KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN         PSIKOLOGI UMUM            DISUSUN OLEH        DEVI OKTAVIA UTAMI          NAILIL INAY...
KATA PENGANTAR    Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena dengan rahmatnyakami dapat membuat makalah ...
DAFTAR ISI  Kata Pengantar ..................................................................................................
PENDAHULUANA. Latar Belakang     Komunikasi merupakan suatu hal yang paling penting dan merupakan aspek yangpaling komplek...
C.Tujuan1.Mengetahui mengenai deskripsi komunikasi dalam konteks sosial.2.Mengetahui mengenai deskripsi komunikasi dalam k...
PEMBAHASANA. Komunikasi dalam konteks sosial       Manusia sebagai makhluk biologis sekaligus sebagai mahluk sosial (monod...
Komunikasi kelompok    Kelompok adalah sekumpulan kecil orang yang saling berinteraksi, biasanya tatapmukadalam waktu yang...
kesamaan dan ketidaksamaan yang dicapai dalam integrasi sosial antara komunikator dankomunikan.C. Komunikasi dalam Konteks...
Kepercayaan lebih dalam dan lebih personal dibandingkan agama yang terorganisasi.Kepercayaan terkait dengan nilai transede...
PENUTUPA. Kesimpulan       Komunikasi sangatlah penting dalam setiap konteks kehidupan manusia.Sebagaiperawat,kita sudah s...
DAFTAR PUSTAKAKozier, Barbara, dkk. 2010. Fundamental Keperawatan. Jakarta :EGC.Potter, Patricia A., dan Anne G. Perry. 20...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Komunikasi keperawatan

9,742

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • kalo boleh tanya : apa ja komponen/elemen/unsuu pokok penting dalam komunikasi efektif keperawatan ? mohon petunjuk
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
9,742
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Komunikasi keperawatan

  1. 1. KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN PSIKOLOGI UMUM DISUSUN OLEH DEVI OKTAVIA UTAMI NAILIL INAYAHUNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ILMU KEPERAWATAN 2012 1
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,karena dengan rahmatnyakami dapat membuat makalah tentang “Komunikasi Dalam Konteks Sosial,dan Budaya sertaKeyakinan”. Makalah ini kami buat,bertujuan agar Mahasiswa/i dapat mengetahui dan memperdalammateri tentang “Komunikasi dalam Konteks Sosial,Budaya dan Keyakinan”. Dan makalah inikami buat untuk mengambil nilai individu maupun kelompok pada materi yang akan kamibahas ini. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Halida Septiana,S.Kep.Ners.selaku dosen pembimbing , teman-teman,dan rekan-rekan yang telah mendukung kami dalammembuat makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Dalam pembuatan makalah ini kami mengalami sedikit hambatan. Seperti sulitnyamendapat informasi akurat dan terpercaya dari sumber-sumber yang terkait dan denganketerbatasan waktu yang di berikan. Kami harap setelah anda membaca makalah ini,anda dapat mengetahui tentang“Komunikasi Dalam Konteks Sosial,dan Budaya serta Keyakinan “,yang akan kami bahasdalam makalah ini, serta dapat memberikan wawasan yang luas kepada pembaca. Kamimenyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saranyang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan demi penyempurnaan danperbaikan makalah ini. Pontianak, 30 Desember 2011 Penyusun 2
  3. 3. DAFTAR ISI Kata Pengantar ...............................................................................................................2 Daftar isi .........................................................................................................................3 Pendahuluan Latar Belakang ................................................................................................4 Rumusan Masalah ...........................................................................................4 Tujuan .............................................................................................................5Pembahasan........................................................................................................................6 Penutup Kesimpulan ......................................................................................................10 Saran ................................................................................................................10 Daftar Pustaka ................................................................................................................11 3
