Manajemen perbenihan krpl bhn ajar darmadi edit 1

5,317 views
5,116 views

Published on

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,317
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
341
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Manajemen perbenihan krpl bhn ajar darmadi edit 1

  1. 1. Bahan Ajar : MANAJEMEN PERBENIHAN KBD (Kebun Bibit Desa) di KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) Sudarmadi Purnomo BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 2013
  2. 2. ROAD SKOR PPH DAN KONSUMSI BERAS 2010 2011 2012 2013 2014 2015
  3. 3. Cabai merambatKRPL T.Agung
  4. 4. TUJUAN KBI : Percepatan penyebarluasan varietas unggul Badan Litbang Pertanian melalui :1. Produksi dan distribusi benih sumber varietas unggul Badan Litbang Pertanian untuk mendukung program M-KRPL2. Mengelola benih inti/sumber/tanaman induk varietas unggul Badan Litbang Pertanian3. Membangun model hubungan KBI dengan KBD atau pemangku kepentingan lainnya4. Memperoleh umpan balik perbaikan teknologi perbenihan/perbibitan dalam mendukung program M-KRPL
  5. 5. III. TUJUAN, KELUARAN DAN MANFAATPembentukan Kelembagaan KBD dimaksudkan membangkitkan kembalikepada masyarakat kecintaan kepada benih/bibit dalam membangunkelestarian M-KRPL.TujuanMelayani kebutuhan benih/bibit secara tepat (varietas, mutu, jumlah, danwaktu) kepada komunitas M-KRPLKeluaran1. Tersedianya benih/bibit secara tepat secara tepat (varietas, mutu, jumlah, dan waktu) sesuai dengan kebutuhan komunitas di M-KRPL2. Rumah tangga anggota komunitas M-KRPL memperoleh benih/bibit secara tepat (varietas, mutu, jumlah, dan waktu) sesuai dengan kebutuhan komunitas di M-KRPL.Manfaat1. Rumah tangga dalam komunitas M KRPL dapat merencanakan kecukupan pangan harian secara cepat,2. Rumah tangga dalam komunitas M KRPL dapat menyiapkan input produksi dengan baik untuk pertanamannya3. Rumah tangga dalam komunitas M KRPL dapat melakukan manajemen proses produksi, baik untuk tanaman maupun ternak dan pemasaran dengan baik,4. Rumah tangga dalam komunitas M KRPL dapat menentukan rotasi tanaman pada setiap waktu tertentu berdasarkan potensi sumber daya iklim dan air,5. Komunitas dapat membangun jejaring ekonomi dengan antar komunitas M-KRPL lainnya
  6. 6. Kebun Bibit Desa (KBD) .Dengan demikian Kelembagaan KBD memiliki peran utama sebagai produsen danpenyalur berbagai jenis benih/bibit yang dibutuhkan oleh anggota KRPL maupunmasyarakat desa serta konsumen yang membutuhkan benih/bibit.Macam benih/bibit yang diproduksi dan distribusi meliputi :-Tanaman : sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, TOGA-Ternak : ayam, itik, bebek, mentok, kelinci- Ikan : Lele, Nila, Gurame, Bawal, Patin
  7. 7. Fungsi KBD :1. Fungsi produksi dan distribusi, yaitu komoditas yang ada di KBD dapat diprodukdi secara berkelanjutan2. Fungsi keberagaman, yaitu komoditasnya memiliki keragaman horizontal sehingga dapat memenuhi kebutuhan benih/bibit anggota rumah pangan lestari3. Fungsi estetika yaitu pengaturan penanamannya memperhatikan aspek keragaman vertikal sehingga dapat memberikan pemandangan yang indah dan teratur4. Fungsi lingkungan , yaitu KBD dapat memberikan nuansa yang nyaman, ramah, kreatif dan sehat5. Fungsi pelayanan, yaitu KBD harus mampu melayani kebutuhan bibit bagi anggota pelaku rumah pangan lestari setiap saat6. Fungsi keberlanjutan yaitu KBD dikelola secara profesional model bisnis.
