Your SlideShare is downloading. ×
Tugas kelompok mi d3_sore
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Tugas kelompok mi d3_sore

243
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
243
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • con•tig•u•ous adj. 1 in physical contact; touching along all or most of one side 2 near, next, or adjacent SYN. adjacent
  • Transcript

    • 1. Nama kelompok 1) Victor Sitio : 113209086 2) Mei Gom-Gom :113209048 3) Nita Setiawati :113209054 4) Windy Aryane :113209093 5) Rahmat safei : 113209098 6) Dwi Susanto : 113209022 MANAGEMENT INFORMATIKA D3 KELAS SORE
    • 2. List Linear : Linked List (Single Linkedlist) Management Informatika Politeknik Perdana Mandiri 2012-2013 Pemrogramman Terstruktur
    • 3. Mahasiswa mampu : Memahami struktur data linked list Memahami cara pengoperasian struktur data linked list Mengimplementasikan struktur data linked list
    • 4. Bentuk dasar linked list deklarasi class linked list Tambah node Hapus node Penyisipan node ADT Linked List
    • 5. Linked list : struktur data yang dibangun dari satu atau lebih node yang menempati alokasi memori secara dinamis. Node : tempat penyimpanan data yang terdiri dari dua bagian/field. Field 1 adalah Data, digunakan untuk menyimpan data/nilai. Field 2 adalah Pointer, untuk menyimpan alamat tertentu.
    • 6. Jika linked list hanya berisi satu node maka pointernya akan menunjuk ke NULL. Jika linked list memiliki lebih dari satu node maka pointer menyimpan alamat dari node berikutnya. Sehingga antara node satu dengan node yang lain akan terhubung. Kecuali node paling ujung akan menunjuk ke NULL. Pointer disebut juga sebagai link.
    • 7. 7
    • 8. Menyimpan koleksi elemen secara non- contiguously. Elemen dapat terletak pada lokasi memory yang saling berjauhan. Bandingkan dengan array dimana tiap-tiap elemen akan terletak pada lokasi memory yang berurutan. a b c d e c a e d b Array representation Linked list representation
    • 9. Mengizinkan operasi penambahan atau penghapusan elemen ditengah-tengah koleksi dengan hanya membutuhkan jumlah perpindahan elemen yang konstan. Bandingkan dengan array. Berapa banyak elemen yang harus dipindahkan bila akan menyisipi elemen ditengah-tengah array?
    • 10. Linked list dibedakan menjadi 2 : Single linked list Double linked list
    • 11. null Link atau pointer data null null Single linked-list Double linked-list
    • 12. Single : artinya pointer-nya hanya satu buah dan satu arah, yaitu menunjuk ke node sesudahnya. Node terakhir akan menunjuk ke NULL yang akan digunakan sebagai kondisi berhenti pada saat pembacaan isi linked list. ilustrasi single linked list yang memiliki 4 node : 12
    • 13. Ilustrasi single linked list pada memory : Node e tidak menunjuk ke node manapun sehingga pointer dari node e adalah NULL. Dapat disimpulkan bahwa node ini adalah node yang paling belakang (node ekor). c a e d b Ekor
    • 14. Ilustrasi single linked list pada memory : Karena node tidak ditunjuk oleh node manapun maka node ini adalah node yang paling depan (node kepala). Kepala c a e d b
    • 15. Linked list yang memiliki 4 node, dimana node terakhir menunjuk ke NULL. A0 A1 A2 A3 Kepala Ekor
    • 16. Penjelasan: Pembuatan class bernama Node yang berisi 2 field/variabel, yaitu data bertipe Object dan pointer yang bertipe class Node. Field data : digunakan untuk menyimpan data/nilai pada linked list. Field pointer : digunakan untuk menyimpan alamat node berikutnya. class Node { Object data; Node pointer; } pointer data Ilustrasi :
    • 17. Deklarasi atau pembentukan obyek Node menggunakan perintah new. Bentuknya adalah : new Node();
    • 18. public class LinkedList1 { public static void main(String[] args) { Node head = new Node(); } } pointer data Ilustrasi : head
    • 19. Untuk mengakses field dari node menggunakan object node kemudian diikuti dengan tanda . (titik) Contoh : Mengakses data dari head perintahnya : head.data; Mengakses pointer dari head perintahnya : head.pointer;
