Your SlideShare is downloading. ×
Return dan Risiko Aset Tunggal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Return dan Risiko Aset Tunggal

6,590
views

Published on

Return dan Risiko Aset Tunggal

Return dan Risiko Aset Tunggal

Published in: Education

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,590
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
250
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Return dan Risiko Aset Tunggal Lecture Note: Trisnadi Wijaya, S.E., S.KomAnalisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 1MDP]
  • 2. Return dan Risiko Aset Tunggal RETURNAnalisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 2MDP]
  • 3. Return• Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya.• Return investasi terdiri dari dua komponen utama, yaitu: 1. Yield, komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi. 2. Capital gain (loss), komponen return yang merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga (bisa saham maupun surat hutang jangka panjang), yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor.Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 3MDP]
  • 4. Return• Return total investasi dapat dihitung sebagai berikut:• Return = Capital Gain (Loss) + YieldAnalisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 4MDP]
  • 5. ReturnCapital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasisekarang relatif dengan harga periode yang lalu. Pt  Pt 1 Capital Gain (Loss)  Pt 1 Keterangan: Pt = Harga investasi sekarang Pt-1 = Harga investasi periode lalu Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 5 MDP]
  • 6. ReturnReturn total dapat juga dinyatakan sebagai berikut ini. Pt  Pt 1 Return   Yield Pt 1Untuk saham biasa yang membayar dividen periodik sebesarDt, maka return total dapat dinyatakan sebagai: Pt  Pt 1  D t Return  Pt 1 Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 6 MDP]
  • 7. Return: Contoh• Contoh return saham ABCD yang membayar dividen. Periode Harga Saham (Pt) Dividen (Dt) Return (Rt) 2004 1.750 100 - 2005 1.755 100 0,060 2006 1.790 100 0,077 2007 1.810 150 0,095 2008 2.010 150 0,193 2009 1.905 200 0,047 2010 1.920 200 0,113 2011 1.935 200 0,112Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 7MDP]
  • 8. Relatif Return• Return total dapat bernilai negatif atau positif.• Dalam beberapa kasus perhitungan kadangkala dibutuhkan suatu return yang harus bernilai positif.• Relatif return (return relative) dapat digunakan dengan menambahkan nilai 1 terhadap nilai return total sebagai berikut: Return Relatif  Return Total  1Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 8MDP]
  • 9. Jenis-Jenis Return1. Return Realisasi (Realized Return)  Return yang telah terjadi (return aktual) yang dihitung berdasarkan data historis (ex post data). Return historis ini berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasi (expected return) dan risiko di masa datang (conditioning expected return).2. Return yang Diharapkan (Expected Return)  Return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang. Berbeda dengan return realisasi yang bersifat sudah terjadi (ex post data), return yang diharapkan merupakan hasil estimasi sehingga sifatnya belum terjadi (ex ante data).Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 9MDP]
  • 10. Jenis-Jenis Return3. Return yang Dipersyaratkan (Required Return)  Return yang diperoleh secara historis yang merupakan tingkat return minimal yang dikehendaki oleh investor atas preferensi subyektif investor terhadap risiko.Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 10MDP]
