Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan

on

  • 9,035 views

Makalah tentang Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan

Makalah tentang Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan

Statistics

Views

Total Views
9,035
Slideshare-icon Views on SlideShare
9,035
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
162
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan Document Transcript

    • 1TUGAS MAKALAHMANAJEMEN KEUANGANDosen : H. Isnurhadi, SE, MBA, Ph.DDisusun Oleh:Ketua Kelompok: Trisnadi Wijaya (NIM. 01122503012)Anggota Kelompok:1. Megawati (NIM. 01122503011)2. Irawan Perwanda Rofiq (NIM. 01122503010)3. Yudi Tusri (NIM. 01122503017)ILMU MANAJEMENPASCA SARJANA UNIVERSITAS SRIWIJAYA2013
    • 2BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang MasalahStruktur modal merupakan perimbangan jumlah utang jangka pendek yang bersifatpermanen, utang jangka panjang, saham preferen, dan saham biasa. Keputusan struktur modalberkaitan dengan pemilihan sumber dana, baik yang berasal dari dalam maupun yang dari luar,sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari labaditahan dan depresiasi. Dana yang diperoleh dari sumber eksternal adalah berasal dari parakreditur dan pemilik perusahaan. Pemenuhan kebutuhan dana yang berasal dari krediturmerupakan utang bagi perusahaan. Dana yang diperoleh dari pemilik merupakan modal sendiri.Penambahan utang akan memperbesar risiko perusahaan, tetapi sekaligus jugamemperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko yang makin tinggi akibatmembesarnya hutang cenderung menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya tingkatpengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut.Debt to equity ratio digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan hutang terhadap totalshareholder’s equity yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi DER menunjukkan tingginyaketergantungan permodalan perusahaan terhadap pihak luar sehingga beban perusahaan jugasemakin berat. Tingginya DER selanjutnya akan mempengaruhi minat investor terhadap sahamperusahaan tertentu, karena investor pasti lebih tertarik pada saham yang tidak menanggungterlalu banyak beban hutang.Salah satu sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diamati dalam penelitian ini adalahsektor Aneka Industri. Berdasarkan IDX Statistics tahun 2012, sektor ini memperoleh gaintertinggi dalam satu hari dan satu minggu, namun juga memperoleh loss tertinggi dalam satu haribila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya, seperti terlihat pada Tabel 1. Gain dan losstertinggi yang diperoleh dalam satu hari tersebut dipengaruhi oleh nilai perusahaan-perusahaanyang ada di dalam sektor Aneka Industri.
    • 3Tabel 1. Indeks Sektoral Periode Tahun 2012Sumber: IDX Statistics 2012, diakses 21 Mei 2013Untuk itu, penelitian ini akan berfokus pada salah satu sub sektor yang ada di dalamsektor Aneka Industri, yaitu sub sektor Otomotif & Komponen. Sub sektor ini merupakan subsektor dengan nilai kapitalisasi pasar yang tertinggi (95,67%) dibandingkan dengan sub sektor-sub sektor lainnya yang berada di dalam sektor Aneka Industri seperti terlihat pada Tabel 2sehingga dapat mewakili sektor Aneka Industri secara populasi.Tabel 2. Ringkasan Perdagangan Sektor Aneka IndustriSumber: IDX Statistics 2012, diakses 21 Mei 20131.2. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang akan ditelitidalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaansub sektor Otomotif dan Komponen?”
