Ilmu sosial dasar bab 1 10

818 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
818
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ilmu sosial dasar bab 1 10

  1. 1. ILMU SOSIAL DASARBAB I . ISD Sebagai salah satu MKDU Mata kuliah dasar umum atau Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengahyang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untukmelanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan ini diperlukan di dalamproses belajar mengajar di perguruan tinggi karena keberadaannya bisa dibilang pentingdalam mendampingi mata kuliah utama sesuai jurusan. Adapun mata kuliah dasar inidiberikan dengan tujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa,kecerdasan, keterampilan, budi pekerti, kepribadian, dan sebagainya(1). Hal ini menjadipenting agar seorang mahasiswa lulusan perguruan tinggi memiliki keseimbangan dalamberpikir dan bertindak. Hal ini merupakan suatu rangkaian untuk mencapai 3 kemampuanyang diharapkan dari lulusan perguruan tinggi, yaitu: 1. Memiliki kemampuan profesionalisme: nilai, dan sikap yang memungkinkannya berpartisipasi secara aktif dan cerdas dalam proses politik; Memiliki kemampuan, etos kerja, dan disiplin kerja yang memungkinkannya aktif dan produktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ekonomi; 2. Memiliki kemampuan akademis: sikap ilmiah untuk dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kemampuan penelitian dan pengembangan; 3. Memiliki kemampuan personal: kepribadian yang mantap, berkarakter, dan bermoral, serta berakhlak mulia(2). 4. Selanjutnya, untuk mewujudkan semua itu maka perlulah pula ilmu sosial dasar (ISD) sebagai salah satu dari mata kuliah dasar umum (MKDU) . Sistem pendidikan kita menjadi suatu yang elit bagi masyarakat kita sendiri sehingga kurang akrab dengan linkungan masyarakat, serta tidak mengenali dimensi-dimensi lain diluar disiplin ilmunya merupakan suatu sebab yang melatarbelakangi perlunya ISD di dalam pelaksanaan pendidikan kita. 5. ISD adalah pengetahuan yg menelaah masalah-masalah sosial, khususnya masalah- masalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia, dengan menggunakan teori-teori (fakta, konsep, teori) yg berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial (seperti Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi Sosial dan Sejarah). ISD merupakan suatu usaha yang dapat diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk melengkapi gejala2 sosial agar daya tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan , sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungan sosialnya menjadi lebih besar(3). 6. Sedangkan, tujuan diberikannya ISD sebagai MKDU tidak lain adalah untuk membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dgn sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia-manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik(3).
  2. 2. 7. Selanjutnya, ISD merupakan suatu ilmu pengetahuan, yang menurut Soerjono Soekanto adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran (logika), sehingga pengetahuan mana akan selalu dapat diperiksa dan diuji secara kritis oleh orang lain(4).Secara umum ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu : 1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. 2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat. 3. Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.Dalam perkembangannya, ISD banyak berkonsentrasi pada urusan masalah sosial, menurutSoerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsurkebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadibentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial sepertikegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalammasyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu sepertiproses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan olehlembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasisosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya(5). Contohnya antara lain:- Kejahatan- Kemiskinan- Anti perilaku sosial- Penyalahgunaan obat- Penyalahgunaan alkohol- Ekonomi Perampasan- PengangguranMasalah ini terjadi di hampir tiap daerah di seluruh dunia, namun di beberapa daerahcenderung terjadi lebih sering, dan pada tingkat yang lebih parah(6).Masalah sosial merupakan sesuatu yang bersifat destruktif yang harus segera disudahi.Walaupun itu berarti tidak mungkin, tapi paling tidak dapat meminimalisirnya. Maka barangtentu dibutuhkan pendidikan ilmu sosial dasar (ISD) sebagai salah satu mata kuliah dasarumum di sekolah (MKDU). Karena seperti kita ketahui, kita tidak dapat mengandalkan hanyaberkonsentrasi pada disiplin ilmu tertentu saja untuk menghasilkan seorang terdidik yangberkualitas dan seimbang serta tidak meninggalkan kaidah-kaidah yang berlaku dimasyarakat.Selanjutnya akan lebih baik, kalau ilmu sosial dasar dapat disampaikan di sekolah secara riil
  3. 3. dengan penyampaian berdasarkan contoh atau kalau perlu terjun langsung pada praktek.Sehingga tidak hanya berkutat pada bidang teori yang bahwasanya hal itu sangat tidak efektifdan bersifat berputar-putar pada kata-kata yang belum tentu tahu maknanya.BAB II. Penduduk, Masyarakat dan kebudayaanPenduduk, Masyarakat dan kebudayaanI. Pendahuluan Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspekkehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya.Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek tersebut, maka bertambahlah sistem matapencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya yang telah terungkap padaperkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rohaniah maupun kebendaan.Sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok bahasan ini, akan ditelaah mengenaipertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan, dan timbulnya pranata-pranata sebagaiakibat perkembangan kebudayaan.II. Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalahekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena disamping berpengaruhterhadap jumlah dan komposisi penduduk, juga akan berpengaruh terhadap konndisi sosialekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertambahan fasilitas (pangan, tempattinggal, kesempatan kerja, pendidikan, dll), sudah bisa dipastikan dapat menimbulkanberbagai masalah, misalnya meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, dll.Pertambahan penduduk suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi yang diukur dengan rate / tingkat. Rate / tingkat adalah kejadian daripristiwa yang menyatukan dalam bentuk bandingan yang dinyatakan dalam tiap 1000penduduk. Faktor-faktor demografi tersebut adalah sebagai berikut:I . Kematian (mortalitas)Tingkat kematian ini terbagi menjadi 2 tingkat, yaitu:1. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate / CDR), merupakan banyaknya orangyang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.2. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate), tingkat kematian yangdipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: umur, jenis kelamin, pekerjaan.II. Kelahiran (fertilitas)
  4. 4. Adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang atau sekelompok wanita. Yang dimaksuddengan lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, seperti bernafas, bergerak,dll. Tinggi rendahnya kelahiran dalam suatu / sekelompok penduduk erat hubungannya dantergantung pada: struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkatpendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.3. MigrasiAspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamaimigrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk, yaitu mobilitas, yangmemiliki pengertian lebih luas daripada migrasi, sebab mencakup perpindahan teritorialsecara permanen dan sementara. Migrasi ini merupakan akibat dari keadaan lingkungan alamyang kurang menguntungkan, dan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukungpenduduk di daerah tersebut.Dengan adanya intervening obstacles (rintangan di antaranya), maka timbul dua prosesmigrasi, yaitu:- Migrasi bertahap- Migrasi langsungUntuk mengetahui seberapa cepat pertumbuhan penduduk suatu daerah dapat juga dilihat daribentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahuimengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak, dewasa, dan orang tua pada wilayahbersangkutan. Kondisi struktur atau komposisi penduduk yang berbeda-beda akanmenunjukkan bentuk piramida yang berbeda-beda pula. Ada tiga jenis struktur penduduk:1 . Piramida penduduk muda, merupakan gambaran komposisi penduduk dalampertumbuhan.2 . Piramida stasioner, gambaran keadaan penduduk yang tetap (statis)3. Piramida penduduk tua, gambaran adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangatpesat dan kematian yang kecil sekali.Rasio Ketergantungan (Dependancy Ratio)Adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang belumproduktif dan sudah tidak produktif kerja lagi dengan jumlah penduduk golongan umurproduktif kerja. Biasanya dinyatakan dalam persen (%). Penggolongan umur penduduk dalamkelompok produktif sangat berpengaruh dalam lapangan produktifitas kerjanya dalamlapangan produksi.DINAMIKA PENDUDUK Dinamika penduduk menunjukkan adanya factor perubahan dalam hal jumlahpenduduk yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk. Penduduk bertambah tidaklain karena adanya unsurr lahir, mati, datang dan pergi dari penduduk itu sendiri. Karenakeempat unsur tersebut maka pertambahan penduduk dapat dihutung dengan cara :pertambahan penduduk = ( lahir – mati) + ( datang – pergi ). Pertambahan penduduk alamikarena diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian . Unsur penentu dalam pertambahanpenduduk adalah tingkat fertilitas dan mortalitas.
  5. 5. Fertilitas adalah tingkat pertambahan anak yang dihitung dari jumlah kelahiran setiapseribu penduduk dalam satu tahun. Tingkat kelahiran yang dihitung dari kelahiran perseribupenduduk dalam satu tahun merupakan kelahiran secara kasar, sering disebut Crude birthRate (CBR). Disamping CBR ini dapat juga kita mencari tingkat kelahiran dari wanita umurtertentu yang disebut Age Specifica Fertility Rare (ASFR), yaitu diperhitungkan dari jumlahkelahiran dari tiap seribu wanita dalam usia produktif (tertentu) dalam satu tahun. Faktor kedua mempengaruhi pertumbuhan penduduk ialah mortalitas atau tingkatkematian secara kasar disebut Crude Date Rate (CDR), yaitu jumlah kematian pertahunperseribu penduduk. Bagaimana dengan dinamika penduduk Indonesia ?Untuk memproyeksikan penduduk dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :Pn = (1 + r) n x PoPn = jumlah penduduk yang dicari pada tahun tertentu (proyeksi penduduk)r = tingkat pertumbuhan penduduk dalam prosenn = jumlah dari tahun yang akan diketahuiPo = jumlah penduduk yang diketahui apa tahun dasarSebagai contoh :Tahun 1961 jumlah penduduk Indonsia 96 juta, dengan tingkat pertambahan penduduk 2,4 5,berapa penduduk Indonesia tahun 2001 ?Tahun 2001 penduduk Indonesia ( 1 + 2,4/100 ) 40 x 96 juta = 248 jutaIII. Kebudayaan dan KepribadianPertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di IndonesiaPerkembangan kebudayaan di Indonesia terbagi menjadi 3 zaman / masa kebudayaan, yaitu:Zaman Batu sampai Zaman LogamBerdasarkan pendapat-pendapat para ahli prehistoris, bahwa zaman batu terdapat menjadiZaman Batu Tua (Palaeolithikum) dan Zaman Batu Muda (Neolithikum), perbedaan antarakeduanya adalah pada zaman batu muda kehidupan sudah menetap dan adanya revolusi alat-alat keperluan penunjang kehidupan karena mereka telah mengenal dan memiliki kepandaianmengecor / mencairkan logam dari bijih besi dan menuangkan ke dalam cetakan danmendinginkannya. Kepandaian yang dimiliki pada zaman batu muda itulah yang menjadiawal mulanya zaman logam, yang jelas pada kenyataannya bahwa Indonesia sebelum zamanHindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya.
