Penguatan Peran Deputi III LAN Melalui Penajaman Kajian Hukum Administrasi Negara Guna Meningkatkan Kualitas Peraturan Perundang-Undangan dan Kebijakan Nasional di Bidang Administrasi Negara
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Penguatan Peran Deputi III LAN Melalui Penajaman Kajian Hukum Administrasi Negara Guna Meningkatkan Kualitas Peraturan Perundang-Undangan dan Kebijakan Nasional di Bidang Administrasi Negara

on

  • 470 views

Seminar Karya Tulis Prestasi Perseorangan (KTP-2)

Seminar Karya Tulis Prestasi Perseorangan (KTP-2)
Diklatpim Tingkat I Angkatan XXV
Jakarta, 15 Mei 2013

Statistics

Views

Total Views
470
Views on SlideShare
470
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
1
Comments
8

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

15 of 8 Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Penguatan Peran Deputi III LAN Melalui Penajaman Kajian Hukum Administrasi Negara Guna Meningkatkan Kualitas Peraturan Perundang-Undangan dan Kebijakan Nasional di Bidang Administrasi Negara Penguatan Peran Deputi III LAN Melalui Penajaman Kajian Hukum Administrasi Negara Guna Meningkatkan Kualitas Peraturan Perundang-Undangan dan Kebijakan Nasional di Bidang Administrasi Negara Presentation Transcript

  • SeminarSeminar KaryaKarya TulisTulis PrestasiPrestasi PerseoranganPerseorangan (KTP(KTP--2)2)DiklatpimDiklatpim TingkatTingkat II AngkatanAngkatan XXVXXVJakartaJakarta, 15, 15 MeiMei 20132013
  • PENDAHULUANPENDAHULUAN
  • Logical Framework KTP-2•• SituasiSituasiProblematikProblematik s/ds/dAction to be takenAction to be takento improveto improvesituationsituationSSMSSMSSMSSMSSMSSMSSMSSM•• GambaranGambaran tentangtentang44 kemungkinankemungkinanmasamasa depandepan s/ds/dmemilihmemilih skenarioskenarioterbaikterbaikScenarioScenarioScenarioScenarioScenarioScenarioScenarioScenarioPlanPlanPlanPlanPlanPlanPlanPlan •• OperasionalisasiOperasionalisasi&& aktualisasiaktualisasistrategistrategi//skenarioskenario dalamdalamRenstraRenstraStrategicStrategicStrategicStrategicStrategicStrategicStrategicStrategicPlanPlanPlanPlanPlanPlanPlanPlanShortShort--term Analysisterm AnalysisMiddleMiddle--term Analysisterm AnalysisOperational AnalysisOperational AnalysisBabBab IIII BabBab IVIVBabBab IIIIII
  • 5 Mei 19585 Mei 19585 Mei 19585 Mei 19585 Mei 19585 Mei 19585 Mei 19585 Mei 1958PidatoPidato PMPMJuandaJuanda &&DirekturDirektur LAN I,LAN I,Mr.Mr. PrajudiPrajudiAtmosudirdjoAtmosudirdjoKeppresKeppres No.No.103/2001103/2001 jojo..PerpresPerpres No.No.64/200564/2005tentangtentang KTFKKTFKSOTK LPNKSOTK LPNK20132013201320132013201320132013RancanganRancanganPerpresPerpres LAN &LAN &RestrukturisasiRestrukturisasiKelembagaanKelembagaanMilestones LAN 1958-2013LAN sbg Policy Think Tank
  • 1.1. Symbolic PolicySymbolic Policy vsvs EvidenceEvidence--basedbasedPolicyPolicy;;2.2. EsensiEsensi && RuangRuang LingkupLingkup Adm. Negara;Adm. Negara;3.3. KinerjaKinerja KebijakanKebijakan && PeraturanPeraturanPerundangPerundang--UndanganUndangan::PengujianPengujian UU,UU,EvaluasiEvaluasi && KlarifikasiKlarifikasi PerdaPerda,,SengketaSengketa KewenanganKewenangan LembagaLembaga Negara,Negara,SengketaSengketa TUN.TUN.Sandaran Teori & Kebijakan
  • PerumusanPerumusan && PemecahanPemecahanMasalahMasalah MenggunakanMenggunakanSSMSSM
  • Situasi Problematis
  • Rich Picture
  • CATWOE Analysis
  • Conceptual Model (CM)
