di mana mata tidak sanggup melihat benda dari jarak dekat akibat kerusakan refraktif mata. Sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina saat berakomodasi. Gejalanya meliputi sakit kepala di bagian frontal dan tidak nyamannya 18
    • penglihatan apabila melihat suatu objek dalam kurun waktu yang lama. Penderita dapat menggunakan kacamata atau lensa kontak dan melakukan operasi refraktif untuk menanganinya.15. Astigmatis/ Silindris Merupakan penyakit akibat ketidakteraturan lengkung permukaan mata sehingga tidak terpusatkannya sinar cahaya pada retina. Menurut penyebabnya, asigmatis memiliki dua jenis yaitu asigmatis kornea akibat ketidakteraturan lengkung bias kornea dan asigmatis lensa akibat ketidakteraturan lengkung bias lensa. Akibatnya penderita sukar melihat benda secara jelas, terutama objek berukuran kecil. Astigmatis menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan melihat sesuatu secara jelas atau menjadi kabur, terutama untuk obyek-obyek yang berukuran kecil. Astigmatis yang umumnya diderita oleh penyandang miopia ini biasanya dapat dikoreksi dengan kacamata berlensa silindris atau lensa kontak. Dapat juga dilakukan operasi refraktif.16. Presbiopi Merupakan penyakit mata yang menyebabkan penderitanya susah untuk melihat dari jarak dekat maupun jarak jauh. Hal ini dikarenakan kurang maksimalnya daya akomodasi mata, sehingga lensa tidak dapat memfokuskan cahaya ke titik kuning dengan repat. Untuk mengatasinya, penderita dapat menggunakan kaca mata rangkap (gabungan lensa positif dan negatif). 19
    • 17. Kebutaan Penyakit di mana penderita tidak bias melihat bayangan benda apapun. Ini dapat disebabkan oleh turunan atau kecelakaan. 18. Buta Warna Kelainan akibat ketidakmampuan sel kerucut pada retina untuk menangkap spectrum warna tertentu akibat factor genetik. Berikut klasifikasinya 1. Protanomali merupakan kelemahan ada warna merah 2. Deutromali merupakan kelemahan pada warna hijau 3. Tritanomalo merupakan kelemahan pada warna biru3. Teknologi Pengobatan Mata Berkaitan dengan fungsi mata yang sangat vital, pelitian untuk mengembangkan teknologi pengobatan mata semakin banyak dilakukan. Semua usaha penelitian ini bertujuan untuk membantu orang-orang yang memiliki kelainan mata agar dapat melihat dengan normal kembali. Berikut ini merupakan beberapa teknologi pengobatan mata yang lazim dimanfaatkan oleh masyarakat. 1. Kacamata Berbagai cacat mata umum, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan silinder dapat diatasi dengan menggunakan kacamata. Kacamata merupakan lensa yang dipasang tepat di depan mata pengguna, sehingga lensa tersebut dapat menyesuaikan cahaya masuk ke mata agar jatuh tepat pada retina mata pengguna kacamata tersebut. Ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh tepat di retina, maka objek pengelihatan akan menjadi jelas. 20
