Your SlideShare is downloading. ×
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Sosialisasi akreditasi sekolah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sosialisasi akreditasi sekolah

6,078

Published on

Published in: Education
0 Comments
19 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,078
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
19
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAHAN SOSIALISASI AKREDITASI SMP/MTs & SMA/MA Dra. Hj. Gusti MurniDra. Hj. Gusti Murni Asesor BAP Sumbar
  • 2. Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi diri dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah. ‘ ’
  • 3. Undang Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 60, Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87 dan Surat Keputusan Mendiknas No. 87/U/2002.
  • 4. Apa Tujuan Akreditasi Sekolah?  menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan  memperoleh gambaran tentang kinerja sekolah
  • 5. • yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikator- indikator amalan baik sekolah untuk pengetahuan • agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat untuk akuntabilitas, • yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi untuk kepentingan pengembangan
  • 6.  Objektif  informasi objektif tentang kelayakan dan kinerja sekolah  Efektif  hasil akreditasi memberikan informasi yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan  Komprehensif meliputi berbagai aspek dan menyeluruh  Memandirikan sekolah dapat berupaya meningkatkan mutu dengan bercermin pada evaluasi diri  keharusan (mandatori)  akreditasi dilakukan untuk setiap sekolah sesuai dengan kesiapan sekolah.
  • 7. • keseimbangan fokus antara kelayakan dan kinerja sekolah • keseimbangan antara penilaian internal dan eksternal • keseimbangan antara penetapan formal peringkat sekolah dan umpan balik perbaikan
  • 8. Akreditasi sekolah dilaksanakan mencakup : • Lembaga satuan pendidikan (TK, SD, SMP, SMA) • Program Kejuruan/kekhususan (SDLB, SMPLB, SMALB, SMK)
  • 9. kurikulum dan proses belajar mengajar administrasi dan manajemen sekolah organisasi dan kelembagaan sekolah sarana prasarana Ketenagaan Pembiayaan peserta didik
  • 10. Masing-masing komponen dijabarkan ke dalam beberapa aspek. Dari masing-masing aspek dijabarkan lagi kedalam indikator. Berdasarkan indikator dibuat item-item yang tersusun dalam Instrumen Evaluasi Diri dan Instrumen Visitasi.
  • 11. pengajuan permohonan akreditasi dari sekolah evaluasi diri oleh sekolah pengolahan hasil evaluasi diri visitasi oleh asesor penetapan hasil akreditasi penerbitan sertifikat dan laporan akreditasi
  • 12. Sekolah mengajukan permohonan akreditasi kepada Badan Akreditasi Propinsi (BAP)-S/M atau kepada Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota Setelah menerima instrumen evaluasi diri, sekolah perlu memahami bagaimana menggunakan instrumen dan melaksanakan evaluasi diri. Apabila belum memahami, sekolah dapat melakukan konsultasi kepada BAN- SM mengenai pelaksanaan dan penggunaan instrumen tersebut 1 2
  • 13. • Mengingat jumlah data dan informasi yang diperlukan dalam proses evaluasi diri cukup banyak, maka sebelum pengisian instrumen evaluasi diri, perlu dilakukan pengumpulan berbagai dokumen yang diperlukan sebagai sumber data dan informasi 3
  • 14. Persyaratan agar Mengikuti ? • memiliki surat keputusan kelembagaan (UPT) • memiliki siswa pada semua tingkatan • memiliki sarana dan prasarana pendidikan • memiliki tenaga kependidikan • melaksanakan kurikulum nasional • telah menamatkan siswa.
  • 15. • Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) BAN-S/M merupakan badan non struktural yang secara teknis bersifat independen dan profesional yang terdiri atas unsur-unsur masyarakat, organisasi penyelenggara pendidikan, perguruan tinggi, dan organisasi yang relevan yang memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan, standar, sistem,dan perangkat akreditasi secara nasional.
  • 16. • Badan Akreditasi Propinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) Badan Akreditasi Propinsi Sekolah/Madrasah (BAP- S/M) berkewenangan untuk melaksanakan kegiatan akreditasi SMP, SMA, SMK dan SLB. • Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota Sedangkan, Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota berkewenangan melaksanakan akreditasi untuk TK dan SD.
  • 17. • Sertifikat Akreditasi Sekolah Sertifikat Akreditasi Sekolah adalah surat yang menyatakan pengakuan dan penghargaan terhadap sekolah atas status dan kelayakan sekolah melalui proses pengukuran dan penilaian kinerja sekolah terhadap komponen-komponen sekolah berdasarkan standar yang ditetapkan BAN-SM untuk jenjang pendidikan tertentu. • Profil Sekolah, kekuatan dan kelemahan, dan rekomendasi.
  • 18. Laporan tim asesor yang memuat hasil visitasi, catatan verifikasi, dan rumusan saran bersama dengan hasil evaluasi diri akan diolah oleh BAN-S/M untuk menetapkan nilai akhir dan peringkat akreditasi sekolah sesuai dengan kondisi nyata di sekolah. Penetapan nilai akhir dan peringkat akreditasi dilakukan melalui rapat pleno BAN-SM sesuai dengan kewenangannya.
