Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
35,266
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
339
Comments
2
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangPengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi, perkataan “akhlak”berasal dari bahasa Arab jama‟ dari bentuk mufradnya “Khuluqun” yang menurut logatdiartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan “khalkun” yang berarti kejadian, serta erat hubungan ”Khaliq” yang berarti Pencipta dan “Makhluk” yang berarti yang diciptakan.Pengertian akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu makakebiasaannya itu disebut akhlak .Jadi pemahaman akhlak adalah seseorang yang mengertibenar akan kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam pergaulan semata – mata taat kepadaAllah dan tunduk kepada-Nya. Oleh karena itu seseorang yang sudah memahami akhlakmaka dalam bertingkah laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran,perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakanakhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.Dengan demikian memahami akhlak adalah masalah fundamental dalam Islam. Namunsebaliknya tegaknya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itulah yangdapat menerangkan bahwa orang itu memiliki akhlak. Jika seseorang sudah memahamiakhlak dan menghasilkan kebiasaan hidup dengan baik, yakni pembuatan itu selalu diulang –ulang dengan kecenderungan hati (sadar)2 .Akhlak merupakan kelakuan yang timbul darihasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan yangmenyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidupkeseharian. Semua yang telah dilakukan itu akan melahirkan perasaan moral yang terdapat didalam diri manusia itu sendiri sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yangbaik dan mana yang jahat, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yangcantik dan mana yang buruk.B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan latar belakang dari permasalahansebagai berikut:1. Pengertian dari akhlak?2. Apa saja macam-macam dari akhlak terpuji?3 Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?C. Tujuan PenulisanTujuan dari penulisan makalah ini antara lain:1. Sebagai bentuk penyelesaian tugas mata kuliah Pen didikan Agama Islam.
  • 2. 2. Untuk menjelaskan macam-macam akhlak terpuji yang dianjurkan dan di ridhoi AllahSWT serta penerapannya di kehidupan sehari-hari.D. Manfaat penulisanPenyusunan berharap makalah ini mampu menambah wawasan pembaca mengenai akhlakterpuji yang di ridhoi Allah SWT dan Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yangmampu menambah iman para pembaca. BAB IIA.Pengertian akhlakDiterjemah dari kitab Is‟af thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq.Akhlak adalahsifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yangbersifat maknawi dan rohani.Dimana dengan gambaran itulah manusia dibangkitkan disaathakikat segala sesuatu tampak dihari kiamat nanti.Akhlak adalah kata jamak dari khuluk yang kalau dihubungkan dengan manusia,kata khuluklawan kata dari kholq.Perilaku dan tabiat manusia baik yang terpuji maupun yang tercela disebut denganakhlak.Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia lain,perilaku manusiadengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap lingkungan hidup.Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari disebutakhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah.Acuhannya adalah Al-Qur‟an dan Hadist sertaberlaku universal.B.Macam-macam akhlak terpujiAkhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya,diantaranya adalahhusnuzzan,gigih,berinisiatif,rela berkorban,tata karma terhadap makhlukAllah,adil,ridho,amal shaleh,sabar,tawakal,qona‟ah,bijaksana,percaya diri,dan masih banyaklagi.Husnuzzan adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking.Lawan darikata ini adalah su’uzzan yang artinya berprasangka buruk ataup negative thinking.Gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni percayaakan hasil positif dalam segala usaha.Berinisiatif adalah perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti mampu berprakarsamelakukan kegiatan yang positif serta menhindarkan sikap terburu-buru bertindak kedalamsituasi sulit,bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah,dan selalumenggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.Rela berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau demiseseorang.Semua ini apabila dengan maksud atau dilandasi niat dan tujuan yang baik.
  • 3. Tata karma terhadap sesama makhluk Allah SWT ini sangat dianjurkan kepada makhlukAllah karena ini adalah salah satu anjuran Allah kepada kaumnya.Adil dalam bahasa arab dikelompokkan menjadi dua yaitu kata al-„adl dan al-„idl.Al-„adladalah keadilan yang ukurannya didasarkan kalbu atau rasio,sedangkan al-„idl adalahkeadilan yang dapat diukur secara fisik dan dapat dirasakan oleh pancaindera seperti hitunganatau timbangan.Ridho adalah suka,rela,dan senang.Konsep ridho kepada Allah mengajarkan manusia untukmenerima secara suka rela terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita.Amal Shaleh adalah perbuatan lahir maupun batin yang berakibat pada hal positif ataubermanfaat.Sabar adalah tahan terdapat setiap penderitaan atau yang tidak disenangi dengan sikap ridhodan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menungguhasil dari suatu pekerjaan.Qona‟ah adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan diri dari sifatketidakpuasan atau kekurangan..Bijaksana adalah suatu sikap dan perbuatan seseorang yang dilakukan dengan cara hati-hatidan penuh kearifan terhadap suatu permasalahan yang terjadi,baik itu terjadi pada dirinyasendiri ataupun pada orang lain.Percaya diri adalah keadaan yang memastikan akan kemampuan seseorang dalam melakukansuatu pekerjaan karena ia merasa memiliki kelebihan baik itu kelebihan posturtubuh,keturunan,status social,pekerjaan ataupun pendidikan.1). Akhlak kepada PenciptaSalah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta adalahTaubat.Taubat secara bahasa berarti kembali pada kebenaran.Secara istilah adalahmeninggalkan sifat dan kelakuan yang tidak baik,salah atau dosa dengan penuh penyesalandan berniat serta berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang serupa.Dengan katalain,taubat mengandung arti kembali kepada sikap,perbuatan atau pendirian yang baik danbenar serta menyesali perbuatan dosa yang sudah terlanjur dikerjakan.# Menurut Ibnu KatsirTaubat adalah Tobat adalah menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan menyesali atas dosayang pernah dilakukan pada masa lalu serta yakin tidak akan melakukan kesalahan yangsama pada masa mendatang.# Menurut A.JurjaniTobat adalah kembali pada Allah dengan melepaskan segala keterikatan hati dari perbuatandosa dan melaksanakan segala kewajiban kepada Tuhan.
