PENDAHULUAN   Latar Belakang   Sapi potong merupakan salah satu sumber daya penghasilan bahan makanan berupa dagingyang ni...
ACARA II STATUS FAALI TERNAK SAPI POTONG  Agar praktikan mengetahui perubahan gigi dan cara penentuan umur ternak berdasar...
denyut nadi yang lebih frekuen daripada hewan tua. Pada suhu lingkungan tinggi, denyut nadimeningkat(Housebanri ,2009).   ...
ACARA I MENENTUKAN UMUR TERNAK SAPI POTONG Mempelajari bagai cara menimbang ternak dan mengetahui berat badsan dari ternak...
Merasakan tiap hembusan napasnya  Hitung pernapasan/ tiap hembusan napas selama 1 menit  Ulangi 1-3 kali, untuk mendapatka...
b. Ukuran-ukuran tubuh ternak :No Bagian tubuh Ukuran 1 (cm) Ukuran 11 (cm)      Ukuran 111 (cm)   Rata-rata (cm)1 Panjang...
ACARA I MENENTUKAN UMUR TERNAK SAPI POTONGCara menimbang berat sapi dan mengetahui bobot badan dengan cara mengukur tubuh ...
terendah. Variasi normal suhu tubuh akan berkurang bila mekanisme thermoregulasi telahbekerja sempurna dan hewan telah dew...
Mempelajari kondisi eksterior tubuh ternak sapi potong.Sapi adalah ternak ruminansia yang dapat ditemui di seluruh belahan...
Roche. 1975. Pengukuran Berat Badan Ternak berdasarkan Performance. Yogyakarta: DinasPeternakan Provinsi DIY.Subronto. 198...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

sdfsalkjdfkjdsak

2,213
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,213
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

sdfsalkjdfkjdsak

  1. 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Sapi potong merupakan salah satu sumber daya penghasilan bahan makanan berupa dagingyang nilai ekonomi tinggi dan penting dalam kehidupan masyarakat.Ternak adalah segala jenisbinatang yang dipelihara untuk tujuan diambil produksinya, berupa daging,dan susu,. Produktersebut bisa diperoleh dari berbagai jenis ternak, antara lain, kambing, sapi, domba, dankerbau,Ternak potong adalah jenis ternak yang dipelihara untuk menghasilkan daging sebagaiproduk utamanya. Sementara ternak kerja yaitu ternka yang dipelihara untuk diambil tenaganya. Pemeliharaan sapi potong di Indonesia di lakukan secara ekstensif,semiintensif,danintensif,Pada umumnya sapi-sapi yang dipelihara secara intensif hampir sepanjanghari berada dalam kandang dan diberikan pakan sebanyak dan sebaik mungkin sehingga cepatgemuk, sedangkan secara ekstensif sapi-sapi tersebut dilepas dipadang pengem-balaan dandigembalakan sepanjang hari Iklim di indonesia dalah Super Humid atau panas basah yaitu klimat yang ditandai denganpanas yang konstan, hujan dan kelembaban yang terus menerus. Temperatur udara berkisarantara 21.11°C-37.77°C dengan kelembaban relatir 55-100 persen. Suhu dan kelembaban udarayang tinggi akan menyebabkan stress pada ternak sehingga suhu tubuh, respirasi dan denyutjantung meningkat, serta konsumsi pakan menurun, akhirnya menyebabkan produktivitas ternakrendah. Selain itu berbeda dengan factor lingkungan yang lain seperti pakan dan kesehatan, makaiklim tidak dapat diatur atau dikuasai sepenuhnya oleh manusia. Tujuan dan Kegunaan Praktikum Tujuan PraktikumACARA I MENENTUKAN UMUR TERNAK SAPI POTONG Mempelajari cara menimbang ternak sapi dan mengetahui bobot badan ternak sapi potongdengan cara mengukur bagian-bagian tubuh sapi.ACARA II STATUS FAALI TERNAK SAPI POTONG Untuk mengetahui perubahan gigi dan cara penentuan umur ternak berdasarkan keadaan gigi. Mempelajari bagai mana cara menghitung respirasi ternak potong Mempelajari tentang bagai mana cara mengukur suhu tubuh ternak potong.. Untuk mengetahui cara menghitung denyut nadi ternak. . Mempelajari cara membaca temperatur dan kelembaban kandang pada ternak sapi potong.ACARA III MENGAMATI KONDISI EKSTERIOR TERNAK SAPI POTONG Mempelajari kondisi eksterior tubuh ternak sapi potong. Kegunaan PraktikumACARA I MENENTUKAN UMUR TERNAK SAPI POTONG praktikan dapat mengetahui cara menimbang sapi dan mengetahui bobot badan denganmelihat ukuran bagian-bagian tubuh ternak sapi potong.
