JA Wattie
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

JA Wattie

on

  • 4,583 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,583
Views on SlideShare
4,583
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
52
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • URUS ETPIK - Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan
    Peraturan Menteri Perdagangan 20/M-DAG/PER/5/2008 Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan
    http://www.saranaijin.com
    Email: legal@saranaizin.com
    Corporate Legal Serices.
    Telp: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167.
    Pin BB 285200BC

    URUS ETPIK
    Persyaratan ETPIK:
    1. Copy NPWP Perusahaan.
    2. Copy SIUP.
    3. Copy TDP
    4. Asli Berita Acara Pemeriksaan dan Rekomendasi dari Instansi Teknis di daerah
    setempat yang membina bidang industri kehutanan
    5. Copy TDI atau IUI.
    6. Copy KTP Direktur.

    - Lama proses : 7 hari kerja, harga : Rp 4.000.000,-
    - Payment setelah terbit
    - Dokumen pick up and delivery system (sistem antar jemput) khusus Jabodetabek, luar kota pakai TIKI
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

JA Wattie JA Wattie Document Transcript

  • Tanggal Efektif : 20 Mei 2011Masa Penawaran : 23 - 25 Mei 2011Tanggal Penjatahan : 26 Mei 2011Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 27 Mei 2011Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 27 Mei 2011Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 30 Mei 2011 BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN (”BAPEPAM DAN LK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. SAHAM–SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”). PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. Bidang Usaha: Jasa pengelolaan dan perdagangan di Bidang Perkebunan dan Pengolahan Karet, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat: Pabrik: Wisma BSG Lantai 8 9 (sembilan) unit pabrik yang berlokasi Jalan Abdul Muis No. 40 Jakarta 10160 di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Telepon: (62-21) 350 5410, Faksimili: (62-21) 350 5415 Jawa Timur, Kalimantan Selatan Website: www.jawattie.com PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAMSebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Namadengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkandan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen)dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham akan dialokasikan kepada Manajemen danKaryawan Perseroan sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 9 tanggal 2 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia,SH, Notaris di Jakarta. Harga Penawaran Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham adalahRp500,- (lima ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan PembelianSaham (“FPPS”). Nilai Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham secara keseluruhan adalahsebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah). RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PENGARUH FLUKTUASI HARGA KOMODITAS INTERNASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DI DALAM PROSPEKTUS INI. PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA INI, TETAPI SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”).Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan. PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK PT Mandiri Sekuritas PT OSK Nusadana Securities Indonesia PENJAMIN EMISI EFEK • PT Buana Capital • PT Ciptadana Securities • PT Dinamika Usaha Jaya • PT Lautandhana Securindo • PT NISP Sekuritas • PT Reliance Securities Tbk. • PT Sinarmas Sekuritas • PT Valbury Asia Securities • PT Woori Korindo Securities Indonesia • PT Yulie Sekurindo Tbk. Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2011
  • PT Jaya Agra Wattie Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”), telah menyampaikan Pernyataan PendaftaranEmisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana kepada Ketua Badan Pengawas PasarModal dan Lembaga Keuangan (selanjutnya disebut “Bapepam dan LK”) dengan surat No. 202 tanggal23 Maret 2011 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1995tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, TambahanLembaran Negara No. 3608 beserta peraturan pelaksanaannya dan perubahan-perubahannya(selanjutnya disebut sebagai “UUPM”).Saham-saham yang ditawarkan, direncanakan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sesuaidengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang telah dibuat antara Perseroan dengan BEI padatanggal 21 Maret 2011 apabila memenuhi persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh BEI antaralain mengenai jumlah pemegang Saham baik perorangan maupun lembaga di BEI dan masing-masingpemegang Saham memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) satuan perdagangan saham. Apabila syarat-syarat pencatatan saham tersebut tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum Perdana batal demi hukumdan uang pemesanan yang telah diterima, dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuanUUPM.Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Lembaga serta Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangkaPenawaran Umum Perdana bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, kejujuranpendapat, keterangan, dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnyamasing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah negara Republik Indonesia dan kodeetik, norma serta standar profesi masing-masing.Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana ini, setiap pihak terafiliasi dilarang memberikanketerangan atau membuat pernyataan atau penjelasan apapun mengenai hal-hal yang tidak diungkapkandalam Prospektus ini tanpa mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan PenjaminPelaksana Emisi Efek.PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia selaku Penjamin Pelaksana EmisiEfek serta para Penjamin Emisi Efek, serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dengan tegasmenyatakan tidak terafiliasi dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung, sebagaimanadidefinisikan dalam UUPM. PENAWARAN UMUM PERDANA INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/ PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN, ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG/PERATURAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT. PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI MATERIAL YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH MASYARAKAT DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA DAPAT MENGAKIBATKAN INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI MENJADI TIDAK BENAR ATAU MENYESATKAN.
  • DAFTAR ISIDAFTAR ISI ............................................................................................................................................. iDEFINISI DAN SINGKATAN ...................................................................................................................iiSINGKATAN NAMA PERUSAHAAN .................................................................................................... viiiRINGKASAN ..........................................................................................................................................ixBAB I. PENAWARAN UMUM ........................................................................................................ 1BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM ..................................... 6BAB III. PERNYATAAN HUTANG.................................................................................................... 8BAB IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ........................................................................ 17BAB V. ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ......................................... 20BAB VI. RISIKO USAHA................................................................................................................ 43BAB VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ................................................................................................ 51BAB VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN .......................... 52BAB IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA GRUP JAW ......................................................... 120BAB X. EKUITAS ........................................................................................................................ 149BAB XI. PERPAJAKAN................................................................................................................ 151BAB XII. KEBIJAKAN DIVIDEN .................................................................................................... 153BAB XIII. PENJAMINAN EMISI EFEK ........................................................................................... 154BAB XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL........................................... 156BAB XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM ................................................................................... 159BAB XVI. LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN .................... 189BAB XVII. LAPORAN PENILAI ....................................................................................................... 269BAB XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN.............................................................................. 277BAB XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM .................................................. 297BAB XX. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM ..................................................................................................... 303 i
  • DEFINISI DAN SINGKATANDi dalam prospektus ini, kata-kata di bawah ini mempunyai arti sebagai berikut, kecuali bila kalimatnyamenyatakan lain:Afiliasi : Berarti afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam pasal 1 angka 1 UUPM.Anak Perusahaan : Berarti suatu perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan saham baik secara langsung maupun tidak langsung sama dengan atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari seluruh modal yang ditempatkan dalam perusahaan tersebut.BAE : Berarti Biro Administrasi Efek, yaitu PT Datindo Entrycom, berkedudukan di Jakarta, sebagai pihak yang melaksanakan administrasi Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana, yang ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Biro Administrasi Efek No. 40 tanggal 22 Maret 2011 dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta, termasuk segala perubahannya dan/atau penambahannya dan/atau pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari.Bank Kustodian : Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam dan LK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai kustodian sebagaimana dimaksud dalam UUPM.Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal, sebagaimana dimaksud dalam UUPM.Bapepam dan LK : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Keuangan.BEI atau Bursa Efek : Berarti PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang merupakan bursa Efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 4 UUPM, dan merupakan bursa Efek dimana saham-saham Perseroan akan dicatatkan.BNRI : Berarti Berita Negara Republik Indonesia.CPO : Berarti Crude Palm Oil atau minyak kelapa sawit mentah.Daftar Pemesanan : Berarti daftar yang memuat nama-nama dari pemesan Saham YangPembelian Saham atau Ditawarkan dan jumlah Saham Yang Ditawarkan yang dipesan, yangDPPS disusun berdasarkan Formulir Pemesanan Pembelian Saham dan dibuat oleh Penjamin Emisi EfekEfek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek, dan setiap derivatif Efek.ƒ : Berarti Gulden, mata uang yang berlaku di negara Belanda pada tahun 1910.Formulir Konfirmasi : Berarti formulir yang merupakan konfirmasi atas hasil penjatahan atas nama Penjatahan atau FKP pemesan sebagai tanda bukti kepemilikan atas Saham Yang Ditawarkan di pasar perdana. ii
  • Formulir Pemesanan : Berarti formulir pemesanan saham asli untuk pembelian Saham YangPembelian Saham atau Ditawarkan atau fotokopi formulir pemesanan pembelian saham yangFPPS dibuat dalam rangkap 5 (lima) yang masing-masing harus diisi lengkap, dibubuhi tandatangan asli pemesan serta diajukan oleh pemesan kepada Penjamin Emisi Efek pada waktu memesan Saham Yang Ditawarkan.Grup JAW : Berarti Perseroan dan Anak Perusahaan.Ha : Berarti hektar.Hari Bursa : Berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu hari Senin sampai dengan Jum’at, kecuali hari libur nasional atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.Hari Kalender : Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah dan hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan hari kerja.Hari Kerja : Berarti hari kerja pada umumnya, tidak termasuk hari Sabtu dan Minggu serta hari yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai hari libur nasional.Harga Penawaran : Berarti harga setiap Saham Yang Ditawarkan melalui Penawaran Umum Perdana yaitu Rp500,- (lima ratus Rupiah).HGB : Berarti Hak Guna Bangunan.HGU : Berarti Hak Guna Usaha.KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang merupakan Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.Manajer Penjatahan : Berarti PT Mandiri Sekuritas, yang bertanggung jawab atas penjatahan Saham Yang Ditawarkan sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dalam Peraturan IX.A.7.Masa Penawaran : Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan sebagaimana ditentukan dalam Prospektus dan FPPS yaitu paling kurang 1 (satu) Hari Kerja dan paling lama 5 (lima) Hari Kerja, dengan ketentuan harus dimulai selambat- lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal surat Pernyataan Efektif. Dalam hal terjadi penghentian perdagangan efek di Bursa Efek selama paling kurang 1 (satu) Hari Bursa dalam Masa Penawaran, maka jangka waktu pemesanan dapat diperpanjang untuk periode yang sama dengan masa penghentian perdagangan efek dimaksud.Masyarakat : Berarti perorangan baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing, dan/atau badan hukum baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing, baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di luar Indonesia.Menkumham : Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dahulu dikenal dengan nama Menteri Kehakiman Republik Indonesia, atau Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, atau Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia. iii
  • Para Pemesan Khusus : Berarti karyawan dan manajemen Perseroan yang pada tanggal dimulainya Masa Penawaran dan yang selama Masa Penawaran mengajukan pemesanan Saham Yang Ditawarkan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Perseroan sebanyak-banyaknya sejumlah 10% (sepuluh persen) dari Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana.Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek dan/atau sub Rekening Efek di KSEI yang dapat merupakan Bank Kustodian atau Perusahaan Efek.Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia.Penawaran Awal : Berarti ajakan baik langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan Prospektus Awal, segera setelah diumumkannya prospektus ringkas di surat kabar, yang bertujuan untuk mengetahui minat Masyarakat atas Saham Yang Ditawarkan, berupa indikasi jumlah saham yang ingin dibeli dan/atau perkiraan Harga Penawaran, tapi tidak bersifat mengikat dan bukan merupakan suatu pemesanan sesuai dengan Peraturan IX.A.8.Penawaran Umum : Berarti penawaran Saham Yang Ditawarkan yang dilakukan PerseroanPerdana kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM, peraturan pelaksanaannya dan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.Penitipan Kolektif : Berarti penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak, yang kepentingannya diwakili oleh KSEI.Penjamin Emisi Efek : Berarti Perusahaan Efek yang mengadakan perjanjian dengan Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas nama Perseroan yang dalam hal ini adalah Penjamin Pelaksana Emisi Efek, bersama-sama dengan sindikasi yang menjamin penjualan Saham Yang Ditawarkan dan melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum Perdana di pasar perdana kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek sesuai dengan Bagian Penjaminan dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.Penjamin Pelaksana : Berarti Penjamin Emisi Efek yang melaksanakan pengelolaan danEmisi Efek penyelenggaraan Penawaran Umum Perdana yaitu PT Mandiri Sekuritas berkedudukan di Jakarta Selatan dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia berkedudukan di Jakarta Selatan.Peraturan I-E : Berarti Peraturan No. I-E, Lampiran Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. 306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.Peraturan VIII.G.12 : Berarti Peraturan No. VIII.G.12, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-17/PM/2004 tanggal 13 April 2004, tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek Atau Pembagian Saham BonusPeraturan IX.A.2 : Berarti Peraturan No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.Peraturan IX.A.6 : Berarti Peraturan No. IX.A.6, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-06/PM/2001 tanggal 8 Maret 2001 tentang Pembatasan Atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum. iv
  • Peraturan IX.A.7 : Berarti Peraturan No. IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000, tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum.Peraturan IX.A.8 : Berarti Peraturan No. IX.A.8, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-41/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Prospektus Awal dan Info Memo.Peraturan IX.C.2 : Berarti Peraturan No. IX.C.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep 51/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum.Peraturan IX.E.1 : Berarti Peraturan No. IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009, tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.Peraturan IX.E.2 : Berarti Peraturan No. IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK, No. Kep-413/BL/2009, tanggal 25 November 2009. tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.Peraturan IX.I.4 : Berarti Peraturan No. IX.I.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-63/PM/1996, tanggal 17 Januari 1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan.Peraturan IX.I.5 : Berarti Peraturan No. IX.I.5, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004, tanggal 24 September 2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.Peraturan IX.I.7 : Berarti Peraturan No. IX.I.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008, tanggal 28 November 2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.Peraturan X.K.4 : Berarti Peraturan No. X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.Perjanjian Penjaminan : Berarti perjanjian antara Perseroan dengan Penjamin Emisi Efek sesuaiEmisi Efek dengan Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 39 tanggal 22 Maret 2011 sebagaimana diubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 40 tanggal 16 Mei 2011 keduanya dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta.Pernyataan Efektif : Berarti pernyataan Bapepam dan LK yang menyatakan bahwa Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif: (i) atas dasar lewatnya waktu, yakni pada hari ke-45 (empat puluh lima) sejak tanggal diterimanya Pernyataan Pendaftaran oleh Bapepam dan LK secara lengkap atau pada hari ke-45 (empat puluh lima) sejak tanggal perubahan Pernyataan Pendaftaran yang terakhir disampaikan Perseroan kepada atau yang diminta Bapepam dan LK, atau (ii) atas dasar pernyataan efektif dari Bapepam dan LK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan.Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang diajukan oleh Perseroan kepada Bapepam dan LK sesuai UUPM dan peraturan pelaksanannya. v
  • Perseroan : Berarti PT Jaya Agra Wattie Tbk., suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat.Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM.PMA : Berarti perusahaan penanaman modal asing.PMDN : Berarti perusahaan penanaman modal dalam negeri.Prospektus : Berarti dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yang memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Perseroan dan Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana bentuk dan substansi sesuai dengan Peraturan IX.C.2.Prospektus Awal : Berarti dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Emiten serta Saham Yang Ditawarkan, dalam rangka Penawaran Umum Perdana, kecuali informasi mengenai jumlah Saham Yang Ditawarkan, Harga Penawaran, penjaminan emisi atau hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat diberlakukan, yang disampaikan kepada Bapepam dan LK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran dalam bentuk dan isi yang sesuai dengan Peraturan IX.A.8.Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik Pemegang Saham, yang diadministrasikan di KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Saham, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.RSS (Ribbed Smoked : Berarti produk karet yang dihasilkan dari lateks yang digumpalkan denganSheet) mencampur dengan asam, kemudian dipanaskan dan diasap di ruang pengasapan.RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham.Rupiah atau Rp : Berarti mata uang resmi negara Republik Indonesia.Saham atau Saham : Berarti saham biasa yang diterbitkan oleh Perseroan.Biasa Atas NamaSaham Yang Ditawarkan : Berarti Saham Biasa Atas Nama Perseroan dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham yang dikeluarkan dari portepel yang akan ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana dalam jumlah sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) saham yang selanjutnya akan dicatatkan pada BEI pada Tanggal Pencatatan.SIR (Standard Indonesia : Berarti standar produksi untuk karet yang dihasilkan oleh Indonesia.Rubber)TBM atau Tanaman : Berarti tanaman yang belum berproduksiBelum Menghasilkan vi
  • TM atau Tanaman : Berarti tanaman yang telah berproduksiMenghasilkanTanggal Distribusi : Berarti tanggal dilakukannya pendistribusian Saham Yang Ditawarkan ke dalam Rekening Efek yaitu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak Tanggal Penjatahan.Tanggal Pencatatan : Berarti tanggal pencatatan Saham Yang Ditawarkan untuk diperdagangkan di Bursa Efek yang wajib dilaksanakan selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi yang kepastian tanggalnya akan ditentukan kemudian dalam Addendum Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.Tanggal Pengembalian/ : Berarti tanggal pengembalian uang pemesanan pembelian Saham YangRefund Ditawarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Penjamin Emisi Efek, kepada para pemesan (tidak termasuk Para Pemesan Khusus), dan oleh Perseroan kepada Para Pemesan Khusus pesanannya tidak dapat dipenuhi karena adanya penjatahan atau dalam hal Penawaran Umum Perdana dibatalkan bagaimanapun Tanggal Pengembalian tidak boleh lebih lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang mengakibatkan batalnya Penawaran Umum Perdana.Tanggal Penjatahan : Berarti selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah penutupan Masa Penawaran pada saat mana Manajer Penjatahan menetapkan penjatahan Saham Yang Ditawarkan bagi setiap pemesan.TBS : Berarti Tandan Buah Segar.TSR (Technically : Berarti produk karet yang dihasilkan dari lateks yang digumpalkan,Specified Rubber) kemudian dihaluskan dan dipanaskan.UKL : Berarti Upaya Pengelolaan Lingkungan.UPL : Berarti Upaya Pemantauan Lingkungan.USD atau US$ : Berarti Dolar Amerika Serikat, mata uang sah negara Amerika Serikat.UUPM : Berarti Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995 Tambahan No. 3608.UUPT : Berarti Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 106 tahun 2007, Tambahan No. 4756.UU No. 18/2004 : Berarti Undang-Undang No. 18 Tahun 2004 tanggal 11 Agustus 2004 tentang Perkebunan, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 85 tahun 2004, Tambahan No. 4411. vii
  • SINGKATAN NAMA PERUSAHAANABS : Berarti PT Agri Bumi SentosaALS : Berarti PT Aji Lebur SeketiAW : Berarti PT Anugerah WattiendoBL : Berarti PT Banjoemas LandenBP : Berarti PT Bumi PradaCMK : Berarti PT Corah Mas Keputren EstatesCP : Berarti PT CipanyusuhanGrup JAW : Berarti Perseroan dan Anak-anak PerusahaanIJR : Berarti PT Indo Java Rubber Planting CompanyKE : Berarti PT Kaliduren EstatesKJW : Berarti PT Kintap Jaya WattindoMUL : Berarti PT MulyaningsihNMA : Berarti PT Nusantara Makmur AgraPB : Berarti PT Perkebunan BitingPerseroan : Berarti PT Jaya Agra Wattie TbkPK : Berarti PT Perkebunan KroewoekSKA : Berarti PT Sinar Kasih Abadi viii
  • RINGKASANRingkasan di bawah ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang palingpenting bagi Perseroan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannyadengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum didalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan telahdisajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.1. UmumPerseroan didirikan dengan nama Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited, suatuperseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Pusat,berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas (Naamlooze Vennootschap) No. 157, tanggal 20 Januari1921, dibuat di hadapan Pieter van der Meer, Notaris di Surabaya, telah memperoleh pengesahan dariGubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal HindiaBelanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 69 tanggal14 Juni 1921, dan telah didaftarkan pada Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitiete Soerabaja) di bawah No. 232 pada tanggal 4 Agustus 1921, dan selanjutnya telah diumumkan dalamBerita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 90, tanggal 11 November 1921, TambahanNo. 689 (“Akta Pendirian”).Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruhketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakandalam Akta Berita Acara Rapat No. 07 tanggal 11 September 2008, dibuat oleh Widary Tjandrasantosa,SH, Notaris di Bandung (“Akta No. 07/2008”). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujuioleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008tanggal 28 November 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat denganNo. 9796/RUB.09-05/III/2009 tanggal 24 Maret 2009.Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan PenawaranUmum Perdana. Perseroan mengubah Anggaran Dasarnya untuk disesuaikan dengan AnggaranDasar perseroan terbuka dan sekaligus mengubah nama Perseroan menjadi PT Jaya Agra Wattie Tbk.berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 09 tanggal 2 Februari 2011, dibuat di hadapanYulia, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 09/2011”) yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkanSurat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telahdiberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan AnggaranDasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.2. Kegiatan UsahaPada saat didirikan, Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaanperusahaan-perusahaan perkebunan dan perdagangan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit.Pada tahun 1997, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, mulai mengembangkan perkebunan kelapasawit di daerah Kalimantan Selatan, yang dimulai dengan penanaman pada tahun 1999. Pada tahun2008, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, membangun pabrik pengolahan sawit pertama dengankapasitas 45 ton/jam di daerah Kintap, Kalimantan Selatan.Saat ini, Perseroan sebagai perusahaan induk mengelola kegiatan usaha operasional dari AnakPerusahaan yang memiliki perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun. ix
  • Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 AnggaranDasar Perseroan sesuai Akta No. 09/2011 adalah menjalankan usaha terutama dalam bidang antaralain jasa pengelolaan dan perdagangan di bidang perkebunan dan pengolahan karet, kelapa sawit, kopidan teh terpadu.3. Penyertaan SahamPerseroan memiliki penyertaan saham secara langsung pada Anak Perusahaan sebagai berikut :No Anak Bidang Kepemilikan Tahun Tahun Nama Lokasi Perusahaan Usaha Penyertaan*) Operasi Perkebunan Perkebunan Komersial1 ABS Perkebunan karet 94,03%***) 2006 2008 Perkebunan Desa Karyatani, Kecamatan dan kelapa sawit, Wanajaya Barambai, Kabupaten Batola, produksi veneer Propinsi Kalimantan Selatan. Perkebunan Desa Parung Kujang, Cileles Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. UPK Dusun Cikate, Desa Cikembar Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat2 AW Perkebunan kelapa 50,00%**) 2008 - - Kabupaten Barito Kuala, sawit dan karet****) Kalimantan Selatan3 BL Perkebunan dan 98,00% 1987 1910 Perkebunan Desa Prapagan, pengolahan karet Kaliminggir Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah.4 BP Perkebunan karet 80,00%**) 1992 - - Kabupaten Hulu Sungai dan kelapa Tengah, Kalimantan sawit****) Selatan5 CMK Perkebunan karet 96,70% 1990 1910 Perkebunan Desa Kemiri, Kecamatan Panti, dan kopi, Keputren Kabupaten Jember, Propinsi pengolahan karet Jawa Timur. Perkebunan Desa Pace, Kecamatan Silo, Corah Mas Kabupaten Jember, Keputren Propinsi Jawa Timur.6 CP Perkebunan dan 99,00% 2007 1961 Perkebunan Desa Margajaya, Kecamatan pengolahan karet Cilaki/Pasir Cimarga, Kabupaten Lebak, Pari Propinsi Banten7 IJR Perkebunan dan 100%**) 1986 1907 Perkebunan Desa Pegadingan, Kecamatan pengolahan karet Ciseru/Cipari Cipari, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah8 KE Perkebunan karet, 95,10% 1994 1905 Perkebunan Desa Langkapjaya/Kertajaya, kopi dan teh, Tugu/ Kecamatan Lengkong pengolahan karet Cimenteng Simpenan, Kabupaten dan kopi Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Perkebunan Desa Tugusari, Kecamatan Tugusari Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur9 KJW Perkebunan kelapa 95,47% 1998 2004 Perkebunan Desa Kintap, Kecamatan sawit dan karet, Kintap Kintap, Kabupaten Tanah pabrik minyak Laut, Propinsi Kalimantan kelapa sawit Selatan. Perkebunan Desa Raden, Kecamatan Kurau, Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. Perkebunan Desa Tebing Siring, Kecamatan Tebing Siring Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. x
  • No Anak Bidang Kepemilikan Tahun Tahun Nama Lokasi Perusahaan Usaha Penyertaan*) Operasi Perkebunan Perkebunan Komersial10 MUL Perkebunan kopi 96,84% 1986 1962 Perkebunan Desa Karangpring, Kecamatan dan karet, Durjo Sukorambi, Kabupaten Jember, pengolahan kopi Propinsi Jawa Timur.11 NMA Perkebunan kelapa 90,00%**) 2010 - - Kabupaten Musi sawit****) Banyuasin, Sumatera Selatan12 PB Perkebunan dan 98,00% 1996 1918 Perkebunan Desa Kedungboto, Kecamatan pengolahan karet Biting Limbangan, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah.13 PK Perkebunan dan 97,70% 1986 1910 Perkebunan Desa Darmasari, Kecamatan pengolahan karet Bayah Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.*) Tahun penyertaan berdasarkan persetujuan/pemberitahuan/laporan kepada Menkumham**) Masih berupa izin lokasi, belum beroperasi secara komersial***) Melakukan produksi dan penjualan veneer pada tahun 2008 sedangkan lahan perkebunan masih berupa tanaman yang belum menghasilkan****) Belum beroperasi, lokasi perkebunan berdasarkan ijin lokasiLokasi kedudukan kantor pusat Anak-anak perusahaan berada di Wisma BSG, Jalan Abdul MuisNo. 40, Jakarta 10160.Berikut ini tabel mengenai perkebunan yang dikelola oleh Perseroan dan Anak Perusahaan :No Nama Lokasi Jenis Luas (Ha) Tanaman Tanaman Belum Keterangan Perkebunan Tanaman Menghasilkan Menghasilkan1 Perkebunan Desa Karyatani, Kelapa Sawit 12.419,80 - 5.610,80 Milik ABS Wanajaya Kecamatan Barambai, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan2 Perkebunan Desa Parung Karet 788,74 - 651,56 Milik ABS Cileles Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten3 Perkebunan Desa Prapagan, Karet 490,00 385,50 81,00 Milik BL Kaliminggir Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah4 Perkebunan Desa Kemiri, Kopi 166,25 159,06 5,00 Milik CMK Keputren Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur5 Perkebunan Desa Pace, Karet 443,93 220,28 188,70 Milik CMK Corah Mas Kecamatan Silo, Keputren Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur6 Perkebunan Desa Margajaya, Karet 96,04 70,13 20,60 Milik CP Cilaki/Pasir Kecamatan Cimarga, Pari Kabupaten Lebak, Propinsi Banten7 Perkebunan Desa Pegadingan, Karet 2.408,78 1.827,08 407,32 Milik IJR Ciseru/Cipari Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah8 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Karet 1.208,39 283,11 718,56 Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat xi
  • No Nama Lokasi Jenis Luas (Ha) Tanaman Tanaman Belum Keterangan Perkebunan Tanaman Menghasilkan Menghasilkan9 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Kopi 181,03 178,38 - Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat,10 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Teh 504,30 504,30 - Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat11 Perkebunan Desa Tugusari, Karet 998,37 492,22 444,64 Milik KE Tugusari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur12 Perkebunan Desa Tugusari, Kopi 93,90 91,82 - Milik KE Tugusari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur13 Perkebunan Kecamatan Kintap, Kelapa Sawit 6.055,16 4.418,70 795,13 Milik KJW Kintap Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan14 Perkebunan Kabupaten Tanah Kelapa Sawit 6.552,05 - 4.915,00 Milik KJW Pelaihari Laut, Propinsi Kalimantan Selatan15 Perkebunan Desa Tebing Siring, Karet 2.201,33 - 1.830,62 Milik KJW Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan16 Perkebunan Desa Karangpiring, Karet 511,60 5,00 498,72 Milik MUL Durjo Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur17 Perkebunan Desa Karangpiring, Kopi 113,41 113,41 - Milik MUL Durjo Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur18 Perkebunan Desa Kedungboto, Karet 444,76 294,51 60,50 Milik PB Biting Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah19 Perkebunan Desa Darmasari, Karet 1.012,00 777,74 96,99 Milik PK Bayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten4. Struktur PermodalanBerdasarkan Akta No. 09/2011, struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisikepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp100,- per saham Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,0C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 xii
  • Berikut ini adalah struktur permodalan Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum Perdana: Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum PerdanaKeterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Nominal (Rp) %A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.132.405.500 113.240.550.000 30,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.550.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.0005. Penawaran Umum PerdanaJumlah Saham Yang Ditawarkan : Sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham, dimana sebanyak- banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana akan dialokasikan kepada Manajemen dan Karyawan PerseroanNilai Nominal : Rp100,- (seratus Rupiah) setiap SahamHarga Penawaran : Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap SahamJumlah Saham Yang Dicatatkan : Sebesar 3.774.685.500 (tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta enam ratus delapan puluh lima ribu lima ratus) SahamJumlah Penawaran Umum Perdana : Sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).Seluruh Saham Yang Ditawarkan sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empatratus lima ribu lima ratus) Saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetorpenuh setelah Penawaran Umum Perdana, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) darijumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana akan dialokasikan kepada Manajemendan Karyawan Perseroan sesuai Akta No. 09/2011, bersama dengan seluruh saham Perseroan yangtelah dikeluarkan sebelum Penawaran Umum Perdana yaitu sebanyak 2.642.280.000 (dua miliar enamratus empat puluh dua juta dua ratus delapan puluh ribu) saham, akan dicatatkan di BEI.Berdasarkan Akta No. 09/2011, pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk melaksanakanprogram alokasi saham kepada manajemen dan karyawan Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana.Keterangan selengkapnya mengenai Penawaran Umum Perdana dapat dilihat pada Bab I tentangPenawaran Umum Perdana di dalam Prospektus ini.6. Rencana Penggunaan DanaPerseroan bermaksud menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana atasSaham Yang Ditawarkan, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana:1. Sekitar 90% akan digunakan untuk membiayai sebagian program penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak perusahaan dalam bentuk penyertaan saham; xiii
  • 2. Sisanya sekitar 10% akan digunakan sebagai biaya perolehan lahan baru, modal kerja Perseroan seperti perluasan sewa kantor, serta belanja modal Perseroan seperti pembelian komputer dan kendaraan Perseroan.Keterangan lebih lengkap mengenai penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana dapat dilihatpada Bab II Prospektus ini.7. Keunggulan KompetitifKeunggulan kompetitif Perseroan yang utama terletak pada faktor-faktor berikut:1. Pengalaman selama 90 (sembilan puluh) tahun dalam pengembangan dan pengolahan karet pada khususnya;2. Tersedia cadangan lahan sekitar 30.000 hektar;3. Diversifikasi tanaman (khususnya karet dan kelapa sawit);4. Ragam tanaman yang dikembangkan merupakan jenis unggulan;5. Umur tanaman yang sebagian besar merupakan tanaman muda dan memiliki potensi produktivitas yang terus meningkat;6. Produk-produk yang dihasilkan oleh Perseroan telah memenuhi standar nasional dan internasional.8. Strategi UsahaDalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut :- Senantiasa menjaga kualitas produk hasil perkebunan dan produksi, yang ditentukan berdasarkan standar nasional dan internasional, serta meningkatkan produktivitas tanaman;- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan harga penjualan yang kompetitif dengan tetap mengacu kepada harga komoditas yang berlaku di pasar internasional, serta melakukan pengiriman produk sesuai kontrak penjualan tepat pada waktunya;- Perseroan tetap akan konsisten melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha di bidang perkebunan dan pengolahan hasil-hasil kebun, terutama dengan fokus pada karet dan kelapa sawit;- Perseroan berencana untuk terus mengembangkan areal kebun yang dimilikinya baik dengan memanfaatkan lahan cadangan yang dimilikinya saat ini, maupun dengan mengakuisisi lahan-lahan lain yang berpotensi;- Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit dan crumb rubber untuk meningkatkan kapasitas pengolahan secara keseluruhan;- Perseroan melakukan pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan pelabuhan CPO;- Perseroan senantiasa melakukan program-program sosial dan kemasyarakatan sebagai tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di sekitar perkebunan dan pabrik pengolahan Grup JAW.9. Risiko UsahaRisiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan- Perseroan menghadapi risiko pengaruh fluktuasi harga komoditas internasional. - Kondisi iklim dan alam dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.- Perseroan menghadapi risiko dari perubahan peraturan yang berkaitan dengan perolehan, pem- baharuan dan pengurangan luas lahan Hak Guna Usaha.- Perseroan menghadapi risiko adanya pembatasan kepemilikan lahan perkebunan.- Perseroan menghadapi risiko terkait persediaan.- Risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi rupiah terhadap mata uang asing. - Perseroan menghadapi risiko peningkatan kompetisi pada segmen usahanya.- Perseroan menghadapi risiko atas hilangnya hak kepemilikan atas lahan yang tercakup dalam Izin Lokasi.- Perseroan dapat mengalami dampak negatif atas penerapan dan penegakan regulasi dampak lingkungan yang lebih ketat.- Perseroan menghadapi risiko yang dapat ditimbulkan oleh adanya pemogokan tenaga kerja.- Perseroan menghadapi risiko terkait hutang Perseroan.- Risiko yang ditimbulkan atas penerapan Peraturan Pemerintah mengenai Pajak Ekspor, Kebijakan Impor dan Tarif. xiv
  • Risiko Terkait yang Disebabkan Oleh Kondisi Ekonomi, Politik dan Sosial Indonesia- Kegiatan operasional utama Perseroan dilakukan di dalam negeri. Perseroan dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Pemerintah, kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil, serta perubahan kebijakan, peraturan dan regulasi di dalam negeri, demikian pula dengan pengaruh kondisi iklim dan alam. Kondisi-kondisi ini dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.- Kondisi politik dan sosial dalam negeri yang tidak stabil dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.- Risiko kegiatan-kegiatan terorisme di Indonesia dapat memperburuk stabilitas negara sehingga berdampak negatif pada kegiatan usaha Perseroan.Risiko terkait Investasi pada saham Perseroan- Perseroan Menghadapi Risiko Harga Saham Perseroan Dapat Berfluktuasi di Masa yang Akan Datang- Penjualan Saham Perseroan di Masa yang Akan Datang Dapat Berdampak Negatif Terhadap Harga Pasar Saham Perseroan- Kemampuan Perseroan untuk Membayar Dividen di Masa yang Akan Datang Akan Bergantung pada Laba di Masa yang Akan Datang, Kondisi Keuangan, Arus Kas, Kebutuhan Modal Kerja dan Ekspansi Perkebunan10. Perkara MaterialPerseroan maupun Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tidak sedang terlibat atau terancam sengketa/gugatan di badan peradilan dan/atau badan arbitrase manapun yang dapat secara material mempengaruhikelangsungan usaha Perseroan.11. Ikhtisar Data Keuangan PentingTabel berikut di bawah ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan penting Perseroan berdasarkanLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir padatanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo& Rekan (anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yangtelah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva GroupInternational), tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah diauditKantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), serta tahunyang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 yang telah diaudit oleh KAP Doli, Bambang, Sudarmadji& Dadang (anggota dari BKR International), kesemuanya dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian: (dalam jutaan Rupiah)Uraian 2010 2009 2008 2007 2006Pendapatan Usaha 413.432 369.703 301.541 167.081 148.135Beban Pokok Penjualan 231.170 244.816 181.842 111.904 100.706Laba Usaha 149.389 91.461 92.569 37.328 29.552Laba Bersih Setelah Pajak 80.113 43.497 27.831 10.212 7.548Jumlah Aset 1.046.889 823.242 655.653 427.279 294.456Jumlah Kewajiban 658.537 527.522 387.918 215.759 170.422Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan 43.706 31.086 58.898 41.215 35.292Jumlah Ekuitas 344.826 264.634. 208.837 170.306 88.743Untuk keterangan lebih rinci mengenai kondisi keuangan Perseroan, dapat dilihat pada Bab IV mengenaiIkhtisar Data Keuangan Penting, Bab V mengenai Analisis dan Hasil Pembahasan Oleh Manajemen,dan Bab XVI mengenai Laporan Keuangan Beserta Laporan Auditor Independen.12. Kebijakan DividenSesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan Anggaran Dasar Perseroan, lababersih setelah pajak Perseroan dapat dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai dividen setelahpenyisihan dana cadangan wajib yang dipersyaratkan undang-undang. Pembagian dividen harus disetujuioleh Pemegang Saham melalui keputusan RUPS Tahunan berdasarkan rekomendasi Perseroan. xv
  • Manajemen Perseroan merencanakan kebijakan pembagian dividen tunai maksimum 30% (tiga puluhpersen) dari laba bersih setelah pajak Perseroan untuk setiap tahunnya. Perseroan berencana untukmembagikan dividen setidaknya setahun kecuali diputuskan lain dalam RUPS, dimulai dengan tahunbuku 2011 yang akan dibayarkan pada tahun 2012.Direksi Perseroan akan membayarkan dividen, dengan persetujuan para pemegang saham dalam RUPS.Perseroan tidak memiliki negative covenant yang dapat mempengaruhi rencana pembagian dividenkepada pemegang saham. Berdasarkan beberapa perjanjian dengan beberapa bank, tidak terdapatpembatasan pembagian dividen.Keterangan lebih lanjut mengenai kebijakan dividen dapat dilihat pada Bab XII mengenai KebijakanDividen. xvi
  • BAB I. PENAWARAN UMUMPara Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek untuk dan atas nama Perseroandengan ini melakukan Penawaran Umum Perdana sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluhdua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama, dengan nilai nominal Rp100 (seratusRupiah) setiap Saham Yang Ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran Rp500,- (limaratus Rupiah) setiap Saham dan harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS. Nilai PenawaranUmum adalah sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuhratus lima puluh ribu Rupiah).Saham-saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini seluruhnya adalah sahambaru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yangsama dan sederajat, dalam segala hal, dengan saham Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dandisetor penuh, termasuk hak untuk mendapatkan pembagian dividen dan mengeluarkan hak suara dalamRUPS yang diselenggarakan oleh Perseroan. PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. Kegiatan Usaha Jasa pengelolaan dan perdagangan di Bidang Perkebunan dan Pengolahan Karet, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat: Pabrik : Wisma BSG Lantai 8 9 (sembilan) unit pabrik yang berlokasi di Banten, Jalan Abdul Muis No. 40 Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur, Jakarta 10160 Kalimantan Selatan Telepon: (62-21) 350 5410 Faksimili: (62-21) 350 5415 Website: www.jawattie.com RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN YAITU RISIKO PENGARUH FLUKTUASI HARGA KOMODITAS INTERNASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DALAM PROSPEKTUS INI. 1
  • Perseroan adalah suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia,berkedudukan di Jakarta Pusat, yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian.Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruhketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakan dalamAkta No. 07/2008. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai denganSurat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, dandidaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9796/RUB.09-05/III/2009tanggal 24 Maret 2009.Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan PenawaranUmum Perdana berdasarkan Akta No. 09/2011 yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkanSurat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telahdiberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan AnggaranDasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.Berdasarkan Akta No. 09/2011 tersebut, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan hinggasaat ini adalah sebagai berikut: Modal Saham Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama Dengan Nilai Nominal Rp100,- Setiap Saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Persentase (%)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,0C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000Pemegang Saham yang namanya sah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan memiliki hakyang sama dan sederajat dalam segala hal.Berdasarkan Surat Bapepam-LK No.S-5586/BL/2011 tanggal 20 Mei 2011, Pernyataan Pendaftaranyang diajukan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana sebesar 1.132.405.500 (satumiliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilainominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap Saham, telah memperoleh Pernyataan Efektif.Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini,maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham Perseroansesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proforma menjadi sebagai berikut: 2
  • Modal Saham Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama Dengan Nilai Nominal Rp100,- Setiap Saham Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai % Nominal (Rp) Nominal (Rp)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.132.405.500 113.240.550.000 30,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.550.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.000Sesuai dengan Peraturan IX.A.6, setiap pihak yang memperoleh saham dan atau efek bersifat ekuitaslain dari Perseroan, dengan harga dan atau nilai konversi dan atau harga pelaksanaan di bawah HargaPenawaran dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran kepadaBapepam dan LK dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham dan atauefek bersifat ekuitas lain Perseroan sampai dengan 8 (delapan) bulan setelah Pernyataan Efektif.Berikut ini adalah informasi mengenai pemegang saham yang melakukan penyetoran modal padaPerseroan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran kepadaBapepam dan LK :Nama Pemegang Saham Jumlah SahamUtama Hadi Surya 754.652.000Dwijaya Hadi Surya 754.652.000SKA 792.684.000ALS 340.292.000Pemegang saham tersebut diatas melakukan penyetoran modal dengan harga penyertaan sebesar nilainominal tiap saham yaitu Rp100,-. Saham-saham tersebut memberikan kepada pemegangnya hak yangsama dan sederajat, dalam segala hal, dengan saham Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dandisetor penuh sebelum penyetoran modal dilaksanakan.Program Alokasi Saham Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Allocation/ MESA)Berdasarkan Akta No. 09/2011, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk melaksanakanprogram alokasi saham kepada manajemen dan karyawan Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana.Tujuan utama Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan Perseroan adalah untukmeningkatkan rasa kepemilikan terhadap Perseroan oleh manajemen dan karyawan Perseroan sehinggamempunyai rasa memiliki (sense of belonging) dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjadari masing-masing karyawan yang pada akhirnya akan meningkatkan pula kinerja korporasi secarakeseluruhan sehingga terdapat peningkatan nilai perusahaan yang dapat dinikmati oleh stakeholderPerseroan.Pihak-pihak yang dapat berpartisipasi dalam program MESA adalah :1. Anggota Dewan Komisaris kecuali Komisaris Independen;2. Anggota Direksi kecuali Direktur Tidak Terafiliasi;3. Karyawan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Staf yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2010; b. Staf yang tidak memiliki sanksi administratif. 3
  • Berikut ini ketentuan-ketentuan mengenai pelaksanaan program MESA :a) Perseroan akan memberikan saham penghargaan secara cuma-cuma kepada peserta yang memenuhi persyaratan seperti tersebut di atas, atas nama masing-masing peserta pada tanggal distribusi saham dalam rangka Penawaran Umum Perdana. Pembayaran atas saham penghargaan menjadi beban Perseroan, dimana Perseroan akan melakukan pembayaran atas saham penghargaan ke rekening Penjamin Pelaksana Emisi Efek selambat-lambatnya pada hari kerja kedua dalam Masa Penawaran. Jumlah saham penghargaan adalah minimum 5% dari total saham yang dialokasikan dalam rangka MESA. Saham penghargaan yang diberikan dalam Program MESA akan dikenakan lock-up atau tidak dapat diperjualbelikan untuk jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek. Saham penghargaan dicatatkan oleh Perseroan sebagai insentif kepada manajemen dan karyawan serta dikenakan pajak penghasilan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Berikut ini kriteria karyawan yang mendapatkan saham penghargaan: 1. Karyawan dengan level staf ke atas yang berada di perkebunan maupun kantor pusat 2. Pada bulan Desember 2010 sudah menjadi karyawan tetap 3. Daftar karyawan yang mendapatkan saham penghargaan ditetapkan berdasarkan kebijakan Direktur Utama dengan memperhatikan masa kerja dan prestasi karyawan.b) Perseroan akan menawarkan penjatahan pasti sebanyak-banyaknya 95% dari total saham yang dialokasikan dalam rangka MESA kepada peserta yang memenuhi persyaratan tersebut di atas. Peserta yang menyetujui penawaran wajib membeli saham tersebut dengan membayar harga saham sebanyak-banyaknya 95% dari Harga Penawaran. Sebanyak 5% dari Harga Penawaran menjadi tanggungan Perseroan. Saham penjatahan pasti tidak dikenakan lock-up dan karenanya dapat ditransaksikan pada saat saham Perseroan dicatatkan di Bursa Efek. Apabila terdapat sisa alokasi saham penjatahan pasti yang tidak dibeli oleh peserta, maka peserta lain yang memenuhi syarat dimungkinkan untuk mengajukan pemesanan saham tambahan dengan jumlah maksimal 1 (satu) kali jumlah saham penjatahan pasti yang telah dialokasikan atas nama peserta yang mengajukan. Apabila total permohonan tambahan melebihi sisa saham yang tersedia, akan dijatahkan secara proporsional. Saham penjatahan pasti tidak dikenakan pajak, namun bilamana di kemudian hari saham tersebut akan dijual, maka akan dikenakan pajak penjualan sesuai peraturan yang berlaku. Berikut ini kriteria karyawan yang mendapatkan alokasi pasti: 1. Karyawan dengan level staf ke atas yang berada di perkebunan maupun kantor pusat 2. Pada bulan Desember 2010 sudah menjadi karyawan tetap 3. Daftar karyawan yang mendapatkan alokasi pasti ditetapkan oleh tim yang ditunjuk oleh Direksi Perseroan dengan memperhatikan masa kerja dan jabatan karyawan.Biaya-biaya yang timbul dalam pelaksanaan program MESA akan ditanggung oleh Perseroan.Hak kepesertaan dalam program MESA akan gugur apabila :1. Karyawan berhenti bekerja dari Perseroan dalam periode lock-up, kecuali apabila karyawan tersebut pensiun;2. Apabila peserta terlibat perkara kriminal dalam kurun waktu lock-up;3. Peserta menyerahkan hak kepesertaannya kepada Perseroan atas kemauan sendiri.Perseroan telah menunjuk pejabat bagian sumberdaya manusia dan hukum Perseroan untuk menjadipengelola MESA.Apabila saham yang dipesan dalam program MESA kurang dari jumlah yang dialokasikan, maka sisanyaakan ditawarkan kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Perdana.Program MESA akan dilaksanakan dan dilaporkan oleh Perseroan dengan mengikuti peraturan danperundang-undangan yang berlaku. 4
  • Apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini telah terjual,dan program MESA seperti dijelaskan di atas telah diimplementasikan, maka susunan modal saham danpemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proformamenjadi sebagai berikut: Modal Saham Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) Setiap Saham Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai % Nominal (Rp) Nominal (Rp)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.019.165.000 101.916.500.000 27,00 Manajemen dan Karyawan (MESA) - - - 113.240.500 11.324.050.000 3,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.500.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.000Bersamaan dengan pencatatan Saham yang berasal dari Penawaran Umum Perdana ini, yaitu sebesar1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham BiasaAtas Nama atau 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PenawaranUmum Perdana, maka Perseroan juga akan mencatatkan seluruh Saham Biasa Atas Nama pemegangsaham sebelum Penawaran Umum Perdana sebesar 2.642.280.000 (dua miliar enam ratus empat puluhdua juta dua ratus delapan puluh ribu) saham atau 70% (tujuh puluh persen) dari modal ditempatkandan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana. Dengan demikian, jumlah Saham yang akandicatatkan oleh Perseroan di BEI adalah sebesar 3.774.685.500 (tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh empatjuta enam ratus delapan puluh lima ribu lima ratus) Saham, atau sebesar 100% (seratus persen) darijumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah Penawaran Umum Perdana ini.Perseroan tidak bermaksud untuk mengeluarkan atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain yangdapat dikonversi menjadi Saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal PernyataanPendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini menjadi Efektif.Risiko terkait dengan kepemilikan atas saham Perseroan yaitu tidak likuidnya Saham Yang Ditawarkanpada penawaran umum ini. Mengingat jumlah Saham Yang Ditawarkan Perseroan tidak terlalu besar,maka terdapat kemungkinan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek akan menjadi tidak likuid.Dengan demikian, Perseroan tidak dapat memprediksi apakah perdagangan saham Perseroan di BursaEfek akan aktif atau likuiditas saham Perseroan akan terjaga. 5
  • BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUMPerseroan bermaksud menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana atasSaham Yang Ditawarkan, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana:1. Sekitar 90% akan digunakan untuk membiayai sebagian program penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak perusahaan dalam bentuk penyertaan saham, dengan rincian sebagai berikut: - PT Agri Bumi Sentosa Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 40% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit di wilayah Kalimantan dan pengembangan kebun kelapa sawit yang belum menghasilkan di wilayah Kalimantan • Pembangunan pabrik kelapa sawit baru dengan kapasitas sekitar 30 ton TBS/jam di wilayah Kalimantan dan pabrik karet baru dengan kapasitas sekitar 150 kg RSS/jam di wilayah Jawa pada tahun 2012 • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 - PT Anugerah Wattindo Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 35% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit dan kebun karet di wilayah Kalimantan • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 - PT Bumi Prada Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 20% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit di wilayah Kalimantan • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 - PT Kintap Jaya Wattindo Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 3% Bentuk pengembangan: Pembangunan pabrik karet remah dengan kapasitas sekitar 1,5 ton/jam di wilayah Kalimantan pada tahun 2012 Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 6
  • - PT Mulyaningsih Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 2% Bentuk pengembangan: • Pembangunan pabrik karet lembaran dengan kapasitas sekitar 150 kg RSS/jam di wilayah Jawa pada tahun 2012 • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 20112. Sisanya sekitar 10% akan digunakan sebagai biaya perolehan lahan baru, modal kerja Perseroan seperti perluasan sewa kantor, serta belanja modal Perseroan seperti pembelian komputer dan kendaraan Perseroan.Manajemen Perseroan menyatakan bahwa setiap penggunaan dana yang diperoleh dari hasil PenawaranUmum Perdana akan mengikuti ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku. Apabila penggunaandana memenuhi ketentuan kriteria Transaksi Afiliasi, transaksi yang mengandung Benturan Kepentingan,Transaksi Material dan/atau Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka wajib mengikuti PeraturanBapepam-LK No.IX.E.1 dan/atau Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.2Perseroan akan mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdanaini secara periodik kepada Pemegang Saham dalam RUPS dan melaporkan secara berkala kepadaBapepam dan LK sesuai dengan Peraturan X.K.4 dan BEI sesuai dengan Peraturan I-E.Apabila dikemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dananya, makaPerseroan terlebih dahulu akan melaporkannya ke Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan X.K.4dan BEI sesuai dengan Peraturan I-E serta meminta persetujuan RUPS.Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Beban yang Dikeluarkan Dalam RangkaPenawaran Umum Perdana, total beban yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sekitar 3,15% (tigakoma satu lima persen) dari nilai Penawaran Umum Perdana yang meliputi:• Beban jasa untuk Penjamin Emisi Efek sekitar 2,00%, yang terdiri dari : - Beban jasa penyelenggaraan (management fee) sekitar 1,50% - Beban jasa penjaminan (underwriting fee) sekitar 0,25% - Beban jasa penjualan (selling fee) sekitar 0,25%• Beban Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal sekitar 0,40%, yang terdiri dari : - Akuntan Publik sekitar 0,07% - Konsultan Hukum sekitar 0,23% - Notaris sekitar 0,03% - Biro Administrasi Efek sekitar 0,02% - Penilai sekitar 0,05%• Konsultan Keuangan sekitar 0,19%• Lain-lain, antara lain biaya public expose, roadshow, pencatatan di BEI, KSEI, percetakan, iklan dan paparan publik sekitar 0,56%. 7
  • BAB III. PERNYATAAN HUTANGKeterangan yang ada dalam Bab ini harus dibaca bersama-sama dengan laporan keuangan konsolidasiPerseroan dan Anak Perusahaan beserta catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada Bab XVIpada Prospektus.Tabel berikut di bawah ini menggambarkan hutang Perseroan dan Anak Perusahaan berdasarkanLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan(anggota dari Crowe Horwath) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.Pada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan dan Anak Perusahaan mempunyai kewajiban yangseluruhnya berjumlah Rp658.357 juta, terdiri dari kewajiban lancar sebesar Rp134.593 juta, dan kewajibantidak lancar sebesar Rp523.764 juta, dengan perincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahKewajiban LancarHutang bank 53.500Hutang usaha 17.434Hutang lain-lain 1.400Hutang pajak 14.618Biaya masih harus dibayar 15.083Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Bank 30.157 Hutang sewa pembiayaan 2.401Jumlah Kewajiban Lancar 134.593Kewajiban Tidak LancarGoodwill negatif – bersih 31.644Hutang plasma 6.327Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bank 425.877 Hutang sewa pembiayaan 1.831Hutang pihak hubungan istimewa 308Kewajiban imbalan kerja 34.946Kewajiban pajak tangguhan – bersih 22.831Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 523.764JUMLAH KEWAJIBAN 658.3571. KEWAJIBAN LANCARHutang BankHutang bank pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp53.500 juta yang terdiri dari hutangbank Perseroan dan PK sebagai berikut:Indonesia EximbankPada bulan Maret 2007, Perseroan memperoleh fasilitas kredit modal kerja ekspor dari IndonesiaEximbank dengan jumlah maksimum sebesar Rp50.000 juta. Pinjaman ini dikenakan tingkat bungasebesar 12% per tahun (direview setiap 3 bulan) dan dijamin dengan:• Perkebunan karet, bangunan, sarana pelengkap, mesin dan peralatan dengan Sertifikat No. 613/2007 dan No. 1248/2008 atas nama PB.• Fidusia atas kendaraan bermotor milik PB.• Fidusia atas piutang usaha Perseroan.• Fidusia atas persediaan barang dagang Perseroan.• Tanah dengan bukti Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 16 dan No. 11 seluas 610,17 hektar atas nama CMK. 8
