• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Islam dan-kesejahteraan-sosial arifin-zain(pdf}
 

Islam dan-kesejahteraan-sosial arifin-zain(pdf}

on

  • 5,043 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,043
Views on SlideShare
5,043
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
104
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Islam dan-kesejahteraan-sosial arifin-zain(pdf} Islam dan-kesejahteraan-sosial arifin-zain(pdf} Document Transcript

    • Islam dan Kesejahteraan Sosial: Antara Ajaran dan Realitas Sosial Arifin Zain Abstract : Islam adalah agama rahmatan lil` alamin dalam arti yang sesungguhnya. Sejak awal diturunkan, agama Ilahiyyah ini telah menjadikan dirinya sebagai satu-satunya agama yang mengin ginkan terujudnya rasa keadilan, ketentraman dan kesejahteraan sosial bagi seluruh pemeluknya. Untuk meraih kesejahteraan sosial dimaksud Allah telah mempersiapkan seperangkat aturan dan ajaran baik melalui wahyu maupun hadits rasulullah yang dapat dijadikan acuan bagi kaum mauslimin dalam tatanan kehidupan mereka, baik dalam lingkup kecil maupun dalam skala yang lebih besar. Dalam perjalanan sejarah umat Islam awal dan beberapa periode setelahnya, kesejahteraan sosial tersebut berhasil dicapai dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Keniscayaan akan terciptanya kesejahteraan sosial yang sesungguhnya adalah ketika manusia hidup sesuai dengan tatanan yang telah ditentukan Allah dan rasul-Nya.Kata Kunci : Dakwah Islam, Kesejahteraan SosialI. Pendahuluan Sejak diturunkan Islam telah mengajarkan prinsip-prinsip kesejahteraan bagipemeluknya. Kesejahteraan tersebut tidak hanya ditinjau dari unsur terpenuhinyakebutuhan dasar jasmani seperti makan dan tempat tinggal namun termasukkebutuhan ruhani seperti ketenangan, kenyamanan, pengormatan, perlindungan,persamaan keduduk an d alam hukum dan peradilan. Prinsip-prinsip ini dapat dilihatdari berbagai dimensi, diantaranya, Pertama , adanya perintah Allah dan rasul-Nyatentang keadilan, persamaan hak dan kewajiban, perlindungan hukum dan jaminan 1
    • keselamatan yang tertuang dalam wahyu-wahyu Allah dan hadits rasul-Nya. edua , KPraktek-praktek nabi Muhammad baik saat di Makkah maupun di Madinah senantiasamengarah pada terciptanya keadilan, kesetaraan, persamaan, jaminan sosial,perlindungan hak -hak pribadi dan keamanan individu dan masyarakat. Sejarahmenunjukkan, nabi Muhammad berupaya seku at mungkin menciptakan kesamaanhak dan kewajiban di kalangan pengikutnya. Salah satu contoh yang pentingdiangkat adalah saat memerdekakan para budak seperti Bilal dan `Ammar bin Yasir.Usaha ini ditujukan agar terciptanya k esamaan status antara dirin ya sebagai rasuldengan orang-orang di sekitarnya yang memiliki sebagai pengikut. Dalam rangka menciptakan kesejahteraan sosial, Islam telah menetapkanperangkat-perangkat dasar yan g dapat dijadikan acuan bagi pemeluknya. Sebagaicontoh demi terciptanya stabilitas sosial dalam masyarakat, al-Qur`an dan haditsmenetapkan adanya qishash bagi pelaku pembunuhan -meski memberi maaf lebihutama -, hukuman rajam dan cambuk bagi pelaku zina dan peminum khamar sertahukuman potong tan gan bagi pencuri. Dari dimensi jasmaniah, Islam mewajibkanzakat (zakat harta, zakat fithrah) bagi orang-orang yan g mampu, Infaq, shadaqah d anwaqaf bagi mereka yang memiliki kelebihan harta. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan fisik, Allah berfirman yan g artinya:“ Sesungguhnya zakat-zakat itu merupakan hak orang-orang fakir, miskin, `amil, paramuallaf, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang dan mereka .1yang berjihad di jalan Allah serta ibnu sabil Apa-apa yang diberikan Allah kepadarasul-Nya dari penduduk satu negri, maka itu merupakan milik Allah dan rasul-Nya,kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil, supaya hartatersebut tidak hanya beredar diantara orang-orang kaya diantara kamu. 2 Sementaradalam konteks keadilan dan kesetaraan nabi Muhammad menegaskan dalam salahsatu hadits yang artinya: “ Seandainya Fathimah a nak-ku mencuri sungguh akan sayapotong tangannya ”. Ayat-ayat dan hadits di atas menunjukkan betapa Allah dan rasul-Nya sangatmementingkan terciptanya kehidupan yan g baik di kalangan umat Islam. Tidak 2
