JA Wattie

6,253 views
6,023 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,253
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
71
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

JA Wattie

  1. 1. Tanggal Efektif : 20 Mei 2011Masa Penawaran : 23 - 25 Mei 2011Tanggal Penjatahan : 26 Mei 2011Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 27 Mei 2011Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 27 Mei 2011Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 30 Mei 2011 BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN (”BAPEPAM DAN LK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. SAHAM–SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”). PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. Bidang Usaha: Jasa pengelolaan dan perdagangan di Bidang Perkebunan dan Pengolahan Karet, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat: Pabrik: Wisma BSG Lantai 8 9 (sembilan) unit pabrik yang berlokasi Jalan Abdul Muis No. 40 Jakarta 10160 di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Telepon: (62-21) 350 5410, Faksimili: (62-21) 350 5415 Jawa Timur, Kalimantan Selatan Website: www.jawattie.com PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAMSebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Namadengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkandan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen)dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham akan dialokasikan kepada Manajemen danKaryawan Perseroan sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 9 tanggal 2 Februari 2011, dibuat di hadapan Yulia,SH, Notaris di Jakarta. Harga Penawaran Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham adalahRp500,- (lima ratus Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan PembelianSaham (“FPPS”). Nilai Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham secara keseluruhan adalahsebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah). RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO PENGARUH FLUKTUASI HARGA KOMODITAS INTERNASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DI DALAM PROSPEKTUS INI. PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM PERDANA INI, TETAPI SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”).Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan. PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK PT Mandiri Sekuritas PT OSK Nusadana Securities Indonesia PENJAMIN EMISI EFEK • PT Buana Capital • PT Ciptadana Securities • PT Dinamika Usaha Jaya • PT Lautandhana Securindo • PT NISP Sekuritas • PT Reliance Securities Tbk. • PT Sinarmas Sekuritas • PT Valbury Asia Securities • PT Woori Korindo Securities Indonesia • PT Yulie Sekurindo Tbk. Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2011
  2. 2. PT Jaya Agra Wattie Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”), telah menyampaikan Pernyataan PendaftaranEmisi Efek sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana kepada Ketua Badan Pengawas PasarModal dan Lembaga Keuangan (selanjutnya disebut “Bapepam dan LK”) dengan surat No. 202 tanggal23 Maret 2011 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1995tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, TambahanLembaran Negara No. 3608 beserta peraturan pelaksanaannya dan perubahan-perubahannya(selanjutnya disebut sebagai “UUPM”).Saham-saham yang ditawarkan, direncanakan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sesuaidengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek yang telah dibuat antara Perseroan dengan BEI padatanggal 21 Maret 2011 apabila memenuhi persyaratan pencatatan yang ditetapkan oleh BEI antaralain mengenai jumlah pemegang Saham baik perorangan maupun lembaga di BEI dan masing-masingpemegang Saham memiliki sekurang-kurangnya 1 (satu) satuan perdagangan saham. Apabila syarat-syarat pencatatan saham tersebut tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum Perdana batal demi hukumdan uang pemesanan yang telah diterima, dikembalikan kepada para pemesan sesuai dengan ketentuanUUPM.Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Lembaga serta Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangkaPenawaran Umum Perdana bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, kejujuranpendapat, keterangan, dan laporan yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnyamasing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam wilayah negara Republik Indonesia dan kodeetik, norma serta standar profesi masing-masing.Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana ini, setiap pihak terafiliasi dilarang memberikanketerangan atau membuat pernyataan atau penjelasan apapun mengenai hal-hal yang tidak diungkapkandalam Prospektus ini tanpa mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan PenjaminPelaksana Emisi Efek.PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia selaku Penjamin Pelaksana EmisiEfek serta para Penjamin Emisi Efek, serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dengan tegasmenyatakan tidak terafiliasi dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung, sebagaimanadidefinisikan dalam UUPM. PENAWARAN UMUM PERDANA INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/ PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN SAHAM TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN, ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG/PERATURAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT. PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI MATERIAL YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH MASYARAKAT DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA DAPAT MENGAKIBATKAN INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI MENJADI TIDAK BENAR ATAU MENYESATKAN.
  3. 3. DAFTAR ISIDAFTAR ISI ............................................................................................................................................. iDEFINISI DAN SINGKATAN ...................................................................................................................iiSINGKATAN NAMA PERUSAHAAN .................................................................................................... viiiRINGKASAN ..........................................................................................................................................ixBAB I. PENAWARAN UMUM ........................................................................................................ 1BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM ..................................... 6BAB III. PERNYATAAN HUTANG.................................................................................................... 8BAB IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ........................................................................ 17BAB V. ANALISIS DAN HASIL PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ......................................... 20BAB VI. RISIKO USAHA................................................................................................................ 43BAB VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ................................................................................................ 51BAB VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN .......................... 52BAB IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA GRUP JAW ......................................................... 120BAB X. EKUITAS ........................................................................................................................ 149BAB XI. PERPAJAKAN................................................................................................................ 151BAB XII. KEBIJAKAN DIVIDEN .................................................................................................... 153BAB XIII. PENJAMINAN EMISI EFEK ........................................................................................... 154BAB XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL........................................... 156BAB XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM ................................................................................... 159BAB XVI. LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN .................... 189BAB XVII. LAPORAN PENILAI ....................................................................................................... 269BAB XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN.............................................................................. 277BAB XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM .................................................. 297BAB XX. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM ..................................................................................................... 303 i