    • Kacamata dapat menunjang penampilan dan juga tidak mengakibatkan iritasi mata seperti lensa kontak. Sedangkan kekurangannya, bila berada dalam lingkungan yang panas, kaca sering berembun, cepat kotor atau terkena keringat. Lensa yang digunakan juga harus diperhatikan. Lensa tersedia dalam 2 pilihan, yaitu lensa kaca dan plastik. Keuntungan dari lensa kaca adalah lebih tipis, tetapi lebih berat dan mudah pecah. Sedangkan lensa plastik lebih ringan dan tidak mudah pecah, tetapi lebih tebal dan mudah tergores.2. Lensa Kontak Lensa kontak juga dapat membantu dalam mengatasi beberapa cacat mata umum. Lensa kontak dibuat lebih halus dan dapat menempel tepat di lensa mata pengguna. Mekanisme kerja lensa kontak secara umum sama dengan mekanisme kerja kacamata, yaitu menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata agar jatuh tepat di retina. Lensa kontak terasa lebih nyaman daripada kacamata karena tidak ada benda asing di wajah. Kekurangannya adalah repot dalam perawatan, lensa kontak senantiasa harus dibersihkan dan disimpan dengan baik. Lensa kontak juga dapat menyebabkan iritasi bila tidak rajin dalam membersihkannya dan menggantinya secara rutin dalam jangka waktu tertentu.3. Transplantasi Kornea Cangkok kornea /transplantasi kornea adalah operasi yang dilakukan dengan mengangkat kornea penderita yang keruh dan menggantinya dengan 21
    • kornea donor yang masih jernih. Transplantasi kornea adalah istilah lain untuk keratoplasti, cangkok kornea, atau keratoplasti tembus. Apabila kornea menjadi keruh, jalannya sinar yang masuk bola mata terganggu, tajam penglihatan dapat menurun dan bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Adapun tujuan tindakan cangkok kornea: 1. tujuan Optik : Memperbaiki tajam penglihatan, 2. tujuan Terapi : Menghilangkan keadaan patologik di jaringan kornea, 3. tujuan Tektonik : Memperbaiki struktur jaringan kornea yang mengalami penipisan atau kerusakan, 4. tujuan Kosmetik : Memulihkan kejernihan kornea. Transplantasi kornea mata diindikasikan untuk beberapa hal berikut: 1. Jaringan parut kornea akibat infeksi, seperti herpes dan keratitis jamur, 2. Kelainan kornea, seperti keratokonus, 3. Kerusakan kornea akibat trauma mata, trauma kimia, dan lain-lain, 4. Kelainan mata karena faktor bawaan (genetik), misal : distrofi kornea, dan lainnya. Dalam perkembangannya, transplantasi kornea dapat dilakukan dengan menggunakan mesin LASIK. Prosedur ini disebut IEK (Intralase-Enabled Keratoplasty). Teknik IEK mengkombinasikan bedah refraktif dan bedah kornea. Hasil pemotongan kornea menjadi lebih akurat daripada teknik keratoplasti konvensional sehingga stabilitas dan kekuatan kornea donor yang ditransplantasi lebih tinggi. Jumlah jahitan yang lebih sedikit pada kornea mengurangi risiko peradangan pasca operasi dan membuat proses penyembuhan dan perbaikan penglihatan relatif lebih cepat.4. Operasi LASIK (Laser Assisted Intrastromal Keratomileusis) 22
    • Operasi LASIK memungkinkan operasi dilakukan tanpa alat harus menyentuh mata atau yang disebut dengan no-touch procedure/treatment. Operasi LASIK digunakan untuk mengkoreksi gangguan mata seperti rabun jauh (myopia), rabun dekat (hypermetropia), dan silinder (astigmatisme). Namun tidak disarankan bagi pasien yang pernah dilasik dan memiliki gangguan mata Glukoma.Kornea pada pasien yang terlebih pernah dilasik dan memiliki Glukoma yangmenjadi tipis sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada kornea. Luka sayatanyang dihasilkan sangat kecil, yakni 0,54 mm. Laser