Dialog Antar Umat Beragama-Buddha ppt
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Dialog Antar Umat Beragama-Buddha ppt

on

  • 1,507 views

Dialog Antar Umat Beragama- Bud ppt

Dialog Antar Umat Beragama- Bud ppt

Statistics

Views

Total Views
1,507
Views on SlideShare
1,506
Embed Views
1

Actions

Likes
0
Downloads
24
Comments
0

1 Embed 1

https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Dialog Antar Umat Beragama-Buddha ppt Dialog Antar Umat Beragama-Buddha ppt Presentation Transcript

  • Dialog Antar Umat Beragama DIS US UN O L E H C I N D I A A N D RY • D A N I E L P E R D A N A • T O M M Y W I N ATA • VA N N Y A N D R I A N I • VINCENT AG AMA B UDDH A
  • Biodata Pendiri Agama Buddha Pendiri agama Buddha ialah Siddhārtha Gautama, yang merupakan seorang pangeran dari kerajaan Kapilavastu di negara Sakhya, India Utara. AyahNya ialah Sri Baginda Raja Suddhodana dari suku Sakhya dan ibuNya adalah Ratu Mahā Māyā Dewi. Tujuh hari setelah Siddharta lahir, ibuNya meninggal dan Beliau diasuh oleh bibiNya, Ratu Mahā Pajāpati. Para ilmuwan memperkirakan Siddharta lahir saat bulan purnama sidhi dan aliran Mahayana memperkirakan beliau lahir pada tanggal 8 April 566 SM di Taman Lumbini.
  • Sekilas Riwayat Hidup Siddharta Gautama Seorang petapa Asita Kaldewala meramalkan bahwa Siddharta dapat menjadi Maharaja Dunia atau menjadi seorang Buddha. Raja Suddhodana yang menginginkan Siddharta mewarisi takhtanya pun cemas. Sang petapa memberi nasihat, Siddharta akan menjadi Buddha apabila Ia mellihat empat peristiwa. Peristiwa tersebut adalah orang tua, orang sakit, orang mati, dan petapa. Maka dari itu, Raja Suddhodana menyingkirkan segala bentuk penderitaan. Siddharta dilayani oleh pelayan dan dayang yang muda dan cantik rupawan di istana yang megah. Suatu hari, Siddharta bersama kusirNya, Channa, berkeliling ke luar istana. Di sana, Ia melihat empat peristiwa tersebut. Di usia 16 tahun, Siddharta menikah dengan Putri Yasodhara dan memiliki tiga istana megah, yaitu Istana Musim Dingin (Ramma), Istana Musim Panas (Suramma), dan Istana Musim Hujan (Subha). Setelah hidup dengan pergolakan batin selama 10 tahun, Pangeran Siddharta memutuskan meninggalkan istanaNya, tepatnya saat putra tunggalnya, Rahula, lahir. Ia pergi ditemani dengan kusirnya, Channa dan bertekad menjadi pertapa. Suatu hari saat ia bermeditasi di bawah pohon Bodhi, Ia mendapatkan Penerangan Sempurna. Penerangan Sempurna menjadikanNya Samyaksam-Buddha tepat pada bulan Purnama Raya di bulan Vesak ketika Ia berusia 35 tahun.
  • Kitab Suci Agama Buddha Tripitaka AbhidhammaVinaya Piṭaka Sutta Piṭaka Piṭaka
  • Vinaya Piṭaka Secara garis besar membahas peraturan bagi Bikkhu dan Bikkhuni. Terdiri dari tiga bagian, yaitu 1. Sutta Vibhanga Kitab ini berisi tentang peraturan bagi para Bikkhu dan Bikkhuni yang mencakup empat pelanggaran yang menyebabkan dikeluarkannya Bikkhu/Bikkhuni dari Sangha. 2. Khandhaka Kitab ini terbagi atas Mahâvagga dan Cullavagga. Kitab Mahâvagga berisi tentang peraturan dan uraian penahbisan Bikkhu/Bikkhuni, upacara Uposatha, dan penjabaran jalannya aktivitas Sangha. Sedangkan kitab Cullavagga berisi tentang peraturan penanganan pelanggaran peraturan dan uraian penahbisan Bikkhu/Bikkhuni, upacara Uposatha, dan penjabaran jalannya aktivitas Sangha lainnya. 3. Parivâra Kitab ini memuat ringkasan dan pengelompokan peraturan Vinaya Piṭaka yang disusun dalam bentuk tanya jawab untuk dipergunakan dalam pengajaran.
