Media indie
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Media indie

on

  • 1,409 views

bgmn mmbuat, mengelola media indie? brikut tipsnya

bgmn mmbuat, mengelola media indie? brikut tipsnya

Statistics

Views

Total Views
1,409
Views on SlideShare
1,409
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
98
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • apabila membuat majalah indie perlu ada izin terbit atau tidak?
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Media indie Presentation Transcript

  • 1. Media Indie & Alternatif By Luky B. Rouf
  • 2.
    • Menulis adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi sebagian orang. Semua daya, kreasi, dan pengetahuan yang dimiliki dapat dituangkan menjadi sebuah karya yang bermanfaat bagi khalayak. Menerbitkan buku adalah perkara mudah. Jika tulisan yang anda hasilkan mau dibukukan, ya, kirim saja ke penerbit. Jika naskah kita layak, maka niscaya akan diterbitkan
  • 3.
    • Tapi, pada kenyataannya, tidak sesederhana itu. Naskah kita bisa diterbitkan atau tidak sepenuhnya tergantung pada kebijakan penerbit konvensional. Biasanya banyak faktor yang masuk jadi pertimbangan penerbit konvensional. Salah satunya adalah nama pengarang atau penulis sendiri. Apakah nama anda sudah cukup dikenal atau pernah menang lomba-lomba kepenulisan atau nama anda benar-benar baru di dunia tulis menulis.
  • 4.
    • Ada kalanya kita sebagai penulis pemula memang harus maklum bahwa penerbitan konvensional, sebagai pihak yang akan menerbitkan buku/karya kita, mereka sebuah industri yang terjebak pada kata: untung atau rugi. Seidealis apapun mereka, mau tidak mau, seringkali mereka akan bercermin pada keinginan pasar atau pembaca terhadap produk yang akan dipublikasikan--yang mana membawa brand nama kita sebagai penulis.
    • Sebagai penulis baru, mungkin ada bijaknya jika kita mempermudah langkah penerbit mengambil keputusan terhadap naskah kita dengan cara memperkenalkan nama kita dulu sebagai pengarang di majalah-majalah, koran-koran, atau dengan mengikuti lomba-lomba kepenulisan. Biasanya penerbit akan lebih 'menghargai' penulis-penulis, yang kendati 'baru', tapi sudah punya prestasi dimuat atau menang sebuah perlombaan pada media-media yang ada sekarang.
  • 5.
    • Membuat Proposal Naskah Penulis mengirimkan proposal naskah yang akan diterbitkan, adapun proposal naskah ini berisi :
    • Abstrak/sinopsis: penjelasan atau gambaran mengenai isi naskah.
    • Outline naskah, semacam daftar isi lengkap, materi apa saja yang akan diuraikan dalam setiap bab, sub bab, atau akan diberikan contoh-contoh atau listing program apa saja, dan sebagainya.
    • Contoh output print salah satu bab lengkap bila naskah belum ditulis. Bila naskah telah ditulis lengkap dapat dikirimkan seluruhnya untuk memudahkan redaksi melakukan penilaian.
    • Memberikan penjelasan global buku mengenai: sasaran pembaca yang ingin dicapai, prospek pasar, apa yang diperoleh pembaca setelah membaca buku ini.
    • Profil penulis, keterangan singkat tentang penulis.
  • 6.
    • Perhitungan royalti Contoh penghitungan royalti berikut: - Jumlah buku yang dicetak : 3000 eksemplar (jumlah minimal)
    • Harga jual buku di toko : 20.000
    • Royalti, misal 10 % = 2.000
    • Maka jumlah royalti diterima penulis adalah
    • = 3000 x 20.000 x 10% = 6 juta - Angka tersebut belum termasuk pajak sebesar 15 %
