Your SlideShare is downloading. ×
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Kimia power point tommy tugas utama
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kimia power point tommy tugas utama

2,476

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,476
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
13
Actions
Shares
0
Downloads
49
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Kimia Unsur
  • 2. Teacher Dina stanmart
  • 3. 1. Kelimpahan Unsur Unsur-unsur di alam lebih banyak berupa senyawa dibandingkan dalam keadaan bebas sesuai bentuk unsurnya. Unsur gas mulia terdapat dalam bentuk bebas dan unsur gas mulia ditemukan dalam bentuk senyawa alami di alam. Unsur-unsur gas mulia (helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon) termasuk dalam 90 jenis unsur yang terdapat di alam, sedangkan sisanya merupakan unsur buatan seperti plutonium dan amerisium. Beberapa unsur logam dapat ditemukan dalam keadaan bebas maupun dalam bentuk senyawa seperti emas, perak, platina, dan tembaga. Unsur nonlogam juga ada yang dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa seperti oksigen, belerang, nitrogen, dan karbon. Unsur atau senyawa yang banyak terdapat dalam bahanbahan alam disebut mineral. Mineral diolah untuk diambil unsurnya, sehingga dapat digunakan dalam kehidupan seharihari. Tidak semua mineral dilakukan pengolahan, tergantung besarnya kandungan unsur di dalamnya dan tingkat kesukaran proses pengolahannya.
  • 4. A. Kelimpahan Unsur di Alam Distribusi Unsur-Unsur pada Kulit/Kerak Bumi Unsur Kelimpahannya pada Kerak Bumi (g/ton) % dalam Kerak Bumi Oksigen Silikon Aluminium Besi Kalsium Magnesium Sodium (natrium) Potasium (kalium) Titanium Hidrogen Fosforus Mangan 455.000 272.000 83.000 62.000 46.000 27.640 22.700 18.400 6.320 1.520 1.120 1.060 45,500 27,200 8,300 6,200 4,660 2,764 2,270 1,840 0,632 0,152 0,112 0,106
  • 5. 1.2 Berbagai mineral di Indonesia No Unsur Mineral Lokasi 1 Tembaga Kalkopirit, CuFeS₂, Kalkosit, Cu₂S Cikotok (Jawa Barat), Kompara (Papua), Tirtamaya (Jawa Tengah) 2 Besi Hematit, Fe₃O₄, Magnetit, Pirit, FeS₂, Siderit, FeCO₃ Ambon (Maluku), Cilacap (khusus pasir besi), Jawa Tengah Cilegon, Banten 3 Nikel NiS Bengkalis (Sumatra) Logas (DI Aceh) Rejang Lebong (Bengkulu) 4 Emas Unsur Bengkalis (Sumatra), Bolaang Mangondow (Sulawesi Utara), Logas (Riau), Meuleboh (DI Aceh) 5 Aluminium Bauksit, Al₂O₃, NH₂O, Kriolit, Na₃AlF₆ Pulau Bintan (Riau), Singkawang (Kalimantan barat) 6 Timah Kasiterit, SnO₂ Bangkinang (Riau), Dabo (Pulau Singkep), Manggar (Pulau Belitung) 7 Krom Kromit, FeO, Cr₂O₃ Bombana (Sulawesi tenggara), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan 8 Mangan Pirolusit, MnO₂, Braunit, Mn₂O₃ Kupang (NTB), karang bolong (Kedu Selatan), Pegunungan Menoreh (Magelang), 9 Seng Seng Blende, ZnS, Kolamin, ZnCO₃ Bone Belango (Gorontalo), Dairi (Sumatera Utara) 10 Vanadium Vanadit, Pb₅(CO₄)₃Cl Papua
  • 6. Komposisi Udara Bersih dan Kering KOMPONEN KONSENTRASI (%) Nirogen 78,09 Oksigen 20,94 Argon 0,934 Karbondioksida 0,0315 Neon 0,0018 Helium 0,00052 Metana 0,00012 Kripton 0,0001 Karbon monoksida 0,00001 Dinitrogen monoksida 0,00005 Hidrogen 0,00005 Xenon 0,000008 Nitrogen dioksida 0,000002
  • 7. Alumunium merupan unsur logam yang paling banyak terdapat di kerak bumi Kelimpahanya menempati urutan ke-3 setelah okigen dan silicon. Aluminium ditemukan dalam batuan aluminium silikat (senyawa yang tersusun atas unsure Al, O, dan Si), bijih bauksit (Al2O3.2H2O), dan kriolit (Na3Alf6).
  • 8. Di Alam, silikon dapat berada dalam bentuk silika (SiO2) atau pasir kuarsa (SiO2), aluminosilikat, ortoklase (K2O.Al2O3.6SiO2), kaolin (Al2O-3.3SiO2.2H2O), dan albit (Na2O.AlO3-.6SiO2. Silikon dapat diperoleh dengan cara mereduksi SiO2 pada suhu tinggi Menggunakan preduksi karbon. SiO2(s) + 2 C(s) “dipanaskan” Si(s) + 2CO(g)
  • 9. C. Kelimpahan Besi (Fe) Besi juga merupakan unsur keempat yang paling banyak terdapat di bumi. Bijih utama unsur logam besi terdapat dalam mineral hematite (Fe 2O3), Magnetit (Fe3O4), Limonit (FeO(OH)), dan siderit (FeCO3). Di Indonesia bijih-bijih besi ini banyak terdapat di Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi tengah dan Pulau Jawa.
  • 10. Kromium di temukan di alam dalam bentuk mineral kromit (FeCr2O4). Di Indonesia mineral ini terdapat di Sulawesi Tengah.