  4. 4. DEFINISI DAN SINGKATANDi dalam prospektus ini, kata-kata di bawah ini mempunyai arti sebagai berikut, kecuali bila kalimatnyamenyatakan lain:Afiliasi : Berarti afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam pasal 1 angka 1 UUPM.Anak Perusahaan : Berarti suatu perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan saham baik secara langsung maupun tidak langsung sama dengan atau lebih dari 50% (lima puluh persen) dari seluruh modal yang ditempatkan dalam perusahaan tersebut.BAE : Berarti Biro Administrasi Efek, yaitu PT Datindo Entrycom, berkedudukan di Jakarta, sebagai pihak yang melaksanakan administrasi Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana, yang ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Pengelolaan Biro Administrasi Efek No. 40 tanggal 22 Maret 2011 dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta, termasuk segala perubahannya dan/atau penambahannya dan/atau pembaharuannya yang akan dibuat di kemudian hari.Bank Kustodian : Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam dan LK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai kustodian sebagaimana dimaksud dalam UUPM.Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal, sebagaimana dimaksud dalam UUPM.Bapepam dan LK : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Keuangan.BEI atau Bursa Efek : Berarti PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang merupakan bursa Efek sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka 4 UUPM, dan merupakan bursa Efek dimana saham-saham Perseroan akan dicatatkan.BNRI : Berarti Berita Negara Republik Indonesia.CPO : Berarti Crude Palm Oil atau minyak kelapa sawit mentah.Daftar Pemesanan : Berarti daftar yang memuat nama-nama dari pemesan Saham YangPembelian Saham atau Ditawarkan dan jumlah Saham Yang Ditawarkan yang dipesan, yangDPPS disusun berdasarkan Formulir Pemesanan Pembelian Saham dan dibuat oleh Penjamin Emisi EfekEfek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek, dan setiap derivatif Efek.ƒ : Berarti Gulden, mata uang yang berlaku di negara Belanda pada tahun 1910.Formulir Konfirmasi : Berarti formulir yang merupakan konfirmasi atas hasil penjatahan atas nama Penjatahan atau FKP pemesan sebagai tanda bukti kepemilikan atas Saham Yang Ditawarkan di pasar perdana. ii
  5. 5. Formulir Pemesanan : Berarti formulir pemesanan saham asli untuk pembelian Saham YangPembelian Saham atau Ditawarkan atau fotokopi formulir pemesanan pembelian saham yangFPPS dibuat dalam rangkap 5 (lima) yang masing-masing harus diisi lengkap, dibubuhi tandatangan asli pemesan serta diajukan oleh pemesan kepada Penjamin Emisi Efek pada waktu memesan Saham Yang Ditawarkan.Grup JAW : Berarti Perseroan dan Anak Perusahaan.Ha : Berarti hektar.Hari Bursa : Berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu hari Senin sampai dengan Jum’at, kecuali hari libur nasional atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek.Hari Kalender : Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah dan hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan hari kerja.Hari Kerja : Berarti hari kerja pada umumnya, tidak termasuk hari Sabtu dan Minggu serta hari yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai hari libur nasional.Harga Penawaran : Berarti harga setiap Saham Yang Ditawarkan melalui Penawaran Umum Perdana yaitu Rp500,- (lima ratus Rupiah).HGB : Berarti Hak Guna Bangunan.HGU : Berarti Hak Guna Usaha.KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang merupakan Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.Manajer Penjatahan : Berarti PT Mandiri Sekuritas, yang bertanggung jawab atas penjatahan Saham Yang Ditawarkan sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dalam Peraturan IX.A.7.Masa Penawaran : Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan pembelian Saham Yang Ditawarkan sebagaimana ditentukan dalam Prospektus dan FPPS yaitu paling kurang 1 (satu) Hari Kerja dan paling lama 5 (lima) Hari Kerja, dengan ketentuan harus dimulai selambat- lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal surat Pernyataan Efektif. Dalam hal terjadi penghentian perdagangan efek di Bursa Efek selama paling kurang 1 (satu) Hari Bursa dalam Masa Penawaran, maka jangka waktu pemesanan dapat diperpanjang untuk periode yang sama dengan masa penghentian perdagangan efek dimaksud.Masyarakat : Berarti perorangan baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing, dan/atau badan hukum baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing, baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di luar Indonesia.Menkumham : Berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dahulu dikenal dengan nama Menteri Kehakiman Republik Indonesia, atau Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, atau Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia. iii
  6. 6. Para Pemesan Khusus : Berarti karyawan dan manajemen Perseroan yang pada tanggal dimulainya Masa Penawaran dan yang selama Masa Penawaran mengajukan pemesanan Saham Yang Ditawarkan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Perseroan sebanyak-banyaknya sejumlah 10% (sepuluh persen) dari Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana.Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek dan/atau sub Rekening Efek di KSEI yang dapat merupakan Bank Kustodian atau Perusahaan Efek.Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia.Penawaran Awal : Berarti ajakan baik langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan Prospektus Awal, segera setelah diumumkannya prospektus ringkas di surat kabar, yang bertujuan untuk mengetahui minat Masyarakat atas Saham Yang Ditawarkan, berupa indikasi jumlah saham yang ingin dibeli dan/atau perkiraan Harga Penawaran, tapi tidak bersifat mengikat dan bukan merupakan suatu pemesanan sesuai dengan Peraturan IX.A.8.Penawaran Umum : Berarti penawaran Saham Yang Ditawarkan yang dilakukan PerseroanPerdana kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM, peraturan pelaksanaannya dan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.Penitipan Kolektif : Berarti penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak, yang kepentingannya diwakili oleh KSEI.Penjamin Emisi Efek : Berarti Perusahaan Efek yang mengadakan perjanjian dengan Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas nama Perseroan yang dalam hal ini adalah Penjamin Pelaksana Emisi Efek, bersama-sama dengan sindikasi yang menjamin penjualan Saham Yang Ditawarkan dan melakukan pembayaran hasil Penawaran Umum Perdana di pasar perdana kepada Perseroan melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek sesuai dengan Bagian Penjaminan dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.Penjamin Pelaksana : Berarti Penjamin Emisi Efek yang melaksanakan pengelolaan danEmisi Efek penyelenggaraan Penawaran Umum Perdana yaitu PT Mandiri Sekuritas berkedudukan di Jakarta Selatan dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia berkedudukan di Jakarta Selatan.Peraturan I-E : Berarti Peraturan No. I-E, Lampiran Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. 306/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004, tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.Peraturan VIII.G.12 : Berarti Peraturan No. VIII.G.12, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-17/PM/2004 tanggal 13 April 2004, tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek Atau Pembagian Saham BonusPeraturan IX.A.2 : Berarti Peraturan No. IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.Peraturan IX.A.6 : Berarti Peraturan No. IX.A.6, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-06/PM/2001 tanggal 8 Maret 2001 tentang Pembatasan Atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum. iv
