Sejarah pendidikan islam pada masa penjajahan sampai sekarang

11,719 views
11,507 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
11,719
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
154
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sejarah pendidikan islam pada masa penjajahan sampai sekarang

  1. 1. Sejarah Pendidikan Islam Pada Masa Penjajahan Sampai Sekarang Oleh : Irvanuddin Disampaikan Pada Kegiatan Perkuliahan Mata Kuliah “Sejarah Pendidikan Islam” Tanggal 24 November 2011, Universitas Al-Washliyah Medan A. Pendahuluan 1. Latar Belakang Masalah Meneliti sejarah bangsa Indonesia tidak akan lepas dari umat islam, baik dariperjuangan melawan penjajah maupun dalam lapangana pendidikan. Melihat kenyataanbetapa bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam mencapai keberhasilan denganberjuang secara tulus ikhlas mengabdikan diri untuk kepentingan agamanya disampingmengadakan perlawanan militer. Perlu diketahui bahwa sejarah pendidikan islam di Indonesia mencakup fakta-faktaatau kejadian –kejadian yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembanganpendidikan islam di Indonesia, baik formal maupun non formal. Yang dikaji melaluipendekatan metode oleh sebab itu pada setiap disiplin ilmu jelas membutuhkanpendekatan metode yang bisa memberikan motivasi dan mengaktualisasikan sertamemfungsikan semua kemampuan kejiwaan yang material, naluriah, dengan ditunjangkemampuan jasmaniah, sehingga benar-benar akan mendapatkan apa yang telahdiharapkan. 2. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah kami yaitu sebagai berikut: 1. Bagaimana pendidikan islam pada masa penjajahan belanda? 2. Bagaimana pendidikan islam pada masa penjajahan jepang? 3. Bagaimana pendidikan islam pada masa kemerdekaan hingga sekarang? 3. Tujuan Penulisan Dalam penulisan makalah kami, kami mempunyai beberapa tujuan antara lainsebagai berikut: 1
  2. 2. a. Untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah pendidikan islam pada masa penjajahan sampai sekarang ini. b. Untuk melengakapi tugas mata kuliah “Sejarah Pendidikan Islam”. c. Mudah-mudahna bermanfaat bagi pemakalah khususnya dan pembaca pada umumnya. B. Pembahasan 1. Pendidikan Islam Pada Masa Penjajahan Belanda Pada masa VOC, yang merupakan sebuah kongsi (perusahaan) dagang, kondisipendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak lepas dari maksud dan kepentingankomersial. Berbeda dengan kondisi di negeri Belanda sendiri dimana lembagapendidikan dikelola secara bebas oleh organisasi-organisasi keagamaan, maka selamaabad ke-17 hingga 18 M, bidang pendidikan di Indonesia harus berada dalampengawasan dan kontrol ketat VOC. Jadi, sekalipun penyelenggaraan pendidikan tetapdilakukan oleh kalangan agama (gereja), tetapi mereka adalah berstatus sebagai pegawaiVOC yang memperoleh tanda kepangkatan dan gaji. Dari sini dapat dipahami, bahwapendidikan yang ada ketika itu bercorak keagamaan (Kristen Protestan). Pada akhir abad ke-18, setelah VOC mengalami kebangkrutan, kekuasaan HindiaBelanda akhirnya diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda langsung. Pada masaini, pendidikan mulai memperoleh perhatian relatif maju dari sebelumnya. Beberapaprinsip yang oleh pemerintah Belanda diambil sebagai dasar kebijakannya di bidangpendidikan antara lain: a. Menjaga jarak atau tidak memihak salah satu agama tertentu. b. Memperhatikan keselarasan dengan lingkungan sehingga anak didik kelak mampu mandiri atau mencari penghidupan guna mendukung kepentingan colonial. c. Sistem pendidikan diatur menurut pembedaan lapisan sosial, khususnya yang ada di Jawa. d. Pendidikan diukur dan diarahkan untuk melahirkan kelas elit masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung supremasi politik dan ekonomi pemerintah kolonial. Maka pada tahun 1901 munculah apa yang disebut dengan politik ETIS yaknipolitik balas budi bangsa Belanda kepada Indonesia. Pencetus politik ini adalah VanDeventer, yang kemudian politik ini dikenal juga dengan Trilogi Van Deventer. Secaraumum isi dari politik ETIS ini ada tiga macam yaitu, Education (pendidikan), Imigrasi 2
