Adakah pacaran islami
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Adakah pacaran islami

on

  • 1,750 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,750
Slideshare-icon Views on SlideShare
1,750
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
258
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Adakah pacaran islami Adakah pacaran islami Document Transcript

    • ADAKAH PACARAN ISLAMI OLEH: MUHAMMAD
    • ADAKAH PACARAN ISLAMI ??? Bagaimana sebernya hukum berpacaran menurut Islam. sebenarnya sudah sangat jelassekali bahwa hukum berpacaran menurut Islam adalah haram (tidak boleh). Kebanyakan ulamasepakat tentang keharamannya karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Dalil-dalil yang mengharamkan pacaran banyak sekali, diantaranya adalah :           “Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’ : 32)                                                                                                 Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang
    • mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur: 30-31). “Telah ditulis bagi setiap bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah (lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara qalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluanlah yang membenarkan (merealisasikan) hal itu atau mendustakannya”. [HR. Al-Bukhoriy (5889) dari Ibnu Abbas, dan Muslim (2657) dari Abu Hurairah] “Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita”. Seorang lelaki dari kalangan Ashar berkata, “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami?” Maka Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Mereka adalah kematian (kebinasaan)”. [HR. Al-Bukhoriy (5232), Muslim (2172), dan At-Tirmidziy (1171)] “Jangan sekali-sekali salah seorang di antara kalian (kaum pria) berduan dengan seorang wanita, karena setan adalah pihak ketiganya”. [HR. At-Tirmidziy (2165), dan Ahmad (114). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Al-Irwa’ (6/215)] “Andaikan kepala seseorang di cerca dengan jarum besi, itu lebih baik (ringan) baginya dibandingkan menyentuh seorang wanita yang tak halal baginya”. [HR. Ar- Ruyaniy dalam Al-Musnad (227/2), dan Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (486, & 487)] “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.” [Al-An’aam:151] “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:30] “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:31] Lalu jika pacaran itu haram, maka bagaimana caranya seorang muslin untuk mendapatkanjodoh? Cara-caranya adalah sebagai berikut : 1. Melalui perantara. Upayakan memperluas pergaulan, tanya sana tanya sini, siapa gerangan yang bisa membantu Anda untuk mencarikan jodoh. Cari perantara yang reputasinya baik, seperti ustadz, guru, murobbi, dan orang-orang sholih lainnya. Jangan malu untuk mempromosikan diri bahwa ananda sedang mencari jodoh (apalagi ananda lelaki yang memang harus lebih agresif dalam mencari jodoh daripada perempuan). Namun saya tidak menganjurkan ananda untuk mengikuti biro jodoh atau mengikuti
    • forum-forum gaul di internet, karena selain tidak selektif, juga belum tentu jujur apa yang ditampilkan oleh biro/media tersebut. 2. Mencari sendiri tanpa melalui pacaran. Cara yang kedua ini mungkin sulit bagi sementara orang. Bagaimana bisa mencari jodoh sendiri tanpa melalui pacaran? Bukankah pacaran merupakan sarana untuk mengenal calon pasangan kita? Lalu dapatkah dijamin kita akan cocok dengan pasangan kita jika tidak melalui pacaran? Jawabannya adalah : bisa!. Bisa menikah tanpa pacaran dan bisa cocok sampai hayat di kandung badan. Nenek moyang kita telah mempraktekkan hal tersebut sejak lama dan terbukti cocok. Bahkan sekarang ini kita menyaksikan sendiri bahwa angkaperceraian semakin tinggi, justru ketika budaya pacaran menjadi umum dalam masyarakat kita. Ternyata pacaran tidak menjamin kecocokan dalam berumah tangga. Jadi, cocok atau tidaknya kita dengan pasangan bukan karena pacaran, tetapi karena kesiapan untuk menerima pasangan kita apa adanya. Walau tidak pacaran, tetapi hati dan mental kita lebih siap (ikhlas) untuk menerima kekurangan dari pasangan, maka rumah tangga kita akan langgeng sampai akhir hayat. Sebaliknya, walau pacaran bertahun-tahun tapi ternyata mental