Hukum islam kontemporer
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,237
On Slideshare
2,237
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
6
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 1. Jelaskan faktor yang melatarbelakangi nalar hukum Islam progresif!2. Teori gerak ganda Fazlur Rahman sangat solutif dalam pembagian waris di era modern,tetapi juga mengandung problem, jelaskan!3. Menurut Sa’id al-Asymawi terdapat titik persamaan dan perbedaan antara bunga dan riba,jelaskan!4. Jelaskan sikap saudara terhadap nalar progresif hukum Islam!Jawaban1. Faktornya antara lain:a. HAM: pada nalar pemikiran hukum Islam progresif kedudukan semua warganegara setara, ia mencerminkan nilai-nilai kesetaraan, kemanusiaan, dan keadilan.Di mana pada masa modern ini masyarakat sadar akan pentingnya HAM,menghargai pluralisme, dan bergerak memperjuangkan egaliterianisme dari segalasisi.b. Demokrasi: bahwa suara rakyat juga perlu didengar, menerapkan suatu hukumyang mendapat banyak pertentangan dari rakyat maka perlu pengkajian ulang,kemana sebenarnya tujuan moral hukum tersebut dan ketepatan respon terhadapperkembangan masa.c. Paradigma revolutif: permasalahan yang terjadi di masa lampau tentu berbedadengan masa kini, maka pemecahan yang disediakan terdahulu juga belum tenturelevan dengan keadaan sekarang yang serba modern, maka dibangunlah suatuparadigma revolutif untuk menjadi spirit hukum Islam progresif.2. Hukum pembagian waris menurut Fazlur Rahman sekarang ini karena kondisi sosial telahberubah, maka seorang anak perempuan berhak memperoleh bagian yang sama sepertisaudara lelakinya. Menurutnya hal ini tidak melawan aturan-aturan dasar Islam, malahsesuai dengan kebutuhan sosial moral Islam yang sangat fundamental dalam kejujurandan langsung. Problem terjadi karena dari pandangan Islam yang konvensional hal itubertentangan dengan al-Qur’an (Q.S 4: 7-12, 176) yang dengan jelas menetapkan hukummawaris, mengatakan laki-laki berhak mendapat waris 2 kali bagian perempuan tanpamemperhatikan konteks sosio-historisnya. Selain itu perempuan akan mas kawin (mahar)dari suaminya.3. Persamaan: pada hakekatnya, riba yang haram adalah berupa pinjaman denganpengembalian yang berlebihan, yaitu dengan mengeksploitasi kebutuhan si peminjamyang mengakibatkan dia harus membayar kembali dengan biaya berlipat-lipat dari uangpinjaman semula. Intinya riba menyebabkan uang melahirkan uang, sama dengan yangterjadi pada bunga bank.Perbedaan: uang tidak memiliki harga yang tetap, selalu berubah dari hari ke hari, darisatu negara ke negara yang lainnya. Bahkan harga uang itu sendiri berubah di satu tempatdan di satu waktu, sesuai dengan pangsa pasar. Tentunya hal ini sangat berpengaruhdalam hal utang-piutang, sehingga wajar sekali jika ada ketentuan memberikan tambahan
  • 2. bagi orang yang berhutang ketika membayar hutangnya tidak tepat pada waktu yangdijanjikannya. Maka bunga bank tidak sama dengan riba.4. Sebagai seorang muslim, saya tentu melihat nalar progresif hukum Islam ini dari segisyari’atnya dulu, kalau pendapat-pendapat yang digembar-gemborkan para pemikir Islamprogresif ini memang tidak keluar dari ketauhidan dan aqidah yang benar, maka tidaksalah bila saya mengikutinya, asalkan saya konsisten dan yakin. Karena sesungguhnyahukum Islam itu sendiri sudah progresif dan mengikuti perkembangan zaman, jadi hanyaakal manusia dari segi pemikiran dan pemahamannya yang perlu diubah. Bila terdapatcelah kekafiran dari nalar hukum itu maka akan segera saya tinggalkan.ADHE NURTSANI OCTAVIA-12512181