SUMBER DAYA ALAM (PERBAIKAN SLIDE)

2,067 views
1,838 views

Published on

MATERI UAS GASAL BAB 2

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,067
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
95
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

SUMBER DAYA ALAM (PERBAIKAN SLIDE)

  1. 1. SUMBER DAYA ALAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014
  2. 2. • Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. • Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. • Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. • Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
  3. 3. 1. Menghargai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakanwaktu dengan segala perubahannya 2. Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, peduli, menghargai dan bertanggung jawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi, dan politik 3. Memahami aspek keruangan dan konektivitas antarruang dan waktu dalam lingkup regional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan politik) 4. Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi 5. Mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar
  4. 4. PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM Semua kekayaan alam baik yang berupa makhluk hidup maupun benda mati yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia.
  5. 5. JENIS – JENIS SUMBER DAYA ALAM Berdasarkan kemungkinan pemulihannya atau kecepatan habisnya: • SDA dapat diperbarui dibagi 2 yaitu: nabati dan hewani • SDA tidak dapat diperbarui Materinya • SDA Hayati/organik • SDA Nonhayati/ anorganik Habitatnya • SDA terestris • SDA akuatik
  6. 6. SUMBER DAYA UDARA Udara terdiri atas tiga unsur utama, yaitu udara kering, uap air, dan aerosol. Komponen Penyusun Udara
  7. 7. SUMBER DAYA UDARA • Persebaran uap air bergantung pada intensitas atau tingkat penyinaran matahari dan keberadaan tubuh-tubuh air di suatu wilayah • Aerosol merupakan benda-benda berukuran kecil yang karena beratnya sangat ringan, ia mampu melayanglayang di udara. • Aerosol dapat berupa partikel berbentuk garam, karbon, sulfat, nitrat, garam natrium, kalsium, kalium, silikat, partikel-partikel dari gunung berapi, dan lain-lain. • Aerosol dengan mudah dapat kita lihat ketika ada cahaya matahari yang masuk lewat celah pada suatu bangunan. • Benda-benda kecil yang melayang-layang akan terlihat dengan
  8. 8. SUMBER DAYA UDARA         Troposfer ( 0 - 12 km) Tropopause (batas/garis khayal) Stratosfer (12 – 50 km) Stratopause (batas/ garis khayal) Mesosfer (50 – 80 km) Mesopause (batas/ garis khayal) Thermosfer (80 – 100 km) Eksosfer (lapisan paling luar)
  9. 9. MANFAAT SUMBER DAYA UDARA
  10. 10. MANFAAT SUMBER DAYA UDARA  Menyediakan gas bagi kehidupan  Melindungi bumi dari radiasi matahari  Melindungi bumi dari benda-benda langit  Membawa perubahan di bumi seperti : angin, hujan, awan, dan siklus air  Memberi pengaruh fisik dan keindahan bumi
  11. 11. SUMBER DAYA TANAH
  12. 12. bahan induk vulkanik (tanah andosol, tanah regosol) sifat batuan induknya bahan induk bukan Vulkanik(kapur, litosol, latosol, o rganosol/gambut, lempung/tanah liat, Aluvial) organik atau humus
  13. 13. SUMBER DAYA TANAH
  14. 14. SUMBER DAYA TANAH
  15. 15. SUMBER DAYA TANAH
  16. 16. SUMBER DAYA TANAH
  17. 17. SUMBER DAYA TANAH
  18. 18. SUMBER DAYA TANAH
  19. 19. SUMBER DAYA TAMBANG
  20. 20. SUMBER DAYA TAMBANG
  21. 21. SUMBER DAYA TAMBANG Menurut UU No.11 Tahun 1967, bahan tambang tergolong menjadi 3 jenis, yakni 1. Golongan A (yang disebut sebagai bahan strategis), barang yang penting bagi pertahanan, keamanan dan strategis untuk menjamin perekonomian negara dan sebagian besar hanya diizinkan untuk dimiliki oleh pihak pemerintah, contohnya minyak, uranium dan plutonium. 2. Golongan B (bahan vital), dapat menjamin hayat hidup orang banyak, contohnya emas, perak, besi dan tembaga. 3. Golongan C (bahan tidak strategis dan tidak vital), bahan yang tidak dianggap langsung mempengaruhi hayat hidup orang banyak, contohnya garam, pasir, marmer, batu kapur dan asbes. Industri pertambangan