dan hati kita tidak siap menerima kekurangan pasangan, maka pernikahan akan mudah bubar dalam waktu yang singkat. Cara mencari sendiri tanpa pacaran adalah dengan cara ‘menembak’ (langsung mengutarakan keinginan untuk menikahi orang yang kita taksir). Contohnya adalah ketika Khadijah ra meminta Nabi Muhammad saw untuk menikahinya. Cara ini biasanya didahului dengan mencari informasi tentang orang yang akan kita “tembak” tersebut. Cara mencari informasinya bisa melalui teman akrabnya, gurunya, dan orang-orang terdekat dengannya. Cara yang ditempuh harus smooth (halus), sehingga tidak terkesan terlalu agresif. Lalu dilanjutkan dengan memberikan sinyal kepada orang yang kita taksir tersebut apakah ia siap untuk kita ajak menikah. Kalau sinyalnya positif, maka kita bisa menyampaikan hasrat kita kepadanya. Bisa melalui perantara atau bisa juga langsung mengutarakan kepadanya. Kalau diterima alhamdulillah dan kalau pun ditolak jangan sakit hati. Baik cara pertama maupun kedua yang Anda lakukan, prinsipnya jangan pernah berputusasa untuk mencari jodoh dengan cara-cara yang Islami. Sediakan juga waktu khusus untukmencari jodoh (mis: sepekan dua kali atau sebulan tiga kail) dengan cara silaturahim ke perantaraatau untuk mencari info orang yang kita “tembak”. Iringi upaya kita mencari jodoh dengan doadan sholat tahajud yang intens. Buktikan kepada Allah SWT bahwa Anda memang sungguh-sungguh mencari jodoh. Insya Allah, jodoh itu akan datang kepada Anda.            Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar- benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Ankabuut : 69)
    • Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam.Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Khitbah” atau masa tunangan. Masa tunangan iniadalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan mempunyaidampak seperti kalau putus setelah nikah. Dalam masa pertunangan keduanya boleh bertemu danberbincang-bincang di tempat yang aman, maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlaludekat duduknya dengan mereka. Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak sekarang adalahharam. Mengapa haram? Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan dimana zina adalah termasuk dosabesar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Oleh karena itu ayat-Nya berbunyisebagaimana yang dikutip di awal tulisan ini. Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina,tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ? Karena biasanya orang yang berzina itu tidaklangsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercumbukemudian baru berbuat zina yang terkutuk itu.PENCEGAHAN Dalam hukum Islam umumnya, manakala sesuatu itu diharamkan, maka segala sesuatuyang berhubungan dengan yang diharamkan itu diharamkan juga. Misalnya minum arak, bukanhanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yangmembelinya, yang duduk bersama orang yang minum tersebut juga diharamkan. Demikian juga halnya dengan masalah zina. Oleh karena itu maka syariat Islammemberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Allah Maha Tahu tentangkelemahan manusia. Berikut ini adalah pencegahan agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan : 1. Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan. Nabi Saw bersabda : “Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.” Setan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa AS bahwa apabila laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka. Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar. 2. Harus menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman : “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31). 3. Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak, memakai
