Agenda reformasi&

1,320 views
1,096 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,320
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Agenda reformasi&

  1. 1. Agenda Reformasi& Perubahan Sosial Lailatul Rochmah (D05212018) Reni Prasetia N (D95212084) Ulil Fauziyah (D05212045)
  2. 2. Suksesi Kepemimpinan Nasional / Suksesi Politik Agenda Reformasi Penghapusan Dwifungsi ABRI Pemberantasan KKN
  3. 3. Kebebasan Pers Perubahan Sosial Ketidaksetiakawanan Sosial
  4. 4. Agenda Reformasi  Pengertian Reformasi Menurut Arti kata dalam bahasa indonesia pengertian reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Di Indonesia, kata Reformasi umumnya merujuk kepada gerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde Baru.
  5. 5. 3 Agenda Penting Reformasi 1. Suksesi Kepemimpinan Nasional / Suksesi Politik Pengertian Suksesi : Dalam suatu kehidupan bermasyarakat yang mengenal peradaban, membentuk suatu komunitas yang di dalamnya terdapat pemimpin dan yang dipimpin. Kepemimpinan ini sering menimbulkan sebuah permasalahan tersendiri terutama pada proses alih kepemimpinan yang biasa dikenal dengan Suksesi Kepemimpinan. Titik kritis dalam suksesi kepemimpinan ini diantaranya adalah bagaimana mendapatkan seorang calon pemimpin yang sadar akan posisinya sebagai pemimpin yang memiliki makna bahwa pemimpin itu pelayan.
  6. 6. Sebab – sebab Suksesi : 1. Terpilihnya kembali presiden suharto untuk ketujuh kalinya menimbulkan gelombang protes di seluruh Indonesia. 2. masyarakat mengalami ksisis kepercayaan terhadap kepemimpinan presiden Suharto yang dianggap menjadi penyebab terjadinya krisis multidimensi di Indonesia. 3. Kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) pada tanggal 4 Mei 1998. 4. Pemerintah tak menggubris harapan masyarakat agar mendahulukan program efisiensi Pertamina dan Perusahan Listrik Negara (PLN) serta transparansi biaya produksi BBM dan listrik, sebelum menaikkan harga dua kebutuhan primer rakyat tersebut.
  7. 7. Kronologi terjadinya suksesi kepemimpinan nasional : 1. 10 Mei 1998 : Perasaan tidak puas terhadap hasil pemilu dan pembentukan kabinet pembangunan kabinet pembangunan VII mewarnai kondisi politik Indonesia. Kemarahan rakyat bertambah setelah pemerintah secara sepihak menaikkan harga BBM. Namun, keadaan itu tidak menghentikan presiden Suharto untuk mengunjungi negara Mesir. Presiden menganggap keadaan dalam negeri pasti dapat teratasi. 2. 12 Mei 1998 : tuntutan reformasi membawa korban tertembaknya empat mahasiswa trisakti hingga tewas seketika saat melakukan demonstrasi. Kejadian itu dikenal sebagai peristiwa semanggi. 3. 13 Mei 1998 : presiden Suharto menyatakan ikut berduka cita atas terjadinya peristiwa semanggi. Melalui menteri luar negeri Ali Alatas, presiden Suharto atas nama pemerinta mengatakan tidak mungkin memenuhi tuntutan reformis di Indonesia.
  8. 8. 4. 15 Mei 1998 : presiden Suharto tiba kembali di Jakarta. Siputuasana renggang segera meliputi Jakarta. Oleh karena itu, ABRI menyiagakan pasukan tempur dengan peralatannya di segenap penjuru kota. 5. 16 Mei 1998 : presiden Suharto menerima kedatangan Harmoko, ketua DPR/MPR RI yang menyampaikan aspirasi masyarakat untuk meminta mundur dirinya dari jabatan presiden RI. 6. 17 Mei 1998 : demonstrasi besar – besaran untuk meminta Suharto turun dari jabatan Presiden RI terjadi di gedung DPR/MPR RI.
  9. 9. 7. 18 Mei 1998 : ketua DPR/MPR RI, Harmoko di hadapan para wartawan meminta sekali lagi kepada presiden Suharto untuk mundur dari jabatan presiden RI. 8. 19 Mei 1998 : beberapa ulama besartokoh, budayawan, dan tokoh cendekiawan seperti ketua PB NU K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Emha Ainun Najib (Budayawan), Nurcholis Majid (Direktur Universitas Paramadina), Ali Yafie (Ketua MUI), Prof Malik Fajar (Muhammadiyah), Prof. Yuzril Ihza Mahendra (Buru Besar Tata Negara UI), K.H. Cholil Bardowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono (Muhammadiyah), Ahmad Bagdja (NU), dan Ma’aruf Amin (NU) bertemu presiden suharto di istana negara. Pertemuan itu membahas tentang refomasi dan kemungkinan mundurnya presiden Suharto. 9. 20 Mei 1998 : presiden suharto berencana membentuk komite reformasi untuk mempromosikan tuntutan para demonstran. Namun, permintaan presiden Suharto tersebut ditolak oleh sembilan tokoh tesebut. Di luar gedung istana, pasukan ABRI dari berbagai angkatan siap siaga sehingga suasana menjadi tegang. Semangat reformasi ternyata tidak mereda, hal tersebut dari masih banyaknya mahasiswa yang bertahan di gedung DPR/MPR di Senayan.
