HUKUM ADMINISTRASI NEGARA<br />Bahan Ajar “DiklatKepemimpinan Tingkat III”<br />(BerdasarModulDiklatpim III LAN-RI Tahun 2...
 Data Pribadi<br />Nama		:  Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA<br />TTL		:  Yogyakarta, 15-07-1968<br />NIP		:  19680715 199401 1...
Istilah HAN<br />HukumAdministrasi Negara: Prins, PrajudiAtmosudirdjo, Utrecht, SK Mendikbud No. 31/DJ/Kep/1983, UGM,  UII...
PengertianHukum<br /><ul><li>Apeldoorn (PengantarIlmuHukum, terjemahanOetaridSadino): “tidakmungkinmemberikansuatudefinisi...
Immanuel Kant: “masihsajaparasarjanahukummencari-carisuatudefinisitentang HUKUM”.
Utrecht (PengantarDalamHukum Indonesia, 1953): Himpunanperaturanygberisiperintah & larangan, ygmengurustata-tertibmasyarak...
Cicerco(De Legibus): Akal tertinggiygditanamkanolehalamdalamdirimanusiauntukmenetapkanapaygboleh & apaygtidakbolehdilakukan.
Grotius/Hugo de Groot(De Jure Belli Pacis -- HukumPerangdanDamai, 1625): Hukumadalahaturantentangtindakan moral ygmewajibk...
Diadakanolehbadanresmi yang berwajib.
Bersifatmemaksa.
Adasanksibagi yang melanggar.</li></li></ul><li>F.R. Bothlingk: De staat, waarin de wilsvrijheid van gezagsdragers is bepe...
Negara Hukum & SistemHukumDunia<br />
 Negara Hukum Indonesia<br />Negara berdasarkanatashukum (Rechtsstaat), bukanberdasarkanataskekuasaan (Machtsstaat).<br />...
Asaspersetujuanrakyat peraturanygdibuattanpaperintah/kuasa UU adalahtidaksah. IngatprinsipNo Taxation without Representat...
Asaspersekutuanhukum (rechtsgemeenschap)  Rakyat danpenguasa Negara bersama- samamerupakansuatupersekutuanhukum (rechtsge...
Sumber HAN<br />Pancasila<br />UUD 1945<br />Tap MPR<br />Perpu<br />PP<br />Keppres<br />PermendanKepmen<br />PerdadanKep...
Sumber HAN<br />MATERIIL<br />FORMIL<br />(Faktorygikutmempengaruhiisiaturanhukum)<br />Historis = sistemhukumtertulisdima...
TeoriStufenbau Hans Kelsen<br />GRUND NORM<br />UUD<br />TATA HUKUM<br />GENERAL NORM<br />“HukumIn abstracto”<br />REGELI...
Regeling vs. Beschikking - 1<br />
Regeling vs. Beschikking - 2<br />Sejakberlakunya UU No. 10/2004, maka:<br />AdapenegasanantaraBeschikkingdenganRegeling ...
Relasiantartingkat per-UU-an<br />Superior<br />LexSuperioriderogatlegiInferiori<br />Inferior<br />Lama<br />Baru<br />Le...
Sejarah Tata Urut per-UU-an<br />
 Tap MPR bukan per-UU-an (?)<br /><ul><li>Apakah UU No. 10/2004 tidakmelanggaradagiumLexSuperioriDerogatLegiInferiori?
Dkl, apakah UU tsbtidakcacatyuridis, shgharusdinyatakannietig?</li></ul>Lihat TAP MPR No. I/2003 tentangPeninjauanthdMater...
Substansi Tap MPR No. 1/2003<br />Pasal 1: TAP ygdicabutdandinyatakantidakberlaku (8 Ketetapan).<br />Pasal 2: TAP ygdinya...
 Ps. 4 Tap MPR No. 1/2003<br />TAP MPRS No.XXIX/1966 TentangPengangkatanPahlawanAmpera.<br />TAP MPR No.XI/1998 TentangPen...
    HAN vs. HTN<br />
 HAN vs. HTN<br />Logeman (Het Staatsrecht van Indonesie):<br />HTN adalahajarantentangwewenang (competentie leer); HAN ad...
Kedudukan HAN dlmSistemHukumNasional<br />Keterangan:<br />Pancasila<br />UUD 1945<br />PeraturanPerundangan<br />Yurispro...
Cakupan HAN<br />Memberikanperlindunganhukumkepadamasyarakat.<br />Mengaturwewenang, tugas, fungsi, dantingkahlakupejabat/...
PerbuatanPemerintah<br />PerbuatanHukum: perbuatanygmenimbulkanhubunganhukumdanakibathukumtertentu.<br />Mengeluarkanperat...
PerbuatanHukum<br />PerbuatanHukum<br />(RechtsHandelingen)<br />BukanPerbuatanHukum<br />(FeitelijkeHandelingen)<br />Sch...
PerbuatanHukumPublik<br />PerbuatanHukumBersegiSatu (eenzijdigepubliekrechtelijkehandelingen)<br /><ul><li>Perbuatanhukumm...
Sybenga: “tidakadaperbuatanhukumpublikbersegidua; tidakadaperjanjian yang diaturolehhukumpublik”. Setiaphubunganhukummerup...
Van der Pot, Kranenburg, Donner: mengakuiadanyaperjanjianmenuruthukumpublik. Contoh: kortverband contract (perjanjiankerja...
SyaratSahnyaKeputusan<br />SyaratMateriil (tidakadacacatyuridis):<br />Penipuan (bedrog).<br />Paksaan (dwang) atausogokan...
 3 MacamKetidakwenangan<br />Onbevoegdheidrationemateriale: ketidakwenanganygmenyangkutisikeputusan. Keputusaninidapatmeng...
KptsygTidakSah & Implikasinya<br />JenisKeputusanygTidakSah (nietrechtsgeldigbeschikking)<br />Keputusanygbatalkarenahukum...
Diskresi / FreiesErmessen<br />Terkait dg perkembanganbentuk/fungsinegara:<br />Political State  hubungannegara & masyber...
Diskresi / FreiesErmessen<br />PrajudiAtmosudirdjo:kekuasaanuntukmengambilkeputusanmenurutpandangansendiriasaltidakmelangg...
AktualisasiFreiesErmessen<br />Kewenanganuntukmembuatperaturanygsetingkatdengan UU tanpamemintapersetujuanparlemenlebihdul...
 “Bahaya” FreiesErmessen<br />Kewenanganbertindaksecarabebas, membukapeluangbadan/pejabat TUN melakukanperbuatanygmenyimpa...