  • 4. # Menurut HamkaTobat adalah kembali ke jalan yang benar setelah menempuh jalan yang sangat sesat dantidak tentu ujungnya.2). Akhlak terhadap SesamaSetelah mencermati kondisi realitas social tentunya tidak terlepas berbicara masalahkehidupan.Masalah dan tujuan hidup adalah mempertahankan hidup untuk kehidupanselanjutnya dan jalan mempertahankan hidup hanya dengan mengatasi masalahhidup.Kehidupan sendiri tidak pernah membatasi hak ataupun kemerdekaan seseorang untukbebas berekspresi,berkarya.Kehidupan adalah saling berketergantungan antara sesamamakhluk dan dalam kehidupan pula kita tidak terlepas dari aturan-aturan hidup baikbersumber dari norma kesepakatan ataupun norma-norma agama,karena dengan norma hidupkita akan jauh lebih mewmahami apa itu akhlak dalam hal ini adalah akhlak antara sesamamanusia dan makhluk lainnya.Dalam aklak terhadap sesama dibedakan mnjadi dua macam :@ Akhlak kepada sesama muslim.Sebagai umat pengikut Rasullulah tentunya jejak langkah beliau merupakan guru besar umatIslam yang harus diketahui dan patut ditiru,karena kata rasululah yang di nukilkan dalamsebuah hadist yang artinya “sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak yangmulia”.Yang dimaksud akhlak yang mulia adalah akhlak yang terbentuk dari hati manusiayang mempunyai nilai ibadah setelah menerima rangsangan dari keadaan social.Karenakondisi realitas social yang membentuk hadirnya karakter seseorang untuk menggapai sebuahkeadaan.Contohnya:ketika kita ingin di hargai oleh orang lain,maka kewajiban kita jugaharus menghargai orang lain,menghormati orang yang lebih tua,menyayangi yang lebihmuda,menyantuni yang fakir karena hal itu merupakan cirri-ciri akhlak yang baik danterpuji.Contoh lain yang merupakan akhlak terpuji antar sesame muslim adalah menjaga lisandalam perkataan agar tidak membuat orang lain disekitar kita tersinggung bahkan lebihmenyakitkan lagi ketika kita berbicara hanya dengan melalui bisikan halus ditalinga temandihadapan teman-teman yang lain,karena itu merupakan etika yang tidak sopan bahkandiharamkan dalam islam.@ Akhlak kepada sesama non muslimAkhlak antara sesama non muslim,inipun diajarkan dalam agama karena siapapunmereka,mereka adalah makhluk Tuhan yang punya prinsip hidup dengan nilai-nilaikemanusiaan.Namun sayangnya terkadang kita salah menafsirkan bahkan memvonis siapaserta keberadaan mereka ini adalah kesalahan yang harus dirubah mumpung ada waktu untukperubahan diri.Karena hal ini tidak terlepas dari etika social sebagai makhluk yang hidupsocial.Berbicara masalah keyakinan adalah persoalan nurani yang mempunyai asasikemerdekaan yang tidak bias dicampur adukkan hak asasi kita dengan hak merdeka oranglain,apalagi masalah keyakinan yang terpenting adalah kita lebih jauh memaknai kehidupansocial karena dalam kehidupan ada namanya etika social.Berbicara masalah etika socialadalah tidak terlepas dari karakter kita dalam pergaulan hidup,berkarya hidup dan lain-lain.Contohnya bagaimana kita menghargai apa yang menjadi keyakinan mereka,ketikaupacara keagamaan sedang berlangsung ,mereka hidup dalam minoritas sekalipun.Memberi
  • 5. bantuan bila mereka terkena musibah atau lagi membutuhkan karena hal ini akhlak yang baikdalam kehidupan non muslim.@ Kesimpulan Akhlak Kepada SesamaSetelah menelaah dan memahami akhlak kepada sesama sebagai kesimpulannya adalahsesungguhnya dalam kehidupan,kita tidak terlepas dari apa yang sudak ada dalam diri kitasebagai manusia termasuk salah satunya adalah akhlak.Karena akhlak adalah salah satupredikat tang disandang oleh manusia akhlak akan berjalan setelah manusia itu sendiri beradadalam alam social.Baik dan buruknya akhlak kepada sesama tergantung dari orang menjalanihidup,apakah membentuk karakternya dengan akal atau dengan hati karena keduanya adalahsumber.Jadi kesimpulan akhlak antar sesama yaitu sangat dianjurkan selama apa yangdilakukan punya nilai ibadah .Dengan demikian orang yang berakal dan beriman wajib untuk mengerahkan segalakemampuannya untuk meluruskan akhlaknya dan berperilaku dengan perilaku yang dicintaiAllah SWT.Serta melaksanakan maksud dan tujuan dari terutusnya baginda Rasullulah SAWyang bersabda:“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan Akhlak”Dari penjelasan ini menunjukkan bahwa: kesempurnaan akhlak yang hanya untuk ituRasullulah diutus,merupakan ukuran baik dan tidaknya seseorang baik di dunia ini atau diakhirat nanti.Oleh karena itu wajib bagi setiap kaum muslimin agar budi pekertinya.Baikkepada dirinya,keluarga,dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya.3). ADILPengertian adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.Adil juga berarti tidak beratsebelah,tidak memihak.Dengan demikian berbuat adil adalah memerlukan hak dan kewajibansecara seimbang tidak memihak dan tidak merugikan pihak manapun.Sebagai contohseseorang yang adil akan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan kedudukannya,menghukumorang yang bersalah melakukan tindak pidana,membarikan hak orang lain sesuai denganhaknya tanpa mengurngi sedikitpun.Firman Allah di dalam Al-Qur‟an yang mamarintahkan berbuat adil antara lain:Al-Qur‟an surat Al-Maidah ayat 8Artinya:Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan(kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmuterhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karenaadil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah MahaMengetahui apa yang kamu kerjakan.
  • 6. Berlaku adil harus diterapkan kapada siapa saja tanpa membedakan suku,agama atau statussosial.Bahkab perlaku adil diterapkan kepada keluarga dan kerabat sendiri.Sebagaimanafirman Allah berikut iniAl-Qur‟an surat An-nisa Ayat 135Artinya:Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaumkerabatmu. Jika ia[361] kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Makajanganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jikakamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allahadalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.Dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kepada hambanya yang beriman supayamenjadi orang yang benar-benar menegakkan keadilan ditengah masyarakat.Berani menjadisaksi akrena Allah,walaupun yang menjadi tergugat dan terdakwa adalah diri sendiri,orangtua dan kerabat.Oleh karena itu hukum harus diterapkan secara adil kepada semua masyarakat,karena sekaliada pihak yang merasa dizalimi dengan cara diperlakukan secara tidak adil,maka akanmenimbulkan gejolak.Firman Allah lain tentang dali terdapat dalam surat An Nahl ayat 90Artinya:Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku ADIL dan berbuat kebajikan, memberikepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran danpermusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu daoat mengambil pelajaran.4). RIDHORidho menurut bahasa artinya rela,sedangkan menurut istilah ridha artinya menerimadengan senang hati segala sesuatu yang diberikan Allah SWT.Yakni berupa ketentuan yangtelah ditetapkan baik berupa nikmat maupun saat terkena musibah.Orang yang mempunyaisifat tidak mudah bimbang,tidak mudah menyesal ataupan menggerutu atas kehidupan yangdiberikan olaeh Allah,tidak iri hati atas kelebihan orang lain,sebab dia berkeyakinan bahwasemua berasal dari Allah SWT,manusia hanya berusaha.Ridho bukan ebrarti menyerah tanpausaha namanya putus asa.Dan sikap putus asa tidak dibenarkan dalam agama islam.Firman Allah dalam Al-qur‟an surat A-baqarah ayat 153Artinya:Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamumenyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimuBagaimanakah caranya agar seseorang bisa memunculkan rasa ridho ketika menerimakenyataan pahit yang tidak dikehendaki?Caranya yang paling jitu adalah dengan menyadaribahwa Allah SWT maha adil dan bijaksana dalam setiap ketetapan dan
