FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA 2013

ِ ِ َّ ِ ْ َّ ِ ِ ْ
‫بِسم اللَّه الرْ...
PRINSIP DALAM PRODUK PENGHIMPUNAN DANA
Konsep Penghimpunan Dana
(Funding)
Bank Syariah

Wadi’ah
(Titipan)

Giro iB
Tabunga...
TITIPAN (WADI’AH)
 Penentuan

nama wadi’ah, yad amanah atau dhamanah,
dilihat dari tanggung jawab penggantian barang titi...
Wadi’ah yad al-Amanah

Skema Wadiah Yad al-Amanah di Bank Syariah
Aplikasi Wadi’ah yad al-Amanah
di Bank Syari’ah




Safe Deposit Box (SDB) merupakan salah satu jasa
perbankan yang meny...
Skema Wadiah Yad Dhamanah
di Bank Syariah
Bagi Hasil

(Profit &Loss
Sharing)
BAGI HASIL (PROFIT & LOSS SHARING)
 Profit-loss sharing (bagi hasil) adalah proporsi pembagian hasil

usaha dalam ukuran ...
LANDASAN HUKUM KONSEP BAGI HASIL
(PROFIT & LOSS SHARING)
QS.Luqman : 34

‫إِن اهللَ عندهُ ع ْلم الساعة ويُنَ زل الْغَْيث و...


Para ahli ekonomi Islam menjadikan ayat ini sebagai
landasan (dasar/dalil) bagi konsep bagi hasil. Hasil
investasi PLS ...
MUSYARAKAH
Secara etimologi Syirkah berarti ikhtilath (percampuran), yakni

bercampurnya suatu harta dengan harta lain, s...
SKEMA JENIS-JENIS MUSYARAKAH
JABR
AMLAK
IKHTIAR
MUDHARABAH

SYIRKAH

ABDAN
UQUD

WUJUH
MUFAWADAH
INAN
JENIS-JENIS MUSYARAKAH


Syirkah al-’inan
Akad kerja sama antara dua orang atau lebih dimana setiap pihak memberikan
kont...
Skema Musyarakah
Nasabah Investor
Dana

Dana

Proyek Usaha
Bersama

Bila untung,
pembagian berdasarkan
kesepakatan nisbah
...
MUDHARABAH
 Secara etimologi: “mudharabah berasal dari kata dharb yang

berarti memukul atau berjalan.” Pengertian memuku...
SKEMA MUDHARABAH NABI MUHAMMAD
DAN KHADIJAH
Barang dagangan

SITI
KHADIJAH

Bawa ke

‫محمد‬

PASAR

Bagi hasil sesuai pors...
PEMBAGIAN MUDHARABAH
Jual-Beli

(al Bai’)
Sale &Purchase
MURABAHAH
Secara etimologi: “murabahah berasal dari kata Ar-

Ribhu (an-namaa’) yang berarti tumbuh dan
berkembang, atau ...
PROSES PEMBIAYAAN MURABAHAH
(Fatwa DSN No. 16/DSN-MUI/IX/2000
tanggal 16 September 2000)
DISKON DALAM MURABAHAH
 Harga (tsaman) dalam jual beli adala...
(Fatwa DSN No. 17/DSN-MUI/IX/2000
tanggal 16 September 2000) SANKSI NASABAH MAMPU YANG
MENUNDA-NUNDA PEMBAYARAN

 Sanksi ...
(Fatwa DSN No. 23/DSN-MUI/III/2002
tanggal 28 Maret 2002)
POTONGAN PELUNASAN DALAM MURABAHAH

Jika

nasabah dalam transak...
(Fatwa DSN No. 13/DSN-MUI/IX/2000 tanggal 16 September 2002)
UANG MUKA DALAM MURABAHAH
 LKS dibolehkan untuk meminta uang...
Salam

‫بيع السلم‬

Transaksi Jual beli di mana barang belum diserahkan
(belum ada), Sedangkan pembayaran dilakukan di muk...
Bai’ Al- Istshna’ atau pemesanan secara bahasa artinya