lebih disukai karena tidakmenimbulkan luka dalam, dan berarti meminimalkan pendarahan. Ada 3 langkahdalam Operasi LASIK, yaitu:1. Flap Creation Proses ini dicapai dengan microkeratome mekanik menggunakan pisau logam, atau laser microkeratome femtosecond (prosedur yang dikenal sebagai IntraLASIK) yang menciptakan suatu flap (lapisan kornea yang terbuka) yang dapat dilipat kembali, mengungkapkan stroma, bagian tengah kornea.2. Laser Remodelling Prosedur ini menggunakan laser excimer (193 nm) untuk merombak stroma kornea tanpa merusak stroma berdekatan. Lapisan jaringan dikikis setebal berpuluh-puluh mikrometer.3. Repositioning of Flap 23
    • Setelah laser telah mengubah permukaan lapisan stroma, flap LASIK dengan hati-hati direposisi di atas treatment oleh dokter bedah. Flap dibiarkan dalam posisi oleh adhesi natural sampai penyembuhan selesai.5. Operasi Katarak Katarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh, menyebabkan gangguan pada penglihatan. Ada 2 teknik dalam pengobatan katarak, yaitu: 1. Pembedahan Femtosecond Cataract Surgery Teknik pembedahan ini menggunakan laser yang dapat membuat sayatan sangat minimal, yaitu 1,8—2,0 mm. Teknik ini menggunakan platform operasi 3D, sehingga pencitraan yang dihasilkan memungkinkan dokter untuk memperhitungkan ukuran, bentuk dan lokasi setiap sayatan dengan lebih tepat. 2. Teknik operasi Phacoemulsification Phacoemulsification yakni tindakan operasi dengan bedah kecil 1,8—3,2 cm di mata. Pasien akan dibius untuk memasukkan alat kecil yang berfungsi menghancurkan lensa keruh dan menyedotnya keluar. Alat fakoemulsifikasi digunakan untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okuler (IOL) yang dapat dilipat dimasukkan ke dalam mata. Operasi selesai tanpa memerlukan jahitan. 24
    • 6. Kacamata Terapi Pinhole Kacamata Vision atau Pinhole Glasses /Aerobic Glasses atau Natural Vision Improvement Therapy Glasses merupakan kacamata tanpa lensa, yang memiliki lubang-lubang kecil dengan diasmeter sekitar 1mm. Lubang-lubang kecil ini mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke mata anda dan membantu mata untuk fokus secara alami. Kacamata Terapi Pinhole dapat membuat otot-otot mata yang menegang menjadi lebih rileks. Menurut Dr. William H. Bates, M. D, gangguan penglihatan terjadi karena adanya ketegangan otot mata pada saat melihat (strain to see), maka kelainan mata hanya dapat disembuhkan dengan menghilangkan ketegangan otot mata tersebut. Otot mata dirangsang dan dilatih agar bisa fokus sehingga bayangan benda dapat jatuh tepat di titik kuning. Otot mata juga dilatih secara kontinu sehingga mampu bekerja secara normal kembali dan kelainan pada mata berkurang dan berangsur-angsur sembuh.4. Mekanisme Melihat Saat suatu benda terkena radiasi cahaya pada panjang gelombang sinar, maka energi dari benda yang panjang gelombangnya sebanding akan diteruskan dan energi yang panjang gelombangnya tidaksebanding akan diserap mata. Cahaya yang diserap ini akan masuk ke dalam mata lewatkornea dan diteruskan iris hingga ke pupil. Di pupil, cahaya akan di atur sedemikian 25
