MAKALAH
MODEL PEMBELAJARAN ADDIE

Disusun Oleh
NAMA
1. SUTRISNO

NPM
1323011026

MEGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS...
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Desain ADDIE
Model Addie pada dasarnya adalah generik yang sistematis, langkah demi l...
B. Pengertian Model Desain ADDIE
Model desain pembelajaran ADDIE adalah model desain pembelajaran yang
menggunakan 5 tahap...
1) Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan menyebabkan rendahnya kinerja
individu dalam organisasi atau perusahaan, hal ini ...
b. Langkah penting yang perlu dilakukan untuk, menentukan pengalaman belajar
yang perlu dimilki oleh siswa selama mengikut...
5. Evaluation
Evaluasi dapat dilakukan dalam dua bentuk evaluasi yaitu formatif dan sumatif.
Evaluasi formatif dilakukan s...
BAB II
MODEL PEMBELAJARAN ADDIE

A. Pembahasan Model Desain ADDIE
Tercapainya tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh pemilih...
Model ini dapat diaplikasikan pada setiap mata pelajaran yang ada di sekolah. Karena
setiap pembelajaran yang dilakukan ha...
4) Sistemik, yaitu pengkajian secara menyeluruh (satu kesatuan) (Jannah, 2011).

B. Kelebihan dan Kekurang Model Desain AD...
BAB III
RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADDIE
A. Rancangan Model Pembelajaran Addie Secara Mikro
Sejak enam puluh tahun terka...
sepertinya aktif belajar seperti memperhatikan guru, rapinya membuat catatan, belum tentu
ia belajar dengan baik manakala ...
BAB IV.
KESIMPULAN

Model pembelajaran ADDIE merupakan suatu model yang sistematis tahapantahapan ddalam model pembelajara...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Model pembelajaran-addie

390

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
390
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
56
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Model pembelajaran-addie