    • hanya memberikan perhatian pada kebutuhan yang sifatnya materi namun jugakebutuhan-kebutuhan no n material yang sif atnya abstrak namun sangat berpengaruhterhadap sikap dan tingkah laku seseorang. Semua ini ditujukan dalam rangkamewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis dalam banyak hal, harmonis antara sikaya dan si miskin, pen guasa dan rakyat, individu dan individu, yang pintar dan yangbodoh, oran g kuat dan yang lemah dan lainnya. Jika hal ini dapat terwujud dalamrealitas kehidupan umat Islam niscaya kesejahteraan sosial akan hadir dalamkehidupan yang sesungguhnya bukan dalam catatan-catatan kertas para pengamatmasalah sosial. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka dalam tulisan singkat ini akandibahas tentang Islam dan Kesejahteraan Sosial: Antara Ajaran dan Realitas Sosial.Kajian ini memfokuskan pembahasan tentang pandangan-pand angan dan ketentuanIslam tentang kesejahteraan sosial serta bagaimana praktek dan pelaksanaan programkesejahteraan sosial tersebut dalam lintasan sejarah masyarak at Islam.II. Pengertian Kesejahteraan Sosial Kesejahteraan Sosial didefinisikan sebagai suatu kondisi kehidupan individudan masyarakat yang sesuai dengan standar kelayakan hidup yang dipersepsimasyarakat. Namun tingkat kelayakan hidup tersebut dipahami r elatif berbeda olehmanusia dalam berbagai kalangan dan latar belakang budaya, mengingat tingkatkelayakan tersebut ditentukan oleh persepsi normatif suatu masyarakat terhadapkondisi sosial, material dan psikologis tertentu. Dewasa ini negara-negara yangtergabung sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa telah men yepakati bahwagaris kesejahteraann sosial minimal yan g dijadikan acuan bersama dalam bentukHuman Development Indext (HDI) yang selanjutnya sejak tahun 1990-an dimonitorperkembangannya dan dilaporkan secara berkala dalam Human Development Report(HDR). 3 Terdapat beberapa usaha yan g d apat dilakukan oleh masyarakat dalammencapai taraf kesejahteraan mereka, antara lain dengan menin gkatkan pembangun an 3
    • ekonomi dan peciptaan lapangan k erja, pembagunan bidang pendidikan, jaminan ataspemeliharaan dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan Sosialdipahami sebagai hak dasar manusia yang bersif at universal ( Universal Basic HumanRight ), sehingga setiap orang secara inclusive (tidak membedakan jenis kelamin,suku, bangsa, agama, warna kulit, kemampuan fisik dan psikologis) berhak atassuatu tingkat kesejahteraan yang sesuai den gan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karen aitu, usaha-usaha pemeliharaan tingkat kesejahteraan dapat dipandan g seb agai usaha 4pemenuhan hak-hak asasi manusia. Sampai saat ini belum ada sebuah batasan kesejahteraan sosial yang dapatditerima secara umum dan hal ini sudah menjadi fitrah dari ilmu sosial apa saja,termasuk Ilmu Kesejahteraan Sosial. Para cendekiawan Ilmu Kesejahteraan Sosialatau praktisi pekerjaan sosial telah merumuskan batasannya secara sendiri-sendirisehinggat terdapat beraneka ragam definisi. 