Istishna’

minta dibuatkan. Secara terminologi hukum fiqih seperti...
Perbedaan
Bai’ as salam dan Bai’ al-Istishna’
Subyek

SALAM

ISTISHNA’

Aturan dan
Keterangan

Pokok
kontrak
Pembeli
Penju...
1. Ijarah
2. AR RAHN
3. Kafalah
4. Wakalah
5. Hawalah
6. Qardh
Ijarah
ijarah, menurut bahasa, adalah al-itsabah (memberi upah).
Misalnya aajartuhu, baik dibaca panjang atau pendek, yait...
Ijarah
1. Akad Ijarah

Gambar 3.1. Skema Ijarah pada Perbankan Syari’ah
Ijarah
Ijarah Muwazy (Ijarah paralel /Sub-Lease)
Menyewakan barang kepada pihak ketiga, hukumnya
dibolehkan, apabila pemil...
Gadai syariah (rahn) secara etimologi adalah tetap dan lama.
Secara terminologi adalah penahanan terhadap suatu barang
den...
Gambar 3.4. Perbedaan Gadai Syari’ah dan Gadai Konvensional
Kafalah secara bahasa (etimologi) berarti penjaminan
Menurut istilah (terminologi), kafalah berarti akad pemberian
jaminan...
Gambar 3.6. Skema Kafalah pada Bank Garansi
Bank garansi adalah surat jaminan yang diterbitkan oleh bank
untuk menjamin pihak ketiga atas permintaan nasabah
sehubunga...
‫ْ ُ ِ‬
‫اْلمد لِلَّه رب الْعالَ ِ‬
‫َ ِّ َ مي‬
‫َ‬
‫َْ‬
‫‪Terima Kasih‬‬
Prinsip - Prinsip Dasar dalam Produk Perbankan Syariah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Prinsip - Prinsip Dasar dalam Produk Perbankan Syariah

15,327

Published on

Prinsip - prinsip dasar dalam produk perbankan syariah oleh Bu Dian

0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
15,327
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
452
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Prinsip - Prinsip Dasar dalam Produk Perbankan Syariah

