Bab iv pelaksanaan

4,364 views
4,190 views

Published on

Workshop Nasional Koperasi 2010

Published in: Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,364
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iv pelaksanaan

  1. 1. BAB IV PELAKSANAAN ACARA WORKSHOP Pada Bab IV ini akan dipaparkan mengenai rangkaian kegiatan Workshop Nasional dan Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UKM yang diselenggarakan oleh Deputi Kelembagaan Koperasi dan UKM Kementerian Negara Koperasi dan UKM pada tanggal 27 Juli 2010 bertempat di Gedung SMESCOs, Jakarta. 4.1 Peserta Yang Hadir Berdasarkan dari daftar hadir yang diisi peserta yang mengikuti acara Workshop Nasional dan Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UKM yang diselenggarakan di oleh tercatat sebanyak 267 orang atau 68% dari undangan yang disebar. Dari data tersebut terekam terdapat 2 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang tidak hadir, yakni Kab.Belu dan Kab. Nagekeko. Dari Jawa Tengah ada 5 Kabupaten yang berhalangan hadir yaitu Kab.Batang, Kab.Purbalingga, Kab.Wonosobo, Kab Pekalongan dan Kab. Grobogan. Tabel 4.1 Undangan dan Peserta yang Hadir pada Workshop Nasional JUMLAH UNDANGAN PERWAKILAN PESERTA YANG HADIR (Orang) Eselon I dan II 54 20 Eselon III 115 111 KaDinas Koperasi & UKM Selindo 33 22 Kabupaten/Kota DKI 6 2 Dinas Koperasi & UKM Kabupaten/ Kota JABAR 26 25 Dinas Koperasi & UKM Kabupaten/ II - 1
  2. 2. JUMLAH UNDANGAN PERWAKILAN PESERTA YANG HADIR (Orang) Kota BANTEN 8 4 Dekopinwil Prop Jabar, DKI, Banten 3 2 Dekonda Kab/Kota DKI 6 2 Dekonda Kab/Kota Jabar 26 10 Dekonda Kab/Kota Banten 8 2 DIRUT LPDB 1 1 DIRUT LLP 1 1 Propinsi/Kab. Penggerak Koperasi: Prop NTT 1 1 Kab. Alor 2 1 Kab.TTU 2 1 Kab.Manggarai 2 1 Kab. Manggarai Barat 2 1 Kab.Belu 2 - Kab. Nagekeko 2 - Kab.Rotendao 2 1 Kab.Lembata 2 1 Kota Kupang 2 1 Prop Jawa Tengah 1 1 Kab.Sragen 2 1 Kab.Batang 2 - Kab.Purbalingga 2 - Kab.Wonosobo 2 - Kab Pekalongan 2 - Kab.Banyumas 2 1 Kab.Jepara 2 1 Kab.Blora 2 1 Kab.Magelang 2 1 Kab.Banjarnegara 2 1 Kab.Wonogiri 2 1 Kab.Temanggung 2 1 Kab.Grobogan 2 - Kab.Karanganyar 2 1 Prop Jawa Timur 0 Kab.Bangkalan 2 2 Kab.Tulungagung 2 1 Kab.Pasuruan 2 1 Kab.Malang 2 1 Kab.Madiun 2 1 Kab.Jombang 2 1 Kab.Probolinggo 2 1 II - 2
  3. 3. JUMLAH UNDANGAN PERWAKILAN PESERTA YANG HADIR (Orang) Kota Mojokerto 2 1 Kab.Magetan 2 1 Kab.Bojonegoro 2 1 Kab.Sampang 2 1 Prop.Bali 0 Kab.Klungkung 2 1 Kota Denpasar 2 1 Kab.Buleleng 2 - Kab.Jembrana 2 - Kab.Karang asem 2 1 Kab.Gianyar 2 - Prop Kalimantan Timur 0 - Kab.Kutai Barat 2 1 Prop.Bangka Belitung 0 - Kab.Belitung Timur 2 1 Prop. NTB 0 - Kab.Sumbawa Barat 2 1 Prop. Jawa Barat 0 - Kab.Kuningan 2 1 Nara Sumber dan Moderator 10 10 Wartawan 20 19 Asosiasi KUKM 10 10 Panitia 20 20 TOTAL 430 297 ( 68%) Sedangkan dari Provinsi Bali terdapat 3 Kabupaten yang tidak dapat mengikuti acara Workshop yakni Kab.Buleleng, Kab.Jembrana dan Kabupaten Gianyar. 2.2. Susunan Acara Workshop Workshop Workshop Nasional dan Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UKM disusun berdasarkan rangkaian jadwal acara sebagai berikut; II - 3
  4. 4. Tabel 4.2 Susunan Acara Workshop Nasional dan Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UKM JAM ACARA PELAKSANA 08.00 - 09.00 Registrasi Peserta Panitia 09.00 - 09.02 Pembukaan MC : Utari Permadi 09.02 - 09.05 Lagu Indonesia Raya MC : Utari Permadi 09.05 - 09.10 Laporan Penyelenggaraan Deputi Kelembagaan 09.10 - 09.20 Sambutan Menteri KUKM Menteri KUKM Diwakili Sekretaris KUKM 09.20 – 09. 25 Pembacaan Do’a Samsudin Sesi I DISKUSI PANEL SESSI I Moderator: Dr.M.Taufic 09.25 – 09.50 Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Propinsi Gubernur NTT NTT 09.50 – 10.15 Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Propinsi Gubernur Jawa Tengah Jawa Tengah 10.15 – 10.40 Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Kota Walikota Kupang Kupang 10.40 – 11.05 Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Bupati Temanggung Kabupaten Temaggung Sesi II DISKUSI PANEL SESI II moderador : Wayan Suarja, MBA 11.05 – 11.25 Revitalisasi Koperasi dalam menghadapi DR. Revrisond Baswir Perdagangan Bebas (ACFTA, ANZFTA) 11.25 – 11.45 Gerakan Koperasi Perempuan dalam INKOWAPI-Sarmila,SH Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga 11.45 – 12.25 Tanya Jawab 12.25 – 12.30 Pembacaan Rangkuman Sementara Hasil Deputi Bidang Kelembagaan Workshop dan Penutupan KUKM 12.30 – 13.00 Makan Siang Bersama Panitia II - 4
  5. 5. 2.3. Pelaksanaan Acara Workshop Acara Workshop dan Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UKM yang dilaksanakan di ruang berjalan dengan lancar. Acara dimulai pukul 09.15 WIB dengan diawali dengan Pembukaan. Adapun jalannya pelaksanaan adalah sebagai berikut: 2.3.1 Pembukaan Yakni dimulai dengan:  Laporan Penyelenggaraan oleh Bp. Untung Tri Basuki Deputi Bidang Kelembagaan KUKM Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat datang peserta workshop nasional dan ekspose hasil pemberdayaan Koperasi dan UKM.Acara workshop sebagai ajang silaturahmi antara Pemerintah Pusat, Daerah Propinsi, Kabupaten/Kota Penggerak Koperasi dan seluruh stakeholder Koperasi. Tema : Kelembagaan Koperasi Sehat, Koperasi Kuat, Rakyat Sejahtera Acara hari ini akan dilanjutkan dengan acara pemberian penghargaan Propinsi, Kabupaten/Kota penggerak koperasi , diharapkan melalui acara workshop ini dapat mendengarkan keberhasilan daerah yang berhasil mendapat penghargaan sebagai inspirasi pemberdayaan koperasi dikemudian hari. 350 undangan yang hadir pada acara ini mewakili propinsi, kabupaten/kota penggerak koperasi, kepala-kepala dinas KUKM, Instansi terkait, Gerakan Koperasi Kabupaten/Kota, sebagai inspirasi bagi kita semua maka akan dihadirkan narasumber dari para pejabat daerah yang telah berhasil memberdayakan koperasi dan UKM, namun karena keterbatasan waktu hanya beberapa daerah saja yang mewakilinya yaitu dari Propinsi Jawa Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kotamadya Kupang, Kabupaten Temanggung . Selain itu masih ada pemakalah dari nara sumber lain sebagai second opinion yaitu Dr. Revrisond Baswir, SE.MM serta ibu Ir.Sharmila, Msi. II - 5