    • 20. public class LinkedList1 { public static void main(String[] args) { Node head = new Node(); System.out.println(“data : " + head.data); System.out.println("pointer: " + head.pointer); } } Output : null null Ilustrasi : head
    • 21. Untuk mengisikan data pada field digunakan operator assigment (=). Contoh : memberikan data “A” pada head perintahnya adalah : head.data = “A”;
    • 22. public class LinkedList1 { public static void main(String[] args) { Node head= new Node(); head.data = "A"; System.out.println(“data : " + head.data); System.out.println("pointer: " + head.pointer); } } Output : null A Ilustrasi : head
    • 23. Untuk mengingat node yg paling depan (node kepala) digunakan sebuah pointer yang akan menyimpan alamat dari node depan. Pointer ini biasanya diberi nama head. head head
    • 24. Untuk mengingat node yg paling belakang (node ekor) digunakan sebuah pointer yang akan menyimpan alamat dari node belakang. Pointer ini biasanya diberi nama tail. tail tail
    • 25. Linked list yang memiliki 4 node : A0 A1 A2 A3 head tail
    • 26. 1. Inisialisasi 2. isEmpty 3. size 4. Penambahan 5. Penghapusan 6. Penyisipan 7. Pencarian 8. Pengaksesan
    • 27. public class Node { Object data; Node pointer; Node() { } Node(Object data) { this.data = data; } Node(Object data, Node pointer) { this.data = data; this.pointer = pointer; } } null null null element next element Constructor 1 Constructor 2 Constructor 3
    • 28. Proses ini digunakan untuk mendeklarasi sekaligus memberikan nilai awal (inisialisasi) pada pointer head dan tail. Nilai awal kedua pointer tersebut adalah NULL. Yang menandakan bahwa linked list dalam kondisi kosong (belum ada node yang terbentuk). Node head,tail; void inisialisasi() { head=tail=null; }
    • 29. Digunakan untuk mengetahui linked dalam kondisi kosong. Kondisi kosong : jika size = 0 atau jika head=tail=null. boolean isEmpty() { return size==0; }
    • 30. Digunakan untuk mengetahui banyak node pada linked list. Size akan bertambah 1 setiap ada node baru yang ditambahkan pada linked list. Size akan berkurang 1 setiap ada penghapusan node. int size() { return size; }
    • 31. Dibedakan menjadi : 1. Penambahan dari depan 2. Penambahan dari belakang 3. Penambahan setelah node tertentu 4. Penambahan sebelum node tertentu
    • 32. Jika kondisi awal node kosong maka head dan tail akan sama-sama menunjuk ke node input. Jika pada linked list telah ada node, maka head akan menunjuk ke node input (hanya head yang bergerak).void addFirst(Node input){ if (isEmpty()){ head=input; tail=input; } else { input.pointer = head; head = input; } size++; }
    • 33.  Menambahkan X pada lokasi paling depan. a b c d head x b head c da x Kondisi awal pada linked list : Setelah penambahan node x didepan: Node input
    • 34. Jika kondisi awal node kosong maka head dan tail akan sama-sama menunjuk ke node input. Jika pada linked list telah ada node, maka tail akan menunjuk ke node input (hanya tail yang bergerak).void addLast(Node input){ if (isEmpty()){ head = input; tail = input; } else { tail.pointer = input; tail = input; } size++; }
    • 35.  menambahkan X pada akhir list : a b c tail d x a b c d tail x Node input Kondisi awal pada linked list : Setelah penambahan node x dibelakang :
    • 36. public class TestLinkedList { public static void main(String[] args) { LinkedList1 list = new LinkedList1(); System.out.println("head : " + list.head); System.out.println("tail : " + list.tail); list.addFirst(new Node()); System.out.println("head : " + list.head); System.out.println("tail : " + list.tail); list.addFirst(new Node()); System.out.println("head : " + list.head); System.out.println("tail : " + list.tail); list.addLast(new Node()); System.out.println("head : " + list.head); System.out.println("tail : " + list.tail); } }
    • 37. head : null tail : null head : Node@19821f tail : Node@19821f head : Node@addbf1 tail : Node@19821f head : Node@addbf1 tail : Node@42e816
    • 38. Dilakukan pencarian node yang memiliki data yang sama dengan key. void insertAfter(Object key,Node input){ Node temp = head; do{ if(temp.data==key){ input.pointer = temp.pointer; temp.pointer = input; size++; System.out.println("Insert data is succeed."); break; } temp = temp.pointer; }while (temp!=null); }