  • Fasilitas ini telah jatuh tempo tanggal 25 Maret 2011 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal29 Maret 2012 sesuai dengan persetujuan Indonesia Eximbank pada tanggal 29 Maret 2011. Padatanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp50.000 juta.Pinjaman ini mencakup persyaratan yang membatasi hak Perseroan antara lain untuk melakukan merger,melakukan konsolidasi usaha, investasi, mengubah anggaran dasar, mengubah status Perseroan,membagikan dividen, mengubah struktur permodalan, mengubah komposisi pemegang saham, mengubahpengurus dan melakukan investasi di luar bidang usaha. Pada tanggal 24 Februari 2011, IndonesiaEximbank memberikan surat persetujuan kepada Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum PerdanaSaham Perseroan dan memberikan surat pembebasan (waiver) terkait dengan beberapa pembatasanyaitu mengubah anggaran dasar, mengubah status Perseroan, mengubah struktur permodalan, mengubahkomposisi pemegang saham, mengubah pengurus dan membagikan dividen.Di samping pembatasan di atas, Perseroan dan anak perusahaan diwajibkan untuk mempertahankanrasio hutang terhadap modal maksimal tidak lebih dari 2,5 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010 rasiohutang terhadap modal Perseroan dan anak perusahaan adalah sebesar 1,9 kali.PT Bank Ina PerdanaPada tahun 2008, PK mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesarRp10.000 juta. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13% per tahun. Fasilitas ini akan jatuh tempopada tanggal 12 September 2011 dan dapat diperpanjang dengan persetujuan PT Bank Ina Perdana.Pinjaman ini dijamin dengan:• Tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1654 dan No. 1655 atas nama Perseroan yang berlokasi di Petojo Selatan, Jakarta Pusat.• Tanah dengan SHGU No. 1, 2 dan 3 yang berlokasi di Margajaya, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten atas nama CP.Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp3.500 juta.Pinjaman kepada PT Bank Ina Perdana mencakup persyaratan yang membatasi hak PK (negativecovenants) yang dalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT BankIna Perdana. Pada tanggal 24 Februari 2011, PT Bank Ina Perdana telah memberikan pembebasan(waiver) terkait dengan pembatasan pada perjanjian kredit.Hutang UsahaPada tanggal 31 Desember 2010, hutang usaha Perseroan dan Anak Perusahaan adalah sebesarRp17.434 juta yang terutama merupakan hutang atas pembelian pupuk, bibit dan sewa alat berat.Hutang Lain-lainHutang lain-lain Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesarRp1.400 juta.Hutang PajakHutang pajak Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp14.618juta yang terdiri dari: 9
  • (dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahPajak penghasilan badan : Perseroan 127 Anak perusahaan 10.500Pajak penghasilan: Pasal 4(2) 6 Pasal 21 279 Pasal 23 317 Pasal 25 1.058 Pasal 26 16Pajak Pertambahan Nilai 2.315Jumlah 14.618Biaya Masih Harus DibayarBiaya masih harus dibayar Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalahsebesar Rp15.083 juta terutama terdiri dari gaji dan bonus yang masih harus dibayar.Hutang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu TahunHutang BankSaldo hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun pada tanggal 31 Desember2010 adalah Rp30.157 juta.Hutang Sewa PembiayaanSaldo hutang sewa pembiayaan jangka panjang jatuh tempo kurang dari satu tahun pada tanggal31 Desember 2010 adalah sebesar Rp2.401 juta.2. KEWAJIBAN TIDAK LANCARGoodwill NegatifPada tahun 2009, Perseroan meningkatkan kepemilikan pada anak perusahaan melalui peningkatantambahan modal disetor. Selisih antara biaya perolehan anak perusahaan dengan nilai wajar aset bersihyang diperoleh melalui peningkatan tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2010 berjumlahRp31.645 juta. Goodwill negatif ini diamortisasi selama 20 tahun.Hutang PlasmaSaldo hutang plasma Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp6.327 juta.Hutang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu TahunHutang jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Perseroan per31 Desember 2010 adalah sebesar Rp427.708 juta yang terdiri dari : (dalam jutaan Rupiah)Keterangan JumlahHutang bank 425.877Hutang sewa pembiayaan 1.831Jumlah 427.708 10
  • Pinjaman Jangka Panjang (dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahPT Bank Mandiri (Persero) Tbk 266.185PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 118.885JP Morgan International Bank 35.964PT Bank Permata Tbk 35.000Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun (30.157)Jumlah 425.877Hutang Bank Jangka PanjangPT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)Pada tahun 2007, KJW memperoleh fasilitas Kredit investasi (KI) dari Bank Mandiri dengan rinciansebagai berikut:a. KI Refinancing Kebun Existing dengan jumlah maksimum sebesar Rp76.178 juta untuk membiayai kembali kebun kelapa sawit yang telah dibiayai KJW sampai dengan 31 Desember 2006, termasuk pengambilalihan KI yang diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Mei 2014 dan dibayar secara triwulanan mulai tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp62.466 juta.b. KI Pengembangan Kebun Kelapa Sawit dengan jumlah maksimum sebesar Rp121.573 juta untuk membiayai pembangunan kebun kelapa sawit yang sudah ada dan pengembangan perluasan kebun kelapa sawit. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari 2017 dan akan dibayar secara triwulanan mulai tahun 2012. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp96.024 juta.c. KI IDC jumlah maksimum sebesar Rp70.985 juta untuk menampung 65% beban bunga selama masa pembangunan (IDC) dari KI Pengembangan Kebun Kelapa Sawit, Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit dan Pengembangan Kebun Karet. Fasilitas ini akan jatuh tempo antara tahun 2014 – 2018 dan dibayar secara triwulanan mulai tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp30.819 juta.d. KI Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit dengan jumlah maksimum sebesar Rp44.938 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Februari 2014 dan dibayar secara triwulan mulai tahun 2009. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp33.979 juta.e. KI Pengembangan Kebun Karet dengan jumlah maksimum sebesar Rp64.419 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Mei 2018 dan akan dibayar secara triwulanan mulai 2014. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp42.897 juta. 11
  • Seluruh fasilitas di atas dikenakan bunga sebesar 12,25% per tahun dan dijamin dengan:a. Proyek yang dibiayai fasilitas KI, berupa: • Kebun kelapa sawit seluas 4.687 hektar dengan SHGU No. 19 yang berlokasi di Desa Kintap dan Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan atas nama KJW. • Kebun kelapa sawit perluasan yang sedang dan akan dibangun di Kecamatan Kintap dengan luas sekitar 5.884 hektar (termasuk kebun dengan SHGU No. 19) dan di Tabanio dengan luas sekitar 6.013 hektar. • Pabrik kelapa sawit di desa Kintap. • Kebun karet yang sedang dan akan dibangun minimum seluas 2.000 hektar di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. • Kendaraan dan alat berat milik KJW.b. Kebun karet dan kopi dengan SHGU No. 4 yang berlokasi di Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Jember, dan kebun karet, kopi dan teh dengan SHGU No. 9, 15 sampai dengan 23 yang berlokasi di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampang Tengah dan Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, Sukabumi, milik KE.c. Jaminan perusahaan dari Perseroan.d. Jaminan kas defisit dari Perseroan.Pinjaman KJW dari Bank Mandiri mencakup persyaratan yang membatasi hak KJW antara lain untukmenggunakan fasilitas pinjaman diluar tujuan penggunaan fasilitas, memperoleh pinjaman baru kecualidalam rangka transaksi wajar, memberikan pinjaman, melakukan investasi, menjadi penjamin, menjualatau memindahtangankan seluruh harta kekayaan, mengubah anggaran dasar, menurunkan modal,mengubah susunan pengurus, mengubah pemilikan saham, mengubah status, mengajukan pailit,melakukan pembayaran bunga ataupun pinjaman kepada pemegang saham, membagikan dividen danekspansi diluar usaha utama. Pada tanggal 23 Maret 2011, Bank Mandiri telah mengubah klausuladari persetujuan tertulis atas negative covenants di atas menjadi pemberitahuan tertulis, kecuali untukpembagian dividen. Disamping itu, Bank Mandiri menambahkan persyaratan baru mengenai rasio labaoperasi terhadap pembayaran hutang bank diatas 100%. Pada tanggal 31 Desember 2010, rasio labaoperasi terhadap pembayaran hutang bank adalah sebesar 272,74%.PT Bank Negara Indonesia (Persero) TbkPada tanggal 31 Desember 2010, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memberikan fasilitas kreditinvestasi kepada PK dan ABS dengan rincian sebagai berikut:1. PK Pada bulan Oktober 2010, PK memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang ditujukan untuk pembiayaan kembali perkebunan karet PK maksimum sebesar Rp49.362 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2017 dan diangsur secara bulanan mulai Nopember 2010. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12,5% per tahun dan dijamin dengan: • Perkebunan karet seluas 1.012 hektar dan infrastruktur perkebunan atas nama PK. • Fidusia atas piutang dan persediaan milik PK. • Jaminan perusahaan dari Perseroan dan ABS. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp47.711 juta. 12
  • 2. ABS Pada bulan Maret 2009, ABS memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan rincian sebagai berikut: a. KI pokok dengan jumlah maksimum sebesar Rp110.491 juta untuk membiayai pembangunan kebun kelapa sawit. b. KI bunga masa pembangunan dengan jumlah maksimum sebesar Rp20.783 juta untuk menampung 50% beban bunga selama masa pembangunan kebun kelapa sawit. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 25 Desember 2019 dan akan dibayar secara bulanan mulai tahun 2013. Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan tingkat bunga sebesar 12,5% - 13,5% per tahun dan dijamin dengan: • Perkebunan sawit seluas 4.943 hektar dan infrastruktur perkebunan atas nama ABS. • Perkebunan karet seluas 1.012 hektar dengan SHGU No. 01 atas nama PK. • Fidusia atas kendaraan dan alat berat milik ABS. • Fidusia atas piutang usaha dan persedian milik ABS • Jaminan perusahaan dari Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo KI pokok dan KI bunga masa pembangunan masing-masing sebesar Rp65.818 juta dan Rp5.356 jutaPinjaman ABS dan PK dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencakup persyaratan yangmembatasi hak ABS dan PK (negative covenants) yang dalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuantertulis terlebih dahulu dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Melalui surat tanggal 23 Februari2011, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah menyetujui Penawaran Umum Perdana Perseroandan mengubah klausula dari persetujuan tertulis atas negative covenants menjadi pemberitahuan tertuliskepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.Di samping pembatasan di atas, PK dan ABS diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan sepertirasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 2,5 kali dan rasio labaoperasi terhadap pembayaran hutang bank tidak kurang dari 1 kali.Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar PK adalah sebesar 0,45 kali, rasio hutang terhadap modalsebesar 0,62 kali, rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank sebesar 16,72 kali. MeskipunPK belum memenuhi rasio keuangan yang diwajibkan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PKbelum pernah menerima pernyataan wanprestasi (default) dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar ABS adalah sebesar 1,61 kali dan rasio hutang terhadapmodal 0,78 kali. Sehubungan tidak adanya pembayaran hutang oleh ABS pada tahun 2010, rasio labaoperasi terhadap pembayaran hutang bank tidak dapat dihitung pada tanggal 31 Desember 2010.JP Morgan International BankPada tahun 2006, Perseroan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari JP Morgan InternationalBank dengan jumlah maksimum sebesar USD5 juta. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar0,87% - 0,98% per tahun dan dijamin dengan aset tertentu milik pemegang saham akhir Perseroan.Pinjaman ini tidak mensyaratkan pembatasan hak Perseroan.Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar USD4 juta. 13
  • PT Bank Permata TbkPada tanggal 31 Desember 2010, PT Bank Permata Tbk memberikan fasilitas kredit investasi kepadaPerseroan dan MUL dengan rincian sebagai berikut:1. Perseroan Pada tahun 2010, Perseroan memperoleh fasilitas Term Loan dari PT Bank Permata Tbk yang ditujukan untuk ekspansi usaha anak perusahaan berupa lahan perkebunan dan tanaman perkebunan sebesar Rp30.000 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 11 Oktober 2015 dan diangsur secara triwulan mulai Januari 2011. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13% per tahun dan dijamin dengan: • Tanah SHGU No. 1 dan SHGU No. 9 atas nama BL seluas 490 hektar yang terletak di Desa Rawaheng, Prapagan, Citepus dan Jambusari, Kecamatan Wangon dan Jeruklegi, Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. • Fidusia atas piutang usaha dan persediaan milik BL. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp20.000 juta.2. MUL Pada tahun 2009, MUL memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Permata Tbk yang ditujukan untuk pembiayaan kembali aset tetap dan perkebunan serta pembiayaan intercropping tanaman belum menghasilkan karet dengan nilai sebesar Rp15.000 juta. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 19 Agustus 2014 dan diangsur secara triwulanan mulai Desember 2011. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13% - 13,5% per tahun dan dijamin dengan: • Tanah SHGU No. 2 dan SHGU No. 15 atas nama MUL seluas 625,01 hektar yang terletak di Desa Karangpring dan Kemiri, Kecamatan Sukorambi Panti, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur. • Fidusia atas seluruh persediaan MUL. • Fidusia atas semua piutang usaha MUL. • Fidusia atas mesin dan peralatan MUL. • Jaminan perusahaan dari Perseroan. • Blokir rekening assignment atas seluruh escrow account. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp15.000 juta. Pinjaman Perseroan dan MUL dari PT Bank Permata Tbk mencakup persyaratan yang membatasi hak Perseroan dan MUL (negative covenants) yang dalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT Bank Permata Tbk. Melalui surat tanggal 24 Februari 2011, PT Bank Permata Tbk telah menyetujui Penawaran Umum Perdana Perseroan dan mengubah klausula dari persetujuan tertulis atas negative covenants menjadi pemberitahuan tertulis kepada PT Bank Permata Tbk. Disamping pembatasan di atas, Perseroan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan seperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 2,5 kali dan rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak kurang dari 1,5 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar Perseroan adalah sebesar 0,8 kali, rasio hutang terhadap modal sebesar 1,9 kali dan rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank sebesar 22,6 kali. Meskipun Perseroan belum memenuhi rasio keuangan yang diwajibkan dari PT Bank Permata Tbk, Perseroan belum pernah menerima pernyataan wanprestasi (default) dari PT Bank Permata Tbk. MUL juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan seperti rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio hutang terhadap modal tidak lebih dari 5 kali dan rasio pendapatan operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak kurang dari 1,25 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010 rasio lancar 14
  • MUL adalah sebesar 8,73 kali dan rasio hutang terhadap modal 1,82 kali. Sehubungan tidak adanya pembayaran hutang oleh MUL pada tahun 2010, maka rasio laba operasi terhadap pembayaran hutang bank tidak dapat dihitung pada tanggal 31 Desember 2010.Fasilitas Bank yang belum digunakan pada tanggal 31 Desember 2010.Pada bulan Oktober 2010, ABS memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk dengan rincian sebagai berikut:a. KI pokok dengan jumlah maksimum sebesar Rp29.281 juta untuk membiayai pembangunan kebun karet.b. KI bunga masa pembangunan dengan jumlah maksimum sebesar Rp10.885 juta untuk menampung 23% beban bunga selama masa pembangunan kebun karet.Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2019 dan akan dibayar secara bulanan mulaitahun 2015. Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan tingkat bunga sebesar 12,5% per tahun dandijamin dengan:• Perkebunan karet seluas 789 hektar dan infrastruktur perkebunan atas nama ABS.• Fidusia atas piutang dan persedian milik ABS.• Jaminan perusahaan dari Perseroan dan PK.• Pernyataan Cost Over Run dan Cash Deficiency Undertaking dari pemegang saham ABS.Pada tanggal 31 Desember 2010 fasilitas ini belum digunakan. Pada tanggal 28 Februari 2011 dan30 Maret 2011 fasilitas ini telah digunakan masing-masing sebesar Rp11.431 juta dan Rp4.045 juta.Fasilitas Bank yang diperoleh setelah tanggal 31 Desember 2010.Pada tanggal 2 Maret 2011, Perseroan menandatangani fasilitas Term Loan 2 dengan PT Bank PermataTbk dengan jumlah maksimum sebesar US$ 14.000.000 yang ditujukan untuk pembelian saham IJRyang dimiliki oleh The Bombay Burmah Trading Corporation Limited sebanyak 503 saham atau 50,3%.Fasilitas ini dijamin dengan:• Perkebunan dan pabrik pengolahan karet milik IJR di lokasi tanah SHGU No. 5 yang terletak di Desa Carui, Ciseru, Pengadingan dan Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.• Piutang usaha dan persediaan milik IJR.Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 6,25% pertahun (direview secara berkala oleh bank). Fasilitas inidicicil secara triwulan selama 6 tahun dan terdapat pembayaran dipercepat sebesar US$ 1.320.000 yangdilakukan setelah proses Penawaran Umum Perdana atau selambat-lambatnya tanggal 30 September2011. Pembayaran dipercepat tersebut akan mengurangi bagian cicilan yang paling akhir.Pada tanggal16 Maret 2011, fasilitas ini telah digunakan sebesar US$ 14.000.000.Hutang Sewa PembiayaanPada tanggal 31 Desember 2010, hutang sewa pembiayaan sebesar Rp4.232 juta yang merupakanhutang atas pembelian kendaraan bermotor dan alat berat dari PT Orix Indonesia Finance, PT Dipo StarFinance dan PT BCA Finance. 15
  • Hutang Pihak Hubungan IstimewaHutang pihak hubungan istimewa merupakan hutang kepada SKA yang merupakan pemegang sahamPerseroan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar Rp308 juta.Kewajiban Imbalan KerjaKewajiban imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp 34.946 juta yang terdiridari Imbalan Pasca Kerja dan Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya.Kewajiban Pajak TangguhanBerikut ini merupakan rincian dari kewajiban pajak tangguhan anak perusahaan setelah diperhitungkandengan aset pajak tangguhan dari masing-masing entitas usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahAset tetap (1.349)Tanaman perkebunan (37.500)Biaya masih harus dibayar 441Beban tangguhan (83)Kewajiban imbalan kerja 3.831Rugi fiskal 11.954Lain-lain (125)Jumlah (22.831)Perseroan dan anak perusahaan tidak melakukan pelanggaran atas persyaratan kredit yang berdampakmaterial terhadap kelangsungan usaha Perseroan. KECUALI SEBAGAIMANA DINYATAKAN DALAM KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN, SEJAK TANGGAL 31 DESEMBER 2010 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN DAN IKATAN-IKATAN LAIN YANG JUMLAHNYA MATERIAL SELAIN YANG TELAH DINYATAKAN DI ATAS DAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN. PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN LAIN KECUALI KEWAJIBAN- KEWAJIBAN YANG TIMBUL DARI KEGIATAN USAHA NORMAL PERSEROAN SERTA KEWAJIBAN YANG TELAH DINYATAKAN DI DALAM PROSPEKTUS DAN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI YANG DISAJIKAN DALAM BAB XVI PROSPEKTUS. DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN KEWAJIBANNYA SERTA HARAPAN PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA MENDATANG, PERSEROAN MENYATAKAN KESANGGUPAN UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBANNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA. SAMPAI DENGAN PROSPEKTUS INI DITERBITKAN TIDAK TERDAPAT PEMBATASAN-PEM- BATASAN (NEGATIVE COVENANTS) YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM PUBLIK. 16
  • BAB IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTINGTabel berikut di bawah ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan berdasarkanLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan(anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diauditKantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International),tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah diaudit Kantor AkuntanPublik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), serta tahun yang berakhir padatanggal 31 Desember 2006 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji& Dadang (anggota dari BKR International), kesemuanya dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.Neraca Konsolidasi (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian 2010 2009 2008 2007 2006ASETAset LancarKas dan setara kas 38.011 24.056 25.851 9.993 22.606Piutang usaha 16.316 8.734 8.630 7.588 6.682Piutang lain-lain 4.614 7.358 3.973 6.515 3.277Persediaan 30.272 23.027 32.503 28.972 25.182Pajak dibayar dimuka 7.395 8.004 4.539 2.100 750Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8.718 2.714 5.946 5.596 6.951Jumlah Aset Lancar 105.326 73.893 81.442 60.765 65.448Aset Tidak LancarAset pajak tangguhan 3.078 3.416 4.789 4.605 3.403Piutang pihak hubungan istimewa 16.848 16.147 10.408 6.232 -Piutang plasma - 1.845 - - -Investasi dan uangmuka investasi pada perusahaan asosiasi 6.961 - - - -Investasi jangka panjang lainnya 3.419 3.419 6.267 2.029 2.029Bibitan 11.555 16.101 17.136 - -Tanaman perkebunan : Tanaman menghasilkan – bersih 166.477 152.691 103.619 73.695 61.292 Tanaman belum menghasilkan 507.925 372.126 269.585 196.373 114.887Aset tetap - bersih 207.473 180.749 156.418 79.692 45.143Uang muka pembelian aktiva tetap 15.133 317 3.187 1.865 -Aset lain-lain 2.694 2.539 2.802 2.022 2.254Jumlah Aset Tidak Lancar 941.563 749.350 574.211 366.515 229.009JUMLAH ASET 1.046.889 823.243 655.653 427.279 294.457KEWAJIBAN DAN EKUITASKewajiban LancarHutang bank 53.500 56.500 56.500 10.000 -Hutang usaha 17.434 21.341 15.347 2.349 720Hutang lain-lain 1.400 3.026 3.325 5.704 1.621Hutang pajak 14.618 5.476 8.029 4.813 4.563Biaya masih harus dibayar 15.083 15.756 13.906 10.738 7.064Uang muka penjualan - - - 1.062 669Hutang dividen - - - - 2.515Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun : Bank 30.157 23.501 30.787 15.463 20.824 Hutang sewa pembiayaan 2.401 318 923 245 -Jumlah Kewajiban Lancar 134.593 125.918 128.817 50.374 37.976 17
  • (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian 2010 2009 2008 2007 2006Kewajiban Tidak LancarGoodwill negatif 31.645 33.389 - - -Hutang plasma 6.328 - - - -Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun : Bank 425.877 325.938 231.037 144.529 56.455 Hutang sewa pembiayaan 1.831 4 337 187 -Hutang pihak hubungan istimewa 308 - 119 420 59.815Kewajiban imbalan kerja 34.946 27.443 23.252 17.641 14.211Kewajiban pajak tangguhan - bersih 22.831 14.830 4.356 2.608 1.964Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 523.764 401.604 259.101 165.385 132.446JUMLAH KEWAJIBAN 658.537 527.522 387.918 215.759 170.422HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN 43.706 31.086 58.898 41.215 35.292EKUITASModal saham 135.228 125.000 100.000 10.000 10.000Tambahan modal disetor - 10.150 22.850 102.150 30.800Saldo laba 209.598 129.484 85.987 58.156 47.943JUMLAH EKUITAS 344.826 264.634 208.837 170.306 88.743JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.046.889 823.243 655.653 427.279 294.457Laporan Laba Rugi Konsolidasi (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian 2010 2009 2008 2007 2006Pendapatan Usaha 413.432 369.703 301.541 167.081 148.135Beban Pokok Penjualan 231.170 244.816 181.842 111.904 100.706Laba Kotor 182.262 124.887 119.699 55.177 47.429BEBAN USAHAPenjualan 4.102 5.459 1.622 282 1.374Umum dan administrasi 28.771 27.967 25.508 17.567 16.503JUMLAH BEBAN USAHA 32.873 33.427 27.130 17.849 17.877LABA (RUGI) USAHA 149.389 91.461 92.569 37.329 29.552PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAINAmortisasi goodwill negative 1.745 1.505 - - -Penjualanproduksampingan 3.352 1.733 666 - -Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing – bersih 1.022 3.368 (7.544) (1.973) 436Penghasilan bunga dan jasa giro 388 396 1.066 271 955Laba(rugi) penjualan aset tetap 95 (252) 65 - -Beban bunga (23.766) (23.949) (18.477) (3.815) (2.288)Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham - 3.926 4.237 - -Lain-lain – bersih 3.505 (1.623) 989 1.185 3.203PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN – BERSIH (13.659) (14.897) (18.997) (4.332) 2.307BAGIAN RUGI PERUSAHAAN ASOSIASI (459) - - - -LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK 135.271 76.563 73.572 32.997 31.859PENGHASILAN (BEBAN) PAJAKPajak kini (26.224) (11.184) (21.649) (11.440) (11.842)Pajak tangguhan (8.339) (11.847) (1.565) 598 862Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak (34.563) (23.030) (23.213) (10.842) (10.981)LABA SEBELUM HAK MINORITAS 100.708 53.533 50.359 22.155 20.878HAK MINORITAS (20.594) (10.036) (22.528) (11.942) (13.330)LABA BERSIH 80.113 43.497 27.831 10.213 7.548 18
  • Rasio – Rasio Keuangan (dalam persentase, kecuali dinyatakan lain) 31 Desember Uraian 2010 2009 2008 2007 2006RASIO PERTUMBUHANPendapatan Usaha 11,83 22,60 80,48 12,79 21,63Beban Usaha -1,66 23,21 52,00 -0,16 95,67Laba (Rugi) Usaha 63,34 -1,20 147,98 26,31 7,86Laba (Rugi) Bersih 84,18 56,29 172,51 35,31 0,42Jumlah hari pembayaran utang usaha 32 38 21 7 5Jumlah hari tertagihnya piutang usaha 11 9 10 16 14Pertumbuhan penjualan bersih terhadap pertumbuhan kas yang dihasilkan dari operasi 1,63 4,32 4,25 0,59 -1,15Jumlah Aset 27,17 25,56 53,45 45,11 55,33Jumlah Kewajiban 24,80 35,99 79,79 26,60 70,26Jumlah Ekuitas 30,30 26,72 22,62 91,91 48,04RASIO USAHALaba (Rugi) Usaha / Pendapatan Usaha 36,13 24,74 30,70 22,34 19,95Laba (Rugi) Bersih / Pendapatan Usaha 19,38 11,77 9,23 6,11 5,10Laba (Rugi) Usaha / Jumlah Ekuitas 43,32 34,56 44,33 21,92 33,30Laba (Rugi) Bersih / Jumlah Ekuitas 23,23 16,44 13,33 6,00 8,51Laba (Rugi) Bersih / Jumlah Aset 7,65 5,28 4,24 2,39 2,56Beban usaha / Laba usaha 0,22 0,37 0,29 0,48 0,64Laba usaha / Laba kotor 0,82 0,73 0,77 0,68 0,61Jumlah kas yang dihasilkan dari operasi / Laba bersih 1,42 2,00 2,56 3,89 0,99EBITDA / Beban keuangan bersih 6,76 4,57 4,68 9,30 12,85Modal kerja bersih / Penjualan 0,40 0,48 0,63 0,83 0,55RASIO KEUANGAN (kali)Aset Lancar / Kewajiban Lancar 0,78 0,59 0,63 1,21 1,72Jumlah Kewajiban / Jumlah Ekuitas 1,91 1,99 1,86 1,27 1,92Jumlah Kewajiban / Jumlah Aset 0,63 0,64 0,59 0,51 0,58 19
  • BAB V. ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN OLEH MANAJEMENLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan(anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 telah diaudit KantorAkuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International) dantahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih &Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International). Semua informasi keuangan yang berhubungandengan Perseroan dan Anak Perusahaan adalah terkonsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yangberlaku umum di Indonesia.UmumPerseroan merupakan perusahaan yang fokus di bidang perkebunan di Indonesia dan memiliki rekamjejak (track record) yang baik dalam hal peningkatan efisiensi operasional, terutama pada perkebunankaret dan kelapa sawit Perseroan. Perseroan dikelola oleh tim manajemen yang berpengalaman danmemiliki komitmen atas pengendalian biaya secara berhati-hati dan beroperasi sesuai dengan prinsippengelolaan dan operasi perkebunan yang terbaik, meminimalkan potensi yang dapat merugikanlingkungan, melakukan tanggung jawab sosial dan menerapkan prinsip good corporate governance.Kegiatan usaha utama Perseroan adalah membudidayakan dan memanen karet, TBS, kopi dan teh,serta mengolah bahan olah karet menjadi RSS dan TSR untuk tanaman karet dan untuk tanaman kelapasawit, mengolah TBS menjadi CPO dan kernel. Berikut ini adalah luas lahan perkebunan berdasarkanjenis tanaman dan produktivitas tanaman:KaretPerseroan memiliki perkebunan karet berjumlah 9.354,78 hektar yang terdiri dari tanaman menghasilkandan tanaman belum menghasilkan: Lokasi Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan Jumlah (ha)Bayah 777,74 96,99 874,73Tugu/Cimenteng 283,11 718,56 1.001,67Ciseru/Cipari 1.827,08 407,32 2.234,40Kaliminggir 385,50 81,00 466,50Biting 294,51 60,50 355,01Tugusari 492,22 444,64 936,86Keputren - 148,89 148,89Corah Mas 220,28 39,81 260,09Durjo 5,00 498,72 503,72Cilaki 70,13 20,60 90,73Cileles - 651,56 651,56Tebingsiring - 1.830,62 1.830,62Jumlah 4.355,57 4.999,21 9.354,78Kelapa SawitSaat ini Perseroan memiliki dan mengelola 3 (tiga) perkebunan kelapa sawit dan memiliki total lahanseluas 33.626,18 hektar yang terdiri dari kebun inti dan plasma. Berikut adalah detail perkebunan kebunsawit Perseroan:Nama Lokasi Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Total Luas (ha)Perusahaan Tertanam Belum Tertanam Belum Tertanam TertanamKJW Kintap 10.128,83 1.313,65 1.700,00 300,00 13.442,48ABS Wanajaya 5.610,80 6.464,40 1.493,00 507,00 14.075,20AW*) Mekarsari dan Anjir Pasar - 6.108,50 - - 6.108,50 Jumlah 15.739,63 13.886,55 3.193,00 807,00 33.626,18*) berupa izin lokasi 20
  • TehPerseroan memiliki satu kebun teh di Tugu / Cimenteng seluas 504,30 hektar, seluruh lahannya telahmemiliki Hak Guna Usaha.KopiPerseroan melakukan penanaman untuk dua jenis kopi yaitu robusta dan arabica. Produktivitas kopijenis arabica lebih tinggi dibandingkan dengan robusta mengingat kerapatan pohon yang berbeda yaitusekitar 1.200 - 1.500 pohon per hektar untuk kopi robusta dan 2.500 - 3.000 per hektar untuk kopi arabica.Perseroan memiliki empat kebun kopi seluas 547,67 hektar yang yang terdiri dari tanaman menghasilkandan tanaman belum menghasilkan dengan rincian sebagai berikut: Lokasi Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan Jumlah (ha)Tugusari 91,82 - 91,82Durjo 113,41 - 113,41Keputren 159,06 5,00 164,06Tugu/Cimenteng 178,38 - 178,38Jumlah 542,67 5,00 547,67Faktor yang Mempengaruhi Hasil dari Kegiatan Usaha PerseroanFaktor-faktor utama yang mempengaruhi hasil dari kegiatan usaha Perseroan adalah:• Harga karet dan CPO yang merupakan komoditas utama Perseroan;• Volume penjualan komoditas Perseroan;• Areal tanaman menghasilkan dan komposisi umur tanaman;• Produktivitas per hektar perkebunan;• Efisiensi pengelolaan pabrik Perseroan;• Biaya produksi Perseroan, terutama biaya bahan baku utama, biaya tenaga kerja serta bahan olah karet dan TBS yang dibeli dari pihak ketiga;• Faktor iklim yang mempengaruhi produktivitas tanaman; dan• Jumlah hutang Perseroan.Harga Karet dan CPOHarga karet dan CPO berfluktuasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor internasional maupun regional,antara lain tingkat produksi dan permintaan serta cadangan karet dan CPO, fluktuasi harga minyak mentahdunia yang merupakan bahan baku dari pembuatan karet sintetis serta harga minyak nabati lainnya,terutama minyak kedelai untuk CPO, kondisi cuaca, dan perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia.Pendapatan Perseroan terutama dihasilkan dari penjualan karet dan CPO sangat dipengaruhi olehfluktuasi harga komoditas tersebut di pasar dunia. Tabel berikut menyajikan harga jual rata-rata karet diSingapore Commodity Exchange (SICOM) untuk RSS (Ribbed Smoked Sheets) 3 dan TSR (TechnicallySpecified Rubber) 20 periode 2008-2010: (US$/kg) Per 31 Desember 8 April Komoditas 2008 2009 2010 2011Harga Rata-rataRSS3 2,582 1,924 3,563 5,692TSR20 2,520 1,803 3,354 5,211Sumber: Singapore Commodity ExchangeHarga internasional CPO ditetapkan di beberapa pasar seperti MDEX dan c.i.f pelabuhan Rotterdam.Tabel berikut menyajikan harga jual rata-rata CPO/ton di MDEX dan c.i.f. pelabuhan Rotterdam untukperiode yang disajikan. 21
  • (US$/mton) Per 31 Desember 8 April Komoditas 2008 2009 2010 2011Harga jual rata-rata CPOMDEX 862,92 644,07 859,94 1.167,6c.i.f pelabuhan Rotterdam 924,31 680,75 900,84 1.229,9Sumber: Bloomberg L.PSeperti disajikan pada tabel di atas, harga rata-rata karet dan CPO berfluktuasi selama 3 (tiga) tahunterakhir, di mana faktor krisis ekonomi global telah berdampak negatif pada permintaan dan hargakomoditas pada tahun 2009. Peningkatan harga karet dan CPO pada tahun 2010 kembali terjadiseiring dengan meningkatnya permintaan karet di Cina dan India seiring dengan peningkatan penjualankendaraan bermotor di negara tersebut, mulai pulihnya konsumsi terhadap karet dan CPO secara global,dan pengaruh dari gejala La Nina yang menurunkan produksi karet sehingga berakibat meningkatnyaharga komoditas.Dalam menentukan harga jual, pada umumnya harga jual produk Perseroan ditentukan oleh hargakomoditas dunia dan juga ditentukan oleh kontrak pelanggan. Perseroan menjual karet secara langsungkepada pihak ketiga dengan referensi indikator harga yang tercatat di SICOM, sedangkan Perseroanmenjual CPO melalui proses tender untuk dengan referensi harga yang tercatat di MDEX.Tabel berikut menyajikan harga jual rata-rata kopi di bursa London: (sen US$/pon) Per 31 Desember 8 April Komoditas 2008 2009 2010 2011Harga Rata-rata Kopi 105,03 74,02 77,63 116,59Sumber: International Coffee OrganizationBerikut ini adalah tabel yang menyajikan harga jual rata-rata teh hitam kering di Indonesia : (sen US$/kg) Per 31 Desember 8 April Komoditas 2008 2009 2010 2011Harga jual rata-rata Teh 152 187 182 201Sumber: Jakarta Auction TeaVolume Penjualan Komoditas PerseroanVolume penjualan Perseroan terutama ditentukan oleh volume produksi Perseroan.Tabel berikut menyajikan data penjualan untuk periode yang disajikan. Data ini termasuk karet dan CPOyang diproses dari TBS yang dibeli dari pihak ketiga. Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Keterangan 2008 2009 2010Penjualan (Rp juta)Karet 220.241 152.927 247.087TBS 46.550 - -CPO 18.070 182.292 137.377Kernel 966 13.701 14.530Kopi 7.494 9.198 4.926Teh 6.151 5.297 5.809Total 299.472 363.415 409.729 22
  • Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Keterangan 2008 2009 2010Volume Penjualan (ton)Karet 8.001 8.485 8.392TBS 31.835 - -CPO 4.036 30.355 19.762Kernel 526 6.121 4.029Kopi 333 405 304Teh 5.063 4.158 4.318Rata-rata harga jual (Rp juta/ton)Karet 27,526 18,022 29,442TBS 1,462 - -CPO 4,477 6,005 6,952Kernel 1,837 2,238 3,606Kopi 22,492 22,730 16,226Teh 1,215 1,274 1,345Areal Tanaman Menghasilkan dan Komposisi Umur TanamanPerseroan memperoleh bibit tanaman karet dari hasil produksi sendiri. Umur tanaman karet adalah30 tahun, namun umur produksinya adalah 25 tahun. Tanaman karet baru mulai menghasilkan umumnyasaat menginjak tahun keenam dan memasuki masa paling produktif saat memasuki usia 10-25 tahun danpada saat memasuki usia 26-30 tahun, tanaman karet menurun produktivitasnya. Perseroan mengadakanreplanting dengan tingkat 3% per tahunnya.Per tanggal 31 Desember 2010, jumlah tanaman karet yang menghasilkan Perseroan adalah 4.355,57hektar sedangkan jumlah tanaman belum menghasilkan Perseroan adalah 4.999,21 hektar, atau 46,56%dari keseluruhan tanaman karet Perseroan. Saat ini, seluruh tanaman karet yang menghasilkan rata-rata berusia 11 – 25 tahun yang berarti dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki masa-masaproduktif dan sangat berprospek bagi Perseroan. Usia Tanam (tahun) Jumlah (Ha)Tanaman Belum Menghasilkan (Immature Plant)1-5 4.999,21Tanaman Menghasilkan (Mature Plant)6-10 675,4111-20 1.352,4420-25 1.943,56>25 384,16Jumlah 9.354,78Umur ekonomis dari tanaman kelapa sawit pada umumnya adalah 25 tahun. Kelapa sawit pertama kalimulai menghasilkan pada tahun keempat setelah ditanam, yang merupakan saat di mana Perseroanmulai memanen kelapa sawitnya. Namun, ketika masa panen dimulai, tingkat produksi TBS per hektardari kelapa sawit yang baru menghasilkan pada umumnya relatif rendah. Tingkat produksi TBS per hektardari kelapa sawit muda adalah sekitar 6 (enam) hingga 13 (tiga belas) ton TBS per hektar. Ketika tingkatkematangan pohon kelapa sawit bertambah, tingkat produksi TBS per hektar meningkat, pada umumnyamencapai puncak produksi sekitar 23 hingga 27 ton TBS per hektar ketika kelapa sawit menjadi puncakproduktivitas, yaitu saat mencapai umur 8 hingga 20 tahun. Tingkat produksi TBS per hektar kelapa sawitpada umumnya mulai menurun setelah tahun ke-21, yakni mencapai 16 sampai 19 ton TBS per hektar.Replanting rate Perseroan adalah 4% per tahun. 23
  • Tabel berikut menyajikan profil umur kelapa sawit Perseroan per tanggal 31 Desember 2010.Usia Tanam JumlahKebun Inti 0 - 3 tahun 11.320,93 4 - 7 tahun 2.146,12 8 - 17 tahun 2.272,58Kebun Plasma 0 - 3 tahun 3.193,00Jumlah 18.932,63Untuk tanaman karet, persentase tanaman belum menghasilkan dari seluruh area perkebunan karettertanam Perseroan adalah 56,42%, 50,90%, dan 46,56% masing-masing pada tahun 2008, 2009 dan2010, sedangkan persentase kelapa sawit yang belum menghasilkan dari keseluruhan area perkebunankelapa sawit yang telah tertanam milik Perseroan pada tahun 2008, 2009 dan 2010 adalah 65,67%,74,32% dan 71,93%.Saat ini perkebunan memiliki persentase Tanaman Belum Menghasilkan yang tinggi, umumnya lebihdari 50% dari keseluruhan luas lahan perkebunan tertanam. Perseroan percaya bahwa prospek usahadi masa depan akan sangat baik oleh karena meningkatnya produktivitas tanaman Perseroan seiringdengan bertambahnya profil umur tanaman yang menghasilkan.Produktivitas Per Hektar PerkebunanProduktivitas tanaman Perseroan dapat diukur berdasarkan jumlah produksi dari luas tanamanmenghasilkan yang dimiliki Perseroan, karena hal tersebut mengindikasikan jumlah bahan olah karetdan CPO yang dihasilkan dari setiap hektar lahan perkebunan Perseroan. Tabel berikut menampilkandata produksi tertentu, termasuk tingkat produksi karet, TBS, dan CPO per hektar untuk setiap periodeyang disajikan: Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Perkebunan Karet 2008 2009 2010Produksi bahan olah karet (ton) 6.071 6.444 6.325Produksi bahan olah karet (ton/ha) 1,40 1,48 1,45 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Perkebunan Kelapa Sawit 2008 2009 2010Produksi TBS (ton) 39.814 64.395 67.897Tingkat produksi (ton/ha) 12,71 17,30 15,36Produksi CPO (ton) 4.726 30.634 19.092Kernel (ton) 910 6.027 4.018 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Perkebunan Kopi 2008 2009 2010Produksi kopi (ton) 550 262 353Tingkat produksi (ton/ha) 0,51 0,25 0,65 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Perkebunan Teh 2008 2009 2010Produksi teh (ton) 4.291 4.158 4.318Tingkat produksi (ton/ha) 7,30 8,25 8,56Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat produksi per hektar antara lain:• Komposisi umur tanaman karet dan kelapa sawit.• Jenis tanaman atau klon yang digunakan;• Sistem budidaya dan eksploitasi yang baik, yaitu penerapan yang disiplin atas praktik agronomi dan pertanian yang baik dan metode manajemen terbaik bagi manajemen perkebunan, termasuk penggunaan pupuk khusus dan berkualitas tinggi secara efisien, teknik pemangkasan progresif dan metode panen yang efisien; 24
  • • Kondisi cuaca dan pasokan air;• Populasi tanaman per hektar;• Hama atau penyakit.Tingkat produksi perkebunan karet Perseroan dapat mempengaruhi hasil kegiatan usaha Perseroansecara signifikan. Untuk perkebunan karet, produktivitas per hektar bahan olah karet menurun 1,52%dari 1.475 kg/ha pada tahun 2009 menjadi 1.452 kg/ha pada tahun 2010. Perkebunan yang meningkatproduktivitasnya pada tahun 2010 adalah Perkebunan Kaliminggir di mana produksinya meningkat dari1,526 ton per hektar menjadi 1,720 ton per hektar pada tahun 2010. Selain itu, Perkebunan Durjo barusaja menghasilkan bahan olah karet sebanyak 8,9 ton dari total lahan seluas 5 hektar.Produksi karet pada tahun 2010 mengalami sedikit penurunan karena curah hujan yang tinggi terjadisepanjang tahun sehingga menyebabkan jumlah hari kerja pengambilan produksi lebih sedikit. Untuktanaman kelapa sawit, pada tahun 2009 Perseroan mengalami curah hujan yang rendah sehinggamengalami defisiensi air pada pembungaan yang berdampak pada produktivitas TBS lebih rendah padatahun 2010.Saat ini produktivitas kelapa sawit per hektar adalah 15,36 ton per hektar. Tingkat produktivitas kelapa sawitmasih akan terus meningkat karena pada tahun 2010, banyak tanaman muda yang produktivitasnya masihrendah. Namun demikian, produktivitas kelapa sawit akan terus meningkat seiring dengan bertambahnyaareal tanaman menghasilkan dan bertumbuhnya umur tanaman dalam kurun waktu ke depannya.Perseroan yakin bahwa peningkatan tingkat produksi per hektar akan menurunkan biaya produksisehingga meningkatkan laba Perseroan.Efisiensi Pengelolaan Pabrik PerseroanSaat ini Perseroan mengoperasikan sebuah pabrik pengolahan minyak sawit yang terletak di PerkebunanKintap dan pabrik pengolahan karet di Perkebunan Bayah, Tugu/Cimenteng, Ciseru/Cipari, Kaliminggir,Biting, Tugusari, Corah Mas, Cilaki. Berikut adalah kapasitas pengolahan perkebunan minyak sawit dankaret dari periode tahun 2008-2010: (dalam kg/jam) Fasilitas Produksi Lokasi Produk 2008 2009 2010Pabrik CPO Kintap TBS 45.000,00 45.000,00 45.000,00Pabrik pengolahan karet Tugu/Cimenteng SIR 1.500,00 1.500,00 1.500,00 Ciseru/Cipari SIR 1.500,00 1.500,00 1.500,00 (dalam kg/hari) Fasilitas Produksi Lokasi Produk 2008 2009 2010Pabrik pengolahan karet Bayah RSS 4.000,00 4.000,00 4.000,00 Kaliminggir RSS 2.500,00 2.500,00 2.500,00 Biting RSS 2.000,00 2.000,00 2.000,00 Tugusari RSS 3.000,00 3.000,00 3.000,00 Corah Mas RSS 1.500,00 1.500,00 1.500,00 Cilaki RSS 500,00 500,00 500,00Kemampuan Perseroan untuk mengelola kapasitas pengolahan dengan baik dapat mempengaruhi hasilkegiatan operasi. Kekurangan kapasitas selama periode pengolahan bahan olah karet dan TBS yangtinggi pada perkebunan Perseroan dapat menyebabkan hilangnya potensi pendapatan karena Perseroantidak memenuhi kapasitas karet dan CPO yang dihasilkan dan Perseroan harus membeli kekuranganbahan olah karet dan TBS dari pihak ketiga. Hal ini terjadi karena profil tanaman Perseroan yang masihmuda dan belum mencapai usia produktif. 25
  • Beberapa beban pabrik merupakan beban tetap bagi Perseroan karena harus dibayar tanpamemperhitungkan jumlah bahan olah karet dan TBS yang diproses. Produksi karet dan CPO yang diolahsesuai dengan kapasitas pengelolaan di pabrik pengolahan menyebabkan beban tetap ini terbagi padavolume produksi yang lebih besar sehingga akan meningkatkan keuntungan Perseroan.Untuk memastikan bahwa Perseroan memiliki kapasitas yang cukup di pabrik pengolahan, kebijakanPerseroan pada umumnya adalah memiliki kapasitas pengolahan yang cukup untuk mengolah seluruhhasil panen yang diharapkan pada puncak produksi setiap tahunnya. Profil tanaman kelapa sawit yangbelum memasuki masa produktif mengakibtkan kapasitas pabrik CPO disesuaikan produksinya untukperiode tertentu pada suatu tahun, namun hal ini tidak terjadi pada pabrik karet di mana umumnya seluruhpabrik memproduksi sesuai dengan kapasitas.Biaya Bahan Baku Utama, Tenaga Kerja serta TBS dan Lump/Slab yang Dibeli Dari Pihak KetigaBeban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari biaya pupuk, tenaga kerja, dan TBS yang dibelidari pihak ketiga.Pupuk. Pupuk utama yang digunakan Perseroan yaitu urea, muriate of potash (MOP), kieserit, dan rockphosphate (RP). Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, penggunaan pupuk adalahsebesar Rp 17.479 juta atau sebesar 15,99% dari biaya bahan baku. Urea dibeli dari dalam negeri,meskipun harga urea ditetapkan oleh Pemerintah, namun secara historis harga urea berfluktuasi sesuaidengan harga internasional. MOP yang digunakan oleh Perseroan terutama diimpor dari Kanada danRusia. Sedangkan RP diimpor dari Mesir. Pupuk ini diimpor dari pemasok yang memiliki reputasi baikserta digunakan di kebun sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan oleh para ahli.Perseroan akan memilih distributor pupuk yang memenuhi kualifikasi Perseroan dengan menganalisissampel pupuk, kemudian distributor akan mengajukan harga penawaran ke Perseroan. Perseroan akanmemilih distributor dengan harga dan kualitas yang paling kompetitif. Tender pupuk umumnya dilakukandua kali setahun, yaitu pada semester pertama pada bulan Januari dan Februari, dan semester keduapada bulan Agustus hingga September.Tenaga Kerja. Kompensasi untuk karyawan Perseroan yang bekerja pada perkebunan dan pabrikpengolahan terbagi atas dua macam, yaitu upah langsung dan biaya produksi tidak langsung berupabiaya pegawai. Beban tenaga kerja tersebut mencapai Rp38.995 juta, Rp39.702 juta, dan Rp44.884juta untuk masing-masing tahun 2008, 2009 dan 2010, dan masing-masing merupakan 21,44%,16,22%dan 19,42% dari beban pokok penjualan selama periode tersebut. Biaya produksi tidak langsung untukbiaya pegawai sebesar Rp11.142 juta, Rp11.759 juta, dan Rp11.048 juta, untuk masing-masing tahun2008, 2009, dan 2010. Meningkatnya beban tenaga kerja mencerminkan inflasi serta kenaikan upahminimum regional pada umumnya di Indonesia, serta peningkatan tenaga kerja Perseroan seiring denganberkembangnya perkebunan Perseroan.Bahan olah karet dan TBS yang dibeli dari pihak ketiga. Perseroan membeli bahan olah karet dan TBSdari pihak ketiga yang memiliki standar kualitas yang dapat diterima dan pada umumnya melakukan halini pada tingkat harga di mana Perseroan masih mendapatkan keuntungan. Tabel berikut menyajikanjumlah bahan olah karet dan TBS yang dibeli Perseroan dari pihak ketiga, persentase bahan olah karetdan TBS dari pihak ketiga yang diproses oleh Perseroan, harga rata-rata bahan olah karet dan TBS dantotal beban pembelian pada periode yang disajikan di bawah ini. 26
  • Untuk tahun-tahun yang berakhir Perkebunan Karet pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010Bahan olah karet yang dibeli dari pihak ketiga (kg) 2.731.322 1.786.166 2.238.706Persentase bahan olah karet yang dibeli dari pihak ketigadibandingkan total bahan olah karet yang diproses 31,03% 21,70% 26,14%Harga rata-rata bahan olah karet yang dibeli dari pihak ketiga (Rp/kg) 22.118 16.620 24.410Jumlah biaya pembelian bahan olah karet yang dibeli dari pihakketiga (Rp juta) 60.413 29.685 54.646 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 2009 2010TBS yang dibeli dari pihak ketiga (ton) 13.227.750 76.590.400 24.472.050Persentase TBS yang dibeli dari pihak ketiga dibandingkan totalTBS yang diproses 24,94% 54,33% 26,49%Harga rata-rata TBS yang dibeli dari pihak ketiga (Rp/ton) 698 1.037 1.318Biaya pembelian TBS yang dibeli dari pihak ketiga (Rp juta) 9.239 79.462 32.258Faktor Iklim yang Mempengaruhi Produktivitas TanamanProduktivitas tanaman perkebunan sangat terpengaruh oleh kondisi cuaca dan iklim yang terjadi.Umumnya sekitar lima tahun sekali terjadi perubahan iklim yang dinamai La Nina. Saat pengaruh LaNina muncul, suhu muka laut di barat wilayah khatulistiwa Pasifik mendingin yang menimbulkan tekananudara yang tinggi. Sebaliknya, Indonesia yang berada di timur Pasifik mengalami tekanan udara yangrendah akibat menghangatnya suhu muka laut di sekitarnya. Pada tahun 2010, gejala La Nina terjadimenyebabkan volume produksi karet menurun karena jumlah hari sadap lebih rendah, namun sebaliknyaakan meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. Dampak positif dari gejala La Nina adalahproduktivitas tanaman yang menurun mengakibatkan meningkatnya harga pasar dari karet, namunsebaliknya akan menurunkan harga pasar dari kelapa sawit. Peningkatan penjualan karet sebesar 61,57%dari Rp 152.927 juta pada tahun 2009 menjadi Rp247.087 juta pada tahun 2010 terutama disebabkanoleh meningkatnya harga komoditas karet tersebut.Perubahan iklim El Nino terjadi pada saat suhu muka laut meningkat, maka akan terjadi penurunan jumlahcurah hujan yang jatuh di atas wilayah Indonesia, terutama saat anomali suhu muka laut mencapai 3,0-5derajat Celcius. Di sisi lain, karena pertambahan jumlah penduduk, aktivitas, dan kebutuhan terhadapberbagai sumber daya alam seperti kayu, bahan bakar, minyak, dan sebagainya, akan berpengaruhterhadap peningkatan suhu udara. Hal ini dikenal dengan efek rumah kaca sebagai akibat peningkatankarbon dioksida di atmosfer (troposfer). Saat El Nino terjadi, produktivitas karet dan kelapa sawit menurun,yang menyebabkan harga CPO dan karet meningkat.Kelapa sawit pada umumnya menghasilkan buah sepanjang tahun tanpa terlalu tergantung cuaca.Sebagai contoh, periode musim kemarau yang berkepanjangan dapat menyebabkan tanaman kelapasawit menghasilkan lebih sedikitnya bunga yang akan tumbuh menjadi TBS sehingga mengakibatkanmenurunnya hasil panen TBS. Perseroan telah mengalami perubahan cuaca yang tidak pasti dan bergantipola musim, seperti musim hujan dan kemarau yang berkepanjangan yang telah menyebabkan produksiTBS Perseroan tidak terdistribusi secara merata.Jumlah Hutang PerseroanPerseroan memiliki total hutang Rp387.918 juta, Rp527.522 juta, 658.357 juta pada masing-masingtahun 2008, 2009, dan 2010. Sejumlah hutang yang signifikan berasal dari kredit modal kerja ekspordari Indonesia Eximbank sebesar Rp50.000 juta, Kredit Investasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untukpengembangan kebun serta pabrik karet dan minyak kelapa sawit sebesar Rp266.185 juta, KreditInvestasi dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp118.885 juta, Kredit Modal Kerjadari JP Morgan International Bank sebesar Rp35.964 juta, dan Kredit Investasi dari PT Bank PermataTbk sebesar Rp35.000 juta. 27
  • Kebijakan Akuntansi PentingPenyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum diIndonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah asetdan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporankeuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapatberbeda dengan jumlah yang diestimasi.Estimasi dan asumsi yang digunakan tersebut ditelaah kembali secara terus-menerus. Revisi atas estimasiakuntansi diakui dalam periode yang sama pada saat terjadinya revisi estimasi atau pada periode masadepan yang terkena dampak.Aset TetapAset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan. Penyusutan dihitung, kecuali untuk tanah yang tidakdisusutkan, dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masamanfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut: Aset Tetap TahunBangunan, jembatan dan jalan 8 – 20Mesin dan peralatan 5–8Kendaraan 4–5Perlengkapan kantor 5 – 10Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruhdari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang“Akuntansi Tanah”, biaya-biaya sehubungan dengan perolehan hak atas tanah ditangguhkan dan disajikanterpisah dari perolehan tanah. Biaya-biaya tertentu yang terdiri atas biaya legal, biaya notaris, biayapajak dan biaya lainnya, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umurekonomis tanah, mana yang lebih pendek.PSAK No. 48 mengenai “Penurunan Nilai Aset” mensyaratkan manajemen Perusahaan untuk menelaahnilai aset untuk setiap penurunan dan penghapusan ke nilai wajar jika keadaan menunjukkan bahwa nilaitercatat tidak bisa diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan kerugian penurunan nilai diakui apabilaterdapat indikasi bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai asetdiakui sebagai beban (pendapatan) pada laba rugi konsolidasi tahun berjalan.Tanaman PerkebunanTanaman perkebunan merupakan tanaman produksi yang dibedakan menjadi tanaman belum menghasilkandan tanaman menghasilkan. Tanaman belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan yangmeliputi akumulasi biaya persiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan dan pemeliharaan, alokasi biayatidak langsung berdasarkan luas hektar yang dikapitalisasi, termasuk pula kapitalisasi biaya pinjaman danbiaya tidak langsung lainnya sampai dengan saat tanaman yang bersangkutan dinyatakan menghasilkan.Tanaman belum menghasilkan tidak disusutkan. Tanaman belum menghasilkan direklasifikasi menjaditanaman menghasilkan pada saat tanaman dianggap sudah menghasilkan. Tanaman perkebunandinyatakan telah menghasilkan bila sudah berumur: Tanaman Perkebunan TahunKelapa sawit 4Karet 5–6Kopi 4–5Teh 4–5Kakao 4–5 28
  • Tanaman menghasilkan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiranmasa manfaat selama 16 tahun. Pada tanggal 1 Januari 2009, manajemen mengubah estimasi masamanfaat tanaman menghasilkan dari 16 tahun menjadi 25 tahun karena berdasarkan evaluasi manajementanaman menghasilkan dapat berproduksi secara ekonomis sampai dengan 25 tahun. Perubahan estimasitersebut berlaku prospektif.Penurunan Nilai Aset KeuanganPada setiap tanggal neraca, Perseroan dan anak perusahaan menelaah apakah suatu aset keuanganatau kelompok aset keuangan telah mengalami penurunan nilai.Suatu aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai jika dan hanya jika,terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai sebagai akibat dari satu atau lebih kejadian yang timbulsetelah pengukuran awal dari suatu aset (suatu kejadian yang merugikan) dan kejadian kerugian tersebuttelah mempengaruhi estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuanganyang dapat diestimasi dengan andal. Bukti mengenai penurunan nilai meliputi indikasi bahwa peminjamatau kelompok peminjam mengalami kesulitan keuangan secara signifikan, gagal dalam melakukanpembayaran bunga atau pokok, kemungkinan akan mengalami kebangkrutan atau reorganisasi keuanganlainnya dan terdapat hasil observasi data yang mengindikasikan terdapat penurunan nilai pada estimasiarus kas masa depan, seperti perubahan kondisi ekonomi yang berhubungan dengan gagal bayar.Imbalan KerjaImbalan Pasca KerjaPerseroan dan anak perusahaan memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuaiperaturan Perseroan dan anak perusahaan. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perseroandan anak perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini.Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungandan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalanpasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari parapekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadihak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama perioderata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasca kerja di neraca konsolidasi merupakan nilai kinikewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, danbiaya jasa lalu yang belum diakui.Imbalan Kerja Jangka Panjang lainnyaPerseroan dan anak perusahaan memberikan program imbalan kerja jangka panjang lainnya dalambentuk penghargaan masa kerja untuk karyawan yang telah mencapai masa kerja tertentu.Perhitungan imbalan kerja jangka panjang lainnya menggunakan metode Projected Unit Credit.Keuntungan dan kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu langsung diakui. Jumlah yang diakui sebagaikewajiban untuk imbalan kerja jangka panjang lainnya di neraca konsolidasi merupakan nilai kini kewajibanimbalan kerja jangka panjang disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui,dan biaya jasa lalu yang belum diakui. 29
  • Perubahan Kebijakan Akuntansi PentingEfektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut:(1) PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”, yang berisi persyaratan pengungkapan instrumen keuangan dan kriteria informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan pengungkapan diterapkan berdasarkan klasifikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, yakni aset keuangan, kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian bunga, dividen, keuntungan dan kerugian yang terkait; dan situasi tertentu dimana saling hapus aset dan kewajiban keuangan diizinkan. PSAK ini juga mewajibkan pengungkapan atas, antara lain, informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan. Standar ini menggantikan PSAK 50 “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”.(2) PSAK 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, yang menetapkan dasar-dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan kontrak-kontrak pembelian atau penjualan instrumen non-keuangan. PSAK ini menjelaskan di antaranya definisi derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penentuan kriteria lindung nilai. Standar ini menggantikan PSAK 55 (Revisi 1999) “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Lindung Nilai”.Pengungkapan yang memerlukan standar-standar tersebut termasuk dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi. Penerapan PSAK tersebut telah diberlakukan secara prospektif.Bagian Utama Laporan Laba RugiPendapatan UsahaPendapatan usaha terdiri dari penjualan bersih karet, kopi, minyak dan biji sawit, teh, kopi, kakao danlain-lain. Tabel berikut ini menunjukkan pendapatan usaha dari masing-masing produk dan masing-masingpendapatan tersebut juga disajikan secara persentase dari total pendapatan usaha. (dalam jutaan Rupiah kecuali persentase) Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Karet 247.088 59,76 152.927 41,36 220.241 73,04Kopi 4.926 1,19 9.198 2,49 7.494 2,49TBS - - 46.550 15,44Minyak dan biji sawit 151.907 36,74 195.993 53,01 19.036 6,31Teh 5.809 1,40 5.297 1,43 6.151 2,04Kakao 392 0,09 859 0,23 571 0,19Lain-lain 3.311 0,80 5.429 1,46 1.498 0,50Total 413.432 100,0 369.703 100,0 301.541 100,0Beban Pokok PenjualanBeban pokok penjualan terutama terdiri dari beban bahan baku yang digunakan, upah langsung, biayaproduksi tidak langsung, dan persediaan barang jadi.Beban bahan baku yang digunakan terutama terdiri dari beban pembelian TBS, Lump/Slab, pupukdan bahan kimia dari pihak ketiga. Upah langsung terdiri dari beban kompensasi bagi pekerja yangmelakukan aktivitas pemeliharaan di perkebunan Perseroan. Biaya produksi tidak langsung terdiri daribeban penyusutan dan amortisasi, beban perbaikan dan pemeliharaan, beban pegawai, beban imbalankerja, beban bahan pembantu seperti pupuk, beban pengangkutan, beban umum kebun dan lain-lain.Persediaan barang jadi dihitung dari persediaaan awal tahun dikurangi dengan pemakaian sendiri danpersediaan akhir tahun. 30
  • Tabel berikut menyajikan beban pokok penjualan untuk periode yang tertera, dengan rincian dari setiapitem yang disajikan dalam persentase dari total beban pokok penjualan: (dalam jutaan Rupiah kecuali persentase) Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Bahan baku yang digunakan 109.337 47,30 131.336 53,65 91.689 50,42Upah langsung 44.884 19,42 39.702 16,22 38.995 21,44Biaya produksi tidak langsung : Penyusutan dan amortisasi 23.993 10,38 20.335 8,31 17.503 9,63 Perbaikan dan pemeliharaan 12.302 5,32 10.444 4,27 11.419 6,30 Pegawai 11.048 4,78 11.759 4,80 11.142 6,13 Imbalan kerja 7.778 3,36 5.162 2,11 5.802 3,19 Bahan pembantu 4.022 1,74 2.696 1,10 5.600 3,08 Pengangkutan 2.771 1,20 2.632 1,08 2.923 1,61 Lain-lain 17.923 7,75 13.411 5,48 10.256 5,64Jumlah beban produksi 234.058 101,25 237.477 97,00 195.359 107,43Persediaan barang jadi : Awal tahun 13.777 5,96 21.116 8,63 9.545 5,25 Pemakaian sendiri - - - - (1.946) -1,07 Akhir tahun (16.665) 7,21 (13.777) 5,63 (21.116) 11,61Jumlah 231.170 100,0 244.816 100,0 181.842 100,0Beban UsahaBeban usaha meliputi beban penjualan dan beban umum dan administrasi, seperti diuraikan dalam tabeldi bawah ini dan disajikan dalam persentase terhadap jumlah beban usaha: (dalam jutaan Rupiah kecuali persentase) Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Penjualan 4.102 12,48 5.459 16,33 1.622 5,98Umum dan administrasi 28.771 87,52 27.967 83,67 25.508 94,02Total 32.873 100,0 33.426 100,0 27.130 100,0Beban PenjualanBeban penjualan terutama terdiri dari biaya pengiriman produk Perseroan.Beban Umum dan AdministrasiBeban umum dan administrasi Perseroan terutama terdiri dari beban gaji, upah dan tunjangan, jasaprofesional, jasa manajemen, kerugian penghapusan uang muka pembelian aset tetap, perjalanandinas, sewa, imbalan kerja, keperluan kantor, penyusutan, perbaikan dan pemeliharaan serta pelatihan.Beban Lain-lainBeban lain-lain terutama merupakan beban bunga atas hutang bank, hutang bank jangka panjang danhutang sewa pembiayaan serta kerugian kurs mata uang asing.Penghasilan Lain-lainPenghasilan lain-lain terdiri dari penjualan produk sampingan yang merupakan penjualan cangkangsawit dan kayu tanaman perkebunan. 31
  • Amortisasi goodwill negatif adalah penghasilan lain-lain dari amortisasi selama 20 tahun yang timbul dariselisih antara biaya perolehan anak perusahaan dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh melaluipeningkatan modal disetorpada anak perusahaan.Pemulihan penurunan nilai investasi saham pada PT Bank Ina Perdana yang disebabkan pada saatkrisis ekonomi melanda Indonesia, Perseroan telah menyisihkan nilai investasinya pada bank tersebutsehingga pada saat ekonomi membaik nilai investasi tersebut dipulihkan kembali sampai dengan hargaperolehan semula.Penghasilan lain-lain termasuk juga keuntungan kurs mata uang asing.Beban pajakBeban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dankewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuankomersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang,seperti nilai terbawa atas saldo rugi fiskal yang belum digunakan (jika ada) juga diakui sejauh realisasiatas manfaat pajak tersebut dimungkinkan.Hak Minoritas atas laba bersih Anak PerusahaanMerupakan bagian kepemilikan minoritas atas laba (rugi) bersih Anak Perusahaan.Kondisi Keuangan Perseroana. NeracaKondisi neraca Perseroan secara ringkas dapat dilihat dalam tabel berikut, beserta pertumbuhannya: (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian 2010 2009 2008ASETAset Lancar 105.326 73.893 81.442Aset Tidak Lancar 941.563 749.350 574.211JUMLAH ASET 1.046.889 823.243 655.653KEWAJIBANKewajiban Lancar 134.593 125.919 128.817Kewajiban Tidak Lancar 523.764 401.604 259.101JUMLAH KEWAJIBAN 658.357 527.522 387.918HAK MINORITAS 43.706 31.086 58.898JUMLAH EKUITAS 344.826 264.634 208.837JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.046.889 823.243 655.653Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan31 Desember 2009AsetAset lancarAset lancar Perseroan tercatat sebesar Rp105.326 juta pada akhir tahun 2010, mengalami kenaikansebesar Rp31.433 juta atau 42,54% dibandingkan dengan akhir tahun 2009. Kenaikan terbesar terjadipada kas sebesar Rp 13.955 juta, besarnya kenaikan ini terjadi karena penerimaan kas dari pelanggandan sisa perolehan dari hutang bank jangka panjang yang belum digunakan.Pos lain yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah piutang usaha, yaitu dari Rp8.734 juta padaakhir tahun 2009 menjadi Rp16.315 juta di akhir tahun 2010, atau meningkat 86,81% yang terjadi karenakenaikan nilai penjualan. 32