  • 11. Tembaga di Alam terdapat dalam bentuk mineral. Kalkopirit (CuFeS2) dan malakit (Cu(OH)2CO3). Di Indonesia mineral ini terdapat di Papua.
  • 12. (Sulfur) merupakan unsur periode ke-3 yang terdapat di Alam dalam keadaan bebas, maupun dalam bentuk senyawanya. Dalam keadaan bebas Umumya belerang terdapat dalam gunung berapi. dalam bentuk senyawanya, Belerang ditemukan dalam bentuk mineral sulfida, seperti besi sulfida (FeS2), gips (CaSO4 . 2H2O), dan seng sulfida (ZnS). Selain itu Belerang juga terkanung dalam gas Alam, seperti H2S dan SO2.
  • 13. Karbon di Alam terdapat dalam bentuk unsur karbon dan senyawa karbon organik. 1. Unsur Karbon Unsur karbon terdapat dalam tiga bentuk, yaitu: • Bentuk Amorf • Bentuk Grafit • Bentuk Intan 2. Senyawa karbon Karbon merupakan penyusun makromelekul ini merupakan komponen penting dalam mahluk hidup, oleh karna itu semua jasad mahluk hidup pasti mengandung senyawa karbon organik.
  • 14. 1. Unsur Nitrogen Nitrogen merupakan komponen gas terbesar dalam udara yaitu mencapai 78%. Nitrogen ini merupakan gas yang tidak reaktif (inert) serta memiliki titik didih -196o-C dan titik beku -210oC. 2. Senyawa Nitrogen Senyawa Nitrogen yang terdapat secara alamiah di alam adalah natrium nitrat (NaNO3) yang dikenal juga sebagai saltpeter chili. Senyawa ini merupakan sumber utama nitrogen terikat yang masih ditambang di dataran tinggi Chili.
  • 15. • Oksigen banyak terdapat di alam, kandunganya di udara sekitar 21% • Di atmosfer terdapt oksigen dalam bentuk melekul diatomik (O2). • okigen yang terletak di atas lapisan atmosfer terdapat dalam bentuk monoatomik (O) dan triatomik (O3).
  • 16. 2. Unsur Alkali (Golongan IA) Logam alkali adalah kelompok unsur kimia yang mempunyai satu elektron pada kulit luarnya. Dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan IA, kecuali halogen. Alkali berasal dari bahasa arab kali yang berarti abu. Dinamakan alkali karena dapat membentuk basa kuat. Logam alkali terdiri atas enam unsuryaitu litium ( Li ), natrium ( Na ), kalium ( K ), rubidium ( Rb ), cesium ( Cs ), dan frasium ( Fr ). Semua unsur pada kelompok ini sangat reaktif sehingga secara alami tak pernah ditemukan dalam bentuk tunggal. Untuk menghambat reaktivitas, unsur-unsur logam alkali harus disimpan dalam medium minyak. Unsur logam alkali tidak terdapat bebas di alam melainkan dalam bentuk senyawanya. Unsur Sumber Utama Litium Spodumen, LiAl(Si2O6) Natrium NaCl Kalium KCl Rubidium Lepidolit, Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3 Cesium Pollusit, Cs4Al4Si9O26.H2O
  • 17. Sifat-Sifat Umum Logam Alkali Li Nomor atom 3 Konfigurasi elektron Na 11 K Rb Cs Fr 19 37 55 87 [He]2s1 [Ne]3s1 [Ar]4s1 [Kr]5s1 [Xe]6s1 [Rn]7s1 Titik leleh (oC) 179 98 63 39 28 – Titik didih (oC) 1.336 883 762 700 670 – Rapat jenis (20 oC, g/cm3) 0,54 0,97 0,86 1,53 1,90 – Jari-jari ion (10–12 m) 60 95 133 148 169 – Jari-jari atom (10–12m) 123 157 203 216 235 – Energi ionisasi I (kJ/mol) 520 496 419 403 376 370 Energi ionisasi II (kJ/mol) 7.296 4.563 3.069 2.650 2.420 2.170 Eo, L → L+ + e– (V) 3,05 2,71 2,92 2,49 3,02 – Elektronegativitas 1,0 1,0 0,9 0,9 0,9 –
  • 18. Beberapa Reaksi Logam Alkali 1) Semua logam alkali dapat bereaksi dengan hidrogen, halogen, oksigen, belerang, dan fosforus. 2 M(s) + H2(g) → 2 MH(s) (senyawa hidrida) 2) Litium dapat bereaksi dengan nitrogen membentuk nitrida. 6 Li(s) + N2(g) → 2 Li3N(s) (nitrida) 3) Reaksi dengan air menghasilkan basa dan gas hidrogen. Reaksi ini bersifat eksotermis. 2 M(s) + H2O(l) → 2 MOH(aq) + H2(g) Reaksi air dengan: (a) litium, (b) natrium/sodium, (c) kalium/potassium. (a) (b) (c)
  • 19. 4) Logam alkali sebagai reduktor. Al2O3 + 6 Na → 2 Al + 3 Na2O 5) Logam-logam alkali terlarut dalam amonia cair membentuk larutan biru. 6) Reaksi nyala. Jika logamlogam alkali dibakar, akan menghasilkan warna nyala yang khas. Litium Natrium Kalium Rubidium Sesium : merah : kuning : merah/violet : Merah ungu : biru natrium kalsium litium
  • 20. 3. Unsur alkali tanah ( golongan IIA ) Logam alkali adalah kelompok unsur kimia yang mempunyai ddua elektron pada kulit luarnya. Dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan IIA. logam alkali tanah di sebut logam karena memiliki sifat seperti logam, kata alkali sendiri, karena unsur-unsurnya memiliki sifat alkalin yang apabila dilarutkan dalam air akan bersifat basa (lebih lemah dari logam alkali). nama alkali tanah untuk golongan IIA berdasarkan kepada unsur alkalinya sukar larut dan banyak di temukan pada kerak bumi (di dalam tanah). unsur-unsurnya meliputi : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Strontium (Sr), Barium (Br), dan Radium (Ra).
