ANALISIS KINERJA PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONOBERDASARKAN BERITA DAN TAJUK RENCANA HARIAN KOMPASMakalah disusun untuk ...
PENGANTAR       Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkatrahmat dan karunia-Nya penulis dapat ...
DAFTAR ISIPERNYATAAN KEALSIAN KARYA ........................................................ 1PENGESAHAN ....................
DAFTAR LAMPIRANTajuk Rencana 1, “Satu Tahun SBY-Boediono” ......................................... 18Tajuk Rencana 2, “Ha...
BAB I                                  PEMBUKAAN1. Latar Belakang         Sistem politik merupakan suatu unsur yang sangat...
Oleh karena itu, penulis mengangkat topik Analisis Kinerja Presiden SusiloBambang Yudhoyono dalam makalah ini. Hal ini dil...
2010 berjudul “Satu Tahun SBY-Boediono”. Sedangkan pada tajuk rencana keduabersumber dari harian Kompas hari Senin tanggal...
BAB II                                        ISI1. Landasan Teori       1.1. Sistem Politik              Sistem merupakan...
yang dipraktikkan sebuah masyarakat karena sistem politik tertentu               yangmereka anut (Bertsch dikutip Siregar,...
tergantung jenis terbitan surat kabarnya. Isi dari tajuk rencana dapat berupa       sikap awak media terhadap situasi yang...
Masyarakat berpendapat perlunya perombakan kabinet dengan menghadirkansosok pemimpin yang kapabel, profesional, berwibawa,...
Menanggapi hal ini, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) besertasejumlah organisasi masyarakat dan nelayan asal...
Lebih dari separuh responden (55 ,5 persen)                 menyatakan pemerintah gagal menjamin rasa aman                ...
BAB III                                    PENUTUP1. Simpulan       Dari kajian analisis berita dan tajuk rencana dari har...
DAFTAR PUSTAKAKOMPAS 1. 2010. “Satu Tahun SBY-Boediono”. Harian KOMPAS. 20 Oktober    2010, halaman 6 kolom 1KOMPAS 2. 201...
2009.“SBY-Boediono Resmi Menang Satu Putaran”.     http://politik.vivanews.com/news/read/77452-sby_boediono_resmi menang  ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Analisis Kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan Berita dan Tajuk Rencana Harian Kompas

4,309 views

Published on

Analisis Kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan Berita dan Tajuk Rencana Harian Kompas

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,309
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
54
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisis Kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdasarkan Berita dan Tajuk Rencana Harian Kompas

  1. 1. ANALISIS KINERJA PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONOBERDASARKAN BERITA DAN TAJUK RENCANA HARIAN KOMPASMakalah disusun untuk memenuhi tugas integratif mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan Vanny Andriani XI IPA 4/ 41 SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG YAYASAN XAVERIUS PALEMBANG PALEMBANG 2011
  2. 2. PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkatrahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Katarina Retno Triwidayati,S.Pd. dan Bernardus Yusminardy Wiyono, S.Pd. karena telah membimbing penulishingga selesainya makalah ini. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepadaorangtua dan teman-teman yang telah mendukung penulis dalam penulisan makalahini. Dalam makalah sederhana ini, penulis menganalisis bagaimana kinerjaPresiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan sebuah sistem politik diIndonesia berdasarkan berita dan tajuk rencana yang didapat dari harian Kompas.Penulis juga menyertakan lampiran di akhir makalah sebagai bukti bacaanpengkajian makalah ini. Dengan adanya makalah ini, penulis berharap agar makalah ini bermanfaatbagi para pembaca agar dapat menjadi bahan referensi, memperluas pengetahuan,dan menambah informasi serta bagi penulis sendiri agar dapat mengembangkankemampuan menulis dengan baik dan menjawab rasa ingin tahu penulis. Demiterwujudnya makalah yang baik di masa mendatang, penulis sangat mengharapkankritik dan saran dari para pembaca. Palembang, 8 Oktober 2011 Penulis