  3. 3. (perpindahan penduduk) dan Irigasi (pengairan). Yang akan dikupas adalah mengenaieducation atau pendidikan. Dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan islam pada zaman kolonial belandatidak mendapat rintangan.hal ini ditandai dengan bermunculanya lembaga-lembagapendidikan yang semuanya berjalan dengan lancar walaupun terlihat abiturienya tidakbisa diterima oleh mereka dan yakin kalau kesadaran dari pihak islam telah timbuluntuk tidak bekerja pada belanda yang telah menjadi perintang kemajuan bangsa.Kenyataan seperti ini sayang msih berlaku sampai sekarang sehingga orang-orang islamkurang berperan dalam pemerintahan. “Hal ini tentu penyebabnya adalah melemahnyakekuatan politik islam walaupun islam di indonesia mencapai jumlah yang sangatbanyak”1. 2. Pendidikan Islam Pada Masa Penjajahan Jepang Pendidikan islam zaman penjajahan jepang dimulai pada tahun 1942-1945, sebabbukan hanya belanda saja yang mencoba berkuasa di Indonesia. “Dalam perang pasifik (perang dunia ke II), jepang memenangkan peperangan padatahun 1942 berhasil merebut indonesia dari kekuasaan belanda. Perpindahan kekuasaanini terjadi ketika kolonial belanda menyerah tanpa sayarat kepada sekutu”2. “Penjajahanjepang di indonesia mempunyai konsep hokko ichiu (kemakmuran bersama asia raya)dengan semboyan asaia untuk asia”3.Jepang mengumumkan rencana mendirikanlingkungan kemakmuran bersama asia timur raya pada tahun 1940. Jepang akanmenjadi pusat lingkungan pengaruh atas delapan daerah yakni: manchuria, daratan cina,kepuluan muangtai, malaysia, indonesia, dan asia rusia. Lingkungan kemakmuran inidisebut dengan hakko I chi-u (delapan benang dibawah satu atap). Dengan konteks sejarah dunia yang menuntut dukungan militer kuat, Jepangmengelola pendidikan di Indonesia pun tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ini.Sehingga dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan di masa pendudukan Jepang sangatdipengaruhi motif untuk mendukung kemenangan militer dalam peperangan pasifik. Setelah Februari 1942 menyerang Sumatera Selatan, Jepang selanjutnya menyerangJawa dan akhirnya memaksa Belanda menyerah pada Maret 1942. Sejak itulah Jepangkemudian menerapkan beberapa kebijakan terkait pendidikan yang memiliki implikasiluas terutama bagi sistem pendidikan di era kemerdekaan. Hal-hal tersebut antara lain:1 Drs Rohidin Wahab,Sejarah Pendidikan Islam di indonesia (Bandung:Alfabeta,2004) hal 172 Suwendi, sejarah dan pemikiran pendidikan islam (Jakarta : PT Grafindo Persada, 2004), hal 853 Redja mudyaharjo, pengantar pendidikan (jakarta : PT Grafindo Persada, 2001 ),hal 267 3
  4. 4. a. Dijadikannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan Bahasa Belanda. b. Adanya integrasi sistem pendidikan dengan dihapuskannya sistem pendidikan berdasarkan kelas sosial di era penjajahan Belanda. Sementara itu terhadap pendidikan Islam, Jepang mengambil beberapa kebijakanantara lain: a. Mengubah Kantoor Voor Islamistische Zaken pada masa Belanda yang dipimpin kaum orientalis menjadi Sumubi yang dipimpin tokoh Islam sendiri, yakni K.H. Hasyim Asy’ari. c. Pondok pesantren sering mendapat kunjungan dan bantuan pemerintah Jepang. d. Mengizinkan pembentukan barisan Hizbullah yang mengajarkan latihan dasar seni kemiliteran bagi pemuda Islam di bawah pimpinan K.H. Zainal Arifin. e. Mengizinkan berdirinya Sekolah Tinggi Islam di Jakarta di bawah asuhan K.H. Wahid Hasyim, Kahar Muzakkir dan Bung Hatta. f. Diizinkannya ulama dan pemimpin nasionalis membentuk barisan Pembela Tanah Air (PETA) yang belakangan menjadi cikal-bakal TNI di zaman kemerdekaan g. Diizinkannya Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) terus beroperasi, sekalipun kemudian dibubarkan dan diganti dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) yang menyertakan dua ormas besar Islam, Muhammadiyah dan NU. Lepas dari tujuan semula Jepang memfasilitasi berbagai aktivitas kaum muslimin ketika itu, nyatanya hal ini membantu perkembangan Islam dan keadaan umatnya setelah tercapainya kemerdekaan. 