    • 41.3. Tujuan PenelitianTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh struktur modalterhadap nilai perusahaan sub sektor Otomotif dan Komponen.1.4. Manfaat PenelitianHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupunsecara praktis.a. Manfaat TeoritisPenelitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan mengenaipengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Otomotif danKomponen di Bursa Efek Indonesia.b. Manfaat PraktisPenelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat praktis bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil penelitian ini, di antaranya:1. Bagi InvestorInvestor dapat mengambil keputusan investasi yang lebih baik setelah merekamengetahui informasi mengenai struktur modal yang dapat mempengaruhi nilaiperusahaan di Bursa Efek Indonesia.2. Bagi Peneliti LainPenelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi peneliti lainnyauntuk melakukan penelitian mengenai struktur modal yang dapat mempengaruhinilai perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
    • 5BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. Teori Struktur ModalPengambilan keputusan finansial oleh manajer perusahaan pada prinsipnya terdiri daridua aspek utama, yaitu keputusan yang berkaitan dengan pengalokasian dana (fund allocation)dan keputusan yang berkaitan dengan pencarian dana (fund raising) yang tercatat dalam laporankeuangan perusahaan. Pengalokasian dana erat kaitannya dengan pemilihan asset yang akandikelola perusahaan, sedangkan pencarian dana terkait dengan kebijakan penentuan strukturmodal (capital structure). Secara umum, tujuan dari pengelolaan struktur modal tersebut adalahuntuk mendapatkan tingkat cost of capital yang rendah dan terciptanya value perusahaan yangmaksimal.Teori struktur modal (capital structure) berusaha menjelaskan dampak dari perubahankomposisi modal terhadap value perusahaan. Struktur modal dapat diartika sebagai proporsipendanaan jangka panjang dari hutang, saham preferen, dan ekuitas saham biasa. Teori-teoristruktur modal modern terdiri dari: (Brigham dan Houston, 2006: 33-41)a. Modigliani-Miller (MM) Theory Teori MM tanpa pajakTeori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller (teoriMM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilaiperusahaan. MM mengajukan beberapa asumsi untuk membangun teori mereka, yaitu:a. Tidak terdapat agency cost.b. Tidak ada pajak.c. Investor dapat berhutang dengan tingkat suku bunga yang sama dengan perusahaand. Investor mempunyai informasi yang sama, seperti manajemen mengenai prospekperusahaan di masa depane. Tidak ada biaya kebangkrutan
    • 6f. Earning Before Interest and Taxes (EBIT) tidak dipengaruhi oleh penggunaan darihutang.g. Para investor adalah price-takers.h. Jika terjadi kebangkrutan, maka aset dapat dijual pada harga pasar (market value).Dengan asumsi-asumsi tersebut, MM mengajukan dua preposisi yang dikenal sebagaipreposisi MM tanpa pajak, yaitu:Preposisi I: Nilai dari perusahaan yang berhutang sama dengan nilai dari perusahaanyang tidak berhutang. Implikasi dari preposisi I ini adalah struktur modal dari suatu perusahaantidak relevan, perubahan struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan dan weightedaverage cost of capital (WACC) perusahaan akan tetap sama tidak dipengaruhi oleh bagaimanaperusahaan memadukan hutang dan modal untuk membiayai perusahaan.Preposisi II: Biaya modal saham akan meningkat apabila perusahaan melakukan ataumencari pinjaman dari pihak luar. Risk of the equity bergantung pada risiko dari operasionalperusahaan (business risk) dan tingkat hutang perusahaan (financial risk). Teori MM dengan pajakTeori MM tanpa pajak dianggap tidak realistis kemudian MM memasukkan faktor pajakke dalam teorinya. Pajak dibayarkan kepada pemerintah, yang berarti merupakan aliran kaskeluar. Hutang bisa digunakan untuk menghemat pajak, karena bunga bisa dipakai sebagaipengurang pajak.Dalam teori MM dengan pajak ini terdapat dua preposisi, yaitu:Preposisi I: Nilai dari perusahaan yang berhutang sama dengan nilai dari perusahaanyang tidak berhutang ditambah dengan penghematan pajak karena bunga hutang. Implikasi daripreposisi I ini adalah pembiayaan dengan hutang sangat menguntungkan dan MM menyatakanbahwa struktur modal optimal perusahaan adalah seratus persen hutang.Preposisi II: Biaya modal saham akan meningkat dengan semakin meningkatnya hutang,tetapi penghematan pajak akan lebih besar dibandingkan dengan penurunan nilai karenakenaikan biaya modal saham. Implikasi dari preposisi II ini adalah penggunaan hutang yang