  • Perbandingan CM dengan Real World (1)AKTIVITAS DALAMAKTIVITAS DALAM MODELMODEL DUNIA NYATA /DUNIA NYATA / REAL WORLDREAL WORLDMelakukanMelakukan pemetaanpemetaan masalahmasalahrendahnyarendahnya kualitaskualitas perundangperundang--undanganundangan secarasecara kausalistikkausalistik..BelumBelum adaada pemetaanpemetaan yangyang terintegrasiterintegrasi antarantar lembagalembaga;; setiapsetiapinstansiinstansi memilikimemiliki petapeta masalahmasalah,, rencanarencana pengambanganpengambangan,, dandanprogram yangprogram yang terpisahterpisah satusatu dengandengan yang lain.yang lain.MenentukanMenentukan prioritasprioritaspemecahanpemecahan masalahmasalah..BelumBelum adaada sistemsistem prioritasprioritas nasionalnasional kajiankajian kebijakankebijakan dandan HAN.HAN.SelamaSelama iniini banyakbanyak dokumendokumen yangyang bisabisa ditafsirkanditafsirkan sebagaisebagaiprioritasprioritas nasionalnasional,, sepertiseperti ProgramProgram LegislasiLegislasi NasionalNasional,, atauatauRPJMRPJM NasionalNasional..Membangun sinergi, koordinasi,Membangun sinergi, koordinasi,dan kemitraan dengan instansidan kemitraan dengan instansiterkait.terkait.MasihMasih kuatnyakuatnya egosimeegosime sektoralsektoral dalamdalam perumusanperumusan kebijakankebijakansertaserta tidaktidak adaada forumforum komunikasikomunikasi kebijakankebijakan antarantar instansiinstansipemerintahpemerintah..MerumuskanMerumuskan common platformcommon platformpeningkatan peraturan perpeningkatan peraturan per--UUUU--an nasional.an nasional.TidakTidak adaada dokumendokumen besarbesar ((grand design, roadmapgrand design, roadmap,, atauataublueprintblueprint)) tentangtentang pembangunanpembangunan sistemsistem kebijakankebijakan nasionalnasional..UU No. 12/2011lebihUU No. 12/2011lebih mengaturmengatur daridari dimensidimensi normativenormativenamunnamun kurangkurang memberimemberi guidanceguidance tentangtentang strategistrategi dandanprogramprogram untukuntuk mewujudkanmewujudkan kebijakankebijakan nasionalnasional yangyangberkualitasberkualitas..Menumbuhkan budayaMenumbuhkan budayaakademik dalam prosesakademik dalam prosesperumusan kebijakan nasional.perumusan kebijakan nasional.PendekatanPendekatan politispolitis lebihlebih mendominasimendominasi pendekatanpendekatan teknokratisteknokratisdandan akademisakademis..
  • Perbandingan CM dengan Real World (2)AKTIVITAS DALAM MODEL DUNIA NYATA / REAL WORLDMerumuskanMerumuskan pedomanpedomanpelibatanpelibatan masyarakatmasyarakatuntukuntuk menjaminmenjaminkebijakankebijakan yangyang inklusifinklusif..MasyarakatMasyarakat belumbelum terlibatterlibat aktifaktif dalamdalam siklussiklus penyusunanpenyusunankebijakankebijakan.. SelainSelain belumbelum adaada peraturanperaturan yang “yang “memaksamemaksa””masyarakatmasyarakat untukuntuk berpartisipasiberpartisipasi,, jugajuga adaada indikasiindikasikurangnyakurangnya antusiasmeantusiasme masyarakatmasyarakat untukuntuk terlibatterlibat dalamdalamperancanganperancangan hinggahingga pelaksanaanpelaksanaan kebijakan.peraturankebijakan.peraturan..MenyusunMenyusun agendaagenda kajiankajiankebijakankebijakan berbasisberbasiskebutuhankebutuhan dandan evidenceevidence..AgendaAgenda kebijakankebijakan barubaru sebatassebatas disusundisusun untukuntuk kebutuhankebutuhanindividualindividual lembagalembaga tertentutertentu,, belumbelum adaada policy dialoguepolicy dialogueyangyang mempertemukanmempertemukan dandan mengintegrasikanmengintegrasikan agendaagendalintaslintas lembagalembaga..Membenahi manajemenMembenahi manajemenkajian untukkajian untukmeningkatkan peranmeningkatkan peranlembaga.lembaga.KajianKajian kebijakankebijakan dandan HANHAN masihmasih menghadapimenghadapi banyakbanyakkendalakendala dilihatdilihat daridari aspekaspek SDMSDM penelitipeneliti,, anggarananggaran yangyangtersediatersedia,, mekanismemekanisme perencanaanperencanaan,, dandan sebagainyasebagainya..Melakukan kajian untukMelakukan kajian untukmenghasilkanmenghasilkanrekomendasi bagi pararekomendasi bagi parapengambil kebijakan.pengambil kebijakan.HasilHasil kajiankajian dandan rekomendasirekomendasi kebijakankebijakan seringsering diabaikandiabaikanoleholeh parapara pengambilpengambil kebijakankebijakan karenakarena hasilhasil kajiankajian dandanrekomendasirekomendasi tersebuttersebut relatifrelatif kurangkurang berkualitasberkualitas..
