• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Creative Economy
 

Creative Economy

on

  • 8,237 views

Tanggapan kampus terhadap perkembangan ekonomi kreatif

Tanggapan kampus terhadap perkembangan ekonomi kreatif

Statistics

Views

Total Views
8,237
Views on SlideShare
8,225
Embed Views
12

Actions

Likes
5
Downloads
759
Comments
6

2 Embeds 12

http://www.slideshare.net 7
http://sofianomicrakyat.blogspot.com 5

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

16 of 6 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • TERIMA KASIH. BERMANFAAT BAGI SAYA, SEMOGA ANDA SELALU SEHAT DAN TERUS BERKARYA
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL

    JASA PENGURUSAN LEGAL SERVICES
    - URUS PENDIRIAN PT – PERSEROAN TERBATAS
    - URUS PENDIRIAN PMA
    - URUS IZIN PRINSIP
    - URUS PENDIRIAN CV
    - URUS PENDIRIAN UD
    - URUS IZIN PRINSIP PERLUASAN
    - URUS SIUP
    - URUS TDP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL

    JASA PENGURUSAN LEGAL SERVICES
    - URUS PENDIRIAN PT – PERSEROAN TERBATAS
    - URUS PENDIRIAN PMA
    - URUS IZIN PRINSIP
    - URUS PENDIRIAN CV
    - URUS PENDIRIAN UD
    - URUS IZIN PRINSIP PERLUASAN
    - URUS SIUP
    - URUS TDP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL

    JASA PENGURUSAN LEGAL SERVICES
    - URUS PENDIRIAN PT – PERSEROAN TERBATAS
    - URUS PENDIRIAN PMA
    - URUS IZIN PRINSIP
    - URUS PENDIRIAN CV
    - URUS PENDIRIAN UD
    - URUS IZIN PRINSIP PERLUASAN
    - URUS SIUP
    - URUS TDP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR

    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167 Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL JASA PENGURUSAN

    LEGAL SERVICES/JASA PENGURUSAN DOKUMEN
    - URUS PENDIRIAN PT
    - PERSEROAN TERBATAS
    - URUS PENDIRIAN PMA
    - URUS IZIN PRINSIP
    - URUS PENDIRIAN CV
    - URUS PENDIRIAN UD
    - URUS IZIN PRINSIP PERLUASAN
    - URUS SIUP - URUS TDP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Creative Economy Creative Economy Presentation Transcript

