LAPORAN PELAKSANAAN         PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)      PT. BROMO STEEL INDONESIA PASURUAN              “PENYEHATAN ...
LAPORAN PELAKSANAAN         PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)      PT. BROMO STEEL INDONESIA PASURUAN              “PENYEHATAN ...
LEMBAR PENGESAHAN                           LAPORAN PELAKSANAAN PKL                  DI PT. BROMO STEEL INDONESIA PASURUAN...
Direktur Operasional                           Tanggal:PT. Bromo Steel Indonesia PasuruanUdik Suprapto, ST, MT.Mengetahui,...
KATA PENGANTAR       Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segalapuji bagi Allah seru sekalia...
11.    Bapak, Ibu, Kakak, Adik dan keluarga besar penulis yang telah memberikan       dorongan baik moril, materi maupun s...
DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .....................................................................................................
2.7     Parameter Air Minum dan Akibat yang ditimbulkan Apabila               Melebihi Ambang Batas Menurut Nilai Ambang B...
4.2        Kandungan yang ada didalam Air Minum            PT. Bromo Steel Indonesia ........................................
DAFTAR TABELNomor                            Judul Tabel             Halaman2.1     Perbedaan Antara Sumur Dangkal Dan Sum...
DAFTAR GAMBARNomor                           Judul Gambar                           Halaman2.1     Lapisan Air Tanah      ...
DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAHDaftar arti lambang=            : Sama dengan/            : Atau(            : T...
DAFTAR LAMPIRANNomor                                     Judul Lampiran  1     Laporan Hasil Uji Sumur Artesis  2     Lapo...
xiii
BAB I                                      PENDAHULUAN1.1. Latar belakang          Air sebagai sumber daya alam, sangat pe...
lebih rendah daripada permukaan air laut karena permukaan tanahnya turun.Selain itu, air tanah yang terus menerus dialirka...
karyawan yang sudah lama bekerja di PT. Bromo Steel Indonesia dan hampir pensiun,      beliau telah mengkonsumsi air tawar...
1.4   Manfaat      1.   Bagi Mahasiswa           Memperoleh wawasan, pemahaman, dan penghayatan serta pengalaman          ...
BAB II                                    TINJAUAN PUSTAKA2.1   Kesehatan lingkungan                Menurut World Health O...
13. Perencanaan daerah dan perkotaan      14. Pencegahan kecelakaan      15. Rekreasi umum dan pariwisata      16. Tindaka...
tersebut melampaui ambang batas (baku mutu) yang ditetapkan sesuai dengan      peruntukkannya, maka air tersebut dikatakan...
pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat        dengan muka tanah, setelah menemui lapis...
Tabel 2.1. Perbedaan antara sumur dangkal dan sumur dalam                                    Sumur Dangkal                ...
Gambar 2.3 kondisi geologi sistem artesis (Chan, 2011).         Meliputi: (1) lapisan permeabel (aquifer) diantara lapisan...
ke bawah. Pengisian akuifer terjadi ketika permukaan air di daerah pengisiannya berada      pada ketinggian yang lebih tin...
kualitas airnya(tercemar atau tidak) melalui analisis contoh air laboratorium dan      membandingkannya dengan kriteria mu...
N Jenis Parameter                           Satuan             Kadar maksimum  o                                          ...
No    Jenis Parameter                      Satuan     Kadar maksimum yang                                                 ...
Lanjutan tabel 2.3. Parameter tambahan air minum   No   Jenis Parameter                        Satuan     Kadar maksimum y...
2.7   Parameter air minum dan akibat yang ditimbulkan apabila melebihi ambang      batas menurut Slamet tahun 2009      1....
f.   Warna                  Air minum sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk          mencegah keracunan ...
sedangan Hg anorganik biasanya merusak ginjal dan menyebabkan     cacat bawaan.                Di alam, Hg anorganik dapat...
Sekalipun Fe itu diperlukan oleh tubuh, tetapi dalam dosis besar     dapat merusak dinding usus. Kematian seringkali diseb...
6.   Kesadahan             Kesadahan dapat menyebabkan pengendapan pada dinding     pipa.Kesadahan yang tinggi disebabkan ...
degenerasi lentik yang progresif (peny.Wilson). Saluran urogenital      (UG), kelainan sensoris, atau kelainan pada liquor...
konvulsi, dan dapat terjadi kematian. Se merupakan racun sistematik,      dan mungkin juga bersifat karsinogenik.13.   Sen...
patognomonis bagi keracunan Pb. Gejala lain dari keracunan ini          berupa anemia dan albuminuria.                    ...
e.   Senyawa phenol. Phenol mudah masuk lewat kulit sehat.                      Keracunan akut menyebabkan gejala gastero-...
4. Mudah dan cepat dapat dikenali dan dengan cara laboratorium yang murah 5. Harus dapat dikuantifikasi dalam test laborat...
b)    Penyakit yang disebabkan kurang air bersih untuk mandi, cuci, dan                     lainnya, seperti Scabies dan T...
Adanya substansi yang disebut diatas ini dengan konsentrasi melampaui batas   maksimal yang diperbolehkan pada air minum t...
8. Mangan 0,05 mg/l   9. Tembaga 0,05 mg/l   10. Zink 5,0 mg/l   11. Kalsium 75 mg.l   12. Magnesium 30 mg/l   13. Sulfat ...
garam besi. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya nitrit walaupun         rendah, perlu dicurigai adanya pencemaran...
2. Organisme ini lebih mudah dideteksi melalui metode kultur (walau hanya       terdapat 1 kuman dalam 100 cc air) dibandi...
BAB III                                  METODE PENELITIAN3.1   Waktu dan Tempat      3.1.1   Waktu Penelitian            ...
3.2   Pengambilan Data/prosedur Penelitian      3.2.1   Pengambilan data              a.   Data Primer                    ...
Gambar 3.1.Titik pengambilan sampel air tawarartesis bawah tanah dalam                     Gambar 3.2.Titik pengambilan sa...
b. Ditambahkan 1 ml, larutan NED, biarkan 10 – 30 menit          c. Baca pada spectrofotometer dengan λ 543 nm.3. Pemeriks...
6.   Analisa Mangan (Mn)     Metode          :Spectofotometri dengan cara uji persulfat     Prosedur :                  a....
8.   Analisa Fluorida (F)     Metode          : Spektrofotometri     Cara uji        : Alizarin Red S (C14H6Na2O7S)     Pr...
10.2. Sulfat (SO4)       1. Menyiapkan bahan dan alat : Kristal barium klorida (BaCl2 H20),            pipet 1 gelas, gela...
c. Prosedur uji Mikrobiologi           Alat dan bahan :                     1.       Media cair laktosa (lactose broth)   ...
BAB IV                                           PEMBAHASAN4.1   Hasil Pengujian sumber air artesis yang ada di PT. Bromo ...
Lanjutan Tabel 4.1 Hasil Pengujian FisikaN   Parame       Satu     Metode             Hasil uji      Permenkes        Menu...
4.1.2    Pengujian Kimia      Tabel 4.2 Hasil Pengujian KimiaNo Parameter       Satuan   Metode       Hasil      Permenkes...
Lanjutan Tabel 4.2 Hasil Pengujian KimiaNo Parameter           Satu   Metode       Hasil      Permenkes   Menurut         ...
Lanjutan Tabel 4.2 Hasil Pengujian KimiaNo Parameter         Satuan     Metode         Hasil        Permenkes     Menurut ...
Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan
Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan
Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan
Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan
Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan
Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan
Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan

3,977

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,977
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
55
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Laporan pkl penyehatan air di pt bromo steel indonesia pasuruan"

  1. 1. LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) PT. BROMO STEEL INDONESIA PASURUAN “PENYEHATAN AIR MINUM” Oleh: Destry Natalia T (090313251001) Muhammad Toriq (090313251004) PROGRAM STUDI S-1 KESEHATAN LINGKUNGANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYAGAMA HUSADA MALANG 2012
  2. 2. LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) PT. BROMO STEEL INDONESIA PASURUAN “PENYEHATAN AIR MINUM” Oleh: Destry Natalia T (090313251001) Muhammad Toriq (090313251004) PROGRAM STUDI S-1 KESEHATAN LINGKUNGANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYAGAMA HUSADA MALANG 2012 i
  3. 3. LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSANAAN PKL DI PT. BROMO STEEL INDONESIA PASURUAN Disusun oleh: Destry Natalia T (090313251001) Muhammad Toriq (090313251004) Telah disahkan dan diterima dengan baik oleh :Pembimbing Program Studi Tanggal:Iwan Desimal, S.SiPembimbing di PT. Bromo Steel Indonesia Tanggal:Bambang Wahyu Nugroho, STSekretaris PT Bromo Steel Indonesia Tanggal:Sugiono, SH. ii
  4. 4. Direktur Operasional Tanggal:PT. Bromo Steel Indonesia PasuruanUdik Suprapto, ST, MT.Mengetahui,Ketua Program Studi Si Kesehatan Lingkungan Tanggal:Zainabur Rahmah, S.Si., M.Si iii
