Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
Pendapatan Nasional
A. Sebagai Acuan Beberapa Hal Penting dalam Perekonomian.
Besarnya ou...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
menggunakan faktor-faktor produksi yang berada (berlokasi) dalam
perekonomian tersebut.”
...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
negeri tercermin dari selisih antara ekspor dan impor negara yang bersangkutan
(X - M).
P...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
Yang mana a merupakan pengeluaran otonom, yakni pengeluaran yang
tidak boleh diganggu gug...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
Yang mana I0 adalah investasi otonom, r adalah tingkat bunga, dan p
adalah proporsi I ter...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
Model Circular Flow membagi perekonomian menjadi empat sektor:
1) Sektor Rumah Tangga (Ho...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
tidak semua perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang dipakai untuk
memproduksi bara...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
Kurva IS adalah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara
pendapatan nasional dan tingka...
Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN
0,05
Persamaan IS-LM pada hakekatnya adalah dua buah persamaan yang
masing-masing mewakil...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendapatan Nasional (mine)

570 views
486 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
570
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendapatan Nasional (mine)

  1. 1. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN Pendapatan Nasional A. Sebagai Acuan Beberapa Hal Penting dalam Perekonomian. Besarnya output nasional dapat menunjukkan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian. Yang pertama, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang seberapa efisien sumber daya yang ada dalam perekonomian (tenaga kerja, barang modal, uang dan kemampuan kewirausahaan) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Secara umum, makin besar pendapatan nasional suatu negara, semakin baik efisiensi alokasi sumber daya ekonominya. Yang kedua, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara. Alat ukur yang disepakati tentang tingkat kemakmuran adalah output nasional per kapita. Nilai output per kapita diperoleh dengan cara membagi besarnya output nasional dengan jumlah penduduk pada tahun yang bersangkutan. Jika angka output per kapita makin besar, tingkat kemakmuran dianggap makin tinggi. Sementara itu, alat ukur tentang produktivitas rata-rata adalah output per tenaga kerja. Makin besar angkanya, makin tinggi produktivitas tenaga kerja. Yang ketiga, besarnya output nasional merupakan gambaran awal tentang masalah-masalah struktural (mendasar) yang dihadapi suatu perekonomian. Jika sebagian besar output nasional dinikmati oleh sebagian kecil penduduk, maka perekonomian tersebut mempunyai masalah dengan distribusi pendapatannya. Jika sebagian besar output nasional berasal dari sektor pertanian (ekstraktif), maka perekonomian tersebut berhadapan dengan masalah ketimpangan struktur produksi. Dalam arti, perekonomian harus segera memodernisasikan diri, dengan memperkuat industrinya, agar ada keseimbangan kontribusi antara sektor pertanian yang dianggap sebagai sektor ekonomi tradisional dengan sektor industri yang dianggap sebagai sektor ekonomi modern. Istilah yang paling sering dipakai untuk pendapatan nasional adalah Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Istilah tersebut merujuk pada pengertian : “Nilai barang dan jasa akhir berdasarkan harga pasar, yang diproduksi oleh sebuah perekonomian dalam satu periode (kurun waktu) dengan
  2. 2. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN menggunakan faktor-faktor produksi yang berada (berlokasi) dalam perekonomian tersebut.” “The total market value of all final goods and services produced within a given period, by factors of production located within a country.“ (Case & Fair, 1996). Produk domestik bruto (PDB) atau gross domestict product (GDP) dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:  PDB/GDP Nominal, yakni GDP yang dihitung dengan rumus Q (jumlah produk) x P (harga tiap produk), di mana P adalah harga yang berlaku pada saat itu. Sehingga P di sini dapat berubah-ubah nilainya.  PDB/GDP Riil, yakni GDP yang dihitung dengan rumus Q (jumlah produk) x P (harga tiap produk), di mana P adalah harga acuan yang konstan (tetap/tidak berubah-ubah setiap tahun) dan Q adalah semua output yang dihasilkan (riil). Hubungan PDB Riil dan PDB Nominal Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa GDP/PDB nominal mengukur nilai uang yang berlaku dari output perekonomian. Sementara GDP/PDB riil mengukur output yang dinilai pada harga konstan. PDB Riil : PDB Nominal Deflator Deflator adalah selisih kenaikan harga dari tahun ke tahun. Dalam hal perhitungan pendapatan nasional, umumnya dapat dilakukan dengan 3 macam pendekatan, yaitu pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Ditinjau dari segi pendekatan pengeluaran, pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh sektor di dalam suatu negara. Sektor-sektor perekonomian yang dimaksud adalah sektor rumah tangga, sektor badan usaha, sektor pemerintah, dan sektor perdagangan dengan luar negeri. Pengeluaran sektor rumah tangga dicerminkan oleh konsumsi masyarakat (C), pengeluaran sektor badan usaha dicerminkan oleh investasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan (I), pengeluaran sektor pemerintah dicerminkan oleh pengeluaran pemerintah (G), sedangkan pengeluaran perdagangan dengan luar