  2. 2. ACARA II STATUS FAALI TERNAK SAPI POTONG Agar praktikan mengetahui perubahan gigi dan cara penentuan umur ternak berdasarkanjumlah gigi yang di miliki oleh ternak tersebut. Agar praktikan mengetahui suhu tubuh ternak pada jenis kelamin, umur, dan suhu lingkunganberbeda, serta melatih keterampilan dalam melakukan pengukuran. Agar praktikan mengetahui cara mengukur respirasi pada ternak terse. Agar praktikan mengetahui kondisi temperatur dan kelembaban kandang pada ternak sapipotong Agar praktikan mengetahui denyut nadi pada ternak Agar praktikan mengetahui kondisi temperatur dan kelembaban kandang pada ternak sapipotong.ACARA III MENGAMATI KONDISI EKSTERIOR TERNAK SAPI POTONG Agar praktikan mengetahui semua yang di praktikkan,khususnya kondisi ekstriorsapi potong. TINJAUAN PUSTAKASapi bali yang depelihara secara tradisional dengan pakan hijauan berupa rumput-rumputan danhijauan konvensional memberikan pertambahan bobot Universitas Sumatera Utara badan yangrendah, yaitu 100-200 g/ekor/hari. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa sapi bali cukupresponsif dalam upaya perbaikan pakan. Pemberian hasil samping kelapa sawit yang diamoniasiterbukti dapat meningkatkan konsumsi bahan kering ransum dari 3,9 kg menjadi 4,3 kg danmeningkatkan pertambahan bobot badan dari0,3 kg menjadi 0,4 kg/ekor/hari (Hasnudi, 1997).Suhu tubuh sapi dipengaruhi oleh jenis, bangsa, umur, jenis kelamin, kondisi dan aktivitasnya.Kisaran tubuh normal pada sapi adalah 38,5-39,6 0C dengan suhu kritis 40 0C (Subronto, 1985).Suhu lingkungan yang berubah-ubah menyebabkan ternak selalu berusaha untuk menjaga suhutubuhnya agar tetap, karena sapi adalah hewan homeothermis. Kisaran suhu tubuh normal anaksapi 39,5-40ºC, sedangkan untuk sapi dewasa 38-39,5ºC (Sugeng, 2000).Rata-rata frekuensi pernafasan sapi adalah 10-30 kali per menit. Pernafasan akan lebih cepatpada sapi yang ketakutan, lelah akibat bekerja berat dan kondisi udara terlalu panas (Sugeng,2000).Hewan yang sakit atau stress akan meningkat denyut jantungnya untuk waktu tertentu. Semakintinggi aktivitas yang dilakukan ternak, semakin cepat denyut nadinya. Hewan yang mempunyaiukuran tubuh lebih kecil, denyut nadinya lebih besar daripada hewan yang mempunyai ukurantubuh besar (Frandson, 1992).Respirasi adalah proses pertukaran gas sebagai suatu rangkaian kegiatan fisik dan kimis dalamtubuh organisme dalam lingkungan sekitarnya. Oksigen diambil dari udara sebagai bahan yangdibutuhkan jaringan tubuh dalam proses metabolisme. Frekuensi respirasi bervariasi tergantungantara lain dari besar badan, umur, aktivitas tubuh, kelelahan dan penuh tidaknya rumen.Kecepatan respirasi meningkat sebanding dengan meningkatnya suhu lingkungan. Meningkatnyafrekuensi respirasi menunjukkan meningkatnya mekanisme tubuh untuk mempertahankankeseimbangan fisiologik dalam tubuh hewan. SKelembaban udara yang tinggi disertai suhuudara yang tinggi menyebabkan meningkatnya frekuensi respirasi.Frekuensi denyut nadi dapat dideteksi melalui denyut jantung yang dirambatakan pada dindingrongga dada atau pada pembuluh nadinya. Frekuensi denyut nadi bervariasi tergantung dari jenishewan, umur, kesehatan dan suhu lingkungan. Disebutkan pula bahwa hewan muda mempunyai
