Your SlideShare is downloading. ×
×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Media pembelajaran di TK

59,682

Published on

Published in: Education
6 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
59,682
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
696
Comments
6
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam mencapai tujuan pembelajaran guru dituntut untuk menggunakan berbagai cara kreatif. Karena secara umum cara yang monoton tidak akan memberikan dampak yang baik bagi kegitan pembelajaran. Hal ini berarti untuk mencapai hasil belajar yang maksimal maka sangat diperlukan guru yang kreatif dalam hal menciptakan media pembelajaran. Dewasa ini penggunaan media yang berbasis komputer sudah banyak digunakan baik oleh lembaga pendidikan berkelas internasional maupun lembaga pendidikan yang bersifat lokal. Hampir disetiap jenjang pendidikan penggunaan media pembelajaran berbasis komputer sudah sering digunakan. Dari jenjang taman kanak- kanak hingga ke jenjang perguruan tinggi Ada dua hal yang harus diperhatikan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Hal pertama adalah bagaimana materi pembelajaran yang menjadi yang menjadi tujuan proses pembelajaran tersebut dapat tersampaikan dengan benar dan tidak salah konsep. Sehingga siswa mendapatkan pengetahuan dengan tepat terhadap konsep tersebut. Berikutnya adalah bagaimana materi tersebut dapat tersajikan dengan baik di kelas, karena sesungguhnya pola penyampaian guru yang tidak tepat akan membuat anak tidak memiliki motivasi yang baik terhadap proses pembelajaran tersebut. Sehingga terkadang meskipun ilmu yang diberikan telah tepat namun siswa tidak mampu memahami pembelajaran dengan baik dikarenakan pola penyajian pembelajaran tersebut kurang tepat. Pembelajaran di taman kanak-kanak memiliki peran penting dari seluruh kegiatan pembelajaran yang akan dialami oleh siswa, karena selain pada saat taman kanak-kanak guru menanamkan nilai moral, nilai-nilai agama, sosial emosional, konsep diri, disiplin dan kemandirian serta mengembangkan kemampuan dasar fisik, kognitif, bahasa dan seni pada pembelajaran di taman kanak-kanak kegiatan pembelajaran juga
  • 2. disajikan secara tematik yaitu menyajikan pembelajaran secara konkrit tanpa dipilah satu dengan lainnya menjadi bidang-bidang ilmu tertentu. Implikasi dari pembelajaran tematik antara laian adalah guru yang akan menyajikan pembelajaran harus memiliki kreatifitas dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam membuat alat peraga dan media pembelajaran. Karena tanpa alat peraga dan media yang tepat kegiatan pembelajaran yang diharapkan akan menjadi bias dan hanya bersifat verbalitas. Secara khusus ada beberapa tujuan penggunaan media pembelajara di taman kanak-kanak antara lain: 1. Membangkitkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurangi kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya. 2. Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran. 3. Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar. 4. Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan. 5. Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi- materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam. 6. Menyamakan persepsi siswa terhadap konsep yang dipelajari sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman anatara anak yang satu dengan anak yang lain. 1.2 Pengertian Media Pembelajaran Media merupakan sebuah sarana yang dapat digunakan untuk memfasilitasi aktifitas belajar, dimana media dapat diartikan sebagai perantara yang menghubungkan antara guru dengan siswa. Guru sebagai pengajara hendaknya mampu memilih media yang tepat dalam proses pembelajaran. Media dapat mempengaruhi sikap,nilai emosi dan mampu mengaktifkan siswa karena disertai dengan kegiatan pembelajaran,dan juga dapat membantu menggabungkan pengalaman belajar yang baru dengan yang sebelumnya. Dalam memilih media ada beberapa hal yang yang harus diperhatikan yaitu
  • 3.  Situasi atau keadaan pengajaran (misalnya, kelompok besar, kelompok kecil atau pengajaran sendiri  Variabel pembelajaran (misalnya, pembaca, bukan pembaca,atau lebih suka mendengar  Sifat tujuan (misalnya, kognitif,afektif,psikomotorik dan interpersonal)  Kemampuan menyajikan dari tiap-tiap format (misalnya, visual diam,visual gerak, kata-kata bercetak atau kata-kata yang disuarakan) Taksonomi media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi:  Media penyaji : 1. Kelompok satu yaitu Grafis, bahan cetak dan gambar diam 2. Kelompok dua yaitu, media proyeksi diam seperti slides, trasparansi 3. Kelompok ketiga yaitu, media audio seperti kaset, piringan hitam 4. Kelompok empat yaitu, Audio ditambah media visual diam seperti film rangkaian suara 5. Kelompok lima yaitu, Gambar hidup seperti film 6. Kelompok Televisi 7. Kelompok Multimedia  Media Objek: Media ini ada yang alami dan ada yang buatan atau replika  Media Interaktif: Merupakan media yang dapat menciptakan suatu interaksi selama mengikuti pelajaran 1.3. Media Pembelajaran di Taman Kanak-kanak Dalam kerucut pengalaman Edgar Dele pengalaman langsung menempati persentasi yang paling besar, kemudian disusul dengan pengalaman melalui benda tiruan. Oleh karena keterbatasan waktu, tempat dan biaya, maka media pembelajaran yang dibuat sebagai benda tiruan sangatlah penting dalam sebuah pembelajaran di taman kanak-kanak.