    • 7semakin banyak akan meningkatkan biaya modal saham. Menggunakan hutang yang lebihbanyak, berarti menggunakan modal yang lebih murah (biaya modal hutang lebih kecildibandingkan dengan biaya modal saham), sehingga akan menurunkan biaya modal rata-ratatertimbangnya (meski biaya modal saham meningkat).Teori MM tersebut sangat kontroversial. Implikasi teori tersebut adalah perusahaansebaiknya menggunakan hutang sebanyak-banyaknya. Dalam praktiknya, tidak ada perusahaanyang mempunyai hutang sebesar itu, karena semakin tinggi tingkat hutang suatu perusahaan,akan semakin tinggi juga kemungkinan kebangkrutannya. Inilah yang melatarbelakangi teoriMM mengatakan agar perusahaan menggunakan hutang sebanyak-banyaknya, karena MMmengabaikan biaya kebangkrutan.b. Trade-off TheoryMenurut trade-off theory, perusahaan akan berhutang sampai pada tingkat hutangtertentu, di mana penghematan pajak (tax shields) dari tambahan hutang sama dengan biayakesulitan keuangan (financial distress). Biaya kesulitan keuangan (financial distress) adalahbiaya kebangkrutan (bankruptcy costs) atau reorganization, dan biaya keagenan (agency costs)yang meningkat akibat dari turunnya kredibilitas suatu perusahaan. Trade-off theory dalammenentukan struktur modal yang optimal memasukkan beberapa faktor antara lain pajak, biayakeagenan (agency costs) dan biaya kesulitan keuangan (financial distress), tetapi tetapmempertahankan asumsi efisiensi pasar dan symmetric information sebagai imbangan danmanfaat penggunaan hutang. Tingkat hutang yang optimal tercapai ketika penghematan pajak(tax shields) mencapai jumlah yang maksimal terhadap biaya kesulitan keuangan (costs offinancial distress). Trade-off theory mempunyai implikasi bahwa manajer akan berpikir dalamkerangka trade-off antara penghematan pajak dan biaya kesulitan keuangan dalam penentuanstruktur modal. Perusahaan-perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi tentu akanberusaha mengurangi pajaknya dengan cara meningkatkan rasio hutangnya, sehingga tambahanhutang tersebut akan mengurangi pajak.
    • 8c. Pecking Order TheoryPecking order theory menyatakan bahwa perusahaan dengan tingkat profitabilitas yangtinggi justru tingkat hutangnya rendah, dikarenakan perusahaan yang profitabilitasnya tinggimemiliki sumber dana internal yang berlimpah. Menurut pecking order theory terdapat skenariourutan (hierarki) dalam memilih sumber pendanaan, yaitu :a. Perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sumber dana dari dalam ataupendanaan internal daripada pendanaan eksternal. Dana internal tersebut diperolehdari laba ditahan yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan.b. Jika pendanaan eksternal diperlukan, maka perusahaan akan memilih pertama kalimulai dari sekuritas yang paling aman, yaitu hutang yang paling rendah risikonya,turun ke hutang yang lebih berisiko, sekuritas hybrid seperti obligasi konversi, sahampreferen, dan yang terakhir saham biasa.c. Terdapat kebijakan deviden yang konstan, yaitu perusahaan akan menetapkan jumlahpembayaran dividen yang konstan, tidak terpengaruh seberapa besarnya perusahaantersebut untung atau rugi.d. Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan kas karena adanya kebijakan dividenyang konstan dan fluktuasi dari tingkat keuntungan, serta kesempatan investasi, makaperusahaan akan mengambil portofolio investasi yang lancar tersedia.Pecking order theory tidak mengindikasikan target struktur modal. Manajer keuangantidak memperhitungkan tingkat hutang yang optimal. Kebutuhan dana ditentukan oleh kebutuhaninvestasi. Pecking order theory ini dapat menjelaskan mengapa perusahaan yang mempunyaitingkat keuntungan yang tinggi justru mempunyai tingkat hutang yang kecil.2.2. Kerangka PikirBerdasarkan uraian latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan tinjauanpustaka, maka dapat disusun model penelitian seperti Gambar 1.
    • 9Gambar 1. Model Penelitian2.3. HipotesisBerdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan landasan teori, maka dapatdirumuskan hipotesis sebagai berikut:Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal terhadap nilaiperusahaan sub sektor Otomotif dan Komponen.Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur modal terhadap nilaiperusahaan sub sektor Otomotif dan Komponen.
