0
• Merupakan

substansi
yg
diberikan kepada manusia a/
binatang sebagai perawatan,
pengobatan
a/
pencegahan
terhadap berbag...
Obat yg digunakan memenuhi berbagai
standar persyaratan obat obat :
Kemurnian, yaitu suatu keadaan yg dimiliki

obat kare...
ABSORPSI OBAT
•MERUPAKAN PROSES PERGERAKAN OBAT DARI SUMBER
KE DALAM TUBUH MELALUI ALIRAN DARAH KECUALI
DARI JENIS TOPIKAL...
Distribusi obat ke dalam tubuh
Setelah obat diabsorpsi, kemudian obat didistribusikan ke
dalam darah melalui vaskuler dan ...
Metabolisme Obat
Setelah melalui sirkulasi, obat akan mengalami proses
metabolisme. Obat akan ikut sirkulasi ke dalam
jari...
Tepat
obat

Tepat
dosis

Tepat
Pasien

•Sebelum mempersiapkan obat ke t4nya petugas medis memperhatikan
kebenaran obat seb...
Tepat Jalur
Pemberian

Tepat
Waktu

•Kesalahan rute pemberian dapat menimbulkan
efek sistemik yang fatal pada pasien.
•Car...
Perhitungan Dosis
Perbedaan

Dosis Pada Bayi dan
Anak Balita
Pada anak
Prematur sulit
dlm penetapan
dosis krn
Sistem organ...
Rumus Fried :
Ket : m=Umur anak dalam bulan
Teknik
Pemberian
Obat

hidung

oral

Parente
ral

telinga

Mata

Rektal

Kulit

Vaginal
Pemberian Obat per
Oral
Merupakan cara pemberian obat
melalui
mulut
dengan
tujuan
mencegah, mengobati, mengurangi
rasa sak...
Prosedur Kerja:
Cuci tangan.
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
 Baca obat, dengan berprinsip tepat obat, tepat pas...
Intrakutan
Merupakan cara memberikan atau memasukkan
obat ke dalam jaringan kulit dengan tujuan
untuk melakukan tes terhad...
Prosedur Kerja:
• Cuci tangan.
• Jelaskan

dilakukan.

prosedur

yang

akan

• Bebaskan daerah yang akan disuntik,

bila m...
• Tegangkan dengan tangan kiri atau

daerah yang akan disuntik.

• Lakukan penusukan dengan lubang

menghadap ke atas deng...
Pemberian Obat
Intravena Langsung

Cara memberikan obat melalui
vena
secara
langsung,
di
antaranya
vena
mediana
cubiti/cep...
Alat dan Bahan:
1. Daftar buku obat/catatan, jadwal
pemberian obat.
2. Obat dalam tempatnya.
3. Spuit sesuai dengan jenis ...
Prosedur Kerja:
Cuci tangan.
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.

Bebaskan daerah yang disuntik dengan cara
membebaskan...
Lakukan pengikatan dengan karet pembendung
(torniquet) pada bagian atas daerah yang akan
dilakukan pemberian obat atau teg...
Pemberian Obat Intravena Tidak
Langsung
(via Wadah)

Merupakan cara memberikan obat
dengan menambahkan atau
memasukkan oba...
Prosedur Kerja
• Cuci tangan.
• Jelaskan prosedur yang akan

dilakukan.

• Periksa identitas pasien dan ambil obat

kemudi...
• Setelah selesai tarik spuit dan

campur larutan dengan
membalikkan kantong cairan
dengan perlahan-lahan dari
satu ujung ...
Pemberian Obat Intravena
Melalui Selang
•

Alat dan Bahan:
1. Spuit dan jarum sesuai
dengan ukuran.
2. Obat dalam tempatny...
Prosedur Kerja:
Cuci tangan.
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
Periksa identitas pasien dan ambil obat kemudian
masuk...
Pemberian Obat per
Intramuskular

Merupakan cara memasukkan
obat ke dalam jaringan otot.
Lokasi penyuntikan dapat pada
dae...
• Alat dan Bahan:

1. Daftar buku obat/catatan,
jadual pemberian obat.
2. Obat dalam tempatnya.
3. Spuit sesuai dengan uku...
Prosedur Kerja:
1. Cuci tangan.
2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
3. Ambil obat kemudian masukkan kedalam

spuit s...
6. Lakukan Penyuntikan:
Pada daerah paha (vastus lateralis)

dengan cara anjurkan pasien untuk
berbaring telentang dengan...
7. Lakukan penusukan dengan posisi

jarum tegak lurus.