  1. 1. MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Disusun Oleh NAMA 1. SUTRISNO NPM 1323011026 MEGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG TAHUN 2013 MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 1 of 12
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desain ADDIE Model Addie pada dasarnya adalah generik yang sistematis, langkah demi langkah kerangka kerja yang digunakan oleh Desainer instruksional, pengembang dan pelatih untuk memastikan kursus pengembangan dan pembelajaran tidak terjadi dengan cara acak, tidak terstruktur. Hal ini dirancang untuk memastikan: (1) peserta didik akan mencapai tujuan tentu saja, (2) memungkinkan untuk Evaluasi kebutuhan pembelajar, (3) desain dan pengembangan materi pelatihan, dan (4) evaluasi efektivitas pelatihan program menggunakan proses dengan spesifik, hasil yang terukur. Model Pembelajaran Addie muncul dengan perkembangan Perang Dingin setelah Perang Dunia II sebagai Militer Amerika Serikat berjuang dengan dirinya sendiri untuk menemukan cara untuk membuat program pelatihan yang lebih efektif untuk mata pelajaran yang semakin kompleks. Hasil dari perjuangan untuk peningkatan efektivitas berbuah dalam bentuk Desain Sistem Instruksional yang pada gilirannya, menyebabkan model desain yang digunakan saat ini. Anda akan sering mendengar Addie disebut sebagai Desain Sistem Instruksional (ISD), Sistem Instruksional Desain & Pengembangan (ISDD), Pendekatan Sistem untuk Pelatihan (SAT) atau Desain instruksional (ID). Sebagian besar model desain instruksional saat ini Anda akan menemukan di tempat kerja saat ini adalah variasi atau spin-off dari model Addie asli. Model Literatur tentang Addie memperkirakan bahwa ada lebih dari 100 variasi yang berbeda ISD yang digunakan saat ini, dengan hampir semua yang berbasis pada model Addie generik, yang merupakan singkatan dari Analisa, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi; dengan setiap langkah atau fase mengarah ke berikutnya seperti yang digambarkan di bawah ini: Analisis? Desain? Pembangunan? Implementasi? Evaluasi Satu umumnya diterima perbaikan model Addie bahwa hampir setiap orang menggunakan baik sadar atau tidak sadar, adalah penggunaan apa yang sering disebut sebagai prototipe cepat yang mencoba untuk menangkap cacat desain saat mereka masih mudah untuk memperbaikinya. Hal ini dilakukan dengan menerima umpan balik seluruh fase dari model Addie dan membuat perubahan saat bergerak maju. MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 2 of 12
  3. 3. B. Pengertian Model Desain ADDIE Model desain pembelajaran ADDIE adalah model desain pembelajaran yang menggunakan 5 tahap/ langkah sederhana dalam pengaplikasinnya. Ini merupakan desain pembelajaran yang mudah dipelajari. Sesuai dengan namanya model desain pembelajaran ADDIE ada 5 tahap/ langkah dalam pembelajarannya yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Analyze Pre-planning; thinking about the course • • • • • • • • • • Design of course Audience Goal Objectives Identify contnet Identify Environment and Delivery Instructional Strategies Assessment Strategies Formative Evaluation Constraints Design Design your course on paper • • • • Name the learning units of Instruction Identify content and strategies for an individual unit of instruction Write instructions for the learning unit Name the menu items for a learning module Develop Develop course materials and assemble the course • Based on design phase • Build content, assignments, assessments • Build course structure • Upload content Implement Begin teaching • Overview of course • • • • Expectation s Initiate instruction Interaction Ask for feedback early on (formative evaluation) Evaluate Look at the course outcomes with a critical eye • Did the students achieve expected learning outcomes? • What have you learned? • How can you make the course better? Langkah- langkah model desain pembelajaran ADDIE sebagai berikut ; 1. Analisis a) Analisis Kinerja Analisis Kinerja dilakukan untuk mengetahui dan mengklarifikasi apakah masalah kinerja yang dihadapi memerlukan solusi berupa penyelenggaraan program pembelajaran atau perbaikan manajemen (Alik, 2010), Contoh ; MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 3 of 12
