presentasi pkn"Membina Kesadaran Berkonstitusi"

7,082 views
6,709 views

Published on

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
7,082
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
107
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

presentasi pkn"Membina Kesadaran Berkonstitusi"

  1. 1. MEMBINA KESADARAN BERKONSTITUSI KELOMPOK II Disusun Oleh: Ita Hadirupiyani Tri Wulandari Universitas Islam Nusantara Fakultas Pertanian
  2. 2. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata pelajaran disekolah memiliki visi mewujudkan suatu mata pelajaranyang berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa danpemberdayaan warga negara.Adapun misi mata pelajaran ini adalah membentuk warganegara yangbaik,warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sesuaidengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945.Adapun tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraanberdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanTahun 2006 pada semua jenjang persekolahan adalah mengembangkan kompetensi:1) Berfikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapiisu kewarganegaraan2) berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara,serta anti korupsi3) berkembang secara positif dan demokratis untukmembentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakatIndonesia agar dapat hidup bersama
  3. 3. Dengan bangsa-bangsa lainnya,4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa lainDalam peraturan dunia secara langsung atau tidak langsun dengan memanfaatkan teknologi informasi dankomunikasi.Berkaitan dengan hal di atas, dapat dikatakan bahwa Pendidikan,Kewarganegaraan merupakan wahana paling strategis untuk menumbuhkan kesadaran berkonstitusisiswa sebagai warga negara. Artinya melalui programPendidikan Kewarganegaraan, siswa memilikipengetahuan, sikap dan perilaku yang berlandaskankepada nilai, norma dan moral yang tercermin dalamkonstitusi negara.Oleh karena itu untuk mencapai hal tersebut diperlukanmodel pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yangefektif, yaitu model pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadarandalam diri setiap siswa bahwa ia mempunyai hak dan kew
  4. 4. setiap negara merdeka mempunyai konstitusi sebagai operasionalisasi ideologi negaranya.Secara etimologi , istilah konstitusi sangatberagam dalamsetiap kosakata bahasa setiap negara. Istilah konstitusi dalam bahasa Inggris adalahconstitution dan constituerdalam bahasa Perancis. Kedua katatersebut berasal dari bahasa Latin yaituconstitutio yang berart dasar susunan badan.Dalam bahasa Belanda istilah konstitusi disebutdengan grondwet yang terdiri atas kata grondberarti dasar dan kata wetberarti undang-undang. Dengan demikian istilahkonstitusi sama dengan undang-undangdasar. Kemudian, dalam bahasa Jerman istilahkonstitusi disebut verfassung
  5. 5. Kita tentunya menghendaki agar UUD 1945merupakan konstitusi yang benar-benardilaksanakan dalam praktik kehidupan berbangsadan bernegara demi tercapainya cita-cita bersama.Kontitusi mengikat segenap lembaga negara danseluruh warga negara. Oleh karena itu, yangmenjadi pelaksana konstitusi adalah semualembaga negara dan segenap warga negarasesuai dengan hak dan kewajiban masing-masingsebagaimana diatur dalam UUD 1945.Agar setiap lembaga dan segenap warga negaradapat melaksanakan kehidupan berbangsa danbernegara berdasarkan UUD 1945, diperlukanadanya budaya sadar berkonstitusi. Untukmenumbuhkan budaya sadar berkonstitusidiperlukan pemahaman terhadap nilai-nilai dannorma-norma dasar yang menjadi materi muatan
  6. 6. Jika masyarakat telah memahami norma-norma dasar dalamkonstitusi dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsadan bernegara, maka pasti mengetahui dan dapatmempertahankan hak-hak konstitusionalnya yang dijamindalam UUD 1945. Selain itu, masyarakat dapat berpartisipasisecara penuh terhadap pelaksanaan UUD 1945 baik melaluipelaksanaan hak dan kewajibannya sebagai warga negara,berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara danpemerintahan, serta dapat pula melakukan kontrol terhadappenyelenggaraan negara dan jalannya pemerintahan. Kondisitersebut dengan sendirinya akan mencegah terjadinyapenyimpangan ataupun penyalahgunaan konstitusi.Salah satu bentuk nyata pentingnya budaya sadarberkonstitusi bagi pelaksanaan konstitusi adalah terkaitdengan kewenangan Mahkamah Konstitusi menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar. Pengujian tersebutdilakukan untuk menentukan apakah suatu ketentuan dalamsuatu undang-undang, bertentangan atau tidak dengan UUD
  7. 7. Dalam pengajuan permohonan inilah diperlukanadanya budaya sadar berkonstitusi berupakesadaran akan hak konstitusionalnyasebagai warga negara baik sebagai peroranganmaupun kelompok bahwa hak-hak konstitusionaltelah dilanggar oleh suatu ketentuan undang-undang. Di sisi lain, juga diperlukan adanyakesadaran untuk mendapatkan perlindunganatas hak konstitusional yang dilanggar dengancara mengajukan permohonan pengujiankonstitusional atas ketentuan undang-undangyang merugikannya. Jika tidak ada budaya sadarberkonstitusi, masyarakat tidak akanmengetahui apakah haknya terlanggar atau tidakdan tidak melakukan upaya konstitusional untukmendapatkan perlindungan. Akibatnya, UUD1945 akan banyak dilanggar oleh ketentuanundang-undang sehingga pada akhirnya
  8. 8. Di sisi lain, dalam budaya berkonstitusi jugaterkandung maksud ketaatan kepada aturan hukumsebagai aturan main (rule of the game) dalamkehidupan berbangsa dan bernegara. Segenapkomponen bangsa harus bertindak sesuai denganaturan yang ditetapkan, serta apabila timbulpermasalahan atau sengketa, harus diselesaikanmelalui mekanisme hukum. Budaya mematuhiaturan hukum merupakan salah satu ciri utamamasyarakat beradab. Hal ini sangat diperlukanterutama dalam konteks politik, misalnya dalampelaksanaan Pemilu, baik Pemilu legislatif, PemiluPresiden dan Wakil Presiden, maupun Pemilukada.Tanpa adanya kesadaran berkonstitusi, yaitukedasaran mematuhi rambu-rambu permainan danmekanisme penyelesaian sengketa, momentumpolitik yang sejatinya adalah untuk membentukpemerintahan yang demokratis dapat tergelincir kedalam konflik yang justru merugikan masyarakat
  9. 9. Oleh karena itulah harus ada upaya secaraterus-menerus untuk membangun budayasadar berkonstitusi. Budaya sadar berkonstitusi terciptatidak hanya sekedar mengetahui normadasar dalam konstitusi. Lebih dari itu, jugadibutuhkan pengalaman nyata untukmelihat dan menerapkan konstitusi dalampraktik kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu,menumbuhkan budaya sadar berkonstitusiadalah suatu proses panjang danberkelanjutan.
  10. 10. SEKIAN & TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA  ^-^ Wassalamu’alaikum wr.wb

×