  8. 8. Persyaratan KBD :1.Syarat keberlanjutan : KBD sebaiknya menggunakan lahan fasilitas umum :milik desa/lembaga pengelola KRPL/kelompok tani/Gapoktan dan dikelola kelompok2.Syarat luas : lahan KBD cukup mampu digunakan aktivitas perbenihan dalammemenuhi kebutuhan benih/bibit bagi anggota RT KRPL, dan atau bisnis benih/bibit bagikomunitas KRPL3.Syarat kekuatan : SDM mumpuni dalam manajemen KBD serta kemudahankemudahan lainnya dalam akses sarana, infoteknologi dan pasar serta permodalan.4.Syarat keterjangkauan : letaknya strategis sehingga mudah dijangkau olehanggota RT KRPL atau masyarakat lainnya yang memerlukan benih/bibit.5.Syarat kenyamanan : tata ruang KBD menggunakan prinsip ramah lingkungan,efisien, indah dan estetik.6.Syarat keunikan lokal : produk berupa benih/bibit dengan induk sepsifiklokasi/ brand,7. Syarat tertip administrasi
  9. 9. Persyaratan Sarana KBD :1. Lokasi relatif terbuka untuk masuknya energi matahari2. Tersedia sumber air untuk irigasi : air tanah (sumur) atau air permukaan (sungai kecil, kolam) … Lebih baik irigasi Drip3. Tersedia rumah bibit, seedbad, rak bibit, kereta dorong, mesin pencacah4. Tempat prosesssing media semaian (tanah, pasir, peatmoss, sekam dan sekam bakar, kompos, pupuk kandang).5. Tersedia peralatan yang memadai: cangkul, garpu, kored, sekop, pot berbagai ukuran, polibag berbagai ukuran, gunting pangkas, gunting stek, pisau okulasi, bak plastik untuk perkecambahan, selang air, ember6. Untuk perbibitan ternak unggas dan ikan disesuaikan.
  10. 10. Basis kelompok Agro Basis ekosistem kelompok AgribisnisKebutuhan Kebutuhan Anggota K Anggota B TATA RUANG BUDIDAYA PRODUKSI Komoditas BENIH D Lahan Lahan Memenuhi POLA TANAM Pola MemenuhiPersyaratan Penyaluran Persyaratan Sistem RPL dan revolving Non RPL Pendekatan Pengembangan KBD berbasis Kelompok Sumber: Modul KBD
  11. 11. Tabel 1. Model manajemen pelaksanaan KBD Pelaksana Manajemen Fasilitas (Lokasi; Sumber pembiayaan) A B A+B C D E 1. Kelompok (terpisah)  (+)  (+)     2. Kelompok + Pengelola  (+)  (+)  (+) non non  M-KRPL 3. Pengelola M-KRPL   (+) non non non (-) 4. Perorangan (Profesional)   non  (-) (-   ) 5. Perorangan Pelaku RPL non non non non  A=Desa/Poktan/Gapoktan; B = Pengelola M-KRPL; C = Perorangan/Profesional;D = Pelaku RPL; E = Penyandang permodalan;  = ada ditemui; Non = Jarang/tidak ditemui;(+) = indikator lestari; (-) = rawan lestari; (-)(-) = rawan dan tidak baik untuk M-KRPL
  12. 12. :1. Membuat kesepatan sistem produksi dan distribusi benih/bibit dengan warga komunitas KRPL2. Membuat perencanaan kebutuhan benih/bibit (tanaman, ternak, ikan) dalam satu kawasan dengan jangka waktu per satu tahun menggunakan “Kalender Tanam Komoditas KRPL --- ”;3. Membuat perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana untuk memproduksi kebutuhan benih/bibit yang diperlukan oleh warga komunitas KRPL4. Melaksanakan manajemen produksi sesuai dengan macam benih/bibit yang diproduksi. Jika benih itu tanaman, baik pangan (umbi-umbian), hortikultura (sayuran, buah-buahan), kacang-kacangan, pakan ternak hijauan, tanaman tanaman obat rumah tangga (TOGA), dengan mulai penyiapan media / kompos, olah tanah, persemaian, pindah tanam, pengelolaan dilapangan, panen dan penanganan panen (di konsumsi / jual) menerapkan sesuai buku panduan (SOP) yang telah disepakati bersama warga komunitas KRPL5. Melakukan koordinasi dengan pengelolaan KRPL secara regular6. Membuat laporan pembukuan dan perkembangan produksi dan distribusi benih/bibit7. Membangun kemitraan pelaku bisnis benih/bibit.