  3. 3. denyut nadi yang lebih frekuen daripada hewan tua. Pada suhu lingkungan tinggi, denyut nadimeningkat(Housebanri ,2009). Mengukur panjang badan dapat dilakukan dengan cara menempatkan tongkat ukur bagianpermanen dibagian depan tulang persendian pada kaki depan dan cara membacanya harus lurus,sehingga pengukuran yang dilakukan akurat (Susetyo, 1977).Lingkar dada pada ternak menunjukkan berat badannya, di mana semakin panjang lingkardadanya maka semakin berat bobot badan ternak tersebut dan sebaliknya semakin pendek lingkardada suatu ternak maka berat badan ternak tersebut ringan atau ternak tersebut kurang sehat/kurus (Roche, 1975).Adapun untuk menentukan umur sapi yang perlu diperhatikan adalah kondisi gigi yang meliputipertukaran gigi seri susu dengan gigi seri tetap, perecupan gigi seri, pergesekan, dan bintang gigi.Jika gigi seri susu I1 sudah berganti dengan gigi seri tetap dan sudah merecup, berarti umur sapi2 tahun. Jika gigi seri susu I2 sudah berganti dan merecup, berarti umur sapi 3 tahun. Jika gigiseri susu I3 sudah berganti dan merecup, umur sapi 3,5 tahun. Jika semua gigi seri telah berganti(I4) dan merecup, umur sapi 4 tahun. Jika I4 ada tanda pergesekan, berarti umur sapi 5 tahun.(Timan 2003).Sudut mata terlihat bersih tanpa adanya kotoran atau getah radang dan tidak terlihat perubahanwarna di selaput lendir dan kornea matanya. Ekornya selalu aktif mengibas untuk mengusirlalat. Pernafasan denyut jantung dan ruminansi normal dan dapat dirasakan (Akoso, 1996). MATERI DAN METODE PRAKTIKUMMateri Praktikum Alat-alat praktikum Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu: stetoskop termometer taimbangan kapasitas 1000 kg stop wact pita ukur tongkat ukur Thermo Hygrometer Temperatur ruang Tabel Pencatatan Data Bahan-bahan praktikumAdapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu: Sapi Jantan Umur 2,5 tahun vaselin alkoholMetode PraktikumAdapun metode-metode yang dilakukan sebelum melakukan praktikum yaitu: Membersihkan kandang Memandikan ternak
  4. 4. ACARA I MENENTUKAN UMUR TERNAK SAPI POTONG Mempelajari bagai cara menimbang ternak dan mengetahui berat badsan dari ternak tersebut Menyiapkan ternak yang akan ditimbang dan diukur, ushakan tidak dalam keadaan setres. Memasukkan ternak sapi pada penimbangan ternak besar kapasitas 1000kg. Mengukur tubuh ternak dengan menggunakan tongkat ukur dan pita ukur Pengukuran di ulangi 1-3 kali untuk mendapatkan hasil yang optimal Mencatat hasil penimbangan dan pengukuran pada table data.ACARA II STATUS FA’ALI TERNAK SAPI POTONG Mempelajari perubahan gigi dan cara penentuan umur ternak berdasarkan jumlah gigi. Sapi dimasukkan dikandang jepit, diusahakan agar keadaan tenang dan tidak menjadi gelisahsehingga mempermudah pemeriksaan. Kuasailah bagian kepala sapi dengan melingkarkan sebelah lengan tangan pada muka sapi,sekaligus cengkramlah kedua rahang bawah sapi sampai mulut sapi ternganga sehingga giginyatampak. Agar gigi sapi lebih jelas terlihat, bukalah bibir bawahnya. Periksa dan rabalah permukaan gigi serinya hingga jelas terlihat dan terasa keadaanya. Mempelajari suhu tubuh ternak sapi potong pada jenis kelamin, umur, dan suhu lingkunganberbeda. Penentuan suhu tubuh