• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Materi agama hindu
 

Materi agama hindu

on

  • 12,019 views

Dasar Dasar Agama Hindu

Dasar Dasar Agama Hindu
Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu
1. Tattwa
2. Susila
3. Upacara

Statistics

Views

Total Views
12,019
Views on SlideShare
12,019
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
102
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Materi agama hindu Materi agama hindu Document Transcript

    • BAB I PENDAHULUAN A. DASAR DASAR AGAMA HINDUAgama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan(kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yangberhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lainuntuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakarpada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali".Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.Ajaran Agama Hindu dapat dibagi menjadi tiga bagian yang dikenal dengan "Tiga KerangkaDasar.”Tiga Kerangka Dasar tersebut adalah: 1. Tattwa atau Filsafat 2. Susila 3. UpacaraTattwa atau ajaran Filsafat yang merupakan Konsep pencarian kebenaran yang hakiki di dalamAgama Hindu.Tattwa dalam agama Hindu dapat diserap sepenuhnya oleh pikiran manusia melalui beberapacara dan pendekatan yang disebut Pramana.Ada 3 (tiga) cara penyerapan pokok yang disebut Tri Premana. 1. Agama Premana 2. Anumana Premana 3. Pratyaksa Premana
    • TRI PREMANATri Pramana ini, menyebabkan akal budi dan pengertian manusia dapat menerima kebenaranhakiki dalam tattwa, sehingga berkembang menjadi keyakinan dan kepercayaan.Kepercayaan adalah Sradha. Dalam Agama Hindu Sradha dibagi menjadi 5 Esensi, yaitu yangdisebut dengan Panca Sradha.PANCA SRADHA 1. Brahman 2. Atman 3. Karmaphala 4. Punarbawa 5. moksaKata Susila terdiri dari dua suku kata:  "Su" dan "Sila".  "Su" berarti baik, indah, harmonis.  "Sila" berarti perilaku, tata laku.  Jadi Susila adalah tingkah laku manusia yang baik yang sesuai dengan ajaran Agama Hindu.  Tri Kaya Parisudha  Panca Yama dan Panca Niyama Brata  Tri Mala  Sad Ripu  Catur Asrama  Catur Purusa Artha  Catur Warna
    •  Catur GuruYadnya adalah suatu karya suci yang dilaksanakan dengan ikhlas karena getaran jiwa/ rohanidalam kehidupan ini berdasarkan dharma, sesuai ajaran sastra suci Hindu yang ada. Untuk memudahkan pembahasan, yadnya dibagi- bagi sebagai berikut  Menurut tingkat pelaksanaannya  Menurut jenisnya (panca yadnya)  Menurut waktu pelaksanaannya  Menurut cara menjalankannya (panca marga yadnya)Di dalamnya terkandung nilai- nilai:  Rasa tulus ikhlas dan kesucian.  Rasa bakti dan memuja (menghormati) Sang Hyang Widhi Wasa, Dewa, Bhatara, Leluhur, Negara dan Bangsa, dan kemanusiaan.  Di dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan masing- masing menurut tempat (desa), waktu (kala), dan keadaan (patra).  Suatu ajaran dan Catur Weda yang merupakan sumber ilmu pengetahuan suci dan kebenaran yang abadi. KERANGKA DASAR AGAMA HINDU TATTWA AGAMA HINDU UPACARA SUSILA
    • MATERI POKOK AGAMA HINDUMATERI AGAMA HINDURuang lingkup pendidikan Agama hindu meliputi aspek-aspek: 1. Sraddha 2. Susila 3. Yadnya 4. Kitab Suci 5. Orang Suci 6. Hari-hari suci 7. Kepemimpinan 8. Alam Semesta 9. Budaya dan Sejarah Perkembangan Agama Hindu.