  • 21. Sifat-Sifat Umum Logam Alkali Tanah Be Mg Nomor atom 4 12 Konfigurasi elektron [He]2s2 [Ne]3s2 Titik leleh (oC) 1.280 Titik didih (oC) Ca 20 Sr Ba Ra 38 56 88 [Ar]4s2 [Kr]5s2 [Xe]6s2 [Rn]7s2 651 851 800 725 700 2.970 1.107 1.487 1.366 1.637 1.140 Rapat jenis (20 oC, g/cm3) 1,86 1,75 1,55 2,6 3,59 5,0 Jari-jari ion (10–12 m) 89 136 174 191 198 – Jari-jari atom (10–12m) 31 65 99 113 135 – Energi ionisasi I (kJ/mol) 899 738 590 549 503 509 Energi ionisasi II (kJ/mol) 1.757 1.450 1.146 1.064 965 978 Eo, L → L+ + e– (V) 1,85 2,37 2,87 2,89 2,91 2,92
  • 22. Perbandingan Unsur Alkali dengan Unsur Alkali Tanah  Jari-jari atom maupun jari-jari ion yang isoelektronis (jumlah elektronnya sama) golongan alkali tanah lebih kecil dibanding alkali.  Kristal dari unsur-unsur golongan alkali tanah kerapatannya lebih besar sehingga kekerasan, titik leleh, dan titik didihnya lebih tinggi daripada golongan alkali.  Logam golongan IIA merupakan reduktor yang cukup kuat meskipun kurang kuat bila dibanding logam golongan IA.  Energi ionisasi golongan IIA lebih besar daripada golongan IA.  Logam golongan alkali tanah kurang reaktif jika dibandingkan golongan alkali.
  • 23. Beberapa Reaksi Logam Alkali Tanah 1) Dengan halogen (X2), membentuk halida (X = F, Cl, Br, dan I). M + X2 → MX2 2) Dengan oksigen, membentuk oksida, kecuali Ba juga menghasilkan BaO2. 3) Dengan belerang, membentuk sulfida, juga dengan Se dan Te. M + S → MS 4) Dengan nitrogen, membentuk nitrida (pada temperatur tinggi). 3 M + N2 → M3N2 5) Dengan karbon, membentuk karbida, kecuali Be membentuk Be2C. M + 2 C → MC2 Karbida ini dengan air membentuk basa dan gas asetilena (untuk mengelas).
  • 24. 6) Dengan hidrogen, membentuk hidrida (pada temperatur tinggi). M + H2 → MH2 7) Dengan asam, membentuk gas H2. M(s) + 2 H+(aq) → M2+(aq) + H(g) 8) Kecuali berilium, logam-logam alkali tanah dengan air membebaskan gas hidrogen. M + 2 H2O(l) → M(OH)2 + H2(g) 9) Berilium dan oksidanya bersifat amfoter, dapat larut dalam asam maupun basa kuat. Be + 2 H2O + 2 OH– → [Be(OH)4]2– + H2(g) 10) Tes nyala logam alkali tanah memberikan warna yang khas. Magnesium : nyala sangat terang Kalsium : merah bata Strontium : merah Barium: kuning kehijauan
  • 25. Sifat Periodik Unsur Golongan Gas Mulia Dengan konfigurasi elektron yang sudah penuh, gas mulia termasuk unsur yang stabil. Artinya sukar bereaksi dengan unsur lain dan sukar menerima maupun melepas elektron.
  • 26. Sifat Fisik Gas Mulia Titik didih dan titik leleh unsur-unsur gas mulia lebih kecil daripada suhu ruangan(25oC atau 298 K) sehingga seluruh unsur gas mulia berbentuk gas. Karna bersifat stabil, unsur-unsur gas mulia tersebut di alam berada dalam bentuk monoatomik.
  • 27. Sifat Kimia Unsur Golongan Gas Mulia Seorang kimiawan Kanada, Neil Bartlet, berhasil membuat persenyawaan yang stabil antara unsur gas mulia dan unsur lain, yaitu senyawa XePtF6. Keberhasilan ini didasarkan pada reaksi: PtF6 + O2 → (O2)+(PtF6)-
  • 28. Halogen artinya pembentuk garam. Unsurunsur helogen merupakan unsur yang bersifat elektronegatif dan mudah bereaksi dengan unsur elektropositif untuk membentuk garam.
  • 29. Sifat Periodik Unsur Halogen Unsur halogen memiliki 7 elektron valensi harga keelektronegatifan dengan afinitas elektron besar. Oleh karna itu atom unsur halogen sangat mudah menerima elektron dan membentuk ion negatif. halogen digolongkan ke dalam pengoksidasi kuat. Sifat Fisik Unsur Halogen 1. Wujud Zat 2. Warna dan Bau
  • 30. Sifat Kimia Unsur Golongan Halogen 1. Kelarutan Dallam golongan halogen, semakin kebawah kelarutan unsur-unsurnya, dalam air semakin kecil. 2. Kereaktifan dan daya pengoksidasi halogen Semakin kebawah, keelektronegatifan unsur-unsur halogen semakin kecil. Dalam golongan VIIA, fluorin merupakan pengoksidasi terkuat, sedangkan iodine merupakan pengoksidasi terlemah.