Hewan-hewan pengamatan terlebih dahulu diidentifikasi dalam keadaan tenang agarmendapatkan hasil pengukuran yang optimal. Menyiapkan thermometer dengan cara dikibas-kibas untuk menurunkan permukaan airraksanya sampai angka terendah, kemudian ujung thermometer dicelupkan kedalam pelicin(vaselin). Memegang ternak dengan hati-hati dan tenang, kemudian angkat ke atas ekornya hinggakelihatan rektumnya. Memasukan thermometer pada rectum ternak selama ± 1 menit Memperhatikan letak ujung thermometer masuk ke dalam mukosa rectum Membaca suhu yang ditunjukan thermometer dengan melihat posisi permukaan air raksanya. Ulangi sebanyak 3 kali Mencatat data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut didalam table lembar pencatatandata. Pengukuran suhu rektal di lakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Mempelajari fungsi respirasi pada ternak sapi potong, serta melatih keterampilan dalammelakukan pengukuran frekwensi respirasi. Hewan-hewan pengamatan terlebih dahulu diidentifikasi dalam hal jenis/bangsa, jeniskelamin, umur, berat badan dan kondisi tubuh. Mengendalikan hewan agar tetap tenang Meletakkan punggung telapak tangan di depan hidung sapi
  5. 5. Merasakan tiap hembusan napasnya Hitung pernapasan/ tiap hembusan napas selama 1 menit Ulangi 1-3 kali, untuk mendapatkan hasil yang optimum Catat hasil pengukuran pada lembar table Pengukuran dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Mempelajari denyut nadi pada ternak sapi potong. serta melatih keterampilan dalammelakukan penghitungan denyut nadi pada ternak sapi potong. Mencari pusat denyut jantung pada ternak ( sapi ) yaitu dilakukan dengan menekan pada arterifemoralis sebelah medial bahu kiri Hitung dengan countercheck dan mendengarkan denyut jantung dengan stetoskop Ulangi 1-3 kali Mencatat data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut di dalam table lembar pencatatandata. Pengukuran dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari. Mempelajari temperatur dan kelembaban kandang pada ternak sapi potong. Mengamati Termometer Ruang Mengamati Higrometer atau Termometer “basah kering” Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan. Melakukan hal tersebut 2 kali yaitu pagi dan sore.ACARA III MENGAMATI KONDISI EKSTERIOR TERNAK SAPI POTONG Mempelajari kondisi eksterior tubuh ternak sapi potong.tempat dan tanggal praktikumTempat Praktikum :Adapun praktikum ini dilaksanakan di Laboraturium Terapan ( Teacing Farm ) FakultasPeternakan,kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.Tanggal PraktikumAdapun praktikum ini dilaksanakan pada tanggal Senin 28,November 2011 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil PraktikumA.IDENTITAS TERNAKa. No. Ternak :4b. Jenis Kelamin : betinac. Umur Ternak : 3-4½ tahunB.HASIL PENGAMATANa. Bobot Badan : 215 kg