    • BAB II SRADDHAA. Pengertian Sraddha Secara estimologi kata sradha berasal dari akar kata “srat” atau “srad” yang berarti hati,disambung dengan kata “dha” yang artinya meletakkan. Sehingga arti keseluruhan adalahmeletakkan hati seseorang pada sesuatu. Ada pula yang mengartikan “srat” sebagai kebenaran(Yaskarya : Niganthu), dan sradha adalah sikap pikiran yang didasarkan pada kebenaran. Dalam Kehidupan Sehari-hari Sradha mempunyai Pengertian, Kepercayaan dalamAgama Hindu. Sradha dalam ajaran Agama Hindu dijelaskan dalam Ajaran Tattwa (Filsafat) Sradha atau kepercayaan. Sradha dalam agama Hindu jumlahnya ada lima yang disebut“Panca Sradha”, yaitu terdiri dari: 1. Brahman (Percaya akan adanya Hyang Widhi) Hyang Widhi adalah yang menakdirkan, maha kuasa, dan pencipta semua yang ada. Kitapercaya bahwa beliau ada, meresap di semua tempat dan mengatasi semuanya “ Wyapi WyapakaNirwikara “ Di dalam kitab Brahman Sutra dinyatakan “ Jan Ma Dhyasya Yatah “ artinya HyangWidhi adalah asal mula dari semua yang ada di alam semesta ini. Dari pengertian tersebut bahwaHyang Widhi adalah asal dari segala yang ada. Kata ini diartikan semua ciptaan, yaitu alamsemesta beserta isinya termasuk Dewa – dewa dan lain – lainnya berasal dan ada di dalam HyangWidhi. Tidak ada sesuatu di luar diri beliau. Penciptaan dan peleburan adalah kekuasaan beliau. Agama Hindu mengajarkan bahwa Hyang Widhi Esa adanya tidak ada duanya. Hal inidinyatakan dalam beberapa kitab Weda antara lain :  Dalam Chandogya Upanishad dinyatakan : “Om tat Sat Ekam Ewa Adwityam Brahman” artinya Hyang Widhi hanya satu tak ada duanya dan maha sempurna  Dalam mantram Tri Sandhya tersebut kata-kata: “Eko Narayanad na Dwityo Sti Kscit“ artinya hanya satu Hyang Widhi dipanggil Narayana, sama sekali tidak ada duanya.  Dalam Kitab Suci Reg Weda disebutkan “Om Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanti“ artinya Hyang Widhi itu hanya satu, tetapi para arif bijaksana menyebut dengan berbagai nama.
    •  Dalam kekawin Sutasoma dinyatakan : “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” artinya berbeda-beda tetapi satu, tak ada Hyang Widhi yang ke dua. Dengan pernyataan-pernyataan di atas sangat jelas, umat Hindu bukan menganutPolitheisme, melainkan mengakui dan percaya adanya satu Hyang Widhi. Hindu sangat lengkap,dan fleksibel. Tuhan dalam Hindu di insafi dalam 3 aspek utama, yaitu Brahman (Yang tidakterpikirkan), Paramaatma (Berada dimana-mana dan meresapi segalanya), dan Bhagavan(berwujud) Brahman atau Hyang Widhi dengan segalam naifestasinya mempunyai sifat-sifatkemahakuasaan yang disebut dengan Asta Aiswarya. Asta Aiswarya adalah delapan sifatkemahakuasaan Tuhan, yaitu :1. ANIMA artinya sifat tuhan maha kecil, bahkan lebih kecil daripada atom.2. MAHIMA artinya sifat tuhan maha besar, segala tempat dipenuhi oleh-Nya dan tiada ruang yang kosong oleh-Nya.3. LAGHIMA artinya sifat tuhan maha ringan bahkan lebih ringan daripada ether4. PRAPTI artinya dapat menjangkau segala tempat.5. PRAKAMYA artinya segala kehendak dan keinginan-Nya akan terwujud.6. ISITWA artinya Tuhan maha utama dan Maha Mulia.7. WASITWA artinya sifat Tuhan Maha Kuasa8. YATRA KAMA WASAYITWA artinya segala kehendaknya akan terlaksana dan tidak ada yang dapat menentang kodratNya. Kodrat artinya takdir, dan takdir adalah kehendak Tuhan (Rta). 2. Atman (Percaya akan adanya Sang Hyang Atma) Atma berasal dari Hyang Widhi yang memberikan hidup kepada semua mahluk. Atmaatau Sang Hyang Atma disebut pula Sang Hyang Urip. Manusia, hewan dan tumbuhan adalahmahluk hidup yang terjadi dari dua unsur yaitu badan dan atma. Badan adalah kebendaan yang
    • terbentuk dari lima unsur kasar yaitu Panca Maha Butha. Di dalam badan melekat indria yangjumlahnya sepuluh (Dasa Indria). Atma adalah yang menghidupkan mahluk itu sendiri, seringjuga disebut badan halus . atma yang menghidupkan badan manusia disebut “ Jiwatman “ Badan dengan atma ini bagaikan hubungan Kusir dengan Kereta. Kusir adalah atma, dankereta adalah badan. Indria yang ada pada badan kita tidak akan ada fungsinya apabila tidak adaatma. Misalnya, mata tidak dapat digunakan untuk pengelihatan jika tidak dijiwai oleh atma.Telinga tidak dapat digunakan untuk pendengaran jika tidak dijiwai oleh atma. Atma yang berasal dari Hyang Widhi mempunyai sifat “ Antarjyotih “ (bersinar tidak adayang menyinari, tanpa awal dan tanpa akhir, dan