    • make up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki- laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga). 4. Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau berbuat zina. Misalnya Nabi bersabda : “lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). Dalam hadits yang lain : “Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Allah akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka). Oleh karena itu Syekh Sharwi menggambarkan : seandainya ada seorang wanita cantikyang sudah hampir telanjang di sebuah kamar, kemudian ditawarkan kepada seorang pemuda …“Maukah kamu saya kasihkan perempuan itu untuk kamu semalam suntuk, tapi besok pagi sayaakan masukan kamu ke kamar yang sebelahnya, yang penuh dengan api, apakah mungkin anakmuda itu akan mau untuk menikmati tubuh wanita semalam suntuk kemudian digodok keesokanharinya dalam api? Nah ketika kita tergoda untuk berbuat zina atau minum, coba bayangkan kalau kitameninggal ketika itu, bagaimana nasib kita? Tiada dosa yang lebih besar setelah syirik kepadaAllah daripada meneteskan air mani dalam suatu tempat (kehormatan) yang tidak halal baginya.Neraka Jahannam mempunyai “Tujuh pintu gerbang” (QS. Al-Hijr : 44), dan pintu gerbang yangpaling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau adalah diperuntukan bagi orang-orang yang sukaberzina setelah dia tahu bahwa zina itu haram. Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yangdiharamkan oleh Allah, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat. Kita lihat saja diAmerika Serikat, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbulberbagai penyakit. Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya,sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya. Oleh karena itu, jalan keluar bagi para pemudayang tidak kuat menahannya adalah : 1. Menikah, supaya bisa menjaga mata dan kehormatan. 2. Kalau belum siap menikah, banyaklah berpuasa dan berolahraga. 3. Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat. 4. Dekatkan diri dengan Allah, dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca shalawat, shalat berjamaah di Masjid, menghadiri pengajian-pengajian dan berteman dengan orang-orang yang shaleh yang akan selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus. 5. Dan ingat bahwa Allah telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya pasti akan jatuh pingsan karena kecantikannya. Coba anda bayangkan saja siapa menurut anda wanita
    • yang paling cantik di alam dunia ini, maka pastilah bidadari itu entah berapa juta kali lebih cantik dari wanita yang anda bayangkan itu.Bagaimana hukum pacaran dlm islam? kalau menurut saya, hukum pacaran di dalam Islan itu kan dilarang, karena memang didalam Alquran sudah banyak ayat-ayat yang tidak boleh wanita dan laki-laki berdua-duaan ditempat yang sepi, berpegangan tangan dengan yang bukan mahram dsb. tapi kenapa para remajazaman sekarang banyak sekali yang lupa dengan ayat-ayat itu, bahkan kita sudah tidak asing lagimelihat para gadis zaman sekarang yang menikah karena sudah terlanjur melakukan hubunganyang sangat dilarang dalam agama! tapi kenapa sampai sekarang banyak remaja yangmengatakan kalau tidak pacaran gak gaul lah, cupu, dsb! coba fikirkan bila kalian yang cewekbila diputuskan oleh cowok pasti kalian marah kan! dan kalian para cowok, sebejat-bejat kaliantapi kalau kalian mau nikah pasti kalian cari cewek yang baik-baik kan? maka dari itu kita lebihbaik saling menjaga diri kita agar tidak terjerumus dengan para pencari cinta yang sukangegombal dengan kata-kata manisnya! lebih baik juga pacaran setelah nikah kan jelashukumnya tidak haram lagi karena sudah sah. Islam sangat mengakui rasa cinta dalam diri manusia, karena, rasa cinta itu merupakanfitrah manusia sebagaimana di sebutkan dalam ayat:                           Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imran ayat: 14). Tetapi cinta dalam Islam bukanlah sekedar cinta yg cuma diucapkan atau digoreskan diatas kertas surat cinta belaka atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya, kalauitu cuma sekedar kegiatan kencan and bersenang-2 tanpa ikatan tanggung jawab, tanpa kepastiankesetiaan, itu bukanlah cinta menurut pandangan Islam. cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan olehorang banyak. ucapan janji setia itu nggak ditujukan kepada pasangannya, melainkan kepadaayah kandung wanita itu. ikatan inilah yang bisa memastikan apakah itu cowok betul-2 seoranggentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. penjajagan dalam pacaran itu nggak adildan kurang memberikan gambaran sesungguhnya atas data yang diperlukann dalam sebuahpersiapan pernikahan, karena saat pacaran keduanya akan nunjukin penampilan terbaik sedanghal-2 yang negatif disembunyiin semuanya. untuk tau hal-2 yang disembunyikan, maka ortu jaditokoh central yg nggak mungkin diremehkan. Maka dalam masalah ini, peran ortu atau pihak
