Your SlideShare is downloading. ×
0
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Mbs abi-sujak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Mbs abi-sujak

1,204

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,204
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
123
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Put bluntly in the to Partnership for 21st Century skills report, Today’s education system faces irrelevance unless we bridge the gap between how students live and how they learn.
  • Information and communication literacy
  • Classroom Management
    One estimate reveals that 70 percent of teachers need to improve their classroom management
    Appropriateness of Instruction and Curriculum
    Amount of time students spend engaged in learning activities that are appropriately challenging has a powerful and consistent effect on the amount of learning that occurs.
    It is a waste of time to have students repeatedly go over materials they have already mastered and, equally so, to present materials to students that they are not prepared to learn.
    Such practices can be detrimental because it reduces their motivation to apply themselves academically.
    Requires teachers to have the ability to see the content through the eyes of their students
    Student Motivation
    Extrinsic factors for motivation
    Less effective
    Intrinsic factors for motivation
    More powerful
    Seed motivation by involving students in exciting, challenging and relevant instructional activities
    Poor instructional practices, repetitive seat work, lessons that lack real-worl relvance for students, and frequent testing may lessen student’s motivation.
  • Kepemimpinan mengakibatkan suatu fokus pada [atas] kemajuan berkelanjutan untuk untuk [yang] tingkat yang lebih tinggi prestasi siswa
    [Sebagai/Ketika/Sebab] para pemimpin, para guru menempatkan prioritas yang paling tinggi pada [atas] keunggulan akademis, mempertunjukkan suatu dasar pengetahuan padat [dari;ttg] efektif mengajar dan belajar strategi dan ketrampilan diperlukan untuk mendisain instruksi untuk kemajuan berkelanjutan intervi praktek
    Para pemimpin guru bekerja dengan bebas dan secara kolaboratif dengan para rekan kerja dan (orang) yang lain untuk mempromosikan mutu program dan pengetahuan advance, kebijakan, dan praktek di (dalam) bidang mereka
  • Guru yang efektif selalu melakukan evaluasi atas sikap/tindakan yang dilakukan untuk kemajuan peserta didik
    Guru harus bersikap adil dan memandang keberagaman sebagai aset
    Guru mempunyai visi pribadi (personal vision) yang bisa membimbing siswa untuk mencapai tujuan belajar
  • Transcript

    • 1. PENINGKATAN KOMPETENSI DAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH Dr. Abi Sujak DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009 1
    • 2. RUANG LINGKUP MATERI PAPARAN Standar Nasional Pendidikan; Standar Kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah; Permendiknas No. 19/2007 Tentang Standar Pengelolaan; Permendiknas No. 41/2007 Tentang Standar Proses Leadership; 21st Century Skill; 21st Education Model; Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional; 2
    • 3. KINERJA P = f (A x M x O) P (Performance/ Kinerja) f (function/ perpaduan) A (Ability/ Kemampuan) M (Motivation/ Motivasi) O (Opportunity/ Peluang) 3
    • 4. STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PP No. 19 Th 2005 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN STANDAR PEBIAYAAN STANDAR PENGELOLAAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA STANDAR ISI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR PROSES STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN ADALAH KRITERIA MINIMAL TENTANG SISTEM PENDIDIKAN DI SELURUH WILAYAH HUKUM NEGARA KESATUAN 4 REPUBLIK INDONESIA
    • 5. Permendiknas Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No 22/2006 Tentang Standar Isi; 2. Permendiknas No 23/2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan; 3. Permendiknas No 12/2007 Tentang Standar Pengawas Sekolah/ Madrasah; 4. Permendiknas No 13/2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah; 5. Permendiknas No 16/2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru; 6. Permendiknas No 19/2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 7. Permendiknas No 20/2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan; 8. Permendiknas No 24/2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Dikdas dan Dikmen; 9. Permendiknas No 33/2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana PLB; 10. Permendiknas No 41/2007 Tentang Standar Proses; 11. Permendiknas No 24/2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/ Madrasah; 12. Permendiknas No 25/2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah; 13. Permendiknas No 26/2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium 5 Sekolah/Madrasah; 1.