5 Menurut Dunham sebagaimana dikutipSuud, Kesejahteraan Sosial merupakan kegiatan-kegiatan yang terorganisasi bagipeningkatan kesejahteraan sosial melalui menolong orang untuk memnuhi kebutuhan-kebutuhan dalam beberapa bidang seperti kehidupan keluarga dan anak, kesehatan,penyesuaian sosial, waktu senggang, standar-standar kehidupan, dan hubungan- 6hubungan sosial. Sementara Perserikatan B angsa-Bangsa (PBB), merumuskanbahwa kesejahteraan sosial merupakan suatu fungsi terorganisasi yang bertujuanuntuk memungkiknkan individu-individu, keluarga, kelompok-kelompok dankomunitas-komunitas menanggulangi masalah sosial yang diakibatkan olehperubahan kondisi-kondisi. Namun demikian kesejahteraan sosial secara luasmempun yai fungsi terhadap pelayanan-p elayanan khusus, kesejahteraan sosialmempun yai fungsi lebih lanjut yang lebih luas di dalam pembangunan sosial suatunegara. 7 Kesejahteraan sosial dalam arti luas mencaku p berbagai tindakan yangdilakukan manusia untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Beberapa ahlimembagi definisi kesejahteraan sosial kepada beberapa bagian yaitu: kesejahteraansosial sebagai k eadaan (kondisi), sebagai ilmu dan sebagai kegiatan dan gerak an. 4
    • Salah satu pengertian Kesejahteraan Sosial yang dikemukakan adalah: “keseluruhanusaha sosial yang terorganisir dan mempunyai tujuan utama untuk meningkatkantaraf hidup masyarakat berdasarkan konteks sosialnya. Di dalamnya tercakup unsurkebijakan dan pelayanan dalam arti luas terkait dengan berbagai kehidupan dalammasyarakat seperti pendapatan, jaminan sosial, kesehatan, perumahan, pendidikan, 8rekreasi budaya dan lainn ya.III. Kesejahteraan Sosial dalam Islam : Dimensi Wahyu dan Realitas Sosial Demikian tegasnya Islam menganjurkan tercip tanya kesejahteraan sosialdalam masyarakat sampai-sampai menjadikannya salah satu prinsip dasar ajaranIslam. Salah satu bentuk perhatian Allah tersebut dengan memberikan jaminan bahwanabi Muhammad merupakan sosok yang sen gaja diutus sebagai rahmat yangmendatangkan kebaikan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi seluruh alam. Dalamal-Qur`an Allah berfirman yang artinya : “Tidaklah Kami utus engkau Muhammadkecuali untuk semua manusia” .9 Dalam ayat lain Allah berfirman yang artinya :“Kami utus engkau Muhammad untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam .10Rasulullah adalah rahmat, bukan saja kedatangannya membawa ajaran tetapi jugasosok dan kepribadiannya adalah rahmat yang dianugerahkan Allah kepada beliau.Kepribadiannya dibentuk sehingga bukan hanya pengetahuan yang Allah limpahkankepadanya melalui wahyu-wahyu al-Qur`an akan tetapi juga qalbunya disinaribahkan totalitas wujud pribadinya merupakan rahmat bagi seluruh alam. Rasulullahsendiri mengakui dirinya sebagai Rahmatun M uhdab yang berarti Rahmat yangdihadiahkan Allah kepada seluruh alam. Tidak ada ditemukan dalam al-Qur`anseorangpun yan g dijuluki dengan rahmat kecuali rasulullah dan tidak ada juga satumakhlukpun yang dijuluki dengan rahmat kecuali Muhammad saw dan tidak adasatupun makhluk yang disifati dengan sifat Allah ar-Rahim kecuali dia seorang. 11 Dengan rahmat akan terpenuhinya hajat batin manusia untuk meraihketenangan, ketentraman, hak, bakat dan fitrahn ya sebagaimana terpenuhi pula hajat 5
    • keluarga kecil dan b esar menyangkut perlindungan, bimbingan dan pen gawasan sertasaling pengertian dan penghormatan. Karenanya jangankan manusia, tumbuh- 12tumbuhan dan binatangpun memperoleh rahmat dengan kedatangan Mu hammad.Risalah yang dibawa Muhammad ini selain membawa rahmat untuk kaumnya,mengeluarkan mereka dari lingkungan sempit, hidup berkabilah -kabilah menjadi satubangsa besar yan g berperadaban, diapun rahmat bagi seluruh isi alam. Awalnyaajaran ini dipandang orang ganjil dan tidak mungkin diterima karena sangatbertentangan dengan aturan sosial yan g berlaku waktu itu. Akan tetapi lamakelamaan manusia menerimanya d engan cara ber angsur-angsur diakui d an dijalankanwalaupun kad ang-kadang dimun gkiri dari sumber mana mereka ambil. Islam menjadirahmat bagi kemanusiaan