  7. 7. Peraturan IX.A.7 : Berarti Peraturan No. IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000, tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum.Peraturan IX.A.8 : Berarti Peraturan No. IX.A.8, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-41/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Prospektus Awal dan Info Memo.Peraturan IX.C.2 : Berarti Peraturan No. IX.C.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep 51/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum.Peraturan IX.E.1 : Berarti Peraturan No. IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009, tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.Peraturan IX.E.2 : Berarti Peraturan No. IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK, No. Kep-413/BL/2009, tanggal 25 November 2009. tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.Peraturan IX.I.4 : Berarti Peraturan No. IX.I.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-63/PM/1996, tanggal 17 Januari 1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan.Peraturan IX.I.5 : Berarti Peraturan No. IX.I.5, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004, tanggal 24 September 2004 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.Peraturan IX.I.7 : Berarti Peraturan No. IX.I.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-496/BL/2008, tanggal 28 November 2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.Peraturan X.K.4 : Berarti Peraturan No. X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.Perjanjian Penjaminan : Berarti perjanjian antara Perseroan dengan Penjamin Emisi Efek sesuaiEmisi Efek dengan Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 39 tanggal 22 Maret 2011 sebagaimana diubah dengan Akta Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Saham Perdana Perseroan No. 40 tanggal 16 Mei 2011 keduanya dibuat di hadapan Yulia, SH, di Jakarta.Pernyataan Efektif : Berarti pernyataan Bapepam dan LK yang menyatakan bahwa Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif: (i) atas dasar lewatnya waktu, yakni pada hari ke-45 (empat puluh lima) sejak tanggal diterimanya Pernyataan Pendaftaran oleh Bapepam dan LK secara lengkap atau pada hari ke-45 (empat puluh lima) sejak tanggal perubahan Pernyataan Pendaftaran yang terakhir disampaikan Perseroan kepada atau yang diminta Bapepam dan LK, atau (ii) atas dasar pernyataan efektif dari Bapepam dan LK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan.Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang diajukan oleh Perseroan kepada Bapepam dan LK sesuai UUPM dan peraturan pelaksanannya. v
  8. 8. Perseroan : Berarti PT Jaya Agra Wattie Tbk., suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta Pusat.Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan/atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM.PMA : Berarti perusahaan penanaman modal asing.PMDN : Berarti perusahaan penanaman modal dalam negeri.Prospektus : Berarti dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek, yang memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Perseroan dan Saham Yang Ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana bentuk dan substansi sesuai dengan Peraturan IX.C.2.Prospektus Awal : Berarti dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan memuat seluruh informasi maupun fakta-fakta penting dan relevan mengenai Emiten serta Saham Yang Ditawarkan, dalam rangka Penawaran Umum Perdana, kecuali informasi mengenai jumlah Saham Yang Ditawarkan, Harga Penawaran, penjaminan emisi atau hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat diberlakukan, yang disampaikan kepada Bapepam dan LK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran dalam bentuk dan isi yang sesuai dengan Peraturan IX.A.8.Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik Pemegang Saham, yang diadministrasikan di KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Saham, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.RSS (Ribbed Smoked : Berarti produk karet yang dihasilkan dari lateks yang digumpalkan denganSheet) mencampur dengan asam, kemudian dipanaskan dan diasap di ruang pengasapan.RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham.Rupiah atau Rp : Berarti mata uang resmi negara Republik Indonesia.Saham atau Saham : Berarti saham biasa yang diterbitkan oleh Perseroan.Biasa Atas NamaSaham Yang Ditawarkan : Berarti Saham Biasa Atas Nama Perseroan dengan nilai nominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham yang dikeluarkan dari portepel yang akan ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana dalam jumlah sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) saham yang selanjutnya akan dicatatkan pada BEI pada Tanggal Pencatatan.SIR (Standard Indonesia : Berarti standar produksi untuk karet yang dihasilkan oleh Indonesia.Rubber)TBM atau Tanaman : Berarti tanaman yang belum berproduksiBelum Menghasilkan vi
  9. 9. TM atau Tanaman : Berarti tanaman yang telah berproduksiMenghasilkanTanggal Distribusi : Berarti tanggal dilakukannya pendistribusian Saham Yang Ditawarkan ke dalam Rekening Efek yaitu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak Tanggal Penjatahan.Tanggal Pencatatan : Berarti tanggal pencatatan Saham Yang Ditawarkan untuk diperdagangkan di Bursa Efek yang wajib dilaksanakan selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi yang kepastian tanggalnya akan ditentukan kemudian dalam Addendum Perjanjian Penjaminan Emisi Efek.Tanggal Pengembalian/ : Berarti tanggal pengembalian uang pemesanan pembelian Saham YangRefund Ditawarkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek melalui Penjamin Emisi Efek, kepada para pemesan (tidak termasuk Para Pemesan Khusus), dan oleh Perseroan kepada Para Pemesan Khusus pesanannya tidak dapat dipenuhi karena adanya penjatahan atau dalam hal Penawaran Umum Perdana dibatalkan bagaimanapun Tanggal Pengembalian tidak boleh lebih lambat dari 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Efek yang mengakibatkan batalnya Penawaran Umum Perdana.Tanggal Penjatahan : Berarti selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah penutupan Masa Penawaran pada saat mana Manajer Penjatahan menetapkan penjatahan Saham Yang Ditawarkan bagi setiap pemesan.TBS : Berarti Tandan Buah Segar.TSR (Technically : Berarti produk karet yang dihasilkan dari lateks yang digumpalkan,Specified Rubber) kemudian dihaluskan dan dipanaskan.UKL : Berarti Upaya Pengelolaan Lingkungan.UPL : Berarti Upaya Pemantauan Lingkungan.USD atau US$ : Berarti Dolar Amerika Serikat, mata uang sah negara Amerika Serikat.UUPM : Berarti Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995 Tambahan No. 3608.UUPT : Berarti Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 106 tahun 2007, Tambahan No. 4756.UU No. 18/2004 : Berarti Undang-Undang No. 18 Tahun 2004 tanggal 11 Agustus 2004 tentang Perkebunan, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 85 tahun 2004, Tambahan No. 4411. vii
  10. 10. SINGKATAN NAMA PERUSAHAANABS : Berarti PT Agri Bumi SentosaALS : Berarti PT Aji Lebur SeketiAW : Berarti PT Anugerah WattiendoBL : Berarti PT Banjoemas LandenBP : Berarti PT Bumi PradaCMK : Berarti PT Corah Mas Keputren EstatesCP : Berarti PT CipanyusuhanGrup JAW : Berarti Perseroan dan Anak-anak PerusahaanIJR : Berarti PT Indo Java Rubber Planting CompanyKE : Berarti PT Kaliduren EstatesKJW : Berarti PT Kintap Jaya WattindoMUL : Berarti PT MulyaningsihNMA : Berarti PT Nusantara Makmur AgraPB : Berarti PT Perkebunan BitingPerseroan : Berarti PT Jaya Agra Wattie TbkPK : Berarti PT Perkebunan KroewoekSKA : Berarti PT Sinar Kasih Abadi viii