  • 7. keputusannya.hendaklah seseorang yakin bahwa Allah tidak pernah salah dalam memutuskansuatu hal.Sebenarnya sikap ridho adalah perasan hati yang senantiasa merasa bahagia ketika menerimatakdir baik apapun.Melalui sikap ridho seseorang akan mudah bersabar menghadapi berbagaimacam cobaan.Ridho mencerminkan puncak ketenangan jiwa seseorang.Orang yangtelah menempatitingkatan ridho tidak akan mudah tergoncang apapun yang dihadapinya.Baginya apapun yangterjadi dialam ini merupakan kodrat atau kekuasaan dan irodat kehendak Allah.Segalanyaharus diterima dengan rasa tenang danikhlas karena hal tersebut adalah pilihan Allah SWTyang berarti pilihan terbaik.5). AMAL SHALIHAmal berasal dari bahasa arab yang terbantuk masdar yaitu ya’mal yang artinyasegala pekerjaan atau perbuatan.Sedangkan shalih artimya bagus.Amal shalih berartisegala perbuatan/pekerjaan yang bagus yang berguna bagi pribadi,keluarga,masyarakat danmanusia secara keseluruhan.Kebalikan dari amal shalih adalah amalan sayyi‟an atau amaljelek yaitu perbuatan yang mendatangkan madhorot,baik bagi pelaku maupun orang lain.Secara garis besar amal shalih dapat dibagi dua macam:1. Amal shalih yang bersifat vertikal,dalam hal ini diwujudkan dalam bentukibadah ritual kepada Allah SWT2. Amal shalih ag bersifat horisontal yakni segala bentuk aktivitas sosialkemasyarakatan,bentuk politik yang diniati untuk bekal kehidupan alam akhirat.Islam merupakan agama yang sama sekali tidak membadakan nilai ibadah yang terkandungdalam amal shalih yang barsifat vertikal maupum horisontal.Karena islam menghendakiumatnya menjadi penganut agama yang memiliki kedua keshalihan tersebut yaitu keshalihanindividual setelah menunaikan amal shalih vertikal dan sekaligus manjadi anggotamasyarakat yang memiliki keshalihan sosial setelah melakukan amal shalih horisontal.Perintah Allah agar kita mangerjakan amal shalih terdapat dalam Ai-Qur‟an anara lain:Al-Qur‟an surat Al-Baqarah ayat 82Artinya:Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekaldi dalamnya.BAB IIIPENUTUPKESIMPULAN
  • 8. Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan sehari-hari disebut akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah Akhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya,diantaranya adalah husnuzzan,gigih,berinisiatif,rela berkorban,tata karma terhadap makhluk Allah,adil,ridho,amal shaleh,sabar,tawakal,qona‟ah,bijaksana,percaya diri,dan masih banyak lagi. Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta adalah Taubat.http://mihwanuddin.wordpress.com/2011/03/07/pengertian-akhlaq-macam-macam-akhlaq-terpuji-dan-penerapan-akhlaq-dalam-kehidupan-sehari-hari/Bentuk dan Macam-macam AkhlakMarch 23, 2012 at 1:12 pm (Akhlak)Tags: Akhlak, Akhlak Manusia, Arti Akhlak, Pengertian Akhlak, Tingkat AkhlakBentuk dan Macam-macam AkhlakBeberapa sasaran Akhlak [baca juga: Hakikat dan Pengertian Akhlak], yakni :a. Akhlak terhadap Allah SWTAkhlak terhadap Allah SWT adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkanAllah. Dia memiliki sifat – sifat terpuji. Demikian agung sifat itu, yang jangankan manusia,malaikatpun tidak akan mampu menjangkau hakikat_Nya.b. Akhlak terhadap manusiaBanyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Qur‟an berkaitan dengan perlakuan terhadapsesama manusia. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam larangan melakukan halnegatif seperti membunuh, menyakiti atau mengambil harta tanpa alasan yang benar,melainkan juga sampai kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorangdibelakngnya, tidak peduli aib itu benar atau salah. Al-Qur‟an menekankan bahwa setiaporang hendaknya didudukan secara wajar. Nabi Muhammad SAW, misalnya dinyatakansebagai manusia seperti manusia yang lain. Namun dinyatakan sebagai manusia sepertimanusia yang lain, akan tetapi dinyatakan pula bahwa beliau adalah rasul yang memperolehwahyu dari Allah SWT. Atas dasar adalah beliau berhak memperoleh penghormatan melebihimanusia lain.c. Akhlak terhadap lingkunganYang dimaksud dengan akhlak terhadap lingkungan adalah segala sesuatu yang beradadisekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa.Pada dasarnya akhlak yang diajarkan oleh Al-Qur‟an terhadap lingkungan bersumber darifungsi manusia sebagai khalifah. Kekhalifaan menuntut adanya interaksi antara manusiadengan sesamanya, dan manusia dengan alam. Kekhalifaan juga mengandung arti
  • 9. pengayoman, pemeliharaan, serta pembimbingan, agar setiap makhluk mencapai tujuanpenciptaannya.Menurut Soegarda Purbakawatja, ada tiga aspek pokok yang memberi corak khusus akhlakseorang muslim menurut ajaran Islam, yakni : 1. Adanya wahyu Allah yang memberi ketetapan kewajiban-kewajiban pokok yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim, yang mencakup seluruh lapangan hidupnya, baik yang menyangkut tugas-tugas terhadap Tuhan, maupun terhadap masyarakat. Dengan ajaran kewajiban ini menjadikan seorang muslim siap berpartisipasi dan beramal saleh, bahkan bersedia mengorbankan jiwanya demi terlaksananya ajaran agamanya. 2. Praktek ibadah yang harus dilaksaanakan dengan aturan-aturan yang pasti dan teliti. Hal ini akan mendorong tiap-tiap orang muslim untuk memperkuat rasa berkelompok dengan sesamanya secara terorganisir. 3. Konsepsi Al-qur’an tentang alam yang menggambarkan penciptaan manusia secara harmonis dan seimbang dibawah perlindungan Tuhan. Ajaran ini juga akan mengukuhkan konstruksi kelompok (Soegarda Purwakawatja, 1976:9).Waso‟al Dja‟far, menerangkan sifat – sifat seorang muslim adalah, sebagai berikut : 1. Siddiq, lurus dalam perkataan, lurus dalam perbuatan. 2. Amanah, jujur, boleh dipercaya tentang apa saja. 3. Sabar, takan menanggung barang atau perkara yang menyusahkan, tahan uji. 4. Ittihad, bersatu didalam mengerjakan kebaikan dan keperrluan. 5. Ihsan, berbuat baik kepada orang tuanya, kepada keluarganya dan kepada siapapun. 6. Ri’yatul Jiwar, menjaga kehormatan tetangga-tetangga. 7. Wafa ‘bil ahdi, memenuhi dan menepati kesanggupan atau perjanjian. 8. Tawasau bil haq, pesan memesan, menepati dan memegang barang hak atau kebenaran. 9. Ta’awun, tolong menolong atas kebaikan. 10. Athfi ‘alad-dla’if, sayang hati kepada orang-orang yang lemah dan papa. 11. Muwasatil faqier, menghiburkan hati orang fakir atau miskin. 12. Rifqi, berhati belas kalian sehingga kepada hewan sekalipun (Waso’al Dja’far, Addien, 1951:25).Demikianlah sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh tiap-tiap pribadi muslim. Jika sifat-sifat initelah dimiliki oleh pribadi muslim, dengan demikian akan dapat menentukan kualitasdirinya/akhlak dan perilakuhttp://akhlakmanusia.wordpress.com/2012/03/23/bentuk-dan-macam-macam-akhlak/AkhlakDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum DiperiksaLangsung ke: navigasi, cariAkhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatukeinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.[1]