  • 31. 3. Reaksi Pendesakan Halogen Halogen yang terletak diatas dalam golongan VIIA merupakan pengoksidasi yang lebih kuat sehingga mampu mendesak ion yang berada di bawahnya. 4. Sifat Asam Asam halida terdiri dari asam flourida (HF), Asam klorida (HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodide (HI). Kekuatan asam tersebut bergantung pada kekuatan ikatan antara H dan X atau kemudahan senyawa halide untuk memutuskan ikatan antara H dan X. Urutan kekuatan asam halida adalah HF > HI > HBr > HCl
  • 32. KALSIUM  Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Bahkan kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 3,4% keberadaanya. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat [CaCO3], Senyawa Fospat [CaPO4], Senyawa Sulfat [CaSO4], Senyawa Fourida [CaF]. KEGUNAAN      Digunakan sebagai deoxi dizer untuk tembaga , nikel dan stainless steel. Campuran logam kalsium timbal digunakan pada akumulator. Digunakan dalam pembuatan kapur , semen, dan mortal. Digunakan untuk membuat gigi palsu dan tulang atau rangka tiruan. Kalsium hidroksida digunakan untuk uji keasaman gas karbon dioksida PEMBUATAN     Kalsium hanya dibuat dalam skala kecil dan diperolah melalui reduksihalidanya dengan logam Na. CaCl2(I)+ Na(S)----------> Ca(l)+ NaCl(l) Dalam skala kecil kalsium dapat dibuat melalui reduksi dari CaO denganAluminium 3CaO + 2Al ------------> 3Ca + Al2O3
  • 33. Fluorin (F) a) Kegunaan - Freon-11 (CFCl3) dan freon-12 (CF2Cl2) dipergunakan sebagai zat pendingin dalam AC. - Teflon untuk wajan. - HF untuk mengukir kaca. b) Terdapatnya Mineral fluorit (CaF2), kriolit (Na3AlF6), dan fluoroapatit, CaF2.3Ca3(PO4)2. c) Cara memperoleh - Oksidasi fluoridanya karena F2 merupakan oksidator yang sangat kuat. - Elektrolisis lelehan campuran KF dan HF.
  • 34. Klorin (Cl) a) Kegunaan Pembuatan bromin (sebagai pengelantang) dan mensterilkan air minum serta bahan dasar untuk pemutih, karet sintetis, DDT, CCl4, hipoklorit, klorat, dan perklorat. b) Terdapatnya Berupa gas berwarna kuning kehijauan dan merupakan gas yang beracun, NaCl dalam air laut, sebagai mineral halit (NaCl), sylvit (KCl), dan karnalit (KCl.MgCl2.6H2O). c) Cara Memperoleh Secara industri dan laboratorium.
  • 35. Bromin (Br) a) Kegunaan Zat oksidator dalam sintesis zat organik. AgBr untuk pelat fotografi dan film. Etilena bromida (C2H4Br2) untuk mempertinggi efisiensi TEL sebagai antiketukan (anti knocking). b) Terdapatnya Dalam keadaan bebas, bromin berwujud cair, berwarna cokelat kemerah-merahan, dan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada temperatur kamar. Di alam, sebagai bromida (AgBr atau alkali bromida). Air laut mengandung bromida sebagai MgBr2. c) Cara Memperoleh Oksidasi bromida dalam air laut dengan klorin
  • 36. Iodin (I) a) Kegunaan Larutan iodin dalam alkohol (yodium tingtur) sebagai disinfektan dan antiseptik. Kekurangan iodin (yodium) dapat mengakibatkan gondok b) Terdapatnya Dalam keadaan bebas, iodin berwujud padat dan berwarna ungu. Sebagai iodida dalam air laut terutama dalam lumutlumut laut dan ditemukan sebagai iodat (IO3–) yang bercampur dengan sendawa chili (NaNO3). c) Cara Memperoleh Oksidasi iodida (I–) dengan gas klorin atau reduksi iodat (IO3–).
  • 37. STRONSIUM     PEMBUATAN Digunakan pada pembuatan  Stronsium dibuat dengan mereduksi kembangan api,petasan,dan lampu oksidanya 3SrO + 2Al ----------> 3Sr + AlO3 jalan keretaapi.  Isolasi secara komersial dibuat dalam Stronsium oksida digunakan pada skala kecil dengan elektrolisis proses pembuatan gula pasir. leburanstronsium klorida,SrCl2. Sr juga Isotop stronsium 85 digunakan untuk mendeteksi kanker tulang. dapat diisolasi dari reduksi SrO dengan Isotop stronsium 90 digunakan sebagai aluminium. senjata nuklir.