  11. 11. RINGKASANRingkasan di bawah ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang palingpenting bagi Perseroan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannyadengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum didalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan telahdisajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.1. UmumPerseroan didirikan dengan nama Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited, suatuperseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Pusat,berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas (Naamlooze Vennootschap) No. 157, tanggal 20 Januari1921, dibuat di hadapan Pieter van der Meer, Notaris di Surabaya, telah memperoleh pengesahan dariGubernur Jenderal Hindia Belanda, sesuai dengan Daftar Petikan Keputusan Gubernur Jenderal HindiaBelanda (Register der Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie) No. 69 tanggal14 Juni 1921, dan telah didaftarkan pada Daftar Panitera Pengadilan Negeri Surabaya (Raad van Justitiete Soerabaja) di bawah No. 232 pada tanggal 4 Agustus 1921, dan selanjutnya telah diumumkan dalamBerita Negara (Extra-Bijvoegsel der Javasche Courant) No. 90, tanggal 11 November 1921, TambahanNo. 689 (“Akta Pendirian”).Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruhketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakandalam Akta Berita Acara Rapat No. 07 tanggal 11 September 2008, dibuat oleh Widary Tjandrasantosa,SH, Notaris di Bandung (“Akta No. 07/2008”). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujuioleh Menkumham sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28November 2008, didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008tanggal 28 November 2008, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat denganNo. 9796/RUB.09-05/III/2009 tanggal 24 Maret 2009.Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan PenawaranUmum Perdana. Perseroan mengubah Anggaran Dasarnya untuk disesuaikan dengan AnggaranDasar perseroan terbuka dan sekaligus mengubah nama Perseroan menjadi PT Jaya Agra Wattie Tbk.berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 09 tanggal 2 Februari 2011, dibuat di hadapanYulia, SH, Notaris di Jakarta (“Akta No. 09/2011”) yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkanSurat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telahdiberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan AnggaranDasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.2. Kegiatan UsahaPada saat didirikan, Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaanperusahaan-perusahaan perkebunan dan perdagangan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit.Pada tahun 1997, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, mulai mengembangkan perkebunan kelapasawit di daerah Kalimantan Selatan, yang dimulai dengan penanaman pada tahun 1999. Pada tahun2008, Perseroan, melalui Anak Perusahaannya, membangun pabrik pengolahan sawit pertama dengankapasitas 45 ton/jam di daerah Kintap, Kalimantan Selatan.Saat ini, Perseroan sebagai perusahaan induk mengelola kegiatan usaha operasional dari AnakPerusahaan yang memiliki perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik pengolahan hasil kebun. ix
  12. 12. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 AnggaranDasar Perseroan sesuai Akta No. 09/2011 adalah menjalankan usaha terutama dalam bidang antaralain jasa pengelolaan dan perdagangan di bidang perkebunan dan pengolahan karet, kelapa sawit, kopidan teh terpadu.3. Penyertaan SahamPerseroan memiliki penyertaan saham secara langsung pada Anak Perusahaan sebagai berikut :No Anak Bidang Kepemilikan Tahun Tahun Nama Lokasi Perusahaan Usaha Penyertaan*) Operasi Perkebunan Perkebunan Komersial1 ABS Perkebunan karet 94,03%***) 2006 2008 Perkebunan Desa Karyatani, Kecamatan dan kelapa sawit, Wanajaya Barambai, Kabupaten Batola, produksi veneer Propinsi Kalimantan Selatan. Perkebunan Desa Parung Kujang, Cileles Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. UPK Dusun Cikate, Desa Cikembar Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat2 AW Perkebunan kelapa 50,00%**) 2008 - - Kabupaten Barito Kuala, sawit dan karet****) Kalimantan Selatan3 BL Perkebunan dan 98,00% 1987 1910 Perkebunan Desa Prapagan, pengolahan karet Kaliminggir Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah.4 BP Perkebunan karet 80,00%**) 1992 - - Kabupaten Hulu Sungai dan kelapa Tengah, Kalimantan sawit****) Selatan5 CMK Perkebunan karet 96,70% 1990 1910 Perkebunan Desa Kemiri, Kecamatan Panti, dan kopi, Keputren Kabupaten Jember, Propinsi pengolahan karet Jawa Timur. Perkebunan Desa Pace, Kecamatan Silo, Corah Mas Kabupaten Jember, Keputren Propinsi Jawa Timur.6 CP Perkebunan dan 99,00% 2007 1961 Perkebunan Desa Margajaya, Kecamatan pengolahan karet Cilaki/Pasir Cimarga, Kabupaten Lebak, Pari Propinsi Banten7 IJR Perkebunan dan 100%**) 1986 1907 Perkebunan Desa Pegadingan, Kecamatan pengolahan karet Ciseru/Cipari Cipari, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah8 KE Perkebunan karet, 95,10% 1994 1905 Perkebunan Desa Langkapjaya/Kertajaya, kopi dan teh, Tugu/ Kecamatan Lengkong pengolahan karet Cimenteng Simpenan, Kabupaten dan kopi Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Perkebunan Desa Tugusari, Kecamatan Tugusari Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur9 KJW Perkebunan kelapa 95,47% 1998 2004 Perkebunan Desa Kintap, Kecamatan sawit dan karet, Kintap Kintap, Kabupaten Tanah pabrik minyak Laut, Propinsi Kalimantan kelapa sawit Selatan. Perkebunan Desa Raden, Kecamatan Kurau, Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. Perkebunan Desa Tebing Siring, Kecamatan Tebing Siring Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan. x
  13. 13. No Anak Bidang Kepemilikan Tahun Tahun Nama Lokasi Perusahaan Usaha Penyertaan*) Operasi Perkebunan Perkebunan Komersial10 MUL Perkebunan kopi 96,84% 1986 1962 Perkebunan Desa Karangpring, Kecamatan dan karet, Durjo Sukorambi, Kabupaten Jember, pengolahan kopi Propinsi Jawa Timur.11 NMA Perkebunan kelapa 90,00%**) 2010 - - Kabupaten Musi sawit****) Banyuasin, Sumatera Selatan12 PB Perkebunan dan 98,00% 1996 1918 Perkebunan Desa Kedungboto, Kecamatan pengolahan karet Biting Limbangan, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah.13 PK Perkebunan dan 97,70% 1986 1910 Perkebunan Desa Darmasari, Kecamatan pengolahan karet Bayah Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten.*) Tahun penyertaan berdasarkan persetujuan/pemberitahuan/laporan kepada Menkumham**) Masih berupa izin lokasi, belum beroperasi secara komersial***) Melakukan produksi dan penjualan veneer pada tahun 2008 sedangkan lahan perkebunan masih berupa tanaman yang belum menghasilkan****) Belum beroperasi, lokasi perkebunan berdasarkan ijin lokasiLokasi kedudukan kantor pusat Anak-anak perusahaan berada di Wisma BSG, Jalan Abdul MuisNo. 40, Jakarta 10160.Berikut ini tabel mengenai perkebunan yang dikelola oleh Perseroan dan Anak Perusahaan :No Nama Lokasi Jenis Luas (Ha) Tanaman Tanaman Belum Keterangan Perkebunan Tanaman Menghasilkan Menghasilkan1 Perkebunan Desa Karyatani, Kelapa Sawit 12.419,80 - 5.610,80 Milik ABS Wanajaya Kecamatan Barambai, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan2 Perkebunan Desa Parung Karet 788,74 - 651,56 Milik ABS Cileles Kujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten3 Perkebunan Desa Prapagan, Karet 490,00 385,50 81,00 Milik BL Kaliminggir Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah4 Perkebunan Desa Kemiri, Kopi 166,25 159,06 5,00 Milik CMK Keputren Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur5 Perkebunan Desa Pace, Karet 443,93 220,28 188,70 Milik CMK Corah Mas Kecamatan Silo, Keputren Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur6 Perkebunan Desa Margajaya, Karet 96,04 70,13 20,60 Milik CP Cilaki/Pasir Kecamatan Cimarga, Pari Kabupaten Lebak, Propinsi Banten7 Perkebunan Desa Pegadingan, Karet 2.408,78 1.827,08 407,32 Milik IJR Ciseru/Cipari Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah8 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Karet 1.208,39 283,11 718,56 Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat xi
  14. 14. No Nama Lokasi Jenis Luas (Ha) Tanaman Tanaman Belum Keterangan Perkebunan Tanaman Menghasilkan Menghasilkan9 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Kopi 181,03 178,38 - Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat,10 Perkebunan Desa Langkapjaya/ Teh 504,30 504,30 - Milik KE Tugu/ Kertajaya, Kecamatan Cimenteng Lengkong/Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat11 Perkebunan Desa Tugusari, Karet 998,37 492,22 444,64 Milik KE Tugusari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur12 Perkebunan Desa Tugusari, Kopi 93,90 91,82 - Milik KE Tugusari Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur13 Perkebunan Kecamatan Kintap, Kelapa Sawit 6.055,16 4.418,70 795,13 Milik KJW Kintap Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan14 Perkebunan Kabupaten Tanah Kelapa Sawit 6.552,05 - 4.915,00 Milik KJW Pelaihari Laut, Propinsi Kalimantan Selatan15 Perkebunan Desa Tebing Siring, Karet 2.201,33 - 1.830,62 Milik KJW Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Propinsi Kalimantan Selatan16 Perkebunan Desa Karangpiring, Karet 511,60 5,00 498,72 Milik MUL Durjo Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur17 Perkebunan Desa Karangpiring, Kopi 113,41 113,41 - Milik MUL Durjo Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur18 Perkebunan Desa Kedungboto, Karet 444,76 294,51 60,50 Milik PB Biting Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah19 Perkebunan Desa Darmasari, Karet 1.012,00 777,74 96,99 Milik PK Bayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten4. Struktur PermodalanBerdasarkan Akta No. 09/2011, struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisikepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp100,- per saham Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) %A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,0C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 xii