Asas HAN / AUPB - 1<br />KepastianHukum(Rechtszekerheid):<br />Menghendakidihormatinyahakygtelahdiperolehseseorangberdasar...
 AUPB/ABBB - 2<br />Keseimbangan(ovenwichtigheid):<br />Menghendakiproporsiygwajardalampenjatuhanhukumterhadappegawaiygmel...
 AUPB/ABBB - 3<br />Kesamaandalammengambilkeputusan(Gelijkheids):<br />Menghendaki agar dalammenghadapikasus / faktaygsama...
 AUPB/ABBB - 4<br />BertindakCermat(Zorgvuldigheids):<br />Menghendakiadministrasinegarasenantiasabertindaksecarahati-hati...
 AUPB/ABBB - 5<br />MotivasidlmsetiapKeputusan(Motiverings):<br />Menghendaki agar keputusanbadan / pejabatadministrasineg...
 AUPB/ABBB - 6<br />Tidakmencampuradukkankewenangan(het verboddetournement de pouvoir): <br />Menghendaki agar dalammengam...
 AUPB/ABBB - 7<br />Permainanyglayak (fair-play): <br />Menghendaki agar badan / pejabatadministrasinegaramemberikesempata...
 AUPB/ABBB - 8<br />Keadilan / Kewajaran: <br />Menghendaki agar dalammelakukantindakannya, badan/pejabatadministrasinegar...
 AUPB/ABBB - 9<br />Menanggapipengharapanygwajar(Vertrouwensbeginsel van opgewekteverwachtingen):<br />Menghendakiagar tin...
 AUPB/ABBB - 10<br />Meniadakanakibatkeputusanygbatal(undoing the consequences of annulled decision):<br />Menghendakiagar...
 AUPB/ABBB - 11<br />Perlindunganatascarahidup(protection of way of life):<br />Menghendakiagar setiappegawainegeridiberik...
 AUPB/ABBB - 12<br />Kebijaksanaan (Sapientia): <br />Menghendakiagar dalammelaksanakantugasnya, badan / pejabatadministra...
 AUPB/ABBB Lainnya:<br />
 Good Governance<br />Konfernas GG 2001<br />World Bank (UNDP)<br />Partisipasi<br />Penegakanhukum<br />Transparansi<br /...
 Framework Urgensi AUPB<br />Masyarakat<br />Birokrasi<br />(Salus Populi Suprema Lex)<br />(Fungsi Yan & Kesejahteraan)<b...
Etika / Asas atau Prinsip Pemerintahan Yang Baik (GG)</li></li></ul><li>PengawasanthdPemerintah<br />HAN sebagai<br />peng...
 PTUN (sejarah)<br /><ul><li>PadaMasaPenjajahan, tidakterdapatbadanPeradilanygsecarakhususmemeriksa & menyelesaikansengket...
UpayaAdministratif<br />Kewenanganmemeriksa, memutus& menyelesaikansuatuperkara / sengketaadministrasiberadapada Hakim / P...
AdministratiefBeroepvsRechtspraak<br />Peradilan TUN<br />AtasanPejabat / Badan TUN<br />TIDAK SELESAI ?<br />Banding vert...
 PTUN (sejarah)<br />Masa UUDS 1950 adabbrpcarapenyelesaiansengketaTUN:<br /> DiserahkankepadaPengadilanPerdata.<br />Dise...
Kompetensi PTUN<br />KewenanganRelatif: kewenanganpengadilanuntukmengadilisuatuperkarasesuaidenganwilayah / daerahhukumnya...
 Pengertian2 (1)<br />Tata Usaha Negara:Administrasi Negara ygmelaksanakanfungsiuntukmenyelenggarakanurusanpemerintahbaikd...
 Pengertian2(2)<br />SengketaTUN:sengketaygtimbuldalambidang TUN antaraorang/badanhukumperdatadenganbadan/pejabatTUN, baik...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Hukum Administrasi Negara

8,014

Published on

Bahan Ajar “Diklat Kepemimpinan Tingkat III”
(Berdasar Modul Diklatpim III LAN-RI Tahun 2008 PLUS)

4 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
8,014
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
63
Comments
4
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum Administrasi Negara

  1. 1. HUKUM ADMINISTRASI NEGARA<br />Bahan Ajar “DiklatKepemimpinan Tingkat III”<br />(BerdasarModulDiklatpim III LAN-RI Tahun 2008 PLUS)<br />Tri Widodo W. Utomo<br />PusatKajianManajemenKebijakan (PKMK)<br />LembagaAdministrasi Negara RI<br />
  2. 2. Data Pribadi<br />Nama : Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA<br />TTL : Yogyakarta, 15-07-1968<br />NIP : 19680715 199401 1 001<br />Jabatan : Kepala Pusat Kajian Manajemen Kebijakan/<br />Peneliti Madya Bidang Administrasi Negara<br />Gol/Pangkat : IV-c / Pembina Utama Muda<br />Alamat Ktr : Jl. Veteran No. 10 Jakarta<br /> Telp. 021-3868202 ext. 179; Fax. 021-3800187<br />Alamt Rmh : Villa Melati Mas Blok M6/12A, Serpong<br /> Tangerang Selatan, HP. 0819-503-4500<br />
  3. 3. Istilah HAN<br />HukumAdministrasi Negara: Prins, PrajudiAtmosudirdjo, Utrecht, SK Mendikbud No. 31/DJ/Kep/1983, UGM, UII.<br />Hukum Tata Usaha Negara: WirjonoProdjodikoro, UU No. 14/1970, GBHN 1983, UU No. 5/1986, Unpad, Unsri.<br />Hukum Tata Pemerintahan: SK Mendikbud No. 0198/U/1972, Unmul.<br />HukumAdministrasiPublik: STIA-LAN.<br /> perbedaanpenafsiranthdistilahygsama: AdministratiefRecht.<br />
  4. 4. PengertianHukum<br /><ul><li>Apeldoorn (PengantarIlmuHukum, terjemahanOetaridSadino): “tidakmungkinmemberikansuatudefinisitentangapakahygdisebut HUKUM itu”.
  5. 5. Immanuel Kant: “masihsajaparasarjanahukummencari-carisuatudefinisitentang HUKUM”.
  6. 6. Utrecht (PengantarDalamHukum Indonesia, 1953): Himpunanperaturanygberisiperintah & larangan, ygmengurustata-tertibmasyarakat & harusditaatimasyarakat.
  7. 7. Cicerco(De Legibus): Akal tertinggiygditanamkanolehalamdalamdirimanusiauntukmenetapkanapaygboleh & apaygtidakbolehdilakukan.