  • 38. BARIUM     Logam barium sebagai pelapis konduktor listrik. Barium sulfat digunakan dalam industry karet, cat, dan linoleum. Barium nitrat digunakan untuk membuat petasan, dan kembaang api. Digunakan untuk pengujian sistem gastronstinal sinarX. PEMBUATAN Barium dibuat dalam skala kecil dengan elektrolisis leburan Barium klorida  Barilium juga dapat diperoleh dari reduksi BaO dengan Al6BaO + 2Al -------> 3Ba +Ba3Al2O6 
  • 39. No Nama Unsur Kegunaan No Nama unsur Kegunaan 1 Indium-111 (2,8 detik) Studi otak, studi unsur transit 14 Yodium-124 pelacak. 2 Kobalt-60 (5,27 tahun) Membunuh sel kanker 15 Selenium-75 mendeteksi kerusakan pankreas 3 Holmium-166 (26 jam) Pengobatan tumor hati 16 Tembaga-67 digunakan dalam kemoterapi 4 Yodium-131 (8 detik) Pengobatan kanker tiroid 17 Iterbium-169 (32 detik) studi cairan cerebrospinal 5 Fosfor-32 (14 detik) Pengobatan polisitemia vera 18 Rubidium-82 / Rb-82 PET agen dalam pencitraan perfusi miokard 6 Renium-188 (3,8 detik) menghilangkan rasa sakit pada kanker tulang. 19 Plutonium-239 membuat bom atom dan senjata nuklir 7 Sodium-24 (15 jam) studi elektrolit dalam tubuh. 20 Bismut-213 terapi alfa (TAT) penyakit kanker 8 Stronsium-89 (50 dtk) Mengurangi sakit pada prostat 21 Selenium-75 studi produksi enzim pencernaan 9 Xenon-133 (5 detik) Mendeteksi sakit paru paru 22 Stronsium-82 menghasilkan Rb-82 10 Besi-59 (46 detik) studi metabolisme besi dalam limpa 23 Natrium-24 mengukur debit air, mendeteksi gangguan peredaran darah. 12 Kalium-42 (12 jam) Cek kadar kalium di aliran darah 24 Indium-111 (2,8 detik) studi diagnostik spesialis 13 Ge-68 (271 detik) menghasilkan Ga-68 25 Uranium-235 bahan bakar utama pada reaktor nuklir
  • 40. Natrium (Na) Magnesium (Mg) Aluminium (Al) Silikon (Si) Fosfor (P) Sulfur (S) Klorin (Cl) Argon (Ar) UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA
  • 41. Sifat Fisis Fase : padat Massa jenis(suhu kamar) : 0,968 g/cm3 Massa jenis cair pd titik lebur : 0,927 g/cm³ Titik Lebur : 370,87 K (97,72 °C, 207,9 °F) Titik Didih : 1156 K(883 °C, 1621 °F) Kalor Peleburan : 2,60 kJ/mol Kalor Penguapan : 97,42 kJ/mol Kapasitas Kalor : (25 °C) 28,230 J/(mol·K) Daya hantar listrik : 0,210 M/Ω.cm Daya hantar panas : 1,41 W/cmK
  • 42. Sifat Kimia Struktur kristal : kubus pusat badan Bilangan Oksidasi : +1 (oksida basa kuat) Elektronegativitas : 0,93 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama : 495,8 kJ/mol kedua : 4562 kJ/mol ketiga : 6910,3 kJ/mol Jari-jari Ionik : 102 pm Jari-jari Logam : 190 pm Jari-jari Kovalen : 154 pm Jari-jari Van der Waals : 227 pm
  • 43. Na dapat dibuat dengan cara… Logam Na dibuat dengan elektrolisis leburan NaCl. Reksi yang terjadi: Katode : Na+(l) + e Anode : 2Cl-(l) Na(l) Cl2(g) + 2e
  • 44. Kegunaan  Pembuatan TEL  Mereduksi bijih loga (Ti)  Lampu Kabut  Sangat penting dalam fabrikasi senyawa ester dan dalam persiapan senyawa-senyawa organik  Digunakan untuk memperbaiki struktur beberapa campuran logam, dan untuk memurnikan logam cair (K, Rb, Cs)  NaCl digunakan oleh hampir semua makhluk  Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan  Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan  NaOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas  NaHCO3 dipakai sebagai pengembang kue  NaCO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah
  • 45. Sifat Fisis Fase : padat Massa jenis : 1,738 g/cm³ Massa jenis cair pd titik lebur : 1,584 g/cm³ Titik Lebur : 923 K (650 °C, 1202 °F) Titik Didih : 1363 K (1090 °C, 1994 °F) Kalor Peleburan : 8,48 kJ/mol Kalor Penguapan : 128 kJ/mol Kapasitas Kalor : (25 °C) 24,869 J/(mol·K) Daya hantar listrik : 0,226 M/Ω.cm Daya hantar panas : 1,56 W/cmK
  • 46. Sifat Kimia Struktur kristal : segi enam Bilangan Oksidasi : +2 (oksida basa kuat) Elektronegativitas : 1,31 (skala pauling) Energi Ionisasi :pertama: 737,7 kJ/mol kedua: 1450,7 kJ/mol ketiga: 7732,7 kJ/mol Jari-jari Ionik : 72 pm Jari-jari Logam : 160 pm Jari-jari Kovalen Jari-jari Van der Waals : 130 pm : 173 pm
  • 47. Mg dapat dibuat dengan cara… Magnesium dibuat melalui elektrolisis lelehan garam kloridanya. Mg diolah dari air laut melalui proses Downs:  Air laui dicampur CaO sehingga Mg diendapkan sebagai Mg(OH)2  Endapan direaksikan dengan HCl pekat, mengahasilkan larutan MgCl2 Larutan MgCl2 diuapkan sehingga diperoleh kristalnya. Kristal MgCl2 dielektrolisis
  • 48. Kegunaan  Magnesium digunakan di fotografi  Magnesium digunakan dalam memproduksi grafit dalam cast iron  Digunakan sebagai bahan tambahan conventional propellants  Digunakan sebagai agen pereduksi dalam produksi uranium murni dan logam-logam lain dari garam-garamnya  Hidroksida (milk of magnesia), klorida, sulfat (Epsom salts) dan sitrat digunakan dalam kedokteran  Magnesite digunakan untuk refractory, sebagai batu bata dan lapisan di tungku-tungku pemanas  Magnalium untuk bahan kerangka pesawat terbang
  • 49. Sifat Fisis Fase : solid Massa jenis : 2,70 g/cm³ Massa jenis cair pd titik didih : 2,375 g/cm³ Titik Lebur : 933,47 K (660,32 °C, 1220,58 °F) Titik Didih : 2792 K (2519 °C, 4566 °F) Kalor Peleburan : 10,71 kJ/mol Kalor Penguapan : 294,0 kJ/mol Kapasitas Kalor : (25 °C) 24,200 J/(mol·K) Daya hantar listrik : 0,337 M/Ω.cm Daya hantar panas : 2,37 W/cmK