  5. 5. KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segalapuji bagi Allah seru sekalian alam. Hanya dengan Rahmat-Nya lah penyusun bisamelaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan menyelesaikan laporan ini. PelaksanaanPKL ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi SKS Program Studi S-1 KesehatanLingkungan semester 6 ini dilaksanakan di PT. Bromo Steel Indonesia Pasuruan Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa di dalam penyusunan laporan ini tidak akanterselesaikan dengan baik tanpa bimbingan dan bantuan dari banyak pihak. Dalamkesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Dra. Laily Amie, MMRS Direktur STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG 2. Zainabur Rahmah, S.Si., M.Si Kaprodi S-1 Kesehatan Lingkungan 3. Bapak Hafid Luqman H, SKM Dosen Pembimbing PKL 4. Bapak Iwan Desimal, S.Si Dosen Pembimbing PKL 5. Bapak Udik Suprapto, ST, MT. Managing Directur PT. Bromo Steel Indonesia Pasuruan dan staf yang telah memberikan ijin dan bantuannya dalam melaksanakan PKL 6. Bapak Sugiono, SH. HRD/ Personalia PT. Bromo Steel Indonesia yang telah memberikan ijin dan membantu kami dalam kegiatan lapangan 7. Bapak Bambang Wahyu Nugroho, ST. pembimbing kami di lapangan yang telah bersedia meluangkan waktunya di lapangan maupun di dalam penyelesaian laporan PKL 8. Semua staff dan karyawan PT. Bromo Steel yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas semua bantuan, kerjasama, dan keakraban yang telah diberikan selama saya PKL 9. Bapak Edwin Yunus Nasibu, ST Kepala Instansi Penyehatan Lingkungan (IPL) RSUD dr. Saiful Anwar yang telah memberikan ijin dalam pemeriksaan air di laboratorium IPL RSUD dr. Saiful Anwar Malang 10. Bapak Hariono dan Ibu Vivi yang telah membantu kami di dalam penyelesaian pemeriksaan air di Laboratorium IPL RSUD dr. Saiful Anwar Malang iv
  6. 6. 11. Bapak, Ibu, Kakak, Adik dan keluarga besar penulis yang telah memberikan dorongan baik moril, materi maupun spiritual diberikan selama ini12. Bapak (alm) yang telah meninggalkan ilmu dan pelajaran hidup yang berharga bagi saya saat ini dan nanti.13. Semua teman-teman STIKES WIDYAGAMA HUSADA terutama teman seperjuangan Prodi S1 Kesehatan Lingkungan ’09 serta teman kerja dari SMK PGRI 2 Pasuruan, SMKN 2 Pasuruan, SMK Brantas Kalipare-Malang dan teman2 semua yang sedang PKL di PT Bromo Steel Indonesia yang selalu memberi keceriaan dan semangat selama pelaksanaan PKL Kami menyadari sepenuhnya dalam penyusunan laporan Praktik KerjaLapangan (PKL) ini, masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan yang kamimiliki baik itu sistematika penulisan maupun penggunaan bahasa. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak yangbersifat membangun demi penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini bergunabagi pembaca secara umum dan penyusun secara khusus. Akhir kata penulis ucapkanbanyak terima kasih. Malang, September 2012 Penyusun v
  7. 7. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL ............................................................................................................. iHALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................... iiKATA PENGANTAR ........................................................................................................... ivDAFTAR ISI.......................................................................................................................... viDAFTAR TABEL .................................................................................................................. ixDAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. xDAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH ............................................ xiDAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................................xiiBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 3 1.3 Tujuan ............................................................................................................ 3 1.4 Manfaat .......................................................................................................... 4BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kesehatan Lingkungan................................................................................... 5 2.2 Kuantitas Lingkungan .................................................................................... 6 2.3 Pengertian Air Tanah ..................................................................................... 7 2.4 Air Artesis (Artesian Water) .......................................................................... 9 2.5 Klasifikasi Mutu Air ...................................................................................... 11 2.6 Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kuantitas Air Minum ..................................................................................................... 12 vi
  8. 8. 2.7 Parameter Air Minum dan Akibat yang ditimbulkan Apabila Melebihi Ambang Batas Menurut Nilai Ambang Batas Menurut Slamet Tahun 2009 ......................................................................... 16 2.8 Nilai Ambang Batas (NAB) Air Minum Menurut Chandra (2007)................................................................................ 26BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan tempat ......................................................................................... 31 3.1.1 Waktu Penelitian ................................................................................ 31 3.1.2 Teknis Pengambilan ........................................................................... 31 3.1.3 Tempat Penelitian .............................................................................. 31 3.2 Pengambilan Data/Prosedur Penelitian ................................................................ 32 3.2.1 Pengambilan Data ............................................................................................. 32 3.2.2 Prosedur Penelitian ........................................................................................... 32BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengujian Sumber Air artesis yang ada di PT. Bromo Steel Indonesia ........................................................................................................ 39 4.1.1 Pengujian Fisika .................................................................................... 39 4.1.2 Pengujian Kimia.................................................................................... 41 4.1.3 Pengujian Mikrobiologi ........................................................................ 43 vii
  9. 9. 4.2 Kandungan yang ada didalam Air Minum PT. Bromo Steel Indonesia ........................................................................... 444.3 Solusi Alternatif untuk Memecahkan Masalah yang ada PT. Bromo Steel Indonesia ............................................................................ 45 4.3.1 Pengolahan Kadar Kekeruhan Air ........................................................ 45 4.3.2 Cara Memasak ...................................................................................... 45BAB V PENUTUP5.1 Simpulan .............................................................................................................. 465.2 Saran .................................................................................................................... 46DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 48 viii
  10. 10. DAFTAR TABELNomor Judul Tabel Halaman2.1 Perbedaan Antara Sumur Dangkal Dan Sumur Dalam 92.2 Parameter Wajib Air Minum 122.3 Parameter Tambahan Air Minum 134.1 Hasil Pengujian Fisika 394.2 Hasil Pengujian Kimia 414.3 Hasil Pengujian Mikrobiologi 43 ix
  11. 11. DAFTAR GAMBARNomor Judul Gambar Halaman2.1 Lapisan Air Tanah 72.2 Air Tanah 92.3 Kondisi Geologi Sistem Artesis 102.4 Air Artesis 113.1 Titik Pengambilan Sampel Air Tawar artesis Bawah Tanah Dalam 333.2 Titik Pengambilan Sampel Air Sumur Gali 33 x
  12. 12. DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAHDaftar arti lambang= : Sama dengan/ : Atau( : Tanda kurung awal) : Tanda kurung akhir°C : Derajat Celcius> : Lebih dari± : Kurang lebihπ :Daftar SingkatanMg/l : milligram perliterTCU : True Colour UnitsNTU : nephelometric turbidity unitsFAU : Fixed Access UnitAAS : Atomic Absorption Spectrophotometer xi
  13. 13. DAFTAR LAMPIRANNomor Judul Lampiran 1 Laporan Hasil Uji Sumur Artesis 2 Laporan Hasil Uji Sumur Gali 3 Dokumentasi Kegiatan 4 Kebijakan K3 dan Lingkungan hidup 5 Metode Uji Laboratorium xii
  14. 14. xiii
  15. 15. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar belakang Air sebagai sumber daya alam, sangat penting dan mutlak diperlukan semua makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Air merupakan unsur utama dalam tumbuhan, tubuh hewan dan tubuh manusia. Pada tanaman setahun (bermusim), terdapat air sampai 90 % dan di dalam tubuh hewan menyusui sebanyak 60-70% .manusia sebelum lahir sudah berada di lingkungan air, di dalam kandungan seorang wanita. tubuh manusia terdiri dari 65% air. Apabila seseorang kehilangan air sebanyak 12% dari tubuhnya, maka yang bersangkutan akan meninggal. Tanpa makan, manusia dapat bertahan hidup selama 81 hari, tetapi tanpa air manusia hanya mampu bertahan hidup selama 10 hari (Manik, 2007). Air terbagi menjadi 2 jenis, yaitu air permukaan dan air tanah (Fandeli, 2006). Air tanah merupakan salah satu komponen sumber daya air yang telah menjadi sumber air baku yang sangat dibutuhkan. Sumber air tanah telah dianggap sangat murah dalam pengadaannya. Penggunaan air tanah ini telah membawa manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia. Manusia tidak lagi khawatir kekurangan air , di tengah menipisnya ketersediaan air. Sumur artesis atau masyarakat sering menyebutnya dengan sumur bor adalah sumur yang sengaja dibuat untuk mengalirkan air tanah yang bertekanan tinggi dari akuifer (lapisan batuan penampung air) yang ada di dalam tanah ke permukaan, jika tekanan alaminya cukup tinggi maka air akan memancar keluar tanpa harus dipompa (Mildan, 2012). Penggunaan air tanah memang membawa banyak berkah bagi manusia. Akan tetapi, dibalik berkah yang muncul bersama airnya, eksploitasi yang dilakukan secara berlebihan dapat pula menimbulkan kerugian. Beberapa hal yang utama adalah melemahnya kestabilan lapisan tanah, penurunan kualitas air tanah di sekitar daerahnya, terjadinya intrusi (masuknya air laut ke daratan) dan pencemaran air tanah. Hal ini sudah terbukti di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya di Jakarta. Eksploitasi air tanah yang berlebihan ditambah dengan minimnya daerah resapan air telah “menenggelamkan” sebagian kecil wilayahnya. Wilayah-wilayah tersebut menjadi 1
