A.14.2 p2 tabk simda bpkp
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

A.14.2 p2 tabk simda bpkp

on

  • 9,766 views

 

Statistics

Views

Total Views
9,766
Views on SlideShare
9,766
Embed Views
0

Actions

Likes
4
Downloads
1,572
Comments
3

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • sangat bermanfaat dan terima kasih banyak
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • terimakasih
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • sipp
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    A.14.2 p2 tabk simda bpkp A.14.2 p2 tabk simda bpkp Document Transcript

    • TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTERUNTUK PEMERIKSAANLAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAHYANG DISUSUN DENGAN APLIKASI SIMDA
    • John F Rotinsulu BLANK PAGE
    • KATA SAMBUTANAssalamu’alaikum Wr.Wb.Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmatdan hidayah-Nya modul Teknik Audit Berbantuan Komputer Untuk Pemeriksaan Laporan KeuanganPemerintah Daerah (LKPD) Yang Disusun Dengan Aplikasi SIMDA dapat diselesaikan. Modul inidimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan teknik penggunaan Microsoft SQLServer, Arbutus Analyzer serta Microsoft Excel dalam memperoleh gambaran kondisi pengelolaantransaksi keuangan oleh Pemerintah Daerah.Modul ini terbit dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan aplikasi SIMDA dalam pemrosesan danpencatatan transaksi keuangan oleh Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Gorontalo. Untuk itu,para auditor dituntut untuk mampu membaca transaksi keuangan dalam SIMDA, dalam hal ini yaitumelakukan analisis dan evaluasi agar memperoleh gambaran bagaimana pemerintah daerahmengelola transaksi keuangannya. Modul ini membahas langkah-langkah dan contoh aplikasinyadalam pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah sehingga mudah untuk diterapkan.Pemahaman atas SIMDA dan cara mengurainya merupakan hal yang baku dalam pelaksanaan auditlaporan keuangan Pemerintah Daerah baik pada saat pemeriksaan pendahuluan maupun terinci.Modul ini merupakan referensi bagi pemeriksa dalam seluruh kegiatan pemeriksaan LKPD dilingkungan BPK-RI Perwakilan Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan sejak tahun 2010. Selain itu,seiring dengan berkembangnya teknik-teknik pemeriksaan berbantuan komputer dalam lingkungansistem aplikasi SIMDA, modul ini terbuka untuk lebih dikembangkan.Terima kasih kepada Tim Penyusun dan para pegawai BPK RI Perwakilan Provinsi Gorontalo yangtelah berpartisipasi penuh dalam penyelesaian modul ini. Semoga karya ini memberikan kontribusibagi seluruh auditor BPK RI.Wassalamu’alaikum Wr.Wb.Gorontalo, 21 Januari 2010Kepala PerwakilanTri Heriadi i
    • TIM PENYUSUN: John F. Rotinsulu Joni Agung Priyanto Amalia Afdhal ii
    • DAFTAR ISI Hal1 Pendahuluan ………………………………………………………………………………………………. 1 1.1 Tujuan Modul ………………………………………………………………………………….… 1 1.2 Isi Modul …………………………………………………………………………………………… 22 Aplikasi SIMDA ……………………………………………………………………………………………. 2.1 Gambaran Umum Aplikasi SIMDA Keuangan ………………………………………… 3 2.2 Proses Pengelolaan Keuangan dalam Aplikasi SIMDA ……………………………. 5 2.2.1 Penganggaran ………………………………………………………………………… 6 2.2.2 Pelaksanaan Anggaran / Penatausahaan ..…………………………………. 7 2.2.3 Akuntansi ………………………………………………………………………………. 10 2.3 Pengendalian dalam Aplikasi SIMDA Keuangan …………………………………….. 11 2.3.1 Pembagian Kewenangan User …………………………………………………. 11 2.3.2 Setting Aplikasi ……………………………………………………………………… 13 2.3.3 Pengendalian Menu Berdasarkan Fungsi …………………………………… 13 2.3.4 Pengendalian Database ………………………………………………………….. 163 Teknik Audit Berbantuan Komputer ……………………………………………………………….. 17 3.1 Parallel Simulation …………………………………………………………………………….. 17 3.2 Test data …………………………………………………………………………………………. 18 3.3 Integrated Test Facility …………………………………………………………………….. 18 3.4 Langkah-langkah TABK …………………………………………………………………….. 184 Kerangka Kerja Pemeriksaan LKPD Yang Disusun Dengan Aplikasi SIMDA Keuangan 20 4.1 Tahap Perencanaan ……… ………………………………………………………………. 20 4.1 Tahap Pekerjaan Lapangan ………………………………………………………………. 21 4.2 Tahap Pelaporan ……………………………………………………………………………… 225 Bagaimana Bekerja dengan Sebuah Database SIMDA ……………………………………. 23 5.1 Restore The Database to Microsoft SQL Server …………………………………… 23 5.2 Relasi Tabel dan Pembuatan Querry ………………………………………………….. 346 Membuat Working Balance Sheet Awal dengan Menggunakan Microsoft SQL Server dan 47 Arbutus Analyzer …………………………………………………………………………………………………. 6.1 Restore The Database to ODBC ……………………………………………………….. 47 6.2 Turn to Arbutus Analyzer …………………………………………………………………. 53 6.2.1 Creating a New Project ………………………………………………………… 53 6.2.2 Creating Primary Keys ………………………………………………………… 59 6.2.3 Classifying ……………………………………………………………………….. 73 6.2.4 Building the Relation ……………………………………………………………. 79 6.2.5 Extracting ……………………………………………………………………………….. 84 6.2.6 Exporting to Excel …………………………………………………………………. 907 Analizing the Working Balance Sheet within Excel ………………………………………………. 93 7.1 Artikulasi untuk akun Ekuitas Dana pada Neraca…………………………………………. 97 7.2 Nilai SiLPA pada Mutasi Jurnal Tahun Berjalan 98 iii
    • BLANK PAGE iv
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD1 Pendahuluan1.1 Tujuan ModulTujuan utama modul ini adalah untuk memberikan petunjuk kepada auditor bagaimana melakukanpemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), khususnya LKPD yang disusun melaluiaplikasi SIMDA, dengan menerapkan teknik audit berbantuan komputer (TABK). Modul ini mencakuppendekatan, prosedur dan metode yang digunakan mulai tahap perencanaan pemeriksaan, pekerjaanlapangan, dan tahap pelaporan dengan menggunakan aplikasi SQL-server, Arbutus Analyser, danMicrosoft Excel untuk restorasi database dan pengolahan data.Untuk mencapai tujuan utama tersebut sasaran-sasaran yang diharapkan dapat dicapai denganmempelajari modul ini adalah: • Pemeriksa dapat meng-instal aplikasi SQL server, merestorasi database, dan menyusun relasi tabel dari database simda; • Pemeriksa dapat meng-ekstrak tabel dari SQL ke aplikasi arbutus, membuat neraca lajur, dan meng-ekspor tabel ke file excel; • Pemeriksa dapat melaksanakan simulasi paralel dengan menyusun laporan keuangan dari database dan membandingkan dengan Laporan Keuangan yang diserahkan; • Pemeriksa dapat melakukan analisa artikulasi Laporan Keuangan untuk menguji apakah terdapat kesalahan dalam penyajian saldo akun Kas, SILPA dan Perhitungan Pihak Ketiga dalam Neraca, Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus Kas; • Pemeriksa dapat melakukan analisa terhadap pengelolaan kas baik di Bendahara Umum Daerah maupun pada Bendahara Penerimaan / Pengeluaran; • Pemeriksa dapat melakukan analisa pengujian terhadap penatausahaan SPP, SPM, dan SP2D; • Pemeriksa dapat menentukan pengambilan sampling baik secara purposive (judgmental sampling) maupun secara random; dan • Pemeriksa dapat menyusun Kertas Kerja Pemeriksaan yang terintegrasi untuk penyelesaian pekerjaan lapangan dan penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan.Materi dalam modul ini harus dipraktekan bersama dengan aplikasi Microsoft SQL server 2005,Arbutus Analyser, dan Microsoft Excel 2007. Selain itu diperlukan juga database Simda sebagaisumber data yang digunakan. Database yang digunakan adalah database Pemerintah Kabupaten /Kota di lingkungan Perwakilan Gorontalo. Mengingat database yang digunakan dalam modul iniadalah milik Pemerintah Kabupaten / Kota maka modul ini beserta database-nya hanya dapatdigunakan dalam lingkungan pemeriksa di BPK-RI Perwakilan Provinsi Gorontalo. Penggunaan moduldi luar lingkungan Kantor BPK-RI Perwakilan Provinsi Gorontalo tetap dapat dilakukan tetapi tidak bisamenggunakan database ini.Pemeriksa yang menggunakan modul ini harus menyadari adanya kemungkinan perbedaan strukturdatabase pada Pemda di lingkungannya dengan yang digunakan dalam modul ini. Oleh