    • 39.  Menyisipkan X pada lokasi setelah temp. a b c d temp a b xtemp c dx
    • 40. void insertBefore(Object key,Node input){ Node temp = head; while (temp != null){ if ((temp.data == key)&&(temp == head)) { this.addFirst(input); System.out.println("Insert data is succeed."); break; } else if (temp.pointer.data == key) { input.pointer = temp.pointer; temp.pointer = input; System.out.println("Insert data is succeed."); break; } temp = temp.pointer; } }
    • 41. Dibedakan menjadi : 1. Hapus node depan 2. Hapus node belakang 3. Hapus node tertentu
    • 42. void removeFirst(){ Node temp = head; if (!isEmpty()){ if (head == tail) head = tail = null; else { temp = temp.pointer; head = temp; temp = null; } size--; } else System.out.println("Data is empty!"); }
    • 43. void removeLast(){ Node temp = head; if (!isEmpty()){ if (tail == head){ head = tail = null; } else { while (temp.pointer != tail){ temp = temp.pointer; } temp.pointer = null; tail = temp; temp = null; } size--; } else System.out.println("Data is empty!"); }
    • 44. void remove(Object key){ Node temp = head; if (!isEmpty()){ while (temp != null){ if (temp.pointer.data == key){ temp.pointer = temp.pointer.pointer; if(temp.pointer == null) tail=temp; break; } else if ((temp.data == key)&&(temp == head)){ this.removeFirst(); break; } temp = temp.pointer; } } else System.out.println("Data is empty!"); size--; }
    • 45.  Proses menghapus dilakukan dengan mengabaikan elemen yang hendak dihapus dengan cara melewati pointer (reference) dari elemen tersebut langsung pada elemen selanjutnya.  Elemen x dihapus dengan meng-assign field next pada elemen a dengan alamat b. a bx temp a b temp a bx temp Hasil akhir :
    • 46.  Tidak ada elemen lain yang menyimpan alamat node x.  Node x tidak bisa diakses lagi.  Java Garbage Collector akan membersihkan alokasi memory yang tidak dipakai lagi atau tidak bisa diakses.  Dengan kata lain, menghapus node x. a bx temp
    • 47. Digunakan untuk mencetak data seluruh node mulai dari yang paling depan sampai ketemu NULL. public void print() { Node p = head.pointer; while (p != null) { System.out.println (p.data); p = p.pointer; } }
    • 48. 1. Pengaksesan data node 2. Penambahan data 3. Penghapusan data 4. Pengaksesan index
    • 49. void checkIndex(int index) { if (index < 0 || index >= size) throw new IndexOutOfBoundsException ("index = " + index + " size = " + size); }
    • 50. public Object get(int index) { checkIndex(index); Node currentNode = head; for (int i = 0; i < index; i++) currentNode = currentNode.pointer; return currentNode.data; }
    • 51. public int indexOf(Object theElement) { // search the chain for theElement Node currentNode = head; int index = 0; // index of currentNode while (currentNode != null && !currentNode.data.equals(theElement)) { // move to next node currentNode = currentNode.pointer; index++; } // make sure we found matching element if (currentNode == null) return -1; else return index; }
    • 52. public Object remove(int index) { checkIndex(index); Object removedElement; if (index == 0) // remove first node { removedElement = head.data; head = head.pointer; } else { // use q to get to predecessor of desired node Node q = head; for (int i = 0; i < index - 1; i++) q = q.pointer; removedElement = q.pointer.data; q.pointer = q.pointer.pointer; // remove desired node tail=q; } size--; return removedElement; }
    • 53. public void add(int index, Object theElement) { if (index < 0 || index > size) // invalid list position throw new IndexOutOfBoundsException ("index = " + index + " size = " + size); if (index == 0) // insert at front head = new Node(theElement, head); else { // find predecessor of new element Node p = head; for (int i = 0; i < index - 1; i++) p = p.pointer; // insert after p p.pointer = new Node(theElement, p.pointer); } size++; }
    • 54. Arna Fariza, “Algoritma Struktur Data : Double Linked List”, PENS-ITS, Surabaya 54