  3. 3. DAFTAR ISIPERNYATAAN KEALSIAN KARYA ........................................................ 1PENGESAHAN .............................................................................................. 2PENGANTAR ................................................................................................ 3DAFTAR ISI .................................................................................................. 4DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. 5BAB I PEMBUKAAN ................................................................................... 6 1. Latar Belakang ................................................................................... 6 2. Rumusan Masalah .............................................................................. 7 3. Tujuan Penulisan ................................................................................ 7 4. Manfaat Penulisan .............................................................................. 7 5. Sumber Data ....................................................................................... 7BAB II ISI ....................................................................................................... 9 1. Landasan Teori ................................................................................... 9 2. Analisis Berita dan Tajuk Rencana .................................................... 11BAB III PENUTUP ........................................................................................ 15 1. Simpulan ............................................................................................. 15 2. Saran ................................................................................................... 15DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 16LAMPIRAN ................................................................................................... 18TENTANG PENULIS ................................................................................... 26
  4. 4. DAFTAR LAMPIRANTajuk Rencana 1, “Satu Tahun SBY-Boediono” ......................................... 18Tajuk Rencana 2, “Hadir dan Lebih Vokal!” .............................................. 19Tajuk Rencana 3, “Efektifitas Perintah Presiden” ....................................... 20Berita 1, “Saatnya Perbaikan Kinerja Pemerintahan” ................................. 21Berita 2, “Diusulkan, Penghargaan untuk Yudhoyono Dicabut” ................ 24Berita 3, “Pencapaian Kabinet Masih Minim” ............................................ 25
  5. 5. BAB I PEMBUKAAN1. Latar Belakang Sistem politik merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam suatupemerintahan. Kata „sistem‟ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri berartisuatu totalitas yang terbentuk karena adanya perangkat unsur yang secara teratursaling berkaitan. Sedangkan kata „politik‟ merupakan suatu pengetahuan mengenaiketatanegaraan atau kenegaraan seperti tentang sistem pemerintah dan dasarpemerintahan (http://www.lbh-makassar.org/?p=1864, diunduh pada 10 September2011). Selain menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, seorang ilmuwan politikberasal dari Kanada, David Easton, mendefinisikan sistem politik sebagai pembagiannilai-nilai secara autoritatif untuk dan atas nama masyarakat yang diatur secarakeseluruhan lewat interaksi. Pernyataannya ini dituang pada bukunya A SystemAnalisis of Political Life yang diperkenalkan pada tahun 1965 (http://www.lbh-makassar.org/?p=1864, diunduh pada 10 September 2011). Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitanantara sistem politik dan pemerintahan dalam suatu negara. Dengan bantuan sistempolitik, pemerintah dapat menghasilkan kebijakan tertentu yang ditujukan demitercapainya kesejahteraan rakyat. Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan aparaturnegara untuk menghasilkan output berupa kebijakan dan input dari masyarakatberupa opini maupun sikap/ tanggapan masyarakat terhadap pemerintah. Tanpakedua faktor ini, fungsi sistem politik tidak akan dapat dilaksanakan dengan baik. Aparatur negara merupakan elemen formal yang membuat kebijakan yangsah dan mengikat. Berdasarkan teori Trias Polityca dari Montesquieu, terdapat tigalembaga yang terlibat dalam sistem politik ini, seperti lembaga legislatif, lembagaeksekutif, dan lembaga yudikatif (http://www.lbh-makassar.org/?p=1864, diunduhpada 10 September 2011). Tanpa salah satu dari mereka, sistem politik tidak dapatberjalan seperti yang diharapkan masyarakat.