  16. 16. lebih rendah daripada permukaan air laut karena permukaan tanahnya turun.Selain itu, air tanah yang terus menerus dialirkan ke permukaan mengakibatkan air lautmulai merembes ke dalam lapisan yang ditinggalkan air tanah tadi. Inilah yangmenyebabkan kualitas air di daerah pesisir Jakarta tercemar. Limbah industri yangdibuang ke laut semakin memperparah kondisi air di daerah tersebut. Hasil klasifikasiIndeks Pencemaran (IP) di 48 sumur yang tersebar di lima wilayah menunjukkan 27sumur tercatat cemar berat dan cemar sedang dan 21 sumur lainnya terindikasi cemarringan dan dalam kondisi baik (Mildan, 2012). Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan yang mendasar bagi kehidupanmanusia dan mendapatkan prioritas yang utama untuk pemenuhannya. Kebutuhan airtidak hanya menyangkut kuantitas atau jumlah, tetapi juga kualitas atau mutunya agartidak menimbulkan masalah baik terhadap lingkungan maupun kesehatan. Kualitas ataumutu yang disyaratkan untuk air bersih adalah berdasarkan syarat fisik, kimia danbakteriologik sesuai standart atau baku mutu yang berlaku (Permenkes RI No.416/Menkes/PER/XI/1990) tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Untukmengetahui kualitas air dapat dilakukan dengan uji laboratorium. PT. Bromo Steel Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang memproduksipressure vessel, heat exchanger dan steam boiler. PT. Bromo Steel Indonesia terletak didaerah pesisir Kota Pasuruan lebih tepatnya terletak di kawasan Pelabuhan Pasuruan.Perusahaan ini berdiri pada saat Belanda masih menjajah Indonesia. Sehingga sebagianbesar bangunan serta alat-alat kerja di perusahaan ini adalah peninggalan Belanda.Salah satu peninggalan Belanda yang masih terjaga dan terawat dengan baik adalahsumber air yang sampai saat ini telah dikonsumsi dan digunakan Mandi Cuci Kakus(MCK) oleh karyawan di PT. Bromo Steel Indonesia. Perusahaan PT Bromo Steel Indonesia telah berganti direksi yang mana direksibaru belum mengetahui kualitas air yang sehari-hari dikonsumsi oleh pabrik ini. Asalusul dari air yang dikonsumsi setiap hari pihak perusahaan tidak mengetahui secarapasti sehingga belum ada data-data yang akurat yang menunjang keberadaan air yangtelah dikonsumsi setiap hari oleh perusahaan maupun oleh karyawan. Keberadaan air di lingkungan perusahaan saat ini ada 2 jenis yaitu jenis air yangmempunyai rasa tawar dan jenis air terasa asin. Menurut pengakuan salah satu 2
  17. 17. karyawan yang sudah lama bekerja di PT. Bromo Steel Indonesia dan hampir pensiun, beliau telah mengkonsumsi air tawar yang ada di PT. Bromo Steel Indonesia setiap hari dengan air bersih dimasak terlebih dahulu, dan beliau sampai saat ini masih tetap sehat. Akan tetapi seiring berjalannya waktu di perusahaan ini ada sebagian air yang berubah jadi asin. Oleh sebab itu diperlukan kajian yang lebih mendalam Tentang kualitas air minum khususnya air artesis yang berada di PT. Bromo Steel Indonesia, sehingga dapat menjadi acuan bagi karyawan dalam mengkonsumsi air yang baik bagi kesehatan dan lingkungan.1.2 Rumusan masalah 1. Apakah sumber air yang ada di PT. Bromo Steel Indonesia aman untuk di konsumsi? 2. Bagaimana kandungan air yang ada di air minum PT. Bromo Steel Indonesia? 3. Bagaimana solusi alternatif untuk memecahkan masalah yang ada PT. Bromo Steel Indonesia?1.3 Tujuan 1. Tujuan umum Mengetahui serta mendeskripsikan kegiatan perusahaan terutama di bidang penyehatan air minum di PT. Bromo Steel Indonesia. 2. Tujuan Khusus a. Memperoleh data serta informasi yang akurat tentang keamanan air minum yang dikonsumsi sehari-hari oleh PT. Bromo Steel Indonesia. b. Mengetahui kandungan yang ada di air minum PT. Bromo Steel Indonesia c. Memberikan solusi alternatif bagi PT. Bromo Steel untuk memecahkan masalah yang ada di perusahaan tersebut. 3
  18. 18. 1.4 Manfaat 1. Bagi Mahasiswa Memperoleh wawasan, pemahaman, dan penghayatan serta pengalaman lapangan di ruang lingkup PT. Bromo Steel Indonesia Pasuruan terutama di bidang penyehatan air air minum. 2. Bagi Program Studi a. Mendapatkan masukan tentang perkembangan di bidang keilmuan dan teknologi yang diterapkan dalam praktik kerja di instansi tersebut b. Menjalin kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan dengan instansi dalam upaya memberikan bekal mahasiswa untuk mengetahui dunia kerja 3. Bagi PT. Bromo Steel Indonesia Sebagai bahan pertimbangan evaluasi dan penetapan kebijakan di PT. Bromo Steel Indonesia khususnya penyehatan air minum. 4
  19. 19. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Kesehatan lingkungan Menurut World Health Organization (WHO, 2008), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia. Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) mendefinisikan kesehatan lingkungan sebagai suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia. Ruang lingkup kesehatan lingkungan menurut World Health Organization (WHO), yaitu : 1. Penyediaan air minum 2. Pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran 3. Pembuangan sampah padat 4. Pengendalian vektor 5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia 6. Higiene makanan, termasuk higiene susu 7. Pengendalian pencemaran udara 8. Pengendalian radiasi 9. Kesehatan kerja 10. Pengendalian kebisingan 11. Perumahan dan pemukiman 12. Aspek kesling dan transportasi udara 5
  20. 20. 13. Perencanaan daerah dan perkotaan 14. Pencegahan kecelakaan 15. Rekreasi umum dan pariwisata 16. Tindakan sanitasi dihubungkan dengan epidemi, darurat, bencana, daerah urban dan transmigrasi. 17. Tindakan pencegahan Teori HM Bloom menyebutkan bahwa untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi, ada 3 unsur yang harus dijaga keseimbangannya dimana ketiga unsur tersebut merupakan unsur penting di dalam kehidupan, diantaranya host, environment, dan agent, dalam hal ini lingkungan (environment) sebagai instrumen penyeimbang kehidupan, apabila kualitas lingkungan menurun, maka agent penyakit akan naik dan derajat kesehatan masyarakat akan turun2.2 Kualitas lingkungan Kualitas lingkungan dapat diartikan dalam kaitannya dengan kualitas hidup, yaitu kualitas lingkungan yang baik terdapat potensi untuk berkembangnya kualitas hidup yang tinggi (Soemarwoto, 2006) Kualitas air tanah di suatu tempat turut juga dipengaruhi oleh kualitas lingkungan di daerah tersebut. Untuk daerah-daerah padat penduduk (kumuh) juga memberikan kontribusi lebih besar untuk menimbulkan pencemaran air tanah khususnya air tanah akibat kurang tersedianya lahan untuk pembuatan septik tank, mengakibatkan polutan akan mengalir bersama-sama air hujan masuk ke badan-badan perairan. Terakumulasinya polutan-polutan ke air tanah baik secara lagsung maupun tak langsung akan menurunkan kualitas air tanah baik secara fisik, kimia maupun mikrobiologi. Secara alami air tanah memiliki daya dukung (carying capacity) untuk memurnikan sendiri (self furification), terutama air tanah dalam yaitu melalui filtrasi pori tanah maupun akar-akar tanaman. Akan tetapi jika polutan dalam volume banyak atau memiliki dosis tinggi seperti limbah B3 (bahan berbahaya beracun) maka akan melampaui daya dukung yang dimiliki perairan tersebut. Jika penurunan kualitas air 6
  21. 21. tersebut melampaui ambang batas (baku mutu) yang ditetapkan sesuai dengan peruntukkannya, maka air tersebut dikatakan tercemar (Sundra, 2006).2.3 Pengertian Air Tanah Air tanah merupakan sebagian air hujan yang mencapai permukaan bumi dan menyerap ke dalam lapisan tanah dan menjadi air tanah. Air tanah yang bergerak di dalam tanah yang terdapat didalam ruang antar butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akuifer. Lapisan yang mudah dilalui oleh air tanah disebut lapisan permeabel, seperti lapisan yang terdapat pada pasir atau kerikil, sedangkan lapisan yang sulit dilalui air tanah disebut lapisan impermeabel, seperti lapisan lempung atau geluh. Lapisan yang dapat menangkap dan meloloskan air disebut akuifer (Arisinta, 2010). Gambar 2.1 Lapisan air tanah (Manpurbalingga, 2009) Sebelum mencapai lapisan tempat air tanah, air hujan akan menembus beberapa lapisan tanah dan menyebabkan terjadinya kesadahan pada air. Kesadahan pada air ini akan menyebabkan air mengandung zat-zat mineral dalam konsentrasi. Zat-zat mineral tersebut antara lain kalsium, magnesium, dan logam berat seperti besi dan mangan. Macam-macam air tanah sebagai berikut : a. Air Tanah Dangkal Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai saringan. Disamping penyaringan, 7
  22. 22. pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yangakan terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini dimanfaatkan untuk sumber air minum melaui sumur-sumur dangkal.b. Air Tanah Dalam Air tanah dalam dikenal juga dengan air artesis. Air ini terdapat diantara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air artesis. Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor dan memasukkan pipa kedalamnya sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air. Jika tekanan air tanah ini besar, maka air dapat menyembur ke luar dan dalam keadaan ini, sumur ini disebut dengan sumur artesis. Jika air tidak dapat ke luar dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah dalam ini.c. Mata Air Mata air merupakan air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah. Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan kualitas/ kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam. Berdasarkan keluarnya (munculnya ke permukaan tanah) mata air dapat dibedakan atas : 1. Mata Air Rembesan, yaitu mata air yang airnya keluar dari lereng- lereng 2. Umbul, yaitu mata air dimana airnya keluar ke permukaan pada suatu dataran. Untuk memperjelas perbedaan antara air sumur dangkal dan sumur dalam, berikut akan dijelaskan di dalam tabel 2.1. dan gambar 2.2. 8