3. Pendidikan Islam Pada Masa Orde Lama (1945-1965) Revolusi nasional meletus pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam bentuk proklamasikemerdekaan. Dengan ini tercapailah kemerdekaan yang diidam-idamkan oleh rakyatIndonesia. Proklamasi mematahkan belenggu penjajahan dan menciptakan hidup baru diberbagai bidang, terutama di bidang pendidikan dirasakan perlu mengubah sistempendidikan yang sesuai dengan suasana baru. Pada bulan Oktober 1945 para ulama diJawa memproklamasikan perang jihad fisabilillah terhadap Belanda / sekutu. Hal iniberarti memberikan fatwa kepastian hukum terhadap perjuangan umat Islam. Isi fatwatersebut adalah sebagi berikut: a. Kemerdekaan Indonesia wajib dipertahankan. 4
  5. 5. b. Pemerintah RI adalah satu-satunya pemerintah sah yang wajib dibela dan diselamatkan. c. Musuh- musuh RI (belanda / sekutu), pasti kan menjajah kembali bangsa Indonesia. Karena itu, kita wajib mengangkat senjata terhadap mereka. d. Kewajiban-kewajiban tersebut diatas adalah jihad fisabilillah. Ditinjau dari segi pendidikan rakyat maka fatwa ulama tersebut besar sekali artinya.Fatwa tersebut memberikan faedah sebagai berikut. a. Para ulama dan santri-santri dapat mempraktekan ajaran jihad fisabilillah yang sudah dikaji bertahun-tahun dalam pengajian kitab suci Fikih di pondok atau di madrasah. b. Pertanggung jawaban mempertahankan kemerdekaan tanah air itu menjadi sempurna terhadap sesama manusia dan terhadap Tuhan Yang Mahaesa.Pendidikan agama Islam untuk sekolah umum mulai diatur secara resmi olehpemerintah pada bulan Desember 1946. Sebelum itu, pendidikan agama sebagaipengganti pendidikan budi pekerti yang sudah ada sejak zaman Jepang, berjalan sendiri-sendiri di masing-masing daerah. Pada tahun 1950 ketika kedaulatan Indonesia telah pulih untuk seluruh wilayahIndonesia, maka rencana pendidikan makin disempurnakan dengan dibentuknya panitiabersama yang dipimpin oleh professor Mahmud Yunus dari Departemen Agama danMr. Hadi dari departemen P&K hasil dari panitia itu adalah SKB yang dikeluarkan padabulan Januari 1951 isinya ialah: a. Pendidikan agama diberikan mulai kelas IV Sekolah Rakyat (Sekolah Dasar). b. Di daerah-daerah yang masyarakat agamanya kuat misalnya di Sumatera, Kalimantan maka pendidikan Agama diberikan mulai kelas 1 SR dengan catatan bahwa mutu pengetahuan umumnya tidak boleh berkurang dibandingkan dengan sekolah yang lain yang pendidikan agamanya diberikan muali kelas IV. c. Di sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Tingkat Atas (umum dan kejuruan) diberikan pendidikan agama sebanyak 2 jam seminggu. d. Pendidikan agama diberikan kepada murid-murid sebanyak 10 orang dalam 1 kelas dan mendapat izin dari orang tua dan walinya. e. Pengangkatan guru agama, biaya pendidikan agama dan menteri pendidikan agama ditanggung oleh Departemen Agama. 5