    • Angka tersebut dengan asumsi bahwa 3000 eksemplar buku terjual habis.
    • Adapun jual putus adalah sistem pembelian dengan tanpa mempertimbangkan prosentase jumlah eksemplar buku yang terjual.
    • Karena itu daya tawar (bargaining) penulis sangat menentukan harga nominal yang ingin diperoleh dari pihak penerbit. Faktor popularitas dan kompetensi penulis turut menentukan nilai negosiasi dengan penerbit. Namun tentunya dengan mempertimbangkan patokan sistem penghitungan royalti diatas.
  • 7.
    • Solusi tiada henti Sayangnya, menerbitkan sebuah buku bukan perkara mudah. Informasi yang terbatas tentang penulisan dan pencetakan, karir dan pekerjaan yang menyita waktu, serta banyaknya syarat dan ketentuan yang diminta oleh penerbit konvensional, seringkali membuat proses berkarya yang sesuai dengan keinginan dan idealisme Anda menjadi terhambat.
    • Menerbitkan buku sendiri adalah salah satu upaya yang bertujuan untuk memberikan pelayanan secara terpadu kepada para penulis yang ingin menerbitkan buku sesuai dengan keinginannya. Menerbitkan buku sendiri akan membantu penulis untuk mewujudkan buku yang akan diterbitkannya. Mulai dari mendesain buku yang diinginkan, mengedit, mencetak, membuat publikasi, mengurus perijinan, bahkan hingga memasarkannya.
  • 8.
    • Mengapa menggunakan “Menerbitkan buku sendiri”?
    • Disamping masalah teknis penerbitan sebagaimana dijelaskan sebelumnya, alasan yang tak kalah penting adalah orientasi keuntungan yang dihasilkan dari penerbitan buku tersebut. Harga jual yang terpampang di toko-toko buku umumnya mencapai 6x (enam kali) atau bahkan lebih dari biaya produksi, padahal penulis hanya mendapatkan 8-12% dari harga jual buku, sedangkan sisanya menjadi bagian pemasaran dan penerbitan. Jumlah buku yang dicetak : 3000 eksemplar Harga jual buku di toko : Rp 20.000,- Perkiraan biaya produksi : Rp 9.000.000,- atau Rp 3.000,-/buku Biaya pemasaran : 40-50 % harga jual buku à Rp 10.000,- Perkiraan keuntungan : Rp 7.000,- / buku atau : Rp 21.000.000,- (asumsi terjual semua)
    • Permasalahan lain yang sering terjadi pada penerbitan konvensional adalah kelambanan bahkan kurang terbukanya penerbit tentang jumlah buku yang terjual. Sering penulis hanya mendapatkan royalti yang sangat kurang berarti dengan alasan buku kurang laku terjual.
  • 9.
    • Paket“ Menerbitkan buku sendiri ” : 1. Paket Bebas Dengan paket ini, proses penyusunan buku, penyuntingan, pencetakan, hingga pemasarannya menjadi tanggung jawab Percetakan. 2. Paket Wirausaha Sejati Paket ini diperuntukkan bagi para penulis yang bermaksud menerbitkan buku tetapi ingin memasarkan bukunya sendiri, tidak melalui Percetakan. Percetakan hanya akan memfasilitasi hingga akhir pencetakan, masalah administratif, perijinan serta promosinya. Distribusi penjualan buku diserahkan kepada penulisnya sendiri. 3. Paket Terbatas Paket Terbatas dapat menjadi pilihan bagi para penulis yang hanya ingin mencetak dan menerbitkan bukunya untuk kalangan terbatas. Dalam hal ini Percetakan tidak akan melakukan distribusi penjualan atau promosi apapun atas buku tesebut. 4. Paket “Nano-Nano” Paket “Nano-Nano” atau dengan kata lain campuran dari beberapa paket lainnya. Artinya dalam segala hal, mulai dari proses penyusunan buku, penyuntingan, pencetakan, hingga pemasarannya dilakukan bersama-sama antara penulis dan Percetakan.
