• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu, Budha, dan Islam di indonesia
 

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu, Budha, dan Islam di indonesia

on

  • 2,100 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,100
Views on SlideShare
2,100
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
107
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu, Budha, dan Islam di indonesia Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu, Budha, dan Islam di indonesia Document Transcript

    • A. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Hindu-Budha di Indonesia Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Indonesia melalui kontak perdagangan. Pada awalnya, orang-orang India bersikap aktif dalam perdagangan tersebut. Hal ini menurut Claudius Ptolomeus (Yunani) didorong oleh kekayaan Indonesia akan emas, perak, cengkih, dan lada yang menarik para pedagang mancanegara. Hubungan perdagangan ini telah berlangsung sejak sekitar abad ke5 M. Khusus mengenai penyebaran hinduisme sebagai agama dijelaskan melalui banyak teori. 1. Teori brahmana Teori ini dikemukakan oleh Van Leur yang berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh pendeta. Teori ini memiliki kelemahan, yaitu di India ada peraturan bahwa brahmana tidak boleh keluar dari negerinya. Jadi, tidak mungkin mereka dapat menyiarkan agama ke Indonesia. 2. Teori ksatria Teori ini dikemukakan oleh Majumdar, Moekrji, dan Nehru. Mereka berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh prajurit yang mengadakan ekspansi. Oleh sebab itu, teori ini sering pula disebut teori kolonisasi. Kelemahan teori ini adalah tidak ada bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Indonesia pernah ditaklukkan India. 3. Teori waisya Teori ini dikemukakan oleh Krom yang mengatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang, mengingat bahwa sejak tahun 500 SM, Nusantara telah menjadi jalur perdagangan antara India dan Cina. Dalam perjalanan perdagangan inilah diperkirakan para pedagang India itu singgah di Indonesia dan menyebarkan agama Hindu. 4. Teori sudra Teori ini dikemukakan oleh banyak orang. Intinya adalah bahwa agama Hindu dibawa oleh kaum sudra yang datang di Nusantara untuk memperbaiki nasib. 5. Teori nasional Teori ini dikemukakan oleh F.D.K. Bosch yang mengatakan bahwa dalam proses penyebaran agama Hindu ini, bangsa Indonesia berperan sangat aktif. Setelah dinobatkan sebagai seorang Hindu, mereka kemudian giat menyebarkan agama Hindu dan segala aktivitasnya. Pendapatnya ini didasarkan pada temuan adanya unsur-unsur budaya India dalam budaya Indonesia. Menurutnya, pada masa itu telah terbentuk golongan Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 1
    • cendekiawan yang disebut "Clerk". Proses akulturasi antara budaya Indonesia dan India disebutnya sebagai proses penyuburan. Hal-hal yang dilakukan para brahmana di Indonesia dalam rangka penghinduan, antara lain, a. Abhiseka, yaitu upacara penobatan raja b. Vratyastoma, yaitu upacara pencucian diri (pemberian kasta) c. Kulapanjika, yaitu memberikan silsilah raja d. Castra, yaitu cara membuat mantra 6. Teori arus balik Menurut teori ini, bangsa Indonesia tidak hanya menerima pengetahuan agama dari orang-orang asing yang datang. Mereka juga aktif mencari ilmu agama di negeri orang dan menyebarkannya setelah kembali ke kampung halamannya. B. Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia 1) Kerajaan Kutai Kerajaan ini terletak di Kalimatan Timur dan merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Peninggalan bersejarah yang di temukan adalah tujuh buah prasasti yang dipahatkan di atas tiang batu yang disebut yupa. Prasasti ini berhuruf pallawa dan berangka tahun 400M. Raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai adalah Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman. Dengan ditemukannya prasasti tersebut menyebabkan bangsa Indonesia memasuki zaman sejarah baru. 2) Kerajaan Tarumanegara ( abad 5 M) Kerajaan ini letaknya di sekitar Bogor, Jawa Barat. Prasasti yang ditemukan semua berhuruf pallawa dan berbahasa sanseketa yaitu: - Prasasti Tugu - Prasasti Lebak - Prasasti Pasir Awi - Prasasti Jambu - Prasasti Muara Ciaruten - Prasasti Kebon Kopi Dari prasasti di atas dikatakan bahwa raja yang memerintah kerajaan Tarumanegara adalah Purnawarman, seorang raja yang bijaksana dan sangat memperhatikan kemakmuran rakyatnya. Sumber bukti lainnya mengenai kerajaan ini adalah berita dari seorang pendeta Budha dan Cina yang bernama fa hien. 3) Kerajaan Melayu Mengenai kerajaan ini diperkirakan terletak di sekitar daerah Jambi dengan seorang raja yang sering disebut Adityawarman. Sementara menurut berita Cina, pendeta I-Tsing setelah belajar di Sriwijaya kemudian ia pergi ke Melayu. Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 2
    • 4) Kerajaan Sriwijaya (7 M) Kerajaan Sriwijaya ini terletak di Palembang, Sumatra Selatan. Bukti adanya kerajaan ini dengan ditemukannya prasasti-prasasti yang berhuruf pallawa, yaitu : prasasti Talang Tuo, prasasti Kota Kapur, prasasti Karang Berahi, prasasti Kedukan Bukti, dan prasasti Telaga Batu. Dari prasasti, proses tersebut diketahui bahwa Kerajaan Sriwijaya beragam budha dan merupakan kerajaan yang besar dan makmur dengan puncak kejayaan pada masa Raja Balaputradewa. 5) Kerajaan Majapahit Terletak di desa Tarik Mojokerto, Jawa Timur. Pendiri kerajaan ini yaitu Raden Wijaya. Pada masa pemerintahan Tri Buwana Tungga Dewi diangkat seorang maha patih bernama Gajah Mada. Pengganti pemerintahan ini adalah Raja Hayam Wuruk yang dibantu oleh patih Gajah Mada dengan sumpah palapa dan berhasil menyatukan nusantara di bawah Kerajaan Majapahit. Kerutuhan Kerajaan Majapahit antara lain: Adanya perkembangan Islam dari Kerajaan Demak Banyak daerah kekuasaannya melepaskan diri Lemahnya raja-raja pengganti Hayam Wuruk Mundurnya perekonmian akibat perang saudara Adanya perang paregreg / perang saudara 6) Kerajaan Bali Sumber Sejarah 1. Prasasti Bali berisi tentang perizinan kepada para biksu untuk membuat pertapaan di bukit Chintamani. 2. Prasasti Blanjong yang berbahasa Bali Kuno. 3. Prasasti Sanur yang memakai huruf Nagari dengan bahasa Bali Kuno dan Sanskerta. Dari prasasti Belanjong dapat diketahui bahwa raja-raja Bali yaitu: 1. Khesari Warmadewa 2. Ugrasena, setelah mangkat ia dicandikan di air Madatu. 3. Jayasingha Warmadewa, membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu pemandian Tirta Empul di Istana Tampak Siring. 4. Jayasadhu 5. Dharmodayana, pada saat pemerintahannya Bali semakin jelas keadaannya terlebih lagi dengan adanya perkawinannya dengan Gunapriya Dharmapatmi yang kemudian mempunyai tiga orang anak. Pertempuran antara pasukan Gajah Mada dan pasukan Bali yang dipimpin oleh Kebo Iwa yang kemudian ia berhasil membujuk Gajah Mada untuk pergi ke Majapahit sesampainya di Majapahit Kebo Iwa dibunuh. Selanjutnya Gajah waktra yang berada di Bali ikut di bunuh dan Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 3