  6. 6. 2. Kebudayaan Hindu dan BudhaPada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, perpaduan dan akulturasi antarakebudayaan setempat berlangsung luwes dan mantap. Dan sekitar abad ke-5, agama / ajaranBudha masuk ke Indonesia. Ajaran Budha dikatakan berpandangan lebih maju, karena tidakmenghendaki adanya kasta-kasta di masyarakat. Namun walau demikian, kedua agama itutumbuh dan berkembang berdampingan secara damai.3. Kebudayaan IslamPada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Masuknya Islam ke Indonesia, teristimewa ke PulauJawa berlangsung dalam suasana damai, hal ini disebabkan tidak adanya paksaan dan adanyasikap toleransi yang dimiliki bangsa kita. Agama Islam berkembang pesat di Indonesia danmenjadi agama yang mendapat penganut dari sebagian besar penduduk Indonesia.IV. Kebudayaan BaratUnsur kebudayaan yang juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dankepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat, yang berawal ketika kaum kolonialis/ penjajah masuk ke Indonesia, terutama Belanda. Mulai dari kekuasaan perusahaan dagangBelanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan koloniallis Belanda, di kota-kota provinsi,kabupaten muncul bangunan-bangunan bergaya arsitektur ―Barat‖. Dalam kurun waktu itujuga, muncullah dua lapisan sosial, yaitu:- Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh- Lapisan sosial dari kaum pegawaiDalam lapisan sosail yang kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemahiranbahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Dan masih jugasebagai pengaruh kebudayaan Eropa ke Indonesia adalah masuknya agama Katolik danKristen Protestan, yang biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi agama(Missie untuk Katolik dan Zending untuk Kristen).Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, bahwa dalam menerima setiapkebudayaan yang datang dari luar, tidaklah mengabaikan kebudayaan yang telah dimilikisebelumnya, tetapi disesuaikanlah kebudayaan baru itu dengan yang lama.Sehubungan dengan itulah, penjelasan Undang Undang Dasar 1945 memberikan rumusantentang kebudayaan bangsa Indonesia adalah: ―kebudayaan yang timbul sebagai buah usahabudi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagaipuncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, dalampenjelasan UUD 1945 itu juga ditunjukkan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitumenuju ke arah kemajuan adab, budaya, dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahanbaru kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan kebudayaan bangsa Indonesia, sertamempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.BAB III. Individu, Keluarga, dan Masyarakat
  7. 7. 1) Pengertian IndividuIndividu berasal dari kata latin, ―individuum‖ yang artinya tak terbagi. Kata individumerupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil danterbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagimelainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikianpendapat Dr. A. Lysen. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidupberdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapioleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individuyang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang samaRasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-bendaisi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahanRasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri,mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untukmencerna apa yang diterima oleh panca indera.Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidupberdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilahyang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebutmasyarakat2) Pengertian KeluargaAda beberapa pandangan atau anggapan mengenai keluarga.Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.Lain halnya Adler berpendapat bahwa mahligai keluarga itu dibangun berdasarkan pda hasratatau nafsu berkuasa.Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktorpolitik , ekonomi dan keluarga. Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapatbahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalumengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak danberkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itub untuk memuliakan masing-masinganggotanya.3) Pengertian MasyarakatMasyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia.Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa ArabSyakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaulyang istilah ilmiahnya berinteraksi.Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
  8. 8. Ada beberapa pengertian masyarakat :Menurut Selo Sumarjan (1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yangmenghasilkan kebudayaan.Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yangberinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat olehsuatu rasa identitas yang sama.Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup danbekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalamkehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu keteganganorganisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yangterbagi secara ekonomiMenurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadiyang merupakan anggotanya.Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatifmandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayahtertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalamkelompok / kumpulan manusia tersebutTatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasarkehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompokmanusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.BAB IV. Pemuda dan Sosialisasi 1. Permasalahan Generasi Muda Berbagai permasalahan generasi yang muncul pada saat ini antara lain :Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasukjiwa pemuda.Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia,baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikangenerasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dansetengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnyaproduktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunannasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral bangsa.Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja.
  9. 9. Belum adanya peraturanm perundangan yang menyangkut generasi muda.2. Potensi-potensi Generasi MudaPotensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagaiberikut :a. Idealisme dan Daya KritisSecara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapatmelihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.Pengejawantahan idealisme dan daya kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawabyang seimbang.b. Dinamika dan KreativitasAdanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisandan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan,pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasanyang baru.c. Keberanian Mengambil ResikoPerubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset,terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperolehkemajuan. Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko.Untuk itu diperlukan kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasimuda sehingga mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.d. Optimis dan Kegairahan SemangatKegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahansemangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebihmaju lagi.e. Sikap Kemandirian dan Disiplin MurniGenerasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikapkemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar merekadapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.f. TerdidikWalaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam artikualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karenalebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.g. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
  10. 10. Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita.Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif.Akan tetapi, keanekaragaman masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatifjika ditempatka dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpahpemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.h. Patriotisme dan NasionalismePemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negaradikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebalsemangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI darisegala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat ini, generasi muda perlu dilibatkandalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional.i. Sikap KesatriaKemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasatanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkandikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilanbagi masyarakat dan bangsa.j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan TeknologiGenerasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu danteknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisatorterhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapanteknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana.BAB V. Warganegara dan Negara Warga Negara adalah keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (dalamnegara) dan mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Dan ada dua caraseseorang untuk memperoleh kewarganegaraan, yaitu :1. Menurut asal kelahiran Ius solis (menurut tempat kelahiran) yaitu penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat dimana ia dilahirkan. Sebagai contoh : Seseorang yang dilahirkan di negara Inggris maka ia kan menjadi warga negara Inggris, walaupun orang tuanya adalah warga negara Jerman. Asas ini dianut oleh negara Inggris, Amerika, Mesir dll. Ius sanguinis (menurut keturunan) yaitu penentuan status kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan dari negara mana ia berasal. Sebagai contoh : Seseorang yang dilahirkan di negara Indonesia, sedangkan orang tuanya berasal dari RRC, maka orang tersebut menjadi warga negara RCC. Asas ini dianut oleh negara RRC.2. NaturalisasiAdalah suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh statuskewarganegaraan. Misal : seseorang memperoleh status kewarganegaraan akibat dari
  11. 11. pernikahan, mengajukab permohonan, memilih/menolak status kewarganegaraan. Sedangkannaturalisasi di Indonesia dapat di bagi menjadi dua, yaitu : Naturalisasi BiasaSyarat-syaratnya adalah :- Telah berusia 21 tahun- Lahir di wilayah RI/bertempat tinggal yang paling minimal 5 tahun berturut atau 10 tahuntidak berturut-turut- Apabila ia seseorang laki-laki yang sudah kawin, ia perlu mendapat persetujuan istrinya- Dapat bebahasa Indonesia- Sehat jasmani & rohani- Mempunyai mata pencarian tetap- Tidak mempunyai kewarganegaraan lain Naturalisasi Istimewa : status kewarganegaraan yang diberikan kepada warga asing yang telah berjasa kepada negara RI dengan pernyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi WNI.Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer,ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlakubagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memilikipemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuandari negara lain.Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayahtersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lainkeberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada.Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui olehwarganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempatnegara itu berada.Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secarakhusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik.Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negaraberhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan. Di dalam pengertian ini, wargasuatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karenakeduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadipenting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yangberbeda-beda bagi warganya.Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan. Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpamenjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara danberhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Jugadimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.