  23. 23. Tabel 2.1. Perbedaan antara sumur dangkal dan sumur dalam Sumur Dangkal Sumur dalam 1. Sumber air air permukaan air tanah 2. Kualitas air kurang baik baik 3. Kualitas bakteriologis kontaminasi tidak terkontaminasi 4. Persediaan kering pada musim tetap ada sepanjang tahun kemarau Sumber : Chandra (2007) Gambar 2.2 Air tanah (Arisinta, 2010)2.4 Air Artesis (Artesian Water) Air artesis (artesian water) adalah air tanah tertekan (confined ground water) yang menimbulkan tekanan hidrostatis yang tidak normal. Kondisi geologi yang diperlukan untuk air artesis diantaranya adalah: 1. Susunan batuannya haruslah terdiri dari selang-seling antara lapisan-lapisan permeabel dan impermeabel. Di alam, susunan seperti ini biasanya terdiri dari batu pasir dan serpih. Lapisan permeabel dinamakan akuifer. 2. Susunan batuan tersebut haruslah terjungkit dan tersingkap di permukaan sehingga air dapat masuk ke dalam akuifer. 3. Cukup presipitasi dan di daerah singkapan harus ada permukaan resapan (surface drainage) agar akuifer tetap terisi (Benyamin. 2011). 9
  24. 24. Gambar 2.3 kondisi geologi sistem artesis (Chan, 2011). Meliputi: (1) lapisan permeabel (aquifer) diantara lapisan impermeabel, (2) batuan yang miring sehingga aquifer dapat menerima infiltrasi dari air permukaan, (3) infiltrasi air yang memadai mengisi aquifer akan membentuk tekanan hidrostatik. Sumur akan menjadi sumur artesian bila posisi bagian atas sumur berada dibawah permukaan tekanan artesis (Chan, 2011). Air yang tertekan didalam aquifer dapat keluar seperti air yang keluar dari pipa dikarenakan tekanan hidrostatik mampu mendorongnya sehingga rekahan atau pipa yang memotong lapisan dapat menjadi media keluarnya air menjadi mata air artesis atau sumur yang airnya mengalir sendiri (flowing wells) tanpa perlu dipompa. Artesian-pressure surface adalah permukaan yang merupakan batas kemampuan air artesis untuk naik ke atas (artesian water). Permukaan ini dari daerah tangkapan (recharge area) akan miring mengikuti kelerengan. Bila kita melakukan pemboran pada aquifer tertekan maka air akan naik dengan sendirinya. Bila permukaan sumur berada diatas artesian pressure surface, maka air tidak bisa mengalir ke permukaan, namun bila permukaan berada dibawah artesian pressure surface, maka air akan mengalir sendiri ke permukaan. Sebuah aquifer adalah satu tingkatan batu halus, seperti batu kapur atau batupasir yang menyerap air dari sebuah aliran air. Batu berpori-pori terletak di antara batukedap air atau tanah liat. Ini mengakibatkan tekanan tinggi, sehingga ketika airmenemukan jalur keluar, air tersebut melawan gravitasi dan mengalir ke atas daripada 10
  25. 25. ke bawah. Pengisian akuifer terjadi ketika permukaan air di daerah pengisiannya berada pada ketinggian yang lebih tinggi daripada kepala sumur. Gambar 2.4 Air Artesis (Acehpedia, 2009)2.5 Klasifikasi Mutu Air Untuk mengendalikan pencemaran air, klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi empat kelas yaitu : 1. Kelas satu yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. 2. Kelas dua yaitu air yang diperuntukan dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan kan air tawar, perternakaan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut. 3. Kelas tiga, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayakan ikan air tawar, perternakan air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan yang lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut 4. Kelas empat yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan yang lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan terebut. Masing-masing kelas air mempunyai kriteria sendiri yaitu parameter mutu (kualitas) air untuk kelas satu, dua, tiga dan empat. Suatu badan air dapat diketahui 11
  26. 26. kualitas airnya(tercemar atau tidak) melalui analisis contoh air laboratorium dan membandingkannya dengan kriteria mutu air dari setiap kelas air (Manik, 2007).2.6 Permenkes No. 492 tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologis, kimiawi dan radioaktif yang dimuat dalam parameter wajib dan parameter tambahan. Parameter wajib merupakan persyaratan kualitas air minum yang wajib di ikuti dan ditaati oleh seluruh penyelenggara air minum. Pemerintah daerah dapat menetapkan parameter tambahan sesuai dengan konisi kualitas lingkungan daerah masing-masing. Tabel 2.2. Parameter wajib air minum N Jenis Parameter Satuan Kadar maksimum o yang diperbolehkan 1 Parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan a. Parameter Mikrobiologi 1) E.Coli Jumlah per 100 0 ml sampel 2) Total Bakteri Koliform Jumlah per 100 0 ml sampel b.Kimia an-organik 1) Arsen mg/l 0,01 2) Fluorida mg/l 1,5 3) Total Kromium mg/l 0,05 4) Kadmium mg/l 0,003 5) Nitrit, (Sebagai NOa ) mg/l 3 6) Nitrat, (Sebagai NO3 ) mg/l 50 7) Sianida mg/l 0,07 8) Selenium mg/l 0,01 2 Parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan a .Parameter Fisik 1) Bau Tidak berbau 2) Warna TCU 15 3)Total zat padat terlarut (TDS) mg/l 500 4) Kekeruhan NTU 5 12
  27. 27. N Jenis Parameter Satuan Kadar maksimum o yang diperbolehkan 5) Rasa Tidak berasa 6) Suhu □C suhu udara ± 3 b.Parameter Kimiawi 1) Aluminium mg/l 0,2 2) Besi mg/l 0,3 3) Kesadahan mg/l 500 4) Khlorida mg/l 250 5) Mangan mg/l 0,4 6) pH 6,5-8,5 7) Seng mg/1 3 8) Sulfat mg/1 250 9) Tembaga mg/1 2 10) Amonia mg/1 1,5Lanjutan tabel 2.2. Parameter wajib air minum (Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 tahun 2012 tentang Persyaratan Air Minum) Tabel 2.3. Parameter tambahan air minum No Jenis Parameter Satuan Kadar maksimum yang diperbolehkan 1. KIMIAWI a. Bahan Anorganik Air Raksa mg/1 0,001 Antimon mg/1 0,02 Barium mg/1 0,7 Boron mg/1 0,5 Molybdenum mg/1 0,07 Nikel mg/1 0,07 Sodium mg/1 200 Timbal mg/1 0,01 Uranium mg/1 0,015 b. Bahan Organik Zat Organik (KMn04) mg/1 10 Deterjen mg/1 0,05 Chlorinated alkanes Carbon tetrachloride mg/1 0,004 Dichloromethane mg/1 0,02 1,2-Dichloroethane mg/1 0,05 Chlorinated ethenes 1,2-Dichloroethene mg/1 0,05 Trichloroethene mg/1 0,02 T etrachloroethene mg/1 0,04 Aromatic hydrocarbons Benzene mg/1 0,01 13
  28. 28. No Jenis Parameter Satuan Kadar maksimum yang diperbolehkan Toluene mg/1 0,7 Xylenes mg/1 0,5 Ethylbenzene mg/1 0,3 Styrene mg/1 0,02 Chlorinated benzenes 1,2-Dichlorobenzene (1,2-DCB) mg/1 1 1,4-Dichlorobenzene (1,4-DCB) mg/1 0,3 Lain-lain Di (2 - ethylhexyl) phthalate mg/1 0,008 Acrylamide mg/1 0,0005 Epichlorohydrin mg/1 0,0004 Hexachlorobutadiene mg/1 0,0006 Ethylenediaminetetraacetic acid mg/l 0,6 Nitrilotriacetic acid (NTA) (EDTA) mg/l 0,2 c. Pestisida Alachlor mg/l 0,02 Aldicarb mg/l 0,01 Aldrin dan dieldrin mg/l 0,00003 Atrazine mg/l 0,002 Carbofuran mg/l 0,007 Chlordane mg/l 0,0002 Chlorotoluron mg/l 0,03 DDT mg/l 0,001 1,2- Dibromo-3-chloropropane mg/l 0,001 2,4 Dichlorophenoxyacetic acid (DBCP) mg/l 0,03 1,2-Dichloropropane (2,4-D) mg/l 0,04 Isoproturon mg/l 0,009 Lindane mg/l 0,002 MCPA mg/l 0,002 Methoxychlor mg/l 0,02 Metolachlor mg/l 0,01 Molinate mg/l 0,006 Pendimethalin mg/l 0,02 Pentachlorophenol (PCP) mg/l 0,009 Permethrin mg/l 0,3 Simazine mg/l 0,002 Trifluralin mg/l 0,02Lanjutan tabel 2.3. Parameter tambahan air minum (Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 tahun 2012 tentang Persyaratan Air Minum) 14
  29. 29. Lanjutan tabel 2.3. Parameter tambahan air minum No Jenis Parameter Satuan Kadar maksimum yang diperbolehkan Chlorophenoxy herbicides selain 2,4-D 2,4-DB dan MCPA mg/l 0,090 Dichlorprop mg/l 0,10 Fenoprop mg/l 0,009 Mecoprop mg/l 0,001 2,4,5 -Trichlorophenoxyacetic acid mg/l 0,009 d. Desinfektan dan Hasil Sampingannya Desinfektan Chlorine mg/l 5 Hasil sampingan Bromate mg/l 0,01 Chlorate mg/l 0,7 Chlorite mg/l 0,7 Chlorophenols 2,4,6 -Trichlorophenol (2,4,6-TCP) mg/l 0,2 Bromoform mg/l 0,1 Dibromochloromethane (DBCM) mg/l 0,1 Bromodichloromethane (BDCM) mg/l 0,06 Chloroform mg/l 0,3 Chlorinated acetic acids Dichloroacetic acid mg/1 0,05 Trichloroacetic acid mg/1 0,02 Chloral hydrate Halogenated acetonitrilies Dichloroacetonitrile mg/1 0,02 Dibromoacetonitrile mg/1 0,07 Cyanogen chloride (sebagai CN) mg/1 0,07 2. RADIOAKTIFITAS Gross alpha activity Bq/1 0,1 Gross beta activity Bq/1 1 (Sumber: Peraturan Menteri Kesehatan 492 tahun 2012 tentang Persyaratan Air Minum) 15
  30. 30. 2.7 Parameter air minum dan akibat yang ditimbulkan apabila melebihi ambang batas menurut Slamet tahun 2009 1. Parameter Fisika a. Bau Air minum yang berbau selain tidak estetis juga tidak akan disukai oleh masyarakat. Bau air dapat memberikan petunjuk akan kualitas air. Misalnya bau amis dapat disebabkan oleh tumbuhnya alga. b. Total Disolved Solid (TDS) TDS biasanya terdiri dari zat organik, garam anorganik dan gas terlarut bial TDS bertambah maka kesadahan akan naik pula. Selanjutnya efek TDS ataupun kesadahan terhadap kesehatan tergantung pada spesies kimia penyebab masalah tersebut. c. Kekeruhan Kekeruhan air disebabkan oleh zat padat yang tersuspensi, baik yang bersifat anorganik maupun yang organik. Zat organik, biasanya berasalkan lapukan batuan dan logam, sedangkan yang organik dapat berasal dari lapukan tanaman atau hewan. Buangan industri dapat juga merupakan sumber kekeruhan. Zat organik dapat menjadi makanan bakteri, sehingga mendukung perkembangbiakan karena adanya zat hara akan menambah kekeruhan air. Air yang keruh sulit didesinfeksi, karena mikroba terlindung oleh zat tersuspensi tersebut. Hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan, bila mikroba itu pathogen. d. Rasa Air minum biasanya tidak memberi rasa/ tawar. Air yang tidak tawar dapat menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapt membahayakan kesehatan rasa logam, amis, pahit, asin dan sebagainya. Efeknya tergantung pula pada penyebab timbulnya rasa tersebut. e. Suhu/ temperatur Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa yang dapat membahayakan kesehatan, menghambat reaksi-reaksi biokimia didalam saluran/pipa. Mikroorganisme patogen tidak mudah berkembang biak dan bila diminum air dapat menghilangkan dahaga. 16