  1. 1. FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2013 ِ ِ َّ ِ ْ َّ ِ ِ ْ ‫بِسم اللَّه الرْحَن الرحيم‬
  2. 2. PRINSIP DALAM PRODUK PENGHIMPUNAN DANA Konsep Penghimpunan Dana (Funding) Bank Syariah Wadi’ah (Titipan) Giro iB Tabungan iB Mudharabah (investasi) Tabungan iB Deposito iB
  3. 3. TITIPAN (WADI’AH)  Penentuan nama wadi’ah, yad amanah atau dhamanah, dilihat dari tanggung jawab penggantian barang titipan, jika penerima titipan bertanggung jawab, maka namanya dhamanah. Jika tidak bertanggung jawab namanya amanah. Wadi’ah yad al-amanah merupakan akad penitipan barang/uang di mana pihak penerima titipan tidak diperkenankan menggunakan barang/uang yang dititipkan dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang titipan yang bukan diakibatkan perbuatan atau kelalaian penerima, sewaktu titipan dikembalikan harus dalam keadaan utuh baik nilai maupun fisik barangnya, sebagai kompensasi atas pemeliharaan dapat dikenakan biaya titipan
  4. 4. Wadi’ah yad al-Amanah Skema Wadiah Yad al-Amanah di Bank Syariah
  5. 5. Aplikasi Wadi’ah yad al-Amanah di Bank Syari’ah   Safe Deposit Box (SDB) merupakan salah satu jasa perbankan yang menyediakan tempat penyimpanan barang berharga bagi masyarakat yang hendak menitipkannya. Barang-barang yang dapat disimpan dalam SDB adalah barang yang berharga yang tidak diharamkan dan tidak dilarang oleh Negara dan besar biaya sewa ditetapkan berdasarkan kesepakatan Layanan SDB di BCA Syari’ah: Ukuran SDB Gol A : 47,5 cm x 25 cm x 25 cm Gol B : 47,5 cm x 25 cm x 12,5 cm Gol C : 47,5 cm x 25 cm x 7,5 cm Biaya Gol A : Rp.600.000 + PPN10% Gol B : Rp.350.000 + PPN10% Gol C : Rp.250.000 + PPN10%
  6. 6. Skema Wadiah Yad Dhamanah di Bank Syariah
  7. 7. Bagi Hasil (Profit &Loss Sharing)
  8. 8. BAGI HASIL (PROFIT & LOSS SHARING)  Profit-loss sharing (bagi hasil) adalah proporsi pembagian hasil usaha dalam ukuran prosentase atas kemungkinan keuntungan/kerugian riil yang akan diperoleh pihak-pihak yang bekerja sama.  Jumlah nominal bagi hasil akan berfluktuasi sesuai dengan keuntungan riil dari pemanfaatan dana  Secara umum implementasi konsep ini terdapat dalam mudharabah & musyarakah.
  9. 9. LANDASAN HUKUM KONSEP BAGI HASIL (PROFIT & LOSS SHARING) QS.Luqman : 34 ‫إِن اهللَ عندهُ ع ْلم الساعة ويُنَ زل الْغَْيث ويَعلَم ماِف اْألَرحام وماتَدري نَفس ماذا‬ ُ ِّ َ ِ َ َّ ُ ِ َ ِ َّ َ َّ ٌ ْ ِ ْ َ َ ِ َ ْ ِ َ ُ ْ َ َ َّ ُ َ ٍ ْ ِّ ٌ ْ ِ ْ َ َ ً ُ ِ ْ ‫تَكسب غَدا وماتَدري نَفس بِأَي أَرض َتُوت إِن اهللَ علِيم خبِي‬ ٌ َ ٌ َ “ Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya (diperolehnya) besok. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.”
  10. 10.  Para ahli ekonomi Islam menjadikan ayat ini sebagai landasan (dasar/dalil) bagi konsep bagi hasil. Hasil investasi PLS (bagi hasil) tidak bisa dipastikan, karena hanya Allah yang mengetahui hasilnya di masa depan.  Ayat ini bertentangan dengan konsep bunga yang memastikan jumlah hasil investasi di masa depan. Kepastian tersebut bertantangan dengan fitrah bisnis yang mengandung 3 kemungkinan ; untung, no return (BEP) dan rugi.  Besarnya keuntungan juga berfluktuasi, sehingga tidak bisa dipatok pada angka tertentu
  11. 11. MUSYARAKAH Secara etimologi Syirkah berarti ikhtilath (percampuran), yakni bercampurnya suatu harta dengan harta lain, sehingga tidak bisa dibedakan antara keduanya. Secara terminologi, Syirkah adalah “akad kerjasama atau percampuran antara dua pihak atau lebih untuk melakukan suatu usaha tertentu yang halal dan produktif dengan kesepakatan bahwa keuntungan akan dibagikan sesuai nisbah yang disepakati dan resiko akan ditanggung sesuai porsi kerjasama”