  • 10. Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berartiperangai, tingkah laku, atau tabiat.[2]Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih, Al Gazali, dan Ahmad Amin menyatakanbahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkanperbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.[3]Daftar isi[sembunyikan] 1 Definisi 2 Syarat 3 Sumber 4 Budi pekerti 5 Karsa 6 Moral 7 Pembagian Akhlak o 7.1 Akhlak Baik (Al-Hamidah)  7.1.1 1. Jujur (Ash-Shidqu)  7.1.2 2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi) 8 === 3. Malu (Al-Haya) o 8.1 4. Rendah hati (At-Tawadlu) o 8.2 5. Murah hati (Al-Hilmu) o 8.3 6. Sabar (Ash-Shobr) o 8.4 Akhlak Buruk (Adz-Dzamimah) o 8.5 Ruang Lingkup Akhlak  8.5.1 Akhlak pribadi  8.5.2 Akhlak berkeluarga  8.5.3 Akhlak bermasyarakat  8.5.4 Akhlak bernegara  8.5.5 Akhlak beragama o 8.6 Referensi[sunting] DefinisiKata akhlak diartikan sebagai suatu tingkah laku, tetapi tingkah laku tersebut harus dilakukansecara berulang-ulang tidak cukup hanya sekali melakukan perbuatan baik, atau hanyasewaktu-waktu saja.[4] Seseorang dapat dikatakan berakhlak jika timbul dengan sendirinyadidorong oleh motivasi dari dalam diri dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiranapalagi pertimbangan yang sering diulang-ulang, sehingga terkesan sebagai keterpaksaanuntuk berbuat.[2] Apabila perbuatan tersebut dilakukan dengan terpaksa bukanlahpencerminan dari akhlak.[2]Dalam Encyclopedia Brittanica[5], akhlak disebut sebagai ilmu akhlak yang mempunyai artisebagai studi yang sistematik tentang tabiat dari pengertian nilai baik, buruk, seharusnyabenar, salah dan sebaginya tentang prinsip umum dan dapat diterapkan terhadap sesuatu,selanjutnya dapat disebut juga sebagai filsafat moral.[2]
  • 11. [sunting] SyaratAda empat hal yang harus ada apabila seseorang ingin dikatakan berakhlak.[2] 1. Perbuatan yang baik atau buruk. 2. Kemampuan melakukan perbuatan. 3. Kesadaran akan perbuatan itu 4. Kondisi jiwa yang membuat cenderung melakukan perbuatan baik atau buruk[sunting] SumberAkhlak bersumber pada agama.[2] Peragai sendiri mengandung pengertian sebagai suatu sifatdan watak yang merupakan bawaan seseorang.[2] Pembentukan peragai ke arah baik atauburuk, ditentukan oleh faktor dari dalam diri sendiri maupun dari luar, yaitu kondisilingkungannya.[2] Lingkungan yang paling kecil adalah keluarga, melalui keluargalahkepribadian seseorang dapat terbentuk. Secara terminologi akhlak berarti tingkah lakuseseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatanyang baik.[2] Para ahli seperti Al Gazali menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yangmelekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpamempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Peragai sendiri mengandung pengertian sebagaisuatu sifat dan watak yang merupakan bawaan seseorang.[2]Tolong-menolong merupakan salah satu akhlak baik terhadap sesama[sunting] Budi pekerti
  • 12. Budi pekerti pada kamus bahasa Indonesia merupakan kata majemuk dari kata budi danpekerti [1]. Budi berarti sadar atau yang menyadarkan atau alat kesadaran.[2] Pekerti berartikelakuan.[2] Secara terminologi, kata budi ialah yang ada pada manusia yang berhubungandengan kesadaran, yang didorong oleh pemikiran, rasio yang disebut dengan namakarakter.[2] Sedangkan pekerti ialah apa yang terlihat pada manusia, karena didorong olehperasaan hati, yang disebut behavior.[2] Jadi dari kedua kata tersebut budipekerti dapatdiartikan sebagai perpaduan dari hasil rasio dan rasa yang bermanifestasi pada karsa dantingkah laku manusia.[2] Penerapan budi pekerti tergantung kepada pelaksanaanya.[2] Budipekerti dapat bersifat positif maupun negatif.[2] Budi pekerti itu sendiri selalu dikaitkandengan tingkah laku manusia. Budi pekerti didorong oleh kekuatan yang terdapat di dalamhati yaitu rasio.[2] Rasio mempunyai tabiat kecenderungan kepada ingin tahu dan maumenerima yang logis, yang masuk akal dan sebaliknya tidak mau menerima yang analogis,yang tidak masuk akal.[2]Selain unsur rasio di dalam hati manusia juga terdapat unsur lainnya yaitu unsur rasa.[2]Perasaan manusia dibentuk oleh adanya suatu pengalaman, pendidikan, pengetahuan dansuasana lingkungan.[2] Rasa mempunyai kecenderungan kepada keindahan [2] Letakkeindahan adalah pada keharmonisan susunan sesuatu, harmonis antara unsur jasmani denganrohani, harmonis antara cipta, rasa dan karsa, harmonis antara individu dengan masyarakat,harmonis susunan keluarga, harmonis hubungan antara keluarga.[2] Keharmonisan akanmenimbulkan rasa nyaman dalam kalbu dan tentram dalam hati.[2] Perasaan hati itu seringdisebut dengan nama “hati kecil” atau dengan nama lain yaitu “suara kata hati”, lebih umumlagi disebuut dengan nama hati nurani.[2] Suara hati selalu mendorong untuk berbuat baikyang bersifat keutamaan serta memperingatkan perbuatan yang buruk dan brusaha mencegahperbuatan yang bersifat buruk dan hina.[2] Setiap orang mempunyai suara hati, walaupunsuara hati tersebut kadang-kadang berbeda. [6]. Hal ini disebabkan oleh perbedaan keyakinan,perbedaan pengalaman, perbedaan lingkungan, perbedaan pendidikan dan sebagainya.Namun mempunyai kesamaan, yaitu keinginan mencapai kebahagiaan dan keutamaankebaikan yang tertinggi sebagai tujuan hidup.[2][sunting] KarsaDalam diri manusia itu sendiri memiliki karsa yang berhubungan dengan rasio dan rasa.[2]Karsa disebut dengan kemauan atau kehendak, hal ini tentunya berbeda dengan keinginan.[2]Keinginan lebih mendekati pada senang atau cinta yang kadang-kadang berlawanan antarasatu keinginan dengan keinginan lainnya dari seseorang pada waktu yang sama, keinginanbelum menuju pada pelaksanaan.[2] Kehendak atau kemauan adalah keinginan yang dipilih diantara keinginan-keinginan yang banyak untuk dilaksanakan.[2] Adapun kehendak munculmelalui sebuah proses sebagai berikut[7]: Ada stimulan kedalam panca indera Timbul keinginan-keinginan Timbul kebimbangan, proses memilih Menentukan pilihan kepada salah satu keinginan Keinginan yang dipilih menjadi salah satu kemauan, selanjutnya akan dilaksanakan.Perbuatan yang dilaksanakan dengan kesadaran dan dengan kehendaklah yang disebutdengan perbuatan budi pekerti.[1]