  31. 31. f. Warna Air minum sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk mencegah keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganime yang berwarna. Warna dapat di sebabkan adanya tannin dan asam humat yang terdapat secara ilmiah di air rawa, berwarna kuning muda, menyerupai urine, oleh karenanya orang tidak mau menggunakannya. Selain itu, zat organik ini bila terkena chlor dan dapat membentuk senyawa-senyawa Chloroform yang beracun warnapun dapat berasal dari buangan industri. g. Daya Hantar Listrik (DHL) Berdasarkan penelitian Arthana (2006) diketahui bahwa ada hubungan antara TDS dengan Daya Hantar Listrik (DHL) dimana keduanya mempunyai hubungan linear. Semakin tinggi TDS maka DHL juga semakin tinggi dan begitu pula sebaliknya. Total dissolved solid biasanya terdiri atas zat organik, garam anorganik dan gas terlarut. Selain itu TDS juga berhubungan dengan tingkat kesadahan dimana semakin tinggi TDS, maka kesadahan juga tinggi.2. Parameter Kimia a. Kimia anorganik 1. Air raksa Air raksa atau hydrargyrum (Hg) adalah metal yang menguap pada temperatur kamar. Karena sifat kimia-fisikanya, merkuri pernah digunakan sebagai campuran obat. Saat ini merkuri banyak digunakan di dalam industri pembuatan amalgam, perhiasan, instrumentasi, fingisida, bakterisida dan lain-lainya Hg merupakan racun sistemik dan diakumulasi di hati, ginjal, limpa dan tulang. Oleh tubuh Hg diekskresikan lewat urine, feses, keringat, saliva dan air susu. Keracunan Hg akan menimbulkan gejala susunan saraf pusat (SSP) seperti kelaianan kepribadian dan tremor, convulsi, pikun, insomnia, kehilangan kepercayaan diri, iritasi, depresi dan rasa ketakutan. Gejala gasterointestinal (GI) seperti stomatitits, hipersalivasi, colitis, sakit pada mengunyah kulit dapat menderita dermatitis dan ulcer. Hg yang organik cenderung merusak SSP (tremor,ataxia, lapangan penglihatan menciut, perubahan kepribadian), 17
  32. 32. sedangan Hg anorganik biasanya merusak ginjal dan menyebabkan cacat bawaan. Di alam, Hg anorganik dapat berubah menjadi organik dan sebaliknya karena adanya interaksi dengan mikroba. Genus pseudomonas dan neurospora dapat mengubah Hg anorganik menjadi organik. Staphylococcus aureus antara lain dapat mereduksi Hg2+ menjadi elemental.2. Arsen Arsen (As) adalah metal yang mudah patah, berwarna keperakan dan angat toxic. As elemental didapat di alam dengan jumlah yang sangat terbatas, terdapat bersama-sama Cu, sehingga di dapatkan sebagai produk sampingan pabrik peleburan Cu. As sudah sejak lama sering digunakan untuk racun tikus dan keracunan arsen pada manusia sudah sangat dikenal, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Keracunan akut menimbulkan gejala muntaber disertai darah, disusul dengan koma dan bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian. Secara kronis keracunan arsen dapat menimbulkan anorexia, kolik, mual, diare atau konstipasi, icterus, pendarahan pada ginjal dan kanker kulit. As dapat juga menimbulkan iritasi, alergi, dan cacat bawaaan. Di masa lampau, As dalam dosis kecil digunakan sebagai campuran tonikum, tetapi kemudian ternyata bahwaa As ini dapat menimbulkan kanker kulit pada peminumnya.3. Besi Besi atau ferrum (Fe) adalah metal berwarna putih keperakan, liat dan dapat dibentuk. Di alam di dapat sebagai hematite. Di dalam air minum Fe menimbulkan rasa, warna (Kuning), pengendapan pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri besi, dan kekeruhan.Besi dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan hemoglobin. Banyaknya Fe di alam tubuh dikendalikan pada fase absorbs. Tubuh manusia tidak dapat mengeksresikan Fe. Karenanya mereka yang sering mendapat transfusi darah, warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe. 18
  33. 33. Sekalipun Fe itu diperlukan oleh tubuh, tetapi dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian seringkali disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Debu Fe juga dapat diakumulasi didalam alveoli dan menyebabkan berkurangnya fungsi paru-paru.4. Fluorida Fluorida adalah senyawa flour. Flour (F) adalah halogen yang sangat rektif, karena di alam selalu di dapat dalam bentuk senyawa. Flourida anorganik bersifat lebih beracun dan lebih iritan daripada yang organik. Keracunan kronis menyebabkan orang menjadi kurus, pertumbuhan tubuh terganggu, terjadi fluorosis gigi serta kerangka dan gangguan pencernaan yang dapat disertai dehidrasi. Pada kasus keracunan berat akan terjadi cacat tulang, kelumpuhan dan kematian. Senyawa flourida pada tikus memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara fluoride dengan kanker tulang. Hal ini tentunya meresahkan para dokter gigi yang mengunakan senyawa fluor bagi pencegahan caries dentis juga para ahli penyediaan air bersih perlu meninjau kembali manfaat flouridasi air, serta standar air minum bagi flourida.5. Cadmium Cadmium (Cd) adalah metal berbentuk Kristal putih keperakan. Cd di dapat bersama-sama dengan Zn, Cu, Pb dalam jumlah yang kecil. Cd di dapat pada industry alloy, permurnian Zn, pestisida, dll. Tubuh manusia tidak mmerlukan Cd dalam fungsi dan pertumbuhannya, karenanya Cd sangat beracun bagi manusia. Keracunan akut akan menyebabkan gejala gasterointestinal, dan penyakit ginjal. Gejala klinis keracunan Cd sangat mirip dengan penyakit glomerulo-nephritis biasa , hanya pada fase lanjut dari keracunan Cd ditemukan pelunak dan fraktur (patah) tulang-tulang punggung yang multipel. Di Jepang sakit pinggang ini dikenal sebagai penyakit “Itai-Itai Boy” . Gejalanya adalah sakit pinggang,patah tulang, tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, gejala seperti influenza, dan sterilitas pada kaki. 19
  34. 34. 6. Kesadahan Kesadahan dapat menyebabkan pengendapan pada dinding pipa.Kesadahan yang tinggi disebabkan sebagian besar oleh Calcium, Magnesium, Strotium, dan Ferrum. Masalah yang dapat timbul adalah sulitnya sabun membusa, sehingga masyarakat tidak suka memanfaatkan penyediaan air bersih tersebut.7. Khlorida Khlorida adalah senyawaa halogen khlor (CI). Toksisitasnya tergantung pada gugus senyawanya. Misalnya NaCI sangat tidak beracun, tetapi karbonil khlorida sangat beracun. Di Indonesia, klor digunakan sebagai desinfektan, dalam penyediaan air minum. Dalam jumlah banyak, CI akan menimbulkan rasa asin, korosi pada pipa sistem penyediaan air panas. Sebagai desinfektan, residu Khlor di dalam penyedian air sengaja dipelihara, tetapi Khlor ini dapat terikat pada senyawa organik dan membentuk halogen-hidrokarbon (CL- HC). Karena itu, diberbagai Negara maju sekarang ini, khlorinasi sebagai proses desinfeksi tidak lagi digunakan.8. Khromium Khromium (Cr) adalah metal kelabu yang keras. Cr didapatkan pada industri gelas, metal, Fotografi dan electroplating. Khromium sendiri sebetulnya tidak beracun, tetapi senyawanya sangat iritan dan korosif, menimbulkan ulucus yang dalam pada kulit dan selaput lender. Inhalasi Cr dapat menimbulkan kerusakan pada tulang hidung. Didalam paru-paru, Cr ini dapat menimbulkan kanker.9. Mangan Mangan (Mn) adalah metal kelabu-kemerahan. Keracunan seringkali bersifat kronis sebagai inhalasi debu dan uap logam. Gejala yang timbul berupa gejala susunan syaraf : insomnia, kemudian lemah pada kaki dan otot muka sehingga expresi muka menjadi beku dan muka tampak seperti topeng (mask). Bila pemaparan berlanjutan maka, bicaranya melambat dan monoton, terjadi hyperrefleksi, clonus pada patella dan tumit, dan berjalan seperti penderita Parkinsonism,multiple sclerosis,amyotrophic lateral sclerosis,dan 20
  35. 35. degenerasi lentik yang progresif (peny.Wilson). Saluran urogenital (UG), kelainan sensoris, atau kelainan pada liquor cerebro spinalis. Keracunan Mn ini adalah salah satu contoh, kasus keracunan tidak menimbulkan gejala muntah berak, sebagaimana orang awam selalu memperkirakannya. Di dalam penyediaan air, seperti halnya Fe, Mn juga menimbulkan masalah warna, hanya warnanya ungu/hitam.10. Nirat dan Nitrit Nitrat dan nitrit dalam jumlah besar dapat menyebabkan ganguan GI, diare campur darah, disusul oleh konvulsi, koma, dan bila tidak ditolong akan meninggal. Keracunan kronis menyebabkan depresi umum, sakit kepala, dan gangguan mental. Nitrit terutama bereaksi dengan hemoglobin membentuk methemoglobin (metHb). Dalam jumlah melebihi normal metHb akan menimbukan methemoglobinnaemia. Pada bayi methemoglobinaemia sering dijumpai karena pembentukan enzim untuk menguraikan MetHb menjadi Hb masih belum sempurna, Sebagai akibat methemoglobinaemia, bayi akan kekurangn oxygen, maka mukanya akan tampak membiru, dan karenanya penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit ‘blue babies.’.11. Derajat keasaman/ pH Air minum sebaiknya netral, tidak asam/basa, untuk mencegah terjadinya pelarutan logam berat. Dan korosi jaringan distribusi air minum. Air adalah bahan pelarut yang baik sekali, maka dibantu dengan pH yang tidak netral, dapat melarutkan berbagai elemen kimia yang dilaluinya.12. Selenium Selenium adalah logam yang berbau bawang putih; didapat bersama-sama dengan Cu, Au, Ni, dan Ag. Selenium juga didapat antara lain pada industri gelas, kimia, plastik, dan semikonduktor. Dalam dosis besar Se akan menyebabkan gejala GI seperti muntah dan diare. Bila pemaparan berlanjut, maka akan terjadi gejala gangguan susunaan saraf seperti hilangnya refleks iritasi cerebral, 21