  6. 6. Oleh karena itu, penulis mengangkat topik Analisis Kinerja Presiden SusiloBambang Yudhoyono dalam makalah ini. Hal ini dilakukan guna membahas lebihlanjut mengenai kinerja Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden Indonesia masatahun 2009—2014 dalam menjalankan sistem politik yang ada.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalahsebagai berikut “Bagaimana kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoberdasarkan berita dan tajuk rencana harian Kompas?”3. Tujuan Penulisan Makalah ini bertujuan menjawab pertanyaan bagaimana kinerja PresidenSusilo Bambang Yudhoyono.4. Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah 4.1. bagi penulis 4.1.1. demi menjawab rasa ingin tahu penulis, 4.1.2. mengembangkan kemampuan bernalar, 4.1.3. mengembangkan kemampuan berpikir kritis, 4.1.4. mengembangkan kemampuan menganalisis berita dan tajuk rencana, 4.1.5. mengembangkan kemampuan merangkai kata, 4.1.6. memperluas pengetahuan penulis. 4.2. bagi pembaca 4.2.1. menjadi bahan referensi, 4.2.2. memperluas pengetahuan, 4.2.3. menambah informasi.5. Sumber Data Bahan kajian makalah ini berasal dari harian Kompas tahun 2010-2011.Tajuk rencana pertama bersumber dari harian Kompas hari Rabu tanggal 20 Oktober
  7. 7. 2010 berjudul “Satu Tahun SBY-Boediono”. Sedangkan pada tajuk rencana keduabersumber dari harian Kompas hari Senin tanggal 18 Oktober 2010 berjudul “Hadirdan Lebih Vokal!”. Dan pada tajuk rencana ketiga bersumber dari harian Kompashari Jum‟at tanggal 11 Februari 2011 berjudul “Efektifitas Perintah Presiden”. Berita pertama bersumber dari harian Kompas hari Senin tanggal 18 Oktober2010 berjudul “Saatnya Perbaikan Kinerja Pemerintahan”. Sedangkan pada beritakedua bersumber dari harian Kompas hari Minggu tanggal 21 Agustus 2011 berjudul“Diusulkan, Penghargaan untuk Yudhoyono Dicabut”. Dan pada berita ketigabersumber dari harian Kompas hari Senin tanggal 18 Oktober 2010 berjudul“Pencapaian Kabinet Masih Minim”.
  8. 8. BAB II ISI1. Landasan Teori 1.1. Sistem Politik Sistem merupakan unsur-unsur atau elemen-elemen atau bagian- bagian yang terikat dalam satu kesatuan dan saling bergantung. Dengan adanya saling ketergantungan ini, bila ada satu dari bagian-bagian tersebut yang berubah, maka komponen secara keseluruhan akan ikut terpengaruh (Almond & Powell dikutip Suteng dalam Rahmat, 2007: 187). Sedangkan politik secara etimologis merupakan negara kota atau polis dalam bahasa Yunani. Namun salah satu ilmuwan politik, Austin Ranney berpendapat bahwa politik merupakan proses pembuatan kebijakan pemerintah atau kebijakan umum atau public policy (Suteng dalam Rahmat, 2007: 188). Dari dua definisi yang dijabarkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem politik merupakan kegiatan struktural dan fungsional antar unsur negara yang bekerja dalam suatu kesatuan yaitu negara dalam mengatur pemerintahan. 1.2. Budaya Politik Siregar (2008: 2) menyatakan bahwa, Sir Edward B. Tylor dalam bukunya Primitive Culture: Research Into the Development of Mithology, Philosophy, Religion, Art, and Custom(1947) berpendapat bahwa kebudayaan adalah keseluruhan hasil karya atau hasil cipta manusia, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, kebiasaan, serta kemampuan dan kebiasaan lain yang ada dan bekembang dalam sebuah masyarakat. Seorang ilmuwan politik asal Amerika, Gabriel Almond berpendapat bahwa budaya politik merupakan pola sikap atau perilaku atau keyakinan
  9. 9. yang dipraktikkan sebuah masyarakat karena sistem politik tertentu yangmereka anut (Bertsch dikutip Siregar, 2008: 12).1.3. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Presiden merupakan kepala pemerintahan yang dalam menjalankantugasnya dibantu oleh wakil presiden beserta menteri-menteri dalamkabinet. Presiden diberi kesempatan menjabat selama lima tahun dan dapatdipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali masa jabatan(http://ketatanegaraan.wordpress.com/2011/03/21/syarat-masa-jabatan-wewenanang-presiden-dan-wakil- presiden/, diunduh pada 24 September2010). Presiden Indonesia yang ke-6, Presiden Susilo BambangYudhoyono terpilih lewat Pemilu yang diadakan tanggal 9 April 2009. Beliaubersama Partai Demokrat akhirnya berhasil memenangkan Pemilu ini denganperolehan suara 61.66% atau 11.658.098 suara. Dalam pemilu kali ini,Beliau bersama partai pendukungnya berkompetisi dengan dua pasang calonpresiden dan calon wakil presiden lainnya, yaitu pasangan MegawatiSoekarnoputri-Prabowo Subianto dari Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya serta pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dari Partai Golongan Karya dan Partai Hati Nurani Rakyat(http://politik.vivanews.com/news/read/77452-sby_boediono_resmi menangsatu_putaran, diunduh pada 18 September 2011).1.4. Tajuk Rencana http://wacana-bahasa.blogspot.com/2010/05/tajuk-rencana-bahan-ajar-kelas-xi.html (diunduh pada 19 September 2011) menginformasikan,“Tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakanpandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraanpada saat surat kabar itu diterbitkan.” Dinyatakan pula padahttp://www.kabarindonesia.com/berita.php?%20pil=%2020%20&%20dn=20080305135954 (diunduh pada 19 September 11) bahwa tajuk rencana ditulissecara berkala, seperti harian atau mingguan atau dua mingguan atau bulanan