sempurna). Dalm kitab Bhagadgita disebutsifat-sifat atma sebagai berikut :1. Achodyhya artinya tak terlukai oleh senjata2. Adahya artinya tak terbakar oleh api3. Akledya artinya tak terkeringkan oleh angin4. Acesyah artinya tak terbasah oleh air5. Nitya artinya abadi, kekal6. Sarwagatah artinya ada dimana-mana7. Sthanu artinya tak berpindah-pindah8. Acala artinya tak bergerak9. Sanatana artinya selalu sama10. Adyakta artinya tak terlahirkan11. Achintya artinya tak terpikirkan12. Awikara artinya tak berjenis kelamin Jelaslah atma itu sifatnya sempurna. Tetapi pertemuan antara atma dengan badan yangkemudian menimbulkan ciptaan menyebabkan atma dalam keadaan “ Awidhya “. Awidhyaartinya gelap lupa kepada kesadaran . Awidhya muncul karena pengaruh unsur panca maha buthayang mempunyai sifat duniawi. Sehingga dalam hidup ini atma dalam diri manusia di dalamkeadaan awidhya.
    • Dalam keadaan seperti ini kita hidup kedunia bertujuan untuk menghilangkan awidhyauntuk meraih kesadaran yang sejati dengan cara melaksanakan Subha karma. Menyadari sifatatma yang serba sempurna dan penuh kesucian menimbulkan usaha untuk menghilangkanpengaruh awidhya tadi. Karena apabila manusia meninggal kelak hanya badan yang rusak,sedangkan atmanya tetap ada kembali akan mengalami kelahiran berulang dengan membawa“Karma Wasana“ (bekas hasil perbuatan). Oleh karena itu, manusia lahir kedunia harus berbuatbaik atas dasar pengabdian untuk membebaskan Sang Hyang Atma dari ikatan duniawi.Sesungguhnya jika tidak ada pengaruh duniawi Hyang Widhi dan Atma itu adalah tunggaladanya (Brahman Atman Aikyam)3. Karma (Percaya dengan adanya Hukum Karma Phala) Setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia ini baik atau buruk akan memberikan hasil.Tidak ada perbuatan sekecil apapun yang luput dari hasil atau pahala, langsung maupun tidaklangsung pahala itu pasti akan datang. Kita percaya bahwa perbuatan yang baik atau Subha karma membawa hasil yangmenyenangkan atau baik. Sebaliknya perbuatan yang buruk atau Asubha karma akan membawahasil yang duka atau tidak baik. Perbuatan – perbuatan buruk atau Asubha karma menyebabkan Atma jatuh ke Neraka,dimana ia mengalami segala macam siksaan. Bila hasil perbuatan jahat itu sudah habis terderita,maka ia akan menjelma kembali ke dunia sebagai binatang atau manusia sengsara (NerakaSyuta). Namun, bila perbuatan – perbuatan yang dilakukan baik maka berbagai kebahagiaanhidup akan dinikmati di sorga. Dan bila hasil dari perbuatan=perbuatan baik itu sudah habisdinikmati, kelak menjelma kembali ke dunia sebagai orang yang bahagia dengan mudah iamendapatkan pengetahuan yang utama.Jika dilihat dari sudut waktu, Karma phala dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :  Sancita karma phalaAdalah hasil dari perbuatan kita dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmati danmasih merupakan benih yang menentukan kehidupan kita sekarang. Bila karma kita padakehidupan yang terdahulu baik, maka kehidupan kita sekarang akan baik pula (senang, sejahtera,
    • bahagia). Sebaliknya bila perbuatan kita terdahulu buruk maka kehidupan kita yang sekaranginipun akan buruk ( selalu menderita, susah, dan sengsara)  Prarabda karma phala Adalah hasil dari perbuatan kita pada kehidupan sekarang ini tanpa ada sisanya, sewaktumasih hidup telah dapat memetik hasilnya, atas karma yang dibuat sekarang. Sekarang menanamkebijaksanaan dan kebajikan pada orang lain dan seketika itu atau beberapa waktu kemudiandalam hidupnya akan menerima pahala, berupa kebahagiaan. Sebaliknya sekarang berbuat dosa,maka dalm hidup ini dirasakan dan diterima hasilnya berupa penderitaan akibat dari dosa itu.Prarabda karma phala dapat diartikan sebagai karma phala cepat.  