Pemberdayaan Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

2,882 views

Published on

Materi Pemberdayaan Wakaf untuk Kesejahteraan Umat yang pernah saya bawakan untuk Seminar di Universitas Ibnu Khaldun Bogor

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,882
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
122
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pemberdayaan Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

  1. 1. Oleh: Urip Budiarto Pemberdayaan Wakaf untuk Kesejahteraan Umat
  2. 2. WAKAF: • Syar’i: Menahan harta dan mengalirkan manfaatnya di jalan Allah, untuk kepentingan Islam. • UU no 41/2004: “Perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah”
  3. 3. Konteks Anjuran Berwakaf Al Qur’an Surat Ali Imron ayat 92 Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) Zakat itu membersihkan, Sedekah itu melengkapi, dan Wakaf itu menyempurnakan ibadah harta seseorang. Seperti halnya kaidah wakof dalam tajwid pembacaan alquran, dan wukuf sebagai kesempurnaan haji. sebelum kamu menafkahkan sebagian harta Sebagian harta adalah sesuatu yang relatif, tapi seringkali diasumsikan dengan setengah. Berpatokan pada zakat saja sebagai ibadah harta belum mencerminkan tanda syukur dan pengorbanan. dari apa yang paling kamu cintai. Adalah permintaan Allah bahwa yang seharusnya disedekahkan adalah yang paling kita cintai, bukan sebagian yang tidak kita sukai. Tapi belum banyak orang yang berwakaf aset-aset yang menguntungkan, seperti rumah kos, tanah pinggir jalan, ruko, apartemen, hotel, deposito, dsb
  4. 4. Konteks Anjuran Berwakaf Hadist Riwayat Muslim Apabila seorang manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali dari tiga sumber, Manusia hanya mampu beribadah selama dia hidup. Shalat, zakat, puasa, haji tidak lagi bisa dilakukan saat sudah wafat. Sementara setelah wafat, masa dunia berganti masa alam barzah yang sangat panjang hingga Yaumil Hisab ditetapkan oleh Allah. Masa alam barzah yang panjang ini tentu akan sangat membahagiakan jika “tabungan pahala” masih terus mengalir kepada nya. yaitu sedekah jariah (wakaf), Sedekah yang digunakan untuk sesuatu yang bisa memberikan manfaat yang terus mengalir ilmu pengetahuan yang bisa diambil manfaatnya, Kebaikan dan kebermanfaatan atas ilmu menjadi pahala yang terus mengalir dan anak soleh yang mendoakannya. Anak soleh yang terus hadir dari generasi ke generasi akan memberikan kemaslahatan umat dan menjadi wasilah pahala yang terus mengalir
  5. 5. Fakta Wakaf Indonesia Data Analogi Luas Lahan Wakaf Indonesia sebesar 3.492.045.373 m2 (3,3 milyar m2 = 349.204,5 ha) 5 kali luas Singapura, 5 kali luas Jakarta Jumlah lahan wakaf Indonesia 420.003 lokasi Jika mengunjungi 3 lahan wakaf per hari, maka baru akan selesai dalam 383 tahun Estimasi lahan wakaf senilai Rp. 600 trilyun Setara ¼ hutang Indonesia (2.273 trilyun), 171 kali aset wakaf Singapura (3,5 trilyun) Pendapatan Surplus Wakaf : BELUM ADA DATA Singapura: SGD 3,5 million / tahun (Rp. 30 milyar per tahun) >> WAKAF INDONESIA SEHARUSNYA BISA MENCAPAI 171 X SINGAPURA >> Rp. 5,3 Trilyun/tahun
  6. 6. Fakta Wakaf Indonesia Tanah Wakaf untuk Fasilitas Publik 79 55 9 3 3 1 1 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Prosentase Masjid/Mushalla Lembaga Pendidikan Kompleks Pekuburan Panti Asuhan Jalan, Perkantoran, WC Umum Sarana Kesehatan Sarana Olahraga
  7. 7. Realita Kesadaran Berwakaf • Dari 100 orang pembayar zakat, hanya 7 orang yang sudah aktif berwakaf tunai (Sumber: Dompet Dhuafa) • 2 dari 10 muslim belum memahami detail tentang wakaf, merasa cukup dengan zakat dan sedekah (biasa). • Lahan yang akan diwakafkan seringkali berupa lahan yang: – Berada jauh di pedalaman – Tidak mampu lagi diurus oleh pemilik – Sulit untuk dijual – Ada permasalahan sengketa