  6. 6. 4. Pendidikan Islam Pada Masa Orde Baru (1966-1998) Sejak ditumpasnya G 30 S/PKI pada tanggal 1 oktober 1965 bangsa Indonesia telahmemasuki pase baru yang diberi nama Orde Baru. Perubahan Orde Lama menjadi OrdeBaru berlangsung melalui kerjasama erat antara pihak ABRI atau tentara dan gerakan-gerakan pemuda yang disebut angkatan 1966. Sejak tahun 1966 para pemuda dammahasiswa melakukan demontrasi dijalan-jalan sebagian secara spontan sebagian lagiatas perencanaan pihak lain mula-mula memprotes segala macam penyalahgunaankekuasaan sampai protes terhadap Soekarno. Sebagaimana dikemukakan diatas MPRS pada tahun 1966 telah bersidang. Padawaktu itu sedang dilakukan upaya untuk membersihkan sisa-sisa mental G 30 S/ PKI.Dalam keputusannya bidang pendidikan agama telah mengalami kemajuan. Dengandemikian sejak tahun 1966 pendidikan agama menjadi hak wajib mulai dari SekolahDasar sampai Perguruan Umum Negeri di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1966 telah terjadi perubahan besar pada bangsa Indonesia, baikmenyangkut kehidupan sosial, agama maupun politik. Periode ini disebut zaman OrdeBaru dan zaman munculnya angkatan baru yang disebut angkatan 66. pemerintah OrdeBaru bertekad sepenuhnya untuk kembali kepada UUD 1945 dan melaksanakannyasecara murni dan konsekuen. Pemerintah dan rakyat membangun manusia seutuhnyadan masyarakat Indonesia seluruhnya. Berdasarkan tekad dan semangat tersebut,kehidupan beragama dan pendidikan agama khususnya, makin memperoleh tempat yangkuat dalam struktur organisasi pemerintahan dan dalam masyarakat pada umumnya.Dalam sidang-sidang MPR yang menyusun GBHN sejak tahun 1973 hingga sekrang,selalu ditegaskan bahwa pendidikan agama menjadi mata pelajaran di sekolah-sekolahnegeri dalam semua jenjang pendidikan, bahkan pendidikan agama sudahdikembangkan sejak Taman Kanak-Kanak (Bab V pasal 9 ayat 1 PP Nomor 2 Tahun1989). 5. Pendidikan Islam Pada Masa Reformasi Program peningkatan mutu pendidikan yang ditargetkan oleh pemerintah Orde Baruakan mulai berlangsung pada Pelita VII terpaksa gagal, krisis ekonomi yangberlangsung sejak medio Juli 1997 telah mengubah konstelasi politik maupun ekonominasional. Secara politik, Orde Baru berakhir dan digantikan oleh rezim yangmenamakan diri sebagai “Reformasi Pembangunan” meskipun demikian sebagian besarroh Orde Reformasi masih tetap berasal dari rezim Orde Baru, tapi ada sedikitperubahan, berupa adanya kebebasan pers dan multi partai. 6
  7. 7. Dalam bidang pendidikan kabinet reformasi hanya melanjutkan program wajibbelajar 9 tahun yang sudah dimulai sejak tahun 1994 serta melakukan perbaikan sistempendidikan agar lebih demokratis. Tugas jangka pendek Kabinet Reformasi yang palingpokok adalah bagaimana menjaga agar tingkat partisipasi pendidikan masyarakat tetaptinggi dan tidak banyak yang mengalami putus sekolah.Dalam bidang ekonomi, terjadi krisis yang berkepanjangan, beban pemerintah menjadisangat berat. Sehingga terpaksa harus memangkas program termasuk didalamnyaprogram penyetaraan guru-guru dan mentolerir terjadinya kemunduran penyelesaianprogram wajib belajar 9 tahun. 6. Pendidikan Islam Masa Sekarang (Depan) Prospek pendidikan Islam pada masa sekarang dan mendatang, harus pula dikaji danditeropong melalui lensa realitas pendidikan islam di Indonesia yang ada pada hari ini.Melihat kendala yang dihadapi oleh pendidikan nasional, minimal telah terpantul sinaryang juga menggambarkan tentang kondisi pendidikan Islam di Indonesia pada masakini. Adapun kendala tersebut berupa: a. Kurikulum yang belum mantap, terlihat dari beragamnya jumlah presentasi untuk pelajaran umum dan agama pada berbagai sekolah yang berlogo Islam. b. Kurang berkualitasnya guru, yang dimaksud disini adalah kurang kesadaran professional, kurang inofatif, kurang berperan dalam pengembangan pendidikan, kurang terpantau. c. Belum adanya sentralisasi dan disentralisasi. d. Dualisme pengelolaan pendidikan yaitu antara Depag dan Depdikbud. e. Sisa-sisa pendidikan penjajahan yang masih ditiru seperti penjurusan dan pemberian gelar. f. Kendali yang terlalu ketat pada pendidikan tinggi. g. Minimnya persamaan hak dengan pendidikan umum h. Minimnya peminat sekolah agama karena dipandang prospeknya tidak jelas. Beberapa strategi yang perlu dicanangkan untuk memprediksi pendidikan Islammasa depan adalah sebagai berikut. a. Strategi sosial politik Menekankan diperlukannya merinci butir-butir pokok formalisasi ajaran Islam dilembaga-lembaga negara melalui upaya legal formalitas yang terus menerus olehgerakan Islam terutama melalui sebuah partai secara eklusif khusus bagi umat Islamtermasuk kontrol terhadap aparatur pemerintah. Umat Islam sendiri harus mendidik 7