    • 6. Permendiknas No. 12, 2007 KEPRIBADIAN Untuk TK/RA dan SD/MI Minimum S1/D4 kependidikan dari perguruan tinggi terakreditasi SOSIAL SUPERVISI AKADEMIK SUPERVISI MANAJERIAL EVALUASI PENDIDIKAN PENELITIAN PENGEMBANGAN Untuk SMP/MTS, SMA/MA dan SMK/MAK minimum magister (S2) kependidikan berbasis S1 dalam rumpun mata pelajaran yang relevan pada perguruan tinggi terakreditasi KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH Berstatus Guru >=8 tahun atau Kepala sekolah >=4 tahun pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan satuan pendidikan yang diawasi Miinimum III/c, Memiliki Sertifikat Pendidikan Fungsional sebagai pengawas satuan pendidikan, berusia <=50 tahun sejak diangkat sebagai pengawas. 6
    • 7. STANDAR KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH KEPRIBADIAN SOSIA L MANAJERIAL SUPERVISI KEWIRAUSAHAA N Permendiknas No. 13, 2007 S1/DIV kependidikan ataunon-kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia <=56 th Pengalaman mengajar >=5 tahun, Untuk TK/RA >= 3 th PNS minimum III/c, Non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang Memiliki Sertifikat pendidik dan Sertifikat Kepala Sekolah sesuai 7 jenjang pendidikan
    • 8. KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 8
    • 9. Kepemimpinan Kepala Sekolah adalah … kemampuan untuk sabar bekerja dengan orang lain tersenyum memecahkan masalah Mengorgani sasi Mendengar aktif berkomunikasi
    • 10. Kepemimpinan Kepala Sekolah adalah… menjadi seorang pemimpin instruksional yang mampu membuat siswa-siswanya mempunyai kemauan belajar tinggi membangun sebuah budaya di mana guru, orangtua, anggota masyarakat dan siswa bekerja sama untuk mewujudkan visi dan misi menjadi kenyataan selalu tidak puas dengan status quo dalam proses kemajuan sekolah 10
    • 11. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang kreatif membutuhkan… Pengorbanan Kebebasan Kemampuan menentukan tujuan Originalitas Fleksibilitas Kemauan yang besar Kecerdasan Motivasi diri 11
    • 12. Perubahan Cara Pandang “Kepemimpinan” ► Lama ► Baru Top-down Kerja KOLABORASI Leadership bersumber pada “Otoritas/ Kekuasaan” Leadership bersumber pada “Kompetensi” Pendekatan pada Pendekatan pada “Siapa yg lebih berkuasa” “Siapa yg bisa berkuasa” Principal is the leader Principal is the leader of leaders 12
    • 13. LEADING FROM THE CENTER 13
    • 14. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI “PEMIMPIN INSTRUKSIONAL” Fokus pada “hasil” Fokus pada “Prestasi Siswa” Fokus pada ‘proses pembelajaran tingkat tinggi’ akan terwujud jika teaching and learning menjadi ‘fokus utama sekolah’ dan ‘fokus utama kepemimpinan kepala sekolah’ (Blase & Blase, 2003; Castallo, 2001; Lambert, 2003). 14
    • 15. Semua berawal dari sebuah visi Leadership is the capacity to translate vision into reality (kepemimpinan adalah kemampuan menerjemahkan visi menjadi kenyataan) Warren G. Bennis 15
    • 16. Merumuskan Visi Pemimpin harus mempertimbangkan 16
    • 17. Merumuskan ‘tujuan’ untuk mencapai ‘Visi’ ►Pertimbangkan hirarki ‘tujuan’ Hal-hal apa yg bisa membuat tujuan menjadi efektif? 17
    • 18. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI AGEN PERUBAHAN 18
    • 19. Mengelola Perubahan Sekolah secara efektif : 19
    • 20. Strategi Perubahan ► Strategi Proses (perubahan perilaku)  Survey feedback  Team building  Process consultation  Quality of work life ► Strategi Struktural (sistem, prosedur)  Goal setting  Job redesign  Quality circles  Strategic planning 20
    • 21. Jika Anda berusaha melakukan reformasi, akan tetapi gagal menyatukan/ mengaitkannya dengan ‘budaya sekolah’, maka tidak akan ada perubahan yang terjadi. Sylvester Sarason 21
    • 22. Developing a Culture • What is a culture? – The most common characteristics of culture: 22
    • 23. Maintaining School Culture 23
    • 24. Maintaining School Culture 24
    • 25. STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 25
    • 26. VISI SEKOLAH;  MISI SEKOLAH;  TUJUAN SEKOLAH;  RENCANA KERJA SEKOLAH;  26
    • 27.  PEDOMAN SEKOLAH/MADRASAH;  STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH/ MADRASAH;  PELAKSANAAN KEGIATAN SEKOLAH/ MADRASAH;  BIDANG KESISWAAN;  BIDANG KURIKULUM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN;  BIDANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN;  BIDANG SARANA PRASARANA;  BIDANG KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN;  BUDAYA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH/ MADRASAH;  PERAN SERTA MASYARAKAT DAN KEMITRAAN SEKOLAH/ MADRASAH; 27
    • 28.      PROGRAM PENGAWASAN; EVALUASI DIRI; EVALUASI DAN PENGEMBANGAN KTSP; EVALUASI PENDAYAGUNAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN; AKREDITASI SEKOLAH/ MADRASAH; D. KEPEMIMPINAN SEKOLAH/ MADRASAH E. SISTEM INFORMASI F. PENILAIAN KHUSUS 28
    • 29.  1. Visi Sekolah/Madrasah  a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan visi serta mengembangkannya.  b. Visi sekolah/madrasah:  1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang;  2) mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan; 29
    • 30.  3) dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional;  4) diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite sekolah/madrasah;  5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;  6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. 30