  8. 8. Fakta Nazir Indonesia Nazir di Indonesia belum dilakukan secara profesional sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Bahasa dan Budaya yang dilakukan oleh UIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2006 yang meneliti 500 responden nazir di 11 provinsi. Kesimpulannya: • 77% Nazir tidak produktif alias diam. Sisanya juga tidak sempurna produktif. • 84% nazir sambilan dan 16% yang fokus. • 70% harta wakaf dalam bentuk mesjid, 59% berada di perdesaan, • 66% harta wakaf dikelola secara tradisional atau perseorangan, sisanya dikelola secara badan hukum
  9. 9. Wakaf Produktif: Pengelolaan aset wakaf yang berorientasi kepada keuntungan sehingga mampu membiayai aset itu sendiri (mandiri) serta mampu berkontribusi kepada kesejahteraan dan kemaslahatan umat
  10. 10. Amanah Wakaf Produktif UU 41/2004 Pasal Bunyi Pasal Lalu Bagaimana Kalau … Pasal 5 Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Mayoritas aset wakaf untuk hanya sebagai sarana ibadah dan sosial semata? Tidakkah menggerakkan ekonomi juga adalah ibadah? Pasal 43 ayat 2 Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara produktif. Menjadi sarana sosial? Apakah bisa disebut produktif? Jika jawabnya “TIDAK”, apakah Nazhir berarti melawan hukum? Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas, Nazhir dapat menerima imbalan dari hasil bersih atas pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf yang besarnya tidak melebihi 10% (sepuluh persen). Aset wakaf adalah aset sosial, dihitung dari mana hak nazir yang 10%? Dari pendapatan infak, total beban pemeliharaan, atau apa? Pasal 67 ayat 3 Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan atau mengambil fasilitas atas hasil pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf melebihi jumlah yang ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah). Aturan ini ditegakkan? Nazir pengurus masjid, pesantren, panti asuhan yatim, bagaimana nasibnya?
  11. 11. Wakaf Terbaik “Umar telah memperoleh bagian tanah di Khaibar, lalu dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seraya berkata, "Aku telah mendapatkan bagian tanah, yang mana saya tidak memperoleh harta yang paling berharga bagiku selain sebidang tanah ini, maka apa yang akan engkau perintahkan kepadaku dengan sebidang tanah ini?” Lalu beliau bersabda, "Jika engkau menghendaki wakafkanlah tanah tersebut (engkau tahan tanahnya) dan sedekahkan hasilnya," Lalu Umar radhiyallahu ‘anhu menyedekahkan hasilnya. Sungguh tanah ini tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan dan tidak boleh diwariskan, tetapi diinfakkan hasilnya untuk fuqara`, kerabat, untuk membebaskan budak, untuk kepentingan di jalan Allah subhanahu wata’ala, untuk menjamu tamu dan untuk ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan). Tidak ada dosa bagi yang mengurusinya, apabila dia memakan sebagian hasilnya secara ma'ruf, atau memberi makan temannya tanpa menimbun hasilnya. (HR.al-Bukhari no.2565, Muslim no.3085).
  12. 12. Trilogi Kejayaan Umat Untuk kehidupan berbangsa yang religius, beradab, dan penuh keberkahan Allah Untuk mempermudah kehidupan manusia dan menciptakan dunia yang lebih baik Untuk memastikan kesejahteraan ekonomi yang berkeadilan dan meminimalisasi kesenjangan kaya-miskin Ilmu Teknologi SDM yang Sholeh Wakaf
  13. 13. Contoh Wakaf Produktif (1) International Islamic Relief Organization Saudi Arabia (IIROSA) telah melaunching 6 proyek wakaf di Mekkah dengan dana SR 470 juta dengan perkiraan keuntungan SR 45 juta yang akan digunakan kepentingan sosial: 1. Proyek Bayt Allah Waqf 11 lantai rumah dan gedung komersial. Keuntungan dari proyek ini digunakan membangun 370 mesjid di 18 negara 2. The Orphan Waqf, hotel 30 lantai yang keuntungannya digunakan untuk membiayai anak-anak yatim di 28 negara 3. The Educational Care Waqf, tower 22 lantai yang keuntungannya digunakan untuk membiayai 30 institusi pendidikan di seluruh dunia.
