Semester 02
Prodi Kebidanan

Mutu Layanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Modul 6
Kegiatan Belajar 1

Pemantauan Wilayah...
Pengertian

Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan
Anak (PWS-KIA)
adalah suatu alat manajemen
program KIA untuk mel...
Tujuan PWS-KIA
Umum & Khusus
Tujuan Umum :
Terpantaunya cakupan dan mutu pelayanan KIA secara
terus-menerus di setiap wilayah kerja.
Tujuan Khusus :
1. Memantau pelayanan KIA secara Individu melalui Kohort
2. Memantau kemajuan pelayanan KIA dan cakupan in...
Prinsip

Pengelolaan Program KIA
Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta
mutu pelay...
Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini
diutamakan pada kegiatan pokok sebagai berikut :
a) Peningkatan pelayanan antenatal sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di
semua fasilitas kesehatan.
b) Peningkatan pert...
e) Peningkatan deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kebidanan dan neonatus
oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat.
f...
Pelayanan Antenatal

adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa
kehamilannya, d...
Dalam Penerapannya Terdiri Atas:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Timbang berat badan dan ukur tinggi badan.
Ukur tekanan darah.
Nilai S...
Frekuensi pelayanan antenatal
adalah minimal 4 kali selama
kehamilan, dengan ketentuan
waktu pemberian pelayanan yang
dian...
Pertolongan Persalinan

Pada prinsipnya, penolong persalinan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1) Pencegahan i...
Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas

adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca
bersali...
Pelayanan Kesehatan Neonatus

Bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar,
mengetahui s...
Deteksi Dini Faktor Risiko Dan Komplikasi Kebidanan
Dan Neonatus Oleh Tenaga Kesehatan Maupun
Masyarakat

Deteksi dini keh...
Penanganan Komplikasi Kebidanan

adalah pelayanan kepada ibu dengan komplikasi kebidanan untuk mendapat penanganan
definit...
Pelayanan Neonatus Dengan Komplikasi

Diperkirakan sekitar 15% dari bayi lahir hidup akan mengalami komplikasi neonatal. H...
Pelayanan Kesehatan Bayi

adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada
bayi sedik...
Pelayanan Kesehatan Anak Balita

Lima tahun pertama kehidupan, pertumbuhan mental dan intelektual berkembang pesat.
Masa i...
Pelayanan KB Berkualitas

adalah pelayanan KB sesuai standar dengan menghormati hak individu dalam merencanakan
kehamilan ...
Indikator pemantauan program KIA
yang dipakai untuk PWS KIA meliputi indikator yang dapat menggambarkan
keadaan kegiatan p...
(cakupan K1)

Akses Pelayanan Antenatal
Adalah cakupan ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal oleh tenag...
(cakupan K4)

Cakupan Pelayanan Ibu Hamil
Adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan...
(Pn)

Cakupan Persalinan oleh tenaga kesehatan
Adalah cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenag...
(KF3)

Cakupan Pelayanan Nifas Oleh Tenaga Kesehatan
Adalah cakupan pelayanan kepada ibu pada masa 6 jam sampai dengan 42 ...
(KN1)

Cakupan Pelayanan Neonatus Pertama
Adalah cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada 6 - 48 ja...
(KN Lengkap)

Cakupan Pelayanan Kesehatan Neonatus 0 28 hari
Adalah cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai sta...
Deteksi Faktor
Risiko dan Komplikasi Oleh Masyarakat
Adalah cakupan ibu hamil dengan faktor risiko atau komplikasi yang di...
(PK)

Cakupan Penanganan Komplikasi Obstetri
Adalah cakupan Ibu dengan komplikasi kebidanan di suatu wilayah kerja pada ku...
Cakupan
Penanganan Komplikasi Neonatus
Kasus komplikasi yang ditangani adalah seluruh kasus yang ditangani tanpa melihat
h...
(Kunjungan Bayi)

Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi 29 hari 12 bulan
Adalah cakupan bayi yang mendapatkan pelayanan paripur...
Cakupan
Pelayanan Anak Balita (12-59 bulan)
Adalah cakupan anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan sesuai stan...
Cakupan
Pelayanan Kesehatan Anak Balita Sakit yang
dilayani dengan MTBS
Adalah cakupan anak balita (umur 12-59 bulan) yang...
Cakupan Peserta
KB aktif (Contraceptive Prevalence Rate)
Adalah cakupan dari peserta KB yang baru dan lama yang masih akti...
Pengumpulan, Pencatatan dan
Pengolahan Data KIA
A

Pengumpulan dan pengelolaan Data merupakan kegiatan
pokok dari PWS KIA. Data yang dicatat per desa/kelurahan dan
kemudi...
B

Pencatatan Data meliputi : Data sasaran diperoleh sejak saat Bidan
memulai pekerjaan dengan membuat catatan tentang ada...
C

Pengolahan Data, setiap bulan Bidan di desa mengolah data yang
tercantum dalam buku kohort dan dijadikan sebagai bahan ...
Analisis, Penelusuran Data
Kohort, dan Rencana
Tindak Lanjut
A

Analisis adalah suatu pemeriksaan dan evaluasi dari suatu informasi
yang sesuai dan relevant dalam menyeleksi suatu tin...
B

Penelusuran Data Kohort
Penelusuran adalah proses pengamatan seseorang atau obyek yang
bergerak dalam kurun waktu dari ...
C

Rencana Tindak Lanjut
Bagi kepentingan program, analisis PWS KIA ditujukan untuk
menghasilkan suatu keputusan tindak la...
Pelembagaan PWS KIA
adalah pemanfaatan PWS KIA secara teratur dan terus menerus pada semua siklus
pengambilan keputusan un...
Pelaksanaan dan
Pelaporan PWS KIA
Proses yang perlu dilakukan dalam penerapan PWS KIA
dimulai dengan langkah-langkah sosia...
Gambar Refrensi
http://www.bizfilings.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Is-Your-Customer-Service-Overrated.jpeg
http://1...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Modul 6 kb 1 mutu layanan kesehatan dan kebijakan kesehatan

2,415 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,415
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
130
Actions
Shares
0
Downloads
92
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 6 kb 1 mutu layanan kesehatan dan kebijakan kesehatan