  15. 15. Berikut ini adalah struktur permodalan Perseroan sebelum dan setelah Penawaran Umum Perdana: Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum PerdanaKeterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Nominal (Rp) %A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.132.405.500 113.240.550.000 30,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.550.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.0005. Penawaran Umum PerdanaJumlah Saham Yang Ditawarkan : Sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham, dimana sebanyak- banyaknya 10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana akan dialokasikan kepada Manajemen dan Karyawan PerseroanNilai Nominal : Rp100,- (seratus Rupiah) setiap SahamHarga Penawaran : Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap SahamJumlah Saham Yang Dicatatkan : Sebesar 3.774.685.500 (tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta enam ratus delapan puluh lima ribu lima ratus) SahamJumlah Penawaran Umum Perdana : Sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuh ratus lima puluh ribu Rupiah).Seluruh Saham Yang Ditawarkan sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empatratus lima ribu lima ratus) Saham atau sebesar 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetorpenuh setelah Penawaran Umum Perdana, dimana sebanyak-banyaknya 10% (sepuluh persen) darijumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana akan dialokasikan kepada Manajemendan Karyawan Perseroan sesuai Akta No. 09/2011, bersama dengan seluruh saham Perseroan yangtelah dikeluarkan sebelum Penawaran Umum Perdana yaitu sebanyak 2.642.280.000 (dua miliar enamratus empat puluh dua juta dua ratus delapan puluh ribu) saham, akan dicatatkan di BEI.Berdasarkan Akta No. 09/2011, pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk melaksanakanprogram alokasi saham kepada manajemen dan karyawan Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana.Keterangan selengkapnya mengenai Penawaran Umum Perdana dapat dilihat pada Bab I tentangPenawaran Umum Perdana di dalam Prospektus ini.6. Rencana Penggunaan DanaPerseroan bermaksud menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana atasSaham Yang Ditawarkan, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana:1. Sekitar 90% akan digunakan untuk membiayai sebagian program penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak perusahaan dalam bentuk penyertaan saham; xiii
  16. 16. 2. Sisanya sekitar 10% akan digunakan sebagai biaya perolehan lahan baru, modal kerja Perseroan seperti perluasan sewa kantor, serta belanja modal Perseroan seperti pembelian komputer dan kendaraan Perseroan.Keterangan lebih lengkap mengenai penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana dapat dilihatpada Bab II Prospektus ini.7. Keunggulan KompetitifKeunggulan kompetitif Perseroan yang utama terletak pada faktor-faktor berikut:1. Pengalaman selama 90 (sembilan puluh) tahun dalam pengembangan dan pengolahan karet pada khususnya;2. Tersedia cadangan lahan sekitar 30.000 hektar;3. Diversifikasi tanaman (khususnya karet dan kelapa sawit);4. Ragam tanaman yang dikembangkan merupakan jenis unggulan;5. Umur tanaman yang sebagian besar merupakan tanaman muda dan memiliki potensi produktivitas yang terus meningkat;6. Produk-produk yang dihasilkan oleh Perseroan telah memenuhi standar nasional dan internasional.8. Strategi UsahaDalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut :- Senantiasa menjaga kualitas produk hasil perkebunan dan produksi, yang ditentukan berdasarkan standar nasional dan internasional, serta meningkatkan produktivitas tanaman;- Menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan harga penjualan yang kompetitif dengan tetap mengacu kepada harga komoditas yang berlaku di pasar internasional, serta melakukan pengiriman produk sesuai kontrak penjualan tepat pada waktunya;- Perseroan tetap akan konsisten melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usaha di bidang perkebunan dan pengolahan hasil-hasil kebun, terutama dengan fokus pada karet dan kelapa sawit;- Perseroan berencana untuk terus mengembangkan areal kebun yang dimilikinya baik dengan memanfaatkan lahan cadangan yang dimilikinya saat ini, maupun dengan mengakuisisi lahan-lahan lain yang berpotensi;- Rencana pembangunan pabrik kelapa sawit dan crumb rubber untuk meningkatkan kapasitas pengolahan secara keseluruhan;- Perseroan melakukan pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan pelabuhan CPO;- Perseroan senantiasa melakukan program-program sosial dan kemasyarakatan sebagai tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di sekitar perkebunan dan pabrik pengolahan Grup JAW.9. Risiko UsahaRisiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan- Perseroan menghadapi risiko pengaruh fluktuasi harga komoditas internasional. - Kondisi iklim dan alam dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.- Perseroan menghadapi risiko dari perubahan peraturan yang berkaitan dengan perolehan, pem- baharuan dan pengurangan luas lahan Hak Guna Usaha.- Perseroan menghadapi risiko adanya pembatasan kepemilikan lahan perkebunan.- Perseroan menghadapi risiko terkait persediaan.- Risiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi rupiah terhadap mata uang asing. - Perseroan menghadapi risiko peningkatan kompetisi pada segmen usahanya.- Perseroan menghadapi risiko atas hilangnya hak kepemilikan atas lahan yang tercakup dalam Izin Lokasi.- Perseroan dapat mengalami dampak negatif atas penerapan dan penegakan regulasi dampak lingkungan yang lebih ketat.- Perseroan menghadapi risiko yang dapat ditimbulkan oleh adanya pemogokan tenaga kerja.- Perseroan menghadapi risiko terkait hutang Perseroan.- Risiko yang ditimbulkan atas penerapan Peraturan Pemerintah mengenai Pajak Ekspor, Kebijakan Impor dan Tarif. xiv
  17. 17. Risiko Terkait yang Disebabkan Oleh Kondisi Ekonomi, Politik dan Sosial Indonesia- Kegiatan operasional utama Perseroan dilakukan di dalam negeri. Perseroan dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi Pemerintah, kondisi ekonomi dalam negeri yang tidak stabil, serta perubahan kebijakan, peraturan dan regulasi di dalam negeri, demikian pula dengan pengaruh kondisi iklim dan alam. Kondisi-kondisi ini dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.- Kondisi politik dan sosial dalam negeri yang tidak stabil dapat memberikan dampak negatif terhadap Perseroan.- Risiko kegiatan-kegiatan terorisme di Indonesia dapat memperburuk stabilitas negara sehingga berdampak negatif pada kegiatan usaha Perseroan.Risiko terkait Investasi pada saham Perseroan- Perseroan Menghadapi Risiko Harga Saham Perseroan Dapat Berfluktuasi di Masa yang Akan Datang- Penjualan Saham Perseroan di Masa yang Akan Datang Dapat Berdampak Negatif Terhadap Harga Pasar Saham Perseroan- Kemampuan Perseroan untuk Membayar Dividen di Masa yang Akan Datang Akan Bergantung pada Laba di Masa yang Akan Datang, Kondisi Keuangan, Arus Kas, Kebutuhan Modal Kerja dan Ekspansi Perkebunan10. Perkara MaterialPerseroan maupun Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tidak sedang terlibat atau terancam sengketa/gugatan di badan peradilan dan/atau badan arbitrase manapun yang dapat secara material mempengaruhikelangsungan usaha Perseroan.11. Ikhtisar Data Keuangan PentingTabel berikut di bawah ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan penting Perseroan berdasarkanLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir padatanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo& Rekan (anggota dari Crowe Horwath), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yangtelah diaudit Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan (anggota dari Geneva GroupInternational), tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 yang telah diauditKantor Akuntan Publik Kosasih & Nurdiyaman (anggota dari Geneva Group International), serta tahunyang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006 yang telah diaudit oleh KAP Doli, Bambang, Sudarmadji& Dadang (anggota dari BKR International), kesemuanya dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian: (dalam jutaan Rupiah)Uraian 2010 2009 2008 2007 2006Pendapatan Usaha 413.432 369.703 301.541 167.081 148.135Beban Pokok Penjualan 231.170 244.816 181.842 111.904 100.706Laba Usaha 149.389 91.461 92.569 37.328 29.552Laba Bersih Setelah Pajak 80.113 43.497 27.831 10.212 7.548Jumlah Aset 1.046.889 823.242 655.653 427.279 294.456Jumlah Kewajiban 658.537 527.522 387.918 215.759 170.422Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan 43.706 31.086 58.898 41.215 35.292Jumlah Ekuitas 344.826 264.634. 