  4. 4. PENDAHULUANA. Latar Belakang Komunikasi merupakan suatu hal yang paling penting dan merupakan aspek yangpaling kompleks dalam kehidupan manusia. Menurut sejumlah penelitian, 75 persen dariseluruh waktu kita dipakai untuk berkomunikasi. Kehidupan kita sehari-hari memang sangatkuat dipengaruhi oleh komunikasi dengan orang lain, baik melalui pesan-pesan yang diterimadari orang lain yang bahkan tidak dikenal baik, dan juga komunikator yang dekat maupunjauh jaraknya. Dalam konteks sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup tanpa manusia lain.Karena itu, dalam menjalin hubungan dengan manusia lain memerlukan komunikasi. Kitasebagai muslim begitu bangun tidur mendengar adzan dan melakukan salat Subuh. Inikomunikasi antara dirinya dengan Sang Pencipta. Ketika salat, terkadang kita meneteskan airmata, sambil memohon diberi petunjuk oleh Sang Pencipta. Begitu pula manusia sejak lahir,pada dasarnya sudah berkomunikasi. Contohnya, seorang bayi dengan cara menangismengomunikasikan keinginannya. Seorang ibu memiliki naluri sehingga mengerti maksudtangisan bayinya yang belum bicara, misalnya saja dengan segera memberikan air susu ibu(ASI). Bila seseorang berbicara dan temannya tidak mendengarkan, maka tak ada pembagiandan komunikasi. Jika orang pertama menulis dalam bahasa Inggris dan orang kedua tidakdapat membaca bahasa Inggris, maka tidak ada pembagian dan tak ada komunikasi. Dari apayang dilakukan, komunikasi dalam kehidupan manusia sebenarnya merupakan hal pokok.Melalui komunikasi, orang bakhan dapat memengaruhi dan mengubah sikap orang lain,membentuk konsensus dan membuat keputusan. Dengan melihat contoh tersebut, kita dapatmelihat eksistensi manusia dan hubungan sosial dengan lingkungan sosialnya, sehinggakualitas sosial manusia ditentukan bagaimana berkomunikasi.Untuk itulah sangat untuk kitamempelajari dan memahami pentingnya komunikasi dalam kehidupansosial,budaya,dankeyakinan kita.B.Rumusan Masalah1.Bagaimanakah komunikasi dalam konteks sosial?2.Bagaimanakah komunikasi dalam konteks budaya?3.Bagaimanakah komunikasi dalam konteks keyakinan atau ritual? 4
  5. 5. C.Tujuan1.Mengetahui mengenai deskripsi komunikasi dalam konteks sosial.2.Mengetahui mengenai deskripsi komunikasi dalam konteks budaya.3.Mengetahui mengenai deskripsi komunikasi dalam konteks keyakinan. 5
  6. 6. PEMBAHASANA. Komunikasi dalam konteks sosial Manusia sebagai makhluk biologis sekaligus sebagai mahluk sosial (monodualisme),maka kebutuhan akan orang lain adalah sebuahkeniscayaan. Dengan demikian interaksi sosialjuga merupakan keniscayaan.Bentuk-bentuk interaksi sosial diantaranya adalah Kontak danKOMUNIKASI. Interaksi merupakan proses dan tempat makna, peran, peraturan serta nilaibudaya yang di jalankan. Komunikasi adalah salah satu bentuk interaksi sosial. Sebagaimakhluk sosial, manusia berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya ada. Komunikasi adalahpernyataan eksistensi diri dalam lingkungan sosialnya, dalam kelompoknya.Fungsikomunikasi sebagai komunikasi sosial setidak-tidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasiitu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsunganhidup,memperoleh kebahagiaan, terhindar dari ketegangan, memupuk hubungan denganorang lain.Charles Herbert Mead mengatakan bahwa setiap manusia mengembangkan konsepdirinya melalui interaksi dengan orang lain dalam masyarakat