    • Bali berada pada tangan Majapahit. Masyarakat umumnya hidup bercocok tanam dan memelihara binatang ternak. Mereka hidup berkelompok dalam satu daerah dan membagi menjadi dua kelompok yaitu golongan Catur Warna dan golongan luar kasta. 7) Kerajaan Kediri (abad 12 M) Berdiri di daerah Daha, Kediri, Jawa Timur. Raja yang terkenal Raja Jayabaya. Sedangkan menurut sumber dari Cina bahwa Kerajaan Kediri merupakan kerajaan yang aman, tentram, dan makmur. 8) Kerajaan Medang (abad 10 M) Terletak di sekitar Sungai Brantas dekat Kota Jombang, Jawa Timur. Kerajaan ini merupakan pindahan dari Kerajaan Mataram Kuno yang mengalami kehancuran. Pendiri kerajaan ini adalah Mpu Sindok yang menamakan dirinya Dinasti Isyana. 9) Kerajaan Singasari (abad 13) Muncul setelah adanya perang ganter 1222 M. Dalam perang ini akhirnya Raja Kertajaya yang otoriter dari Kerajaan Kediri kalah melawan para brahmana yang dibantu oleh Ken Arok. Kerajaan Kediri kalah dan berdirilah Kerajaan Singasari dengan Raja Ken Arok adan bergelar Kertarajasa. 10) Kerajaan Mataram Kuno/Hindu (abad 8 M) Letak kerajaan ini dekat Magelang, Jawa tengah. Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti Canggal, yang menceritakan bahwa kerajaan ini pernah di perintah oleh Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra. 11) Kerajaan Sunda Letak kerajaan di pakuan Pajajaran kemudian pindah ke Kawali. Pada masa pemerintahan Raja Sri Baduga Maharaja terjadi peristiwa perang bubat antara Majapahit dengan Pajajaran. C. Peningkatan Kebudayaan Terpenting Kebudayaan terpenting peninggalan Hindu-Budah meliputi: 1. Bangunan Candi a. Jenis Candi di Indonesia, yaitu Candi Hindu dan Budha b. Fungsi Candi, yaitu dalam agama Hindu berfungsi sebagai tempat pemakaman dan fungsi menurut agama Budha sebagai tempat upacara keagamaan c. Kelompok candi berdasarkan langgamnya, yaitu: o Candi Jawa Tengah bagian utara o Candi Jawa Tengah bagian selatan o Candi Jawa Timur Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 4
    • perbedaan bangunan candi Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain: Candi Jawa Barat: - Bangunan Candi terbuat dari batu bara - Relief candi simbolis - Atap candi seperti pohon cemara - Arah candi menghadap ke barat - Bentuk candi ramping dan tinggi - Induk candi menjorok ke belakang Candi Jawa Tengah: - Bangunan candi terbuat dari batu andesit (batu kali) - Relief candi realis - Atap candi berundak-undak - Arah candi menghadap ke timur - Bentuk candi tambun - Induk candi tepat di tengah 2. Patung Dewa Dalam kebudayaan Hindu-Budha biasanya dewa diwujudkan dalam bentuk patung. 3. Sastra Hasil peninggalan bidang sastra antara lain Ramayana, Mahabarata, Barata Yuda dll. 4. Seni Ukir Hasil pahatan dan ukiran nampak indah dan mengangumkan pada reliefrelief bangunan candi. 5. Barang-barang logam Barang atau benda yang terbuat dari logam dan perunggu yang indah di antaranya, arca, lampu gantung, genta, mangkok, jambangan dan tempat dupa untuk upacara agama. dan masih banyak lagi peninggalan yang berupa seni lainya. D. Runtuhnya Kebudayaan Hinduh-Budha di Indonesia Penyebab runtuhnya kerajaan yang bercorak Hindu-Budha antara lain: a. Adanya perang Paragrag di Majapahit b. Banyak daerah kekuasaan yang melepaskan diri kerajaan sriwijaya maupun Majapahit c. Berkembangnya syiar agama Islam yang berhasil menarik simpati masyarakat d. Kerajaan Islam Demak berkembang pesat, sementara Sumatra juga berkembang pesat kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam. Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 5
    • E. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia Agama Islam masuk dan berkembang di Nusantara secara damai. Ada beberapa sumber sejarah mengenai masuknya Islam ke Nusantara. 1. Abad ke-7 yang diberitakan dinasti Tang bahwa di Sriwijaya sudah ada perkampungan muslim yang mengadakan hubungan dagang dengan Cina. 2. Abad ke-11 adanya makam Fatimah binti Maimun yang berangka tahun 1028 di Leran, Gresik, Jawa Timur. 3. Abad ke-13 tepatnya tahun 1292 Marcopolo mengunjungi Kerajaan Samudra Pasai. Berdasarkan berita dari Marcopolo pada tahun 1292 dan cerita dari Ibnu Batutah yang mengunjungi Kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-14, maka diperkirakan agama Islam sudah masuk di Indonesia sejak abad ke-13. Di samping itu, batu nisan kubur Malik al Saleh yang meninggal tahun 1297 juga memperkuat bukti-bukti bahwa pada saat itu telah terdapat kerajaan Islam di Indonesia. Ada beberapa pendapat mengenai asal mula Islam masuk ke Nusantara. 