  • 19. Masa berlaku akreditasi selama 4 tahun. Permohonan Akreditasi Ulang 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Akreditasi Ulang untuk perbaikan diajukan sekurang-kurangnya 2 tahun sejak ditetapkan.
  • 20. • Ketidakpuasan terhadap hasil akreditasi dapat disampaikan kepada BAN-S/M dengan tembusan BAP-S/M /UPA Kabupaten/Kota setempat dan BAN-S/M melakukan verifikasi dan evaluasi, menyampaikan hasilnya kepada BAP-S/M/UPA Kabupaten/Kota untuk ditindaklanjuti
  • 21. Hasil akreditasi ditindaklanjuti oleh Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Penyelenggara sekolah guna kepentingan peningkatan mutu sekolah
  • 22. EVALUASI DIRI
  • 23. • Upaya sistematis untuk mengumpulkan, memilih dan memperoleh data dan informasi yang valid dari fakta yang dilakukan oleh sekolah yang bersangkutan, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh tentang keadaan sekolah untuk dipergunakan dalam rangka pengambilan tindakan manajemen bagi pengembangan sekolah.
  • 24. • Kegiatan evaluasi diri tidak boleh dilakukan secara sembarangan namun harus berdasarkan kondisi nyata sekolah. Oleh karena itu, agar diperoleh data evaluasi diri yang akurat dan objektif, maka kepala sekolah perlu melakukan koordinasi untuk melakukan pengisian instrumen evaluasi diri.
  • 25. • Sebaiknya di sekolah di bentuk Tim Evaluasi Diri yang bertugas untuk mendata dan menyiapkan berbagai bukti fisik yang diperlukan guna mendukung pengisian instrumen evaluasi diri.
  • 26. • Pengisian instrumen evaluasi diri dapat disesuaikan dengan kebutuhan waktu, namun tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan. Setelah pengisian instrumen evaluasi diri, sekolah harus menyerahkan kembali instrumen tersebut dengan melampirkan dokumen pendukung yang diperlukan.
  • 27. • Di samping itu, sekolah harus mengisi Surat Pernyataan bermaterai yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Apabila skor evaluasi diri kurang dari 56, maka BAN-S/M tidak akan melakukan visitasi dan dokumen evaluasi diri akan dikembalikan pada sekolah yang bersangkutan untuk diperbaiki hingga mencapai minimal skor 56.
  • 28. • Fungsi evaluasi diri adalah sebagai penilaian pertama untuk menentukan kelayakan sekolah dibandingkan dengan standar kelayakan nasional
  • 29. • membatu sekolah dalam perencanaan dan pengembangan lebih lanjut • membantu pemerintah dalam tugas pemberdayaan sekolah • sebagai bagian penting dari sistem akreditasi. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk menentukan tingkat kelayakan sekolah dibandingkan standar kelayakan nasional yang dijadikan pagu. Dengan mengetahui kelayakan sekolah, selanjutnya kepada sekolah yang belum mencapai tingkatan minimal dari pagu mutu, dilakukan pembinaan secara terus menerus sehingga mencapai pagu itu.
  • 30. • Bagian pertama tentang butir-butir soal untuk mengungkap sembilan komponen sekolah, baik komponen utama maupun komponen tambahan yang akan diperhitungkan untuk menentukan skor hasil akreditasi. Terdiri dari 185 butir pernyataan, bersifat dikotomis ( Ya=1) dan (Tidak=0), setiap komponen memiliki bobot yang berbeda, skor butir untuk pernyataan terbuka jika tidak diisi diberi skor 0 dan jika diisi diberi skor 1, dan setiap butir memiliki skor maksimal = 1. Setiap komponen disertai dengan data tentang analisis kelemahan dan kekuatan masing-masing komponen
  • 31. • Bagian kedua berupa isian data penunjang tentang keadaan sekolah. Data ini hanya merupakan penunjang atas data yang tercantum pada Bagian Pertama dan tidak akan diolah menjadian skor akreditasi
  • 32. • Menghitung skor komponen utama :Jumlah skor total komponen utama dibagi dengan jumlah butir komponen Utama dikali 70 %. Contoh : jumlah butir komponen I (utama) adalah 40, skor jawaban pernyataan = 30, maka skor komponen utama = 30/40 x 70 % = 0,53. • Menghitung skor komponen tambahan : Jumlah skor jawaban komponen tambahan dibagi dengan jumlah butir komponen tambahan dikali 30 %. Contoh : jumlah butir komponen tambahan) adalah 15, skor jawaban pernyataan = 10, maka skor komponen tambahan = 10/15 x 30% = 0,19
  • 33. • Menghitung untuk mendapatkan nilai ratusan : Jumlahkan skor komponen utama dan tambahan pada masing-masing komponen, kemudian dikalikan 100. Contoh : skor komponen utama = 0,53 Skor komponen tambahan = 0,19, maka skor komponen total = (0,53+0,19) x 100 = 72 • Menghitung nilai akhir evaluasi diri : Nilai komponen dikalikan dengan bobotnya masing- masing. Setelah itu dijumlahkan dan dibagi dengan 100 untuk mendapatkan nilai ratusan.