  4. 4. 1) Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan menyebabkan rendahnya kinerja individu dalam organisasi atau perusahaan, hal ini diperlukan solusi berupa penyelenggaraan program pembelajaran. 2) Rendahnya motivasi berprestasi, kejenuhan, atau kebosanan dalam bekerja memerlukan solusi perbaikan kualitas manajemen.Misalnya pemberian insentif terhadap prestasi kerja, rotasi dan promosi, serta penyediaan fasilitas kerja yang memadai (Alik, 2010). b) Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah yang diperlukan untuk menentukan kemampuan-kemampuan atau kompetensi yang perlu dipelajari oleh siswa untuk meningkatkan kinerja atau prestasi belajar (Alik, 2010). 2. Design Pendesainan dilakukan berdasarkan apa yang telah dirumuskan dalam tahapan analisis. Tahapan desain adalah analog dengan pembuatan silabus. Dalam silabus tersebut harus memuat informasi kontak, tujuan-tujuan pembelajaran, persyaratan kehadiran, kebijakan keterlambatan pekerjaan, jadwal pembelajaran, pengarahan, alat bantu komunikasi, kebijakan teknologi, serta desain antar muka untuk pembelajaran. Langkah-langkah dalam tahapan ini adalah membuat silabus yang di dalamnya termasuk: memilih standar kompetensi (goal) yang telah dibuat dalam tahapan analisis; menentukan kompetensi dasar (objektive); menentukan indikator keberhasilan; memilih bentuk penilaian; menentukan sumber atau bahan-bahan belajar; menerapkan strategi pembelajaran; membuat storyboard; dan mendesain antar muka (Fadli, 2012). Desain merupakan langkah kedua dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah ini merupakan sebagai berikut; a. Inti dari langkah analisis krn mempelajari masalah kemudian menemukan alternatif solusinya yang berhasil diidentifikasi melalui langkah analisis kebutuhan. MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 4 of 12
  5. 5. b. Langkah penting yang perlu dilakukan untuk, menentukan pengalaman belajar yang perlu dimilki oleh siswa selama mengikuti aktivitas pembelajaran. c. Langkah yang harus mampu menjawab pertanyaan, apakah program pembelajaran dapat mengatasi masalah kesenjangan kemampuan siswa? (Alik, 2010). 3. Developmen Tahapan ini merupakan tahapan produksi dimana segala sesuatu yang telah dibuat dalam tahapan desain menjadi nyata. Langkah-langah dalam tahapan ini diantaranya adalah: membuat objek-objek belajar (learning objects) seperti dokumen teks, animasi, gambar, video dan sebagainya; membuat dokumen-dokumen tambahan yang mendukung (Fadli, 2012). Pengembangan merupakan langkah ketiga dalam mengimplementasikan model desain sistem pembelajaran ADDIE. Langkah pengembangan meliputi kegiatan membuat, membeli, dan memodifikasi bahan ajar. Dengan kata lain mencakup kegiatan memilih, menentukan metode, media serta strategi pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam menyampaikan materi atau substansi program (Alik, 2010). 4. Implementation Pada tahapan ini sistem pembelajaran sudah siap untuk digunakan oleh siswa. Kegiatan yang dilakukan dalam tahapan ini adalah mempersiapkan dan memasarkannya ke target siswa (Fadli, 2012). Implementasi atau penyampaian materi pembelajaran merupakan langkah keempat dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Tujuan utama dari langkah ini antara lain sebagai berikut. 1) Membimbing siswa untuk mencapai tujuan atau kompetensi. 2) Menjamin terjadinya pemecahan masalah/ solusi untuk mengatasi kesenjangan hasil belajar yang dihadapi oleh siswa. 3) Memastikan bahwa pada akhir program pembelajaran, siswa perlu memilki kompetensi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang diperlukan (Alik, 2010) MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 5 of 12
  6. 6. 5. Evaluation Evaluasi dapat dilakukan dalam dua bentuk evaluasi yaitu formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan selama dan di antara tahapan-tahapan tersebut. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang dibuat sebelum versi terakhir diterapkan. Evaluasi sumatif dilakukan setelah versi terakhir diterapkan dan bertujuan untuk menilai keefektifan pembelajaran secara keseluruhan. Pertanyaanpertanyaan yang dapat diajukan dalam tahapan evaluasi adalah: apakah tujuan belajar tercapai oleh siswa?; bagaimana perasaan siswa selama proses belajar? suka, atau tidak suka; adakah elemen belajar yang bekerja dengan baik atau tidak baik?; apa yang harus ditingkatkan?; apakah informsi dan atau pesan yang disampaikan cukup jelas dan mudah untuk dimengerti?; dan apakan pembelajaran menarik, penting, dan memotivasi? (Fadli, 2012). Evaluasi merupakan langkah terakhir dari model desain sistem pembelajaran ADDIE. Evaluasi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Evaluasi terhadap program pembelajaran bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, sebagai berikut. 1) Sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan. 2) Peningkatan kompetensi dalam diri siswa, yang merupakan dampak dari keikutsertaan dalam program pembelajaran MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 6 of 12
