Your SlideShare is downloading. ×
0
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Arsitektur Sitem Terdistribusi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Arsitektur Sitem Terdistribusi

2,095

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,095
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
188
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ARSITEKTUR SISTEM TERDISTRIBUSI SYAIFUL AHDAN, S.KOM • Andrew S. Tanenbaum, Maarten S., Distributed System : Principles & Paradigms, http://www.cs.vu.nl/~ast/books • George Colouries, jeans Dollimore, Distributed System : Concep & Design, 3th Edition , Addison Wesley, http://cdk3.net/ • Distributed System Course Material, http://www.cs.bham.ac.uk/~mzk/courses/Distsys/
  • 2. Tujuan 1. Pemahaman Konsep Arsitektur sistem terdistribusi 2. Perbedaan Arsitektur Sistem Terdistribusi Dengan Sistem Terpusat 3. Perbedaan Arsitektur dan Middlware
  • 3. Arsitektur Suatu rancangan untuk penyusunan komponen- komponen suatu sistem, dimana rancangan tersebut mengidentifikasi komponen serta fungsi masing-masing komponen, konektifitas antar komponen serta pemetaan fungsionalitas komponen.
  • 4. Sudut Pandang Arsitektur Sistem tersebar • LAYERED ARCHITECTURES • OBJECT-BASE ARCHITECTURES • DATA-CENTER ARCHITECTURES • EVENT-BASED ARCHITECTURES.
  • 5. Layered Architectures Proses Layer ini bersifat hierarki dengan proses alur Layer kebawah menggambarkan proses request dan alur Layer ke atas menampilkan hasil
  • 6. Layered Architectures
  • 7. Layered Architectures Storage Area Network Virtualized Server Farm Access Service Aggregation Core WAN Aggregation Service Provider Store
  • 8. Object base Architectures setiap objek melakukan koresponden dengan komponen, dan komponen ini terkoneksi melalui mekanisme procedure call.
  • 9. Data Center Architectures Proses DCA ini diawali dengan konsep penyimpanan secara umum meliputi : • Pusat data merupakan fasilitas yang digunakan untuk menempatkan beberapa server atau sistem komputer dan sistem penyimpanan data (storage) • Data center dapat pula dipandang sebagai gudang data (data warehouse)
  • 10. Gambar : Data Center Architecture with Dedicated Resources Sumber : www.Cisco.com
  • 11. Gambar : Data Center Architecture with Virtualized Network Layer Sumber : www.Cisco.com
  • 12. Gambar : Data Center Architecture with Virtualized Network and Storage Layers Sumber : www.Cisco.com
  • 13. Gambar : End-to-End Virtualized Data Center Architecture Sumber : www.Cisco.com
  • 14. Event base Architectures Proses EBA pada dasarnya berdasarkan propagasi event. Proses mengeluarkan event setelah Middleware memberikan kepastian hanya proses itu saja yang bisa di subcribe untuk event yang diterima. Keuntungan EBA adalah proses bersifat loosely coupled.
