Tata cara dan prosedur pengurusan paten

9,797 views
9,350 views

Published on

materi pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya

Published in: Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,797
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
65
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tata cara dan prosedur pengurusan paten

  1. 1. OLEH :DRS. EC. RULI KUSUMAHADI
  2. 2. PATENTadalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negarakepada Inventor atas hasil Invensinya di bidangteknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut ataumemberikan persetujuannya kepada pihak lainuntuk melaksanakannya (Pasal 1 Ayat 1).
  3. 3.  PATEN► Melindungi ide-ide yang bermanfaat,► Hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada inventor ,► Jangka waktu tertentu, atau► memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.► First to file
  4. 4. DEFINISI: Invensi adalah ide inventor yang dituangkan kedalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik dibidang teknologi, Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama- sama melaksanakan ide Pemegang paten adalah inventor sebagai pemilik paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut.
  5. 5. SYARAT UTAMA DIBERIKANNYAPATEN Baru Mengandung langkah inventif Dapat diterapkan dalam IndustriLain-lain: Jelas: Dapat dipahami dan dilaksanakan oleh orang yang ahli di bidangnya Satu kesatuan invensi
  6. 6. KETENTUAN UMUM PERMOHONAN PATEN (PASAL 20-24)1. Paten diberikan berdasarkan permohonan2. Hanya untuk satu invensi atau beberapa invensi yang merupakan satu kesatuan invensi3. Diajukan dengan membayar biaya4. Untuk permohonan yang bukan dilakukan oleh inventor  adanya surat penyerahan hak dari inventor kepada pemohon5. Permohonan diajukan secara tertulis kepada Direktorat Jenderal
  7. 7. ALTERNATIF CARA PENGAJUANPERMOHONAN PATEN: •Datang langsung ke Direktorat Jenderal •Melalui kuasa hukum (konsultan HKI) •Melalui kanwil Departemen Hukum dan HAM di seluruh Indonesia Note: Permohonan yang diajukan oleh Inventor atau Pemohon yang tidak bertempat tinggal atau tidak berkedudukan tetap di wilayah Indonesia harus diajukan melalui kuasa
  8. 8. PERSYARATAN FISIK DOKUMEN PATEN1. Dari setiap lembar kertas, hanya salah satu mukanya saja yang boleh dipergunakan untuk penulisan deskripsi, klaim dan abstrak2. Deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam lembaran kertas yang terpisah dengan ukuran kertas A-4 dengan berat 80 gram dan dengan jarak sebagaiberikut:- dari pinggir atas 2 cm (maksimum 4 cm)- dari pinggir bawah 2 cm (maksimum 3 cm)- dari pinggir kiri 2,5 cm (maksimum 4 cm)- dari pinggir kanan 2 cm (maksimum 3 cm)Kertas A4 tersebut harus dapat ditekuk, kuat, berwarna putih,
  9. 9. PROSEDUR PENDAFTARAN PATENT1. Permohonan Paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).
  10. 10. PROSEDUR PENDAFTARAN PATENT
  11. 11. PROSEDUR PENDAFTARAN PATENTC. Kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek di bagian atas dan bawah (kecuali dipergunakan untuk gambar);d. Setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka Arab pada bagian tengah atas dan tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud pada butir 3 huruf b (1);e.Pada setiap lima baris pengetikan baris uraian dan klaim, harus diberi nomor baris dan setiap halaman baru merupakan permulaan (awal) nomor dan ditempatkan disebelah kiri uraian atau klaim serta tidak pada batas sebagaimana yang dimaksud padabutir 3 huruf b (3); f. Pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta (toner) warna hitam, dengan ukuran antar baris 1,5 spasi, dengan huruf tegak berukuran tinggi huruf minimum 0,21 cm; g. Tanda-tanda dengan garis, rumus kimia, dan tanda-tanda tertentu dapat ditulis dengan tangan atau dilukis;
  12. 12. PROSEDUR PENDAFTARAN PATENTh. Gambar harus menggunakan tinta Cina hitam pada kertas gambar putih ukuran A-4 dengan berat minimum 100 gram yang tidak mengkilap dengan batas sebagai berikut: - dari pinggir atas: 2,5 cm - dari pinggir bawah: 1 cm - dari pinggir kiri: 2,5 cm - dari pinggir kanan: 1 cmi.Seluruh dokumen Paten yang diajukan harus dalam lembar- lembar kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan tersobek,terlipat, rusak atau gambar yang ditempelkan;J.Setiap istilah yang dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan gambar harus konsisten satu sama lain.
  13. 13. PROSEDUR PENDAFTARAN PATENTPermohonan pemeriksaan substantif diajukandengan cara mengisi formulir yang telahdisediakan untuk itu dalam bahasa Indonesiadengan melampirkan bukti pembayaran biayapermohonan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua jutarupiah).
  14. 14. CARA MENGAJUKAN PATENT
  15. 15. PERBEDAAN PATEN DAN PATEN SEDERHANANo Keterangan Paten Paten Sederhana1. Jumlah klaim 1 invensi atau beberapa 1 invensi invensi yang merupakan satu kesatuan invensi 20 tahun terhitung sejak 10 tahun terhitung2. Masa perlindungan tanggal penerimaan sejak tanggal penerimaan permohonan paten paten3. 18 bulan setelah tanggal 3 bulan setelah tanggal Pengumuman Permohonan penerimaan penerimaan4. Jangka waktu mengajukan 6 bulan terhitung sejak 3 bulan terhitung sejak keberatan diumumkan diumumkan Kebaruan(novelty), langkah Yang diperiksa dalam inventif, & dapat Kebaruan(novelty),5. pemeriksaan substantif diterapkan dapat diterapkan dalam industri6. Objek paten Produk atau proses Produk atau alat
  16. 16. KEWAJIBAN PEMEGANG PATEN1. Pemegang paten wajib membayar biaya pemeliharaan yang disebut biaya tahunan;2) Pemegang paten wajib melaksanakan patennya di wilayah Negara Republik Indonesia kecuali apabila pelaksanaan paten tersebut secara ekonomi hanya layak bila dibuat dengan skala regional dan ada pengajuan permohonan tertulis dari pemegang paten dengan disertai alasan dan bukti-bukti yang diberikan oleh instansi yang berwenang dan disetujui oleh Ditjen HaKI.
  17. 17. PROSEDUR PENDAFTARAN PATENT2. Pemohon wajib melampirkan: a.Surat kuasa khusus, apabila permohonan diajukan melalui konsultan Paten terdaftar selaku kuasa; b.Surat pengalihan hak, apabila permohonan diajukan oleh pihak lain yang bukan penemu; c.Deskripsi, klaim, abstrak: masing-masing rangkap 3 (tiga); d.Gambar, apabila ada : rangkap 3 (tiga); e.Bukti prioritas asli, dan terjemahan halaman depan dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (empat), apabila diajukan dengan hak prioritas. f.Terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila penemuan tersebut aslinya dalam bahasa asing selain bahasa Inggris : rangkap 2 (dua); g.Bukti pembayaran biaya permohonan Paten sebesar Rp. 575.000,- (lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah); dan h.Bukti pembayaran biaya permohonan Paten Sederhana sebesar Rp. 125.000,- (seratus dua puluh lima ribu) dan untuk pemeriksaan substantif Paten Sederhana sebesar Rp. 350.000,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah); i.Bambahan biaya setiap klaim, apabila lebih dari 10 klaim:Rp. 40.000,- per klaim.

×