Kimia dasar

1,862
-1

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,862
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
28
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kimia dasar

  1. 1. Senyawa : 1. Terbentuk melalui reaksi kimia 2. Pebandingan komponen yang menyusun senyawa selalu tertentu dan tetap 3. Komponen-komponen senyawa kehilangan sifatnya semula 4. Tidak dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan cara-cara fisis, melainkan harus melalui reaksi kimia Campuran : 1. Terbentuk tanpa reaksi kimia 2. Perbandingan komponen yang menyusun campuran tidak tertentu dan dapat sembarangan 3. Komponen-komponen campuran tetap memiliki sifat masing-masing 4. Dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya melalui cara fisis
  2. 2. Perbedaan Unsur, Senyawa dan Campuran Posted by siswandi adinugroho on 6 Oktober 2009 Posted in: IPA dan Siswaku. 51 komentar 215 Votes Unsur, Senyawa dan Campuran dapat kita beda-bedakan dilihat dari sifat kimia dan fisikannya. Kita dapat menemukan unsur dalam keadaan bebas, artinya unsur tersebut tidak bergabung dengan unsur lain membentuk senyawa. Namun demikian, di alam ini lebih banyak ditemukan unsur yang senantiasa mengadakan ikatan dengan unusr lain. Unsur-unsur demikian disebut dengan unsur yang reaktif. Apakah perbedaan antara unsur, senyawa dan campuran tersebut? a.Perbedaan Unsur dan Senyawa Unsur merupakan penyusun senyawa. Meskipun demikian, sifat-si fat tidak dapat di temukan pada senyawa. Senyawa telah menjelma menjadi zat yang baru. Contoh: Reaksi adalah pembakaran antara logam magnesium (Mg) dan oksigen (O2), diperoleh zat baru yang disebut senyawa, yaitu: Mg + O2 ——–> MgO Pada reaksi tersebut, dihasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dari unsur-unsur penyusunnya. b. Perbedaan Unsur dan Campuran Dalam suatu campuran yang terdiri dari beberapa unsur, sifat-sifat unusur dapat diidentifikasi/diketahui. Artinya, sifat-sifat unsur yang semula (awal) tidak berubah ketika unusur tersebut bercampur dengan unsur lain membentuk suatu campuran. hal ini
  3. 3. dikarenakan proses pemebntukan campuran terjadi secara fisika. Ada dua sifat campuran, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. c. Perbedaan Senyawa dan Campuran Komposisi unsur-unsur penyusun suatu campuran tidak tertentu sehingga kita tidak dapat menentukan rumus kimia suatu campuran. Berbeda halnya dengan senyawa yang memiliki komposisi penyusun yang tetap. Perbedaan senyawa dan campuran yang lain adalah pemisahan campuran pada umumnya dapat dilakukan secara fisika. Pemisahan secara fisika adalah pemisahan suatu zat berdasarkan sifat-sifat fisika suatu benda yang meliputi ukuran partikel dan titik didih. Contoh, pemisahan campuran batu dan pasir dilakukan dengan pengayakan. Contoh lain, adalah pemisahan fraksi minyak bumi dilakukan dengan teknik Distilasi, yaitu pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih masing-masing komponen di dalam campuran. Sedangkan, cara pemisahan senyawa menjadi zat-zat penyusunnya yang berupa unsurunsur dilakukan secara kimia, artinya reaksi gerjadi pada tingkat molekuler yang melibatkan pengubahan, penataan, dan pengaturan kembali atom-atom penyusun senyawa tersebut. Contohnya, untuk mendapatkan Hidrogen dan Oksigen dari air dapat dilakukan dengan elektrolisis. Reaksi elektrolisis, air secara sederhana dituliskan sbb: H20 ——–> H + O