    • 10BAB IIIMETODE PENELITIAN3.1. Populasi dan SampelPopulasi adalah seluruh kumpulan elemen yang menunjukkan ciri-ciri tertentu yan dapatdigunakan untuk membuat kesimpulan. (Sanusi, 2013:87) Populasi penelitian ini adalah semuaemiten yang termasuk ke dalam sektor Aneka Industri di Bursa Efek Indonesia. Sedangkansampel yang diambil adalah semua emiten yang termasuk ke dalam sub sektor Otomotif danKomponen dari sektor Aneka Industri.Daftar emiten-emiten yang termasuk ke dalam sub sektor Otomotif & Komponen dapatdilihat pada Tabel 3.Tabel 3. Daftar Emiten Sub Sektor Otomotif & KomponenNo. Kode Saham Nama Emiten1 ASII Astra International Tbk2 AUTO Astra Otoparts Tbk3 BRAM Indo Kordsa Tbk4 GDYR Goodyear Indonesia Tbk5 GJTL Gajah Tunggal Tbk6 IMAS Indomobil Sukses Internasional Tbk7 INDS Indospring Tbk8 LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk9 MASA Multistrada Arah Sarana Tbk10 NIPS Nipress Tbk11 PRAS Prima Alloy Steel Universal Tbk12 SMSM Selamat Sempurna TbkSumber: www.sahamok.com (http://sahamok.com/emiten/sektor-aneka-industri/sub-sektor-otomotif-komponen/), diakses 21 Mei 20133.2. Jenis dan Sumber DataData yang digunakan pada penelitian ini berupa data kuantitatif dan data sekunder. Datakuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). (Kuncoro, 2009:145)Sedangkan data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan oleh seseorang dan bukanpeneliti yang melakukan studi mutakhir. Data tersebut bisa merupakan internal atau eksternal
    • 11organisasi dan diakses melalui internet, penelusuran dokumen, atau publikasi informasi.(Sekaran, 2006:65) Sumber-sumber data pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.Tabel 4. Sumber-Sumber Data PenelitianNo. Variabel Sumber Data1 Struktur Modal www.idx.co.id2 Kapitalisasi Pasar www.sahamok.comNilai kapitalisasi pasar dari perusahaan-perusahaan yang termasuk ke dalam sub sektorOtomotif & Komponen berdasarkan harga penutupan akhir tahun tanggal 28 Desember 2012dapat dilihat pada Tabel 5.Tabel 5. Nilai Kapitalisasi PasarNo. Kode Saham Saham Beredar(Lembar)Harga Penutupan(Rp)Kapitalisasi(Rp)1 ASII 40.483.553.140 7.600 307.675.003.864.0002 AUTO 3.855.786.400 3.700 14.266.409.680.0003 BRAM 450.000.000 3.000 1.350.000.000.0004 GDYR 41.000.000 12.300 504.300.000.0005 GJTL 3.484.800.000 2.225 7.753.680.000.0006 IMAS 2.765.278.412 5.300 14.655.975.583.6007 INDS 315.000.000 4.200 1.323.000.000.0008 LPIN 21.250.000 7.650 162.562.500.0009 MASA 9.182.946.945 450 4.132.326.125.25010 NIPS 20.000.000 4.100 82.000.000.00011 PRAS 588.000.000 255 149.940.000.00012 SMSM 1.439.668.860 2.525 3.635.163.871.500Sumber: www.sahamok.com (http://sahamok.com/emiten/kapitalisasi-pasar/kapitalisasi-pasar-2012/), diakses 21 Mei 2013Struktur modal pada periode tahun 2012 dari perusahaan-perusahaan yang termasuk kedalam sub sektor Otomotif & Komponen dapat dilihat pada Tabel 6.Tabel 6. Struktur ModalNo. Kode Saham Total Liabilities(Jutaan Rp)Total Equity(Jutaan Rp)DER (X)1 ASII 92.460.000 89.814.000 1,032 AUTO 3.396.543 5.485.099 0,623 BRAM 653.229 1.567.244 0,424 GDYR 681.156 496.402 1,375 GJTL 7.189.923 5.076.318 1,426 IMAS 11.658.780 5.461.491 2,137 INDS 539.519 1.105.450 0,498 LPIN 36.716 132.126 0,289 MASA 2.705.570 3.258.870 0,83
    • 1210 NIPS 283.843 181.811 1,5611 PRAS 277.600 241.610 1,1512 SMSM 620.809 797.294 0,78Sumber: Ringkasan Kinerja Perusahaan Tercatat (http://www.idx.co.id/id-id/beranda/publikasi/ringkasankinerjaperusahaantercatat.aspx), diakses 21 Mei 20133.3. Metode Pengumpulan DataMetode pengumpulan yang tepat untuk penelitian ini di mana sumber data yangdigunakan sepenuhnya merupakan data sekunder adalah teknik dokumentasi. Menurut Sanusi(2013:114) cara dokumentasi biasanya dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder dariberbagai sumber, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Data yang diperoleh masih sangatmentah karena informasinya tercerai-berai sehingga harus diatur sistematika data tersebut danmeminta informasi lebih lanjut kepada pengumpul data pertama.3.4. Teknik Analisis DataPenelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi linier sederhana untukmenyatakan hubungan kausalitas antara dua variabel, yaitu variabel dependen harga saham danvariabel independen DER, dan memperkirakan nilai variabel terikat berdasarkan nilai variabelbebas.Bentuk umum dari persamaan regresi dinyatakan dalam persamaan matematika, yaitu:(Sanusi, 2013:132)bXaYˆ di manaYˆ = Nilai prediksi dari variabel Y berdasarkan nilai variabel Xa = Titik potong Y; merupakan nilai bagi Y ketika X = 0b = Kemiringan (slope)X = Nilai variabel X yang dipilih