    • 31.  2. Misi Sekolah/Madrasah  a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan misi serta mengembangkannya.  b. Misi sekolah/madrasah:  1) memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah/madrasah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;  2) merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;  3) menjadi dasar program pokok sekolah/madrasah;  4) menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah/madrasah; 31
    • 32.  5) memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah/madrasah;  6) memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah/madrasah yang terlibat;  7) dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;  8) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan;  9) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat. 32
    • 33.  3. Tujuan Sekolah/Madrasah  a. Sekolah/Madrasah merumuskan dan menetapkan tujuan serta mengembangkannya.  b. Tujuan sekolah/madrasah:  1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka menengah (empat tahunan);  2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;  3) mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;  4) mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah/madrasah;  5) disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan. 33
    • 34.        4. Rencana Kerja Sekolah/Madrasah a. Sekolah/Madrasah membuat rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan; 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah. b. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah/madrasah: 1) disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah/madrasah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Pada sekolah/madrasah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah/madrasah; 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait. c. Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan pendidik dan pertimbangan komite sekolah/madrasah. 34
    • 35.  d. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.  e. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai: 1) kesiswaan; 2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran; 3) pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya; 4) sarana dan prasarana; 5) keuangan dan pembiayaan; 6) budaya dan lingkungan sekolah; 7) peranserta masyarakat dan kemitraan; 8) rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.         35
    • 36.  1. Pedoman Sekolah/Madrasah  a. Sekolah/Madrasah membuat dan memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis yang mudah dibaca oleh pihak-pihak yang terkait.  b. Perumusan pedoman sekolah/madrasah:  1) mempertimbangkan visi, misi dan tujuan sekolah/madrasah;  2) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan masyarakat. 36
    • 37.  c. Pedoman pengelolaan sekolah/madrasah meliputi:  1) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP);  2) kalender pendidikan/akademik;  3) struktur organisasi sekolah/madrasah;  4) pembagian tugas di antara guru;  5) pembagian tugas di antara tenaga kependidikan;  6) peraturan akademik; 37
    • 38.  7) tata tertib sekolah/madrasah;  8) kode etik sekolah/madrasah;  9) biaya operasional sekolah/madrasah.  d. Pedoman sekolah/madrasah berfungsi sebagai petunjuk pelaksanaan operasional.  e. Pedoman pengelolaan KTSP, kalender pendidikan dan pembagian tugas pendidik dan tenaga kependidikan dievaluasi dalam skala tahunan, sementara lainnya dievaluasi sesuai kebutuhan. 38
    • 39.  2. Struktur Organisasi Sekolah/Madrasah  a. Struktur organisasi sekolah/madrasah berisi tentang sistem penyelenggaraan dan administrasi yang diuraikan secara jelas dan transparan.  b. Semua pimpinan, pendidik, dan tenaga kependidikan mempunyai uraian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas tentang keseluruhan penyelenggaraan dan administrasi sekolah/madrasah.  c. Pedoman yang mengatur tentang struktur organisasi sekolah/madrasah:  1) memasukkan unsur staf administrasi dengan wewenang dan tanggungjawab yang jelas untuk menyelenggarakan administrasi secara optimal;  2) dievaluasi secara berkala untuk melihat efektifitas mekanisme kerja pengelolaan sekolah;  3) diputuskan oleh kepala sekolah/madrasah dengan mempertimbangkan pendapat dari komite sekolah/madrasah. 39
    • 40.  3. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah/Madrasah  a. Kegiatan sekolah/madrasah:  1) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja tahunan;  2) dilaksanakan oleh penanggung jawab kegiatan yang didasarkan pada ketersediaan sumber daya yang ada.  b. Pelaksanaan kegiatan sekolah/madrasah yang tidak sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan perlu mendapat persetujuan melalui rapat dewan pendidik dan komite sekolah/madrasah.  c. Kepala sekolah/madrasah mempertanggungjawabkan pelaksanaan pengelolaan bidang akademik pada rapat dewan pendidik dan bidang non-akademik pada rapat komite sekolah/madrasah dalam bentuk laporan pada akhir tahun ajaran yang disampaikan sebelum penyusunan rencana kerja tahunan berikutnya. 40
    • 41.  4. Bidang Kesiswaan  a. Sekolah/Madrasah menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses penerimaan peserta didik yang meliputi:  1) Kriteria calon peserta didik:  2) Penerimaan peserta didik sekolah/madrasah dilakukan:  3) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru. 41
    • 42.  b. Sekolah/Madrasah:  1) memberikan layanan konseling kepada peserta didik;  2) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler untuk para peserta didik;  3) melakukan pembinaan prestasi unggulan;  4) melakukan pelacakan terhadap alumni. 42
