Modul 1 kb 1 mutu layanan kesehatan dan kebijakan kesehatan

2,101 views
1,846 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,101
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
467
Actions
Shares
0
Downloads
75
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 1 kb 1 mutu layanan kesehatan dan kebijakan kesehatan

  1. 1. Semester 02 Prodi Kebidanan Mutu Layanan Kebidanan dan Kebijakan Kesehatan Modul 1 Kegiatan Belajar 1 Konsep Dasar Mutu Pelayanan Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013
  2. 2. Pengertian Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri dari suatu barang atau jasa, yang di dalamnya terkandung sekaligus pengertian rasa aman atau pemenuhan kebutuhan para pengguna Mutu merujuk pada tingkat kesempurnaan dalam memberikan kepuasan pada pengguna layanan.
  3. 3. Persepsi Mutu Perbedaan persepsi mutudapat disebabkan karena pengaruh latar belakang, pendi dikan, pengetah uan, pekerjaan, pengalaman, lin gkungan dan kepentingan.
  4. 4. 1 Bagi Pemakai Jasa Pelayanan Kesehatan Pasien (konsumen) melihat layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu layanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan dan diselenggarakan dengan cara yang sopan dan santun, tepat waktu, tanggap dan mampu menyembuhkan keluhannya serta mencegah berkembangnya penyakit.
  5. 5. 2 Bagi Pemberi Layanan Kesehatan (provider) mengaitkan layanan kesehatan yang bermutu dengan ketersediaan peralatan, prosedur kerja atau protokol, kebebasan profesi dalam melakukan setiap layanan kesehatan sesuai dengan teknologi kesehatan mutakhir, dan bagaimana keluaran (outcome) atau hasil layanan kesehatan tersebut.
  6. 6. 3 Bagi Penyandang Dana Pelayanan Kesehatan Penyandang dana atau asuransi kesehatan menganggap bahwa layanan kesehatan yang bermutu sebagai suatu layanan kesehatan yang efektif dan efisien. Pasien diharapkan dapat disembuhkan dalam waktu yang sesingkat mungkin sehingga biaya pengobatan dapat menjadi efisien.
  7. 7. 4 Bagi Pemilik Sarana Layanan Kesehatan Pemilik sarana layanan kesehatan berpandangan bahwa layanan kesehatan yang bermutu merupakan layanan kesehatan yang menghasilkan pendapatan yang mampu menutupi biaya operasional dan pemeliharaan, tetapi dengan tarif yang masih terjangkau oleh pasien/masyarakat, yaitu pada tingkat biaya yang tidak mendapat keluhan dari pasien dan masyarakat.
  8. 8. 5 Bagi Administrator Layanan Kesehatan Administrator walau tidak langsung memberikan layanan kesehatan pada masyarakat, ikut bertanggung jawab dalam masalah mutu layanan kesehatan. Administrator dapat menyusun prioritas dalam menyediakan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan pasien serta pemberi layanan kesehatan
  9. 9. Dimensi Mutu pelayanan kesehatan bersifat multidimensi, an tara lain:           Dimensi Kompetensi Teknis Dimensi Keterjangkauan atau Akses Dimensi Efektivitas Dimensi Efisiensi Dimensi Kesinambungan Dimensi Keamanan Dimensi Kenyamanan Dimensi Informasi Dimensi Ketepatan Waktu Dimensi Hubungan Antar Manusia
  10. 10. Dimensi Kompetensi Teknis menyangkut keterampilan, kemampuan, penampilan atau kinerja pemberi layanan kesehatan. Dimensi ini berhubungan dengan bagaimana pemberi layanan kesehatan mengikuti standar layanan kesehatan yang telah disepakati, yang meliputi ketepatan, kepatuhan, kebenaran dan konsistensi.
  11. 11. Dimensi Keterjangkauan atau Akses Artinya layanan kesehatan harus dapat dicapai oleh masyarakat, tidak terhalang oleh keadaan geografis, sosial, ekonomi, organisasi dan bahasa. Akses geografis diukur dengan jarak, lamanya perjalanan, biaya perjalanan, jenis transportasi, dan/atau hambatan fisik lain yang dapat menghalangi seseorang memperoleh layanan kesehatan.