    • EKONOMI KREATIF DI PERGURUAN TINGGI (KAMPUS) Togar M. Simatupang Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Masukan Untuk Suplemen Kampus Kamis 25 Oktober 2007 Harian Pikiran Rakyat Pewawancara: Dewi Irma
    • Daftar Isi
      • Peradapan Manusia
      • Ekonomi Kreatif
      • Industri Kreatif
      • Asal-usul Industri Kreatif
      • Efek Ganda Industri Kreatif
      • Ekosistem Ekonomi Kreatif
      • Mengapa Ekonomi Kreatif
      • Ekonomi Kreatif di Indonesia
      • Mengapa Ekonomi Kreatif di Kampus?
      • Hambatan Ekonomi Kreatif
      • Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia
      • Penutup
    • Peradapan Dunia
      • Pra-peradapan
        • Masyarakat pemburu dan pengumpul 10 6 tahun
      • Gelombang pertama: Revolusi Pertanian
        • Masyarakat Pertanian 10 4 tahun
      • Gelombang Kedua: Revolusi Industri
        • Masyarakat Industri 150 tahun
      • Gelombang ketiga: Revolusi Informasi
        • Masyarakat Informasi/Pengetahuan 50-75 tahun?
      • Gelombang keempat: Revolusi Kreativitas
        • Masyarakat Kreatif 25-50 tahun?
      • Juga berorientasi teknologi dan ekonomi dan berbasis pada nilai-nilai baru.
    • Gelombang Pertama Era Pertanian Gelombang Kedua Era Industri Gelombang Ketiga Era Informasi Berpusat pada keluarga Kebutuhan Hidup Tanah dan Tenaga Kerja Unit Kecil Pasar Lokal Ambil apa yang dapat Bertahan hidup Bersaing tanah dan air Bersifat Lokal Barang untuk uang Perubahan lambat Hirarki Produksi Masal Modal, tanah, TK Skala ekonomis Pasar Regional Standarisasi Nilai Nyata Bersaing modal Transportasi Kertas untuk uang Perubahan moderat Jejaring Produksi Kategori Pengetahuan Unit kecil Pasar Global Kastomisasi Nilai Maya Bersaing pengetahuan Komunikasi Digit untuk uang Perubahan konstan Peradapan Manusia: Empat Gelombang Ekonomi Gelombang Keempat Era Kreatif Kolaborasi Kreasi Bersama Kreativitas, gagasan Unit kecil Pasar Lokal dan Global Personalisasi Nilai Baru Besaing kreativitas Komunikasi Gagasan untuk uang Perubahan mendadak
    • Penggagas Ekonomi Kreatif
      • Alvin Toffler dalam The Future Shock (1970) memperkenalkan gelombang peradapan manusia dan istilah era pengetahuan sebagai perpanjangan era informasi.
      • John Howkins dalam The Creative Economy (2001) menunjukkan munculnya era baru yang disebut dengan ekonomi kreatif.
      • Richard Florida dalam The Rise of the Creative Class (2002) mengemukakan munculnya kelas baru dalam ekonomi yang disebut kelas kreatif.
    • Apa itu ekonomi kreatif?
      • Sistem kegiatan lembaga dan manusia yang terlibat dalam produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa yang bernilai kultural, artistik, dan hiburan.
      • Pelanggan mempunyai ikatan estetika, intelektual, dan emosional yang memberikan nilai terhadap produk kreatif di pasar.
      • Mesin ekonomi kreatif adalah industri kreatif
      Sumber: Simatupang, T.M. (2007), “Gelombang ekonomi kreatif”, Pikiran Rakyat , 1 Agustus, hal. 25.
    • SEKILAS EKONOMI KREATIF Distribusi dan Pasar Media Panggung Pertunjukan Pagelaran Festival Penjual Antara Ritel Perpustakaan dan Museum Produksi Hiburan Produksi Film & Video Produksi Musik Seni Pertunjukan Permainan Komputer Radio dan TV Perpustakaan Rekaman Audio Buku • Koran Periodik Seni Visual Artisan dan Kerajinan Seni Kulinari Pengolahan Makanan Restoran • Katering Desain Desain Grafis Periklanan • Percetakan Warisan Barang Antik Batik Produksi Ornamen Kreasi Pengarang Pelukis Koki Pematung Fotografer Koreografer Seniman Desainer Interior Arsitek Taman Desainer Grafis Arsitek Komposer Pengarang Lagu Musikus Kota Nasional Internasional Sistem Pendukung Jasa • Pendidikan • Pemerintah • Jejaring CREATIVE ECONOMY DEFINISI
    • Industri Kreatif
      • Industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual.