8. Setelah jarum masuk lakukan

aspirasi spuit bila tidak ada dara...
Pemberian Obat via
Anus/Rektum
Alat dan Bahan
Kertas
tisu.

Obat
supposito
ria dalam
tempatny
a.

Vaselin/p
elicin/pe
lumas.

Sarung
tangan.

Kain
kasa.
Prosedur Kerja:
1. Cuci tangan.
2. Jelaskan prosedur yang akan

dilakukan.

3. Gunakan sarung tangan.
4. Buka pembungkus o...
7. Setelah selesai tarik jari tangan dan
bersihkan daerah sekitar anal dengan
tisu.

8. Anjurkan pasien untuk tetap berbar...
Pemberian Obat per Vagina
Merupakan cara memberikan
obat dengan memasukkan obat
melalui vagina, yang bertujuan
untuk menda...
Alat dan Bahan
Korentang
dalam
tempatny
a.

Obat
dalam
tempatny
a.

Sarung
tangan.

Pengalas.

Kapas
sublimat
dalam
tempat...
Prosedur Kerja
• Catatan: apabila menggunakan obat

jenis krim, isi aplikator krim atau
ikuti petunjuk krim yang tertera
pada kemasan, re...
Pemberian Obat pada Kulit
Merupakan cara memberikan obat pada
kulit dengan mengoleskan bertujuan
mempertahankan hidrasi, m...
Alat dan Bahan:

1. Obat dalam tempatnya (seperti
losion, krim,aerosol, sprei).
2. Pinset anatomis.
3. Kain kasa.
4. Kerta...
Prosedur Kerja:
1)

Cuci tangan.

2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
3) Pasang pengalas di bawah daerah yang

akan ...
obat

tetes

mata

digunakan

untuk

Pemberian Obat pada Mata

persiapan

pemeriksaan

struktur

internal mata dengan cara...
Alat dan Bahan:
1. Obat dalam tempatnya dengan
penetes steril atau berupa salep.
2. Pipet.
3. Pinset anatomi dalam tempatn...
Prosedur Kerja
Cuci tangan.
Jelaskan prosedur yang akan

dilakukan.

Atur posisi pasien dengan kepala

menengadah denga...
Teteskan

obat mata di atas sakus
konjungtiva. Setelah tetesan selesai
sesuai dengan dosis, anjurkan pasien
untuk menutup...
Pemberian Obat pada
Telinga
Cara memberikan obat pada
telinga dengan tetes telinga atau
salep. Obat tetes telinga ini pada...
Alat dan Bahan:
1. Obat dalam tempatnya.
2. Penetes.
3. Spekulum telinga.
4. Pinset anatomi dalam tempatnya.
5. Korentang ...
Prosedur Kerja
 Cuci tangan.
 Jelaskan prosedur yang akan

dilakukan.

 Atur posisi pasien dengan kepala

miring ke kan...
 Apabila berupa salep maka ambil

kapas lidi dan oleskan masukkan
atau oleskan pada liang telinga.

Pertahankan posisi k...
Pemberian Obat pada
Hidung
Cara memberikan obat pada
hidung dengan tetes hidung yang
dapat dilakukan ada seseorang
dengan ...
Alat dan Bahan
1. Obat dalam tempatnya.
2. Pipet.
3. Spekulum hidung.
4. Pinset anatomi dalam tempatnya.
5. Korentang dala...
Prosedur Kerja:
Cuci tangan.
Jelaskan prosedur yang akan

dilakukan.