1. Islam berasal dari Arab. Hal ini sesuai berita dari dinasti Tang, pedagang Arab yang singgah di Sriwijaya untuk mengisi bahan bakar kemudian ke Cina. 2. Islam berasal dari Persia. Hal ini karena di Indonesia ada aliran tasawuf seperti di Persia (Iran). 3. Islam berasal dari India (Gujarat) dengan alasan unsur Islam di Indonesia menunjukkan kesamaan yang ada di India dan bentuk nisan Malik al Saleh menyerupai bentuk batu nisan di India. Selain itu, ada tokoh yang beralasan dari Gujarat. Kelompok ini dipelopori oleh Snouck Hurgronje dan diikuti oleh J.P. Moquute, R.A. Kern. Pendapat ini didasarkan pada: a. akibat kemunduran dinasti Abbasiah Bagdad oleh Hulagu pada tahun 1258, b. berita Marcopolo tahun 1292, c. berita Ibnu Batutah pada abad ke-14, d. nisan kubur Sultan Malik as Saleh yang berangka tahun awal Majapahit 1297, e. kedatangan Islam hingga terbentuknya masyarakat muslim di Indonesia sejak abad ke-13 berdasarkan pada ajaran tasawuf yang berasal dari Persia. Islam menyebar di Indonesia melalui cara-cara berikut. a) Peranan Kaum Pedagang Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia maupun para pedagang Indonesia. Para pedagang itu datang dan berdagang di Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 6
    • pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang. Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan. Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islam makin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir. Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudian menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak keluarganya. Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam. Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sehingga akhirnya muncul sebuah komunitas Islam, yang setelah kuat akhirnya membentuk sebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara. b) Peranan Bandar-Bandar di Indonesia Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha perkapalan. Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia. Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai. Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi kerajaan, seperti Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 7
    • Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam. Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu. Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya di pesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan). c) Peranan Para Wali dan Ulama Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam. Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan. Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut. 1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur. 2. Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak. 3. Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial. Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 8
    • 4. Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana. 5. Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat. 6. Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain. 7. Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus. 8. Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata. 9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar. F. Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia Dengan masuknya Islam, munculah beberapa kerajaan–kerajaan Islam di Indonesia, yaitu: 1. Kerajaan Perlak Meupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia. Raja yang pertama ialah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz. Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan berdaulat. 2. Kerajaan Samudra Pasai Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Malik Al-saleh (merah silu) dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13. Kerajaan Samudera Pasai terletak di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh). Kerajaan Samudra Pasai dapat dikatakan sebagai awal bangkitnya kekuasaan Islam di indonesia sebab Samudra Pasai merupakan kerajaan Islam yang penting di Indonesia. 3. Kerajaan Aceh Pendiri kerajaan Aceh adalah Sultan Ibrahim (Ali Mughayat Syah) setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis (1511), pedagang Islam pindah berdagang di Aceh sehingga Aceh ramai. Barang dagangan di Aceh adalah lada. Kerajaan Aceh mengalami masa kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 9
    • (1607 – 1636) yang dapat meluaskan wilayah sampai ke Malaya / Malaysia. Perluasan wilayah dapat digunakan untuk menguasai perdagangan dan menyebarkan agama Islam. Aceh mengalami kemuduran semenjak raja pengganti dari Sultan Iskandar Muda dan Sultan Iskandar Thani merupakan tokoh yang lemah. 4. Kerajaan Demak Kerajaan Demak terletak di daerah pantai utara Jawa Tengah antara kota Semarang dengan Surabaya. Pendiri kerajaan Demak adalah Raden Patah yang dibantu oleh para wali. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa dan rajanya yang pertama adalah Raden Patah. Demak dapat berkembang maju disebabkan oleh faktor – faktor sebagai berikut: a. Letak strategis (di daerah pantai) sehingga mudah berhubungan dengan dunia luar b. Menguasai beberapa pelabuhan, yaitu Jepara, tuban, gresik dan lain – lain c. Ada sungai sebgai penghubung dengan daerah pedalaman (asal barang dagangan) d. Runtuhnya kerajaan Majapahit yang merupakan pusat agama Hindu dan Budha Keruntuhan Kerajaan Demak diawali dengan wafatnya Sultan Trenggono, karena terjadi perebutan tahta kerajaan. Aria Penangsang berhasil membunuh Prawata (putra Sunan Trenggono) yang merasa lebih berhak atas tahta kerajaan. Aria Penangsang sendiri berhasil dibunuh oleh Hadiwijaya, adipati pajang dan menantu Sultan Trenggono. Kemudian pusat pemerintahan Demak di pindahkan ke Pajang. 5. Kerajaan Pajang Munculnya kerajaan Pajang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Jaka Tingkir (Mas Karebet) atau Pangeran Hadiwijaya. Setelah berhasil mengalahkan Arya Penangsang, Adiwijaya memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang. Jaka tingkir setelah menjadi raja bergelar Sultan Hadiwijaya. Oleh Jaka Tingkir Kerajaan Demak dipindah ke Pajang dengan alasan: a. Kerajaan Demak akibat perang saudara b. Mendekati daerah subur seperti Klaten, Surakarta c. Menjauhi musuh–musuh politiknya d. Mendekati asal usulnya yaitu tingkir dan pajang Keberhasilan Jaka Tingkir menjadi raja berkat dukungan dari Kyai Ageng Pemanahan dan sepeninggal Sultan Hadiwijaya. Pajang dikuasai putranya yang bernama Pangeran Banawa. Karena tidak mampu memegang tahta kekuasaan sewaktu diberontak Sultan Panggiri, Banawa dibantu Sutawijaya dan menyerahkan Kerajaan Pajang ke Sutawijaya. Oleh Sutawijaya Kerajaan Pajang dipindah ke Mataram. Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 10