karena Islam mempersamakan hak azazi manusia di muka 13pengadilan dan undang-undang. Kehadirannya sebagai rasul terakhir tidak hanya dikhususkan bagi umat Islamsemata, akan tetapi bagi seluruh manusia di atas bumi ini. Hal ini dimungkinkankarena posisinya sebagai Khatam al-Anbiyya sehingga keh adiran Muhammd tidakdibatasi hanya untuk penduduk Makkah dan Madinah saja melainkan juga untukseluruh manusia di dunia ini. Islam yan g dikembangkan nabi Muhammad, parasahabat dan pengemban risalah setelah itu senantiasa mengacu pada penciptaankondisi ideal dan kondusif dalam kehidupan masyarakat. Harus dipahami bahwaIslam memiliki seperan gkat ajaran dan aturan yang telah dipersiapkan Allah danrasul-Nya untuk dilaksanakan oleh manusia. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa Muhammad telah berhasil membawaperubahan yang mendasar dan sangat besar dalam berbagai sisi kehidupanmasyarakat Arab saat itu. Sebagai contoh, kota Makkah yan g awalnya merupakansentra perdagangan dan dikuasai oleh sebagian pemuka Qurasy yang kasar, arogandan tamak akhirn ya ber ubah menjadi sebuah negeri yang yan g baik, aman, tentramdan pendudukn ya mendapatkan ampunan Allah. Padahal, tidak dapat disangkal padazaman jahiliyyah kota ini merupakan salah satu pusat kebobrokan moral di tanah 6
    • Arab. Hampir tidak ada satu bentuk kejahatan yang tidak terdapat di negeri ini, mulaipelacuran, riba, perang antar suku, minum khamar, penindasan dan perbud akan. Penindasan dan perbudakan merupakan salah satu bentuk kejahatan yangsangat dilarang, karena dalam konteks ini manusia memiliki status yang demikianrendah sehingga dalam hal-hal tertentu memiliki nilai yan g tidak lebih tinggi daribinatang. Dengan datangnya Islam, semua itu dihapuskan dan manusia diberikanhak-hak azazi individu, keluarga dan masyar akat sehingga manusia baik secaraindividu maupun kelompok memiliki nilai yang tinggi baik dihadapan manusiaapalagi di hadapan Allah. Islam datan g membawa persamaan hak tanpa membedakan antara satu sukudengan suku yang lain dan tidak memuliakan satu bangsa di atas bangsa lainnya.Tidak ada perbedaan manusia yang didasarkan pada ukuran-ukuran fisik belakaseperti warna kulit, bangsa, kedudukan, pangkat, jabatan dan lainnya. Sebaliknyadengan keberagaman tersebut Islam men ginginkan terjalinnya bagunanan kehidupandi kalangan umat manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah yang artin ya: “ Wahaimanusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu bersuku-suku dan berbang sa-bangsaagar kamu saling mengenal” .14 Ayat ini menekankan tentang pandangana Allah yangtidak memandang manusia dari asalnya melainkan dari sifat-sifat ketaqwaannya.Hadits rasulullah men yebutkan, “ Sesungguhnya Allah tidak menilai bentuk tubuhkamu, keindahan wajahmu, melainkan menilai dari kebersihan hati dan kebenaranperilaku kamu ”. Masyarakat islami adalah masyarakat tanpa kelas atau hak -hak istimewalegislatif. Perlu dicatat adanya perb edaan kekayaan dan kepemilikan tidak bolehdikacaukan maknanya kecuali jika karena perbedaan kekayaan tersebut menyebabkanpemiliknya mendapatkan keistimewaan legislatif dan invidu. Bagaimanapunperbedaan kekayaan tidak menyebabkan munculnya kelas-kelas selama semua orangsama di depan hukum, bukan hanya dalam teori. 15 Secara tekstual, Allah dan rasul-Nya mengajarkan kepada umat Islam tentangtatanan kehidupan bermasyarakat secara global. Terdapat sejumlah ayat al-Quran dan 7