  12. 12. Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban.Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untukmenyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi,layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupanmasyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan yangdiberikan di sekolah-sekolah.-undang No 9 tahun 1992.Contoh KasusJaksa Bersikukuh Istri Umar Patek Warga Negara FilipinaJakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) persidangan dengan terdakwa istri dari pelaku terorBom Bali 1 Umar Patek, Rukoyah binti Husein Huseno alias Fatimah Zahra, menolakargumentasi pengacara yang menyebut berkas dakwaan kabur karena ketidaksamaan identitaskewarganegaraan yang ada di berkas dan pengakuan terdakwa."Walau pun dia sudah 13 tahun menikah dengan laki-laki kewarganegaraan Indonesia tidakserta merta dia telah menjadi warga negara Indonesia, dia tetap harus mengurus statuskewarganegaraannya," kata JPU, Mayasari, usai persidangan dengan agenda tanggapan atasnota keberatan dakwaan yang disampaikan kuasa hukum terdakwa, di Pengadilan NegeriJakarta Timur, Kamis (10/11/2011).Senin (7/11) lalu, kuasa hukum terdakwa, Asludin Hatjani, menyampaikan nota keberatanatas dakwaan kliennya. Di dalam nota tersebut disebutkan bila dakwaan jaksa kabur karenaketidaksesuaian status warga negara Rukoyah di berkas jaksa dan pernyataan terdakwasendiri di depan Majelis Hakim yang diketuai Suharsono.Jaksa menyebut istri Umar Patek tersebut berkewarganegaraan Filipina. Namun saat hakimmenanyakan status warga negara, Rukoyah menyatakan dirinya adalah warga negaraIndonesia. Akibat ketidaksesuaian itu, pengacara menilai dakwaan jaksa kabur."Di berkas Kedubes Filipina pun disebutkan bila terdakwa adalah warga Filipina," ujar Maya.Dalam persidangan tadi, Jaksa berharap majelis hakim melanjutkan persidangan denganmemeriksa saksi perkara pemalsuan dokumen keimigrasian.Sidang ditunda Kamis (17/11) pekan depan dengan agenda pembacaan putusan sela dariMajelis Hakim. Dalam persidangan, pengacara terdakwa, Nurlan, meminta jaksa langsungmenyiapkan saksi untuk dihadirkan dalam persidangan."Umar Patek harus dihadirkan di persidangan, karena dia saksi kunci perkara," kata Nurlanusai persidangan.Saat disinggung kelaikan kesaksian Umar Patek di persidangan atas perkara yang menimpaRukoyah, berhubung keduanya adalah pasutri, Nurlan bersikukuh meski keduanya memilikihubungan keluarga kesaksian Umar Patek tetap diperlukan untuk membela kliennya.
  13. 13. "Tergantung bobotnya, walau pun ada aturan di KUHAP yang mengatur hubungan keluargatidak boleh memberikan kesaksian, tapi masih bisa didengarkan keterangannya," jelas Nurlankepada detikcom.Di persidangan sebelumnya, pengacara menolak tegas dakwaan Jaksa yang menyebutRukoyah bersalah melanggar pasal pemalsuan dokumen. Rukoyah, kata pengacara, hanyamengikuti keinginan suaminya membuat paspor palsu.Pengacara juga menegaskan, dalam perkara yang disidangkan seharusnya yang menjaditerdakwan dalam kasus tersebut adalah Heri Kuncoro dan suami terdakwa.Jaksa mendakwa Rukoyah dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 266 ayat 1 KUHP jo pasal 55ayat 1 (1) KUHP dan Pasal 266 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat.Terdakwa juga dikenai dakwaan alternatif Pasal 263 ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 (1)KUHP, atau Pasal 55 huruf c (3) Undang-undang No 9 tahun 1992 tentang Keimigrasian joPasal 55 ayat 1 (1), atau Pasal 55 ayat 1 UndangBAB VI. Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang hidup bersama, bercampur untuk waktuyang cukup lama, sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan dimana mereka merupakansistem hidup bersama. Unit terkecil masyarakat adalah keluarga terdiri dari bapak, ibu dananak.Perwujudan dari gejala stratifikasi sosial adalah adanya tingkatan tinggi dan rendah. Dasardan inti lapisan-lapisan didalam masyarakat adalah karena tidak adanya keseimbangan dalampembagian hak, kewajiban dan tanggung jawab, serta dalam pembagian nilai-nilai sosial anpengaruhnya diantara anggota masyarakat.Bagi masyarakat agraris, tanah adalah sesuatu yang paling dihargai; bagi masyarakat industri,uang adalah sesuatu yang paling dihargai. Pada masyarakat kota, pendidikan dapatmerupakan hal yang paling dihargai. Sumber-sumber seperti uang,tanah, pendidikan akanmenyebabkan adanya pelapisan. Golongan lapisan tertinggi dalam suatu masyarakat tertentudinamakan ―elite‖. Dengan demikian pelapisan berarti bahwa dalam masyarakat ada sejumlahkelompok masyarakat yang mempunyai posisi berbeda-beda dalam tata tertib sosialmasyarakat, dimana golongan-golongan itu mendapat atau menikmati hak-hak tertentu.Kedudukan adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial, sehubungandengan orang-orang lainnya didalam kelompok tersebut. Peranan menentukan apa yangdiperbuatnya bagi masyarakat serta kegiatan-kegiatan apa yang diberikan oleh masyarakatkepadanya. Dengan demikian peranan mempunyai fungsi penting, kerna mengatur kelakuanseseorang dan pada batas-batas tertentu dapat meramalkan perbuatan orang lain. Seseorangyang mempunyai kedudukan akan berperan sesuai dengan kedudukan tersebut; sesuai dengannilai yang diberikan masyarakat kepada guru, sehingga guru haruslah orang yang tingkahlakunya dapat digugu dan ditiru.Terjadinya pelapisan sosial
  14. 14. Terjadi dengan sendirinya, pada pelapisan yang terjadi dengan sendirinya, maka kedudukan seseorang pada suatu strata tertentu adalah secara otomatis, misalnya karena usia tua, karena pemilikan kepandaian yang lebih, atau kerabat pembuka tanah, seseorang yang memiliki bakat seni, atau sakti. Terjadi dengan disengaja, sistem palapisan ini disusun dengan sengaja ditujuan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam pelapisan ini ditentukan secar jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem ialah : sistem fungsional ; merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat. sistem scalar : merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas (vertical).Pembagian sistem Pelapisan Menurut SifatnyaMenurut sifatnya maka sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :1. sistem pelapisan masyarakat yang tertutup2. sistem pelapisan masyarakat yang terbukaKesamaan DerajatIndonesia, sebagai Negara yang lahir sebelum declaration of human right juga telahmencantumkan dalam paal-pasal UUD 1945 hak-hak azasi manusia. Pasal 2792) UUD 1945menyatakan bahwa, tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yanglayak bagi kemanusiaan. Pasal 29(2) menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaantiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurutagama dan kepercayaannya itu.Elite dan MassaDalam pengertian umum ―elite‖ menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakatmenempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orangterkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegangkekuasaan.Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : pertama menitikberatakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral.Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementerdan spotnan. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku. Cirri-cirimassa adalah : 1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. 2. Massa merupakan kelompok yang anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu- individu yang anonym 3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya.