  6. 6. Demikian laporan kami selaku penyelenggara kegiatan Wassalamu’alaikum ww  Sambutan Bp. Drs.Guritno Kusumo Sekretaris KUKM mewakili Menteri Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME, sehingga kita semua dapat berkumpul menghadir acara workshop nasional dan Ekspose Pemberdayaan Koperasi dan UKM pada hari ini . Kita patut bersyukur dapat bersilaturahmi dengan para gubernur, bupati, walikota yang berhasil mendapatkan penghargaan penggerak koperasi berprestasi untuk saling berbagi pengalaman dalam pemberdayaan koperasi. Tanggal 15 Juli 2010 yang lalu kita baru saja memperingati hari jadi koperasi dengan tema : Koperasi Bangkit Untuk Kesejahteraan Rakyat. Pesan Presiden mengantar rakyat mencapai kesejahteraannya melalui koperasi. Himbaun presiden kepada seluruh gubernur-bupati-walikota seluruh Indonesia untuk mendorong seluruh kekuatan masyarakat melalui kegiatan yang sinergi dengan kebijakan daerah masing-masing. Sesuai dengan Otonomi Daerah pembinaan koperasi masih belum memadai mengingat dari 22 propinsi terdapat SKPD yang berdiri sendiri, 11 propinsi SKPD bergabung dengan instansi lainnya, termasuk didalam pembinaan SDM koperasi masih dirasa kurang, sehingga diperlukan anggaran dan komitmen saudara dalam pembinaan personil pengelola koperasi. Hari ini dan besok telah dan akan hadir gubernur, bupati dan walikota, penerima penghargaan yang berhasil memajukan koperasi didaerah masing- masing. Berbagai kebijakan telah dicanangkan : Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) menjadi koperasi yang inovatif yang mampu menghasilkan produk unggulan : ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP). Dengan ini acara Workshop Nasional dan Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UKM dinyatakan secara resmi dibuka. 2.3.2 Diskusi Panel I : Ekspose Koperasi dan UKM II - 6
  7. 7. Setelah Pembukaan, acara memasuki Diskusi Panel I dengan dipandu oleh DR. M.Taufik dengan menampilkan 4 pemakalah, yakni: 1. Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Propinsi Jawa Tengah Paparan disampaikan oleh Drs Sriyadhi MM, Asisten Ekonomi dan Pembangunan dikarenakan Gubernur Jawa Tengah pada saat bersamaan melantik Bupati Purbalingga. Mengucapkan terimakasih atas penghargaan dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM sebagai Propinsi Penggerak Koperasi sehingga dapat mendorong kabupaten/ kota dalam mendorong kegiatan koperasi dan UKM. Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2008-2013 sebagaimana RPJMD Perda No. 4 Tahun 2008 bahwa Provinsi Jawa Tengah dengan Gerakan Balik Deso, Mbangun Deso demi terwujudnya visi Provinsi Jawa Tengah yakni, Masyarakat Jawa Tengah yang Semakin Sejahtera. Dan visi ini sesuai dengan tujuan Gerakan Koperasi yakni untuk Kesejahteraan untuk Anggota dan Masyarakat Jawa Tengah pada umumnya. Visi ini kemudian dijabarkan dalam 6 misi, yaitu: 1. Mewujudkan Pemerintah yang Bersih dan Profesional serta Sikap Responsif Aparatur 2. Membangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertanian dalam Arti Luas dengan Melaksanakan Sapta Usaha Tani, Pemberdayaan UMKM dan Industri Padat Karya Visi ke-2 ini merupakan dasar bagi pengembangan Gerakan Koperasi dan UKM di Jawa Tengah. 3. Memantapkan Kondisi Sosial Budaya Berbasis Kearifan Lokal 4. Pengembangan Sumberdaya Manusia Berbasis Kompetensi secara Berkelanjutan Termasuk di dalamnya pengembangan SDM di Koperasi, baik dengan pelatihan, magang maupun uji kompetensi. 5. Peningkatan Perwujudan Pembangunan Fisik dan Infrastruktur 6. Mewujudkan Kondisi Aman dan Rasa Aman dalam Kehidupan Masyarakat. Selanjutnya, Implementasi Visi Provinsi Jateng dibagi dalam 3 tahapan, yakni: 1. Tahap 1 - Tahap Konsolidasi dan Susun Konsep (2008-2009) 2. Tahap 2 - Tahap Percepatan dan Prioritas Sasaran (2010-2011) 3. Tahap 3 - Tahap Perwujudan/ Goals (2012-2013) Kinerja Provinsi Jateng dapat dilihat dari sisi: a. Angkatan Kerja. Dari jumlah angkatan kerja pada Februari 2010 sebanyak 17.130.931 jiwa, penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 15.956.034 jiwa atau mencapai 93,14 %. Angka ini jika dibandingkan bulan II - 7
  8. 8. sama pada 2009 menunjukkan kenaikan sebesar 554.538 jiwa atau naik sebesar 3,47%. b. Pengangguran Jika dibandingkan data pengangguran pada Februari 2009 sebanyak 1.208.671 jiwa dengan Februari 2010 sebanyak 1.174.897 jiwa, maka terjadi penurunan sebanyak 33.774 jiwa atau setara 2,79%. c. Penduduk Miskin Kecenderungan penduduk miskin dalam 3 tahun terakhir (2008-2010) adalah menurun. Jika pada 2008 sebesar 6.190.000 jiwa (19,23%), pada 2009 sebanyak 5.726.000 jiwa (17,72%) maka per Maret 2010 angkanya menjadi 5.369.000 jiwa (16,56%). d. Pertanian Dengan meningkatkan nilai tukar petani, tercatat pada Juni 2010 sebesar 101,09 meningkat jika dibandingkan Desember 2009 sebesar 100,03 e. Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pada triwulan I 2010 pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 6,5% di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,7%. Pemberdayaan Koperasi dan UKM Untuk mendukung Gerakan Koperasi dan UKM, Provinsi Jateng melalui: a. Regulasi Perda Nomor 7 tahun 2001, urusan Koperasi dilakukan oleh dinas tersendiri yakni Dinas Pelayanan Koperasi dan UKM. Dan sesuai informasi Sesmeneg tadi, baru 23 Provinsi yang nomenklaturnya urusan Koperasi menjadi urusan Dinas tersendiri. Dan ini diperkuat dalam Perda 6 Tahun 2008. Dan memiliki Balatkop sebagai UPT yang bertugas meningkat kapasitas manajerial koperasi dan UKM. Selanjutnya pada Kep. Gubernur Nomor 500.05/34/2008 tentang Pembentukan Forum Pengembangan Ekonomi Dan Sumber Daya (LPESD) Jawa Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM masuk dalam forum ini. Kep Gubernur Nomor 521.3/43/2008 tentang Pembentukan Komisi Pengawasan Pupuk Bersubsidi dan Pestisida (KP3) Prov. Jateng melibatkan Dinas Koperasi dan UMKM di dalamnya. Kep Gubernur Nomor 518/12/2010 tentang Pembentukan Tim Pemantau Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan KUR Prov. Jateng dimana Kepala Dinas Koperasi dan UMKM selaku Wakil Ketua dalam Tim ini. b. Anggaran Anggaran pada APBD Provinsi Jateng untuk Dinas Koperasi dan UMKM dalam 3 tahun terakhir meningkat. Tahun 2007 sebanyak 15,89 miliar atau 0,35% dari APBD, pada 2008 menjadi 24, 91 miliar (0,44%) dan 2009 naik menjadi 30 miliar (0,53%) II - 8
  9. 9. Kinerja Kelembagaan dan Usaha Koperasi Di Jawa Tengah kinerja kelembagaan koperasi dan UKM tumbuh sebagai berikut: Tabel 4.3 Kinerja Kelembagaan dan Usaha Koperasi di Jawa Tengah Rata-rata NO. URAIAN Satuan 2007 2008 2009 Pertumbuhan (%) 1. Jumlah Koperasi Kop 17.090 17.617 25.077 23,36 2. Jumlah Kop Aktif Kop 12.274 12.426 19.850 30,86 3. Jumlah Audit Kop 8.134 8.568 8.910 4,77 4. Jumlah Koperasi Kop 1.713 2.181 3.831 61,50 Berkualitas 5. Jumlah RAT Kop 10.372 11.455 16.826 30,99 6. Jumlah Anggota Org 4.387.110 4.576.355 4.702.225 3,49 7. Jumlah Tenaga Kerja Org 38.539 48.481 56.987 23,49 Koperasi 8. Modal Sendiri Rp. T 3,15 3,65 5,12 30,99 9. Modal Luar Rp. T 2,95 4,67 5,20 37,99 10. Asset Koperasi Rp. T 6,11 8,32 12,94 55,50 11. Volume Usaha Rp. T 10,75 11,18 16,07 179,49 12. SHU Rp. Jt 154.191 161.633 708.096 24,49 13. Sertifikasi Profesi Org - 110 167 51,81 KJK Kegiatan Koperasi di Propinsi Jawa Tengah Tercatat sebanyak 590 KUD yang terlibat dalam kegiatan: o Pertanian : 556 KUD o Persusuan : 21 KUD o Perikanan : 23 KUD o Dist. Pupuk : 28 Kop/KUD o Peng. Pangan : 26 Kop/KUD Kinerja KUD Mina sebagai berikut: o Jumlah KUD : 23 KUD o Jumlah Anggota : 171.447 ORANG o Jumlah Nelayan : 176.589 II - 9