  • 4. Media pembelajaran yang digunakan di taman kanak-kanak terdiri dari dua jenis, yaitu alat peraga dan alat permainan. Alat peraga adalah semua alat yang dipergunakan oleh pendidik untuk menerangkan/memperagakan bahan pelajaran dalam proses belajar mengajar. Sedangkan alat permainan adalah semua alat yang dipergunakan anak untuk memenuhi naluri bermainnya sehingga anak dapat melakukan proses belajar dengan cara yang menyenangkan. Dalam pembuatan media pembelajaran di taman kanak-kanak ini ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan : a. Media pembelajaran yang dibuat hendaknya multiguna. Multiguna disini maksudnya adalah bahwa media tersebut dapat digunakan untuk pengembangan berbagai aspek perkembangan anak. b. Bahan mudah didapat di lingkungan sekitar lembaga taman kanak-kanak dan murah atau bisa dibuat dari bahan bekas/sisa. c. Tidak menggunakan bahan yang berbahaya bagi anak. d. Dapat menimbulkan kreativitas, dapat dimainkan sehingga menambah kesenangan bagi anak, menimbulkan daya khayal dan daya imajinasi serta dapat digunakan untuk bereksperimen dan bereksplorasi. e. Sesuai dengan tujuan dan fungsi sarana. f. Dapat digunakan secara individual, kelompok, dan klasikal. g. Dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Tingkat perkembangan anak yang berbeda berpengaruh terhadap jenis permainan yang akan dibuat oleh guru. 1.4 Sekilas Pandang TK Raudhaturrahmah Taman Kanak–kanak Raudhaturrahmah didirikan pada tahun 2004 dibawah yayasan raudhaturrahmah. Dari tahun ke tahun jumlah murid TK Raudaturrahmah terus mengalami peningkatan, bahkan jumlah peserta didik yang mendaftar melebihi kapasitas yang telah ditetapkan sehingga pihak sekolah dengan berbagai pertimbangan tetap menerima siswa denga jumlah yang sudah ditetapkan sesuai kuota dan sarana pendukung yang ada salah satunya kondisi ruang kelas dan tenaga pendidik.
  • 5. Pada tahun ajaran 2011-212 jumlah peserta didik adalah 135 orang yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu 3 kelompok pada kelompok B dan 1 kelompok pada kelompok A. dasar pengelompokan adalah dengan memperhatikan tingkat usia anak berdasarkan tahun kelahiran.  Potensi dan kelemahan dari dalam : TK Raudhaturrahmah memiliki beberapa potensi diantaranya adalah 1. Memiliki gedung sendiri, dengan ruang belajar yang didesain menarik 2. Memiliki halaman sekolah yang nyaman dilengkapi sarana bermain 3. Memiliki kegiatan ekstrakulikuler drumband, angklung, dan pengembangan apresiasi kreasi dan seni 4. Memiliki tenaga pendidik dengan kualifikasi pendidikan S1 pendidikan guru Taman Kanak-Kanak berjumlah 4 orang dan yang sedang menyelesaikan pendidikan S1 PGTK berjumlah 4 orang di Universitas Riau. 5. Tenaga pendidik memiliki pengalaman mengajar di taman kanak-kanak cukup lama berkisar antara 8-5 tahun. Adapun kelemahan yang dimiliki oleh TK Raudhaturrahmah adalah: Dikarenakan TK Raudhaturrahmah ini merupakan TK swasta dimana segala biaya operasionalnya diperoleh dari iuran wali murid dengan jumlah yang tidak terlalu besar maka dengan keterbatasan biaya tersebut pihak sekolah tidak dapat banyak berbuat dalam menyediakan perlengkapan pembelajaran. Selama ini, TK Raudhaturrahmah belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sehingga dalam proses pembelajaran guru lebih banyak menggunakan media gambar yang sifatnya mudah dibuat.  Peluang dan Tantangan dari luar Sehubungan dengan meningkatnya teknologi informasi maka para pendidik memiliki kesempatan dalam membuat media pembelajaran yang lebih baik. Dimana selama ini banyak menggunakan gambar yang diambil dari media cetak yang di fotocopy atau membuatnya sendiri. Namun dapat juga hal ini dilakukan dengan cara mendownload
  • 6. foto-foto, gambar atau video yang dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan lebih luas jangkauanya.  Tantangan atau hambatan Keterbatasan media pembelajaran yang menggunakan teknologi ini, membuat guru- guru tidak bias berbuat banyak karena sekolah hanya memiliki sebuah laptop dan tidak memiliki proyeksi sehingga biasanya guru-guru meminjam dengan SD Raudhaturrahmah. Selain itu juga tidak semua guru dapat menggunakan atau mengoperasionalkan media teknologi seperti komputer atau proyeksi sehingga guru- guru tersebut lebih suka menggunakan media yang sederhana.