  6. 6. b. Ukuran-ukuran tubuh ternak :No Bagian tubuh Ukuran 1 (cm) Ukuran 11 (cm) Ukuran 111 (cm) Rata-rata (cm)1 Panjang badan 116 116 116 1162 Panjang kepala 39,5 40 40 39,833 Panjang metacarpal 29 29 29 294 Panjang metakarsal 41 41,5 41,5 41,35 Panjang paha 75 75 75 756 Lebar kepala 16 17 17 16,67 Lebar dada 38 38 38 388 Lebar pinggul 37 37 37 379 Tinggi gumba 107 108 107 107,310 Tinggi punggung 106 105 105 105,311 Tinggi pinggul 110 111 111 110,612 Lingkar dada 147,5 148 147,5 114,313 Lingkar perut 170,5 170 170 170,314 Lingkar flank 146 146 147 146,315 Linkar metacarpal 15,5 15 15 15,116 Lingkar metakarsal 16 16 16,5 16,317 Dalam dada 56 57 56 56,318 Indeks kepalaACARA IIa. JUMBLAH GIGI SAPI : gigi susu tidak adab. JUMBLAH LINGKAR TANDUK :b.DATA STATUS FAALI TERNAKNo Parameter Ukuran I Ukuran II Ukuran III Rata-rata Pagi Sore Pagi Sore Pagi Sore Pagi Sore1 Suhu Tubuh Ternak (C) 38 38 38 38,12 Respirasi (kali/menit) 34 34 33 33,33 Denyut Nadi (kali/menit) 57 57 55 356c.DATA LINGKUNGANNo. Parameter Pagi (jam 06.00-0700) Sore (jam 15.00-16.00)1 Temperatul Kandang (C) 30,2 ºC 29ºC2 Kelembaban Kandang(%) 80% 74%ACARA III PENGAMATAN EKSTERIOR Warna sapi : coklat terang Gigi rahang bawah depan / gigi susu ompong. Koreng di kedua kaki depannya. Tanduk melengkung ke belakang. Hidung mengkilap berlendir. PEMBAHASAN
  7. 7. ACARA I MENENTUKAN UMUR TERNAK SAPI POTONGCara menimbang berat sapi dan mengetahui bobot badan dengan cara mengukur tubuh sapidengan teliti dan akurat. Mengetahui bobot badan ternak sapi potong adalah hal yang sagat penting untuk diketahuiguna melihat kebutuhan pakan ataupun kesehatan ternak. Penimbangan merupakan hal yangpaling tepat dalam mengetahui bobot badan ternak, tetapi bobot badan ternak juga dapatdiperkirakan atau diduga dengan cara mengukur bagian-bagian tubuh ternak atau disebut dengancara manual. Bagian-bagian ukuran tubuh ternak yang dapat digunakan dalam menduga bobotbadan yaitu lingkar dada, tinggi pundak, panjang badan, dalam dada serta tinggi dan lebarkemudi atau pinggul.Hubungan fungsional antara ukuran tubuh dengan bobot badan telah di laporkan oleh beberapapeneliti .Pengukuran bobot badan dengan rumus Schrooel :BB = / =Lihat panduan praktikum rumusnyaACARA II STATUS FAALI TERNAK SAPI POTONG Cara penentuan umur ternak berdasarkan jumlah gigi dengan melihat jumlah giginya.Ternak Sapi potong yaitu ternak ruminansia dengan tujuan pemeliharaannya untukmenghasilkan daging. Sedangkan ternak kerja adalah ternak yang tujuan utamanya untuk dimanfaatkan tenaganya. Sapi potong dan kerja dapat kita ketahui dan menentukan umurnya dengan cara melihatcatatan kronologinya,lingakaran yang ada pada tanduk atau cincin tanduk dapat pula dilahatdengan cara menghitung jumlah perubahan gigi. Jika jumlah cincin tanduknya 2 dapat diperkirakan bahwa sapi tersebut berumur 3 tahun. Sedangkan jika terdapat 2 gigi lebar (I I)berarti dapat diperkirakan berumur 2 tahun, jika 4 gigi lebar ( I 2) dapat diperkirakan berumur 2– 2 1/2 , jika terdapat ada 6 gigi lebar (I 3) berarti diperkirakan umur 2½ - 3 ½ tahun, jika 8 gigilebar (I 4) berarti diperkirakan berumur 31/2 – 41/2 tahun, I 0: Sapi Umur 1-11/2 tahun, dan gigitua : Sapi umur > 9 tahun, jadi dengan mengetahui keterangan tersebut kita dapat memperkirakanumur suatu ternak sapi, begitu pula dengan ternak potong dan kerja lainnya. Menghitung suhu tubuh ternak sapi potong pada jenis kelamin, umur, dan suhu lingkunganberbeda. Ternak Sapi potong adalah ternak ruminansia yang tujuan pemeliharaannya untukmenghasilkan daging. Sedangkan ternak kerja adalah ternak yang tujuan utamanya untuk dimanfaatkan tenaganya. Pada umumnya Suhu tubuh pada ternak sapi potong tergantungn pada jenis kelamin, umur dansuhu lingkungan. Dalam keadaan normal suhu tubuh ternak dapat bervariasi karena adanyaperbedaan jenis kelamin,umur,suhu lingkungan, aktivitas, aktivitasyang di lakukan oleh sapitersebut. Suhu normal adalah panas tubuh dalam zone thermoneutral pada aktivitas tubuh