  8. 8. Grotius/Hugo de Groot(De Jure Belli Pacis -- HukumPerangdanDamai, 1625): Hukumadalahaturantentangtindakan moral ygmewajibkanapaygbenar(Law is a rule of moral action obliging what is right).</li></li></ul><li>UnsurHukum<br /><ul><li>Aturantentangtingkahlaku (perilaku) manusiadalampergaulanmasyarakat.
  9. 9. Diadakanolehbadanresmi yang berwajib.
  10. 10. Bersifatmemaksa.
  11. 11. Adasanksibagi yang melanggar.</li></li></ul><li>F.R. Bothlingk: De staat, waarin de wilsvrijheid van gezagsdragers is beperkt door grenzen van recht (negaradimanakebebasankehendakpemegangkekuasaandibatasiolehketentuanhukum).<br />Prof. R. Djokosutomo: Negara berdasarkanpadakedaulatanhukum. Hukumlahygberdaulat. Negara adalahmerupakansubjekhukum, dalamartirechtstaat(badanhukumrepublik). Karenanegaraitudipandangsebagaisubjekhukum, makajikaiabersalahdapatdituntutdidepanpengadilankarenaperbuatanmelanggarhukum.<br />
  12. 12. Negara Hukum & SistemHukumDunia<br />
  13. 13. Negara Hukum Indonesia<br />Negara berdasarkanatashukum (Rechtsstaat), bukanberdasarkanataskekuasaan (Machtsstaat).<br />3 AsasPokok Negara Hukum (Prajudi A):<br /><ul><li>Asasmonopolipaksa (Zwangmonopoli)  monopolipenggunaankekuasaandanpaksaanuntukmembuatorangmenaatiapa yang menjadikeputusanpenguasa.
  14. 14. Asaspersetujuanrakyat peraturanygdibuattanpaperintah/kuasa UU adalahtidaksah. IngatprinsipNo Taxation without Representation.
  15. 15. Asaspersekutuanhukum (rechtsgemeenschap)  Rakyat danpenguasa Negara bersama- samamerupakansuatupersekutuanhukum (rechtsgemeenschap, legal partnership).</li></li></ul><li> 2 PendekatanMemahami HAN:<br />
  16. 16. Sumber HAN<br />Pancasila<br />UUD 1945<br />Tap MPR<br />Perpu<br />PP<br />Keppres<br />PermendanKepmen<br />PerdadanKepkada<br />Yurisprudensi<br />HukumTidakTertulis<br />HukumInternasional<br />Keputusan TUN.<br />Doktrin<br />Segalasesuatu yang dapatmenimbulkanaturanhukum / tempatdiketemukannyaaturanhukum<br />(Philipus M. Hadjon, PengantarHukumAdministrasi Indonesia)<br />
  17. 17. Sumber HAN<br />MATERIIL<br />FORMIL<br />(Faktorygikutmempengaruhiisiaturanhukum)<br />Historis = sistemhukumtertulisdimasalampau.<br />Filosofis= ukuran yang menentukansifatadil ; faktorygmendorongseseorangtundukpadaaturan.<br />Sosiologis / Antropologis= faktordalammasyarakat (pandanganekonomis, agamis, psikologis).<br /> (Bentukaturanhukum)<br /> <br />UU (HAN Tertulis).<br />Konvensi (Praktekadministrasinegara).<br />Yurisprudensi.<br />Doktrin (Anggapanahlihukum).<br />
  18. 18. TeoriStufenbau Hans Kelsen<br />GRUND NORM<br />UUD<br />TATA HUKUM<br />GENERAL NORM<br />“HukumIn abstracto”<br />REGELING<br />Melaksanakansuatu<br />peraturankedalam<br />suatuhalygnyata (konkrit)<br />INDIVIDUAL NORM<br />“HukumInconcreto”<br />BESCHIKKING<br />Hans Kelsen: General theory of law and state (teoritangga/stufenbau)<br />Psl 3 UU 10/2004:UUD 1945 merupakanhukumdasardalam Per-UU-an.<br />
  19. 19. Regeling vs. Beschikking - 1<br />
  20. 20. Regeling vs. Beschikking - 2<br />Sejakberlakunya UU No. 10/2004, maka:<br />AdapenegasanantaraBeschikkingdenganRegeling Keputusantidakdptlagibersifatregulatory / regulerend, tapihanyadeclaratoirataupenetapan.<br />AdanyaquasyreglementaireberupaPeraturanKebijaksanaan, yakni Keputusan2ygtidakmendapatkanatribusidariperaturan per-UU-an yglebihtinggi(Ermessen – discretionary power).<br />
  21. 21. Relasiantartingkat per-UU-an<br />Superior<br />LexSuperioriderogatlegiInferiori<br />Inferior<br />Lama<br />Baru<br />Lex Posteriori derogatlegiAnteriori<br />Generalis<br />Specialis<br />LexSpecialisderogat<br />legiGeneralis<br />
  22. 22. Sejarah Tata Urut per-UU-an<br />
  23. 23. Tap MPR bukan per-UU-an (?)<br /><ul><li>Apakah UU No. 10/2004 tidakmelanggaradagiumLexSuperioriDerogatLegiInferiori?