      • Industri kreatif terdiri dari penyediaan produk kreatif langsung kepada pelanggan dan pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang secara tidak langsung berhubungan dengan pelanggan.
      • Produk kreatif mempunyai ciri-ciri: siklus hidup yang singkat, risiko tinggi, margin yang tinggi, keanekaragaman tinggi, persaingan tinggi, dan mudah ditiru.
    • Jenis Industri Kreatif Pelanggan Produk dengan Unsur Kreatif: pariwisata, otomotif, alas kaki, dll.
      • Produk Kreatif
      • Langsung Ke Pelanggan:
      • Film
      • Musik
      • Permainan
      • Media
      • Pertunjukan/pagelaran
      Jasa Kreatif ke Industri Lainnya: desain, periklanan, arsitektur, dll. INDUSTRI KREATIF
    • Komponen Industri Kreatif Industri Kreatif: Modal Intelektual TEKNOLOGI SENI BISNIS BUDAYA
    • Asal-usul Istilah Industri Kreatif
      • Istilah “industri kreatif” pertama kali digunakan oleh Partai Buruh Inggris pada tahun 1997.
      • Analisis pertama dari dampak ekonomi yang ditimbulkan sektor kreatif di Inggris dilakukan tahun 1998 oleh Departemen Kebudayaan, Media, dan Olah Raga Inggris.
      • Industri kreatif Inggris ini menyumbang sekitar 7,9 persen penerimaan nasionalnya atau £ 76,6 milyar pada tahun 2000.
      • Pemerintah Inggris menetapkan 13 sektor usaha yang tergolong sebagai industri kreatif, yakni (1) periklanan, (2) kesenian dan barang antik, (3) kerajinan tangan, (4) desain, (5) tata busana, (6) film dan video, (7) perangkat lunak hiburan interaktif, (8) musik, (9) seni pertunjukan, (10) penerbitan, (11) jasa komputer, (12) televisi, dan (13) radio.
      Sumber: UK Creative Industries Fact File
    • Sektor Industri Kreatif di Malaysia
      • Konten kreatif  Creative content (graphic design, multimedia, branding, architectural, arts, others)
      • Animasi
      • Konten bergerak (mobile content)
      • Rumah produksi dan film (post production and film)
      • Lembaga kreatif  creative institute (universities, colleges, etc.)
      • Solusi teknologi informasi  IT Solution
      • Pembelajaran elektronik  E-Learning
      • Permainan  Games
      • Simulasi dunia maya  Virtual Reality (VR) Simulation
      Sumber: http://cmc.msc.com.my/industry.php
    • Sektor Industri Kreatif di Hong Kong
      • Periklanan (advertising)
      • Arsitektur (architecture)
      • Kesenian dan barang antik (art and antiques)
      • Komik (comics)
      • Desain (design)
      • Tata Busana (designer fashion)
      • Film (film)
      • Permainan komputer (game software)
      • Musik (music)
      • Seni Pertunjukan (performing arts)
      • Penerbitan (publishing)
      • Perangkat lunak dan jasa teknologi informasi (software and IT services)
      • Televisi (television)
      Sumber: http://www.tdctrade.com/econforum/tdc/tdc020902.htm
    • Lingkup Industri Kreatif (UNCTAD) Bidang yang luas berkaitan dengan hubungan sub-sektor yang berbeda mulai dari kriya seni tradisional sampai jasa multi media Industri Kreatif Seni Visual Sastra dan Penerbitan Desain Pengetahuan Tradisional Musik Seni Pertunjukan Audio-Visuals Animasi Digital dan Multi-media Source: United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Paintings, sculptures and photograpy Books, newspapers and periodicals Architecture, interior objects, fashion and jewellery Art crafts, festivals and cultural activities Concerts, CDs, tapes, digitalized music Theatre, dance, opera, puppetry, circus Broadcasting, cinema, television, radio Software, videogames and advertising
    • Ukuran Industri Kreatif Tahun 1999 Source: Howkins, John. 2001. The Creative Economy. London: Penguin Press.
    • Perbandingan Industri Kreatif di Beberapa Negara Sumber: http://www.tdctrade.com/econforum/tdc/tdc020902.htm 4,1% 7,9% United Kingdom 3,7% 3,3% Australia 3,6% 3,1% New Zealand 3,7% ~ 2% Hong Kong Pangsa Tenaga Kerja Pangsa PDB