  12. 12. SKEMA JENIS-JENIS MUSYARAKAH JABR AMLAK IKHTIAR MUDHARABAH SYIRKAH ABDAN UQUD WUJUH MUFAWADAH INAN
  13. 13. JENIS-JENIS MUSYARAKAH  Syirkah al-’inan Akad kerja sama antara dua orang atau lebih dimana setiap pihak memberikan kontribusi dana dan berpartisipasi dalam kerja serta sepakat untuk berbagi keuntungan atau kerugian, dimana porsi masing2 pihak (baik dalam dana,kerja atau bagi hasil) tidak harus sama.  Syirkah Mufawadhah Kontrak kerja sama antara dua orang atau lebih dimana masing2 pihak memberikan kontribusi yang sama tentang dana, partisipasi kerja dan berbagi keuntungan/kerugian dalam jumlah yang sama.  Syirkah A’maal Kontrak kerja sama antara dua orang/lebih yang memiliki profesi sama untuk menerima pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari pekerjaan tersebut.  Syirkah Wujuh Kontrak kerja sama antara dua orang/lebih yang sama2 memiliki keahlian dalam bisnis tampa modal/uang. Mereka membeli barang secara kredit dari suatu perusahaan dan menjual barang tersebut secara tunai,dan hasilnya mereka saling berbagi keuntungan/kerugian berdasarkan kontribusi jaminan kepada penyuplai.
  14. 14. Skema Musyarakah Nasabah Investor Dana Dana Proyek Usaha Bersama Bila untung, pembagian berdasarkan kesepakatan nisbah Untung/Rugi Bila rugi, pembagian berdasarkan Porsi modal
  15. 15. MUDHARABAH  Secara etimologi: “mudharabah berasal dari kata dharb yang berarti memukul atau berjalan.” Pengertian memukul atau berjalan ini lebih tepatnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha.  Mudharabah atau qiradh termasuk dalam kategori syirkah.  Dalam bahasa Iraq (penduduk Iraq) digunakan kata mudharabah, sedangkan penduduk Hijaz menyebutnya qiradh.  Secara terminologi: “Adalah akad kerjasama antara Shahibul Mal (pemilik modal) dengan mudharib (yang mempunyai keahlian atau keterampilan) untuk mengelola suatu usaha yang produktif dan halal. Hasil keuntungan dari penggunaan dana tersebut dibagi bersama berdasarkan nisbah yang disepakati, jika terjadi kerugian ditanggung shahibul mal.”
  16. 16. SKEMA MUDHARABAH NABI MUHAMMAD DAN KHADIJAH Barang dagangan SITI KHADIJAH Bawa ke ‫محمد‬ PASAR Bagi hasil sesuai porsi Modal+Bagi Hasil Keuntungan Besar bagi hasil sesuai nisbah/porsi yang disepakati Contoh : 50 : 50, 60 : 40, dst.
  17. 17. PEMBAGIAN MUDHARABAH
  18. 18. Jual-Beli (al Bai’) Sale &Purchase
  19. 19. MURABAHAH Secara etimologi: “murabahah berasal dari kata Ar- Ribhu (an-namaa’) yang berarti tumbuh dan berkembang, atau murabahah juga berarti Al-Irbaah, karena salah satu dari dua orang yang bertransaksi memberikan keuntungan kepada yang lainnya . Secara terminologi: “Murabahah adalah: jual beli dengan harga awal disertai dengan tambahan keuntungan.” Definisi ini adalah definisi yang disepakati oleh para ahli fiqh.
  20. 20. PROSES PEMBIAYAAN MURABAHAH