  • 11. Pendekatan Probabilitas Mengestimasi Return Ekspektasi • Untuk mengestimasi return sekuritas sebagai aset tunggal (stand-alone risk), investor harus memperhitungkan setiap kemungkinan terwujudnya tingkat return tertentu, atau yang lebih dikenal dengan probabilitas kejadian. • Secara matematis, return yang diharapkan dapat ditulis sebagai berikut: E(R i )   p j  R ij  n j1 Keterangan: E(Ri) = Return ekspektasi sekuritas ke-i Rij = Return ke-j untuk sekuritas ke-i pj = Probabilitas kejadian return ke-j untuk sekuritas ke-i n = Banyaknya return yang mungkin terjadi Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 11 MDP]
  • 12. Pendekatan Probabilitas Mengestimasi Return Ekspektasi: Contoh • Sekuritas ABCD memiliki skenario kondisi ekonomi seperti dalam tabel di bawah ini: Distribusi probabilitas sekuritas ABCD Kondisi Ekonomi Probabilitas Return Ekonomi kuat 0,3 0,2 Ekonomi sedang 0,4 0,15 Resesi 0,3 0,1 Penghitungan return yang diharapkan dari sekuritas ABCD tersebut bisa dihitung dengan rumus sebelumnya, seperti berikut ini: E(Ri) = [(0,3) (0,2)] + [(0,4) (0,15)] + [(0,3) (0,1)] = 0,15 Jadi, return yang diharapkan dari sekuritas ABC adalah 0,15 atau 15%. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 12 MDP]
  • 13. Pendekatan Non Probabilitas Mengestimasi Return Ekspektasi • Estimasi return yang diharapkan bisa dilakukan dengan perhitungan rata-rata return baik secara aritmatik (arithmetic mean) dan rata-rata geometrik (geometric mean). • Dua metode yang dapat dipakai adalah: 1. Rata-rata aritmatik (arithmetic mean)  Arithmetic mean lebih baik dipakai untuk menghitung nilai rata- rata aliran return yang tidak bersifat kumulatif 2. Rata-rata geometrik (geometric mean)  Geometric mean sebaiknya dipakai untuk menghitung tingkat perubahan aliran return pada periode yang bersifat serial dan kumulatif (misalnya 5 atau 10 tahun berturut turut). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 13 MDP]
  • 14. Pendekatan Non Probabilitas Mengestimasi Return Ekspektasi • Kedua metode tersebut dapat digunakan untuk menghitung suatu rangkaian aliran return dalam suatu periode tertentu, misalnya return suatu aset selama 5 atau 10 tahun. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 14 MDP]
  • 15. Pendekatan Non Probabilitas Mengestimasi Return Ekspektasi: Contoh • Sekuritas ABCD selama 5 tahun memberikan return berturut-turut sebagai berikut: Tahun Return (%) Return Relatif (1 + return) 1995 15,25 1,1525 1996 20,35 1,2035 1997 -17,5 0,825 1998 -10,75 0,8925 1999 15,4 1,154Return ekspektasi berdasarkan metode arithmetic Return ekspektasi berdasarkan metode geometricmean: mean: 15,25  20,35 - 17,5 - 10,75  15,4 E(R i )  5 1,1525  1,2035  0,825  0,8925  1,154  1 E(R i )  5  5 1,1786  1  1,0334  1 22,75  0,0334  3,34%   4,55% 5 Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 15 MDP]
  • 16. Metoda Rata-Rata Aritmatik vs Rata- Rata Geometrik• Metode arithmetic mean kadangkala bisa menyesatkan terutama jika pola distribusi return selama suatu periode mengalami prosentase perubahan yang sangat fluktuatif. Sedangkan metode geometric mean, yang bisa mengambarkan secara lebih akurat “nilai rata- rata yang sebenarnya” dari suatu distribusi return selama suatu periode tertentu.• Hasil perhitungan return dengan metode geometric mean lebih kecil dari hasil perhitungan metode arithmetic mean.Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 16MDP]
  • 17. Metoda Rata-Rata Aritmatik vs Rata- Rata Geometrik• Penghitungan tingkat perubahan aliran return pada periode yang bersifat serial dan kumulatif sebaiknya mengunakan metode geometric mean. Sedangkan arithmetic mean, akan lebih baik dipakai untuk menghitung nilai rata-rata aliran return yang tidak bersifat kumulatif.Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 17MDP]
  • 18. Return dan Risiko Aset Tunggal RISIKOAnalisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 18MDP]
  • 19. Risiko• Risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima dengan return yang diharapkan. Semakin besar kemungkinan perbedaannya, berarti semakin besar risiko investasi tersebut.• Beberapa sumber risiko yang mempengaruhi risiko investasi:1. risiko suku bunga, 5. risiko finansial,2. risiko pasar, 6. risiko likuiditas,3. risiko inflasi, 7. risiko nilai tukar mata uang,4. risiko bisnis, 8. risiko negara (country risk)Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 19MDP]