  1. 1. Semester 02 Prodi Kebidanan Mutu Layanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Modul 6 Kegiatan Belajar 1 Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013
  2. 2. Pengertian Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) adalah suatu alat manajemen program KIA untuk melakukan pemantauan pelayanan KIA di suatu wilayah kerja secara terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Program KIA yang dimaksud meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, bayi baru lahir, bayi baru lahir dengan komplikasi, bayi, dan balita.
  3. 3. Tujuan PWS-KIA Umum & Khusus
  4. 4. Tujuan Umum : Terpantaunya cakupan dan mutu pelayanan KIA secara terus-menerus di setiap wilayah kerja.
  5. 5. Tujuan Khusus : 1. Memantau pelayanan KIA secara Individu melalui Kohort 2. Memantau kemajuan pelayanan KIA dan cakupan indikator KIA secara teratur (bulanan) dan terus menerus. 3. Menilai kesenjangan pelayanan KIA terhadap standar pelayanan KIA. 4. Menilai kesenjangan pencapaian cakupan indikator KIA terhadap target yang ditetapkan. 5. Menentukan sasaran individu dan wilayah prioritas yang akan ditangani secara intensif berdasarkan besarnya kesenjangan. 6. Merencanakan tindak lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan yang potensial untuk digunakan. 7. Meningkatkan peran aparat setempat dalam penggerakan sasaran dan mobilisasi sumber daya. 8. Meningkatkan peran serta dan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan KIA.
  6. 6. Prinsip Pengelolaan Program KIA Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien.
  7. 7. Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini diutamakan pada kegiatan pokok sebagai berikut :
  8. 8. a) Peningkatan pelayanan antenatal sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di semua fasilitas kesehatan. b) Peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan kompeten diarahkan ke fasilitas kesehatan. c) Peningkatan pelayanan bagi seluruh ibu nifas sesuai standar di semua fasilitas kesehatan. d) Peningkatan pelayanan bagi seluruh neonatus sesuai standar di semua fasilitas kesehatan.
  9. 9. e) Peningkatan deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat. f) Peningkatan penanganan komplikasi kebidanan dan neonatus secara adekuat dan pengamatan secara terus-menerus oleh tenaga kesehatan. g) Peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh bayi sesuai standar di semua fasilitas kesehatan. h) Peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh anak balita sesuai standar di semua fasilitas kesehatan. i) Peningkatan pelayanan KB sesuai standar.
  10. 10. Pelayanan Antenatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK).
  11. 11. Dalam Penerapannya Terdiri Atas: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan. Ukur tekanan darah. Nilai Status Gizi (ukur lingkar lengan atas). Ukur tinggi fundus uteri. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ). Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan. 7. Pemberian Tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan. 8. Test laboratorium (rutin dan khusus). 9. Tatalaksana kasus 10. Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan.
  12. 12. Frekuensi pelayanan antenatal adalah minimal 4 kali selama kehamilan, dengan ketentuan waktu pemberian pelayanan yang dianjurkan sebagai berikut : - Minimal 1 kali pada triwulan pertama. - Minimal 1 kali pada triwulan kedua. - Minimal 2 kali pada triwulan ketiga.
  13. 13. Pertolongan Persalinan Pada prinsipnya, penolong persalinan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) Pencegahan infeksi 2) Metode pertolongan persalinan yang sesuai standar. 3) Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi. 4) Melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). 5) Memberikan Injeksi Vit K 1 dan salep mata pada bayi baru lahir.
  14. 14. Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan. Untuk deteksi dini komplikasi pada ibu nifas diperlukan pemantauan pemeriksaan terhadap ibu nifas dan meningkatkan cakupan KB Pasca Persalinan dengan melakukan kunjungan nifas minimal sebanyak 3 kali
  15. 15. Pelayanan Kesehatan Neonatus Bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan/masalah kesehatan pada neonatus. Risiko terbesar kematian neonatus terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, minggu pertama dan bulan pertama kehidupannya. Sehingga jika bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama.