  • 13. [sunting] MoralMoral, etika dan akhlak memiliki pengertian yang sangat berbeda. Moral berasal dari bahasalatinyaitu mos, yang berarti adat istiadat yang menjadi dasar untuk mengukur apakahperbuatan seseorang baik atau buruk [8]. Dapat dikatakan baik buruk suatu perbuatan secaramoral, bersifat lokal. Sedangkan akhlak adalah tingkah laku baik, buruk, salah benar,penilaian ini dipandang dari sudut hukum yang ada di dalam ajaran agama. Perbedaan denganetika, yakni Etika adalah ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauhberkaitan dengan moralitas. Etika terdiri dari tiga pendekatan, yaitu etika deskriptif, etikanormatif, dan metaetika [9]. Kaidah etika yang biasa dimunculkan dalam etika deskriptifadalah adat kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik dan buruk, tindakan-tindakan yangdiperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Sedangkan kaidah yang sering muncul dalam etikanormatif, yaitu hati nurani, kebebasan dan tanggung jawab, nilai dan norma, serta hak dankewajiban. Selanjutnya yang termasuk kaidah dalam metaetika adalah ucapan-ucapan yangdikatakan pada bidang moralitas. Dari penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwaetika adalah ilmu, moral adalah ajaran, dan akhlak adalah tingkah laku manusia [10].[sunting] Pembagian Akhlak[sunting] Akhlak Baik (Al-Hamidah)[sunting] 1. Jujur (Ash-Shidqu)[sunting] 2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi)[sunting] === 3. Malu (Al-Haya)[sunting] 4. Rendah hati (At-Tawadlu)[sunting] 5. Murah hati (Al-Hilmu)[sunting] 6. Sabar (Ash-Shobr)Dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya, dari kakeknya, semoga Allah merelakannya, berkata,"Rasulullah SAW. bersabda", "Ketika Allah mengumpulkan segenap makhluk pada harikiamat kelak, menyerulah Penyeru", "Di manakah itu, orang-orang yang utama (ahlulfadhl) ?". Maka berdirilah sekelompok manusia, jumlah mereka sedikit, dengan cepatnyamereka bergegas menuju syurga, para malaikat berpapasan dengan mereka, lalu menyapamereka. "Kami lihat kalian begitu cepat menuju syurga, sipakah kalian ?". Orang-orang inimenjawab, "Kamilah itu orang-orang yang utama (ahlul fadhl)". "Apa keutamaan kalian ?",tanya para malaikat. Orang-orang ini memperjelas, "Kami, jika didzalimi, kami bersabar. Jikadiperlakukan buruk, kami memaafkan. Jika orang lain khilaf pada kami, kamipun tetapbermurah hati". Akhirnya dikatakan pada mereka, "Masuklah ke dalam syurga, karenademikian itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal". Setelah itu menyerulahlagi penyeru, :"Di manakan itu, orang-orang yang bersabar (ahlush shabr) ?". Maka berdirilahsekelompok manusia, jumlah mereka sedikit, dengan cepatnya mereka bergegas menujusyurga, para malaikat berpapasan dengan mereka, lalu menyapa mereka. "Kami lihat kalianbegitu cepat menuju syurga, sipakah kalian ?". Orang-orang ini menjawab, "Kamilah itu
  • 14. orang-orang yang sabar (ahlush shabr). "Kesabaran apa yang kalian maksud ?", tanya paramalaikat. Orang-orang ini memperjelas, "Kami sabar bertaat pada Allah, kamipun sabar takbermaksiat padaNya. Akhirnya Dikatakan pada mereka, "Masuklah ke dalam syurga, karenademikian itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal". (Hilyatul Auliyaa/ JuzIII/ Hal. 140)[sunting] Akhlak Buruk (Adz-Dzamimah)[sunting] Ruang Lingkup Akhlak[sunting] Akhlak pribadiYang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya sendiri, maka hendaknya seseorangitu menginsyafi dan menyadari dirinya sendiri, karena hanya dengan insyaf dan sadar kepadadiri sendirilah, pangkal kesempurnaan akhlak yang utama, budi yang tinggi. Manusia terdiridari jasmani dan rohani, disamping itu manusia telah mempunyai fitrah sendiri, dengansemuanya itu manusia mempunyai kelebihan dan dimanapun saja manusia mempunyaiperbuatan.[1][sunting] Akhlak berkeluargaAkhlak ini meliputi kewajiban orang tua, anak, dan karib kerabat. Kewajiban orang tuaterhadap anak, dalam islam mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikananak-anak secara sempurna, dengan ajaran –ajaran yang bijak, setiap agama telahmemerintahkan kepada setiap oarang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkandan mendidik, terutama bapak-bapak dan ibu-ibu untuk memiliki akhlak yang luhur, sikaplemah lembut dan perlakuan kasih sayang. Sehingga anak akan tumbuh secara sabar, terdidikuntuk berani berdiri sendiri, kemudian merasa bahwa mereka mempunyai harga diri,kehormatan dan kemuliaan.[1]Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segalamanusia lainya untuk engkau cintai, taati dan hormati.[1] Karena keduanyamemelihara,mengasuh, dan mendidik, menyekolahkan engkau, mencintai dengan ikhlas agarengkau menjadi seseorang yang baik, berguna dalam masyarakat, berbahagia dunia danakhirat.[1] Dan coba ketahuilah bahwa saudaramu laki-laki dan permpuan adalah putera ayahdan ibumu yang juga cinta kepada engkau, menolong ayah dan ibumu dalam mendidikmu,mereka gembira bilamana engkau gembira dan membelamu bilamana perlu.[1] Pamanmu,bibimu dan anak-anaknya mereka sayang kepadamu dan ingin agar engkau selamat danberbahagia, karena mereka mencintai ayah dan ibumu dan menolong keduanya disetiapkeperluan.[1][sunting] Akhlak bermasyarakatTetanggamu ikut bersyukur jika orang tuamu bergembira dan ikut susah jika orang tuamususah, mereka menolong, dan bersam-sama mencari kemanfaatan dan menolakkemudhorotan, orang tuamu cinta dan hormat pada mereka maka wajib atasmu mengikutiayah dan ibumu, yaitu cinta dan hormat pada tetangga.[1]
  • 15. Pendidikan kesusilaan/akhlak tidak dapat terlepas dari pendidikan sosial kemasyarakatan,kesusilaan/moral timbul di dalam masyarakat. Kesusilaan/moral selalu tumbuh danberkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. Sejak dahulu manusiatidak dapat hidup sendiri–sendiri dan terpisah satu sama lain, tetapi berkelompok-kelompok,bantu-membantu, saling membutuhkan dan saling mepengaruhi, ini merupakan apa yangdisebut masyarakat. Kehidupan dan perkembangan masyarakat dapat lancar dan tertib jikatiap-tiap individu sebagai anggota masyarakat bertindak menuruti aturan-aturan yang sesuaidengan norma- norma kesusilaan yang berlaku.[1][sunting] Akhlak bernegaraMereka yang sebangsa denganmu adalah warga masyarakat yang berbahasa yang samadenganmu, tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu, engkau hidup bersamamereka dengan nasib dan penanggungan yang sama. Dan ketahuilah bahwa engkau adalahsalah seorang dari mereka dan engkau timbul tenggelam bersama mereka.[1][sunting] Akhlak beragamaAkhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap tuhannya, karena itulah ruanglingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan, baik secara vertikal denganTuhan, maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan.[1][sunting] Referensi 1. ^ a b c d e f g h i j k l m Ahmad A.K. Muda. 2006. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Reality Publisher. Hal 45-50 2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae Mubarak, Zakky, dkk. 2008. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi, Buku Ajar II, Manusia, Akhlak, Budi Pekerti dan Masyarakat. Depok: Lembaga Penerbit FE UI.Hlm. 20-39 3. ^ Rahmat Djanika, 1992:27 4. ^ Bertens, K. 2000. Etika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 76 5. ^ Ensiklopedia Brittanica 6. ^ Robert C. Solomon. 1985. Introducing Philosophy: A Text with Reading, (third edition), New York: Hacourt Brace Jovanovich, Hlm. 65 7. ^ C.A, Van Peursen. 1980. Susunan Ilmu Pengetahuan J. Drost, Jakarta:Gramedia, Hlm. 109. 8. ^ Charles F. Andrain. Kehidupan Politik dan perubahan Sosial, (Terjemahan Luqman Hakim), Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.Hlm 69 9. ^ Anton Bakker. 1984. Metode-Metode Filsafat, Jakarta: Ghalia Indonesia.Hlm. 48 10. ^ Irving Copi. 1976. Introduction to Logic, New York: The Miridian Library.Hlm. 27Artikel ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannyahttp://id.wikipedia.org/wiki/AkhlakMakalah Akhlaq, Persoalan Akhlaq dan Macam-Macam AkhlaqPengertian Akhlaq Mulia (Al-Akhlaq Al-Karimah)