  24. 24. Dkl, apakah UU tsbtidakcacatyuridis, shgharusdinyatakannietig?</li></ul>Lihat TAP MPR No. I/2003 tentangPeninjauanthdMateridan Status HukumKetetapan MPRS dan MPR-RI Tahun 1960 – 2002.<br />
  25. 25. Substansi Tap MPR No. 1/2003<br />Pasal 1: TAP ygdicabutdandinyatakantidakberlaku (8 Ketetapan).<br />Pasal 2: TAP ygdinyatakantetapberlakudenganketentuan (3 Ketetapan).<br />Pasal 3: TAP ygdinyatakantetapberlaku s/d terbentuknyaPemerintahanHasilPemilu 2004 (8 Ketetapan).<br />Pasal 4: TAP ygdinyatakantetap berlaku s/dterbentuknya UU (11 Ketetapan).<br />Pasal 5: TAP ygdinyatakanmasihberlaku s/d ditetapkannyaPeraturan Tata Tertibbaruoleh MPR HasilPemilu 2004 (5 Ketetapan).<br />Pasal 6: TAP ygdinyatakantidakperludilakukantindakanhukumlebihlanjut, baikkarenabersifat final (einmalig), telahdicabut, maupuntelahselesaidilaksanakan (104).<br />
  26. 26. Ps. 4 Tap MPR No. 1/2003<br />TAP MPRS No.XXIX/1966 TentangPengangkatanPahlawanAmpera.<br />TAP MPR No.XI/1998 TentangPenyelenggara Negara yang BersihdanBebasKorupsi, KolusidanNepotisme.<br />TAP MPR No.XV/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan,Pembagian,dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional Yang Berkeadilan; serta PerimbanganKeuangan Pusat dan Daerah Dalam Kerangka NKRI.<br />TAP MPR No.III/2000 TentangSumber Hukum danTata UrutanPeraturan Perundang-undangan.<br />TAP MPR No.V/2000TentangPemantapanPersatuandanKesatuanNasional.<br />TAP MPR No.VI/2000 Tentang Pemisahan TNI dan POLRI.<br />TAP MPR No. VII/2000 Tentang Peran TNI danPeran POLRI.<br />TAP MPR No.VI/2001Tentang EtikaKehidupanBerbangsa.<br />TAP MPR No. VII/2001 Tentang Visi Indonesia MasaDepan<br />TAP MPR No.VIII/2001TentangRekomendasiArahKebijakanPemberantasandanPencegahan KKN.<br />TAP MPR No.IX/2001Tentang PembaruanAgrariadanPengelolaan SDA.<br />
  27. 27. HAN vs. HTN<br />
  28. 28. HAN vs. HTN<br />Logeman (Het Staatsrecht van Indonesie):<br />HTN adalahajarantentangwewenang (competentie leer); HAN adalahajarantentanghubunganhukumkhusus/istimewa (leer van derbijzondererechtsbetrekkingen).<br />HTN mengajarkan jabatan2danwewenangnya; HAN mengajarkanbentuk, sifat, danakibatdariperbuatanhukum (penggunaanwewenang).<br />HTN menentukan alat2kelengkapannegaraygberwenangmemberiperijinan (vergunning); HAN memberiwewenang alat2kelengkapannegaradlmmemberikanijintertentu.<br />
  29. 29. Kedudukan HAN dlmSistemHukumNasional<br />Keterangan:<br />Pancasila<br />UUD 1945<br />PeraturanPerundangan<br />Yurisprodensi<br />HukumKebiasaan<br />HTN DAN HAN<br />5<br />4<br />3<br />2<br />1<br />H. LINGKUNGAN<br />H. PIDANA<br />Sumber: Sunaryati Hartono, PolitikHukumMenujuSatuSistemHukumNasional, 1991<br />
  30. 30. Cakupan HAN<br />Memberikanperlindunganhukumkepadamasyarakat.<br />Mengaturwewenang, tugas, fungsi, dantingkahlakupejabat/badanpemerintah.<br />Menetapkannorma-norma fundamental bagipenguasauntukpemerintahanygbaik (algemenebeginselen van behoorlijkbestuur – AUPB).<br />
  31. 31. PerbuatanPemerintah<br />PerbuatanHukum: perbuatanygmenimbulkanhubunganhukumdanakibathukumtertentu.<br />Mengeluarkanperaturan (regling).<br />Mengeluarkankeputusan (beschikking).<br />Tidakmelakukansesuatuygmenjadikewajibannya.<br />BukanPerbuatanHukum: perbuatanygtidakmenimbulkanhubunganhukumdanakibathukumtertentu.<br />Menghadiriundangan.<br />Memasangpengumuman.<br />Meresmikanbangunan, dll.<br />
  32. 32. PerbuatanHukum<br />PerbuatanHukum<br />(RechtsHandelingen)<br />BukanPerbuatanHukum<br />(FeitelijkeHandelingen)<br />Scholten:TIDAK DAPAT, sebabmengatur hub. hukumygmerupakankehendak 2 pihak, sedang HAN adalahhukumpublikygbersifatsepihak.<br />Krabbe, Kranenburg, Donner: BISA, tapiuntukmenyelesaikanpersoalantetapharusmenggunakanhukumpublik.<br />PerbuatanHukummenurutHukumPrivat<br />PerbuatanHukummenurutHukumPublik<br />
  33. 33. PerbuatanHukumPublik<br />PerbuatanHukumBersegiSatu (eenzijdigepubliekrechtelijkehandelingen)<br /><ul><li>Perbuatanhukummenurutsuatuwewenangistimewa.
  34. 34. Sybenga: “tidakadaperbuatanhukumpublikbersegidua; tidakadaperjanjian yang diaturolehhukumpublik”. Setiaphubunganhukummerupakankehendaksatupihak, yaknipemerintah. </li></ul>PerbuatanHukumBersegiDua (tweezijdigepubliekrechtelijkehandelingen)<br /><ul><li>Perbuatanygdilakukandalammengadakanhubunganhukumdengansubyekhukumlainnya.
  35. 35. Van der Pot, Kranenburg, Donner: mengakuiadanyaperjanjianmenuruthukumpublik. Contoh: kortverband contract (perjanjiankerjajangkapendek).</li></li></ul><li>Keputusan<br />Istilah lain: Penetapan, Beschikking (Bld) / ActeAdministratief(Prc) / Verwaltungsakt(Jrm)<br />Definisi:<br />Perbuatanhukumpublikbersegisatu(perbuatansepihakdaripemerintah), danbukanmerupakanhasilpersetujuanduabelahpihak.<br />Sifathukumpublikdiperolehberdasarkanwewenang / kekuasaanistimewa.<br />Denganmaksudterjadinyaperubahandalamlapanganhubunganhukum.<br />SyaratSah-nya:<br />Dibuatolehalatperlengkapanyang BERWENANG.<br />Materiil: Tidakmengandungcacat(kekuranganyuridis).<br />Formil: Diberibentuktertentu.<br />Isidantujuannyaharussesuaidenganisidantujuanperaturandasarnya.<br />