Atur posisi pasien dengan cara:

a. Duduk di kurs...
Prosedur pemberian obat
Prosedur pemberian obat
Prosedur pemberian obat
Prosedur pemberian obat
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Prosedur pemberian obat

11,617

Published on

DIV KEBIDANAN POLTEKES JAYAPURA

Published in: Health & Medicine
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
11,617
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
361
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Prosedur pemberian obat"

  1. 1. • Merupakan substansi yg diberikan kepada manusia a/ binatang sebagai perawatan, pengobatan a/ pencegahan terhadap berbagai gangguan yg terjadi dalam tubuh. • Tenaga medis memiliki tanggung jawab dalam keamanan obat dan pemberian secara langsung ke pasien • Farmakologi menjadi penting
  2. 2. Obat yg digunakan memenuhi berbagai standar persyaratan obat obat : Kemurnian, yaitu suatu keadaan yg dimiliki obat karena unsur keasliannya Tidak ada percampuran Standar potensi yg baik Memiliki bioavailabilitas keseimbangan obat Keamanan Efektivitas berupa
  3. 3. ABSORPSI OBAT •MERUPAKAN PROSES PERGERAKAN OBAT DARI SUMBER KE DALAM TUBUH MELALUI ALIRAN DARAH KECUALI DARI JENIS TOPIKAL. HAL INI DIPENGARUHI OLEH CARA DAN JALUR PEMBERIAN OBAT, JENIS OBAT, KEADAAN TEMPAT, MAKANAN DAN KEADAAN PASIEN
  4. 4. Distribusi obat ke dalam tubuh Setelah obat diabsorpsi, kemudian obat didistribusikan ke dalam darah melalui vaskuler dan sistem limfatis menuju sel dan masuk ke dalam jaringan tertentu. Proses ini dapat dipengaruhi oleh keseimbangan cairan, elektrolit, dan keadaan patologis
  5. 5. Metabolisme Obat Setelah melalui sirkulasi, obat akan mengalami proses metabolisme. Obat akan ikut sirkulasi ke dalam jaringan, kemudian berinteraksi dengan sel dan melakukan sebuah perubahan zat kima hingga menjadi lebih aktif. Obat yang tidak bereaksi akan diekskresikan
  6. 6. Tepat obat Tepat dosis Tepat Pasien •Sebelum mempersiapkan obat ke t4nya petugas medis memperhatikan kebenaran obat sebanyak 3X •Ketika memidahkan obat dari tempat penyimpanan obat, saat obat diprogramkan dan saat mengembalikan obat ke tempat penyimpanan •u/ menghindari kesalahan dlm pemberian obat, maka penentuan dosis harus diperhatikan dengn menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes, gelas ukur, spuit atau sendok khusus: alat untuk membela tablet: dll. Dg demikian dosis benar u/ diberikan ke px •Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada px yang diprogramkan. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi identitas kebenaran obat, yaitu mencocokan nama, no register, alamat, dan program pengobatan pada px
  7. 7. Tepat Jalur Pemberian Tepat Waktu •Kesalahan rute pemberian dapat menimbulkan efek sistemik yang fatal pada pasien. •Cara pemberiannya adalah dengan melihat cara pemberian/jalur obat pada label yang ada sebelum memberikannya ke pasien •Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang diprogramkan, karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat
  8. 8. Perhitungan Dosis Perbedaan Dosis Pada Bayi dan Anak Balita Pada anak Prematur sulit dlm penetapan dosis krn Sistem organ blm berfungsi sempurna Anak dlm tahap Proses Pertumbuhan dan Perkembangan
  9. 9. Rumus Fried : Ket : m=Umur anak dalam bulan
  10. 10. Teknik Pemberian Obat hidung oral Parente ral telinga Mata Rektal Kulit Vaginal