  • 10.
    • Bulletin
    • Mini bulletin
    • Mini magazine
    • Super mini magazine
    • Buku kecil/Saku
    • Blog pribadi
    • E-book
    PILIHAN MEDIA INDIE & ALTERNATIF:
  • 11. Eksistensi Sebuah Media Kualitas media; rubrikasi, isi berita, layout/setting, artistik, perwajahan, dsb>>menarik untuk dibeli/dibaca orang
    • Product
    • Promotion
    Upaya media menarik minat orang untuk membeli/membaca (berlangganan)
    • Please
    Kualitas pelayanan: sirikulasi dan redaksi (bacaan)
    • Price
    Penentuan harga media. Dapat dijangkau pembeli atau tidak. Disesuaikan dengan produk dan pelayanan
  • 12. Membangun Tim Tangguh
    • Mencari orang-orang yang akan menjadi pimpinan dan staf perusahaan media kita
    • Pastikan mereka adalah orang-orang yang terpilih dan ahli di bidang masing-masing
    • Bila perlu, rekrut orang yang tidak saja ahli, tapi juga berpengalaman di bidangnya
    • Tunjang dengan teknologi yang memadai untuk mendukung para SDM di bidangnya masing-masing
  • 13. Pemasaran Produk
    • Kondisi Pasar: sebelumnya, sekarang, & masa depan:
      • Mengikuti, mengkaji, dan menentukan keputusan untuk membuat kebijakan pasar. Memikirkan untuk menjadi pemimpin pasar, mengamati siapa saja yang bermain di sana, selera konsumen, biaya produksi, harga, termasuk menganalisis kebijakan para pesaing di pasar yang sama, mengukur kemampuan produk kita dibanding produk pesaing.
  • 14. Mengelola Peluang
    • Merinci Problem dan Peluang:
      • Tanggap terhadap keinginan konsumen dan menganalisisnya. Menciptakan inovasi-inovasi baru untuk meraih peluang yang lebih besar sekaligus mengatasi problem yang mungkin saja ada pada produk kita.
  • 15. Strategi Bisnis
    • Kita harus menentukan konsep bisnis kita dalam master plan (rencana induk): skala pasar, skala modal, dan skala usaha. Tentukan sesuai dengan kemampuan SDM dan ketersediaan dana pendukung.
    • Upayakan media yang kita keluarkan sudah sangat matang secara bisnis. Tidak sebatas uji-coba.
  • 16. Persaingan
    • Merinci upaya apa saja yang bisa kita lakukan untuk terjun dalam medan persaingan dengan media lain. Ada baiknya kita menentukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
    • Tentukan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan tingkat lanjut. Karena sangat boleh jadi akan lebih besar dan “berbahaya”
  • 17. Contoh Analisis SWOT STRATEGI PELUANG ANCAMAN Kekuatan
    • Peningkatan kemampuan redaksi dalam berbagai pelatihan atau studi pada penerbitan besar.
    • 2. Melakukan penetrasi pasar untuk mengubah permintaan potensial menjadi permintaan aktual
    • 1. Pemantapan penguasaan ide dengan memperluas tsaqofah islamiyah , kekuatan ide tidak akan mudah untuk disaingi.
    • Peningkatan popularitas nama Media dengan menambah aktivitas pendukung yang membantu mengokohkan posisi Media di benak konsumen dari gempuran pesaing.
    Kelemahan
    • Membenahi manajemen (organisasi, tata kerja produksi dan pemasaran) dan meningkatkan sumber daya manusia (merekrut tenaga ahli, menempatkan orang yang benar pada posisi yang tepat) dan memanfaatkan akses modal.
    • Merumuskan rencana strategis perusahaan
    • Mengurus legalitas penerbitan dan penerbit.
    • Memperkokoh jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produksi dan meningkatkan ghirah kerja seluruh pihak yang terkait.