    • keluarga jadi sangat penting, namun kenyataan yang terjadi sangat ironis ortu itu urusanbelakangan sampe ada pertanyaan "elu mu nikahin anaknya pa bapaknya?" malah repot kan?yang jelas Allah sangat melarang mendekati zina sebagaimana yang telah di sebutkan di dalamayat (Al-Israa: 32). Dalam Islam memang gak boleh pacaran itu karena untuk menghindarkan diri dari Zina(liat aja remaja sekarang banyak yang pada ML sebelum nikah apa lagi pernah lebih dari sekedarpengang tangan and ciuman parah pokoknya dan aku ikut prihatin). Semoga paham karena kalau cinta sudah dibutakan oleh nafsu kita nggak bisamenolaknya bahkan bisa tenggelam karena nikmat sesaat jika iman kita blum kuat. Sebisamungkin jaga kehormatan kalian dengan nyawa kalian kalau perlu, karena Allah MahaPengampun dan Maha Tahu SegalanyaPacaran tidak boleh karena: 1. Pacaran itu mendekatkan pelakunya kepada zina (mulai zina mata, telinga, lisan, tangan, kaki, hati). 2. Pacaran itu warisan dari Barat, maka kita tidak boleh mengikutinya. 3. Pacaran itu adalah kemaksiatan. 4. Pacaran itu banyak kebohongan. Dan masih banyak lagi hal-hal yang melanggar syariat. Memang benar bahwa pacaran itumengantarkan kepada perzinahan. Awal pacaran tentu saling lihat dulu atau lirik-lirikan, nah inisudah masuk kepada zina mata. Kemudian, saling senyum, ini juga sudah masuk ke zina matababak kedua. Kemudian, saling kenalan, bisa jadi dengan salaman atau berjabat tangan, ini puntermasuk zina tangan. Kemudian, bikin janji. Sudah itu, ketemuan, makan bareng, nonton, salingcurhat, dan seterusnya. Sulit sekali menemukan dalam pacaran ini bentuk ketaqwaan kepadaAllah atau bentuk semakin cintanya kita kepada Islam dan sunnah. Pacaran…!!! Kenapa Nggak Boleh Sih…??? “Aih, Kenapa sih,…kok Islam melarangpacaran?? Begitu keluhan fulanah.Buat Fulanah ia melihat ada sisi positif yang bisa diambil daripacaran ini. Pacaran atau menurutnya ‘penjajakan’ antara dua insan lain jenis sebelum menikahsangat penting agar masing-masing fihak dapat mengetahui karakter satu sama lainnya (danbiasanya untuk memahami karakter pasangannya ada yang bertahun-tahun berpacaranlho!!).Fulanah menambahkan ,”Jadi dengan berpacaran kita akan lebih banyak belajar dan tahu,tanpa pacaran ?? Ibarat membeli kucing dalam karung!! Enggak deh…!” kemudian iamenambahkan “Bila suka dan serius bisa diteruskan ke pelaminan bila tidak ya,..cukup sampaidisini..bay-bay!!, Mudahkan?”…hmm…Fulanah tidakkah engkau melihat dampak buruk dariberpacaran ini, ketika masing-masing fihak memutuskan berpisah??…Fulanah apakah engkauyakin benar apabila “putus dari pacaran” hati ini tidak sakit? Benarkah hati ini bisa melupakanbekas-bekas dari pacaran itu? Tidakkah hati ini kecewa, pedih, atau ikut menangis bersamabutiran air mata yang menetes?? Sulit dibayangkan!Karena memang begitulah yang kita lihatsekarang banyak orang meneteskan air mata karena putus dari pacarnya.
    • Bila memang kita tanya semua wanita muslimah yang sedang beranjak dewasa, makaakan melihat ‘pacaran’ ini dengan sejuta nilai positif. Jadi, jangan merasa aneh bila kita dapatimereka merasa malu dengan kawannya karena belum punya pacar!!. Berdasarkan fakta yang ada, bila anda mau menengok sekilas ke surat kabar, tetanggasebelah atau lingkungan sekitar, siapa sebenarnya yang banyak menjadi korban ‘keganasan’ daripacaran ini? Wanita bukan??.. Bila anda setuju dengan saya, Alhamdulillah berarti hati andasedikit terbuka.Ya,… coba lihat akibat dari berpacaran ini. Awalnya memang hanya bertemu,ngobrol bareng,bersenda gurau, ketawa ketiwi, lalu setelah itu?? tentu saja setan akan terusberperan aktif dia baru akan meninggalkan keturunan Adam ini setelah terjerumus dalam dosaatau maksiat. Pernahkah anda mendengar teman atau tetangga anda hamil di luar nikah? Banyakklinik illegal untuk praktek aborsi penuh dengan kaum wanita yang ingin menggugurkankandungannya? Karena sang pacar lari langkah seribu atau tidak mau kedua orangtuanya tahu?Atau pernahkah anda membaca berita ada seorang wanita belia yang nekat bunuh diri minumracun karena baru saja di putuskan oleh kekasihnya?? Sadarkah kita, bahwa sebenarnya kaumhawalah yang banyak dieksploitasi dari ‘ajang pacaran ini? Sungguh, Islam telah