  22. 22. SUMBER DAYA TAMBANG MACAM – MACAM BARANG TAMBANG Migas Batu Bara Bauksit Pasir Besi Emas Timah Tembaga Nikel Aspal Mangaan Belerang Marmer Yodium
  23. 23. SUMBER DAYA TAMBANG No. Barang Tambang Wilayah Persebaran Manfaat Barang Tambang Peruasahaan Yang Bergerak Di bidang Tambang 1. Minyak & Gas Ada di slide tersendiri sumber energi utama PT. Caltex, Stanvac, yang saat ini banyak Japec, Refican, Pt. dipakai Pertamina, PT. Shell untuk keperluan industri, tranportasi, dan rumah tangga 2. Batubara Kalimantan terdapat di Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim) Sumber energi pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia
  24. 24. Minyak Bumi dan Gas Produksi minyak bumi pertama di Indonesia adalah di Majalengka, JawaBarat. Pengeboran dilakukan oleh orang Belanda bernama J. Reerink pada tahun 1871. Pengeboran dilakukan dengan bantuan tenaga lembu dan menghasilkan 6.000 liter minyak bumi.
  25. 25. Lampiran Wilayah Persebaran Tambang Minyak Bumi
  26. 26. SUMBER DAYA TAMBANG No. Barang Wilayah Persebaran Tambang 3. Bauksit 4. Pasir Besi Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan) 5. Emas Manfaat Barang Tambang Riau (Pulau Bintan) industri keramik, logam, dan Kalimantan Barat kimia, dan matulergi (Singkawang) industri logam besi dan industri semen Nanggroe Aceh perhiasan Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Perusahaan yang bergerak dibidangnya PT. Antam (Aneka Tambang merupakan perusahaan BUMN) PT. Antam PT. Antam
  27. 27. SUMBER DAYA TAMBANG No. Barang Tambang Wilayah Persebaran Manfaat Barang Tambang 6. Timah Sungai Liat (Pulau Bangka), Manggara (Pulau Belitung), dan Dabo (Pulau Singkep) serta Pulau Karimun bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata 7. Tembaga Papua, Provinsi Maluku industri peralatan listrik, industri konstruksi, pesawat terbang, kapal laut, atap, pipa ledeng, dekorasi rumah, mesinmesin pertanian, pengatur suhu ruangan Perusahaan yang bergerak di bidangnya PT. Freeport
  28. 28. SUMBER DAYA TAMBANG No. 8. Barang Wilayah Persebaran Tambang Nikel daerah Soroako, Sulawesi Tenggara Manfaat Barang Tambang bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam Perusahaan yang bergerak dibidangnya PT. Antam
  29. 29. SUMBER DAYA AIR  Air di Indonesia tersedia dalam berbagai bentuk, yaitu air hujan, air danau, air sungai, dan air tanah.  Supaya jumlah air di bumi ini tidak menyusut maka perlu adanya siklus air.  Siklus air dibagi 3: 1. Siklus Pendek : lautan – awan – hujan – lautan 2. Siklus Sedang : lautan – awan – hujan – daratan – sungai 3. Siklus Panjang : lautan – awan/kristal es – daratan – sungai/sungai es – lautan
  30. 30. SUMBER DAYA AIR
  31. 31. JENIS PERAIRAN DARAT PERAIRAN DARAT SUNGAI HUJAN GLETSER CAMPURAN DANAU RAWA HUJAN TANAH sungai yang berasal dari hujan. sungai yang airnya berasal dari gletser atau bongkahan es yang mencair. sungai yang airnya berasal dari hujan dan salju yang mencair.
  32. 32. JENIS PERAIRAN DARAT Perairan Darat Sungai Danau Rawa Vulkanik Tektonik Tektovulkanik Hujan Tanah Danau Kelimutu (Flores), Segara Anak (Rinjani), Kawah Ijen, Batur, Bratan, Kawah Kelud, Danau Sarangan, dan Danau Kerinci Danau Tempe, Danau Tondano, Danau Towuti, Danau Poso di Sulawesi, Danau Maninjau, Danau Takengon, dan Danau Singkarak di Sumatra. Danau Toba di Sumatra Pelarutan (karst/dolina) Ladam atau tapal kuda (oxbow lake) Bendungan / Waduk Waduk Jatiluhur, Cirata, Saguling, Karangkates, Gajahmungkur ,dan lain-lain.
  33. 33. SUMBER DAYA LAUT • Kekayaan lain dari sumber daya laut adalah sumber daya alam berupa perikanan, mangrove, terumbu karang, dan lain-lain
  34. 34. SUMBER DAYA LAUT