  36. 36. SyaratSahnyaKeputusan<br />SyaratMateriil (tidakadacacatyuridis):<br />Penipuan (bedrog).<br />Paksaan (dwang) atausogokan (omkoping).<br />Kesesatan (dwaling) ataukekeliruan / khilaf.<br />SyaratFormil: <br />Mengikutiprosedur / carapembentukan.<br />DiberibentukKeputusan.<br />Pemberitahuanpadaygbersangkutan.<br />Kptsygtidakmemenuhisyaratmateriil, dapatbatalataudibatalkan.<br />Kptsygtidakmemenuhisyaratformil, batal.<br />
  37. 37. 3 MacamKetidakwenangan<br />Onbevoegdheidrationemateriale: ketidakwenanganygmenyangkutisikeputusan. Keputusaninidapatmengakibatkanbatal / bataldemihukum (nietig), ataudapatdibatalkan (vernietigbaar). <br />Onbevoegdheidratione loci: ketidakwenanganygmenyangkutwilayahdikeluarkannyakeputusan. Keputusaninipundapatbatalataudibatalkan.<br />Onbevoegdheidrationetemporis: ketidakwenanganygmenyangkutwaktudikeluarkannyakeputusan. Keputusaninibataldemihukum. <br />
  38. 38. KptsygTidakSah & Implikasinya<br />JenisKeputusanygTidakSah (nietrechtsgeldigbeschikking)<br />Keputusanygbatalkarenahukum (nietig).<br />Keputusanygbatalmutlak (absolutnietig), apabilapembatalannyadapatdituntutolehsetiaporang.<br />Keputusanygbatalnisbi (relatiefnietig), apabilapembatalannyahanyadapatdituntutolehorangtertentu.<br />Keputusanygdapatdibatalkan (vernietigbaar).<br />Keputusanygdapatdibatalkanmutlak (absolutvernietigbaar).<br />Keputusanygdapatdibatalkannisbi (relatiefvernietigbaar).<br />Keputusanygdinyatakanbatal (nietig),akibathukumygditimbulkandianggaptidakpernahadasejaksemula (ex-tunc). <br />Keputusanygdinyatakandibatalkan(vernietigbaar),akibathukumygtimbuldianggapadasampaisaatkeputusandibatalkan(ex-nunc).<br />
  39. 39. Diskresi / FreiesErmessen<br />Terkait dg perkembanganbentuk/fungsinegara:<br />Political State  hubungannegara & masybersifatsearah; membentukpolapatron-klienatauprinciple-agent.<br />Legal State  tidakadahubungannegaradenganmasy; negaraberfungsi minimal hanyasbgwatchdog (nachtwachterstaat).<br />Welfare State hubungannegara & masybersifattimbalbalik; negaraadautkmewujudkankesejahteraanrakyat.<br />Tugasbestuurzorgtsbdilakukanmelaluiinstrumenberupakebebasanutkberbuatsesuatu (mengambilatautidakmengambilkebijakantertentu).<br />Alternatifmengisikelemahanasaslegalitas (analogiasasnullumdelictum).<br />
  40. 40. Diskresi / FreiesErmessen<br />PrajudiAtmosudirdjo:kekuasaanuntukmengambilkeputusanmenurutpandangansendiriasaltidakmelanggarasasyuridiktasdanasaslegalitas.<br />SjachranBasah: kebebasanbertindakdalam batas2tertentu, ataukeleluasaandalammenentukankebijakanmelaluisikaptindakygharusdapatdipertanggungjawabkan.<br />Nana Saputra: kebebasanalatadministrasinegaramenguta-makankeefektifantercapainyasuatutujuan (doelmatigheid) daripadaberpegangteguhpadaketentuanhukum.<br />LaicaMarzuki: kebebasan TUN dalampenyelenggaraanpemerintahansejalandengantuntutanpelayananpublikygkiankomplek.<br />SF. Marbun: wewenangmengambiltindakangunamenyelesaikanmasalahpentingygmendesakdanbelumperaturannya.<br />
  41. 41. AktualisasiFreiesErmessen<br />Kewenanganuntukmembuatperaturanygsetingkatdengan UU tanpamemintapersetujuanparlemenlebihdulu.<br />Dasarfilosofisnya: saluspopulisupremalex (keselamatanrakyatadalahhukumygtertinggi). Contoh: Psl 22 UUD 1945: “Dalamhalikhwalkegentinganygmemaksa, PresidenberhakmenetapkanPerpu”.<br />Kewenangankarenadelegasiperundangan, untukmembuatperaturanygderajatnyalebihrendahdari UU.<br />Pasal 5 (2) UUD 1945: “Presidenmenetapkan PP untukmenjalankan UU sebagaimanamestinya”.<br /> Droit function: kekuasaanuntukmenafsirkan (baikmemperluasmaupunmempersempit) peraturanygbersifatenunsiatif / enumeratif. <br />Pasal 1 (1) Hinder Ordonantie: “laranganpendirianberbagaiobyektanpaijinpemerintah ….. dansemuabangunan lain ygdapatmenimbulkanbahaya, kerugianataugangguan”.<br />
  42. 42. “Bahaya” FreiesErmessen<br />Kewenanganbertindaksecarabebas, membukapeluangbadan/pejabat TUN melakukanperbuatanygmenyimpangdariperaturansehinggamerugikanmasyarakat.<br /> Ingatpernyataan Lord Acton: Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely.<br />Ada 3 bentukkemungkinanpenyimpanganygdilakukanpemerintah:<br />Onrechtmatigeoverheidsdaad(perbuatanpemerintahygtidaksesuaihukum).<br />Detournement de pouvoir(menyalahgunakan, melampauiwewenang; menyerobotwewenangorang lain).<br />Abus de droit(perbuatansewenang-wenang).<br />Esensiperlunya AUPB  mempertinggiperlindunganhukumbagimasyarakat.<br />
  43. 43. Asas HAN / AUPB - 1<br />KepastianHukum(Rechtszekerheid):<br />Menghendakidihormatinyahakygtelahdiperolehseseorangberdasarkankeputusanbadan/pejabat TUN. Keputusanharusmengandungkepastian & tidakakandicabutkembali, bahkansekalipunkeputusanitumengandungkekurangan<br />Contoh 1: PutusanDewan Banding Pusat (CentraleRaad van Beroep), 23 Januari 1956, ygmenyatakanbahwaKeputusanpemecatanseorang PNS tidakbolehberlakusurut.<br />Contoh 2: PutusanDewan Banding PerdagangandanIndustri, 26 Juni 1957, ygmenyatakanbahwasuatuijintidakbolehditarikkembali, walaupunkemudiandiketahuibahwaijinitumengandungkesalahan / kekeliruanygdilakukansendiriolehinstansiygmengeluarkanijintsb.<br />