  10. 10. o Nilai Lelang : Rp.806.128.619.905,- o Jumlah Karyawan : 881 orang 2. Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Kota Kupang Paparan disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah NTT Paulus Tadung. NTT memang kurang banyak dikenal dibanding Jawa Tengah. NTT terdiri dari 20 kabupaten dan 1 kotamadia yang terdiri dari 3 kepulauan besar. Pada paparan terlihat kondisi geografis dan kependudukan selanjutnya indikator ekonomi nampak sebagai berikut: Tabel 4.4 Indikator Ekonomi Provinsi NTT INDIKATOR NTT (2008) NTT (2009) NASIONAL (2008) EKONOMI Penduduk Miskin (%) 25,65 23,31 14,15 Pengangguran 3,98 3,98 9,75 Pendapatan Per Kapita Rp. 4,1 juta Rp. 4,1 juta Rp. 17,5 juta Pertumbuhan Ekonomi (%) 4,18 4,18 6,1 Inflasi (%) 10,9 10,9 11,6 Sedangkan visi NTT adalah: Terwujudnya masyarakat Nusa Tenggara Timur yang berkualitas, adil, demokratis dan sejahtera, dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya visi NTT ini diterjemahkan dalam 7 misi: 1. Meningkatkan pendidikan yang berkualitas, relevan, efesien dan efektif yang dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat; 2. Meningkatkan derajat dan kualitas kesehatan masyarakatmelalui pelayanan yang dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat; 3. Memberdayakan ekonomi rakyat dengan mengembangkan pelaku ekonomi yang mampu memanfaatkan keunggulan potensi lokal; 4. Meningkatkan infrastruktur yang memadai agar masyarakat dapat memiliki aksesibilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak; 5. Meningkatkan penegakan supremasi hukum dalam rangka menjelmakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta mewujudkan masyarakat yang adil dan sadar hukum; 6. Meningkatkan pembangunan yang berbasis tata ruang dan lingkungan hidup dan; 7. Meningkatkan akses perempuan dan anak dalam sektor publik, serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak. II - 10
  11. 11. Dari ketujuh misi ini, yang terkait KUKM adalah misi ke-3, yakni: Memberdayakan ekonomi rakyat dengan mengembangkan pelaku ekonomi yang mampu memanfaatkan keunggulan potensi lokal Selanjutnya dari visi dan misi ini dikemas dalam 4 tekad yakni:  Mewujudkan NTT sebagai Provinsi Penghasil Jagung;  Menjadikan NTT sebagai Gudang Ternak (sapi);  Mewujudkan Provinsi NTT sebagai Provinsi Cendana.  Menjadikan NTT, Provinsi Koperasi sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Rakyat; Pintu masuk untuk mewujudkan 3 tekad pertama harus melalui tekad ke-4 yakni koperasi. Dan sesuai pernyataan Menteri Koperasi dan UKM, bahwa dari keempat tekad Provinsi NTT, ada 3 tekad yang menjadi domain Kementerian Koperasi yakni Provinsi Koperasi, Provinsi Jagung dan Provinsi Ternak. Kemudian dari 4 tekad itu diimplementasikan dalam paradigma: 1. Anggur Merah (Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera). Maknanya, anggaran untuk rakyat harus lebih besar daripada anggaran untuk aparat. Salah satu pilar dari operasional dari Anggur Merah adalah Koperasi dan UKM 2. Desa Mandiri Anggur Merah, yakni dimana desa nantinya menjadi basis pembangunan di NTT. Selanjutnya potensi unggulan NTT yang tidak perlu saya sebutkan. Ada beberapa hal yang spesifik mengenai NTT yaitu komitmen dan keberpihakan Gubernur NTT terhadap Koperasi dan UKM sudah luar biasa. Dan saya sampaikan kepada Bapak Deputi kemarin bahwa Bapak Gubernur sudah menjadi anggota di 90 koperasi di NTT. Mungkin gubernur di Indonesia yang paling banyak menjadi anggota koperasi adalah Gubernur NTT. Tadi pada slide pertama ada statemen Sehati Sesuara Membangun NTT Baru Melalui Koperasi yang menjadi semboyan yang disiarkan radio dan dikabarkan di koran. Hal ini didukung semua pihak, baik bupati maupun semua tokoh agama. Dan di forum ini ada 5 bupati dari NTT yang hadir. Dan dukungan dari tokoh agama di NTT luar biasa. Kalau orang mau nikah, punya hajatan pasti ditanya dulu oleh tokoh agamanya: “Sudah jadi anggota koperasi belum?” Kalau belum harus jadi anggota koperasi. Bupati Alor dulu Ketua Koperasi dan karena keaktivan di koperasi membuatnya terpilih jadi bupati. Dan kalau terpilih sebagai bupati harus punya keberpihakan terhadap koperasi. II - 11
  12. 12. Selain itu koperasi yang merupakan hasil program PUAP, kalau di daerah lain sulit, maka di NTT tidak. Kekhawatiran identitas kalau jadi koperasi ditepis dengan cara dibentuk dengan nama Koperasi Gapoktan ......... (titik- titik). Dan di NTT, menjadi embrio Gapoktan menjadi koperasi. Dan pertama mencanangkan Gapoktan dari program PUAP menjadi Koperasi adalah NTT pada 2009 yang lalu. Dan kemudian menjadi program Departemen Pertanian. Dan keberpihakan melalui APBN dari tahun ke tahun meningkat. Tabel 4.5 Alokasi Anggaran Pembangunan untuk Sektor KUMKM Tahun Tahun Tahun No Uraian Satuan 2007 2008 2009 1 APBD Provinsi Total APBD Rp. Juta 1.036.093 1.139.424 1.164.444 Provinsi APBD Provinsi untuk Rp. Juta 11.305 15.947 28.861 Pemberdayaan KUMKM 2 APBN (Dekonsentrasi) Rp. Juta 3.200 3.300 3.900 3. Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Kota Kupang Disampaikan Drs. Daniel Adoe, walikota Kupang. Kenapa saya tertarik memggerakkan koperasi? Karena melalui koperasi menjadikan saya walikota. Pada pemilihan saya pinjam uang dari koperasi dan saya jadikan cost politic. Dan saya terpilih. Kota Kupang itu semboyannya KASIH (Karya, Aman, Sehat, Indah dan Harmonis). Dikatakan harmonis karena Penduduk Kota Kupang bersifat Heterogen – bersifat Indonesia Mini di Selatan (Agama, Ras dan Suku Bangsa). Kalau di daerah aman tidak aman, maka Kupang aman. Penduduk Kupang 90% Kristen dan 10% Islam. Saya yang bukan Islam dijagokan dari partai-partai Islam. Dari PKS, PBR, PKB dan PPP. Visi Kota Kupang adalah TERWUJUDNYA MASYARAKAT KOTA KUPANG YANG CERDAS BERADAB BERBUDAYA SEJAHTERA DAN BERDAYA SAING. Kenapa ada kata Cerdas? Karena SDM adalah modal yang utama. Kota Kupang itu ada 2 masalah utama, yakni masalah sumberdaya manusia dan budaya. II - 12