  14. 14. Contoh Wakaf Produktif (2) 4. Social Development Waqf, gedung 10 lantai yang keuntungannya digunakan untuk program rehabilitasi dan pelatihan keterampilan untuk satu juta orang di 97 negara. 5. The Da’wa Waqf, gedung 28 lantai yang keuntungannya akan digunakan untuk beasiswa 13000 mahasiswa, 720 mubaligh di 365 Center-center Islam di seluruh dunia 6. The Health care waqf, gedung 25 lantai keuntungannya akan dipergunakan untuk kepentingan kesehatan 33 juta orang di 285 Rumah sakit.
  15. 15. Contoh Wakaf Produktif (3) Singapura memiliki aset wakaf Rp. 3,5 trilyun. • Mendirikan “Warees” sebagai Perusahaan Pengelola Wakaf. Mereka menginvestasikan dana waqf mereka dalam bentuk musyarakah di berbagai outlet makanan. • Mereka mendapatkan waqf dari potongan gaji setiap bulannya dari masyarakat muslim Singapur. • Warees juga menginvestasikan dananya pada sentra bisnis yang dikelola oleh orang-orang Islam
  16. 16. Profil Kenaziran Wakaf Yayasan Dompet Dhuafa Republika
  17. 17. Visi & Misi Visi Menjadi lembaga terdepan yang terpercaya dan handal dalam menggalang dan mengelola sumberdaya wakaf secara produktif, profesional dan amanah sehingga mampu berperan aktif meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misi 1. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya potensi dan peran wakaf 2. Menggalang seluas-luasnya dukungan sumberdaya wakaf masyarakat 3. Memastikan pengelolaan yang optimal seluruh harta wakaf sehingga dapat memberikan hasil, surplus dan manfaat nyata 4. Menjalin sinergi dengan seluruh stakeholder yang terkait dalam meningkatkan peran aktif wakaf
  18. 18. Legalitas • Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf serta dana lain yang halal dan legal baik dari perorangan, kelompok atau perusahaan/lembaga. • Berbentuk Yayasan, Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal 14 September 1994, diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL • Surat Keputusan Nomor 439 Tahun 2001 tentang PENGUKUHAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional. • Terdaftar di Badan Wakaf Indonesia sebagai Nazhir pada 16 Juni 2011, dengan nomor pendaftaran: 36.74.3.1.00001
  19. 19. Pengembangan Wakaf • Sejak lahir tahun 1993, Dompet Dhuafa baru menggalakkan wakaf sejak tahun 2000. • Tuntutan menggalakkan wakaf seiring kebutuhan untuk melengkapi fasilitas fisik program-program sosial berbasis ZIS yang dilaksanakan hingga saat ini. • Program wakaf kategori ini antara lain: – Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (Rp. 2 milyar, 2001) – Sekolah Gratis Smart Ekselensia Indonesia (Rp. 4,5 milyar, 2004) – Wisma Muallaf (Rp. 1 milyar, 2008) – Rumah Sakit Gratis – RS. Rumah Sehat Terpadu (Rp. 50 milyar, 2009 – 2012)
  20. 20. Wakaf Produktif • Mengikuti perkembangan lahirnya UU no 41 tahun 2004 yang mengarah kepada produktivitas wakaf, Dompet Dhuafa melahirkan “brand” Tabung Wakaf Indonesia untuk berkiprah di area wakaf produktif pada 14 Juli 2005 • Tabung Wakaf Indonesia berfungsi untuk mengedukasi, menggalang, serta mengelola sumber daya wakaf masyarakat untuk diproduktifkan.