  • Aset tidak lancarAset tidak lancar Perseroan meningkat sebesar Rp192.213 juta, atau 25,65%, dari Rp749.350 jutapada akhir tahun 2009 menjadi Rp941.563 juta pada akhir tahun 2010. Kenaikan pada aset tidak lancarPerseroan terutama disebabkan oleh kenaikan pada tanaman belum menghasilkan di mana terjadikenaikan sebesar Rp135.799 juta dari Rp372.126 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp507.925 jutapada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh investasi Perseroan pada tanaman belum menghasilkan.Selain itu, terjadi kenaikan uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp14.816 juta, atau 4.673,82%, dariRp317 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp15.133 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan olehkenaikan uang muka pembelian tanah di AW dan BP. Aset tetap – bersih mengalami kenaikan Rp26.724juta, atau 14,79% dari Rp180.749 juta pada tahun 2009 menjadi Rp207.473 juta pada tahun 2010 yangdisebabkan oleh investasi pada tanah, bangunan, jembatan, dan jalan pada Anak Perusahaan.KewajibanKewajiban lancarPada tahun 2010, Perseroan mencatat kewajiban lancar sebesar Rp134.593 juta atau naik Rp8.674juta, atau 6,88% dibandingkan tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp125.919 juta. Peningkatan terbesardisumbang oleh peningkatan hutang pajak sebesar Rp9.142 juta atau meningkat sebesar 166.94% dariRp5.476 juta pada tahun 2009 menjadi Rp 14.618 juta pada tahun 2010 yang berkaitan dengan kenaikanlaba perusahaan dan anak perusahaan.Terdapat peningkatan hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun dari Rp23.819 jutapada akhir tahun 2009 menjadi Rp32.558 juta pada akhir tahun 2010 terutama karena peningkatanhutang bank jangka panjang dan hutang sewa pembiayaan kendaraan dan alat berat yang jatuh tempodalam satu tahun.Kewajiban tidak lancarPada sisi kewajiban tidak lancar, tercatat adanya kenaikan sebesar Rp122.160 juta, atau 30,42%, dariRp401.604 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp523.764 juta pada akhir tahun 2010. Kenaikan nominalutama terjadi pada hutang bank jangka panjang yang meningkat sebesar Rp99.939 juta, atau 30,66%,dari Rp325.938 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp425.877 juta pada akhir tahun 2010 yang terutamadisebabkan oleh penambahan kredit investasi dari Bank Negara Indonesia sebesar Rp73.084 juta danBank Permata sebesar Rp20.000 juta.EkuitasEkuitas Perseroan per 31 Desember 2010 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,yaitu sebesar Rp80.192 juta atau sebesar 30,30%, dari Rp264.634 juta pada akhir tahun 2009 menjadiRp344.826 juta pada akhir tahun 2010 yang terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba ditahansebesar Rp80.114 juta, atau 61,87%, dari Rp129.484 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp209.598juta pada akhir tahun 2010 dan tambahan setoran modal Perseroan sebesar Rp78 juta.Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan31 Desember 2008AsetAset lancarAset lancar Perseroan pada akhir tahun 2009 tercatat sebesar Rp73.893 juta, mengalami penurunansebesar Rp7.549 juta, atau 9,27% dibandingkan dengan Rp81.442 pada akhir tahun 2008. Penurunanterbesar terjadi pada persediaan sebesar Rp9.476 juta, atau 29,15%, dari Rp32.503 juta di akhir tahun2008 menjadi Rp23.027 juta pada akhir tahun 2009. Penurunan ini terutama terjadi karena penurunanjumlah persediaan karet dan kopi. 33
  • Pos lain yang mengalami penurunan cukup signifikan antara lain uang muka dan biaya dibayar di muka,yaitu dari Rp5.946 juta pada tahun 2008 menjadi Rp2.714 juta di akhir tahun 2009, menurun Rp3.232 juta,atau 54,36%, disebabkan oleh meningkatnya realisasi pembelian bahan pembantu yang menggunakanuang muka selama tahun 2009.Piutang lain-lain meningkat sebesar Rp3.385 juta, atau 85,20% dari Rp3.973 juta pada akhir tahun2008 menjadi Rp7.358 juta pada akhir tahun 2009 yang disebabkan meningkatnya pinjaman karyawankepada Perseroan.Aset tidak lancarAset tidak lancar Perseroan meningkat sebesar Rp175.139 juta, atau 30,50%, dari Rp574.211 jutapada tahun 2008 menjadi Rp749.350 juta pada tahun 2009. Kenaikan pada aset tidak lancar Perseroanterutama disebabkan oleh kenaikan pada tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan,masing-masing sebesar Rp49.072 juta dan Rp102.541 juta. Hal ini terjadi karena investasi di tanamanbelum menghasilkan dan reklasifikasi tanaman belum menghasilkan menjadi tanaman menghasilkan.Kenaikan lainnya juga terjadi pada piutang pihak hubungan istimewa di mana terjadi kenaikan sebesarRp5.739 juta, atau 55,14%, dari Rp10.408 juta pada tahun 2008 menjadi Rp16.147 juta pada tahun 2009yang terjadi karena peningkatan pinjaman kepada PT Aji Lebur Seketi sebesar Rp419 juta, PT ReksoSempurno Moro Joyo sebesar Rp6.775 juta, dan PT Toraja Agra Wattie sebesar Rp787 juta. Di sampingitu pada tahun 2009 PT Sinar Kasih Abadi membayar sebagian dari pinjamannya sebesar Rp1.413 juta.KewajibanKewajiban LancarPada tahun 2009, Perseroan mencatat kewajiban lancar sebesar Rp125.919 juta atau menurun 2,25%dibandingkan tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp128.817 juta.Terdapat penurunan hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp7.891 jutadari Rp31.710 juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.819 juta pada tahun 2009 terutama karena penurunanhutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun kepada Bank Mandiri dan JPMorgan.Hutang usaha pada tahun 2009 naik sebesar Rp5.994 juta dari Rp15.347 juta pada tahun 2008 menjadiRp21.341 juta pada tahun 2009 disebabkan oleh terjadinya kenaikan utang usaha pada pemasok TBS.Kewajiban Tidak LancarTerjadi kenaikan kewajiban tidak lancar sebesar Rp142.503 juta atau 55,00% dari Rp259.101 juta padaakhir tahun 2008 menjadi Rp401.604 juta pada akhir tahun 2009.Kenaikan terutama terjadi pada hutang bank jangka panjang yang meningkat sebesar Rp94.901 juta, atau41,08%, dari Rp231.037 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp325.938 juta pada akhir tahun 2009 yangdisebabkan oleh bertambahnya kredit investasi pada, Bank Negara Indonesia sebesar Rp45.800 juta,Bank Mandiri Rp38.749 juta, dan Bank Permata Rp15.000 juta dan pembayaran cicilan pokok kepadaBank Mandiri dan sebagaian pinjaman kepada JP Morgan pada tahun 2009.EkuitasEkuitas Perseroan per 31 Desember 2009 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitusebesar Rp55.797 juta atau sebesar 26,72%, dari Rp208.837 juta pada tahun 2008 menjadi Rp264.634juta pada tahun 2009 yang terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba sebesar Rp43.497 juta,atau 50,59% dari Rp85.987 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp129.484 juta pada akhir tahun 2009. 34
  • b. Hasil dari kegiatan usahaTabel berikut ini menjelaskan data hasil operasional Perseroan, termasuk persentasi dari pendapatanusaha untuk periode berikut ini: (dalam jutaan Rupiah kecuali persentase) 2010 2009 2008 Keterangan (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)Penjualan Bersih 413.432 100,00 369.703 100,00 301.541 100,00Beban Pokok Penjualan 231.170 55,91 244.816 66,22 181.842 60,30Laba Kotor 182.262 44,08 124.887 33,78 119.699 39,70Beban Usaha 32.873 7,95 33.427 9,04 27.130 9,00Laba Usaha 149.389 36,13 91.461 24,74 92.569 30,70Amortisasi goodwill negatif 1.745 0,42 1.505 0,41 - -Keuntungan (kerugian) kurs mata uang asing – bersih 1.022 0,25 3.368 0,91 (7.544) -2,50Penjualan produk sampingan 3.352 0,81 1.733 0,46 666 0,22Penghasilan bunga dan jasa giro 388 0,09 396 0,11 1.066 0,35Laba (rugi) penjualan aset tetap 95 0,02 (252) (0,07) 65 (0,,02)Beban bunga (23.766) -5,75 (23.949) -6,48 (18.477) -6,13Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham - - 3.926 1,06 4.237 1,41Lain-lain – bersih 3.505 0,85 (1.623) (0,45) 989 0,33Bagian rugi perusahaan asosiasi (459) -0,11 - - - -Laba sebelum beban pajak 135.271 32,71 76.563 20,71 73.572 24,40Laba sebelum hak minoritas 100.708 24,35 53.533 14,48 50.359 16,70Hak minoritas (20.595) (4,98) (10.036) -2,71 (22.528) -7,47Laba bersih setelah pajak 80.113 19,37 43.497 11,77 27.831 9,23Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan31 Desember 2009Penjualan BersihPenjualan bersih Perseroan meningkat sebesar Rp43.729 juta atau 11,82% dimana penjualan bersihpada tahun 2009 sebesar Rp369.703 juta menjadi sebesar Rp413.432 juta pada tahun 2010. Peningkatanpenjualan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan karet sebesar 61,57% dari Rp152.927juta pada tahun 2009 menjadi Rp247.087 juta pada tahun 2010 yang disebabkan meningkatnya hargakomoditas karet dan kuantitas penjualan karet Perseroan.Sebaliknya, terjadi penurunan penjualan CPO dan palm kernel sebesar 22.49% dari Rp195.993 jutapada tahun 2009 menjadi Rp151.907 juta pada tahun 2010 yang disebabkan karena pembelian TBS daripihak ketiga yang menjadi sumber bahan baku CPO dan palm kernel Perseroan mengalami penurunansebesar 69% yang mengakibatkan produksi CPO dan palm kernel Perseroan menurun.Beban Pokok Penjualan. Beban pokok penjualan Perseroan menurun sebesar Rp13.646 juta, atau 5,57%,dari Rp244.816 juta pada tahun 2009 menjadi Rp231.170 juta pada tahun 2010. Penurunan pada bebanpokok penjualan Perseroan terutama disebabkan oleh turunnya produksi CPO yang diakibatkan olehketerbatasan bahan baku TBS. Peningkatan penjualan karet relatif tidak mempengaruhi beban pokokpenjualan karena peningkatan penjualan tersebut terutama disebabkan peningkatan harga jual.Laba Kotor. Sebagai akibat dari peningkatan pada penjualan bersih, laba kotor Perseroan meningkatsebesar Rp57,375 juta, atau 45,94%, dari Rp124.887 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2009 menjadi Rp182.262 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010yang terutama disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia.Beban Penjualan. Beban penjualan Perseroan menurun Rp1.357 juta, atau 24,85%, dari Rp5.459 jutapada tahun 2009 menjadi Rp4.102 juta pada tahun 2010, terutama disebabkan oleh biaya pengirimanproduk menurun seiring dengan menurunnya kuantitas penjualan CPO.Beban Umum dan Administrasi. Beban umum dan administrasi Perseroan naik sebesar Rp803 juta,atau 2,87%, dari Rp27.967 juta pada tahun 2009 menjadi Rp28.771 juta pada tahun 2010. Peningkatanyang terjadi pada beban umum dan administrasi terutama disebabkan oleh meningkatnya beban gaji, 35
  • upah dan tunjangan karyawan, di mana mengalami peningkatan sebesar Rp2.565 juta, atau 19,76%,dari Rp12.976 juta pada 31 Desember 2009 menjadi Rp15.541 juta pada tahun 2010 terutama sebagaiakibat dari kenaikan upah karyawan. Pada tahun 2009, terdapat kerugian penghapusan uang muka asettetap sebesar Rp3.002 Juta yang merupakan pembatalan rencana pembangunan perkebunan sawit olehAW karena izin lokasi tidak dapat ditindaklanjuti.Laba Usaha. Laba usaha Perseroan meningkat sebesar Rp57.929juta, atau 63,33%, dari Rp91.461 jutapada tahun 2009 menjadi Rp149.389 juta pada tahun 2010 disebabkan oleh peningkatan penjualan karetkarena kenaikan harga.Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih. Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih Perseroanmenurun sebesar Rp2.346 juta dari sebelumnya mengalami keuntungan sebesar Rp3.368 juta padatahun 2009 menjadi keuntungan sebesar Rp1.022 juta pada tahun 2010. Penurunan yang terjadi padakeuntungan (kerugian) mata uang asing - bersih terutama disebabkan oleh keuntungan transaksi penjualanperusahaan yang berdenominasi US$.Amortisasi goodwill negatif. Penghasilan karena amortisasi goodwill negatif meningkat sebesar Rp240juta dari Rp1.505 juta pada 31 Desember 2009 menjadi Rp1.745 juta pada 31 Desember 2010. Hal inidisebabkan oleh Pada tahun 2010 amortisasi goodwill negatif pada ABS sudah dihitung selama 1 tahunsementara pada tahun 2009 amortisasi goodwill negatif belum dilakukan karena goodwill negatif ABSbaru timbul pada akhir tahun 2009.Penghasilan Bunga. Penghasilan bunga Perseroan menurun sebesar Rp8 juta dari Rp396 juta pada31 Desember 2009 menjadi Rp388 juta pada tahun 2010. Penurunan ini disebabkan penurunan rata-ratasaldo bank yang dimiliki Perseroan.Beban Bunga. Beban bunga Perseroan menurun sebesar Rp183 juta, atau 0,76%, dari Rp23.949 juta padatahun 2009 menjadi Rp23.766 juta pada tahun 2010. Penurunan pada beban bunga terutama dikarenakanmenurunnya pokok hutang bank jangka panjang atas lahan perkebunan yang telah menghasilkan.Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham. Penurunan pemulihan kerugian penurunan nilaiinvestasi saham untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dikarenakan Perseroan telah mengalihkankepemilikan PT Bank Ina Perdana ke pihak lain. Perseroan mencatat penghasilan atas transaksi inisebesar Rp3.926 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember 2009.Lain-Lain – Bersih. Penghasilan lain-lain – bersih Perseroan dari sebelumnya per tanggal 31 Desember2009 merupakan kerugian sebesar Rp1.623juta pada tahun 2009 menjadi penghasilan sebesar Rp3.505juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan management fee atas plasma sebesarRp1.928 juta.Penghasilan (Beban) Lain-Lain – Bersih. Penghasilan (beban) lain-lain – bersih Perseroan naik sebesarRp1.238 juta atau 8,31%, dari beban sebesar Rp14.897 juta pada tahun 2009 menjadi beban sebesarRp13.659 juta pada tahun 2010.Laba Sebelum Pajak. Laba sebelum pajak perseroan meningkat sebesar Rp58.708 juta, atau 76,67%,dari Rp76.563 juta pada tahun 2009 menjadi Rp135.271 juta pada tahun 2010.Beban Pajak Kini. Beban pajak kini Perseroan meningkat sebesar Rp15.040 juta, atau 134,47%, dariRp11.184 juta pada tahun 2009 menjadi Rp26.224 juta pada tahun 2010. Kenaikan pada beban pajakterutama disebabkan oleh kenaikan laba sebelum pajak Perseroan pada tahun 2010.Manfaat (beban) Pajak Tangguhan. Manfaat (beban) Pajak Tangguhan Perseroan turun Rp3.508 juta,atau 29,61% dari Rp11.847 juta pada tahun 2009 menjadi Rp8.339 juta pada tahun 2010, terutamadisebabkan oleh penurunan pemanfaatan rugi fiskal pada anak perusahaan. 36
  • Hak minoritas atas laba bersih Anak Perusahaan. Hak minoritas atas laba bersih Anak PerusahaanPerseroan meningkat sebesar Rp10.559 juta, atau 105,21%, dari Rp10.036 juta pada tahun 2009 menjadiRp20.595 juta pada tahun 2010 yang terutama disebabkan oleh peningkatan laba bersih Anak Perusahaan.Laba bersih. Laba bersih Perseroan meningkat sebesar Rp36.617 juta, atau 84,18%, dari Rp43.497 jutapada tahun 2009 menjadi Rp80.114 juta pada tahun 2010.Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan31 Desember 2008Penjualan Bersih. Penjualan bersih Perseroan meningkat sebesar Rp68.162 juta, atau 22,60% dariRp301.541 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp369.703 jutauntuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009.Peningkatan penjualan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan minyak dan biji sawitsebesar Rp130.408 juta dari Rp65.585 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp195.993 juta pada akhirtahun 2009. Sebaliknya, terjadi penurunan penjualan karet sebesar Rp67.315 juta, atau 30,56% dariRp220.242 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp152.927 juta pada akhir tahun 2009 oleh karena hargajual komoditas karet yang turun.Beban Pokok Penjualan. Beban pokok penjualan Perseroan naik sebesar Rp62.974 juta, atau 34,63%,dari Rp181.842 juta pada tahun 2008 menjadi Rp244.816 juta pada tahun 2009, yang disebabkanterutama oleh kenaikan beban bahan baku yang digunakan yaitu kenaikan pembelian TBS dari pihakketiga sebesar Rp65.894 juta, atau 719,22%, dari Rp9.162 juta pada tahun 2008 menjadi Rp75.056 jutapada tahun 2009.Laba Kotor. Sebagai akibat dari peningkatan pada penjualan bersih, laba kotor Perseroan meningkatsebesar Rp5.188 juta, atau 4,33%, dari Rp119.699 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2008 menjadi Rp124.887 juta pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan minyak dan biji sawit sementara terjadi penurunanharga karet.Beban Penjualan. Beban penjualan Perseroan naik Rp3.837 juta, atau 236,56%, dari Rp1.622 juta padatahun 2008 menjadi Rp5.459 juta pada tahun 2009, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya pengirimanproduk CPO dikarenakan kenaikan kuantitas penjualan CPO.Beban Umum dan Administrasi. Beban umum dan administrasi Perseroan meningkat sebesar Rp2.459juta, atau 9,64%, dari Rp25.508 juta pada tahun 2008 menjadi Rp27.967 juta pada tahun 2009.Peningkatan ini terjadi terutama karena adanya kerugian penghapusan uang muka pembelian aset tetapsebesar Rp3.002 juta atas batalnya perolehan izin lokasi.Laba Usaha. Laba usaha Perseroan menurun sebesar Rp1.109 juta, atau 1,19%, dari Rp92.569 jutapada tahun 2008 menjadi Rp91.460 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh meningkatnya volumepenjualan minyak dan biji sawi, namun terjadi penurunan harga karet.Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs - Bersih. Keuntungan (kerugian) selisih kurs - bersih Perseroanmeningkat sebesar Rp10.912 juta, dari sebelumnya mengalami kerugian sebesar Rp7.544 juta pada tahun2008 menjadi keuntungan sebesar Rp3.368 juta pada tahun 2009. Kenaikan yang terjadi pada keuntungan(kerugian) mata uang asing - bersih terutama disebabkan oleh penguatan Rupiah terhadap mata uangUS$ yang mengakibatkan pendapatan selisih kurs dari hutang bank jangka panjang berdenominasi US$.Amortisasi goodwill negatif. Penghasilan karena amortisasi goodwill negatif sebesar Rp1.505 juta pada31 Desember 2009 disebabkan oleh adanya amortisasi selisih antara biaya perolehan anak perusahaanKE, PK, BL, CMK, dan PB dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh melalui peningkatan tambahanmodal disetor. 37
  • Penghasilan Bunga. Penghasilan bunga Perseroan menurun sebesar Rp670 juta, atau 62,85% dariRp1.066 juta pada 31 Desember 2008 menjadi Rp396 juta pada tahun yang berakhir 31 Desember2009. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya saldo rekening koran bank yang dimiliki Perseroan.Beban Bunga. Beban bunga Perseroan meningkat sebesar Rp5.473 juta, atau 29,62%, dari Rp18.477juta pada tahun 2008 menjadi Rp23.950 juta pada tahun 2009. Peningkatan pada beban bunga terutamadisebabkan oleh meningkatnya pokok hutang bank jangka panjang atas lahan perkebunan yang telahmenghasilkan.Pemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham. Pada tahun 2002, Perseroan menurunkan nilaiinvestasinya di Bank Ina Perdana yang disebabkan oleh kondisi bank yang kurang kondusif. Pemulihannilai investasi kepemilikan saham pada Bank Ina Perdana mulai dilakukan sejak 2008 sejalan denganmembaiknya kondisi Bank Ina Perdana yang dilakukan bertahap selama tahun 2008 dan 2009. Pengakuanpemulihan kerugian penurunan nilai investasi saham pada tahun 2009 adalah sebesar Rp3.926 juta danpada tahun 2008 adalah sebesar Rp4.237 juta.Lain-Lain – Bersih. Penghasilan lain-lain – bersih Perseroan turun dari sebelumnya per tanggal31 Desember 2008 merupakan keuntungan sebesar Rp 989juta pada tahun 2008 menjadi kerugiansebesar Rp1.623 juta pada tahun 2009 yang disebabkan antara lain oleh berkurangnya pendapatan daripemanfaatan fasilitas jalan milik Perseroan oleh pihak ketiga.Penghasilan (Beban) Lain-Lain – Bersih. Penghasilan (beban) lain-lain – bersih Perseroan naik sebesarRp4.100 juta atau 21,58%, dari beban sebesar Rp18.997 juta pada tahun 2008 menjadi beban sebesarRp14.897 juta pada tahun 2009.Laba Sebelum Pajak. Laba sebelum pajak perseroan meningkat sebesar Rp2.991 juta, atau 4,07%, dariRp73.572 juta pada tahun 2008 menjadi Rp76.563 juta pada tahun 2009.Beban Pajak Kini. Beban pajak kini Perseroan menurun sebesar Rp10.465 juta, atau 48,33%, dariRp21.649 juta pada tahun 2008 menjadi Rp11.184 juta pada tahun 2009. Penurunan pada beban pajakterutama disebabkan dampak pemanfaatan rugi fiskal pada tahun sebelumnya oleh salah satu anakperusahaan.Manfaat (beban) Pajak Tangguhan. Manfaat (beban) Pajak Tangguhan Perseroan naik 657,00%, atauRp10.282 juta, atau dari Rp1.565 juta pada tahun 2008 menjadi Rp11.847 juta pada tahun 2009, terutamadisebabkan oleh salah satu anak perusahaan mengalami rugi fiskal yang mengakibatkan anak perusahaantersebut memperoleh manfaat pajak tangguhan.Hak Minoritas Atas Laba Bersih Anak Perusahaan. Hak minoritas atas laba bersih Anak PerusahaanPerseroan menurun sebesar Rp12.493 juta, atau 55,46%, dari Rp22.528 juta pada tahun 2008 menjadiRp10.035 juta pada tahun 2009 yang terutama disebabkan oleh peningkatan setoran modal Perseroanpada beberapa anak perusahaan yang mengakibatkan penurunan persentase hak minoritas pada anakperusahaan.Laba bersih. Laba bersih Perseroan meningkat sebesar Rp15.666 juta, atau 56,29%, dari Rp27.831 jutapada tahun 2008 menjadi Rp43.497 juta pada tahun 2009.c. Laporan Arus Kas (dalam jutaan Rupiah)Uraian 31 Desember 2010 2009 2008Arus Kas Dari Aktivitas Operasi 112.724 87.142 71.371Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (186.436) (175.117) (189.766)Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan 87.667 86.180 134.253KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 13.955 (1.795) 15.858KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 24.056 25.851 9.993KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 38.011 24.056 25.851 38
  • Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dibandingkan dengan31 Desember 2009Arus kas diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan meningkat sebesar Rp25.582 juta, atau 29,36%,dari Rp87.142 juta pada tahun 2009 menjadi Rp112.724 juta pada tahun 2010. Peningkatan ini terjaditerutama disebabkan oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan dan penurunan pembayaranpajak penghasilan yang terkompensasi oleh pembayaran kas kepada pemasok, karyawan, dan lain-lainserta kenaikan pembayaran beban bunga.Penerimaan kas dari pelanggan meningkat sebesar Rp21.877 juta, atau 5,73% dari Rp381.588 jutapada akhir tahun 2009 menjadi Rp403.466 juta pada akhir tahun 2010 disebabkan oleh meningkatnyapenjualan bersih komoditas karet Perseroan. Pembayaran pajak penghasilan Perseroan menurun sebesarRp5.118 juta atau 22,44%, dari Rp22.805 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp17.687 juta pada akhirtahun 2010 terutama disebabkan oleh penurunan keuntungan fiskal tahun 2009 bila dibandingkan dengantahun 2008 yang menjadi dasar pembayaran cicilan pajak penghasilan tahun fiskal 2010.Pembayaran beban bunga Perseroan meningkat dari Rp27.246 juta pada akhir tahun 2009 menjadiRp34.076 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh naiknya bunga dari pencairan baru kreditinvestasi bank. Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan dan lain-lain meningkat Rp8.132 juta,atau 3,33%, dari Rp244.394 juta pada tahun 2009 menjadi Rp252.526 juta pada tahun 2010 terutamadisebabkan oleh kenaikan gaji, upah, dan tunjangan serta pembayaran utang kepada pihak ketiga ataspembelian bahan olah karet dan bahan pembantu.Arus Kas dari Aktivitas InvestasiArus kas digunakan untuk aktivitas investasi meningkat sebesar Rp11.319 juta, atau 6,46%, dari Rp175.117juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp186.436 juta pada akhir tahun 2010. Peningkatan ini terjadi karenakenaikan penggunaan kas untuk uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp14.816 juta pada tahun2010. Selain itu adanya kenaikan penggunaan kas untuk setoran modal dan uang muka ke perusahaanasosiasi sebesar Rp7.420 juta pada tahun 2010.Selain itu terjadi penurunan penggunaan kas untuk tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 11.092juta dari Rp129.339 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp118.247 juta pada akhir tahun 2010 yangdisebabkan oleh penurunan investasi pada tanaman belum menghasilkan.Penggunaan kas untuk penambahan bibitan menurun sebesar Rp2.892 juta, atau 26,70% dari Rp10.834juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp7.942 juta pada akhir tahun 2010 yang disebabkan oleh menurunnyainvestasi pengadaan bibit tanaman karet dan kelapa sawit.Terdapat juga penurunan perolehan dari hasil penjualan aset tetap sebesar Rp374 juta, atau 79,69%,dari Rp470 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp95,48 juta pada akhir tahun 2010 yang terjadi karenapenurunan aset tetap yang dijual pada tahun 2010.Arus Kas dari Aktivitas PendanaanTerjadi perolehan kas bersih dari aktivitas pendanaan Perseroan sepanjang tahun 2010. Perolehanmeningkat dari Rp86.180 juta pada akhir tahun 2009 menjadi Rp86.399 juta pada akhir tahun 2010,yang terutama disebabkan oleh meningkatnya perolehan kas dari plasma, meningkatnya penerimaanhutang bank bersih dan berkurangnya penerimaan setoran modal dibandingkan dengan tahun 2009.Penerimaan dari plasma meningkat sebesar Rp 10.017 juta, atau 543,05% dari pembayaran Rp1.845juta pada akhir tahun 2009 menjadi penerimaan sebesar Rp8.172 juta pada akhir tahun 2010 disebabkanoleh pencairan dana dari bank yang digunakan untuk pendanaan perkebunan plasma.Pembayaran dividen kepada pemegang saham minoritas meningkat sebesar Rp2.515 juta, atau 26,32%,dari Rp9.557 juta pada tahun 2009 menjadi Rp12.072 juta pada tahun 2010 oleh karena kenaikanpembayaran dividen kepada The Bombay Burmah Trading Corporation Ltd. karena peningkatan laba IJR. 39
  • Pada tahun 2010 dan 2009, Perseroan melakukan pembayaran dan penerimaan atas hutang bank, jumlahbersih yang diterima dari bank masing-masing sebesar Rp88.077 juta dan Rp78.700 juta.Pada tahun2010, Perseroan mendapat pinjaman dari Bank Negara Indonesia dan Bank Permata dan melakukanpembayaran pinjaman kepada Bank Ina. Pada tahun 2009, Perseroan memperoleh pinjaman dari BankMandiri, Bank Negara Indonesia dan Bank Permata dan melakukan pembayaran kepada JP MorganInternational Bank.Penjelasan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dibandingkan dengan31 Desember 2008Arus Kas dari Aktivitas OperasiArus kas diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan meningkat sebesar Rp 15.771 juta, atau 22,10%,dari Rp 71.371 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 87.142 juta pada tahun 2009. Peningkatan ini terjaditerutama disebabkan oleh naiknya penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp103.290 juta, atau 37,12%yang disebabkan oleh meningkatnya penjualan bersih dan kenaikan pembayaran kas pada pemasokTBSdan lainnya sebesar Rp75.186 juta, atau 44,43%.Pembayaran beban bunga Perseroan meningkat dari Rp19.424 juta pada akhir tahun 2008 menjadiRp27.246 juta pada akhir tahun 2009, atau sebesar 40,27%, yang disebabkan oleh naiknya bungadari kredit investasi bank. Pembayaran pajak penghasilan meningkat Rp4.511 juta, atau 24,66%, dariRp18.294 juta pada tahun 2008 menjadi Rp22.805 juta pada tahun 2009 terutama disebabkan cicilanpajak penghasilan pasal 25 pada tahun 2009 lebih besar dibandingkan dengan tahun 2008.Arus Kas dari Aktivitas InvestasiArus kas digunakan untuk aktivitas investasi menurun sebesar Rp14.649 juta, atau 7,72%, dari Rp189.766juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp175.117 juta pada akhir tahun 2009.Pada tahun 2008, Perseroan melakukan investasi pada tanaman belum menghasilkan sebesar Rp93.802juta dan pada tahun 2009 sebesar Rp129.339 juta sehingga terdapat peningkatan investasi pada tanamanbelum menghasilkan sebesar Rp35.537 juta. Terdapat penurunan penggunaan dana untuk perolehanasset tetap sebesar Rp47.345 juta, atau 56,94% dari Rp83.155 juta pada akhir tahun 2008 menjadiRp35.810 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh Perseroan telah memasuki masa penyelesaianPKS di Kalimantan pada tahun 2008. Penggunaan kas untuk penambahan bibitan menurun Rp3.388 juta,atau 23,82%, dari penggunaan kas sebesar Rp 14.222 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp10.834juta pada akhir tahun 2009 yang disebabkan oleh turunnya investasi pengadaan bibit tanaman karetdan kelapa sawit.Arus Kas dari Aktivitas PendanaanTerjadi penurunan penerimaan kas bersih dari aktivitas pendanaan Perseroan sepanjang tahun 2009dibandingkan dengan tahun 2008. Penerimaan kas bersih sebesar Rp86.180 juta pada tahun 2009 danRp134.253 juta pada akhir tahun 2008, yang terutama disebabkan oleh kas bersih yang diterima darihutang bank sebesar Rp133.956 juta pada tahun 2008 dan Rp78.700 juta pada tahun 2009.Pada tahun 2009, Perseroan menerima kas dari pihak-pihak hubungan istimewa sebesar Rp916 jutadimana pada tahun 2008 Perseroan melakukan pembayaran kepada pihak hubungan istimewa sebesarRp4.476 juta. Pembayaran dan penerimaan dari pihak hubungan istimewa tersebut berasal dari transaksirekening koran, uang muka dan biaya yang dibayar terlebih dahulu 40
  • d. Investasi Belanja Modal (Capital Expenditure) (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian 2010 2009 2008Bibitan 7.942 10.834 14.222Tanaman Belum Menghasilkan 118.247 129.339 93.802Aset tetap - - -Tanah 14.490 8.911 9.571Bangunan, Jembatan dan Jalan 12.917 11.083 3.509Mesin dan peralatan 1.970 4.141 4.099Kendaraan 738 3.023 2.323Perlengkapan kantor 519 530 1.103Aset dalam penyelesaian - - - Bangunan, Jembatan dan jalan 7.457 8.050 45.215 Mesin dan peralatan - 72 17.336Hak atas tanah 405 - -Manajemen RisikoPerseroan menyadari bahwa risiko dapat timbul dalam setiap aspek kegiatan usaha yang dijalankanoleh Perseroan dan Anak Perusahaan pada saat ini. Kegagalan Perseroan dan Anak Perusahaan dalammengantisipasi risiko yang mungkin terjadi dalam kegiatan usahanya, dapat memberikan dampak yangsangat signifikan terhadap kinerja keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan. Keteranganmengenai seluruh risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan dan Anak Peruahaan telah diungkapkandalam Prospektus pada Bab V mengenai risiko usaha.Pada saat ini, Perseroan telah mengidentifikasi dan mengelompokkan seluruh risiko yang materialterhadap kegiatan dan kinerja usaha ke dalam 3 (tiga) kelompok risiko utama, yakni risiko terkait dengankegiatan usaha Perseroan, risiko yang disebabkan oleh kondisi ekonomi, politik dan sosial Indonesia,serta risiko terkait investasi pada saham Perseroan. Dalam mengurangi dampak negatif dari risiko yangdihadapi pada saat ini, Perseroan telah menjalankan serangkaian mitigasi risiko yang telah disesuaikandengan karakter dari masing-masing risiko. Perseroan menjalankan sebuah pendekatan yang terstrukturdalam melakukan pengelolaan risiko, melalui serangkaian pengembangan strategi dan pengelolaansumber daya secara optimal sehingga diharapkan hal ini dapat mengurangi maupun mencegah risiko yangdihadapi pada saat ini untuk memberikan dampak secara material terhadap perkembangan kegiatan usahaPerseroan. Selain itu, manajemen Perseroan meyakini bahwa penerapan sebuah sistem manajemenrisiko terpadu akan dapat membantu Perseroan menjadi sebuah perusahaan yang kokoh dan tanggappada setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis Perseroan.Dalam rangka pengembangan sistem manajemen risiko, Perseroan secara berkelanjutan terusmengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko dan struktur pengendalianinternal yang terpadu dan komprehensif, sehingga dapat memberikan informasi adanya potensi risiko lebihdini dan mengambil langkah-langkah yang tepat dalam meminimalkan dampak yang akan ditimbulkandari risiko tersebut. Pada saat ini, kerangka manajemen risiko Perseroan telah dituangkan dalam setiaplingkup aktivitas usaha yang dijalankan oleh Perseroan. Untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedurtersebut telah sesuai dengan perkembangan bisnis yang ada, maka Perseroan melakukan evaluasisecara berkala sesuai dengan perubahan parameter risiko yang dihadapi.Dalam melakukan pengelolaan terhadap risiko Perseroan, Perseroan telah melakukan hal-hal sebagaiberikut :1. Membentuk Internal Audit untuk memitigasi risiko dari penggunaan seluruh sumber daya Perseroan;2. Audit Pupuk yang bertugas untuk mengawasi jumlah pengadaan pupuk, dosis pupuk per pohon, jenis pupuk yang digunakan serta aplikasinya di lapangan;3. Pengawasan secara berkala oleh masing-masing departemen terkait sesuai dengan fungsinya;4. Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan dan anak perusahaan mengelola biaya bunga melalui campuran kewajiban dengan suku bunga tetap dan variabel, dengan mengevaluasi tingkat tren pasar. Manajemen juga melakukan penilaian antara suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk mengambil pinjaman baru. 41
  • 5. Untuk meminimalkan risiko nilai tukar, perusahaan memonitor risiko konsentrasi yang terjadi untuk setiap nilai tukar mata uang asing sehubungan dengan konversi mata uang asing terhadap Rupiah.Perseroan akan membentuk Komite Audit yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatanmanajemen risiko telah dijalankan dengan baik. Komite ini diharapkan memahami setiap aspekkegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan beserta dengan risiko yang melekat di dalamnyasehingga Perseroan dapat mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnisnya,mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan penyusunan strategic management, danmengamankan sumber daya yang dimiliki.Berikut ini adalah kebijakan manajemen risiko yang telah diterapkan oleh Perseroan:- Pemilihan jenis tanaman berdasarkan zona agroklimat sehingga adaptif terhadap perubahan cuaca dan iklim dan tahan dari hama penyakit tanaman- Untuk tanaman karet, untuk menanggulangi dampak La Nina berupa berkurangnya jumlah karet yang disadap perlu digunakan teknologi rain guard untuk menyelamatkan produksi karet.- Mengadopsi standar produksi yang berlaku baik nasional maupun internasional seperti penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan dalam proses untuk mengadopsi sertifikasi ISO 9000 agar menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan permintaan pasar dengan harga yang optimum.- Perseroan telah mengasuransikan aset yang dimilikinya untuk menanggulangi dampak bencana alam dan kebakaran; dan- Perseroan juga senantiasa memperhatikan proses AMDAL dan menjalankan kegiatan corporate social responsibility, sehingga dapat mengurangi risiko yang terkait dengan lingkungan.Manajemen Perseroan memiliki komitmen yang tinggi untuk selalu menerapkan prinsip-prinsip pengelolaanrisiko berdasarkan standar dan prosedur manajemen risiko yang diterapkan dalam tubuh Perseroan.Dengan komitmen dan penerapan manajemen risiko yang baik, manajemen Perseroan memiliki keyakinanuntuk dapat terus menjaga kesinambungan usaha Perseroan dalam jangka panjang. 42
  • BAB VI. RISIKO USAHASebelum melakukan investasi pada Saham Yang Ditawarkan Perseroan, para calon investor harusmemperhatikan bahwa kegiatan usaha Perseroan akan sangat bergantung pada banyak faktor eksternalyang berada di luar pengendalian Perseroan. Sebelum memutuskan kegiatan investasi, maka para caloninvestor harus terlebih dahulu secara hati-hati dan dengan cermat mempertimbangkan berbagai risikousaha yang dijelaskan dalam Prospektus ini, serta risiko-risiko lainnya yang mungkin belum tercakup dalamProspektus ini. Semua risiko tersebut, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui, mungkin dapatmemberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja operasional, dan/atau kinerja keuanganPerseroan. Apabila hal tersebut terjadi, maka harga Saham Perseroan di pasar modal dapat menurundan para investor dapat menghadapi potensi kerugian investasi.Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan(i) Perseroan Menghadapi Risiko Pengaruh Fluktuasi Harga Komoditas InternasionalKomoditas yang diusahakan oleh Perseroan merupakan komoditas yang diperdagangkan di bursainternasional, sehingga harga jual produk Perseroan sangat bergantung pada pergerakan harga di pasarinternasional (baik CPO maupun karet, yang merupakan produk utama Perseroan) yang menjadi referensiharga jual produk Perseroan. Harga internasional CPO dan karet dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,termasuk perubahan pada:• Permintaan dan pasokan produk karet dan CPO;• Fluktuasi harga minyak mentah dunia yang merupakan bahan baku dari pembuatan karet sintetis serta harga minyak nabati lainnya, terutama minyak kedelai untuk CPO;• Tingkat produksi karet dunia dan CPO (termasuk minyak nabati lainnya) yang terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca;• Konsumsi dunia serta cadangan karet dan CPO (dan minyak nabati lainnya); dan• Perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia.Pendapatan Perseroan akan sangat tergantung pada volume dan harga jual yang diperolehnya, perubahanpada harga komoditi internasional dapat berpengaruh pada harga jual, hasil operasi, kondisi keuangan,dan prospek usaha Perseroan.(ii) Kondisi Iklim dan Alam dapat Memberikan Dampak Negatif Terhadap PerseroanKepulauan di Indonesia terletak pada salah satu daerah vulkanik yang aktif di dunia. Karena letakIndonesia berada di zona pertemuan dari tiga lempengan bumi utama, Indonesia berpotensi mengalamigempa bumi, tsunami, gelombang laut dan letusan gunung berapi.Bencana yang terjadi seperti gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan (gejala El Nino) atau peristiwa-peristiwa lainnya yang terjadi di luar kendali Perseroan selain berdampak negatif terhadap keadaanekonomi negara Indonesia pada umumnya, juga secara langsung akan berdampak negatif terhadapkegiatan usaha Perseroan.(iii) Perseroan Menghadapi Risiko dari Perubahan Peraturan yang Berkaitan dengan Perolehan, Pembaharuan dan Pengurangan Luas Lahan Hak Guna UsahaBerdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang agraria, masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU)berkisar antara 25 tahun sampai dengan 35 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu palinglama 25 tahun. Setelah perpanjangan tersebut, HGU dapat diperbaharui kembali untuk periode antara25 tahun sampai dengan 35 tahun. Perseroan selalu berusaha mematuhi semua peraturan yangberhubungan dengan kegiatan usahanya dan akan selalu mengambil langkah-langkah antisipatif yangdiperlukan untuk mendapatkan perpanjangan/pembaharuan HGU perkebunannya. Namun demikian,tidak ada kepastian bahwa Perseroan dapat memperpanjang/memperbaharui atau memperoleh HGUbaru, atau mendapat pengurangan jangka waktu maupun luas HGU-nya. Sampai dengan Prospektus iniditerbitkan, sisa masa berlaku HGU untuk perkebunan milik Perseroan berkisar antara 1,5 tahun sampaidengan 34 tahun. 43
  • (iv) Perseroan Menghadapi Risiko Adanya Pembatasan Kepemilikan Lahan PerkebunanPada tanggal 11 Agustus 2004, Pemerintah Indonesia memberlakukan UU No. 18/2004 yang mengaturantara lain sehubungan dengan tanah untuk usaha perkebunan, menteri yang berwenang dan bertanggungjawab untuk pengelolaan bidang usaha perkebunan akan mengatur luas maksimum dan minimum lahanperkebunan yang digunakan.Sebagai pelaksanaan UU No. 18/2004, pada tanggal 29 Februari 2007 telah dikeluarkan PeraturanMenteri Pertanian No. 26/Permentan/OT.140/2/2007 (“Peraturan No. 26”), yang antara lain mengaturbatas maksimum luas lahan perkebunan yang dapat diberikan kepada satu perusahaan perkebunansebagai satu badan hukum. Penentuan batas maksimum luas lahan perkebunan adalah berdasarkanjenis tanaman sebagaimana disebutkan dalam Lampiran 3 Peraturan No. 26, antara lain batas maksimumluas lahan perkebunan kelapa sawit dan karet masing-masing seluas 100.000 hektar dan 25.000 hektar,kecuali batas maksimum luas lahan perkebunan di Propinsi Papua adalah dua kali dari batas maksimumluas lahan perkebunan yang disebutkan dalam Lampiran 3 No. 26 tersebut. Pembatasan tersebut tidakberlaku bagi beberapa perusahaan perkebunan antara lain perusahaan perkebunan yang mayoritassahamnya dimiliki oleh masyarakat melalui penawaran umum.Sehubungan dengan hal tersebut di atas, mengingat maksimum luas lahan perkebunan Perseroan danmasing-masing anak perusahaannya tidak melampaui batas maksimum luas lahan perkebunan yangditentukan dalam Peraturan No. 26 serta mengingat status Perseroan sebagai perusahaan terbuka, makamasing-masing perusahaan tersebut dapat melanjutkan kegiatan usaha perkebunannya.Namun demikian, Peraturan No. 26 tidak mengatur batas maksimum luas lahan perkebunan yang dapatdimiliki oleh suatu grup perusahaan. Apabila di masa yang akan datang Menteri Pertanian memberlakukanluas maksimum lahan perkebunan bagi satu grup perusahaan, yang lebih kecil dari total luas lahanperkebunan yang dimiliki oleh Perseroan, maka tidak ada jaminan bagi Perseroan untuk terus memilikiseluruh luas lahan perkebunannya.(v) Perseroan Menghadapi Risiko Terkait PersediaanPerseroan memiliki perlindungan asuransi untuk persediaan perkebunan untuk kerusakan yang secaralangsung disebabkan oleh seluruh kerusakan yang contohnya disebabkan oleh bahaya-bahaya darimusibah alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, kebakaran, petir, banjir, angin topan, tanahlongsor, dan tsunami dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp45.930 juta. Namun, Perseroan tidakmemiliki asuransi untuk kerugian atas penghentian usaha yang melindungi tanaman kelapa sawit ataukerugian yang timbul dari penyakit atau hama, sejalan dengan prosedur standar industri. Jika Perseroanmengalami kerugian tanaman karet dan kelapa sawit atau hasil produksi yang lain di kebun yang tidakdiasuransikan, kejadian tersebut dapat berdampak negatif secara material terhadap kondisi keuanganhasil operasi dan prospek usaha Perseroan.(vi) Risiko yang Ditimbulkan oleh Fluktuasi Rupiah terhadap Mata Uang AsingKegiatan usaha Perseroan serta hasil operasional dipengaruhi oleh naik turunnya kurs Rupiah terhadapmata uang asing dikarenakan selain menjual ke pasar lokal, Perseroan juga mengekspor karet ke luarnegeri. Selama tahun 1997, Rupiah terdepresiasi sekitar 49% terhadap USD dan sekitar 42% pada tahun1998. Pada tanggal 31 Desember 1999, Rupiah menguat ke tingkat Rp7.100,-/USD namun kembalimelemah ke tingkat Rp9.595,-/USD dan Rp10.400,-/USD pada tahun 2000 dan 2001. Kurs Rupiahkembali menguat di tahun 2002 dan 2003 ke tingkat Rp8.940,-/USD dan Rp8.465,-/USD, namun padatahun 2004 dan 2005 kembali melemah ke tingkat Rp9.290,-/USD dan Rp9.830,-/USD. Kurs Rupiahkembali menguat pada tahun 2006 ke tingkat Rp9.020,-/USD dan melemah ke tingkat Rp9.419,-/USDdan Rp10.950,-/USD masing-masing pada tahun 2007 dan 2008. Rupiah kembali menguat pada tahun2009 dan 2010, masing-masing ke tingkat Rp9.400,-/USD dan Rp8.991,-/USD. (sumber: Bank Indonesia).Menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing akan menyebabkan menurunnya pendapatanPerseroan. 44
  • (vii) Perseroan Menghadapi Risiko Peningkatan Kompetisi pada Segmen UsahanyaSebagian besar produk Perseroan menghadapi kompetisi baik dari perusahaan lokal maupun internasional.Tidak dapat dipastikan bahwa kompetitor saat ini tidak akan meningkatkan kapasitas produksi ataumeningkatkan kompetisi terhadap Perseroan, atau tidak akan ada tambahan pesaing domestik maupunasing yang memasuki pasar di mana Perseroan beroperasi. Peningkatan kompetisi tersebut dapatmempengaruhi kemampuan Perseroan untuk mempertahankan atau menaikan pendapatannya.(viii) Perseroan Menghadapi Risiko atas Hilangnya Hak Kepemilikan atas Lahan yang Tercakup Dalam Izin LokasiPada tanggal 31 Desember 2010, Grup JAW (tidak termasuk NMA) memiliki sekitar 37.017,3983 hektarlahan perkebunan yang telah memiliki Izin Lokasi dari Pemerintah. Izin lokasi tersebut mewakili sekitar57,99% dari total lahan perkebunan yang dikelola oleh Grup JAW yang memiliki izin lokasi dan Hak GunaUsaha. Izin Lokasi tersebut memungkinkan Grup JAW untuk memiliki lahan yang tercakup di Izin Lokasitersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah proses pembebasanlahan tersebut terealisasi, Grup JAW akan berhak untuk mengelola dan melakukan penanaman di lahantersebut. Izin Lokasi tersebut dapat dicabut oleh Pemerintah apabila Grup JAW gagal untuk memperolehkepemilikan atas lahan tersebut dalam jangka waktu yang telah ditetapkan dalam Izin Lokasi. Di sampingitu, terdapat kemungkinan negara tidak memberikan hak atas tanah karena alasan apapun termasuktetapi tidak terbatas karena adanya tumpang tindih lahan ataupun adanya penetapan suatu wilayahtertentu sebagai kawasan hutan. Apabila hal tersebut terjadi, Grup JAW dapat kehilangan hak yang telahdiberikan oleh Pemerintah kepada Grup JAW berdasarkan Izin Lokasi untuk memperoleh kepemilikanatas lahan yang tercakup dalam Izin Lokasi, dimana hal tersebut dapat berdampak negatif terhadapkegiatan usaha, kondisi keuangan dan kinerja usaha Grup JAW.(ix) Perseroan Dapat Mengalami Dampak Negatif atas Penerapan dan Penegakan Regulasi Dampak Lingkungan yang Lebih KetatPerseroan diwajibkan untuk mematuhi regulasi dampak lingkungan. Perubahan regulasi dapatmemberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan. Badan Pemerintah yang berwenangterhadap dampak lingkungan memiliki otoritas untuk memberikan sanksi apabila Perseroan tidakmemenuhi peraturan dampak lingkungan termasuk pemberian denda maupun pencabutan ijin usaha.Perseroan berkeyakinan bahwa kegiatan operasional Perseroan saat ini telah memenuhi peraturandan standar dampak lingkungan yang ditetapkan Pemerintah. Namun demikian, peraturan dampaklingkungan dapat mengalami perubahan dan dapat bertambah ketat sehingga dapat mengakibatkanPerseroan mengeluarkan dana tambahan atau mengalami dampak negatif sebagai konsekuensi dariperubahan tersebut.(x) Perseroan Menghadapi Risiko yang Dapat Ditimbulkan Oleh Adanya Pemogokan Tenaga KerjaKaryawan merupakan salah satu aset yang penting bagi suatu perusahaan, oleh karena itu ManajemenPerseroan senantiasa memperhatikan dengan seksama kesejahteraan karyawan termasuk memenuhiketentuan upah minimum. Walaupun telah tercipta hubungan yang baik antara Manajemen Perseroandengan para karyawannya, namun demikian tidak ada kepastian bahwa tidak akan terjadi pemogokantenaga kerja di kemudian hari, yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional Perseroan.(xi) Perseroan Menghadapi Risiko Terkait Hutang PerseroanBerikut ini adalah risiko yang dihadapi Perseroan terkait hutang Perseroan:a) Perseroan Menghadapi Risiko Dinyatakan Cedera Janji Perseroan memiliki kewajiban pembayaran hutang berdasarkan perjanjian-perjanjian hutang. Sampai saat ini Perseroan mampu memenuhi seluruh kewajibannya, namun tidak ada kepastian bahwa Perseroan selalu dapat memenuhi seluruh kewajibannya di masa yang akan datang. Apabila Perseroan dinyatakan cedera janji oleh para kreditur, tidak tertutup kemungkinan bahwa Perseroan tidak memiliki dana yang cukup untuk melakukan pelunasan tersebut. 45
  • b) Perseroan Menghadapi Risiko Wanprestasi dari Petani Plasma sehubungan dengan Pinjaman yang Diberikan atau Pinjaman yang Dijamin oleh Perseroan dalam Program Plasma Dalam program plasma, petani plasma berkewajiban untuk menjual TBS yang dihasilkannya kepada Perseroan dan dari hasil penjualan tersebut, kewajiban Perseroan pada petani plasma atas TBS tersebut adalah membayar secara langsung kepada bank yang menyediakan pendanaan atas biaya pembangunan perkebunan petani plasma. Apabila hasil penjualan TBS tidak dapat mencukupi kewajiban pembayaran bunga pinjaman dan cicilan pokok pinjaman, maka Perseroan harus menanggung kekurangan pembayaran terlebih dahulu. Wanprestasi yang material oleh petani plasma atas kewajibannya kepada bank dan/atau Perseroan akan mempunyai dampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan.c) Perseroan Menghadapi Risiko Nilai Tukar atas Hutang Dalam Mata Uang Asing yang Tidak Dilakukan Lindung Nilai (Hedging) Pada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan memiliki hutang bank dalam US$ sebesar US$ 4 juta, hutang usaha sebesar US$ 22.133 dan EUR 3.575. Perseroan tidak memiliki perjanjian swap, namun demikian, penjualan ekspor Perseroan yang rata-rata berkisar 8,13% dari total penjualan dapat memberikan lindung nilai secara natural yang terbatas dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah dengan mata uang asing. Tidak tertutup kemungkinan penjualan ekspor Perseroan akan menurun sehingga mengakibatkan sebagian kewajiban pembayaran hutang dalam mata uang asing tidak memiliki lindung nilai. Jika terjadi depresiasi Rupiah terhadap mata uang asing secara signifikan, maka kewajiban pembayaran hutang Perseroan dapat meningkat secara signifikan pula.(xii) Risiko yang Ditimbulkan atas Penerapan Peraturan Pemerintah mengenai Pajak Ekspor, Kebijakan Impor dan TarifSearah dengan kebijakan sosial dan ekonomi, Pemerintah dari waktu ke waktu ikut berperan dalamarah perkembangan industri kelapa sawit. Pada tahun 1994, Pemerintah menetapkan pajak eksporatas penjualan ekspor CPO dan produk turunan kelapa sawit lainnya. Pemerintah menyatakan bahwapenetapan pajak ekspor tersebut dilakukan guna mempertahankan harga jual minyak goreng pada pasardomestik, yang telah meningkat akibat, salah satunya, kenaikan harga pasar dunia untuk hasil produksitersebut. Depresiasi nilai tukar Rupiah pada tahun 1997 dan awal tahun 1998 juga mendorong kenaikanyang tajam pada harga minyak goreng domestik dan menyebabkan ekspor produk kelapa sawit menjadilebih menguntungkan. Akibatnya, pada bulan Desember 1997, Pemerintah menetapkan larangan eksporterhadap produk-produk ini. Larangan tersebut dihapus pada bulan April 1998 dan digantikan denganpenerapan pajak ekspor. Sebelumnya, pajak ekspor berkisar antara 10,0% sampai dengan 40,0% (sesuaidengan jenis produk) dan kemudian ditingkatkan menjadi antara 20,0% dan 60,0%. Pemerintah kembalimenurunkan kisaran pajak ekspor menjadi antara 7,0% dan 30,0% pada bulan Juni 1999.Pada bulan September 2007, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 09/PMK.011/2007,Pemerintah Indonesia menetapkan tarif pajak ekspor antara 0,0% dan 10,0% yang penetapan tarifnyadidasarkan pada formula sesuai dengan harga CPO (c.i.f. Rotterdam). Hal tersebut kembali mengalamiperubahan pada bulan Pebruari 2008 dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 09/PMK.011/2008menjadi antara 0,0% dan 20,0% yang penetapan tarifnya didasarkan pada formula berdasarkan hargajual CPO. Berdasarkan formula diatas, pajak CPO dan pajak minyak inti sawit dari tanggal 1 Agustussampai dengan 31 Agustus 2008 adalah masing-masing sebesar 15% dan 18%. 46
  • Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 67/PMK.011/2010 tanggal 22 Maret 2010, penetapanbesaran tarif ekspor untuk ditentukan kemudian mengacu kepada perhitungan yang didasarkan padaharga CPO (r.i.f. Rotterdam), sebagai berikut: Harga Patokan Ekspor Tarif Pajak (%)≤ US$ 700 Nol> US$ 700 - US$ 750 1,5> US$ 750 - US$ 800 3,0> US$ 800 - US$ 850 4,5> US$ 850 - US$ 900 6,0> US$ 900 - US$ 950 7,5> US$ 950 - US$ 1.000 10,0> US$ 1.000 - US$ 1.050 12,5> US$ 1.050 - US$ 1.100 15,0> US$ 1.100 - US$ 1.150 17,5> US$ 1.150 - US$ 1.200 20,0> US$ 1.200 - US$ 1.250 22,5> US$ 1.250 25,0Per Februari 2011, Pemerintah menerapkan pajak ekspor sebesar 25% didasarkan pada Harga PatokanEkspor Februari 2011 sebesar US$ 1.266 per ton, naik dari pajak ekspor sebesar 20% berdasarkanHarga Patokan Ekspor US$ 1.184,37 pada bulan Januari.Tidak terdapat suatu jaminan bahwa Pemerintah tidak akan menerapkan tarif dan/atau peraturan pajakbaru atau yang lebih ketat, meningkatkan pajak ekspor CPO, menaikkan lebih lanjut harga dasar ataumelarang ekspor CPO di masa yang akan datang. Apabila Pemerintah menaikkan tingkat pajak ekspor ataukembali menerapkan larangan ekspor terhadap produk Perseroan dan Anak Perusahaan atau mengambiltindakan serupa, maka akan mempengaruhi harga jual produk Perseroan dan Anak Perusahaan di pasarIndonesia. Selain itu, pemerintah Malaysia baru-baru ini juga telah mengumumkan bahwa efektif sejak1 Juli 2008, perusahaan kelapa sawit di Malaysia diwajibkan membayar kenaikan pajak CPO dan minyakinti sawit mentah jika harga melampaui RM2.000 per ton. Tidak dapat dipastikan apakah Pemerintahjuga akan menerapkan kebijakan pajak yang sama atau bahkan menerapkan kebijakan yang lebih ketatterhadap perusahaan kelapa sawit di Indonesia seperti Perseroan, di masa yang akan datang.Selain itu, pajak dan tarif impor serta pembatasan-pembatasan lainnya yang ditetapkan oleh negara-negara pengimpor dapat mempengaruhi tingkat permintaan CPO dan produk turunannya, serta mendorongpenggunaan minyak nabati/sayur lainnya. Jika negara-negara pengimpor menerapkan pajak terhadapproduk pengganti yang bersaing dengan CPO, seperti minyak kacang kedelai, pada tingkat pajak yanglebih rendah, maka keunggulan saing dari impor CPO dan produk turunannya akan terpengaruh secaranegatif, yang dapat berdampak pada tingkat permintaan dan harga hasil produksi Perseroan dan AnakPerusahaan.Salah satu dari hal tersebut diatas dapat berdampak secara material dan negatif terhadap kegiatan usaha,kondisi keuangan, hasil operasional dan prospek usaha Perseroan dan Anak Perusahaan.Risiko yang Disebabkan Oleh Kondisi Ekonomi, Politik dan Sosial Indonesia(i) Kegiatan operasional utama Perseroan dilakukan di dalam negeri. Perseroan dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Pemerintah, kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil, serta perubahan kebijakan, peraturan dan regulasi di dalam negeri, demikian pula dengan pengaruh kondisi iklim dan alam. Kondisi-kondisi ini dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.Kinerja Perseroan sangat tergantung oleh tingkat kesehatan kondisi ekonomi dalam negeri secaramenyeluruh. Kondisi ekonomi dalam negeri telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat antaratahun 1990 sampai 1995. Namun krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 mengakibatkan penurunanProduk Domestik Bruto (PDB) yang sangat signifikan pada tahun 1998. Seperti kebanyakan negara diAsia Pasifik, Indonesia mengalami resesi dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah pada tahun 1999,2000 dan 2001. Meskipun kondisi perekonomian di Indonesia pada tahun 2002 hingga 2006 relatifmembaik, namun tidak terdapat kepastian bahwa perkembangan kondisi ekonomi tersebut akan berlanjutmengingat adanya krisis keuangan di Amerika Serikat mulai pertengahan tahun 2007 yang mengakibatkan 47
  • perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut, yang pada akhirnya dapat berdampak pada krisiskeuangan dan perekonomian global.Pada tahun 2011, ekonomi dunia terus mengalami perbaikan dari krisis ekonomi global yang terjadisepanjang tahun 2008 dan 2009. IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 4,4% darisebelumnya 4,2% di tahun 2011. Ketakutan akan jatuhnya ekonomi dunia kedalam resesi jilid 2 semakinmemudar melihat pemulihan ekonomi terjadi hampir merata diseluruh dunia. Meskipun demikian IMFmasih mencermati momentum pertumbuhan di negara-negara maju yang masih disokong oleh besarnyadukungan stimulus fiskal dan moneter. Permasalahan keberlangsungan kebijakan fiskal di negara-negaraEropa juga menjadi salah satu resiko yang dihadapi ekonomi global di tahun 2011. Sementara di sisilain IMF melihat pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di negara-negara berkembang meskipun jugadiikuti oleh miningkatnya ancaman inflasi. China, sebagai contohnya, kembali tumbuh 10,3% selamatahun 2010.Ekonomi Indonesia tumbuh 6,9% year on year di kuartal empat 2010, lebih cepat dibandingkan dengankuartal sebelumnya yang tumbuh 5,8%. Penguatan ekonomi di kuartal keempat ini lebih disebabkanselain permintaan domestik yang masih cukup solid, juga oleh terakselerasinya pertumbuhan permintaaneksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global. Daya beli masyarakat yang masih tinggi didukungoleh meningkatnya tingkat pendapatan (pendapatan per kapita tahun 2010 mencapai US$ 3,000) akanmenjaga momentum pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan kredit perbankan dan ekspektasi membaiknyaperingkat surat hutang Indonesia-Japan Credit Rating telah memberikan Investment Grade kepada suratutang Indonesia, akan menekan biaya dana dan mendorong aktivitas investasi yang dibutuhkan agarIndonesia dapat mencapai level pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi.Meskipun demikian, tekanan inflasi di Indonesia mulai meningkat intensitasnya yang mencapai 7,02 %year on year di bulan Januari 2011 yang terutama disumbang oleh kenaikan harga makanan. Kenaikanharga yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan menurunnya konsumsi dan berdampak pada menurunnyapermintaan terhadap komoditas yang dihasilkan oleh Perseroan. Apabila kondisi perekonomian Indonesiamemburuk akibat kondisi makro ekonomi yang kurang baik, hal ini dapat memberikan dampak negatifterhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan.(ii) Kondisi Politik dan Sosial Dalam Negeri yang Tidak Stabil Dapat Memberikan Dampak Negatif Terhadap PerseroanSejak tahun 1998, Indonesia telah mengalami perubahan demokrasi, mengakibatkan kejadian politikdan sosial yang menggambarkan ketidakjelasan politik di Indonesia. Peristiwa ini telah mengakibatkanketidakstabilan politik serta ketidakstabilan sosial dan sipil pada waktu tertentu di beberapa tahun terakhir.Sebagai negara demokrasi yang relatif baru, Indonesia terus menghadapi masalah-masalah sosial-politikyang beragam dan telah, dari waktu ke waktu, mengalami ketidakstabilan politik dan ketidakstabilansosial dan sipil.Sejak tahun 2000, ribuan orang Indonesia telah berpartisipasi dalam demonstrasi di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia baik dalam rangka mendukung atau menentang mantan Presiden AbdurrahmanWahid, mantan Presiden Megawati, dan Presiden yang menjabat saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono,serta dalam menanggapi isu-isu tertentu, termasuk pengurangan subsidi BBM, privatisasi aset negara,langkah-langkah anti-korupsi, bailout PT Bank Century Tbk pada tahun 2008, desentralisasi dan otonomidaerah serta kampanye militer yang dipimpin Amerika di Afghanistan dan Irak.Pada tahun 2004, warga negara Indonesia secara langsung memilih Presiden, Wakil-Presiden danwakil-wakil di Parlemen Indonesia untuk pertama kalinya. Warga negara Indonesia juga mulai secaralangsung memilih kepala dan wakil pemerintah lokal dan regional. Sangat mungkin bahwa peningkatanaktivitas pemilu akan disertai oleh peningkatan aktivitas politik di Indonesia. Pada bulan April 2009,pemilu diadakan untuk memilih wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (termasuk wakil-wakil nasional, propinsi dan kabupaten). Pemilihan Presiden Indonesia, diadakan pada bulan Juli 2009,dengan hasil terpilihnya kembali Presiden Yudhoyono. Walaupun pada April 2009 dan Juli 2009 pemilihandilaksanakan dengan damai, kampanye politik di Indonesia dapat membawa tingkat ketidakpastian politikdan sosial. Di masa lalu, politik dan perkembangan sosial di Indonesia tidak dapat diprediksi. Gangguan 48
  • sosial dan sipil dapat secara langsung atau tidak langsung, material dan secara negatif mempengaruhibisnis, kondisi keuangan, hasil usaha dan prospek Perseroan.Perubahan dalam Pemerintahan dan kebijakan Pemerintah mungkin memiliki dampak langsung terhadapbisnis dan harga saham Perseroan. Selain itu, Indonesia telah mengalami beberapa konflik sosial yangdiakibatkan oleh masalah ekonomi, dimana pada saat-saat tertentu berubah menjadi kerusuhan dankekerasan. Pada bulan Juni 2001, demonstrasi dan pemogokan telah terjadi paling sedikit di 19 kotasetelah Pemerintah memberikan peraturan mengenai peningkatan harga BBM sebesar 30%. Demonstrasiserupa terjadi kembali pada Januari 2003 ketika Pemerintah berusaha menaikkan harga BBM, sertabeban listrik dan telepon. Di kedua kasus tersebut, Pemerintah terpaksa mencabut, menunda ataumengurangi secara signifikan rencana kenaikan harga-harga tersebut. Pada bulan Oktober 2005,Pemerintah mengurangi subsidi BBM kepada masyarakat, sehingga menaikkan harga bensin premiumsekitar 87,5% menjadi Rp4.500,- per liter, harga bensin biasa dan solar sekitar 104,8% menjadi Rp4.300,-per liter, dan harga minyak tanah sekitar 185,7% menjadi Rp2.000,- per liter, menyebabkan demonstrasipublik yang besar. Harga untuk produk-produk ini terus meningkat. Pada bulan Mei 2008, Pemerintahlebih lanjut menurunkan subsidi BBM kepada masyarakat, yang juga menimbulkan demonstrasi publik.Pemotongan subsidi BBM serupa memberikan kontribusi pada ketidakstabilan politik yang mengarahpada pengunduran diri Presiden Soeharto pada tahun 1998, yang memiliki efek negatif terhadap bisnisdi Indonesia. Tidak ada jaminan bahwa perubahan kebijakan Pemerintah dan Pemerintahan di masayang akan datang tidak akan mengakibatkan ketidakstabilan politik dan sosial.Gerakan separatis dan bentrokan antara kelompok agama dan etnis juga mengakibatkan ketidakstabilansosial dan sipil di wilayah Indonesia. Di propinsi Aceh dan Papua (dahulu Irian Jaya), ada banyak bentrokanantara pendukung gerakan-gerakan separatis dan militer Indonesia. Di propinsi Maluku dan KalimantanBarat, bentrokan antara kelompok agama dan kelompok etnis telah mengakibatkan ribuan korban danpengungsi selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah telah berusaha untuk menyelesaikan masalahdi kawasan bermasalah tersebut dengan keberhasilan yang terbatas kecuali di propinsi Aceh di manakesepakatan antara Pemerintah dan separatis Aceh tercapai dan pemilihan daerah yang damai diadakandengan beberapa mantan separatis sebagai calon.Kegiatan usaha Perseroan dapat dipengaruhi oleh dampak negatif yang ditimbulkan oleh perkembangankondisi politik atau sosial yang tidak stabil dimana perkembangan kondisi tersebut merupakan faktor diluarkendali Perseroan. Dari waktu ke waktu, kondisi dalam negeri telah mengalami gangguan/kerusuhanantara lain kerusuhan buruh, gangguan politik dan kerusuhan massa. Tidak dapat dipastikan bahwakerusuhan tidak akan terjadi lagi di masa depan, dimana apabila kerusuhan tersebut terjadi, dapatmemberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan, hasil operasi dan prospekusaha Perseroan.(iii) Risiko Kegiatan-kegiatan Terorisme di Indonesia Dapat Memperburuk Stabilitas Negara Sehingga Berdampak Negatif Pada Kegiatan Usaha PerseroanSejak tahun 2002, beberapa insiden pemboman telah terjadi di Indonesia, yang paling signifikan terjadi diBali pada bulan Oktober 2002 dan Oktober 2005, di Hotel Marriott di Jakarta pada bulan Agustus 2003,di Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada bulan September 2004 dan di kota Indonesia timur Tentenadi pulau Sulawesi bulan Mei 2005. Demonstrasi juga terjadi di Indonesia menanggapi rencana dan aksimiliter AS, Inggris dan Australia di Irak. Pada tanggal 17 Juli 2009, bom meledak di Ritz Carlton dan JWMarriot di Jakarta, menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Pemerintah telahmenangkap dan mendakwa beberapa pihak terkait insiden ini, dan tetap melakukan investigasi terhadapinsiden ini dan menganggap bahwa hal-hal ini terkait dengan kegiatan kelompok militan Islam tertentu.Tidak dapat dipastikan bahwa tindakan terorisme tersebut tidak akan terjadi lagi di masa depan,dimana apabila hal tersebut terjadi, dapat membuat kondisi di Indonesia menjadi tidak stabil dan dapatmempengaruhi stabilitas negara. Hal-hal tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatanusaha Perseroan. 49
