Mencari Spirit yang Hilang Dalam Pelayanan Publik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Mencari Spirit yang Hilang Dalam Pelayanan Publik

on

  • 782 views

Disampaikan pada Bedah Buku “Budaya Pelayanan Publik”, karya Prof. Dr. J. Basuki, M.Psi.

Disampaikan pada Bedah Buku “Budaya Pelayanan Publik”, karya Prof. Dr. J. Basuki, M.Psi.
STIA LAN Jakarta, 18 September 2013

Statistics

Views

Total Views
782
Views on SlideShare
782
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
13
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Mencari Spirit yang Hilang Dalam Pelayanan Publik Mencari Spirit yang Hilang Dalam Pelayanan Publik Presentation Transcript

  • Mencari Spirit yang Hilang Dalam Pelayanan Publik Disampaikan pada Bedah Buku “Budaya Pelayanan Publik”, karya Prof. Dr. J. Basuki, M.Psi. STIA LAN Jakarta, 18 September 2013
  • Current Phenomena in PublicService Petugas melayani karena sistem (SOP, sanksi, tuntutan publik, dll); Orientasi pegawai masih lebih banyak materi dan taking, bukan berhikmat dan giving; UPP masih menunjukkan karakter mekanis intensity, intimacy, dan integrity lenyap dalam pelayanan publik; Pelayanan publik sudah cukup baik, namun BUDAYA pelayanan publik masih teramat rendah! P r o l o g u e
  • Budaya Sebagai ConditioSine Qua Non dan Leverage Pembangunan Hypothesis
  • The Importance of Culture in Service Management Sebagai faktor kunci keberhasilan organisasi (Deal and Kennedy, 1982; Kotler and Heskett, 1992) p. 3 Sebagai perekat unsur-unsur dalam organisasi (Edgar Schein, 2004) p. 4 Sebagai pendorong perubahan yg radikal thd berbagai aspek organisasional dlm menghadapi persaingan global (James Want, 2006) p. 5
  • Paradigmatic Milestone The Spirit of Public Service (Prof. Basuki) The Spirit of Public Administration (Prof. George Frederickson) Statist Public Administration Utility/Efficiency Individualist Public Policy/Public Choice Benevolence/Public Virtue VS VS VS Analogue
  • Models of Cultural Dimension in Service Delivery 2 Formulas
  • Models of Cultural Dimension in Service Delivery Shaping Factors
  • PublicService Culture in Comparative Perspective Budaya Kerja Keras Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang: 2450 jam/tahun (tidak termasuk lembur), jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain perlu 47 hari untuk membuat mobil yg bernilai sama. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tsb termasuk "orang yg tidak dibutuhkan" oleh perusahaan. Case & Best Practice in Japan
  • PublicService Culture in Comparative Perspective Budaya Minta Maaf Kata “sumimasen” adalah kata yg paling sering diucapkan selain “arigatou”, bahkan sudah menjadi reflek sosial. 2009 di AS terjadi banyak keluhan terhadap mobilToyota, yakni persoalan karpet yg berpengaruh terhadap pedal. Jumlah kejadian sebenarnya sangat sedikit, namun nama besar menjadi taruhan. Pada Februari 2010, CEOAkio Toyoda meminta maaf secara terbuka di depan publik. Hingga awal 2010, dilakukan recall sebanyak 3,8 juta unit di AS dan 2,2 juta di Eropa, yg secara finansial merupakan cost sangat besar, tapi tetap dilakukan demi kepentingan yg lebih besar. Case & Best Practice in Japan
  • PublicService Culture in Comparative Perspective Budaya Menjaga Keintiman Lempar salam: irashaimasse, omatase ita simashita, arigatou gozaimasu. Pengalaman nyata seorang petugas restoran: o Menghadap kaca, merapikan baju, rambut, badge nama. o Dengan wajah ceria mengucapkan irrashaimaseirrashaimaseirrashaimaseirrashaimase 3x (ada yang bisa saya bantu) dan arigatougozaimashitaarigatougozaimashitaarigatougozaimashitaarigatougozaimashita matamatamatamata okoshiokoshiokoshiokoshi kudashaimasekudashaimasekudashaimasekudashaimase (terima kasih banyak, semoga Anda kembali lagi ke sini dengan segera utk berbelanja). o Bersiap menghadapi Okyakusan/OkyakusamaOkyakusan/OkyakusamaOkyakusan/OkyakusamaOkyakusan/Okyakusama (pelanggan). o Masuk ke stand tempat bertugas, berhenti sebentar dan membungkukkan badan, begitu pun ketika akan masuk ke ruang kerja, harus membalikkan badan hanya untuk membungkukkan badan. Case & Best Practice in Japan
  • Semoga bermanfaat …