  12. 12. Dimensi Efektivitas Layanan kesehatan harus efektif, artinya harus mampu mengobati atau mengurangi keluhan yang ada, mencegah terjadinya penyakit dan berkembang/meluasnya penyakit yang ada. Efektifitas layanan kesehatan ini bergantung pada bagaimana standar layanan kesehatan itu digunakan dengan tepat, konsisten dan sesuai dengan situasi setempat.
  13. 13. Dimensi Efisiensi Sumber daya kesehatan sangat terbatas. Oleh karena itu dimensi efisiensi kesehatan sangat penting dalam layanan kesehatan. Layanan kesehatan yang efisien dapat melayani lebih banyak pasien dan masyarakat. Layanan kesehatan yang tidak efisien umumnya berbiaya mahal, kurang nyaman bagi pasien, memerlukan waktu lama, dan menimbulkan resiko yang lebih besar pada pasien.
  14. 14. Dimensi Kesinambungan Dimensi kesinambungan layanan kesehatan artinya pasien harus dapat dilayani sesuai dengan kebutuhannya, termasuk rujukan jika diperlukan tanpa mengulangi prosedur diagnosis dan terapi yang tidak perlu. Karena riwayat penyakit pasien terdokumentasi dengan lengkap, akurat dan terkini, layanan kesehatan rujukan yang diperlukan pasien dapat terlaksana dengan tepat, waktu dan tempatnya.
  15. 15. Dimensi Keamanan Maksudnya layanan kesehatan harus aman, baik bagi pasien, pemberi layanan maupun masyarakat sekitarnya. Layanan kesehatan yang bermutu harus aman dari risiko cidera, infeksi, efek samping, atau bahaya lain. Oleh karena itu harus disusun suatu prosedur yang akan menjamin keamanan kedua belah pihak.
  16. 16. Dimensi Kenyamanan tidak berpengaruh langsung dengan efektivitas layanan kesehatan, tetapi mempengaruhi kepuasan pasien/konsumen sehingga mendorong pasien untuk datang berobat kembali ke tempat tersebut. Kenyamanan dan kenikmatan dapat menimbulkan kepercayaan pasien terhadap organisasi layanan kesehatan.
  17. 17. Dimensi Informasi Layanan kesehatan yang bermutu harus mampu memberikan informasi yang jelas tentang apa. Siapa, kapan, dimana dan bagaimana layanan kesehatan itu akan atau telah dilaksanakan. Dimensi informasi ini sangat penting pada tingkat puskesmas dan rumah sakit.
  18. 18. Dimensi Ketepatan Waktu Agar berhasil, layanan kesehatan harus dilakukan dalam waktu dan cara yang tepat, oleh pemberi layanan yang tepat, menggunakan peralatan dan obat yang tepat, serta biaya yang tepat (efisien)
  19. 19. Dimensi Hubungan Antar Manusia Hubungan antarmanusia adalah hubungan antara pemberi layanan kesehatan (provider) dengan pasien atau masyarakat (konsumen), antar sesama pemberi layanan kesehatan, antar atasan-bawahan, dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyarakat dan lain-lain. Hubungan antarmanusia yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan kredibilitas dengan cara saling menghargai, menjaga rahasia, saling menghormati, responsif, memberi perhatian, dan lain-
  20. 20. Dimensi Mutu pelayanan kesehatan bersifat multidimensi, an tara lain:           Dimensi Kompetensi Teknis Dimensi Keterjangkauan atau Akses Dimensi Efektivitas Dimensi Efisiensi Dimensi Kesinambungan Dimensi Keamanan Dimensi Kenyamanan Dimensi Informasi Dimensi Ketepatan Waktu Dimensi Hubungan Antar Manusia
  21. 21. Manfaat Program Jaminan Mutu Program menjaga mutu adalah suatu upaya yang dilakukan secara berkesinambungan, sistematis, objektif dan terpadu dalam menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan berdasarkan standar yang telah ditetapkan, menetapkan dan melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dengan kemampuan yang tersedia, serta menilai hasil yang dicapai dan menyusun saran-saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan.
  22. 22. Dapat Meningkatkan Efektifitas Pelayanan Kesehatan Peningkatan efektifitas pelayanan kesehatan ini erat hubungannya dengan dapat di atasinya masalah kesehatan secara tepat, karena pelayanan kesehatan yang diselenggarakan telah sesuai dengan kmajuan ilmu dan teknologi dan ataupun standar yang telah ditetapkan.