  4. 4. 4. Hukum Dasar Kimia BAHAN AJAR (9) Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester :X/1 Standar Kompetensi : 2. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Kompetensi Dasar : 2.2 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui data percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia Indikator 2.2.1 : Membuktikan hukum lavoisier melalui data percobaan 2.2.2 Membuktikan hukum Proust melalui data percobaan 2.2.3 Menganalisis data percobaan pada senyawa untuk membuktikan berlakunya hukum perbandingan (hukum Dalton) 2.2.4 Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan Volum (hukum Gay Lussac) 2.2.5 Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum-hukum Avogadro Alokasi Waktu : 6 JP Tujuan Pembelajaran : Membuktikan hukum-hukum dasar kimia dengan cara menafsirkan data-data percobaan Materi Pokok : HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA Materi Ajar : A. Hukum kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
  5. 5. B. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) C. Hukum Kelipatan Berganda ( Hukum Dalton) D. Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac) E. Hipotesis Avogadro URAIAN MATERI A. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) melakukan beberapa penelitian terhadap terhadap proses pembakaran beberapa zat. Dalam percobaan tersebut diamati proses reaksi antara raksa (merkuri) dengan oksigen untuk membentuk merkuri oksida yang berwarna merah dan diperoleh data sebagai berikut: Logam Merkuri + gas oksigen → 530 gram merkuri oksida 42,4 gram 572, 4 gram Jika merkuri oksida dipanaskan akan menghasilkan logam merkuri dan gas oksigen Merkuri oksida → 572,4 gram logam merkuri + gas oksigen 42,4 gram 530 gram Dari hasil percobaan itu, maka Lavoisier mengemukakan hukum kekekalan massa atau hukum Lavoisier yang menyatakan bahwa: Didalam suatu reaksi kimia, massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama Contoh: 1. logam magnesium seberat 4 gram dibakar dengan gas oksigen akan menghasilkan magnesium oksida padat. Jika massa oksigen yang digunakan 6 gram, berapakah massa magnesium oksida yang dihasilkan? Jawab: Logam magnesium + gas oksigen → magnesium oksida
  6. 6. 4 gram 6 gram 10 gram 2. Sejumlah logam besi dipijarkan dengan 3,2 gram belerang menghasilkan 8,8 gram senyawa besi(II)sulfida. Berapa gram logam besi yang telah bereaksi? Jawab: Logam Besi + belerang → besi(II)sulfida ... ... ... . . . gram . . . gram . . . gram B. HukumPerbandingan Tetap (Hukum Proust) Joseph Proust (1754-1826) melakukan eksperimen, yaitu mereaksikan unsur hidrogen dan unsur oksigen. Hasil eksperimen Proust Massa air Sisa hidrogen Perbandingan Massa hidrogen Massa oksigen yang direaksikan yang direaksikan yangterbentuk atau oksigen (gram) (gram) (gram) (gram) Hidrogen : oksigen 1 8 9 0 1:8 2 8 9 1 gram hidrogen 1:8 1 9 9 1 gram oksigen 1:8 2 16 18 0 1;8 Ia menemukan bahwa unsur hidrogen dan unsur oksigen selalu bereaksi membentuk senyawa air dengan perbandingan massa yang selalu tetap, yakni 1 : 8 Massa hidrogen : massa oksigen = 1 : 8 Contoh: 1. Bila logam magnesium dibakar dengan gas oksigen akan diperoleh senyawa magnesium oksida. Hasil percobaan tertera pada tabel berikut:
  7. 7. Massa magnesium Sisa magnesium Massamagnesium Massaoksigen oksida atau oksigen (gram) (gram) (gram) (gram) 33 gram magnesium 45 8 20 12 20 20 6 40 10 45 16 40 12 gram oksigen 36 gram oksigen 21 gram magnesium Apakah data diatas menunjukkan berlakunya hukum perbandingan tetap (Proust)?. Jika berlaku berapa perbandingan massa magnesium dan oksigen dalam senyawa magnesium oksida? Jawab: Massa Perbandingan magnesium Massamagnesium Massaoksigen oksida (gram) (gram) (gram) oksigen 12 8 20 3:2 12 8 20 3:2 6 4 10 3:2 24 16 40 3:2 Magnesium : 2. Perbandingan massa unsur oksigen dan hidrogen dalam senyawa air adalah 8 : 1. Jika 100 gram unsur oksigen dan 3 gram unsur hidrogen bergabung membentuk senyawa (air), berapa massa air yang dihasilkan?, apakah ada zat yang bersisa? Kalau ada berapakah jumlahnya?