  36. 36. konvulsi, dan dapat terjadi kematian. Se merupakan racun sistematik, dan mungkin juga bersifat karsinogenik.13. Seng Seng (Zn) adalah metal yang didapat antaralain pada industri alloy, keramik, kosmetik, pigmen, dan karet. Toksisitas Zn pada hakekatnya rendah. Tubuh memerlukan Zn untuk proses metabolisme, tetapi dalam kabar tinggi dapat bersifat racun. Di dalam air minum akan menimbulkam rasa kesat, dan dapat menimbulkan gelaja muntaber. Seng menyebab warna air menjadi opalescent, dan bila dimasak akan timbul endapaan seperti pasir.14. Sianida Sianida adalah senyawa sianida (Cn) yang sudah lama terkenal sebagai racun. Didalam tubuh akan menghambat pernapasan jaringan, sehingga terjadi asphyxia, orang akan merasa seperti tercekik dan cepat diikuti oleh kematian. Keracunan khronis menimbulkan malaise dan iritasi. Sianida ini didapatkan secara alami diberbagai tumbuhan. Apabila terdapat didalam air minum, maka untuk menghilangkannya diperlakukan pengolahan khusus.15. Sulfat Sulfat berifat iritan bagi saluran gastrointestinal, bila dicampukan dengan magnesium atau natrium. Jumlah MgSO4 yang tidak terlalu besar sudah dapat menimbulkan diare. Sulfat pada boilers menimbulkan endapan (hard scales) demikian pula pada heat exchengers.16. Timbal Timbal atau plumbum (Pb) adalh metal kehitaman. Dahulu digunakan sebagai konstituen di dalam cat, baterai dan saat ini banyak digunakan dalam bensin. Pb organic (TEL= Tetra ethyl lead) sengaja ditambahkan ke dalam bensin untuk meningkatkan nilai oktan. Pb adalah racun sistemik. Keracunan Pb akan menimbulkan gejala, rasa logam di mulut, garis hitam pada gusi, gangguan GI, anorexia, muntah-muntah, perubahan kepribaian, kelumpuhan dan kebutaan. Basophilic stipplingdari sel darah merah merupakan gejala 22
  37. 37. patognomonis bagi keracunan Pb. Gejala lain dari keracunan ini berupa anemia dan albuminuria. Pb organik cenderung menyebabkan encephalopathy, pada keracunan akut, terjadi gejala maninges dan cerebral, diikuti dengan stupor, koma dan kematian. Tekanan liquor cerebro-spinalis (LCS) tinggi dan insomnia.b. Kimia organik 1. Zat organik Zat organik merupakan indikator umum bagi pencemaran. Apabila zat organik yang dapat dioksidasi (BOD) besar, maka ia menunjukkan adanya pencemaran. a. CO2 agresif merupakan Gas aphyxiant, merusak pipa dan dapat melarutkan logam b. Calcium merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh, jadi tidak merupakan benda asing. Calcium sendiri dapat merupakan iritan bagi kulit. Cº toxisitas tergantung komponen senyawanya, karena Ca sendiri tidak beracun bagi tubuh, akan tetapi dalam jumlah yang terlalu sedikit ataupun terlalu besar dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Dengan demikian adanya Ca didalam daftar standar menunjukkan bahwa penyediaan air minum tidak hanya ditujukan untuk mencegah penyakit tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan. Hal ini disebabkan , karena manusia yang kekurangan Ca akan pula menderita hypocalcaemia. c. Magnesium (Mg) adalah salah satu unsur yang menimbulkan kesadahan dan menyebabkan adanya rasa pada air. Kelebihan unsur ini dapat,menimbulkan depresi susunan syaraf pusat dan otot-otot. Toxositas banyak tergantung pada anioun yang terikat pada Mg. Mengapa zat ini tertera di dalam standar tidak didapat keterangan yang jelas. d. Ammonia adalah penyebab iritasi dan korosi, meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme dan menggangu proses desinfeksi dengan khlor. 23
  38. 38. e. Senyawa phenol. Phenol mudah masuk lewat kulit sehat. Keracunan akut menyebabkan gejala gastero-intestinal, sakit perut, kelainan koordinasi bibir, mulut dan tenggorokan. Dapat pula terjadi perforasi usus. Keracunan khronis menimbulkan gejala gastero-intestinal, sulit menelan dan hipersalivasi, kerusakan ginjal dan hati dan dapat di ikuti kematian. Rasa air berubah dan phenol menjadi lebih terasa bila air tercampur chlor.3. Parameter mikrobiologis Pada parameter biologis ini hanya dicantumkan coliform tinja dan total coliform. Sebetulnya kedua macam parameter ini hanya berupa indikator bagi berbagai mikroba yang dapat berupa parasit (protozoa, metazoa, dan tungau), bakteri pathogen dan virus. Kuman-kuman parasitik merupakan kuman yang termasuk protozoa, cacing dan tungau. Penyakit cacing yang sangat banyak didapat di Indonesia adalah Ascaris limbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus dan Taenia saginata/solium. Protozoa yang banyak didapat adalah Giardia lambia dan Entamoeba histolytica. Tungau penyebab penyakit bawaan air adalah Scabies scabei. Bakteri penyebab bawaan air terbanyak adalah salmonella typhi/paratyphi, shigella dan vibrio cholera, sedangkan yang tergolong penyakit virus adalah rotavirus, virus hepatitis A, virus Polimyelitis a.c., virus DHF dan virus Trachoma. JPT Colli/100 cc air. Jumlah perkiraan terdekat (JPT) bakteri Colliform/100 cc air digunakan sebagai indikator kelompok mikrobiologis. Hal ini tentunya tidak terlalu tepat, tetapi sampai saat ini, bakteri ini lah yang paling ekonomis dapat digunakan untuk kepentingan tersebut. Suatu bakteri dapat dijadikan indikator bagi kelompok lain yang patogen didasarkan atas beberapa hal berikut: 1. Ia harus tidak patogen 2. Ia harus berada di air apabila kuman patogen juga ada atau mungkin sekali ada dan dalam jumlah yang jauh lebih besar. 3. Jumlah kuman indikator harus dapat dikorelasikan dengan probabilitas adanya kuman patogen. 24
  39. 39. 4. Mudah dan cepat dapat dikenali dan dengan cara laboratorium yang murah 5. Harus dapat dikuantifikasi dalam test laboratorium 6. Harus tidak dapat berkembang biak apabila kuman patogen tidak berkembang biak, 7. Dapat bertahan lebih lama daripada kuman patogen di dalam lingkungan yang tidak menguntungkan (misalnya di dalam air minum yang di chlorinasi). Namun demikian didapat berbagai kelemahan pada bakteri coliform yangmungkin sekali perlu diubah di kemudian hari :1. Ia tidak sepenuhnya apotogen. Beberapa tipe dapat menyebabkan disentri pada bayi.2. Tidak semua coliform bakteria berasalkan usus manusia, ia dapat juga berasala dari hewan dan bahkan ada yang hidup bebas, karenanya ada test lanjutan yang memeriksa Escherichia coli yang pasti berasal dari tinja.3. Tidak sepenuhnya dapat mewakili virus, karena Coliform musnah lebih dahulu oleh chlor, sedangkan virus tidak. Kista amoeba dan telur cacing juga tahan lebih lama di dalam saluran air bersih dibanding dengan bakteri coliform4. Akhirnya bakteri coliform dapat berkembang biak dalam air sekalipun secara terbatas. Untuk membuat air menjadi aman untuk diminum, tidak hanya tergantungpada pemeriksaan mikrobiologis, tetapi biasanya juga ditunjang oleh pemeriksaanresidu chlor misalnya, Pengendalian penyakit bawaan air hakikatnya tidak cukup hanya denganmemberi fasilitas air minum yang sehat, karena:1. Air bersih perlu diperlakukan dengan bersih pula oleh para pemanfaat sehingga insidensi penyakit bawaan air berkurang2. Higiene perseorangan juga ikut menentukan insidensi penyakit bawaan air, dan3. Penyakit bawaan air tidak saja penyakit yang disebabkan kita meminum dan/atau memakan penyebabnya, tetapi juga termasuk penyakit-penyakit sebagai berikut: a) Penyakit yang disebarkan oleh insekta yang bersarang di air seperti malaria, Dengue Hemorrhagic Fever, dan lain-lain 25
  40. 40. b) Penyakit yang disebabkan kurang air bersih untuk mandi, cuci, dan lainnya, seperti Scabies dan Trachoma c) Penyakit yang penyebabnya hidup di air seperti Schistosomiasis. d) Dengan demikian, tidak hanya kualitas, tetapi kuantitas dan keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air menjadi sangat penting dalam memberantas penyakit bawaan air.2.8. Nilai Ambang Batas air minum menurut Chandra (2007) 1. Pemeriksaan Fisik a. Turbiditas (kekeruhan) Air minum harus bebas dari kekeruhan. Turbiditas dapat diukur dengan alat yang disebut turbiditometer ataupun dengan spektofotometri. Batasan turbiditas yang diperbolehkan adalah kurang dari 5 Unit. b. Warna Air yang bersih harus jernih atau tidak berwarna. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan calorimeter. Batasan yang diperbolehkan untuk air minum adalah kurang dari 15 unit c. Bau dan rasa Air minum harus bebas dari rasa dan bau. Adapun didalam pemeriksaannya menggunakan organoleptis sehingga tidak ada satuan baku di dalam menentukan tingkat bau dan rasa. 2. Pemeriksaan Kimia Karakteristik kimia air minum ditentukan berdasarkan kandungan bahan- bahan kimia di dalamnya. International Standart of Drinking Water dari WHO membagi komponen bahan kimia dalam air menjadi 4 kelompok, yaitu: a. Bahan-bahan toksik Batas maksimal (NAB) yang diperbolehkan (dalam satuan mg/l) 1. Arsenic 0,05 2. Kadmium 0,005 3. Sianida 0,05 4. Timbal 0,05 5. Merkuri 0,001 6. Selenium 0,01 26
  41. 41. Adanya substansi yang disebut diatas ini dengan konsentrasi melampaui batas maksimal yang diperbolehkan pada air minum tidak diperkenankan untuk dipergunakan oleh konsumen, karena akan berpengaruh besar pada kesehatan, contohnya penyakit minamata akibat keracunan mercury di Jepangb. Substansi yang dapat menimbulkan bahaya untuk kesehatan 1. Flourida Dari zat-zat kimia yang mungkin terkadung di dalam air minum, flourida merupakan zat kimia yang sifatnya unik karena memiliki 2 konsentrasi batas (batas atas dan batas bawah) yang dapat menimbulkan efek yang merugikan dan yang menguntungkan terhadap gigi dan tulang. Konsentrasi flourida yang berlebihan di dalam air minum untuk masa waktu yang lama dapat menimbulkan flourosis kumulatif endemic, berupa kerusakan tulang rangka pada anak dan orang dewasa. Bila konsentrasi flourida dalam air minum kurang dari 0,05 mg/l dapat meningkatkan insidensi penyakit karies gigi pada masyarakat. Flourida merupakan bahan esensial untuk mencegah karies gigi pada anak-anak. Batasan yang aman untuk flourida pada air minum adalah 0,5-0,8 mg/l 2. Nitrat Nitrat dalam konsentrasi >45 mg/l dapat membahayakan anak-anak dan menimbulkan methamoglobinia infantile 3. Polynuclear Aromatic hydrocarbon Zat ini dapat bersifat karsinogenik. Konsentrasinya dalam air minum < 0,2 µg/lc. Bahan-bahan yang mempengaruhi potabilitas air WHO membuat suatu kriteria bahan-bahan yang dapat mempengaruhi potabilitas air yaitu, batasan maksimal yang diperbolehkan: 1. Perubahan warna 5 unit 2. Perubahan bau (unobjectionable) 3. Perubahan rasa (unobjectionable) 4. pH 7,0-8,5 5. TSS 500 mg/l 6. Total hardness 2 mEq/l 7. Besi 0,1 mg/l 27