  3. 3. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN negeri tercermin dari selisih antara ekspor dan impor negara yang bersangkutan (X - M). Perlu diketahui bahwa pengeluaran domestik atas seluruh barang dan jasa adalah jumlah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa domestik serta barang dan jasa mancanegara. Sehingga : C = Cd + Cf I = Id + If G = Gd + Gf Y = (C - Cf ) + (I - If ) + (G - Gf ) + X Y = C + I + G + X – (Cf + If + Gf ) Y = C + I + G + ( X – M ) Dengan demikian, persamaan pendapatan nasional menurut pendekatan pengeluaran dapat ditulis menjadi : 𝑌 = 𝐶 + 𝐼 + 𝐺 + 𝑋 − 𝑀 B. Konsumsi, Tabungan, dan/atau Investasi Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan konsumsi, tabungan, dan/atau investasi terlebih dahulu. Dalam ekonomi makro, pendapatan masyarakat suatu negara secara keseluruhan (pendapatan nasional) dialokasikan ke dua kategori penggunaan, yakni dikonsumsi dan ditabung. Jika pendapatan dilambangkan dengan Y, sedangkan konsumsi dan tabungan dilambangkan dengan C dan S, maka kita dapat merumuskan kesamaan : 𝑌 = 𝐶 + 𝑆 Baik konsumsi nasional maupun tabungan nasional, keduanya berbanding lurus dengan pendapatan nasional. Hal ini berarti semakin besar pendapatan semakin besar pula konsumsi dan tabungannya. Dan sebaliknya, apabila pendapatan berkurang, konsumsi dan tabungan pun akan berkurang pula. Hubungan antara konsumsi dan pendapatan nasional secara umum dapat dirumuskan ke dalam persamaan : 𝐶 = 𝑓 𝑌 𝐶 = 𝑎 + 𝑏𝑌
  4. 4. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN Yang mana a merupakan pengeluaran otonom, yakni pengeluaran yang tidak boleh diganggu gugat. Ada pendapatan ataupun tidak, tetap melakukan pengeluaran ini. Sementara b merupakan MPC (Marginal Propensity to Consume), yakni bagian dari pendapatan yang dikonsumsi. Dalam hal hubungan tabungan dan pendapatan nasional secara umum dapat dirumuskan ke dalam persamaan : Yang mana 1 – b merupakan MPS (Marginal Propensity to Save), yakni bagian dari pendapatan yang dapat ditabung. Dari kedua persamaan di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa : “Semakin besar MPC, semakin besar pendapatan yang dikonsumsi. Semakin besar pendapatan yang dikonsumsi, semakin sedikit yang dapat ditabung/diinvestasikan. Semakin sedikit yang ditabung/diinvestasikan, semakin rendah tingkat kesejahteraannya. Sehingga, semakin besar MPC, semakin rendah tingkat kesejahteraannya.” Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang. Misalnya membeli tanah. Permintaan akan investasi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Jika investasi dilambangkan dengan huruf I dan tingkat bunga (interest rate) dilambangkan dengan huruf r, maka secara umum fungsi (permintaan akan) investasi dapat dituliskan ke dalam persamaan : S = f(Y) S = Y – C S = Y – (a + bY) S = Y – a – bY S = – a + (1 – b)Y
  5. 5. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN Yang mana I0 adalah investasi otonom, r adalah tingkat bunga, dan p adalah proporsi I terhadap r. Berdasarkan fungsi di atas, dapat kita ketahui bahwa permintaan akan investasi berbanding terbalik dengan tingkat bunga. Logikanya, apabila tingkat bunga tinggi, orang akan lebih senang menyimpan uangnya di bank daripada menginvestasikannya, sebab hasil harapan (expected return) yang diperoleh dari bunga bank lebih besar daripada hasil harapan diterima dari penanaman modal. Akibatnya, permintaan akan investasi berkurang. Tingginya bunga mencerminkan pula mahalnya kredit, sehingga mengurangi dorongan berinvestasi di kalangan (calon) pengusaha. Hal sebaliknya terjadi jika tingkat bunga rendah. Sebagai contoh, jika permintaan akan investasi ditunjukkan oleh I = 250 – 500r, berapa besarnya investasi pada saat tingkat bunga bank yang berlaku setinggi 12%? Berapa pula besarnya investasi bila tingkat bunga tersebut 30%? Dari contoh di atas, kita dapat mengetahui bahwa tingkat investasi saat suku bunga bank 12% lebih besar daripada saat suku bunga bank mencapai 30%. C. Siklus Aliran Pendapatan (Circular Flow) Siklus aliran pendapatan adalah sebuah model yang menggambarkan bagaimana interaksi antarpara pelaku ekonomi menghasilkan pendapatan yang digunakan sebagai pengeluaran dalam upaya memaksimalkan nilai kegunaan masing-masing pelaku ekonomi. Berikut diagramnya : Jawab : I = 250 – 500r Jika r = 12% = 0,12, maka Jika r = 30% = 0,30, maka I = 250 – 500 (0,12) I = 250 – 500 (0,30) I = 250 – 60 = 190 I = 250 – 150 = 100 I = f(r) I = I0 – pr