  • 7. BAB II RANCANGAN PEMBELAJARAN 2.1. Tema Binatang Pada pembelajaran dengan tema binatang ini anak-anak diharapkan dapat mengetahui nama-nama binatang yang ada di alam semesta, terutama binatang yang ada di lingkungannya baik di lingkungan rumah, sekolah maupun kebun binatang. Selain itu, untuk mengetahui nama-nama binatang yang ada di lingkungannya, pembelajaran ini mengajarkan tentang kehidupan binatang tersebut secara sederhana yaitu dimana mereka hidup, cara perkembangbiakan dan untuk memberitahukan tentang bahayanya binatang-binatang tertentu jika didekati atau mendekati. Dalam rancangan pembelajaran, penulis memilih rancangan media pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat capaian perkembangan yang sesuai dengan kemampuan dasar yang akan dicapai peserta didik yaitu: A. Bahasa Indonesia - Tingkat capaian perkembangan : Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap - Capaian perkembangan : Menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap - Indikator : Memberikan keterangan atau informasi tentang suatu hal - Medianya: Powerpoint dengan proyektor - alasan media: pengnggunaan media pembelajaran ini lebih menarik karena gambar binatang yang disajikan sesuai dengan yang aslinya B. Fisik Motorik Kasar - Tingkat capaian perkembangan : Menempel gambar dengan tepat - Capaian perkembangan : Menempel gambar dengan tepat - Indikator : Membuat gambar dengan teknik kolase menggunakan rautan pensil. - Medianya: Gambar aquarium yang berisikan ikan-ikan yang dihiasi dengan teknik kolase dari rautan pensil warna
  • 8. - Alasan medianya: gambar aquarium dipilih karena aquarium merupakan hiasan rumah yang sering dimiliki oleh anak, sedangkan rautan pensil merupakan pemanfaatan bahan sisa atau yang dianggap sampah yang selama ini dikumpul oleh anak setiap mereka meraut pensil warnanya. C. Fisik Motorik Kasar - Tingkat capaian perkembangan : Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar sederhana - Capaian perkembangan : Mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar sederhana secara detail - Indikator : Mewarnai gambar sederhana - Medianya: Gambar domba yang diwarnai dengan krayon - Alasan medianya: gambar ini merupakan gambar dengan cara membuatnya sederhana karena dibentuk dari hurup O, dimana tema ini disajikan pada semester satu sehingga gambar yang dibuat masih sangat sederhana. D. Bahasa Indonesia - Tingkat capaian perkembangan : Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca - Capaian perkembangan : Berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca - Indikator : Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya - Medianya: Gambar ulat dan terdapat tulisan ulat serta huruf yang terdapat dalam tulisan ulat tersebut. - Alasan medianya: media ini sangat sederhana untuk dibuat oleh guru yang terbatas media pembelajaran, dimana mereka dapat dengan mudah membuatnya dan disinilah guru ditantang untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam menyajikan pembelajaran yang sederhana tapi menarik sesuai dengan capaian pembelajaran.