    • 43.  5. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran  a. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)  b. Kalender Pendidikan  c. Program Pembelajaran ◦ 1) Sekolah/Madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. ◦ 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan peraturan pelaksanaannya, serta Standar Proses dan Standar Penilaian. ◦ 3) Mutu pembelajaran di sekolah/madrasah dikembangkan ◦ 4) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya agar peserta didik mampu 43
    • 44. ◦ 5) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Pemerintah. ◦ 6) Kepala SD/MI/SDLB/SMPLB/SMALB, wakil kepala SMP/MTs, dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. ◦ 7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan   pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya d. Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik e. Peraturan Akademik 44
    • 45.  6. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan  a. Sekolah/Madrasah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.   b. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan c. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah/madrasah. 45
    • 46.  d. Sekolah/Madrasah perlu mendukung upaya:  1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan  2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis  3) penempatan tenaga kependidikan  4) mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain  e. Sekolah/Madrasah mendayagunakan kepala sekolah/madrasah, wakil kepala SMP/MTs, SMA/SMK, MA/MAK dalam melaksanakan tugasnya dan tanggungjawabnya. 46
    • 47.  7. Bidang Sarana dan Prasarana  a. Sekolah/Madrasah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana.  b. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana  d. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.  e. Pengelolaan sarana prasarana sekolah/madrasah 47
    • 48.  f. Pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah  g. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan.  h. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana. 48
    • 49.  8. Bidang Keuangan dan Pembiayaan  a. Sekolah/Madrasah menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional yang mengacu pada Standar Pembiayaan.  b. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional Sekolah/Madrasah  c. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah/madrasah diputuskan oleh komite sekolah/madrasah dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah serta mendapatkan persetujuan dari institusi di atasnya.  d. Pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sekolah/madrasah disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menjamin tercapainya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel. 49
    • 50.  9. Budaya dan Lingkungan Sekolah/Madrasah  a. Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam prosedur pelaksanaan.  b. Prosedur pelaksanaan penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan:  c. Sekolah/Madrasah menetapkan pedoman tata-tertib  d. Tata tertib sekolah/madrasah ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah/madrasah, dan peserta didik.  e. Sekolah/Madrasah menetapkan kode etik warga sekolah/madrasah yang memuat norma  f. Kode etik sekolah/madrasah ditanamkan kepada seluruh warga sekolah/madrasah untuk menegakkan etika sekolah/madrasah. 50
    • 51. g. Sekolah/Madrasah perlu memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kesadaran beretika bagi semua warga sekolah/madrasahnya. h. Kode etik sekolah/madrasah yang mengatur peserta didik memuat norma i. Peserta didik dalam menjaga norma pendidikan perlu mendapat bimbingan dengan keteladanan, pembinaan dengan membangun kemauan, serta pengembangan kreativitas dari pendidik dan tenaga kependidikan. j. Kode etik sekolah/madrasah yang mengatur guru dan tenaga kependidikan memasukkan larangan bagi guru dan tenaga kependidikan, secara perseorangan maupun kolektif k. Kode etik sekolah/madrasah diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. 51
    • 52.  10. Peranserta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah/Madrasah  a. Sekolah/Madrasah melibatkan warga dan masyarakat pendukung sekolah/madrasah dalam mengelola pendidikan.  b. Warga sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan akademik.  c. Masyarakat pendukung sekolah/madrasah dilibatkan dalam pengelolaan nonakademik.  d. Keterlibatan peranserta warga sekolah/madrasah dan masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan.  e. Setiap sekolah/madrasah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, output, dan pemanfaatan lulusan. 52
    • 53.  f. Kemitraan sekolah/madrasah dilakukan dengan lembaga pemerintah atau non-pemerintah.  g. Kemitraan SD/MI/SDLB atau yang setara dilakukan minimal dengan SMP/MTs/SMPLB atau yang setara, serta dengan TK/RA/BA atau yang setara di lingkungannya.  h. Kemitraan SMP/MTs/SMPLB, atau yang setara dilakukan minimal dengan SMA/SMK/SMALB, MA/MAK, SD/MI atau yang setara, serta dunia usaha dan dunia industri.  i. Kemitraan SMA/SMK, MA/MAK, atau yang setara dilakukan minimal dengan perguruan tinggi, SMP/MTs, atau yang setara, serta dunia usaha dan dunia industri di lingkungannya.  j. Sistem kemitraan sekolah/madrasah ditetapkan dengan perjanjian secara tertulis. 53
    • 54.  1. Program Pengawasan  a. Sekolah/Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif, bertanggung jawab dan berkelanjutan.  b. Penyusunan program pengawasan di sekolah/madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan.  c. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. 54