  15. 15. BAB VII. Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat PedesaanPENGERTIAN MASYARAKAT Kelompok manusia yang disebut masyarakat mengalami proses yang fundamentalyaitu: adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota dan timbul perasaanberkelompok secara lambat laun.Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalahekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan,bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalamhidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yangdibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DAN MASYARAKAT PERKOTAAN Masyarakat pedesaan merupakan sekumpulan masyarakat yang tinggal ataubermukim di pedesaan. Umumnya masyarakat di pedesaan masih hidup jauh dari hingarbingar dan ke glamouran atau gaya hidup masyarakat perkotaan. Mata pencaharianmasyarakat pedesaan umumnya adalah berasal dari perkebunan atau pertanian. Hubunganantar masyarakat di pedesaan bisa dikatakan masih erat. Dengan kebiasaan ibu-ibu yangngobrol di suatu rumah penduduk, bapak – bapak yang sering melakukan kerja bakti bersamadan anak- anak yang bermain mainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok sehabispulang sekolah. Berebeda dengan masyarakat perkotaan, masyarakat ini hidup di hiruk pikukkesibukan kota. Dengan gaya hidup yang lebih tinggi dari pada masyarakat pedesaan, matapencaharian masyarakat perkotaan lebih dari perkantoran dan industri. Hubungan antarmasyarakat perkotaan bisa dibilang lebih renggang dari pada masyarakat pedesaan inidikarenaan kesibukan masyarakat perkotaan yang menjadikan antar individu di perkotaanjarang saling berintraksi.CIRI-CIRI NYA :1. jumlah dan kepadatan penduduk2. lingkungan hidup3. mata pencaharian4. corak kehidupan sosial5. stratifikasi sosial6. mobilitas sosial7. pola interaksi sosial8. solidaritas sosial9. kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasionalMASYARAKAT PEDESAAN Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yangbiasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu,sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa.Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasidan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah ―tidak berlaku‖. Masyarakatpedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa,
  16. 16. yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwaseseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapunia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demimasyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgaimasyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yangsama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebihmendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar bataswilayahnya.2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adaptistiadat, dan sebagainya Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebihmendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistemkehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994).Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalahpertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masihmemegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup daripertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuatgula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di sampingpertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja . Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang perananpenting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitanyang dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dansebagainya.Hakikat Dan Sifat Masyarakat Pedesaan Seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber bahwa masyarakat In¬donesia lebihdari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakatpedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kotasebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehinggaoleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan,keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir. Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikirtersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuhketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa olehsifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakatgemeinschaft (paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukanmasyarakat yang adem ayem. Tetapi sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macamgejala, khususnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaanpenuh dengan ketegangan-ketegangan sosial.
  17. 17. Gejala Masyarakat Pedesaana) Konflik ( Pertengkaran) Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang danharmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakatpedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yangselalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal inimenyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadiperistiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumahtangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran iturupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.b) Kontraversi (pertentangan) Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahlihukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaanmasyarakat.c) Kompetisi (Persiapan) Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yangmempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan denganmanifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisanegatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkanprestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanyaberhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkanfitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangandalam masyarakat.d) Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapatbekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakatyang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannyaadalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerjalebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli. Karena padaumumnya masyarakat sudah bekerja kerasMasyarakat Perkotaan Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. masyarakat kota lebihditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda denganmasyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantungpadaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batasyang nyata.4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperolehwarga kota dari pada warga desa.5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari padafaktor pribadi.