  13. 13. Visi ini diruangkan dalam 8 misi Kota Kupang dan koperasi masuk pada misi yang ke-3 yakni: Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Ekonomi Kota secara Terpadu dan Sinergi. Dan kemudian pada 1 Agustus 2007 dicanangkan Program Prioritas Kota Kupang sebagai berikut : 1. Pendidikan Murah Berkualitas 2.Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis 3. Pemberdayaan Masyarakat 4. Pelayanan Air Bersih 5. Pembangunan Perumahan Murah Layak Huni bagi Mayarakat Miskin 6. Penciptaan Pemerintahan Yang Bersih dan Berwibawa 7. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tepatnya 6 bulan kemudian (Januari 2008)seluruh televisi nasional menyiarkan berita bahwa Kota Kupang merupakan kota yang terburuk pelayanannya di seluruh Indonesia. Dengan stigma yang jelek justru membuat saya jadi bisa tampil televisi nasional. Saya bisa dialog dengan Todung Mulya Lubis di Metro TV. Tahun 2009 bulan Oktober Pemda Kota Kupang akhirnya justru meraih penghargaan Pengelolaan Keuangan yang terbaik dari Menteri Keuangan. Tahun 2000 s/d 2006 saat masih Wakil Walikota, kami kembangkan pemberdayaan masyarakat namun macet. Kemudian dirubah dengan alokasi Rp 5 miliar setiap tahun yang disalurkan melalui koperasi. Koperasi yang harus mendapat restu dari pemuka agama. Misalnya, Islam melalui MUI, demikian pula Katolik, Protestan dan Hindu harus melalui pemuka agama masing-masing. Dengan pelibatan pembinaan pemuka agama, tingkat pengembaliannya menjadi 100%. Demikian koperasi pegawai negeri (KPN) yang mendapat penyertaan dari Pemda, sekarang asetnya Rp 35 miliar. Memiliki hotel dan minimarket maupun perahu wisata. Dan satu-satunya koperasi pegawai negeri yang maju di Indonesia Timur. Kuncinya, kejujuran dalam pengelolaan. Tabel 4.6 Koperasi di Kota Kupang NO URAIAN 2007 2008 2009 2010 1. JML KOPERASI 389 405 422 440 2. ANGGOTA 35.800 40.581 42.064 48.422 3. PENGURUS 1.385 1.408 1.442 1.521 4. PENGAWAS 1.154 1.159 1.176 1.232 5. PENGELOLA 320 332 348 366 6. MODAL SENDIRI 32.07 M 42,99 M 47,47 M 77,73 M 7. MODAL LUAR 27,04 M 41,44 M 176 M 172 M 8. VOLUME USAHA 58,95 M 84,40 M 108,53 M 101 M 9. SHU 4.18 M 8,087 M 8,007 M 8.677 M 10. ASSET 8.90 M 80,64 M 122,26 M 260,49 M (Kop Maju) 38,5 M (15%) II - 13
  14. 14. Saya mewajibkan setiap lurah mendirikan koperasi. Target saya hingga September 2010 ini 500 koperasi terbentuk. Semua sekolah harus bentuk koperasi. Siapa yang hingga September tidak berhasil, akan diganti. Mereka harus dipaksa, karena ini bukan untuk kepentingan pribadi. Untuk itu diberikan reward, setiap lurah berhasil diberikan kenaikan pangkat istimewa. Untuk kepala sekolah diberikan angka kredit. Tidak pake uang, tapi berhasil. Pembinaan dilakukan Dinas Koperasi dan UKM secara sungguh-sungguh. Pertumbuhan ekonomi Kupang mencapai 7,5% bandingkan 2006 hanya 5,6%. Dari sisi regulasi ada berapa yang dilakukan: a. Dikeluarkannya Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 10 tahun 2008 tentang Pengelolaan Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat b. Sudah terbentuk Badan Perijinan Satu Atap untuk mempermudah proses perijinan UKM c. Pemberian legalitas Badan Hukum Koperasi sejak tahun 2003 d. Pemerintah mulai menata PKL 4. Expose Hasil Pemberdayaan KUKM di Kabupaten Temanggung Disamping oleh KH. Hasyim Affandi, Bupati Temanggung. Secara umum Kabupaten Temanggung termasuk 5 kabupaten terkecil di Jawa Tengah dalam hal potensi wilayah, karena luasnya hanya 87 km2 dan kecamatan hanya 20. Penduduknya hanya 716.295 jiwa. Pertumbuhan ekonomi karena berbasis pertanian 4,3%. Sementara dari PDRB per kapita pada 2009 sebesar Rp 6.265.971,95. Angka kemiskinan 15% Menyadari keterbatasan ini, maka moto Kabupaten Temanggung adalah Kerja Keras, Cerdas, Jujur dan Tidak Korupsi. Selanjutnya kita menyusun visi dan misi. Visinya: BERSATU UNTUK MAJU DAN SEJAHTERA Kemudian terkait dengan koperasi dan UKM, Kabupaten Temanggung mempunyai 6 misi, koperasi masuk ke dalam misi kelima yaitu: Pemberdayaan masyarakat dan seluruh potensi ekonomi kerakyatan, bertumpu pada potensi sumber daya alam dan potensi unggulan daerah serta pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah Sasaran misi ke-5 ini adalah  Potensi ekonomi kerakyatan sektor industri, perdagangan serta koperasi dan UMKM.  Kebijakan umum pengembangan koperasi di Kabupaten Temanggung (Renstra)  Potensi ekonomi tertinggi adalah sektor pertanian (menyerap tenaga kerja 59 %) sektor industri kecil dan rumah tangga (menyerap tenaga II - 14
  15. 15. kerja 19 %), dan sektor jasa (pasar) yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM.  Misi kelima ini mendapatkan alokasi dana ± 48 % (Rp 106.081.976.138,-) dari anggaran pembangunan / belanja publik Rp. 220.065.857.107,- yang dilaksanakan oleh SKPD terkait. Pengalaman koperasi di Temanggung yang sudah 10 tahun berturut-turut meraih penghargaan koperasi teladan secara nasional dan mendapat SK dari Kementerian Koperasi untuk akses mendapatkan barang langsung ke Unilever. Ternyata SK Menteri Koperasi kalah dengan prinsip ekonomi. Ketika akan mengambil dari Unilever, diminta mereka untuk mengambil dari agennya. SK Menteri tidak bisa menembus pasar. Kondisi sebelum pemberdayaan koperasi adalah:  Adanya sejumlah koperasi yang tidak aktif 2007 2008 1.Jumlah Koperasi 438 444 2.Koperasi Aktif 316 ( 72,14 % ) 323 ( 72,74 % ) 3.Koperasi Tidak aktif 122 ( 27, 86 % ) 121 (27, 26 % )  Masih tingginya angka kemiskinan  Masih rendahnya kualitas kelembagaan koperasi dan UMKM  Belum optimalnya kinerja koperasi dan UMKM  Menurunnya citra koperasi  Kurang kondusifnya iklim usaha bagi koperasi dan UKM Kita berupaya mengembalikan citra dan kinerja koperasi agar supaya berguna dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Upaya yang dilakukan antara lain:  Membuat koperasi model, yakni terjadinya interaksi aktif antara koperasi dengan anggota dalam satu kegiatan ekonomi. Untuk calon anggota koperasi dididik 3 bulan lamanya. Untuk KSP Anugerah kita buat model jemput bola ke pasar, karena pasar tempatnya UKM berkumpul. Jika tidak dibina, akan menjadi sasaran rentenir. Juga koperasi yang beroperasi di tempat ibadah. Misalnya, koperasi Darussalam yang modal pertamanya diberikan oleh Bpk. Bustanil Arifin. Saat beliau meresmikan pabrik tapioka di Temanggung, saat Jum’atan dan kebetulan khotibnya bapak saya, beliau ceritakan pentingnya la  Meningkatkan peran KUMKM dalam kegiatan perekonomian di Kab. Temanggung (Memberikan bantuan modal bergulir.) Dengan cara mengalokasikan anggaran APBD untuk pembinaan koperasi. Untuk tahun 2007 anggaran pembinaan koperasi meningkat dari 413 juta menjadi 661 juta. Total dana bergulir untuk pembinaan KUMKM sampai dengan Tahun 2009 sejumlah Rp 2,6 Milyar. Tabel 4.7 II - 15
  16. 16. Alokasi Anggaran APBD untuk Pembinaan Koperasi TAHUN NO. KETERANGAN 2007 2008 2009 1. Anggaran APBD untuk 949 413 661 Pembinaan Koperasi 2. Anggaran Publik 294,500 332,500 294,400 (Misi ke lima)  Melakukan peningkatan koperasi yang berkualitas dan berprestasi. Dengan menargetkan koperasi yang sehat dan berkualitas untuk tingkat kabupaten dan provinsi Tabel 4.8 Peningkatan Koperasi yang Berkualitas TAHUN NO. KETERANGAN 2007 2008 2009 1. Target Koperasi Berkualitas Prov. 101 130 138 Realisasi 241 245 250 2. Target Kesehatan KSP / USP 50 80 50 Realisasi 127 138 146 3. Koperasi Berprestasi Tingkat 9 6 18 Kabupaten  Melakukan Gerakan Sadar Koperasi dan Gerakan Koperasi Masuk Pasar untuk bergerak langsung melawan rentenir  Meningkatkan peran gender seperti peningkatan jumlah manajer perempuan  Masuknya koperasi dari proses pengadaan barang dan jasa di pemerintah daerah  Kondisi Koperasi setelah dilakukan pemberdayaan adalah sebagai berikut: Tabel 4.9 Kontribusi Koperasi yang Mendapat Dana Bergulir terhadap PAD TAHUN NO. KETERANGAN 2007 2008 2009 II - 16