    • hadits yang mengajarkan tentang hubungan-hubungan sosial baik antar a individudengan individu, individu dengan kelompok, k elompok dengan kelompok, individudengan negara, kelompok dengan negar a dan lainnya. Dalam lingkup yang kecildapat dikemukakan disini beberapa hadits rasulullah yang mengedepankan artipentingn ya kepedulian sosial dan kesalehan sosial demi terciptanya kesejahteraansosial. Sebagai contoh dalam beberapa hadits diriwayatkan: “ Belum sempurna imanseorang muslim hingga ia mencintai saudaranya bagaikan mencintai diri sendiri”.“ Belum sempurna iman seorang muslim yang tidur dalam keadaan kenyangsementara saudaranya (tetanggan ya) dalam keadaan lapar ”. Dalam hadits lainrasulullah bersabda yang artinya: “ Belum sempurna iman seorang muslim yangtetangganya merasa tidak aman karena gangguannya .” Hadits-hadits di atas mengiformasikan, rasulullah menekankan pentingnyamembangun kebersamaan, kasih sayang dan ukhuwah sesama muslim. Demikianpentingn ya hal tersebut sehingga keimanan seseorang belum dapat dikatakansempurna jika belum melaksanakannya. Disini tersirat satu ajaran b ahwa Islam tidakmenghendaki terjadinya ketimpangan kehidupan antara satu individu dengan individulainn ya. Jikapun hal tersebut terjadi maka dengan adanya kasih sayang sesamamuslim maka kelebihan harta pada oran g-orang kaya, kelebihan pengetahuan padamereka yan g berilmu dan ketinggian martabat dan jabatan pada mereka yangberkuasa dan berkedudukan akan dijadikan sebagai sarana dan media membantu danmemperhatikan yang lemah, baik secara ekonomi, sosial maupun politik. Islam tidak menghend aki kelebihan pada satu individu atau kelompokmenimbulkan terjadin ya jurang yang dapat menjauhkan hubungan sosial sesamamuslim. Sebaliknya kelebihan tersebut menjadi perekat jalinan sosial agat terciptan yakehidupan yan g harmonis. Rasulullah dalam kebijakan sosial, politik danekonomin ya ketika berad a di Madinah pertama sekali menguatkan tatanan kehidupanpada ketiga sisi tersebut dengan cara mempersatukan antara kelompok Muhajirin danAnshar. Langkah berikutnya membuat aturan-aturan atau kesepakatan antara o rang-orang Islam dengan kelompok yahudi. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga 8
    • stabilitas politik dan kesatuan pandangan pemerintahan dan sosial dalam masyarakatMadinah. Di sisi lain hal ini dapat menjaga stabilitas negara dan masyarakat secar akeseluruhan. Agaknya rasulullah mengetahui bahwa tanpa adan ya stabilitas sosialakan sulit membangun suatu negara. Demikian pula dengan sebagian ibad ah yang dip erintahkan Allah dan rasul-Nya kepada umat Islam, seperti memberikan sebahagian harta kepada orang lainmerupakan salah satu upaya untuk menjaga tidak terjadinya jurang yang terlalu jauhantara si kaya dan si miskin. Menilik sejarah lahirnya Ilmu Kesejahteraan Sosial didunia Eropa dan Amerika yang berangkat dari kegiatan-kegiatan amal ( ch arity ) yangdilakukan oleh individu-individu dan pihak gereja yang kemudian berkembangmenjadi kegiatan sosial secar a kelembagaan maka dalam Islam gerakan amal yangberbentuk sedekah tersebut jumlahnya lebih bervariasi. Dalam hal ini kita mengenalistilah zakat, infaq, shadaqah dan waqaf. Bahk an zakat jenisnya bermacam-macam,seperti zakat harta, zakat pertanian, zakat pendapatan, zakat rikaz dan zakat fithrah(zakat jiwa). Semua ini menunjukkan bagaimana besarnya perhatian Islam dalamusaha menciptakan kesejahteraan umatnya. Dalam perjalanan sejar ah umat Islam awal kita melihat kebijakan penguasaIslam dalam rangka mendukung terciptanya kehidupan sosial yang kondusifsebagaimana yang dilaksanakan oleh Umar bin Khathab. Pada suatu hari Umar binKhathab melihat seor ang pengemis yang sed ang meminta-minta di depan pintusebuah rumah. Atas pertanyaan Umar, pengemis tersebut menjawab bahwa diaseorang Yahudi. Kemudian Umar bertanya lagi, mengapa engkau mengemis?.Yahudi tersebut menjawab: “Ya amirul mukminin, aku mengemis karena aku harusmembayar jizyah disamping adan ya desakan kebutuhan hidup sehari-hari, sementar ausiaku sudah lanjut. Mendengar hal tersebut, Umar kemudian mengajak Yahudi kerumahnya lalu diberikan sepucuk surat kepada pengurus baital mal. Surat tersebutberbunyi: “ Perhatikanlah orang ini dan orang lain seperti dia. Demi Allah tidaklahadil kalau di masa mudanya kita memanfatkan tenaganya, tetapi setelah tua ia tidakkita bantu. Zakat adalah untuk fakir miskin dan orang ini termasuk miskin di 9