  10. 10. tergantung jenis terbitan surat kabarnya. Isi dari tajuk rencana dapat berupa sikap awak media terhadap situasi yang sedang berlangsung di masyarakat luas dalam berbagai aspek kehidupan. 1.5. Berita Berasal dari bahasa Sanskerta “Vrit” atau “Vritta” yang berarti “Ada” atau “Yang telah terjadi”. Namun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita merupakan laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Berita dapat disampaikan melalui berbagai media, seperti surat kabar, radio, televisi, atau media internet (http://kries07.blogspot.com/2009/02/ pengertian-berita.html, diunduh pada 19 September 2011). Seorang direktur salah satu stasiun televisi swasta, Dja‟far H. Assegaf menyatakan bahwa berita merupakan laporan fakta atau ide terbaru yang dipilih staff redaksi suatu harian untuk disiarkan. Berita mencakup beberapa jenis, seperti berita langsung (Straight News), berita mendalam (Depth News), berita penyelidikan (Investigation News), berita interpretasi (Interpretative News), dan berita opini (Opinion News) (http://kries07.blogspot.com/2009/02/pengertian-berita.html, diunduh pada 19 September 2011).2. Analisis Berita dan Tajuk Rencana Setelah satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono,berbagai respon masyarakat mulai muncul. Dalam sistem demokrasi yang dianutIndonesia tentu hal ini sudah lazim dilakukan. Mulai dari unjuk rasa hinggapemberian opini-opini dilakukan masyarakat sebagai bentuk partisipasi politikmasyarakat dan bentuk kepedulian masyarakat terhadap nasib negaranya (Kompas 1,2010: 6). Mayoritas masyarakat mengeluhkan kinerja kabinet Indonesia Bersatu IIyang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini dibuktikan denganpernyataan dari Kompas 2 (2010: 6) yang menilai bahwa pemerintahan kedua SusiloBambang Yudhoyono kalah efektif, efisien, dan wibawa dari pemerintahan pertamaSusilo Bambang Yudhoyono.
  11. 11. Masyarakat berpendapat perlunya perombakan kabinet dengan menghadirkansosok pemimpin yang kapabel, profesional, berwibawa, dan memang ahli dalambidangnya. Kabinet juga diharapkan lebih hadir dalam semua persoalan masyarakatdan lebih memanfaatkan pemerintahan periode 2009—2014 ini sebagai pengabdiandiri kepada masyarakat. Selain itu masyarakat juga berharap pemerintah dapatbekerja secara cerdas dan sigap serta bertindak bijak dalam mengatasi persoalan yangada. Peran pemerintah dalam menjaga keamanan dan menanggapi problem ekonomiyang dihadapi masyarakat masih dianggap kurang ikut andil. Hal ini pula yangmenyebabkan turunnya kepuasan publik terhadap kinerja awal pemerintahan SusiloBambang Yudhoyono-Boediono (Kompas 2, 2010: 6). Selain perombakan kabinet yang dianggap perlu, masyarakat juga mengalamikrisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Boedionoini. Misalnya saja, dalam menghadapi aksi kekerasan oleh sebuah organisasimasyarakat, Susilo Bambang Yudhoyono beritikad untuk membekukan/membubarkan organisasi masyarakat tersebut. Namun, aparat kepolisian masih sajaragu untuk menindaklanjuti aksi kekerasan tersebut. Masyarakat sangat berharappemerintah dapat menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya, yaitu memberikanperlindungan kepada masyarakat. Masyarakat juga khawatir apabila tindak kekerasanini dibiarkan, maka akan terjadi pelembagaan kekerasan (Institutionalized Violence)dan kembali berulangnya kekerasan (Kompas 3, 2011: 6). Bukti kutipan harapanwarga negara Indonesia terhadap pemerintah yang dimuat di harian Kompas 3 (2011:6) menyatakan, Perintah Presiden itu harus dimaknai sebagai dukungan politik pemimpin tertinggi untuk menghentikan spiral kekerasan yang terus terjadi. Artinya, tak perlu ada keraguan lagi dari kepolisian untuk menindak pelaku kekerasan guna menghindarkan makin menguatnya kesan negara tanpa aparat negara. Hal lain yang mempengaruhi penilaian citra masyarakat terhadapkepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono ini adalah terkait dengankasus pemberian ijin, meningkatkan kuota, serta memperpanjang masa berlaku izinpembuangan limbah tailing ke laut Teluk Senunu di Nusa Tenggara Barat.