    • 55.  d. Pengawasan pengelolaan sekolah/madrasah meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut hasil pengawasan.  e. Pemantauan pengelolaan sekolah/madrasah dilakukan oleh komite sekolah/madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan. 55
    • 56.  f. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah.  g. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali peserta didik.  h. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masingmasing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/madrasah. kepala sekolah/madrasah, secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan.  i. Kepala sekolah/madrasah melaporkan hasil evaluasi kepada komite sekolah/madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurangkurangnya setiap akhir semester.  j. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. 56
    • 57.  k. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota dan pada madrasah yang bersangkutan, setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait.  l. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/madrasah, termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan.  m. Sekolah/Madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan, supervisi, evaluasi, dan pelaporan serta catatan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/madrasah, dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. 57
    • 58.  2. Evaluasi Diri  a. Sekolah/Madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/madrasah.  b. Sekolah/Madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan.  c. Sekolah/Madrasah melaksanakan:  1) evaluasi proses pembelajaran secara periodik, sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun, pada akhir semester akademik;  2) evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, pada akhir tahun anggaran sekolah/madrasah.  d. Evaluasi diri sekolah/madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. 58
    • 59.  3. Evaluasi dan Pengembangan KTSP  Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara:  a. komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir;  b. berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta perubahan sistem pendidikan, maupun perubahan sosial;  c. integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran;  d. menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi: dewan pendidik, komite sekolah/madrasah, pemakai lulusan, dan alumni. 59
    • 60.  4. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan  a. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan,  b. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban kerja, dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas.  c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. 60
    • 61.  5. Akreditasi Sekolah/Madrasah  a. Sekolah/Madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.  b. Sekolah/Madrasah meningkatkan status akreditasi, dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki meningkatkan kualitas legitimasi.  c. Sekolah/Madrasah harus terus kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saransaran hasil akreditasi. 61
    • 62.  1. Setiap sekolah/madrasah dipimpin oleh seorang kepala sekolah/madrasah.  2. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan.  3. Kepala SMP/MTs/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah/madrasah.  4. Kepala SMA/MA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah/madrasah untuk bidang akademik, sarana-prasarana, dan kesiswaan. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik, sarana-prasarana, kesiswaan, dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. Dalam hal tertentu atau sekolah/madrasah yang masih dalam taraf pengembangan, kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah/madrasah. 62
    • 63.  5. Wakil kepala sekolah/madrasah dipilih oleh dewan pendidik, dan proses pengangkatan serta keputusannya, dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah/madrasah kepada institusi di atasnya. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah/madrasah.  6. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan. 63
    • 64.  7. Kepala sekolah/madrasah:  a. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;  b. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;  c. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah/madrasah;  d. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu;  e. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah/madrasah; 64
    • 65.  f. melibatkan keputusan guru, penting komite sekolah dalam sekolah/madrasah. pengambilan Dalam hal sekolah/madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah/madrasah;  g. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat;  h. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik; 65
    • 66.  i. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;  j. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;  k. melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah;  l. meningkatkan mutu pendidikan; 66
    • 67.  m. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;  n. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah/madrasah;  o. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga kependidikan;  p. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah/madrasah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif; 67