  42. 42. 8. Mangan 0,05 mg/l 9. Tembaga 0,05 mg/l 10. Zink 5,0 mg/l 11. Kalsium 75 mg.l 12. Magnesium 30 mg/l 13. Sulfat (SO4) 200 mg/l 14. Klorida 200 mg/l 15. Substansi phenolic 0,001 mg/ld. Bahan kimia sebagai indikator pencemaran 1. Klorida Semua sumber air yang ada termasuk air hujan, mengadung zat klorida, kadar klorida bervariasi antar tempat. di daerah dekat laut, kadar klorida cenderung tinggi. Zat klorida dapat digunakan sebagai indikator adanya pencemaran. Yaitu dengan mengukur terlebih dahulu kadar klorida pada sumber air yang diperkirakan tidak mengalami pencemaran di sekitar lokasi sumber air yang akan diperiksa. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar klorida lebih tinggi dibandingkan kadar klorida pada sumber air yang terdapat disekitarnya, dapat dipastikan bahwa sumber tersebut telah mengalami pencemaran. 2. Amonia bebas Ammonia bebas merupakan hasil proses dekomposisi benda-benda organic. Keberradaan amonia bebas menunjukkan adanya pencemaran oleh kotoran binatang atau manusia. Batas ammonia bebas yang diperbolehkan < 0,05 mg/l di dalam air minum 3. Amonia albuminoid Amonia albuminoid merupakan bagian dari proses dekomposisi benda- benda organic yang belum mengalami oksidasi. Sumber air tanah tidak boleh mengandung zat ini. Jika terjadi hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perembesan dai limbah kotoran manusia, batasan yang diperbolehkan 0,1 mg/l 4. Nitrit Dalam keadaan normal, nitrit tidak ditemukan dalam air minum, kecuali dalam air yang berasal dari air tanah akibat adanya proses reduksi nitrat oleh 28
  43. 43. garam besi. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya nitrit walaupun rendah, perlu dicurigai adanya pencemaran 5. Nitrat Adanya nitrat dalam sumber air minum menunjukkan adanya bekas pencemaran yang lama dan batasan yang diperbolehkan tidak lebih dari 1mg/l 6. Oxigen adsorbed Kadar oksigen yang diabsorpsi oleh air dapat digunakan sebagai approximate test terhadap kadar oksigen yang diarbsopsi oleh bahan-bahan oraganik dalam air. Kadar oksigen yang diarbsorpsi oleh air pada temperature 37oC dalam waktu 3jam tidak boleh > 1 mg/l 7. Disolved oxygen Kadar oksigen yang dilepaskan oleh air tidak boleh <5 mg/l.3. Pemeriksaan Mikrobiologi Pemeriksaan mikrobiologi merupakan pemeriksaan yang paling baik dan sensitive untuk mendeteksi kontaminasi air olrh kotoran manusia. Mikro organisme yang sering diperiksa sebagai indikator pencemaran oleh feses, antara lain: a. Organisme Koliform Organisme koliform merupakan organisme nonspora yang motil atau non motil, berbentuk batang, dan mampu memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada temperature 37o C dalam waktu 48 jam. Contoh tipikal koliform tinja adalah E. Coli dan kolifrom non tinja adalah Klebsiella aerogeus. Keberadaan E. Coli dalam sumber air merupakan indikasi pasti terjadinya kontaminasi tinja manusia. Ada beberapa alasan mengapa organisme koliform dipilih sebagai indikator terjadinya kontaminasi tinja dibandingkan dengan kuman pathogen lain yang terdapat di saluran pencernaan manusia, antara lain: 1. Jumlah organisme koliform cukup banyak dalam usus manusia. Sekitar 200-400 miliar organisme ini dikeluarkan melalui tinja setiap harinya. Karena jarang sekali di temukan dalam air, keberadaan kuman ini dalam air member bukti kuat adanya kontaminasi tinja manusia 29
  44. 44. 2. Organisme ini lebih mudah dideteksi melalui metode kultur (walau hanya terdapat 1 kuman dalam 100 cc air) dibanding tipe kuman pathogen lainnya 3. Organisme ini lebih tahan hidup dibandingkan dengan kuman usus pathogen lainnya 4. Organisme ini lebih resisten terhadap proses purifikasi air secara alamiah. Bila koliform organisme ini ditemukan di dalam sampel air maka dapat diambil suatu simpulan bahwa kuman usus pathogen yang lain dapat ditemukan dalam sampel air tersebut diatas walaupun dengan jumlah yang kecilb. Streptokokus tinja Organisme ini biasanya ditemukan di dalam tinja bersama E. Coli . pada kasus-kasus yang tidak jelas streptokokus tinja ini dapat digunakan sebagai indikator untuk uji pembuktian adanya kontaminasi tinja manusia.c. Clostridium perfringens dan clostridium welchii Organisme ini biasanya ditemukan dalam feses manusia dalam jumlah kecil. Sporanya dapat bertahan lama dalam air dan biasanya resisten terhadap dosis klorinasi normal. Keberadaan Cl. Perfringens bersama E.Coli dalam air menunjukkan terjadi kontaminasi baru. Sebaliknya, jika yang ditemukan hanya Cl. Perfringens, kontaminasi terjadi setelah waktu berselang. 30
  45. 45. BAB III METODE PENELITIAN3.1 Waktu dan Tempat 3.1.1 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester VI tahun 2012 yang dimulai tanggal 03 September 2012 - 15 September 2012 3.2.2 Teknis pengambilan sampel Pengambilan sampel air dilakukan dengan 2 cara, cara yang pertama adalah pengambilan sampel yang akan diuji fisika, berikut ini adalah tahapan untuk mengambil sampel air: a. Disediakan botol plastik b. Dibawa ke kran air sumur dalam dan ambil sampel air secukupnya c. Dan dibawa ke laboratorium untuk diuji secara fisika Dan untuk pengambilan sampel yang akan diuji secara kimia dan mikrobiologi adalah sebagai berikut: a. Sediakan botol yang sudah disterilkan sebelumnya b. Sediakan korek api c. Buka penutup botol steril, sebelum diambil sampel air terlebih dahulu untuk dibakar mulut botolnya, hal ini bertujuan supaya air tidak terkontaminasi, begitu juga pada saat selesai diambil sampel airnya segera tutup setelah dibakar mulut botolnya. d. Setelah diambil sampel airnya segera taruh di box yang telah berisi es yang berfungsi untuk menjaga kualitas sampel e. Dan sampel air siap dibawa ke laboratorium untuk di uji kimia dan mikrobiologinya 3.1.2 Tempat Penelitian Penelitian initelah dilakukan di PT. Bromo Steel Indonesia (PT. BOSTO) yang berlokasi di jalan Laksamana. RE. Martadinata no. 18-20, Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. 31
  46. 46. 3.2 Pengambilan Data/prosedur Penelitian 3.2.1 Pengambilan data a. Data Primer Data primer diperoleh dari pengujian sampel air artesis di PT. Bromo Steel Indonesia. Sampel air ini akan di analisis dengan mengunakan parameter fisika, kimia dan mikrobiologi. Analisis sampel air Artesis dilakukan di Laboratorium Instalasi PengelolaanAir Limbah (IPAL) di RSUD. Dr. Saiful Anwar malang. b. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari beberapa sumber seperti hasil studi pustaka, laporan serta dokumen dari berbagai instansi yang berhubungan dengan topik yang dikaji. 3.2.2 Prosedur Penelitian a. Pengambilan Sampel Kualitas Air Tujuan dari pengambilan data ini adalah untuk mendapatkan hasil tentang keadaan air bawah tanah yang dikonsumsi untuk sehari-hari apakah aman atau tidak, dengan memeriksa sifat fisika, kimia dan mikrobiologi air di PT.Bromo Steel Kabupaten Pasuruan. Penentuan lokasi pengambilan sampel parameter fisika, kimia dan mikrobiologi ditetapkan secara purporsive (sengaja). Pengambilan sampel air lebih diarahkan pada pusat-pusat kegiatan karyawan sebagai mandi cuci kakus (MCK) dan air yang akan diolah sebagai air minum. Penentuan titik pengambilan sampel air yang akan diteliti merupakan air artesis dengan pertimbangan bahwa lokasi pengambilan sampel air diduga sebagai aliran air yang digunakan sebagai bahan baku air minum bagi karyawan perusahaan. Pengambilan sampel air artesis dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dengan interval waktu seminggu. Pengambilan contoh air dilakukan dengan memasukan air sampel kedalam botol steril dan botol biasa. Lokasi penelitian dan pengambilan sampel contoh air ditunjukkan pada gambar sebagai berikut 32
  47. 47. Gambar 3.1.Titik pengambilan sampel air tawarartesis bawah tanah dalam Gambar 3.2.Titik pengambilan sampel air sumur galib. Prosedur pemeriksaan sampel kualitas air 1. Pemeriksaan Klorida (Cl-) Metode : Argentometri MOHR Prosedur : a. Diambil 25 ml sample dalam erlenmeyer b. Ditambahkan 3 tetes larutan Indikator Kalium Kromat (K2CrO4) kemudian kocok (warna kuning) c. Titrasi dengan Larutan Baku Silver Nitrat (AgNO3) 0,0141 N. Hingga warna menjadi merah bata d. Dicatat volume titrasi e. Blanko (Aquades) diperlukan sama (langkah a s/d d) 2. Pemeriksaan Nitrit (NO2) Metode : Spektrofotometri cara uji asam sulfanilat Prosedur : a. Diambil 50 ml. Contoh uji / standart / blanko ditambahkan berturut–turut 1 ml. EDTA 1 ml. Asam Sulfanilat. Aduk dan biarkan 3 – 10 menit. 33
  48. 48. b. Ditambahkan 1 ml, larutan NED, biarkan 10 – 30 menit c. Baca pada spectrofotometer dengan λ 543 nm.3. Pemeriksaan Besi (FE2+) Metode : Spectrofotometri cara uji Amonium Thiocyanate Prosedur : a. Ditambahkan 2-3 tetes H2SO4 pekat ke dalam 50 ml. Sampel air lalu didih sampai suhu 100ºC kemudian di dinginkan. b. Ditaambahkan aquades sampai volumenya kembali dinginkan c. ditambahkan 1 ml. Larutan Amonium Thiocyanate (NH4SCN) 20 % lalu aduk. d. Baca konsentrasi besi (Fe) pada spectrofotometer dengan λ 510 nm e. Blanko diperlakukan sama4. Pemeriksaan Kesadahan (CaCO3) Metode : Trimetri Prosedur : a. Diambil 50 ml sampel dalam erlenmeyer b. Ditambahkan 2 ml. Larutan dapar c. Ditambahkan sepucuk sendok indikator EBT dan di kocok, sehingga timbul warna merah d. Titrasi dengan EDTA sampai warna kemerah-merahan hilang dan menjadi biru e. Dicatat volume EDTA yang digunakan untuk titrasi5. Pemeriksaan Sulfat (SO42-) Metode : Spektrofotometri cara uji BaCl2 jenuh Proedur : a. Diambil 50 ml. contoh uji dan masukkan dalam Erlenmeyer b. Ditambahkan 2,5 ml. larutan kondisi. Kemudian 1 ml larutan BaCl2 jenuh c. Diaduk dan tunggu 1 menit d. Baca pada spektrofotometer dengan λ 42 nm e. Bila hasil > 40 mg/l ulangi dengan pengenceran contoh uji. f. Blanko diperlakukan sama 34