  21. 21. (Fatwa DSN No. 16/DSN-MUI/IX/2000 tanggal 16 September 2000) DISKON DALAM MURABAHAH  Harga (tsaman) dalam jual beli adalah suatu jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak, baik sama dengan nilai (qimah) benda yang menjadi obyek jual beli, lebih tinggi maupun lebih rendah.  Harga dalam jual beli murabahah adalah harga beli dan biaya yang diperlukan ditambah keuntungan sesuai kesepakatan.  Jika dalam jual beli murabahah LKS mendapat diskon dari suplier, harga sebenarnya adalah harga setelah diskon, karena itu, diskon adalah hak nasabah.  Jika pemberian diskon terjadi setelah akad, pembagian diskon tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian (persetujuan) yang dimuat dalam akad.  Dalam akad, pembagian diskon setelah akad hendaklah diperjanjian dan ditandatangani.
  22. 22. (Fatwa DSN No. 17/DSN-MUI/IX/2000 tanggal 16 September 2000) SANKSI NASABAH MAMPU YANG MENUNDA-NUNDA PEMBAYARAN  Sanksi yang disebut dalam fatwa ini adalah sanksi yang dikenakan LKS kepada nasabah yang mampu membayar, tetapi menunda-nunda pembayaran dengan disengaja.  Nasabah yang tidak/belum mampu membayar disebabkan force majeur tidak boleh dikenakan sanksi.  Nasabah mampu yang menunda-nunda pembayaran dan/atau tidak mempunyai kemauan dan itikad baik untuk membayar hutangnya boleh dikenakan sanksi.  Sanksi didasarkan pada prinsip ta’sir, yaitu bertujuan agar nasabah lebih disiplin dalam melaksanakan kewajibannya.  Sanksi dapat berupa denda sejumlah uang yang besarnya ditentukan atas dasar kesepakatan dan dibuat saat akad ditandatangani.  Dana yang berasal dari denda diperuntukan sebagai dana sosial.
  23. 23. (Fatwa DSN No. 23/DSN-MUI/III/2002 tanggal 28 Maret 2002) POTONGAN PELUNASAN DALAM MURABAHAH Jika nasabah dalam transaksi murabahah melakukan pelunasan pembayaran tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang telah disepakati. Lembaga keuangan syariah boleh memberikan potongan dari kewajiban pembayaran tersebut, dengan syarat tidak diperjanjikan dalam akad. Besarnya potongan sebagaimana dimaksud di atas diserahkan kepada kebijakan dan pertimbangan Lembaga keuangan syariah (LKS).
  24. 24. (Fatwa DSN No. 13/DSN-MUI/IX/2000 tanggal 16 September 2002) UANG MUKA DALAM MURABAHAH  LKS dibolehkan untuk meminta uang muka apabila kedua belah pihak sepakat  Besarnya jumlah uang muka ditentukan berdasarkan kesepakatan.  Jika nasabah membatalkan akad murabahah, nasabah harus memberikan ganti rugi kepada LKS dari uang muka tersebut.  Jika jumlah uang muka lebih kecil dari kerugian, LKS dapat meminta tambahan kepada nasabah.  Jika jumlah uang muka lebih besar dari kerugian, LKS harus mengembalikan kelebihannya kepada nasabah.
  25. 25. Salam ‫بيع السلم‬ Transaksi Jual beli di mana barang belum diserahkan (belum ada), Sedangkan pembayaran dilakukan di muka (secara tunai) Secara etimologi, salam adalah salaf (pen-dahulu-an) = sesuatu yang didahulukan Konsep Dasar Ba’i Salam Bank membeli produk garmen Garmen Barang diserahkan kemudian/secara tangguh Contoh : Islamic Banking membeli 400 potong seri siza pakaian jadi kepada pihak garmen, seharga Rp 25 juta secara tunai/cash, Sedangkan pakaiannya diserahkan 2 bulan yang akan datang
  26. 26. Bai’ Al- Istshna’ atau pemesanan secara bahasa artinya Istishna’ minta dibuatkan. Secara terminologi hukum fiqih seperti yang dijelaskan dalam fatwa DSN MUI adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan(pembeli, mustashni’) dan penjual (pembuat’shani’) Pengrajin kayu Konsep Dasar Ba’i Istishna’ Barang diserahkan kemudian/secara tangguh Contoh : Restoran memesan 25 paket meja dan kursi seharga Rp 37.500.000,dengan spesifikasi seperti gambar di atas,. Pembayaran dilakukan 2 kali