    • Kontribusi Industri Kreatif terhadap PDB Negara-negara Amerika Latin Sumber: UNESCO
    • Hasil Survei Ukuran Ekonomi Kreatif Tahun Negara Kontribusi PDB Pekerja (2005) USA 11,12% 8,49% (2001) Singapore 5,70 5,80 (2004) Canada 4,5 5,55 (2000) Latvia 4,00 4,50 (2002) Hungary 6,67 7,10 Philippines (1) 8,17 8,89 Russia (2) 5,06 4,59 Survei WIPO yang sedang berjalan - Brazil, Mexico, Romania, Croatia, Colombia, Jamaica, Peru, Bulgaria, Tanzania, Malaysia, Lebanon, Ukraine Studi individu - Australia, Azerbaijan, Finland, Denmark (1) Data pendahuluan (2) data pendahuluan, % dari Nilai Tambah Bruto Source: WIPO
    • KREASI Formasi Produksi Bahan Baku Produksi Distribusi Bahan Baku Distribusi Pemasaran dan Promosi Konsumsi dan Penggunaan Karya Kreatif Efek Ganda Rantai Nilai Ekonomi Kreatif Aliran Barang dan Informasi Aliran Informasi dan Uang (Rp)
    • Ekosistem Ekonomi Kreatif
      • PRODUK KREATIF
        • - Warisan Budaya
        • - Seni dan Budaya
        • - Standar global (internasional)
      • BISNIS
      • - Usaha Baru
      • - Industri Pendukung
      • MANUSIA
      • - Komunitas Kreatif
      • - Kewirausahaan Kreatif
      • - Kelas Kreatif
      • - Kepemimpinan Kreatif
      • - Pendidikan Kreatif
      • SPASIAL
      • - Kota
      • - Lingkungan Hidup
      • - Prasarana dan Sarana
    • Spiral Ekonomi Kreatif Kewirausahaan Kreatif Usaha/Produk Kreatif Baru Industri Kreatif Ekonomi Kreatif Kesejahteraan Kualitas Hidup Penyerapan Tenaga Kerja Pembangunan Manusia Pengembangan Kota
        • Periklanan
        • Arsitektur
        • Pasar Seni dan Antik
        • Kerajinan
        • Desain
        • Mode (fashion)
        • Film
        • Musik
        • Seni pertunjukan
        • Penerbitan
        • Riset dan pengembangan
        • Jasa Komputer dan Piranti Lunak
        • TV dan Radio
        • Permainan Interaktif
      Komunitas Kreatif Kepemimpinan Kreatif
    • Mengapa ekonomi kreatif penting untuk Indonesia? Kontribusi Ekonomi Pembangunan manusia Kualitas hidup Dampak Sosial Menciptakan pasar bagi usaha lain Mendukung sektor lain Bisnis “ Kebermaknaan” Kreativitas Penciptaan Nilai Pemecahan Masalah Inovasi dan Kreativitas Menjaga Nilai-nilai Warisan Budaya Membangun Budaya Identitas Pemasaran Turisme Citra Ide dan gagasan Ideologi Forum diskusi Komunikasi Lapangan Kerja Kemakmuran Pendapatan Nilai Tukar Rp Ikon Nasional
    • Karakteristik Ekonomi Indonesia Luas 1.919.400 Km2 Jumlah Pulau 18.300 Populasi (2005) 220 juta Laju penduduk (1990-2005) 1,45% Tk. pengangguran (2005) 10,3% GDP/cap (2005) US$ 1100 GDP Growth (2000-2005) 4,8%
    • Tahun 2006
      • Besar PDB (harga berlaku) Rp 3.338,2 triliun
      • Besar PDB (harga konstan 2000) Rp 1.846,7 triliun
      • PDB tumbuh 5,14%
        • Sektor Pertanian 3,41%
        • Sektor pertambangan-penggalian 2,28%
        • Sektor industri pengolahan 4,11%
        • Sektor listrik gas air bersih 5,81%
        • Sektor konstruksi 7,86%
        • Perdagangan hotel restoran 5,52%
        • Pengangkutan-komunikasi 12,75%
        • Keuangan-real estate dan jasa 5,08%
        • Jasa-jasa 6,44%
    • Sektor Ekonomi Kreatif di Indonesia
      • Dirjen Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Sakri Widhianto mengatakan pemerintah membutuhkan dana Rp10 triliun untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
      • Menteri Perdagangan Mari Pangestu menilai sektor ekonomi kreatif di dunia saat ini tumbuh dengan pesat seperti tercermin dari nilai ekonomi kreatif global yang diperkirakan dengan tingkat pertumbuhan lima persen per tahun akan berkembang dari 2,2 triliun dolar AS pada Januari 2000 menjadi 6,1 triliun dolar AS tahun 2020.
      • Depdag mencatat 15 cakupan bidang ekonomi kreatif:
        • Jasa periklanan
        • Arsitektur
        • Seni rupa
        • Kerajinan
        • Desain
        • Mode (fashion)
        • Film
        • Musik
        • Seni pertunjukan
        • Penerbitan
        • Riset dan pengembangan
        • Software
        • TV dan Radio
        • Mainan
        • Video game
      Sumber: Jati, Yusuf Waluyo (2007), “Pemerintah siapkan insentif untuk pacu industri kreatif”, Bisnis Indonesia , 16 Juli.
    • Sektor Industri Kreatif menurut Mari Elka Pangestu ( Bisnis Indonesia , 24/10/2007)
      • Periklanan
      • Arsitektur
      • Pasar Seni dan Antik
      • Kerajinan
      • Desain
      • Desain Fesyen
      • Film, Video, dan Fotografi
      • Permainan Interaktif
      • Musik
      • Seni Pertunjukan
      • Penerbitan dan Percetakan
      • Jasa Komputer dan Piranti Lunak
      • Televisi dan Radio
      • Riset dan Pengembangan
    • Temuan Tentatif studi kontribusi Ekonomi Kreatif Indonesia
      • Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu ( Bisnis Indonesia , 24 Oktober 2007).
      • Industri kreatif Indonesia menyumbangkan sekitar 4,75% dari PDB Indonesia pada tahun 2006. Sudah berada di atas sektor listrik, gas, dan air bersih.
      • Laju pertumbuhan industri kreatif Indonesia tahun 2006 sebesar 7,3% per tahun. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,6%.
    • Mengapa Ekonomi Kreatif di Kampus? (1)
      • Tidak mengulangi kegagalan perguruan tinggi di Indonesia untuk berkiprah dalam Gelombang Ketiga Ekonomi Informasi:
        • Pengetahuan menjadi komoditas bukan kontekstual yang bukan hanya dikuasai tetapi juga diterapkan memecahkan masalah di masyarakat dan industri. Kampus kalah dengan Universitas Google dan Penerbit Buku Teks dalam pengembangkan pengetahuan sebagai komoditi. Pengetahan ditransfer kepada mahasiswa tanpa melihat konteksnya di dunia nyata.
        • Kampus menjadi pabrik yang hanya mencetak lulusan bukan menghasilkan sarjana yang mampu memberikan kontribusi. Tidak ada kepedulian kemana lulusan tersebut akan bekerja.
        • Kampus menjadi menara gading yang telah kalah pamornya dibandingkan dengan perusahaan dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat (social responsibility) .
        • Kegiatan mahasiswa hanya mengandalkan perlawanan tetapi tidak turut “membebaskan” masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, ketidakberdayaan, dan penindasan.
    • Mengapa Ekonomi Kreatif di Kampus? (2)
      • Kampus harus berprestasi dalam memanfaatkan momentum gelombang ekonomi kreatif. Penemuan dan pengembangan pengetahuan menjadi modal menciptakan gagasan, inovasi, dan keunggulan bersaing.
      • Harkat dan martabat manusia Indonesia ditegakkan kembali yang dimulai dari kampus. Manusia adalah sumberdaya yang terakhir, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan tanah, hutan, dan sumberdaya alam lainnya. Pembangunan manusia yang memberikan kesadaran dan kemampuan bersaing dalam ekonomi kreatif adalah tanggungjawab kampus. Manusia Indonesia harus kreatif/produktif bukan konsumtif.
      • Kampus terpanggil dalam era desentralisasi untuk memperdulikan masalah-masalah lokal (kota di tempat Kampus itu berada) dan mengembangkan kemampuan lokal untuk dapat bersaing dalam pasar global.
      • Kampus harus bisa mengubah kekayaan warisan budaya dan budaya lokal menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Kampus bukan kumpulan individu akademik tetapi komunitas akademik yang mampu memaknai warisan budaya sebagai sumber inspirasi.
    • Hambatan Ekonomi Kreatif
      • Lemahnya kesadaran (awareness) di kalangan civitas akademika bahwa kita sudah berada di era kreatif. Aturan main dan kemampuan baru harus dikuasai supaya dapat bersaing dengan bangsa lain. Kalau tidak kita hanya menjadi pasar bukan produsen, menjadi tergantung bukan berkontribusi, dan manusia Indonesia menjadi beban bukan menjadi kekuatan.