  8. 8. Jika semua unsur O habis, maka H yang diperlukan = 100 gram = 12,5 gram Jika semua unsur H habis, maka O yang diperlukan = 3 gram = 24 gram Jawab: Massa O : Massa H 8 Mula-mula Bereaksi Bersisa : 1 100 gram 3 gram 24 gram 3 gram 76 gram - Massa air yang terbentuk = 24 + 3 = 27 gram Zat yang bersisa adalah oksigen sebayak 76 gram C. Hukum Kelipatan Berganda (Hukum Dalton) Hukum Proust dikembangkan lebih lanjut oleh para ilmuwan untuk unsur-unsur yang dapat membentuk lebih dari 1 jenis senyawa. Salah seorang diantaranya adalah John Dalton (17661844). Dalton mengamati adanya suatu keteraturan yang terkait dengan perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa. Hasil percobaan Dalton Massa nitrogen yang Massa oksigen yang Massa senyawa yang Jenis senyawa direaksikan direaksikan terbentuk Nitrogen monoksida 0,875 gram 1,00 gram 1, 875 gram Nitrogen dioksida 1,75 gram 1,00 gram 2,75 gram
  9. 9. = = Dengan massa oksigen sama, ternyata perbandingan massa nitrogen dalam senyawa nitrogen di oksida dan nitrogen monoksida adalah ….. Massa nitrogen dalam senyawa nitrogen dioksida Massa nitrogen dalam senyawa nitrogen monoksida Berdasarkan hasil percobaannya, Dalton menemukan Hukum Kelipatan berganda (Hukum Dalton) yang berbunyi: Jika dua unsur bergabung membentuk lebih dari satu jenis senyawa, dan jika massamassa salah satu unsur-unsur dalam senyawa tersebut sama, sedangkan massamassa unsur lainnya berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat sederhana. Contoh: 1. Seorang ahli kimia mereaksikan unsur karbon dan unsur oksigen. Massa karbon yang direaksikan tetap, sedangkan massa oksigen yang divariasi. Diakhir reaksi, ia memperoleh dua jenis senyawa yang berbeda. Komposisi karbon dan oksigen dalam senyawa pertama adalah 42,9% karbon dan 57,1% oksigen. Sedangkan komposisi pada senyawa kedua adalah 27,3c% dan 72,2%. Tunjukkan bahwa perbandingan massa unsur oksigen dalam kedua senyawa ini sesuai dengan Hukum kelipatan Berganda? Jawab: Umpama terdapat 100 gram senyawa I dan 100 gram senyaw II Jenis senyawa Massasenyawa Massakarbon Massa oksigen Senyawa I 100 gram 42,9 gram 57,1 gram 42,9 : 57,1 = 1 : 1,33 Senyawa II 100 gram 27,3 gram 72,7 gram 27,3 : 72,7 = 1 : 2,66 Perbandingan massa oksigen dalam kedua senyawa = Massa karbon : massa oksigen
  10. 10. = = Perbandingan oksigen dalam senyawa II Perbandingan oksigen dalam senyawa I Perbandingan massa oksigen dalam kedua senyawatersebut adalah bilangan bulat sederhana, sesuai dengan Hukum Kelipatan Berganda 2. Reaksi antara unsur belerang dan unsur oksigen menghasilkan dua jenis senyawa dengan komposisi seperti tertera pada tabel berikut. Tunjukkan bahwa perbandingan massa oksigen dalam kedua senyawa sesuai dengan hukum kelipatan Perbandingan. Jenis senyawa Unsur belerang Unsur oksigen Senyawa I 50% 50% Senyawa II 40% 60% Jawab : Jenis Unsur Unsur Perb. Belerang : Jika oksigen senyawa belerang oksigen oksigen tetap Senyawa I 50% 50% 1:1 2:2 Senyawa II 40% 60% 2:3 2:3 Jika belerangnya tetap, perbandingan massa oksigen dalam senyawa II dan senyawa I adalah 2:3 D. Hukum Perbandingan Volume (hukum Gay Lussac) Dikemukakan oleh Joseph Gay Lussac (1778-1850), ia berhasil melakukan eksperimen terhadap sejumlah gas dan memperoleh data sebagai berikut: 2 liter gas hidrogen + 1 liter gas oksigen → 2 liter uap air 1 liter gas nitrogen + 3 liter gas hidrogen → 2 liter gas amonia