  • Sutta Piṭaka Terdiri dari lima buku atau nikâya, yaitu 1. Digha Nikâya Merupakan buku yang terdiri atas 34 Sutta panjang yang berisi pokok ajaran agama Buddha dan terbagi menjadi tiga vagga, yaitu Sîlakkhandhavagga, Mahâvagga dan Pâtikavagga. 2. Majjhima Nikâya Merupakan buku yang memuat khotbah-khotbah menengah. Buku ini terdiri atas tiga bagian dan total suttanya 152 sutta. 3. Anguttara Nikâya Merupakan buku yang memuat sebelas bagian yang meliputi 9.557 sutta. 4. Samyutta Nikâya Merupakan buku yang memuat 7.762 sutta dan terbagi atas lima vagga utama. 5. Khuddaka Nikâya Merupakan buku yang terdiri dari lima belas kitab.
  • Abhidhamma Piṭaka Kitab ini berisi uraian filsafat Buddha Dhamma yang disusun secara analitis. Uraian tersebut meliputi ilmu jiwa, logika, etika, dan metafisika. Kitab ini mencakup tujuh buah Pakarana atau buku, yaitu 1. Dhammasangaṇȋ, menguraikan etika dilihat dari sudut pandang ilmu jiwa. 2. Vibangha, menguraikan secara detail isi dari Dhammasangaṇȋ dengan metode yang berbeda. 3. Dhâtukathâ, yang membicarakan unsur-unsur batin yang terbagi menjadi empat belas bagian. 4. Puggalapaññatti, menguraikan jenis watak manusia (puggala) yang dikelompokkan. 5. Kathâvatthu, berisikan kumpulan percakapan (kathâ) dan sanggahan atas pandangan salah oleh berbagai sekte tentang theologi dan metafisika. 6. Yamaka, kitab yang terbagi menjadi sepuluh bab, yaitu Mûla, Khandha, Âyatana, Dhâtu, Sacca, Sankhârâ, Anusaya, Citta, Dhamma dan Indriya. 7. Paṭṭhana, menerangkan penyebab yang berkenaan tentang dua puluh empat Paccaya atau hubungan batin dan jasmani.
  • Tempat Ibadat Agama Buddha Tempat Ibadat Karma Arupa Rupa Vihara Vihara Viharatempat mempersiapkan terdiri dari empat, yaitu Maitri meliputi Vihara, Cetya, diri menuju Vihara (Cinta Kasih), Karuna (Welas Dharma Prasadha, Asih/ Kasih Sayang). Mudita sesungguhnya (Membagi rasa kegembiraan dan Kuti, Sasana, Dharma turut bersimpati atas kesusahan), Sala, Dharma Loka, dan Upeka (Keseimbangan Batin) dan Samadhi Loka
  • Hari Raya Agama Buddha • memperingati lahirnya Siddharta Gautama, pencapaiannya menjadi Buddha, danVesak pencapaian ParinibanṇaNya. • dengan cara melakukan Puja Bhakti, membantuk fakir miskin, melepas hewan, dan merenung/ bermeditasi. • Memperingati pembabaran Dhamma pertama kali oleh Buddha, pembentukan Ariya Sangha denganAsadha lima teman petapaNya, dan pembentukan Sangha untuk melengkapi Triratna. • dengan cara mengadakan khotbah Dhamma Cakka Pavattana Sutta mengenai Cattari Ariya Saccani atau Empat Kebenaran Mulia.
  • Hari Raya Agama Buddha • hari pemberian persembahan pada Sangha pelindung Dhamma sebagai wujud bakti umat.Kathina • dengan cara memberi dana persembahan berupa Cattupacaya yang meliputi jubah, tempat tinggal, makanan, dan obat-obatan. Juga dapat diberi pelengkapnya seperti saringan air dan mangkuk. • memperingati peristiwa berkumpulnya 1250 orangMagha Bikkhu yang berkemampuan Abhinna tanpa pemberitahuan dan ditahbiskan oleh sang Buddha, dilanjutkan dengan pembabaran Ovadapatimokkha oleh Puja sang Buddha. • Isi Ovadapatimokkha meliputi pelaksanaan kedisiplinan dalam bersila dan kehidupan suci.