208.837 170.306 88.743Untuk keterangan lebih rinci mengenai kondisi keuangan Perseroan, dapat dilihat pada Bab IV mengenaiIkhtisar Data Keuangan Penting, Bab V mengenai Analisis dan Hasil Pembahasan Oleh Manajemen,dan Bab XVI mengenai Laporan Keuangan Beserta Laporan Auditor Independen.12. Kebijakan DividenSesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan Anggaran Dasar Perseroan, lababersih setelah pajak Perseroan dapat dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai dividen setelahpenyisihan dana cadangan wajib yang dipersyaratkan undang-undang. Pembagian dividen harus disetujuioleh Pemegang Saham melalui keputusan RUPS Tahunan berdasarkan rekomendasi Perseroan. xv
  18. 18. Manajemen Perseroan merencanakan kebijakan pembagian dividen tunai maksimum 30% (tiga puluhpersen) dari laba bersih setelah pajak Perseroan untuk setiap tahunnya. Perseroan berencana untukmembagikan dividen setidaknya setahun kecuali diputuskan lain dalam RUPS, dimulai dengan tahunbuku 2011 yang akan dibayarkan pada tahun 2012.Direksi Perseroan akan membayarkan dividen, dengan persetujuan para pemegang saham dalam RUPS.Perseroan tidak memiliki negative covenant yang dapat mempengaruhi rencana pembagian dividenkepada pemegang saham. Berdasarkan beberapa perjanjian dengan beberapa bank, tidak terdapatpembatasan pembagian dividen.Keterangan lebih lanjut mengenai kebijakan dividen dapat dilihat pada Bab XII mengenai KebijakanDividen. xvi
  19. 19. BAB I. PENAWARAN UMUMPara Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan para Penjamin Emisi Efek untuk dan atas nama Perseroandengan ini melakukan Penawaran Umum Perdana sebesar 1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluhdua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama, dengan nilai nominal Rp100 (seratusRupiah) setiap Saham Yang Ditawarkan kepada masyarakat dengan Harga Penawaran Rp500,- (limaratus Rupiah) setiap Saham dan harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS. Nilai PenawaranUmum adalah sebesar Rp566.202.750.000,- (lima ratus enam puluh enam miliar dua ratus dua juta tujuhratus lima puluh ribu Rupiah).Saham-saham yang ditawarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini seluruhnya adalah sahambaru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan memberikan kepada pemegangnya hak yangsama dan sederajat, dalam segala hal, dengan saham Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dandisetor penuh, termasuk hak untuk mendapatkan pembagian dividen dan mengeluarkan hak suara dalamRUPS yang diselenggarakan oleh Perseroan. PT JAYA AGRA WATTIE Tbk. Kegiatan Usaha Jasa pengelolaan dan perdagangan di Bidang Perkebunan dan Pengolahan Karet, Kelapa Sawit, Kopi, dan Teh Terpadu Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat: Pabrik : Wisma BSG Lantai 8 9 (sembilan) unit pabrik yang berlokasi di Banten, Jalan Abdul Muis No. 40 Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur, Jakarta 10160 Kalimantan Selatan Telepon: (62-21) 350 5410 Faksimili: (62-21) 350 5415 Website: www.jawattie.com RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN YAITU RISIKO PENGARUH FLUKTUASI HARGA KOMODITAS INTERNASIONAL. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI DALAM PROSPEKTUS INI. 1
  20. 20. Perseroan adalah suatu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Negara Republik Indonesia,berkedudukan di Jakarta Pusat, yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian.Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan termasuk perubahan seluruhketentuan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan UUPT, sebagaimana dinyatakan dalamAkta No. 07/2008. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Menkumham sesuai denganSurat Keputusan No. AHU-91071.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0115447.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 28 November 2008, dandidaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Pusat dengan No. 9796/RUB.09-05/III/2009tanggal 24 Maret 2009.Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah sehubungan dengan rencana pelaksanaan PenawaranUmum Perdana berdasarkan Akta No. 09/2011 yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkanSurat Keputusan No. AHU-09070.AH.01.02.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 dan didaftarkan padaDaftar Perseroan dengan No. AHU-0014621.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 22 Februari 2011 serta telahdiberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan AnggaranDasar No. AHU-AH.01.10-06383 tanggal 1 Maret 2011, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan denganNo. AHU-0016823.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 1 Maret 2011.Berdasarkan Akta No. 09/2011 tersebut, susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan hinggasaat ini adalah sebagai berikut: Modal Saham Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama Dengan Nilai Nominal Rp100,- Setiap Saham Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Persentase (%)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,0C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000Pemegang Saham yang namanya sah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan memiliki hakyang sama dan sederajat dalam segala hal.Berdasarkan Surat Bapepam-LK No.S-5586/BL/2011 tanggal 20 Mei 2011, Pernyataan Pendaftaranyang diajukan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Perdana sebesar 1.132.405.500 (satumiliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilainominal Rp100,- (seratus Rupiah) setiap Saham, telah memperoleh Pernyataan Efektif.Dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini,maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham serta komposisi kepemilikan saham Perseroansesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proforma menjadi sebagai berikut: 2
  21. 21. Modal Saham Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama Dengan Nilai Nominal Rp100,- Setiap Saham Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai % Nominal (Rp) Nominal (Rp)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.132.405.500 113.240.550.000 30,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.550.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.000Sesuai dengan Peraturan IX.A.6, setiap pihak yang memperoleh saham dan atau efek bersifat ekuitaslain dari Perseroan, dengan harga dan atau nilai konversi dan atau harga pelaksanaan di bawah HargaPenawaran dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran kepadaBapepam dan LK dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham dan atauefek bersifat ekuitas lain Perseroan sampai dengan 8 (delapan) bulan setelah Pernyataan Efektif.Berikut ini adalah informasi mengenai pemegang saham yang melakukan penyetoran modal padaPerseroan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran kepadaBapepam dan LK :Nama Pemegang Saham Jumlah SahamUtama Hadi Surya 754.652.000Dwijaya Hadi Surya 754.652.000SKA 792.684.000ALS 340.292.000Pemegang saham tersebut diatas melakukan penyetoran modal dengan harga penyertaan sebesar nilainominal tiap saham yaitu Rp100,-. Saham-saham tersebut memberikan kepada pemegangnya hak yangsama dan sederajat, dalam segala hal, dengan saham Perseroan lainnya yang telah ditempatkan dandisetor penuh sebelum penyetoran modal dilaksanakan.Program Alokasi Saham Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Allocation/ MESA)Berdasarkan Akta No. 09/2011, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk melaksanakanprogram alokasi saham kepada manajemen dan karyawan Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya10% (sepuluh persen) dari jumlah Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana.Tujuan utama Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan Perseroan adalah untukmeningkatkan rasa kepemilikan terhadap Perseroan oleh manajemen dan karyawan Perseroan sehinggamempunyai rasa memiliki (sense of belonging) dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerjadari masing-masing karyawan yang pada akhirnya akan meningkatkan pula kinerja korporasi secarakeseluruhan sehingga terdapat peningkatan nilai perusahaan yang dapat dinikmati oleh stakeholderPerseroan.Pihak-pihak yang dapat berpartisipasi dalam program MESA adalah :1. Anggota Dewan Komisaris kecuali Komisaris Independen;2. Anggota Direksi kecuali Direktur Tidak Terafiliasi;3. Karyawan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Staf yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2010; b. Staf yang tidak memiliki sanksi administratif. 3