  • Desirable & Feasible Changes
  • Desirable & Feasible Changes
  • PenggambaranPenggambaran MasaMasa DepanDepanSistemSistem KebijakanKebijakan MenggunakanMenggunakanScenario PlanningScenario Planning
  • Focal Concern & Driving Forces
  • Keterkaitan Antar Driving ForcesTingkatKemampuan/KapasitasLegislasiTingkat EgoismeSektoralEfektivitasKoordinasi/KomunikasiKebijakan Antar LembagaEfektivitas Harmonisasidalam PerumusanPeraturan/KebijakanKetepatanPersepsi/Orientasi terhadapPeraturan/ KebijakanKadar Budaya AkademikDalam Siklus Kebijakan/Pengambilan KeputusanTingkat DukunganKajian/Litbang KebijakanEfektivitas LembagaKajian/Litbang KebijakanKeluasan Networking &Kerjasama Antar LembagaKajian/Litbang KebijakanEfektivitas Partisipasi Masyarakatdalam Perumusan hinggaImplementasi Peraturan/KebijakanKetersediaan dan TingkatDukungan Sumber DayaKajian/Litbang KebijakanSSSSSSSSSSSSSSSSSOSR1B1SOB2SSR2SSR3R5SR4SS R7SSOOR6SR8SSOB3
  • Analisis Leverage
  • Matriks Skenario
  • Ciri-Ciri KutubNihilNihil (+)(+)• Jumlah aturan tidak banyak,cukup yg memiliki keterkaitanantar instansi atau ygdibutuhkan masyarakat;• Perumusan kebijakan dilakukandalam forum kebijakan secarainklusif;• Dalam pembahasan racanganperaturan, setiap instansi atautokoh individual lebihmengedepankan kepentingannasional;• Produk hukum yg dihasilkancenderung tidak ada penolakan /perlawanan dari stakeholders ygterkena regulasi tersebut.1.1. EgoismeEgoisme SektoralSektoralSangatSangat KuatKuat ((––))• Banyak instansi berlomba membuatproduk hukum di berbagai level;• Tidak pernah dilakukan komunikasikebijakan dengan stakeholders;• Kepentingan rakyat banyak cenderungdiabaikan;• Rawan terhadap munculnya konflikkewenangan antar lembaga, danbenturan substansi antar peraturan;• Pembahasan suatu aturan selalu menyitawaktu yg panjang;• Ketiadaan strong leadership yg mampumengakomodasi perbedaan kepentingankedalam kepentingan nasional;• Energi nasional terbuang sia-sia tanpamenghasilkan manfaat yang signifikan.
  • Ciri-Ciri KutubOptimal (+)Optimal (+)• Pertimbangan politis dalamperumusan kebijakan relatifkecil, pertimbangan akademik/teknokratik lebih menonjol;• Kualitas peraturan jauh lebihbaik sehingga mengurangikemungkinan diuji materi;• Kebutuhan sosialisasi dan ujipublik terhadap (rancangan)peraturan/kebijakan tidak perludilakukan tersendiri, sehinggabisa menghemat sumber daya(anggaran);• Para policy makers lebihconfidence karena kebijakanyang diambil berdasarkan padabukti-bukti yg obyektif.2.2. DukunganDukungan KajianKajian TerhadapTerhadap KebijakanKebijakanTanpaTanpa DukunganDukungan ((––))• Peraturan/kebijakan sangat lemah baiksecara filosofis, historis, sosiologis,maupun teoretis;• Kemungkinan gagalnya peraturan lebihbesar yg melahirkan symbolic policy atauinvolusi kebijakan;• Inefisiensi program dan anggaran cukupbesar karena perumusan kebijakan danpengkajian kebijakan memerlukananggaran secara terpisah dan tidakreinforcing;• Masyarakat tidak mendapatkan manfaatlangsung dari fungsi pengaturan olehpemerintah;• Kemungkinan uji materi dan revisiperaturan/kebijakan secara terusmenerus sangat besar.