  • Ajaran Pokok Agama Buddha • Tiga Mustika yang dimaksud dalam agama Buddha ialah Buddha, Dhamma, dan Sangha. • Buddha dapat diartikan sebagai sang Buddha Gautama yang bertindak sebagai guru, dan juga dapat diartikan sebagai sifat ke-Buddha-an yang ditanamkan dan dimiliki oleh setiap manusia. • Dhamma, di mana Dhamma yang dimaksud sebagai ajaran sang Buddha yang Triratna atau merupakan kebenaran mutlak. Tiga Mustika • Sangha, di mana Sangha seringkali dikaitkan sebagai pengawal dan pelindung Dhamma. • Annica atau Ketidakkekalan, yang menunjukkan semua kondisi yang nantinya akan hilang dan digantikan atau terus bersiklus. • Dukkha atau Penderitaan, yang dimaksudkan sebagai ketidakpuasan manusia akan sesuatu yang tidak didapatkan.Tiga Kesunyataan • Anatta atau Ketiadaakuan, yang menunjukkan ketiadaan ego Mulia atau pada Skanda atau diri umat. Tilakkhana
  • Ajaran Pokok Agama Buddha • Dukkha Ariyasacca, merupakan kebenaran yang dibabarkan sang Buddha mengenai unsur kehidupan jasmani dan batin adalah Dukkha. Dukkha dimaksudkan sebagai sakit, kecewa, tidak sempurna, tidak kekal, kosong dan sebagainya. • Dukkhasamudaya Ariyasacca, mengenai Tanha atau keinginan atau keserakahan atau kemelekatan yang menyebabkan Dukkha.Empat Kesunyataan • Dukkhanirodha Ariyasacca, lenyapnya Dukkha dapat diusahakan dengan Suci atau melenyapkan Tanha yang akan menghasilkan Nirvana atau kebahagiaan abadi.Cattari Ariya Saccani • Dukkhanirodhagamani Patipada, untuk melenyapkan Tanha sebagai penyebab Dukhha, diperlukan Arya Attahangika Magga atau Delapan Jalan Utama. • Nibbana yang dimaksud adalah keadaan di mana keinginan, ikatan, nafsu, dan kekotoran batin lenyap. Singkatnya, Nibbana adalah Kesunyataan Abadi, tidak Kebahagiaan termusnahkan dan tidak bersyarat. Nibbana dapat Tertinggi atau Nibbana dialami jika Dukkha dan Tanha lenyap.
  • Macam-macam Aliran Agama Buddha ajaran/pengajaran terdahulu yang Theravāda merupakan inti ajaran agama Buddha yang masih bertahan dalam ajarannya lebih merujuk kepada tingkatAgama Buddha Mahāyāna motivasi spiritual atau Bodhisattvayana penganut akan latihan Vajrayana atau bermeditasi dan dibarengi visualisasi Tantrayana dengan menekankan pada pembacaan mantra
  • Pentingnya Dialog Antar Umat Beragama Agama merupakan salah satu pembatas peradaban. Artinya potensi konflik antar umat beragama tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi pecahnya konflik antar umat beragama, diperlukan upaya dialog untuk menimalisir perbedaan antar agama. Dialog yang dilakukan dapat menjembatani antar agama dan merupakan sarana yang efektif antar umat beragama. Adanya dialog ini bukan untuk dimaksudkan membentuk peleburan agama atau sinkretisme, menciptakan ajaran agama baru, supremasi bahwa suatu agama benar, dan meniadakan perbedaan agama. Hal ini dilakukan demi tumbuhnya saling pengertian antar umat, menumbuhkan rasa kerja sama demi kepentingan bersama, menumbuhkan kepedulian antar sesame umat, menciptakan ketenteraman, dan menjamin terbinanya kerukunan dan kedamaian.
  • Bentuk-bentuk Dialog 3 konsep untuk berdialog menurut Prof. Dr. H Muchoyar H.S, MA yaitu 1. Setuju untuk tidak setuju, maksudnya setiap agama memiliki akidah masing- masing sehingga agama saling bertoleransi dengan perbedaan tersebut. 2. Setuju untuk setuju, konsep ini berarti meyakini semua agama memiliki kesamaan dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan martabat umatnya. 