  11. 11. Pemberian Obat per Oral Merupakan cara pemberian obat melalui mulut dengan tujuan mencegah, mengobati, mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat. Alat dan Bahan: 1. Daftar buku obat/ catatan, jadwal pemberian obat. 2. Obat dan tempatnya. 3. Air minum dalam tempatnya.
  12. 12. Prosedur Kerja: Cuci tangan. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.  Baca obat, dengan berprinsip tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat waktu dan tepat tempat. Bantu untuk meminumkannya dengan cara: Apabila memberikan obat berbentuk tablet atau kapsul dari botol, maka tuangkan jumlah yang dibutuhkan ke dalam tutup botol dan pindahkan ke tempat obat. Jangan sentuh obat dengan tangan. Untuk obat berupa kapsul jangan dilepaskan pembungkusnya. Kaji kesulitan menelan, bila ada jadikan tablet dalam bentuk bubuk dan campur dengan minuman. Kaji denyut nadi dan tekanan darah sebelum pemberian obat yang membutuhkan pengkajian.  Catat perubahan, reaksi terhadap pemberian, dan evaluasi respon terhadap obat dengan mencatat hasil
  13. 13. Intrakutan Merupakan cara memberikan atau memasukkan obat ke dalam jaringan kulit dengan tujuan untuk melakukan tes terhadap reaksi alergi jenis obat yang akan digunakan. Pemberian obat melalui jaringan intrakutan ini dilakukan di bawah dermis atau epidermis, secara umum dilakukan pada daerah lengan tangan bagian ventral. Alat dan Bahan: 1.Daftar buku obat/catatan, jadwal pemberian obat. 2. Obat dalam tempatnya. 3. Spuit 1 cc:/spuit insulin. 4. Kapas alkohol dalam tempatnya. 5. Cairan pelarut. 7. Bak steril dilapisi kas steril (tempat spuit). 8. Bengkok.
  14. 14. Prosedur Kerja: • Cuci tangan. • Jelaskan dilakukan. prosedur yang akan • Bebaskan daerah yang akan disuntik, bila menggunakan baju lengan panjang buka dan ke ataskan. • Pasang perlak/ pengalas bagian yang disuntik. di bawah • Ambil obat untuk tes alergi kemudian larutkan/encerkan dengan aquades (cairan pelarut) kemudian ambil 0,5 cc dan encerkan lagi sampai kurang lebih 1 cc, dan siapkan pada bak injeksi atau
  15. 15. • Tegangkan dengan tangan kiri atau daerah yang akan disuntik. • Lakukan penusukan dengan lubang menghadap ke atas dengan sudut 15-20 derajat dc:ngan permukaan kulit. • Semprotkan obat hingga terjadi gelembung. • Tarik spuit dan tidak boleh dilakukan masase. • Catat reaksi pemberian. • Cuci tangan dan c:atat hasil pemberian
  16. 16. Pemberian Obat Intravena Langsung Cara memberikan obat melalui vena secara langsung, di antaranya vena mediana cubiti/cephalika (lengan), vena saphenous (tungkai), vena jugularis (leher), vena langsung frontalis/temporalis (kepala), yang bertujuan agar reaksi cepat dan masuk pada pembuluh darah.
  17. 17. Alat dan Bahan: 1. Daftar buku obat/catatan, jadwal pemberian obat. 2. Obat dalam tempatnya. 3. Spuit sesuai dengan jenis ukuran. 4. Kapas alkohol dalam tempatnya. 5. Cairan pelarut. 6. Bak injeksi. 7. Bengkok. 8. Perlak dan alasnya. 9. Karet pembendung (torniquet).
  18. 18. Prosedur Kerja: Cuci tangan. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. Bebaskan daerah yang disuntik dengan cara membebaskan daerah yang akan dilakukan penyuntikan dari pakaian dan apabila tertutup buka atau ke ataskan. Ambil obat dalam tempatnya dengan spuit sesuai dengan dosis yang akan diberikan. Apabila obat berada dalam bentuk sediaan bubuk, maka larutkan dengan pelarut (aquades steril). Pasang perlak atau pengalas di bawah vena yang akan dilakukan penyuntikan.
