• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Sosiologi
 

Sosiologi

on

  • 1,045 views

liat nih

liat nih

Statistics

Views

Total Views
1,045
Views on SlideShare
980
Embed Views
65

Actions

Likes
0
Downloads
9
Comments
0

3 Embeds 65

http://tifannyellies.blogspot.com 63
http://www.tifannyellies.blogspot.it 1
http://www.tifannyellies.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Sosiologi Sosiologi Presentation Transcript

    • SOSIOLOGIKELOMPOK IKELOMPOK SEMUXI.IPS 2SMAN 5 TAMBUN SELATAN
    • CREATED BY Afni Muhaiana Dessy Fajar Lestari Emi Suryani Griesnandiaz Intan Purnama Puri Retno Muthia Tifanny Ellies
    • KELOMPOK SEMUKelompok semu timbul ditengah-tengah pergaulanhidup manusia, bersifat sementara artinya tidakmempunyai kemungkinan membentuk tradisiataupun ikatan sebagai anggota atau bisa di sebutterbentuk secara spontan. Kelompok semu biasadisebut khalayak ramai atau khalayak umum.Kelompok semu juga tidak memiliki aturan-aturansebagai pengendali.
    • CIRI-CIRI KELOMPOK SEMU Tidak direncanakan, terjadinya tidak disengaja, sangat mendadak Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus menerus Tidak ada kesadaran berkelompok Kehadirannya tidak konstan contohnya :
    • A. KERUMUNAN (CROWD)Kerumunan adalah kumpulan orang yang tidak teratur, terjadisecara spontan. Kerumunan merupakan suatu kelompok sosialbersifat sementara. Kerumunan segera berakhir, setelah orang-orang bubar. Ukuran utama adanya kerumunan, yaitukehadiran orang-orang secara fisik. Kerumunan tersebut tidakterorganisasikan. Ia dapat mempunyai pimpinan dan tidakmempunyai sistem pembagian kerja.
    • BENTUK-BENTUK KERUMUNANI. Formal audience atau khalayak penonton, bisa juga pendengar resmi merupakan kerumuan yang mempunyai suatu pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifat nya sangat pasif. Contoh : penonton bioskop, pengunjung khotbah agamaII. Planned expressive group adalah Kerumunan yang terdiri atas orang-orang yang mempunyai tujuan sama tetapi pusat perhatiannya berbeda-beda. Contoh : kerumunan orang-orang yang berpesta dan berekreasi.
    • III. Inconvinent aggregations adalah kerumuan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas- fasilitas sama. Contoh : antre tiket dan kerumunan penumpang bus.IV. Panic causal crowds Ialah kerumunan yang terdiri atas orang-orang yang menghindari bencana/ancaman. Contoh : pengungsiV. spectator causal crowds Yaitu kerumunan orang-orang yang ingin melihat sesuatu atau peristiwa tertentu. Kerumunan semacam ini hampir sama dengan formal audience, tetapi tidak terencana. Contoh : nonton orkes dangdut keliling
    • VI. Acting Lawless crowds disebut juga acting mobs atau kerumuan emosional. Kerumuan ini mempunyai tujuan tertentu drngan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma social. Contoh : Tauran.VII. Immoral lawess crowds atau kerumuan tak berformal, yaitu segala tindakan nya berlawanan dengan norma- norma pergaulan hidup, tetapi tanpa tujuan tertentu. Contoh : orang-orang yang mabuk.
    • B. MASSA ATAU MASSmerupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hampirsama dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknyadisengaja dan direncanakan dengan persiapan sehingga tidakbersifat spontan.Contoh : mendatangi gedung DPR dengan persiapan sehinggatidak bersifat spontan.
    • C. PUBLIKadalah sebagai kelompok semu mempunyai ciri-ciri hampir sama denganmassa, perbedaannya publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatutempat yang sama. Terbentuknya publik karena ada perhatian yangdisatukan oleh alat-alat komunikasi, seperti : radio, tv dan pengeras suara.Alat-alat komunikasi memungkinkan publik berkembang jauh lebih besarjumlahnya, bahkan meliputi sebagian dunia. Namun, dengan jumlah yangmembesar tidak terbatas, akibatnya perhatian publik semakin tidak tajam.Untuk memudahkan membentuk publik, biasanya digunakan cara-carayang berkaitan dengan nilai-nilai sosial atau kebiasaan masyarakat yangbersangkutan. Dalam penggunaan sehari-hari, kata publik biasanyadisalahartikan dengan kata hadirin atau audience. Intinya hadirin adalahkelompok semu yang menempati suatu tempat yang sama sehingga mudahbertatap muka, sedangkan publik tidak harus dalam suatu tempat yangsama. Kerancuan istilah ini biasanya disebabkan kelompok semu dari salahsatu bentuk kerumunan sekaligus bergabung dengan bentuk massa ataupublik, misalnya kelompok yang mendengarkan pidato disuatu tempat,sekaligus pidatonya juga disiarkan melalui radio atau televisi.
    • TERIMA KASIH