  13. 13. KELEMBAGAAN YANG TERLIBAT Lembaga Pemangku Keterangan/No Peran Pemangku Kepentingan Kepentingan Eksekutor1 Pengelola KBD Manajemen produksi dan distribusi benih/bibit dan Ada 5 model tetapi seyogyanya fungsi-fungsi KBD lainnya menerapkan model positif2 Pengelola KRPL Manajemen perencanaan, pembiayaan, evaluasi dan “Local champion” (PKK/KWT/Dasa Wisma) promosi Poktan/Gapoktan Fasilitasi pembangunan dan pengembangan (Lokasi/ “Local champion” Perkantoran/Koperasi/Promosi/Pengelola)3 Pemerintahan desa Fasilatasi terbangunnya KBD Perangkat Desa (Lokasi/Perkantoran/Koperasi/Promosi)4 BPTP 1. Sumber benih/bibit LO/Korwil/Tim Teknis BPTP 2. Penyediaan teknologi pembibitan 3. Penyebaran teknologi pembibitan melalui pelatihan 4. Pendampingan 5. Monitoring dan evaluasi5 Perguruan tinggi 1. Sumber benih/bibit (jika ada) - dan atau LSM 2. Penyediaan teknologi pembibitan 3. Penyebaran teknologi pembibitan melalui pelatihan 4. Pendampingan6 Pemerintah Kab/Kota 1. Fasilatasi terbangunnya KBD BKP/BP4K/Bapeluh/ d Dinas 2. Pendampingan Lingkup Pertanian an Posko P2KP tingkat Kabupaten/Kota7 Pemerintah Propinsi 1. Fasilatasi terbangunnya KBD BKP/Bakorluh/Dinas Lingkup 2. Pendampingan Pertanian dan Posko P2KP tingkat Propinsi
  14. 14. PROSEDUR PELAKSANAAN PRODUKSI BENIH  MEDIA TANAM  CARA PERBENIHAN  PERBENIHAN DARI BIJI  PERBENIHAN SECARA VEGETATIF  PEMELIHARAAN SEMAI  DISTRIBUSI BIBIT  PENYUSUNAN KaToP
  15. 15. JEJARING KBI, KBD ---- KBDRT PERENCANAAN, PERBAIKAN SESUAI KALENDER TANAM DISTRIBUSI BENIH PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI PERBENIHAN PENINGKATAN KAPASITAS SDM MELALUI PELATIHAN DAN STUDI BENIH SISTEM PRODUKSI DAN PASAR (LELANG) BERSAMA PAMERAN DAN LOMBA KBD PERTUKARAN BENIH SUMBER/INDUK MONITORING DAN EVALUASI TERPADU
  16. 16. 1. KaToP dengan komponen komposisi jenis tanaman dan ternak, umur, waktu tanam, lokasi tanam, curahan tenaga kerja, biaya pengelolaan, cara panen dan mengolah hingga pramusaji dioverlay dengan kandungan energi, gizi, vitamineral, serat, protein2. Inovasi pertanian vertikal – Teknolgi Efisien air3. Inovasi pertanian pekarangan / Lahan Sempit4. Varietas unggul lokal untuk pekarangan (umur genjah, tahan kering, tahan naungan, kandungan protein tinggi)5. Prosessing dengan pemanfaatan bahan pangan lokal : Pangan Fungsional
  17. 17. Pengertian kalender tanam : jadual rotasi tanam dalam upayaoptimalisasi pekarangan, dimana jenis tanaman yang ditanam danpanen sesuai dengan kebutuhan pangan rumah tangga, khususnyadalam rangka pemenuhan karbohidrat non beras dan atau protein nonhewani, yaitu ubi-ubian, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahanselama periode tertentu.Tujuan :1. optimalisasi produktivitas pekarangan,2. meningkatkan produksi tanaman,3. memperkaya variasi menu,4. meningkatkan dan menjaga sumberdaya genetik lokal,5. memelihara keseimbangan biologis,6. memperbaiki kusuburan tanah pekarangan,7. memperkecil resiko gagal panen.