  • 15. loosely coupled adalah : sebuah konsep sistem untuk mengurangi ketergantungan (Interdependency) dari suatu sistem, karena seluruh proses bisnis dalapat di distribusikan kepada beberapa backend sekaligus, disini sangat menjadi penting untuk diperhatikan bahwa meminimalisir efek dari suatu sistem perubahan dan kegagalan jika tidak dimodifikasi sistem akan beresiko terhadap seluruh landscape sistem (http://miftahfauzy.wordpress.com/2010/03/03/ 84/
  • 16. 2.1 Arsitektur Sistem Tersebar 2.1.1 • Centralized architecture 2.1.2 • Decentralized architecture 2.1.3 • Hybrid
  • 17. 2.1 Arsitektur Sistem Tersebar 2.1.1 • Centralized architecture 2.1.1.1 Application Layering 2.1.1.2 Multitier Architecture 2.1.1.2.1 Two-Tier Architecture 2.1.1.2.2 Three-Tier Architecture 2.1.1.2.3 N-Tier Architecture
  • 18. 2.1.1 Centralized Architecture = Client Server Gambar : hubungan antara client dan server
  • 19. 2.1.1 Centralized Architecture = Client Server
  • 20. 2.1.1 Centralized Architecture = Client Server 1. Client server unggul dalam kecepatan 2. seluruh kemampuan dapat dioptimalkan 3. Mendukung Jaringan Besar 1. Setup yang komplek 2. Biaya Tinggi 3. SDM = Handal + - - Server : Komputer yang memberi layanan - Client : Komputer yang meminta layanan
  • 21. 2.1.1.1 Aplication Layer 1. Model client server seiring perkembangannya mengundang perdebatan mengenai perbedaan antara client dan server itu sendiri. 2. Server untuk sistem tersebar bisa berperan sebagai client, alasannya server ini melakukan proses permintaan layanan dari server yang lain. Sebagai solusi adalah melakukan proses identifikasi dari Layered architecture, yaitu dengan membagi tiga Layer :
  • 22. 2.1.1.1 Aplication Layer melakukan proses identifikasi dari Layered architecture, yaitu dengan membagi tiga Layer : 1. The user-interface level, 2. The processing level, 3. The data level
  • 23. 2.1.1.2 Multitier Architecture Perbedaan dengan 3 logikal Layer adalah beberapa kemungkinan secara fisik proses sistem tersebar aplikasi client server melalui beberapa mesin. Ada dua kemungkinan mesin yaitu : 1. Client berisi implementasi program pada user-interface level 2. Server berisi proses dan data level
  • 24. 2.1.1.2.1 Two-Tier Architecture Model arsitektur two-tier : 1. Thin client – fat server Pada arsitektur ini, client menjalankan fungsi sebagai penyaji dari tampilan aplikasi dan data yang diakses dari server. Sehingga pembebanan ada pada server. 2. Fat client – thin server Arsitektur ini memberikan dua fungsi bagi client yaitu client tidak hanya berfungsi sebagai penyaji interface , namun juga mengoperasikan aplikasi. Server hanya mengelola data saja.
  • 25. 2.1.1.2.1 Two-Tier Architecture Model arsitektur two-tier : Thin Client Fat Client Gambar alternatif organisasi client server
  • 26. 2.1.1.2.1 Two-Tier Architecture Model arsitektur two-tier : Gambar Server berperan sebagai client
  • 27. 2.1.1.2.1 Two-Tier Architecture Model arsitektur two-tier : Gambar Server berperan sebagai client
  • 28. 2.1.1.2.2 Three-Tier Architecture Model arsitektur three-tier : • Arsitetur client server terus dikembangkan mengikuti perkembangan kebutuhan organisasi dan perusahaan. • perlu dikembangkan sebuah sistem yang bisa menangani layanan aplikasi dan basis data yang lebih optimal. • Three-tier merupakan arsitektur client server yang memisahkan antara data management tier, middle tier, dan presentation Layer.
  • 29. 2.1.1.2.2 Three-Tier Architecture Gambar three tier
  • 30. 2.1.1.2.2 Three-Tier Architecture Gambar three tier
  • 31. 2.1.1.2.2 Three-Tier Architecture Perkembangan berikutnya adalah muncul wacana n-tier dimana aplikasi client server dibagi ke dalam beberapa Layer. N pada n-tier menunjukan jumlah lapisan pada aplikasi. Sebuah aplikasi dapat berisi : • • • • Presentation Layer Application Layer Business logic Layer Data Layer
  • 32. 2.1.1.2.2 Three-Tier Architecture
  • 33. 2.1 Arsitektur Sistem Tersebar 2.1.2 • Decentralized architecture • • • • Structured peer-to-peer architecture Unstructured peer-to-peer architecture Topology Management of Overlay Networks Superpeers
  • 34. 2.1.2 DECENTRALISASI ARCHITECTURE • • • Perbedaan tier berkaitan dengan aplikasi logis organisasi proses tersebar berhubungan dengan perorganisasian aplikasi client server secara multitier. Tipe proses tersebar dikenal sebagai Vertical distribution. • • • menempatkan secara logis komponen yang berbeda pada mesin yang berbeda juga. masing-masing mesin menjalankan fungsi yang berbeda. Di era arsitektur modern dikenal juga Horizontal distribution • • • client atau server secara fisik dibagi kedalam bagian yang sama secara logis. setiap bagian tersebut menjalankan share data, melalui proses load balancing dikenal sebagai peer-to-peer System.