karena itu,terdapat kemungkinan metode yang digunakan dalam modul tidak bisa diaplikasikan pada databaseyang lain. Untuk itu diperlukan pemahaman terhadap struktur dan relasi tabel dalam databasesebagai dasar untuk memodifikasi prosedur maupun metode yang digunakan dalam modul ini. 1BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD1.2 Isi ModulSubyek yang dicakup dalam buku ini, adalah sebagai berikut. • Gambaran singkat tentang aplikasi SIMDA, serta proses penganggaran, penatausahaan, dan akuntansi dalam aplikasi tersebut; • Gambaran singkat tentang Pengendalian Teknologi Informasi, dan TABK; • Kerangka Kerja Pemeriksaan LKPD yang disusun dengan aplikasi Simda; • Instalasi SQL Server 2005 dan Arbutus Analyser; • Restorasi database Simda; • Relasi tabel dan penyusunan Querry; • Ekstraksi tabel dengan Arbutus Analyser; • Penyusunan Neraca Lajur dan Simulasi Paralel; • Analisa Artikulasi LKPD; 2BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD2 Aplikasi SIMDA Keuangan2.1 Gambaran Umum Aplikasi SIMDA KeuanganAplikasi SIMDA Keuangan adalah salah satu aplikasi dalam Sistem Informasi Manajemen PemerintahDaerah yang dikembangkan oleh BPKP khususnya dalam fungsi pengelolaan keuangan daerah.Tahapan pengelolaan keuangan yang dicakup oleh SIMDA Keuangan meliputi proses penganggaran,penatausahaan keuangan (penerimaan dan pengeluaran kas) dan akuntansi baik di Satuan KerjaPengelola Keuangan Daerah (SKPKD) maupun di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).Aplikasi SIMDA Keuangan dibangun dengan aplikasi pemrograman Borland Delphi ver.7 dan SeagateCrystal Report 11, serta menggunakan database engine Microsoft SQL Server 2005. Sistem operasiuntuk menjalankan aplikasi SIMDA Keuangan adalah Windows Server 2003 untuk Server danWindows XP Profesional Edition / Vista untuk Client. Pemrosesan data pada SKPD dan SKPKD dapatdilaksanakan secara batch maupun on-line.Pada SKPKD prosedur yang dicakup meliputi: prosedur Anggaran (Perda APBD dan PenjabaranAPBD), prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Kas di BUD (SPD, SP2D, penerimaan perimbangan,dll), dan prosedur Akuntansi /Pembukuan. Pada SKPD prosedur yang dicakup meliputi: prosedurAnggaran (RKA, DPA), prosedur pada PPK – SKPD (Verifikasi, Perbendaharaan, dan Akuntansi),prosedur Bendahara Pengeluaran, dan prosedur Bendahara Penerimaan.Proses penganggaran dalam aplikasi SIMDA Keuangan meliputi proses penganggaran yangdilaksanakan di SKPKD dan di SKPD. Secara ringkas proses penganggaran tersebut dapatdigambarkan sebagai berikut:Gambar 2.1 Proses Penganggaran di SKPKD dan SKPD SKPKD SKPDProses penatausahaan adalah proses pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas mulai dari prosesperencanaan kas sampai dengan pertanggungjawaban. Secara ringkas proses penatausahaan dalamSIMDA Keuangan pada SKPKD dan SKPD dapat digambarkan sebagai berikut: 3BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar 2.2 Penatausahaan di Bendahara Umum Daerah (BUD)Gambar 2.3 Penatausahaan di Pejabat Pengelola Keuangan (PPK) SKPDGambar 2.4 Penatausahaan di Bendahara Penerimaan dan Bendahara PengeluaranProses akuntansi dalam aplikasi SIMDA Keuangan meliputi proses penjurnalan, posting, danpelaporan di SKPKD maupun di SKPD. Proses akuntansi terintegrasi dengan modul penatausahaan.Pencatatan atas transaksi akuntansi tahun berjalan akan secara otomotis dilakukan oleh ProgramAplikasi pada saat “POSTING” atas pelaksanaan penatausahaan keuangan. Data koreksi /penyesuaian diinput secara manual. Secara ringkas proses akuntansi di SKPKD dan SKPD dapatdigambarkan sebagai berikut: 4BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar 2.5 Proses Akuntansi di SKPD dan SKPD SKPD SKPKD2.2 Proses Pengelolaan Keuangan dalam Aplikasi SIMDASistem Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah harus disusun dalam bentuk produk hukumpemerintah daerah yang berperan juga sebagai Manual Sistem dan Prosedur Pengelolaan KeuanganDaerah. Produk hukum Pemerintah Daerah tersebut meliputi: Peraturan Daerah tentang Pokok-pokokPengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Kepala Daerah tentang Sistem dan Prosedur PengelolaanKeuangan Daerah, dan Peraturan Kepala Daerah tentang Kebijakan Akuntansi. Aplikasi SIMDAKeuangan versi 2.1. harus selaras dengan Manual Sistem dan Prosedur Pengelolaan KeuanganDaerah. Aplikasi SIMDA Keuangan memproses perekaman dan pelaporan dalam seluruh tahapanpengelolaan keuangan daerah meliputi penganggaran, pelaksanaan anggaran (penatausahaan) danpertanggungjawaban / pelaporan (akuntansi).2.2.1 PenganggaranProses penganggaran dalam aplikasi SIMDA Keuangan meliputi penyusunan RKA, penyusunanAnggaran Kas, penyusunan APBD dan DPA, dan perubahan anggaran.Dalam tahap penyusunan RKA SKPD harus ditetapkan daftar kode rekening, kode numenklaturprogram / kegiatan, dan numenklatur unit organisasi. Alur data dalam penyusunan RKA dapatdigambarkan sebagai berikut: 5BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar 2.6. Alur Data dalam Penyusunan RKA/RKA-P SKPDBersamaan dengan penyusunan RKA, SKPD menyusunan Anggaran Kas dengan mengalokasikananggaran per rekening untuk satu tahun anggaran. Anggaran kas dibuat per bulan, namun demikianlaporan yang dihasilkan dapat berupa anggaran kas bulanan dan triwulanan. Anggaran Kas akanmempermudah pengalokasian dana pada saat pembuatan SPD. Rencana Penggunaan Dana pada SPDdapat diambil langsung dari data anggaran kas.Selanjutnya dilakukan penyusunan R-APBD, yang merupakan hasil kompilasi RKA-SKPD. Prosespenetapan APBD dilakukan melalui Posting Anggaran dengan cara menginput tanggal penetapan(dilakukan oleh SKPD). Proses penginputan perubahan anggaran sama dengan proses penyusunananggaran, yang berbeda hanya proses posting data. Dalam hal pengurangan anggaran bolehdilakukan untuk anggaran-anggaran yang masih belum direalisasikan. Alur data dalam penyusunanAPBD dan penjabarannya dapat digambarkan sebagai berikut:Gambar 2.6. Alur Data dalam Penyusunan Perda APBD / APBD-PSetelah Perda ditetapkan proses selanjutnya adalah penjabaran APBD dan pembuatan DokumenPelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD. Alur data penyusunan DPA SKPD dapat digambarkan sebagaiberikut: 6BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar 2.7 Alur Data DPA / DPPA SKPD2.2.2 Pelaksanaan Anggaran / PenatausahaanTahapan dalam penatausahaan meliputi persiapan penatausahaan keuangan, penerbitan SuratPenyediaan Dana (SPD), Pelaksanaan Pengeluaran / Penerimaan, dan Pertanggungjawaban / SPJ.Dalam tahap persiapan beberapa hal yang dilaksanakan antara lain: penentuan pejabat-pejabat yangberwenang menandatangani dokumen penatausahaan, pengisian peraturan-peraturan yangmendukung penatausahaan, dan pengisian nama Bank dan nomor rekening milik BUD. Pembagiankewenangan pejabat terkait penatausahaan adalah sebagai berikut:Tabel 2.1 Pembagian Wewenang Penatausahaan No Uraian Keterangan 1. Memberi persetujuan pengesahan DPA-SKPD SEKDA 2. Mengesahkan DPA-SKPD & Anggaran Kas PPKD 3. Menerbitkan SPD PPKD selaku BUD 4. Menerima & menyetor penerimaan SKPD Bend Penerimaan 5. Penyiapan dokumen SPP-LS PPTK 6. Pengajuan SPP-UP/GU/TU/LS (sistem UYHD) Bend Pengeluaran 7. Verifikasi SPJ, SPP dan penyiapan SPM PPK SKPD 8. Penerbitan SPM-UP/GU/TU & SPM-LS Kepala SKPD 9. Menerbitkan SP2D Kuasa BUD Bend Peng. ; Kepala 10. Pertanggungjawaban Dana (SPJ) SKPDSPD adalah dokumen yang menyatakan tersedianya dana untuk melaksanakan kegiatan sebagaidasar penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Pembuatan SPD dilaksanakan denganmembuat rencana penggunaan dana sampai ke rekening rincian obyek. SPD dapat diterbitkan perkegiatan ataupun untuk banyak kegiatan (per SKPD). Kontrol SPD terhadap SPP/SPJ dapat dilakukansecara total terhadap nilai SPD maupun per Rekening. SPD yang diterbitkan tidak menunjukperuntukan jenis pembayaran. Jika Anggaran Kas tidak digunakan sebagai acuan dalam