dan itu dilakukan lewatkomunikasi. Jadi kita mengenal diri kita melalui orang lain yang menjadi cermin yangmemantulkan bayangan kita. “Diri” dipandang sebagai konsep spesifik budaya atauetnik.Dari uraian ini maka komunikasi dalam konteks adalah membahas komunikasi dalamkonteks sosiologis (bisa dalam konteks hubungan/interaksi sosial, struktur sosial, atau tatanansosial tertentu) untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok.Faktor sosial tertentu mempengaruhiproses komunikasi. Komunikasi berhubungan dengan perilaku manusia dan kepuasan terpenuhinyakebutuhan berinteraksi dengan manusia lainnya.Setiap perilaku manusia memiliki potensikomunikasi. Oleh karena itu, kita tidak bisa tidak mesti berkomunikasi. Setiap perilaku yangdapat diartikan atau dimaknai adalah pesan. KONTEKS SOSIAL menentukan hubungan sosial antara sumber danpenerima.Perbedaan posisi, (atasan-bawahan, orangtua-anak, guru-murid, dokter-pasien,hakim-terdakwa) dan atau perbedaan struktur sosial (kaya-miskin, ahli-awam)mempengaruhiproses social. Bagaimanapun konteks social tersebut akanmempengaruhi komunikasi. Bahasayang digunakan, penghormatan seseorang, waktu,suasana hati, siapa berbicara dengan siapa,derajat kegugupan atau kepercayaan diri,semuanya itu merupakan bagian kecil dari aspek-aspek komunikasi yang dipengaruhioleh konteks social. 6
  7. 7. Komunikasi kelompok Kelompok adalah sekumpulan kecil orang yang saling berinteraksi, biasanya tatapmukadalam waktu yang lama guna mencapai tujuan tertentu. BURGOON dan RUFFNERRmemberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksitatap muka dari tiga atau lebihindividu guna memperoleh maksud atau tujuan yangdikehendaki seperi berbagai informasi,pemeliharaan diri, atau pemecahan masalahsehingga semua anggota dapat menumbuhkankarakteristik pribadi anggota lainnyadengan akurat.Karakteristik Komunikasi kelompok:Norma dan peran .B. Komunikasi dalam Konteks Budaya Budaya adalah jumlah total dari mempelajari cara berbuat,berpikir,danmerasakan.Budaya merupakan bentuk kondisi yang menunjukan dirinya melalui tingkahlaku.Bahasa,pembawaan,nilai,dan gerakan tubuh merefleksikan asal budaya.Dalamkeperawatan, budaya mempengaruhi cara klien dan perawat melakukan hubungan satu samalain dalam berbagai situasi.Perawat belajar untuk mengetahui makna budaya dalam proseskomunikasi.Pengaruh budaya menetapkan batas bagaimana seseorang bertindak danberkomunikasi. Budaya juga mempengaruhi metode komunikasi tentang gejala atau perasaanmenderita pada orang lain.Perbedaan muncul dalam penyingkapan diri atau ketika keinginanmenunjukan emosi dan informasi psikologis pada orang lain.Misalnya orang Amerika danEropa lebih terbuka dan ingin mendiskusikan masalah keluarga yang pribadi,sedangkanorang Amerika Latin,Afrika,Asia enggan untuk mengemukakan informasi pribadi ataukeluarga pada orang asing seperti perawat atau dokter.Perbedaan bahasa juga dapatmerintangi komunikasi dan hubungan.Ketika perawat melakukan perawatan pada klien yangberbicara dalam bahasa yang berbeda,mungkin diperlukan seorang penerjemah.Selain untukkegiatan sosial atau untuk aktifitas perawatan,penerjemah rumah sakit diperuntukan bagianggota keluarga.Penerjemah rumah sakit umumnya memeahami terminologi medis dandapat menyampaikan kebijakan dan prosedur rumah sakit. Prinsip-prinsip komunikasi dalam penerapan konteks kebudayaan akan lebih dapatdipahami dalam konteks perbedaan budaya dalam mempersepsi obyek-obyek sosial tertentu.Kemiripan budaya dalam persepsi memungkinkan pemberian makna yang mirip terhadapsuatu obyek sosial atau peristiwa. Masalah-masalah kecil yang timbul dalam komunikasiseringkali akibat dari perbedaan persepsi. Perbedaan persepsi ini diakibatkan oleh derajat 7