    • 68.  q. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah/madrasah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat;  r. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab.  8. Kepala sekolah/madrasah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah/madrasah sesuai dengan bidangnya. 68
    • 69.  1. Sekolah/Madrasah:  a. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel;  b. menyediakan fasilitas informasi yang efesien, efektif dan mudah diakses;  c. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan;  d. melaporkan data informasi sekolah/madrasah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.  2. Komunikasi antar warga sekolah/madrasah di lingkungan sekolah/madrasah dilaksanakan secara efisien dan efektif. 69
    • 70.  Keberadaan sekolah/madrasah yang pengelolaannya tidak mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan dapat memperoleh pengakuan Pemerintah atas dasar rekomendasi BSNP. 70
    • 71. 71 Permendiknas No 41 / 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
    • 72. PENDAHULUAN PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN 72  SILABUS  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN  PERSYARATAN PROSES PEMBELAJARAN  PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN (Slide 7980) PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN PENGAWASAN PEMBELAJARAN  PEMANTAUAN  SUPERVISI  EVALUASI  PELAPORAN  TINDAK LANJUT
    • 73. I. PENDAHULUAN  Terkait dengan visi ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. 73
    • 74.  Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 74
    • 75. II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. A.Silabus Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 75
    • 76. B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen RPP adalah 1. Identitas mata pelajaran 2. Standar kompetensi 3. Kompetensi dasar 4. Indikator pencapaian kompetensi 5. Tujuan pembelajaran 6. Materi ajar 7. Alokasi waktu 8. Metode pembelajaran 9. Kegiatan pembelajaran a. Pendahuluan b. Inti c. Penutup 10. Penilaian hasil belajar 11. Sumber belajar 76
    • 77. C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP 1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik 2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik 3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis. 4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut 5. Keterkaitan dan keterpaduan 6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi 77
    • 78. III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN . A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. Rombongan belajar 2. Beban kerja minimal guru 3. Buku teks pelajaran 4. Pengelolaan kelas 78
    • 79. B. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. 1. Kegiatan Pendahuluan a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasanuraian kegiatan sesuai silabus. 79
    • 80. 2. Kegiatan Inti Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. a. Eksplorasi b. Elaborasi 80 c. Konfirmasi 3. Kegiatan Penutup 80
    • 81. IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN  Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai hahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran.  Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofoiio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran. 81
    • 82. V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN A. Pemantauan 1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. 3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan. 82
    • 83.  B. Supervisi  1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.  2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.  3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan. 83
    • 84. C. Evaluasi 1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: a. membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, b. mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. 3. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. 84
    • 85. D. Pelaporan Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan. E. Tindak lanjut 1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar. 2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar. 3. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran Iebih lanjut. 85
    • 86. TUNTUTAN KETRAMPILAN LULUSAN PENDIDIKAN DI ABAD 21 Berpikir Kritis Pemecahan Masalah Inovatif & Kreatif ICT Komunikasi Multi Bahasa BERDAMPAK PADA CARA PEMBELAJARAN OLEH GURU 86
    • 87. Agenda Global Pembelajaran di Abad 21 Supaya mampu bersaing dan sejahtera pada abad yang baru, kita perlu belajar lebih banyak dan belajar dengan cara yang berbeda (teknik, metode, sarana, IT) Siswa memasuki abad yang baru akan mengahadapi resiko yang lebih banyak dan situasi yang penuh ketidakpastian maka siswa memerlukan pengetahuan yang lebih banyak dan menguasai ketrampilan yang lebih dibandingkan generasi sebelumnya. Shaeffer, Dykstra, Irvine, Pigozzi, & Torres, 2000
    • 88. Sistem Pendidikan Saat Ini Tidak Akan Relevan Kecuali Kita Bagaimana kehidupan yang akan dihadapi Siswa sesuai dengan jamannya Bagaimana Siswa Belajar untuk menghadapi jamannya Partnership for 21st Century Skills 88 http://www.21stCenturySkills.org
    • 89. PARADIGMA Tradisional Berfokus Pada Siswa Hanya Penerima Informasi (Pengetahuan) Pendidikan tidak hanya ibarat mengisi gelas kosong, sebagai target memenuhi kewajiban pengajaran Tetapi Aktif Mencari Informasi Pendidikan lebih memberikan rangsangan agar siswa menjadi pembelajar yang aktif 89