    • 13BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN4.1. Hasil PenelitianNilai perusahaan dinyatakan dalam harga sahamnya di bursa efek sehingga harga sahamperusahaan-perusahaan yang termasuk ke dalam sub sektor Otomotif & Komponen menjadivariabel dependen (Y) sedangkan DER menjadi variabel independen (X). Hasil perhitunganregresi linier sederhana dengan menggunakan program Eviews 7 dapat dilihat pada Tabel 7.Tabel 7. Analisis Regresi Linier SederhanaSumber: Hasil pengolahan data, 2013Dengan demikian, persamaan regresinya dapat dituliskan sebagai berikut:Y = a + bXY = 3,431091 + 0,041082X
    • 14Di mana Y (variabel dependen) adalah Nilai Perusahaan yang diukur dari nilai logaritmaharga saham di bursa efek sedangkan X (variabel independen) adalah Rasio Utang TerhadapEkuitas (DER).Berdasarkan Tabel 7 di atas terlihat bahwa probabilitas signifikansi (p-value) untuk DER0,8883 > 0,05 sehingga dapat menerima hipotesis null yang menyatakan bahwa tidak terdapatpengaruh yang signifikan antara struktur modal terhadap nilai perusahaan sub sektor Otomotifdan Komponen.Hasil perhitungan korelasi Product Moment dapat dilihat seperti pada Tabel 8.Tabel 8. Korelasi Product MomentBerdasarkan Tabel 8 di atas terlihat bahwa struktur modal atau DER perusahaan-perusahaan yang termasuk ke dalam sub sektor Otomotif & Komponen memiliki korelasi positifyang sangat lemah hanya sebesar 0,045502.4.2. PembahasanDengan tidak ditemukannya pengaruh atau korelasi antara struktur modal terhadap nilaiperusahaan terwujud dari harga sahamnya di bursa efek, maka sesuai dengan teori MM tanpapajak yang menyatakan bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilaiperusahaan. Dengan kata lain, manajer keuangan tidak dapat meningkatkan nilai perusahaandengan merubah proporsi debt dan equity yang digunakan untuk membiayai perusahaan.Seberapa pun besar proporsi utang dan ekuitas dalam struktur modal perusahaan emiten, makahal itu tidak akan mempengaruhi permintaan dan penawaran sahamnya di bursa efek. Parainvestor mempertimbangkan banyak aspek selain struktur modal perusahaan emiten ketikamereka akan mengambil keputusan investasi.
    • 15BAB VKESIMPULAN DAN SARAN5.1. KesimpulanBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwastruktur modal perusahaan sub sektor Otomotif & Komponen tidak mempengaruhi nilaiperusahaan secara signifikan.5.2. SaranBeberapa saran yang peneliti dapat sampaikan untuk berbagai pihak yang menggunakanhasil penelitian ini antara lain:1. Dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antarastruktur modal dan nilai perusahaan kiranya perlu dilakukan penelitian lanjutanmengenai faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan selainfaktor struktur modal perusahaan emiten dengan jumlah sampel yang lebih banyakdan periode waktu pengamatan yang lebih lama.2. Para investor disarankan untuk tidak menggunakan informasi struktur modalperusahaan emiten sebagai faktor pertimbangan utama dalam membuat keputusaninvestasi.
    • 16DAFTAR PUSTAKABrigham, Eugene F. dan Houston, Joel F.. 2006. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (Edisike-10). Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.Kuncoro, Mudrajad. 2009. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi: Bagaimana Meneliti &Menulis Tesis? (Edisi ke-3). Erlangga, Jakarta, Indonesia.Sanusi, Anwar. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Salemba Empat, Jakarta, Indonesia.Sekaran, Uma. 2007. Metodologi Penelitian untuk Bisnis (Edisi ke-4). Salemba Empat,Jakarta, Indonesia.