  • 16. Akhlaq adalah lafadz yang berasal dari bahasa Arab merupakan bentuk jamak dari kata khuluq yangberarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat. Berasal dari kata khalaq yang berartimenciptakan, yang seakar dengan kata khaliq yang berarti pencipta, makhluq artinya yangdiciptakan, dan kahlq artinya ciptaan.Dari pengertian tersebut, memberi informasi bahwa akhlaq, selain merupakan tata aturan ataunorma-norma perilaku tentang hubungan antara sesama manusia, juga merupakan norma yangmengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan yang maha pencipta, bahkan hubungan denganalam sekitarnya.Adapaun akhlaq menurut beberapa ulama antara lain, menurut :# Imam Al-Ghazali“Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengangampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.# Ibrahim Anis“Akhlaq adalah keadaan jiwa yang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa dipikirdan dipertimbangkan lebih dahul”.Dari keempat pengertian di atas dapat dipahami bahwa akhlaq adalah merupakan sifat yangtertanam dalam jiwa seseorang yang dapat menimbulkan gerakan, perbuatan, tingkah laku secaraspontan, gampang atau mudah pada saat dibuthkan tanpa memerlukan pemikiran atauperimbangan terlebih dahulu dan tidak memerlukan dorongan dari luar.Akhlaq adalah gambaran atau bayangan dari jiwa seseorang, mereka berbuat, bertindak, ataubertingkah laku berdasarkan apa yang tertanam dalam jiwanya dan telah menjadi kebiasaan setiaphari tanpa ada pengaruh atau dorongan dari pihak lain, mereka melakukan secara spontan tanpapertimbangan pikiran sebelumnya.Untuk melekatkan akhlaq yang mulia pada diri seseorang, harus terlebih dahulu dilakukanpembersihan diri dari hal-hal sebagai berikut : 1. Dosa dan kesalahan melalui taubat dan istighfar kepada Allah 2. Sifat-sifat yang tercela, yang melekat pada dirinya melalui latihan dan pembiasaan yang berkesinambunganSumber dan Ruang Lingkup AkhlaqYang dimaksud dengan sumber akhlaq adalah yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dantercela. Sebagaimana keseluruhan ajaran Islam, sumber akhlaq adalah Al-Qur’an dan Sunnah, bukanakal pikiran atau pandangan masyarakat sebagaimana pada konsep etika dan moral.
  • 17. Adapun ruang lingkup akhlaq menurut Abdullah Draz ada lima bagian yaitu : Akhlaq pribadi terdiri dari Yang diperintahkan, yang dilarang, yang dibolehkan dan Akhlaq dalam keadaan darurat Akhlaq berkeluarga terdiri dari Kewajiban timbal balik antara orang dengan anak, kewajiban sumai dengan istri dan kewajiban terhadap karib kerabat. Akhlaq bermasyarakat terdiri dari Yang dilarang yang iperintahkan dan Kaedah-kaedah adab. Akhlaq bernegara terdiri dari Hubungan antara pimpinan dan rakyat dan hubungan luar negeri. Akhlaq beragama yaitu kewajiban terhadap Allah SWT.Berangkat dari sistematika di atas, sedikit modifikasi, maka penulis membagi pembahasan akhlaqmenjadi : Akhlaq terhadap Allah SWT. Akhlaq terhadap Rasulullah SAW. Akhlaq pribadi Akhlaq dalam keluarga Akhlaq bermasyarakat dan Akhlaq bernegaraKedudukan dan Keistimewaan Akhlaq dalam KehidupanDalam keseluruhan ajaran Islam akhlaq menempati kedudukan yang istimewa dan sangat pentingdalam kehidupan, seperti terlihat dalam beberapa poin berikut ini :# Rasulullah SAW. Menempatkan penyempurnaan akhlaq, yang mulia sebagai misi pokok RisalahIslam, sebagai sabdanya :“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”. (HR. Baihaqi).Akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam, sehingga Rasulullah pernah mendefinisikanagam dengan akhlaq yang baik, sebagaimana sabda beliau.Terjemahannya :“Ya Rasulullah, apakah agama itu ? beliau menjawab : agama itu adalah akhlak yang baik”.# Akhlaq yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat.# Rasulullah SAW. Menjadikan baik buruknya akhlaq seseorang sebagai ukuran kualitasnya.# Islam menjadikan akhlaw baik sebagai bukti dan buah dari ibadah kepada Allah SWT.
  • 18. # Nabi Muhammad SAW. Selalu berdoa agar Allah SWT. Membaikkan akhlaq beliau.PERSOALAN AKHLAQPerbuatan Baik dan BurukYang dimaksud perbuatan baik adalah : Sesuatu yang telah mencapai kesempurnaan Sesuatu yang menimbulkan rasa keharusan dalam kepuasan, kesenangan, persesuaian dan seterusnya. Sesuatu yang mempunyai nilai kebenaran atau nilai yang diharapkan, yang memberikan kepuasan Sesuatu dengan sesuai dengan keinginan yang bersifat berfitrah Sesuatu hal yang dikatakan baik, bila ia mendatangkan rahmat, memberikan perasaan senang atau bahagia.Adapun yang dimaksud dengan perbuatan buruk adalah : Sesuatu yang tidak baik, tidak seperti seharusnya, tidak sempurna dalam kualitas, di bawah standart, kurang dalam nilai dan tidak mencukupi. Sesuatu yang keji, jahat, tidak bermoral dan tidak menyenangkan Adalah segala sesuatu yang tercela, karena melanggar norma-norma atau aturan-aturan menurut yang ditetapkan oleh syara’ (agama).Ukuran Baik dan BurukPersepsi Manusia Tentang Baik dan BurukBanyak orang yang berselisih pendapat untuk menilai suatu perbuatan, ada yang melihatnya baikdan ada yang melihatnya buruk. Dpandang baik oleh suatu masyarakat atau bangsa dipandang burukyang lain. Dipandang baik pada waktu ini dinilai buruk pada waktu yang lain.Selanjutnya dalam menetapkan nilai perbuatan manusia, selain memperhatikan nilai yangmendasarinya, kriteria lain yang harus diperhatikan adalah cara melakukan perbuatan itu. Meskipunseseorang mempunyai niat baik, tetapi lakukan dengan cara yang salah, dia dinilai tercela karenasalah melakukannya, bukan tercela karena niatnya. Kadang-kadang tercelanya manusia itu dapatberpangkal dari keyakinan yang salah, bukan karena niatnya.Dari uraian di muka tentang tingkah laku manusia dapat diketahui bahwa element-element pokokyang perlu diperhatikan padanya adalah :