penerbitanSPD maka dapat dilakukan dengan input rencana penggunaan dana. Koreksi atas SPD dapatdilakukan dengan menerbitkan dokumen baru yang fungsinya mengoreksi dokumen yang lama. Alurdata dalam proses penerbitan SPD dapat digambarkan sebagai berikut: 7BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar 2.8 Alur Data SPDPenatausahaan pembayaran dilakukan melalui proses penerbitan SPP, Surat Perintah Membayar(SPM) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Terdapat lima jenis pembayaran dalam aplikasiSIMDA Keuangan, yaitu pembayaran Uang Persediaan (UP), Ganti Uang Persediaan (GU), TambahUang Persediaan (TU), Langsung (LS), dan Nihil.Besaran uang persediaan harus ditetapkan dengan SK Kepala Daerah berdasarkan pertimbangankebutuhan operasional SKPD setiap bulan dan berdasarkan ketersediaan kas di BUD. UP diterbitkanhanya sekali setahun pada awal/dimulainya proses penatausahaan, merupakan uang mukaoperasional dan belum membebani anggaran. UP diterbitkan untuk satu SKPD bukan per kegiatansehingga dapat digunakan untuk semua kegiatan. Uang Persediaan dapat diberikan penggantiandengan cara mengajukan GU (Ganti Uang Persediaan) sebesar SPJ yang disahkan.Ganti Uang dapat dilakukan kapan saja sesuai ketentuan pemerintah daerah, diajukan ketika realisasipengeluaran UP sudah memenuhi syarat permintaan GU. SPJ UP/GU dapat dilakukan untuk beberapakegiatan sekaligus. Pengesahan SPJ UP/GU merupakan dasar dalam pembuatan SPP GU berikutnyadan dasar pengakuan belanja oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan (BUD)Mekanisme pembayaran TU dipergunakan untuk memintakan tambahan uang, apabila adapengeluaran untuk pelaksanaan satu kegiatan yang sedemikian rupa sehingga saldo UP tidak akancukup untuk membiayainya. Pembayaran TU belum membebani anggaran namun dalampengajuannya harus melampirkan rencana penggunaan dana. SPJ TU merupakan dasar pembuatandokumen pengakuan belanja oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.Pertanggungjawaban TU akan diakui sah apabila BUD telah menerbitkan SP2D Nihil atas TU tersebut.Rincian SP2D (TU) Nihil merupakan rincian belanja yang disahkan BUD. Permintaan TU berikutnyauntuk kegiatan yang sama baru dapat diajukan bila pertanggungjawaban TU sebelumnya danPenyetoran Sisa TU (jika ada) telah disahkan oleh BUD yang dinyatakan dengan penerbitan SP2DNihil.Proses SPP, SPM, dan SP2D Nihil dalam Aplikasi SIMDA merupakan sarana pengakuan belanja di unityang mempunyai fungsi perbendaharaan. SPP Nihil harus diajukan oleh Bendahara Pengeluaranketika: • Pertanggungjawaban TU disahkan oleh PPK SKPD; dan • Pertanggungjawaban UP pada akhir tahun anggaran apabila bendahara pengeluaran tidak akan meminta penggantian uang persediaan kembali (GU).Mekanisme pembayaran LS diajukan untuk membayar gaji (LS-Gaji); ataupun membeli barang danjasa (serta modal) baik dilakukan sendiri maupun melalui pihak ketiga. 8BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDAlur data dalam proses pengeluaran dapat digambarkan sebagai berikut:Gambar 2.9 Alur Data Pengeluaran Belanja / PembiayaanPenatausahaan penerimaan kas dilaksanakan oleh Bendahara Penerimaan dan BUD. Alur realisasipenerimaan dapat digambarkan sebagai berikut:Gambar 2.10 Alur Data Penerimaan Kas 9BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD2.2.3 AkuntansiProses akutansi dalam SIMDA Keuangan meliputi tiga hal yaitu: input saldo awal, input datatransaksi, dan koreksi / penyesuaian. Proses input data tersebut terintegrasi dengan modulpenatausahaan. Pencatatan atas transaksi akuntansi tahun berjalan akan secara otomotis dilakukanoleh Program Aplikasi pada saat “POSTING” atas pelaksanaan penatausahaan keuangan. Alur dataproses akuntansi dalam SIMDA Keuangan adalah sebagai berikut:Gambar 2.11 Alur Data Proses AkuntansiDalam penginputan saldo awal, seluruh data saldo akhir tahun sebelumnya (neraca dan LRA) untukmasing-masing SKPD harus diinput. Khusus untuk LRA, data saldo awal diinput sampai dengan rinciankegiatan (obyek belanja). Input data saldo awal tiap SKPD tersebut diperlukan agar SIMDA Keuanganbisa menghasilkan Neraca / LRA SKPD (Entitas Akuntansi) dan Gabungan (Entitas Pelaporan). Khususuntuk data neraca, saldo-saldo ekuitas dana tidak perlu diinput karena secara otomatis akandiperhitungkan oleh aplikasi.Prosedur pencatatan/jurnal/posting transaksi dilaksanakan oleh fungsi Pembukuan (SKPKD) dan PPK-SKPD. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal didasarkan pada dokumen sumber yang lengkap, akuratdan dapat diyakini kebenarannya. SP2D merupakan dokumen yang dijadikan dasar pencatatan/pengakuan atas semua transaksi belanja. STS/Nota Kredit merupakan dokumen yang dijadikan dasarpencatatan/ pengakuan atas transaksi penerimaan.Pencatatan atas transaksi akuntansi tahun berjalan akan secara otomotis dilakukan oleh ProgramAplikasi pada saat “POSTING” atas pelaksanaan penatausahaan keuangan. Posting merupakansarana pengesahan/ approve dari fungsi pembukuan untuk mengklasifikasikan rekening dari setiaptransaksi yang terjadi. Fungsi Pembukuan harus melakukan pencetakan Memo Jurnal sebagaidokumen pengesahan/approve.Koreksi merupakan kegiatan pembetulan akuntansi agar pos-pos yang tersaji dalam laporankeuangan menjadi sesuai dengan yang seharusnya. Penyesuaian merupakan kegiatan pembetulanakuntansi di akhir tahun sehingga pos-pos yang ada di laporan keuangan sesuai dengan kondisi yangsebenarnya. Koreksi dan penyesuaian dibuat dengan cara input manual ke dalam Aplikasi.Sistem akuntansi yang digunakan dalam SIMDA Keuangan mengikuti sistem akuntansi dalam SE900/743/BKAD Depdagri tahun 2007 yang mengacu pada Permendagri nomor 13 tahun 2006 dannomor 59 tahun 2007. Terdapat sembilan jenis jurnal dalam SIMDA Keuangan, sebagai berikut: 10BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDTabel 2.2 Jenis Jurnal Kode Nama Jurnal Uraian1 Jurnal Penerimaan Kas Untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan kas di SKPD maupun di SKPKD.2 Jurnal Pengeluaran Kas Untuk mencatat seluruh transaksi pengeluaran kas di SKPD maupun di SKPKD.3 Jurnal Umum - Transfer Untuk mencatat transaksi pemindahbukuan antar rekening kas di kas daerah.4 Jurnal Umum - Penyesuaian Untuk mencatat penyesuaian akrual akhir tahun.5 Jurnal Umum - Koreksi Untuk mencatat koreksi atas kesalahan pembebanan6 Jurnal Umum - Korolari Untuk mencatat transaksi-transaksi korolari ke Neraca7 Jurnal Umum - Balik Untuk mencatat transaksi pembalikan saldo akun.8 Jurnal Umum - Penutup Untuk mencatat penutupan surplus / defisit dan Silpa / Sikpa.9 Jurnal Umum - Lainnya Untuk mencatat seluruh transaksi pengakuan belanja dan pendapatan.Dalam Simda Keuangan laporan keuangan dapat ditampilkan dalam bentuk sesuai dengan formatdalam Permendagri 13 tahun 2006 dan Permendagri no. 59 tahun 2007, juga dapat dalam formatsesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dalam PP No. 24 tahun 2004. Berikut adalah gambarmapping rekening tersebut.Gambar 2.12 Mapping Rekening2.3 Pengendalian Internal Aplikasi SIMDA Keuangan2.3.1 Pembagian Kewenangan UserTujuan dari pengendalian aplikasi adalah untuk menjamin bahwa seluruh transaksi adalah valid,terotorisasi dan dicatat secara lengkap, akurat dan benar. Pengendalian internal dalam aplikasiSIMDA Keuangan terutama dilakukan dengan pembagian tingkat kewenangan, meliputi:administrator, supervisor, dan operator. Administrator memiliki kewenangan pembuatan user dan 11BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDotoritas user, setting aplikasi (parameter), posting anggaran, dan unposting jurnal. Supervisormemiliki kewenangan mengotorisasi input data, maupun penyesuaian / koreksi. Operator hanyamemiliki kewenangan untuk menginput data dan melihat laporan.Gambar berikut menunjukkan bagaimana proses pembuatan user dan pengaturan tingkatkewenangan dalam aplikasi SIMDA Keuangan.Gambar 2.13 Menu Pembuatan UserPengaturan otoritas user dilakukan oleh