  18. 18. Gambar 1. Kalender tanam sebagai acuan produksi bibit sayuran daun (A), dan sayuran buah (B)untuk menjamin tidak ada jeda produk kawasan
  19. 19. MH MK Semai Tumbuh Panen Pangkas
  20. 20. CalifoniaUniversityHealthCampusComunity
  21. 21. Cabai BPTPCalifonia UniversityHealth CampusComunity
  22. 22. 1. Lakukan identifikasi 9-15 jenis tanaman sayuran dan pangan yang paling banyak dan seseringkali dikonsumsi rumah tangga2. Pastikan jenis tanaman tersebut diusahakan di pekarangan yang bersangkutan3. Hitung nilai komposisi kecukupan energi dari jenis-jenis tanaman tersebut menggunakan pendekatan DKBM,4. Jika tidak memenuhi persyaratan dengan kartu porsimetri, maka tambahkan jenis tanaman yang lain5. Masukkan siklus pertumbuhan jenis-jenis tanaman tersebut ke dalam diagram agar dapat mengetahui rotasi tanaman hingga satu tahun, dihitung mulai dari persemaian, tanam hingga panen dan kemudian tanam lagi dan seterusnya,6. Hitung kebutuhan lahan pekarangan untuk mencukupi pangan satu keluarga7. Jika lahan pekarangan tidak cukup terapkan inovasi pertanian vertikal.
  23. 23. Dapat diperoleh angka kebutuhan gizi dalam sehari yang dijabarkanmenjadi kebutuhan pangan, sehingga dapat disusun menu (susunanmakanan) sehari-hari, yang seyogyanya memenuhi kaidah trigunamakanan, yaitu pangan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zatpengatur secara seimbang.Pangan sumber tenaga dapat diperoleh dari kelompok pangan, yaitu (1)padi-padian, (2) umbi-umbian dan pangan berpati, (3) minyak dan lemak,(4) buah/biji berminyak, (5) gula. Pangan sumber zat pembangun terdapatpada : (6) kelompok pangan hewani dan (7) kacang-kacangan. Pangansumber zat pengatur adalah (8) kelompok sayur-sayuran dan buah-buahan, dan ditambah satu lagi adalah kelompok pangan yang fungsinyasebagai penambah rasa dan membangkitkan selera, yaitu bumbu danminumanUntuk memudahkan penyusunan menu B2S menggunakan sehingga ada 4 kelompok pangan (pangan pokok,lauk pauk, sayur, buah).
  24. 24. Sumber : Baliwerti dan Mardianto, 2012
  25. 25. Distribusi ke KK yang jauh / Jual ke pasar
  26. 26. Bw Merah di tanam vertikal Uwi ungu genjah pangan Kentang jawa KaTop pencegahuntuk bumbu masak fungsional dg Inulin tinggi diabetes peluruh kolesterol Cabai KaTop antosianin tinggi (sbg antioksidan) Tan garut pekarangan:kadar serat
  27. 27. Dalam rangka menuju kecukupan pangan rumah tangga dapat menerapkan sistemperencanaan model Kalender Tanam Optimalisasi Pekarangan (KATOP) yang disusunmelalui pendekatan :a. menghitung kebutuhan gizib. menterjemahkan kebutuhan gizi menjadi kebutuhan anekaragam panganc. menjabarkan dalam frekuensi makand. melakukan identifikasi jenis tanaman pangan yang memenuhi B2S menggunakan DKBMe. memastikan jenis tanaman tersebut diusahakan di pekarangan yang bersangkutanf. melakukan input data kedalam siklus pertumbuhan jenis-jenis tanaman (dan ternak dan atau ikan) ke dalam diagram Kalender KATOPg. menghitung kebutuhan lahan pekarangan untuk mencukupi kosumsi pangan B2S satu keluargah. jika lahan pekarangan tidak cukup maka terapkan inovasi pertanian vertikal.