  19. 19. Lakukan pengikatan dengan karet pembendung (torniquet) pada bagian atas daerah yang akan dilakukan pemberian obat atau tegangkan dengan tangan/minta bantuan atau membendung di atas vena yang akan dilakukan penyuntikan. Ambil spuit yang berisi obat. Lakukan penusukkan dengan lubang menghadap ke atas dengan memasukkan ke pembuluh darah. Lakukan aspirasi bila sudah ada darah lepaskan karet pembendung dan langsung semprotkan obat hingga habis. Setelah selesai ambil spuit dengan menarik dan lakukan penekanan pada daerah penusukkan dengan kapas alkohol, dan spuit yang telah digunakan letakkan ke dalam bengkok. Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu, dan dosis pemberian obat. Cuci tangan.
  20. 20. Pemberian Obat Intravena Tidak Langsung (via Wadah) Merupakan cara memberikan obat dengan menambahkan atau memasukkan obat ke dalam wadah cairan intravena yang bertujuan untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapetik dalam darah. Alat dan Bahan: 1. Spuit dan jarum sesuai dengan ukuran. 2. Obat dalam tempatnya.
  21. 21. Prosedur Kerja • Cuci tangan. • Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. • Periksa identitas pasien dan ambil obat kemudian masukkan ke dalam spuit. • Cari tempat penyuntikan obat pada daerah kantong. • Lakukan disinfeksi dengan kapas alkohol dan stop aliran. • Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarum spuit hingga
  22. 22. • Setelah selesai tarik spuit dan campur larutan dengan membalikkan kantong cairan dengan perlahan-lahan dari satu ujung ke ujung lain. • Periksa kecepatan infus. • Cuci tangan. • Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu, dan dosis
  23. 23. Pemberian Obat Intravena Melalui Selang • Alat dan Bahan: 1. Spuit dan jarum sesuai dengan ukuran. 2. Obat dalam tempatnya. 3. Selang intravena. 4. Kapas alkohol.
  24. 24. Prosedur Kerja: Cuci tangan. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. Periksa identitas pasien dan ambil obat kemudian masukkan ke dalam spuit. Cari tempat penyuntikan obat pada dacrah selang intra vena. Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol dan stop aliran. Lakukan penyuntikan dengan memas.ukkan jarum spuit hingga menembus bagian tengah dan masukkan obat perlahan-lahan ke dalam sdang intra vena. Setelah selesai tarik spuit. Periksa kecepatan infus dan obsc:rvasi reaksi
  25. 25. Pemberian Obat per Intramuskular Merupakan cara memasukkan obat ke dalam jaringan otot. Lokasi penyuntikan dapat pada daerah paha (vastus lateralis), ventrogluteal (dengan posisi berbaring), dorsogluteal (posisi tengkurap), atau lengan atas (deltoid). Tujuannya agar absorpsi obat lebih cepat.
  26. 26. • Alat dan Bahan: 1. Daftar buku obat/catatan, jadual pemberian obat. 2. Obat dalam tempatnya. 3. Spuit sesuai dengan ukuran, jarum sesuai dengan ukuran: dewasa panjang 2,5-3,75 cm, anak panjang 1,25-2,5 cm. 4. Kapas alkohol dalam tempatnya. 5. Cairan pelarut. 6. Bak injeksi. 7. Bengkok.
  27. 27. Prosedur Kerja: 1. Cuci tangan. 2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. 3. Ambil obat kemudian masukkan kedalam spuit sesuai dengan dosis setelah itu letakkan pada bak injeksi. 4. Periksa tempat yang akan dilakukan penyuntikan (lihat lokasi penyuntikan). 5. Desinfeksi dengan kapas alkohol pada tempat yang akan dilakukan penyuntikan.