  8. 8. terendah. Variasi normal suhu tubuh akan berkurang bila mekanisme thermoregulasi telahbekerja sempurna dan hewan telah dewasa. Sehingga ketika dilihat suhu rektal sapi potong jantandipagi hari dan sore hari berbeda, dapat dikatakan pula bahwa hal tersebut dikarenakan beberapafaktor yaitu aktivitas, iklim, suhu kandang yang yang berubah.Salah satu cara untuk mendapatkan gambaran mengenai suhu tubuh adalah dengan melihat suhurectal dengan pertimbangan bahwa rectal merupakan tempat pengukuran terbaik dan dapatmewakili suhu tubuh secara keseluruhan sehingga dapat disebut sebagai suhu tubuh. Fungsi respirasi pada ternak sapi potong.Respirasi adalah proses pertukaran gas sebagai suatu rangkaian kegiatan fisik dan kimiawi dalamtubuh organisme pada lingsskungan sekitarnya. Oksigen diambil dari udara sebagai bahan yangdibutuhkan jaringan tubuh dalam proses metabolisme. Frekuensi respirasi bervariasi tergantungdari besar badan, aktifitas tubuh,umur dan penuh tidaknya rumen. Kecepatan respirasi meningkatsebanding dengan meningkatnya suhu lingkungan. Meningkatnya frekuensi respirasimenunjukkan meningkatnya mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan fisiologisdalam tubuh hewan. Kelembaban udara yang tinggi disertai suhu udara yang tinggimenyebabkan meningkatnya frekuensi respirasi. Pada saat penghitungan respirasi sapi potong diwaktu pagi dan sore berbeda, dimana respirasidi pagi hari lebih rendah dibandingkan sore hari, hal itu dikarenakan pula adanya beberapa faktoryang sama halnya dengan suhu tubuh, dan denyut nadi pada ternak potong sapi, misalnyakelelahan, aktivitas dan isi rumen ternak sapi potong saat itu. Menghitung denyut nadi/jantung pada ternak sapi potong. Frekuensi denyut nadi dapat dideteksi melalui denyut jantung yang dirambatakan pada dindingrongga dada. Frekuensi denyut nadi bervariasi tergantung dari jenis hewan, umur, kesehatan dansuhu lingkungan. Disebutkan pula bahwa hewan muda mempunyai denyut nadi yang lebihfrekuensi dari pada hewan tua. Pada suhu lingkungan tinggi, denyut nadi meningkat.Peningkatan ini berhubungan dengan peningkatan respirasi yang menyebabkan meningkatnyaaktivitas otot-otot respirasi, sehingga dibutuhkan darah lebih banyak untuk mensuplai O2 dannutrient melalui peningkatan aliran darah dengan jalan peningkatan denyut nadi.. Frekuensi denyut sapi pada pagi dan sore hari berbeda dikarenakan pula oleh beberapa faktoryang mempengaruhi suhu dan respirasi pada ternak potong.Setres juga dapat di jadikan sebagaisalah satu faktor yang dapat mempengaruhi berubahnya denyut nadi ternak Mengukur temperatur dan kelembaban kandang pada ternak sapi potong. Suhu dan kelembaban udara merupakan dua komponen iklim yang paling penting yang harusdiperhatikan,karena keduanya sangat mempengaruhi kondisi fisiologi ternak. Suhu lingkunganterutama kandang sangat mempengaruhi respirasi, denyut