  • MetaforaMetaforaMetaforaMetaforaMetaforaMetaforaMetaforaMetafora SkenarioSkenarioSkenarioSkenarioSkenarioSkenarioSkenarioSkenario
  • Narasi Skenario (1)Metafora Sistem Peraturan BerkarakterWibisana – “Membela Kebenaran” (Skenario 1)Metafora ini melambangkan bahwa sistem peraturan perundang-undangan/kebijakan di Indonesia sudah sangat berkualitas, baik darisisi prosedural (proses perumusannya) maupun materi atau substansiyang diaturnya. Peraturan/kebijakan lahir semata-mata untukmemenuhi kebutuhan publik (by needs), bukan karena doronganegoisme yang sempit. Dengan adanya peraturan/kebijakan yangberkualitas tinggi ini, maka akan tercipta hubungan antar instansipemerintah, antara pemerintah dan masyarakat, serta antarkelompok masyarakat secara tertib, yang mengedepankan kepentingankolektif diatas kepentingan individual, serta menjaga keseimbanganhak dan kewajiban secara selaras dan harmonis. Harmoni dalamhubungan bernegara dan bermasyarakat ini pada gilirannya akanmenjadi faktor yang mempercepat pencapaian tujuan nasionalsebagaimana amanat UUD 1945.
  • Narasi Skenario (2)Metafora Sistem Peraturan BerkarakterLaksmana – “Membela Pemimpin” (Skenario 2)Metafora ini melambangkan bahwa sistem peraturan perundang-undangan/kebijakan di Indonesia akan semakin terfragmentasi karenahanya memperhatikan kepentingan pimpinannya semata, tanpa melihatkepentingan yang lebih luas dan strategis. Para pengambil keputusandan perumus kebijakan hanya bekerja berdasarkan “petunjuk”pimpinan (by order), bukan untuk menjalankan visi misi organisasi.Dalam hal ini, sepanjang pimpinan insitusi tadi diisi oleh orang-orangbaik, maka masih dapat diharapkan akan lahir peratuan/kebijakan yangberkualitas. Namun bila institusi dipimpin oleh orang yang berpikirpicik, hanya mementingkan diri sendiri dengan mengorbankan orangbanyak, maka masa depan sistem peraturan/kebijakan berada padabahaya yang serius. Loyalitas adalah hal yang sangat baik, namun jikahanya dipersembahkan kepada segelintir orang, maka terlalu banyakorang yang tidak bisa mendapat manfaat dari kebijakan yang ada.
  • Narasi Skenario (3)Metafora Sistem Peraturan BerkarakterKumbakarna – “Membela Institusi Meski HarusMelawan Kebenaran” (Skenario 3)Metafora ini melambangkan para pengambil keputusan danperumus kebijakan yang hanya bisa melihat kedalam(inward looking). Prinsip hidupnya yang penting berhasilmenjalankan tugas tanpa peduli dengan pihak/orang lain.Bagi mereka, adalah hal yang lumrah bahwa untukmencapai keberhasilan sendiri tadi, seringkali dibarengidengan pengorbanan kepentingan instansi lain.Benturan kewenangan, tumpang tindih aturan, danpertentangan kebijakan dianggap hal yang biasa asalmemberikan keuntungan bagi institusinya.
  • Narasi Skenario (4)Metafora Sistem Peraturan Berkarakter Rahwana –“Mengkhianati Kebenaran” (Skenario 4)Metafora ini melambangkan peraturan/kebijakan disusun tanpaada pertimbangan rasional sama sekali. Tidak ada analisis cost-benefit atau resiko resiko dari sebuah peraturan/kebijakan.Sesuatu yang seharusnya diatur justru tidak dibuat aturannya,sementara sesuatu yang tidak perlu diatur justru dibahas secaraserius. Kesepakatan antar pihak dalam perumusan kebijakanjuga sering dikhianati oleh pihak tertentu. Kualitaskebijakan/peraturan menjadi sangat rendah, sehingga hanyamenguntungkan sedikit orang namun mengakibatkan protesbanyak orang lainnya. Kemungkinan terjadinya policy failuresangat tinggi, sehingga kebijakan/peraturan juga dengansendirinya gagal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatdan tujuan-tujuan lain yang dimandatkan oleh Konstitusi.