    • kalangan Ahl Kitab .16 Kebijakan `Umar tersebut diikuti pula oleh salah seorangpanglima perang Islam yang terkenal yaitu Khalid bin Walid ketika menaklukan Hiradimana dia membuat beberapa point penting, yaitu : jika seseoran g karena alasan tua,terkena bencana atau dari kaya menjadi miskin sehingga ia tidak sanggup bekerja,maka ia akan dikecualikan dari jizyah, beserta keluarganya dapat menerima tunjanganpemeliharaan dari perbendaharaan negara. Akan tetapi jika ia pindah ke negeri lain,maka oran g-orang muslim tidak bertanggun g jawab atas biaya pemeliharaan 17keluarganya. Pada masa `Umar, setelah mencap ai kemenan gan dalam beberapa peperanganumat Islam menerapkan kebijaksanaan yang penuh perdamaian. Pemerintah Islamtidak hanya bersikap ramah terhadap rakyat yang dikalahkan, akan tetapi jugamenempuh berbagai upaya untuk memajukan dan memperbaiki tingkat kehidupan 18masyarakatnya dengan cara bersikap ramah dan adil. Umar tidak pernahmembedakan hak-h ak sipil antara muslim dan dzimmi, jika mereka melakukankesalahan maka keduanya akan mendapatkan hukuman dari k esalah an tersebut.Dalam hal tunjangan hari tua dan untuk orang-oran g cacat diberikan sama antaramuslim dan kristen.19 Umar sendiri pernah men gatakan jika suatu saat masyarakatyang dipimpinnya men galami kemajuan, maka biarlah rak yat yang pertama sekalimerasakan nikmat pembagun an tersebut sementara dia orang yang terakhir(kenyang), namun sebaliknya jika mengalami kemunduran, maka biarlah dia orangpertama yang mengalami rasa lapar. Disamping fakta di atas terdapat hal menarik, dimana Islam tidakmembolehkan oran g tua yang memiliki anak d an tanggungan untuk mewaqafkanseluruh hartanya meskipun untuk pembagunan yang sangat diperlukan olehmasyarakat. Islam membatasi jumlah waqaf tersebut karena tidak menginginkansetelah harta tersebut diwaqafk an akan menimbulkan masalah baru bagi keluarganyakarena tidak memiliki apa-apa lagi. Jika ini terjadi maka akan timbul masalah-masalah baru yang harus ditangani dan diselesaikan. 10
    • Contoh lain yang dapat diangkat adalah kebijakan pada masa pemerintahanBani Umayyah saat Islam sudah sampai ke Afrika Utara. Pada saat itu masyarakatKristen yang berada di sepanjan g pantai Afrika Utara menyatakan tunduk kapadapenguasa Islam. Ketundukan ini ditandai dengan kerelaan mereka membayar jizyahdengan jaminan mendapatkan perlindungan serta keselamatan mereka ditanggungsepenuhnya oleh umat Islam. Akan tetapi ken yataannya mereka serin g mendapatserangan militer dari pasukan angkatan laut Bizantium yang menyerang daerah-daerah yang dikuasai umat Islam. Dengan adanya gangguan tersebut masyarakatKristen merasa penguasa Islam tidak dapat memberika rasa aman padahal merekatelah melaksanakan kewajiban. Kondisi inipun dipahami oleh penguasa BaniUmayyah, sebagai bentuk tanggung jawab moril maka uang jizyah yang telahdibayar oleh masyarakat non muslim tersebut dikembalikan dengan alasan pengu asabelum mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Apa yang dilakukan penguasa Bani Umayyah saat itu merupakan satukeputusan politik yang sangat bijaksana kar ena berani bertan ggun g jawab terhadapketidakmampuannya. Dalam konteks kekinian dan hubungannya dengan IlmuKesejahteraan Sosial terdapat satu kebijakan penguasa yang bertujuanmensejahterakan masyarakatnya meski keyakinan mereka berbeda. Hal ini jugamerupakan bukti bahwa kebijakan sosial pemerintah dalam lintasan sejarah Islammerupakan satu keniscayaan yang telah dibuktikan. Kiranya