nadi, dan suhu rektal pada ternak.Suhu lingkungan terutama suhu kandang yang tunggi dapat menurunkan nafsu makan danmenambah kebutuhan air.Bila hal ini akan terus terjadi akan menghambat laju pertumbuhan danmenurunkan reproduksi ternak. Suhu dalam kandang yang baik yaitu rat-rata 33ºC dengankelembaban 75%. Pada pengamatan yang telah dilakukan oleh praktikan didapatkan temperatur kandang dankelembaban kandang pada pagi hari berbeda dengan sore hari, dimana temperatur dankelembaban pada pagi hari lebih tinggi dari pada sore hari, hal tersebut dikarenakan oleh faktoriklim. Namun dapat dikatakan temperatur dan kelembaban kandang tersebut cukup baik ataunormal.ACARA III MENGAMATI KONDISI EKSTERIOR TERNAK SAPI POTONG
  9. 9. Mempelajari kondisi eksterior tubuh ternak sapi potong.Sapi adalah ternak ruminansia yang dapat ditemui di seluruh belahan dunia. Sapi bali merupakandomestikal dari banteng(Bibos sondaicus). Pada saat pedet, tubuhnya berwarna merah bata.Sementara ketika dewasa, sapi betina tetap berwarna merah bata, sedangkan sapi jantan berubahmenjadi kehitam-hitaman. Terdapat warna putih pada keempat kakinya, mulai dari mulut sampaikebawah, belakng pelvis dengan batas yang tampak jelas dan bentuk setengah bulan, dan garisbelut pada punggung ( aals streep ).Pada pengamatan yang telah praktikan lakukan didapatkan sapi bali yang memilki warna bulumerah bata dan jenis sapi tersebut yaitu jantan.Mata bersinar, hidung yang bersih dan lain sebagainya adalah hal yang dapat dijadikan sebagaialat untuk mengetahui keadaan sapi pada suhu lingkungan atau suhu kandang tertentu. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Suhu lingkungan atau suhu kandang, aktivitas, jenis kelamin, umur, isi rumen dan kelelahan,dapat mempengaruhi suhu tubuh, respirasi dan denyut nadi pada ternak sapi potong. Umur ternak dapat diperkirakan dengan cara melihat jumlah gigi, dan cicin tanduknyaBobot badan ternak sapi potong dapat diperkirakan dengan cara mengukur bagian tubuh ternaksapi. Keadaan i eksterior ternak sapi potong yang tidak bermasalah seperti mata bersinar,kuku yangbersih,hidung tidak ingusan ,dan dapat di simpulkan bahwa sapi yang di amati dalam kondisiyang sehat. Saran Diharapkan kepada praktikan agar berhati-hati saat melakukan praktikum ternak potong agartidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Di harapkan pada praktikan supaya tidak ribut pada saat praktikum berlangsung agar ternaksupaya ternak tenang dan tidak mengalami stress. DAFTAR PUSTAKAAkoso,T. B. 1996. Kesehatan Sapi. Kanisus: YogyakartasFrandson, R. D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University PressHasanudi. 1997. Pengelolaan Ternak Sapi Pedaging. FP-USU : MedanHousebandry. 2009. Pengaruh Lingkungan terhadap Keadaan Fisiologis TernakYogyakarta. (Diterjemahkan oleh: Koen Praseno).
  10. 10. Roche. 1975. Pengukuran Berat Badan Ternak berdasarkan Performance. Yogyakarta: DinasPeternakan Provinsi DIY.Subronto. 1985. Ilmu Penyakit Ternak. Gadjah Mada University Press : YogyakartaSugeng, Y. B. 2000. Ternak Potong dan Kerja. Edisi I. CV. Swadaya : JakartaSusetyo. 1997. Performance Tubuh Ternak. Jakarta: Cv.YasagunaTiman.2003. Pengaruh Lingkungan terhadap Keadaan Fisiologis.

×