Kriyamana karma phala Adalah pahala dari perbuatan yang tidak dapat dinikmati langsung pada kehidupan saatberbuat. Tetapi, akibat dari perbuatan pada kehidupan sekarang akan dan di terima padakehidupan yang akan datang, setelah orangnya mengalami proses kematian serta pahalanya padakelahiran berikutnya. Apabila karma pada kehidupan yang sekarang baik maka pahala padakehidupan berikutnya adalah hidup bahagia, dan apabila karma pada kehidupan sekarang burukmaka pahala yang kelak diterima berupa kesengsaraan. Tegasnya cepat atau lambat, dalam kehidupan sekarang atau nanti, segala pahala dariperbuatan itu pasti diterima karena sudah merupakan hukum. Kita tidak dapat menghindari hasilperbuatan kita itu baik atau buruk. Maka kita selaku manusia yang dilengkapi dengan bekalkemampuan berpikir, patutlah sadar bahwa penderitaan dapat diatasi dengan memilih perbuatanbaik. Manusia dapat berbuat atau menolong dirinya dari keadaan sengsara dengan jalan berbuatbaik, demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia.4. Samsara (Percaya dengan adanya kehidupan kembali) Samsara disebut juga Punarbhawa yang artinya lahir kembali ke dunia secara berulang-ulang. Kelahiran kembali ini terjadi karena adanya atma masih diliputi oleh keinginan dankemauan yang berhubungan dengan keduniawian. Kelahiran dan hidup ini sesungguhnya adalah sengsara, sebagai hukuman yangdiakibatkan oleh perbuatan atau karma di masa kelahiran yang lampau. Jangka pembebasan diri
    • dari samsara, tergantung pada perbuatan baik kita yang lampau (atita) yang akan datang (nagata)dan sekarang (wartamana).Pembebasan dari samsara berarti mencapai penyempurnaan atma dan mencapai moksa yangdapat dicapai di dunia ini juga. Pengalaman kehidupan samsara ini dialami oleh Dewi Ambadalam cerita Mahabharata yang lahir menjadi Sri Kandi.Selanjutnya keyakinan adanya Punarbhawa ini akan menimbulkan tindakan sebagai berikut :  Pitra YadnyaYaitu memberikan korban suci terhadap leluhur kita, karena kita percaya leluhur itu masih hidupdi dunia ini yang lebih halus.  Pelaksanaan dana Punya (amal saleh), karena perbuatan ini membawa kebahagiaan setelah meninggal.  Berusaha menghindari semua perbuatan buruk karena jika tidak, akan membawa ke alam neraka atau menglami kehidupan yang lebih buruk lagi.5. Moksa (Percaya dengan adanya kebahagiaan rokhani) Moksa berarti kebebasan. Kamoksan berarti kebebasan yaitu bebas dari pengaruh ikatanduniawi, bebas dari karma phala, bebas dari samsara, dan lenyap dalam kebahagiaan yang tiadatara. Karena telah lenyap dan tidak mengalami lagi hukum karma, samsara, maka alamkamoksam itu telah bebas dari urusan – urusan kehidupan duniawi, tidak mengalami kelahiranlagi ditandai oleh kebaktian yang suci dan berada pada alam Parama Siwa. Alm moksa sesungguhnya bisa juga dicapai semasa masih kita hidup di dunia ini,keadaan bebas di alam kehidupam ini disebut Jiwan Mukti atau moksa semasa masih hidup. Moksa sering juga diartikan berstunya kembali atma dengan Parama Atma di alamParama Siwa. Dialam ini tiada kesengsaraan, yang ada hanya kebahagiaan yang sulit dirasakandalam kehidupan di dunia ini ( Sukha tan pawali Duhka ). Syarat utama untuk mencapai alam moksa ini ialah berbhakti pada dharma, berbhaktidengan pikiran suci. Kesucian pikiran adalah jalan utama untuk mendapatkan anugrah utama dariSang Hyang Widhi Wasa. Hal ini dapat dibandingkan dengan besi yang bersih dari karatan,
    • maka dengan mudah dapat ditarik oleh magnet. Tetapi besi itu kotor penuh dengan karatan makasangat sukar dapat ditarik oleh magnet. Moksa merupakan tujuan akhir yang harus diraih oleh setiap orang menurut ajaran agamaHindu. Tujuan tersebut dinyatakan dengan kalimat “ Mokharatam Jagadhita ya ca iti Dharma “.Moksa sebagai tujuan akhir dapat dicapai melalui empat jalan yang disebut Catur Marga yangterdiri dari :1. Bhakti Marga (jalan Bhakti)2. Karma Marga (jalan Perbuatan)3. Jnana Marga (Jalan Ilmu Pengetahuan)4. Raja Marga (Jalan Yoga)