    • 6. Kerajaan Mataram Kerajaan Mataram didirikan oleh Sutawijaya (1586 – 1601). Sutawijaya setelah menjadi raja bergelar Panembahan Senopati. Pada masa pemerintahannya banyak pemberontakan tetapi semua dapat dipadamkan. Setelah meninggal dimakamkan di Kota Gede Yogyakarta. Pengganti Sutawijaya antara lain: a. Mas Jolang Panembahan Sedo Krapyak (1601 – 1613) b. Amangkurat I (1645 – 1677) c. Amangkurat II Adipati Anom (1677 – 1702) d. Amangkurat III Sunan Mas (1702 – 1708) e. Amangkurat IV Paku Buwono Ibukota kerajaan dari Kartosuro dipindah ke Surakarta. Menurut perjanjian Giyanti (1755) Mataram pecah menjadi 2: 1) Mataram Timur (Kasunanan Surakarta) di bawah paku Buwono III 2) Mataram Barat (Kasultanan Yogyakarta) di bawah mankubumi yang bergelar hamengkubuwono I Oleh Belanda kerajaan dipecah–pecah lagi seperti: 1) Kasunanan Surakarta menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran (isi perjanjian Salatiga 1757) 2) Kasultanan Yogyakarta menjadi kasultanan dan paku Alaman. 7. Kerajaan Banten Kerajaan Banten didirikan oleh Fatahillah/Faletehan kemudian diserahkan pada Hasanudin (1552). Banten berkembang pesat disebabkan oleh : Letaknya strategis Sumber dagangan (lada dan beras) Raja yang pernah memerintah: 1. Abdul Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1651 – 1682) Banten mengalami masa kejayaan. Pada masa ini terjadi perang saudara yaitu antara putera Sultan Ageng Tirtayasa. Pangeran Purbaya bermusuhan dengan Sultan Haji yang dibantu Belanda. Dalam perang itu dimenangkan oleh Sultan Haji. 2. Sultan Haji (1682 – 1687) Banten menjadi mundur karena ditekan Belanda dan pemberontakan–pemberontakan dari rakyat yang dipimpin Kyai Tapa, Ratu Bagus Buang dan lain – lain. Pada tahun 1687 Banten jatuh ke tangan VOC. 8. Kerajaan Cirebon Pendirinya adalah Fatahillah, setelah meninggal Cirebon pecah menjadi 2, yaitu kasepuhan dan kanoman. Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 11
    • 9. Kerajaan Banjar Kerajaan Banjar merupakan kerajaan Islam yang terletak di Kalimantan Selatan. Pendirinya adalah Pangeran Samudra/Sultan Suryanullah. Perdagangan sebagai nadi ekonomi dengan dagangan berupa emas, manik – manik, kapur barus. Penyebaran agama Islam di Banjar (Kalimantan) dilakukan oleh penghulu Demak (pemuda Banjar yang belajar agama ke Demak). 10. Kerajaan Makasar Didirikan dari gabungan 2 kerajaan, yaitu Gowa dan Tallo dan beribukota di Sombaopu. Raja gowa adalah Daeng Manrabia, Sultan Alaudin. Raja Tallo adalah Kraeng Matoaya, Sultan Abdullah, Magnkubumi/Patih. Sultan Alaudin kemudian dijadikan Raja Gowa Tallo. Sultan Alaudin diganti oleh Sultan Muhammad Said, kemudian Sultan Muhammad Said diganti putranya yaitu Hasanudin. Pada masa Sultan Hasanudin, Makasar mengalami kejayaan, hal itu disebabkan:  Letak strategis (antara Malaka–Maluku)  Pelabuhan Sombaopu (Pelabuhan Transito)  Perdagangan maju (kerajaan maritime) Makasar sudah menata laut dengan baik karena mempunyai undang – undang hukum laut dinamakan APOLOPILOPING. 11. 12. D. Kerajaan Ternate Terletak di Maluku bagian Utara sebagai pusat dengkih. Pada masa Sultan Baabullah, Ternate mengalami kejayaan. Kerajaan Tidore Kerajaan Tidore juga terdapat di Maluku bersahabat dengan Ternate. Tetapi setelah bangsa asing masuk (Portugis dan Spanyol), Ternate dan Tidore diadu domba. Pada masa pemerintahan Sultan Nuku, Tidore bersatu dengan Ternate untuk mengusir Portugis. Sewaktu bermusuhan dengan Ternate muncul persekutuan dagang yaitu: ◊ Uli lima (Ternate sebagai ketua) = Ternate, Seram, Ambon, Obi, Bacan ◊ Uli Siwa (Tidore sebagai ketua) = Tidore, Jailolo, Maluku, Irian Peninggalan sejarah bercorak Islam Peninggalan – peninggalan sejarah Islam di Indonesia antara lain: 1. Masjid 2. Menara masjid 3. Makam / Nisan 4. Gapura 5. Keraton 6. Kaligrafi Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 12
    • 7. Seni Sastra, seperti: Babat: cerita sejarah, tetapi banyak bercampur mitos dan kepercayaan masyarakat yang kadang tidak masuk akal. Hikayat: suatu karya sastra yang berisi cerita atau dongeng dan sering dikaitkan dengan tokoh sejarah. Syair: merupakan karya sastra yang berupa sajak dan terdiri atas empat baris. Syair ini mirip dengan pantun. Suluk: karya sastra yang berisi tasawuf. Agama dan Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia | 13