  16. 16. Deteksi Dini Faktor Risiko Dan Komplikasi Kebidanan Dan Neonatus Oleh Tenaga Kesehatan Maupun Masyarakat Deteksi dini kehamilan dengan faktor risiko adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan ibu hamil yang mempunyai faktor risiko dan komplikasi kebidanan. Kehamilan merupakan proses reproduksi yang normal , tetapi tetap mempunyai risiko untuk terjadinya komplikasi.
  17. 17. Penanganan Komplikasi Kebidanan adalah pelayanan kepada ibu dengan komplikasi kebidanan untuk mendapat penanganan definitif sesuai standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan. Diperkirakan sekitar 15-20 % ibu hamil akan mengalami komplikasi kebidanan. Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan tidak selalu dapat diduga sebelumnya, oleh karenanya semua persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan
  18. 18. Pelayanan Neonatus Dengan Komplikasi Diperkirakan sekitar 15% dari bayi lahir hidup akan mengalami komplikasi neonatal. Hari Pertama kelahiran bayi sangat penting, oleh karena banyak perubahan yang terjadi pada bayi dalam menyesuaikan diri dari kehidupan di dalam rahim kepada kehidupan di luar rahim. Bayi baru lahir yang mengalami gejala sakit dapat cepat memburuk, sehingga bila tidak ditangani dengan adekuat dapat terjadi kematian.
  19. 19. Pelayanan Kesehatan Bayi adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada bayi sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai dengan 11 bulan setelah lahir.
  20. 20. Pelayanan Kesehatan Anak Balita Lima tahun pertama kehidupan, pertumbuhan mental dan intelektual berkembang pesat. Masa ini merupakan masa keemasan atau golden period dimana terbentuk dasar-dasar kemampuan keindraan, berfikir, berbicara serta pertumbuhan mental intelektual yang intensif dan awal pertumbuhan moral.
  21. 21. Pelayanan KB Berkualitas adalah pelayanan KB sesuai standar dengan menghormati hak individu dalam merencanakan kehamilan sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kematian Ibu dan menurunkan tingkat fertilitas (kesuburan) bagi pasangan yang telah cukup memiliki anak (2 anak lebih baik) serta meningkatkan fertilitas bagi pasangan yang ingin mempunyai anak
  22. 22. Indikator pemantauan program KIA yang dipakai untuk PWS KIA meliputi indikator yang dapat menggambarkan keadaan kegiatan pokok dalam program KIA, seperti yang diuraikan dalam prinsip pengelolaan program KIA. Sasaran yang digunakan dalam PWS KIA berdasarkan kurun waktu 1 tahun dengan prinsip konsep wilayah
  23. 23. (cakupan K1) Akses Pelayanan Antenatal Adalah cakupan ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator akses ini digunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan program dalam menggerakkan masyarakat.
  24. 24. (cakupan K4) Cakupan Pelayanan Ibu Hamil Adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar, paling sedikit empat kali dengan distribusi waktu 1 kali pada trimester ke-1, 1 kali pada trimester ke-2 dan 2 kali pada trimester ke-3 disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
  25. 25. (Pn) Cakupan Persalinan oleh tenaga kesehatan Adalah cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan indikator ini dapat diperkirakan proporsi persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan dan ini menggambarkan kemampuan manajemen program KIA dalam pertolongan persalinan sesuai standar.
  26. 26. (KF3) Cakupan Pelayanan Nifas Oleh Tenaga Kesehatan Adalah cakupan pelayanan kepada ibu pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca bersalin sesuai standar paling sedikit 3 kali dengan distribusi waktu 6 jam s/d hari ke-3 (KF1), hari ke-4 s/d hari ke-28 (KF2) dan hari ke-29 s/d hari ke-42 (KF3) setelah bersalin di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
  27. 27. (KN1) Cakupan Pelayanan Neonatus Pertama Adalah cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada 6 - 48 jam setelah lahir di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Dengan indikator ini dapat diketahui akses/jangkauan pelayanan kesehatan neonatal.
  28. 28. (KN Lengkap) Cakupan Pelayanan Kesehatan Neonatus 0 28 hari Adalah cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar paling sedikit tiga kali dengan distribusi waktu 1 kali pada 6 48 jam, 1 kali pada hari ke 3 hari ke 7 dan 1 kali pada hari ke 8 hari ke 28 setelah lahir disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Dengan indikator ini dapat diketahui efektifitas dan kualitas pelayanan kesehatan neonatal.