  • Rekomendasi KebijakanRekomendasiRekomendasi yangyang dipilihdipilih adalahadalahSkenarioSkenario 1,1, yakniyakni SistemSistemPeraturan/Kebijakan BerkarakterPeraturan/Kebijakan BerkarakterWibisana, dengan harapan dapatWibisana, dengan harapan dapatmeminimalisir situasi pada 3 (tiga)meminimalisir situasi pada 3 (tiga)kuadrankuadran skenario lainnyaskenario lainnya..
  • PengembanganPengembangan KebijakanKebijakandandan RencanaRencanaImplementasinyaImplementasinya
  • Vision & Mission StatementMenjadiMenjadi Policy Think Tank yang Handal dan PolicyPolicy Think Tank yang Handal dan PolicyPartners yang Terpercaya Dalam Membangun SistemPartners yang Terpercaya Dalam Membangun SistemKebijakan dan Hukum Administrasi Negara BerbasisKebijakan dan Hukum Administrasi Negara BerbasisBukti (EvidenceBukti (Evidence--based Policy)based Policy)•• MenghasilkanMenghasilkan kajiankajian dandan rekomendasirekomendasi kebijakankebijakan yangyang sesuaisesuaidengandengan tuntutantuntutan dandan kebutuhankebutuhan didi bidangbidang sistem kebijakansistem kebijakandan hukum administrasi negaradan hukum administrasi negara;;•• MenyelenggarakanMenyelenggarakan fasilitasifasilitasi dandan advokasiadvokasi kebijakankebijakan didibidangbidang sistem kebijakan dan hukum administrasi negarasistem kebijakan dan hukum administrasi negara;;•• MelakukanMelakukan monitoringmonitoring dandan evaluasievaluasi kebijakankebijakan didi bidangbidangsistem kebijakan dan hukum administrasi negarasistem kebijakan dan hukum administrasi negara;;•• MengembangkanMengembangkan kapasitaskapasitas kelembagaankelembagaan dandan SDMSDM bidangbidangsistem kebijakan dan hukum administrasi negarasistem kebijakan dan hukum administrasi negara;;•• MembangunMembangun policy networkingpolicy networking..
  • Nilai-Nilai OrganisasiKualitasObyektivitasProfesionalitasHarmoniNetworking
  • T u j u a n• Merumuskan dan menyediakan rekomendasikebijakan pada bidang sistem kebijakan dan hukumadministrasi negara;• Menyelenggarakan dan menghasilkan kajian danpublikasi terkait di bidang sistem kebijakan danhukum administrasi negara;• Memberikan pelayanan perkonsultasian pada bidangsistem kebijakan dan hukum administrasi negara;• Meningkatkan kapasitas kelembagaan (SDM,mekanisme/tata laksana kajian, metodologi kajian,jaringan kerja, dan lain-lain) agar dapat menunjangpelaksanaan tugas secara optimal.
  • Sasaran dan IKU (1)1.1. TersedianyaTersedianya dandan terimplementasikannyaterimplementasikannya rekomendasirekomendasikebijakankebijakan ygyg berkualitasberkualitas bagibagi instansiinstansi pusatpusat && daerahdaerah,,dengandengan IKU:IKU:•• PersentasePersentase kebijakankebijakan//peraturanperaturan didi tingkattingkat K/L/K/L/PemdaPemda ygygdisusundisusun atauatau direvisidirevisi berdasarkanberdasarkan rekomendasirekomendasi kajiankajian,, atauatau•• PersentasePersentase masalahmasalah aktualaktual didi tingkattingkat K/L/K/L/PemdaPemda ygyg dapatdapatdipecahkandipecahkan atauatau dikurangidikurangi berdasarkanberdasarkan rekomendasirekomendasi kajiankajian..2.2. TersusunnyaTersusunnya dandan terdistribusikannyaterdistribusikannya laporanlaporan hasilhasilpenelitianpenelitian//kajiankajian sertaserta publikasipublikasi terkaitterkait didi bidangbidang sistemsistemkebijakan dankebijakan dan HANHAN,, dengandengan IKU:IKU:•• JumlahJumlah laporanlaporan hasilhasil kajiankajian // policy paper / policy briefpolicy paper / policy brief &&publikasipublikasi lainnyalainnya dalamdalam kurunkurun waktuwaktu tertentutertentu,, atauatau•• JumlahJumlah issuissu kebijakankebijakan ygyg menjadimenjadi obyekobyek kajiankajian,, atauatau•• JumlahJumlah K/L/K/L/PemdaPemda dandan pihakpihak lainlain ygyg telahtelah menerimamenerima laporanlaporanhasilhasil penelitianpenelitian dandan publikasipublikasi lainnyalainnya..