    • 90. 21 ST Century Education Model Global Awareness Financial, Economic, Business, and Entrepreneurship Civic Literacy Health & Wellness Awareness Critical Thinking & Problem Solving Creativity & Innovation Communication Collaboration
    • 91. Kemampuan membaca siswa indonesia 80% masih berada di level 1, level 2 dan below level 1 yang berarti sebagian besar masih di bawah standar internasional PISA, 2006 91
    • 92. KEMAMPUAN MATEMATIKA 92 Kemampuan Matematika siswa Indonesia 65% masih berada di level 1 dan below level 1 yang berarti sebagian besar masih di bawah standar internasional PISA, 2006
    • 93. Kemampuan Science siswa indonesia 60% masih berada di level 1 dan below level 1 yang berarti sebagian besar masih di bawah standar internasional PISA, 2006 93
    • 94. Mata Uji Jumlah Soal Rerata Standar Deviasi Rendah Tinggi 1. Tes Umum Guru TK/SD 90 34.26 6.56 5 67 2. Tes Umum Guru Lainnya 90 40.15 7.29 6 67 3. Tes Bakat Skolastik 60 30.20 7.40 3 58 4. Guru Kelas TK 80 41.95 8.62 8 66 5. Guru Kelas SD 100 37.82 8.01 5 77 6. Penjaskes SD 40 21.88 5.56 8 36 7. PPKn 40 23.38 4.82 3 39 8. Sejarah 40 16.69 4.39 3 30 9. Bahasa Indonesia 40 20.56 5.18 2 36 10 Bahasa Inggris 40 23.37 7.13 1 39 11 Penjaskes SMP/SMA/SMK 40 13.90 5.86 2 29 12 Matematika 40 14.34 4.66 2 36 13 Fisika 40 13.24 5.86 1 38 14 Biologi 40 19.00 4.58 5 39 15 Kimia 40 22.33 4.91 8 38 16 Ekonomi 40 12.63 4.14 1 33 17 Sosiologi 40 19.09 4.93 1 30 18 Geografi 40 19.43 4.88 3 34 19 Pendidikan Seni 40 18.44 4.50 2 31 20 PLB 40 18.38 4.43 2 29 Salah Satu Bukti Guru Belum Layak dan Kompeten 94 (Sumber Data: Direktorat Tenaga Kependidikan, 2004) No
    • 95. APA SAJA KOMPETENSI PENDIDIK? Pedagogis Kepribadian Profesional Sosial Pemahaman peserta didik, perancangan, pelaksanaa, & evaluasi Pembelajaran, pengemb.PD Mantap & Stabil, Dewasa, Arief, Berwibawa, Akhlak Mulia Menguasai keilmuan bidang studi; dan langkah kajian kritis pendalaman isi bidang studi Komunikasi & bergaul dgn peserta didik, kolega, dan masyarakat (1) Aspek potensi peserta didik (2) teori belajar & pembelajaran, strategi, kompetensi & isi, dan merancang pembelj;(3) menata latar & melaksanakan; (4) asesmen proses dan hasil; dan (5) pengemb akademik & nonakademik (1) Norma hukum & sosial, rasa bangga,Konsisten dgn norma; (2) mandiri & etos kerja; (3) berpengaruh positif & disegani; (4) norma religius & diteladani; (4) jujur; (1) Paham materi, struktur, konsep, metode Keilmuan yang menaungi, menerapkan dlm kehidupan sehari-hari; dan (2) metode pengembangan ilmu, telaah kritis, kreatif dan inovatif terhadap bidang studi Menarik, empati, kolaboratif, suka menolong, menjadi panutan, komunikatif, kooperatif 95
    • 96. Model Pendidik Profesional Foundation Skills Basis Pengetahuan Pedagogik Pendidik Profesional Personal Attributes Harus terintegrasi dan melekat di dalam semua guru profesional Maple Leadership Kepemimpinan Model Critical Components 96
    • 97. Basis Pengetahuan Guru memahami teori belajar, pengembangan kurikulum, pengembangan siswa dan mengetahui bagaimana cara menggunakan pengetahuan tersebut di dalam merencanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan kurikulum Guru profesional selalu aktif mencari pengetahuan baru dalam pembelajaran Guru harus memahami kebutuhan siswa di kelas baik berdasar budaya, komunitas, suku, ekonomi, dan bahasa 97
    • 98. Pedagogi Pendidik yang efektif selalu meningkatkan pembelajaran untuk mencapai prestasi siswa sesuai dengan harapan standard yang ditentukan Pembelajaran menekankan pada pembelajaran aktif yang menggunakan berbagai macam teknik, materi dan pengalaman belajar untuk semua siswa Pendidik yang efektif mengandalkan pengetahuan pedagogik yang berkualitas untuk penentuan kurikulum, pemilihan strategi pembelajaran, perencanaan pengembangan pembelajaran dan merumuskan peniliaian untuk mengukur kemajuan belajar siswa 98
    • 99. Kepemimpinan Kepemimpinan yang fokus pada peningkatan prestasi siswa yang lebih baik Sebagai pemimpin, para guru menempatkan prioritas pada keunggulan (excellence), mengandalkan pengetahuan dan ketrampilan untuk merumuskan strategi belajar mengajar yang efektif Pendidik menjalin kerja sama (networking) dengan sesama pendidik dan pihak lain untuk meningkatkan kualitas program dan berbagi pengetahuan yang lebih maju 99
    • 100. Personal Attributes Guru harus bersikap jujur dan adil Guru mempunyai visi pribadi (personal vision) yang bisa membimbing siswa untuk mencapai tujuan belajar Guru yang efektif selalu melakukan evaluasi diri atas sikap/tindakan yang dilakukan demi kemajuan peserta didik 100
    • 101. TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENGAJARAN (Charlotte Danielson, Enhancing Professional Practice, A Framework for Teaching, 2007) I. PLANNING AND PREPARATION II. CLASSROOM ENVIRONMENT III.INSTRUCTION IV. PROFESSIONAL RESPONSIBILITIES 101
    • 102. TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENGAJARAN (Charlotte Danielson, Enhancing Professional Practice, A Framework for Teaching, 2007) I. PLANNING AND PREPARATION I. Demonstrating Knowledge of Content and Pedagogy II. Demonstrating Knowledge of Student III. Setting Instructional Outcome IV. Demonstrating Knowledge of Resources V. Designing Coherent Instruction VI. Designing Student Assessment II. CLASSROOM ENVIRONMENT III. INSTRUCTION IV. PROFESSIONAL RESPONSIBILITIES 102