  11. 11. 1 liter gas hidrogen + 1 liter gas hidrogen → 2 liter gas hidrogen klorida Dari percobaan ini gay Lussac merumuskan hukum perbandingan Volume yang berbunyi: Pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas-gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana Jika dihubungkan dengan koefisien reaksi, maka Hidrogen + H2 + Setarakan : 2 H2 Perb. Koef : Gay lussac : O2 uap air H2 O → + O2 → : 1 : 2 2 liter Perb. Volum : oksigen → : 2 1 liter : : 1 2H2O 2 2 liter : 2 Kesimpulan : Perb. Koef = perb. Volume = Contoh: 1. Pada reaksi: N2 (g) + 3 H2 (g) 2 NH3 (g), apabila tiap-tiap gas diukur pada suhu → dan tekanan yang sama, bagaimanakah perbandingan gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi? Jawab : N2 (g) + 3 H2 (g) 2 NH3 (g) → Perb. Koef : 1 : 3 : 2 Perb.volume : 1 : 3 : 2 2. Gas hidrogen yang volum nya 10 liter direaksikan dengan gas oksigen yang volumnya 10liter membentuk uap air dengan persamaan reaksi: H2 (g) + O2 (g) → H2O (g)
  12. 12. Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, berapa volum maksimum uap air yang dapat dihasilkan? Jawab: H2 (g) + O2 (g) → H2O (g) Setarakan : 2H2 (g) + O2 (g) → 2 H2O (g) Perb. Koef : 2 : Volume : 10 liter Bereaksi : 1 : 10 liter ... : 2 ? ... ... E. Hipotesis Avogadro Hasil percobaan Gay Lussac menunjukkan: 1 Volum hidrogen + 1 volum klorin → 1 liter hidrogen + 1 liter klorin → 2 volum hidrogen klorida, 2 liter hidrogen klorida, jika dianggap atom maka, 1 atom hidrogen + 1 atom korin → 2 atom hidrogen klorida, jika diterapkan pada hidrogen dan oksigen, maka… 2 volum hidrogen + 1 volum oksigen → 2 volum air, 2 liter hidrogen + 1 liter oksigen → 2 liter air, 1 liter hidrogen + ½ liter oksigen → 1 liter air, jika dianggap atom, maka 1 atom hidrogen + ½ atom hidrogen → 1 atom air Konsep setengah atom bertentangan dengan teori atom dalton, untuk menghindari hal tesebut amanda avogadro mengusulkan,
  13. 13. Gas hidrogen + gas oksigen → air 2 molekul 1 molekul 2 molekul 1 molekul ½ molekul 1 molekul Hipotesis Avogadro, “Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama” Menurut Avogadro unsur yang berwujud gas umumnya merupakan molekul dwiatom atau di atom Gas hidrogen + 1 molekul gas oksigen uap air → 1 molekul 2 molekul Perb. Molekul : 1 : 1 : 2 Perb. Koef 1 : 1 : 2 : Kesimpulan: “jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi akan sama dengan perbandingan jumlah molekulnya dan sama pula dengan perbandingan koefisiennya” Sehingga: = = Contoh: Pada suhu dan tekanan tertentu setiap 1 liter gas nitrogen akan tepat bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen membentuk 2 liter gas amonia, tentukan rumus molekul amonia, Jawab: Gas nitrogen + gas hidrogen N2 (g) Jumlah atom: + 3 H2 (g) → amonia → 2 NxHy (g)
  14. 14. N, 2 = 2x, X = 1 H, 2×3 = 2y, Y = 6/2 = Jadi rumus nya, NxHy 3 ≈ N1H3 atau NH3 Latihan 1. Bila 18 gram glukosa dibakar dengan oksigen dihasilkan 26,4 gram gas karbondioksida dan 10,8 gram uap air. Berapa gram oksigen yang diperlukan pada pembakaran tersebut? 2. Perbandingan massa karbon terhadap oksigen dalam karbon dioksida adalah 3 : 8. berapa gram karbon dioksida dapat dihasilkan apabila direaksikan: a. 6 gram karbon dengan 16 gram oksigen b. 6 gram karbon dengan 8 gram oksigen c. 3 gram karbon dengan 10 gram oksigen d. 6 gram karbon dengan 10 gram oksigen 3. Dalam senyawa AB perbandingan massa A : massa B = 2 : 1. jika terdapat 120 gram senyawa AB, tentukan massa masing-masing unsur dalam senyawa tersebut. 