      • Kurangnya pemahaman (understanding) yang tepat akan pentingnya mengembangkan diri secara kolaborasi untuk menciptakan peluang dalam era ekonomi kreatif. Industri kreatif dipandang sebagai jargon baru yang muncul seketika dan akan menghilang dengan sendirinya. Masing-masing pihak dengan sudut pandangnya sendiri merespon peluang ekonomi kreatif, misalnya FSRD melihat sisi produk dan seni, Arsitektur dari sisi artistik kota, STEI melihat pendidikan industri kreatif, SBM melihat kewirausahaan dan aspek ekonomi, Studi Pembangunan melihat pengembangan industri kreatif, dll.
      • Ketiadaan motivasi (motivation) untuk melibatkan diri dalam ekonomi kreatif. Pemerintah kota tidak mempunyai insentif dan perlindungan terhadap pelaku industri kreatif.
      • Lemahnya tekad (commitment) dalam mengembangkan ekonomi kreatif baik dalam penyediaan dana untuk riset maupun inkubator industri kreatif.
      • Kurangnya penghargaan atau perayaan terhadap keberhasilan industri kreatif bagi pelopor/pemimpin, pelaku, dan pemerintah.
    • Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif (1)
      • Membangun Kesadaran Bersama
        • Indag Jabar menyusun agenda peristiwa (event) industri kreatif (Artepolis, Kickfest, dll.) di Kota Bandung.
        • Publikasi hasil-hasil riset dalam bahasa yang lebih populer di media masa tentang pentingnya dan peluang industri kreatif oleh ITB, UBINUS, dan British Council.
        • Menciptakan iklim yang kondusif untuk mengembangkan ekonomi kreatif
        • Mengembangkan komunitas industri kreatif
      • Menumbuhkan Pemahaman Bersama
        • Seminar atau konferensi menjawab tantangan atau mencari solusi atau pemaparan hasil riset
        • Meningkatkan kepemimpinan kreatif
      • Membangkitkan Komitmen Bersama
        • Riset bersama
        • Meningkatkan kewirausahaan kreatif dengan kolaborasi Ikatan Alumni dan Industri
        • Inkubator usaha kreatif
        • Pendanaan
      • Mengasah Bertindak Cerdas dan Produktif
        • Pendidikan kelas kreatif
        • Teknologi kreatif
      • Meningkatkan Motivasi Berkembang
        • Penghargaan
        • Insentif
        • Perijinan
        • Iklim = prasarana industri kreatif
    • Apakah ada yang sudah berhasil?
      • India = melalui pendidikan dan iklim yang memungkinkan orang kreatif melakukan perubahan. Kampus menjadi penggerak ekonomi kreatif yang menghasilkan sarjana dengan standar global. Amartya Sen: “setiap orang terpanggil mampu untuk hidup bagi dirinya sendiri dan keluarganya” dan “pembangunan adalah pembebasan”.
      • Sao Paulo: perubahan dari kota kumuh menjadi kota kreatif dalam bidang musik dan kriya.
      • Manchester: perubahan dari kota industri tekstil menjadi kota kreatif bidang musik.
    • Penutup
      • Saat ini tidak ada pilihan bagi kita yang sudah berada dalam peradapan ekonomi kreatif (EK). Kalau tidak melakukan apa-apa Indonesia terutama kampus akan menjadi penonton dan konsumen yang tergantung pada pasokan bangsa lain.
      • Pengembangan EK sebaiknya bersifat ekosistem dan bersama-sama mengembangkan sisi permintaan dan penawaran produk kreatif. Poros pengembangan adalah manusia dan komunitasnya. Pengembangan harus dirancang dan distimuli oleh Pemerintah. Bukan lagi zamannya membiarkan konsep EK berkembang dengan sendirinya.
      • Kolaborasi antar pemain EK sangat penting.
      • Kampus terpanggil untuk tidak mengulangi kegagalan seperti pada era informasi dalam memanfaatkan momentum ekonomi kreatif.
      • Strategi dimulai dengan mengatasi masalah-masalah yang ditemui pada tahap kesadaran, pemahaman, motivasi, dan komitmen terhadap pengembangan EK.
    • Terima Kasih