  • 50. Sifat Kimia Struktur kristal : face-centered cubic Bilangan Oksidasi : 3, 2, 1 (oksida amfoter) Elektronegativitas : 1,61 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama: 577,5 kJ/mol kedua : 1816,7 kJ/mol ketiga: 2744,8 kJ/mol Jari-jari Ionik : 54 pm Jari-jari Logam : 118 pm Jari-jari Kovalen Jari-jari Van der Waals : 121 pm : 184 pm
  • 51. Al dapat dibuat dengan cara… Aluminium diperoleh dengan cara elektrolisis aluminim oksida cair yang diperoleh dari bauksit, yaitu aluminium oksida hidrat yang mengandung kotoran, misalnya Fe2O3 dan SiO2, melalui langkah-langkha sebagai berikut: a. Bauksit yang masih kotor direaksikan denga NaOH pekat. Al2O3 dan SiO2 larut, tetapi Fe2O3 dan kotoran lain disaring dengan alat filtrasi. Al2O3 (S) + 2NaOH (aq) + 3H2O 2NaAl(OH)4(aq) b. Filtratnya diencerkan dengan air, dan direaksikan dengan CO2 untuk mengendapkan aluminium hidroksida. 2NaAl(OH)4(aq) + CO2(g) 2Al(OH)3(s) + Na2CO3(aq) + H2O(l) c. Produk disaring unutk memeperoleh Al(OH)3, kemudian dipanaskan untuk meperoleh Al2O3 2Al(OH)3(s) Al2O3(s) + 3H2O(g)
  • 52. d. Al2O3 dilarutkan dalam lelehan kriolit (Na3AlF6). Campuran kemudian dimasukkan kedalam sel elektrolisis yang teridi dari anoda dan katoda C Reaksi elektrolisis yang terjadi: Katode: 4Al3+(l) + 12e Anode: 6O2-(l) Sel: 4Al3+(l) + 6O2-(l) 2Al2O3(l) 4Al(l) 3O2 + 12e 4Al(l) + 3O2 4Al(l) + 3O2 Lelehan aluminium yang terbentuk pada katode membentuk lapisan di dasar sel dan secara berkala dikeluarkan.
  • 53. Kegunaan  Alat masak, karena tahan panas dan tahan karat karena membentuk lapisan oksida  Al(OH)3 untuk obat maag  Digunakan dalam kabel bertegangan tinggi  Digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang  Digunakan untuk melapisi lampu mobil dan compact disks
  • 54. Sifat Fisis Fase : padat (solid) Massa jenis : 2,33 g·cm−3 Massa jenis cair pd titik didih : 2,57 g·cm−3 Titik Lebur : 1687 K (1420 °C, 2577 °F) Titik Didih : 3538 K (2355 °C, 5909 °F) Kalor Peleburan : 50,21 kJ·mol−1 Kalor Penguapan : 359 kJ·mol−1 Kapasitas Kalor : (25 °C) 19,789 J/(mol·K) Daya hantar listrik : << Daya hantar panas : 1,48 W/cmK
  • 55. Sifat Kimia Struktur kristal : Kubus intan Bilangan Oksidasi : +4 Elektronegativitas : 1,90 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama: 786,5 kJ/mol kedua: 1577,1 kJ/mol ketiga: 3231,6 kJ/mol Jari-jari Ionik Jari-jari Logam : 26 pm : 111 pm Jari-jari Kovalen : 111 pm Jari-jari Van der Waals : 210 pm
  • 56. Si dapat dibuat dengan cara…  Pasir kuarsa (SiO2)dipanaskan dengan kokas (C) pada suhu sekitar 30000C dalam tanur listrik (reaktan ditambahkan dari atas tanur) SiO2(s) + 2C(s) Si(l) + 2CO(g)  Lelehan Si yang dihasilkan akan membentuk padatan dengan titimk leleh 14100C. Si ini dapat digunakan dalam pembuatan aliase dengan logam lain.  Untuk penggunaan seperti transitor, chips kompoter, dan sel surya siperlukan Si ulta murni, sehingga Si perlu dipanaskan dengan Cl2 , kemudian hasilnya direduksi dengan mengalirkan campuran uap SiCl4 dengan gas H2 melalu tabung yang dipanaskan. Si(s) + 2Cl2(g) SiCl4(l) SiCl4(l) + 2H2(g) Si(s) + 4HCl(g)
  • 57. Kegunaan  Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik (bahan semikonduktor untuk kalkulator, mikrokomputer)  Digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone (polimer silikon untuk mengubah jaringan pada tubuh)
  • 58. Sifat Fisis Fase : padat Massa jenis(sekitar suhu kamar) : putih (1,823 g/cm³) ; merah (2,34 g/cm³) ; hitam (2,69 g/cm³) Titik Lebur : (putih) 317,3 K (44,2 °C, 111,6 °F) Titik Didih : 550 K (277 °C, 531 °F) Kalor Peleburan : (putih) 0,66 kJ/mol Kalor Penguapan : 12,4 kJ/mol Kapasitas Kalor : (25 °C) (putih) 23,824 J/(mol·K) Daya hantar listrik : << Daya hantar panas : 0,00235 W/cmK
  • 59. Sifat Kimia Struktur kristal : monoklinik Bilangan Oksidasi : ±3, 5, 4 Elektronegativitas : 2,19 (skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama: 1011,8 kJ/mol ke-2: 1907 kJ/mol ke-3: 2914,1 kJ/mol Jari-jari Ionik : 17 pm Jari-jari Logam : 102 pm Jari-jari Kovalen Jari-jari Van der Waals : 106 pm : 180 pm
  • 60. Fosfor dapat dibuat dengan cara… Fosforus Putih. Diperoleh dengan reduksi fosforit, dalam batuan fosfat yang dipanaskan dengan kokas dan pasir silika pada suhu 1400-15000C. 2Ca(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 10C(s) 10CO(g) + P4(g) 6CaSiO3(s) +
  • 61. Kegunaan  Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu pendar  Ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark)  Asam fosfor yang mengandung 70% – 75% P2O5 merupakan bahan penting pertanian dan produksi tani lainnya  Digunakan untuk produksi gelas spesial, seperti yang digunakan pada lampu sodium  Kalsium fosfat digunakan untuk membuat perabotan China dan untuk memproduksi mono-kalsium fosfat  Digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya  Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga korosi pipa-pipa  Merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang.