  • 19. Kehendak (Karsa), yakni sesuatu yang mendorong yang ada di dalam jiwa manusia. Manifestasi dari kehendak, yaitu cara dalam merealisir kehendak tersebut. Barangkali hal ini dapat disamakan dengan ungkapan karya, yakni perbuatan dalam mewujudkan karsa tadi. Kalau karsa dan karya menjadi satu, maka bisa dipastikan adanya aktivitas yang tidak kecil artinya.Selanjutnya untuk menialai baik buruknya niat dan cara seseorang dalam melakukan perbuatannyaharuslah berdasarkan ajaran Islam sebagaimana firman Allah SWT. Dalam QS. An-Nisa (4) :Terjemahannya :“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati Rasul-Nya dan oramg-orang yangmemegang kekuasaan diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan perndapat tentang sesuatu,maka kembalikanlah kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebi utama bagi kamu danlebih baik akibatnya”.MACAM-MACAM AKHLAK# Akhlak TerpujiAkhlak Terpuji (al-mahmudah) atau akhlak al-karimah artinya sikap dan sifat yang mulia atau terpuji,yang terkadang disebut dengan budi pekerti yang luhur.Akhlak mulia suatu sikap atau sifat yang terpuji yang pantas melekat pada diri setiap Muslim,sehingga menjadi orang yang berbudi baik atau luhur dan memiliki karakter yang baik pula.Indikator dalam akhlak mulia terbagi menjadi berbagai macam diantaranya adalah :Indikator akhlak mulia adalah sebagai berikut : Shiddiq (benar atau jujur) Al-manah (menyampaikan atau terbuka) Tabligh (menyampaikan atau terbuka) Fathana (cerdas dan cakap) Istiqamah (teguh pendirian) Ikhlas berbuat atau beramal Syukur (menerima baik) Sabar (teguh) Iffah (perwira) Tawadhu’, adalah sikap sabar yang tertanam dalam jiwa untuk dapat mengendalikan hawa nafsu. Syaja’ (berani) Hikmah (bijaksana) Tasamuh (toleransi) Lapang dada Adil
  • 20. Qana’ah Intiqad atau mawas diri Al-Afwu atau pemaaf Anisatun atau bermuka manis Khusyu’ atau tenang dala beribadah Wara’, adalah sikap batin yang tertanam dalam jiwa yang selalu menjaga dan waspada dari segala bentuk perbuatan yang mungkin mendatangkan dosa, baik itu dosa kecil atau dosa besar. Belas kasihan Beriman kepada Allah Ta’awun atau tolong menolong Tadarru atau merendah Shalihah (shaleh) Sakhaa’ (pemurah) Nadhief (bersih) Ihsan Malu (haya) Uswatun hasanah (teladan yang baik) Hifdu Al-Lisan (menjaga ibadah) Hub al-wathan (cinta tanah air)Akhlak yang tercelaAkhlak tercela adalah semua sifat dan tingkah laku yang berbeda atau berlawanan, bahkanbertentangan dengan sifat-sifat yang telah disebutkan pada bagian terdahulu (akhlak mulia) tersebutdi atas.Jenis akhlak yang dimaksudkan adalah sebagai berikut : Dusta (bohong) Khiyanat (menyia-nyiakan kepercayaan) Hasad (dengki) Iri hati Al-Riya (puji diri) Takabbur (sombong) Al-Tabdzir (boros) Al-Bukhlu (kikir) Bakhil (kikir) Al-Dzulmu (aniaya) Ceroboh Ananiyah Al-Baghyu Al-Buhtaan (bohong) Ingkar janji Al-Kamru Al-Jubnu (pengecut) Al-Fawahisy (dosa yang besar) Saksi palsu Fitnah Al-Israf (hidup berlebih-lebihan) Al-Liwathah (hubungan seksual tidak normal)
  • 21. Al-namimah (adu domba) Al-khufran (kekufuran) Qatlun Nafs (menghilangkan jiwa) Al-Riba (pemakan riba) Al-sikhriyah (berolok-olok) Tanabazu bil al-qad (memberi gelaran yang tidak benar atau berlebihan) Al-Syakhwat (mengikuti hawa nafsu) Dan lain-lain sifat tercelaDari berbagai kesimpulan di atas kami menarik kesimpulan bahwa akhlak adalah sesuatu sifat yangharus dijaga dan dipelihara, karena merupakan kunci sukses untuk hidup. akhak ialah bunga diri,indah dipandang mata, nikmat dirasa oleh hati dan memberi manfaat. Intinya adalah mencapaikeridhaan Allah SWT.http://senyumkudakwahku.blogspot.com/2012/06/makalah-akhlaq-persoalan-akhlaq-dan.html BAB I PENDAHULUAN1.1. Latara Belakang Kata akhlaq merupakan bentuk dari kata khuluq dalam bahasa arab mempunyai asalkata yang sama dengan yang khalik (Pencipta, Allah) dan makhluk, semuanya itu berasal darikata khalaqa (menciptakan). Dengan demikian kata khuluq dan akhlaq tidak hanya mengacukepada penciptaan atau kejadian manusia melainkan mengacu juga pada konsep penciptaanalam semesta sbagai makhluk.Dari pengertian etimologis (bahasa) akhlaq bukan saja merupakan tata aturan atau normaperilaku yang mengatur hubungan antar sesame manusia dengan tuhan dan alam semesta. Selain itu di dalam kata akhlaq mencakup pengertian terciptanya keterpaduan antarakehendak khalik dengan perilaku makhluk. Artinya tata perilaku seseorang terhadap oranglain dan lingkungannya disebut mengandung nilai akhlak, manakala tindakan atau perilakutersebut didasakan kepada kehendak Allah SWT, karena itu sesuai dengan tuntunan akhlak,segala motivasi tindakan (niat) harus mengacu kepada semangat taqwa kepada Allah(Taqwallah).
  • 22. Karena akhlak berpusat pada taqwa, sedangkan taqwa merupakan asas yang kokohdan tidak akan pernah berubah lantaran kehendak hawa nafsu, maka akhlak islamiahmempunyai cirri khusus yang membedakannya dari akhlak ciptaan manusia. Cirri tersebutadalah : a. Kebajikan yang mutlakAkhlak yang menjamin adanya kebajikan yang mutlak, karena islam telah menciptakanakhlakulkarimah, baik untuk individu maupun bagi masyarakat disetiap lingkungan dalamsetiap kondisi serta waktu. b. Kebaikan yang menyeluruhNorma-norma yang diajarkan oleh akhlak sangat mudah untuk dimengerti dan tidakmengandung kesulitan atau kesukaran, artinya kebaikan yang diajarkan tidak memberatkandan sesuai dengan kadar dan kemampuan manusia yang bersifat menyeluruh tanpamembedakan ras dan kebangsaan. c. KemantapanNilai kebajikan yang diajarkan oleh akhlak bersifat mutlak dan menyeluruh, juga bersifatpermanen, langgeng (tetap dan mantap). Karena akhlak diciptakan oleh Alah SWT yangselalu memelihara kebaikan yang mutlak universal serta langgeng. Hal ini berbeda denganaturan akhlak ciptaan manusia yang bersifat nisbi (sementara), dan tidak bersih darikepentingan individu maupun golongan. Akhlak ciptaan manusia selalu berubah dan tidakselalu sesuai dengan kepentingan masyarakat. d. Kewajiban yang wajib ditaati
  • 23. Akhlak Islamiyah bersumber dari akidah serta syariat islam yang wajib ditaati. Ia mempunyai daya kekuatan mengikat yang tinggi, menguasai semua perilaku manusia, lahir maupun batin dan di dalam keadaan suka maupun duka. Kepatuhan dan ketaqwaan kepada Allah mendorong untuk tetap setia kepada ajaran-ajarannya, sekaligus menjadi motivator (pendorong) untuk berbuat kebajikan dan meninggalkan segala bentuk kedzaliman. e. Pengawasan menyeluruh Taqwa kepada Allah y ang menjadi sumber utama akhlak merupakan pengawas (kontrol) bagi hati nurani dan akal sehat. Islam menghargai hati nurani yang didasarkan oleh iman, islam dan ihsan, bahkan dijadikan tolak ukur dalam menetapkan berbagai ikhtiar (usaha) dan ketetapan hukum. 1.2. Tujuan Dengan disusunnya makalah akhlak ini, diharapkan penyusun memiliki akhlak yang mulia yang sesuai dengan ajaran agama islam yang bersumber dari al-quran dan sunah rasul. BAB II ISI2.1 Pengertian Akhlakulkarimah Akhlak terpuji adalah suatu aturan atau norma yang mengatur hubungan antar sesama manusia dengan tuhan dan alam semesta.2.2 Macam-macam Akhlakulkarimah2.2.1 Khusnudzhan kepada Allah Khusnudzhan kepada Allah adalah kita memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang senantiasa berbuat dan menentukan yang terbaik untuk kehidupan manusia.