  22. 22. Berikut ini ketentuan-ketentuan mengenai pelaksanaan program MESA :a) Perseroan akan memberikan saham penghargaan secara cuma-cuma kepada peserta yang memenuhi persyaratan seperti tersebut di atas, atas nama masing-masing peserta pada tanggal distribusi saham dalam rangka Penawaran Umum Perdana. Pembayaran atas saham penghargaan menjadi beban Perseroan, dimana Perseroan akan melakukan pembayaran atas saham penghargaan ke rekening Penjamin Pelaksana Emisi Efek selambat-lambatnya pada hari kerja kedua dalam Masa Penawaran. Jumlah saham penghargaan adalah minimum 5% dari total saham yang dialokasikan dalam rangka MESA. Saham penghargaan yang diberikan dalam Program MESA akan dikenakan lock-up atau tidak dapat diperjualbelikan untuk jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek. Saham penghargaan dicatatkan oleh Perseroan sebagai insentif kepada manajemen dan karyawan serta dikenakan pajak penghasilan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Berikut ini kriteria karyawan yang mendapatkan saham penghargaan: 1. Karyawan dengan level staf ke atas yang berada di perkebunan maupun kantor pusat 2. Pada bulan Desember 2010 sudah menjadi karyawan tetap 3. Daftar karyawan yang mendapatkan saham penghargaan ditetapkan berdasarkan kebijakan Direktur Utama dengan memperhatikan masa kerja dan prestasi karyawan.b) Perseroan akan menawarkan penjatahan pasti sebanyak-banyaknya 95% dari total saham yang dialokasikan dalam rangka MESA kepada peserta yang memenuhi persyaratan tersebut di atas. Peserta yang menyetujui penawaran wajib membeli saham tersebut dengan membayar harga saham sebanyak-banyaknya 95% dari Harga Penawaran. Sebanyak 5% dari Harga Penawaran menjadi tanggungan Perseroan. Saham penjatahan pasti tidak dikenakan lock-up dan karenanya dapat ditransaksikan pada saat saham Perseroan dicatatkan di Bursa Efek. Apabila terdapat sisa alokasi saham penjatahan pasti yang tidak dibeli oleh peserta, maka peserta lain yang memenuhi syarat dimungkinkan untuk mengajukan pemesanan saham tambahan dengan jumlah maksimal 1 (satu) kali jumlah saham penjatahan pasti yang telah dialokasikan atas nama peserta yang mengajukan. Apabila total permohonan tambahan melebihi sisa saham yang tersedia, akan dijatahkan secara proporsional. Saham penjatahan pasti tidak dikenakan pajak, namun bilamana di kemudian hari saham tersebut akan dijual, maka akan dikenakan pajak penjualan sesuai peraturan yang berlaku. Berikut ini kriteria karyawan yang mendapatkan alokasi pasti: 1. Karyawan dengan level staf ke atas yang berada di perkebunan maupun kantor pusat 2. Pada bulan Desember 2010 sudah menjadi karyawan tetap 3. Daftar karyawan yang mendapatkan alokasi pasti ditetapkan oleh tim yang ditunjuk oleh Direksi Perseroan dengan memperhatikan masa kerja dan jabatan karyawan.Biaya-biaya yang timbul dalam pelaksanaan program MESA akan ditanggung oleh Perseroan.Hak kepesertaan dalam program MESA akan gugur apabila :1. Karyawan berhenti bekerja dari Perseroan dalam periode lock-up, kecuali apabila karyawan tersebut pensiun;2. Apabila peserta terlibat perkara kriminal dalam kurun waktu lock-up;3. Peserta menyerahkan hak kepesertaannya kepada Perseroan atas kemauan sendiri.Perseroan telah menunjuk pejabat bagian sumberdaya manusia dan hukum Perseroan untuk menjadipengelola MESA.Apabila saham yang dipesan dalam program MESA kurang dari jumlah yang dialokasikan, maka sisanyaakan ditawarkan kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Perdana.Program MESA akan dilaksanakan dan dilaporkan oleh Perseroan dengan mengikuti peraturan danperundang-undangan yang berlaku. 4
  23. 23. Apabila seluruh Saham Yang Ditawarkan Perseroan dalam Penawaran Umum Perdana ini telah terjual,dan program MESA seperti dijelaskan di atas telah diimplementasikan, maka susunan modal saham danpemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah Penawaran Umum Perdana ini, secara proformamenjadi sebagai berikut: Modal Saham Terdiri Dari Saham Biasa Atas Nama Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) Setiap Saham Nilai Nominal Rp100,- Per Saham Sebelum Penawaran Umum Perdana Sesudah Penawaran Umum Perdana Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai % Jumlah Saham Jumlah Nilai % Nominal (Rp) Nominal (Rp)A. Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 10.000.000.000 1.000.000.000.000B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Utama Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 Dwijaya Hadi Surya 754.652.000 75.465.200.000 28,56 754.652.000 75.465.200.000 19,99 SKA 792.684.000 79.268.400.000 30,00 792.684.000 79.268.400.000 21,00 ALS 340.292.000 34.029.200.000 12,88 340.292.000 34.029.200.000 9,02 Masyarakat - - - 1.019.165.000 101.916.500.000 27,00 Manajemen dan Karyawan (MESA) - - - 113.240.500 11.324.050.000 3,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.642.280.000 264.228.000.000 100,00 3.774.685.500 377.468.500.000 100,00C. Saham Dalam Portepel 7.357.720.000 735.772.000.000 6.225.314.500 622.531.450.000Bersamaan dengan pencatatan Saham yang berasal dari Penawaran Umum Perdana ini, yaitu sebesar1.132.405.500 (satu miliar seratus tiga puluh dua juta empat ratus lima ribu lima ratus) Saham BiasaAtas Nama atau 30% (tiga puluh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PenawaranUmum Perdana, maka Perseroan juga akan mencatatkan seluruh Saham Biasa Atas Nama pemegangsaham sebelum Penawaran Umum Perdana sebesar 2.642.280.000 (dua miliar enam ratus empat puluhdua juta dua ratus delapan puluh ribu) saham atau 70% (tujuh puluh persen) dari modal ditempatkandan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana. Dengan demikian, jumlah Saham yang akandicatatkan oleh Perseroan di BEI adalah sebesar 3.774.685.500 (tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh empatjuta enam ratus delapan puluh lima ribu lima ratus) Saham, atau sebesar 100% (seratus persen) darijumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah Penawaran Umum Perdana ini.Perseroan tidak bermaksud untuk mengeluarkan atau mencatatkan saham lain dan/atau efek lain yangdapat dikonversi menjadi Saham dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal PernyataanPendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana ini menjadi Efektif.Risiko terkait dengan kepemilikan atas saham Perseroan yaitu tidak likuidnya Saham Yang Ditawarkanpada penawaran umum ini. Mengingat jumlah Saham Yang Ditawarkan Perseroan tidak terlalu besar,maka terdapat kemungkinan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek akan menjadi tidak likuid.Dengan demikian, Perseroan tidak dapat memprediksi apakah perdagangan saham Perseroan di BursaEfek akan aktif atau likuiditas saham Perseroan akan terjaga. 5