    • 103. TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENGAJARAN (Charlotte Danielson, Enhancing Professional Practice, A Framework for Teaching, 2007) I. PLANNING AND PREPARATION II. CLASSROOM ENVIRONMENT I. Creating an Environment of Respect and Rapport II. Establishing a Culture of Learning III. Managing Classroom Procedure IV. Managing Student Behavior V. Organizing Physical Space III. INSTRUCTION IV. PROFESSIONAL RESPONSIBILITIES 103
    • 104. TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENGAJARAN (Charlotte Danielson, Enhancing Professional Practice, A Framework for Teaching, 2007) I. PLANNING AND PREPARATION II. CLASSROOM ENVIRONMENT III. INSTRUCTION I. Communicating with Students II. Using Questioning and Discussion Technique III. Engaging Students in Learning IV. Using Assessment in Instruction V. Demonstrating Flexibility and Responsiveness IV. PROFESSIONAL RESPONSIBILITIES 104
    • 105. TANGGUNG JAWAB GURU DALAM PENGAJARAN (Charlotte Danielson, Enhancing Professional Practice, A Framework for Teaching, 2007) I. PLANNING AND PREPARATION II. CLASSROOM ENVIRONMENT III. INSTRUCTION IV. PROFESSIONAL RESPONSIBILITIES I. Reflecting on Teaching II. Maintaining Accurate Records III. Communicating with Families IV. Participating in a Professional Community V. Growing and Developing Professionally VI. Showing Professionalism 105
    • 106. MODELS OF LEARNING: ACCELERATED LEARNING Kaitkan dengan isi/ proses/ diri siswa CONNECT THE LEARNING BIG PICTURE FIRST REVIEW FOR RECALL AND RETENTION Refleksi terhadap proses atau isi? Praktik dlm dunia nyata DEMONSTRATE Berikan Umpan Balik Gunakan berbagai cara agar dpt memahami DESCRIBE THE OUTCOMES INPUT ACTIVITY Hadapkan Masalah Libatkan Berbagai Indera 106
    • 107. MENEMPA KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI I. CRITICAL THINKING II. CREATIVE THINKING III.PROBLEM SOLVING 107
    • 108. MENEMPA KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI I. CRITICAL THINKING BERPIKIR INDUKTIF  Sebab-Akibat  Pertanyaan terbuka-tertutup  Analogi  Membuat kesimpulan  Mengidentifikasi kesamaan/ kecocokan  Menghubungkan/ Mengaitkan  Memecahkan masalah I. CREATIVE THINKING II. PROBLEM SOLVING 108
    • 109. MENEMPA KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI I. CRITICAL THINKING BERPIKIR DEDUKTIF  Menggunakan Logika  Memahami Kontradiksi  Silogisme  Problem Tata Ruang Multi Dimensi I. CREATIVE THINKING II. PROBLEM SOLVING 109
    • 110. MENEMPA KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI I. I. II. CRITICAL THINKING BERPIKIR EVALUATIF  Fakta dan Opini  Menilai Kredibilitas Sumber  Mengidentifikasi Isu dan Problem Utama  Mengenal “Dibalik Asumsi”  Mendeteksi sumber “subyektivitas dan Stereotip”  Mengevaluasi Hipotesa  Mengklasifikasi Data  Memprediksi Konsekuensi Yang Akan Muncul/ Terjadi  Menata urut-urutannya  Pembuatan Keputusan  Mengenali Propaganda  Mengidentifikasi Kesamaan dan Perbedaan  Mengevaluasi Argumen CREATIVE THINKING PROBLEM SOLVING 110
    • 111. MENEMPA KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI I. CRITICAL THINKING II. CREATIVE THINKING  Atribut/ ciri-ciri  Fluency (kelancaran)  Fleksibilitas  Orisinalitas  Elaborasi  Sintesis III. PROBLEM SOLVING 111
    • 112. MENEMPA KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI I. CRITICAL THINKING II. CREATIVE THINKING III. PROBLEM SOLVING  Identifikasi masalah  Analisis masalah  Merumuskan hipotesis  Mencari ide-ide  Mengembangkan alternatif pemecahan  Menetapkan pemecahan terbaik  Melaksanakan / menerapkan pemecahan  Memantau dan mengevaluasi pemecahan  Membuat Kesimpulan 112
    • 113. PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DAN PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU MELALUI LESSON STUDY 113
    • 114. PLAN DO SEE Menyusun Rencana Pembelajaran (Merancang pembelajaran) Guru “model” melaksanakan pembelajaran, guru-guru lain mengamati Guru-guru merefleksikan pembelajaran bersama-sama 114
    • 115. MGMP saat ini? Tingkat Kabupaten MGMP dalam Lesson Study MGMP Kab/Kota MGMP Kab/Kota Guru-guru yang terpilih saja Diseminasi Kebijakan, Kurikulum, atau PP Baru Koordinasi berbagai permasalahan Tingkat Wilayah/ Kecamatan Wilayah MGMP Wilayah MGMP Wilayah MGMP Setiap guru dapat ikut serta dalam pelatihan praktis berbasis Lesson Study Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah Sekolah 115
    • 116. Pemanfaatan Kerja Kelompok Penggunaan Topik/Materi yang Kongkrit Pemanfaatan Dialog 116
    • 117. Dialog Individu Dialog Kelompok Dialog Seluruh Kelas 117
    • 118. TAHAP PERKEMBANGAN INDIKATOR UTAMA KELEBIHAN DAN KELEMAHAN Langkah I (1,5 tahun pertama) • Kapan siswa mulai berkonsentrasi dalam pembelajaran • Kapan siswa berhenti berkonsentrasi dalam pembelajaran • Pelajaran yang dipetik para pengamat dari kelas yang dibuka • Sebagai latihan yang paling sesuai dalam mengamati siswa • Adanya kecenderungan untuk menjawab pertanyaan tersebut secara dangkal • Sulit memperdalam diskusi Langkah II (1,5 tahun berikutnya) • Interaksi antara siswa dengan siswa • Interaksi antara siswa dengan guru • Interaksi antara siswa dengan materi • Interaksi antara siswa dengan sumber belajar • Interaksi antara siswa dengan lingkungan • Siswa yang kurang aktif • Peningkatan cara pandang dalam memahami interaksi • Menciptakan pengamatan yang bersifat tematik • Sudut pandang pengamatan menjadi terbatas • Masih lemahnya sudut pandang pada kualitas pembelajaran Langkah ke depan • Menambah indikator pada kualitas pembelajaran pada langkah II • Setiap wilayah atau sekolah dibebaskan untuk memilih cara mereka sendiri 118
    • 119. LEARNING HOW TO LEARN 119

    ×