kebijakan-kebijakan populer seperti ini sebenarnya dapat dicontoholeh para penguasa. Sebagai contoh, ketika pemerintah tidak mampu memberikanlayanan listrik yang maksimal, sarana dan fasilitas pendidikan yang tidak memadai,persediaan air bersih yang tidak merata, layanan administrasi pemerintahan yangkurang memuaskan, maka sebagai bentuk tanggun g jawab, pemerintah dapatmembuat beberapa kebijakan yang pro rakyat seperti tidak mengutip biaya beban danbiaya penerangan listrik jalan, membebask an PBB atau membebaskan biaya bebanPDAM. Hal ini merupakan salah satu bentuk kebjikaan pemerintah yang dapatmeningkatkan tanggung jawab dan kepercayaan rak yat terhadap pemimpinnya. 11
    • Uraian-uraian di atas menunjukkan Islam secara normatif mengajarkankepada pemeluknya agar berup aya menata kehidupan sosial yang baik. Menghindariterjadinya pembedaan manusia berdasarkan kasta-kasta dalam setiap level kehidupan.Dalam tataran praktis yang terekam dalam jejak historis umat Islam telah berupayasemaksimal agar kesejahteraan sosial tersebut dapat terujud dalam semua dimensikehidupan. Bahwa masih terdapat berbagai kekurangan dan hambatan dalammeujudkan kesejahteraan sosial tersebut merupakan hal lain yan g perlu dibenahi danditingkatkan.IV. Penutup Dari uraian di atas dap at dikatakan bahwa Islam merupakan agama yangmenginginkan terciptanya kesejahteraan sosial dalam kehidupan pemeluknya.Kesejahteraan tersebut tidak han ya diukur dari terpenuhinya kebutuhan jasmani akantetapi diiringi dengan terpenuhin ya kebutuhan rohani seperti adan ya ketentraman,kenyamanan, perlindungan hukum, jaminan sosial dan keamanan. Islam menghendakiterciptan ya kesejahteraan sosial dalam masyarakat, karena hal tersebut merupakankondisi ideal yang dibutuhkan setiap orang dalam kehidupannya. Untuk mewujudkankesejahteraan dimaksud Allah dan rasul-Nya memberikan panduan dan arahan yangdapat dijadikan sebagai acuan oleh masyarakat Islam, baik secara individu maupunkelompok. Catatan sejarah menunjukkan umat Islam telah berupaya menghadirkancita-cita sosial yang mulia tersebut dalam kehidupan mereka, hal ini ditandai dengankebijakan-kebijakan sebagian penguasa yan g pro rak yat sebagai upaya menciptakankesejahteraan dalam kehidupan masyarakat. 12
    • Catatan Akhir 1 Q. S. At-Taubah : 60. 2 Q. S. Al-Hasyr : 7. 3 Sirojudin Abbas, S intesa Islam dan Kesejahteraan Sosial: Eksperimentasi PendidikanKeseja hteraan Sosial di UIN Jakarta , dalam Bunga Rampai Islam dan Kesejahtera an Sosial , Editor:Kusmana, (Jakarta: IAIN Indonesian Social Equity Project, 2006), hal.32. 4 Sirojudin Abbas, S intesa Islam, 33. 5 Muhmmad Suud, 3 Orientasi Kesejahtera an Sosial , (Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher,200 6), hal.4 . 6 Muhmmad Suud, 3 Orientasi , ha.7. 7 Ibid , hal.9. 8 Sulistiati, Pembangunan S osial dan Pemberdayaan Sosial , dalam Isu-Isu TematikPembangunan Sosial: Konsepsi dan Stra tegi , Editor: Edi Suharto, (Jakarta: Badan Pelatihan danpengembangan Sosial Departemen Sosial RI, 2004), hal.24-25. 9 Q. S. Sabaa` : 28. 10 Q. S. Al-Anbiyaa : 11 M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian a l-Qur`an , Vol.8(Jakarta: Lentera Hati, 20 02), hal.519. 12 M. Quraish Shihab , Tafsir al-Misbah , hal.520. 13 HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Jld.6, (Singapura: Pustaka Nasional, 2003), hal.4651. 14 Q. S. `Ali `Imraan: 111. 15 Muhammad Quthub, Islam Agama Pembebas , terj. Fungky kusnaedi Timur, (Jakarta: MitraPustaka, 200 1), hal.184. 16 Sayyid Qutb, Islam dan Perdamaian Dunia , terj. Tim Penterjemah Pustaka Firdaus,(Jakarta: Pustaka Fird aus, 1987), hal.163. 17 Syibli Nu`mani, Uma r Yang Agug , terj. Karsd jo Djojosuwarno, (Bandung: PerpustakaanSalman ITB, 1981), hal.406. 