administrator melalui otoritas user menu dalam aplikasiSimda Keuangan. Otoritas user meliputi otoritas untuk merubah parameter aplikasi, otoritasmelakukan entry data, otoritas melihat laporan, dan otoritas menggunakan utilitas (tool) aplikasi.Bentuk menu otoritas user dapat dilihat pada gambar berikut:Gambar 2.14 Otoritas User Menu 12BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD2.3.2 Setting AplikasiAplikasi Simda Keuangan bisa disetting sedemikian rupa sesuai dengan kebijakan implementasi sistempengelolaan keuangan masing-masing pemerintah daerah. Pengaturan (setting) aplikasi dapatdilakukan untuk hal-hal sebagai berikut: • Apakah dalam penyusunan anggaran menggunakan standar harga atau tidak; • Apakah dalam penerbitan SPP boleh atau tidak boleh melebihi saldo SPD per rekening; • Apakah penyetoran PFK diotomatisasi atau tidak; • Apakah aplikasi bisa disetting kembali dalam satu tahun anggaran atau tidak; • Setting untuk ukuran kertas print laporan; • Apakah SPD per kegiatan atau untuk beberapa kegiatan; dan • Apakah koreksi belanja akan mempengaruhi SPJ atau tidak.Tujuan dari setting aplikasi tersebut adalah untuk memberikan flexibilitas bagi pemerintah daerahdalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakan terkait pengelolaan keuangan daerah. Modulsetting aplikasi dapat dilihat pada gambar berikut.Gambar 2.15 Modul Setting Aplikasi Simda Keuangan2.3.3 Pengendalian Menu Berdasarkan FungsiUntuk menjamin validitas input data aplikasi SIMDA Keuangan secara terintegrasi mengaturpengendalian berdasarkan fungsi-fungsi: penganggaran, penatausahaan, dan pembukuan. Secaraumum pengendalian fungsi penganggaran, penatausahaan dan pembukuan dapat digambarkansebagai berikut: 13BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar 2.16 Pengendalian Fungsi SIMDA KeuanganDalam fungsi penganggaran pengendalian dilakukan dengan adanya jejak rekam (log) user pelaksanaposting anggaran di tiap-tiap SKPD dan SKPKD. Selain itu, sistem akan menolak perubahan anggaranbila saldo realisasi suatu pos belanja lebih besar daripada jumlah perubahan anggaran.Dalam fungsi penatausahaan pengendalian input dilakukan dengan memberikan warning bila saldosisa SPD tidak mencukupi untuk pengajuan SPP dan bila ada pengajuan TU untuk kegiatan yangsama dimana sebelumnya terdapat TU yang belum dipertanggungjawabkan. Dalam fungsipenatausahaan validasi terhadap dokumen SPM dilakukan oleh pejabat yang berwenang denganmenetapkan status draft, final atau batal. Gambar berikut menunjukan modul validasi dokumen SPM.Gambar 2.17 Wewenang Validasi DokumenDalam fungsi pembukuan aplikasi akan memberikan peringatan bila terjadi koreksi penguranganterhadap suatu rekening belanja jika jumlah pengurangan lebih besar daripada realisasi belanjatersebut.Dalam proses penatausahaan dan pembukuan transaksi pembayaran langsung (ls), pengendaliandilakukan pada: • Bendahara Pengeluaran: dengan membandingkan antara dokumen kontrak dan tagihan dengan SPD dan DPA sebagai dasar menerbitkan SPP; • PPK-SKPD dengan memverifikasi kebenaran SPP beserta dokumen pendukung sebagai dasar untuk menerbitkan SPM; • Bendahara Umum Daerah (BUD) dengan menguji ketersediaan anggaran atas SPM untuk penerbitan SP2D; dan • Petugas Pembukuan untuk menguji jurnal dengan SP2D sebagai dasar untuk melakukan posting maupun koreksi / penyesuaian.Flowchart pengendalian pembayaran LS dapat dilihat pada gambar berikut. 14BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar 2.18 Proses LS Dalam SIMDA KeuanganUntuk pengendalian pembayaran TU, GU dan Nihil pada prinsipnya sama dengan pengendalian dalampembayaran LS. Gambar berikut menunjukan flowchart pengendalian tersebut.Gambar 2.19 Proses GU, TU dan Nihil Dalam SIMDA Keuangan 15BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD2.3.4 Pengendalian DatabasePengendalian terhadap database dalam aplikasi SIMDA Keuangan dilakukan dengan adanya Kontrolhubungan antar tabel (tabel relationship) dalam database untuk menghindari adanya ‘missing link’dokumen dan mengharuskan operator untuk bekerja sesuai prosedur. Gambar berikut menunjukancontoh pengendalian melalui tabel relationship mulai dari proses penerbitan SPP sampai denganSP2D.Gambar 2.20 Tabel Relationship 16BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD3 Teknik Audit Berbantuan KomputerTeknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) adalah penggunaan komputer untuk melaksanakansebagian fungsi audit dalam pelaksanaan audit. Penggunaan TABK diperlukan dalam suatupenugasan audit bilamana: • Suatu bagian signifikan dalam pengendalian internal dilaksanakan oleh program komputer; • Terdapat gap dalam melakukan audit trail secara fisik. • Volume record yang diuji sangat besar.Dalam pelaksanaan TABK auditor harus menguji efektifitas operasi prosedur-prosedur manual yangterkait untuk pengambilan kesimpulan tentang efektifitas pengendalian secara keseluruhan.TABK yang digunakan untuk menguji operasi dari pengendalian suatu aplikasi komputer meliputiantara lain (1) Parallel Simulation, (2) Test data, dan (3) Integrated test Facility.3.1 Parallel SimulationDalam parallel simulation data aktual auditee diproses menggunakan sebuah program software yangdidisain untuk mereproduksi atau mensimulasi pemrosesan data aktual auditee. Hal ini dapatdigambarkan sebagai berikut:Gambar 3.1 Parallel Simulation Client’s Auditor actual data Software Computer process Computer Manual Client’s Output Comparison actual OutputTeknik ini memiliki beberapa keunggulan yaitu: • Auditor dapat memverifikasi transaksi dan pengesahannya melalui penelusuran ke dokumen sumber karena menggunakan data riil; • Tidak berisiko mengkontaminasi data auditee; • Ukuran sampel dapat ditingkatkan tanpa adanya tambahan biaya yang berarti; dan • Secara independen dapat melakukan pengujian. 17BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD3.2 Test DataTeknik test data menggunakan dummy transactions yang diproses melalui aplikasi dan databaseauditee. Test data terdiri dari satu transaksi yang valid dan satu transaksi tidak valid. Output dariproses tersebut dibandingkan dengan output ekspektasi auditor untuk menentukan efektifitaspengendalian operasi aplikasi. Meskipun pendekatan ini relatif sederhana, murah dan cepat, terdapatbeberapa kelemahan dalam penggunaan metode ini, yaitu: • Program aplikasi auditee hanya diuji pada titik waktu tertentu bukan pada satu periode; • Pengujian hanya dilakukan untuk fungsi suatu program atau modul yang diuji; • Tidak terdapat pengujian terhadap dokumentasi yang secara aktual diproses oleh sistem; dan • Lingkup pengujian terbatas hanya pada kemampuan pemahaman auditor terhadap pengendalian dalam aplikasi.Teknik test data dapat digambarkan sebagai berikut:Gambar 3.2 Test Data Auditor’s Client’s Client’s test data actual data Software Computer process Computer Manual Auditor’s Output Comparison expected Output3.3 Integrated Test FacilityIntegrated test facility adalah fasilitas subsistem mini yang dibentuk dalam perangkat lunak auditeeyang memungkinkan data pengujian auditor terintegrasi dengan data riil auditee untuk diprosesdengan menggunakan perangkat lunak auditee. Fasilitas tersebut harus dipastikan dapatmengupdate file dummy yang berisi test data dan tidak menkontaminasi data riil milik auditee.Prosedur ini memberikan bukti tentang efektivitas desain prosedur pengendalian aplikasi.3.4 Langkah-langkah TABKLangkah utama yang dilaksanakan oleh auditor dalam penerapan TABK adalah: a. Menetapkan tujuan penerapan TABK; b. Menentukan isi dan dapat diakses atau tidaknya file entitas; c. Mendefinisikan tipe transaksi yang diuji; d. Mendefinisikan prosedur yang harus dilaksanakan atas data; 18BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD e. Mendefinisikan persyaratan output; f. Mengidentifikasi staf audit dan komputer yang dapat berpartisipasi dalam perancangan dan penerapan TABK; g. Mempertimbangkan biaya dan manfaat pengujian; h. Menjamin bahwa penggunaan TABK dikendalikan dan didokumentasikan semestinya; i. Mengatur aktivitas administrasi, termauk ketrampilan dan fasilitas komputer yang diperlukan; j. Melaksanakan aplikasi TABK; dan k. Mengevaluasi hasil. 19BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD4 Kerangka Kerja Pemeriksaan LKPD Yang Disusun Dengan Aplikasi SIMDA KeuanganPelaksanaan pemeriksaan atas LKPD yang disusun dengan aplikasi SIMDA Keuangan pada prinsipnyatidak terlalu berbeda dengan pemeriksaan atas LKPD yang disusun secara manual. Seluruh tahapandalam perencanaan, pekerjaan lapangan, dan pelaporan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yangberlaku, namun untuk beberapa tahapan tertentu diimplementasikan dengan penggunaan TABK.Secara ringkas framework pemeriksaan tersebut digambarkan sebagai berikut.Gambar 4.1 Framework TABK Pemeriksaan LKPD output SIMDA Keuangan4.1 Tahap PerencanaanPerencanaan pemeriksaan atas LKPD meliputi sepuluh kegiatan sebagai berikut: (1) pemahamantujuan pemeriksaan dan harapan penugasan, (2) pemenuhan kebutuhan pemeriksa, (3) pemahamanatas entitas, (4) pemantauan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan atas LKPD sebelumnya, (5)pemahaman sistem pengendalian intern, (6) pemahaman dan penilaian risiko, (7) penentuanmaterialitas dan kesalahan yang dapat ditoleransi, (8) penentuan metode uji petik, (9) pelaksanaanprosedur analitis awal, serta (10) penyusunan program pemeriksaan dan penyusunan program kerjaperorangan. Seluruh tahapan tersebut harus dilaksanakan untuk menjamin kualitas pemeriksaan danoutput yang dihasilkan. Program pemeriksaan yang dihasilkan dalam tahap ini masih dapat direvisikembali berdasarkan hasil analisa data melalui proses TABK dalam tahap selanjutnya. Dalamkerangka kerja ini terlihat bahwa tahap perencanaan memiliki porsi yang paling besar darikeseluruhan proses pemeriksaan.Auditee menyerahkan LKPD unaudit harus bersama-sama dengan back-up file database SIMDA. Filedatabase tersebut di-restore melalui program Microsoft SQL server 2005. Setelah file di-restore 20BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDselanjutnya adalah melakukan parallel simulation untuk menghasilkan neraca lajur (working balancedsheet) sebagai dasar untuk penyusunan laporan keuangan unaudited yang akan ditandingkan denganhard copy yang disampaikan auditee. Saldo yang diuji meliputi saldo awal dan saldo akhir. Apabilasaldo-saldo dalam laporan keuangan output dari parallel simulation berbeda dengan hard copy-nyaauditee dapat diminta memperbaiki laporan keuangan tersebut. Adanya perbedaan mengindikasikanbahwa terdapat sumber data lain yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan yang bukanberasal dari database SIMDA.Apabila hard copy LKPD sudah sesuai dengan output database, proses selanjutnya adalah melakukananalisa artikulasi. Analisa artikulasi adalah analisa terhadap hubungan antara akun-akun dalamNeraca, Laporan Realisasi Anggaran (LRA), dan Laporan Arus Kas. Analisa artikulasi dapat mendeteksiadanya ketidakberesan dalam pencatatan akun-akun krusial dalam laporan keuangan. Analisaartikulasi meliputi: • Artikulasi kas: keterkaitan antara saldo kas dalam aktiva lancar dengan saldo SILPA dalam Ekuitas Dana dan saldo Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK); • Artikulasi Silpa: hubungan antara saldo silpa dalam neraca dengan silpa dalam LRA; • Artikulasi PFK: hubungan antara saldo utang PFK dengan saldo penerimaan dan pengeluaran PFK dalam Laporan Arus Kas; dan • Artikulasi lainnya: hubungan akun-akun lainnya dalam Neraca, LRA dan Laporan Arus kas seperti belanja modal, aktiva tetap, pembiayaan, hutang, dll.Tahap selanjutnya dalam perencanaan adalah melakukan prosedur analitis (analytical procedure) dananalisa awal terhadap transaksi dalam database. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan querrydatabase yang dihasilkan dalam proses parallel simulation. Tujuan yang diharapkan dalam proses iniadalah untuk mendeteksi adanya ketidakberesan dan risiko-risiko dalam transaksi. Output dari prosesini adalah identifikasi awal potensi permasalahan dan ketidakberesan dalam LKPD sebagai acuandalam merevisi program pemeriksaan dan menentukan sample. Beberapa prosedur yang dilakukanuntuk mendeteksi ketidakberesan tersebut antara lain adalah: • Pengujian pengelolaan kas baik di BUD maupun di Bendahara SKPD. Dalam proses ini melalui TABK secara cepat dapat dipetakan pengeluaran dan pertanggungjawaban melalui mekanisme LS, GU, TU dan Nihil. • Pengujian saldo-saldo belanja dalam ledger apakah sesuai dengan SPM dan SP2Dnya. • Menguji data pendapatan dalam jurnal dengan data dalam STS • Analisa statistik berdasarkan figur jenis SPM, jenis jurnal, jenis rekening bank, dll. • Analisa terhadap pemotongan dan penyetoran PFK, dll.Selanjutnya adalah proses penentuan sampling dan revisi program pemeriksaan. Penentuan samplingcenderung dilakukan secara judgemental karena data transaksi beserta bukti berupa STS,Penjabaran APBD, DPA SKPD, SPD, SPP, SPM, dan SP2D telah tersedia dalam database. Revisiterhadap program pemeriksaan dilakukan terutama untuk menambahkan prosedur-prosedur khususuntuk mencari jawaban atas identifikasi masalah dari proses sebelumnya.4.2 Tahap Pekerjaan LapanganPelaksanaan pekerjaan lapangan pemeriksaan atas LKPD meliputi 9 (sembilan) kegiatan, yaitu: (1)pelaksanaan pengujian analitis terinci, (2) pengujian sistem pengendalian intern, (3) pengujiansubstantif atas transaksi dan saldo, (4) penyelesaian penugasan (5) penyusunan ikhtisar koreksi, (6)penyusunan konsep temuan pemeriksaan, (7) pembahasan dengan pejabat entitas yang berwenang,(8) perolehan tanggapan resmi dan tertulis dari pejabat entitas yang berwenang, dan (9) 21BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDpenyampaian temuan pemeriksaan. Peranan TABK dalam proses ini terutama dalam mempercepatdan mempermudah penyusunan Kertas kerja Pemeriksaan, berupa neraca lajur, supporting schedule,dan Top Schedule. Selain itu TABK juga berguna sebagai tools yang mempercepat analisa lebih lanjutterhadap transaksi-transaksi tertentu dan pengujian substantif terhadap pengendalian intern.4.3 Tahap PelaporanPelaporan hasil pemeriksaan atas LKPD meliputi (1) penyusunan konsep laporan hasil pemeriksaan,(2) pembahasan konsep laporan hasil pemeriksaan dengan penanggung jawab, (3), penyampaiandan pembahasan konsep hasil pemeriksaan dengan pejabat entitas yang berwenang, (4) perolehansurat representasi atas laporan keuangan dari pemerintah daerah, dan (5) penyusunan konsep akhirdan penyampaian laporan hasil pemeriksaan. Dalam proses ini TABK digunakan untukmensimulasikan Laporan Keuangan Audited versi pemeriksa dengan Laporan Keuangan Audited yangdisusun oleh auditee berdasarkan usulan jurnal koreksi. Dalam tahap ini uji artikulasi kembalidilakukan untuk memastikan tidak adanya kesalahan dalam penyajian untuk akun-akun yang krusial(Kas, SILPA, dan PFK). 22BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD5. Bagaimana Bekerja dengan Sebuah Database SIMDA5.1 Restore The Database to Microsoft SQL Server Untuk menganalisis transaksi keuangan selama periode satu tahun anggaran, kita harus memiliki database SIMDA terakhir yang telah terkunci (angka- angka dipastikan tidak dimodifikasi kembali oleh Auditee). Database ini dapat diperoleh dari SIMDA administrator tiap entitas. File database ini biasanya memiliki extention file .BAK.Agar database tersebut dapat terbaca dan dapat analisis dalam Microsoft SQL, maka databasetersebut perlu di-restore dahulu ke dalam Microsoft SQL Server.Server Name :[nama computer/notebook]sqlexpressAuthentication : disarankan menggunakan SQL Server Authentication Login : sa (jika menggunakan Server Authentication) Password : masukkan password personal click Connect 23BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDKemudian click kanan pada folder Database  click Restore Database.Masukkan nama database yang kita inginkan.To Database : namaentitas_ddmmyyPilih From device dan click kotak kecil di samping kanan (lihat tanda panah). 24BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDKemudian akan muncul text box  click Add.Setelah itu akan muncul pilihan folder-folder tempat penyimpanan data. Pilih letak penyimpanan filedatabase SIMDA (CobaKota310309.BAK) yang telah kita simpan sebelumnya  click OK. 25BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah itu lokasi penyimpanan database mentah SIMDA akan muncul dalam text box  click OK.Berikan tick mark pada kotak yang ada dibawah field restore  lalu click Options pada menu ‘selecta page’ di sebelah kiri atas (Lihat tanda lingkaran). 26BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah itu akan muncul text box berisi pilihan Restore the database files as: STOPSebelum menuju ke langkah berikutnya….Create 2 buah new folder untuk penyimpanan Data dan Log dari hasil pengoperasian Microsoft SQL.Lokasi dari kedua folder ini dapat ditempatkan pada folder khusus bagi output Microsoft SQL agarmudah diingat. Kedua folder ini digunakan untuk menyimpan output Data yang berekstention .mdfdan output Log yang berekstension .ldf hasil dari pemrosesan SQL.Nama folder disarankan : Data_ddmmyy untuk file Data dan Log_ddmmyy untuk file LogContoh pembuatan dan lokasi kedua folder tersebut adalah seperti gambar di bawah ini: 27BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD GOBack to Microsoft SQL Server….Setelah kedua folder tempat penyimpanan file yang berupa Data dan Log telah kita buat, makalangkah selanjutnya adalah proses restore database selanjutnya. click kotak kecil disamping kanan SIMDA_V3_Data untuk menentukan lokasi folder penyimpanan file Data (data_ddmmyy.mdf) yang sudah kita buat sebelumnya. 28BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDPilih lokasi folder file Data yang telah kita create sebelumnya.Selected Path : akan terbentuk sendirinya saat kita memilih dan meng-click lokasi penyimpanan folder Data tadi.Files of type : pilih All FilesFile name : masukkan nama file sesuai nama folder data yang kita buat sebelumnya dengan ekstension mdf. Contoh: CobaData310309.mdf click OK. 29BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDNama penyimpanan File yang berupa data (pada kolom ‘Restore As’) akan berubah sesuai letakfolder data kita.Lakukan hal yang sama untuk file Log. click kotak kecil disamping kanan SIMDA_V3_Log untuk menentukan lokasi folder penyimpanan Log (log_ddmmyy.mdf) yang sudah kita create sebelumnya.Untuk File name, masukkan nama file sesuai nama folder data yang kita buat sebelumnya denganekstension mdf. Contoh: CobaLog310309.mdf  click OK. 30BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDNama penyimpanan File yang berupa Log (pada kolom ‘Restore As’) akan berubah sesuai letak folderfile Log kita.Pada Restore Option beri tick mark ‘Overwrite the existing database’ click OK.Jika progress menunjukkan Executing 100% berarti menunjukkan restore database success. 31BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDJika proses restore database kita telah sukses, maka akan muncul text box yang menyatakan bahwarestore database kita telah completed successfully.click OK.Jika proses restore database telah sukses, maka nama database yang telah kita restore tadi akanmuncul dalam folder Database di Microsoft SQL. 32BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDAda beberapa folder dalam database, diantaranya adalah: Database Diagram, Tables, Views, dll.Folder tables terdiri dari berbagai table misalnya table Belanja, table Jenis SPM, table Jurnal, dll.5.2 Relasi Tabel dan Pembuatan Querry.Untuk menganalisis data-data dalam table yang ada di database, maka diperlukan create view, yaitumenghubungkan tabel-tabel yang memiliki relation sehingga menghasilkan suatu informasi.Misalnya: Tabel Ref_Rek_1, Tabel Ref_Rek_2, Tabel Ref_Rek_3, dan Tabel Ref_Rek_4 direlasikanone-to-one dengan primary key antar Tabel Ref_Rek adalah Kd_Rek.Jika ke-empat tabel tersebut telah direlasikan, maka akan diperoleh satu table baru yang mencakupsemua informasi yang ada pada ke-empat table yaitu table yang berisi kode rekening mulai dari level1, level 2, sampai dengan level 4 disertai dengan keterangan nama rekening untuk masing-masinglevel sehingga kita dapat memilki database kode dan nama rekening dalam satu table. Jika table-tabel tersebut tidak direlasikan, maka informasi yang diperoleh hanya terbatas pada nama rekeninguntuk satu level saja, tidak bisa mengakomodasi nama rekening untuk ke-empat level dalam satutable.Untuk mempermudah create view baru, dapat menggunakan template Query yang telah ada untukmeng-create beberapa views dasar yang dapat digunakan untuk menganalisis data transaksikeuangan Auditee.Template Query tersebut dalam bentuk script adalah sebagai berikut:USE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_ChartOfAccount] Script Date: 03/23/2009 08:12:07 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ON 33BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_ChartOfAccount]ASSELECT dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_1, dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_2, dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_3, dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_4, dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_5, dbo.Ref_Rek_1.Nm_Rek_1, dbo.Ref_Rek_2.Nm_Rek_2, dbo.Ref_Rek_3.Nm_Rek_3, dbo.Ref_Rek_4.Nm_Rek_4, dbo.Ref_Rek_5.Nm_Rek_5FROM dbo.Ref_Rek_1 INNER JOIN dbo.Ref_Rek_2 ON dbo.Ref_Rek_1.Kd_Rek_1 = dbo.Ref_Rek_2.Kd_Rek_1 INNER JOIN dbo.Ref_Rek_3 ON dbo.Ref_Rek_2.Kd_Rek_1 = dbo.Ref_Rek_3.Kd_Rek_1 AND dbo.Ref_Rek_2.Kd_Rek_2 = dbo.Ref_Rek_3.Kd_Rek_2 INNER JOIN dbo.Ref_Rek_4 ON dbo.Ref_Rek_3.Kd_Rek_1 = dbo.Ref_Rek_4.Kd_Rek_1 AND dbo.Ref_Rek_3.Kd_Rek_2 = dbo.Ref_Rek_4.Kd_Rek_2 AND dbo.Ref_Rek_3.Kd_Rek_3 = dbo.Ref_Rek_4.Kd_Rek_3 INNER JOIN dbo.Ref_Rek_5 ON dbo.Ref_Rek_4.Kd_Rek_1 = dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_1 AND dbo.Ref_Rek_4.Kd_Rek_2 = dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_2 AND dbo.Ref_Rek_4.Kd_Rek_3 = dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_3 AND dbo.Ref_Rek_4.Kd_Rek_4 = dbo.Ref_Rek_5.Kd_Rek_4GOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_MstSatker] Script Date: 03/23/2009 08:12:31 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_MstSatker]ASSELECT dbo.Ref_Sub_Unit.Kd_Urusan, dbo.Ref_Sub_Unit.Kd_Bidang, dbo.Ref_Sub_Unit.Kd_Unit, dbo.Ref_Sub_Unit.Kd_Sub, dbo.Ref_Urusan.Nm_Urusan, dbo.Ref_Bidang.Nm_Bidang, dbo.Ref_Unit.Nm_Unit, dbo.Ref_Sub_Unit.Nm_Sub_UnitFROM dbo.Ref_Bidang INNER JOIN dbo.Ref_Unit ON dbo.Ref_Bidang.Kd_Urusan = dbo.Ref_Unit.Kd_Urusan AND dbo.Ref_Bidang.Kd_Bidang = dbo.Ref_Unit.Kd_Bidang INNER JOIN dbo.Ref_Sub_Unit ON dbo.Ref_Unit.Kd_Urusan = dbo.Ref_Sub_Unit.Kd_Urusan AND dbo.Ref_Unit.Kd_Bidang = dbo.Ref_Sub_Unit.Kd_Bidang AND dbo.Ref_Unit.Kd_Unit = dbo.Ref_Sub_Unit.Kd_Unit INNER JOIN dbo.Ref_Urusan ON dbo.Ref_Bidang.Kd_Urusan = dbo.Ref_Urusan.Kd_UrusanGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_MstKegiatan] Script Date: 03/23/2009 08:12:48 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_MstKegiatan]ASSELECT dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Urusan, dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Bidang, dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Unit, dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Sub, dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Prog, dbo.Ta_Kegiatan.ID_Prog, dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Keg, dbo.Ta_Program.Ket_Program, dbo.Ta_Kegiatan.Ket_Kegiatan, dbo.Ta_Kegiatan.Lokasi, dbo.Ta_Kegiatan.Kelompok_Sasaran, dbo.Ta_Kegiatan.Status_Kegiatan, dbo.Ta_Kegiatan.Pagu_Anggaran, dbo.Ta_Kegiatan.TahunFROM dbo.Ta_Program INNER JOIN dbo.Ta_Kegiatan ON