  • Risiko Terkait Investasi pada Saham Perseroan(i) Perseroan Menghadapi Risiko Harga Saham Perseroan Dapat Berfluktuasi di Masa yang Akan DatangHarga saham Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana dapat berfluktuasi yang disebabkanbeberapa faktor, termasuk:• prospek bisnis dan kegiatan operasional Perseroan;• perbedaan antara kondisi keuangan dan hasil kegiatan usaha yang sebenarnya dibandingkan dengan perkiraan para investor dan analis;• perubahan rekomendasi atau persepsi dari para analis terhadap Perseroan atau Indonesia;• perubahan pada kondisi ekonomi, sosial, politik atau pasar di Indonesia• perubahan harga efek bersifat ekuitas dari perusahaan-perusahaan asing (terutama di Asia) di pasar berkembang;• penambahan atau pengurangan karyawan kunci;• keterlibatan dalam litigasi, dan• tingginya fluktuasi harga saham.(ii) Penjualan Saham Perseroan di Masa yang Akan Datang Dapat Berdampak Negatif Terhadap Harga Pasar Saham PerseroanPenjualan saham dalam jumlah besar di pasar di masa depan, atau persepsi bahwa penjualan tersebutdapat terjadi, dapat berdampak buruk pada harga saham Perseroan atau kemampuan Perseroan untukmendapatkan modal melalui penawaran ekuitas tambahan atau equity-linked securities pada publik.Perseroan telah menyetujui ketentuan – ketentuan tertentu sesuai dengan kemampuan Perseroan untukmengalihkan atau melepaskan saham Perseroan untuk jangka waktu yang terbatas setelah penutupanPenawaran Umum Perdana dibatasi oleh ketentuan - ketentuan tertentu dan pengesampingan oleh AgenPenjualan Internasional. Namun demikian, penjualan saham dalam jumlah besar di masa yang akandatang oleh pemegang saham Perseroan, atau penjualan saham baru di masa yang akan datang olehPerseroan, setelah berakhirnya ketentuan - ketentuan tersebut, atau persepsi bahwa penjualan tersebutakan terjadi, dapat menyebabkan harga saham Perseroan menurun dan membuat kemampuan untukmendapatkan modal tambahan menjadi lebih sulit.(iii) Kemampuan Perseroan untuk Membayar Dividen di Masa yang Akan Datang Akan Bergantung pada Laba di Masa yang Akan Datang, Kondisi Keuangan, Arus Kas, Kebutuhan Modal Kerja dan Ekspansi Perkebunan.Jumlah pembayaran dividen Perseroan di masa yang akan datang, jika ada, akan tergantung padapendapatan di masa yang akan datang, kondisi keuangan, arus kas, dan kebutuhan modal kerja sertabelanja modal Perseroan, komitmen kontraktual dan beban yang terjadi sebagai akibat dari ekspansiPerseroan. Perseroan tidak dapat memastikan bahwa Perseroan akan dapat membayar dividen ataubahwa Direksi Perseroan akan mengumumkan pembagian dividen. Perseroan juga dapat mengadakanperjanjian pembiayaan serupa di masa yang akan datang dimana dapat membatasi kemampuan Perseroanuntuk membayar dividen, dan dapat menimbulkan pengeluaran atau kewajiban yang dapat mengurangikas yang tersedia untuk pembagian dividen. Selanjutnya, dividen yang akan dibayar oleh Perseroan akandinyatakan dalam Rupiah. Perseroan tidak dapat menjamin bahwa dividen akan dibayar dalam jumlahyang sama dengan tahun-tahun sebelumnya atau bahkan tidak sama sekali. Akibatnya, satu-satunyasumber pendapatan para pemegang saham diperoleh dari kenaikan nilai saham Perseroan.Manajemen Perseroan dengan ini menyatakan bahwa Perseroan telah mengungkapkan seluruhrisiko usaha material yang disusun berdasarkan bobot risiko terhadap kegiatan usaha utama dankeuangan Perseroan. 50
  • BAB VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDENTidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan danhasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal laporan Auditor Independen tertanggal 12 April 2011atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KantorAkuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath) dengan pendapatwajar tanpa pengecualian yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini. 51
  • BAB VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROANPerseroan adalah suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia,berkedudukan di Jakarta Pusat, yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian.Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruhketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakan dalamAkta No. 07/2008. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai denganSurat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008 dandidaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9796/RUB.09-05/III/2009tanggal 24 Maret 2009.Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan PenawaranUmum Perdana berdasarkan Akta No. 09/2011 yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkanSurat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telahdiberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan AnggaranDasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang antaralain jasa pengelolaan dan perdagangan dibidang perkebunan dan pengolahan karet, kelapa sawit, kopidan teh terpadu.2. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROANDi bawah ini disajikan perkembangan kepemilikan saham Perseroan sejak Perseroan berdiri:Tahun PendirianBerdasarkan Akta Pendirian, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan adalah sebagaiberikut: Nilai Nominal ƒ. 10.000 per saham Keterangan Saham Nominal (ƒ) %Modal Dasar 150 1.500.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:JA Wattie and Company Limited 6 60.000 60C.F. Shackleton 3 30.000 30C.R.D. Bonner 1 10.000 10Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 10 100.000 100Saham dalam Portepel 140 1.400.000Tahun 1921 sampai dengan Tahun 1987Sejak pendirian Perseroan mulai tahun 1921 sampai tahun 1987, terdapat ketidaklengkapan dokumentasiperubahan struktur permodalan dan pengalihan saham-saham dalam Perseroan.Namun demikian, Direksi Perseroan telah menyelenggarakan RUPS Luar Biasa pada tanggal22 Februari 2011 yang panggilan kepada para pemegang sahamnya telah diumumkan dalam surat kabaryang memiliki peredaran nasional yaitu Sinar Harapan pada tanggal 7 Februari 2011 dengan agendapenegasan struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan saat ini. 52
  • Pada saat diselenggarakannya RUPS Luar Biasa tersebut, Perseroan tidak menerima adanya keberatanataupun sanggahan dari pihak ketiga atas struktur permodalan dan susunan pemegang saham tersebut.Hasil dari RUPS Luar Biasa tentang struktur permodalan dan susunan pemegang saham tersebut telahdiumumkan oleh Perseroan dalam surat kabar yang memiliki peredaran nasional yaitu Sinar Harapanpada tanggal 1 Maret 2011.Tahun 1987Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 75 tanggal 19 Oktober 1987, dibuat di hadapanMiryam Magdalena Indrani Wiardi, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 75/1987”), Perseroan telah melakukanperubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuaidengan Surat Keputusan No. C2-533 HT.01.04.Th93 tanggal 26 Januari 1993, didaftarkan pada bukuregister Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 454/1993 tanggal 6 Februari 1993 dan diumumkandalam BNRI No. 54 tanggal 6 Juli 1993, Tambahan No. 3052. Berdasarkan Akta No. 75/1987, susunanpemegang saham dan permodalan Perseroan adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750 300.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 69 27.600.000 46,0 Sanoesi 8 3.200.000 5,3 Santoso 7 2.800.000 4,6 Hadi Surya 22 8.800.000 14,7 Roosa Tamtamus Soemartabrata 22 8.800.000 14,7 Bernardus Maria Kobus 22 8.800.000 14,7Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 150 60.000.000 100,0Saham dalam Portepel 600 240.000.000Tahun 1990Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 7 Mei 1990, Bernardus Maria Kobus telah menjualkepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 22 saham kepada Hadi Surya.Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 22 Juni 1990, Roosa Tamtanus Soemartabrata telahmenjual kepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 22 saham kepada Hadi Surya.Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 22 Juni 1990, Santoso telah menjual kepemilikansahamnya dalam Perseroan sejumlah 7 saham kepada Hadi Surya.Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 27 Juni 1990, Sanoesi telah menjual kepemilikansahamnya dalam Perseroan sejumlah 8 saham kepada Hadi Surya.Berdasarkan Naskah Pemindahan Saham tanggal 17 Desember 1990, Soedarjo telah menjual kepemilikansahamnya dalam Perseroan sejumlah 24 saham kepada Hadi Surya.Pengalihan saham-saham tersebut telah disetujui oleh RUPS Perseroan tanggal 5 April 1993 sebagaimanadimuat dalam Akta Penyimpanan Surat No. 10 tanggal 13 April 1993, dibuat di hadapan Raden SantosoS.H, Notaris di Jakarta.Dengan pengalihan saham-saham yang diuraikan tersebut diatas, susunan pemegang saham danpermodalan Perseroan menjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750 300.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 45 18.000.000 30 Hadi Surya 105 42.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 150 60.000.000 100Saham dalam Portepel 600 240.000.000 53
  • Tahun 1997Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 132 tanggal 25 September 1997, dibuatdi hadapan Drs. Atrino Leswara, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 132/1997”), Perseroan telah melakukanpeningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor Perseroan, yang telah disetujuioleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-4.648.HT.01.04.TH.98 tanggal 4 Mei 1998,dilaporkan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Laporan Perubahan Anggaran DasarNo. C2-HT.01.04.A.3910 tanggal 4 Mei 1998, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan JakartaPusat dengan No. 2535/BH.09.05/VIII/98 tanggal 6 Agustus 1998 dan diumumkan dalam BNRI No. 82tanggal 13 Oktober 1998, Tambahan No. 5764. Berdasarkan Akta No. 132/1997, susunan pemegangsaham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.250 500.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 158 63.200.000 30,1 Hadi Surya 367 146.800.000 69.9Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 525 210.000.000 100,0Saham dalam Portepel 725 290.000.000Tahun 2003Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 7 tanggal 9 Januari 2003, dibuat dihadapan Haji Dana Sasmita, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 7/2003”), Perseroan telah melakukanpeningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor Perseroan, yang telah disetujui olehMenkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. C-05751. HT.01.04.TH.2003 tanggal 18 Maret 2003,didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 0886/RUB.09.05/IV/2003tanggal 10 April 2003 dan diumumkan dalam BNRI No. 42 tanggal 27 Mei 2003, Tambahan No. 4168.Berdasarkan Akta No. 7/2003, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagaiberikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 25.000 10.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Soedarjo 7.500 3.000.000.000 30 Hadi Surya 17.500 7.000.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 25.000 10.000.000.000 100Saham dalam Portepel - -Tahun 2007Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 10 tanggal 14 Mei 2007, dibuat di hadapan Rini Martiani Dahliani,SH, Notaris di Jakarta, Harijadi Soedarjo atas kekuatan Surat Penunjukan dan Kuasa yang dibuat dibawah tangan tanggal 1 Juni 2006, bertindak mewakili para ahli waris alm. Soedarjo berdasarkan SuratPernyataan Waris No. 10/WAR/KET.WARIS/HKM/2006/PNJS tanggal 7 Maret 2006, telah menjualkepemilikan sahamnya dalam Perseroan sejumlah 7.500 saham kepada SKA.Pengalihan saham tersebut telah disetujui oleh RUPS Perseroan tanggal 11 Mei 2007 sebagaimanadimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 09 tanggal 14 Mei 2007, dibuat di hadapan RiniMartini Dahliani, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkanSurat No. C-UM.HT.01.10-1782 tanggal 31 Oktober 2007. Oleh karena itu, susunan pemegang sahamPerseroan menjadi sebagai berikut: 54
  • Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 25.000 10.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 7.500 3.000.000.000 30 Hadi Surya 17.500 7.000.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 25.000 10.000.000.000 100Saham dalam Portepel - -Setelah pengalihan saham tersebut diatas, Perseroan kemudian melakukan peningkatan Modal Dasar,Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan PemegangSaham Perseroan No. 187 tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notarisdi Jakarta (“Akta No. 187/2007”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat KeputusanNo. AHU-12485.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 13 Maret 2008, diberitahukan kepada Menkumham sesuaidengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-6280 tanggal 17 Maret 2008, didaftarkanpada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0018494.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 13 Maret 2008 dandengan No. AHU-0019516.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 17 Maret 2008, dan diumumkan dalam BNRINo. 47 tanggal 12 Juni 2009, Tambahan No. 15614. Berdasarkan Akta No. 187/2007, susunan pemegangsaham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: SKA 75.000 30.000.000.000 30 Hadi Surya 175.000 70.000.000.000 70Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 250.000 100.000.000.000 100Saham dalam Portepel 500.000 200.000.000.000Tahun 2009Berdasarkan Perjanjian Hibah Saham, dibuat di bawah tangan, tanggal 1 Mei 2009 sebagaimanadimuat dalam Akta Penyimpanan Hibah Saham No. 09 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan WinantoWiryomartani, SH, Notaris di Jakarta, Hadi Surya telah menghibahkan sahamnya dalam Perseroansejumlah 87.500 saham kepada Utama Hadi Surya. Pengalihan saham tersebut telah disetujui oleh parapemegang saham Perseroan berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham yang dibuat di bawahtangan tanggal 1 Mei 2009 sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan PemegangSaham Perseroan No. 06 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, Notaris diJakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan PemberitahuanNo. AHU-AH.01.10-04862 tanggal 25 Februari 2010, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0015137.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 25 Februari 2010.Berdasarkan Perjanjian Hibah Saham, dibuat di bawah tangan, tanggal 1 Mei 2009 sebagaimanadimuat dalam Akta Penyimpanan Hibah Saham No. 07 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan WinantoWiryomartani, SH, Notaris di Jakarta, Hadi Surya telah menghibahkan sahamnya dalam Perseroansejumlah 87.500 saham kepada Dwijaya Hadi Surya. Pengalihan saham tersebut telah disetujui olehpara pemegang saham Perseroan berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham yang dibuat di bawahtangan tanggal 1 Mei 2009 sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan PemegangSaham No. 08 tanggal 5 Mei 2009, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, Notaris di Jakarta,yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan PemberitahuanNo. AHU-AH.01.10-07445 tanggal 26 Maret 2010, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0023200.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 26 Maret 2010. 55
  • Oleh karena itu, susunan pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:SKA 75.000 30.000.000.000 30Dwijaya Hadi Surya 87.500 35.000.000.000 35Utama Hadi Surya 87.500 35.000.000.000 35Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 250.000 100.000.000.000 100Saham dalam Portepel 500.000 200.000.000.000Setelah terjadinya hibah saham diatas, Perseroan kemudian melakukan peningkatan Modal Ditempatkandan Modal Disetor Perseroan dan sekaligus ALS turut mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkanoleh Perseroan. Peningkatan modal serta penyertaan saham oleh ALS tersebut telah dituangkan dalamAkta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan No. 27 tanggal 22 Desember 2009, dibuat dihadapan Franklin Victor Pongoh, SH, selaku notaris pengganti dari Winanto Wiryomartani, SH, Notarisdi Jakarta (“Akta No. 27/2009”), yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan SuratPenerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-12877 tanggal 26 Mei2010, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0039619.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal26 Mei 2010. Berdasarkan Akta No. 27/2009, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroanmenjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:SKA 93.750 37.500.000.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 30,88Utama Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 30,88ALS 25.750 10.300.000.000 8,24Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 312.500 125.000.000.000 100,00Saham dalam Portepel 437.500 175.000.000.000Tahun 2010Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 121 tanggal 30 Desember 2010, dibuat di hadapanYulia, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 121/2010”), Perseroan telah melakukan peningkatan ModalDitempatkan dan Modal Disetor Perseroan, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuaidengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-02386 tanggal24 Januari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0005930.AH.01.09.Tahun 2011tanggal 24 Januari 2011. Berdasarkan Akta No. 121/2010, susunan pemegang saham dan permodalanPerseroan menjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.400.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 750.000 300.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:SKA 101.361 40.544.400.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 28,56Utama Hadi Surya 96.500 38.600.000.000 28,56ALS 43.509 17.403.600.000 12.88Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 337.870 135.148.000.000 100,00Saham dalam Portepel 412.130 164.852.000.000 56
  • Tahun 2011Berdasarkan Akta No. 09/2011, Perseroan telah melakukan peningkatan Modal Dasar, Ditempatkan danModal Disetor Perseroan, yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011. Berdasarkan Akta No. 09/2011,susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan menjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp.100,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00Saham dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.0003. RIWAYAT KEGIATAN USAHA YANG PERNAH DILAKUKANPada saat didirikan, Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaanperusahaan-perusahaan perkebunan dan perdagangan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit.Pada tahun 1997, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, mulai mengembangkan perkebunan kelapasawit di daerah Kalimantan Selatan, yang dimulai dengan penanaman pada tahun 1999. Pada tahun2008, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, membangun pabrik pengolahan sawit pertama dengankapasitas 45 ton/jam di daerah Kintap, Kalimantan Selatan.Saat ini, Perseroan sebagai perusahaan induk mengelola kegiatan usaha operasional dari AnakPerusahaan yang memiliki perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun.4. PENGURUSAN DAN PENGAWASANBerdasarkan Akta No. 09/2011 yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan SuratPenerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-06384 tanggal 1 Maret 2011 dan didaftarkan pada DaftarPerseroan dengan No. AHU-0016824.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011, susunan DewanKomisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:Dewan KomisarisKomisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto SudrajatKomisaris Independen : Ratna WidjajaDireksiDirektur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Machfud AshariDirektur : Andi HariyantoDirektur Tidak Terafiliasi : SudarmantoMasa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah berjangka waktu 3 (tiga) tahun terhitungsejak RUPS yang mengangkat mereka sampai dengan penutupan RUPS yang ketiga setelahpengangkatan mereka dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikannya sewaktu-waktu. 57
  • Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance, Perseroan akan membentuk (i) Komite Auditsesuai dengan Peraturan IX.I.5, dan (ii) Unit Audit Internal sesuai dengan Peraturan IX.I.7, segera setelahefektifitas terhadap Pernyataan Pendaftaran didapatkan, selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelahtanggal pencatatan saham Perseroan di BEI atau RUPS Perseroan berikutnya, kejadian mana yanglebih cepat terlaksana.Sesuai dengan Peraturan IX.I.4 juncto Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep.305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan No. CONF/S/015 tanggal18 Maret 2011, Perseroan telah mengangkat Bambang Sugianto Ibrahim sebagai Sekretaris Perusahaan(Corporate Secretary).Tata Kelola PerusahaanDalam rangka menjaga kepentingan seluruh stakeholders dan meningkatkan nilai bagi para pemegangsaham, Perseroan telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam kegiatan operasionalnya.Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa berperilaku dengan memperhatikan etika bisnis dantransparan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance, Perseroan telah menunjuk Komisaris Independendan Direktur Tidak Terafiliasi. Perseroan berencana untuk membentuk Komite Audit selambat-lambatnya6 bulan setelah tanggal pencatatan saham Perseroan di BEI atau RUPS Perseroan berikutnya, kejadianmana yang lebih cepat terlaksanaBerikut ini adalah keterangan singkat mengenai masing-masing anggota Dewan Komisaris dan DireksiPerseroan:Dewan Komisaris: Hadi Surya, Komisaris Utama Warga Negara Indonesia, 74 tahun. Lahir di Surabaya, 4 September 1936, menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas dari Lian Huo High School di Surabaya pada tahun 1954. Menjabat Komisaris Utama Perseroan sejak 2005. Saat ini beliau juga menjabat Komisaris Utama PT Berlian Laju Tanker Tbk., Komisaris Utama pada PT Banyu Laju Shipping, Komisaris Utama PT Alas Watu Utama, dan Komisaris Utama PT Wira Penta Kencana. Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Banyu Laju Shipping, Presiden Direktur PT Berlian Laju Tanker Tbk., Komisaris CV Kartika Pabrik Triplex, Komisaris PT Daya Sakti Timber Corp, dan Komisaris PT Daya Sakti Krida Unggul. Soedarniati Harnyoto Sudradjat, Komisaris Warga Negara Indonesia, 57 tahun. Lahir di Jakarta pada 25 April 1954, meraih gelar D1 Sekretaris dari ASMI Jakarta pada tahun 1973. Menjabat Komisaris Perseroan sejak 2006. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Direktur di PT Promas Daya dan Import Manager di PT INA Limited. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur di PT Thoriq Sejahtera Abadi. 58
  • Ratna Widjaja, Komisaris Independen Warga Negara Indonesia. 51 tahun. Lahir di Tanjungkarang pada 28 Juli 1959, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985. Menjabat Komisaris Independen Perseroan sejak 2011. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Pimpinan KAP Ratna Widjaja. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur di PT Orientama Infokom, Manager KAP Prakarsa, Permana, dan Rekan, dan General Manager, Financial Controller di PT Oriental Komputer Bahtera.Direksi: Harijadi Soedarjo, Direktur Utama Warga Negara Indonesia, 48 tahun. Lahir di Jakarta, 9 Oktober 1962, meraih gelar Bachelor of Science Degree dari University San Fransico, Amerika Serikat, pada tahun 1985 dan Master of Business Administration dari Golden Gate University, San Fransisco, Amerika Serikat pada tahun 1987. Menjabat Direktur Utama Perseroan sejak 1990. Beliau pernah menjabat sebagai Komisaris PT Berlian Laju Tanker Tbk. Bambang Sugianto Ibrahim, Direktur Keuangan Warga Negara Indonesia, 54 tahun. Lahir di Bandung, 18 Oktober 1956, meraih gelar Drs. dari Universitas Parahyangan jurusan Manajemen pada tahun 1981 dan jurusan Akuntansi pada tahun 1986 serta Magister Manajemen jurusan Akuntansi Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1996. Menjabat Direktur Keuangan Perseroan sejak 2005. Beliau pernah menjabat sebagai Partner pada Deloitte Touche/ Hans Tuanakotta & Mustofa (Member of Deloitte Touche Tomatsu) Machfud Ashari, Direktur HRD & Produksi Warga Negara Indonesia, 59 tahun. Lahir di Madiun, 16 April 1952, meraih gelar Sarjana Muda Pertanian dari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian pada tahun 1973. Menjabat Direktur HRD dan Produksi sejak 2002. Beliau pernah menjabat sebagai Pegawai Tata Guna Tanah/ Land Use di Departemen Dalam Negeri. 59
  • Andi Hariyanto, Direktur Pengembangan Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Lahir di Sidoarjo, 8 Mei 1966, meraih gelar Sarjana Hama Penyakit Pertanian Universitas Brawijaya pada tahun 1989. Menjabat Direktur Pengembangan sejak 2011. Sudarmanto, Direktur Tidak Terafiliasi Warga Negara Indonesia, 56 tahun. Lahir di Solo, 15 September 1954, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia pada tahun 1989 dan Program Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kekhususan Administrasi dan Kebijakan Perpajakan Universitas Indonesia pada tahun 2006. Menjabat Direktur Tidak Terafiliasi Perseroan sejak 2011. Saat ini beliau juga menjabat Anggota Komite Audit pada PT Fajar Surya Wisesa Tbk. Beliau pernah menjabat sebagai Komisaris PT Chandra Asri, Sekretaris Forum Akuntan Pasar Modal, Partner KAP Hans Tuanakotta & Mustofa (Member Deloitte Touche Tohmatsu). Manager pada KAP Drs. Hans Kartika Hadi & Co.Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, jumlah remunerasi kepada Direksi danKomisaris Perseroan adalah sebesar Rp4.250.646.472,- yang ditetapkan berdasarkan keputusan DewanKomisaris.5. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN STRUKTUR ORGANISASI P.T. J.A. WATTIE (IPO) KOMISARIS UTAMA DEWAN KOMISARIS KOMISARIS KOMISARIS INDEPENDENT KOMITE AUDIT DIREKTUR UTAMA SEKRETARIS DIREKTUR UTAMA DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR DIREKTUR TIDAK PENGEMBANGAN FINANCE HRD & PRODUKSI TERAFILIASI GM TANAMAN & GM GM TANAMAN & PRODUKSI CORPORATE GM AKUNTING & GM PENGEMBANGAN PRODUKSI GM HRD WIL.JAWA & SECRETARY KEUANGAN PEMASARAN WIL.KALIMANTAN SULAWESI MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER INTERNAL MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER TANAMAN & TANAMAN & PABRIK / INTERNAL PROYEK AUDIT HRD GA & LEGAL PENGADAAN KEUANGAN AKUNTING PEMASARAN PRODUKSI PRODUKSI TEKNIK AUDIT PUPUKTanggung Jawab Sosial Grup JAWSebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan,Perseroan melakukan beberapa kegiatan seperti :a. Menjalin kemitraan dengan kelompok tani karet sekitar kebun dengan jalan memberikan penyuluhan/ pembinaan, penyediaan bibit dan sarana produksi serta pembelian hasil produksi. 60
  • b. Mengadakan kegiatan-kegiatan sosial seperti : sunatan massal, beasiswa, pengobatan dan operasi/ bedah gratis, pendidikan berupa pembangunan sekolah khususnya playgroup dan TK serta fasilitas pendidikannya, pemberian bantuan bagi kegiatan-kegiatan hari besar nasional dan agama, pemberian santunan kepada anak yatim dan orang jompo, donor darah, bantuan sosial untuk korban bencana alam, bantuan untuk pelaksanaan acara-acara adat, dan lain-lain;c. Memberikan bantuan fasilitas seperti fasilitas transportasi, pembangunan rumah peribadatan, sarana jalanan, sarana umum, fasilitas kesehatan, pemberian pinjaman pemakaian lahan untuk kegiatan- kegiatan masyarakat, fasilitas dan peralatan olahraga.Seluruh kegiatan tersebut memberikan nilai tambah dan citra yang baik bagi Perseroan di mata masyarakatsekitar. Selain itu, dengan menjalin hubungan baik, masalah keamanan serta masalah-masalah sosialyang mungkin timbul dapat diminimalisasi, serta dapat menciptakan suasana kondusif di kebun yangselanjutnya dapat meningkatkan kinerja karyawan sehingga berimbas kepada kenaikan produksi.6. SUMBER DAYA MANUSIASetiap karyawan pada hakekatnya diberi kesempatan yang sama untuk mencapai karier setinggi-tingginya,sepanjang dapat memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan untuk setiap jabatan yang bersangkutan.Untuk mendorong karyawan agar memenuhi persyaratan tersebut, Perseroan menetapkan persyaratanjabatan, melakukan pembinaan karir dan mengupayakan pelatihan dan pendidikan.Perseroan melaksanakan upaya-upaya pengembangan karyawan untuk meningkatkan kualitas karyawan,antara lain sebagai berikut:a. LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan) Untuk pengembangan tenaga kerja perkebunan, Perseroan mengirimkan karyawan ke LPP Yogyakarta baik kursus jenjang jabatan KMPD (Kursus Manajemen Perkebunan Dasar), KMPM (Kursus Manajemen Perkebunan Madya), KMP (Kursus Manajemen Perkebunan), KMPL (Kursus Manajemen Perkebunan Lanjutan) maupun kursus yang bersifat penyegaran.b. Ikatan Akuntan Indonesia Kursus-kursus untuk karyawan bagian Akuntansi.c. Kharisma Training Pelatihan dalam bidang perpajakan.d. Inhouse Training atau studi banding dengan mengundang pelatih dari luar (PPKS/LPP) maupun pelatih setempat. Disamping itu, Perseroan juga melakukan studi banding untuk menambah wawasan.Perseroan memberikan beberapa fasilitas bagi kesejahteraan karyawan, antara lain :a. Perumahan, termasuk listrik dan air gratis. Adapun fasilitas ini ditujukan untuk karyawan yang bekerja di lokasi perkebunan dan lokasi pabrik Perseroan;b. Kesehatan, antara lain berupa fasilitas pembelian kacamata, rawat jalan dan rawat inap. Adapun fasilitas ini ditujukan untuk karyawan harian tetap dan karyawan bulanan;c. Tunjangan pendidikan dan fasilitas pendidikan (transportasi anak sekolah) serta beasiswa bagi siswa yang berprestasi. Fasilitas ini ditujukan untuk karyawan harian tetap dan karyawan bulanan;d. Pinjaman tanpa bunga, antara lain pinjaman untuk pembelian sepeda motor untuk mobilitas di kebun, untuk biaya anak sekolah atau untuk pembelian rumah bagi karyawan staf ke atas;e. Cuti panjang selama 2 (dua) bulan setelah 4 tahun kerja bagi golongan executive;f. Bonus setiap tahun bagi karyawan staf ke atas;g. Diikutsertakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi karyawan staf ke atas.Perseroan memiliki Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati antara Perseroan dengan parakaryawan dan diperbaharui setiap 2 (dua) tahun sekali. Selain itu, Perseroan juga memiliki PeraturanPerusahaan. 61
  • Perseroan telah memenuhi kewajiban Upah Minimum Regional yang ditetapkan berdasarkan peraturan-peraturan di bawah ini :- Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 93 Tahun 2010 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 561.4/69/2010 tanggal 18 November 2010 tentang Upah Minimum Pada 35 (Tiga Puluh Lima) Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 561/Kep.1564-Bangsos/2010 tanggal 19 November 2010 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Di Jawa Barat Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Banten No. 561/Kep.676-Huk/2010 tanggal 19 November 2010 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten Lebak Provinsi Banten Tahun 2011;- Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 188.44/0441/KUM/2010 tanggal 7 Oktober 2010 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Selatan Tahun 2011.Perencanaan karir, pengaturan persyaratan jabatan, pembinaan karier, penilaian karyawan danpengangkatan karyawan dalam jabatan dilakukan secara tertulis, jelas dan obyektif, sehingga setiapkaryawan dapat mengetahui kemampuan sendiri yang memungkinkan untuk mencapai karir optimal.Adapun komposisi karyawan Grup JAW adalah sebagai berikut:Perseroan Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007Tingkat Pendidikan Formal Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)S2 2 4 2 4 1 2 1 2S1 31 56 30 57 24 51 21 48D3 10 18 9 17 7 15 8 18SMA atau sederajat 11 20 11 21 14 30 13 30< SMA 1 2 1 2 1 2 1 2Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100 Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Jabatan 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jenjang Jabatan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Manajer 12 22 12 23 12 26 10 23Staf 28 51 28 53 24 51 23 52Non Staf 15 27 13 25 11 23 11 25Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100 Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Usia 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jenjang Usia Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)> 50 3 5 2 4 2 4 1 241 – 50 29 53 24 45 24 51 22 5031 - 40 14 25 16 30 16 34 18 4121 - 30 9 16 11 21 5 11 3 7Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100 62
  • Komposisi Karyawan Menurut Status 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jenjang Usia Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Tetap 50 91 50 94 47 100 44 100Tidak Tetap 5 9 3 6 - - - -Jumlah 55 100 53 100 47 100 44 100Anak Perusahaan Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Pendidikan 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Tingkat Pendidikan Formal Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)S1 98 1,0 101 1,0 72 0,9 44 0,7D3 33 0,3 43 0,4 28 0,4 17 0,3SMA atau sederajat 1.988 19,5 1.718 17,2 1.767 22,9 1.873 29,9< SMA 8.082 79,2 8.146 81,4 5.838 75,8 4.327 69,1Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0 Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Jabatan 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jenjang Jabatan Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Manajer 19 0,2 19 0,2 17 0,2 14 0,2Staf 137 1,3 141 1,4 118 1,5 55 0,9Non Staf 10.045 98,5 9.848 98,4 7.570 98,2 6.192 98,9Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0 Komposisi Karyawan Menurut Jenjang Usia 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jenjang Usia Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)> 50 665 6,5 579 5,8 634 8,2 777 12,441 – 50 1.954 19,2 1.752 17,5 1.675 21,7 1.286 20,531 - 40 3.936 38,6 4.031 40,3 2.817 36,6 2.049 32,721 - 30 3.280 32,2 3.372 33,7 2.309 30,0 1.911 30,5< 21 366 3,6 274 2,7 270 3,5 238 3,8Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0 Komposisi Karyawan Menurut Status 31 Desember 2010 31 Desember 2009 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Jenjang Usia Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % (Orang) (Orang) (Orang) (Orang)Tetap 1.811 17,8 1.751 17,5 1.652 21,4 1.545 24,7Tidak Tetap 8.390 82,2 8.257 82,5 6.053 78,6 4.716 75,3Jumlah 10.201 100,0 10.008 100,0 7.705 100,0 6.261 100,0 63
  • 7. KETERANGAN SINGKAT TENTANG PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM 1. PT Aji Lebur Seketi (ALS) a. Pendirian ALS adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. ALS didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 32 tanggal 26 Februari 1999, dibuat di hadapan Imam Santoso, SH, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham, sesuai dengan Surat Keputusan No. C-9666 HT.01.01-TH.99 tanggal 28 Mei 1999, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat di bawah No. 523/BH.09.05/I/2000 tanggal 21 Januari 2000, dan diumumkan dalam BNRI No. 22 tanggal 17 Maret 2000, Tambahan 1391. Anggaran Dasar ALS terakhir kali dirubah untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta RUPS Luar Biasa ALS No. 140 tanggal 19 Agustus 2008, dibuat oleh Setiawan, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 140/2008”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-70269.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 6 Oktober 2008 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0092481.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 6 Oktober 2008. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar ALS, maksud dan tujuan ALS adalah menjalankan usaha dibidang jasa, pembangunan, pengangkutan darat, percetakan, perdagangan, perindustrian, dan pertanian. c. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Berdasarkan (i) Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 141 tanggal 27 April 2005, dibuat di hadapan Setiawan, SH, Notaris di Jakarta, yang telah dilaporkan kepada Menkumham sebagaimana dinyatakan dalam Surat Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. C-13626 HT.01.04.TH.2005 tanggal 19 Mei 2005, dan telah didaftarkan pada Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dengan No. 1526/RUB.09.05/VI/2005 tanggal 13 Juni 2005, serta selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 56 tanggal 15 Juli 2005, Tambahan 671; dan (ii) Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No. 07 tanggal 8 Juni 2007 (“Akta No. 07/2007”), dibuat di hadapan Winanto Wiryomartani, SH, MHum, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Nama Pemegang Saham, Direksi dan Komisaris No. W7-HT.01.10-12637 tanggal 11 September 2007, susunan permodalan dan pemegang saham ALS hingga saat ini adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp500.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar 15.000 7.500.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 6.000.000.000 Hadi Surya 3000 1.500.000.000 25 Siana Anggraeni Surya 3000 1.500.000.000 25 Utama Hadi Surya 3000 1.500.000.000 25 Dwijaya Hadi Surya 3000 1.500.000.000 25 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 12.000 6.000.000.000 100 Saham dalam Portepel 3000 1.500.000.000 Penyertaan atas Perseroan dilaksanakan oleh ALS dengan menggunakan dana dari tambahan setoran modal oleh para pemegang saham ALS. 64
  • d. Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta No. 07/2007 sebagaimana ditegaskan dengan Akta 140/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris ALS adalah sebagai berikut: Direksi Direktur Utama : Utama Hadi Surya Direktur : Dwijaya Hadi Surya Dewan Komisaris Komisaris : Siana Anggraeni Surya2. PT Sinar Kasih Abadi (SKA) a. Pendirian SKA adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. SKA didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 02 tanggal 9 Oktober 2006, dibuat di hadapan Rini Martini Dahliani, SH, Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh pengesahan dari Menkumham, sesuai dengan Surat Keputusan No. W7-04065 HT.01.01-TH.2007 tanggal 13 April 2007, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dengan No. 5290/BH.09.05/VI/2008 tanggal 13 Juni 2008, dan diumumkan dalam BNRI No. 55 tanggal 8 Juli 2008, Tambahan 11246. Anggaran Dasar SKA terakhir kali diubah dengan Akta Berita Acara Rapat SKA No. 1 tanggal 1 Desember 2008, dibuat di hadapan Chrescentia Erna Widawati, SH, Notaris di Lebak (“Akta No. 1/2008”) yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-99503. AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 23 Desember 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0125200.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 23 Desember 2008, dan diumumkan dalam BNRI No. 11, tanggal 6 Februari 2009, Tambahan No. 3613. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar SKA, maksud dan tujuan SKA adalah berusaha dalam bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, percetakan, perbengkelan dan jasa. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta Pendirian SKA dan Akta No.1/2008, susunan permodalan dan pemegang saham SKA hingga saat ini adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp500.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar 2000 1.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 250.000.000 - Harijadi Soedarjo 175 87.500.000 35 - Jeanne Soedarjo (Jeane Lotje Augustine Laquais), Alvin Darlanika Soedarjo, Rendy Diego Soedarjo, Garibaldi Nathaniel Soedarjo *) 65 32.500.000 13 - Rudianto Soedarjo 65 32.500.000 13 - Soeharjo Soedarjo 65 32.500.000 13 - Soedarniati Harnyoto Soedrajat 65 32.500.000 13 - Soetikno Soedarjo 65 32.500.000 13 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 500 250.000.000 100 Saham dalam Portepel 1500 750.000.000 *) Keterangan : secara bersama-sama selaku para ahli waris Alm. Sasangko Soedarjo 65
  • Penyertaan atas Perseroan dilaksanakan oleh SKA dengan menggunakan dana dari tambahan setoran modal dari para pemegang saham SKA. d. Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta No. 1/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris SKA adalah sebagai berikut: Direksi Direktur : Harijadi Soedarjo Dewan Komisaris Komisaris Utama : Rudianto Soedarjo Komisaris : Soeharjo Soedarjo8. KETERANGAN TENTANG ANAK PERUSAHAAN1. PT Agri Bumi Sentosa (ABS) a. Pendirian ABS adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. ABS didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 05 tanggal 12 September 2006 sebagaimana diubah oleh Akta Perubahan No. 32 tanggal 18 Oktober 2006, keduanya dibuat di hadapan Hajjah Esti Widowati, SH, selaku pengganti dari Winanto Wiryomartani, SH, MHum, Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian ABS”), yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. W7-02325 HT.01.01.TH.2006 tanggal 8 November 2006, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat dengan No. 7583/BH.09.05/XII/2006 pada tanggal 11 Desember 2006, dan diumumkan dalam BNRI No. 3 tanggal 9 Januari 2007, Tambahan No. 285. Anggaran Dasar ABS telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 191, tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-83493.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 10 November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0106666.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 10 November 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 10131/RUB.09-05/V/2009 tanggal 1 Mei 2009 dan diumumkan dalam BNRI No. 19 tanggal 6 Maret 2009, Tambahan No. 6624. Anggaran Dasar ABS telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 3, tanggal 19 Januari 2011, dibuat di hadapan Indra Gunawan, SH, MKn, Notaris di Kabupaten Karawang, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor ABS (“Akta No. 3/2011”) yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-06074 tanggal 25 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0016113.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 25 Februari 2011. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar ABS, maksud dan tujuan ABS adalah menjalankan usaha di bidang perkebunan besar, industri dan perdagangan. 66
  • c. Permodalan dan Susunan Pemegang SahamBerdasarkan Akta No. 3/2011, susunan permodalan dan pemegang saham ABS hingga saat iniadalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 200.000 200.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 176.578 176.578.000.000 94,03SKA 3.365 3.365.000.000 1,79ALS 7.852 7.852.000.000 4,18Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 187.795 187.795.000.000 100Saham dalam Portepel 12.205 12.205.000.000d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pendirian ABS, susunan Direksi dan Dewan Komisaris ABS adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan ABS untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 14.071 6.986 3.802Aset Tidak Lancar 259.899 169.030 75.309Jumlah Aset 273.970 176.016 79.110Kewajiban Lancar 8.751 11.197 2.458Kewajiban Tidak Lancar 76.643 46.394 11.616Jumlah Kewajiban 85.394 57.591 14.074Ekuitas 188.576 118.425 65.036Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 273.970 176.016 79.110 67
  • Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008 Penjualan Bersih 3.311 4.810 1.498 Laba (Rugi) Kotor (2.097) (918) 50 Laba (Rugi) Usaha (2.142) (1.270) (149) Laba (Rugi) Bersih 1.347 (257) 26 Jumlah aset pada tahun 2010 adalah Rp273.970 juta, meningkat sebesar Rp97.954 juta atau 55,65% yang disebabkan terutama oleh bertambahnya aset berupa tanaman belum menghasilkan sebesar Rp49.913 juta, atau 59,96%. Pada tahun 2010 aset tetap juga mengalami peningkatan sebesar Rp31.263 juta atau sebesar 53,42%. Jumlah aset pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp96.906 juta atau 122,50% dari tahun 2008 yang disebabkan oleh kenaikan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp54.015 juta atau 184,82%. Pada tahun 2009 juga terdapat kenaikan pada aset tetap sebesar Rp24.474 juta atau sebesar 71,87%. Selain itu pada, pada tahun 2009 terdapat kenaikan piutang terhadap Perseroan sebesar Rp13.980 juta atau sebesar 9.078% yang berasal dari transaksi rekening koran dengan Perseroan. Jumlah kewajiban pada tahun 2010 adalah Rp85.394 juta, meningkat sebesar Rp27.803 juta atau 48,28% dari tahun 2009. Hal ini disebabkan terutama oleh meningkatnya pinjaman jangka panjang kepada bank untuk kredit investasi sebesar Rp25.373 juta atau 55,44%. Jumlah kewajiban pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp43.517 juta atau 309,20% yang disebabkan oleh pencairan hutang bank jangka panjang sebagai kredit investasi sebesar Rp45.801 juta. Jumlah ekuitas pada tahun 2010 adalah Rp 188.576 juta, meningkat sebesar Rp70.151 juta atau 59,24% dari tahun 2009. Hal ini disebabkan oleh adanya setoran modal sebesar Rp68.804 juta dari pemegang saham. Pada tahun 2009, jumlah ekuitas adalah Rp118.425 juta, meningkat Rp53.389 juta atau 82,09% dari Rp 65.036 pada tahun 2008 karena adanya penambahan tambahan modal disetor sebesar Rp53.646 juta dari pemegang saham. Penjualan bersih turun Rp 1,499 juta atau sebesar 31,16% dari Rp4.810 juta pada tahun 2009 menjadi Rp3.311 juta pada tahun 2010 oleh karena penurunan kuantitas penjualan kayu lapis (veneer). Laba bersih meningkat dari kerugian bersih Rp257 juta pada tahun 2009 menjadi laba bersih Rp1.347 juta, atau meningkat sebesar Rp258 juta pada tahun 2010 dikarenakan adanya penerimaan management fee atas pengelolaan plasma sebesar Rp938 juta.2. PT Anugerah Wattiendo (AW) a. Pendirian AW, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. AW didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 60 tanggal 31 Januari 2008 dibuat di hadapan Esti Widowati, SH, Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian AW”), yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-13934.AH.01.01 tanggal 19 Maret 2008, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0020588.AH.01.09.Tahun 2008 Tanggal 19 Maret 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 8282/BH.09-05/XI/2008 tanggal 26 November 2008. Perubahan terakhir Anggaran Dasar AW adalah sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No. 45, tanggal 29 Juli 2008, dibuat di hadapan Winanto Wiryomartini, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 45/2008”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor AW. yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-23527 tanggal 14 November 2008 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0109694. AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 14 November 2008. 68
  • b. Kegiatan UsahaBerdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar AW, maksud dan tujuan AW adalah menjalankanusaha dibidang perdagangan, pertambangan, jasa, industri, pengangkutan, percetakan, pertaniandan pembangunan.c. Permodalan dan Susunan Pemegang SahamBerdasarkan Akta No. 45/2008, susunan permodalan dan pemegang saham AW hingga saat iniadalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 4.000 4.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 1.000 1.000.000.000 50ALS 700 700.000.000 35SKA 300 300.000.000 15Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.000 2.000.000.000 100Saham dalam Portepel 2.000 2.000.000.000d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pendirian AW, susunan Direksi dan Dewan Komisaris AW adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan AW untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 183 18 13Aset Tidak Lancar 11.789 - 3.557Jumlah Aset 11.972 18 3.570Kewajiban Lancar 227 3 4Kewajiban Tidak Lancar 12.409 - 524Jumlah Kewajiban 12.636 3 528Ekuitas (664) 15 3.042Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 11.972 18 3.570 69
  • Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008 Penjualan Bersih - - - Laba (Rugi) Kotor - - - Laba (Rugi) Usaha (679) (3.028) (108) Laba (Rugi) Bersih (679) (3.028) (108) Total aset meningkat Rp11.954 juta pada akhir tahun 2010, atau 66.405,56% dari Rp18 juta pada tahun 2009 menjadi Rp11.972 juta pada tahun 2010 karena meningkatnya pembayaran uang muka untuk izin lokasi sebesar Rp11.187 juta. Sebaliknya pada tahun 2009, jumlah aset menurun Rp3.552 juta atau 99,50% karena tidak diperpanjangnya izin lokasi yang lama. Total kewajiban meningkat Rp12.633 juta atau 421.100% pada tahun 2010 karena adanya hutang kepada Perseroan sebesar Rp12.409 juta untuk modal kerja AW. Jumlah kewajiban pada tahun 2009 menurun Rp525 juta atau 99,43% dibandingkan dengan tahun 2008 oleh karena pembayaran hutang kepada KJW dan ABS atas pinjaman untuk biaya perizinan sebesar Rp524 juta. Total ekuitas turun Rp679 juta dari Rp15 juta pada tahun 2009 menjadi saldo negatif Rp664 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh adanya kerugian selama tahap pengembangan sebesar Rp600 juta. Pada tahun 2009, saldo ekuitas turun sebesar Rp3.087 juta dari Rp3.042 juta pada tahun 2008 yang disebabkan oleh kerugian penghapusan uang muka sebesar Rp3.001 juta. Total rugi bersih turun Rp2.349 juta dari Rp3.028 juta pada tahun 2009 menjadi Rp679 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh adanya penghapusan uang muka aset tetap.3. PT Banjoemas Landen (BL) a. Pendirian BL, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. BL didirikan berdasarkan Akta Pendirian Naamlooze Vennootschap No. 66 tanggal 7 April 1910 dibuat di hadapan Hendrik Willem Hazenberg, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah disahkan oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, sesuai dengan Petikan Daftar Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 45 tanggal 15 April 1910, didaftarkan pada Daftar Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) No. 43 pada tanggal 23 April 1910, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 39 tanggal 17 Mei 1910. Anggaran Dasar BL telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 164, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-20026.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0025581.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 61 tanggal 31 Juli 2009, Tambahan No. 20255. Anggaran Dasar BL telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 86, tanggal 13 Agustus 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor (“Akta No. 86/2009”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-46132.AH.01.02.Tahun 2009, tanggal 17 September 2009 didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0062140.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 17 September 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 69, tanggal 27 Agustus 2010, Tambahan No. 14555. 70
  • BL memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi,Keuangan dan Industri No. KEP/73/MEKUIN/10/1970, tanggal 8 Oktober 1970.b. Kegiatan UsahaBerdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar BL, maksud dan tujuan BL adalah menjalankanusaha dibidang perkebunan.c. Permodalan dan Susunan Pemegang SahamBerdasarkan Akta No. 86/2009, susunan permodalan dan pemegang saham BL hingga saat iniadalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp38.436,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 26.100 1.003.179.600Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 25.578 983.116.008 98Asiatic Properties Incorporated 522 20.063.592 2Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 26.100 1.003.179.600 100Saham dalam Portepel - -d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 41 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapanYulia, SH, Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan SuratPenerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-05697 tanggal 23 Februari 2011 dan didaftarkanpada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015069.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 23 Februari 2011,susunan Direksi dan Dewan Komisaris BL adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi HariyantoDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan BL untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian. 71
  • Neraca dalam jutaan Rupiah 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 2.753 1.635 2.508Aset Tidak Lancar 19.634 16.811 25.348Jumlah Aset 22.387 18.446 27.856Kewajiban Lancar 2.330 5.486 17.119Kewajiban Tidak Lancar 2.450 1.754 1.463Jumlah Kewajiban 4.781 7.239 18.582Ekuitas 17.607 11.207 9.274Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 22.387 18.446 27.856Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 23.651 17.402 21.866Laba Kotor 9.788 3.234 5.901Laba Usaha 8.279 1.868 4.178Laba Bersih 6.400 968 342Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp3.941 juta atau 21,37% dibandingkan dengan tahun2009 karena penambahan investasi pada tanaman sebesar Rp770 juta atau 11,06% dan kenaikanpiutang kepada Perseroan sebesar Rp1.705 juta atau 49,6% karena penerimaan piutang usaha hasilpenjualan BL yang diterima oleh Perseroan. Pada tahun 2009 jumlah aset mengalami penurunan33,78% atau Rp9.410 juta dibandingkan dengan tahun 2008 karena adanya kenaikan pembayaranutang Perseroan kepada BL sebesar Rp9.099 juta.Jumlah kewajiban pada tahun 2010 turun sebesar Rp2.458 juta atau 33,95% dibandingkan dengantahun 2009 karena adanya pembayaran kepada Perseroan sebesar Rp4.700 juta. Penurunan jumlahkewajiban juga terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp11.343 jutaatau 61,04% disebabkan adanya pembayaran pinjaman modal kerja sebesar Rp11.725 juta.Jumlah ekuitas meningkat Rp 6.400 juta atau 57,11% dari Rp11.207 juta pada tahun 2009 menjadiRp17.607 juta pada tahun 2010 karena laba bersih Perseroan sebesar Rp6.400 juta pada tahun 2010.Penjualan bersih pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp23.651 juta, meningkat Rp6.249 juta atau35,91%, dari Rp17.402 juta pada tahun 2009 menjadi Rp23.651 juta pada tahun 2010 yangdisebabkan oleh peningkatan harga karet.Laba kotor pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp 9.788 juta, meningkat Rp6.554 juta atau 202,66%,dari Rp 3.234 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh peningkatan harga jual karet.Laba usaha pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp6.411 juta atau 343,20% dari tahun sebelumnyasebesar Rp1.868 juta menjadi Rp8.279 juta pada tahun 2010, yang disebabkan oleh meningkatnyalaba kotor.Laba bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp5.432 juta atau 561,16% dibandingkan dengantahun 2009 disebabkan oleh meningkatnya penjualan bersih sebesar Rp6.248 juta atau 35,90%karena kenaikan harga karet. 72
  • 4. PT Bumi Prada (BP) a. Pendirian BP, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. BP didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 44 tanggal 19 Februari 1974 dibuat di hadapan Abdullah Gemawang, SH, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan Menkumham No. Y.A.5/73/14 tanggal 24 Mei 1974, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 3467 tanggal 4 September 1974, dan selanjutnya telah diumumkan dalam BNRI No. 19 tanggal 7 Maret 1975, Tambahan No. 144. Anggaran Dasar BP telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa BP No. 05, tanggal 11 September 2008, dibuat di hadapan Widary Tjandrasantosa, SH, Notaris di Bandung, mengenai perubahan seluruh Anggaran Dasar dalam rangka penyesuaian dengan UUPT (“Akta No. 05/2008”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-92046.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 1 Desember 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0116593.AH.01.09. Tahun 2008 tanggal 1 Desember 2008. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar BP, maksud dan tujuan BP adalah menjalankan usaha dibidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, percetakan, perbengkelan, dan jasa. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 194, tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor BP, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU- 15815.AH.01.02 Tahun 2008, tanggal 31 Maret 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0023222.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 31 Maret 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Jakarta Pusat dengan No. 10171/RUB.09.05/V/2009 tanggal 6 Mei 2009 serta diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-8257 tanggal 9 April 2008, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU- 0025894.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 9 April 2008, susunan permodalan dan pemegang saham BP hingga saat ini adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp20.000 ,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar 5.000 100.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 4.000 80.000.000 80 ALS 700 14.000.000 14 SKA 300 6.000.000 6 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.000 100.000.000 100 Saham dalam Portepel - - 73
  • d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta No. 05/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris BP adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan BP untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar - 4 8Aset Tidak Lancar 3.964 342 349Jumlah Aset 3.964 346 358Kewajiban Lancar 6 - 8Kewajiban Tidak Lancar 6.513 2.707 2.663Jumlah Kewajiban 6.519 2.707 2.671Ekuitas (2.555) (2.361) (2.314)Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 3.964 346 358Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih - 2 253Laba (Rugi) Kotor - 2 92Laba (Rugi) Usaha - (5) (483)Laba (Rugi) Bersih (194) (47) (535)Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp3.618 juta atau 1.045,66% dibandingkan dengan tahun2009 karena meningkatnya pembayaran uang muka untuk izin lokasi sebesar Rp3.629 juta.Jumlah kewajiban pada tahun 2010 naik sebesar Rp3.812 juta atau 140,82% dibandingkan dengantahun 2009 karena terjadinya kenaikan utang terhadap Perseroan sebesar Rp3.806 juta. 74
  • 5. PT Corah Mas Keputren Estates (CMK) a. Pendirian CMK, dahulu bernama Cultuur Maatschappij Tjorah Mas, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. CMK didirikan berdasarkan Proces-Verbaal No. 96, tanggal 16 November 1910, dibuat di hadapan Hendrik Willem Hazenberg, Notaris di Surabaya,yang telah disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 49 tanggal 25 April 1911, dan telah didaftar Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya dengan No. 55 pada tanggal 13 Mei 1911, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 49, tanggal 20 Juni 1911. Anggaran Dasar CMK telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 165 tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-93790.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan di bawah No. AHU-0118604.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 10179/RUB.09.05/V/2009 tanggal 6 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 30 tanggal 14 April 2009, Tambahan No. 10315. Anggaran Dasar CMK telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 24 tanggal 6 Mei 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 24/2009”), mengenai perubahan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor CMK, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-36150.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 30 Juli 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0047690.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 30 Juli 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 97 tanggal 4 Desember 2009, Tambahan No. 28178. CMK memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan dan Industri No. KEP/72/MEKUIN/10/70, tanggal 8 Oktober 1970. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar CMK, maksud dan tujuan CMK adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta No. 24/2009, susunan permodalan dan pemegang saham CMK hingga saat ini adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp66.256,- per saham Pemegang Saham Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar 15.093 1.000.001.808 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 14.595 967.006.320 96,7 Asiatic Properties Incorporated 498 32.995.488 3,3 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.093 1.000.001.808 100 Saham dalam Portepel - - 75
  • d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 43 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapanYulia, SH, Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan SuratPenerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.10-05686 tanggal23 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015058.AH.01.09.Tahun2011 tanggal 23 Februari 2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris CMK adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi HariyantoDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan CMK untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 1.882 1.678 975Aset Tidak Lancar 11.978 10.021 10.693Jumlah Aset 13.860 11.700 11.668Kewajiban Lancar 754 573 1.633Kewajiban Tidak Lancar 1.590 1.264 1.096Jumlah Kewajiban 2.344 1.836 2.729Ekuitas 11.516 9.863 8.939Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 13.860 11.700 11.668Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 9.032 5.662 10.419Laba (Rugi) Kotor 4.364 1.242 4.952Laba (Rugi) Usaha 2.312 139 3.486Laba (Rugi) Bersih 1.653 (10) 2.381Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp2.160 juta atau 18,46% dibandingkan dengan tahun2009 karena kenaikan jumlah aset berupa tanaman belum menghasilkan sebesar Rp1.605 jutaatau 25,44%. 76