  • 9. 2.2. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Rancangan pembelajaran di taman kanak-kanak berbentuk rancangan kegiatan harian. Adapun rancangan kegiatan harian yang dibuat oleh penulis terlampir. Metode yang digunakan dalam RKH ini adalah  Pembukaan menggunakan metode diskusi  Inti menggunakan metode permainan keterampilan dan permainan imajinasi  Penutup menggunakan metode diskusi Simbol yang digunakan untuk mencatat tingkat pencapaian anak untuk setiap indikator adalah sebagai berikut:  Anak yang selalu dibantu guru dalam melakukan/menyelesaikan tugas-tugas sesuai indikator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom penilaian dituliskan tanda lingkaran kosong (O) pada nama anak bersangkutan.  Anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan tugas tanpa bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar sesuai dengan indikator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom tersebut dituliskan nama anak dan tanda lingkaran berisi penuh (•).  Anak yang menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH, diberi dengan tanda cek (V). 2.3 Strategi pembelajaran Taman Kanak–kanak merupakan sebuah lembaga pendidikan formal yang dalam pelaksanaan pembelajaran sedikit berbeda dari tingkat pendidikan selanjutnya. Dimana pada pembelajaran taman kanak-kanak memiliki prinsip belajar melalui bermain. Dalam strategi pembelajaran yang digunakan pada rancangan kegiatan harian yang penulis sajikan adalah:
  • 10. A. Diskusi Pada pembelajaran awal atau pembukaan peserta didik mendiskusikan mengenai binatang apa saja yang biasanya ada dalam kebun binatang dengan bantuan media powerpoint. Menurut Smaldino diskusi merupakan sebuah gagasan dan opini diantara para siswa atau guru, diskusi ini merupakan cara yang bermanfaat dalam menakar pengetahuan, keterampilan dan sikap dari sekelompok siswa sebelum mengakhiri tujuan pembelajaran. Keuntungan dari metode diskusi ini adalah: 1. Menarik, gambar yang disajikan menarik karena menggunakan powerpoint yang gambarnya diambil dari internet yang merupakan gambar asli dari binatang tersebut. Sehingga siswa termotivasi untuk memperhatikan gambar tersebut. 2. Menantang, siswa tertantang untuk menunjukkan rasa keingintahuannya tentang gambar tersebut serta menunjukkan ketahuananya tentang gambar tersebut. 3. Inklusif, diskusi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara apa yang saja yang ingin mereka sampaikan tentang gambar yang mereka lihat. 4. Kesempatan bagi gagasan baru, para siswa kemungkinan dapat memberikan gagasan-gagasan baru tentang apa saja yang berhubungan dengan gambar tersebut. Kerugian dari metode diskusi ini adalah 1. Berpotensi melibatkan partisipasi terbatas, dikarenakan tidak semua siswa yang berpartisipasi maka guru harus jeli dalam memancing siswa yang tidak aktif. 2. Terkadang tidak menantang, untuk menghindari hal ini dalam penyajian media powerpointnya harus dibuat dengan jelas dan ketika disajikan dengan proyeksi harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat dilihat dangan baik dan nyaman oleh siswa. 3. Tingkat kesulitan, dalam diskusi pertanyaan yang dibahas disesuaikan dengan tingkat pengetahuan anak usia dini. 4. Kesesuaian usia, usia anak Kelompok B ini berkisar antara5-6 tahun sehingga diperlukan arahan dan bimbingan dari guru.
  • 11. B. Permainan Pada pembelajaran Inti siswa melakukan tiga permainan yaitu dua permainan keterampilan dan satu permainan imajinasi. Menurut para ahli psikologi permainan dapat menciptakan suatu pembelajaran dengan suasana santai dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Kegiatan bermain pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kemampuan baik secara fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional ataupun keterampilan, sehingga pada saat merancang media pembelajarannya guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran dan tingkat kesulitan dari media tersebut. Menurut Smaldino dkk keuntungan dan keterbatasan metode permaianan adalah:  Keuntungan 1. Keterlibatan, siswa langsung terlibat dalam permainan ini sehingga siswa dengan lebih cepat dapat mengasah keterampilannya dan imajinasinya 2. Sesuai dengan hasil, media yang digunakan dalam permainan ini dibuat sesuai dengan tema dan kemampuan dasar yang menjadi tujuan dalam pembelajaran ini, yaitu mengintegrasikan tema binatang dengan meningkatkan motorik halus dan kasar dari siswa serta membangun pengetahuannya dan pembiasaan yang baik. 3. Beragam suasana , pada saat pembelajaran yang kaya akan media siswa tidak akan merasa jenuh dan termotivasi untuk menyelesaikan setiap permainan yang disediakan. 4. Mendapatkan perhatian, setiap siswa akan menghasilakn 3 buah hasil karya atau portofolio sehingga mereka akan mendapatkan perhatian langsung dari gurunya yang menilai hasil karyanya. Bagi siswa yang ketinggalan akan terus mendapatkan motivasi oleh gurunya untuk segera menyelesaikannya.