  35. 35. SUMBER DAYA LAUT Hutan Mangrove Fungsi ekologis hutan mangrove Fungsi ekonomis hutan mangrove 1. sebagai habitat atau tempat hidup binatang laut untuk berlindung, 2. mencari makan, atau berkembang biak. 3. melindungi pantai dari abrasi air laut 1. Penduduk biasanya memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar dan bahan pembuat arang. 2. Kayu bakau dapat juga dijadikan bahan pembuat kertas.
  36. 36. SUMBER DAYA LAUT
  37. 37. Terumbu Karang  Terumbu karang merupakan terumbu yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral.  Terumbu itu sendiri berarti batuan sedimen kapur di laut.  Koral adalah binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya.  Jika ribuan koral membentuk koloni, mereka akan membentuk karang.
  38. 38. Terumbu Karang Adapun gambaran tentang manfaat terumbu karang tersebut adalah sebagai berikut: 1. Manfaat ekonomi, yaitu sebagai sumber makanan, obatobatan, dan objek wisata bahari. 2. Manfaat ekologis, yaitu mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat berakibat terjadinya abrasi. 3. Manfaat sosial ekonomi, yaitu sebagai sumber perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan para nelayan. 4. Terumbu karang juga menjadi daya tarik objek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan penduduk sekitar dari pariswisata.
  39. 39. Mengapa terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia?  Terumbu karang juga akan tumbuh dengan baik pada kondisi air yang jernih dan dangkal.  Kedalaman air yang baik untuk pertumbuhan terumbu karang tidak lebih dari 18 meter.  Jika lebih besar dari kedalaman tersebut, pertumbuhan terumbu karang juga kurang baik.  Selain persyaratan tersebut, terumbu karang juga mensyaratkan salinitas atau kandungan garam air laut yang tinggi. Oleh karena itu, terumbu karang sulit hidup di sekitar muara sungai karena kadar garam air lautnya menurun akibat masuknya air sungai ke laut.
  40. 40. Terdapat beberapa lapisan vegetasi dalam hutan hujan, yaitu sebagai berikut: 1. Lapisan vegetasi yang tingginya mencapai 35-42 m, dan daunnya merupakan ”kanopi” (payung) bagi vegetasi dibawahnya. 2. Lapisan tertutup kanopi dengan ketinggian vegetasi berkisar 2035 m, pada lapisan ini sinar matahari masih bias menembus. 3. Lapisan tertutup kanopi berkisar 4–20 m, merupakan daerah kelembapan udara relatif konstan.
  41. 41. 4. Lapisan vegetasi dengan ketinggian berkisar 1-4 m. 5. Lapisan vegetasi dengan ketinggian antara 0-1 m, berupa anakan pohon serta semak belukar Jenis-jenis yang umum ditemukan di hutan ini, yaitu: Meranti (Shorea dan Parashorea), keruing (Dipterocarpus), Kapur (Dryobalanops), kayu besi (Eusideroxylon zwageri), kayu hitam (Diospyros sp).
  42. 42. CIRI – CIRI HUTAN HUJAN TROPIS 1. Pohon-pohonnya tinggi, rapat, dan berdaun lebat. 2. Dasar hutan ditumbuhi rumput dan lumut sebagai penutup lahan. 3. Sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan. 4. Udara di sekitarnya sangat lembap. 5. Terjadi di daerah curah hujan tinggi 6. Pada hutan hujan tropis dicirikan dengan adanya tingkat kelembaban yang selalu tinggi, biasanya 80% atau lebih. 7. Struktur hutan hujan tropis terdiri dari tajuk yang berlapis-lapis.
  43. 43. 8. Lapis tajuk yang atas terdiri dari pohon-pohon yang muncul di antara lapis tajuk di bawahnya (kedua) dengan tinggi antara 45 – 60 m. 9. Pohon pada lapis teratas umumnya mempunyai tajuk yang kecil dan tidak teratur dengan sedikit susunan cabang. 10.Lapis tajuk kedua merupakan kanopi utama yang umumnya terdiri dari jenis-jenis pohon yang ramping dengan tinggi antara 3040 m.
  44. 44. 11. Lapisan tajuk di bawahnya terdiri dari jenis-jenis pohon yang sangat toleran, dengan batang yang ramping, tinggi dan tajuk yang kecil, terdapat banyak epifit pada cabang yang tinggi. 12. Pada lantai hutan banyak terdapat jenis-jenis tumbuhan bawah seperti palem kecil, jenis-jenis bambu, rotan, paku-pakuan dan jenis-jenis lainnya, atau mungkin hampir tanpa tumbuhan bawah

×