  • Jumlah kewajiban pada tahun 2010 naik sebesar Rp508 juta atau 27,67% dibandingkan dengan tahun 2009 karena terjadinya kenaikan hutang pajak akibat kenaikan laba sebesar Rp205 juta atau 145,39% dan kenaikan kewajiban imbalan pasca kerja sebesar Rp213 juta atau 17,11%. Penurunan jumlah kewajiban terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp893 juta atau 32,72% oleh karena adanya penurunan hutang pajak sebesar Rp874 juta atau 116,13%. Pada tahun 2010 penjualan bersih meningkat 59,52% atau sebesar Rp3.370 juta dari tahun 2009 dan laba bersih pada tahun 2010 meningkat dari kerugian sebesar Rp10 juta pada tahun 2009 menjadi Rp1.653 juta, atau meningkat sebesar Rp1.663 juta atau 16.630% pada tahun 2010, yang terutama disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia.6. PT Cipanyusuhan (CP) a. Pendirian CP, dahulu bernama N.V ELISA dan PT SINDANGWANGI, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. CP didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 87 tanggal 15 November 1955 sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No.56 tanggal 11 Januari 1956 dibuat di hadapan Raden Kadiman, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. J.A.5/7/21 tanggal 24 Januari 1956, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 306 dan No. 307 pada tanggal 10 Februari 1956, dan diumumkan dalam BNRI No. 87 tanggal 30 Oktober 1956, Tambahan No. 945. Anggaran Dasar CP telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 03, tanggal 26 Desember 2007, dibuat di hadapan Rini M. Dahliani, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 03/2007”), mengenai perubahan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dan perubahan seluruh Anggaran Dasar dalam rangka penyesuaian dengan UUPT, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No.AHU-15971.AH.01.02.Tahun 2008, tanggal 1 April 2008 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0023498.AH.01.09. Tahun 2008 tanggal 1 April 2008. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar CP, maksud dan tujuan CP adalah menjalankan usaha dibidang pertanian. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta No. 03/2007, susunan permodalan dan pemegang saham CP hingga saat ini adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp10.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar 10.000 100.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 4.950 49.500.000 99 SKA 15 150.000 0,3 ALS 35 350.000 0,7 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 5.000 50.000.000 100 Saham dalam Portepel 5.000 50.000.000 77
  • d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta No. 03/2007, susunan Direksi dan Dewan Komisaris CP adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan CP untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 310 278 318Aset Tidak Lancar 2.894 1.483 1.032Jumlah Aset 3.204 1.761 1.350Kewajiban Lancar 199 186 303Kewajiban Tidak Lancar 60 37 57Jumlah Kewajiban 259 223 360Ekuitas 2.945 1.538 989Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 3.204 1.761 1.350Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 2.506 1.565 1.929Laba Kotor 1.741 762 948Laba Usaha 1.546 654 823Laba Bersih 1.407 549 586Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp1.443 juta atau 81,94% dibandingkan dengan tahun 2009karena terjadi kenaikan piutang dengan pihak hubungan istimewa sebesar Rp1.228 juta atau 211%.Pada tahun 2009, jumlah aset meningkat Rp451 juta atau 33,41% dari Rp1.350 juta pada tahun2008 menjadi Rp1.761 juta disebabkan oleh kenaikan piutang dengan pihak hubungan istimewasebesar Rp371 juta atau 175,83%.Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp1.407 juta, atau 91,48%, dari Rp1.538 juta pada tahun 2009menjadi Rp2.945 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh tambahan dari laba bersih periode 2010. 78
  • Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp941 juta atau 60,13% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia, dan laba bersih meningkat Rp858 juta atau 156,28% yang disebabkan oleh kenaikan penjualan karet. Laba usaha pada tahun 2010 meningkat Rp892 juta, atau 136,39%, dari Rp654 juta pada tahun 2009 menjadi Rp1.546 juta pada tahun 2010 yang disebabkan kenaikan harga karet dunia. Pada tahun 2010, laba bersih tercatat sebesar Rp1.407 juta, meningkat sebesar Rp 858 juta atau 156,28%, dari Rp549 pada tahun sebelumnya yang disebabkan oleh meningkatnya laba usaha karena kenaikan harga karet dunia.7. PT Indo Java Rubber Planting Company (IJR) a. Pendirian IJR (dahulu bernama The Indo Java Rubber Planting And Trading Company), adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. IJR didirikan berdasarkan Akta Pendirian Pendirian Terbatas (Naamlooze Vennootschap) No. 46 tanggal 18 Agustus 1907 dibuat di hadapan Benjamin ter Kuile, pada waktu itu Notaris di Surabaya, telah memperoleh pengesahan Gubernur Jendral Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie No. 25 tanggal 24 Agustus 1907, didaftarkan di buku register Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) No. 71 pada tanggal 3 September 1907, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 74 tanggal 17 September 1907. Anggaran Dasar IJR telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat IJR No. 50 tanggal 10 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia, SH, Notaris Jakarta (“Akta No. 50/2011”), mengenai perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar IJR sehubungan dengan perubahan status IJR dari perusahaan dalam rangka Penanaman Modal Asing menjadi Non Fasilitas Umum, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-16402.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 31 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0026191.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 31 Maret 2011. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar IJR, maksud dan tujuan IJR adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan (i) Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 75 tanggal 28 Juni 1984, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 2 tanggal 1 Oktober 1986, keduanya dibuat di hadapan Miryam Magdalena Indrani Wiardi, SH, Notaris di Jakarta, mengenai kelanjutan kegiatan IJR dalam rangka Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-7294-HT.01.04.TH 1986 tanggal 18 Oktober 1986, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 2338 tanggal 13 November 1986 dan diumumkan dalam BNRI No. 102 tanggal 23 Desember 1986, Tambahan No. 1639, dan (ii) Akta No. 50/2011, susunan permodalan dan pemegang saham IJR hingga saat ini adalah sebagai berikut : 79
  • Nilai Nominal Rp171.927,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000 171.927.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 1.000 171.927.000 100Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.000 171.927.000 100Saham dalam Portepel - -d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta No. 50/2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris IJR adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi HariyantoDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan IJR untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 yang telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih,Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Crowe Horwath).Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 14.797 11.841 15.648Aset Tidak Lancar 41.656 29.924 31.014Jumlah Aset 56.453 41.765 46.662Kewajiban Lancar 9.496 7.298 10.673Kewajiban Tidak Lancar 11.722 10.136 10.012Jumlah Kewajiban 21.218 17.434 20.685Ekuitas 35.235 24.331 25.977Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 56.453 41.765 46.662Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 87.491 59.865 80.094Laba Kotor 54.775 29.429 50.620Laba Usaha 45.530 22.748 41.198Laba Bersih 34.903 17.354 29.680Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp14.688 juta atau 35,17% dibandingkan dengan tahun2009 karena kenaikan investasi pada tanaman perkebunan sebesar Rp4.350 juta atau 33,69% dankenaikan piutang dengan Perseroan sebesar Rp12.388 juta atau 231,16%. 80
  • Jumlah kewajiban pada tahun 2010 naik sebesar Rp3.784 juta atau 21,70% dibandingkan dengan tahun 2009 karena adanya kenaikan pada kewajiban imbalan pasca kerja sebesar Rp1.532 juta atau 15,11%. Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp27.626 juta atau 46,15% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet. Laba kotor pada tahun 2010 meningkat Rp25.346 juta atau 86,13% dari Rp29.429 juta pada tahun 2009 menjadi Rp54.775 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah penjualan bersih dari komoditas karet. Laba bersih meningkat Rp17.549 juta atau 101,12%, dari Rp17.354 juta pada tahun 2009 menjadi Rp34.903 juta pada tahun 2010 karena meningkatnya laba kotor tahun 2010.8. PT Kaliduren Estates (KE) a. Pendirian KE, dahulu bernama KALI-DOEREN, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. KE didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas (Naamlooze Vennootschap Cultur Maatschappij Kali-Doeren) No. 27 tanggal 12 Oktober 1904 dibuat di hadapan Benjamin ter Kuille, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah memperoleh pengesahan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 33 tanggal 17 November 1904, didaftarkan pada buku register Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) dengan No. 70 pada tanggal 8 Desember 1904, dan selanjutnya telah diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant van) No. 8 tanggal 27 Januari 1905. Anggaran Dasar KE telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 166, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 166/2008”). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Keputusan Menkumham No. AHU-87750.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 19 November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU- 0111492.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 19 November 2008, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta dengan No. 10166/RUB.09.05/V/2009 tanggal 5 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 18, tanggal 3 Maret 2009, Tambahan No. 6455. Anggaran Dasar KE telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 78, tanggal 22 Februari 2011 yang dibuat di hadapan Yulia, SH., Notaris di Jakarta (“Akta No. 78/2011”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, yang disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-14473. AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Maret 2011, didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-0023116. AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Maret 2011. KE memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan Dan Industri No. KEP/71/MEKUIN/10/70 tanggal 8 Oktober 1970. 81
  • b. Kegiatan UsahaBerdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar KE, maksud dan tujuan KE adalah menjalankanusaha dibidang perkebunan.c. Permodalan dan Susunan Pemegang SahamBerdasarkan Akta No. 78/2011, susunan permodalan dan pemegang saham KE hingga saat iniadalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp165.432,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 10.000 1.654.320.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 9.510 1.573.258.320 95,10Asiatic Properties Incorporated 490 81.061.680 4,90Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 10.000 1.654.320.000 100Saham dalam Portepel - -d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 40 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapanYulia, SH, Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan SuratPenerimaan Pemberitahuan Perubahan Direksi/Komisaris KE No. AHU-AH.01.10-05683 tanggal23 Februari 2011 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015055.AH.01.09.Tahun2011 tanggal 23 Februari 2011, susunan Direksi dan Dewan Komisaris KE adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi HariyantoDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan KE untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian. 82
  • Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008 Aset Lancar 17.098 10.662 14.101 Aset Tidak Lancar 61.547 55.818 50.162 Jumlah Aset 78.645 66.480 64.263 Kewajiban Lancar 7.593 15.030 14.096 Kewajiban Tidak Lancar 25.654 25.517 32.474 Jumlah Kewajiban 33.248 40.547 46.570 Ekuitas 45.397 25.933 17.692 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 78.645 66.480 64.263 Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008 Penjualan Bersih 115.086 68.064 86.335 Laba Kotor 33.400 14.699 18.552 Laba Usaha 26.258 9.191 12.948 Laba Bersih 19.464 7.406 5.067 Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp12.165 juta atau 18,30% dibandingkan dengan tahun 2009 karena kenaikan investasi tanaman sebesar Rp4.586 juta atau 10,07% dan kenaikan piutang usaha sebesar Rp3.172 juta atau 86,76%, dan pada tahun 2009 meningkat Rp2.217 juta atau 3,45% dibandingkan dengan tahun 2008 yang disebabkan oleh kenaikan investasi tanaman sebesar Rp5.145 juta atau 12,75%. Jumlah kewajiban pada tahun 2010 turun sebesar Rp7.299 juta atau 18,00% dibandingkan dengan tahun 2009 karena pembayaran hutang kepada Perseroan sebesar Rp28.800 juta. Penurunan jumlah kewajiban juga terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar Rp6.023 juta atau 12,93% karena pembayaran hutang kepada Perseroan. Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp47.022 juta atau 69,08% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet. Laba kotor pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp18.701 juta atau 127,23% dari laba kotor tahun sebelumnya sebesar Rp14.699 juta yang disebabkan oleh kenaikan penjualan bersih yang terutama disebabkan oleh kenaikan harga karet yang diiringi dengan kenaikan pembelian bahan olah karet dari pihak ketiga dan pihak istimewa. Pada tahun 2010 laba bersih meningkat sebesar Rp12.058 juta, atau 162,81%, dari Rp7.406 juta pada tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan laba kotor pada tahun 2010.9. PT Kintap Jaya Wattindo (KJW) a. Pendirian KJW adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. KJW didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 29 tanggal 19 Agustus 1997, dibuat di hadapan Ilyas Zaini, SH, Notaris di Jakarta, telah memperoleh status sebagai badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menkumham No. C2-27361 HT.01.01.TH.98, tanggal 4 Desember 1998, didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 39/BH.09.05/ IX/99 pada tanggal 29 September 1999, dan diumumkan dalam BNRI No. 11 tanggal 8 Februari 2000, Tambahan No. 637. 83
  • Anggaran Dasar KJW telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruhketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam AktaPernyataan Keputusan Rapat No. 95 tanggal 14 Juli 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo,SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 95/2008”). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujuioleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-88200.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 20November 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan dengan No. 9605/RUB.09.05/III/2009 tanggal 17 Maret 2009 dan Daftar Perseroan dengan No. AHU-0112043.AH.01.09.Tahun2008 tanggal 20 November 2008, dan Kantor Pendaftaran Perusahaan dengan No. 9605/RUB.09.05/III/2009 tanggal 17 Maret 2009.Anggaran Dasar KJW telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimanadinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham KJW No. 288 tanggal 29 Desember2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 288/2009”), mengenaiperubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Ditempatkandan Modal Disetor, yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan Surat PenerimaanPemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-06938 tanggal 23 Maret 2010,dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0021700.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal23 Maret 2010.KJW memperoleh status sebagai PMDN berdasarkan Surat Persetujuan Penanaman ModalNo. 67/I/PMDN/2008 tanggal 21 April 2008.b. Kegiatan UsahaBerdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar KJW, maksud dan tujuan KJW adalah menjalankanusaha dibidang perkebunan besar, industri dan perdagangan.c. Permodalan dan Susunan Pemegang SahamBerdasarkan Akta No. 288/2009, susunan permodalan dan pemegang saham KJW hingga saat iniadalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 200.000 200.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 152.750 152.750.000.000 95,47SKA 2.175 2.175.000.000 1,36ALS 5.075 5.075.000.000 3,17Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 160.000 160.000.000.000 100Saham dalam Portepel 40.000 40.000.000.000d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta No. 95/2008, susunan Direksi dan Dewan Komisaris KJW adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajat 84
  • e. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan KJW untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 21.168 21.633 25.412Aset Tidak Lancar 509.073 435.814 349.824Jumlah Aset 530.241 457.447 375.236Kewajiban Lancar 37.825 30.149 18.809Kewajiban Tidak Lancar 295.879 250.847 218.907Jumlah Kewajiban 333.704 280.996 237.716Ekuitas 196.537 176.450 137.521Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 530.241 457.447 375.236Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 151.907 195.993 65.586Laba Kotor 50.691 62.235 18.724Laba Usaha 38.459 48.428 13.174Laba Bersih 20.087 21.246 1.717Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp72.794 juta atau 15,91% dibandingkan dengan tahun2009 karena investasi pada tanaman perkebunan karet dan kelapa sawit sebesar Rp62.404 juta atau19,69%, dan pada tahun 2009 meningkat Rp82.211 juta atau 21,91% dibandingkan dengan tahun2008 yang disebabkan oleh investasi pada tanaman perkebunan karet dan kelapa sawit sebesarRp70.227 juta atau 28,47%.Jumlah kewajiban pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp52.708 juta atau 18,76% dibandingkandengan tahun 2009 karena peningkatan hutang bank kepada PT Bank Mandiri Tbk untuk kreditinvestasi sebesar Rp15.147 juta atau 6,03% dan peningkatan hutang dengan Perseroan sebesarRp26.581 juta. Peningkatan jumlah kewajiban juga terjadi pada tahun 2009 dibandingkan dengantahun 2008 sebesar Rp43.280 juta atau 18,21% karena peningkatan hutang bank kepada PT BankMandiri Tbk untuk kredit investasi sebesar Rp43.964 juta atau 21,23%.Penjualan bersih pada tahun 2010 menurun sebesar Rp44.086 juta atau 22,49% dibandingkan dengantahun 2009 disebabkan oleh penurunan pasokan bahan baku TBS dari pihak ketiga. Sebaliknyapenjualan bersih pada tahun 2009 meningkat 198,83% atau sebesar Rp130.407 juta yang disebabkanoleh peningkatan penjualan minyak dan biji sawit sebesar Rp176.957 juta atau 929,61%. 85
  • 10. PT Mulyaningsih (MUL) a. Pendirian MUL (dahulu bernama PT Perusahaan Perkebunan Dagang & Industri Muljaningsih), adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. MUL didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 120 tanggal 29 Maret 1962, sebagaimana diubah beberapa kali oleh Akta Perubahan No. 59 tanggal 17 April 1962, Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 77 tanggal 19 Oktober 1962 dan Akta Perubahan No. 40 tanggal 10 Juni 1963 keempatnya dibuat di hadapan Ong Kiem Lian, Notaris di Medan; Akta Perubahan No. 45 tanggal 7 Desember 1993, dibuat di hadapan Walter Siregar, pengganti sementara dari Ong Kiem Lian, Notaris di Medan, Akta Perubahan No.27 tanggal 4 April 1964 dan terakhir diubah dengan Akta Pembetulan No. 23 tanggal 11 Mei 1964 dibuat di hadapan Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing, Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkumham berdasarkan Keputusan No. J.A.5/66/22 tanggal 26 Mei 1964, didaftarkan pada buku register Pengadilan Negeri Bogor dengan No. 123/1980/A.N.P, No. 124/1980/A.N.P, 125/1980/A.N.P, 126/1980/A.N.P, 127/1980/A.N.P129/1980/A.N.P dan 130/1980/A.N.P tanggal 8 Mei 1980 dan selanjutnya telah diumumkan dalam BNRI No. 56 tanggal 11 Juli 1980, Tambahan No. 510. Anggaran Dasar MUL telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 200, tanggal 27 Desember 2007, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 200/2007”) yang telah telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-22372.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 2 Mei 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0032773.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 2 Mei 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9625/RUB.09-05/III/2009 tanggal 18 Maret 2009. Anggaran Dasar MUL telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham MUL No. 85, tanggal 13 Agustus 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor MUL (“Akta No. 85/2009”), yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-48235.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 7 Oktober 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0065111.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 7 Oktober 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 70, tanggal 31 Agustus 2010, Tambahan No. 16158. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar MUL, maksud dan tujuan MUL adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan besar, industri dan perdagangan. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta No. 85/2009, susunan permodalan dan pemegang saham MUL hingga saat ini adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar 15.800 15.800.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 15.300 15.300.000.000 96,84 SKA 150 150.000.000 0,95 ALS 350 350.000.000 2,21 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.800 15.800.000.000 100 Saham dalam Portepel - - 86
  • d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta No. 200/2007, susunan Direksi dan Dewan Komisaris MUL adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDewan Komisaris :Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan MUL untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 3.588 3.244 4.525Aset Tidak Lancar 22.260 25.751 12.372Jumlah Aset 25.848 28.994 16.896Kewajiban Lancar 411 594 372Kewajiban Tidak Lancar 16.259 16.018 19.259Jumlah Kewajiban 16.670 16.612 19.631Ekuitas 9.178 12.383 (2.735)Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 25.848 28.994 16.896Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 3.243 7.975 5.196Laba (Rugi) Kotor (69) 2.170 1.350Laba (Rugi) Usaha (985) 683 309Laba (Rugi) Bersih (3.204) (332) 233Jumlah aset pada tahun 2010 turun Rp3.146 juta atau 10,85% dibandingkan dengan tahun 2009karena penurunan pembayaran sebagian piutang dengan Perseroan sebesar Rp7.752 juta atau69,05% dan peningkatan investasi pada tanaman sebesar Rp3.437 juta atau 27,45%, dan pada tahun2009 meningkat Rp12.098 juta atau 71,60% dibandingkan dengan tahun 2008 yang disebabkanoleh peningkatan piutang kepada Perseroan sebesar Rp11.154 juta.Penjualan bersih pada tahun 2010 turun sebesar Rp4.732 juta atau 59,34% dibandingkan dengantahun 2009 disebabkan oleh penurunan kuantitas dan harga penjualan rata-rata kopi. Sebaliknyapenjualan bersih pada tahun 2009 meningkat 53,48% atau sebesar Rp2.779 juta yang disebabkanoleh peningkatan kuantitas dan harga penjualan rata-rata kopi. 87
  • Laba kotor pada tahun 2010 turun sebesar Rp2.239 juta, atau 103,18%, dari keuntungan sebesar Rp2.170 juta pada tahun 2009 menjadi kerugian kotor Rp69 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh penurunan penjualan bersih akibat penurunan kuantitas dan harga penjualan rata-rata kopi. Pada tahun 2010, kerugian bersih naik dari Rp332 juta pada tahun 2009 menjadi Rp3.204 juta sebesar 865,06% atau sebesar Rp2.872 juta yang disebabkan oleh kerugian kotor pada tahun 2010.11. PT Perkebunan Biting (PB) a. Pendirian PB (dahulu bernama Cultuur Maatschappij Biting), adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. PB didirikan berdasarkan Proces-Verbaal No. 70 tanggal 10 Mei 1920, dibuat di hadapan Francois Eichholtz, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah memperoleh pengesahan dari Gubernur Jendral Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 57 tanggal 20 Juli 1920, dan telah didaftar di buku register Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja)dengan di bawah No. 279 pada tanggal 4 Agustus 1920, dan diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 91 tanggal 12 November 1920, Tambahan No. 626. Anggaran Dasar PB telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PB No. 167, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-21050.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 15 Mei 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0026893.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 15 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 61, tanggal 31 Juli 2009, Tambahan No. 20260. Anggaran Dasar PB telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PB No. 9, tanggal 2 September 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 9/2009”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, yang telah disetujui oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-49147.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0066478.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 13 Oktober 2009 , dan diumumkan dalam BNRI No. 71 tanggal 3 September 2010, Tambahan No. 16567. PB memperoleh status sebagai PMA berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan dan Industri No. KEP/70/MEKUIN/10/1970 tertanggal 8 Oktober 1970. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar PB, maksud dan tujuan PB adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta No. 9/2009, susunan permodalan dan pemegang saham PB hingga saat ini adalah sebagai berikut: 88
  • Nilai Nominal Rp24.391,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 41.000 1.000.031.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 40.180 980.030.380 98Asiatic Properties Incorporated 820 20.000.620 2Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 41.000 1.000.031.000 100Saham dalam Portepel - - -d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 42 tanggal 8 Februari 2011, dibuat di hadapanYulia, SH., Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan SuratPenerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-06051 tanggal 25 Februari 2011 dan didaftarkanpada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015972.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 25 Februari 2011,susunan Direksi dan Dewan Komisaris PB adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi HariyantoDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan PB untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 2.135 857 1.418Aset Tidak Lancar 14.481 25.669 23.670Jumlah Aset 16.616 26.526 25.088Kewajiban Lancar 1.023 5.616 6.227Kewajiban Tidak Lancar 1.966 10.947 12.266Jumlah Kewajiban 2.989 16.563 18.493Ekuitas 13.627 9.963 6.595Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 16.616 26.526 25.088 89
  • Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008 Penjualan Bersih 20.281 9.653 13.941 Laba Kotor 5.633 2.408 5.190 Laba Usaha 4.299 1.335 3.936 Laba Bersih 3.664 2.392 260 Jumlah aset pada tahun 2010 menurun sebesar Rp9.910 juta atau 37,36% dibandingkan dengan tahun 2009 karena penurunan piutang Perseroan sebesar Rp11.244 juta atau 75,42%. Jumlah kewajiban pada tahun 2010 menurun sebesar Rp13.574 juta atau 81,95% dibandingkan dengan tahun 2009 karena pelunasan hutang kepada pihak hubungan istimewa sebesar Rp14.100 juta. Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp3.664 juta atau 36,78% dari Rp9.963 juta pada tahun 2009 menjadi Rp13.627 juta pada tahun 2010 yang disebabkan oleh laba bersih tahun 2010. Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp10.628 juta atau 110,10% dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan oleh peningkatan kuantitas penjualan dan harga karet. Laba usaha pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp4.299 juta, meningkat sebesar Rp2.964 juta atau 222,02%, dari Rp1.335 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh meningkatnya penjualan karet dan meningkatnya pembelian bahan olah karet dari pihak ketiga. Laba bersih meningkat sebesar Rp1.272 juta atau 53,18%, dari Rp2.392 juta pada tahun 2009 menjadi Rp3.664 juta pada tahun 2010, yang disebabkan oleh meningkatnya laba usaha.12. PT Nusantara Makmur Agra (NMA) a. Pendirian NMA, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta. NMA didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 67 tanggal 21 Juni 2010, dibuat di hadapan Rusnaldy, SH, Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian NMA”), yang telah disahkan oleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-35171.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 13 Juli 2010, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0052823.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 13 Juli 2010. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan Ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar NMA, maksud dan tujuan NMA adalah menjalankan usaha dibidang a. pertambangan; b. perdagangan; c. jasa; d. pembangunan; e. pertanian; f. percetakan; g. perindustrian; h. pengangkutan darat; dan i. perbengkelan. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta Pendirian NMA, susunan permodalan dan pemegang saham NMA hingga saat ini adalah sebagai berikut: 90
  • Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 1.000 1.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:Perseroan 900 900.000.000 90ALS 70 70.000.000 7SKA 30 30.000.000 3Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.000 1.000.000.000 100Saham dalam Portepel - -d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pendirian NMA, susunan Direksi dan Dewan Komisaris NMA adalah sebagaiberikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDewan Komisaris :Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan NMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath) dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian. PT NusantaraMakmur Agra merupakan anak perusahaan dan tidak dikonsolidasi karena akan dialihkan dalamjangka pendek.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010Aset Lancar 10Aset Tidak Lancar 7.000Jumlah Aset 7.010Kewajiban Lancar -Kewajiban Tidak Lancar 7Jumlah Kewajiban 6.520Ekuitas 490Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 7.010Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010Penjualan Bersih -Laba (Rugi) Kotor -Laba (Rugi) Usaha -Laba (Rugi) Bersih (510) 91
  • Berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa NMA tanggal 30 Desember 2010, dibuat di bawah tangan, para pemegang saham NMA telah menyetujui untuk melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di NMA, sehingga Perseroan tidak melakukan konsolidasi laporan keuangan NMA, walaupun pemilikan saham Perseroan sebesar 90% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor NMA. Saat ini Perseroan sedang dalam proses mencari calon pembeli NMA.13. PT Perkebunan Kroewoek (PK) a. Pendirian PK, dahulu bernama Kroewoek Estates Limited, adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat. PK didirikan berdasarkan Proces-Verbaal No. 62 tanggal 7 Oktober 1915, dibuat di hadapan Hendrik Willem Hazenberg, pada waktu itu Notaris di Surabaya, yang telah disahkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 53 tanggal 23 November 1915, didaftarkan pada buku Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitie te Soerabaja) dengan No. 189 pada tanggal 29 November 1915, dan selanjutnya diumumkan dalam Berita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 15 tanggal 22 Februari 1916, Tambahan No. 41. Anggaran Dasar PK telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar PK untuk disesuaikan dengan UUPT sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PK No. 168, tanggal 12 Agustus 2008, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkuham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-20024.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0025579.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 12 Mei 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 61 tanggal 31 Juli 2009, Tambahan No. 20259. Anggaran Dasar PK telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PK No. 87, tanggal 13 Agustus 2009, dibuat di hadapan Irawan Soerodjo, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No.87/2009”), mengenai perubahan ketentuan Pasal 4 tentang Modal sehubungan dengan peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor, yang telah disetujui oleh Menkuham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-45877.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 16 September 2009, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0061788.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 16 September 2009, dan diumumkan dalam BNRI No. 69 tanggal 28 Agustus 2010, Tambahan No. 14416. PK memperoleh status sebagai PMA pada tahun 1970 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Ekonomi, Keuangan dan Industri No. KEP/74/MEKUIN/10/1970, tanggal 8 Oktober 1970. b. Kegiatan Usaha Berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar PK, maksud dan tujuan PK adalah menjalankan usaha dibidang perkebunan. c. Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Berdasarkan Akta No.87/2009, susunan permodalan dan pemegang saham PK hingga saat ini adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp46.100,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) % Modal Dasar 21.692 1.000.001.200 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Perseroan 21.193 976.997.300 97,7 Asiatic Properties Incorporated 499 23.003.900 2,3 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 21.692 1.000.001.200 100 Saham dalam Portepel - - 92
  • d. Pengurusan dan PengawasanBerdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 39 tanggal 08 Februari 2011, dibuat di hadapanYulia, SH., Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham sesuai dengan SuratPenerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-05685 tanggal 23 Februari 2011, telah didaftarkanpada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0015057.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 23 Februari 2011,susunan Direksi dan Dewan Komisaris PK adalah sebagai berikut:Direksi:Direktur Utama : Harijadi SoedarjoDirektur : Machfud AshariDirektur : Bambang Sugianto IbrahimDirektur : Andi HariyantoDewan Komisaris:Komisaris Utama : Hadi SuryaKomisaris : Soedarniati Harnyoto Sudrajate. Ikhtisar Data KeuanganTabel di bawah ini menyajikan ringkasan data keuangan PK untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo &Rekan (anggota dari Crowe Horwath), untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari GenevaGroup International), dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telahdiaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International),kesemuanya dengan pendapat Wajar tanpa Pengecualian.Neraca (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Aset Lancar 6.678 4.354 4.604Aset Tidak Lancar 89.522 46.395 44.413Jumlah Aset 96.200 50.749 49.017Kewajiban Lancar 14.704 23.392 25.051Kewajiban Tidak Lancar 44.570 3.553 2.725Jumlah Kewajiban 59.274 26.945 27.776Ekuitas 36.926 23.803 21.240Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 96.200 50.749 49.017Laporan Laba Rugi (dalam jutaan Rupiah) 12 bulan Keterangan 2010 2009 2008Penjualan Bersih 41.559 31.496 40.128Laba Kotor 22.767 8.920 13.320Laba Usaha 19.734 6.107 9.855Laba Bersih 13.122 1.609 5.907Jumlah aset pada tahun 2010 meningkat Rp45.451 juta atau 89,56% dibandingkan dengan tahun2009 karena peningkatan piutang kepada Perseroan sebesar Rp42.901 juta atau 127,20%.Jumlah kewajiban pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp32.329 juta atau 119,98% dibandingkandengan tahun 2009 karena peningkatan hutang bank PT Bank Negara Indonesia Tbk. sebesarRp47.711 juta dan pembayaran pinjaman kepada PT Bank INA Perdana sebesar Rp3.000 juta dankepada Perseroan sebesar Rp18.000 juta. 93
  • Jumlah ekuitas pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp36.926 juta, meningkat sebesar Rp13.123 jutaatau 55,13%, dari Rp23.803 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh laba bersih tahun 2010.Penjualan bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp10.063 juta atau 31,95% dibandingkandengan tahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet dunia.Laba kotor pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp22.767 juta, meningkat sebesar Rp13.847 juta atau155,24%, dari Rp8.920 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh kenaikan penjualan bersih danmenurunnya pembelian bahan olah karet dari pihak ketiga.Laba usaha pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp19.734 juta, meningkat sebesar Rp13.627 jutaatau 223,14%, dari Rp 6.107 juta pada tahun 2009 yang disebabkan oleh kenaikan laba kotor padatahun 2010.Laba bersih pada tahun 2010 meningkat sebesar Rp11.513 juta atau 715,54% dibandingkan dengantahun 2009 disebabkan oleh kenaikan harga karet. Sebaliknya laba bersih pada tahun 2009 menurun72,76% atau sebesar Rp4.298 juta yang disebabkan oleh penurunan harga karet. 94
  • 9. HUBUNGAN KEPEMILIKAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM, ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI PERSEROANBerikut ini adalah struktur kepemilikan saham Perseroan dan Anak Perusahaan serta perusahaan-perusahaan dalam satu konglomerasi : Jeanne Soedarjo Soedarniati Siana Utama Dwijaya Harijadi Rudianto Soeharjo Soetikno Alvin Darlanika Soedarjo Harnyoto Hadi Surya Anggraeni Hadi Surya Hadi Surya Soedarjo Soedarjo Soedarjo Soedarjo Rendy Diego Soedarjo Soedrajat Surya Garibaldi Nathaniel Soedarjo 35% 13% 13% 13% 13% 13% 25% 25% 25% 25% PT Sinar Kasi Abadi Utama Hadi Surya Dwijaya Hadi Surya PT Aji Lebur Seketi 30,00% 28,56% 28,56% 12,88% 94,03% 50,00% 98,00% 80,00% 96,70% 99,00% 100,00% ABS AW BL BP CMK CP IJR 95,10% 95,47% 95,84% 90,00% 98,00% 97,70% KE KJW MUL NMA PB PK 95
  • Hubungan kepemilikan saham antara Perseroan dengan Anak Perusahaan dapat dilihat pada skemadi bawah ini: Nama Perseroan ABS AW BL BP CMK CP IJR KE KJW MUL PB PK NMAHadi Surya KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KU KUSoedarniati Harnyoto Sudrajat K K K K K K K K K K K K K KHarijadi Soedarjo DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DU DUMachfud Ashari D D D D D D D D D D D D D DBambang Sugianto Ibrahim D D D D D D D D D D D D D DAndi Hariyanto D - - D - D - D D - - D D -Ratna Widjaja KI - - - - - - - - - - - - -Sudarmanto DTT - - - - - - - - - - - - -Keterangan:KU : Komisaris Utama DU : Direktur UtamaK : Komisaris D : DirekturKI : Komisaris Independen DTT : Direktur Tidak Terafiliasi10. PERJANJIAN DAN KONTRAK PENTINGBerikut ini adalah perjanjian-perjanjian penting yang dimiliki oleh Perseroan dan Anak Perusahaan:1. PerseroanNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian KondisiA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian Jasa MUL dan Perseroan MUL setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh para (i) melaksanakan tanggal pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha MULyang berkaitan dengan Perkebunan.2 Perjanjian Jasa CMK dan CMK setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CMK yang berkaitan dengan Perkebunan.3 Perjanjian Jasa IJR dan Perseroan IJR setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta 96
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha IJR yang berkaitan dengan Perkebunan.4 Perjanjian Jasa BL dan Perseroan BL setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BL yang berkaitan dengan Perkebunan.5 Perjanjian Jasa KE dan Perseroan KE setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KE yang berkaitan dengan Perkebunan.6 Perjanjian CP dan Perseroan CP setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Jasa Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CP yang berkaitan dengan Perkebunan.7 Perjanjian KJW dan Perseroan KJW setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Jasa Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KJW yang berkaitan dengan Perkebunan.8 Perjanjian Jasa PK dan Perseroan PK setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta 97
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PKyang berkaitan dengan Perkebunan.9 Perjanjian Jasa PB dan Perseroan PB setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PB yang berkaitan dengan Perkebunan.10 Perjanjian ABS dan Perseroan ABS setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Jasa Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha ABS yang berkaitan dengan Perkebunan.11 Perjanjian AW dan Perseroan AW setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan para pihak pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha AW yang berkaitan dengan Perkebunan.12 Perjanjian BP dan Perseroan BP setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan para pihak pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BP yang berkaitan dengan Perkebunan.B Perjanjian Pinjaman dan Jaminan1 Perjanjian Kredit Perseroan dan Eximbank memberikan Tanggal Berakhir pada tanggal Modal Kerja Ekspor Lembaga Pembiayaan fasilitas pinjaman dengan perubahan terakhir 25 Maret 2011. Ekspor Indonesia atau jumlah pokok maksimum adalah Indonesia Eximbank Rp50.000.000.000 untuk 25 Maret 2010 (Eximbank) membiayai modal kerja Perseroan. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan, antara lain 98
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi (i) Hak Tanggungan peringkat I dan II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama PB serta Hak Tanggungan peringkat I atas tanah-tanah HGU yang terdaftar atas nama CMK, (ii) Jaminan Fidusia atas piutang dagang dan persediaan barang milik Perseroan.2 Credit Facility Perseroan dan JPMIB memberikan fasilitas 16 Juni 2006 JPMIB sewaktu waktu Agreement JP Morgan kredit kepada Perseroan berhak mengakhiri International Bank sebesar USD 5,000,000. perjanjian. Limited Brussels Branch (JPMIB)3. Perjanjian Perseroan dan Bank Permata memberikan Tanggal 60 bulan sejak tanggal Pemberian Fasilitas PT Bank Permata Tbk. Fasilitas Term Loan dengan perubahan terakhir 11 Oktober 2010. Perbankan (Bank Permata) jumlah pokok maksimum adalah (i) Rp.30.000.000.000 untuk 2 Maret 2011 ekspansi usaha anak perusahaan Perseroan berupa ekspansi lahan perkebunan dan tanaman perkebunan; dan (ii) USD 14,000,000 untuk pembelian 50,3% saham dalam IJR. Fasilitas Term Loan ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama BL dan (ii) Jaminan Fidusia atas persediaan barang dan piutang dagang milik BL.4. Perjanjian Perseroan selaku Perseroan menjamin 12 Mei 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Pemberi Fidusia dan utangnya kepada Eximbank sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Lembaga Pembiayaan dengan memberikan Jaminan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau Fidusia atas piutang Eximbank. Indonesia Eximbank dagang milik Perseroan (Eximbank) selaku dengan nilai jaminan fidusia Penerima Fidusia Rp9.984.000.000.5. Perjanjian Perseroan selaku Perseroan menjamin utangnya 12 Mei 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Pemberi Fidusia dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Lembaga Pembiayaan memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau atas persediaan barang milik Eximbank. Indonesia Eximbank Perseroan dengan nilai (Eximbank) selaku jaminan fidusia Penerima Fidusia Rp8.816.000.000.C. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. untuk menjamin utang-utang utang MUL kepada (Bank Permata) selaku MUL kepada Bank Permata. Bank Permata. Penerima Jaminan2. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. untuk menjamin utang-utang utang MUL kepada (Bank Permata) selaku MUL kepada Bank Permata. Bank Permata. Penerima Jaminan3. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 28 Mei 2007 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri untuk menjamin utang-utang utang KJW kepada (Persero) Tbk. KJW kepada Bank Mandiri. Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku Penerima Jaminan4. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 20 Maret 2009 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan PT Bank perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia atas utang- utang ABS utang ABS kepada (Persero) Tbk. kepada Bank BNI. Bank BNI. (Bank BNI) selaku Penerima Jaminan 99
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian/Jenis Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Transaksi/Syarat dan Perjanjian Perjanjian Kondisi5. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan PT Bank perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia untuk menjamin utang PK kepada (Persero) Tbk. utang- utang PK Bank BNI. (Bank BNI) selaku kepada Bank BNI. Penerima Jaminan6. Perjanjian Perseroan selaku Pemberian jaminan 28 Mei 2007 Berlangsung terus menerus Penanggungan Penjamin dan perusahaan oleh Perseroan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri untuk menutup defisit utang KJW kepada (Persero) Tbk. cash yang dialami KJW Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku atas utang-utang KJW Penerima Jaminan kepada Bank Mandiri.7. Perjanjian Pemberian Perseroan selaku Perseroan menjamin 10 Oktober 2008 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Pemberi Hak utang PK kepada Bank sampai dengan lunasnya Tanggungan dan INA dengan memberikan utang PK kepada Bank INA. PT Bank INA Perdana Hak Tanggungan (Bank INA) selaku Peringkat I atas Penerima Hak bidang-bidang tanah Tanggungan. HGB yang terdaftar atas nama Perseroan dengan nilai pertanggungan masing-masing Rp1.562.500.000 dan Rp1.625.000.000.8. Pemberian Jaminan Perseroan, Asiatic Pemberian jaminan dari 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Cost Overrun and Properties Incorporated Perseroan dan Asiatic sampai dengan lunasnya Deficiency Undertaking dan PK Properties Incorporated utang PK kepada untuk menanggung PT Bank Negara Indonesia kebutuhan atau kekurangan (Persero) Tbk dana pembangunan proyek PK yang dibiayai oleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) TbkC. Perjanjian Sewa Menyewa1 Perjanjian Perseroan selaku Perseroan menyewa ruang 1 Mei 2009 2 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa Penyewa dan tempat usaha yang terletak tanggal 30 April 2011. PT Dwibina Prima di Wisma BSG lantai 8 Pihak Yang unit 0809, Jalan Abdul Muis Menyewakan No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 39,31 m2, dengan nilai sewa Rp.40.096.200/tahun dan service charge sebesar Rp.25.944.600/tahun.*) Keterangan:Sedang dalam proses perpanjangan.2. MULNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian Jasa MUL dan Perseroan MUL setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah tanggal para pihak. pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha MULyang berkaitan dengan Perkebunan. 100
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianB. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan1 Perjanjian MUL dan PT Bank Bank Permata memberikan 12 Agustus 2009 60 bulan Pemberian Fasilitas Permata Tbk. Fasilitas Term Loan dengan Perbankan (Bank Permata) nilai maksimum sebesar Rp.15.000.000.000 untuk membiayai investasi MN. Fasilitas Term Loan ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama MUL dan (ii) Fidusia atas persediaan barang dan piutang dagang milik MN.2. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 10 September 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan PT Bank Permata Tbk. memberikan Hak Tanggungan utang MUL kepada (Bank Permata) selaku Peringkat I atas HGU yang Bank Permata. Penerima Hak terdaftar atas nama MUL Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp. 18.750.000.000.3. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang MUL kepada Bank (Bank Permata) selaku atas persediaan barang milik Permata. Penerima Fidusia MUL dengan nilai jaminan fidusia Rp1.080.000.000.4. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang MUL kepada (Bank Permata) selaku atas piutang dagang milik MUL Bank Permata. Penerima Fidusia dengan nilai jaminan fidusia Rp1.750.000.000.5. Perjanjian MUL selaku Pemberi MUL menjamin utangnya 12 Agustus 2009 Berlangsung terus menerus Pemberian Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata sampai dengan lunasnya Jaminan Fidusia Permata Tbk. dengan memberikan Jaminan utang MUL kepada (Bank Permata) selaku Fidusia atas mesin dan peralatan Bank Permata. Penerima Fidusia pendukungnya milik MUL dengan nilai jaminan fidusia Rp1.276.000.000.3. CMKNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian CMK dan Perseroan CMK setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ adalah tanggal para pihak. manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CMK yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian CMK selaku Pemberi CMK menjamin utang Perseroan 20 Oktober 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau peringkat I atas tanah HGU yang Eximbank. Indonesia Eximbank terdaftar atas nama CMK dengan (Eximbank) selaku nilai pertanggungan Penerima Hak Rp.15.439.700.000. Tanggungan 101
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian2 Perjanjian CMK selaku Pemberi CMK menjamin utang Perseroan 20 Oktober 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau peringkat I atas tanah HGU yang Eximbank. Indonesia Eximbank terdaftar atas nama CMK dengan (Eximbank) selaku nilai pertanggungan Penerima Hak Rp.18.797.287.000. Tanggungan4. AWNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian Jasa AW dan Perseroan AW setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ para pihak manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha AW yang berkaitan dengan Perkebunan.5. BPNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian Jasa BP dan Perseroan BP setuju menunjuk 1 Maret 2011 Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ para pihak manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BP yang berkaitan dengan Perkebunan.6. IJRNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian Jasa IJR dan Perseroan IJR setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ tanggal 1 Maret 2011 para pihak. manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta 102
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha IJR yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Sewa Menyewa1 Perjanjian IJR selaku Penyewa IJR menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa dan PT Dwibina Prima usaha yang terletak di Wisma tanggal 31 Desember 2012. selaku Pihak Yang BSG lantai 8 unit 0804 H, Menyewakan Jalan Abdul Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 169,99 m2, dengan nilai sewa US$24,478.56/tahun dan service charge sebesar US$9,179.46/tahun.7. BLNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian BL dan Perseroan BL setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan pengelolaan/ tanggal 1 Maret 2011 para pihak. manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha BL yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 10 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada (Bank Permata) selaku Peringkat I atas tanah HGU Bank Permata. Penerima Hak yang terdaftar atas nama BL Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp41.452.622.500.2. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 9 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Permata Tbk. memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada (Bank Permata) selaku peringkat I atas tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama BL dengan Tanggungan nilai pertanggungan Rp.1.948.625.500.3. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 11 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan (Bank Permata) atas persediaan barang milik BL kepada Bank Permata. selaku Penerima Fidusia dengan nilai jaminan fidusia Rp1.000.000.000.4. Perjanjian Pemberian BL selaku Pemberi BL menjamin utang Perseroan 11 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank Permata dengan sampai dengan lunasnya Permata Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan kepada (Bank Permata) selaku atas piutang dagang milik BL Bank Permata. Penerima Fidusia dengan nilai jaminan fidusia Rp100.000.000. 103
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Sewa Menyewa1 Perjanjian BL selaku Penyewa BL menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir Sewa Menyewa dan PT Dwibina Prima usaha yang terletak di pada tanggal selaku Pihak Yang Wisma BSG lantai 8 unit 31 Desember 2012 Menyewakan 0804 G, Jalan Abdul Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 34,42 m2, dengan nilai sewa US$4,956.48/tahun dan service charge sebesar US$1,858.68/tahun.8. KENo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian KE dan Perseroan KE setuju menunjuk Tanggal Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: perubahan terakhir hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan adalah para pihak. pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011 (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KE yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 7 Juni 2007 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) Tbk. Peringkat I atas tanah HGU (Bank Mandiri) sebagai yang terdaftar atas nama KE Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan sebesar Rp43.883.000.000.2 Perjanjian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 29 Agustus 2008 Berlangsung terus menerus Pemberian Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya Hak Tanggungan PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) (Bank Mandiri) Peringkat II atas tanah HGU selaku Penerima Hak yang terdaftar atas nama KE Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.14.365.000.000.3 Perjanjian Pemberian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 11 Juni 2007 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) (Bank Mandiri) Peringkat I atas tanah HGU selaku Penerima Hak yang terdaftar atas nama KE Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.412.000.000.4 Perjanjian Pemberian KE selaku Pemberi KE menjamin utang KJW 11 Juni 2007 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada Bank. (Persero) (Bank Mandiri) atas tanah HGU yang selaku Penerima Hak terdaftar atas nama KE Tanggungan dengan nilai pertanggungan sebesar Rp.39.094.000.000. 104
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Sewa Menyewa1 Perjanjian KE selaku Penyewa dan KE menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa PT Dwibina Prima selaku usaha yang terletak di tanggal 31 Desember 2012. Pihak Yang Menyewakan Wisma BSG lantai 8 unit 0804 C, Jalan Abdul Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 147.93 m2, dengan nilai sewa US$21,301.92/ tahun dan service charge sebesar US$7,988.22/tahun.9. CPNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1. Perjanjian CP dan Perseroan CP setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha CP yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian Pemberian CP selaku Pemberi CP menjamin utang PK kepada 9 Januari 2009 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan Bank INA dengan memberikan sampai dengan lunasnya PT Bank INA Perdana Hak Tanggungan Peringkat I atas utang PK kepada Bank INA. (Bank INA) selaku bidang-bidang tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama CP dengan Tanggungan nilai pertanggungan masing- masing sebesar Rp987.000.000, Rp2.120.000.000 dan Rp3.893.000.000.10. KJWNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian KJW dan Perseroan KJW setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha KJW yang berkaitan dengan Perkebunan. 105
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianB. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan1. Perjanjian Kredit KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 7 tahun berakhir pada Investasi Refinancing Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi (KI) tanggal 28 Mei 2014. (Bank Mandiri) Refinancing Kebun Existing sebesar Rp.76.178.000.000 untuk keperluan refinancing biaya investasi kebun kelapa sawit yang telah dibiayai KJW termasuk pengambilalihan KI dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor milik KJW dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan.2 Perjanjian KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 9 tahun 9 bulan berakhir Kredit Investasi Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi pada tanggal Pengembangan (Bank Mandiri) (KI) Pengembangan Kebun 27 Februari 2017 Kebun Kelapa Sawit Kelapa Sawit sebesar Rp.159.571.000.000. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor milik KJW (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan.3 Perjanjian Kredit KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 6 tahun 9 bulan berakhir Investasi Pembangunan Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi (KI) pada tanggal Pabrik Pengolahan (Bank Mandiri) Pembangunan Pabrik Pengolahan 27 Februari 2014 Kelapa Sawit Kelapa sawit sebesar Rp.49.843.000.000. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat II atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor milik KJW dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan.4 Perjanjian Kredit KJW dan PT Bank Bank Mandiri memberikan 28 Mei 2007 9 tahun 9 bulan berakhir Investasi Pembangunan Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas Kredit Investasi (KI) pada tanggal Kebun Karet (Bank Mandiri) Pembangunan Kebun Karet 27 Februari 2017 sebesar Rp.92.501.000.000 untuk keperluan refinancing biaya investasi kebun kelapa sawit yang telah dibiayai KJW termasuk pengambilalihan KI dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas KI ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan Peringkat I atas tanah HGU yang terdaftar atas nama KJW, (ii) Jaminan Fidusia atas kendaraan bermotor dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan.5. Perjanjian Pemberian KJW selaku Pemberi KJW menjamin utangnya 24 September 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada (Persero) Tbk. Peringkat II atas HGU yang Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku terdaftar atas nama KJW Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan. Rp41.000.000.000.6. Perjanjian Pemberian KJW selaku Pemberi KJW menjamin utangnya 28 Mei 2007 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya Mandiri (Persero) Tbk. memberikan Jaminan Fidusia utang KJW kepada (Bank Mandiri) selaku atas kendaraan bermotor milik Bank Mandiri. Penerima Fidusia KJW dengan nilai jaminan fidusia Rp1.354.000.000. 106
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian7. Perjanjian Pemberian KJW selaku Pemberi KJW menjamin utangnya 24 September 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank Mandiri dengan sampai dengan lunasnya PT Bank Mandiri memberikan Hak Tanggungan utang KJW kepada (Persero) Tbk. Peringkat I atas HGU yang Bank Mandiri. (Bank Mandiri) selaku terdaftar atas nama KJW Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan. Rp100.464.000.000.11. PKNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian PK dan Perseroan PK setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PK yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan1. Perjanjian Kredit PK dan PT Bank Negara Bank memberikan Fasilitas 18 Oktober 2010 7 tahun sejak tanggal Indonesia (Persero) Tbk. Kredit untuk refinancing penarikan fasilitas. (Bank BNI) kebun seluas + 1.012 Ha yang terletak di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Fasilitas ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama PK, (ii) Fidusia atas piutang dagang dan persediaan barang milik PK dan (iii) Jaminan Perusahaan dari Perseroan.2 Perjanjian PK dan PT Bank INA Bank memberikan fasilitas 9 November 2010 1 tahun hingga Fasilitas Perbankan Perdana (Bank INA) perbankan yang dapat ditarik 12 September 2011 bayar berulang-ulang (revolving) untuk membiayai modal kerja dengan jumlah maksimum Rp.10.000.000.000.Fasilitas ini dijamin antara lain dengan Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama CP.3. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi Hak PK menjamin utangnya kepada 10 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Tanggungan dan Bank BNI dengan memberikan sampai dengan lunasnya PT Bank Negara Hak Tanggungan Peringkat III utang PK kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. atas HGU yang terdaftar atas (Bank BNI) selaku nama PK dengan nilai Penerima Hak pertanggungan Rp60.000.000. Tanggungan.4. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi PK menjamin utangnya 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank BNI dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang PK kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas piutang dagang milik PK (Bank BNI) selaku dengan nilai jaminan fidusia Penerima Fidusia Rp439.000.000.5. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi PK menjamin utangnya 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank BNI dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang PK kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas persediaan barang milik (Bank BNI) selaku PK dengan nilai jaminan Penerima Fidusia fidusia Rp2.045.000.000. 107
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian PK selaku Penjamin Pemberian jaminan perusahaan 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Penanggungan dan PT Bank Negara oleh PK untuk menjamin sampai dengan lunasnya Indonesia (Persero) Tbk. utang-utang ABS kepada utang ABS kepada Bank BNI. (Bank BNI) selaku Bank BNI. Penerima Jaminan2. Perjanjian Pemberian PK selaku Pemberi Hak PK menjamin utang ABS kepada 30 Maret 2009 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Tanggungan dan Bank BNI dengan memberikan sampai dengan lunasnya PT Bank Negara Hak Tanggungan Peringkat I atas utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. tanah HGU yang terdaftar atas (Bank BNI) selaku nama PK dengan nilai Penerima Hak pertanggungan Rp69.962.300.000. Tanggungan.D. Perjanjian Sewa Menyewa1 Perjanjian PK selaku Penyewa dan PK menyewa ruang tempat usaha 28 Maret 2008 4 tahun 8 bulan, berakhir Sewa Menyewa PT Dwibina Prima selaku yang terletak di Wisma BSG pada tanggal Pihak Yang Menyewakan lantai 8 unit 0805 A, Jalan Abdul 31 Desember 2012. Muis No.40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 134,16 m2, dengan nilai sewa US$19,319.04/ tahun dan service charge sebesar US$7,244.64/tahun.12. PBNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian Dengan Pihak Yang Terafiliasi1 Perjanjian PB dan Perseroan PB setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal 1 Maret 2011 para pihak. pengelolaan/manajemen; (ii) melakukan supervisi/ pengawasan; (iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha PB yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian Pemberian PB selaku Pemberi PB menjamin utang Perseroan 19 April 2007 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau Peringkat I atas tanah HGU Eximbank. Indonesia Eximbank yang terdaftar atas nama PB (Eximbank) selaku dengan nilai pertanggungan Penerima Hak Rp17.688.500.000. Tanggungan2. Perjanjian Pemberian PB selaku Pemberi PB menjamin utang Perseroan 4 Juni 2008 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Lembaga Pembiayaan memberikan Hak Tanggungan utang Perseroan kepada Ekspor Indonesia atau Peringkat II atas tanah HGU Eximbank. Indonesia Eximbank yang terdaftar atas nama PB (Eximbank) selaku dengan nilai pertanggungan Penerima Hak Rp8.779.026.000,-. Tanggungan3. Perjanjian Pemberian PB selaku Pemberi PB menjamin utang Perseroan 26 Maret 2007 Berlangsung terus menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan Lembaga kepada Eximbank dengan sampai dengan lunasnya Pembiayaan Ekspor memberikan Jaminan Fidusia utang Perseroan kepada Indonesia atau Indonesia atas kendaraan bermotor Eximbank. Eximbank (Eximbank) milik PB dengan nilai jaminan selaku Penerima Fidusia fidusia Rp472.000.000,-. 108