  • 12.  Keterbatasan 1. Tingkat kesulitan, siswa yang kurang bisa mungkin merasa struktur permainan terlalu cepat atau sulit bagi mereka untuk turut serta. 2. Niat yang salah, tujuan belajar mungkin “hilang” karena adanya keinginan untuk menang ketimbnag sekedar belajar. 3. Biaya yang mahal, jika guru tidak memiliki kreativitas dalam mengdesain atau memilih permainan yang sederhana namun tetap mampu mewujudkan capaian perkembnagan maka membutuhkan alat bantu yang telah ada di jual di pasaran. Untuk menghindari keterbatasan dalam permainan keterampilan dan permainan imajinasi ini, guru TK dituntut untuk kreatif dalam membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan apa yang ada di sekolah dan di lingkungan serta kreatif dalam menggunakan barang sisa.
  • 13. BAB III KESIMPULAN Pembelajaran di taman kanak-kanak membutuhkan sebuah permainan yang terencana dengan baik, dengan tujuan yang sesuai pada tahap perkembangannya serta produktif merupakan bagian yang sangat penting dari lingkungan sebuah taman kanak-kanak. Media pembalajaran sangat berperan penting dalam pembelajaran di taman kanak-kanak, karena anak-anak membutuhkan banyak hal yang menarik untuk disentuh, dicicipi, didengar, dilihat dan dicium. Media yang baik bagi mereka adalah media yang kaya untuk merangsang atau meningkatkan segenap kemampuan dasar yang harus mereka kembangkan, sesuai dengan potensi yang dimiliki mereka.
  • 14. DAFTAR PUSTAKA Sujiono, Y.N. (2007). Buku Ajar: Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta. Sanjaya, Wina. (2007). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Heinich, R., Molenda, M., and Russell, J.D. (1986). Instructional Media. New York: Macmillan Publishing Company. Smaldino, S.E., Lowther, D.L., and Russel, J.D. (2011). Teknologi Pembelajaran dan Media Untuk Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Warsita, Bambang. (2008). Teknologi Pembelajaran: Landasan dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta. Miarso, Yusufhadi. (2009). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Nielsen, D.M. (2008). Mengelola Kelas Untuk Guru Kelas TK: Petunjuk Perencanaan Kurikulum, Pengajaran melalui Pusat pembelajaran, dan Pengaturan lain. Jakarta: PT. Indeks. Dirjenmandikdasmen. (2010). Materi Pembinaan Program Pembelajaran TK. Jakarta: Kemendiknas. Arends, R.I. (2008). Learning to Teach. New York: McGraw Hill Companies. Pribadi, B.A. (2010). Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Dian Rakyat.
  • 15. Lampiran 1. RENCANA KEGIATAN HARIAN Kelompok : B 3 Semester/Minggu : 1/16 Tema danSub Tema : Binatang/KebunBinatang Hari/tanggal : Senin,20.Desember2011 Waktu Kegiatan : 07.30-10.30 Wib Indikator Kegiatan Pembelajaran Alat/Sumber Belajar Penilaian Perkembangan Peserta Didik Alat Hasil Upacara bendera30 menit - B erdoasebelumdansesudah melaksanakankegiatan(P.8) -Memberikanketeranganatau informasi tentangsuatuhal (B.17) 1. KEGIATAN AWAL 30 +MENIT (KLASIKAL) - Bernyanyi ,salamdan berdoa - Bercakap-cakaptentangpergi ke kebunbinatang powerpointentang kebunbinatang Percakapan - Membuatgambar dengan teknikkolase denganberbagai media(F.MK.33) - Mewarnai bentuk gambar sederhana (F.MK.35) - Menghubungkandan menyebutkantulisandengan simbolnya(Bhs.12) 2. KEGIATAN INTI+ 60 MENIT (INDIVIDUAL/KELOMPOK - AreaSeni:Mengisi polaikandenganrautanpensil - AreaMatematika:Membuatgambar dombadari bentuklingkaran -AreaBahasa: Membuatgambar dantulisanulat lem,rautanpensil dan mediagambar Krayon,kertasdan media gambar pensil warna dankertas Hasil Karya Penugasan Penugasan 3. ISTIRAHAT/MAKAN+30 MENIT - Mencuci tangansebelumdansesudahmakan - Bermaiandi luarruangan
  • 16. - B erdoasebelumdansesudah melaksanakannkegiatan(P.8) 4. KEGIATAN AKHIR+ 30 MENIT - Diskusi tentaangkegiatanataupembelajaranhari ini - Doa pulangdansalam Mengetahui KepalaTK Pekanbaru, 20 Desember 2011 Guru Kelas TitinNarjuati,S.Si Titin Narjuati
  • 17. Lampiran 2. Contoh Media Gambar yang digunakan KOLASE GAMBAR MENGHUBUNGKAN
  • 18. GAMBAR HASIL MEWARNAI SEDERHANA

×