3. Setuju untuk berbeda, maksudnya dalam hal perbedaan ini disikapi dengan damai bukan untuk saling menghancurkan. Tema dialog antar umat beragama sebaiknya bukan mengarah pada masalah peribadatan tetapi lebih ke masalah kemanusiaan seperti moralitas, etika, dan nilai spiritual. Supaya efektif dalam dialog antar umat beragama, sebaiknya menghindari mengeksklusifkan latar belakang agama dan kehendak untuk memdominasi pihak lain. 5 jenis dialog keagamaan menurut Klmball, yaitu 1. Dialog Parlementer ( parliamentary dialogue ), dialog ini dilakukan dengan melibatkan tokoh- tokoh umat beragama di dunia. Tujuannya adalah mengembangkan kerjasama dan perdamaian antar umat beragama di dunia. 2. Dialog Kelembagaan ( institutional dialogue ), dialog ini melibatkan organisasi-organisasi keagamaan. Tujuannya adalah untuk mendiskusikan dan memecahkan persoalan keumatan dan mengembangkan komunikasi di antara organisasi keagamaan. 3. Dialog Teologi ( theological dialogue ), dialog yang bertujuan untuk membahas persoalan teologis filosofis agar pemahaman tentang agamanya tidak subjektif tetapi objektif. 4. Dialog dalam Masyarakat ( dialogue in society ), dialog yang dilakukan dalam bentuk kerjasama dari komunitas agama yang plural dalam menyelesaikan masalah praktis dalam kehidupan sehari- hari. 5. Dialog Kerohanian ( spiritual dialogue ), dialog yang dilakukan dengan tujuan mengembangkan dan memperdalam kehidupan spirituak di antara berbagai agama.
  • Hambatan Dialog Antar Umat Beragama1. Dialog yang dilakukan hanya berlangsung di tingkat elit terpelajar, sedangkan lapisan awam yang jumlahnya lebih besar tidak mendapatkan akses dialog. Dialog sudah selayaknya mulai menyertakan kaum awam.2. Sebagian besar aktivis yang terlibat dalam dialog kurang begitu agresif memperjuangkan jalan keluar masalah. Hal ini diperkirakan akibat kurangnya pembiayaan kegiatan dialog antar agama.3. Dalam dialog, justru pensosialisasi ajaran agama lebih banyak dikuasai juru agama yang kurang paham dan kurang menyadari pentingnya isu dialog antar agama.4. Kurangnya sarana prasarana kelembagaan yang menunjang dialog. Akibatnya dialog makin sulit menjangkau masyarakat kalangan bawah dan makin rumitnya penyelesaian suatu konflik.5. Adanya sejumlah prasangka yang berkembang di antara sejumlah aktivis yang bekerja untuk dialog antar agama. Akibatnya, dialog yang diadakan akan meng-alot dan sulit berlangsung.6. Terjadinya kesenjangan sosial dan ketidakadilan selama proses dialog. Akibatnya persoalan tidak akan terselesaikan. Malah, dapat meningkatkan kecurigaan antar agama atas persoalan yang didialogkan.7. Adanya pertikaian antar agama akibat adanya perbedaan yang tajam. Akibatnya dialog antar agama akan makin sulit dibangun dalam masyarakat.
  • Usaha Mewujudkan Kerukunan Antar Umat Beragama Sesama Pribadi Masyarakat Umat Pemerintah Beragama 1. menghilangkan 1. memperdalam 1. memberdayakan 1. hidup saling institusi keagamaan tenggang rasa perasaan curiga dan agama kita dan sehingga dapat permusuhan memahami atau mempercepat proses 2. tidak penyelesaian konflik 2. mengubah rasa mentoleransi memaksakan curiga dan benci 2. melayani dan agama lainnya agama kita menjadi rasa menyediakan penasaran yang 2. rasa saling kemudahan bagi umat3. melaksanakan beragama positif menghormati ibadah sesuai 3. melindungi agama 3. tidak tanpa melihat agama masing- dari penyalahgunaan menyalahkan agama latar belakang dan penodaan masing tertentu atas sebuah agama dan tanpa 4. memfasilitasi 4. mematuhi permasalahan menilai mayoritas penciptaan dialog danperaturan agama 4. tidak mengolok- atau minoritas kerjasama antar pimpinan majelis dan dengan baik olok agama lain agama tersebut organisasi keagamaan