  44. 44. AUPB/ABBB - 2<br />Keseimbangan(ovenwichtigheid):<br />Menghendakiproporsiygwajardalampenjatuhanhukumterhadappegawaiygmelakukankesalahan.<br />Contoh: PutusanDewan Banding Pusat, 13-11-1963, menyatakanbahwaharusadakeseimbanganantarahukumanygdijatuhkandengankelalaiankesalahanygdilakukanpegawai. Untukitu, kepadapegawaiygbersangkutandiberikankesempatanuntukmembeladiri. <br />
  45. 45. AUPB/ABBB - 3<br />Kesamaandalammengambilkeputusan(Gelijkheids):<br />Menghendaki agar dalammenghadapikasus / faktaygsama, badan / pejabat TUN dapatmengambiltindakanygsama.<br />Contoh: PutusanDewan Banding PerdagangandanIndustri, 23-11-1956, membatalkanKeputusaninstansiygmenolakuntukmemberikanijinbagisuatuperusahaan. Sebab, padawaktuituadaperaturanygmengharuskanperusahaantertentumempunyaiijin.<br />
  46. 46. AUPB/ABBB - 4<br />BertindakCermat(Zorgvuldigheids):<br />Menghendakiadministrasinegarasenantiasabertindaksecarahati-hati agar tidakmenimbulkankerugianbagimasyarakat.<br />Contoh 1: PutusanHogeRaad, 9-1-1942, memutuskanbahwaterhadapjalanygrusakatauberlubang, pemerintahwajibmemberitandaperingatansehinggadapatdiketahuiolehparapemakaijalan.<br />Contoh 2: PutusanMahkota, 14-8-1970: denganmaksudmencegahkerusakan & penyakitgigi, pemerintahmemerintahkan agar memasukkanbahanflouridekedalam air minum. Ternyata, tidaksemuaorangtahandenganbahaanini, shgmerekamenuntutdiberikesempatanygsamauntukmemperoleh air ygtidakdicampurflouride. PerintahitukemudiandinyatakanBatal.<br />
  47. 47. AUPB/ABBB - 5<br />MotivasidlmsetiapKeputusan(Motiverings):<br />Menghendaki agar keputusanbadan / pejabatadministrasinegaradidasarkanpadaalasan / motivasi yang adildanjelas.<br />Contoh 1: PutusanMahkota, 15-11-1958, membatalkanKeputusanDewan Kota ygmenolakpermohonansebuah LSM untukmengadakanusahapengumpulandanatanpadisertaidenganalasan-alasanpenolakannya.<br />Contoh 2: PutusanMahkota, 6-8-1966, membatalkanKeputusanMenteriKehakimanygmenolakpermohonanuntukmenggantinamadariseseorangtanpadisertaidenganalasan-alasanpenolakannya.<br />
  48. 48. AUPB/ABBB - 6<br />Tidakmencampuradukkankewenangan(het verboddetournement de pouvoir): <br />Menghendaki agar dalammengambilkeputusan, badan / pejabatadministrasinegaratidakmenggunakankewenangandiluarmaksudpemberianwewenangtsb. <br />Contoh: PutusanMahkota, 8-6-1965: Seseorangygtelahmemilikiijinpenggaliantanahbertengkardengansipemiliktanah. Denganalasanuntukmengakhirisengketaitu, DewanPropinsimenarikkembaliijinygtelahdiberikan. Hal iniolehMahkotadinilaisebagaidetournement de pouvoir, sebabsengketaituharusdiselesaikanmelaluiperadilanperdata.<br />
  49. 49. AUPB/ABBB - 7<br />Permainanyglayak (fair-play): <br />Menghendaki agar badan / pejabatadministrasinegaramemberikesempatanseluas-luasnyakepadamasyarakatuntukmendapatkaninformasiygbenardanadil.<br />Contoh: PutusanMahkota, 17-10-1970: SeorangpemiliktanahmengajukankeberatankepadaDewan Kota thdrencanapembangunankota, karenadikhawatirkaniatidakdapatmendirikanbangunandiatastanahnya. OlehDewan Kota, keberatantsbdianggaptidakberalasankarenatidakadalaranganmendirikanbangunan. Beberapawaktukemudiansipemiliktanahbarutahubahwarencanapembangunankotameliputilahanmiliknya. Ialangsungmelakukan banding kepadaMahkotameskipunbataswaktuygditentukantelahlewat, ygdikabulkanolehMahkota bdk. Pasal 55 PTUN.<br />
  50. 50. AUPB/ABBB - 8<br />Keadilan / Kewajaran: <br />Menghendaki agar dalammelakukantindakannya, badan/pejabatadministrasinegaratidakberlakusewenang-wenang. <br />Contoh: PutusanKroon, 29-6-1966: Permohonanseoranggadis Indonesia untukbertempattinggaldi Nederland, ditolakolehMenteriKehakimandenganalasanakanmengalamikesulitanasimilasi. KeputusaninidibatalkankarenaternyatagadistadimahirbahasaBelandadansudah lama tinggaldisana.<br />
  51. 51. AUPB/ABBB - 9<br />Menanggapipengharapanygwajar(Vertrouwensbeginsel van opgewekteverwachtingen):<br />Menghendakiagar tindakanbadan / pejabatadministrasinegaradapatmenimbulkandanataumemenuhiharapan-harapanygwajar.<br />Contoh: PutusanCentraleRaad van Beroep, 13-1-1959: Seorang PNS ygdinasluarkotadenganmenggunakanmobilpribadimemintapenggatianbiayaataspemakaianmobiltersebut. Beberapawaktukemudiandiketahuibahwahalitutidakdiperbolehkan, sehinggakantormemintakembaliuang yang telahdibayarkan. KeputusaninidibatalkanolehCentraleRaad van Beroep.<br />
  52. 52. AUPB/ABBB - 10<br />Meniadakanakibatkeputusanygbatal(undoing the consequences of annulled decision):<br />Menghendakiagar jikaterjadipembatalanataukeputusanbadan/pejabatadministrasinegara, makaakibatdarikeputusanygdibatalkanituharusdihilangkandanygbersangkutandiberigantirugi.<br />Contoh: PutusanCentraleRaad van Beroep, 20-9-1920: Seorangpegawai yang dipecat, tetapisetelahmelaluiprosespemeriksaanpengadilanternyatatidakmelakukankesalahan, iaberhakataskedudukansemulapadainstansinya, rehabilitasinamabaik, sertagantirugiygtimbulkarenapemecatannya.<br />
  53. 53. AUPB/ABBB - 11<br />Perlindunganatascarahidup(protection of way of life):<br />Menghendakiagar setiappegawainegeridiberikebebasan / hakuntukmengaturkehidupanpribadinyasesuaidenganpandanganhidupygdianutnya.<br />Contoh: PutusanCentraleRaad van Beroep, 29 Mei 1951: Seorangpegawaiygsudahkawinselingkuhdenganwanitatemansatukantor. Olehpimpinannyadiambiltindakanberupapemotongangajisetiapbulan. KeputusaninidibatalkanolehCentraleRaad van Beroepdenganalasanbahwasetiappegawaimempunyaihakuntukhidupsesuaidenganpandangan / carahidupnya.<br />