  8. 8. kesamaan dan ketidaksamaan yang dicapai dalam integrasi sosial antara komunikator dankomunikan.C. Komunikasi dalam Konteks KeyakinanKonsep yang Berkaitan Dengan Spiritualitas Keyakinan agama dan Keyakinan Spiritual adalah bagian integral dari keyakinanbudaya seseorang dan dapat memperngaruhi keyakinan klien mengenai penyebab penyakit,praktek penyembuhan, dan pilihan tabib atau pemberi perawatan kesehatan. Keyakianspiritual dan agama dapat menjadi sumber kekuatan dan kenyamanan bagi klien yangmenderita penyakit atau krisis atau menjelang ajal.Spiritualitas agama dan kepercayaan Spiritualitas, agama, dan kepercayaan merupakan hal yang berbeda meskipunseringkali tertukar penggunaaannya. Perawat harus menyadari perbedaannya untukmendalami kedalaman perasaan yang dimiliki klien mengenai keyakinan mereka. Kataspiritual berasal dari bahasa latin yaitu spiritus yang memiliki arti meniup atau bernafas (kataasal yang sama juga untuk inspirasi dan respirasi) dan memiliki makna yang memberikankehidupan atau intisari pada jiwa. Jadi, spiritualitas adalah keyakinan atau hubungan dengankekuatan yang lebih tinggi, kekuasaan pencipta, illahiah, atau sumber energi tak terbatas.Sebagai contoh seorang dapat mempercayai Allah. Agama didefinisikan oleh Dossey, keegan, dan guzzetta sebagai “suatu sistem keyakinanyang terorganisasi yang dimiliki oleh sekelompok orang dan praktik, termasuk ibadah terkaitdengan sistem tersebut.” Agama memberikan cara mengeksperesikan spiritual yangmemandu manusia dalam berespon terhadap pertanyaan dan krisis hidup. Menurut Vardey(1995) agama yang terorganisasi menawarkan: 1. Suatu rasa komunitas karena keyakian yang sama 2. Studi kolektif mengenai kitab suci 3. Pelaksanaan ritual 4. Penggunaan disiplin dan praktik, firman dan sakramen 5. Cara menjaga jiwa seseorang (seperti berkuasa, berdoa dan meditasi) 8
  9. 9. Kepercayaan lebih dalam dan lebih personal dibandingkan agama yang terorganisasi.Kepercayaan terkait dengan nilai transeden seseorang dan berhubungan dengan kekuatanyang lebih tinggi ke Tuhan.Doa dan meditasi Doa adalah komunikasi atau petisi terhadap Tuhan dengan kata-kata atau denganpikiran. Meditasi adalah refleksi atau perenungan internal. Doa atau meditasi merupakanbagian dari sebgaian besar agama. Bergantung pada agama tertentu, doa adalah suatukomunikasi dengan Tuhan atau Allah. Kita sebagai muslim begitu bangun tidur mendengar adzan dan melakukan salatSubuh. Ini komunikasi antara dirinya dengan Sang Pencipta. Ketika salat, terkadang kitameneteskan air mata, sambil memohon diberi petunjuk oleh Sang Pencipta. Begitu pulamanusia sejak lahir, pada dasarnya sudah berkomunikasi. 9
  10. 10. PENUTUPA. Kesimpulan Komunikasi sangatlah penting dalam setiap konteks kehidupan manusia.Sebagaiperawat,kita sudah semestinya mempelajari dan memahami berbagai macam komunikasidalam konteks-konteks yang berbeda sehingga memudahkan kita dalam melakukan tindakankeperawatan yang benar dan tepat terhadap pasien.Dengan telah mengetahui perankomunikasi secara tidak langsung melalui pembelajaran ini yaitu konsep komunikasi dalamkonteks sosial,dan budaya, serta keyakinan.B. Saran Kita sebagai calon perawat masa depan yang profesioanal hendaklah kitamempraktikkan konsep komunikasi dalam konteks yang berbeda ini yaitu dalam kontekssosial,dan budaya,serta keyakinan dengan sungguh-sungguh sehingga kita dapat memahamipasien atau klien kita dengan benar dan tepat.Bukan hanya sekedar teori belaka. 10
  11. 11. DAFTAR PUSTAKAKozier, Barbara, dkk. 2010. Fundamental Keperawatan. Jakarta :EGC.Potter, Patricia A., dan Anne G. Perry. 2009. Fundamental Keperawatan. Jakarta :Salemba Medika.Koeing Blais, Kathleen dkk. 2007. Praktik Keperawatan Professional. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran.Hidayat A. Aziz Alimul. (2007). PengantarKonsepDasarKeperawatanEds 2.Jakarta:SalembaMedikaAsmadi.(2008).KonsepDasarKeperawatan. Jakarta:PenerbitBukuKedokteranEGChttp://yayannerz.blogspot.com/2011/03/komunikasi dalam konteks sosial dan budaya.html#ixzz1fnblvIlGAnonim2009. komunikasi di aksesselasa 28agustus 2011 pukul14:15 11

×