  • 18. Tujuan dan Sasaran
    • Target 5 tahun ke depan
      • Mampu meraih spesifikasi konsumen (pembaca) secara terukur. Jumlahnya bisa dilihat dari peningkatan tiras
      • Mencapai kondisi pasar yang stabil dan mampu meninggalkan para pesaing di belakang media kita
      • Berhasil meraih penghasilan/keuntungan dari sasaran yang telah ditetapkan. Kuat dari segi keuangan
      • Bersiap merumuskan strategi perusahaan untuk mengembangkan prestasi yang diraih setelah 5 tahun
  • 19. Persoalan-persoalan penting
    • Jangka pendek
      • Memilih dan memilah persoalan yang mungkin menjadi kendala dan carikan solusinya. Masalah yang perlu diperhatikan adalah keredaksian, pemasaran, distribusi dan iklan
    • Jangka panjang
      • Harus disiapkan strategi pengembangan usaha dari tren yang berkembang berkaitan dengan usaha media massa
      • Mewujudkan media massa yang ideologis dan mandiri. Khas, sehingga sulit ditandingi
    • Sumber dana harus cukup dan memadai. Pastikan pengelolaannya juga profesional
  • 20. Tolong doong … Membuat media massa itu tidak terlalu susah kok (jika memang persiapan sudah matang). Persiapan seperti apa yang dibutuhkan?
    • Keredaksian
    • Segmentasi Pasar
    • Keuangan
    • Jaringan Distribusi
    SDM ‘juru tulis’ ini harus solid dan mantap Pilih sasaran pembaca yang akan dibidik Jaringan tertutup. Yakni pasar tradisional. Memanfaatkan jaringan pengajian, kelompok, atau perkumpulan tertentu. Jaringan terbuka. Pasar pembacanya umum. Tidak penting, tapi POKOK
  • 21. Jenis Media Massa (Pers)
    • Buletin
    • Koran
    • Tabloid
    • Digest
    • Majalah
    • Televisi
    • Radio
    • Internet
    • Agency News/Features
    Informasi Hiburan Edukasi
  • 22. Mengenal Pembaca Pembagiannya bisa berdasarkan:
    • Usia
    • Jenis kelamin
    • Profesi
    • Hobi
    • Hiburan
    • Status
    Remaja Dewasa Orang tua Anak-anak Pria Wanita Pelajar: TK/SD/SMP/SMU/Mahasiswa Eksekutif Pengusaha Petani/Peternak Buruh/supir/pedagang kecil Peneliti: sosial, ekonomi, science Dokter, dosen, guru, analis kimia dsb Single Pasangan muda Beranak-pinak Olahraga Musik Film Gosip selebritis seks Otomotif Sepakbola Tanaman Perikanan Traveling
  • 23. Gambaran Umum Manajemen Pers
    • Visi dan Strategi
    Menciptakan brand image media kita. Memiliki ciri khas yang mudah diingat dan dilihat pembaca. Mengusung gaya jurnalistik tertentu sesuai pasar yang akan dibidik.
    • Positioning
    • Menumbuhkan fanatisme pembaca
    • Menciptakan kesetiaan pembaca
    • Menjadikan media tersebut sebagai lambang status atau “gengsi”. Mereka akan bangga membeli dan memiliki media tersebut.
  • 24. Struktur Umum Organisasi Redaksi Pemimpin Redaksi Redaktur Pelaksana Redaktur Bahasa Para Redaktur Desk Reporter Koresponden/penulis Fotografer Pmpn. Perusahaan Sirkulasi, Iklan, Promosi Umum, Tata Usaha, Keuangan, dll Redaktur Pracetak Setting Layout Korektor Pemimpin Umum Perpustakaan, Dokumentasi, Litbang
  • 25. Tiga Kunci Sukses
    • Sehat SDM
    • Sehat manajemen
    • Sehat sarana
    Tenaga-tenaga pengelola media berkualitas dan profesional di bidangnya, ditunjang gaji yang memadai bagi mereka. Manajemen yang baik, terencana, terarah, dan terkendali. Terpenuhinya segala sarana/fasilitas yang diperlukan bagi kelancaran kerja di media tersebut.