  • 62. Sifat Fisis Fase : solid Massa jenis(sekitar suhu kamar) : alpha 2,07 g/cm³ , beta 1,96 g/cm³, gamma 1,92 g/cm³ Massa jenis cair pd titik lebur : 1,819 g/cm³ Titik Lebur : 388,36 K (115,21 °C, 239,38 °F) Titik Didih : 717,8 K (444,6 °C, 832,3 °F) Kalor Peleburan : (mono) 1.727 kJ/mol Kalor Penguapan : (mono) 45 kJ/mol Kapasitas Kalor : (25 °C) 22.75 J/(mol·K) Daya hantar listrik : << Daya hantar panas : 0,00269 W/cmK
  • 63. Sifat Kimia Struktur kristal : orthorhombic Bilangan Oksidasi : −1, ±2, 4, 6 Elektronegativitas : 2,58 (skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama: 999,6 kJ/mol kedua: 2252 kJ/mol ketiga: 3357 kJ/mol Jari-jari Ionik Jari-jari Logam : 29 pm : 102 pm Jari-jari Kovalen : 102 pm Jari-jari Van der Waals : 180 pm
  • 64. Sulfur bisa didapat dengan cara… Sulfur banyak terdapat dalam kulit bumi. Sebagai unsur yang ditemukan di daerah vulkanik, sulfur kemungkinan merupakan hasil reaksi gas SO2 dan H2S yang terdapat dalam gas vulkanik. 8SO2(g) + 16H2S(g) 16H2O(l) + 3S8(s) Deposit belerang yang terdapat dibawah permukaan, ditambang dengan proses Frasch. Penggunaan utama belerang adalah untuk pembuatan asam sulfat yang dibuat melalui dua proses yaitu proses kontak dan bilik timbel.
  • 65. Kegunaan  Digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya  Untuk mensterilkan alat pengasap  Untuk memutihkan buah kering  Merupakan penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit  Pembuatan korek api  Proses vulkanisasi karet  Pembuatan CS2 (bahan baku serat rayon)  (NH4)SO4 atau pupuk ZA  H2SO4 untuk elektrolit pada aki (accumulator)  CuSO4.5H2O (terusi) untuk anti jamur pada tanaman dan kayu
  • 66. Sifat Fisis Fase : gas Massa jenis : (0 °C, 101.325 kPa) 3,2 g/L Titik Lebur : 171,6 K (-101,5 °C, -150,7 °F) Titik Didih : 239,11 K (-34,4 °C, -29,27 °F) Kalor Peleburan : (Cl2) 6,406 kJ·mol−1 Kalor Penguapan : (Cl2) 20,41 kJ·mol−1 Kapasitas Kalor : (25 °C) (Cl2) 33,949 J/(mol·K) Daya hantar listrik :-
  • 67. Sifat Kimia Struktur kristal : ortorombik Bilangan Oksidasi : ±1, +3, +5, +7 (oksida asam kuat) Elektronegativitas : 3,16 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama: 1251,2 kJ·mol−1 kedua: 2298 kJ·mol−1 ketiga: 3822 kJ·mol−1 Jari-jari Ionik : 80 pm Jari-jari Logam : 99 pm Jari-jari Kovalen Jari-jari Van der Waals : 175 pm : 99 pm
  • 68. Cl dapat dibuat dengan cara… Klorin dibuat melalui proses Downs, yang dilakukan dengan cara mengelektrolisis lebiran NaCl, yang dicampur dengan sedikit NaF sebelum dicairkan, dengan tujuan untuk menurunkan titik lebur NaCl dari 800 menjadi 10000C. Pada elektrolisis ini digunakan diafragma lapisan besi tipis untuk mencegah reaksi antara logam Na dan gas Cl2 yang terbentuk.