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianC. Perjanjian Sewa Menyewa1 Perjanjian PB selaku Penyewa PB menyewa ruang tempat 11 Desember 2006 5 tahun, berakhir pada Sewa Menyewa dan PT Dwibina Prima usaha yang terletak di tanggal 31 Desember 2012. selaku Pihak Yang Wisma BSG lantai 8 unit Menyewakan 0804 D, Jalan Abdul Muis No. 40, Tanah Abang, Jakarta 10160, seluas 43,91 m2, dengan nilai sewa US$4,498.56/tahun dan service charge sebesar US$1,686.96/tahun.13. ABSNo. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian PerjanjianA. Perjanjian dengan Pihak Yang Terafiliasi1. Perjanjian ABS dan Perseroan ABS setuju menunjuk Tanggal perubahan Berlaku terus menerus Jasa Pengelolaan Perseroan untuk: terakhir adalah hingga diakhiri oleh (i) melaksanakan tanggal para pihak. pengelolaan/manajemen; 1 Maret 2011. (ii) melakukan supervisi/ pengawasan;(iii) melaksanakan pemasaran dan penjualan atas hasil produksi Perkebunan; serta (iv) melaksanakan hal-hal lain guna meningkatkan dan memajukan kegiatan usaha ABS yang berkaitan dengan Perkebunan.B. Perjanjian Pinjaman dan Jaminan1. Perjanjian Kredit ABS dan PT Bank Bank BNI memberikan 20 Maret 2009 Berakhir pada tanggal Negara Indonesia fasilitas kredit dengan jumlah 31 Desember 2019. (Persero) Tbk. pokok maksimum sebesar (Bank BNI) Rp131.274.000.000,-. Fasilitas kredit ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama ABS dan PK dan (ii) Fidusia atas kendaraan dan alat berat, piutang dagang dan barang persediaan milik ABS.2. Perjanjian Kredit ABS dan PT Bank Bank BNI memberikan 18 Oktober 2010 Berakhir pada tanggal Negara Indonesia fasilitas kredit dengan jumlah 31 Desember 2019 (Persero) Tbk. pokok maksimum sebesar (Bank BNI) Rp40.166.000.000,-. Fasilitas kredit ini dijamin dengan antara lain: (i) Hak Tanggungan atas tanah HGU yang terdaftar atas nama ABS dan (ii) Jaminan Fidusia atas piutang dagang dan barang persediaan milik ABS.3. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 20 Maret 2009 Berlangsung terus-menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT Bank kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang ABS kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas kendaraan dan alat-alat (Bank BNI) selaku berat milik ABS dengan nilai Penerima Fidusia jaminan fidusia Rp3.565.400.000,-.4. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 20 Maret 2009 Berlangsung terus-menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT. Bank kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan Fidusia utang ABS kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. atas tagihan atau piutang (Bank BNI) selaku milik ABS dengan nilai jaminan Penerima Fidusia fidusia Rp102.620.000.000,-. 109
  • No. Nama Perjanjian/ Pihak Yang Isi Perjanjian Tanggal Jangka Waktu Kontrak Menandatangani Perjanjian Perjanjian5. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 20 Maret 2009 Berlangsung terus-menerus Jaminan Fidusia Fidusia dan PT. Bank kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya Negara Indonesia memberikan Jaminan utang ABS kepada Bank BNI. (Persero) Tbk. Fidusia atas barang (Bank BNI) selaku persediaan milik ABS dengan Penerima Fidusia nilai jaminan fidusia Rp1.665.920.000,-.6. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 10 November 2010 Berlangsung terus-menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak Tanggungan utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Peringkat I atas tanah HGU (Bank BNI) selaku yang terdaftar atas nama ABS Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan Rp10.000.000.000,-7. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 10 November 2010 Berlangsung terus-menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Tanggungan Peringkat I (Bank BNI) selaku atas tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama ABS Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp10.000.000.000,-.8. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 10 November 2010 Berlangsung terus-menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Tanggungan Peringkat I (Bank BNI) selaku atas tanah HGU yang Penerima Hak terdaftar atas nama ABS Tanggungan dengan nilai pertanggungan Rp20.200.000.000,-.9. Perjanjian Pemberian ABS selaku Pemberi ABS menjamin utangnya 12 November 2010 Berlangsung terus menerus Hak Tanggungan Hak Tanggungan dan kepada Bank BNI dengan sampai dengan lunasnya PT. Bank Negara memberikan Hak Tanggungan utang ABS kepada Bank BNI. Indonesia (Persero) Tbk. Peringkat I atas HGU yang (Bank BNI) selaku terdaftar atas nama ABS Penerima Hak dengan nilai pertanggungan Tanggungan Rp131.274.000.000,-.C. Perjanjian Penanggungan Bagi Kepentingan Pihak Terafiliasi1. Perjanjian ABS selaku Penjamin Pemberian jaminan 18 Oktober 2010 Berlangsung terus menerus Penanggungan dan PT Bank Negara perusahaan oleh ABS untuk sampai dengan lunasnya Indonesia (Persero) Tbk. menjamin utang-utang PK utang PK kepada Bank BNI. (Bank BNI) selaku kepada Bank BNI. Penerima Jaminan14. NMANMA tidak memiliki perjanjian-perjanjian material.11. KETERANGAN TENTANG ASET TETAPGrup JAW memiliki dan/atau menguasai tanah dengan luas kurang lebih 63.856,0517 Ha, yang terdiri dari(i) tanah seluas kurang lebih 18,7155 Ha dengan status HGB; (ii) tanah seluas kurang lebih 26.819,9379Ha dengan status HGU; dan (iii) tanah seluas kurang lebih 37.017,3983 Ha atas dasar Izin Lokasi.1. PerseroanKepemilikan Tanah Perseroan Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kodya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. HGB 0,0062 7 Mei 20122. Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Kabupaten Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. HGB 0,0061 7 Mei 20123. Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. HGB 0,1935 22 November 2040 110
  • 2. KJWa. Kepemilikan Tanah KJW Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Kintap dan Pandansari, Kecamatan Kintap, HGU 4.687 24 September 2036 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.2. Desa Ujung Batu, Panjaratan, Guntung Besar, HGU 5.999 5 Mei 2043 Ranggang Dalam, Benua Tengah, Takisung, Pagatan Besar, Tabanio, Raden, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.3. Desa Tebing Siring, Tanjung dan Martadah, HGU 1.729,44 7 Februari 2045 Kecamatan Bajuin dan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.4. Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, HGB 14,98 Tidak tercantum dalam Provinsi Kalimantan Selatan. Sertifikat HGB. Berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Selatan No. 15-550.2-43-2008 tertanggal 27 Oktober 2008 tentang Pemberian HGB Atas Nama KJW Atas Tanah Terletak di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, HGB atas bidang tanah tersebut diberikan untuk jangka waktu 30 tahun (yakni sampai tahun 2038).b. Penguasaan Tanah oleh KJW Berdasarkan Kepemilikan Izin LokasiKJW memiliki 6 (enam) Izin Lokasi sebagai berikut:No. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Kintap, Pandan Sari dan Muara Kintap, Izin Lokasi 1.098 * 18 Oktober 2007 Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.2. Desa Asam-Asam Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Izin Lokasi 182,36 ** 25 November 2012 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.3. Desa Muara Kintap dan Kintap, Kecamatan Kintap, Izin Lokasi 87,8 *** 25 November 2012 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.4. Desa Tebing Siring, Kecamatan Pelaihari, Izin Lokasi 471,89 **** 24 Juni 2011 Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.5. Desa Tabanio, Pagatan Besar, Ranggang Dalam, Izin Lokasi 199 ***** 17 November 2008 Benua Tengah, Takisung, Raden, Panjaratan, Guntung Besar dan Ujung Batu, Kecamatan Takisung, Pelaihari, dan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.6. Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Desa Raden, Izin Lokasi 354,0483 11 November 2013 Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.* Total luas Izin Lokasi ini adalah 1.200 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJW yangdikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 6 Maret 2007, luas pengukuranuntuk Izin Lokasi ini adalah 1.098 Ha.** Total luas Izin Lokasi ini adalah 187,5 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJWyang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 20 September 2010, luaspengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 182,36 Ha.*** Total luas Izin Lokasi ini adalah 142,9 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJWyang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 20 September 2010, luaspengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 87,8 Ha. 111
  • **** Total luas Izin Lokasi ini adalah 475 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan Pemetaan Keliling Batas HGU KJW yangdikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal 1 April 2009, luas pengukuranuntuk Izin Lokasi ini adalah 471,89 Ha.***** Total luas Izin Lokasi ini adalah 7.500 Ha, namun KJW telah memperoleh Sertifikat HGU untuk bidang tanah seluas 5.999 Ha, dan KJW masihmenguasai sisa lahan berdasarkan Izin Lokasi tersebut seluas 199 Ha. Izin Lokasi ini telah sampai pada tahap kadastral berdasarkan PemetaanKeliling Batas HGU KJW yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan Bidang Survey Pengukuran dan Pemetaan tanggal5 Desember 2007, luas pengukuran untuk Izin Lokasi ini adalah 199 Ha.3. IJRKepemilikan Tanah IJR Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Carui, Cisuru, Pegadingan dan Segaralangu, HGU 2.408,7753 18 November 2023 Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.4. CMKKepemilikan Tanah oleh CMK Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, HGU 254,7994 31 Desember 2023 Provinsi Jawa Timur.2. Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, HGU 355,3821 31 Desember 2023 Provinsi Jawa Timur.5. MULKepemilikan Tanah oleh MUL Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Karangpring dan Kemiri, Kecamatan Sukorambi HGU 498,6315 31 Desember 2013 dan Panti, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.2. Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, HGU 126,38 31 Desember 2023 Provinsi Jawa Timur.6. PBKepemilikan Tanah oleh PB Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, HGU 444,76 31 Desember 2023 Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.7. PKKepemilikan Tanah oleh PK Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, HGU 1.012 16 Juni 2023 Provinsi Jawa Barat. 112
  • 8. KEKepemilikan Tanah oleh KE Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Tugusari/Curahkalong, Kecamatan Bangalsari, HGU 1.092,2734 31 Desember 2023 Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur2. Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampang Tengah, HGU 19,7283 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat3. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 342,761 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat4. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 343,4706 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat5. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 187,3476 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat6. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 50,40 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat7. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 120,9244 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat8. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 31,4375 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat9. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 50,3852 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat10. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 386,0496 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat11. Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, HGU 361,2118 31 Desember 2023 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat9. CPKepemilikan Tanah oleh CP Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, HGU 13,5305 31 Desember 2034 Propinsi Banten2. Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, HGU 29,0667 31 Desember 2034 Propinsi Banten3. Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, HGU 53,4402 31 Desember 2034 Propinsi Banten10. ABSa. Kepemilikan Tanah oleh ABS Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, HGU 235,845 31 Desember 2012 Kabupaten Lebak, Propinsi Jawa Barat2. Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, HGU 247,8098 31 Desember 2012 Kabupaten Lebak, Propinsi Jawa Barat3. Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, HGU 305,088 31 Desember 2012 Kabupaten Lebak, Propinsi Jawa Barat4. Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan HGU 4.943 4 Mei 20455. Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, HGB 2,046 17 Desember 2039 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat6. Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, HGB 0,0437 17 Desember 2039 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat7. Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, HGB 1,44 17 Desember 2039 Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 113
  • b. Penguasaan Tanah oleh ABS Berdasarkan Kepemilikan Izin LokasiNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Karya Makmur, Bandar Karya, Tabukan Raya, Izin Lokasi 2.409,8 31 Agustus 2012 Pantang Baru, Pantang Raya, dan Karya Jadi, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan2. Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala Izin Lokasi 140 8 Juni 20113. Kec. Tabukan, Wanaraya, Barambai, Marabahan, Izin Lokasi 5.057 * 18 Januari 2012 Kab. Barito Kuala* Total luas Izin Lokasi ini adalah 10.000 Ha, namun ABS telah memperoleh Sertifikat HGU untuk bidang tanah seluas 4.943 Ha, dan ABS masihmenguasai sisa lahan berdasarkan Izin Lokasi tersebut seluas 5.057 Ha.11. BLKepemilikan Tanah BL Berdasarkan Tanah BersertifikatNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Prapagan, Citepus dan Jambusari, HGU 468 18 November 2023 Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah2. Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, HGU 22 19 Agustus 2028 Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah12. BPPenguasaan Tanah oleh BP Berdasarkan Kepemilikan Izin LokasiNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Kecamatan Haruyan, Hantakan, Batu Izin Lokasi 11.841 Desember 2011 Benawa, Batang Alai Selatan, Batang Alai Timur dan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Propinsi Kalimantan Selatan13. AWPenguasaan Tanah oleh AW Berdasarkan Kepemilikan Izin LokasiNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Desa Anjir Seberang Pasar, Anjir Seberang Izin Lokasi 3.745 30 Juli 2012 Pasar II, Andaman I, Andaman II, Pandansari, Anjir Serapat Baru, Anjir Serapat Baru II, Jelapat II, dan Tinggiran Darat, Kecamatan Anjir Pasar, Anjir Muara, dan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan2. Desa Surya Kanta, Kolam Makmur, Izin Lokasi 5.499 6 Desember 2012 Pinang Habang, Simpang Jaya, Tumih, Gandaria, Gandaraya, Mantaren, Waringin Kencana, dan Roham Raya, Kecamatan Anjir Pasar dan Belawang, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan3. Desa Danau Karya, Banyiur, Mantaren, Izin Lokasi 2.363,5 13 Desember 2012 Gandaria, dan Gandaraya, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Propinsi Kalimantan Selatan4. Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Izin Lokasi 3.569 27 Desember 2013 Karang Intan, Kabupaten Banjar, Propinsi Kalimantan Selatan 114
  • 14. NMAPenguasaan Tanah oleh NMA Berdasarkan Kepemilikan Izin LokasiNo. Lokasi Status Luas (Ha) Berlaku hingga1. Kelurahan Mangun Jaya, Babat, Desa Toman, Izin Lokasi 16.000 *) 4 November 2013 Bangun Sari, Ulak Teberau, Kasmaran, Tanjung Durian, Ulak Paceh, Ulak Paceh Jaya, Karang Waru, Karang Anyar, Rantau Panjang, Simpang Sari, Pandan Dulang, Kecamatan Babat Toman dan Desa Sukarami, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan Keterangan: *) Berdasarkan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham tanggal 30 Desember 2010, para pemegang saham menyetujui untuk melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya di NMA, sehingga Perseroan tidak memperhitungkan luas tanah yang dikuasai oleh NMA ke dalam Grup JAW.15. KETERANGAN TENTANG PERKARA HUKUM YANG SEDANG DIHADAPI GRUP JAWGrup JAW tidak sedang terlibat atau terancam sengketa/gugatan di badan peradilan dan/atau badanarbitrase manapun yang dapat secara material mempengaruhi kelangsungan usaha Grup JAW.16. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWATransaksi Hubungan IstimewaDalam kegiatan usahanya, Perseroan dan anak perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak-pihak hubungan istimewa, yang meliputi antara lain:a. Perseroan melakukan transaksi jasa manajemen dengan ALS sebesar Rp75.000.000,- per bulan. Beban atas jasa manajemen ini dicatat pada beban usaha.b. Perseroan dan beberapa anak perusahaan, mempunyai rekening koran dan deposito berjangka yang ditempatkan pada PT Bank Ina Perdana. PK mendapatkan fasilitas modal kerja. Menurut manajemen transaksi ini dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat yang normal sebagaimana bila dilakukan dengan pihak ketiga.c. Perseroan dan anak perusahaan melakukan transaksi sewa menyewa dengan PT Dwibina Prima. Beban atas sewa dicatat pada beban usaha. Menurut manajemen transaksi ini dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat yang normal sebagaimana bila dilakukan dengan pihak ketiga.d. Piutang kepada PT Rekso Sempurno Moro Joyo merupakan piutang atas penjualan investasi saham. Transaksi dengan pihak hubungan istimewa lainnya berasal dari transaksi rekening koran, uang muka dan biaya yang dibayarkan terlebih dahulu. (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan 2010 2009 2008Piutang : ALS 7.102 4.414 4.832 PT Rekso Sempurno Moro Joyo 6.775 6.775 - PT Toraja Agra Wattie 2.917 2.813 2.026 SKA - 2.137 3.550 Lain-lain 54 8 - Jumlah 16.848 16.147 10.408Hutang : SKA 308 - - Lain-lain - - 119 Jumlah 308 - 119Persentase piutang dari jumlah aset 1,61% 1,96% 1,59%Persentase hutang dari jumlah kewajiban 0,05% - 0,03% 115
  • Pada tanggal 22 Februari 2011, Perseroan menerima pembayaran piutang dari pihak-pihak hubunganistimewa yaitu dari ALS, PT Rekso Sempurno Moro Joyo dan PT Toraja Agra Wattie masing-masingsebesar Rp3.550 juta,-, Rp3.350 juta,- dan Rp1.450 juta,-.e. Aset tertentu pemegang saham akhir Perseroan dijadikan jaminan atas pinjaman Perseroan kepada JP Morgan International Bank.Sifat Hubungan Istimewaa. SKA adalah pemegang saham Perseroan sejak tahun 2008 dan ALS adalah pemegang saham Perseroan sejak tahun 2009.b. PT Bank Ina Perdana, PT Toraja Agra Wattie, PT Rekso Sempurno Moro Joyo dan PT Dwibina Prima merupakan Perseroan yang pemegang saham akhirnya sama dengan pemegang saham Perseroan.14. ASURANSIBerikut adalah tabel asuransi Grup JAW : Jenis Perusahaan NilaiNo. Obyek Pertanggungan Nomor Polis Jatuh Tempo Asuransi Asuransi Pertanggungan1. Money Uang yang disimpan di PT Asuransi JKT00-G-0405- 7 Mei 2012 Cash in Safe : Insurance tempat penyimpanan dan Allianz Utama 09O0007683 Rp. 2.957.000.000 uang tunai dalam Indonesia Cash in Transit : pengangkutan. Rp. 4.905.000.000 untuk satu kali pengangkutan dan Rp. 58.860.000.000 secara keseluruhan selama periode asuransi.2. Polis Tanaman yang terletak di PT Asuransi 01-01-10-008211 31 Desember Tanaman : Asuransi lokasi sebagai Perkebunan Central Asia 2011 Rp. 26.314.518.417 Tanaman Karet di Perkebunan Cileles, Desa Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten3. Heavy Delapan jenis heavy PT Asuransi DMVHJK0100419 22 Desember Rp. 1.370.000.000 Equipment equipment yang dimiliki Permata 610 2011 Insurance oleh Tertanggung Nipponkoa sehubungan dengan Indonesia kegiatan Tertanggung yang terletak di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.4. Heavy Satu jenis heavy equipment PT Asuransi DMVHJK0100419 22 Desember USD 106,000 Equipment yang dimiliki oleh Permata 710 2011 Insurance Tertanggung sehubungan Nipponkoa dengan kegiatan Indonesia Tertanggung yang terletak di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.5. Growing Tanaman di Perkebunan -PT Asuransi 0201211000219 31 Desember Rp. 17.561.000.000 Tree Wanajaya, Desa Karyatani, Rama Satria 2011 Insurance Kecamatan Barabai, Wibawa (90%) Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. -PT Asuransi Tripakarta (10%)6. All Risk Segala jenis barang dalam PT Asuransi 01F14121000020 31 Desember Rp. 12.000.000.000 segala bentuk dan sifat Tugu Kresna 2011 baik yang dimiliki, digunakan Pratama atau disewa oleh Tertanggung sehubungan dengan kegiatan Tertanggung yang terletak baik di Pabrik Minyak Kelapa Sawit dan Fasilitas Tangki Penyimpanan, termasuk barang-barang lainnya yang berlokasi di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 116
  • Jenis Perusahaan NilaiNo. Obyek Pertanggungan Nomor Polis Jatuh Tempo Asuransi Asuransi Pertanggungan7. All Risk Segala jenis barang dalam PT Asuransi 01F14121000021 31 Desember - Perkebunan segala bentuk dan sifat Tugu Kresna 2011 Kintap I dan baik yang dimiliki, Pratama Perkebunan Kintap II: digunakan atau disewa Rp 14.319.000.000 oleh Tertanggung - Perkebunan sehubungan dengan Tabanio I kegiatan Tertanggung yang dan Perkebunan terletak baik di Perkebunan Tabanio II: Karet, Perkebunan Teh, Rp 2.495.000.000 Perkebunan Kopi, - Perkebunan Perkebunan Minyak Sawit, Tebing Siring: Pengolahan Pabrik Kayu Rp 2.262.000.000 termasuk Fasilitas Tangki Penyimpanan, termasuk Total: barang barang lainnya Rp. 19.076.000.000 yang berlokasi di; 1. Perkebunan Kintap I, Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; 2. Perkebunan Kintap II, Dusun Cekdam, Desa Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; 3. Perkebunan Tabanio I, Desa Raden, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; 4. Perkebunan Tabanio II, Desa Ranggang Dalam, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; dan 5. Perkebunan Tebing Siring, Desa Tebing Siring, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.8. All Risk Segala jenis barang dalam PT Asuransi 01F14121000019 31 Desember US$ 5.774.000 segala bentuk dan sifat Tugu Kresna 2011 baik yang dimiliki, Pratama digunakan atau disewa oleh Tertanggung sehubungan dengan kegiatan Tertanggung yang terletak baik di Perkebunan Karet, Perkebunan Teh, Perkebunan Kopi, Perkebunan Minyak Sawit, Pengolahan Pabrik Kayu termasuk Fasilitas Tangki Penyimpanan, termasuk barang barang lainnya yang berlokasi di Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.9. All Risk Bangunan dan segala - PT Asuransi 0201091001160 31 Desember Rp. 16.600.000.000 isinya di Perkebunan Rama Satria 2011 Wanajaya, Desa Karyatani, Wibawa (90%) Kecamatan Barabai, Kabupaten Barito Kuala, -PT Asuransi 01F14021100003 25 Februari Rp. 750.000.000 Provinsi Kalimantan Selatan. Tripakarta (10%) dan 201210. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F09021100007 di UPK Cikembar, Dusun Tugu Kresna Cikate, Kecamatan Pratama Cikembar, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat11. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100004 25 Februari Rp. 7.000.000.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan peralatan Pratama 01F09021100008 yang terletak di UPK Cikembar, Dusun Cikate, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat 117
  • Jenis Perusahaan NilaiNo. Obyek Pertanggungan Nomor Polis Jatuh Tempo Asuransi Asuransi Pertanggungan12. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100001 25 Februari Rp. 1.000.000.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan peralatan Pratama 01F09021100005 yang terletak di Perkebunan Cileles, Desa Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak – Banten13. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100012 25 Februari Rp. 6.073.000.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan peralatan Pratama 01F09021100014 yang terletak di Perkebunan Kaliminggir, Desa Prapagan, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah14. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100013 25 Februari Rp. 1.120.000.000 Perkebunan Kaliminggir, Tugu Kresna dan 2012 Desa Prapagan, Kecamatan Pratama 01F09021100015 Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah15. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100019 25 Februari Rp. 100.000.000 Perkebunan Cilaki/Pasir Pari, Tugu Kresna dan 2012 Desa Margajaya, Kecamatan Pratama 01F09021100022 Cimarga – Kabupaten Lebak, Banten.16. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100022 25 Februari Rp. 750.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100026 Perkebunan Keputren, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur17. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100007 25 Februari Rp. 200.000.000 Perkebunan Keputren, Desa Tugu Kresna dan 2012 Karangpring, Kecamatan Pratama 01F09021100025 Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur18. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100023 25 Februari Rp. 820.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100029 Perkebunan Corah Mas, Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember – Jawa Timur19. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100024 25 Februari Rp. 400.000.000 Perkebunan Corah Mas, Tugu Kresna dan 2012 Desa Pace, Kecamatan Silo, Pratama 01F09021100027 Kabupaten Jember – Jawa Timur20. All Risk Persediaan yang terletak di PT Asuransi 01F14021100016 25 Februari Rp. 5.350.000.000 Perkebunan Ciseru/ Cipari Tugu Kresna dan 2012 Desa Pegadingan, Kecamatan Pratama 01F09021100019 Cipari, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah.21. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100017 25 Februari Rp. 14.100.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100020 Perkebunan Ciseru/ Cipari, Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap – Jawa Tengah.22. All Risk Bangunan dan Instalasi PT Asuransi 02.01.11.000706 25 Februari Rp. 2.000.000.000 Listrik yang terletak di : Tugu Kresna dan 2012 - Jalan Tanah Abang I No. 12 Pratama 02.01.11.000712 Blok FF, Jakarta Pusat; dan - Jalan Tanah Abang I No. 12 Blok GG, Jakarta Pusat.23. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100018 25 Februari Rp. 400.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100021 Persediaan yang terletak di Perkebunan Cilaki/Pasir Pari, Desa Mar gajaya, Kecamatan Cimarga – Kabupaten Lebak, Banten. 118
  • Jenis Perusahaan NilaiNo. Obyek Pertanggungan Nomor Polis Jatuh Tempo Asuransi Asuransi Pertanggungan24. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100008 25 Februari Rp. 13.500.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100011 Persediaan yang terletak di Perkebunan Tugu/Cimenteng, Desa Langkap Jaya, Kecamatan Lengkong/ Simpenan, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat25. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100011 25 Februari Rp. 3.000.000.000` di Perkebunan Tugu/ Tugu Kresna dan 2012 Cimenteng, Desa Langkap Pratama 01F09021100013 Jaya, Kecamatan Lengkong/ Simpenan, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat.26. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100010 25 Februari Rp. 1.840.000.000 di Perkebunan Tugusari, Tugu Kresna dan 2012 Desa Tugusari, Kecamatan Pratama 01F09021100017 Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.27. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100014 25 Februari Rp. 2.000.000.000 di Perkebunan Durjo, Tugu Kresna dan 2012 Desa Karangpring, Pratama 01F09021100016 Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur28. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100015 25 Februari Rp. 4.743.890.000 seluruh gedung, Tugu Kresna dan 2012 mesin-mesin dan Pratama 01F09021100018 peralatan yang terletak di Perkebunan Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember – Jawa Timur29. All Risk Persediaan (biji kopi dan PT Asuransi 01F14021100002 25 Februari Rp. 800.000.000 lain-lain) yang terletak di Tugu Kresna dan 2012 Jl. Kebalen Timur No. 84, Pratama 01F09021100006 Surabaya.30. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100005 25 Februari Rp. 700.000.000 di Perkebunan Biting, Tugu Kresna dan 2012 Desa Kedungboto, Pratama 01F09021100009 Kecamatan Limbang, Kabupaten Kendal – Jawa Tengah.31. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100006 25 Februari Rp. 4.300.000.000 seluruh gedung, mesin- Tugu Kresna dan 2012 mesin dan peralatan Pratama 01F09021100010 yang terletak di Perkebunan Biting, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbang, Kabupaten Kendal – Jawa Tengah.32. All Risk Persediaan yang terletak PT Asuransi 01F14021100021 25 Februari Rp. 1.200.000.000 di Perkebunan Bayah, Tugu Kresna dan 2012 Desa Darmasari, Pratama 01F09021100024 Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak – Jawa Barat.33. All Risk Aset yang mencakup PT Asuransi 01F14021100020 25 Februari Rp. 6.900.000.000 seluruh gedung,mesin- Tugu Kresna dan 2012 mesin dan peralatan yang Pratama 01F09021100023 terletak di Perkebunan Bayah, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak – Jawa Barat.34. All Risk Aset yang mencakup seluruh PT Asuransi 01F14021100009 25 Februari Rp. 9.280.000.000 gedung, mesin-mesin dan Tugu Kresna dan 2012 peralatan yang terletak di Pratama 01F09021100012 Persediaan yang terletak di Perkebunan Tugusari, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan-perusahaan asuransi di atas. 119
  • BAB IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA GRUP JAW1. UmumPerseroan didirikan pada tahun 1921 dengan nama Handel Maatschappij J.A. Wattie And CompanyLimited oleh J.A. Wattie sebagai perusahaan dagang yang kemudian berkembang menjadi perusahaanyang mengelola perkebunan karet, kopi dan coklat. Pada sekitar tahun 1964 hingga 1968, seluruhperkebunan yang ada di Indonesia diambil alih oleh Pemerintah. Pada bulan Mei 1968, kebun-kebuntersebut dikembalikan kepada pemiliknya dan PT J.A. Wattie didirikan. Nama PT J.A. Wattie kemudianberubah menjadi PT Jaya Agra Wattie pada tanggal 19 Oktober 1987.Sejak berdirinya, Perseroan memfokuskan kegiatan usahanya pada pengelolaan dan pengembanganperkebunan karet. Perseroan, melalui Anak Perusahaannya juga telah memiliki pabrik pengolahan karetsejak didirikan. Sejak tahun 1997, Perseroan melalui Anak Perusahaannya mulai mengembangkanperkebunan kelapa sawit di daerah Kalimantan Selatan, yang dimulai dengan penanaman pada tahun1999.Pada tahun 2008, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, membangun pabrik pengolahan sawitpertama dengan kapasitas 45 ton/jam di daerah Kintap, Kalimantan Selatan.Saat ini, Perseroan sebagai perusahaan induk mengelola kegiatan usaha operasional dari AnakPerusahaan yang memiliki perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun.Berikut ini adalah peta yang menunjukkan lokasi perkebunan Grup JAW : 120
  • 2. Keunggulan KompetitifPengalaman selama 90 (sembilan puluh) tahun dalam pengembangan dan pengolahan karet padakhususnyaPerseroan memiliki pengalaman yang lama dalam memelihara dan mengembangkan areal perkebunan,sehingga telah mengenal karakteristik tanaman perkebunan serta metode pengelolaan yang sesuaiuntuk pemeliharaan dan peningkatan produktivitas kebun. Dalam perjalanannya, Perseroan memilikiprestasi sebagai berikut :- PT Banjoemas Landen memperoleh Kelas I dengan predikat Baik Sekali untuk Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, atas perkebunan karet Kaliminggir dengan luas areal 1.012 hektar;- PT Indo Java Rubber Planting Co. memperoleh Kelas I dengan predikat Baik Sekali untuk Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, atas perkebunan karet Ciseru Cipari dengan luas areal 2.408,78 hektar;- PT Perkebunan Biting memperoleh Kelas I dengan predikat Baik Sekali untuk Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, atas perkebunan karet Biting dengan luas areal 444,76 hektar;- PT Kaliduren Estate memperoleh Kelas II dengan predikat Baik untuk Klasifikasi Perkebunan Besar di Jawa Barat Tahun 2006 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, atas perkebunan Tugu Cimenteng;- PT Kintap Jaya Wattindo memperoleh Kelas II dengan predikat Baik untuk Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2009 di Kalimantan Selatan yang dikeluarkan oleh Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan;- Sahwali Award 1993, diberikan kepada salah satu personel Perseroan, yaitu Ir. Waluyo Cokrowirono sebagai Enviromentally Friendly Businessmen, yang diberikan oleh Gubernur Bali dan IEMIC.Tersedia cadangan lahan lebih dari 30.000 hektarPada tanggal 31 Desember 2010, Grup JAW memiliki HGU dan izin lokasi untuk mengelola perkebunandengan total luas lahan sebesar 67.697,33 hektar, termasuk plasma. Seluas 29.339,38 hektar atau sekitar43,3% dari total telah ditanami. Sisanya, yaitu 38.357,95 hektar atau 56,7% merupakan cadangan lahanyang memiliki prospek untuk dikembangkan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan.Diversifikasi tanaman (khususnya karet dan kelapa sawit)Perseroan mengelola perkebunan dengan 2 jenis tanaman utama yaitu karet dan kelapa sawit yangmemberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan Perseroan. Pada tahun 2010, pendapatan Perseroandari produk karet adalah sebesar Rp247.087 juta atau sekitar 59,8% dari total pendapatan, sedangkanpendapatan Perseroan dari produk minyak sawit dan kernel adalah sebesar Rp151.907 juta atau sekitar36,7% dari total pendapatan. Perseroan juga mengelola kebun kopi dan teh, namun kontribusi pendapatandari kopi dan teh relatif kecil terhadap total pendapatan Perseroan, yaitu sekitar 2,6% pada tahun 2010.Dengan melakukan penanaman atas berbagai jenis komoditas, terutama karet dan kelapa sawit, Perseroandapat melakukan diversifikasi atas risiko-risiko yang dapat timbul apabila hanya satu jenis tanaman yangdikelola. Harga jual di pasar internasional untuk kedua komoditas tersebut tidak saling mempengaruhi dankarenanya apabila harga jual dari satu komoditas mengalami penurunan karena pengaruh penawarandan permintaan dunia, maka komoditas yang lain dapat membantu menstabilkan pendapatan Perseroansecara keseluruhan. Selain itu, dari sisi produksi, apabila salah satu jenis tanaman mengalami penurunanproduksi baik karena kegagalan panen/penyadapan maupun karena kendala teknis lainnya, maka jenistanaman lainnya diharapkan dapat mempertahankan tingkat pendapatan Perseroan secara keseluruhan.Hal ini dimungkinkan karena kedua komoditas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, sehinggakegagalan yang mungkin dialami oleh satu komoditas tidak semerta-merta akan menyebabkan kegagalankomoditas yang lainnya. 121
  • Ragam tanaman yang dikembangkan merupakan jenis unggulanPerseroan melakukan pembelian bibit-bibit unggulan dari balai-balai penelitian seperti Balai PenelitianPerkebunan Sungai Putih, Rubber Research Getas, Rubber Research Malaysia, Pusat Penelitian KelapaSawit Medan, PT Socfin Indonesia dan PT Bina Sawit Makmur Palembang.Untuk tanaman karet, Perseroan telah memiliki persediaan batang atas dengan jenis unggul sepertiRRIM600, PB235, PB260, IRR118, dan lain-lain untuk kebutuhan penanaman selama 5 tahun mendatang.Sedangkan untuk tanaman kelapa sawit, Perseroan melakukan penanaman tanaman jenis unggul sepertiSocfin dan Marihat.Umur tanaman yang sebagian besar merupakan tanaman muda dan memiliki potensi produktivitas yangterus meningkatPada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan memiliki kebun dengan tanaman belum menghasilkan sekitar4.999,21 hektar untuk karet dan 11.320,93 hektar untuk kelapa sawit, atau seluruhnya seluas 16.320,14hektar. Luas lahan dengan tanaman belum menghasilkan tersebut merupakan 62,42% dari total luas lahanyang telah ditanami oleh Perseroan. Dengan demikian, Perseroan masih memiliki tanaman-tanamanmuda yang berpotensi untuk memberikan peningkatan tingkat produksi Perseroan di masa mendatang.Produk-produk yang dihasilkan oleh Perseroan telah memenuhi standar nasional dan internasionalPerseroan senantiasa menjaga mutu produk yang dihasilkannya dengan melakukan pengawasanmenyeluruh atas bibit yang digunakan, pemupukan, pemeliharaan kebun dan proses produksi di pabrikpengolahan. Berdasarkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI yang diberikan oleh LembagaSertifikasi Produk, Pusat Standardisasi Departemen Perindustrian Republik Indonesia kepada :- PT Banjoemas Landen (Perkebunan Kaliminggir) – 1996 dan diresertifikasi tahun 2010 (berlaku hingga 10 Juni 2014)- PT Indojava Rubber Planting Co. (Perkebunan Ciseru) – mulai 1998 dan resertifikasi tahun 2010 (berlaku hingga 10 Juni 2014)- PT Kaliduren Estates (Perkebungan Tugu/Cimenteng) – mulai 2007 dan resertifikasi 2009 (berlaku hingga 12 Juni 2012)- PT Perkebunan Biting – mulai 1998 dan resertifikasi 2010 (berlaku hingga 4 Juli 2014)- PT Perkebunan Kroewoek (Perkebunan Bayah) – mulai 1998 dan resertifikasi 2010 (berlaku hingga 12 Agustus 2014).- Standar internasional berupa ISO9000 masih tahap proses.3. Kegiatan UsahaPerseroan beserta anak-anak perusahaan menjalankan kegiatan usaha dalam bidang :- Perkebunan karet dan pengolahan karet lembaran dan crumb rubber;- Perkebunan kelapa sawit dan pengolahan crude palm oil dan palm kernel;- Perkebunan kopi; dan,- Perkebunan teh.Perseroan memiliki kantor pusat di Wisma BSG Lantai 8, Jalan Abdul Muis No. 40, Jakarta 10160.Anak-anak perusahaan Perseroan memiliki perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun dipropinsi-propinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.No Nama Perusahaan Nama Perkebunan Lokasi Nama Pabrik1 PT Agri Bumi Sentosa Perkebunan Wanajaya Desa Karyatani, Kecamatan Barambai, Kabupaten Batola, Propinsi Kalimantan Selatan. Desa Antarbaru, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Propinsi Kalimantan Selatan.2 PT Agri Bumi Sentosa Perkebunan Cileles Desa Parung Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.3 PT Agri Bumi Sentosa UPK Cikembar Dusun Cikate, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat 122
  • No Nama Perusahaan Nama Perkebunan Lokasi Nama Pabrik4 PT Banjoemas Landen Perkebunan Kaliminggir Desa Prapagan, Kecamatan Jeruk Legi, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah. lembaran5 PT Corah Mas Keputren Estates Perkebunan Keputren Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Pabrik pengolahan karet Jember, Propinsi Jawa Timur. lembaran6 PT Corah Mas Keputren Estates Perkebunan Corah Mas Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Keputren Jember, Propinsi Jawa Timur.7 PT Cipanyusuhan Perkebunan Cilaki/ Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Pabrik pengolahan karet Pasir Pari Kabupaten Lebak, Propinsi Banten lembaran8 PT Indo Java Rubber Perkebunan Ciseru/ Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, Pabrik pengolahan karet Planting Company Cipari Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah remah9 PT Kaliduren Estates Perkebunan Tugu/ Desa Langkapjaya/Kertajaya, Kecamatan Pabrik pengolahan karet Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, remah Propinsi Jawa Barat.10 PT Kaliduren Estates Perkebunan Tugusari Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur lembaran Pabrik pengolahan kopi11 PT Kintap Jaya Wattindo Perkebunan Kintap Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Pabrik minyak kelapa sawit Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. Dusun Cekdam, Desa Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan.12 PT Kintap Jaya Wattindo Perkebunan Pelaihari Desa Raden, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. Desa Ranggang Dalam, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan.13 PT Kintap Jaya Wattindo Perkebunan Tebing Siring Desa Tebing Siring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan.14 PT Mulyaningsih Perkebunan Durjo Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Pabrik pengolahan kopi Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur.15 PT Perkebunan Biting Perkebunan Biting Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah. lembaran16 PT Perkebunan Kroewoek Perkebunan Bayah Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Pabrik pengolahan karet Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. lembaranSelain kegiatan utama tersebut di atas, anak perusahaan Perseroan, ABS, memanfaatkan kayu tanamantua pada lahan yang akan diremajakan (replanting) untuk diolah menjadi veneer (lembaran kayu). Pabrikpembuatan veneer ini mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2008.Berikut ini adalah nilai pendapatan Perseroan secara keseluruhan selama 5 tahun terakhir : (dalam jutaan Rupiah) Jenis Tanaman/Produk 2010 2009 2008 2007 2006Karet 247.087 152.927 220.241 134.270 125.282Tandan buah segar - - 46.550 21.208 10.374Minyak dan biji sawit 151.907 195.993 19.036 - -Teh 5.809 5.297 6.151 5.110 4.393Kopi 4.926 9.198 7.494 5.518 7.762Kakao 392 859 571 975 325Lain-lain 3.311 5.429 1.498 - -Total 413.432 369.703 301.541 167.081 148.1363.1. Perkebunan3.1.1. KaretLahanGrup JAW menguasai lahan seluas 31.512,94 hektar yang tersebar di pulau Jawa dan Kalimantan. Berikutini adalah perkebunan karet yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Desember 2010 : Kebun Inti (Ha) Nama Perusahaan Lokasi Total Luas (Ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin LainnyaPK Bayah 1.012,00 - 1.012,00KE Tugu/Cimenteng 1.208,39 - 1.208,39 Tugusari 998,37 - 998,37IJR Ciseru/Cipari 2.408,78 - 2.408,78 123
  • Kebun Inti (Ha) Nama Perusahaan Lokasi Total Luas (Ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin LainnyaBL Kaliminggir 490,00 - 490,00PB Biting 444,76 - 444,76CMK Corah Mas 254,80 - 254,80 Keputren 189,13 - 189,13MUL Durjo 511,60 - 511,60CP Cilaki 96,04 - 96,04ABS Cileles 788,74 - 788,74KJW Tebingsiring 1.729,44 471,89 2.201,33AW Mekarsari - 5.499,00 5.499,00 Mandiangin - 3.569,00 3.569,00BP Hulu Sungai Tengah - 11.841,00 11.841,00Jumlah 10.132,05 21.380,89 31.512,94PembibitanPerseroan memiliki divisi khusus yang menangani proses pembibitan. Lokasi pembibitan terletak disetiap areal kebun yang dikelolanya. Proses tersebut dilakukan dengan sistem pencangkokan mataokulasi pada batang bawah dari tanaman karet. Perseroan melakukan perbanyakan batang bawah daribenih karet yang diperolehnya di kebun yang dikelolanya. Sedangkan untuk mata okulasi, Perseroanmengambilnya dari batang-batang atas yang dibeli dari balai-balai penelitian khusus tanaman karet sepertiBalai Penelitian Perkebunan Sungai Putih, Rubber Research Getas dan Rubber Research Malaysia.Pembelian batang atas terakhir kali dilakukan oleh Perseroan pada tahun 2009 dalam jumlah yang cukupuntuk dapat memenuhi kebutuhan penanaman selama 5 (lima) tahun mendatang.Dalam setiap satu meter batang atas tanaman karet, terdapat sekitar 15 (lima belas) mata okulasi. Mataokulasi ini diambil untuk kemudian dicangkok ke batang bawah yang berumur 8 (delapan) bulan hingga1 (satu) tahun dan dibalut. Setelah kurang lebih 3 (tiga) minggu dari proses pencangkokan, balutan dibukadan dibiarkan selama 2 (dua) minggu. Selama periode tersebut, untuk menumbuhkan mata okulasi, makacabang utama senantiasa dipotong sehingga mata okulasi dapat bertumbuh yang selanjutnya disebutsebagai Okulasi Mata Tidur (OMTI).Proses berikutnya, setelah 2 (dua) minggu, OMTI dipindahkan ke dalam polybag dan dibiarkan selamakurang lebih 3 (tiga) bulan. Setelah itu, OMTI siap untuk digunakan dalam proses penanaman.Proses pembibitan secara keseluruhan memakan waktu sekitar 1 – 1,5 tahun dengan tingkat keberhasilanpembibitan sekitar 70%.Bibit yang dihasilkan tidak dijual untuk perkebunan lainnya, namun digunakan seluruhnya untukkepentingan Perseroan dan dapat memenuhi 100% kebutuhan bibit untuk perkebunan karet Perseroan.Proses PenanamanPerseroan melakukan proses penanaman untuk lahan yang baru (penanaman baru/new planting) danuntuk lahan kebun yang sudah lama tetapi diperbaharui kembali (penanaman kembali/replanting). Prosespenanaman baru atau penanaman kembali untuk tanaman karet di Kalimantan dapat dilakukan hampirsepanjang tahun, mengingat curah hujan yang merata. Untuk tanaman karet di Jawa, proses penanamanumumnya dilakukan pada pada bulan Oktober hingga Desember, di mana curah hujan relatif tinggi.Penanaman BaruPerseroan mengawali proses penanaman baru dengan melakukan survey atas lahan baru yang menjaditarget. Syarat-syarat utama lahan yang akan digunakan untuk perkebunan karet antara lain memilikiketinggian sekitar 15 – 300 m di atas permukaan laut, tingkat curah hujan minimal 1500 – 2000 ml/tahun,dan kondisi curah hujan yang merata.Setelah memperoleh perkiraan mengenai target lahan yang akan dikembangkan, Grup JAW kemudianmelakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar mengenai rencana Grup JAW untuk melakukan 124
  • pengembangan lahan perkebunan di daerah tersebut. Dalam hal ini, Grup JAW senantiasa memperhatikanmasukan-masukan dari pihak masyarakat dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.Apabila sosialisasi berjalan dengan baik, maka Perseroan mulai melakukan pembebasan lahan untukareal perkebunannya.Areal kebun yang telah dikuasai oleh Perseroan kemudian disiapkan untuk proses penanaman.Persiapannya diawali dengan pelaksanaan tebang imas atau pembersihan lahan (land clearing), yaitudengan menebang pohon-pohon dan mengimas semak-semak. Sesuai peraturan yang berlaku, Perseroantidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar hutan atau semak-semak yang ada.Setelah lahan telah bersih dari pohon-pohon dan semak-semak liar, lahan kemudian dibentuk menjaditerasering. Terasering ini terutama berguna untuk menahan air di dataran tinggi sehingga tidak langsungturun ke dataran rendah.Lahan kemudian disemprot dengan herbisida, yaitu obat untuk mencegah tanaman-tanaman liarbertumbuh di lahan tersebut. Kemudian, dibuat lubang dengan jarak 3 x 7 (3 meter ke samping dan7 meter ke depan/belakang), sehingga kerapatan tanaman karet per hektar dapat berkisar antara 476pohon hingga 600 pohon. Lubang-lubang tersebut kemudian diberikan pupuk dasar, yaitu SP36/RP(rock phosphate). Di sela-sela baris lubang, dilakukan penanaman kacang-kacangan yang berfungsisebagai pupuk alami bagi tanah. Tanaman kacang-kacangan juga dapat mencegah ilalang tumbuh dilahan tersebut. Untuk seterusnya, tanaman ini tidak dicabut namun tetap dipelihara bersama dengantanaman karet.Setelah proses persiapan penanaman, polybag hasil pembibitan dimasukkan ke dalam lubang-lubangyang telah disediakan.Penanaman KembaliPerseroan memiliki kebijakan untuk melakukan penanaman kembali karet sebanyak 3% dari total jumlahlahan mengingat umur rata-rata pohon karet adalah selama 30 tahun. Dengan kebijakan tersebut, makakomposisi tanaman yang menghasilkan dan tidak menghasilkan akan selalu stabil.Pada saat tanaman berusia menginjak 20 tahun, produktivitas pohon mulai dianalisa. Apabila tingkatproduktivitas telah menurun menjadi di bawah 800 kg/Ha, maka terhadap tanaman tersebut akan dilakukanpenebangan. Sedangkan untuk tanaman-tanaman yang berusia 25 tahun, penebangan akan langsungdilakukan. Tidak cukup hanya ditebang, pohon karet yang sudah tidak produktif harus dicabut hingga keakarnya. Pencabutan umumnya dilakukan dengan menggunakan alat berat atau obat penghancur kayu.Setelah itu, pengaturan lahan dilakukan kembali dengan membuat terasering yang baru. Pada lahan-lahan tersebut, kemudian dibuat lubang-lubang yang kemudian dimasukkan pupuk dasar dan polybagtanaman karet. Di sela antar lubang juga dilakukan penanaman kembali tanaman kacang-kacanganuntuk menjaga kondisi tanah dan mencegah tumbuhnya ilalang.Luas perkebunan karet Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 berdasarkan umur tanaman adalahsebagai berikut : Lokasi Tanaman Menghasilkan (TM) Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) JumlahBayah 777,74 96,99 874,73Tugu/Cimenteng 283,11 718,56 1.001,67Ciseru/Cipari 1.827,08 407,32 2.234,40Kaliminggir 385,50 81,00 466,50Biting 294,51 60,50 355,01Tugusari 492,22 444,64 936,86Keputren - 148,89 148,89Corah Mas 220,28 39,81 260,09Durjo 5,00 498,72 503,72Cilaki 70,13 20,60 90,73Cileles - 651,56 651,56Tebingsiring - 1.830,62 1.830,62Jumlah 4.355,57 4.999,21 9.354,78 125
  • Pemeliharaan TanamanPerseroan senantiasa melakukan proses pemeliharaan di kebun-kebun yang dikelolanya. Prosespemeliharaan tersebut berupa :1. Pemeliharaan awal dilakukan dengan menyemprot lahan dengan herbisida, sebagai pengendalian atas tanaman pengganggu.2. Gulma atau tanaman pengganggu dibersihkan dari sekeliling tanaman (strip weeding). Proses pemeliharaan ini umumnya dilakukan untuk selama 2 kali dalam 1 tahun untuk tanaman menghasilkan dan 3 kali dalam 1 tahun untuk tanaman belum menghasilkan.3. Tanaman kacang-kacangan tetap dipelihara untuk menjaga kondisi tanah.4. Ada kalanya, ketika kontur tanah berubah, maka terasering yang telah dibentuk akan turut berubah dan tidak dapat menahan erosi air, sehingga dapat mengakibatkan tanaman tidak mendapatkan air yang cukup. Untuk menanggulangi hal tersebut, Grup JAW melakukan pemeriksaan atas terasering yang ada dan melakukan penataan kembali (reterasering) lahan-lahan kebun yang ada.5. Bagi tanaman-tanaman yang mati oleh karena sebab apapun, akan dilakukan penyulaman atau penanaman tanaman-tanaman baru.6. Pemupukan rutin dilakukan selama 3 kali dalam 1 tahun. Pupuk yang digunakan dalam hal ini adalah pupuk Urea, SP36, KCl;7. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman dilakukan Perseroan segera setelah terdeteksi adanya hama atau penyakit tanaman. Penyakit tanaman yang umumnya muncul untuk tanaman belum menghasilkan adalah jamur akar putih, jamur akar merah dan embun tepung, sedangkan untuk tanaman yang telah menghasilkan, penyakit tanaman lainnya yang dapat muncul adalah jamur bidang sadap. Untuk pemberantasan penyakit tanaman, Grup JAW menggunakan obat-obatan yang hanya akan digunakan sesuai kebutuhan dan dosis yang diperlukan. Hama tanaman karet yang umum adalah kera ekor panjang dan babi hutan, namun kerusakan akibat hewan-hewan tersebut saat ini sudah banyak berkurang.8. Secara rutin, di area kebun, dibuat rorak, yaitu lubang untuk menahan erosi dan menahan humus agar permukaan tanah tetap terpelihara. Rorak ini juga berguna sebagai tempat penampungan air dan serapan air.9. Perkebunan karet memiliki pola musiman, dimana 1 kali dalam setahun, pohon karet mengalami gugur daun. Umumnya, hal ini terjadi pada musim kemarau, yaitu di antara bulan Mei hingga Agustus. Pada masa tersebut, produksi karet akan mengalami penurunan. Daun tanaman gugur dan kemudian digantikan dengan daun-daun muda. Pada saat tumbuhnya daun-daun muda, beberapa hama tanaman dapat muncul dan merusak tanaman. Oleh karena itu, daun-daun muda tersebut disemprot dengan belerang sehingga tidak ada hama tanaman yang datang untuk merusak.Proses PenyadapanProses penyadapan adalah proses pengambilan getah karet dari pohon. Proses ini umumnya dilakukansetiap hari, mulai jam 5 hingga 8 pagi. Pada waktu tersebut, udara yang sejuk memberikan tekanan turgor(tekanan dari bawah) yang cukup besar sehingga mendorong getah keluar. Suhu yang semakin tinggiakan mengakibatkan tekanan turgor berkurang dan getah akan sulit keluar. Oleh karena itu penyadapanhanya dilakukan hingga sekitar jam 8 pagi.Getah hasil penyadapan kemudian dibiarkan selama 2 jam dan dikumpulkan untuk dikirimkan ke pabrikpengolahan dengan menggunakan kendaraan milik kebun. Pada pukul 12 siang, getah tersebut diolahdi pabrik.Proses penyadapan dilakukan untuk tanaman-tanaman yang berumur 6 tahun ke atas. Bagi tanaman-tanaman yang baru pertama kali disadap, penyadapan dilakukan setiap tiga hari sekali, dan berlangsungselama 2 tahun (hingga tanaman berumur 8 tahun). Untuk tanaman-tanaman yang berumur 9 hingga20 tahun, penyadapan dilakukan setiap 2 hari sekali.Produktivitas tenaga kerja penyadap di kebun Grup JAW adalah sekitar 1 hingga 1,5 hektar kebun yangdapat dikerjakan oleh seorang penyadap dalam satu hari kerja, dimana jam penyadapan adalah jam 5hingga 8 pagi. 126
  • Di bawah ini adalah data perkembangan produktivitas kebun karet Grup JAW : Indikator 2010 2009 2008 2007 2006Karet (kg/Ha)Bayah 1.587 1.711 1.658 1.670 1.408Tugu/Cimenteng 609 638 592 570 1.170Ciseru/Cipari 1.479 1.467 1.409 1.437 1.348Kaliminggir 1.720 1.526 1.176 1.306 1.178Biting 1.263 1.490 1.377 1.466 1.601Tugusari 1.629 1.581 1.440 1.371 1.472Corah Mas 1.288 1.289 1.356 1.222 1.163Durjo 1.780 - - - -Cilaki 1.247 1.242 1.243 1.077 1.223Berikut ini adalah data produksi selama 5 tahun terakhir dari kebun karet Grup JAW :Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Produksi (ton) 6.325 6.444 6.071 6.120 5.696Seluruh hasil perkebunan karet diolah oleh pabrik pengolahan karet lembaran dan karet remah yangdimiliki oleh Grup JAW.3.1.2. Kelapa SawitLahanBerikut ini adalah informasi mengenai ijin perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh Perseroan padatanggal 31 Desember 2010 : Nama Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Lokasi Total Luas (ha)Perusahaan HGU/ Ijin Lokasi / HGU Ijin Lokasi / Hak Lainnya Ijin Lainnya Ijin LainnyaKJW Kintap 4.687,00 1.368,16 - - 6.055,16 Plasma KJW - - - 2.000,00 2.000,00 Tabanio 5.999,00 553,05 - - 6.552,05ABS Wanajaya 4.943,00 5.057,00 - - 10.000,00 Plasma ABS - - - 2.000,00 2.000,00 Tabukan, Barito - 2.409,80 - - 2.409,80 Kuala - - - - -AW Mekarsari - 3.745,00 - - 3.745,00 Anjir Pasir - 2.363,50 - - 2.363,50 Jumlah 15.629,00 15.496,51 - 4.000,00 35.125,51Komposisi luas kebun yang telah tertanam dan belum tertanam pada tanggal 31 Desember 2010 dapatdilihat dalam tabel berikut : Nama Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Lokasi Total Luas (ha)Perusahaan Tertanam Belum Tertanam Belum Tertanam TertanamKJW Kintap 10.128,83 1.313,65 1.700,00 300,00 13.442,48ABS Wanajaya 5.610,80 6.464,40 1.493,00 507,00 14.075,20AW*) Mekarsari dan Anjir Pasar - 6.108,50 - - 6.108,50 Jumlah 15.739,63 13.886,55 3.193,00 807,00 33.626,18*) berupa ijin lokasi 127
  • Program PlasmaPerseroan mengembangkan lahan-lahan kebun milik masyarakat sekitar yang dikenal sebagai plasma.Program kemitraan dengan para petani plasma ini dilakukan hanya di daerah perkebunan kelapa sawitPerseroan. Sedangkan untuk perkebunan karet, Perseroan hanya mengelola kebun milik sendiri.Dalam program plasma, Perseroan melakukan pengelolaan atas kebun-kebun plasma, yaitu penanamandan pemeliharaan kebun. Hasil panen kebun akan dibeli seluruhnya oleh Perseroan. Bila petani plasmabekerja di kebun plasma, maka akan dibayar dengan UMR yang berlaku.Seluruh kebun plasma Perseroan berada di bawah naungan suatu koperasi unit desa (KUD), yangberusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan operasional plasma. KUD memiliki pinjaman kepada bankdimana Perseroan bertindak sebagai penjaminnya.PembibitanPerseroan melakukan pembelian kecambah atau biji kelapa sawit yang baru akan tumbuh dari beberapapemasok antara lain Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan, PT Socfin Indonesia Medan dan PT BinaSawit Makmur Palembang. Dalam hal ini, Perseroan telah menandatangani kontrak tahunan denganpara pemasok yang dapat diperpanjang setiap tahunnya.Kecambah yang dibeli oleh Perseroan dimasukkan dalam polybag kecil selama 2 bulan, kemudiandipindahkan ke polybag besar dan dibiarkan selama 1 tahun. Setelah itu, kecambah siap untuk digunakandalam proses penanaman.PenanamanSama halnya seperti perkebunan karet, Perseroan melakukan proses penanaman untuk lahan yangbaru (penanaman baru/new planting) dan untuk lahan kebun yang sudah lama Perseroan berencanauntuk melakukan penanaman kembali/replanting. Proses penanaman kembali akan dilakukan apabilatanaman sudah mencapai umur 20 – 25 tahun. Hingga saat ini, kebun kelapa sawit Perseroan belumada yang mencapai umur tersebut. Kebun kelapa sawit Grup JAW yang tertua per 31 Desember 2010berusia 10 tahun.Berikut ini adalah luas perkebunan kelapa sawit Grup JAW berdasarkan tahun tanam untuk inti danplasma pada tanggal 31 Desember 2010 : Usia Tanam JumlahKebun Inti 2000 1.009,90 2001 1.006,71 2002 91,63 2003 164,34 2004 858,89 2005 590,55 2006 696,68 2007 3.884,68 2008 2.479,00 2009 3.707,05 2010 1.250,20Kebun PlasmaKJW : 2009 157,26 2010 1.542,74ABS : 2009 215,25 2010 1.277,75Jumlah 18.932,63 128
  • Luas perkebunan khusus kelapa sawit berdasarkan usia tanaman untuk inti dan plasma per tanggal31 Desember 2010 : Usia Tanam JumlahKebun Inti : 0 - 3 tahun 11.320,93 4 - 7 tahun 2.146,12 8 - 17 tahun 2.272,58 > 18 tahun -Kebun Plasma : 0 - 3 tahun 3.193,00 4 - 7 tahun - 8 - 17 tahun - > 18 tahun -Jumlah 18.932,63Proses penanaman kembali untuk tanaman kelapa sawit di Kalimantan dapat dilakukan hampir sepanjangtahun, mengingat curah hujan yang merata.Proses penanaman baru diawali dengan melakukan survey atas lahan baru yang menjadi target. Syarat-syarat utama lahan yang dapat digunakan untuk perkebunan kelapa sawit antara lain memiliki ketinggiansekitar 15 – 200 m di atas permukaan laut, tingkat curah hujan minimal 2000 - 3500 ml/tahun, dan kondisicurah hujan yang merata.Setelah memperoleh perkiraan mengenai target lahan yang akan dikembangkan, Grup JAW kemudianmelakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar mengenai rencana Grup JAW untuk melakukanpengembangan lahan perkebunan di daerah tersebut. Dalam hal ini, Grup JAW senantiasa memperhatikanmasukan-masukan dari pihak masyarakat dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.Apabila sosialisasi berjalan dengan baik, maka Perseroan mulai melakukan pembebasan lahan untukareal perkebunannya.Areal kebun yang telah dikuasai oleh Perseroan kemudian disiapkan untuk proses penanaman.Persiapannya diawali dengan pelaksanaan tebang imas atau pembersihan lahan (land clearing), yaitudengan menebang pohon-pohon dan mengimas semak-semak. Sesuai peraturan yang berlaku, Perseroantidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar hutan atau semak-semak yang ada.Setelah lahan telah bersih dari pohon-pohon dan semak-semak liar, lahan kemudian dibentuk menjaditerasering untuk kebun di dataran tinggi. Terasering terutama berguna untuk menahan air di datarantinggi sehingga tidak langsung turun ke dataran rendah. Untuk kebun di dataran rendah dibuat drainaseatau parit sebagai aliran air, sehingga air tidak membanjiri areal kebun.Lahan kemudian disemprot dengan herbisida, yaitu obat untuk mencegah tanaman-tanaman liarbertumbuh di lahan tersebut. Kemudian, dibuat lubang dengan jarak 9 x 8 (9 meter ke samping dan8 meter ke depan/belakang), sehingga kerapatan tanaman kelapa sawit per hektar dapat berkisar antara136 pohon hingga 150 pohon. Karakteristik pohon kelapa sawit adalah daunnya tidak dapat bergesekanatau menutupi daun lainnya dari pohon yang terdekat.Lubang-lubang tersebut kemudian diberikan pupuk dasar, yaitu SP36/RP (rock phosphate). Di sela-selabaris lubang, dilakukan penanaman kacang-kacangan yang berfungsi sebagai pupuk alami bagi tanah.Tanaman kacang-kacangan juga dapat mencegah ilalang tumbuh di lahan tersebut. Untuk seterusnya,tanaman ini tidak dicabut namun tetap dipelihara bersama dengan tanaman karet.Setelah proses persiapan penanaman, polybag hasil pembibitan dimasukkan ke dalam lubang-lubangyang telah disediakan. 129
  • Berikut ini adalah komposisi luas kebun untuk tanaman menghasilkan dan tanaman belum menghasilkan : Kebun Inti (ha) Kebun Plasma (ha) Nama Tanaman Tanaman Tanaman Tanaman Lokasi Total Luas (ha)Perusahaan Menghasilkan Belum Menghasilkan Belum Menghasilkan MenghasilkanKJW Kintap 4.418,70 795,13 - - 5.213,83 Tabanio - 4.915,00 - - 4.915,00 Plasma KJW - - - 1.700,00 1.700,00ABS Wanajaya - 5.610,80 - - 5.610,80 Plasma ABS - - - 1.493,00 1.493,00 Jumlah 4.418,70 11.320,93 - 3.193,00 18.932,63Pemeliharaan TanamanPemeliharaan kebun kelapa sawit Grup JAW dilakukan sebagai berikut :1. Pemeliharaan awal dilakukan dengan menyemprot lahan baru dengan herbisida, sebagai pengendalian atas tanaman pengganggu.2. Gulma atau tanaman pengganggu dibersihkan dari sekeliling tanaman kelapa sawit atau yang biasa disebut piringan (circle weeding). Proses pembersihan ini umumnya dilakukan 2 kali dalam 1 tahun.3. Tanaman kacang-kacangan tetap dipelihara untuk menjaga kondisi tanah.4. Agar akar tanaman menjadi lebih kuat, umumnya pada umur 2 tahun akan dilakukan analisa kekuatan akar pada setiap pohon. Apabila akar tanaman tidak kuat, maka dilakukan proses perbaikan tapak timbun, yaitu menaikan tanah di sekeliling akar agar akar menjadi lebih kuat.5. Proses pemeliharaan gawangan atau lahan antar pohon yang juga dapat digunakan sebagai jalan produksi dibersihkan secara rutin dari gulma atau tanaman pengganggu. Jalan produksi ini juga dipelihara untuk mempermudah proses pemanenan/mendodos.6. Pemupukan rutin dilakukan selama 3 kali dalam 1 tahun. Pupuk yang digunakan dalam hal ini adalah pupuk NPK (nitrogron phosphor kalium). Analisa juga dilakukan pada setiap kebun, dan apabila diperlukan jenis pupuk yang khusus, maka Grup JAW akan membeli pupuk tersebut.7. Pada kebun di dataran rendah, dilakukan pemeliharaan parit atau drainase sehingga tetap berfungsi dengan baik. Parit dan drainase diperbaiki setiap tahun. Untuk kebun yang berada di dataran tinggi, dilakukan pembuatan rorak atau lubang-lubang yang berfungsi untuk menahan air.8. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman dilakukan Perseroan segera setelah terdeteksi adanya hama atau penyakit tanaman. Penyakit tanaman yang ada untuk tanaman belum menghasilkan tidak memiliki dampak signifikan terhadap kebun Perseroan. Untuk tanaman yang telah menghasilkan, salah satu penyakit tanaman yang cukup mengganggu adalah penyakit busuk buah dikarenakan terkena jamur. Untuk pemberantasan penyakit tanaman, Grup JAW menggunakan obat-obatan yang hanya akan digunakan sesuai kebutuhan dan dosis yang diperlukan. Hama tanaman kelapa sawit yang umum adalah tikus yang biasanya memakan titik tumbuh pohon (untuk tanaman belum menghasilkan) dan memakan buah (untuk tanaman yang sudah menghasilkan).9. Secara rutin, pelepah kering atau pelepah tua dipotong dari pohon sebelum jatuh.10. Dua kali dalam satu tahun, gulma atau perdu dicabut dan dibersihkan dari areal kebun.11. Untuk tanaman yang belum menghasilkan, yaitu sebelum berumur 2 tahun, dilakukan proses kastrasi, yaitu membuang bunga betina atau jantan yang baru keluar untuk merangsang pertumbuhan vegetatif yang cepat dan tandan yang besar dan relatif seragam pada awal panen. Proses kastrasi dilaksanakan hingga pohon berumur 30 bulan. Setelah 30 bulan, bunga yang keluar akan dipelihara.PemanenanProduksi kelapa sawit bergantung pada pembungaan yang terjadi 7 bulan sebelum panen. Pada umurpertengahan kedua umumnya bunga kelapa sawit akan keluar, dan pada tahun keempat telah menjadibuah yang siap petik. 130