  • 24. Hikmah yang dapat kita ambil dari husnudzhan kepada Allah, yaitu : a) Banyak bersyukur kepada Allah Tulisan arab b) Selalu beribadah kepada Allah a c) Tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun d) Mencintai Allah SWT dengan cara mencintai perintah-perintah-Nya dan membenci perbuatan yang dilarang-Nya. e) Ridho dan ikhlas terhadap qadha dan qadar Allah. f) Mentaati, takut dan bertaqwa kepada Allah SWT. g) Bertaubat kepada Allah h) Selalu mencari keridhaan Allah SWT i) Selalu memohon dan berdoa kepada Allah j) Meniru sifat-sifat Allah, meneladani asmaul husna yang diterapkan dalam kehidupan Husnudzhan terhadap sesama manusia yaitu memiliki sifat berprasangka baik terhadap sesama manusia dan jangan memiliki prasangka buruk terhadpa manusia.2.2.2 Qana‟ah Qana‟ah dalam kacamata ilmu akhlak memiliki arti menerima segala naugerah yang diberikan Allah SWT serta bersabar atas ketentuannya besar dan tidak meninggalkan usaha dan ikhtiar lahiriyah. Orang mempunyai sifat qana‟ah akan memiliki pendirian apa yang diperoleh atau apa yang ada pada dirinya adalah sesuai dengan Qadar ketentuan Allah SWT sebagai firman-Nya. Orang-orang yang bersifat qana‟ah ialah mereka yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • 25. a. Ia menerima anugerah yang diberikan Allah SWT dan sabar atas ketentuan (ujian, cobaan) yang menimpanya. b. Ia meminta tambahan yang layak, berusaha dan tawakal. c. Hatinya tidak tertarik (terpedaya) dengan kekayaan duniawi.2.2.3 Ikhlas Ikhlas adalah mengerjakan sesuatu perbuatan yang baik tanpa pamrih kecuali hanya karena Allah dan mengharapkan ridha-Nya. Allah SWT berfirman : Beramal dengan ikhlas akan menjadikan seseorang bekerja dengan jujur, disiplin dan tanggung jawab, serta sanggup berkorban dalam melaksanakan tugas pekerjaan tersebut.2.2.4 Sabar Sabar artinya tahan uji, tahan menderita, menerima apa yang diberikan Allah baik yang berupa nikmat maupun berupa penderitaan. Orang yang sabar adlaah orang yang memiliki keteguhan dan ketabahan hati dalam usaha mencapai cita-cita. Pantang menyerah terhadap segala rintangan yang menghadangnya dan selalu sabar bahwa setiap cita-cita luhur memerlukan kesabaran (ketabahan). Sabar bukan berarti menyerah ketika mengalami kegagalan tanpa usaha yang maksimal. Akan tetapi ulet dan tahan banting di dalam menghadapi segala rintangan. Sebagaimana Firman Allah SWT :2.2.5 Istiqomah Dalam bahasa Indonesia padanan kata istiqomah adalah kata “taat asas”, yakni selalu taat dan setia kepada asas suatu keyakinan oleh sebab itulah orang yang istiqomah dikatakan juga sebagai orang yang taat asas. Orang yang berlaku istiqomah disebut juga orang yang mempunyai resiko yang tidak kecil seperti mendapat celaan. Dalam hal ini orang yang istiqomah tidak pernah ragu, walalupun ia menghadapi kesulitan dalam perjuangannya.
  • 26. 2.2.6 Tasammuh Dalam bahasa Indonesia, kata tasammuh dapat diartikan dengan tenggang rasa, lapang dada atau toleransi. Oleh karena itu orang yang bersifat tasammuh berarti memiliki kelapangan dada, menghormati orang yang berpendapat atau berpendirian lain, tidak mau mengganggu kebebasan berfikir dan orang berkeyakinan lain.2.2.7 Ikhtiar (Kerja Keras) Untuk mempertahankan hidup dan kehidupan, manusia dituntut untuk berjuang baik secara perorangan (individu) maupun secara kelompok (kolektif). Tuntutan tersebut berdasarkan fitrah (naluri) kemanusiaan yang tumbuh karena adanya hidayah dari Allah sesuai asas penciptaan-Nya. Sebagai mana Firman Allah SWT :2.2.8 Berdoa Yaitu memohon kepada Allah, agar segala yang telah kita lakukan ada dalam ridha Allah SWT dan diqobulkan oleh Allah SWT. Firman Allah : BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pengertian akhlakul karimah ialah akhlak yang terpuji baik yang langsung terhadap Allah dengan melaksanakan ibadah yang wajib maupun yang sunah, dan melaksanakan hubungan yang baik terhadap sesama manusia yang meliputi antara lain : 1. Husnudzhan hablumminallah wahablumminannas 2. Qana‟ah yaitu menerima segala pemberian Allah SWT 3. Ikhlas yaitu melaksanak sesuatu perbuatan yang baik hanya karena Alllah SWT. 4. Sabar yaitu menerima pemberian dari Allah baik berupa nikmat maupun berupa cobaan. 5. Istiqomah yaitu teguh pendirian terhadap keyakinannya. 6. Tasammuh yaiitu memiliki sifat tenggang rasa, lapang dada, dan memiliki sifat toleransi.
  • 27. 7. Ikhtiar yaitu berusaha atau kerja keras untuk mencapai tujuan8. Berdoa yaitu memohon kepada Allah http://centermakalah.blogspot.com/2012/02/makalah-akhlakul-karimah-diklat.html Allah tidak pernah mendzolimi hambaNYa. Allah adalah segala kebaikan dengan kekayaan Rahman RahimNya. Tidak ada keburukan dan kekurangan atasNya. Maka berhusnudzon adalah kewajiban seorang hamba kepadaNya. Ketika seorang hamba berhusnudzon kepada segala kebaikan Allah SWT, maka akan mendorong untuk melakukan kebaikan. Imam Ibnu Tamiyah memaparkan : “Telah nampak jelas perbedaan antara husnudzon dengan ghurur (tipuan). Adapun husnudzon, jika ia mengajak dan mendorong beramal, membantu dan membuat rindu padaNya, maka ia benar. Jika mengajak malas dan berkubang dengan maksiat, maka ia ghurur (tipuan). Husnudzon adalah raja’ (pengharapan). Siapa yang pengharapannya mendorongnya untuk taat dan menjauhkannya dari maksiat, maka ia pengharapan yang benar. Sedangkan yang kemalasannya adalah raja’ dan meremehkan perintahNya, maka ia tertipu." (Al-Jawab Al-Kaafi : 24) Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan : “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jia ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari”. (HR.Al- Bukhari dan Muslim) “Sesungguhnya seorang mukmin selalu berhusnudzon kepada Tuhannya lalu ia memperbagus amalnya. Dan sesusungguhnya seorang pendosa berprasangka buruk kepada Tuhannya sehingga ia berbuat yang buruk”. (Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Al-Zuhd, hal.402) “Janganlah salah seorang dari kalian meninggal kecuali ia berhusnudzon kepada Allah SWT”. (HR.Muslim) http://strongdimi.blogspot.com/2012/01/akhlaq-kepada-allah-swt.html http://naunganislami.wordpress.com/2010/11/10/akhlak-akhlakul-karimah/