Your SlideShare is downloading. ×
Kasus ringan p3 k
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Kasus ringan p3 k

7,810
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
7,810
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
17
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. KASUS – KASUS RINGAN P3K Kasus-kasus Ringan P3K oleh : H. Triyo Rachmadi, S.Kep. Oleh: H. Triyo Rachmadi, S.Kep.
  • 2. KERUSAKAN PADA KULIT
  • 3. LEPUH:bengkak pd kulit yg mengandung cairan beningPenyebab Gesekan (mis: sepatu dll) Terbakar ringan
  • 4. PertolonganBila blm pecah & tdk mengganggu cukup ditutup kasa steril & diplesterBila mengganggu, dipecahkan dgn cara: Tetesi dgn bethadin Tusuk dgn jarum steril di pinggir lepuh dr 2 jurusan yg bertentangan Dgn kain kasa steril, tekan keluar air lepuh Bekas tusukan diberi bethadin lagi Kulit lepuh jgn dimanipulasi lagi Ditutup kasa steril lalu dibalut
  • 5. Benda Masuk Kulit (Corpus Aleanum)Misalnya: duri, pecahan kaca, paku dllPertolongan: Dicabut dgn cara dipegang dekat luka agar tdk mudah patah Keluarkan darah dgn memijit sekitar luka Tetesi betadin Tutup dgn kasa steril dan diplester
  • 6. KERUSAKAN PADA OTOT
  • 7. Serabut Otot RobekGejala: Tiba-tiba terasa sakit pd serabut otot Bertambah sakit bila digerakkan Bengkak dan kebiruan
  • 8. Pertolongan: Kompres dingin Pembalut tekan
  • 9. Otot Betis KejangPenyebab: kerja berat dan lamaGejala: Tiba-tiba otot betis kejang & nyeri Kaki tidak dapat digerakkan
  • 10. Pertolongan: Otot betis dipanaskan supaya lemas kembali dgn cara: Di massage dgn buli-buli panas Dipukul2 dgn kedua pinggir tangan Kaki digoyangkan keatas/ kebawah bergantian sampai kejang berhenti
  • 11. KERUSAKAN PADASENDI
  • 12. DISTORSIO/ TERKILIR Karena benturan benda keras yg mengenai persendian shg kepala sendi keluar dr mangkoknya tetapi kembali lagi ke tempat semula, simpai sendi teregang Gejala: Sendi bengkak Sakit & kebiruan Bertambah sakit bila digerakkan
  • 13. Pertolongan Immobilisasi sendi dgn cara: Diberi kapas yg tebal Dibalut dgn pembalut penekan Bagian yg sakit ditinggikan Bawa ke RS bila perlu
  • 14. LUXATIO Kekerasan yg hebat shg kepala sendi keluar dr mangkoknya, simpai sendi robek & terjadi perdarahan. (sendi tdk kembali lagi ke mangkoknya) Sering terjadi pada: bahu, lutut, siku
  • 15. Gejala: Rasa sakit Pergerakan sendi berkurang Daerah yg sakit sulit digerakkan Bengkak & kebiruan Deformitas
  • 16. Pertolongan: Bagian yg sakit ditunjang dgn bantal Jgn sekali-kali mencoba mengembalikan kepala sendi ke mangkoknya Pakaiakan pembalut penahan Bawa ke RS
  • 17. SHOCK/ SYOKMerupakan keadaan darurat disebabkanperfusi darah yang membawa oksigen &zat-zat makanan ke dlm jaringan tubuhtidak memadai sehingga mengakibatkangangguan metabolisme sel, dlm keadaanberat dpt mengakibatkan meninggal
  • 18. Dibagi 2: Shock Hipovolemik Shock Normovolemik - Shock Kardiogenik (infark jantung dll) - Shock Neurogenik (nyeri,psikis) - Shock Septic (anafilaktik, infeksi dll)
  • 19. Penyebab: Kehilangan darah/ cairan Perasaan sakit yg hebat Serangan jantung
  • 20. Gejala & Tanda: Kesadaran menurun/ apatis Tachicardi, melemah kmdn melambat & hilang Sistolik turun hingga < 90 mmHg Kulit dingin/lembab & pucat Napas dangkal,tdk teratur (akibat anoxia)
  • 21. Pertolongan: Baringkan penderita di tempat yg segar Bagian kaki ditinggikan (kecuali bila terjadi gegar otak) Pakaian dilonggarkan Selimuti tubuhnya supaya tdk kedinginan Perlakukan korban dgn lembut Bila sdh sadar, boleh diberikan minum hangat Bila terjadi perdarahan, hentikan perdarahan Bawa ke ahli/ RS
  • 22. Hampir setiap kecelakaan dpt menimbulkan shock, untuk itu pertolongan tsb sebaiknya segera dilakukan utk menghindari shock
  • 23. Pingsan (Syncope/collapse) Heat Exhaustion = kelengar hawa panas yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hipoglikemia, anemia
  • 24.  Sering terjadi di lapangan terbuka Terlalu lama di tempat yg panas Mekanik yg mengatur panas badan terganggu Kegagalan dlm penyesuaian tubuh thd lingkungan yg bersuhu tinggi
  • 25. GejalaPerasaan limbung • Pandangan berkunang-kunang • Telinga berdenging • Nafas tidak teratur • kulit pucat • Biji mata melebar • Lemas • Keringat dingin • Menguap berlebihan • Tak respon (beberapa menit) • Denyut nadi lambat mual sampai muntah
  • 26.  Gelisah,sampai penurunan kesadaran Kadang2 pingsan Nadi lambat, suhu normal
  • 27. Penanganan1. Baringkan korban dalam posisi terlentang tanpabantal2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkanbarang yang menghambat pernafasan4. Beri udara segar5. Periksa kemungkinan cedera lain6. Selimuti korban, kompres dgn kain kasa basah dikepala7. Korban diistirahatkan beberapa saat8. Berikan minum9. Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi>> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan
  • 28. DEHIDRASI yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca).