  12. 12. Menanggapi hal ini, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) besertasejumlah organisasi masyarakat dan nelayan asal Sumbawa Barat dan Lombokmengirimkan surat pendesakkan pencabutan penghargaan atas Presiden SusiloBambang Yudhoyono sebagai bentuk keprihatinan. Presiden yang sebelumnyadianugerahi penghargaan Award Leadership in Marine and Ocean Management olehOrganisasi PBB untuk Lingkungan Hidup atau UNEP pada tanggal 24 Ferbruari2010 lalu, terancam kehilangan penghargaannya (Kompas 5, 2011: 3). Tentu sikapPresiden ini membuat masyarakat kecewa dan kembali terjadi krisis kepercayaan. Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa apresiasi publik terhadapkinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono cenderungmemudar. Menurut Jajak Pendapat yang diselenggarakan Litbang Kompas 11—14Oktober 2010 melalui telepon, 56,9% responden yang memilih Susilo BambangYudhoyono pada Pemilu 2009 berpendapat citra pemerintahan Presiden SusiloBambang Yudhoyono sudah baik, namun 37,3% responden berpendapat citra SusiloBambang Yudhoyono saat ini buruk. Sedangkan sebesar 37% responden yang tidakmemilih Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu 2009 berpendapat citrapemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah baik dan 55,7%responden berpendapat buruk (Kompas 4, 2010: 1). Selain itu, menurut Jajak Pendapat yang juga diselenggarakan oleh LitbangKompas 11—14 Oktober 2010, dapat disimpulkan bahwa publik juga berpendapatbahwa kinerja Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono periode kedua ini menurundi beberapa bidang. Seperti pada bidang ekonomi, dibandingkan dengan periodepertama, derajat penurunan apresiasi publik menurun lebih dalam. Kecilnya peluanguntuk meningkatkan apresiasi masyarakat di bidang ekonomi diakibatkan denganadanya berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, mulai dari melambungnya hargakebutuhan pokok hingga naiknya harga BBM dan listrik (Kompas 4, 2010: 1). Lalu pada bidang politik, keamanan, dan hukum yang kerap meraih apresiasipaling tinggi dan menjadi pilar terkuat dalam menopang popularitas pemerintahanSusilo Bambang Yudhoyono, di periode kedua ini juga mengalami penurunan rasapuas publik. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan dari Kompas 4 (2010: 1) yangmenyatakan,
  13. 13. Lebih dari separuh responden (55 ,5 persen) menyatakan pemerintah gagal menjamin rasa aman masyarakat.Hal ini diakibatkan sorotan publik atas kasus bentrokan di Tarakan, KalimantanTimur dan sejumlah tawuran antarwarga di berbagai daerah di Indonesia sertaberbagai isu terorisme. Saat ini, tercatat hanya tersisa 38,1% responden yang menilaipositif kinerja pemerintah dalam bidang politik dan keamanan (Kompas 4, 2010: 1).
