Alergi Ude News

1,854 views
1,671 views

Published on

Published in: Technology, Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,854
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
13
Actions
Shares
0
Downloads
106
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Alergi Ude News

  1. 1. (Allergy) Alergi oleh : maria poppy herlianty
  2. 2. POKOK BAHASAN <ul><li>Alergi secara Umum </li></ul><ul><li>Alergi Makanan (Food Allergy) </li></ul>[email_address]
  3. 3. Alergi Secara Umum <ul><li>Alergi atau hipersensitivitas adalah kegagalan kekebalan tubuh dimana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. </li></ul><ul><li>Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen </li></ul>[email_address] Pengertian
  4. 4. Gejala Umum [email_address] Organ yang terkena Gejala Hidung Pembengkakan mukosa hidung (rhinitis) Sinus Sinusitis Mata Kemerahan dan gatal di conjuctiva Sal. Pernafasan Bersin, batuk, bronkhokonstriksi, wheezing, susah bernafas, serangan asma Dalam kasus yang parah dapat terjadi pembengkakan (angioedema) Telinga Rasa penuh pada telinga, kadang sakit, dan mengakibatkan kurang pendengaran karena saluran Eustachius kering Kulit Eksim dan urticaria Sal. Pencernaan Nyeri lambung, muntah, diare
  5. 5. Penyebab <ul><li>Manusia (Host) </li></ul><ul><ul><li>Keturunan/genetik (paling utama) </li></ul></ul><ul><ul><li>Jenis kelamin </li></ul></ul><ul><ul><li>Ras </li></ul></ul><ul><ul><li>Umur </li></ul></ul><ul><li>Lingkungan (Environment) </li></ul><ul><ul><li>Penyakit infeksi pada masa kecil </li></ul></ul><ul><ul><li>Polusi </li></ul></ul><ul><ul><li>Tingkat alergen </li></ul></ul><ul><ul><li>Diet </li></ul></ul>[email_address] Faktor risiko untuk alergi dapat dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu
  6. 6. Patofisiologi <ul><li>Reaksi Cepat ( Immediate Hipersensitivity/rapid onset reaction ) </li></ul><ul><ul><li>Reaksi terjadi berdasarkan reaksi kekebalan tubuh tipe tertentu. </li></ul></ul><ul><ul><li>Terjadi beberapa menit sampai beberapa jam setelah makan atau terhirup pajanan alergi. </li></ul></ul><ul><li>Reaksi Lambat ( Delayed onset reaction ) </li></ul><ul><ul><li>Terjadi lebih dari 8 jam setelah makan bahan penyebab alergi. </li></ul></ul>[email_address] Menurut waktu timbulnya reaksi maka alergi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
  7. 7. Alergi Makanan <ul><li>suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap makanan. </li></ul>[email_address] Pengertian
  8. 8. Mekanisme <ul><li>FAKTOR GENETIK </li></ul><ul><ul><li>Alergi dapat diturunkan dari orang tua pada penderita Bila ada orang tua menderita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. </li></ul></ul><ul><ul><li>Bila 1orang tua yang menderita gejala alergi  resiko pada anak sekitar 20 – 40%, </li></ul></ul><ul><ul><li>Bila 2 orang tua alergi  risiko 40 - 80%. </li></ul></ul><ul><ul><li>Bila tidak ada riwayat alergi pada kedua orang tua  risikonya 5 – 15%. Pada kasus terakhir ini bisa saja terjadi bila nenek, kakek atau saudara dekat orang tuanya mengalami alergi </li></ul></ul>[email_address]
  9. 9. Mekanisme (Lanjutan) <ul><li>IMATURITAS USUS </li></ul><ul><ul><li>Alergi makanan sering terjadi pada usia anak dibandingkan pada usia dewasa. </li></ul></ul><ul><ul><li>Fenomena lain adalah bahwa sewaktu bayi / usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak. </li></ul></ul><ul><ul><li>Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pada usus imatur (tidak matang) sistem pertahanan tubuh masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen masuk ke dalam tubuh. </li></ul></ul>[email_address]
  10. 10. Mekanisme (Lanjutan) <ul><li>PAJANAN ALERGI </li></ul><ul><ul><li>Pemberian ASI eksklusif mengurangi jumlah bayi yang hipersensitif terhadap makanan pada tahun pertama kehidupan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Beberapa jenis makanan yang dikonsumsi ibu akan sangat berpengaruh pada anak yang mempunyai bakat alergi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberian PASI meningkatkan angka kejadian alergi </li></ul></ul>[email_address]
  11. 11. Penyebab dan Pencetus Alergi Makanan <ul><li>Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul > 18.000 Dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein 14.000 - 40.000 Dalton. </li></ul><ul><li>Perlakuan fisik misalnya pemberian panas dan tekanan dapat mengurangi imunogenisitas sampai derajat tertentu. </li></ul>[email_address]
  12. 12. Penyebab dan Pencetus Alergi Makanan (Lanjutan) <ul><li>Beberapa makanan yang berbeda kadang menimbulkan gejala alergi yang berbeda pula </li></ul><ul><li>Co/: </li></ul><ul><li>alergi ikan laut  menimbulkan gangguan kulit berupa urtikaria, kacang tanah  menimbulkan gangguan kulit berupa papula (bintik kecil seperti digigit serangga) atau furunkel (bisul). </li></ul><ul><li>buah-buahan  menimbulkan gangguan batuk / pencernaan. </li></ul><ul><li>Hal ini juga tergantung dengan organ yang sensitif pada tiap individu. </li></ul>[email_address]
  13. 13. Faktor Pencetus <ul><li>Timbulnya alergi bukan saja dipengaruhi oleh penyebab alergi, tapi juga dipengaruhi oleh pencetus alergi disebut faktor pencetus . </li></ul><ul><li>Faktor pencetus dapat berupa faktor fisik seperti tubuh sedang terinfeksi virus / bakteri, minuman dingin, udara dingin, panas / hujan, kelelahan, aktifitas berlebihan, tertawa, menangis, berlari, OR. </li></ul><ul><li>Faktor psikis berupa kecemasan, sedih, stress / ketakutan. </li></ul><ul><li>Hal ini ditunjukkan pada seorang penderita autisme yang mengalami infeksi saluran napas, biasanya gejala alergi akan meningkat. Selanjutnya akan berakibat meningkatkan gangguan perilaku pada penderita. </li></ul>[email_address]
  14. 14. Penatalaksanaan Alergi Makanan <ul><li>Diagnosis alergi makanan dibuat berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi. </li></ul>[email_address]
  15. 15. Simpulan <ul><li>Permasalahan alergi tampaknya tidak sesederhana seperti yang diketahui. Sering berulangnya penyakit, demikian luasnya sistem tubuh yang terganggu dan bahaya komplikasi yang terjadi termasuk pengaruh ke otak dan perilaku. </li></ul><ul><li>Meskipun tidak bisa hilang sepenuhnya, tetapi alergi makanan biasanya akan membaik pada usia tertentu. </li></ul><ul><li>Penanganan terbaik pada penderita alergi makanan adalah dengan menghindari makanan penyebabnya. Pemberian obat-obatan anti alergi dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab alergi. </li></ul>[email_address]
  16. 16. [email_address] TERIMA KASIH

×