    • rupa sehingga cahaya yang masuk adalah cahaya yang dibutuhkan mata untuk melihatbenda dengan cara berakomodasi yang dibantu oleh kedua otot iris. Setelah masuk ke iris dan pupil, cahaya masuk ke lensa. Di lensa cahaya akandifokuskan ke retina, tepatnya di bintik kuning. Apabila mata ingin memfokuskan objekyang dekat, Ligamentum Suspensorium akan berkontraksi sehingga lensa menjadi tebaldan kuat. Begitu pula sebaliknya, Ligamentum Suspensorium akan berelaksasi sehinggalensa menjadi tipis dan lemah apabila mata ingin memfokuskan benda yang jauh. Bila cahaya sampai ke retina dan jatuh tepat di bintik kuning, sel batang dan selkerucut akan meneruskan sinyal cahaya tersebut ke otak melalui saraf optik. Sebelumditeruskan, cahaya pada retina akan membentuk bayangan nyata, terbalik, dandiperkecil. Namun setelah diteruskan, otak akan membalikkan bayangan tersebutsehingga terbentuklah objek sesungguhnya. 26
    • BAB III SIMPULAN DAN SARAN1. Simpulan Dari pembahasan mengenai mata, maka dapat disimpulkan bahwa mata merupakan organ penting dalam memvisualisasikan informasi dalam persepsi manusia terhadap lingkungannya. Namun dalam menjalankan fungsinya, mata juga dapat diserang berbagai penyakit seperti konjungtivitas, endoftalmitis, selutitis orbitalis, dan lainnya. Untuk menanganinya, maka diproduksi berbagai teknologi penanganan penyakit mata, seperti kacamata, operasi lasik, dan lainnya.2. Saran Demi melancarkan jalannya fungsi mata, maka disarankan untuk tetap menjaga kesehatan mata. Mulai dari menghindari benda tajam dan sinar berlebih pada mata hingga mengkonsumsi panganan yang baik untuk mata. 27
    • DAFTAR PUSTAKAArham Vhy. 2012. “10 Keunikan Mata yang Jarang Diketahui”. http://arhamvhy. blogspot.com/2012/03/10-keunikan-mata-yang-jarang-diketahui.html, diunduh pada 9 Maret 2012Anonim. 2012. “Glaukoma”. http://id.wikipedia.org/wiki/Glaukoma, diunduh pada 13 Maret 2012Anonim. tt. “Konjungtivitis Vernalis”. http://www.scribd.com/doc/33239079/ KONJUNG TIVITIS-VERNALIS, diunduh pada 13 Maret 2012Aryulina, Diah, Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, dan Endang Widi Winarni. 2007. BIOLOGI. Wijayanti, Ch. Eny (Ed.). Erlangga: JakartaBenvie. 2009. “Mekanisme Penglihatan”. http://doctorology.net/?p=128, diunduh pada 19 Maret 2012Bintang, Nasrul. 2008. “Bagian-bagian Mata”. http://nasrulbintang.wordpress.com/ 2008/08/17/bagian-bagian-mata/, diunduh pada 12 Maret 2012Campbell, Neil A., Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. 2004. BIOLOGI: Campbell-Reece-Mitchell Edisi Kelima- Jilid 3. Wasmen Manalu (Terj.). Amalia Safitri (Ed.). Erlangga: JakartaCharlie. 2005. ”The Eye Information About Vision Loss and Blindness”. http://www .99main.com/~charlief/Blindness.htm, diunduh pada 12 Maret 2012Hilman. 2011. “8 Ragam Penyakit Mata”. http://www.tabloidnova.com/Nova/ Kesehatan/ Umum/8-Ragam-Penyakit-Mata, diunduh pada 13 Maret 2012Info Keben. 2009. “Astigmatis”. http://www.oocities.org/infokeben/astigmatis.htm, diunduh pada 13 Maret 2012Info Keben. 2009. “Glaukoma”. http://www.oocities.org/infokeben/glaukoma.htm, diunduh pada 13 Maret 2012Info Keben. 2009. “Hipermetropia”. http://www.oocities.org/infokeben /hipermetropia.htm, diunduh pada 13 Maret 2012Info Keben. 2009. “Katarak”. http://www.oocities.org/infokeben/katarak.htm, diunduh pada 13 Maret 2012Info Keben. 2009. “Miopia”. http://www.oocities.org/infokeben/miopia.htm, diunduh pada 13 Maret 2012Info Keben. 2009. “Pterigium”. http://www.oocities.org/infokeben/pterigium.htm, diunduh pada 13 Maret 2012 28