memuliakan wanita dan menghormati kedudukan mereka. Tidakpercaya?? lihat hadits.. ”janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya” (HR.Bukhari, Muslim dan Ahmad). Islam melarang laki-laki untuk berduaan tanpa ada orang ketiga karena Islam tidakmenginginkan terjadinya pelecehan ‘seksual’ terhadap wanita. Sehingga jadilah mereka wanita-wanita muslimah terhormat dan terjaga kesuciannya. Untuk kaum laki-laki pun Islam melarangmereka menyentuh wanita yang bukan mahramnya. “Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi panas lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”(HR.Thabrani, dalam Mu’jamul Kabir).jelas bukan mengapa Islam melarang pacaran?? Bila memang seorang laki-laki ingin serius menjalin hubungan dengan seorang wanita,maka Islam telah menyediakan sarananya, yaitu menikah. Karena Islam Bukanlah agama yangkaku, maka Islam menganjurkan kepada masing-masing pihak untuk saling berkenalan (ta’aruf).Tentu saja tidak berduaan lho,..harus ada pihak ketiganya. Setelah itu? Ya,.selamat bertanyatentang biografi calon pasangan anda, apabila kurang jelas, masih kurang yakin..Islammenganjurkan mereka untuk shalat istikharah agar di berikan pilihan yang mantap yang nantinyainsya Allah akan berakibat baik bagi dunia dan akhirat kedua belah pihak. Setelah mantap danyakin akan pilihannya..kuatkan azzam (tekad), dan Bismillah…menikah..!! Indah bukan ajaran Islam……..?? Seorang pemuda yang terlalu lama membujang, kadangkala merasa kesulitan untukmencari calon istri, keberanian untuk bertandang dan meminang seorang gadis menjadi gamang
    • karena terlalu banyak pertimbangan, akhirnya … pernikahan menjadi sekedar angan-angankarena calon istri belum juga didapatkan. Sulitnya mencari calon istri, menurut anggapan parabujangan, adalah anggapan yang keliru yang didasari oleh kegamangan diri yang selalu bimbangdan rasa was-was. Jika perasaan takut itu masih ada didalam diri kita, akan tetapi keinginanuntuk mencari calon istri masih belum pudar dari hati kita, maka kita harus berusaha untukmenguatkan keinginan tersebut, namun mencari istri dengan model “PACARAN” tetap tidakdiperbolehkan dan hukumnya haram. Cinta yang dibungkus dengan pacaran, pada hakikatnya hanyalah nafsu syahwat belaka,bukan kasih sayang yang sesungguhnya, bukan rasa cinta yang sebenarnya, dan dia tidak akanmengalami ketenangan karena dia berada dalam perbuatan dosa dan kungkungan nafsu, adapunmanisnya perbuatan dan indahnya perkataan dalam pacaran, pada dasarnya hanyalah rayuan-rayuan belaka yang kosong dan hampa, yang mengandalkan permainkan kata-kata, untukitu..hati- hatilah… Haramnya pacaran, penjelasannya bisa anda simak uraian dibawah ini. Kebanyakan orang sebelum melangsungkan pernikahan biasanya ‘berpacaran’ terlebihdahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu atau masa penjajagan ataudianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya. Dengan adanya anggapan seperti ini, maka akan melahirkan konsensus di masyarakatbahwa masa pacaran adalah hal yang lumrah dan wajar, bahkan merupakan kebutuhan bagiorang-orang yang hendak memasuki jenjang pernikahan. Anggapan seperti ini adalah anggapanyang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berdua-duaanantara dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh,yang sudah jelas semuanya HARAM hukumnya menurut syari’at Islam. Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita,melainkan si wanita itu bersama mahramnya” [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari 1862 danMuslim 4/104 atau 1341 dan lafadz ini dari riwayat Muslim dari shahabat Ibnu AbbasRadhiyallahu ‘anhuma] Jadi dalam Islam tidak ada kegiatan untuk berpacaran, dan pacaran hukumnya HARAM.Contoh lain yang juga merupakan pelanggaran yaitu sangkaan sebagian orang yang menganggapbahwa kalau sudah tunangan/khitbah, maka laki-laki dan perempuan tersebut boleh jalan berdua-duaan, bergandengan tangan bahkan ada yang sampai bercumbu layaknya pasangan suami istriyang sah. Anggapan ini adalah salah ! Dan perbuatan ini dosa besar ! PELUKLAH AGAMA ISLAM AGAR KITA SELAMAT DUNIA AKHERAT————————————————————————Refrensi..http://www.antosalafy.wordpress.comhttp://www.islam-download.nethttp://antosalafy.wordpress.com/.http://antosalafy.wordpress.com/2007/04/16/adakah-pacaran-dalam-islam/