  28. 28. maka rumah tangga:(a)dapat merencanakan optimalisasi pekarangan untuk kecukupan pangan harian secara tepat dan cepat(b)dapat mengelola kebun bibit desa (KBD) dengan baik, sesuai kebutuhan komunitas KRPL(c) dapat menyiapkan input produksi, baik benih/bibit sumber, media tanam dan sarana lainnya dengan baik(d)dapat melakukan manajemen proses produksi, baik untuk tanaman maupun ternak dan pemasaran dengan baik(e)dapat menentukan rotasi tanaman pada setiap waktu tertentu berdasarkan potensi sumber daya iklim dan air(f) dapat mengurangi kerugian petani sebagai akibat buruk pergeseran musim(g) dapat membangun jejaring ekonomi dengan antar komunitas KRPL(h)mengurangi gizi buruk karena apa yang dikonsumsi dalam bentuk segar tersedia di sekitar rumahnya.
  29. 29. KEBUN BENIH DUSUN oleh Perorangan untuk pasok RPL
  30. 30. KEBUN BENIH DUSUN/RT (dikelola Dasa Wisma) sebagian pelaksana RPL menyemai benih di pot
  31. 31. Penyiapan semaian secara sederhana
  32. 32. Penyiapan semaian secara sederhana
  33. 33. GUDE : Sayuran Perdu untuk pekaranganTanaman Gude (Cayanus cayan L.)-Tahunan-Toleran kering- Sumber protein nabati
  34. 34. Sayuran Lokal untuk pekarangan
  35. 35. Varietas lokal kacang-kacangan, terong, tomat daribeberapa Kabupaten di JawaTimur
  36. 36. Induk panen stek Kentang Hitam Induk panen stek uwiPerbanyakan Uwi Induk panen umbi garut
  37. 37. Bibit Uwi UnguBibit Uwi Putih Bibit Uwi Ungu Bibit Uwi Putih Bibit Uwi dari umbi bibit belah Bibit Uwi dari stek batang siap pindah (5 MST) lapang (5 MST)
  38. 38. Perbanyakan Uwi dengan stek :1. Pilih batang tegak dg daun tegak2. Ambil stek dua mata + 1 daun dg irisan bagian atas dan pangkal stek miring 60o3. Bagian atas dan pangkal diselup dg benomyl, kemudian ditiris sekitar 1-2 menit4. Pangkal stek direndam dg rotoon F selama 5 menit5. Tanam di seedba kemudian pasang sungkup Bibit Uwi dari stek batang Uwi dari stek batang siap pindah lapang (5 MST) 8 MST
  39. 39. Bibit dari umbi belahUmur Uwi Ungu (8 MST) Umur Uwi Ungu (13 MST)
  40. 40. Bibit uwi dan umbi-umbian (kecuali Kentang hitam) dapat disiapkan dengancara sederhana dan cepat dalam jumlah banyak dengan multiplikasi umbibibit belah menggunakan enam langkah :1. Menyiapkan tempat semaian (Seedbad), menggunakan media tumbuh serbuk sabut kelapa (Cocopeat) yang dicampur dengan kompos (1:2),2. Menyiapkan larutan Benomyl (5 g/l air)3. Menyiapkan larutan Rooton-F (5 g/l air);4. Menyiapkan umbi bahan semaian, yaitu dengan membelah umbi menjadi tiga bagian (bagian pangkal, tengah, dan pucuk) dimana masing-masing bagian tersebut dibelah lagi menjadi 4-6 bagian untuk bagian pangkal umbi dan 6-8 bagian untuk tengah dan pucuk umbi dengan mengupayakan setiap hasil belahan umbi ada mata tunas akar;5. Merendam materi-materi tersebut ke dalam larutan Benomyl selama 5-10 menit, kemudian dipindahkan ke larutan Rooton F setelah ditiris sekitar 5 menit;6. Tanam materi calon bibit ke dalam Seebad.
  41. 41. Perkiraan pergiliran tanam-panen-simpan Uwi1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Keterangan : = Semaian stek batang = Fase perkembangan umbi = Fase pertumbuhan generatif dari umbi bibit belah = Fase penyimpanan = Fase vegetatif
  42. 42. Perbanyakan Garut
  43. 43. TERIMA KASIH

×