  28. 28. 6. Lakukan Penyuntikan: Pada daerah paha (vastus lateralis) dengan cara anjurkan pasien untuk berbaring telentang dengan lutut sedikit fieksi. Pada ventrogluteal dengan cara anjurkan pasien untuk miring, tengkurap atau telentang dengan lutut dan pinggul pada sisi yang akan dilakukan penyuntikan dalam keadaan fieksi. Pada daerah dorsogluteal dengan cara anjurkan pasien untuk tengkurap dengan lutut di putar ke arah dalam atau miring dengan lutut bagian atas dan pinggul fieksi dan diletakkan di depan tiungkai bawah.
  29. 29. 7. Lakukan penusukan dengan posisi jarum tegak lurus. 8. Setelah jarum masuk lakukan aspirasi spuit bila tidak ada darah semprotkan obat secara perlahanlahan hingga habis. 9. Setelah selesai ambil spuit dengan menarik spuit dan tekan daerah penyuntikan dengan kapas alkohol, kemudian spuit yang telah digunakan letakkan pada bengkok. 10. Catat reaksi pemberian, jumlah dosis, dan waktu pemberian.
  30. 30. Pemberian Obat via Anus/Rektum
  31. 31. Alat dan Bahan Kertas tisu. Obat supposito ria dalam tempatny a. Vaselin/p elicin/pe lumas. Sarung tangan. Kain kasa.
  32. 32. Prosedur Kerja: 1. Cuci tangan. 2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. 3. Gunakan sarung tangan. 4. Buka pembungkus obat dan pegang dengan kain kasa. 5. Oleskan ujung pada obat suppositoria dengan pelicin. 6. Regangkan glutea dengan tangan kiri, kemudian masukkan suppositoria dengan perlahan
  33. 33. 7. Setelah selesai tarik jari tangan dan bersihkan daerah sekitar anal dengan tisu. 8. Anjurkan pasien untuk tetap berbaring telentang atau miring selama kurang lebih 5 menit. 9. Setelah selesai lepaskan sarung tangan ke dalam bengkok. 10. Cuci tangan. 11. Catat obat, jumlah dosis, dan cara pemberian.
  34. 34. Pemberian Obat per Vagina Merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat dan mengobati saluran vagina atau serviks. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan suppositoria yang digunakan untuk mengobati infeksi lokal.
  35. 35. Alat dan Bahan Korentang dalam tempatny a. Obat dalam tempatny a. Sarung tangan. Pengalas. Kapas sublimat dalam tempatny a. Kain kasa. Kertas tisu.
  36. 36. Prosedur Kerja
  37. 37. • Catatan: apabila menggunakan obat jenis krim, isi aplikator krim atau ikuti petunjuk krim yang tertera pada kemasan, renggangkan lipatan labia dan masukkan aplikator kurang lebih 7,5 cm dan dorong penarik aplikator untuk mengeluarkan obat dan lanjutkan sesuai langkah nomor 8,9,10,11.
  38. 38. Pemberian Obat pada Kulit Merupakan cara memberikan obat pada kulit dengan mengoleskan bertujuan mempertahankan hidrasi, melindungi permukaan kulit, mengurangi iritasi kulit, atau mengatasi infeksi. Pemberian obat kulit dapat bermacammacam seperti krim, losion, aerosol, dan sprei.
  39. 39. Alat dan Bahan: 1. Obat dalam tempatnya (seperti losion, krim,aerosol, sprei). 2. Pinset anatomis. 3. Kain kasa. 4. Kertas tisu. 5. Balutan. 6. Pengalas. 7. Air sabun, air hangat. 8. Sarung tangan.
  40. 40. Prosedur Kerja: 1) Cuci tangan. 2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. 3) Pasang pengalas di bawah daerah yang akan dilakukan tindakan. 4) Gunakan sarung tangan. 5) Bersihkan daerah yang akan di beri obat dengan air hangat (apabila terdapat kulit mengeras) dan gunakan pinset anatomis. 6) Berikan obat sesuai dengan indikasi dan cara pemakaian seperti mengoleskan, mengompres. 7) Kalau perlu tutup dengan kain kasa atau balutan pada daerah diobati.