  6. 6. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN Model Circular Flow membagi perekonomian menjadi empat sektor: 1) Sektor Rumah Tangga (Households Sector), yang terdiri atas sekumpulan individu yang dianggap homogeny dan identik. 2) Sektor Perusahaan (Firms Sector), yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa. 3) Sektor Pemerintah (Government Sector), yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat dan perusahaan. 4) Sektor Luar Negeri (Foreign Sector), yaitu sektor perekonomian dunia, dimana perekonomian melakukan transaksi ekspor-impor. D. Tiga Pasar Utama (Three Basic Markets) 1. Pasar Barang dan Jasa Pasar barang dan jasa adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang dan jasa. Dalam perekonomian tertutup, permintaan utamanya berasal dari sektor rumah tangga dan pemerintah. Permintaan tersebut umumnya merupakan permintaan akan barang dan jasa akhir. Penawaran barang dan jasa berasal dari sektor perusahaan. Namun dalam perekonomian modern, terutama dengan makin tingginya tingkat spesialisasi,
  7. 7. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN tidak semua perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang dipakai untuk memproduksi barang dan jasa. 2. Pasar Tenaga Kerja Pasar tenaga kerja adalah interaksi antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Dalam perekonomian tertutup, penawaran tenaga kerja berasal dari sektor rumah tangga. Sedangkan permintaannya berasal dari sektor perusahaan dan sektor pemerintah. Dalam perekonomian terbuka, penawaran dan permintaan tenaga kerja juga dapat berasal dari luar negeri. 3. Pasar Uang dan Modal Pasar uang adalah interaksi antara permintaan uang dengan penawaran uang. Yang diperjualbelikan dalam pasar uang bukanlah fisik uang, melainkan hak penggunaan uang. Penawaran uang berasal dari pihak- pihak yang bersedia menunda hak penggunaan uangnya, entah dalam jangka pendek atau jangka panjang. Permintaan uang berasal dari pihak-pihak yang membutuhkan uang dengan berbagai alasan. Jika hak penggunaan uang yang diperjualbelikan adalah setahun atau kurang, maka pasar tersebut masuk kategori pasar uang (money market). Jika hak penggunaan uang yang diperjualbelikan lebih dari satu tahun, pasar tersebut adalah pasar modal (capital market). Agar alokasi sumber daya keuangan makin efisien, dibutuhkan lembaga-lembaga perantara keuangan (financial intermediatory) yang berfungsi mempertemukan permintaan dan penawaran uang. Lembaga- lembaga perantara tersebut dapat berupa bank maupun lembaga-lembaga keuangan bukan perbankan. E. Analisis IS-LM Telah disebutkan di atas bahwa pasar dibeda-bedakan menjadi pasar barang (termasuk jasa), pasar tenaga kerja, dan pasar uang (termasuk modal). Analisis yang membahas keseimbangan serempak di pasar barang dan pasar uang dikenal dengan dengan sebutan analisis IS-LM. Analisis yang digunakan adalah kurva IS dan kurva LM.
  8. 8. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN Kurva IS adalah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara pendapatan nasional dan tingkat bunga di pasar barang. Untuk model perekonomian sederhana (dua sektor), persamaan kurva IS dapat dibentuk dengan menyamakan persamaan investasi (investment) terhadap persamaan tabungan (saving). Sebagai contoh, bentuklah persamaan dan gambarkan kurva IS untuk C = 500 + 0,80Y dan I = 2000 – 5000i. Jawab : I = 2000 – 5000i C = 500 + 0,80Y, maka S = -500 + 0,20Y I = S 2000 – 5000i = -500 + 0,20Y 2500 – 5000i = 0,20Y Y = 12500 – 25000i 0,50 0 12500 Y Kurva LM adalah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara pendapatan nasional dan tingkat bunga di pasar uang. Persamaan kurva LM dapat dibentuk dengan menyamakan persamaan permintaan akan uang (Liquidity preference) terhadap persamaan penawaran uang (Money supply). Sebagai contoh, bentuklah persamaan dan gambarkan kurva LM jika permintaan akan uang ditunjukkan oleh L = 10000 + 0,4Y – 20000i dan jumlah uang yang ditawarkan (beredar) sebanyak 9000. L = M 10000 + 0,4Y – 20000i = 9000 0,4Y = - 1000 + 20000i Y = - 2500 + 50000i
  9. 9. Triyani ( C 301 13 039 )| @TR_YN 0,05 Persamaan IS-LM pada hakekatnya adalah dua buah persamaan yang masing-masing mewakili keseimbangan di pasar barang dan pasar uang. Jika kedua persamaan itu digabungkan maka akan ditemukan keseimbangan, baik di pasar barang maupun di pasar uang. Secara grafis, keseimbangan di kedua pasar tersebut dapat terlihat seperti gambar di bawah ini. Berdasarkan kedua contoh di atas, keseimbangan serempak tercipta pada tingkat bunga 20% dan pendapatan nasional sebesar 7.500. Hal ini diperoleh dengan cara : IS = LM 12500 – 25000i = - 2500 + 50000i 15000 = 75000i i = 0,20 Dengan memasukkan i = 0,20 ke dalam persamaan IS atau LM, akan diperoleh Y = 7.500.

×