  54. 54. AUPB/ABBB - 12<br />Kebijaksanaan (Sapientia): <br />Menghendakiagar dalammelaksanakantugasnya, badan / pejabatadministrasinegaradiberikebebasanuntukmenentukankebijaksanaantanpaharusselalumenungguinstruksi. <br />Berbedadenganfreiesermessen, Pemerintahdalamsegalatindakannyaharusberpandanganluasdandapatmenghubungkantugasnyadengangejala-gejaladalammasyarakat, sertamemperhitungkandampaklingkungandarisetiaptindakanygdiputuskan.<br />
  55. 55. AUPB/ABBB Lainnya:<br />
  56. 56. Good Governance<br />Konfernas GG 2001<br />World Bank (UNDP)<br />Partisipasi<br />Penegakanhukum<br />Transparansi<br />Kesetaraan<br />Dayatanggap<br />Wawasankedepan<br />Akuntabilitas<br />Pengawasan<br />Efektivitas & Efisiensi<br />Profesionalisme<br />Partisipasi<br />AturanHukum (Rule of Law)<br />Transparansi<br />DayaTanggap<br />BerorientasiKonsensus<br />Keadilan<br />Efektivitas & Efisiensi<br />Akuntabilitas<br />BervisiStrategis<br />SalingKeterkaitan<br />
  57. 57. Framework Urgensi AUPB<br />Masyarakat<br />Birokrasi<br />(Salus Populi Suprema Lex)<br />(Fungsi Yan & Kesejahteraan)<br />Discretionary Power<br />(Kewenangan Bertindak Secara Bebas)<br />civil society<br />good governance<br />Kemungkinan Penyimpangan<br />(perbuatan melanggar hkm /onrechmatige overheidsdaad ; perbuatan menyalahgunakan wewenang / detournement de pouvoir ; perbuatan sewenang-wenang / abus de droit) <br />Upaya Perlindungan<br /><ul><li>Hukum Positif
  58. 58. Etika / Asas atau Prinsip Pemerintahan Yang Baik (GG)</li></li></ul><li>PengawasanthdPemerintah<br />HAN sebagai<br />pengawasberperan<br />membatasikekuasa-<br />an AN<br />AN sebagai<br /> “penyelenggara<br />kekuasaan” <br />dibatasioleh HAN<br />“System <br />pengawasan” terhadap tugas dan fungsi AN<br />INTERN<br />HAN berperanmenga-<br />turwewenang, tugas<br />& fungsi AN<br />Dilakukan oleh <br />DPR, BPK, BI,<br />Tim Khusus <br />Akuntan Publik<br />EXTERN<br />Proses<br />penyelesaian<br />Secarayuridis<br />HAN menjamin<br />& melindungi<br />masyarakatdari<br />tindakan AN yg<br />merugikannya<br />HAN memberi<br />kepastianhk<br />kepada AN<br />
  59. 59. PTUN (sejarah)<br /><ul><li>PadaMasaPenjajahan, tidakterdapatbadanPeradilanygsecarakhususmemeriksa & menyelesaikansengketaAdministrasi. Hal inisesuaidenganpasal 134 (1) IndischeStaatsregeling:</li></ul>PerselisihanPerdatadiputusolehHakim biasamenurutUU;<br />PemeriksaansertapenyelesaianperkaraadministrasimenjadiwewenangLembagaAdministrasiitusendiri. <br /><ul><li>Dengandemikian, sistemygberlakuadalahAdministratiefBeroep(upayaadministratif), bukanAdministratiefReachtspraak(peradilanadministrasi).</li></li></ul><li>AdministratiefBeroepvsRechtspraak<br />AdministratiefBeroep:<br />Kewenanganmemeriksadanmemutussuatuperkara / sengketaadministrasiberadapadainstansi yang secarahierarkhislebihtinggi<br /> Isikewenanganmencakupaspekrechtmatigheiddandoelmatigheid. <br /> Konsekuensinya, instansitadidapatmenggantiataumerubahkeputusan<br />AdministratiefRechtspraak:<br />Kewenanganmemeriksadanmemutussuatuperkara / sengketaadministrasiberadapadahakim<br /> Isikewenanganmencakupaspekrechtmatigheidsaja. <br />Konsekuensinya, hakim tadidapatmembatalkandanmemberihukuman, tetapitidakdapatmengganti / merubahkeputusan<br />
  60. 60. UpayaAdministratif<br />Kewenanganmemeriksa, memutus& menyelesaikansuatuperkara / sengketaadministrasiberadapada Hakim / Peradilan Tata Usaha Negara, SETELAH DITEMPUH upayaadministratif.<br />Ada 2 macamUpayaAdministratif:<br />BANDING ADMINISTRATIF, jikapenyelesaiansengketadilakukanolehinstansiatasan / instansi lain.<br />KEBERATAN, jikapenyelesaiansengketadilakukanolehinstansiygsama / ygmengeluarkan KTUN.<br />
  61. 61. AdministratiefBeroepvsRechtspraak<br />Peradilan TUN<br />AtasanPejabat / Badan TUN<br />TIDAK SELESAI ?<br />Banding vertical<br />Pejabat / Badan TUN<br />ProsedurKeberatan<br />SK<br />BAPEK, MPP/BPSP, Badan Penyelesaian Sengketa Pertanahan / Pengadaan Barang dan Jasa, Perijinan, Perburuhan, dsb.<br />Pegawai / Masyarakat<br />Banding horizontal<br />
  62. 62. PTUN (sejarah)<br />Masa UUDS 1950 adabbrpcarapenyelesaiansengketaTUN:<br /> DiserahkankepadaPengadilanPerdata.<br />DiserahkankepadaBadanygdibentuksecara Istimewa.<br />Pasal 10 UU No. 14/1970 tentangKetentuan-ketentuanPokokKekuasaanKehakiman, disebutkan: “BahwaKekuasaanKehakimandilakukanolehPengadilandalamlingkunganantara lain Peradilan Tata Usaha Negara.“<br />
  63. 63. Kompetensi PTUN<br />KewenanganRelatif: kewenanganpengadilanuntukmengadilisuatuperkarasesuaidenganwilayah / daerahhukumnya.<br />GugatandiajukankepadaPengadilandiwilayahhukumtempatkedudukanTergugat.<br />Jikatergugatlebihdari 1, dipilihtempatkedudukansalahsatuTergugat.<br />Dalamhal-haltertentusesuaidengansifatsengketaygdiaturdengan PP, gugatandapatdiajukankepadaPengadilandiwilayahhukumtempatkedudukanPenggugat.<br />KewenanganAbsolut: kewenanganpengadilanuntukmengadilisuatuperkarasesuaimenurutobyek / materi / pokoksengketa.<br />PerbuatanPemerintah yang mengeluarkanKeputusan / Beschikking, bukanPerbuatanPemerintahmengeluarkanPeraturan / Regelingataumelakukantindakan material (materieledaad).<br />