  29. 29. Deteksi Faktor Risiko dan Komplikasi Oleh Masyarakat Adalah cakupan ibu hamil dengan faktor risiko atau komplikasi yang ditemukan oleh kader atau dukun bayi atau masyarakat serta dirujuk ke tenaga kesehatan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator ini menggambarkan peran serta dan keterlibatanmasyarakat dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas.
  30. 30. (PK) Cakupan Penanganan Komplikasi Obstetri Adalah cakupan Ibu dengan komplikasi kebidanan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani secara definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan. Penanganan definitif adalah penanganan/pemberian tindakan terakhir untuk menyelesaikan permasalahan setiap kasus komplikasi kebidanan
  31. 31. Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatus Kasus komplikasi yang ditangani adalah seluruh kasus yang ditangani tanpa melihat hasilnya hidup atau mati. Indikator ini menunjukkan kemampuan sarana pelayanan kesehatan dalam menangani kasus kasus kegawatdaruratan neonatal, yang kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya, atau dapat dirujuk ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi.
  32. 32. (Kunjungan Bayi) Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi 29 hari 12 bulan Adalah cakupan bayi yang mendapatkan pelayanan paripurna minimal 4 kali yaitu 1 kali pada umur 29 hari 2 bulan, 1 kali pada umur 3-5 bulan, dan satu kali pada umur 6-8 bulan dan 1 kali pada umur 9-11 bulan sesuai standar di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Dengan indikator ini dapat diketahui efektifitas, continuum of care dan kualitas pelayanan kesehatan bayi.
  33. 33. Cakupan Pelayanan Anak Balita (12-59 bulan) Adalah cakupan anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan sesuai standar, meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8x setahun, pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun, pemberian vitamin A 2 x setahun
  34. 34. Cakupan Pelayanan Kesehatan Anak Balita Sakit yang dilayani dengan MTBS Adalah cakupan anak balita (umur 12-59 bulan) yang berobat ke Puskesmas dan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar (MTBS) di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
  35. 35. Cakupan Peserta KB aktif (Contraceptive Prevalence Rate) Adalah cakupan dari peserta KB yang baru dan lama yang masih aktif menggunakan alat dan obat kontrasepsi (alokon) dibandingkan dengan jumlah pasangan usia subur di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator ini menunjukkan jumlah peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai alokon terus-menerus hingga saat ini untuk menunda, menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan.
  36. 36. Pengumpulan, Pencatatan dan Pengolahan Data KIA
  37. 37. A Pengumpulan dan pengelolaan Data merupakan kegiatan pokok dari PWS KIA. Data yang dicatat per desa/kelurahan dan kemudian dikumpulkan di tingkat puskesmas akan dilaporkan sesuai jenjang administrasi. Data yang diperlukan dalam PWS KIA adalah Data Sasaran dan Data Pelayanan.
  38. 38. B Pencatatan Data meliputi : Data sasaran diperoleh sejak saat Bidan memulai pekerjaan dengan membuat catatan tentang adanya ibu yang hamil, neonatus dan anak balita. Data Pelayanan, pencatatan harus dilakukan segera setelah bidan melakukan pelayanan. Pencatatan tersebut diperlukan untuk memantau secara intensif dan terus menerus kondisi dan permasalahan yang ditemukan pada para ibu, bayi dan anak di tempat yang bersangkutan.
  39. 39. C Pengolahan Data, setiap bulan Bidan di desa mengolah data yang tercantum dalam buku kohort dan dijadikan sebagai bahan laporan bulanan KIA. Bidan Koordinator di Puskesmas menerima laporan bulanan tersebut dari semua Bidan dan mengolahnya menjadi laporan dan informasi kemajuan pelayanan KIA bulanan yang disebut PWS KIA. Informasi per desa/kelurahan dan per kecamatan tersebut disajikan dalam bentuk grafik PWS KIA yang harus dibuat oleh tiap Bidan Koordinator.
  40. 40. Analisis, Penelusuran Data Kohort, dan Rencana Tindak Lanjut
  41. 41. A Analisis adalah suatu pemeriksaan dan evaluasi dari suatu informasi yang sesuai dan relevant dalam menyeleksi suatu tindakan yang terbaik dari berbagai macam alternatif variasi. Analisis yang dapat dilakukan mulai dari yang sederhana hingga analisis lanjut sesuai dengan tingkatan penggunaannya. Data yang di analisis adalah data register kohort ibu, bayi dan anak balita serta cakupan.