  17. 17. 1. Jumlah Nominal 26.782 52.962 78.673 2. Jumlah Koperasi Yang Berperan 27 39 39 Sesi Tanya Jawab Pertanyaan • Alfian Tanjung, dari UHAMKA Saya sungguh tidak sabar menunggu pembicara DR. Revrisond Baswir. Saya melihat kondisi perekonomian sungguh mengenaskan, situasi neo- kolonialisme dan penjajahan ekonomi begitu terasa. Saya tidak punya kalimat pendek untuk menjelaskan ini. Saya mohon kepada pak Dani dan pak Hisyam untuk menjawab pertanyaan saya, bagaimana menjadikan koperasi menjadi benteng pertahanan ekonomi kita? Bagaimana di kampung-kampung Indomaret, Alfamart menghabisi pasar-pasar di bawah. Dalam acara Plus-Plus di TV One pada 13 Maret 2010 disinyalir 24 ribu pasar rakyat yang dibakar dan ini harus dilawan dengan cara-cara produktif. • Dari Madiun Jawa Timur Pertanyaan saya adalah bagaimana keberpihakan pemerintah terhadap pasar-pasar tradisional termasuk menghidupkan Kopmart-Kopmart yang berada di seluruh Indonesia sehingga tidak terdesak pasar modern seperti Carefour dan lain-lain? Pertanyaan kedua, tugas Koperasi adalah peduli pada kemiskinan sehingga bagaimana caranya dapat mengendus malpraktik yang berkedok koperasi? Seberapa besar koperasi dalam menanggulangi kemiskinan? Kebijakan apa agar koperasi dapat menjadi sokoguru perekonomian Indonesia karena untuk distrubusi pupuk saja koperasi tidak bisa bersaing? Tanggapan: • Drs. Daniel Adoe Terhadap peritel modern tidak saya ijinkan berdiri karena menyengsarakan pengusaha kecil. Terhadap masalah pengaruh ekonomi liberal, pelajaran koperasi saya masukkan dalam kurikulum sekolah (SD- SMP-SMA) sebagai muatan lokal agar Koperasi minded. Kontribusi koperasi dapat dilihat dari kenaikan pertumbuhan ekonomi. Di Kupang pertumbuhan ekonomi ekonomi Kupang mencapai 7,5% di atas rata-rata nasional dan ini didorong koperasi dan perputaran uang di Koperasi cukup besar. Dari asset koperasi Rp 8,9 M di tahun 2007 naik menjadi Rp 260, 5% di tahun 2010. Keberpihakan diukur dari komitmen pemda. Setiap tahun dikucurkan Rp 25 M untuk koperasi. Dan untuk masyarakat kecil dibangun rumah murah sedunia dengan cicilan sebulannya Rp 23.800 per bulan selama 15 tahun. II - 17
  18. 18. Tanahnya 200 m2 rumahnya tipe 24. Dan rumah tersebut dikerjakan oleh Koperasi Pegawai Negeri. Kalau semua Bupati di Indonesia berpihak kepada masyarakat kecil, maka Koperasi di Indonesia makin maju. • KH. Hisyam Affandi Terkait dengan pengendalian pasar modern, sampai 2008 dari pantauan memang jarak Indomaret, Alfamart dan pasar tradisional terlalu berdekatan. Maka, kita mengeluarkan peraturan bupati yang mengatur jaraknya harus 0,5 km dari pasar tradisional, baru perijinan kita pertimbangkan. Karena Temanggung daerah pengunungan jarak 0,5 km sudah tergolong pinggiran kota. Untuk pengusaha/ pedagang di pasar, kita lakukan dengan cara koperasi melakukan jemput bola di pasar sehingga mendapat akses permodalan. Angka kemiskinan 15% adalah angka makro dibuat BPS berdasarkan survei, tapi kita punya data faktual by name dan by address sehingga angka kemiskinan Temanggung 29%. Di Temanggung ada 13 desa dari 19 desa yang angka kemiskinannya di atas 45% ada . Dan alokasi dananya Rp 7 miliar. Dan dukungan dana Jamsostek bekerja sama dengan SKPD terkait. Dengan data kemiskinan by name dan by address kita tahu jenis kemiskinannya, SKPD mana yang harus turun sehingga pendekatannya tidak makro. • Drs. Sriyadi MM Di Jawa Tengah, untuk distribusi pupuk bersubsidi yang rencananya melibatkan 28 saat ini baru 15 koperasi untuk 2010. Kenapa demikian? Karena berdasarkan SK Menteri Perdagangan No 21 tahun 2008 bahwa dipersyaratkan permodalan dan sarana prasarana. Strategi kita bagaimana meningkatkan koperasi sehingga permodalan bertambah dan SDM makin baik. Dari 120 distributor pupuk bersubsidi dari Pusri dan Petrokimia Gresik, diupayakan koperasi makin banyak yang bisa berpartisipasi. Dalam rangka meningkatkan peran Koperasi ditandatangani kerjasama Kementerian Koperasi UKM dengan Carefour di Surabaya pada perayaan Hari Koperasi di Surabaya kemarin. 2.3.2 Diskusi Panel II Acara dipandu dengan moderator Bpk. Wayan Suarja MBA dengan menampilkan pembicara DR. Revrisond Baswir dan Ketua Inkowapi Sharmila SH. 1. Paparan Sharmila SH., MSi., Ketua Inkowapi Judul Makalah: Gerakan Koperasi Perempuan dalam Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga II - 18
  19. 19. Kami dari Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (Inkowapi) mencoba menelaah lebih jauh. Inkowapi sudah berdiri 13 tahun yang lalu dipimpin Dewi Motik Pramono. Di Inkowapi ada 3 program utama, yakni Fasilitasi, Edukasi dan Advokasi. Dan Inkowapi menekankan entreupreunership. Dari pembicara sebelumnya melihat kemiskinan dari segi penyerapan tenaga kerja dan bukan menekan kewirausahaan. Sehingga koperasi hadir bukan sekedar untuk penyerapan tenaga kerja tapi menciptakan entrepreunership baru untuk lebih mandiri. Karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Itu prinsip kami Berlakunya ACFTA , menginspirasi Inkowapi dalam memantapkan anggotanya 100 koperasi primer yang berada di 33 propinsi. Inkowapi mengkhususkan diri di pertanian, industri, jasa dan simpan pinjam. Dari data tahun 2008 terdapat 51,25 juta pengusaha UMKM dengan didominasi jumlah pengusaha mikro sebanyak 98,9%-nya, pengusaha mikro sebesar 1,1% dan 0,08% adalah pengusaha menengah dan besar. di Indonesia kurang lebih 3,5 juta unit. Bayangkan kalau mereka memiliki keluarga 4 orang berarti jumlahnya sebanyak 138 juta orang, suatu jumlah yang tidak sedikit, lebih dari separuh jumlah penduduk Indonesia. Sayangnya pengusaha yang menengah dan besar yang hanya 0,08% inilah yang menguasai sebagiab besar hajat masyarakat Indonesia. Dari 78% koperasi yang aktif sayangnya jiwa entrepreunership masih sedikit yang dikembangkan. Hanya 0,1% dari populasi penduduk Indonesia yang berwirausaha dan ini mungkin penyebab koperasi kurang berkembang bisnisnya. Mengapa? Karena pengelolanya hanya sekedar profesional yang tidak memiliki jiwa entrepreunership yang ujungnya hanya mencari gaji dan mencari safety dalam hidupnya. Kita masih butuh entrepreuner lagi, karena negara yang baik butuh sekitar 2% dari jumlah penduduknya adalah enterpreuner. Inkowapi sangat menginginkan adanya system development untuk koperasi atau trade center dari koperasi. Kesan selama ini yang masuk di koperasi adalah orang-orang yang perlu bimbingan atau tidak sanggup kerja. Kalau tidak ada dukungan pihak lain, maka tidak bisa. Perlu memasukkan jiwa enterpreuner dalam koperasi melalui suatu kebijakan. Koperasi punya sifat khas sebagai badan usaha, gerakan ekonomi rakyat dan sesuai paradigma demokrasi Indonesia. Maka, politik ekonomi harus mengembangkan koperasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek, Menengah dan Panjang. Koperasi memiliki 7 prinsip utama, yakni: (1) Menolong diri sendiri; (2) Kemandirian; (3) Kemanfaatan; (4) Kebersamaan; (5) Pertumbuhan; (6) Pemerataan (7) Pemberdayaan. II - 19