  • 20. Risiko Sistematis dan Risiko Tidak Sistematis1. Risiko sistematis atau risiko pasar, yaitu risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan. Beberapa penulis menyebut sebagai risiko umum (general risk), sebagai risiko yang tidak dapat didiversifikasi.2. Risiko tidak sistematis atau risiko spesifik (risiko perusahaan), adalah risiko yang tidak terkait dengan perubahan pasar secara keseluruhan. Risiko perusahaan lebih terkait pada perubahan kondisi mikro perusahaan penerbit sekuritas. Risiko perusahaan bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi aset dalam suatu portofolio.Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 20MDP]
  • 21. Estimasi Risiko• Besaran risiko investasi diukur dari besaran deviasi standar dari return yang diharapkan.• Deviasi standar merupakan akar kuadrat dari varians, yang yang menunjukkan seberapa besar penyebaran variabel random di antara rata-ratanya; semakin besar penyebarannya, semakin besar varians atau deviasi standar investasi tersebut.Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 21MDP]
  • 22. Pendekatan Probabilitas Estimasi Risiko • Rumus varians dan deviasi standar: n Varians Return  σ i2   (Pj ){R ij  E(R i )}2 j1 n Deviasi Standar  σ   (Pj ){R ij  E(R i )}2 j1 Keterangan: E(Ri) = Return ekspektasi sekuritas ke-i Rij = Return ke-j untuk sekuritas ke-i pj = Probabilitas kejadian return ke-j untuk sekuritas ke-i n = Banyaknya return yang mungkin terjadi Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 22 MDP]
  • 23. Pendekatan Non Probabilitas Estimasi Risiko • Rumus varians dan deviasi standar untuk n < 30: n  (Pj ){R ij  E(R i )}2 j1 Varians Return  σ  2 i n -1 n  (Pj ){R ij  E(R i )}2 j1 Deviasi Standar  σ  n -1 Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 23 MDP]
  • 24. Pendekatan Non Probabilitas Estimasi Risiko • Rumus varians dan deviasi standar untuk n ≥ 30: n  (Pj ){R ij  E(R i )}2 j1 Varians Return  σ  2 i n n  (Pj ){R ij  E(R i )}2 j1 Deviasi Standar  σ  n Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 24 MDP]
  • 25. Pendekatan Probabilitas Estimasi Risiko: Contoh 1 • Berikut ini adalah data return saham WXYZ: (1) (2) (3) = (1) x (2) (4) = (2)-E(Ri) (5) = (4)2 (6) = (1) x (5) Probabilitas (pj) Return (Rij) (pj) x (Rij) Rij – E(Ri) [(Rij – E(Ri)]2 pj(Rij – E(Ri)]2 0,2 0,07 0,014 -0,01 0,0001 0,00002 0,2 0,01 0,002 -0,07 0,0049 0,00098 0,3 0,08 0,024 0 0 0 0,1 0,1 0,01 0,02 0,0004 0,00004 0,2 0,15 0,03 0,07 0,0049 0,00098 1,0 E(Ri) = 0,08 Varians = 2 = 0,00202 𝐃𝐞𝐯𝐢𝐚𝐬𝐢 𝐬𝐭𝐚𝐧𝐝𝐚𝐫 = 𝛔 = 𝛔𝟐 = 𝟎, 𝟎𝟎𝟐𝟎𝟐 = 𝟎, 𝟎𝟒𝟒𝟗 = 𝟒, 𝟒𝟗% Dalam pengukuran risiko sekuritas kita juga perlu menghitung risiko relatif sekuritas tersebut. Risiko relatif ini menunjukkan risiko per unit return yang diharapkan. Ukuran risiko relatif yang bisa dipakai adalah koefisien variasi. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 25 MDP]
  • 26. Estimasi Risiko: Contoh 1 standar deviasi return Koefisien variasi  return yang diharapkan 0,0449   0,56125 0,08Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 26MDP]
  • 27. Estimasi Risiko: Contoh 2• Berikut ini adalah data return saham KLMN: Periode Return (Rij) Rij – E(Ri) [Rij – E(Ri)]2 2007 0,07 -0,012 0,000144 2008 0,01 -0,072 0,005184 2009 0,08 -0,002 0,000004 2010 0,10 0,018 0,000324 2011 0,15 0,068 0,004624 Total 0,41 0,01028 𝟎, 𝟒𝟏 𝟎, 𝟎𝟏𝟎𝟐𝟖 𝐄 𝐑𝐢 = = 𝟎, 𝟎𝟖𝟐 𝛔𝟐 = = 𝟎, 𝟎𝟎𝟐𝟓𝟕 𝟓 𝟓− 𝟏Analisis Investasi danManajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 27MDP]
  • 28. Estimasi Risiko: Contoh 2Deviasi standar  σ  σ 2  0,00257  0,0507  5,07% 0,0507Koefisien variasi   0,61829 0,082 Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio [STIE Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom 28 MDP]