  42. 42. B Penelusuran Data Kohort Penelusuran adalah proses pengamatan seseorang atau obyek yang bergerak dalam kurun waktu dari lokasi tertentu. Penelusuran dilakukan dalam rangka : 1) Mengidentifikasi kasus/masalah secara individu selama masa hamil, bersalin, masa nifas, neonatus, bayi dan balita. 2) Membangun perencanaan berdasarkan masalah yang spesifik
  43. 43. C Rencana Tindak Lanjut Bagi kepentingan program, analisis PWS KIA ditujukan untuk menghasilkan suatu keputusan tindak lanjut teknis dan non-teknis bagi puskesmas. Keputusan tersebut harus dijabarkan dalam bentuk rencana operasional jangka pendek untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi sesuai dengan spesifikasi daerah.
  44. 44. Pelembagaan PWS KIA adalah pemanfaatan PWS KIA secara teratur dan terus menerus pada semua siklus pengambilan keputusan untuk memantau penyelenggaraan program KIA, di semua tingkatan administrasi pemerintah, baik yang bersifat teknis program maupun yang bersifat koordinatif nonteknis dan lintas sektoral.
  45. 45. Pelaksanaan dan Pelaporan PWS KIA Proses yang perlu dilakukan dalam penerapan PWS KIA dimulai dengan langkah-langkah sosialisasi, fasilitasi dan evaluasi yang diikuti dengan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
  46. 46. Gambar Refrensi http://www.bizfilings.com/blog/wp-content/uploads/2011/11/Is-Your-Customer-Service-Overrated.jpeg http://1.bp.blogspot.com/-VCujmRl8g-c/UZyzua1X4wI/AAAAAAAABN8/YBwZW3msWQQ/s1600/Alat-Kontrasepsi-untuk-Ibu-Menyusui.webp http://3.bp.blogspot.com/-yZ8AKKLCZ-w/UXYT1N6Jv8I/AAAAAAAABAQ/NPBdNw0pD1k/s1600/Penyakit-Preeclampsia-Pada-Ibu-Hamil.webp http://radiogwp.com/wp-content/uploads/2012/10/Ilustrasi-Bidan-berikan-pelayanan-pada-Ibu-hamil.jpg http://4.bp.blogspot.com/-yDsoTuRYFoo/T81kuCycS8I/AAAAAAAAABM/V7-KVX_XudQ/s400/mengejan.jpg http://fitzania.com/wp-content/woo_uploads/453-mom.jpg http://cdn.klimg.com/vemale.com/headline/650x325/2013/09/islam-terhadap-nifas.jpg http://3.bp.blogspot.com/-YohTEc5FzBA/TvYb4WfvFwI/AAAAAAAAAIg/ehu25KO8HkU/s1600/masa+nifas.jpg http://majalahonlinewanitaindonesia.com/wp-content/uploads/2013/04/Perawatan-Ibu-Selama-Masa-Nifas-730x285.jpg http://tari.blogsome.com/images/mesophie.jpg http://3.bp.blogspot.com/-SYqeQOMFjHw/UhLqJKwt_2I/AAAAAAAAFq8/797h1TASqyk/s1600/bayi+baru+lahir.jpg http://balitapedia.com/wp-content/uploads/2013/07/cara_mengatasi_sembelit_sikecil.jpg http://sentanaonline.com/public/images/news/gallery/0803111114.jpg http://1.bp.blogspot.com/-0RGf8EGDTEU/UV49kizNkTI/AAAAAAAAAVc/PcqH-5itcbA/s1600/nutrisi+ibu+hamil.jpg http://2.bp.blogspot.com/-kndpvvbTYi0/T4pGHR5YxSI/AAAAAAAAAWE/RnCq5NdIqho/s1600/antenatal+care.gif http://www.radarbangka.co.id/gambar/berita-pasien-melahirkan-kecewa-layanan-rsud-mase-terpaksa-gendong-jasad-cucunya-di-lorong-rsud-7223_a.jpg http://www.kesehatanmasyarakat.info/wp-content/uploads/2013/01/Mutu-pelayanan-kebidanan.jpg http://3.bp.blogspot.com/-EWT-mMXDM1I/Thnv3eewZcI/AAAAAAAAAqU/jFh-w4WvxrE/s1600/BAYI+MATI.png http://4.bp.blogspot.com/-DAH3pSLO_Hw/T9rRAmvxLxI/AAAAAAAABFI/pDLTi3T1dLI/s1600/bayi-sakit-diperiksa-dokter.jpg http://archief.rnw.nl/data/files/imagecache/rnw_slideshow/images/image/article/2011/04/dukun_bayi1cradio_fas_fm.jpg http://statik.tempo.co/data/2011/06/10/id_79117/79117_620.jpg http://statik.tempo.co/data/2013/03/02/id_170405/170405_620.jpg http://media2.id.88db.com/DB88UploadFiles/2008/01/14/12F1EB96-2219-4F44-A5BC-DB1BB3A0F252.jpg http://static.liputan6.com/201307/bayi-130708-b.jpg http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/imunisasi-polio-dan-campak-pada-balita-di-posyandu-ilustrasi-_120927194400-595.jpg http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/01/1294464104670587773.jpg http://1.bp.blogspot.com/_zbKJf2DPrvw/TLfB4ltXpYI/AAAAAAAAAgE/O4Oyp8-IWX0/s1600/S5031225.JPG http://www.thesaleslion.com/wp-content/uploads/2013/05/writing-first-blog-paragraph.jpg http://www.researchrockstar.com/wp-content/uploads/2011/03/bigstock_Graph_analysis_11233205.jpg http://cdn.webgnomes.org/wp-content/uploads/2012/07/seo-analysis.jpg http://hsfames.files.wordpress.com/2011/08/action-plan.jpg http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/09/1379942676485997663.jpg

×