  14. 14. BAB III PENUTUP1. Simpulan Dari kajian analisis berita dan tajuk rencana dari harian Kompas, maka dapatdisimpulkan bahwa apresiasi publik terhadap kinerja Presiden Susilo BambangYudhoyono-Wakil Presiden Boediono cenderung memudar. Masyarakat berpendapatperlunya perombakan kabinet Indonesia Bersatu II serta mengharap agar pemerintahmenghadirkan sosok pemimpin yang kapabel, profesional, berwibawa, dan memangahli dalam bidangnya. Masyarakat juga berharap pemerintah dapat bekerja secaracerdas dan sigap serta bertindak bijak dalam mengatasi persoalan yang ada.2. Saran Seperti yang diharapkan mayoritas masyarakat Indonesia, penulis jugamenyarankan adanya perombakan kabinet Indonesia Bersatu II demi tercapainyapemerintahan yang lebih baik, efektif, dan efisien. Juga demi memulihkan krisiskepercayaan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono bahwaakan sanggup menjalankan pemerintahan yang efektif, maka pemerintah jugahendaknya segera menghadirkan sosok pemimpin yang didambakan masyarakat,yaitu kapabel, profesional, berwibawa, dan memang ahli dalam bidangnya.Pemimpin kapabel disini bermakna pemimpin yang punya sifat kepemimpinan yanghandal, seperti punya kepedulian, empati, tegas, sabar, terbuka, dan beranimengambil keputusan (http://mediaislamnet.com/2010/02/peran-ibu-solusi-krisis-kepemimpinan-bangsa/, diunduh pada 27 September 2011).
  15. 15. DAFTAR PUSTAKAKOMPAS 1. 2010. “Satu Tahun SBY-Boediono”. Harian KOMPAS. 20 Oktober 2010, halaman 6 kolom 1KOMPAS 2. 2010. “Hadir dan Lebih Vokal!”. Harian KOMPAS. 18 Oktober 2010, halaman 6 kolom 2KOMPAS 3. 2011. “Efektifitas Perintah Presiden”. Harian KOMPAS. 11 Februari 2011, halaman 6 kolom 1KOMPAS 4. 2010. “Saatnya Perbaikan Kinerja Pemerintahan”. Harian KOMPAS. 18 Oktober 2010, halaman 1 kolom 1KOMPAS 5. 2011. “Diusulkan, Penghargaan untuk Yudhoyono Dicabut”. Harian KOMPAS. 21 Agustus 2011, halaman 3 kolom 2KOMPAS 6. 2010. “Pencapaian Kabinet Masih Minim”. Harian KOMPAS. 18 Oktober 2010, halaman 4 kolom 1Siregar, Windu, L. Sianturi, Iwan Subagyo, Y. Kris Riyanto, dan Badrudin. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMA/ MA Kelas XI. Jeremias Jena, Zhita Seditya R., dan Ari Benawa (Ed.). Jakarta: GALAXY PUSPA MEGASuteng, Bambang, Saptono, Wasitohadi, dan Mawardi. 2007. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN untuk SMA Kelas X. Rahmat Rikard (Ed.). Jakarta: ERLANGGA2008. “Pengertian Tajuk Rencana atau Editorial dalam Media Massa”. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?%20pil=%2020%20&%20dn=20 80305135954. Diunduh pada 19 September 20112009. “PENGERTIAN BERITA”. (http://kries07.blogspot.com/2009/02/pengertian /berita.html. Diunduh pada 19 September 20112011. “Peran Ibu, Solusi Krisis Kepemimpinan Bangsa”. http://mediaislamnet.com/2010/02/peran-ibu-solusi-krisis-kepemimpinan/ bangsa/. Diunduh pada 27 September 2011
  16. 16. 2009.“SBY-Boediono Resmi Menang Satu Putaran”. http://politik.vivanews.com/news/read/77452-sby_boediono_resmi menang satu_putaran. Diunduh pada 18 September 20112011. “SISTEM POLITIK”. http://www.lbh-makassar.org/?p=1864. Diunduh pada 10 September 20112011. “Syarat, Masa Jabatan, Wewenang Presiden dan Wakil Presiden”. http://ketatanegaraan.wordpress.com/2011/03/21/syarat-masa-jabatan- wewenang-presiden-dan-wakil-presiden/. Diunduh pada 24 September 20112010. “Tajuk Rencana (Bahan Ajar Kelas XI)”. http://wacanabahasa.blogspot.com/ 2010/05/tajuk-rencana-bahan-ajar-kelas-xi.html. Diunduh pada 19 September 2011

×