  64. 64. Pengertian2 (1)<br />Tata Usaha Negara:Administrasi Negara ygmelaksanakanfungsiuntukmenyelenggarakanurusanpemerintahbaikdiPusatmaupundi Daerah.<br /> BadanatauPejabatTUN:badan/pejabatygmelaksanakanurusanpemerintahanberdasarkanperaturanperundanganygberlaku.<br />Keputusan TUN:penetapantertulisygdikeluarkanolehBadan/PejabatTUN ygberisitindakanhukum TUN ygberdasarkanperaturanperundanganygberlaku, ygbersifatkonkret, individual dan final, ygmenimbulkanakibathukumbagiseseorang/badanhukumperdata (Pasal 1 ayat 3).<br />
  65. 65. Pengertian2(2)<br />SengketaTUN:sengketaygtimbuldalambidang TUN antaraorang/badanhukumperdatadenganbadan/pejabatTUN, baikditingkatPusatmaupundi Daerah, sbgakibatdikeluarkannyaKeputusan TUN, termasuksengketakepegawaian<br />Gugatan: permohonanygberisituntutanterhadapbadan/pejabatTUN dandiajukankePengadilanuntukmendapatkanputusan.<br /> Tergugat:badan/pejabatTUN ygmengeluarkankeputusanberdasarkanwewenangygadapadanyaatauygdilimpahkankepadanya, ygdigugatolehorang/badanhukumperdata.<br />
  66. 66. YgTermasuk KEPUTUSAN<br /> (Ps 1 ay. 3 – Ps 2 + Ps 3 – Ps 49 – Penj. Um. 1)<br />JikaPejabat/BadanTUN tidakmengeluarkankeputusansedanghalitumenjadikewajibannya, haltersebutdisamakandenganKeputusan(Pasal 3).<br />JikaPejabat / Badan TUN tidakmengeluarkankeputusan yang dimohonsedangjangkawaktu yang ditentukantelahlewat, Pejabat/BadanTUN tadidianggapmenolakmengeluarkankeputusan;<br />Dalamhaljangkawaktutidakditentukan, makasetelahlewat 4 bulansejakditerimanyapermohonan, Pejabat / Badan TUN tadidianggaptelahmengeluarkankeputusan.<br />
  67. 67. YgTIDAKtermasukKeputusan<br />KTUN ygmerupakanperbuatanHukumPerdata, merupakanpengaturanygbersifatumum, masihmemerlukanpersetujuan, ygdikeluarkanberdasarketentuan KUH Perdata/ Pidana, ygdikeluarkanatashasilpemeriksaanBadanperadilan, mengenaiTata Usaha ABRI, KeputusanPanitiaPemilihanUmum (Pasal 2).<br />KTUN berdasarkanperaturanperundanganygdikeluarkan:<br /><ul><li>Dalamwaktuperang, keadaanbahaya, keadaanbencanaalamataukeadaanluarbiasa yang membahayakan.
  68. 68. Dalamkeadaanmendesakuntukkepentinganumum (Pasal 49).</li></ul>SengketaadministrasidilingkunganTNI dandalamsoal-soalmiliterygmenurut UU No 16/1953 & UU No 19/1958, diperiksa, diputus& diselesaikanolehPengadilan Tata Usaha Militer (PenjelasanUmumangka 1).<br />
  69. 69. Gugatan - 1<br />DapatdiajukanjikaKeputusan TUN MERUGIKAN KEPENTINGAN seseorang / badanhukumtertentuygbersifatLANGSUNG TERKENA, tidakterselubungdibalikkepentinganorang lain. <br />HarusdiajukansecaraTERTULIS, berisi:<br />Nama, kewarganegaraan, tempattinggaldanpekerjaanpenggugat / kuasanya.<br />Nama, jabatandandomisilitergugat.<br />Isigugatan.<br />Dasar / alasanmenggugat.<br />Isigugatan: <br />TuntutanuntukmenyatakanBATALatauTIDAK SAH.<br />DenganatautanpadisertaituntutanGANTI RUGIdan / atauREHABILITASI.<br />
  70. 70. Gugatan - 2<br />Dasar / alasanmenggugat:<br />Keputusan TUN BERTENTANGANdenganperaturanperundangan, baiksecaraprosedural / formal maupunsecaramaterial / substansial. <br />Badanataupejabat TUN TIDAK BERWENANGmengeluarkankeputusan, baiksecaramateriale, temporis, maupunloci. <br />Badanataupejabat TUN menggunakanwewenangnyaUNTUK TUJUAN LAINdarimaksuddiberikannyawewenangtersebut. Artinya, telahterjadipenyalahgunaanwewenang. <br />Badanataupejabat TUN seharusnyaTIDAK SAMPAI KEPADA PENGAMBILAN KEPUTUSANtsb. Artinya, Badan / Pejabat TUN berbuatsewenang-wenang. <br />
  71. 71. TenggangWaktuGugatan<br />Setelahtenggangwaktulewat, makakeputusan TUN akanmemilikikepastianhukum.<br />Batas tanggalpengesahan / pengundanganbiasanyadijadikantitiktolakperhitungan.<br />Pasal 55 UU PTUN: gugatandapatdiajukanhanyadalamtenggangwaktu90 hariterhitungsejaksaatditerimanyaataudiumumkanyakeputusanBadanatauPejabatTUN. IniberartiygdipakaiadalahTeoriPenerimaan / Ontvangtstheorie dihitungsejakhariditerimanyakeputusanatausepatutnyadianggaptelahmenerima.<br />Teori lain: Pengiriman (Verzendtheorie)  dihitungsejakharidisampaikannyakeputusankepadaybs. Patokannyaadalahstempelpos.<br />
  72. 72. AsasPradugaRechtmatig<br />Setiaptindakan& keputusanBadan/PejabatTUN harusdiangaprechtmatig(menuruthukum),selamabelumdibuktikansebaliknya (het vermoedenvan rechtmatigheid = praesumptioniustaecausa).<br />GugatanTidakMenundaPelaksanaanKeputusan(pasal67 ayat 1).<br />Penundaandapatdiajukanjikamemenuhisyarat:<br />Terdapatkeadaan yang sangatmendesak, yaitujikakerugianygakandideritapenggugattidakseimbangdenganmanfaatbagikepentinganygditimbulkan.<br />Pelaksanaan KTUNtidakadasangkutpautnyadengankepentinganumum.<br />
  73. 73. Terimakasih<br />SemogaBermanfaat …<br />Tri Widodo W. Utomo<br />http://pkmk-lanri.org/; http://triwidodowutomo.blogspot.com/<br />http://www.slideshare.net/triwidodowutomo/<br />triwidodowu@yahoo.com <br />
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×