  20. 20. Kaitan koperasi dan wanita. Kenapa harus koperasi wanita? Apa keunggulannya? Koperasi selain berorientasi profit, berasaskan gotong royong, juga kekeluargaan. Koperasi bukan lembaga sosial dan bukan ormas serta bukan lembaga yang dikasihani sebenarnya. Kalau boleh dibilang koperasi adalah demokrasi ekonomi yang terbaik. Di koperasi tidak ada satu bos, semua bos. Tidak ada yang lebih tinggi satu dengan lainnya. Koperasi seperti halnya CV dan PT sehingga harus disamakan perlakuannya. Lagi-lagi koperasi sering dianggap tidak mampu dan tidak mandiri. Bermacam- macam program, bertahun-tahun kita masih menganggap koperasi harus ditingkatkan. Tapi, hasilnya hingga saat kini belum optimal. Koperasi wanita harus menjadi salah satu penggerak perekonomian Indonesia. Wanita umumnya loyal/ setia, disiplin, kerja keras, taat peraturan, detil/ segala hal dipikirkan dan berpikir untuk kepentingan keluarga serta jujur. Wanita tidak banyak kepentingan Di China, manajemen BUMN-nya ada yang dipimpin oleh wanita. Wanita itu tiang negara, kalau wanita diberdayakan maka negara akan maju. Sayang koperasi wanita tidak menjadi target pembinaan dan dari 54 Induk Koperasi yang ada, hanya ada 3 Induk Koperasi Wanita., yakni Inkowapi, Induk Koperasi Wanita (Inkowat) dan Induk Koperasi An-Nisa’ (ketua umunya Ibu Khofifah Parawangsa). Koperasi wanita kurang mendapatkan perhatian yang memadai, hanya itu-itu saja koperasi yang dikembangkan dan tidak secara global dikembangkan. Melalui koperasi wanita bisa dikembangkan usaha berbasis home industry seperti di Thailand dan Jepang. Koperasi adalah gerakan yang sebenarnya gerakan luar biasa. Bank terbesar 5.000 outlet, tapi kalau koperasi disatukan dalam satu sistem IT, maka berapa outlet yang tercipta. Gerakan koperasi harus bersatu, sementara penjajahan ekonomi di depan kita. Oleh karena itu Inkowapi mengembangkan konsep Siklus Gerakan Koperasi Perempuan sebagai terlihat pada Gambar 5.1. Inkowapi mengembangkan pola kemitraan dengan pemerintah/ departemen melalui berbagai programnya, CSR dengan BUMN dan swasta, Dekopin serta dunia internasional. Gambar 5.1 II - 20
  21. 21. 2. Paparan DR. Revrisond Baswir, Dosen FEB UGM dan Anggota Majelis Pakar Dekopin Judul Makalah: Secara khusus bicara Revitalisasi Koperasi dalam Menghadapi Perdagangan Bebas. Ada pertanyaan besar yang harus dijawab. Bagaimana seharusnya masyarakat Koperasi menyikapi perdagangan bebas. Bicara koperasi sebenarnya tidak ada yang baru. Jangan ada yang dikesankan hal ini sesuatu yang baru. Fakta sejarah mengatakan koperasi lahir tahun 1814 di Rochdale. Waktu itu, kapitalisme mendominasi perekonomian masyarakat sehingga ada masyarakat yang terpinggirkan yang kemudian muncul apa yang kita kenal dengan koperasi. Koperasi adalah sejak semula merupakan respon terhadap kapitalisme dan menawarkan diri sebagai alternatif tempat bagi masyarakat yang terpinggirkan/ lemah. Bicara perdagangan bebas, sebenarnya jika kita kaitkan dengan sejarah koperasi tadi, sebenarnya perdagangan bebas itu kapitalisme atau bukan? Ini harus dijawab dulu! Kalau tidak dijawab dulu, jangan sampai koperasi malah ikut menyukseskan perdagangan bebas. II - 21
  22. 22. Ide perdagangan bebas adalah agenda dari ekonomi liberal. Dalam bahasa sekarang koperasi anti kapitalisme dan harus tegas saat ini sebagai anti neo liberalisme. Jadi antara koperasi dan perdagangan bebas adalah dua hal yang bertentangan. Perdagangan bebas lebih memuliakan kompetisi (individualisme) sementara koperasi menekankan kerjasama (collectivisme). Ini juga sampai level mikro, semangat gotong royong koperasi juga di bawah ke tingkat nasional juga internasional. Ini bicara soal pilihan! Jika ditarik koperasi, ada problem. Saya khawatir karena sudah kehilangan jati diri tentang nilai-nilai yang seharusnya dianut pada gerakan koperasi sehingga masyarakat ikut-ikutan bergaya kapitalistik, pro perdagangan bebas, bicara omset tapi rakyat menderita. Merek koperasi tapi kelakuan kapitalis. Kondisi koperasi yang seperti ini dan cenderung kehilangan jati diri, mulai latah/ ikut-ikutan itu bukan tanpa sebab. Jadi, kalau terapi harus jelas diagnosanya, penyebabnya apa? Bahwa kalau bicara demokrasi di tanah air, banyak yang tidak menganggap cerita ini. Tapi, bagi saya ini penting karena menyangkut menghadapi agenda neo liberalisme. Jadi, tidak cuma koperasi tapi negara ini sudah tergerus oleh kapitalisme. Ceritanya gimana? Ceritanya adalah jika kita urut sejarah dari proklamasi hingga sekarang, saya mencatat 10 subversif neo-kolonialisme dan hanya saya sebut 3 saja karena waktu terbatas. Sejak proklamasi, dunia kolonial mencoba masuk ke Indonesia melalui agresi I dan II. Ini subversif yang pertama. Yang kedua adalah ketika Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Hagg yaitu kita diakui kedaulatannya, tapi kita diikat untuk wajib mempertahankan perusahaan asing, wajib menjadi anggota IMF dan bersedia menanggung utang Hindia Belanda. Jadi, kita dijerumuskan perangkap neo-kolonialisme pada 1949. Subversif yang ketiga adalah saat pemerintah Soekarno membatalkan KMB pada 1956 secara sepihak. IMF tidak dipatuhi, perusahaan asing dinasionalisasi dan utang Hindia Belanda tidak dibayar. Maka terjadi instabilisasi dalam bentuk PRRI/ Permesta. Keempat yang banyak tidak diketahui orang, yakni Bung Karno pada tanggal 23 Agustus 1965 menerbitkan UU No. 16 Tahun 1965 yang isinya mengakhiri semua II - 22
  23. 23. bentuk keterlibatan modal asing di seluruh Indonesia. Jadi, bukan sekedar nasionalisasi tapi hapus total. Apa yang terjadi 2 minggu kemudian? Saya kira semua paham. Saya sampai saat belum berani bicara terbuka, karena tafsiran yang kita terima saat ini dipaksakan. Dan 5 pekan kemudian, pemerintahan Soekarno dihabisi. Subversif berikutnya, masih pada masa Soekarno, beliau menerbitkan aturan yang sulit diterima oleh akal sehat , yaitu: UU No. 7, 8 dan 9 Tahun 1966. • UU No 7 tentang bersedia membayar utang Hindia Belanda (diwajib-kan untuk menyelesaikan outstanding financial problems yang meliputi jumlah lumpsum Nf. 600 juta atas semua bekas milik Belanda); • UU No. 8 menjadi anggota Asian Development Bank (ADB); • UU No. 9 menjadi anggota World Bank; • UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Kaitannya dengan koperasi, tidak lama kemudian terbit UU No. 12 Tahun 1967 tentang Koperasi. Sejak terbit UU ini, sudah terjadi pembantaian ekonomi republik ini. Gambaran tentang Koperasi dibangun berdasarkan UU No. 12 Tahun 1967. Padahal ini produk neokolim, saya pelajari sejak penjajahan Belanda hingga sekarang kita sudah memiliki 8 UU mengenai koperasi, yakni 4 masa Hindia Belanda dan 4 era republik Indonesia, terdiri dari: UU 79 Tahun 1958, UU 14 Tahun 1965, UU 12 Tahun 1967 dan UU 25 Tahun 1992. Saya bandingkan antara UU 79 Tahun 1958 dan UU 12 Tahun 1967 yang merupakan produk neokolim, ternyata pada kriteria anggota: • UU 79 Tahun 1958 Mempunyai kepentingan dalam lapangan usaha, yang diselenggarakan oleh Koperasi. Implikasinya: supplier, buruh bisa jadi anggota • UU 12 Tahun 1967 Keanggotaan Koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan dalam usaha Koperasi. Impilkasinya: kalau ada koperasi dosen, yang bukan dosen tidak dapat menjadi anggota koperasi II - 23