  • 34. • Untuk menentukan klasikasi peringkat akreditasi, selanjutnya nilai akhir dibandingkan dengan kritria berikut ini :A (Amat Baik) dengan nilai 86 -100, B (Baik) dengan niali 71 – 85, C (Cukup) dengan nilai 56 -70. Tidak terakreditasi jika kurang dari 56
  • 35. VISITASI
  • 36. • Visitasi adalah kunjungan tim asesor ke sekolah dalam rangka pengamatan lapangan, wawancara dengan warga sekolah, verifikasi data pendukung, serta pendalaman hal-hal khusus yang berkaitan dengan komponen dan aspek akreditasi.
  • 37.  meningkatkan keabsahan dan kesesuaian data/informasi  memperoleh data/informasi yang akurat dan valid untuk menetapkan peringkat akreditasi  memperoleh informasi tambahan (pengamatan, wawancara, dan pencermatan data pendukung)  mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan tidak merugikan pihak manapun, dengan berpegang pada prinsip-prinsip: obyektif, efektif, efisien, dan mandiri.
  • 38. Pelaksana Visitasi adalah asesor yang memiliki persyaratan dan kewenangan, sebagai berikut : • memiliki kompetensi, integritas diri dan komitmen untuk melaksanakan tugasnya • berpengalaman minimal 5 tahun dalam pelaksanaan dan pengelolaan pendidikan • kualifikasi pendidikan minimal D3/Sarmud (TK/SD), dan S1/sederajat (SMP dst) • memahami dan menguasai konsep/prinsip akreditasi termasuk mekanisme visitasi
  • 39. • telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh BAS/BAN-SM • bertanggung-jawab untuk melaksanakan tugasnya sesuai prosedur dan norma • bertanggung-jawab terhadap kerahasiaan hasil visitasi, dan melaporkannya secara obyektif ke BAN-SM • memiliki wewenang untuk menggali data/-informasi dari berbagai sumber di sekolah • diangkat sesuai surat tugas (waktu), dan dapat diangkat kembali (jika layak dalam tugas tsb).
  • 40. • Proses visitasi merupakan rangkaian pelaksanaan akreditasi yang melekat dengan fungsi evaluasi diri dan sekolah diharapkan untuk senantiasa menjamin kelengkapan dan ketepatan data dan informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan akreditasi sekolah Visitasi dilaksanakan oleh Tim yang terdiri dari dua orang Asesor..
  • 41. • Agar visitasi berjalan sesuai dengan tujuannya, sehingga dapat mendukung hasil akreditasi yang komprehensif, valid, dan akurat, serta dapat memberikan manfaat, maka kegiatan visitasi harus mengikuti tata cara pelaksanaan yang baku. • Visitasi dilaksanakan jika suatu sekolah dinyatakan layak berdasarkan penilaian evaluasi diri. • Visitasi dilaksanakan segera (maksimal 5 bulan) setelah sekolah mengirimkan evaluasi diri.
  • 42. (a) Persiapan; Untuk pelaksanaan visitasi, BAP-S/M/UPA menunjuk dan mengirimkan asesor. Asesor diangkat oleh BAP-S/M /UPA untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan mekanisme, prosedur, norma, dan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan; (b) Verifikasi data dan informasi Asesor datang ke sekolah menemui Kepala Sekolah menyampaikan tujuan dari visitasi, melakukan klarifikasi, verifikasi dan validasi atau cek-ulang terhadap data dan informasi kuantitatif maupun kualitatif. Kegiatan klarifikasi, verifikasi dan validasi dilakukan dengan cara membandingkan data dan informasi tersebut dengan kondisi nyata sekolah melalui pengamatan lapangan, observasi kelas, wawancara.
  • 43. (c) Klarifikasi Temuan Tim asesor melakukan pertemuan dengan warga sekolah untuk mengklarifikasi berbagai temuan penting atau ketidak sesuaian yang sangat signifikan antara fakta lapangan dengan data/informasi yang terjaring dalam instrument evaluasi diri. (d) Penyusunan dan Penyerahan Laporan Asesor menyusun perangkat laporan, baik individual maupun tim yang terdiri dari (1) tabel pengolahan data; (2) instrumen visitasi, (3) rekomendasi atas temuan, dan (4) berita acara visitasi untuk selanjutnya diserahkan kepada BAP-S/M /UPA.
  • 44. • Sekolah dilarang keras melakukan kegiatan yang menghambat visitasi. • Sekolah dilarang keras memanipulasi data dan memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan kondisi nyata sekolah. • Sekolah dilarang keras memberikan apapun kepada asesor yang akan mengurangi objektifitas hasil visitasi

×