  • Sasaran dan IKU (2)3.3. TerlaksananyaTerlaksananya konsultasikonsultasi dandan advokasiadvokasi kebijakankebijakan,,dengandengan IKU:IKU:•• JumlahJumlah K/L/K/L/PemdaPemda atauatau pihakpihak lain yanglain yang memberimemberi umpanumpanbalikbalik dandan menyatakanmenyatakan keinginankeinginan untukuntuk menjadimenjadi mitramitra LANLAN((cqcq.. DeputiDeputi III)III) dalamdalam pembenahanpembenahan administrasiadministrasi negaranegara didiinstansinyainstansinya,, atauatau•• PersentasePersentase peningkatanpeningkatan wawasanwawasan dandan kemampuankemampuan analistisanalistisdandan akademisakademis SDMSDM didi K/L/K/L/PemdaPemda,, atauatau•• PersentasePersentase peningkatanpeningkatan programprogram capacity buildingcapacity building yangyangdilakukandilakukan K/L/K/L/PemdaPemda atasatas inspirasiinspirasi daridari kajiankajian//rekomendasirekomendasiLAN,LAN, atauatau•• JumlahJumlah silaturahmisilaturahmi kelembagaankelembagaan ygyg terjalinterjalin untukuntukmemperkuatmemperkuat hubunganhubungan antarantar lembagalembaga && mempertajammempertajamprogramprogram kajiankajian,, sepertiseperti audiensiaudiensi,, studistudi banding,banding, kunjungankunjungankerjakerja biasabiasa,, praktekpraktek kerjakerja lapanganlapangan daridari perguruanperguruan tinggitinggi,,dsbdsb..
  • Sasaran dan IKU (3)4.4. TercapainyaTercapainya peningkatanpeningkatan kapasitaskapasitas kelembagaankelembagaan sbgsbgpenunjangpenunjang pelaksanaanpelaksanaan tugastugas,, dengandengan IKU:IKU:•• JumlahJumlah forumforum diskusidiskusi ((knowledgeknowledge--sharedshared atauatau knowledgeknowledge--enrichmentenrichment)) ygyg diadakandiadakan padapada periodeperiode waktuwaktu tertentutertentu,, atauatau•• JumlahJumlah programprogram diklatdiklat ygyg diikutidiikuti oleholeh penelitipeneliti//stafstaf bidangbidangkajiankajian,, atauatau•• JumlahJumlah penelitipeneliti//stafstaf kajiankajian ygyg dikirimdikirim untukuntuk mengikutimengikutiprogramprogram pengembanganpengembangan diridiri,, atauatau•• JumlahJumlah publikasipublikasi ygyg dihasilkandihasilkan penelitipeneliti diluardiluar laporanlaporan hasilhasilpenelitianpenelitian,, baikbaik secarasecara mandirimandiri maupunmaupun timtim,, atauatau•• JumlahJumlah jurnaljurnal terakreditasiterakreditasi ygyg memuatmemuat hasilhasil penelitianpenelitian LANLANdandan makalahmakalah//artikelartikel parapara penelitipeneliti,, atauatau•• JumlahJumlah media lainmedia lain selainselain jurnaljurnal terakreditasiterakreditasi ((jurnaljurnal belumbelumterakreditasterakreditas,, majalahmajalah,, buletinbuletin,, korankoran, website,, website, dlldll)) ygygmemuatmemuat hasilhasil penelitianpenelitian LANLAN dandan artikelartikel parapara penelitipeneliti..
  • Terima KasihMohonMohon arahanarahan dandan masukanmasukan ……