  • Panen besar dilakukan setiap 6 hari sekali, sedangkan panen kecil dilakukan setiap 9 hari sekali. Prosespemanenan dilakukan dengan menggunakan alat dodos atau penyodok buah. Pohon dengan buahyang sudah matang dideteksi dengan melihat apakah ada buah matang yang jatuh. Apabila ada, makadiperkirakan ada tandan buah yang telah matang. Tandan tersebut kemudian didodos dan dikumpulkandi pinggir-pinggir jalan produksi dengan kereta dorong. Satu orang pendodos dalam satu hari kerjaumumnya dapat melakukan pendodosan 600 – 1000 kali, yang dimulai pada jam 9 pagi hingga sore.Setelah tandan buah dikumpulkan, brondolan (buah-buah kelapa sawit) dipisahkan dari tandan untukkemudian dibawa ke pabrik dengan kendaraan kebun.Berikut ini adalah perkembangan indikator efisiensi perkebunan kelapa sawit Grup JAW secarakeseluruhan : Indikator 2010 2009 2008 2007 2006Hasil TBS (ton/ha) 15,36 17,30 12,71 11,24 8,69Berikut ini adalah jumlah produksi tandan buah segar Perseroan selama 5 tahun terakhir adalah sebagaiberikut : Produksi (kg) 2010 2009 2008 2007 2006Tandan Buah Segar (TBS) :- Kebun Inti 67.896.880 64.394.800 39.814.450 23.692.630 18.322.330- Kebun Rakyat 24.472.050 76.590.400 13.227.750 - -- Kebun Plasma - - - - -Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan TBS Perseroan selama 5 tahun terakhir : Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) - - 46.550 21.208 10.374Volume (kg) - - 31.835.012 22.481.034 17.842.540Pada tahun 2009 dan 2010, seluruh hasil perkebunan kelapa sawit digunakan oleh pabrik pengolahanCrude Palm Oil yang dimiliki oleh Grup JAW dan karenanya tidak melakukan penjualan TBS kepada pihakketiga. Perkebunan kelapa sawit menjual TBS kepada pabrik pengolahan CPO yang berada dalam satuperusahaan, sehingga tidak ada jual beli TBS yang dilakukan antara perkebunan dan pabrik.3.1.3. KopiPerseroan melakukan penanaman untuk dua jenis kopi yaitu robusta dan arabica. Produktivitas kopijenis arabica lebih tinggi dibandingkan dengan robusta mengingat kerapatan pohon yang berbeda, yaitusekitar 1.200 – 1.500 pohon per hektar untuk kopi robusta dan 2.500 – 3.000 pohon per hektar untukkopi arabica.Berikut ini adalah luas perkebunan kopi yang dimiliki oleh Perseroan berdasarkan ijinnya pada tanggal31 Desember 2010 : Kebun Inti (ha) Nama Perusahaan Lokasi Total Luas (ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin LainnyaKE Tugu/Cimenteng 181,03 - 181,03 Tugusari 93,90 - 93,90MUL Durjo 113,41 - 113,41CMK Keputren 166,25 - 166,25 Jumlah 554,59 - 554,59 131
  • Luas perkebunan kopi Perseroan berdasarkan umur tanaman pada tanggal 31 Desember 2010 adalahsebagai berikut : Lokasi Tanaman Menghasilkan (TM) Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) JumlahTugusari 91,82 - 91,82Durjo 113,41 - 113,41Keputren 159,06 5,00 164,06Tugu/Cimenteng 178,38 - 178,38Jumlah 542,67 5,00 547,67Berikut ini adalah perkembangan hasil perkebunan kopi sejak tahun 2006 hingga tahun 2010 : (ribuan kg) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE Tugusari 112.500 86.184 174.765 55.296 205.542KE Tugu/Cimenteng 20.233 12.984 24.318 23.048 53.825MUL Durjo 141.030 98.000 201.800 134.164 161.500CMK Keputren 79.170 65.000 148.670 85.106 120.600 Jumlah 352.933 262.168 549.553 297.614 541.467Seluruh hasil kebun kopi Perseroan diolah di pabrik milik Perseroan dan tidak ada yang dijual kepadapihak ketiga lainnya.3.1.4. TehBerikut ini adalah perkebunan teh yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 : Kebun Inti (ha) Nama Perusahaan Lokasi Total Luas (ha) HGU/Hak Lainnya Ijin Lokasi /Ijin LainnyaKE Tugu/Cimenteng 504,30 - 504,30 Jumlah 504,30 - 504,30Luas perkebunan teh Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 berdasarkan umur tanaman adalahsebagai berikut : Lokasi Tanaman Menghasilkan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) JumlahTugu/Cimenteng 504,30 - 504,30Jumlah 504,30 - 504,30Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan teh Perseroan selama 5 tahun terakhir : Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 5.809 5.297 6.151 5.110 4.393Volume (kg) 4.318.061 4.158.419 5.063.438 3.215.372 3.210.428Pengadaan PupukDalam hal pengadaan pupuk untuk kebutuhan operasional, Perseroan melakukan pembelian untukseluruh kebun setiap 2 (dua) kali dalam setahun. Proses pengadaan pupuk diawali dengan analisa ataskebutuhan pupuk oleh para pengelola kebun secara berkala. Analisa tersebut dilakukan dengan melihatkepada kualitas daun dan tanah. Dari hasil analisa tersebut akan diketahui jenis pupuk dan banyaknyapupuk yang diperlukan oleh masing-masing kebun. Hasil analisa kemudian akan diperiksa kembali olehDivisi Internal Audit Pupuk Perseroan. Apabila hasil analisa telah sesuai, maka Perseroan akan memulaiproses pembelian pupuk.Pembelian pupuk dilakukan dengan sistem tender yang dilakukan oleh Perseroan. Perseroan mengundangpara pemasok pupuk untuk memberikan penawaran harga atas pupuk yang dibutuhkan masing-masingkebun sesuai spesifikasi. Selanjutnya, Perseroan akan memilih pemasok dengan harga penawaranterendah. 132
  • Perseroan melakukan pembelian pupuk dari pihak ketiga. Penggunaan pupuk adalah sebesar 15,99%dari biaya bahan baku.Riset dan PengembanganGrup JAW melakukan analisa produktivitas tanaman secara langsung oleh mandor kebun sampaiPimpinan Kebun. Untuk riset dan penelitian yang lebih mendalam, Grup JAW menggunakan jasa pihakketiga seperti Rubber Research Getas – RC Getas (Salatiga) untuk tanaman karet dan Pusat PenelitianKelapa Sawit (PPKS) Medan, serta Balai Penelitian Tanaman Rawa (Balitra) di Banjarbaru untuk analisadaun, analisa tanah dan analisa air limbah.Jumlah biaya untuk riset dan pengembangan adalah sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) 2010 2009 2008 2007 2006Biaya riset dan pengembangan 179 81 60 43 59Peningkatan biaya riset dan pengembangan sebesar Rp98 juta atau 121% dari tahun 2009 hingga 2010disebabkan oleh adanya biaya penelitian pupuk daun atas perkebunan kelapa sawit yang dilakukan olehPerseroan.3.2. Pabrik Pengolahan3.2.1. KaretSecara total, jumlah produksi karet Perseroan selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut : (dalam kg) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006PK Bayah 1.233.979 1.337.124 1.296.194 1.255.799 1.095.209KE Tugu/Cimenteng 172.347 147.827 104.844 62.033 21.065IJR Ciseru/Cipari 2.701.971 2.746.865 2.818.870 3.017.712 2.843.059BL Kaliminggir 662.926 589.023 437.950 468.762 403.000PB Biting 372.034 434.979 396.513 423.740 459.386KE Tugusari 801.810 826.720 649.661 572.475 554.477CMK Corah Mas 283.786 274.795 283.900 247.345 249.400MUL Durjo 8.900 - - - -CP Cilaki 87.421 87.097 83.549 72.385 70.012 Jumlah 6.325.174 6.444.430 6.071.481 6.120.251 5.695.608Nilai dan volume penjualan produk karet Perseroan selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 247.087 152.927 220.241 134.270 125.282Volume (kg) 8.392.430 8.485.410 8.001.083 7.605.093 6.410.053Perseroan menghasilkan dua tipe produk karet, yaitu karet lembaran (Ribbed Smoked Sheet) dan karetremah (Crumb Rubber). Berikut ini adalah penjelasan proses produksi kedua tipe produk karet. 133
  • Karet Lembaran (Ribbed Smoked Sheet)Alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi produk karet lembaran adalah sebagaiberikut : Penerimaan Bahan Baku Klasifikasi Lump (Field Coagulum) Latex Pembekuan (Coagilasi) Penggilingan* Penggilingan** Pengeringan* Pengeringan**/Pengasapan Pengiriman* Sortir & Packing Pengiriman**Keterangan:Klasifikasi : terdapat 2 jenis bahan baku, latex (high grade) dan lump/membeku alami di kebun (low grade)Pembekuan (koagulasi): latex dibekukan dalam bak dengan tambahan formic acid, formaline dan dibiarkan selama sekitar 16 jam agar merata bekunyaLump (field coagulum): latex yang membeku alami di kebun, dengan jumlah sekitar 10 – 15%Penggilingan*: bekuan, dipipihkan, dibentuk lembaran (sheet) oleh mesin agar mudah dalam pengeringanPenggilingan**: lump/bekuan alami, dibuat lembaran compo dengan Mesin MangelPengeringan*: compo digantung/digulung, dikeringkan alami dengan udara selama 1 minggu – 2 mingguPengeringan**/Pengasapan: lembaran (sheet) dikeringkan bertahap dengan pengasapan selama 4-5 hari (untuk mengurangi kadar air dan anti jamur)Sortir and Packing: sortir dilakukan untuk memilah bila ada kontaminasi yang menempel, mengklasifikasikan mutu secara visual hasil olah (RSS-1/RSS2) / karet lembaran ditumpuk dan dipress menjadi Ball 113 kgPengiriman*: pengiriman brown crepe dalam bentuk gulungan ke pabrik crumb rubber sebagai bahan SIR 10Pengiriman**: dikirim ke gudang pembeli dengan menggunakan truk.Perseroan memiliki 6 (enam) unit pabrik pengolahan karet lembaran yang terletak di Cilaki, Bayah(Banten), Kaliminggir, Biting (Jawa Tengah), Tugusari, Corah Mas (Jawa Timur) dengan perkembangankapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut : (kg/hari) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006PK : Bayah Kapasitas Terpasang 4.000 4.000 4.000 4.000 4.000 Kapasitas Terpakai 3.304 3.580 3.470 3.362 2.932 Persentase 82,60% 89,50% 86,76% 84,06% 73,31%BL Kaliminggir Kapasitas Terpasang 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 Kapasitas Terpakai 1.775 1.577 1.173 1.255 1.079 Persentase 71,00% 63,08% 46,90% 50,20% 43,16%PB Biting Kapasitas Terpasang 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 Kapasitas Terpakai 996 1.165 1.062 1.135 1.230 Persentase 49,80% 58,23% 53,08% 56,73% 61,50% 134
  • Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE Tugusari Kapasitas Terpasang 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 Kapasitas Terpakai 2.147 2.213 1.739 1.533 1.485 Persentase 71,56% 73,78% 57,98% 51,09% 49,49%CMK Corah Mas Kapasitas Terpasang 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 Kapasitas Terpakai 760 736 760 662 668 Persentase 50,65% 49,05% 50,67% 44,15% 44,52%CP Cilaki Kapasitas Terpasang 500 500 500 500 500 Kapasitas Terpakai 234 233 224 194 187 Persentase 46,81% 46,64% 44,74% 38,76% 37,49% Total Kapasitas Terpasang 13.500 13.500 13.500 13.500 13.500 Total Kapasitas Terpakai 9.216 9.504 8.428 8.141 7.581 Persentase 68,26% 70,40% 62,43% 60,30% 56,16%Karet Remah (Crumb Rubber)Berikut ini adalah alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi produk karet remah : Penerimaan Bahan Baku Klasifikasi Lump (Field Coagulum) Latex Pembekuan (Coagulation) Penggilingan Penggilingan Pengeringan Pengeringan Sortir & Packing Sortir & Packing Analisa Laboratorium PengirimanKeterangan:Klasifikasi : terdapat 2 jenis bahan baku, latex (high grade) dan lump/membeku alami di kebun (low grade)Pembekuan (coagulation): latex dibekukan dalam bak dengan tambahan formic acid, SMBS (pemucat), dan dibiarkan selama sekitar 16 jam agar merata bekunyaPenggilingan: karet yang membeku dipipihkan lalu diremah oleh mesin, agar mudah dalam pengeringanPengeringan: karet remahan dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk mengurangi kadar airnyaSortir and Packing: sortir adalah memilah produk bila ada kontaminasi yang menempel, kemudian karet hasil pengeringan di-press menjadi ball dan dikemas dalam pallet (1.260 kg/pallet)Analisa Laboratorium: melakukan analisa terhadap sample untuk mengetahui kadar kotoran, plastisitas dan beberapa parameter lain untuk menentukan klasifikasi mutu SIR 3L/SIR5 (bahan latex) dan SIR10/SIR 20 (bahan lump)Pengiriman: dikirim ke gudang pembeli dengan menggunakan truk. 135
  • Perseroan memiliki 2 unit pabrik pengolahan karet remah yang terletak di Tugu Cimenteng (Jawa Barat),Ciseru Cipari (Jawa Tengah) dengan perkembangan kapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut : (kg/jam) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE : Tugu CimentengKapasitas terpasang 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500Kapasitas terpakai 1.079 869 1.250 943 364Persentase 71,94% 57,95% 83,31% 62,84% 24,24%IJR : Ciseru CipariKapasitas terpasang 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500Kapasitas terpakai 1.222 1.262 1.246 1.310 1.252Persentase 81,47% 84,10% 83,09% 87,35% 83,46%Total Kapasitas Terpasang 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000Total Kapasitas Terpakai 2.301 2.131 2.496 2.253 1.616Persentase 76,71% 71,03% 83,20% 75,10% 53,85%3.2.2. Crude Palm OilBerikut ini adalah alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi crude palm oil : Penerimaan bahan baku (TBS) Perebusan (sterilizer) Penebahan/ stripper Pelumatan (digester) minyak sawit inti sawit Pengempaan (pressing) Pemurnian minyak Pembersihan dan (clarification) pemisahan Penyimpanan CPO Penyimpanan palm kernel (CPO storage tank) (kernel silo) Pengiriman PengirimanBerikut ini ringkasan mengenai kegiatan produksi CPO :1. Penerimaan bahan baku (TBS) : penerimaan TBS dari pemasok/kebun di loading ramp;2. Perebusan (sterilizer) : proses perebusan dengan udara bertekanan tinggi, untuk menghentikan oksidasi enzimatis, dan agar buah brondol mudah lepas dari tandan;3. Penebahan/stripper : proses pelepasan buah brondol dari tandan;4. Pelumatan (digester) : proses pengadukan, pencampuran untuk melumatkan buah agar mudah diekstraksi di mesin press5. Pengempaan (pressing) : proses pengempaan agar minyak terekstrasi/terperas keluar menjadi crude oil 136
  • 6. Pengolahan inti sawit : - Pembersihan dan pemisahan : pembersihan serat di cangkang dan pemisahan cangkang dari inti sawit; - Penyimpanan palm kernel (kernel bunker) : inti sawit dikeringkan dalam kernel silo dryer lalu disimpan di kernel bunker; - Pengiriman : inti sawit dikirimkan untuk dijual dalam bentuk bulk/curah ke KCP (kernel crushing plant) atau ke pelabuhan.7. Pengolahan minyak sawit : - Pemurnian minyak (clarification) : proses pemurnian minyak dari kontaminasi air dan kotoran; - Penyimpanan CPO (CPO storage tank) : minyak sawit yang baik disimpan di tangki CPO; - Pengiriman : minyak sawit dikirimkan dengan menggunakan mobil tangki CPO ke pabrik refinery atau pelabuhanPerseroan memiliki 1 (satu) pabrik pengolahan CPO yang terletak di Kintap (Kalimantan Selatan) denganperkembangan kapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut : (TBS/jam) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KJW : KintapKapasitas terpasang 45.000 45.000 45.000 - -Kapasitas terpakai 18.473 28.196 4.575 - -Persentase 41,05% 62,66% 10,17% - -Berikut ini adalah indikator produktivitas dan hasil produksi pabrik pengolahan CPO Perseroan : Indikator 2010 2009 2008 2007 2006Produktivitas :- CPO extraction rate 20,67% 21,73% 20,66% - -- PK extraction rate 4,35% 4,28% 3,98% - -- Hasil CPO (ton/ha) 3,18 3,76 - - -Produksi (kg) :- Minyak kelapa sawit (CPO) 19.091.999 30.634.453 4.725.858 - -- Palm Kernel (PK) 4.017.599 6.027.351 909.565 - -Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan CPO Perseroan selama 5 tahun terakhir : Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 137.377 182.292 18.070 - -Volume (kg) 19.761.810 30.355.080 4.036.390 - -Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan inti sawit Perseroan selama 5 tahun terakhir : Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 14.530 13.701 966 - -Volume (kg) 4.029.160 6.121.782 525.720 - -Pada tahun 2009 produksi CPO meningkat 652,04% atau sebesar 26.318.690 kg dibandingkan tahun2008 disebabkan pabrik pengolahan CPO baru mulai beroperasi selama 4 bulan, sedangkan di tahun2009 pabrik pengolahan CPO sudah beroperasi penuh selama 12 bulan. Selain itu, selama tahun 2009terdapat pembelian TBS dari kebun rakyat dan kebun-kebun sekitar dengan jumlah yang cukup besar.Selanjutnya pada tahun 2010, produksi CPO menurun sebesar 34,90% atau sebesar 10.593.270 kgdibandingkan tahun 2009. Hal ini disebabkan pembelian TBS dari kebun rakyat dan kebun sekitarmenurun jumlahnya karena adanya pendirian pabrik CPO milik kebun-kebun tersebut.Perubahan tersebut tidak berpengaruh terhadap kelangsungan usaha Perseroan.Perseroan memiliki instalasi pembangkit listrik dengan turbin uap yang menggunakan bahan baku darilimbah serat buah kelapa sawit. 137
  • 3.2.3. KopiBerikut ini adalah alur produksi yang digunakan oleh Perseroan dalam memproduksi kopi : Penerimaan Bahan Baku (Coffee Cherry) Pelepasan Kulit dan Daging Buah (Pulping) Pembersihan (Washing) Pengeringan Pembersihan Kulit Tanduk & Kulit Ari Hulling Klasifikasi & Sortir Grading & Sorting PengirimanKeterangan:Penerimaan Bahan Baku (coffee cherry) : Penerimaan buah kopi (coffee cherry) dari kebunPelepasan Kulit & Daging Buah (pulping): Proses pengupasan buah kopi untuk membuang kulit luar dan daging buah dengan mesin PulperPembersihan (washing): Membersihkan kulit daging yang masih menempel di biji kopi (coffee bean) dengan mesin Raung WasherPengeringan: Pengeringan kopi secara mekanis dengan Mason Dryer selam 18-20 jam untuk mengurangi kadar air hingga di bawah 13%Pembersihan Kulit Tanduk dan Kulit Ari: Pengupasan kulit tanduk dan kulit ari, serta pengklasifikasikan berdasarkan ukuran biji. Sortir menggolongkan biji berdasarkan nilai cacat, semakin mulus semakin baik (WP1, WP2)Klasifikasi dan Sortir: Sortir menggolongkan biji berdasarkan nilai cacat, semkin mulus semakin baik (WP1, WP2)Pengiriman: Pengiriman kopi dalam karung (60 kh) ke pembeli.Perseroan memiliki 2 (dua) unit pabrik pengolahan kopi yang terletak di Tugusari dan Durjo (Jawa Timur)dengan perkembangan kapasitas selama 5 tahun terakhir sebagai berikut : (kg/tahun) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE : TugusariKapasitas terpasang 800.000 800.000 800.000 800.000 800.000Kapasitas terpakai 112.500 86.184 174.765 55.296 205.542Persentase 14,06% 10,77% 21,85% 6,91% 25,69%MUL : DurjoKapasitas terpasang 400.000 400.000 400.000 400.000 400.000Kapasitas terpakai 220.200 163.000 350.470 219.270 282.100Persentase 55,05% 40,75% 87,62% 54,82% 70,53%Total Kapasitas Terpasang 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000Total Kapasitas Terpakai 332.700 249.184 525.235 274.566 487.642Persentase 27,73% 20,77% 43,77% 22,88% 40,64% 138
  • dengan jumlah produksi selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut : (kg) Nama Perusahaan Lokasi 2010 2009 2008 2007 2006KE Tugusari 112.500 86.184 174.765 55.296 205.542MUL Durjo 220.200 163.000 350.470 219.270 282.100 Jumlah 332.700 249.184 525.235 274.566 487.642Berikut ini adalah nilai dan volume penjualan kopi Perseroan selama 5 tahun terakhir : Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006Nilai (jutaan Rupiah) 4.926 9.198 7.494 5.518 7.762Volume (kg) 303.583 404.668 333.180 303.255 400.635Pengendalian Mutu (Quality Control)Untuk menjaga kualitas produk-produk yang dihasilkannya, Perseroan melakukan pengawasan danpengendalian dengan melakukan sortir setelah proses produksi dilaksanakan. Perseroan juga memilikifasilitas laboratorium untuk memeriksa mutu produk.Saat ini, Perseroan sedang dalam proses pendaftaran sertifikasi ISO 9000.4. Pemasaran dan PenjualanSistem Pemasaran dan PenjualanPemasaran seluruh komoditi yang dihasilkan oleh Perseroan dilaksanakan dengan cara penjualan bebas,kecuali untuk produk CPO yang dijual dengan sistem tender.Secara khusus, untuk produk karet, Perseroan melakukan penjualan bebas dengan rata-rata forwardsales untuk 3 (tiga) bulan ke depan sejumlah 75% dari estimasi produk bulanan. Sisanya dijual secaraspot, sesuai dengan persediaan yang ada pada bulan yang bersangkutan.Untuk produk CPO, Perseroan melakukan penjualan dengan metode tender, untuk volume antara 1.000– 3.000 ton setiap kali tender. Umumnya, Perseroan akan mengundang calon-calon pembeli yang telahterbiasa untuk mengangkut secara FOB dari pelabuhan Satui, Kalimantan Selatan. Untuk produk palmkernel dijual oleh Perseroan dengan penjualan bebas dan kondisi harga franco di gudang pembeli.Penjualan biji kopi khusus untuk Grade-1 Robusta jenis Large dan Medium, dilakukan oleh Perseroandengan sistem C&F (cost and freight), secara forward sales, yang disesuaikan untuk pengiriman setelahmasa panen selesai. Sedangkan untuk produk dengan jenis lainnya dijual dengan penjualan bebas dipasar domestik.Penjualan pucuk teh oleh Perseroan hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik tehdengan sistem kontrak jangka panjang.Penetapan HargaPerseroan menetapkan harga berdasarkan harga pasar internasional. Untuk produk karet, Perseroanmenggunakan patokan harga dari Singapore Commodity Exchange (SICOM), Tokyo Exchange Commodity(TOCOM), serta kondisi pasar karet secara umum. Untuk produk CPO dan inti sawit, Perseroanmenggunakan patokan harga dari Bursa Malaysia, Tender Astra dan PTPN. Sedangkan untuk hargakopi, Perseroan menggunakan acuan harga dari Bursa Malaysia dan Bursa New York. 139
  • KonsumenProduk Perseroan di pasar merupakan salah satu produk yang berkualitas dan telah dikenal oleh parapelanggannya. Penjualan produk dilakukan melalui pedagang-pedagang besar domestik dan internasionalyang merupakan pihak ketiga. Untuk pasar lokal, pelanggan Perseroan adalah para pedagang karet,pabrik ban serta industri sepatu kecil dan menengah di wilayah Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarangdan Surabaya. Sedangkan untuk pasar ekspor, pelanggan Perseroan merupakan pedagang karet diwilayah Jepang, China, Hongkong, Singapura, Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan Rusia.Selama tahun 2010, penjualan Perseroan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih adalah kepadaPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk sebesar Rp106.110 juta (25,67% dari total penjualan)dan PT Sarana Karindo sebesar Rp46.375 juta (11,22% dari total penjualan). Pada tahun 2010, penjualankepada pihak lokal adalah sebesar Rp379.840 juta atau 91,87% dari total penjualan.Berikut ini perkembangan jumlah pelanggan Perseroan selama 3 (tiga) tahun terakhir : Keterangan 2010 2009 2008Karet 27 25 25CPO 6 5 5Kopi 6 6 6Teh 9 9 7Berikut ini adalah data penjualan Perseroan dan anak perusahaan selama 5 (lima) tahun terakhir : Jenis Pendapatan 2010 2009 2008 2007 2006Karet : Pendapatan (juta Rp) 247.087 152.927 220.241 134.270 125.282 Volume (kg) 8.392.439 8.485.410 8.001.083 7.605.093 6.410.053Tandan buah segar : Pendapatan (juta Rp) - - 46.550 21.208 10.374 Volume (kg) - - 31.835.012 22.481.034 17.842.540CPO : Pendapatan (juta Rp) 137.377 182.292 18.070 - - Volume (kg) 19.761.810 30.355.080 4.036.390 - -Biji sawit : Pendapatan (juta Rp) 14.530 13.701 966 - - Volume 4.029.160 6.120.782 525.720 - -Teh : Pendapatan (juta Rp) 5.809 5.297 6.151 5.110 4.393 Volume (kg) 4.318.061 4.158.419 5.063.438 3.215.372 3.210.428Kopi : Pendapatan (juta Rp) 4.926 9.198 7.494 5.518 7.762 Volume (kg) 303.583 404.668 333.180 303.255 400.635Kakao (juta Rp) 392 859 571 975 325Lain-lain (juta Rp) 3.311 5.429 1.498 - -Total (juta Rp) 413.432 369.703 301.541 167.081 148.1365. Prospek UsahaKaretKonsumsiKomoditas karet alam dunia dikategorikan menjadi tiga kategori utama, yaitu Liquid Rubber berupaLateks Pekat, VGR (Visually Graded Rubber) dengan produk diantaranya RSS (Ribbed Smoked Sheet)serta TSR (Technically Specified Rubber) yang di Indonesia berskema SIR (Standard Indonesia Rubber).Sistem grading untuk VGR didasarkan kepada pengelompokan kelas kualitas berdasarkan pengamatanvisual dengan berpedoman kepada Green Book Rubber. Sedangkan skema kualitas TSR didasarkankepada ketetapan SNI Rubber melalui penerapan teknis laboratorium.Pemakaian RSS dan TSR terbesar adalah sebagai bahan baku ban kendaraan bermotor, yang merupakansalah satu suku cadang kendaraan bermotor yang sangat penting. Dengan semakin tingginya mobilitas 140
  • manusia, maka konsumsi ban diperkirakan akan juga meningkat, disamping kebutuhan suku cadangmobil lainnya yang berbahan dasar karet alam, seperti flexible hub, hose serta aksesoris lainnya. Seiringdengan hal tersebut, maka karet alam sebagai salah satu bahan baku pembuatan ban serta suku cadangkendaraan lainnya juga mengalami permintaan yang terus meningkat.Bertambahnya populasi dunia membutuhkan lebih banyak alas kaki berupa sepatu dan sandal yangberbahan dasar karet (sol sepatu), terutama alas kaki jenis olah raga dan casual.Industri lainnya yang juga membutuhkan cukup banyak karet alam, karena keunikan sifatnya, diantaranyaadalah industri kasur busa, peralatan kedokteran dan perbengkelan.Berdasarkan data dari International Rubber Study Group, konsumsi karet alam dunia dalam ribuan tonselama tahun 2008 hingga 2010 adalah sebagai berikut : 10.436 10.088 9.647 2008 2009 2010 Sumber : The World Rubber Industry : Review and Prospects to 2019, International Rubber Study GroupCompounded annual growth rate (CAGR) dari konsumsi karet alam dunia selama tahun 2008 hingga2010 sekitar 1,7%.Negara yang memiliki konsumsi produk karet alam yang terbesar di dunia adalah China dengancompounded annual growth rate (CAGR) atas konsumsinya sejak 2007 hingga 2010 sebesar 9,4%.Konsumsi karet untuk pasar domestik Indonesia meskipun secara nominal jumlah konsumsinya tidakterlalu besar, namun mengalami CAGR yang relatif tinggi pada tahun 2007 hingga 2010 yaitu sebesar3,9%, dibandingkan dengan negara-negara lainnya seperti India dan Malaysia, masing-masing denganCAGR 3,8% dan 2,2%.Berikut ini adalah perkembangan konsumsi karet alam untuk China, India, Malaysia dan Indonesia selamatahun 2007 hingga 2010 (dalam ribuan ton) : 3.600 3.040 2.750 2.740 851 881 905 951 450 391 469 414 470 422 480 439 2007 2008 2009 2010 China India Malaysia IndonesiaSumber : Natural Rubber Trends & Statistics Volume 2 No. 12 December 2010, Association of Natural Rubber Producing Countries 141
  • Kebutuhan China yang sangat besar tersebut, tidak dapat didukung sepenuhnya oleh produksi karetalam dalam negeri China. Produsen karet alam terbesar di dunia adalah Thailand dan Indonesia.ProduksiBerikut ini grafik jumlah produksi dalam ribuan ton selama tahun 2004 hingga 2010, untuk beberapanegara produsen karet alam besar : 3.137 3.090 3.164 3.072 2.984 3.056 2.937 2.755 2.751 2.843 2.637 2.440 2.271 2.066 1.284 1.200 1.169 1.126 1.072 970 857 853 811 881 820 845 743 772 690 573 548 643 647 541 538 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Thailand Indonesia China Malaysia IndiaSumber : Natural Rubber Trends & Statistics Volume 2 No. 12 December 2010, Association of Natural Rubber Producing CountriesMeskipun Thailand memiliki kemampuan untuk menghasilkan jumlah produksi yang lebih tinggidibandingkan Indonesia, namun dalam pertumbuhannya, Indonesia memiliki CAGR yang cukup tinggi.Selama tahun 2004 hingga 2010, CAGR produksi karet alam Thailand adalah sebesar 0,5% sedangkanIndonesia memiliki CAGR sebesar 5,5%.Dari segi lahan karet yang dimiliki, Indonesia merupakan negara terbesar yang memiliki lahan yangberpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan karet. Namun jumlah lahan yang telah menghasilkanproduk karet belum mengalami pertumbuhan pada tahun 2008 dan 2009. 3.346 3.414 3.424 3.435 3.262 3.279 2.726 2.776 2.769 2.709 2.634 2.462 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Indonesia - total area Indonesia - lahan kebunSumber : Natural Rubber Trends & Statistics Volume 2 No. 12 December 2010, Association of Natural Rubber Producing CountriesPemakaian karet alam di China, India dan Malaysia, yang menyerap 48% pemakaian global, diperkirakanakan meningkat pada tahun ini. Serapan di China (pemakai terbesar) diperkirakan meningkat 9,1%menjadi 3,6 juta ton, India meningkat 5% menjadi 991 ribu ton dan Malaysia meningkat 7% menjadi 490ribu ton (sumber : Bulletin Association of Natural Rubber Producing Countries - ANRPC).Pasokan karet alam dunia pada tahun ini diperkirakan akan meningkat 5%, lebih rendah dari target yangdiperkirakan sebelumnya, yaitu 8%. Hal ini disebabkan karena terjadinya eksploitasi berlebih pada tahunsebelumnya sehubungan dengan meningkatnya harga karet alam dunia sepanjang tahun 2010. 142 700 600
  • 2004 2005 2006 2007 2008 2009Penilaian yang dilakukan oleh ANRPC menyatakan bahwa akan terjadi peningkatan pasokan sebanyak4,8% di tahun 2011, 5,2% di tahun 2012, total area tahun 2013, -7,0% kebun Indonesia - 6,3% di Indonesia lahan di tahun 2014 dan 7,5% di th. 2015.Mencermati pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor serta potensi peningkatan yang semakinmembesar di China dan India, tidak ada satu lembaga pun yang dapat memperkirakan terjadinyapenurunan kebutuhan akan karet alam.HargaHarga karet alam mengalami fluktuasi berdasarkan pasokan yang ada dan kebutuhan komoditas tersebut.Umumnya, patokan harga jual beli menggunakan harga pasar internasional yang tersedia di bursa-bursakomoditas seperti Singapore Commodity Exchange atau Tokyo Commodity Exchange. Berdasarkandata dari International Rubber Study Group, perkembangan harga karet alam (USD/ton) di SingaporeCommodity Exchange dalam periode kuartal 2 2006 hingga kuartal 1 2011 adalah sebagai berikut : 700 600 500 SICOM - US CENT / KG 400 SICOM - RSS3 300 200 SICOM - TSR20 100 0 Jan July Jan July Jan July Jan ‘08 ‘08 ‘09 ‘09 ‘10 ‘10 ‘11 Sumber : SICOMKelapa SawitKonsumsiKelapa sawit merupakan bahan baku utama untuk pembuatan crude palm oil (CPO) yang diolah melaluiproses penyulingan. Hasilnya dapat digunakan untuk berbagai bahan dasar pembuatan produk makananseperti minyak goreng, lemak nabati, margarin dan es krim, serta produk-produk konsumsi lainnyaseperti sabun, deterjen dan kosmetika, juga bahan pendukung dalam industri pemrosesan logam, plastik,tekstil, dan lain-lain. Kegunaannya yang sangat beragam menyebabkan kelapa sawit menjadi salah satukomoditas yang penting.Konsumsi minyak sawit di dunia meningkat dengan CAGR sebesar 7,2% per tahun untuk periode tahunOktober – September di tahun-tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010. Saat ini China merupakan negarakonsumen minyak sawit terbesar di dunia. 44,64 45,98 41,08 37,33 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Sumber : Oil World, 28 January 2011 143
  • ProduksiTotal produksi CPO dunia selama tahun 2008 hingga 2010 meningkat seiring dengan tingginya kebutuhandunia. Peningkatan tersebut disebabkan oleh semakin banyaknya areal perkebunan, meskipun hasilton per hektar pada tahun 2010 menurun. Berikut ini tabel produksi, hasil kebun dan area tanamanmenghasilkan di dunia selama tahun 2008 hingga 2010 : Keterangan 2008 2009 2010Produksi (juta ton) 43,43 45,10 45,54Hasil (ton/ha) 3,78 3,72 3,57Luas area (ha) 11,48 12,14 12,75Sumber : Oil World, 28 January 2011Dua negara penghasil CPO terbesar di dunia adalah Indonesia dan Malaysia. Berikut ini adalah dataproduksi, hasil ton per hektar serta luas area tanaman menghasilkan dari kedua negara tersebut : Keterangan 2008 2009 2010Indonesia : Produksi (juta ton) 19,23 21,00 21,80 Hasil (ton/ha) 3,90 3,91 3,80 Luas area (ha) 4,98 5,37 5,73Malaysia : Produksi (juta ton) 17,73 17,57 16,99 Hasil (ton/ha) 4,55 4,39 4,17 Luas area (ha) 3,90 4,00 4,07Sumber : Oil World, 28 January 2011HargaHarga CPO cenderung berfluktuasi dan dipengaruhi terutama oleh tingkat permintaan dan pasokan dunia.Tingkat permintaan dipengaruhi oleh faktor-faktor permintaan dari produk-produk akhir yang menggunakanCPO. Selain itu, harga CPO juga dipengaruhi oleh tingkat pasokan dan permintaan jenis minyak nabatilainnya, terutama minyak kedelai, yang merupakan produk substitusi dari CPO.Tabel berikut menyajikan perkembangan harga rata-rata bulanan CPO dalam dolar Amerika Serikat permetrik ton di bursa komoditas Rotterdam : 1600 1400 CPO Price (US$/Mt) 1200 1000 800 600 400 200 0 Jan-06 Jan-07 Jan-08 Jan-09 Jan-10 Jan-11 Sumber : Bloomberg6. Rencana dan Strategi UsahaDalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut :- Senantiasa menjaga kualitas produk hasil perkebunan dan produksi, yang ditentukan berdasarkan standar nasional dan internasional, serta meningkatkan produktivitas tanaman;- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan harga penjualan yang kompetitif dengan tetap mengacu kepada harga komoditas yang berlaku di pasar internasional, serta melakukan pengiriman produk sesuai kontrak penjualan tepat pada waktunya; 144
  • - Perseroan tetap akan konsisten melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha di bidang perkebunan dan pengolahan hasil-hasil kebun, terutama dengan fokus pada karet dan kelapa sawit;- Perseroan berencana untuk terus mengembangkan areal kebun yang dimilikinya baik dengan memanfaatkan lahan cadangan yang dimilikinya saat ini, maupun dengan mengakuisisi lahan-lahan lain yang berpotensi;- Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit dan crumb rubber yang ada saat ini untuk meningkatkan kapasitas pengolahan secara keseluruhan;- Perseroan melakukan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan pelabuhan CPO;- Perseroan senantiasa melakukan program-program sosial dan kemasyarakatan sebagai tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di sekitar perkebunan dan pabrik pengolahan Grup JAW.Apabila produksi Perseroan telah mencapai kapasitas terpasang, Perseroan berencana untuk melakukanpenambahan shift kerja atau menambah/mengganti sarana olah dengan kapasitas lebih besar.7. Analisa Mengenai Dampak LingkunganBerikut ini adalah izin-izin lingkungan yang dimiliki oleh Grup JAW :No. Jenis Izin Instansi Yang Mengeluarkan Nomor Izin Tanggal Izin Lingkungan Dikeluarkan1. Persetujuan RKL-RPL Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, 01 Tahun 2008 21 Januari 2008 Pariwisata dan Budaya Pemerintah Kabupaten Barito Kuala2. Persetujuan ANDAL Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, 01 Tahun 2008 21 Januari 2008 Pariwisata dan Budaya Pemerintah Kabupaten Barito Kuala3. Surat Rekomendasi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten 660.1/120.A-BLH/2007 25 Mei 2007 UKL-UPL Sukabumi4. Surat Rekomendasi Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup 660/Rek.001KPLH/III/2011 3 Maret 2011 UKL-UPL Kabupaten Lebak5. Persetujuan DPPL Badan Lingkungan Hidup Pemerintah No.660.1/179/29/2009 8 April 2009 Kabupaten Cilacap6. Persetujuan UKL-UPL Kantor Pengelolaan Lingkungan 660/Rek.002 – KPLH / 3 Maret 2011 Hidup Lebak III / 20117. Persetujuan PEL Departemen Pertanian RC/220/468/B/III/1994 17 Maret 19948. Persetujuan RKL/RPL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 021/RKL-RPL/BA/I/1996 31 Januari 19969. Persetujuan PEL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 121/PEL/RKLRPL/BA/ 20 November 1995 XI/199510. Persetujuan RKL/RPL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 121/PEL/RKL.RPL/BA/ 20 November 1995 XI/199511. Persetujuan PEL Departemen Pertanian RC.220/1618/B/IX/1993 10 September 199312. Persetujuan UKL-UPL Pemerintah Kabupaten Sukabumi 660.1/271-BLH/2006 20 Oktober 2006 Badan Lingkungan Hidup13. Persetujuan PEL Departemen Pertanian RC/220/468/B/III/1994 17 Maret 199414. Persetujuan RKL/RPL Departemen Pertanian Badan Agribisnis 012/RKL.RPL/BA/I/1996 30 Januari 199615. Persetujuan UKL-UPL Kepala Kantor Lingkungan Hidup 660/225-AMDAL/KLH/08 14 Januari 2008 Kabupaten Tanah Laut16. Persetujuan ANDAL, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan 188.44/0425.A/KUM/2007 26 November 2007 RKL-RPL17. Persetujuan ANDAL, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan 188.44/063/KUM/2009 12 Februari 2009 RKL-RPL18. Persetujuan UKL-UPL Pemerintah Kabupaten Jember – 660.1/283/35.09.512/2010 19 April 2010 Kantor Lingkungan Hidup19. Dokumen UKL-UPL Kantor Lingkungan Hidup 660/237/KLH 28 April 2010 Kabupaten Kenda20. Rekomendasi Kelayakan Kantor Pengelolaan Lingkungan Hidup 660/82-KPLH/III/2010 3 Maret 2010 Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Kegiatan Perkebunan dan Pengolahan Karet 145
  • Berikut ini adalah penjelasan mengenai limbah yang dikeluarkan dalam pengolahan hasil kebun :Komoditi Karet (Karet Lembaran dan Karet Remah)Jenis limbah yang dikeluarkan merupakan limbah cair yang berasal dari air untuk membantu prosespengolahan dan pencucian alat. Penanganan limbah dilakukan dengan pembuatan bak penyaring(rubber trap), kolam-kolam pengendap (sedimen pond), pemanfaatan bakteri pengurai (aerob/unaerob),kolam aerasi dan kolam control (kolam ikan). Setelah sesuai dengan baku mutu, air dikeluarkan untukdibuang ke sungai.Berikut ini adalah hasil pengujian limbah yang dilakukan oleh pihak ketiga :1. Pengujian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Pengakit Menular Yogyakarta atas limbah cair PT Banjoemas Landen berdasarkan laporan tertanggal 21 Januari 2011 Hasil Uji Golongan Baku Mutu Air Limbah No. Parameter Satuan (Ambang Batas) Inlet Outlet I II 1 Temperatur 0 C 28 28 38 38 2 TDS mg/l 328 295 2000 4000 3 ISS mg/l 89 24 100 200 4 pH - 6,8 7,6 6,0 – 9,0 5 Amonia Bebas mg/l 0,5591 1,3670 1 5 6 BOD mg/l 200,1 30,1 50 100 7 COD mg/l 404 88 100 2502. Laboratorium Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap atas limbah cair Perkebunan Ciseru, Cipari berdasarkan laporan tertanggal 16 Maret 2011 Kadar (Ambang Batas) No. Parameter Satuan Hasil Uji Minimum Maksimum 1 Temperatur C 0 27,3 38 38 2 Jumlah zat padat terlarut mg/l 471 2000 4000 3 Jumlah zat padat tersuspensi mg/l 132 100 200 5 pH mg/l 7,03 6–9 6–9 6 Besi terlarut mg/l 1,00 5 10 7 Mangan terlarut mg/l 0,516 2 5 8 Barium mg/l - 2 3 9 Tembaga mg/l 0,70 2 3 10 Seng mg/l - 5 10 11 Krom heksavalen mg/l 0,180 0,1 0,5 12 Krom total mg/l - 0,5 1 13 Cadnium mg/l - 0,05 0,10 14 Raksa mg/l - 0,002 0,005 15 Timbal mg/l - 0,1 1 16 Timah mg/l - 2 3 17 Arsen mg/l - 0,1 0,5 18 Selenium mg/l - 0,05 0,05 19 Nikel mg/l - 0,2 0,5 20 Kobalt mg/l - 0,1 1 21 Amonia bebas mg/l 1,90 1 5 22 Nitrat mg/l 0,11 20 30 23 Nitrit mg/l 0,063 1 3 24 Keb. Oksigen Biokimia (BOD) mg/l 60 50 100 25 Keb. Oksigen Kimia (COD) mg/l 112 100 250 26 Fenol mg/l - 0,5 1 27 Minyak nabati mg/l - 5 10 28 Minyak mineral mg/l - 10 50 146
  • 3. Laboratorium Terpadu Institut Pertanian Bogor atas limbah cair PT Kaliduren Estates, Perkebunan Tugu/Cimenteng berdasarkan laporan tertanggal 18 Oktober 2010 No. Parameter Satuan Hasil Uji Kadar (Ambang Batas) 1 pH - 7,8 6–9 2 TSS mg/l 10 30 3 Ammonia mg/l < 0,01 0,1 4 BOD5 mg/l <2 30 5 COD mg/l 8,00 804. Pengujian dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Pengakit Menular Yogyakarta atas limbah cair PT Perkebunan Biting berdasarkan laporan tertanggal 1 Maret 2011 Hasil Uji Golongan Baku Mutu Air Limbah No. Parameter Satuan (Ambang Batas) Inlet Outlet I II 1 Temperatur 0 C 29 29 38 38 2 TDS mg/l 1661 331 2000 4000 3 ISS mg/l 1933 12 100 200 4 pH - 5,1 6,2 6,0 – 9,0 5 Amonia Bebas mg/l tak terdeteksi tak terdeteksi 1 5 6 BOD mg/l 1025,1 75,1 50 100 7 COD mg/l 6935 205 100 250Komoditi Sawit (CPO dan Inti Sawit)Jenis limbah yang dikeluarkan adalah limbah cair dan limbah padat. Limbah cair berasal dari air untukmembantu proses pengolahan dan pencucian alat, sedangkan limbah padat berasal dari padatan tandankosong dan kerak hasil pembakaran di boiler.Penanganan limbah cair dilakukan dengan :1. Sistem Single Feeding (pemasukan limbah dari pabrik melalui satu saluran), mengalir ke cooling – kolam aerob (pond 1-2-3) – kolam unaerob (pond 4-5-6) – sedimentasi (pond 7) – indikasi/control (pond 8) – keluaran.2. Pemanfaatan limbah cair untuk aplikasi lahan, sebagai pupuk cair organik yang dapat memperbaiki unsur hara tanah dan meningkatkan kesuburan.Penanganan limbah padat dilakukan dengan :1. Pemanfaatan tandan kosong untuk pupuk organik, yang dibawa ke kebun kelapa sawit.2. Abu kerak boiler digunakan sebagai salah satu bahan pengerasan jalan.Berikut ini adalah hasil analisa dari Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan Pemerintah ProvinsiKalimantan Selatan atas limbah cair PT Kintap Jaya Wattindo, berdasarkan laporan tertanggal27 Januari 2011 :No. Parameter Satuan Hasil Uji Kadar (Ambang Batas)1 BOD4 mg/l 63,82 1002 COD mg/l 160,2 3503 Zat padat tersuspensi mg/l 57,0 2504 Minyak dan lemak mg/l 0,0172 255 Nitrogen total mg/l 6,0872 506 pH - 7,42 6–97 Zat padat terlarut mg/l 679,0 -8 Ammonia bebas mg/l 2,7297 - 147
  • Komoditi KopiJenis limbah yang dikeluarkan adalah limbah cair dan limbah padat. Limbah cair berasal dari air untukmembantu proses pengolahan dan pencucian alat, sedangkan limbah padat berasal dari padatan kulitdan daging buah kopi.Penanganan limbah cair dilakukan dengan :1. Membuat instalasi limbah berupa pembuatan bak penyaring, memisahkan padatan dengan cairan.2. Memanfaatkan limbah cair untuk aplikasi lahan, sebagai pupuk cair organik yang dapat memperbaiki unsur hara tanah dan meningkatkan kesuburan.Penanganan limbah padat dilakukan dengan memanfaatkan kulit dan daging buah kopi sebagai pupukorganik di perkebunan.Pada dasarnya limbah kopi seluruhnya merupakan bahan murni organik, sehingga tidak mengandungpencemaran. 148
  • BAB X. EKUITASTabel berikut di bawah ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan dan Anak Perusahaan berdasarkanLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan(anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diauditKAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva Group International), tahun-tahun yangberakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih& Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), serta tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2006 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang(anggota dari BKR International), kesemuanya dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian 2010 2009 2008 2007 2006Modal ditempatkan dan disetor penuh 135.228 125.000 100.000 10.000 10.000Tambahan modal disetor - 10.150 22.850 102.150 30.800Saldo laba 209.598 129.484 85.987 58.156 47.943Jumlah Ekuitas 344.826 264.634 208.837 170.306 88.743Perseroan melakukan perubahan struktur permodalan setelah tanggal laporan keuangan, yaitu31 Desember 2010 sebagai berikut :Berdasarkan Akta No. 09/2011, Perseroan telah melakukan peningkatan Modal Dasar, Ditempatkan danModal Disetor Perseroan dan melakukan rekapitalisasi laba ditahan (dividen saham) sebesar Rp129.000juta atau sejumlah 322.500 saham yang dibagikan secara proporsional kepada pemegang saham sertamengubah nilai nominal saham dari Rp 400.000 menjadi Rp 100 per saham, yang telah disetujui olehMenkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal22 Februari 2011. Berdasarkan Akta No. 09/2011, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroanmenjadi sebagai berikut: Nilai Nominal Rp100,- per saham Keterangan Saham Nominal (Rp) %Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100Saham dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000Apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini telahdilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010, maka strukturekuitas Perseroan secara proforma adalah sebagai berikut: 149
  • (dalam jutaan Rupiah) Modal Ditempatkan Tambahan Saldo Jumlah Uraian dan Disetor Modal Disetor Laba EkuitasPosisi ekuitas menurut laporan keuangankonsolidasi pada tanggal 31 Desember 2010 135.228 - 209.598 344.826Perubahan ekuitas setelah tanggal 31 Desember 2010jika diasumsikan telah terjadi pada tanggal tersebut :- Rekapitalisasi saldo laba sebesar Rp129.000.000.000,- 129.000 - (129.000) - (seratus dua puluh sembilan miliar Rupiah)- Perubahan nilai nominal saham dari sebesar - - - - Rp400.000,- per saham menjadi Rp100,- per saham- Penawaran umum sebesar 1.132.405.500 113.241 452.962 - 566.203 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp500,- per sahamPosisi ekuitas menurut laporan keuangan konsolidasiper tanggal 31 Desember 2010 setelah PenawaranUmum kepada pemegang saham dilaksanakan 377.469 452.962 80.598 911.029 150
  • BAB XI. PERPAJAKANPajak Penghasilan atas dividen saham dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.Berdasarkan Pasal 4 ayat 3 huruf f Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1983 sebagaimanatelah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (berlakuefektif 1 Januari 2009), penerima dividen atau pembagian keuntungan yang diterima oleh PerseroanTerbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, yayasan, atau organisasi yang sejenis atau BadanUsaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yangdidirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia juga tidak termasuk sebagai Objek Pajak Penghasilansepanjang seluruh syarat-syarat di bawah ini terpenuhi :• Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan; dan• Bagi Perseroan Terbatas, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah yang menerima dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Peraturan PemerintahNo. 41 Tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham diBursa Efek dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-06/PJ.4/1997 tanggal 20 Juni 1997perihal Pelaksanaan Pemungutan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Sahamdi Bursa Efek, ditetapkan sebagai berikut :• Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi dan badan dari transaksi penjualan saham di Bursa Efek dipungut Pajak Penghasilan sebesar 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi dan bersifat final. Pembayaran dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara Bursa Efek melalui perantara pedagang efek pada saat pelunasan transaksi penjualan saham;• Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan Pajak Penghasilan sebesar 0,5% dari nilai saham perusahaan pada saat Penawaran Umum;• Pemilik saham pendiri diberikan kemudahan untuk memenuhi kewajiban pajaknya berdasarkan perhitungan sendiri sesuai ketentuan di atas. Dalam hal ini, pemilik saham pendiri untuk kepentingan perpajakan dapat menghitung final atas dasar anggapan sendiri bahwa sudah ada penghasilan. Penyetoran tambahan Pajak Penghasilan dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 bulan setelah saham diperdagangkan di Bursa Efek. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memanfaatkan kemudahan tersebut, maka penghitungan Pajak Penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku umum sesuai dengan Pasal 17 Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas Dividen YangDiterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri, penghasilan berupa dividen yangditerima atau diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dikenai Pajak Penghasilan sebesar10% dari jumlah bruto dan bersifat final.Dividen yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Dalam Negeri (termasuk Bentuk Usaha Tetap) yang tidakmemenuhi ketentuan Pasal 4 ayat 3 huruf f Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1983sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 di atas dikenakanpemotongan PPh pasal 23 sebesar 15% dari jumlah bruto sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat1 dan 1(a) Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dan apabila Wajib Pajak tersebut tidak memilikiNomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% atau sebesar 30% daripenerimaan brutonya. 151
  • Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. PMK 234/PMK.03/2009 tanggal 29 Desember 2009tentang Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan Kepada Dana Pensiun YangDikecualikan Sebagai Objek Pajak Penghasilan, maka penghasilan Yayasan Dana Pensiun yang disetujuiMenteri Keuangan RI tidak termasuk Objek Pajak dari PPh, apabila penghasilan tersebut diterima ataudiperoleh dari penanaman antara lain dalam efek yang diperdagangkan pada Bursa Efek di Indonesia.Dividen yang dibayarkan kepada Wajib Pajak Luar Negeri akan dikenakan tarif 20% atau tarif yang lebihrendah dalam hal pembayaran dilakukan kepada mereka yang merupakan penduduk dari suatu Negarayang telah menandatangani suatu Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Indonesia,dengan memenuhi Pasal 26 Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telahdiubah terakhir dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.Agar Wajib Pajak Luar Negeri tersebut dapat menikmati tarif sesuai P3B, maka sesuai dengan PeraturanDirektur Jenderal pajak No. PER-24/PJ/2010 tanggal 30 April 2010 tentang Perubahan Atas PeraturanDirektur Jenderal Pajak No. PER-61/PJ/2009 tentang Tata Cara Penerapan Persetujuan PenghindaranPajak Berganda, Wajib Pajak Luar Negeri diwajibkan untuk melampirkan Surat Keterangan Domisili /Certificate of Domicile of Non Resident for Indonesia Tax Withholding yaitu :1. Form-DGT 1 untuk selain WPLN nomor 2.2. Form-DGT 2 untuk bank dan WPLN yang menerima atau memperoleh penghasilan melalui kustodian sehubungan dengan penghasilan dari transaksi pengalihan saham atau obligasi yang diperdagangkan atau dilaporkan di pasar modal di Indonesia selain bunga dan dividen serta WPLN yang berbentuk dana pensiun yang pendiriannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di negara mitra dan merupakan subjek pajak di negara mitra.3. Form SKD yang lazim diterbitkan oleh negara mitra dalam hal Competent Authority di negara mitra tidak berkenan menandatangani Form DGT-1 / DGT-2. Form SKD tersebut diterbitkan menggunakan Bahasa Inggris. Form DGT-1/DGT-2 cukup ditandatangani WPLN yang merupakan lampiran Form SKD Negara Mitra.Disamping persyaratan Form-DGT1 atau Form DGT-2 atau Form SKD Negara Mitra maka sesuai denganPER-25/PJ/2010 tanggal 30 April 2010 tentang Perubahan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-62/PJ/2009 tentang Pencegahan Penyalahgunaan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda makaWPLN wajib memenuhi persyaratan Beneficial Owner.CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA INI DIHARAPKAN UNTUKBERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBATPERPAJAKAN YANG MUNGKIN TIMBUL DARI PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALANSAHAM YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM PERDANA INI. 152
  • BAB XII. KEBIJAKAN DIVIDENSesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan Anggaran Dasar Perseroan, lababersih setelah pajak Perseroan dapat dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai dividen setelahpenyisihan dana cadangan wajib yang dipersyaratkan undang-undang. Pembagian dividen harus disetujuioleh Pemegang Saham melalui keputusan RUPS Tahunan berdasarkan rekomendasi Perseroan.Manajemen Perseroan merencanakan kebijakan pembagian dividen tunai maksimum 30% (tiga puluhpersen) dari laba bersih setelah pajak Perseroan untuk setiap tahunnya. Perseroan berencana untukmembagikan dividen setidaknya setahun kecuali diputuskan lain dalam RUPS, dimulai dengan tahunbuku 2011 yang akan dibayarkan pada tahun 2012.Direksi Perseroan akan membayarkan dividen, dengan persetujuan para pemegang saham dalam RUPS.Perseroan tidak memiliki negative covenant yang dapat mempengaruhi rencana pembagian dividenkepada pemegang saham.Berdasarkan beberapa perjanjian dengan beberapa bank, tidak terdapat pembatasan pembagian dividen. 153
  • BAB XIII. PENJAMINAN EMISI EFEK1. Keterangan Tentang Penjaminan Emisi EfekSesuai dengan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Akta Perjanjian PenjaminanEmisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 39 tanggal 22 Maret 2011 sebagaimanadiubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham PerdanaPerseroan No. 40 tanggal 16 Mei 2011 keduanya dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta, para PenjaminEmisi Efek yang namanya disebut di bawah ini, secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, menyetujuisepenuhnya untuk menawarkan dan menjual Saham Yang Ditawarkan Perseroan kepada masyarakatsesuai bagian penjaminannya masing-masing dengan kesanggupan penuh (full commitment) danmengikatkan diri untuk membeli Saham Yang Ditawarkan yang tidak habis terjual pada tanggal penutupanMasa Penawaran.Selanjutnya para Penjamin Emisi Efek yang ikut serta dalam penjaminan emisi saham Perseroan telahsepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan IX.A.7.Adapun susunan dan jumlah porsi penjaminan serta persentase dari anggota sindikasi Penjaminan EmisiEfek dalam Penawaran Umum Perdana Perseroan adalah sebagai berikut: Porsi Penjaminan Keterangan Saham Persentase (%)Penjamin Pelaksana Emisi Efek:1. PT Mandiri Sekuritas 564.703.000 49,87%2. PT OSK Nusadana Securities Indonesia 564.702.500 49,87%Penjamin Emisi Efek1. PT Buana Capital 300.000 0,026%2. PT Ciptadana Securities 300.000 0,026%3. PT Dinamika Usaha Jaya 300.000 0,026%4. PT Lautandhana Securindo 300.000 0,026%5. PT NISP Sekuritas 300.000 0,026%6. PT Reliance Securities Tbk. 300.000 0,026%7. PT Sinarmas Sekuritas 300.000 0,026%8. PT Valbury Asia Securities 300.000 0,026%9. PT Woori Korindo Securities Indonesia 300.000 0,026%10. PT Yulie Sekurindo Tbk. 300.000 0,026%Total 1.132.405.500 100,00%Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek dengan tegas menyatakan tidak terafiliasidengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana definisi Afiliasi dalam UUPM.Yang dimaksud dengan pihak Afiliasi dalam UUPM adalah sebagai berikut :a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;b. Hubungan antara para pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut;c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris yang sama;d. Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atauf. Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama. 154
  • 2. Penentuan Harga Penawaran Pada Pasar PerdanaHarga Penawaran untuk saham ini ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi pemegangsaham Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan mempertimbangkan hasil PenawaranAwal (bookbuilding).Berdasarkan hasil Penawaran Awal (bookbuilding) jumlah permintaan terbanyak yang diterima olehPenjamin Pelaksana Emisi Efek, berada pada kisaran harga Rp480,- hingga Rp670,- per saham. Denganmempertimbangkan hasil Penawaran Awal tersebut di atas, maka berdasarkan kesepakatan antaraPenjamin Pelaksana Emisi Efek dengan Perseroan ditetapkan Harga Penawaran sebesar Rp500,- (limaratus Rupiah) per saham. Penentuan harga ini juga telah mempertimbangkan faktor-faktor berikut :- Kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan;- Kinerja keuangan Perseroan;- Data dan informasi mengenai Perseroan, kinerja Perseroan, sejarah singkat, prospek usaha dan keterangan mengenai industri perkebunan di Indonesia;- Penilaian terhadap manajemen Perseroan, operasi dan kinerja Perseroan, baik di masa lampau maupun pada saat ini, serta prospek pendapatan di masa mendatang;- Status dan perkembangan terakhir dari Perseroan; dan- Mempertimbangkan kinerja saham di pasar sekunder.Tidak dapat dijamin atau dipastikan, bahwa setelah Penawaran Umum Perdana ini, harga sahamPerseroan akan terus berada di atas Harga Penawaran atau perdagangan saham Perseroan akan terusberkembang secara aktif di Bursa Efek dimana saham tersebut dicatatkan.3. Penundaan Masa Penawaran Umum Perdana Atau Pembatalan Penawaran UmumDalam jangka waktu sejak Pernyataan Efektif sampai berakhirnya Masa Penawaran, Perseroanmempunyai hak untuk menunda untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak Pernyataan Efektif ataumembatalkan Penawaran Umum Perdana ini berdasarkan hal-hal yang tercantum dalam PerjanjianPenjaminan Emisi Efek beserta seluruh addendum, perubahan dan penambahannya serta denganmengacu pada Peraturan IX.A.2.Apabila pembatalan Penawaran Umum Perdana dilakukan sebelum Pernyataan Efektif, maka Perseroandan Penjamin Pelaksana Emisi wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bapepam dan LK. 155
  • BAB XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODALLembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berpartisipasi dalam rangka Penawaran UmumPerdana ini adalah sebagai berikut:1. Akuntan Publik : KAP Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan Wisma 46 – Kota BNI Lantai 37 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1 Jakarta 10220 Telepon: (021) 574 2116 / 17 Faksimili: (021) 574 2118 Atas Nama : Darmenta Pinem, SE, CPA No. STTD : 15/BL/STTD-AP/2006 Tanggal STTD : 29 September 2006 Keanggotaan Asosiasi : Institut Akuntan Publik Indonesia No. Keanggotaan Asosiasi : 1365 Standar Profesi: Standar Profesional Akuntan Publik Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. KNT&R-C/00068/12/2010 tanggal 8 Desember 2010. Tugas Pokok: Melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI. Standar tersebut mengharuskan akuntan publik untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.2. Konsultan Hukum : Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro Graha Niaga Lantai 24 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 58 Jakarta 12190 Telepon: (021) 250 5125 / 5136 Faksimili: (021) 250 5001 / 5121 Atas Nama : Ricky Setiawan Nazir, S.H. No. STTD : 184/STTD-KH/PM/1998 Tanggal STTD : tanggal 5 Juni 1998 Keanggotaan Asosiasi : 89018 Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 1029/JAW-09001/RSN tanggal 3 November 2010. 156
  • Tugas Pokok: Tugas dan tanggung jawab Konsultan Hukum dalam Penawaran Umum Perdana ini, sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi pemeriksaan dan penelitian atas fakta yang ada mengenai Perseroan dan keterangan lain yang berhubungan dengan itu yang disampaikan oleh Perseroan kepada Konsultan Hukum. Hasil pemeriksaan dan penelitian hukum tersebut telah dimuat dalam Laporan Hasil Uji Tuntas yang menjadi dasar dari Pendapat Dari Segi Hukum yang diberikan secara obyektif dan mandiri, serta guna meneliti informasi yang dimuat dalam Prospektus sepanjang menyangkut segi hukum, sebagaimana diharuskan dalam rangka penerapan prinsip- prinsip keterbukaan yang berhubungan dengan Penawaran Umum Perdana.3. Perusahaan Penilai : Samsul Hadi Wahyono Adi Hendra Gunawan & Rekan Graha ENKA Jalan Jatipadang V No. 3 Pasar Minggu Jakarta 12540 Telepon: (021) 7884 3328 / 782 0045 / 782 0056 Faksimili: (021) 7884 3343 Atas Nama : Wahyono Adi No. STTD : 33/BL/STTD-P/A/2007 Tanggal STTD : 21 Agustus 2007 Ijin Penilai : P-1.09.00180 Keanggotaan Asosiasi : MAPPI No. 91-S-00179 Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 195 tanggal 16 Desember 2010. Tugas Pokok: Tugas utama dari Kantor Jasa Penilai dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi pemeriksaan secara langsung serta melakukan penilaian atas aset tetap milik dan/atau dikuasai oleh Perseroan dan anak-anak perusahaan per tanggal 31 Desember 2010. Pelaksanaan tugas penilaian untuk sampai pada opini atas Nilai Pasar untuk Penggunaan yang Ada dan Nilai Pasar sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI-2007) dan ketentuan yang berlaku.4. Notaris : Yulia, SH Puri Imperium Office Plaza LG– 12 Jalan Kuningan Madya Kavling 5-6 (Jl. H.R. Rasuna Said) Jakarta 12980 Telepon: (021) 8378 4141 / 7071 0005 Faksimili: (021) 8305 223 Atas Nama : Yulia, S.H. No. STTD : 266/PM/STTD-N/2000 Tanggal STTD : 16 Oktober 2000 Pedoman Kerja: Pernyataan Undang-Undang No.30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris. 157
  • Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 182 tanggal 19 Januari 2011. Tugas Pokok: Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum Perdana antara lain ini adalah membuat akta otentik atas: (a) Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana. (b) Perjanjian Penjaminan Emisi Efek antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Para Penjamin Emisi Efek. (c) Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham antara Perseroan dan Biro Administrasi Efek.5. Biro Administrasi : PT Datindo Entrycom Belakang Wisma Diners Club Annex Jalan Jenderal Sudirman Kavling 34-35 Jakarta 10220 Telepon : (021) 5709009 Faksimili : (021) 5709026 Atas Nama : PT Datindo Entrycom Nomor perijinan BAE : Kep. 16/PM/1991 Tanggal perijinan BAE : 19 April 1991 Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 198 tanggal 19 Januari 2011. Tugas Pokok: Tugas dan tanggung jawab Biro Administrasi Efek (BAE) dalam Penawaran Umum Perdana ini, sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku, meliputi penerimaan dan pemesanan saham berupa DPPS dan FPPS yang telah dilengkapi dengan dokumen sebagaimana disyaratkan dalam pemesanan saham dan telah mendapat persetujuan dari Penjamin Emisi sebagai pemesanan yang diajukan untuk diberikan penjatahan saham. Melakukan administrasi pemesanan saham sesuai dengan aplikasi yang tersedia pada BAE. Bersama-sama dengan Penjamin Emisi, BAE mempunyai hak untuk menolak pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan pemesanan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Dalam hal terjadinya pemesanan yang melebihi jumlah Saham Yang Ditawarkan, BAE melakukan proses penjatahan berdasarkan rumus penjatahan yang ditetapkan oleh Manajer Penjatahan, mencetak konfirmasi penjatahan dan menyiapkan laporan penjatahan. BAE juga bertanggung jawab menerbitkan Formulir Konfirmasi Penjatahan (FKP) atas nama pemesan yang mendapatkan penjatahan dan menyusun laporan Penawaran Umum sesuai peraturan yang berlaku.Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini menyatakan tidakmempunyai hubungan Afiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan sebagaimanadidefinisikan dalam UUPM. 158
  • BAB XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUMBerikut ini merupakan salinan pendapat dari segi hukum mengenai segala sesuatu yang berkaitan denganPenawaran Umum Perdana, yang disusun oleh Konsultan Hukum Ali Budiarjo, Nugroho, Reksodiputro. 159
  • Halaman ini sengaja dikosongkan
  • 162
  • 163
  • 164
  • 165
  • 166
  • 167
  • 168
  • 169
  • 170
  • 171
  • 172
  • 173
  • 174
  • 175
  • 176
  • 177
  • 178
  • 179
  • 180
  • 181
  • 182
  • 183
  • 184
  • 185
  • 186
  • 187
  • Halaman ini sengaja dikosongkan 2
  • BAB XVI. LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDENLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desembar 2010 dan 2009, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman,Tjahjo & Rekan dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 yang telah diaudit olehKantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman kesemuanya dengan pendapat wajar tanpa pengecualian 189
  • Halaman ini sengaja dikosongkan
  • Halaman ini sengaja dikosongkan 2