  10. 10. 10. 21 Mei 1998 : dengan adanya desakan dari mahasiswa dan masyarakat serta mempertimbangkan kepentingan bangsa dan negara maka pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 10:00 presiden Suharto meletakkan jabatannya di depan mahkamah agung. Selanjutnya, berdasarkan pasal 8 UUD 1945 maka presiden suhato menunjuk wakil presiden B.J Habibie sebagai pejabat presiden dan dilakukan pelantikan di depan Mahkamah Agung. Sejak saat itu, presiden RI ke-3 dijabat oleh Prof. Dr. Ing B.J. Habibie. Mundurnya presiden Suharto dari kursi jabatannya menjadi tanda berakhirnya pemerintahan Orde Baru selama 32 tahun.
  11. 11. 2. Penghapusan Dwifungsi ABRI Dwi fungsi adalah suatu doktrin di lingkungan militer Indonesia yang menyebutkan bahwas Tentara Nasional Indonesia memilki dua tugas yaitu menjaga keamanan dan ketertiban negara serta memegang kekuasaan dan mengatur negara. Untuk memahami hakikat dan isi dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, maka harus dimulai dengan perkembangan selama revolusi dari tahun 1945-1949 kemudian melihat evolusinya selama periode demokrasi liberal tahun 1950-1957, selama fasee demokrasi terpimpin tahun 1959 sampai dengan tahun 1965, kemudian juga selama periode sekarang ini yang mulai dengan kegagalan kudeta PKI.
  12. 12. 3. Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) Salah satu tuntutan agenda reformasi yang digulirkan oleh berbagai elemen mahasiswa adalah pemberantasan KKN. Salah satu budaya yang merebak di segala sector kehidupan pada masa Orde Baru adalah praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Berbagai pelaku pejabat ORBA yang merugikan masyarakat dan menguntungkan para pejabat dan kroni-kroni Orde baru tersebut merupakan salah satu penyebab kritis multidimensional di Indonesia. Hal itu disebabkan karena perilaku KKN memunculkan sistem ekonomi biaya tinggi yang membebani keuangan Negara. Selain itu, budaya KKN yang dilakukan para pejabat Orde Baru tersebut telah menguras sumber ekonomi Negara yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembangunan prasarana fisik lainnya.
  13. 13. Perubahan Sosial 1. Kebebasan Pers Setelah bangsa Indonesia memasuki era reformasi sejak dilengserkannya Soeharto dari kursi kekuasaannya pada tanggal 21 Mei 1998, sistem pers Indonesia pun kembali ke keadaannya ketika masyarakat Indonesia berada di era 1945-1959. Itu adalah masa yang sedikit banyak merupakan masa kebebasan berpikir tidak dirintangi oleh rambu-rambu sensor, izin-izin, atau larangan-larangan, meskipun pada tahun 1957 mulai muncul lembaga SIT di Jakarta.Suasana reformasi akhirnya mampu mempengaruhi paradigma para petinggi negara Indonesia tentang arti kebebasan mengeluarkan pendapat. B.J. Habibie yang ada pada 21 Mei 1998 itu nerupakan Presiden RI pertama yang membuka kran-kran demokrasi. Pada masa pemerintahannyalah Undang-undang yang membatasi kemerdekaan pers dicabut, termasuk pencabutan peraturan tentang SIUPP, sebagai gantinya diberlakukan UU Pers No. 40 tahun 1999 yang menjamin adanya kebebasan pers, bahkan dalam pasal 6 undang-undang tersebut ditegaskan bahwa pers nasional berperan dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui (people’s right to know).
  14. 14. 2. Ketidaksetiakawanan Sosial Di Era Reformasi, persoalan tempat ibadah masih menjadi titik genting hubungan Islam-Kristen. Kegentingan tersebut di era reformasi telah terjadi semenjak masa transisi dari Orde Baru ke Era Reformasi. Perubahan Era Orde Baru ke Era Reformasi diikuti dengan berbagai kerusuhan sosial. Kees van Dijk1 mencatat bahwa pergeseran tahun 1996-1997 (akhir kekuasaan Orde Baru) terjadi berbagai bentuk kekerasan sosial di berbagai wilayah. Ia mencatat berbagai kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia khususnya di Jawa. 1. Kasus Poso Kasus Poso merupakan potret buram hubungan Islam dan Kristen di Indonesia. Persaingan antara pemeluk Islam dan Kristen sebenarnya telah ada semenjak era kolonial, tetapi baru pada Era Reformasi persaingan tersebut berubah menjadi konflik berdarah.
  15. 15. 2. Kasus Ambon-Maluku Selain kasus Poso, kasus Ambon merupakan kasus terburuk dalam sejarah hubungan Islam dan Kristen di Indonesia. Konflik Maluku merupakan konflik yang memakan waktu panjang, yaitu tahun 1999 sampai tahun 2002, dan memakan korban yang banyak, serta mengundang perhatian dari elemen-elemen masyarakat di tingkat nasional maupun internasional. Konflik tersebut bermula di kota Ambon, namun pada perkembangannya merembet ke daerah-daerah lain, seperti Ternate, Tidore, dan Halmahera.
  16. 16. Thank You for your nice attention….. 

×