  7. 7. BAB II MODEL PEMBELAJARAN ADDIE A. Pembahasan Model Desain ADDIE Tercapainya tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh pemilihan model desain pembelajaran. Ketika kita ingin proses belajar mengajar berjalan sesuai yang diharapkan atau dapat berjalan dengan baik maka kita harus memilih model desain pembelajaran yang tepat pula bagi proses pembelajaran yang akan kita laksanakan. Sebagai pendidik harus mengetahui sistem mana yang cocok dengan keadaan peserta didik. Selain model desain pembelajaran ADDIE ini sistematis artinya terperinci langkah-langkahnya, sehingga ketika kita ingin menggunakan model ini mudah untuk dipelajari dan tidak banyak langkah-langkah yang menurut pembaca terlalu membingungkan karena memang 5 langkah tersebut mewakili keseluruhan proses pembelajaran. Langkah-langkah per poin nya pun mudah untuk dipahami, untuk pendidik yang sering berkecimpung di duania pendidikan akan mudah untuk mempelajarinya. Dengan adanya model desain pembelajaran ini akan memudahkan pendesain untuk membuat sistem pembelajaran (Gusmayani, 2012). Banyak hal yang menjadikan model ini layak dijadikan suatu model desain pembelajaran, diantaranya konsepnya yang sederhana tapi mewakili keseluruhan sistem proses pembelajaran. Banyak sekali model-model desain pembelajaran yang ada, tergantung kita sebagai pendesain mampu memilah model mana yang cocok bagi peserta didik. Kelebihan model ini ada pada strukturnya yang sistematis, sehingga tidak membingungkan pendesain dalam merancang sistem pembelajaran. Juga pada inti langkah- langkahnya yang dapat dengan mudah dipahami oleh pendesain pembelajaran. Sehingga dapat dengan mudah pendesain mengaplikasikan langkah- langkah dari model desain pembelajaran ADDIE ini (Gusmayani, 2012). MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 7 of 12
  8. 8. Model ini dapat diaplikasikan pada setiap mata pelajaran yang ada di sekolah. Karena setiap pembelajaran yang dilakukan harus memperhatikan langkah- langkah atau urutan yang sistematis dalam penyusunan atau penggunaannya sehingga pembelajaran yang kita lakukan pula dapat tersusun dengan sistematis pula. Sehingga pendesain akan mengetahui mana yang seharusnya didahulukan dan mana yang seharusnya mendapat urutan beriktnya. Seperti menganalisis dulu baru setelah itu mendesain, tidak sebaliknya mendesain dulu baru menganalisis. Karena dengan menggunakan langkah yang tidak berurutan akan membingungkan pendesain dalam penyusunan sistem pembelajaran serta apa yang kita harapkan/ hasil dari proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik(Gusmayani, 2012). Adanya model instruksional berdasarkan ADDIE ini, jelas sangat membantu pengembangan material dan program pelatihan yang tepat sasaran, efektif, maupun dinamis. Aplikasi teori SDM maupun perilaku seperti social learning, pembelajaran aktif (active learning), pembelajaran jarak, jauh (distance learning), paham konstruktif (constructivism), aliran strength based (positive-based management), aliran perilaku manusia (behaviourism), maupun paham kognitif (cognitivism) akan sangat membantu pengembangan material pelatihan bagi instruktur (Jannah, 2011). Ketika diamati secara teliti ADDIE ini mempunyai sifat pendekatan Teknologi Pendidikan, sebagai berikut; 1) . Pendekatan isomorfi, yaitu yang mengunakan berbagai kajian atau bidang keilmuan kedalam suatu kebulatan tersendiri. 2) Pendekatan sistematik . yaitu cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan, yaitu berawal dari analisis dan diakhiri dengan evaluasi dan begitu seterusnya. 3) Pendekatan sinergistik, yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari keseluruhan kegiatan dibanding dengan bila kegiatan itu dijalankan sendiri- sendiri. MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 8 of 12
  9. 9. 4) Sistemik, yaitu pengkajian secara menyeluruh (satu kesatuan) (Jannah, 2011). B. Kelebihan dan Kekurang Model Desain ADDIE Kelebihan model ini sederhana dan mudah dipelajari serta strukturnya yang sistematis. Seperti kita ketahui bahwa model ADDIE ini terdiri dari 5 komponen yang saling berkaitan dan terstruktur secara sistematis yang artinya dari tahapan yang pertama sampai tahapan yang kelima dalam pengaplikasiannya harus secara sistematik, tidak bisa diurutkan secara acak atau kita bisa memilih mana yang menurut kita ingin di dahulukan. Karena kelima tahap/ langkah ini sudah sangat sederhana jika dibandingkan dengan model desain yang lainnya. Sifatnya yang sederhana dan terstruktur dengan sistematis maka model desain ini akan mudah dipelajari oleh para pendidik. Kekurangan model desain ini adalah dalam tahap analisis memerlukan waktu yang lama. Dalam tahap analisis ini pendesain/ pendidik diharapkan mampu menganalisis dua komponen dari siswa terlebih dahulu dengan membagi analisis menjadi dua yaitu analisis kinerja dan alisis kebutuhan. Dua komponen analisis ini yang nantinya akan mempengaruhi lamanya proses menganalisis siswa sebelum tahap pembelajaran dilaksanakan. Dua komponen ini merupakan hal yang penting karena akan mempengaruhi tahap mendesain pembelajaran yang selanjutnya (Gusmayani, 2012). MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 9 of 12