  • Alasan Terjadinya Kerusuhan Antar Umat Beragama The increase of conservative fundamentalism. Meningkatnya orang-orang berpikiran radikal dapat memicu konflik umat antar agama. Kebanyakan orang-orang ini berpandangan liberalism dan permissive progressive. The conviction in the multi single interpretation in the absolute truth. Mereka adalah orang-orang yang memegang kepercayaan mereka dengan fanatiknya. Mereka hanya percaya pada satu ajaran dan berslogan „Right or Wrong, is my Ulama‟. Immaturity of religious followers. Hal ini dipicu penganut agama yang tidak dewasa dan akhirnya memicu konflik dengan membangkitkan emosi. Lack of interreligion dialogue. Artinya, peperangan ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman antar agama. Contohnya seperti tragedi Poso. Lack of public spaces. Hal ini diakibatkan kurangnya dialog karena kurangnya kemauan kedua belah pihak aama untuk duduk bersama di ruang publik, seperti Muslim Tahunan dan Halal bi Halal. Hunger of Power. Sebagian penganut agama menganggap ketika kekuasaan berada di bawah kekuatan agama terbesar, maka masalah dapat dipastikan menurut kekuatan terbesar.
  • Alasan Terjadinya Kerusuhan Antar Umat Beragama Inseparation between religion and state. Hal ini menggambarkan bahwa kekuatan terbesar terdapat pada pemerintah. Suatu pemerintah yang berdiri di pihak suatu agama/kepercayaan otomatis akan memperkuat kedudukan agama tersebut. Akibatnya suatu negara peraturannya akan didominasi oleh doktrin agama tersebut. No religious freedom. Perpecahan ini diakibatkan adanya pelarangan berdiri dan berkembangnya suatu agama di suatu wilayah atau negara. Religious violation goes unpunished. Hal ini dapat digambarkan sebagai kekerasan yang dilakukan oleh kelompok agama yang terkenal radikal dan sering melakukan aksi brutal. Dengan mengatasnamakan agama, mereka akan membenarkan aksi mereka. Parahnya, tidak ada kejelasan hukum bagi mereka. Sehingga tindakan ini terus berlangsung di masyarakat. Poverty and injustice. Hal ini dilakukan akibat tunduknya kaum minoritas terhadap kekuatan mayoritas. Sudah menjadi rahasia umum bahwa beberapa wilayah yang dikuasai oleh suatu agama tertentu dapat menukar kemiskinan seseorang dengan kepercayaan suatu agama. Moral/akhlaq is more important than fiqih. Banyak orang beragama yang menganggap figih lebih penting dibanding moral/akhlaq. Sementara dalam suatu kalangan agama tertentu, perbedaan fiqih dapat menimbulkan konflik.
  • Fungsi Diturunkannya Agama ke Dunia1. Memberi pandangan dunia pada manusia. Hal ini dikarenakan agama senantiasa memberi penerangan mengenai kedudukan manusia di dunia secara keseluruhan.2. Menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mampu dihawab manusia. Maksudnya, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh akal manusia. Contohnya mengenai pertanyaan kehidupan setelah meninggal, tujuan hidup, nasib, dan sebagainya.3. Memberi rasa kebersamaan pada suatu kelompok manusia. Agama di sini berperan sebagai pembentuk kelompok manusia dan menimbulkan keseragaman kepercayaan, tingkah laku, pandangan dunia, dan nilai-nilai.4. Berfungsi dalam peranan sosial. Semua agama di dunia menyarankan umatnya pada kebaikan. Dalam ajarannya, agama menuntun umatnya untuk mengikuti kode etik yang ada.