  18. 18. 6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhanindividu.7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanyaterbuka dalam menerima pengaruh dari luarUnsur Lingkungan PerkotaanSecara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan,yang mengandung 5 unsur yang meliputi :• Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempatberlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosialdalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan1. dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai denganpertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang2. memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapatmencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yangaman dan menyenangkan• Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karenaunsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.• Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untukmenyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, sertahubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.• Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhanpenduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian• Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapibelum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dankesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.Aspek Positif dan Negatifa. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketatsehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama,kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan laindikota.Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudahuntuk mendapatkan penghasilanb. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadiindustri kerajinan.c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempatpergaulan dengan segala macam kultur manusianya.e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atauuntuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah
  19. 19. BAB VIII. Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan ―Ilmu pengetahuan‖ lazim digunakan dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari duakata, ― ilmu ― dan ― pengetahuan ―, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri.Dikalangan ilmuwan ada keseragaman pendapat, bahwa ilmu itu selalu tersusun daripengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengansistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuansebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori(epistemologi), diantaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakanpengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Dan oleh Bacon & DavidHome pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kantpengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman. Dari berbagai macampandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide,kenyataan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanyasarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaranpengetahuan : Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuanyang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalahmerupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmupengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan, sehinggajelas ruang lingkup ujud yang menajdi objek penelaahannya. Atau dengan kata lainontologism merupakan objek formal dari suatu pengetahuan. Komponen aksiologis adalahasas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan objek yang merupakan bahan dalam penelitian,meliputi objek material sebagai bahan yang menadi tujuan penelitian bulat dan utuh, sertaobjek formal, yaitu sudut pandangan yang mengarah kepada persoalan yang menjadi pusatperhatian. Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaiankegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkankepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif.Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upayamencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifatilmiah, yang meliputi empat hal yaitu : Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
  20. 20. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran pengetahuan, serta sikapilmuwan itu sendiri sebagai dasar untuk langkah selanjutnya.TeknologiDalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlahdikatakan bahwa pengetahuan (body ofknowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state ofarts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut carabagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikanuntuk merealisasi tujuan produksi. ―secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisikdan biologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknoogi sosialpembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah merodesistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970).Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal danmemiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul ―the technological society‖ (1964) tidak mengatakanteknologi tetapi teknik, meskipun artinya sama. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidakhanya untuk mesin, teknologi atau prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkantotalitas metode yang dicapai secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikantingkat perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknologi penurut Elluladalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dandiperhingkan sebelumnya.Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut : Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis Teknik berkembang pada suatu kebudayaan Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.Teknologi yang berkembang denan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia.Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut : Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.
  21. 21. Alvin Tofler (1970) mengumpakana teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuahakselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya.Dengan meningkatnya ilmu pengetahuan secara kuantitatif dan kualtiatif, maka kiatmeningkat pula proses akselerasi yagn ditimbulkan oleh mesinpengubah, lebih-lebihteknologi mampu menghasilkan teknologi yang lebih banyak dan lebih baik lagi.Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapitidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem laindalam kerangka nasional seperti kemiskinan.KemiskinanKemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhanhidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidakcukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempatberteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yangdiperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal : Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan Posisi manusia dalam lingkungan sekitar Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawiPersepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkatpendidikan, adat istiadat, dan sistem nilai yang dimiliki. Dalamhal ini garis kemiskinan dapattinggi atau rendah. Terhadap posisi manusia dalam lingkungan sosial, bukan ukurankebutuhan pokok yang menentukan, melainkan bagaimana posisi pendapatannya ditengah-tengah masyarakat sekitarnya. Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secaramanusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai proteindan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklimdan lingkungan yang dialaminya.Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa dan tertuangkan dalam nilai uang sebgaipatokan bagi penetapan pendapatan minimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinanditentukan oleh tingkat pendapatan minilam ( versi bank dunia, dikota 75 $ dan desa 50 $ASperjiwa setahun, 1973) ( berapa sekarang ? ).Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memilikicirri-ciri sebagai berikut : Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tigaunsure : Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural. Selaindisebabkan oleh hal – hal tersebut, juga