18 K. Ali, Sejarah Islam , terj. Ghufron A. Mas`adi, (Jakarta: Srigunting, 19 97), hal.109. 19 Syibli Nu`mani, Uma r, 408 . Biodata Penulis dilahirkan di Singkil - Kabupaten Aceh Singkil, Drs. Arif in Zain, M. Agtanggal 25 Desember 1968. Menamatkan pendid ikan dasar di dua tempat, yaitu SDNegeri No. 3 Singkil dan MIS Muhammadiyah Aceh Singkil diselesaikan pada tahun1981. Pendidikan tingkat menengah dilanjutkan di M Ts N Aceh Singkil yangdiselesaikan pada tahun 1984, sedangkan tingkat Aliyah dijalani di MAN Blang PidieKabupaten Aceh Barat Daya pada tahun 1987. Selesai menempuh pendidikan diAliyah dilanjutkan ke Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry jurusan Bimbingan d anPen yuluhan yang diselesaikan tahun 1993. Pen didikan Studi Purna Ulama (SPU) 13
    • dijalani di IAIN Ar-Raniry tahun 1994-1995, sedangkan pendidikan tingkat Masterditempuh di Program Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh sejaktahun 1995 dengan konsentrasi Islamic Studies diselesaikan tahun 1999. Pernah menjab at sebagai ketua jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam danPembantu Dekan Bidang IV Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry dan saat ini sebagaiPembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry. Penelitianyang pernah dilakukan antara lain adalah : Kurikulum Perguruan Tinggi Agama Islam( Studi Analisis Terhadap Kurikulum Nasional dan Muatan Lokal Jurusan BPI,(2001), Islam Di Sicilia (Studi Analisis Terhadap Perkembangan Peradaban Islam diSicilia (Tesis), (1999), Islam Di Span yol dan Sicilia ( Analisis TerhadapPerkembangan dan Hilangnya Islam Antara di Spanyol dan Sicilia, ( 2005) danDampak Bantuan Kemanusiaan Terhadap Ethos Kerja Masyarakat Korban MusibahGempa dan Tusnumai di Aceh, (2006), Eksistensi Ulama Perempuan dalamPandangan Masyarakat Aceh (2006), Operasional research Penin gkatan KB Pria diProvinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahap Assesment (Kerjasama dengan BKKBNNAD (2007). Buku yang pernah ditulis adalah : Sejarah Dak wah Klasik (Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2004), Sejarah Dakwah : Suatu Pengantar (Banda Aceh : Ar-Raniry Press, 2005) dan Ensiklopedi Pemikiran Ulama Aceh 2 (2005), DakwahRasional Satu Strategi Menuju Khaira Ummah (2007), Eksistensi dan ImplementasiSyari`at Islam di Nanggroe Aceh Darussalam ( Banda Aceh : Dinas Syariat Islam(2007), Kontributor dalam buku : Dakwah dalam perspektif Gender (2008) danKontributor dalam buku : Prinsip-Prinsip Polmas dan HAM dalam Dakwah (2008),Dinamika Sosial Keagamaan dalam Pelaksanaan Syariat Islam (Editor, 2007),Melihat Syariat Islam dari Berbagai Dimensi, (Editor, 2007), Dinamika danProblematika Penerapan Syari`at Islam, (Editor, 2007). Sedangkan tulisan di jurnal ilmiyah al-Bayan Fakultas Dakwah yang sudahterakreditasi antara lain : Dakwah Hakiki : Suatu Proses Pencerdasan Akal (Vol.5.No. Juni 2002), Dakwah Hakiki : Suatu Proses Pencerdasan Agama (Vol.6. No. 6.Desember 2002), Dakwah Hakiki : Suatu Proses Pencerdasan Emosional (Vol.7. 14
    • No.7. Juni 2003), Relasi Tuhan dan Manusia : Analisis Terhadap Konsep HumanismeTeosentris Untuk Meujudkan Khair al-Ummah (Vol.8. No.8. Desbr 2003), HistoritasDakwah Muhammad bin Abdullah Pra Kerasulan (Vol.9. No.9. Juni 2004), DakwahRasional (Kajian terhadap Fungsi Akal dan Wahyu dalam Dakwah ((Vol.10. No.11.Juni 2005), Eksistensi Muballighah dalam Islam (Vol.14. No.16, Juni 2008), Islamdan Kesalehan Sosial, (Vol.15. No.17, Juni 2008). Tulisan lainnya adalah :Pemantapan Kinerja Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat di Nanggroe AcehDarussalam Dengan Pendekatan Dakwah Islam (Tulisan Juara II Lomba Kar ya TulisDosen Tingkat Dosen se-Prpovinsi NAD - Kerjasama Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry - IOM dan POLDA NAD 2008). 15