  24. 24. BAB II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUMPerseroan bermaksud menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana atasSaham Yang Ditawarkan, setelah dikurangi biaya emisi yang terkait dengan Penawaran Umum Perdana:1. Sekitar 90% akan digunakan untuk membiayai sebagian program penanaman karet, kelapa sawit dan pembangunan pabrik serta fasilitas lainnya di anak-anak perusahaan dalam bentuk penyertaan saham, dengan rincian sebagai berikut: - PT Agri Bumi Sentosa Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 40% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit di wilayah Kalimantan dan pengembangan kebun kelapa sawit yang belum menghasilkan di wilayah Kalimantan • Pembangunan pabrik kelapa sawit baru dengan kapasitas sekitar 30 ton TBS/jam di wilayah Kalimantan dan pabrik karet baru dengan kapasitas sekitar 150 kg RSS/jam di wilayah Jawa pada tahun 2012 • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 - PT Anugerah Wattindo Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 35% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit dan kebun karet di wilayah Kalimantan • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 - PT Bumi Prada Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 20% Bentuk pengembangan: • Penanaman baru kebun kelapa sawit di wilayah Kalimantan • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 - PT Kintap Jaya Wattindo Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 3% Bentuk pengembangan: Pembangunan pabrik karet remah dengan kapasitas sekitar 1,5 ton/jam di wilayah Kalimantan pada tahun 2012 Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 2011 6
  25. 25. - PT Mulyaningsih Bentuk penyampaian penggunaan dana: Penyertaan modal baru Persentase penggunaan dana: Sekitar 2% Bentuk pengembangan: • Pembangunan pabrik karet lembaran dengan kapasitas sekitar 150 kg RSS/jam di wilayah Jawa pada tahun 2012 • Pembangunan dan penyediaan fasilitas lainnya seperti bangunan, infrastruktur, kendaraan dan lain-lain Pelaksanaan penyertaan: Penerbitan saham baru pada tahun 20112. Sisanya sekitar 10% akan digunakan sebagai biaya perolehan lahan baru, modal kerja Perseroan seperti perluasan sewa kantor, serta belanja modal Perseroan seperti pembelian komputer dan kendaraan Perseroan.Manajemen Perseroan menyatakan bahwa setiap penggunaan dana yang diperoleh dari hasil PenawaranUmum Perdana akan mengikuti ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku. Apabila penggunaandana memenuhi ketentuan kriteria Transaksi Afiliasi, transaksi yang mengandung Benturan Kepentingan,Transaksi Material dan/atau Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka wajib mengikuti PeraturanBapepam-LK No.IX.E.1 dan/atau Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.2Perseroan akan mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdanaini secara periodik kepada Pemegang Saham dalam RUPS dan melaporkan secara berkala kepadaBapepam dan LK sesuai dengan Peraturan X.K.4 dan BEI sesuai dengan Peraturan I-E.Apabila dikemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dananya, makaPerseroan terlebih dahulu akan melaporkannya ke Bapepam dan LK sesuai dengan Peraturan X.K.4dan BEI sesuai dengan Peraturan I-E serta meminta persetujuan RUPS.Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Beban yang Dikeluarkan Dalam RangkaPenawaran Umum Perdana, total beban yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sekitar 3,15% (tigakoma satu lima persen) dari nilai Penawaran Umum Perdana yang meliputi:• Beban jasa untuk Penjamin Emisi Efek sekitar 2,00%, yang terdiri dari : - Beban jasa penyelenggaraan (management fee) sekitar 1,50% - Beban jasa penjaminan (underwriting fee) sekitar 0,25% - Beban jasa penjualan (selling fee) sekitar 0,25%• Beban Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal sekitar 0,40%, yang terdiri dari : - Akuntan Publik sekitar 0,07% - Konsultan Hukum sekitar 0,23% - Notaris sekitar 0,03% - Biro Administrasi Efek sekitar 0,02% - Penilai sekitar 0,05%• Konsultan Keuangan sekitar 0,19%• Lain-lain, antara lain biaya public expose, roadshow, pencatatan di BEI, KSEI, percetakan, iklan dan paparan publik sekitar 0,56%. 7
  26. 26. BAB III. PERNYATAAN HUTANGKeterangan yang ada dalam Bab ini harus dibaca bersama-sama dengan laporan keuangan konsolidasiPerseroan dan Anak Perusahaan beserta catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada Bab XVIpada Prospektus.Tabel berikut di bawah ini menggambarkan hutang Perseroan dan Anak Perusahaan berdasarkanLaporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & Rekan(anggota dari Crowe Horwath) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.Pada tanggal 31 Desember 2010, Perseroan dan Anak Perusahaan mempunyai kewajiban yangseluruhnya berjumlah Rp658.357 juta, terdiri dari kewajiban lancar sebesar Rp134.593 juta, dan kewajibantidak lancar sebesar Rp523.764 juta, dengan perincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan JumlahKewajiban LancarHutang bank 53.500Hutang usaha 17.434Hutang lain-lain 1.400Hutang pajak 14.618Biaya masih harus dibayar 15.083Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Bank 30.157 Hutang sewa pembiayaan 2.401Jumlah Kewajiban Lancar 134.593Kewajiban Tidak LancarGoodwill negatif – bersih 31.644Hutang plasma 6.327Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun Bank 425.877 Hutang sewa pembiayaan 1.831Hutang pihak hubungan istimewa 308Kewajiban imbalan kerja 34.946Kewajiban pajak tangguhan – bersih 22.831Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 523.764JUMLAH KEWAJIBAN 658.3571. KEWAJIBAN LANCARHutang BankHutang bank pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp53.500 juta yang terdiri dari hutangbank Perseroan dan PK sebagai berikut:Indonesia EximbankPada bulan Maret 2007, Perseroan memperoleh fasilitas kredit modal kerja ekspor dari IndonesiaEximbank dengan jumlah maksimum sebesar Rp50.000 juta. Pinjaman ini dikenakan tingkat bungasebesar 12% per tahun (direview setiap 3 bulan) dan dijamin dengan:• Perkebunan karet, bangunan, sarana pelengkap, mesin dan peralatan dengan Sertifikat No. 613/2007 dan No. 1248/2008 atas nama PB.• Fidusia atas kendaraan bermotor milik PB.• Fidusia atas piutang usaha Perseroan.• Fidusia atas persediaan barang dagang Perseroan.• Tanah dengan bukti Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 16 dan No. 11 seluas 610,17 hektar atas nama CMK. 8
  27. 27. Fasilitas ini telah jatuh tempo tanggal 25 Maret 2011 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal29 Maret 2012 sesuai dengan persetujuan Indonesia Eximbank pada tanggal 29 Maret 2011. Padatanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp50.000 juta.Pinjaman ini mencakup persyaratan yang membatasi hak Perseroan antara lain untuk melakukan merger,melakukan konsolidasi usaha, investasi, mengubah anggaran dasar, mengubah status Perseroan,membagikan dividen, mengubah struktur permodalan, mengubah komposisi pemegang saham, mengubahpengurus dan melakukan investasi di luar bidang usaha. Pada tanggal 24 Februari 2011, IndonesiaEximbank memberikan surat persetujuan kepada Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum PerdanaSaham Perseroan dan memberikan surat pembebasan (waiver) terkait dengan beberapa pembatasanyaitu mengubah anggaran dasar, mengubah status Perseroan, mengubah struktur permodalan, mengubahkomposisi pemegang saham, mengubah pengurus dan membagikan dividen.Di samping pembatasan di atas, Perseroan dan anak perusahaan diwajibkan untuk mempertahankanrasio hutang terhadap modal maksimal tidak lebih dari 2,5 kali. Pada tanggal 31 Desember 2010 rasiohutang terhadap modal Perseroan dan anak perusahaan adalah sebesar 1,9 kali.PT Bank Ina PerdanaPada tahun 2008, PK mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesarRp10.000 juta. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 13% per tahun. Fasilitas ini akan jatuh tempopada tanggal 12 September 2011 dan dapat diperpanjang dengan persetujuan PT Bank Ina Perdana.Pinjaman ini dijamin dengan:• Tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1654 dan No. 1655 atas nama Perseroan yang berlokasi di Petojo Selatan, Jakarta Pusat.• Tanah dengan SHGU No. 1, 2 dan 3 yang berlokasi di Margajaya, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten atas nama CP.Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo fasilitas ini sebesar Rp3.500 juta.Pinjaman kepada PT Bank Ina Perdana mencakup persyaratan yang membatasi hak PK (negativecovenants) yang dalam pelaksanaannya membutuhkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT BankIna Perdana. Pada tanggal 24 Februari 2011, PT Bank Ina Perdana telah memberikan pembebasan(waiver) terkait dengan pembatasan pada perjanjian kredit.Hutang UsahaPada tanggal 31 Desember 2010, hutang usaha Perseroan dan Anak Perusahaan adalah sebesarRp17.434 juta yang terutama merupakan hutang atas pembelian pupuk, bibit dan sewa alat berat.Hutang Lain-lainHutang lain-lain Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesarRp1.400 juta.Hutang PajakHutang pajak Perseroan dan Anak Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp14.618juta yang terdiri dari: 9

×