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESNERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2010 2009 2008ASET ASSETSASET LANCAR CURRENT ASSETSKas dan setara kas 2f,2g,3,24,25,26 38.011.090.998 24.056.044.789 25.851.129.313 Cash and cash equivalentsPiutang usaha 2f,2i,4,10,13,25,26 16.315.940.808 8.734.193.957 8.629.778.906 Trade receivablesPiutang lain-lain 2f,2i,25,26 4.614.038.445 7.358.035.152 3.973.290.888 Other receivablesPersediaan 2j,5,10,13 30.271.763.957 23.026.812.955 32.503.090.794 InventoriesPajak dibayar dimuka 2t 7.394.747.987 8.004.202.369 4.539.061.056 Prepaid taxUang muka dan biaya dibayar dimuka 2k 8.718.007.222 2.713.817.165 5.945.819.079 Advances and prepaid expensesJumlah Aset Lancar 105.325.589.417 73.893.106.387 81.442.170.036 Total Current AssetsASET TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETSAset pajak tangguhan - bersih 2t,21 3.077.881.571 3.416.164.743 4.788.716.611 Deferred tax assets - netPiutang pihak hubungan istimewa 2e,2f,24,25,26 16.847.984.225 16.147.240.659 10.408.293.973 Due from related partiesPiutang plasma 2p - 1.844.551.696 - Plasma receivablesInvestasi dan uang muka investasi pada Investments in and advances to perusahaan asosiasi 2h,6 6.961.187.795 - - associated companyInvestasi jangka panjang lainnya 2f,2h,6,25,26 3.418.575.000 3.418.575.000 6.266.910.176 Other long-term investmentsBibitan 2l 11.554.790.805 16.101.132.613 17.136.314.370 NurseriesTanaman perkebunan 2m,2r,7,10,13 Plantations Tanaman menghasilkan - Mature plantations - setelah dikurangi akumulasi net of accumulated penyusutan sebesar depreciation of Rp 50.735.316.630 tahun 2010, Rp 50,735,316,630 in 2010, Rp 42.955.671.259 tahun 2009 dan Rp 42,955,671,259 in 2009 and Rp 35.328.751.928 tahun 2008 166.477.130.200 152.691.028.218 103.619.161.676 Rp 35,328,751,928 in 2008 Tanaman belum menghasilkan 507.925.379.616 372.126.090.723 269.584.707.283 Immature plantationsAset tetap - setelah dikurangi Fixed assets - net of accumulated akumulasi penyusutan depreciation of Rp 69.443.518.294 tahun 2010, Rp 69,443,518,294 in 2010, Rp 53.167.380.691 tahun 2009 dan Rp 53,167,380,691 in 2009 and Rp 40.996.833.656 tahun 2008 2n,2o,8,10,13 207.472.980.170 180.748.719.531 156.418.137.787 Rp 40,996,833,656 in 2008Uang muka pembelian aset tetap 15.133.361.500 317.250.000 3.186.566.486 Advances for the purchase of fixed assetsAset lain-lain 9 2.693.916.598 2.538.954.043 2.801.875.519 Other assetsJumlah Aset Tidak Lancar 941.563.187.480 749.349.707.226 574.210.683.881 Total Noncurrent AssetsJUMLAH ASET 1.046.888.776.897 823.242.813.613 655.652.853.917 TOTAL ASSETSLihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statementsyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements. 195
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESNERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2010 2009 2008 LIABILITIES ANDKEWAJIBAN DAN EKUITAS STOCKHOLDERS EQUITYKEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIESHutang bank 2f,10,25,26 53.500.000.000 56.500.000.000 56.500.000.000 Bank loansHutang usaha 2f,11,25,26 17.434.047.313 21.340.845.966 15.346.837.543 Trade payablesHutang lain-lain 2f,25,26 1.399.710.186 3.026.047.350 3.324.804.245 Other payablesHutang pajak 2t,12,21 14.618.158.704 5.476.018.612 8.029.203.475 Taxes payableBiaya masih harus dibayar 2f,25,26 15.082.633.871 15.756.195.816 13.905.571.220 Accrued expensesHutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Current maturity of long-term loans Hutang bank 2f,13,25,26 30.157.297.090 23.501.000.000 30.787.000.000 Bank loans Hutang sewa pembiayaan 2f,2o,25,26 2.400.991.341 318.260.994 923.496.980 Obligations under finance leaseJumlah Kewajiban Lancar 134.592.838.505 125.918.368.738 128.816.913.463 Total Current LiabilitiesKEWAJIBAN TIDAK LANCAR NONCURRENT LIABILITIESGoodwill negatif - bersih 2d,14 31.644.640.618 33.389.353.365 - Negative goodwill - netHutang plasma 2f,2p,25,26 6.327.778.840 - - Plasma payableHutang jangka panjang - setelah dikurangi Long-term loans - net of bagian jatuh tempo dalam satu tahun current maturities Hutang bank 2f,13,25,26 425.876.644.375 325.937.859.228 231.037.145.089 Bank loans Hutang sewa pembiayaan 2f,2o,25,26 1.830.983.385 3.797.101 336.519.453 Obligations under finance leaseHutang pihak hubungan istimewa 2e,2f,24,25,26 307.678.034 - 119.457.509 Due to related partiesKewajiban imbalan kerja 2s,15 34.945.731.143 27.442.898.911 23.251.637.874 Employee benefits liabilityKewajiban pajak tangguhan - bersih 2t,21 22.830.830.399 14.830.199.741 4.356.216.818 Deferred tax liabilities - netJumlah Kewajiban Tidak Lancar 523.764.286.794 401.604.108.346 259.100.976.743 Total Noncurrent LiabilitiesHAK MINORITAS ATAS ASET MINORITY INTEREST IN NET BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2d,16 43.705.938.286 31.086.323.864 58.898.214.031 ASSETS OF SUBSIDIARIESEKUITAS STOCKHOLDERS EQUITYModal saham - nilai nominal Rp 400.000 Capital stock - Rp 400,000 per saham par value per share Modal dasar - 750.000 saham Authorized - 750,000 shares Modal ditempatkan dan disetor penuh - Issued and fully paid - 338.070 saham tahun 2010, 338,070 shares in 2010, 312.500 saham tahun 2009 dan 312,500 shares in 2009 and 250.000 saham tahun 2008 17 135.228.000.000 125.000.000.000 100.000.000.000 250,000 shares in 2008Tambahan modal disetor 17 - 10.150.000.000 22.850.000.000 Additional paid-in capitalSaldo laba 209.597.713.312 129.484.012.665 85.986.749.680 Retained earningsJumlah Ekuitas 344.825.713.312 264.634.012.665 208.836.749.680 Total Stockholders Equity TOTAL LIABILITIES ANDJUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.046.888.776.897 823.242.813.613 655.652.853.917 STOCKHOLDERS EQUITYLihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statementsyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements. 196
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESLAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOMEUntuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 For The Years Ended December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2010 2009 2008PENJUALAN BERSIH 2q,18 413.432.281.973 369.702.974.669 301.540.862.343 NET SALESBEBAN POKOK PENJUALAN 2q,19 231.170.329.109 244.815.803.538 181.841.883.498 COST OF GOODS SOLDLABA KOTOR 182.261.952.864 124.887.171.131 119.698.978.845 GROSS PROFITBEBAN USAHA 2q,20 OPERATING EXPENSESPenjualan 4.102.332.914 5.459.424.044 1.622.016.265 SellingUmum dan administrasi 28.770.506.900 27.967.173.423 25.507.788.613 General and administrativeJumlah Beban Usaha 32.872.839.814 33.426.597.467 27.129.804.878 Total Operating ExpensesLABA USAHA 149.389.113.050 91.460.573.664 92.569.173.967 INCOME FROM OPERATIONSPENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (CHARGES)Amortisasi goodwill negatif 2d,14 1.744.712.747 1.504.901.565 - Amortization of negative goodwillPenjualan produk sampingan 3.352.041.065 1.732.631.000 666.478.990 Sales of other productsKeuntungan (kerugian) kurs mata uang asing - bersih 2v 1.022.140.129 3.368.453.865 (7.544.297.847) Gain (loss) on foreign exchange - netPenghasilan bunga dan jasa giro 388.413.426 395.876.533 1.065.764.567 Interest income and finance chargesLaba (rugi) penjualan aset tetap 2n,8 95.480.000 (252.454.880) 65.190.433 Gain (loss) on sale of fixed assetsBeban bunga 2r,10,13 (23.766.074.862) (23.949.984.153) (18.476.673.383) Interest expensePemulihan kerugian penurunan nilai Recovery from decline in value of investment investasi saham 2h,6 - 3.926.414.824 4.237.482.848 in shares of stockLain-lain - bersih 3.504.486.788 (1.623.024.553) 988.682.715 Others - netBeban Lain-lain - Bersih (13.658.800.707) (14.897.185.799) (18.997.371.677) Other Charges - Net SHARE IN LOSS OF ASSOCIATEDBAGIAN RUGI PERUSAHAAN ASOSIASI 2h,6 (458.892.205) - - COMPANYLABA SEBELUM BEBAN INCOME BEFORE INCOME PAJAK PENGHASILAN 135.271.420.138 76.563.387.865 73.571.802.290 TAX EXPENSEBEBAN PAJAK PENGHASILAN 2t,21 INCOME TAX EXPENSE Pajak kini (26.224.165.625) (11.183.864.637) (21.648.610.300) Current Pajak tangguhan (8.338.913.830) (11.846.592.558) (1.564.527.912) DeferredBeban Pajak - Bersih (34.563.079.455) (23.030.457.195) (23.213.138.212) Income Tax Expense - Net INCOME BEFORE MINORITY INTERESTLABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS IN NET INCOME OF SUBSIDIARIES LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 100.708.340.683 53.532.930.670 50.358.664.078HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH MINORITY INTEREST IN NET ANAK PERUSAHAAN 2d,16 (20.594.640.036) (10.035.667.685) (22.527.501.336) INCOME OF SUBSIDIARIESLABA BERSIH 80.113.700.647 43.497.262.985 27.831.162.742 NET INCOMELABA BERSIH PER SAHAM - DASAR 2u,22 64 43 252 EARNINGS PER SHARE - BASICLihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statementsyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements. 197
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESLAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN STOCKHOLDERS EQUITYUntuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 For The Years Ended December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/ Tambahan Issued and Modal Disetor/ Saldo Laba/ Jumlah Ekuitas/ Catatan/ Fully Paid-in Additional Retained Total Stockholders Notes Capital Paid-in Capital Earnings EquitySaldo per 1 Januari 2008 10.000.000.000 102.150.000.000 58.155.586.938 170.305.586.938 Balance as of January 1, 2008Tambahan modal disetor 17 - 10.700.000.000 - 10.700.000.000 Additional paid-in capitalReklasifikasi tambahan modal Reclassification of additional disetor ke modal disetor 17 90.000.000.000 (90.000.000.000) - - paid-in capital to capital stockLaba bersih tahun berjalan - - 27.831.162.742 27.831.162.742 Net income for the yearSaldo per 31 Desember 2008 100.000.000.000 22.850.000.000 85.986.749.680 208.836.749.680 Balance as of December 31, 2008Tambahan modal disetor 17 - 12.300.000.000 - 12.300.000.000 Additional paid-in capitalReklasifikasi tambahan modal Reclassification of additional disetor ke modal disetor 17 25.000.000.000 (25.000.000.000) - - paid-in capital to capital stockLaba bersih tahun berjalan - - 43.497.262.985 43.497.262.985 Net income for the yearSaldo per 31 Desember 2009 125.000.000.000 10.150.000.000 129.484.012.665 264.634.012.665 Balance as of December 31, 2009Tambahan setoran modal 17 78.000.000 - - 78.000.000 Additional paid-in capitalReklasifikasi tambahan modal Reclassification of additional disetor ke modal disetor 17 10.150.000.000 (10.150.000.000) - - paid-in capital to capital stockLaba bersih tahun berjalan - - 80.113.700.647 80.113.700.647 Net income for the yearSaldo per 31 Desember 2010 135.228.000.000 - 209.597.713.312 344.825.713.312 Balance as of December 31, 2010Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statementsyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements. 198
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN PT JAYA AGRA WATTIE Tbk AND ITS SUBSIDIARIESLAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWSUntuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 For The Years Ended December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 2009 2008 (Disajikan kembali - (Disajikan kembali - Catatan 2a/ Catatan 2a/ 2010 As Restated - Note 2a) As Restated - Note 2a)ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIESPenerimaan kas dari pelanggan 403.465.513.133 381.587.587.261 278.297.362.710 Cash received from customersPembayaran kas kepada pemasok, Cash paid to suppliers, karyawan dan lain-lain (237.709.747.564) (244.394.322.620) (169.208.047.254) employees and othersKas dihasilkan dari operasi 165.755.765.569 137.193.264.641 109.089.315.455 Cash generated from operationsPembayaran beban bunga (34.076.250.846) (27.246.483.823) (19.424.296.215) Interest paidPembayaran pajak penghasilan (17.687.118.937) (22.805.202.109) (18.294.197.273) Income tax paidKas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 113.992.395.786 87.141.578.708 71.370.821.967 Net Cash Provided by Operating ActivitiesARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIESSetoran modal dan uang muka ke Capital payment and advances perusahaan asosiasi (7.420.080.000) - - to associated companyPenerimaan bunga 388.413.426 395.876.533 1.065.764.567 Interest receivedPenambahan bibitan (7.941.874.248) (10.834.185.062) (14.221.912.805) Increase in nurseriesPenambahan tanaman belum menghasilkan (118.246.964.598) (129.338.859.182) (93.802.321.961) Increase in immature plantationsPerolehan aset tetap (38.090.073.333) (35.809.973.735) (83.155.125.436) Acquisition of fixed assets Increase in advances for the purchasePenambahan uang muka pembelian aset tetap (14.816.111.500) - - of fixed assetsPenambahan beban tangguhan (404.901.000) - - Increase in deferred chargesHasil penjualan aset tetap 95.480.000 470.000.000 347.862.500 Proceeds from sale of fixed assetsKas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (186.436.111.253) (175.117.141.446) (189.765.733.135) Net Cash Used in Investing ActivitiesARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIESPenerimaan dari pihak hubungan istimewa 2.445.038.658 1.831.297.920 1.399.492.536 Received from related partiesPembayaran kepada pihak hubungan istimewa (2.838.104.190) (914.952.115) (5.875.846.464) Payment to related partiesPenerimaan dari (pembayaran kepada) plasma 8.172.330.536 (1.844.551.696) - Received from (payment to) plasmaPerolehan hutang bank 16.500.000.000 - 56.500.000.000 Proceeds from bank loanPembayaran hutang bank (19.500.000.000) - (10.000.000.000) Payment of bank loanPerolehan hutang bank jangka panjang 105.177.965.655 99.651.693.832 102.919.380.000 Proceeds from long-term bank loansPembayaran hutang bank jangka panjang (14.101.000.000) (20.951.752.500) (15.463.020.000) Payment of long-term bank loansPembayaran dividen kepada pemegang saham minoritas (12.072.000.000) (9.557.000.000) (13.581.000.000) Payment of dividend to minority stockholderPembayaran hutang sewa guna usaha (1.560.443.369) (937.958.338) (1.082.624.751) Payment of lease liabilitiesTambahan setoran modal 78.000.000 12.300.000.000 10.700.000.000 Additional paid-in capitalPenyetoran modal oleh pemegang saham minoritas Receipt from minority stockholders of anak perusahaan yang dikonsolidasi 4.096.974.386 6.603.701.110 8.736.500.000 consolidated subsidiariesKas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan 86.398.761.676 86.180.478.213 134.252.881.321 Net Cash Provided by Financing ActivitiesKENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS NET INCREASE (DECREASE) IN DAN SETARA KAS 13.955.046.209 (1.795.084.524) 15.857.970.154 CASH AND CASH EQUIVALENTS CASH AND CASH EQUIVALENTSKAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 24.056.044.789 25.851.129.313 9.993.159.159 AT BEGINNING OF YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTSKAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 38.011.090.998 24.056.044.789 25.851.129.313 AT END OF YEARAktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Noncash activities:Reklasifikasi dari bibitan ke tanaman Reclassification of nurseries belum menghasilkan 12.488.216.056 11.869.366.819 9.620.388.974 to immature plantationsKapitalisasi biaya pinjaman pada tanaman Capitalization of borrowing cost belum menghasilkan 26.196.292.566 17.312.966.309 7.491.349.921 to immature plantationsPeningkatan hutang bank melalui bunga Increase in bank loans through interest selama tahap pengembangan 15.886.116.582 14.016.466.639 6.543.727.089 during constructionPenambahan aset tetap melalui hutang sewa Increase in fixed assets guna usaha 5.470.360.000 - 1.910.850.000 through obligation under finance leaseReklasifikasi uang muka pembelian aset tetap Reclassification of advance for the purchase ke aset tetap - 2.869.316.486 1.864.989.328 of fixed assets to fixed assetsPenambahan tanaman belum menghasilkan dari Increase in immature plantation through kapitalisasi penyusutan 736.710.870 529.577.884 271.414.204 capitalization of depreciationPenambahan tanaman belum menghasilkan dari kapitalisasi amortisasi beban tangguhan-hak Increase of immature plantation through atas tanah 189.399.119 189.399.119 189.399.119 amortization of deferred charges landrightsPenambahan piutang hubungan istimewa atas Addition of due from related parties through penjualan saham - 6.774.750.000 - disposal of sharesReklasifikasi tanaman menghasilkan ke aset lain-lain 21.604.914 - - Reclassification of mature plantation to other assetsPenghapusan uang muka pembelian aset tetap - 3.001.991.300 - Write-off of advances for purchases of fixed assetsLihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian See accompanying Notes to Consolidated Financial Statementsyang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. which are an integral part of the consolidated financial statements. 199
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)1. UMUM 1. GENERAL a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information PT Jaya Agra Wattie Tbk (“Perusahaan”) PT Jaya Agra Wattie (the "Company") was didirikan dengan nama Handel Maatschappij founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited, suatu J.A. Wattie and Company Limited, a limited perseroan terbatas yang tunduk pada hukum liability company subject to the laws of the Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Republic of Indonesia, located in Jakarta, Jakarta, berdasarkan akta pendirian Naamlooze pursuant to the deed Naamlooze Vennotschap Vennotschap No. 157, tanggal 20 Januari 1921 No. 157, dated January 20, 1921 of Pieter van dari Pieter van der Meer, Notaris di Surabaya, der Meer, Notary in Surabaya, which was telah memperoleh pengesahan dari Gubernur approved by the Governor-General of the Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Dutch East Indies, according to the List Petikan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Decision of the Governor-General of the Dutch Belanda (Register der Besluiten van den East Indies (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) Gouverneur Generaal van Nederlandsch- No. 69 tanggal 14 Juni 1921, dan telah Indie) No. 69 dated June 14, 1921, and had didaftarkan pada Daftar Panitera Pengadilan been listed on the Surabaya District Court Negeri Surabaya (Raad van Justitie Clerk List (Raad van Justitie te Soerabaja) te Soerabaja) di bawah No. 232 pada tanggal under No. 232 on August 4, 1921, and was 4 Agustus 1921, dan selanjutnya telah published subsequently in the State Gazette diumumkan dalam Berita Negara (Extra- (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 90, No. 90, dated November 11, 1921, tanggal 11 Nopember 1921, Tambahan No. 689. Supplement. 689. The Company’s Articles of Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami Association have been amended several beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta times, most recently by Notarial Deed No. 09 No. 09 tanggal 2 Pebruari 2011 dari Yulia, S.H., dated February 2, 2011 of Yulia, S.H., notary notaris di Jakarta, antara lain mengenai in Jakarta, concerning among others, about perubahan status hukum perusahaan dari the changes in its legal status from a limited Perusahaan Terbatas Tertutup/Non Publik liability Company in to a public Company menjadi Perusahaan Terbuka/Publik sehingga which changed the Company’s name from nama Perusahaan berubah dari PT Jaya Agra PT Jaya Agra Wattie to PT Jaya Agra Wattie Wattie menjadi PT Jaya Agra Wattie Tbk dan Tbk and other changes in the Articles of perubahan anggaran dasar lainnya sebagaimana Association described in Note 28. This dijelaskan dalam Catatan 28. Akta perubahan ini amendment has been approved by the telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum Minister of Justice and Human Rights Republic dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia of Indonesia in his Decision Letter No. AHU- dengan Surat Keputusannya No. AHU- 09070.AH.01.02. Year 2011 dated 09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Pebruari February 22, 2011. 2011. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar In accordance with article 3 of the Company’s Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan Articles of Association, the scope of its meliputi bidang pembangunan, perdagangan, activities is to engage in development, trading, perindustrian, pertambangan, pengangkutan, industry, mining, forwarding, agriculture, pertanian, percetakan, perbengkelan dan jasa. printing, workshop and provision of services. Saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah Currently, the Company, as its main activity bertindak sebagai manajer umum dari anak acts as a general manager of its subsidiaries perusahaan atau perusahaan-perusahaan yang or related companies to manage and control mempunyai hubungan istimewa untuk mengatur the productions and sales of rubber, coffee, dan mengendalikan produksi dan penjualan hasil tea, cocoa, palm oil and other agriculture perkebunan karet, kopi, teh, kakao, kelapa sawit produce. dan produk-produk perkebunan lainnya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial The Company started commercial operations pada tanggal 20 Januari 1921. on January 20, 1921. Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor The Company is domiciled in Jakarta with its beralamat di Wisma BSG Lt. 8, Jl Abdul Muis head office located at Wisma BSG 8th Floor, No. 40, Jakarta 10160. Jl. Abdul Muis No. 40, Jakarta 10160. 200
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) b. Karyawan, Direksi dan Komisaris b. Employees, Directors and Commissioners Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan anak The Company and its subsidiaries have an perusahaan rata-rata 1.864, 1.730 dan 1.708 average total number of permanent employees karyawan masing-masing pada tahun 2010, of 1,864, 1,730 and 1,708 in 2010, 2009 and 2009 dan 2008. 2008, respectively. Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal The Company’s management as at December 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 adalah 31, 2010, 2009 and 2008, is as follows: masing-masing sebagai berikut: 2010 Komisaris Utama Hadi Surya President Commissioner Komisaris Soedarniati Harnyoto Sudrajat Commissioner Direktur Utama Harijadi Soedarjo President Director Direktur Bambang Sugianto Ibrahim Directors Machfud Ashari Andi Hariyanto 2009 dan/and 2008 Komisaris Utama Hadi Surya President Commissioner Komisaris Soedarniati Harnyoto Sudrajat Commissioner Direktur Utama Harijadi Soedarjo President Director Direktur Bambang Sugianto Ibrahim Directors Machfud Ashari Perusahaan memberikan remunerasi kepada The Company provides remuneration to the pengurus Perusahaan berupa gaji, tunjangan Companys management in the form of dan bonus. Jumlah remunerasi komisaris dan salaries, allowances and bonuses. direksi adalah sebesar Rp 4.250.646.472 Total remuneration of commissioners and Rp 3.932.082.100 dan Rp 3.796.858.656 masing- directors amounted to Rp 4,250,646,472, masing untuk tahun-tahun yang berakhir Rp 3,932,082,100 and Rp 3,796,858,656 for 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 the years ended December 31, 2010, 2009 and 2008 respectively. 201
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan c. Consolidated Subsidiaries Perusahaan memiliki saham anak perusahaan The Company has direct ownership interest in sebagai berikut: the following subsidiaries: Tahun Persentase Operasi Jumlah Aset dalam 000 Pemilikan/ Lokasi Komersial/ (Sebelum Eliminasi)/ Jenis Usaha Percentage Perkebunan/ Start of Total Assets in 000 Domisili/ Perkebunan/ of Ownership The Estate Commercial (Before Elimination) Anak Perusahaan/Subsidiaries Domicile Nature of Estate 2010 2009 2008 Location Operations 2010 2009 2008 % % % PT Kintap Jaya Wattindo (KJW) Jakarta Kelapa sawit, karet/ 95,47 95,47 95,00 Tanah Laut, 2004 530.241.367 457.446.763 375.236.467 Oil palm, rubber Banjarmasin PT Mulyaningsih (MUL) Jakarta Kopi dan karet/ 96,84 96,84 80,00 Sukorambi, 1962 25.847.972 28.994.457 16.896.489 Coffee and rubber Jember PT Bumi Prada (BP) Jakarta Pengembangan 80,00 80,00 80,00 Banyuasin, 1993 3.963.933 346.199 357.519 perkebunan sawit Palembang, dan karet/ Hulu Sungai Development of Tengah palm oil plantations and rubber PT Kaliduren Estates (KE) Jakarta Teh dan karet/ 91,89 91,89 51,00 Lengkong, 1905 78.644.663 66.480.366 64.263.113 Tea and rubber Sukabumi Kopi dan karet/ Bangsal Sari, Coffee and rubber Jember PT Banjoemas Landen (BL) Jakarta Karet/Rubber 98,00 98,00 51,00 Jeruk Legi, 1910 22.387.108 18.446.049 27.856.306 Cilacap PT Perkebunan Biting (PB) Jakarta Karet/Rubber 98,00 98,00 51,00 Kendal, 1918 16.615.569 26.525.853 25.087.905 Semarang PT Corah Mas Keputren Jakarta Karet/Rubber 96,70 96,70 50,20 Silo, Jember 1910 13.860.167 11.699.584 11.668.264 Estates (CMK) Kopi/Coffee Panti, Jember PT Perkebunan Kroewoek (PK) Jakarta Karet/Rubber 97,70 97,70 50,10 Bayah, Lebak 1910 96.200.273 50.749.210 49.016.611 PT Indo Java Rubber Planting Co. (IJR) *) Jakarta Karet/Rubber 49,70 49,70 49,70 Cipari, Cilacap 1907 56.452.911 41.765.782 46.662.091 PT Agri Bumi Sentosa (ABS) Jakarta Kelapa sawit, karet/ 94,05 94,05 90,00 Cileles, Lebak 2008 273.970.158 176.016.079 79.110.330 Oil palm, rubber Barito Kuala, Banjarmasin PT Cipanyusuhan (CP) Jakarta Karet/Rubber 99,00 99,00 99,00 Cimarga, Lebak 1961 3.192.195 1.761.390 1.358.581 PT Anugerah Wattindo (AW) Jakarta Pengembangan 50,00 50,00 50,00 Mekarsari - 11.971.260 17.723 3.569.895 perkebunan sawit/ Anjir Pasar dan karet Mandiangin Development of palm oil plantations and rubber *) Laporan keuangan IJR dikonsolidasi karena *) Financial statements of IJR were Perusahaan mempunyai kendali atas consolidated because the Company has kebijakan keuangan dan operasional anak control over the subsidiary’s financial perusahaan tersebut. policy and operations. Pada tanggal 30 Desember 2010, On December 30, 2010, the Company Perusahaan menandatangani Perjanjian entered into a Binding Sale and Purchase Pengikatan Jual dan Beli (Binding Sale and Agreement with The Bombay Burmah Purchase Agreement) dengan The Bombay Trading Corporation Limited to buy all Burmah Trading Corporation Limited untuk shares in the IJR of The Bombay Burmah membeli seluruh saham The Bombay Burmah Trading Corporation Limited or 503 Trading Corporation Limited di IJR atau shares. The agreed purchase price of sejumlah 503 lembar saham. Harga yang such transaction is: disepakati adalah:  Harga pembelian sebesar  The purchase price of US$ 15.000.000 yang akan dibayar US$ 15,000,000 to be paid by the Perusahaan sebelum atau pada tanggal Company on or before March 31, 2011 31 Maret 2011 dan; and; 202
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan c. Consolidated Subsidiaries (continued) (lanjutan)  Sejumlah setara dengan 50,3% dari  An amount equivalent to 50.3% of total jumlah kas dan setara kas IJR, piutang cash and cash equivalents of IJR, IJR usaha IJR, dan piutang IJR kepada trade receivables, and IJR receivables Perusahaan pada tanggal penutupan to the Company on the closing date (selambat-lambatnya tanggal 31 Maret (not later than March 31, 2011 or such 2011 atau tanggal lain yang disepakati other date agreed by both parties) is kedua pihak) dikurangi US$ 1.000.000 reduced to U.S. $ 1,000,000 which will yang akan dibayar sebelum atau pada be paid before or on May 31, 2011. tanggal 31 Mei 2011. Perusahaan telah melakukan pembayaran The Company has paid The Bombay Burmah kepada The Bombay Burmah Trading Trading Corporation Limited amounted to Corporation Limited sebesar US$ 15.000.000 US$ 15,000,000 (Note 28). (Catatan 28). Penambahan Investasi Pada Anak Perusahaan Additional Investments in Subsidiaries Selama tahun 2009, KE, PK, BL, CMK, PB dan During 2009, KE, PK, BL, CMK, PB and ABS ABS menerbitkan saham dari modal dasar kepada issued shares to their stockholders from its pemegang saham dimana Perusahaan mengambil authorized capital stock proportion to their bagian dari kepemilikannya yang dibayar penuh ownership interest. The Company acquired its melalui kas dan konversi piutang pihak hubungan portion of ownership interest which was fully paid in istimewa. Selisih lebih nilai wajar atas harga cash and through the conversion of related party perolehan dicatat oleh Perusahaan dalam laporan receivables. The excess of fair value over cost is konsolidasi sebagai “Goodwill Negatif”. Pemilik recorded by the Company in its consolidated minoritas memilih untuk tidak mengambil saham financial statements as “Negative Goodwill”. The yang diterbitkan sesuai dengan proporsi minority interest opted not to acquire all the issued kepemilikannya, sehingga kepemilikannya terdilusi. shares proportional to their ownership, thus, resulting to the dilution of their ownership interests.2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan a. Basis of Consolidated Financial Statement Konsolidasi Presentation Laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip The financial statements were prepared in akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan accordance with accounting principles generally sesuai Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal accepted in Indonesia and, where applicable, the (Bapepam) No. VIII.G.7 tentang ”Pedoman Capital Market Supervisory Board (Bapepam) Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat Regulation No. VIII.G.7 regarding “Financial dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Statements Presentation Guidelines” as included No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan in the Appendix of the Decision Decree of the perubahannya, Keputusan Ketua Bapepam-LK Chairman of Bapepam No. KEP-06/PM/2000 No. KEP-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 dated March 13, 2000 and its amendment, the dan Surat Edaran Ketua Bapepam-LK No. SE- Decision Decree of the Chairman of Bapepam- 02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 mengenai LK No. KEP-554/BL/2010 dated December 30, Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan 2010 and Circular Letter of Bapepam-LK Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik – No. SE-02/PM/2002 dated December 27, 2002 Industri Perkebunan. regarding Guidelines for Financial Statements Presentation of Public Company in the Plantation Industry. Such consolidated financial statements are an English translation of the Company and its subsidiaries’ statutory report in Indonesia, and are not intended to present the consolidated financial position, results of operations and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions. 203
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan a. Basis of Consolidated Financial Statement Konsolidasi (lanjutan) Presentation (continued) Laporan keuangan konsolidasi disusun The consolidated financial statements were berdasarkan konsep nilai historis, kecuali prepared under the historical costs concept, dinyatakan secara khusus. Laporan keuangan unless otherwise stated. The consolidated konsolidasi disusun dengan menggunakan financial statements were prepared based on metode akrual, kecuali laporan arus kas. accrual method, except for cash flows. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan The consolidated statements of cash flows are menggunakan metode langsung sejak tahun prepared using the direct method starting 2010 2010 dengan mengelompokkan arus kas dalam with classifications of cash flows into operating, aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. investing and financing activities. For Untuk tujuan perbandingan, laporan arus kas comparative purposes, the consolidated konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 2009 statements of cash flows for the years ended dan 2008 yang sebelumnya disajikan 2009 and 2008 which were previously menggunakan metode tidak langsung, disajikan presented using indirect method, were restated kembali agar sesuai dengan penyajian 2010 . to conform with 2010 presentation. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk The reporting currency used in the preparation penyusunan laporan keuangan konsolidasi of the consolidated financial statements is the adalah mata uang Rupiah. Indonesian Rupiah (Rupiah). b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi b. Adoption of Revised Statements of Keuangan (PSAK) Revisi Financial Accounting Standards (PSAKs) Efektif tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan The Company and its subsidiaries have anak perusahaan menerapkan PSAK revisi adopted the following revised PSAKs effective berikut: January 1, 2010: (1) PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen (1) PSAK 50 (Revised 2006), “Financial Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan”, Instruments: Presentation and yang berisi persyaratan pengungkapan Disclosures”, contains the requirements instrumen keuangan dan kriteria informasi for the presentation of financial yang harus diungkapkan. Persyaratan instruments and identifies the pengungkapan diterapkan berdasarkan information that should be disclosed. klasifikasi instrumen keuangan, dari The presentation requirements apply to perspektif penerbit, yakni aset keuangan, the classification of financial kewajiban keuangan dan instrumen instruments, from the perspective of the ekuitas; pengklasifikasian bunga, dividen, issuer, into financial assets, financial keuntungan dan kerugian yang terkait; dan liabilities and equity instruments; the situasi tertentu dimana saling hapus aset classification of related interest, dan kewajiban keuangan diizinkan. PSAK dividends, losses and gains; and the ini juga mewajibkan pengungkapan atas, circumstances in which financial assets antara lain, informasi mengenai faktor- and financial liabilities should be offset. faktor yang mempengaruhi pemilihan This PSAK also requires the disclosure kebijakan akuntansi atas instrumen of, among others, information about keuangan. factors that affect the accounting policies applied to those instruments. Standar ini menggantikan PSAK 50 This standard superseded PSAK 50, “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. “Accounting for Certain Investments in Securities”. 204
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi b. Adoption of Revised Statements of Keuangan (PSAK) Revisi (lanjutan) Financial Accounting Standards (PSAKs) (continued) (2) PSAK 55 (Revisi 2006), “Instrumen (2) PSAK 55 (Revised 2006), “Financial Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, Instruments: Recognition and yang menetapkan dasar-dasar pengakuan Measurement”, establishes the dan pengukuran aset keuangan, kewajiban principles for recognizing and measuring keuangan dan kontrak-kontrak pembelian financial assets, financial liabilities and atau penjualan instrumen non-keuangan. some contracts to buy or sell non- PSAK ini menjelaskan di antaranya definisi financial items. This PSAK provides the derivatif, kategori instrumen keuangan, definitions and characteristics of pengakuan dan pengukuran, akuntansi derivatives, the categories of financial lindung nilai dan penentuan kriteria lindung instruments, recognition and nilai. Standar ini menggantikan PSAK 55 measurement, hedge accounting and (Revisi 1999) “Akuntansi Instrumen determination of hedging relationships, Derivatif dan Lindung Nilai”. among others. This standard superseded PSAK 55 (Revised 1999), “Accounting for Derivative Instruments and Hedging Activities”. Pengungkapan yang memerlukan standar- Disclosures required by the aforementioned standar tersebut termasuk dalam penyusunan standards are included in the preparation of laporan keuangan konsolidasi. the consolidated financial statements. c. Penggunaan Estimasi c. Use of Estimates Penyusunan laporan keuangan konsolidai sesuai The preparation of consolidated financial dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di statements in conformity with accounting Indonesia mengharuskan manajemen membuat principles generally accepted in Indonesia estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah requires management to make estimates and aset dan kewajiban yang dilaporkan dan assumptions that affect the reported amounts pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi of assets and liabilities and disclosure of pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta contingent assets and liabilities at the date of jumlah pendapatan dan beban selama periode the consolidated financial statements and the pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan reported amounts of revenues and expenses jumlah yang diestimasi. during the reporting period. Actual results could differ from those estimates. Estimasi dan asumsi yang digunakan tersebut Estimates and underlying assumptions are ditelaah kembali secara terus-menerus. Revisi reviewed on an ongoing basis. Revisions to atas estimasi akuntansi diakui dalam periode accounting estimates are recognized in the yang sama pada saat terjadinya revisi estimasi period in which the estimate is revised and in atau pada periode masa depan yang terkena any future periods affected. dampak. d. Prinsip Konsolidasi d. Principles of Consolidation Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan The consolidated financial statements laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang incorporate the financial statements of the dikendalikan oleh Perusahaan yang disusun Company and entities controlled by the sampai dengan 31 Desember setiap tahunnya. Company up to December 31 each year. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan Control is achieved where the Company has mempunyai hak untuk mengatur dan the power to govern the financial and menentukan kebijakan finansial dan operasional operating policies of the investee entity so as dari investee untuk memperoleh manfaat dari to obtain benefits from its activities. Control is aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada presumed to exist when the Company owns apabila induk perusahaan memiliki lebih dari directly, more than 50% of the voting rights. 50% hak suara. Anak perusahaan tidak A subsidiary is excluded from consolidation dikonsolidasikan apabila sifat pengendaliannya when the control in such subsidiary is intented adalah sementara karena anak perusahaan to be temporary because the subsidiary is tersebut diperoleh dengan tujuan akan dijual acquired and held exclusively with a view to its kembali dalam waktu dekat. subsequent disposal in the near future 205
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Prinsip Konsolidasi (lanjutan) d. Principles of Consolidation (continued) Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, All intra-group transactions, balances, income penghasilan dan beban dieliminasi pada saat and expenses are eliminated on consolidation. konsolidasi. Hak pemegang saham minoritas dinyatakan The interest of the minority shareholders is sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan stated at the minority’s proportion of the historis aset bersih. Hak minoritas akan historical cost of the net assets. The minority disesuaikan untuk bagian minoritas dari interest is subsequently adjusted for the perubahan ekuitas. Kerugian yang menjadi minority’s share of movements in equity. Any bagian minoritas melebihi hak minoritas losses applicable to the minority interest in dialokasikan kepada bagian induk Perusahaan. excess of the minority interest are allocated against the interest of the parent Company. Hasil akuisisi anak perusahaan selama tahun The results of operations of subsidiaries berjalan dari tanggal efektif akuisisi termasuk acquired during the year are included in the dalam laporan laba rugi konsolidasi. consolidated statement of income from the effective date of acquisition. Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak On acquisition, the assets and liabilities of a perusahaan diukur sebesar nilai wajar pada subsidiary are measured at their fair values at tanggal akuisisi. Jika biaya perolehan lebih the date of acquisition. When the cost of rendah dari bagian pengakuisisi atas nilai wajar acquisition is less than the acquirer’s interest aset bersih yang dapat diindentifikasi pada in the fair values of acquired nonmonetary tanggal akuisisi, maka nilai wajar aset non- assets are reduced proportionately until all the moneter yang diperoleh diturunkan nilainya excess are eliminated. The remaining excess secara proporsional sampai seluruh selisih is recognized as “Negative Goodwill” and tersebut dieliminasi. Sisa selisih tersebut diakui amortized on a straight-line method over sebagai goodwill negatif dan diamortisasi twenty (20) years. menggunakan metode garis lurus selama periode dua puluh (20) tahun. e. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa e. Transactions With Related Parties Pihak-pihak yang mempunyai hubungan The following are considered by the Company istimewa adalah: and its subsidiaries a related party: 1) perusahaan yang melalui satu atau lebih 1) companies that directly, or indirectly perantara (intermediaries), mengendalikan through one or more intermediaries, atau dikendalikan oleh, atau berada dibawah control, or are controlled by, or are under pengendalian bersama, dengan Perusahaan common control with, the Company (termasuk holding companies, subsidiaries (including holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); and fellow subsidiaries); 2) perusahaan asosiasi (associated company); 2) associated companies; 3) perorangan yang memiliki, baik secara 3) individuals owning, directly or indirectly, langsung maupun tidak langsung, suatu an interest in the voting power of the kepentingan hak suara di Perusahaan yang Company that gives them significant berpengaruh secara signifikan, dan anggota influence over the Company, and close keluarga dekat dari perorangan tersebut members of the family of any such (yang dimaksudkan dengan anggota individuals (close members of the family keluarga dekat adalah mereka yang dapat are those who can influence or can be diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi influenced by such individuals in their perorangan tersebut dalam transaksinya transactions with the Company); dengan Perusahaan); 206
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa e. Transactions With Related Parties (lanjutan) (continued) 4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang 4) key management personnel who have the mempunyai wewenang dan tanggung jawab authority and responsibility for planning, untuk merencanakan, memimpin dan directing and controlling the Company’s mengendalikan kegiatan Perusahaan, yang activities, including commissioners, meliputi anggota dewan komisaris, direksi directors and managers of the Company dan manajer dari Perusahaan serta anggota and close family members of such keluarga dekat orang-orang tersebut; individuals; 5) perusahaan dimana suatu kepentingan 5) companies in which a substantial interest substantial dalam hak suara dimiliki baik in the voting power is owned, directly or secara langsung maupun tidak langsung indirectly, by any person described in (3) oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir or (4) or any person who is able to (3) dan (4), atau setiap orang tersebut exercise significant influence over those mempunyai pengaruh signifikan atas companies. This includes companies perusahaan tersebut. Ini mencakup owned by commissioners, directors or perusahaan-perusahaan yang dimiliki major stockholder of the Company and anggota dewan komisaris, direksi atau companies which have a common key pemegang saham utama dari Perusahaan member of management as the dan perusahaan-perusahaan yang Company; mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan; Semua transaksi yang signifikan dengan pihak- All transactions with related parties, whether or pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik not made at similar terms and conditions as yang dilakukan dengan persyaratan dan kondisi those done with third parties, are disclosed in yang sama dengan atau tidak sama dengan the consolidated financial statements. pihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi. f. Instrumen Keuangan f. Financial Instruments Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2b, As discussed in Note 2b, the Company and its Perusahaan dan anak perusahaan telah subsidiaries have adopted the following menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan accounting policies in accordance with PSAK PSAK 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 50 (Revised 2006) and PSAK 55 (Revised 2006) yang berlaku efektif 1 Januari 2010: 2006) effective January 1, 2010: Pengakuan dan Klasifikasi Recognition and Classification Perusahaan dan anak perusahaan mengakui The Company and its subsidiaries recognize a aset keuangan atau kewajiban keuangan pada financial asset or a financial liability in the neraca konsolidasi, jika dan hanya jika, consolidated balance sheet, when the Perusahaan dan anak perusahaan menjadi salah Company and its subsidiaries become a party satu pihak dalam ketentuan pada kontrak to the contractual provisions of the instrument. instrumen tersebut. Pembelian dan penjualan aset keuangan yang Purchases and sales of financial assets that memerlukan pengalihan aset sesuai dengan require delivery of assets within the time frame jangka waktu yang ditentukan oleh regulasi atau generally established by regulation or diakui pada tanggal perdagangan, dimana pada conversion in the market place are recognized tanggal tersebut Perusahaan dan anak on the trade date which is the date the perusahaan berkomitmen untuk membeli atau Company and its subsidiaries commits to menjual aset tersebut. purchase or sell the asset. 207
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued) Pengakuan dan Klasifikasi (lanjutan) Recognition and Classification (continued) Instrumen keuangan pada pengakuan awal Financial instruments are recognized initially at diukur pada nilai wajarnya, yang merupakan nilai fair value, which is the fair value of the wajar kas yang diserahkan (dalam hal aset consideration given (in case of an asset) or keuangan) atau yang diterima (dalam hal received (in case of a liability). The fair value kewajiban keuangan). Nilai wajar kas yang of the consideration given or received is diserahkan atau diterima ditentukan dengan determined by reference to the transaction mengacu pada harga transaksi atau harga pasar price or other market prices. If such market yang berlaku. Jika harga pasar tidak dapat prices are not reliably determinable, the fair ditentukan dengan andal, maka nilai wajar kas value of the consideration is estimated as the yang diserahkan atau diterima dihitung sum of all future cash payments or receipts, berdasarkan estimasi jumlah seluruh discounted using the prevailing market rates of pembayaran atau penerimaan kas masa depan, interest for similar instruments with similar yang didiskontokan menggunakan suku bunga maturities. pasar yang berlaku untuk instrumen sejenis dengan jatuh tempo yang sama atau hampir sama. Pengukuran awal instrumen keuangan, kecuali The initial measurement of financial untuk instrumen keuangan yang diukur pada nilai instruments, except for financial instruments at wajar melalui laporan laba rugi, termasuk biaya fair value through profit or loss (FVPL), transaksi. includes transaction costs. Biaya transaksi adalah biaya-biaya yang dapat Transaction costs include only those costs that diatribusikan secara langsung pada perolehan are directly attributable to the acquisition of a atau penerbitan aset keuangan atau kewajiban financial asset or issue of financial liability and keuangan, dimana biaya tersebut adalah biaya they are incremental costs that would not have yang tidak akan terjadi apabila entitas tidak been incurred if the instrument had not been memperoleh atau menerbitkan instrumen acquired or issued. Such transaction costs are keuangan. Biaya transaksi tersebut diamortisasi amortized over the terms of the instruments sepanjang umur instrumen menggunakan based on the effective interest rate method. metode suku bunga efektif. Metode suku bunga efektif adalah metode yang Effective interest rate method is a method of digunakan untuk menghitung biaya perolehan calculating the amortized cost of a financial diamortisasi dari aset keuangan atau kewajiban asset or a financial liability and allocating the keuangan dan metode untuk mengalokasikan interest income or expense over the relevant pendapatan bunga atau beban bunga selama period by using an interest rate that exactly periode yang relevan, menggunakan suku bunga discounts estimated future cash payments or yang secara tepat mendiskontokan estimasi receipts through the expected life of pembayaran atau penerimaan kas di masa the instruments or, when appropriate, a shorter depan selama perkiraan umur instrumen period to the net carrying amount of the keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan financial instruments. When calculating the periode yang lebih singkat untuk memperoleh effective interest, the Company and its nilai tercatat bersih dari instrumen keuangan. subsidiaries estimate future cash flows Pada saat menghitung suku bunga efektif, considering all contractual terms of the Perusahaan dan anak perusahaan mengestimasi financial instruments excluding future credit arus kas dengan mempertimbangkan seluruh losses and includes all fees and points paid or persyaratan kontraktual dalam instrumen received that are an integral part of the keuangan tersebut, tanpa mempertimbangkan effective interest rate. kerugian kredit di masa depan, namun termasuk seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. 208
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued) Instrumen keuangan dikelompokkan sebagai Financial instruments are classified as follows: berikut: A. Aset Keuangan A. Financial Assets (1) Aset keuangan yang diukur pada nilai (1) Financial Assets at Fair Value through wajar melalui laporan laba rugi. Profit and Loss (FVPL). Aset keuangan yang diukur pada nilai Financial assets at FVPL are wajar melalui laporan laba rugi classified into two sub-categories as diklasifikasikan kedalam dua sub- follows: kategori sebagai berikut: - Aset keuangan dimiliki untuk - Financial assets are classified as diperdagangkan apabila aset held for trading if they are keuangan tersebut diperoleh acquired for the purpose of selling terutama untuk tujuan dijual kembali in the near term. dalam waktu dekat. - Aset keuangan yang ditetapkan - Financial assets may be untuk diukur pada nilai wajar melalui designated at initial recognition at laporan laba rugi jika telah FVPL if certain criteria are met. memenuhi kriteria pada saat pengakuan awal. Aset keuangan yang diukur pada Financial assets at FVPL are nilai wajar melalui laporan laba rugi recorded in the consolidated dicatat pada neraca konsolidasi balance sheet at fair value. pada nilai wajarnya. Perubahan nilai Changes in fair value are wajar langsung diakui dalam laporan recognized directly in the laba rugi konsolidasi. Bunga yang consolidated statement of income. diperoleh dicatat sebagai Interest earned is recorded as pendapatan bunga interest income. Pada tanggal 31 Desember 2010, As of December 31, 2010, the Perusahaan dan anak perusahaan Company and its subsidiaires tidak memiliki aset keuangan dalam have no financial assets classified kategori ini. under this category. (2) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang (2) Loans and Receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables are non- adalah aset keuangan non-derivatif derivative financial assets with fixed dengan pembayaran tetap atau telah or determinable payments that are not ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi quoted in an active market. They are di pasar aktif. Aset keuangan tersebut not entered into with the intention of tidak dimaksudkan untuk dijual dalam immediate or short-term resale and waktu dekat dan tidak diklasifikasikan are not classified as financial assets sebagai aset keuangan yang diukur at FVPL, held to maturity (HTM) pada nilai wajar melalui laporan laba financial assets or available for sale rugi, investasi dimiliki hingga jatuh (AFS) financial assets. tempo atau aset tersedia untuk dijual. 209
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued) A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued) Setelah pengukuran awal, pinjaman After initial measurement, loans and yang diberikan dan piutang diukur pada receivables are subsequently biaya perolehan diamortisasi measured at amortized cost using the menggunakan metode suku bunga effective interest method, less efektif, dikurangi penyisihan penurunan allowance for impairment. Amortized nilai. Biaya perolehan diamortisasi cost is calculated by taking into tersebut memperhitungkan premi atau account any discount or premium on diskonto yang timbul pada saat acquisition and fees and costs that perolehan serta imbalan dan biaya yang are an integral part of the effective merupakan bagian integral dari suku interest rate. The amortization is bunga efektif. Amortisasi dicatat included as part of interest income in sebagai bagian dari pendapatan bunga the consolidated statement of income. dalam laporan laba rugi konsolidasi. The losses arising from impairment Kerugian yang timbul akibat penurunan are recognized in the consolidated nilai diakui dalam laporan laba rugi statement of income. konsolidasi. Pada tanggal 31 Desember 2010, kas As of December 31, 2010, the dan setara kas, piutang usaha, piutang Company and its subsidiaries cash lain-lain, investasi jangka panjang and cash equivalents, trade lainnya, piutang pihak hubungan receivables, other receivables, other istimewa, Perusahaan dan anak long-term investment, due from perusahaan diklasifikasikan sebagai related parties, are classified as loans pinjaman yang diberikan dan piutang. and receivables. (3) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (3) Hold to Maturity (HTM) Financial Assets Investasi dimiliki hingga jatuh tempo HTM financial assets are quoted non- adalah aset keuangan non-derivatif derivative financial assets with fixed dengan pembayaran tetap atau telah or determinable payments and fixed ditentukan dan jatuh temponya telah maturities for which the Company and ditetapkan, dan manajemen its subsidiaries management has the Perusahaan dan anak perusahaan positive intention and ability to hold to memiliki intensi positif dan kemampuan maturity. When the Company and its untuk memiliki aset keuangan tersebut subsidiaries sell other than an hingga jatuh tempo. Apabila insignificant amount of HTM financial Perusahaan dan anak perusahaan assets, the entire category would be menjual atau mereklasifikasi investasi tainted (tainting rule) and reclassified dimiliki hingga jatuh tempo dalam as AFS financial assets. jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo, maka seluruh aset keuangan dalam kategori tersebut terkena aturan pembatasan (tainting rule) dan harus direklasifikasi ke kelompok tersedia untuk dijual. 210
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued) A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued) Setelah pengukuran awal, investasi After initial measurement, these ini diukur pada biaya perolehan financial assets are subsequently diamortisasi menggunakan metode measured at amortized cost using the bunga efektif, setelah dikurangi effective interest method, less penurunan nilai. Biaya perolehan impairment in value. Amortized cost is diamortisasi tersebut memperhitungkan calculated by taking into account any premi atau diskonto yang timbul pada discount or premium on acquisition saat perolehan serta imbalan dan biaya and fees that are an integral part of yang merupakan bagian integral dari the effective interest rate. The suku bunga efektif. Amortisasi dicatat amortization is included as part of sebagai bagian dari pendapatan bunga interest income in the consolidated dalam laporan laba rugi. Keuntungan statement of income. Gains and dan kerugian yang timbul diakui dalam losses are recognized in the laporan laba rugi konsolidasi pada saat consolidated statement of income penghentian pengakuan dan penurunan when the HTM financial assets are nilai dan melalui proses amortisasi derecognized and impaired, as well menggunakan metode suku bunga as through the amortization process efektif. using effective interest method. Pada tanggal 31 Desember 2010, As of December 31, 2010, the Perusahaan dan anak perusahaan tidak Company and its subsidiaires have no memiliki aset keuangan dalam kategori financial assets classified under this ini. category. (4) Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (4) Available for Sale (AFS) Financial Assets Aset keuangan tersedia untuk dijual AFS financial assets are those which merupakan aset yang ditetapkan are designated as such or not sebagai tersedia untuk dijual atau tidak classified in any of the other diklasifikasikan dalam kategori categories. They are purchased and instrumen keuangan yang lain. Aset held indefinitely and may be sold in keuangan ini diperoleh dan dimiliki response to liquidity requirements or untuk jangka waktu yang tidak changes in market conditions. ditentukan dan dapat dijual sewaktu- waktu untuk memenuhi kebutuhan likuiditas atau karena perubahan kondisi pasar. Setelah pengukuran awal, aset After initial measurement, AFS keuangan tersedia untuk dijual diukur financial assets are subsequently pada nilai wajar. Komponen hasil measured at fair value. The effective (yield) efektif dari surat berharga hutang yield component of AFS debt tersedia untuk dijual diakui dalam securities is reported in the laporan laba rugi konsolidasi. Laba consolidated statement of income. atau rugi yang belum direalisasi yang The unrealized gains and losses timbul dari penilaian pada nilai wajar arising from the fair valuation of AFS atas aset keuangan tersedia untuk financial assets are excluded from the dijual tidak diakui dalam laporan laba consolidated statement of income and rugi konsolidasi, melainkan dilaporkan are reported as net unrealized gain or sebagai laba atau rugi bersih yang loss on AFS financial assets in the belum direalisasi pada bagian ekuitas equity section of the consolidated dalam neraca konsolidasi dan laporan balance sheet and in the consolidated perubahan ekuitas konsolidasi. statement of changes in stockholders’ equity. 211
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued) A. Aset Keuangan (lanjutan) A. Financial Assets (continued) Apabila aset keuangan dilepaskan, atau When the financial asset is disposed dihentikan pengakuannya, maka laba of, the cumulative gain or loss atau rugi kumulatif yang sebelumnya previously recognized in equity is diakui dalam ekuitas langsung diakui recognized in the statement of dalam laporan laba rugi. Jika income. When the Company and its Perusahaan dan anak perusahaan subsidiaries hold more than one memiliki lebih dari satu jenis surat investment in the same security, berharga yang sama, maka diterapkan these are deemed to be disposed of dasar metode identifikasi khusus. on a specific identification basis. Bunga yang diperoleh dari aset Interest earned on holding AFS keuangan tersedia untuk dijual diakui financial assets are reported as sebagai pendapatan bunga yang interest income using the effective dihitung berdasarkan suku bunga interest rate. Losses arising from efektif. Kerugian yang timbul akibat impairment of such financial assets penurunan nilai aset keuangan juga are also recognized in the diakui dalam laporan laba rugi consolidated statement of income. konsolidasi. Pada tanggal 31 Desember 2010, As of December 31, 2010, the investasi jangka panjang lainnya Company’s other long-term Perusahaan diklasifikasikan sebagai investment is classified as available investasi tersedia untuk dijual. for sale. B. Kewajiban Keuangan B. Financial Liabilities (1) Kewajiban keuangan yang diukur pada (1) Financial Liabilities at Fair Value nilai wajar melalui laporan laba rugi through Profit and Loss (FVPL) Kewajiban keuangan diklasifikasikan Financial liabilities are classified in dalam kategori ini apabila kewajiban this category if these result from tersebut merupakan hasil dari aktivitas trading activities or when the perdagangan, atau jika Perusahaan dan Company and its subsidiaries elect to anak perusahaan memilih untuk designate a financial liability under menetapkan kewajiban keuangan this category financial liabilities at tersebut dalam kategori ini, kewajiban FVPL are measured at fair value in keuangan diukur pada nilai wajar pada the consolidated balance sheet. Any neraca konsolidasi. Keuntungan dan gains or losses arising from changes kerugian yang timbul dari perubahan in fair value are recognized directly in dalam nilai wajar langsung diakui dalam the consolidated statement of income. laporan laba rugi konsolidasi. Pada tanggal 31 Desember 2010, As of December 31, 2010, the Perusahaan dan anak perusahaan tidak Company and its subsidiaries have no memiliki kewajiban keuangan yang financial liabilities classified under this diklasifikasikan dalam kategori ini. category. (2) Kewajiban Keuangan Lain-lain (2) Other Financial Liabilities Kategori ini merupakan kewajiban Other financial liabilities represent keuangan yang tidak dimiliki untuk financial liabilities that are not held for diperdagangkan atau pada saat trading or not designated at FVPL pengakuan awal tidak ditetapkan untuk upon the inception of the liability. diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. 212
  • PT JAYA AGRA WATTIE Tbk PT JAYA AGRA WATTIE TbkDAN ANAK PERUSAHAAN AND ITS SUBSIDIARIESCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIALKONSOLIDASI STATEMENTS31 Desember 2010 dan 2009 December 31, 2010 and 2009(Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2008) (With Comparative Figures For 2008)(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Instrumen Keuangan (lanjutan) f. Financial Instruments (continued) B. Kewajiban Keuangan (lanjutan) B. Financial Liabilities (continued) Instrumen keuangan yang diterbitkan Issued financial instruments or their atau komponen dari instrumen components, which are not classified keuangan tersebut, yang tidak as financial liabilities at FVPL are diklasifikasikan sebagai kewajiban classified as other financial liabilities, keuangan yang diukur pada nilai wajar where the substance of the melalui laporan laba rugi, contractual arrangement results in the diklasifikasikan sebagai kewajiban Company and its subsidiaries having keuangan lainnya, jika subtansi an obligation either to deliver cash or perjanjian kontraktual mengharuskan another financial asset to the holder, Perusahaan dan anak perusahaan or to satisfy the obligation other than untuk menyerahkan kas atau aset by the exchange of a fixed amount of keuangan lain kepada pemegang cash or another financial asset for a instrumen keuangan, atau jika fixed number of own equity shares. kewajiban tersebut tidak diselesaikan The components of issued financial melalui penukaran kas atau aset instruments that contain both liability keuangan lain atau saham sendiri yang and equity elements (if any) are jumlahnya tetap atau telah ditetapkan. accounted for separately, which the Komponen instrumen keuangan yang equity component being assigned the diterbitkan yang terdiri dari komponen residual amount after deducting from kewajiban dan komponen ekuitas harus the instrument as a whole the amount dipisahkan, dimana komponen ekuitas separately determined as the fair merupakan bagian residual dari value of the liability component on the keseluruhan instrumen keuangan date of issue. After initial setelah dikurangi nilai wajar komponen measurement, other financial kewajiban pada tanggal penerbitan. liabilities are subsequently measured Setelah pengakuan awal, komponen at amortized cost using the effective kewajiban diukur pada biaya perolehan interest rate method. Amortized cost diamo