  22. 22. dimanfaatkan oleh sikap ―penenangan‖ atau ―nrimo‖, memandang kemiskinan sebagai nasib, malahan sebagai takdir Tuhan. Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga. Kemiskinan (yagn membudaya) itu disebabkan oleh dan selama proses perubahan sosial secara fundamental, seperti transisi dari feodalisme ke kapitalisme, perubahan teknologi yang cepat, kolonialisme, dsb.obatnya tidak lain adalah revolusi yang sama radikal dan meluasnya.BAB IX. Agama dan masyarakatPengertian agama dan masyarakat Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (SoerjonoSoekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistematau prinsip kepercayaan kepada Tuhan , atau juga disebut dengan nama Dewa atau namalainnya dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengankepercayaan tersebut. Sedangkan Agama di Indonesia memegang peranan penting dalamkehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila :―Ketuhanan Yang Maha Esa‖. Sejumlah agama di Indonesia berpengaruh secara kolektifterhadap politik , ekonomi dan budaya . Di tahun 2000 , kira-kira 86,1% dari 240.271.522penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam , 5,7% Protestan , 3% Katolik , 1,8% Hindu , dan3,4% kepercayaan lainnya.Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa ―tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untukmemilih dan mempraktikkan kepercayaannya‖ dan ―menjamin semuanya akan kebebasanuntuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya‖. Pemerintah, bagaimanapun, secararesmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha danKonghucu .Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antaragama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesiamemainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Programtransmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timurIndonesia.Berdasar sejarah, kaum pendatang telah menjadi pendorong utama keanekaragaman agamadan kultur di dalam negeri dengan pendatang dari India , Tiongkok , Portugal , Arab , danBelanda . Bagaimanapun, hal ini sudah berubah sejak beberapa perubahan telah dibuat untukmenyesuaikan kultur di Indonesia .Berdasarkan Penjelasan Atas Penetapan Presiden No 1 Tahun 1965 Tentang PencegahanPenyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pasal 1, ―Agama-agama yang dipeluk olehpenduduk di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu(Confusius)‖.Islam : Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan88% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam . Mayoritas Muslim dapat dijumpai
  23. 23. di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera . Masuknya agama islam keIndonesia melalui perdagangan.Hindu : Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi,bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha , yang kemudian menghasilkansejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai , Mataram dan Majapahit .Budha : Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia , tiba pada sekitar abad keenammasehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu.Kristen Katolik : Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagianpertama abad ketujuh di Sumatera Utara. Dan pada abad ke-14 dan ke-15 telah ada umatKatolik di Sumatera Selatan. Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsaPortugis, yang kemudian diikuti bangsa Spanyol yang berdagang rempah-rempah. Kristen Protestan : Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda(VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengansukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia.Agama iniberkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan paramisionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua danlebih sedikit di kepulauan Sunda .Konghucu : Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh parapedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang Tionghoa tibadi kepulauan Nusantara . Berbeda dengan agama yang lain, Konghucu lebih menitik beratkanpada kepercayaan dan praktik yang individual.Fungsi agamaAgama dalam kehidupan masyarakat sangat penting, misalnya saja dalam pembentukanindividu seseorang. Fungsi agama dalam masyarakat adalah:fungsi agama di bidang social : dimana agama bisa membantu para anggota-anggotamasyarakat dalam kewajiban social.Fungsi agama dalam keluarga fungsi agama dalam sosialisasi: dapat membantu individu untuk menjadi lebih baikdiantara lingkungan masyarakat-masyarakat yang lain supaya dapat berinteraksi dengan baik.Dimensi komitmen agamaDimensi komitmen agama menurut Roland Robertson:dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganutpandangan teologis tertentu.Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakankomitmen agama secara nyata.Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan.Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu.Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.Pelembagaan agama
  24. 24. Tiga tipe kaitan agama dengan masyarakat:a. masyarakat dan nilai-nilai sacralb. masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang berkembangc. masyarakat-masyarakat industri sekulerPelembagaan agama Pelembagaan agama adalah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknyaserta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruhkepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari.Agama, konflik dan masyarakat Upacara-upacara yang bernuansa agama suku bukannya semakin berkurang tetapikelihatannya semakin marak di mana-mana terutama di sejumlah desa-desa.Misalnya saja,demi pariwisata yang mendatangkan banyak uang bagi para pelaku pariwisata, maka upacara-upacara adat yang notabene adalah upacara agama suku mulai dihidupkan di daerah-daerah. Upacara-upacara agama suku yang selama ini ditekan dan dimarjinalisasikan tumbuhsangat subur. Anehnya sebab bukan hanya orang yang masih tinggal di kampung yangmenyambut angin segar itu dengan antusias tetapi ternyata orang yang lama tinggal dikotapun menyambutnya dengan semangat membara. Misalnya pemilihan hari-hari tertentuyang diklaim sebagai hari baik untuk melaksanakan suatu upacara. Hal ini semakin menariksebab mereka itu pada umumnya merupakan pemeluk yang ― fanatik‖ dari salah satu agamamonoteis bahkan pejabat atau pimpinan agama. Jadi pada jaman sekarang pun masih banyaksekali hal yang menghubungkan agama dengan kepercayaan-kepercayaan seperti itu sehinggabisa menimbulkan konflik bagi masyarakat itu sendiri.BAB X . Prasangka, Diskriminasi, dan Etnosentrisme Perbedaan kepentingan merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaankepentingan. Bila perbedaan kepentingan itu terjadi pada kelompok-kelompok tertentu,misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu termasukantara mayoritas dan minoritas.Prasangka dan DiskriminasiPrasangka atau prejudice berasal dari kata latian prejudicium, yang pengertiannya sekarangmengalami perkembangan sebagia berikut : semula diartikan sebagai suatu presenden, artinya keputusan diambil atas dasar pengalaman yang lalu dalam bahas Inggris mengandung arti pengambilan keputusan tanpa penelitian dan pertimbangan yagn cermat, tergesa-gesa atau tidak matang untuk mengatakan prasangka dipersyaratkan pelibatan unsur-unsur emosilan (suka atau tidak suka) dalam keputusan yang telah diambil tersebutDalam konteks rasial, prasangka diartikan:‖suatu sikap terhadap anggota kelompok etnis atauras tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi ‖. Dalam hal ini terkandungsuatu ketidakadilan dalam arti sikap yang diambilkan dari beberapa pengalaman dan yangdidengarnya, kemudian disimpulkan sebagai sifat dari anggota seluruh kelompok etnis.