  • Teks Kitab Suci Agma BuddhaDhammapada ayat 6 “Mereka tidak tahu bahwa dalam pertikaian mereka akan hancur dan musnah, tetapi mereka yang melihat dan menyadari hal ini damai dan tenang,”Dhammapada ayat 5 “Di dunia ini kebenciam beljum pernah berakhir jika dibalas dengan membenci, tetapi kebencian akan berakhir kalau dibalas dengan cinta kasih. Ini adalah hukum kekal abadi,”Digha Nikaya I:3 "Para bhikkhu, jika seseorang menghina-Ku, Dhamma, atau Sangha, (3) kalian tidak boleh marah, tersinggung, atau terganggu akan hal itu. Jika kalian marah atau tidak senang akan penghinaan itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian. Karena jika orang lain menghina-Ku, Dhamma, atau Sangha, dan kalian marah atau tidak senang, dapatkah kalian mengetahui apakah yang mereka katakan itu benar atau salah? ,Tidak, Bhagava. Jika orang lain menghina-Ku, Dhamma, atau Sangha, maka kalian harus menjelaskan apa yang tidak benar sebagai tidak benar, dengan Apa yang Bukan Ajaran mengatakan: "Itu tidak benar, itu salah, itu bukan jalan kami, itu tidak ada pada kami.”
  • DoaMarilah kita berdoa dengan khidmat.Namo tassa bhagavato arahato sammȃsambuddhassa(Terpujilah Sang Bhagavȃ, Yang Mahȃsuci, Yang telah Mencapai PeneranganSempurna)Di hari yang indah ini, kami memohom kepada-Mu,Ampunilah dosa kami dan kesalahan kami,Lindungilah mereka yang telah meninggal maupun yang masih hidup,Bimbinglah kami agar tetap rukun,Jangan jadikan perbedaan agama memercikkan perselisihan,Dan kami mohon,Lindungilah kami dalam tindakan kami,Agar tidak menyakiti dan berguna bagi sesama.Sabbe sattȃ bhavantu sukhitattȃ,(semoga semua makhluk berbahagia)Saddhu, Saddhu, Saddhu.
  • Puisi- Untukmu Agamamu dan Untukku AgamakuManusia lahir ke dunia tanpa melekat apa-apa pada dirinya. Lalu, mengapa cara manusia menyembah Tuhan bisa berbeda?Orok, janin, entah apa namanya, Apakah Tuhan lebih dari satu?Tak bisa meminta pada Tuhan,Pada sidang tertutup atau terbuka,Tanpa voting, tanpa suara, Tidak.Dari rahim siapa dia akan dilahirkan. Sesungguhnya Tuhan adalah tunggal, satu-satunya pencipta manusia.Dari ayah dan ibu yang tak henti berdoa siang malam, Yang membedakannya adalah keyakinan.Demi kehadirannya ke dunia,Atau dari ibu yang bahkan tak tahu siapa,Laki-laki yang telah meninggalkan bibit kehidupan, Ketika manusia lahir dan membuka mata untuk kali pertama,Yang menghadiahinya gelar anak haram, Ia mendapatkan segalanya,Padahal mereka lah orangtua haram. Orangtua, keluarga, sandang, pangan, papan bahkan keyakinan.Pun manusia tak bisa meminta,Terlahir dari keluarga berada atau papa, Keyakinan?Dari kalangan terhormat atau hina, Iya, keyakinan. Sesuatu yang paling hakiki,Dengan fisik menawan atau serba kekurangan, Sesuatu yang diwarisi,Dilahirkan di klinik bersalin ternama, Bahkan menjadi doktrin.Atau hanya di atas dipan buruk rupa.Manusia lahir tanpa dibekali sandang, Kau pernah mendengar seorang bayi yang baru lahir diazankanYang menghangatkan badannya yang telanjang, di telinganya?Hanya kemampuan pangan selama hitungan jam, Kau pernah melihat seorang bayi yang dibaptis di gereja?Sebelum mendapatkan makanan dari ibunya. Ketika lahir manusia bahkan tak bisa memilih akan diazankanIya, karena semua adalah hak tunggal Tuhan Sang Maha atau dibaptis atau entah apalagi namanya.Pencipta. Ketika manusia beranjak dewasa,Tuhan? Tuhan yang mana? Tuhan siapa? Perlahan ia mempelajari keyakinannya, Secara formal maupun informal,Mereka bilang yang menciptakanku adalah Tuhan, Dari bangku sekolah dasar hingga bangku kuliah,Lalu mereka juga bilang yang menciptakan dia adalah Bahkan tanpa batasan usia,Tuhan, Yang kemudian dia kenal bernama agama.Dan kau juga diciptakan oleh Tuhan.