    • Muliyani, Tri Kartika. 2010. “Kelebihan dan Kekurangan Kacamata dan Softlens”. http://trikartikamuliyani92.blogspot.com/2010/11/kelebihan-dan-kekurangan- kacamata-dan.html, diunduh pada 11 Maret 2012Prasetyo, Sulung. 2005. “10 Tahun Sinar untuk Pengobatan : Laser, Pisau Sinar Pemotong Retina Mata”. http://www.opto.lipi.go.id/utama.cgi?cetak artikel&1109866239, diunduh pada 8 Maret 2012Spesialis. tt. “Penyebab Konjungtivitis”. http://www.spesialis.info/?penyebab- konjungtivitis,911, diunduh pada 13 Maret 2012Sudibjo, Prijo. tt. “Anatomi Mata”. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/ Opthalmologi.pdf, diunduh pada 12 Maret 2012Syamsuri, Istamar, Hadi Suwono, Ibrohim, Sulisetijono, I Wayan Sumberartha, dan Sofia Ery Rahayu. 2007. biologi untuk SMA Kelas XI. Widjajanti, Retno dan Hindrina Perdhana Sari (Ed.). Erlangga: MalangSidohutomo, Armanto. tt. “Teknologi Terbaru Pengobatan Penyakit Mata”. http://www.kiatsehat.com/index.php?pgnm=./artikel/0001000100091441_full.ht ml&panel=0001&cat=0009&judul=Kiat%20Sehat%20:%20Teknologi%20Terb aru%20Pengobatan%20Penyakit%20Mata, diunduh pada 8 Maret 2012Taufan, John. 2011. “Apa itu kacamata terapi Pinhole”. http://johntaufans. wordpress.com/2011/11/02/apa-itu-kaca-mata-terapi-pinhole/, diunduh pada 9 Maret 2012Tika. 2011. ”Kiat Sehat Teknologi Terbaru Pengobatan Penyakit Mata”. http://www.kiat sehat.com/index.php?pgnm=./artikel/00010001 00091441_full.html&panel=0001&cat=0009&judul=Kiat%20Sehat %20:%20Teknologi%20Terbaru%20Pengobatan%20Penyakit%20Mata, diunduh pada 9 Maret 2012Tips Kesehatan. 2011. “Penyakit pada Mata”. http://tipsku.info/penyakit-pada-mata/, diunduh pada 13 Maret 2012Wisudaniar, Radhika. 2011. “LASIK: Teknologi Penyembuhan Mata“. http://detakketikcerita.blogspot.com/2011/03/lasik-teknologi-penyembuhan- mata.html, diunduh pada 8 Maret 2012Xavier, Moe. 2009. “Mekanisme Melihat”. http://moexavier.multiply.com/journal/ item/19/mekanisme_melihat?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem, diunduh pada 19 Maret 20122009. “Transplantasi Kornea”. http://www.zimbio.com/member/emzet/articles/ Hg_8j7a4xg-/TRANSPLANTASI+KORNEA, diunduh pada 8 Maret 20122012. “Teknologi Laser Terbaru untuk Pengobatan Mata”. http://www.gatra.com/kesehatan/73-kesehatan/9695-teknologi-laser-terbaru- untuk-pengobatan-mata, diunduh pada 8 Maret 2012 29
    • tt. “Cangkok Kornea / Tranplantasi Kornea”. http://www.rsmyap. com/content/view/19/1/, diunduh pada 8 Maret 2012tt. “Katarak”. http://klinikmatanusantara.com/read/25/katarak, diunduh pad 8 Maret 2012tt. “Operasi Lasik, Penyembuhan Mata Rabun Dengan Teknologi Laser”. http://www.terapimata.com/lasik.htm, diunduh pada 8 Maret 2012tt. “Tentang Mata”. http://www.angelfire.com/oz2/duniamedisdan kesehat/tentang mata.htm, diunduh pada 13 Maret 2012tt. “Transplantasi Kornea dengan Mesin LASIK”. http://www.jec- online.com/index.php? option=com_content&view=article&id=395, diunduh pada 8 Maret 2012 30