4. Unsur X dan Y membentuk dua senyawa masing-masing mengandung 60% dan 50% unsur X, tentukan perbandingan massa unsur Y pada X tetap. 5. Setiap 2 liter gas nitrogen tepat habis bereaksi dengan 3 liter gas oksigen dan dihasilkan 1 liter gas oksida nitrogen. Jika volum diukur pada suhu dan tekanan yang sama, tentukan rumus molekul oksida nitrogen tersebut. 6. Gas hidrogen yang volumnya 10 liter direaksikan dengan gas oksigen yang volumnya 10 liter membentuk uap air dengan persamaan reaksi : H2 (g) + O2 (g) →H2O (g) Bila volum diukur pada suhu dan tekanan yang sama, berapa volum maksimum uap air yang dihasilkan?
  15. 15. 7. Berapa liter gas oksigen yang diperlukan untuk membakar 5 liter gas butana (C4H10) agar semua gas butana tersebut habis bereaksi. Reaksi yang terjadi: C4H10 (g) + O2 (g) → CO2 (g) + H2O (g) “Selamat belajar, semoga sukses” v:* {behavior:url(#default#VML);} o:* {behavior:url(#default#VML);} w:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm;
  16. 16. mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;} table.MsoTableGrid {mso-style-name:”Table Grid”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-unhide:no; border:solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt:solid windowtext .5pt; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”;} BAHAN AJAR (13) Mata Pelajaran : Kimia Kelas / Semester :X/2 Standar Kompetensi : 2. Memahami sifat-sifat larutan elektrolit dan non-elektrolit, serta reaksi oksidasi dan reduksi. Kompetensi Dasar : 3.1. Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan non-elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. Indikator 3.1.1 : Melaksanakan percobaan untuk mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non-elektrolit. 3.1.2 Mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit dan non-elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya.
  17. 17. 3.1.3 Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik 3.1.4 Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar. Alokasi Waktu : 3 JP Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mengidentifikasi larutan elektrolit dan non-elektrolit melalui percobaan 2. Siswa dapat mengelompokkan larutan kedalam larutan elektrolit dan non-elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya. 3. Siswa dapat menjelaskan mengapa larutan elektrolit bisa menghantarkan arus listrik 4. Siswa dapat mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen. Materi Pokok : Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit Materi Ajar : A. Pengertian larutan elektrolit dan Non-elektrolit B. Senyawa Ion dan senyawa kovalen Polar LARUTAN NON-ELEKTROLIT DAN LARUTAN ELEKTROLIT A. Pengertian Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan Non-Elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hantaran listrik dapat ditunjukkan oleh alat uji elektrolit. Perbedaan larutan Elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non-elektrolit dengan menggunakan alat uji elektrolit.  Elektrolit kuat : lampu akan menyala terang, disekitar elektrode terdapat gelembung gas yang banyak.  Elektrolit lemah : lampu menyala redup/tidak menyala sama sekali teapi ada gelembung-gelembung gas disekitar elektrode.