  24. 24. Maka, munculah Koperasi Pegawai Negeri, Koperasi Tentara dengan Koperasi AD bikin sendiri, demikian juga Koperasi AU, Koperasi AL dan Koperasi Polisi. Kalau saya protes Koperasi Wanita, pasti saya disalahkan. Tapi, kalau ada Koperasi Penyandang Cacat bikin sendiri. Lama-lama Koperasi Rambut Keriting. Di UGM lebih sadis lagi, ada Koperasi Dosen UGM, Koperasi Karyawan UGM, Koperasi Mahasiswa. Inilah produk UU 12 Tahun 1967 yang bertahan hingga sekarang, akibatnya yang terjadi ada transaksi dengan anggota dan transaksi dengan non-anggota. Dan faktanya, transaksi dengan non-anggota lebih besar daripada dengan anggota. Ini bukan koperasi, bung Hatta menyebutnya persekutuan majikan. Majikan- majikan berkumpul bikin koperasi, pegawai-pegawai bukan anggota dan konsumennya bukan anggota, suplier bukan anggota. Saya kritik fenomena yang ada yakni koperasi yang berkembang saat ini adalah simpan pinjam. Omsetnya yang terbesar, termasuk di KSU. Apa yang tidak dipikirkan/ direnungkan oleh banyak orang? Ternyata simpan pinjam di koperasi yang berkembang selama ini adalah mengambil fungsi kartu kredit bagi anggota yang tidak layak membuat kartu kredit. Kenapa? Karena yang dibiayai kredit konsumsi, orang beli motor, televisi dan seterusnya. Dan barangnya bukan barang koperasi, tetap saja ngambil di dealer. Koperasi menjadi penjamin, kalau anggotanya mengambil dengan potong gaji atau tanggung renteng. Padahal seharusnya pinjaman diberikan untuk meningkatkan pendapatan (income growth). Kalau bicara revitalisasi kita dapat bicara pada level mikro. Yang paling penting adalah revitalisasi nilai dan jati diri koperasi. Maka, buka kembali prinsip koperasi. Dalam konteks Indonesia, perdagangan bebas tidak penting. Yang paling penting adalah amandemen UU 25 Tahun 1995. Itu jadi prioritas. Kalau tidak dilakukan akan begini-begini saja, pengurus koperasi makin tergoda, malah koperasi pingin bikin PT, padahal koperasi saingan PT. Bicara sosialisasi gerakan koperasi adalah bagaimana mengembalikan ideologi koperasi dengan seperangkat nilai-nilainya. Perdagangan bebas atau tidak, itu nomor sekian. II - 24
  25. 25. Sessi Tanya Jawab Pertanyaan • Warjo, Dinas Perindustian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Indramayu Kondisi koperasi yang sangat belum ada perkembangan signifikan dalam jati dirinya, maka saya sependapat apabila problem kelembagaan yang jadi prioritas. Dan jika ini jadi komitmen , maka jangan keputusannya setingkat menteri karena akan terhalang ego sektoral masing-masing. Sehingga UU bukan hanya mengatur namun mengakomodir permasalahan yang ada di lapangan. Maka, kementerian koperasi menyiapkan payung hukumnya. • Rudiarto, Koperasi Karyawan PT. Adi Goodware dari Tangerang. Saya ingin menanggapi pernyataan narasumber mengenai tawaran revitalisasi adalah mengembalikan keanggotaan koperasi sesuai UU terdahulu. Padahal koperasi didirikan bukan karena keuntungan dulu, tapi kesamaan dulu. Nanti, kalau koperasi bersifat terbuka maka akan banyak pihak nelayan, petani dan lain-lain sehingga akan terlalu banyak kepentingan di sana. Ini sulit. Kalau terlalu terbuka tidak ada bedanya dengan PT. Yang kedua, justru yang perlu perhatikan adalah bagaimana koperasi yang punya ciri khas sendiri-sendiri dapat bergabung dan berkolaborasi dengan koperasi lain yang bidangnya beda. Dari situ nantinya akan dikembangkan ukandan dipa • Muhammad Suparman, Dekopinwil Jawa Barat. Saya menyatakan harapan mudah-mudahan workshop bukan dalam rangka mengerem dan mengendalikan agar Indonesia tidak terbuka sebagai bentuk perlawanan terhadap kapitalisme yang menghancurkan aset-aset ekonomi rakyat. Harapan saya bahwa seminar ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah segera mengeluarkan regulasi. Jangan dari seminar ke seminar terus, menghabiskan biaya negara. II - 25
  26. 26. Regulasi apa yang penting, bagaimana pemerintah melindungi usaha tani dan perda mengenai alih fungsi lahan. Di Jawa Barat diperkirakan setiap tahun 5.000 ha lahan pertanian beralih fungsi. Dan di perdagangan harus diatur untuk ritel modern, karena di ujung Kulon saja ada minimarket menghabisi banyak warung. Saya dengar ada Gubernur yang kerjasama dengan Carefour, ini suatu bentuk pelecehan betapa pemerintah bertekuk lutut pada pihak kapitalisme asing. Memang Carefour akan membantu pengusaha Indonesia, tapi membunuh ribuan warung. Menteri harus membatalkan kerjasama itu dan harus dilawan. Regulasi mengatur lokasi dan jam buka. Jangan sampai 24 jam beroperasi. • Andreas Agas, Wakil Bupati dari Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT Apa kriteria kita mendapat penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM, apakah alokasi anggaran. Dari penjelasan paparan tadi memang koperasi merupakan perlawanan terhadap kapitalis. Kenapa koperasi tidak besar, karena secara riil, ekonomi kapitalis ini sangat kuat. Kita tidak memulai dari membunuh kapitalis, karena ekonomi kapitalis sangat kuat. Jadi, bagaimana koperasi exist dalam situasi kapitalis yang kuat. Kedua, bagaimana caranya supaya koperasi berkembang dan kuat di tengahnya kuatnya kapitalis? Ketiga, sebenarnya syarat keanggotaan koperasi UU yang baru khan bukan larangan. Kalau kita lawan juga tidak masuk bui. Yang kita lawan adalah segmentasi yang berlebihan. Tanggapan • Sharmila Saya sepakat melawan hari ini. Yang menguntungkan kita adalah sinergi. Yang kita tawarkan adalah koperasi berkoorporasi sehingga koperasi dijalankan layaknya perusahaan dan sebagaimana sarana mensinergikan kekuatan-kekuatan koperasi. II - 26