  41. 41. obat tetes mata digunakan untuk Pemberian Obat pada Mata persiapan pemeriksaan struktur internal mata dengan cara mendilatasi pupil, untuk pengukuran refraksi lensa dengan cara melemahkan otot lensa, kemudian juga dapat digunakan untuk menghilangkan iritasi mata.
  42. 42. Alat dan Bahan: 1. Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep. 2. Pipet. 3. Pinset anatomi dalam tempatnya. 4. Korentang dalam tempatnya. 5. Plestier. 6. Kain kasa. 7. Kertas tisu. 8. Balutan. 9. Sarung tangan. 10. Air hangat/kapas pelembab.
  43. 43. Prosedur Kerja Cuci tangan. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan. Gunakan sarung tangan. Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke arah hidung, apabila sangat kotor basuh dengan air hangat. Buka mata dengan menekan perlahan- lahan bagian bawah dengan ibu jari, jari telunjuk di atas tulang orbita.
  44. 44. Teteskan obat mata di atas sakus konjungtiva. Setelah tetesan selesai sesuai dengan dosis, anjurkan pasien untuk menutup mata dengan perlahanlahan, apabila menggunakan obat tetes mata. Apabila obat mata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopak mata kemudian pencet tube sehingga obat keluar dan berikan obat pada kelopak mata bawah. Setelah selesai, anjurkan pasien untuk melihat ke bawah, secara bergantian dan berikan obat pada kelopak mata bagian atas dan biarkan pasien untuk memejamkan mata dan
  45. 45. Pemberian Obat pada Telinga Cara memberikan obat pada telinga dengan tetes telinga atau salep. Obat tetes telinga ini pada umumnya diberikan pada gangguan infeksi telinga khususnya pada telinga tengah (otitis media), dapat berupa obat antibiotik.
  46. 46. Alat dan Bahan: 1. Obat dalam tempatnya. 2. Penetes. 3. Spekulum telinga. 4. Pinset anatomi dalam tempatnya. 5. Korentang dalam tempatnya. 6. Plester. 7. Kain kasa. 8. Kertas tisu. 9. Balutan.
  47. 47. Prosedur Kerja  Cuci tangan.  Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.  Atur posisi pasien dengan kepala miring ke kanan atau ke kiri sesuai dengan daerah yang akan diobati, usahakan agar lubang telinga pasien ke atas.  Luruskan lubang telinga dengan menarik daun telinga ke atas/ke belakang (pada orang dewasa), ke bawah pada anak.  Apabila obat berupa tetes, maka
  48. 48.  Apabila berupa salep maka ambil kapas lidi dan oleskan masukkan atau oleskan pada liang telinga. Pertahankan posisi kepala kurang lebih 2-3 menit. Tutup telinga dengan pembalut dan plester kalau perlu. Cuci tangan.  Catat jumlah, tanggal, dan dosis pemberian.
  49. 49. Pemberian Obat pada Hidung Cara memberikan obat pada hidung dengan tetes hidung yang dapat dilakukan ada seseorang dengan keradangan hidung (rhinitis) atau nasofaring.
  50. 50. Alat dan Bahan 1. Obat dalam tempatnya. 2. Pipet. 3. Spekulum hidung. 4. Pinset anatomi dalam tempatnya. 5. Korentang dalam tempatnya. 6. Plester. 7. Kain kasa. 8. Kertas tisu. 9. Balutan .
  51. 51. Prosedur Kerja: Cuci tangan. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. Atur posisi pasien dengan cara: a. Duduk di kursi dengan kepala menengadah ke belakang. b. Berbaring dengan kepala ekstensi pada tepi tempat tidur. c. Berbaring dengan bantal di bawah. bahu dan kcpala belakang. Berikan tetesan obat pada tiap lubang hidung (sesuai dengan Pertahankan posisi kepala tetap
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×