  27. 27. Perbedaan Bai’ as salam dan Bai’ al-Istishna’ Subyek SALAM ISTISHNA’ Aturan dan Keterangan Pokok kontrak Pembeli Penjual Muslam fiih Muslim Muslam ilaih Mashnu Mustashni’ Shani’i Barang ditangguhkan dg spesifikasi Harga Dibayar saat kontrak Bisa saat kontrak, dicicil, atau diakhir Cara penyelesaian pembayaran merupakan perbedaan utama antara aa’ dan salam. Produk Umumnya pada pemesasan barang yang tidak bisa dibuat oleh penerima pesan Umumnya pada pemesasan barang yang dapat dibuat oleh penerima pesan Contoh Salam : hasil pertanian, perikanan dan peternakan Contoh istishna’ : bangunan, pakaian, furniture, jalan raya Kontrak Salam parallel Istishna’ parallel Baik salam parallel maupun istishna’ parallel sah asalkan kedua kontrak scr hukum terpisah
  28. 28. 1. Ijarah 2. AR RAHN 3. Kafalah 4. Wakalah 5. Hawalah 6. Qardh
  29. 29. Ijarah ijarah, menurut bahasa, adalah al-itsabah (memberi upah). Misalnya aajartuhu, baik dibaca panjang atau pendek, yaitu memberi upah. Sedangkan menurut istilah fiqih ialah pemberian hak pemanfaatan dengan syarat ada imbalan. (Fathul Bari IV: 439) Secara terminilogi, ijarah adalah akad pemindahan hak atas barang atau jasa (manfaat), melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan (ownership/milkiyah) atas barang itu sendiri. Manfaat (jasa) tersebut adalah sesuatu yang dibolehkan dan dapat dimanfaatkan
  30. 30. Ijarah 1. Akad Ijarah Gambar 3.1. Skema Ijarah pada Perbankan Syari’ah
  31. 31. Ijarah Ijarah Muwazy (Ijarah paralel /Sub-Lease) Menyewakan barang kepada pihak ketiga, hukumnya dibolehkan, apabila pemilik barang mengizinkannya. Apabila pemilik asset tidak mengizinkannya, maka penyewaan kepada pihak ketiga tidak dibolehkan. Gambar 3.2. Skema Ijarah Muwazy
  32. 32. Gadai syariah (rahn) secara etimologi adalah tetap dan lama. Secara terminologi adalah penahanan terhadap suatu barang dengan hak sehingga dapat dijadikan sebagai pembayaran dari barang tersebut MARHUN BIH (Hutang) 2. Pemberi Hutang 1. Akad Transaksi MURTAHIN (Pegadaian) 3. Penyerahan Marhun Gambar 3.3. Skema Rahn RAAHIN MARHUN (Barang)
  33. 33. Gambar 3.4. Perbedaan Gadai Syari’ah dan Gadai Konvensional
  34. 34. Kafalah secara bahasa (etimologi) berarti penjaminan Menurut istilah (terminologi), kafalah berarti akad pemberian jaminan yang diberikan satu pihak (kafil) kepada pihak lain (makful ‘anhu) di mana pemberi jaminan bertanggung jawab atas pembayaran suatu hutang yang menjadi hak penerima jaminan (makful lahu). Gambar 3.5. Mekanisme dan Sistem Operasi Kafalah pada Bank Syariah
  35. 35. Gambar 3.6. Skema Kafalah pada Bank Garansi
  36. 36. Bank garansi adalah surat jaminan yang diterbitkan oleh bank untuk menjamin pihak ketiga atas permintaan nasabah sehubungan dengan transaksi ataupun kontrak yang telah mereka sepakati sebelumnya. Pemberian jaminan ini pada umumnya disyaratkan oleh pihak ketiga terhadap mitra kerjanya, yang bertujuan untuk mendapatkan kepastian dilaksanakannya isi kontrak sesuai dengan yang telah disepakati. Apabila terjadi cidera janji oleh mitra kerjanya, berdasarkan surat jaminan bank (bank garansi) maka pihak ketiga tadi dapat mengajukan klaim kepada bank penerbit garansi tersebut dengan memenuhi syarat-syarat untuk pengajuan klaim. Bank garansi berfungsi sebagai covering risk jika salah satu pihak lalai/cidera janji memenuhi kewajibannya di mana pihak bank mengambil-alih risiko tersebut.
  37. 37. ‫ْ ُ ِ‬ ‫اْلمد لِلَّه رب الْعالَ ِ‬ ‫َ ِّ َ مي‬ ‫َ‬ ‫َْ‬ ‫‪Terima Kasih‬‬
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×