  21. 21. Komponen Kinerja Penghimpunan Pengelolaan Aset Operasional Lembaga
  22. 22. Data Penghimpunan Wakaf Melalui Uang (juta) - 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 2009 2010 2011 2012 2013 Millions Sosial Produktif
  23. 23. Penerimaan Wakaf Aset Besar *s/d 21 Agustus 2013 • Gedung Wardah dan Jannah, Villa Ilhami (Islamic Village), Karawaci, Tangerang (2009 – appraisal Rp. 6,5 milyar) • Sekolah TK, SD, SMP Al Syukro Universal Ciputat (2010, appraisal Rp. 34 milyar) • Sekolah TK, SD, SMP Semen Cibinong (HOLCIM), Narogong, Klapanunggal, Bogor (2011, appraisal Rp. 21 milyar)
  24. 24. Strategi Penghimpunan Wakaf Marketing Communication • Media Cetak • Radio • Televisi • Online • Media Luar Ruang Direct Marketing • Konter Mal • Event Komunitas • Direct Mail/Email • Teledonasi Donors Relation Management • Laporan Konsolidasi Donasi • Visitasi Donatur • SMS Reminder • Email Reminder • Call Center Donasi
  25. 25. Kampanye Tematik Wakaf
  26. 26. Strategi Pengelolaan Wakaf Feasible Economic Scale Core CompetenceOptimum Benefit Grow
  27. 27. Manajemen Pengelolaan Aset • Pengelompokan aset menjadi empat kategori 1. Properti Sosial : – Digunakan langsung untuk kebutuhan program sosial 2. Properti Komersial – Berbasis sewa-menyewa 3. Bisnis Sosial – Berbasis pengelolaan usaha 4. Surat Berharga Pasar Modal (Saham) – Berbasis analisa managemen resiko pasar modal dengan mengedepankan prinsip syariah, fundamental perusahaan dan potensi deviden yang optimal.
  28. 28. Struktur Manajemen Direktorat Zakat dan Wakaf Pimpinan Pengelola Wakaf Property Management Business Developement Legal Finance & Operation Wakaf Resources Mobilization Direktorat Resources Mobilization
  29. 29. Manajemen Pengelolaan Aset • Pengalokasian Surplus Wakaf 1. Maukuf Alaih: – Minimal 50% Surplus » 50% untuk program pendidikan dhuafa » 30% untuk program kesehatan dhuafa » 20% untuk program pemberdayaan ekonomi dhuafa 2. Maintenance dan Reinvestasi: – Maksimal 40% Surplus – Jika kurang, maka akan disubsidi dari dana infak umum 3. Hak Nadzir (Pengelola) – Maksimal 10% Surplus – Jika kurang, maka akan disubsidi dari dana operasional amil
  30. 30. Portofolio Aset Wakaf Sosial: Gedung Layanan Kesehatan Cuma-cuma Wisma Muallaf Gedung Lembaga Pengembangan Insani RS. Rumah Sehat Terpadu
  31. 31. RS Rumah Sehat Terpadu:
  32. 32. Portofolio Aset Wakaf: Properti Komersial Ruko Depok Wardah Training & Meeting Center Rumah Sewa Ciledug Philanthropy Building Buncit
  33. 33. Project on Progress: Properti Komersial
  34. 34. Portofolio Aset Wakaf: Bisnis Sosial Sekolah Semen Cibinong Sekolah Al Syukro Universal Wakala Dinar - Dirham Lapangan Futsal Ciputat
  35. 35. Portofolio Aset Wakaf: Saham
  36. 36. 62 Beasiswa Mahasiswa 204 KK Gapoktan Al Ikhwan, Ds. Sukaraharja, Cianjur 75 Pasien Dhuafa 2011 Surplus: Rp. 289,4 juta Alokasi Mauquf Alaih: Rp. 144,7 juta
  37. 37. 218 Guru Program Pengembangan Kualitas Guru 81 Pasien Dhuafa 2012 Surplus: Rp. 272,9 juta Alokasi Mauquf Alaih: Rp. 136,4 juta 150 KK Koperasi Wanita Bintang Fajar, Wasior, Papua
  38. 38. • Dukungan Birokrasi • Kecepatan Penghimpunan • Insentif Pajak • Panduan Peraturan Wakaf • Kompetensi SDM • Anggaran Operasional • Panduan Standar Akuntansi Keuangan • Pemahaman Wakaf di Masyarakat • Keterbatasan Anggaran Penghimpunan Tantangan Pengembangan Penghimpunan Pengelolaan Aset Operasional Lembaga
  39. 39. Terima kasih Urip Budiarto urip@dompetdhuafa.org Twitter: @uripbudiarto Hp. 0811.830.4588

×