  • 69. Kegunaan  Digunakan untuk menghasilkan air minum yang aman hampir di seluruh dunia. Bahkan, kemasan air terkecil pun sudah terklorinasi  Digunakan secara besar-besaran pada proses pembuatan kertas, zat pewarna, tekstil, produk olahan minyak bumi, obat-obatan, antseptik, insektisida, makanan, pelarut, cat, plastik, dan banyak produk lainnya  Senyawa klorin digunakan untuk sanitasi, pemutihan kertas, desinfektan, dan proses tekstil  Klorin digunakan untuk pembuatan klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom  Kimia organik sangat membutuhkan klorin, baik sebagai zat oksidator maupun sebagai subtitusi, karena banyak sifat yang sesuai dengan yang diharapkan dalam senyawa organik ketika klor mensubtitusi hidrogen, seperti dalam salah satu bentuk karet sintetis
  • 70. Sifat Fisis Fase : gas Massa jenis :(0 °C; 101,325 kPa) 1,784 g/L Titik Lebur : 83,80 K (-189,35 °C, -308,83 °F) Titik Didih : 87,30 K (-185,85 °C, -302,53 °F) Kalor Peleburan : 1,18 kJ/mol Kalor Penguapan : 6,43 kJ/mol Kapasitas Kalor : (25 °C) 20,786 J/(mol·K) Daya hantar listrik :- Daya hantar panas : 0,00018 W/cmK
  • 71. Sifat Kimia Struktur kristal : kubus pusat muka Bilangan Oksidasi :0 Elektronegativitas :- Energi Ionisasi : pertama: 1520,6 kJ/mol kedua: 2665,8 kJ/mol ketiga: 3931 kJ/mol Jari-jari Ionik :- Jari-jari Logam : 98 pm Jari-jari Kovalen : 97 pm Jari-jari Van der Waals : 188 pm
  • 72. Ar ditemukan di... Argon dapat ditemukan di alam, yakni di udara karena merupakan penyusun udara
  • 73. Kegunaan  Digunakan dalam bola lampu pijar listrik karena argon tidak bereaksi dengan wolfram (tungsten) yang panas.  Digunakan sebagai gas inert yang melindungi dari bunga api listrik dalam proses pengelasan, produksi titanium dan unsur reaktif lainya, dan juga sebagai lapisan pelindung dalam pembuatan kristal silikon dan germanium.  Digunakan dalam las stainless steel
  • 74. Unsur-unsur transisi periode keempat di alam Logam Nama mineral Rumus Ti ~ Rutile ~ TiO2 Cr ~ Kromit ~ Cr2O3 . FeO Mn ~ Pirolusit ~ Manganit ~ MnO2 ~ Mn2O3 . H2O Fe ~ Hematit ~ Magnetit ~ Pirit ~ Fe2O3 ~ Fe3O4 ~FeS2 Co ~ Kobaltit ~ CoAsS Ni ~ Pentlandit ~ FeNiS Cu ~ Kalkopirit ~ Kalkosite ~ CuFeS2 ~ Cu2S Zn ~ Seng blende ~ Smith Sonite ~ ZnS ~ ZnCO3 Di alam unsur-unsur periode keempat terdapat dalam senyawa / mineral berupa oksida, sulfida atau karbonat
  • 75. Sifat umum unsur transisi Periode 4 Unsur-unsuar transisi memiliki sifat khas yang membedakannya dengan unsur golongan utama, antara lain : 1. Sifat logam, semua unsur transisi tergolong logam yang titik cair dan titik didihnya relatif tinggi. 2. Bersifat paramagnetik (sedikit tertarik kedalam medan magnet). 3. Membentuk senyawa-senyawa yang berwarna. 4. Mempunyai beberapa tingkat oksidasi. 5. Membentuk berbagai macan ion kompleks. 6. Berdaya katalitik, unsur serta senyawanya banyak yang berfungsi sebagai katalis, baik dalam proses industri maupun dalam metabolisme.
  • 76. Tabel sifat-sifat unsur transisi Periode 4 Co Ni Cu 3d1 4s2 3d2 4s2 3d3 4s2 3d5 4s2 3d5 4s2 3d6 4s2 3d7 4s2 3d8 4s2 3d10 4s2 1872 1970 2018 2226 2243 2222 2397 2486 2705 Merah muda - biru Fe Hijau Mn ungu Cr coklat Warna ion (M2+) V hijau E. Ionisasi (kJ/mol-1) Ti Merah muda Konfi. Elektron [Ar] Sc biru Sifat Elektronegativitas 1,3 1,5 1,6 1,6 1,5 1,8 1,8 1,8 1,9 Massa Jenis 3,0 4,5 5,96 7,20 7,20 7,89 8,9 8,9 8,92 Jari-jari atom (nm) 0,144 1,32 0,122 0,117 0,117 0,116 0,115 0,117 0,125 - - - - 0,91 0,83 0,83 0,78 0,80 Jari-jari ion m2+
  • 77. Warna senyawa unsur transisi Periode 4 dgn biloks Biloks +2 +3 +4 +5 +6 +7 Sc - Tdk berwarna Tidak berwarna - - - Ti - ungu Biru - - - V ungu hijau - merah jingga - Cr biru hijau - - hijau - Mn Merah m. - - - - Ungu Fe Hijau m. kuning - - - - Co Merah m. biru - - - - Ni hijau - - - - - Cu biru - - - - - Zn Tdk berwarna - - - - - Unsur
  • 78. Senyawa / ion kompleks • Rumus umum -> [A(x)m] ⁿ⁺ • Keterangan: * A : atom pusat => pada ion-ion transisi * X : ligan => senyawa yang diikat oleh atom pusat * m : bilangan koordinasi => jumlah ligan * n⁺ : muatan ion kompleks
  • 79. Macam-macam Ligan • • • • • • • • NH₃ H₂O OH¯ F¯ Br¯ I¯ Cl¯ NO₂¯ = asam amino = aquo = hidrokso = fluoro = bromo = iodo = kloro = nitrito
  • 80. • NO₃¯ = nitrato • CN¯ = siano • SCN¯ = tiosiano • SO₄¯ = sulfato • S₂O₃²¯ = tiosulfato • C₂O₄²¯ = oksalato
  • 81. Pemberian Nama Senyawa Kompleks • Menyebutkan jumlah ligan diikuti nama ligan, kemudian ion pusat. • Jika ion kompleks bermuatan (+), nama ion pusat menjadi: 1. latin 2. indonesia • Jika ion kompleks bermuatan (-), nama ion pusat menggunakan nama latin dan diberi akhiran “at”
  • 82. Thanks To.. Masmedia Google.com Wikipedia indonesia Idca team’s Isdt team’s

×