  18. 18. Contohnya Larutan yang berasal dari:  Non-elektrolit : lampu tidak menyala dan tidak terdapat gelembung gas disekitar elektrode Mengapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik? Pada tahun 1884, svante Arrhenius mengajukan teorinya, bahwa dalam larutan elektrolit yang berperan menghantarkan arus listrik adalah partikel-partikel bermuatan (ion) yang bergerak bebas didalam larutan. Bila kristal NaCl dilarutkan dalam air,maka oleh pengaruh air NaCl terdisosiasi(terion) menjadi ion positif Na + (kation) dan ion negatif Cl- (anion) yang bergerak bebas. Ion-ion inilah yang bergerak sambil membawa muatan listrik ke dua ujung kawat (kutup elektrode) alat uji elektrolit. Dimana “ion-ion positif bergerak menuju kekutup negatif dan ion-ion negatif akan akan bergerak kekutup positif”. Jadi, suatu zat dapat terurai menjadi elektrolit bila didalam larutannya zat tersebut terurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak. B. Senyawa ion dan senyawa kovalen polar Zat elektrolit dapat berasal dari senyawa ion atau beberapa senyawa kovalen yang didalam larutan dapat terurai menjadi ion-ion. 1. Senyawa Ion Senyawa ion sendiri dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion, tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan kuat dan rapat, sehingga tidak dapat menghantar listrik. Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka ion-ion nya akan bebas bergerak, sehingga dapat menghantarkan listrik. Pada proses pelarutan, ion-ion yang terikat dan tersusun rapat tersebut akan tertarik oleh molekul-molekul air, dan akan menyusup disela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidrasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan menyebar diantara molekul-molekul air. Peristiwa peruraian tersebut dapat dituliskan dengan persamaan reaksi: NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl- (aq) Contoh: 2. Senyawa Kovalen Senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik adalah senyawa kovalen polar contohnya: HCl (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)
  19. 19.  Elektrolit dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: a. Elektrolit kuat adalah zat-zat yang dalam air akan terurai seluruhnya menjadi ion-ionnya atau terionisasi sempurna dengan (derajat ionisasi) = 1 = Daya hantar listrik pada elektrolit kuat sangat tinggi, sehingga nyala lampu akan terang bila arus listrik yang dihubungkan kelampu dilewati elektrolit ini. Contoh-contoh elektrolit kuat: Asam-asam kuat : asam halogen : HCl, HBr, HI Asam oksi : HNO3, H2SO4 Basa-basa kuat : basa-basa alkali : NaOH, KOH, LiOH, Sr(OH)2, Ba(OH)2 Hampir semua garam : NaCl, KCl, KBr, CaCl2, MgCl2 b. Elektrolit lemah Elektrolit lemah adalah zat-zat yang dalam air tidak seluruhnya atau sebagian terurai menjadi ion-ionnya atau terionisasi sebagian dengan Contoh elektrolit lemah: Asam atau basa lemah yang tidak termasuk elektrolit kuat Asam lemah : CH3COOH, HCOOH, HF dan H2CO3 Basa Lemah : NH4OH Garam-garam merkuri (II) : HgCl2 dan Hg(NO)3  Larutan non-elektrolit Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dpt menghantarkan arus listrik. Zat-zat non elektrolit dalam air tidak dapat terionisasi( = 0)
  20. 20. Latihan: 1. Percobaan pengujian larutan dengan alat uji elektrolit didapatkan hasil sebagai berikut: Larutan Lampu Elektrode A Menyala Banyak gelembung gas B Tidak menyala Banyak gelembung gas C Tidak menyala Tidak ada gelembung gas D Tidak menyala Sedikit gelembung gas E Menyala Banyak gelembung gas Berdasarkan data diata, tunjukkan manakah larutan elektrolit, elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit. Jelaskan! 2. Tuliskan reaksi ionisasi dari larutan K2SO4 , HNO3, Fe2(SO)3 dan Ba(NO3)2 dan tentukan jumlah ionnya!

×