  • 35. 2.1.2 DECENTRALISASI ARCHITECTURE Peer to Peer System dibagi menjadi 3 1. Structured peer-to-peer architecture deterministic procedure, seperti menggunakan distributes hash table (DHT). 2. Unstructured peer-to-peer architecture • Dalam struktur ini menugaskan sebagian besar pada algoritma secara acak untuk membangun lapisan jaringan. • Pada intinya setiap node mendata jaringan node neighboor, tetapi data node tersebut di tempuh dengan proses acak sederhana
  • 36. Joao Leitao “Topology Management for Unstructured “Overlay Networks “ , September 5th, 2012 Two types of overlay networks: 1. Structured Overlay Networks (e.g., DHTs) 2. Unstructured Overlay Networks (i.e., random overlays).
  • 37. STRUCTURED OVERLAYS NETWORKS    Can (easily) oer additional functionality to services. Complex construction and maintenance. More susceptible to (high) membership dynamics. Joao Leitao “Topology Management for Unstructured “Overlay Networks “ , September 5th, 2012
  • 38. UNSTRUCTURED OVERLAYS NETWORKS     Lower construction and maintenance costs. More robust to (high) membership dynamics. Natural redundancy. Topology cannot be easily leveraged by services. Joao Leitao “Topology Management for Unstructured “Overlay Networks “ , September 5th, 2012
  • 39. 2.1.2 DECENTRALISASI ARCHITECTURE 3. Topology Management of Overlay Networks Pendekatan TMOON ini diperoleh dengan mengambil dua pendekatan Layering, yaitu seperti gambar berikut Gambar pendekatan dua Layer untuk topology management of overlay Networks
  • 40. 2.1.2 DECENTRALISASI ARCHITECTURE 4. Superpeers • Menangani masalah yang disebapkan penempatan item data ketika jaringan berkembang ( Unstructured Peer to peer) • Teknik Superspeers dapat menangani masalah yang terkait dengan Scalability, karena dapat mempertahankan konektifitas terhadap item data Umumnya Superpeers digunakan pada peer to peer network •
  • 41. 2.1.2 DECENTRALISASI ARCHITECTURE Gambar Superpeers
  • 42. 2.1.2 DECENTRALISASI ARCHITECTURE Gambar Superpeers
  • 43. 2.1.2 DECENTRALISASI ARCHITECTURE Gambar Superpeers ETH Zurich: Hyperdatabase Technology: The Basis of Future Digital Library Infrastructure http://delos-old.isti.cnr.it/newsletter/issue2/feature1/
  • 44. 2.1 Arsitektur Sistem Tersebar 2.1.3 • Hybrid • • Edge-Server Systems Collaborative Distributed Systems
  • 45. 2.1.3 Hybrid Dalam perkembangan arsitektur yang ada, tidak semuanya bisa diterapkan dalam satu jaringan dengan kebutuhan yang berbeda. Perlu pemanfaatan beberapa arsitektur yang berbeda untuk sebuah jaringan. Pendekatan in meliputi : I. Edge-Server Systems Sistem ini dibangun di jaringan internet dimana server di tempat kan pada edge (tepi) dari jaringan. Tujuan Edge server adalah melayani content (isi), pada saat proses filtering dan fungsi transcoding
  • 46. 2.1.3 Hybrid - Edge-Server Systems I. Edge-Server Systems
  • 47. 2.1.3 Hybrid - Edge-Server Systems I
  • 48. 2.1.3 Hybrid - Edge-Server Systems Gambar internet dalam kumpulan Edge-Server
  • 49. 2.1.3 Hybrid II. Collaborative Distributed Systems Bentuk lainnya adalah CBS ini dibangun dari beberapa jaringan sistem tersebar yang ada.
  • 50. Evaluasi

×