  25. 25. Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwasesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Baha arab menyebutnya ―sukhudzon‖.Orang, secara serta merta tanpa timbang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisilain bahasa arab ―khusudzon‖ yaitu anggapan baik terhadap sesuatu.Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. MenurutMorgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarifterhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atauberingkah laku. Oleh karena itu bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atautindakan. Jadi prasangka merupakan kecenderungan yang tidak nampak, dan sebagai tindaklanjutnya timbul tindakan, aksi yang sifatnya realistis. Dengan demikian diskriminatifmerupakan tindakan yang relaistis, sedangkan prsangka tidak realistis dan hanya diketahuioleh diri individu masing-masing.Prasangka ini sebagian bear sifatnya apriori, mendahului pengalaman sendiri (tidakberdasarkan pengalaman sendiri), karena merupakan hasil peniruan atau pengoperanlangsung pola orang lain. Prasangka bisa diartikan suatu sikap yang telampau tergesa-gesa,berdasarkan generalisasi yang terlampau cepat, sifat berat sebelah, dan dibarengi prosessimplifikasi (terlalu menyederhanakan) terhadap sesuatu realita. Dalam kehidupan sehari-hariprasangka ini banyak dimuati emosi-emosi atau unsure efektif yang kuat.Tidak sedikit orang yang mudah berprasangka, namun banyak juga orang-orang yang lebihsukar berprasangka. Mengapa terjadi perbedaan cukup menyolok ? tampaknya kepribadiandan inteligensi, juga factor lingkungan cukup berkaitan engan munculnya prasangka. Orangyang berinteligensi tinggi, lebih sukar berprasangka, mengapa ? karena orang-orang macamini berikap dan bersifat kritis. Prasangka bersumber dari suatu sikap. Diskriminasimenunjukkan pada suatu tindakan. Dalam pergaulan sehari-hari sikap prasangka dandiskriminasi seolah-olah menyatu, tak dapat dipisahkan. Seseorang yagn mempunyaiprasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya.Walaupun begitu, biasa saja seseorang bertindak diskriminatof tanpa latar belakangprasangka. Demikian jgua sebaliknya seseorang yang berprasangka dapat saja bertindak tidakdiskriminatif.Sebab-sebab timbulnya prasangka dan diskriminasi :1. berlatar belakang sejarah2. dilatar-belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situasional3. bersumber dari factor kepribadian4. berlatang belakang perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agamaUsaha-usaha mengurangi/menghilangkan prasangka dan diskriminai1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi2. Perluasan kesempatan belajar3. Sikap terbuka dan sikap lapangETNOSENTRISME
  26. 26. Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-normakebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakansebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilaikelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkahlaku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.SIKAP DAN PRASANGKAKarena prasangka itu suatu sikap, yaitu sikap sosial, maka terlebih dahulu sikap perludirumuskan. Sikap menurut morgan (1966) adalah kecenderungan untuk berespon, baiksecara positif maupun negatif, terhadap orag, obyek, atau situasi. Tentu saja kecenderunganuntuk berespon ini meliputi perasaan atau pandangannya, yang tidak sama dengan tingkahlaku. Sikap seseorang baru diketahui bia ia sudah bertingkah laku. sikap merupakan salahsatu determinan dari tingkah laku, selain motivasi dan norma masyarakat.Oleh karena itukadang-kadang sikap bertentangan dengan tingkah laku.Karena berbeda dengan pengetahuan (knowledge), dalam sikap terkandung suatu penilaianemosional yangdapat berupa suka, tidak suka, senang, sedih, cinta, benci, dan sebagainya.Karena dalam sikap ada ‖suatu kecenderungan berespon‖. maka seseroang mempunya isikapyang umumnya mengetahui perilaku atau tindakan apa yang akan dilakukan bila bertemudengan obyeknya. Dari uraian tersebut dapatlah disimpulkan, bahwa sikap mempunyaikomponen-komponen, yaitu : kognitif : artinya memiliki pengetahuan mengenai objek sikapnya terlepas pengetahuan itu benar atau salah Afektif: artinya dalam bersikap akan selalu mempunyai evaluasi emosinal (setuju- tidak setuju) mengenai objeknya Konatif: artinya kecenderungan bertingkah laku bila bertemu dengan objek sikapnya, mulai dari bentuk yang positif (tindakan sosialisasi) samapai pada yang aktif (tindakan menyerang)Pertentangan-pertentangan sosial / ketegangan dalam masyarakatKonflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari padayang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atauperang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri darisituasi konflik yaitu : Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan- kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan- gagasan Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yangsering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadipaa lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepaa lingkungan yang luas yaitumasyarakat. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang
  27. 27. Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai- nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka. para taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio- ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan- kebudayaan lain.Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah : elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihakTentang EntrosentrismeUntuk dapat melihat dunia, dan mencari ilmu yang sesunggguhnya. ada baiknya kita hindarimelihat segala hal tersebut secara netral dan saksama. karena, dengan kita selalu melihatsegala sesuatu (terutama ilmu pengetahuan dan dunia) dari segi budaya yang kita miliki,maka kita tidak akan mendapatkan esensi hal-hal tersebut secara utuh dan menyeluruh.————————————————————————————————————— 1. Prof.DR.Jusuf Amir Feisal. Reorientasi Pendidikan Islam. http://tinyurl.com/23zj4e5 , 25 september 2010 2. Prof, Dr. H. Soedijarto, MA, Guru Besar (EM) UNJ, Ketua Umum ISPI, Ketua DD CINAPS,Anggota Forum Konstitusi. Makna Mengembangkan Kemampuan dalam membentuk watak.http://tinyurl.com/28zka6y , 25 september 2010 3. Achmad Sulfikar. Ilmu Sosial dasar – definisi. http://sulfikar.com/ilmu-sosial-dasar- defenisi-kuliah-i.html . 26 september 2010 4. Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. http://organisasi.org/definisi- pengertian-sosiologi-objek-tujuan-pokok-bahasan-dan-bapak-ilmu-sosiologi , 26 september 2010 5. Soerjono Soekanto/ Definisi. Pengertian Masalah Sosial dan Jenis/Macam Masalah Sosial Dalam Masyarakat. http://organisasi.org/definisi-pengertian-masalah-sosial- dan-jenis-macam-masalah-sosial-dalam-masyarakat , 26 september 2010
  28. 28. 6. - .Social Problems. http://en.wikiversity.org/wiki/Social_problems . 26 september 20107. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/8. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd9. http://widyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6385/ISD-OL.doc10. http://rangga-neverdie.blogspot.com/2012/01/masyarakat-perkotaan-dan- masyarakat.html11. http://soaseo.blogspot.com/12. http://ervannur.wordpress.com/2010/09/26/isd-sebagai-salah-satu-mkdu/13. http://zakariazeky.wordpress.com/2012/02/02/bab-10-agama-dan-masyarakat/

×