  27. 27. Yang kedua, terkait segmentasi koperasi, kita selama ini tidak hidup dalam situasi itu. Selama kita membayar simpanan pokok dan wajib kita bisa menjadi anggota koperasi. Kita mengutamakan anggota Iwapi menjadi anggota koperasi, karena banyak pengusaha wanita membutuhkan modal. Selama ini pinjaman antar teman tidak efektif. Ketika ada tender dan butuh modal, tidak lari ke sana ke mari, cukup koperasi. Kalau wanita yang mau ikut, selama mau membayar simpanan pokok dan wajib kita oke. Ini untuk memudahkan kita melakukan treatment. Harga di Carefour lebih murah dibanding koperasi. Kebersamaan kita sedang digoda. Semoga, Giant, Carefour, Alfamart, Indomaret dapat menjadi inspirasi kita untuk berbuat seperti mereka. Kalau mereka tidak ada, mungkin kita akan diam-diam saja. Ketika mereka masuk kita bengong saja, sekarang kelabakan. Ini tantangan buat kita. • Revrisond Baswir Begini, saya menanggapi dengan cara berputar. Boleh nggak karyawan koperasi menjadi anggota koperasi? Kalau tidak mereka bikin koperasi karyawan koperasi. Saya setuju kesamaan, tapi tidak dibatasi tempat bekerja. Jadi keterlibatan itulah yang menjadi tolok ukur ada tidaknya kesamaan. Bahwa, bagi karyawan koperasi yang bekerja puluhan tahun bagi dia ada kesamaan. Ia setia, kerja dan hidup mati dia gantungkan ke koperasi, kok nggak boleh jadi anggota. Contoh lain, koperasi angkutan, rata-rata sopir dan kernet bukan anggota. Yang jadi anggota ya..pemilik bis. Boro-boro penumpang. Itulah masalah. Di bandara Adi Sucipto atau Juanda, perusahaan taksi yang boleh dan satu- satunya yang boleh mengangkut penumpang koperasinya siapa? Kok begitu? Saya juga berjuang di UGM, tapi gagal. Saat saya jadi pengurus Koperasi Dosen UGM, saya usulkan supaya Koperasi Dosen UGM diamalgasi dengan Koperasi Karyawan UGM. Oke, disepakati dan saya diminta menyiapkan. Saya ajak bicara pengurus Koperasi Karyawan UGM. Sepakat, susun AD/ ART baru. Keputusan terakhir tetap di Rapat Anggota. Rapat Anggota Koperasi Karyawan UGM, ketok setuju amalgasi dengan Koperasi Dosen UGM. Begitu, Rapat Anggota Koperasi Dosen mentah semua. Ini serius. Gimana kalau yang terpilih pengurus koperasi yang terpilih karyawannya? Masalah? Ini yang bodoh siapa? Bahkan ada pertanyaan, kalau yang nanti dapat pinjaman karyawan semua, dosen nggak kebagian bagaimana? Saya sedih, saya saja di kalangan terdidik saja kayak gitu. Akhirnya gagal. Saya berteriak terus. Sekarang perkembangannya di Koperasi Dosen UGM, II - 27
  28. 28. keanggotaan mulai terbuka tapi diskriminatif. Yang dosen anggota biasa, yang bukan dosen anggota luar biasa. Sama saja. Demikian juga di Koperasi Mahasiswa. Muncul pertanyaan, kalau yang terpilih masyarakat bagaimana. Ternyata rebutan jabatan. Keanggotaan sekarang terbuka. Harus ada kemauan berubah dari masyarakat koperasi sendiri. Saya setuju kita jangan bermimpi menghilangkan kapitalisme. Dari dulu sampai sekarang kapitalisme ada. Tapi, justru kita harus berpikir begini, semakin marak kapitalisme, semakin subur lahan untuk koperasi. Sehingga logikanya begitu, kenapa? Karena dengan dominan kapitalisme, makin banyak orang yang terpinggirkan. Semakin banyak orang susah itu lahan untuk koperasi. Persoalannya, apakah gerakan koperasi memperjuangkan orang yang terpinggirkan atau nggak? Jangan-jangan masyarakat koperasi yang banyak ini tidak memikirkan orang yang terpinggirkan. Maka, dari dulu saya mendorong koperasi untuk melawan agenda ekonomi neo-liberal. Sekarang BUMN dijual, koperasi diam aja. TDL naik, gerakan koperasi diam saja. Sudah benar-benar kehilangan daya juang. Gerakan koperasi kehilangan gairah berjuangnya. Seminar dan workshop memang sudah banyak dan saat ini saya diminta menjadi dewan majelis pakar Dekopin. Saya tidak bisa berharap banyak, karena di Dekopin banyak yang aneh. Kebanyakan pengurus Dekopin adalah pengurus partai. Dan kita sepakat untuk mengakhiri dengan rekomendasi. Kalau bicara regulasi ada fakta yang sudah jadi hitam putih. UU Kelistrikan diajukan MK, dan dinyatakan batal demi karena melanggar konstitusi. Pasal 28 UU Migas batal demi hukum dan UU Badan Hukum Pendidikan juga. Apa jawaban dari DPR? Kalau UU Kelistrikan dibatalkan lagi, MK dibubarkan. Kalau pemerintah melanggar hukum dapat di-impeach, tapi kalau pemerintah dan DPR melanggar tidak ada aturannya. 2.3.3 Rekomendasi Rekomendasi disampaikan oleh Bpk. Untung Tri Basuki Deputi Bidang Kelembagaan KUKM. II - 28
  29. 29. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya hormati, pertama-tama saya akan mengucapkan terima kasihnya yang telah memberikan sumbangsihnya pada acara workshop ini. Pertama, kepada Gubernur Jawa Tengah yang telah menyampaikan paparannya, kita jadi tetap ingat Balik Deso, Bangun Deso, sebagaimana Jawa Tengah merealisasikan program-programnya. Kita juga mendengarkan paparan Gubernur NTT yang diwakili Bpk. Paulus. Kita bisa tahu bagaimana Gubernur NTT mendorong partisipasi masyarakat dalam berkoperasi dengan insentif dan stimulusnya. Demikian juga Walikota Kupang, yang dengan piawai memainkan peranannya untuk memberdayakan wong cilik. Bagaimana PKL merasa dilindungi, orang berkoperasi lebih mudah. Dari Temanggung, kita lihat keberpihakan beliau kepada koperasi dan UKM. Dari workshop ini kita mendapatkan idealisme koperasi dibangun, bagaimana nilai-nilai yang harus diterapkan dalam koperasi dan diaplikasi dalam koperasi dengan semangat koperasi dan cara-cara koperasi. Kita sudah mendapatkan gambaran nilai-nilai koperasi dari Bpk. Revrisond Baswir dan juga Ibu Sharmila kita dengarkan praktik-praktik dan pengembangan koperasi dalam aplikasinya. Dari hasil diskusi tadi, kita mendapat banyak masukan dan ada banyak hal yang harus kita lakukan sama-sama mulai dari Aspek regulasinya, kebijakan yang harus kita benahi, kebijakan yang tidak pro-koperasi dan UKM. Harus kita bongkar sama-sama, mulai dari UU, peraturan-peraturan pemerintah, perpres, keppres sampai satuan daerah propinsi, kabupaten/ kota. Bahkan peraturan gubernur atau bupati/ walikota yang tidak pro-koperasi kita coba benahi ke depan. Usulan-usulan ini tidak berhenti di sini, bahkan harus cepat kita realisasikan. Salah satunya yang terkait dengan UU Perkoperasian yakni UU No.25 Tahun 1992 akan kita siapkan amandemennya.Tapi, memang banyak kerikil dalam perjalanannya sejak 2001 sampai detik ini. Sudah kita sampaikan ke Presiden, tapi masih dipersoalkan kembali dan meminta paraf ulang menteri terkait. Dan sudah 2 (dua) bulan ini ada di Menteri Perdagangan dan belum dikembalikan/ belum diparaf. Salah satu rekomendasi yang kita buat adalah bagaimana menteri dan DPR untuk menyelesaikan pembahasan dan mengesahkan RUU Koperasi menjadi UU Koperasi baru yang sesuai aspirasi gerakan koperasi. Saya mengucapkan terima kasih partisipasi bapak-ibu semua dan tidak berhenti sampai di sini namun harus direalisasikan dalam program konkret di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten/ kota. Terima kasih sekali lagi kepada pembicara, moderator yang tidak kalah pentingnya dalam acara ini kepada Bpk. Taufik dan Bpk. Wayan yang memandu acara ini. II - 29
  30. 30. Kepada peserta sekalian, rekomendasi ini akan menjadi bahan melakukan perubahan penting untuk kebijakan pemberdayaan koperasi mulai dari tingkat nasional, propinsi dan kabupaten/ kota. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. II - 30

×