  8. 8. dengan moralitas Islam yang benar dan menjalankan kehidupan islami baik secaraindividu maupun masyarakat. b. Strategi Kultural Dirancang untuk kematangan kepribadian kaum muslimin dengan memperluascakrawala pemikiran, cakupan komitmen dan kesadaran mereka tentang kompleksnyalingkungan manusia. c. Strategi Sosio cultural Diperlukan upaya untuk mengembangkan kerangka kemasyarakatan yangmenggunakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. C. Penutup 1. Kesimpulan Beberapa prinsip yang oleh pemerintah Belanda diambil sebagai dasar kebijakannyadi bidang pendidikan antara lain: a. Menjaga jarak atau tidak memihak salah satu agama tertentu. b. Memperhatikan keselarasan dengan lingkungan sehingga anak didik kelak mampu mandiri atau mencari penghidupan guna mendukung kepentingan colonial. c. Sistem pendidikan diatur menurut pembedaan lapisan sosial, khususnya yang ada di Jawa. d. Pendidikan diukur dan diarahkan untuk melahirkan kelas elit masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung supremasi politik dan ekonomi pemerintah kolonial. Jepang menerapkan beberapa kebijakan terkait pendidikan yang memiliki implikasiluas terutama bagi sistem pendidikan di era kemerdekaan. Hal-hal tersebut antara lain: a. Dijadikannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pengantar pendidikan menggantikan Bahasa Belanda b. Adanya integrasi sistem pendidikan dengan dihapuskannya sistem pendidikan berdasarkan kelas sosial di era penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, rakyat Indonesia mendapatkan pendidikan. Namunpendidikan yang ada di Indonesia wajib mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat olehBelanda. Dalam hal ini, Belanda menerapkan pendidikan di Indonesia dengan tujuanmenjadikan rakyat Indonesia sebagai pekerja bagi orang Belanda dengan gaji atau upahyang tidak setimpal. 8
  9. 9. Pada masa penjajahan Jepang, pendidikan yang ada di Indonesia dikelola olehJepang. Dalam hal ini, rakyat indonesia diberikan pendidikan agar mampu mendukungkemenangan militer Jepang dalam peperangan pasifik. Pada masa orde lama, pendidikan di Indonesia masih bersifat kedaerahan. Dalam halini, pendidikan pada orde lama hanya mementingkan daerah masing-masing. Pada masa orde baru, pendidikan di indonesia mulai berkembang, hal ini dapatdilihat dari sistem pendidikan yang sudah nasional dan tidak bersifat kedaerahan lagi.Sehingga rakyat Indonesia berhak untuk menempuh pendidikan dari daerah yang satuke daerah yang lain. Pada masa reformasi, kabinet reformasi melanjutkan program wajib belajar 9 tahunyang sudah dimulai sejak tahun 1994 M serta melakukan perbaikan sistem pendidikanyang lebih demokratis. Pada masa sekarang ini, pendidikan di Indonesia sudah lebih maju. Hal ini ditandaidengan adanya sistem kurikulum dalam dunia pendidikan. Namun pendidikan diIndonesia belum mampu menerapkan kurikulum yang tepat bagi pendidikan yang ada diIndonesia. 2. Saran Dalam penulisan makalah kami, kami mempunyai saran sebagai berikut: a. Kita sebagai umat islam, harus mempunyai rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara terutama dalam dunia pendidikan. b. Sebagai mahasiswa kependidikan islam, sudah seharusnya kita mempelajari Sejarah Pendidikan Islam. D. Daftar Pustaka 1. Drs Rohidin Wahab,Sejarah Pendidikan Islam di indonesia (Bandung:Alfabeta,2004). 2. Suwendi, sejarah dan pemikiran pendidikan islam (Jakarta : PT Grafindo Persada, 2004). 3. Redja mudyaharjo, pengantar pendidikan (jakarta : PT Grafindo Persada, 2001). 9

×