  23. 23. Dapat meningkatkan Efisiensi pelayanan kesehatan Peningkatan efisiensi yang dimaksudkan ini erat hubungannya dengan dapat dicegahnya pelayanan kesehatan yang dibawah standar dan ataupun yang berlebihan. Biaya tambahan karena harus menangani efek samping atau komplikasi karena pelayanan kesehatan dibawah standar dapat dihindari. Demikian pula halnya mutu pemakaian sumber daya yang tidak pada tempatnya yang ditemukan pada pelayanan yang berlebihan.
  24. 24. Dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan Peningkatan penerimaan ini erat hubungannya dengan telah sesuainya pelayanan kesehatan dengan kebutuhan dan tuntutan pemakai jasa pelayanan. Apabila peningkatan penerimaan ini dapat diwujudkan, pada gilirannya pasti akan berperanan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
  25. 25. Dapat melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dan kemungkinan timbulnya gugatan Hukum Pada saat ini sebagai akibat makin baiknya tingkat pendidikan masyarakat, maka kesadaran hukum masyarakat juga telah semakin meningkat. Untuk mencegah kemungkinan gugatan hukum terhadap penyelenggara pelayanan kesehatan, antara lain karena ketidak puasan terhadap pelayanan kesehatan, perlulah diselenggarakan pelayanan kesehatan yang sebaikbaiknya.
  26. 26. Gambar Refrensi http://resources3.news.com.au/images/2013/06/04/1226581/414319-doctor-and-patient.jpg http://healthcaremarketinggroup.com/wordpress/wp-content/uploads/2013/06/doctor-patient-relationship.jpg http://www.qic-intl.com/blog/img/Quality-1-1024x1024.jpg http://yoursocialmediamogul.com/wp-content/uploads/2011/04/quality.jpg http://www.klikdokter.com/userfiles/Obat_Rasional.jpg http://allhealthcare.monster.com/nfs/allhealthcare/attachment_images/0001/3424/hospital_admin_crop380w.jpg?1212546943 http://img.bollycurry.com/wallpapers/1280x1024/12523-nausheen-ali-sardar-check-up-her-patient.jpg http://umanitoba.ca/outreach/evidencenetwork/wp-content/uploads/2011/02/LARGE_PATIENT-PAYS-TOPIC_162235855.jpg http://www.fajar.co.id/nasional/__icsFiles/afieldfile/2013/06/25/20120413pelayanan-kesehatan.jpg http://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&docid=rx8b_ZgnGp43WM&tbnid=RQcfDaen5cwZYM:&ved=&url=h ttp%3A%2F%2Fwww.jasaraharja.co.id%2Fpelayanan-kesehatan-gratis-di-desa-calon-binaan-jrbengkulu%2C157792.html&ei=Ll5GUpG9KM6qrAfYzYD4BQ&psig=AFQjCNFSKI2ouGNd6VYHwzSKErGcaNahg&ust=1380429742778892 http://farm1.static.flickr.com/195/504212595_56388484f9.jpg http://rozar.blog.com/files/2012/10/IMG_20121031_083414.jpg http://ww1.prweb.com/prfiles/2005/06/28/256151/PatientComplaintHandlingSoftware.jpg http://www.chronogram.com/imager/dr-james-nitzkorski-practices-out-of-the-health-quest-medical-practicesur/b/original/2130495/c743/Health-Care_HealthQuest_DHQ-159.gif http://www.semerufm.net/wp-content/uploads/kesehatan.jpg http://4.bp.blogspot.com/-64lcVB07PMI/T2l8wteixuI/AAAAAAAAArw/ZbQ3xLm5MHA/s1600/17032012106.jpg http://www.aihi.unsw.edu.au/sites/default/files/styles/project_large/public/project/pictures/1336970427_psp_image_2.jpg http://anandashramcommunity.files.wordpress.com/2010/09/medical-camp.jpg http://www.genengnews.com/media/images/GENHighlight/Nov2_2010_10029538_AsianPatientHospital_LillySetsUpShanghaiDiabe tesCenter7919312781.jpg http://emeraldelz.files.wordpress.com/2012/01/pelayanan-kesehatan.jpg http://puskesmasba1.files.wordpress.com/2009/05/p1010034.jpg http://money.usnews.com/dbimages/master/15257/FE_PR_EfficientHome_Audit.jpg http://it-lex.org/wp-content/uploads/2012/07/thumbs_up.jpg

×