  • 29.  Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
  • 30. Gejala & TandaDehidrasi ringan • Defisit cairan 5% dari berat badan • Penderita merasa haus • Denyut nadi lebih dari 90x/menit
  • 31. Dehidrasi sedang • Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan • Nadi lebih dari 90x/menit • Nadi lemah • Sangat haus
  • 32. Dehidrasi berat • Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan • Hipotensi • Mata cekung • Nadi sangat lemah, sampai tak terasa • Kejang-kejang
  • 33. Penanganan1. Mengganti cairan yang hilang danmengatasi shock2. mengganti elektrolit yang lemah3. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada4. Memberantas penyebabnya5. Rutinlah minum jangan tunggu haus
  • 34. ASMA yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
  • 35. Tanda & Gejala Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas • Terdengar suara nafas tambahan • Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher) • Irama nafas tidak teratur • Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis) • Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
  • 36. Penanganan1. Tenangkan korban2. Bawa ketempat yang luas dan sejuk3. Posisikan ½ duduk4. Atur nafas5. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
  • 37. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepalayaitu sakit kepala yang disebabkan olehkelelahan, kelaparan, gangguankesehatan dll.Gejala• Kepala terasa nyeri/berdenyut• Kehilangan keseimbangan tubuh• Lemas
  • 38. Penanganan1. Istirahatkan korban2. Beri minuman hangat3. beri obat bila perlu4. Tangani sesuai penyebab
  • 39. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat- buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
  • 40. Tanda & Gejala1. Seolah-olah hilang kesadaran2. Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)3. Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
  • 41. Penanganan1. Tenangkan korban2. Pisahkan dari keramaian3. Letakkan di tempat yang tenang4. Awasi
  • 42. Mimisan/ Epistaxisyaitu pecahnya pembuluh darah di dalamlubang hidung karena suhu ekstrim(terlalu panas/terlaludingin)/kelelahan/benturan.
  • 43. Tanda & Gejala1. Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri2. Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah3. Kadang disertai pusing
  • 44. Penanganan1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman2. Tenangkan korban3. Korban diminta menunduk sambilmenekan cuping hidung4. Diminta bernafas lewat mulut5. Bersihkan hidung luar dari darah6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masihkeluar ulangi tindakan PertolonganPertama
  • 45. Heat Cramps/ Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan akibat sejumlah cairan tubuh hilang melalui keringat krn kerja otot yg berat di lingkungan yg bersuhu tinggi
  • 46. Gejala: Serangan mendadak pd otot flexor & abdomen disertai nyeri Kulit pucat & basah Kesadaran baik Suhu tubuh & tensi normal
  • 47. Penanganan1. Istirahatkan,baringkan terlentang ditempat sejuk2. beri minum air bercampur garam dgnperbandingan ½ liter air : ½ sendok tehgaram3. beri tablet garam untuk ditelan4. Massage otot
  • 48. Memaryaitu pendarahan yang terjadi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.Tanda & Gejala • Warna kebiruan/merah pada kulit • Nyeri jika di tekan • Kadang disertai bengkak
  • 49. Penanganan1. Kompres dingin2. Balut tekan3. Tinggikan bagian luka
  • 50. Accidental Hipotermia :suhu tubuh di bawah normal sbg akibat terlalu lama kontak dgn lingkungan bersuhu rendah,mis; tubuh yg basah kuyup, Gangguan sirkulasi & ventilasi serta penurunan kesadaran
  • 51.  Gejala Menggigil/gemetar • Perasaan melayang • Nafas lambat, nadi lemah • Pandangan terganggu • Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat Kesadaran menurun Suhu tubuh rendah dpt mencapai dibawah 30° C
  • 52. Penanganan1.Bawa korban ke tempat hangat & kering2. pakaian yg basah diganti yg kering3. Jaga jalan nafas tetap lancar4. kompres tubuh (lengan & tungkai ) dgn airhangat (45-48 °C)5. Beri minuman hangat dan selimut6. Jaga agar tetap sadar7. Setelah keluar dari ruangan, diminta banyakbergerak (jika masih kedinginan)8. Lakukan napas buatan bila perlu
  • 53. Keracunan Makanan/ MinumanGejala• Mual, muntah• Keringat dingin• Wajah pucat/kebiruanPenanganan1. Bawa ke tempat teduh dan segar2. Korban diminta muntah3. Diberi norit4. Istirahatkan5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik
  • 54. Ada Pertanyaan?