  10. 10. BAB III RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADDIE A. Rancangan Model Pembelajaran Addie Secara Mikro Sejak enam puluh tahun terkahir lebih dari 100 model pembelajaran bermunculan masingmasing menganut satu atau beberapa teori belajar. Salah satu model pembelajaran tersebut dikenal dengan model ADDIE. Model ADDIE adalah model yang mudah diterapkan di mana proses yang digunakan bersifat sistematis dengan kerangka kerja yang jelas menghasilkan produk yang efektif, kreatif, dan efisien (ANGEL Learning, 2008). Model ADDIE memiliki lima langkah pembelajaran yaitu analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Model ADDIE adalah desain/model pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam mengembangkan proses sains, bersifat kooperatif, fleksibel, menyesuaikan dengan lingkungan belajar yang berorientasikan pada struktur implementasi. Pandangan dari teori konstruktivis tentang desain sistem pengajaran sering dinyatakan melalui model pembelajaran ADDIE. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku (Sanjaya, 2008). Namun perubahan tingkah laku tersebut tidak serta merta dapat diamati karena berhubungan dengan sistem syaraf dan perubahan energi yang sulit dilihat dan diraba. Oleh sebab itu, terjadinya proses perubahan tingkah laku merupakan suatu misteri, atau para ahli psikologi menamakannya sebagai kotak hitam (black box). Namun demikian, perubahan ini dapat diamati apakah seseorang telah belajar atau belum, yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung, seperti Gambar Pada Gambar tersebut dinyatakan bahwa ketika anak sebelum mengalami proses belajar ADDIE, ia memiliki pengetahuan awal terhadap materi tertentu “X0” tetapi setelah ia mengalami proses pembelajaran ADDIE maka ia menjadi konsepsi ilmiah berupa keterampilan berpikir kritis “X1”. Efektivitas pembelajaran atau belajar tidaknya seseorang tidak hanya dapat dilihat dari aktivitasnya, tetapi dapat dilihat dari segi adanya perubahan tingkah laku dari sebelum dan sesudah terjadi proses pembelajaran. Seorang siswa MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 10 of 12
  11. 11. sepertinya aktif belajar seperti memperhatikan guru, rapinya membuat catatan, belum tentu ia belajar dengan baik manakala tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku di sini merujuk pada perubahan keterampilan berpikir kritis yang dimiliki siswa. Proses yang dilalui oleh siswa selama pembelajaran memiliki komponen yang kompleks yang menyangkut tujuan, isi/materi, metode, media, dan alat evaluasi. Kesemua komponen itu saling bersinergi satu sama lain. Model ADDIE yang digunakan dalam proses pembelajaran memperhatikan tujuan, isi, metode, media, dan evaluasi. Semua komponen tersebut terintegrasi dalam sistem proses pembelajaran. Sebagai suatu sistem perlunya analisis berbagai komponen yang membentuk sistem proses pembelajaran, seperti Gambar dibawah MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 11 of 12
  12. 12. BAB IV. KESIMPULAN Model pembelajaran ADDIE merupakan suatu model yang sistematis tahapantahapan ddalam model pembelajaran ADDIE harus dilakukan secara terstruktur dan berurutan, model pembelajaran ADDIE merupakan model pembelajaran yang mengidentifikas siswa secara mendalam hal ini dimaksudkan agar siswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Pembelajaran model ADDIE merupakan pembelajaran yang berfokus pada siswa, dalam hal ini penulis menyarankan akselerasi antara pendidik dan siswa perlu ditambahkan dalam model pembelajaran ini. Guna akselerasi yaitu untuk menciptkan suatu ketergantungan antara pendidik dan siswa artinya siswa dan pendidik merasa saling ketergantungan antara satu sama lain. Guna lain juga, agar terciptanya pembelajaran yang efektif yaitu pembelajaran yang bersifat kolaborasi antara teacher centre dan student centre. MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE Halaman Page 12 of 12

×