  49. 49. 6. Analisa Mangan (Mn) Metode :Spectofotometri dengan cara uji persulfat Prosedur : a. Diambil sampel 50 ml b. Ditambahkan 2,5 ml pereaksi khusus Mn c. Dipanaskan dan didihkan selama 5 menit d. Dipindahkan dari pemanas dan ditambahkan 0,5 gr. Kalium persulfat (K2S2O8) e. Didihkan kembali selama 5 menit. Warna ungu kemerahan yang terjadi menunjukan adanya unsure mnagan (Mn) f. Di dinginkan hingga temperature kamar g. Pindahkan secara kualitatif ke dalam labu takar 50 ml dan encerkan sampai tanda batas h. Dikocok sampai bercampur rata dan tentukan kadar mangan (Mn) dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm. i. Blanko aquadest diperlakukan sama dengan sampel.7. Pemeriksaan Phenol Metode : Spektrofotometri cara uji 4- amino antypirin (C11H13N3O) Prosedur : a. Diambil 100 ml sampel/ standart/ blanko di dalam labu destilator, kemudian lakukan destilasi pada suhu 170ºC. tamping hasil destilasi sebanyak ±75 ml. kemudian ditambahkan aquades sampai tepat 100 ml. b. Ditambahkan 2,5 ml NH4OH (Amonium Hidroksida) 0,5 N c. Ditambahkan buffer phospat sampai pH 7,9 ±0,1 (1 ml) d. Ditambahkan 1 ml larutan 4- amino antypirin (C11H13N3O) kemudian diaduk dengan baik e. Ditambahkan 1 ml potassium Fersianida (K3Fe(CN)6) kemudian diaduk f. Ditunggu selama 15 menit g. Dibaca pada spektro dengan λ 500 nm 35
  50. 50. 8. Analisa Fluorida (F) Metode : Spektrofotometri Cara uji : Alizarin Red S (C14H6Na2O7S) Prosedur : a. Diambil 100 ml sampel. contoh uji dan masukan dalam erlenmeter b. Ditambahkan 5 ml. larutan zirkonil alizarin c. Diaduk dan di diamkan selama 60 menit d. Di baca pada spektrofotometer dengan λ 520 -550 nm9. Analisa Sianida (CN) Metode : spektrofotometri. Prosedur : a. Diambil sampel 50 ml, b. Ditambahkan 1 ml kloramin T dan 1 ml. larutan buffer asetat a. ditunggu 2 menit c. Ditambahkan 5 ml asam barbiturate piridin d. Ditunggu 1 menit e. Jika timbul warna ungu atau merah kebiru-biruan, dibaca pada spektrofotometer λ570 nm f. Blanko diperlakukan sama seperti sample10. Prosedur Pemeriksaan kimia air bersih 10.1. Nitrat (NO3) dan (NO2) a. Disiapkan bahan dan alat : asam sulfat (H2SO4) , NED (Naftil Etilen Dosis) diamkan 0,1 % , pipet 1 ml, gelas ukur 50 ml, spektro DR 2010 b. Diambil 50 ml sampel air dan ditambahkan 1 ml H2SO4 di aduk dan di diamkan selama 1 menit c. Ditaambahkan 1 ml NED di aduk dan di diamkan selam 5 menit. d. Mengaktifkan program spektro (DR 2010), 351 dengan λ yang sama (untuk pemeriksaan NO2). e. Dilakukan pembacaan dengan didahului blanko (Blanko diperlakukan sama dengan sampel) 36
  51. 51. 10.2. Sulfat (SO4) 1. Menyiapkan bahan dan alat : Kristal barium klorida (BaCl2 H20), pipet 1 gelas, gelas ukur 25 ml, spektro DR 2010 2. Diambil 25 ml sampel air bersih dimasukan dalam gelas ukur 3. Ditambahkan 3 tetes BaCl2 jenu, kemudian dikocok sampai tercampur. 4. Mengaktifkan program spektro (DR 2010) 680 dengan λ 450 5. Dilakukan pembacaan dengan didahului blanko (blanko hanya berisi aquadest)10.3. Logam berat a. Menyiapkan bahan dan alat : asam nitrat (HNO3) pekat, asam nitrat (HNO3) 2%, pipet 5 ml, gelas ukur 50 ml, hot plate, beaker glas, penyaring, kertas filter, spektro DR 2010. b. Diambil 50 ml sampel air bersih dengan gelas ukur dimasukkan dalam beaker glas, c. Ditambahkan 2 ml HNO3 2%, pekat, kemudian dipanaskan diatas hot plate sampai volume menjadi ± 10 ml. d. Diangkat, kemudian ditambahkan 1 ml HNO3 2% di dinginkan sampai suhu kamar. e. Ditambahkan dengan air aquadest sampai mencapai 50 ml f. Disaring dengan menggunakan alat penyaring yang sudah di lengkapai filter sampai habis g. program spektro (DR 2010) di aktifkan dan dilakukan pembacaan dengan didahului blanko (balnko hanya berisi aquadest) dengan program 1. 225 untuk Fe2+ 2. 60 untuk Cd 3. 135 untuk Cu 4. 100 untuk Cr 5. 330 untuk Ni 6. 780 untuk Zn 7. 295 untuk mangan 8. 280 untuk Pb 37
  52. 52. c. Prosedur uji Mikrobiologi Alat dan bahan : 1. Media cair laktosa (lactose broth) 2. Medium Cair BGLB 3. Sampel air 4. Tabung reaksi 5. Tabung durham 6. Pipet ukur 7. Bunsen 8. Labu Erlenmeyer1.3 Analisa Data Pengujian kualitas air minum dengan mengambil sampel air artesis di PT. Bromo Steel Indonesia Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium RSUD.dr. Saiful Anwar malang. Pengujian ini dilakukandengan meliputi parameter secara fisika, kimia dan mikrobiologi.untuk mengetahui karakteristik kualitas air minum di PT. Bromo Steel Indonesia Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif serta dibandingkan dengan permenkes No.492 tahun 2010 tentang persyaratan Kualitas air minum. 38
  53. 53. BAB IV PEMBAHASAN4.1 Hasil Pengujian sumber air artesis yang ada di PT. Bromo Steel Indonesia 4.1.1 Pengujian Fisika Pengujian fisika menggunakan beberapa metode, selain metode baku yang terdapat di dalam laboratorium, pengujiannya menggunakan metode organoleptis. Organoleptis atau uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting dalam penerapan mutu. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk. Syarat agar dapat disebut uji organoleptik adalah: a. ada contoh yang diuji yaitu benda perangsang b. ada panelis sebagai pemroses respon c. ada pernyataan respon yang jujur, yaitu respon yang spontan, tanpa penalaran, imaginasi, asosiasi, ilusi, atau meniru orang lain. d. Penguji harus sehat secara jasmani dan rohani (Wikipedia, 2010) Tabel 4.1 Hasil Pengujian Fisika N Parame Satu Metode Hasil uji Permenkes Menurut o ter an 492 tahun Chandra 2010 (2007) 1 Bau - Organoleptis Tidak berbau Tidak berbau Tidak berbau 2 jumlah Mg/l TDS metri 284 500 500 padatan terlarut (TDS) 3 Kekeruh FAU Spektrofotometri 8 5 5 an 39
  54. 54. Lanjutan Tabel 4.1 Hasil Pengujian FisikaN Parame Satu Metode Hasil uji Permenkes Menuruto ter an 492 tahun Chandra 2010 (2007)4 Rasa - Organoleptis Tidak berasa Tidak berasa tidak berasa5 Tempera ºC Termometri 24ºC suhu udara ± 3 - tur6 Warna Pt.C Spektrofotometri 5 15 15 o7 Daya µmh Konduktrimetri 407 - - Hantar oз/c Listrik m (DHL) Berdasarkan tabel di atas, pada pengujian air artesis secara fisika dinyatakan sebagian telah sesuai dengan parameter wajib Permenkes No. 492 tahun 2010 tentang persyaratan Kualitas air minum dan menurut buku pengantar kesehatan lingkungan karya (Chandra, 2007). Parameter bau untuk hasil uji nya dinyatakan tidak berbau, parameter jumlah padatan terlarut 284 masih di kadar yang diperbolehkan , parameter rasa, warna, temperatur dan daya hantar listrik masih sesuai dengan kadar maksimum yang di perbolehkan. Akan tetapi pada pengujian kekeruhan data yang diperoleh adalah melebihi kadar yang diperbolehkan baik oleh Permenkes 492 tahun 2010 maupun menurut buku pengantar kesehatan lingkungan. Melihat teori yang ada bahwa air artesis sangat kecil kemugkinan untuk tercemar/ terkontaminasi sangatlah kecil, jadi bisa disimpulkan bahwa di dalam proses pengujian yang bisa mengalami ketidakakuratan data, kemungkinan tersebut bisa dari penguji maupun dari alatnya yang belum di kalibrasi. Sehingga data yang diperoleh tidak akurat . 40
  55. 55. 4.1.2 Pengujian Kimia Tabel 4.2 Hasil Pengujian KimiaNo Parameter Satuan Metode Hasil Permenkes Menurut Dr. Uji 492 tahun Chandra 2010 (2007)Kimia Anorganik1 Raksa Mg/l AAS - 0,001 - (Hg)**)2 Arsen Mg/l Spektrofoto - 0,01 0.05 (As)**) metri3 Besi (Fe) Mg/l Spektrofoto 0,01 0,3 0,1 metri4 Fluorida (F) Mg/l Spektrofoto 0,01 1,5 0,5-0,8 metri5 Kadmium Mg/l Spektrofoto TT(tidak 0,003 0,005 (Cd)**) metri terdetek si)6 Kesadahan Mg/l Titrimetri 163,51 500 - sebagai CaCO37 Khlorida(Cl Mg/l Titrimetri 13,996 250 - - )8 Krom Mg/l Spektrofoto TT(Tida 0,05 - Hexavalen metri k (Cr6+)**) terdekte ksi)9 Mangan Mg/l Spektrofoto TT(Tida 0,4 0,05 (Mn) metri k Terdekte ksi) 41
  56. 56. Lanjutan Tabel 4.2 Hasil Pengujian KimiaNo Parameter Satu Metode Hasil Permenkes Menurut an Uji 492 tahun Chandra 2010 (2007)10 Nitrat, sebagai Mg/l Spektrofoto 0,01 50 < 45 N (NO3-N) metri11 Nitrit, sebagai Mg/l Spektrofoto 0,004 3 - – N (NO2 N) metri12 pH Mg/l pH Meter 7 6,5-8,5 7-8,513 Selenium Mg/l Spektrofoto - 0,01 0,01 (Se)**) metri14 Seng (Zn) Mg/l Spektrofoto TT(Tida 3 - metri k terdekte ksi)15 Sianida Mg/l Spektrofoto TT(Tida 0,07 0,05 (CN)**) metri k terdekte ksi)16 Sulfat (SO4) Mg/l Spektrofoto 2 250 200 metri17 Timbal Mg/l Spektrofoto TT(Tida 0,01 0,05 (Pb)**) metri k terdekte ksi)18 Klorin Bebas Mg/l Chlor Test TT(Tida 5 (Cl2) Kit k - terdekte ksi)Kimia Organik1 Zat Organik Mg/l Titrimetri - 10 - (KMnO4) 42
  57. 57. Lanjutan Tabel 4.2 Hasil Pengujian KimiaNo Parameter Satuan Metode Hasil Permenkes Menurut Uji 492 tahun Chandra 2010 (2007)2 Detergen Mg/l Spektrofoto - 0,05 - Anionik metri Berdasarkan tabel 4.2. parameter kimia untuk kimia anorganik telah sesuai dengan parameter wajib Permenkes No. 492 tahun 2010 tentang persyaratan Kualitas air minum. Namun pada parameter kimia anorganik air raksa (Hg), Arsen (As) dan selenium (Se) dengan keterangan hasil uji (-) tidak di lakukan pengujian, sedangkan untuk Kadmium (Cd), Krom Hexavalen (Cr6+), Mangan (Mn), Seng (Zn), Sianida (CN), Timbal (Pb), dan Klorin Bebas (Cl2) dengan keterangan hasil uji TT (tidak terditeksi) di lakukan pengujian. Dari hasil pengujian dengan keterangan Tidak Terdekteksi ini, air artesis memang ada mengandung parameter tersebut diatas, namun tidak dapat terdektesi oleh metode alat karena jumlahnya yang sangat kecil, yang kurang dari kadar maksimum yang diperbolehkan. Hasil pengujian air minum dengan parameter kimia organik dengan hasil uji (-) tidak dilakukan pengujian. Parameter yang menurut Dr. Budiman Chandra tidak selengkap Permenkes 492 tahun 2010. Akan tetapi dari kedua parameter tersebut hasil yang didapatkan masih dibawah batas ambang. 4.1.3 Pengujian Mikrobiologi Tabel 4.3 Hasil Penggujian MikrobiologiNo Parameter Satuan Metode Hasil uji Permenkes Menurut 492 tahun Chandra 2010 (2007)1 Total MPN/100 Tabung <2 0 0 Colifrom ml ganda 43

×