dbo.Ta_Program.Tahun = dbo.Ta_Kegiatan.Tahun AND dbo.Ta_Program.Kd_Urusan = dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Program.Kd_Bidang = dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Program.Kd_Unit = dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Unit AND dbo.Ta_Program.Kd_Sub = dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Sub AND dbo.Ta_Program.Kd_Prog = dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Prog AND dbo.Ta_Program.ID_Prog = dbo.Ta_Kegiatan.ID_ProgWHERE (dbo.Ta_Kegiatan.Kd_Prog <> 0)GOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_Saldo] Script Date: 03/23/2009 08:14:05 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_Saldo]ASSELECT 2008 AS Tahun, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Urusan, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Bidang, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Unit, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Sub, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Prog, dbo.Ta_Saldo_Awal.ID_Prog, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Keg, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_1, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_2, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_3, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_4, dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_5, dbo.Ta_Saldo_Awal.Anggaran, dbo.Ta_Saldo_Awal.D_K, dbo.Ta_Saldo_Awal.Saldo, CASE D_K WHEN D THEN Saldo ELSE 0 END AS Debet, CASE D_K WHEN K THEN Saldo ELSE 0 END AS Kredit, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Urusan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Bidang, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Unit, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_UnitFROM dbo.Ta_Saldo_Awal INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_Saldo_Awal.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_SubGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_SP2D] Script Date: 03/23/2009 08:14:40 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGO 34BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDCREATE VIEW [dbo].[zvw_SP2D]ASSELECT dbo.Ta_SP2D.Tahun, dbo.Ta_SP2D.No_SP2D, dbo.Ta_SP2D.No_SPM, dbo.Ta_SP2D.Tgl_SP2D, dbo.Ta_SP2D.Kd_Bank, dbo.Ta_SP2D.No_BKU, dbo.Ta_SP2D.Nm_Penandatangan, dbo.Ta_SP2D.Nip_Penandatangan, dbo.Ta_SP2D.Jbt_Penandatangan, dbo.Ta_SP2D.Keterangan, dbo.Ref_Bank.Nm_Bank, dbo.Ref_Bank.No_Rekening, dbo.Ta_Cheque.No_Cek, dbo.Ta_Cheque.Tgl_Cek, dbo.Ta_Cheque.Nilai, dbo.Ta_Cheque.Keterangan AS KetCek, dbo.Ta_Cheque.Tgl_Cair, dbo.Ta_Cheque.Bank_PencairFROM dbo.Ta_SP2D INNER JOIN dbo.Ref_Bank ON dbo.Ta_SP2D.Kd_Bank = dbo.Ref_Bank.Kd_Bank LEFT OUTER JOIN dbo.Ta_Cheque ON dbo.Ta_SP2D.Tahun = dbo.Ta_Cheque.Tahun AND dbo.Ta_SP2D.No_SP2D = dbo.Ta_Cheque.No_SP2DGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_SPM] Script Date: 03/23/2009 08:17:02 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_SPM]ASSELECT dbo.Ta_SPM.Tahun, dbo.Ta_SPM.No_SPM, dbo.Ta_SPM.No_SPP, dbo.Ta_SPM.Jn_SPM, dbo.Ref_Jenis_SPM.Nm_Jn_SPM, dbo.Ta_SPM.Tgl_SPM, dbo.Ta_SPM.Uraian, dbo.Ta_SPM.Nm_Penerima, dbo.Ta_SPM.Bank_Penerima, dbo.Ta_SPM.Rek_Penerima, dbo.Ta_SPM.NPWP, dbo.Ta_SPM.Bank_Pembayar, dbo.Ta_SPM.Nm_Verifikator, dbo.Ta_SPM.Nm_Penandatangan, dbo.Ta_SPM.Nip_Penandatangan, dbo.Ta_SPM.Jbt_Penandatangan, dbo.Ta_SPM.Kd_Edit, dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_1, dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_2, dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_3, dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_4, dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_5, dbo.Ta_SPM_Rinc.No_ID, dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Prog, dbo.Ta_SPM_Rinc.ID_Prog, dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Keg, dbo.Ta_SPM_Rinc.Nilai, dbo.Ta_SPM.Kd_Urusan, dbo.Ta_SPM.Kd_Bidang, dbo.Ta_SPM.Kd_Unit, dbo.Ta_SPM.Kd_Sub, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Program, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Kegiatan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Urusan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Bidang, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Unit, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.zvw_SP2D.No_SP2D, dbo.zvw_SP2D.Tgl_SP2D, dbo.zvw_SP2D.Tgl_Cek, dbo.Ref_Bank.Nm_Bank, dbo.Ref_Bank.No_Rekening, dbo.zvw_SP2D.No_Cek, dbo.zvw_SP2D.No_BKU, dbo.zvw_SP2D.Nm_Penandatangan AS NmPenandatanganCek, dbo.zvw_SP2D.Nip_Penandatangan AS NIPPenandatanganCek, dbo.zvw_SP2D.Jbt_Penandatangan AS JbtPenandatanganCekFROM dbo.zvw_SP2D INNER JOIN dbo.Ref_Bank ON dbo.zvw_SP2D.Kd_Bank = dbo.Ref_Bank.Kd_Bank RIGHT OUTER JOIN dbo.Ta_SPM_Rinc INNER JOIN dbo.Ta_SPM ON dbo.Ta_SPM_Rinc.Tahun = dbo.Ta_SPM.Tahun AND dbo.Ta_SPM_Rinc.No_SPM = dbo.Ta_SPM.No_SPM INNER JOIN dbo.Ref_Jenis_SPM ON dbo.Ta_SPM.Jn_SPM = dbo.Ref_Jenis_SPM.Jn_SPM INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 ON dbo.zvw_SP2D.Tahun = dbo.Ta_SPM_Rinc.Tahun AND dbo.zvw_SP2D.No_SPM = dbo.Ta_SPM_Rinc.No_SPM LEFT OUTER JOIN dbo.zvw_MstKegiatan ON dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Keg = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Keg AND dbo.Ta_SPM_Rinc.ID_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.ID_Prog AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Prog AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Sub AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Unit AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Bidang AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Urusan AND dbo.Ta_SPM_Rinc.Tahun = dbo.zvw_MstKegiatan.TahunGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_jurnal] Script Date: 03/23/2009 08:17:55 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_jurnal]ASSELECT dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Source, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.No_Bukti, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Jurnal, dbo.Ref_Jurnal.Nm_Jurnal, dbo.Ta_JurnalSemua.Tgl_Bukti, dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Urusan, dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Bidang, dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Unit, dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Sub, dbo.Ta_JurnalSemua.No_BKU, dbo.Ta_JurnalSemua.Keterangan, dbo.Ta_JurnalSemua.Posting, dbo.Ta_JurnalSemua.Posting_SKPKD, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rinci, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Prog, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.ID_Prog, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Keg, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_1, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_2, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_3, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_4, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_5, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Debet, dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kredit, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Urusan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Bidang, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Unit, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Program, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_KegiatanFROM dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc INNER JOIN dbo.Ta_JurnalSemua ON dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Tahun = dbo.Ta_JurnalSemua.Tahun AND dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Source = dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Source AND dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.No_Bukti = dbo.Ta_JurnalSemua.No_Bukti INNER JOIN dbo.Ref_Jurnal ON dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Jurnal = dbo.Ref_Jurnal.Kd_Jurnal INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub LEFT OUTER JOIN dbo.zvw_MstKegiatan ON dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Keg = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Keg AND 35BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.ID_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.ID_Prog AND dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Kd_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Prog AND dbo.Ta_JurnalSemua.Tahun = dbo.zvw_MstKegiatan.Tahun AND dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Urusan AND dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Bidang AND dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Unit = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Unit AND dbo.Ta_JurnalSemua.Kd_Sub = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_SubWHERE (dbo.Ta_JurnalSemua_Rinc.Tahun = 2008)GOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_STS] Script Date: 03/23/2009 08:18:43 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_STS]ASSELECT dbo.Ta_STS_Rinc.No_STS, dbo.Ta_STS.Tgl_STS, dbo.Ta_STS.No_BKU, dbo.Ref_Bank.Nm_Bank, dbo.Ref_Bank.No_Rekening, dbo.Ta_STS.Nm_Penandatangan, dbo.Ta_STS.Nip_Penandatangan, dbo.Ta_STS.Jbt_Penandatangan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.Ta_STS_Rinc.Nilai, dbo.Ta_STS_Rinc.Keterangan, dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Rek_1, dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Rek_2, dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Rek_3, dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Rek_4, dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Rek_5, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5FROM dbo.Ta_STS_Rinc INNER JOIN dbo.Ta_STS ON dbo.Ta_STS_Rinc.Tahun = dbo.Ta_STS.Tahun AND dbo.Ta_STS_Rinc.No_STS = dbo.Ta_STS.No_STS INNER JOIN dbo.Ref_Bank ON dbo.Ta_STS.Kd_Bank = dbo.Ref_Bank.Kd_Bank INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_STS_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ref_Bank.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ref_Bank.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ref_Bank.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ref_Bank.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ref_Bank.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5GOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_SPJ] Script Date: 03/23/2009 08:19:36 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_SPJ]ASSELECT dbo.Ta_SPJ_Rinc.No_SPJ, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Urusan, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Bidang, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Unit, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Sub, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Prog, dbo.Ta_SPJ_Rinc.ID_Prog, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Keg, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_1, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_2, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_3, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_4, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_5, dbo.Ta_SPJ_Rinc.No_Bukti, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Tgl_Bukti, dbo.Ta_SPJ_Rinc.Nilai, dbo.Ta_SPJ_Rinc.No_SPD, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Program, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Kegiatan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Unit, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.Ta_SPJ.Tgl_SPJ, dbo.Ta_SPJ.No_BKU, dbo.Ta_SPJ.Keterangan, dbo.Ta_SPJ.No_SPM, dbo.Ref_Jenis_SPM.Nm_Jn_SPM, dbo.Ta_Pengesahan_SPJ.No_Pengesahan, dbo.Ta_Pengesahan_SPJ.Tgl_PengesahanFROM dbo.Ta_SPJ_Rinc INNER JOIN dbo.Ta_SPJ ON dbo.Ta_SPJ_Rinc.Tahun = dbo.Ta_SPJ.Tahun AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.No_SPJ = dbo.Ta_SPJ.No_SPJ INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.Ref_Jenis_SPM ON dbo.Ta_SPJ.Jn_SPJ = dbo.Ref_Jenis_SPM.Jn_SPM INNER JOIN dbo.Ta_Pengesahan_SPJ ON dbo.Ta_SPJ.Tahun = dbo.Ta_Pengesahan_SPJ.Tahun AND dbo.Ta_SPJ.No_SPJ = dbo.Ta_Pengesahan_SPJ.No_SPJ LEFT OUTER JOIN dbo.zvw_MstKegiatan ON dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Keg = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Keg AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.ID_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.ID_Prog AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Prog AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Sub AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Unit AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Bidang AND dbo.Ta_SPJ_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_UrusanGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_PotSPM_Gaji] Script Date: 03/23/2009 08:20:51 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_PotSPM_Gaji]ASSELECT dbo.Ta_SPM_Pot.No_SPM, dbo.Ta_SPM_Pot.Tahun, dbo.Ta_SPM_Pot.Kd_Pot_Rek, dbo.Ta_SPM_Pot.Nilai, dbo.Ref_Pot_SPM_Rek.Kd_Pot, dbo.Ref_Pot_SPM.Nm_Pot, dbo.Ta_SPM.Tgl_SPM, dbo.Ta_SPM.Uraian, dbo.Ta_SPM.Nm_Penerima, dbo.Ref_Jenis_SPM.Nm_Jn_SPM, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_UnitFROM dbo.Ta_SPM_Pot INNER JOIN dbo.Ref_Pot_SPM_Rek ON dbo.Ta_SPM_Pot.Kd_Pot_Rek = dbo.Ref_Pot_SPM_Rek.Kd_Pot_Rek INNER JOIN dbo.Ref_Pot_SPM ON dbo.Ref_Pot_SPM_Rek.Kd_Pot = dbo.Ref_Pot_SPM.Kd_Pot INNER JOIN dbo.Ta_SPM ON dbo.Ta_SPM_Pot.Tahun = dbo.Ta_SPM.Tahun AND dbo.Ta_SPM_Pot.No_SPM = dbo.Ta_SPM.No_SPM INNER JOIN dbo.Ref_Jenis_SPM ON dbo.Ta_SPM.Jn_SPM = dbo.Ref_Jenis_SPM.Jn_SPM INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_SPM.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_SPM.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND 36BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD dbo.Ta_SPM.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_SPM.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_SubGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_PotSPM_pihak3] Script Date: 03/23/2009 08:21:13 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_PotSPM_pihak3]ASSELECT dbo.Ta_SPM_Info.No_SPM, dbo.Ta_SPM_Info.Tahun, dbo.Ta_SPM_Info.Kd_Pot_Rek, dbo.Ta_SPM_Info.Nilai, dbo.Ref_Pot_SPM_Rek.Kd_Pot, dbo.Ref_Pot_SPM.Nm_Pot, dbo.Ta_SPM.Tgl_SPM, dbo.Ta_SPM.Uraian, dbo.Ta_SPM.Nm_Penerima, dbo.Ref_Jenis_SPM.Nm_Jn_SPM, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_UnitFROM dbo.Ta_SPM_Info INNER JOIN dbo.Ref_Pot_SPM_Rek ON dbo.Ta_SPM_Info.Kd_Pot_Rek = dbo.Ref_Pot_SPM_Rek.Kd_Pot_Rek INNER JOIN dbo.Ref_Pot_SPM ON dbo.Ref_Pot_SPM_Rek.Kd_Pot = dbo.Ref_Pot_SPM.Kd_Pot INNER JOIN dbo.Ta_SPM ON dbo.Ta_SPM_Info.Tahun = dbo.Ta_SPM.Tahun AND dbo.Ta_SPM_Info.No_SPM = dbo.Ta_SPM.No_SPM INNER JOIN dbo.Ref_Jenis_SPM ON dbo.Ta_SPM.Jn_SPM = dbo.Ref_Jenis_SPM.Jn_SPM INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_SPM.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_SPM.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_SPM.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_SPM.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_SubGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_Pajak] Script Date: 03/23/2009 08:21:46 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_Pajak]ASSELECT dbo.Ta_Pajak_Rinc.No_Bukti, dbo.Ta_Pajak.Tgl_Bukti, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.Ta_Pajak.Nama_Penyetor, dbo.Ta_Pajak.No_BKU, dbo.Ta_Pajak.Keterangan, CASE D_K WHEN D THEN Nilai ELSE 0 END AS Debet, CASE D_K WHEN K THEN Nilai ELSE 0 END AS Kredit, dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_1, dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_2, dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_3, dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_4, dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_5, dbo.Ta_Pajak.Kd_Urusan, dbo.Ta_Pajak.Kd_Bidang, dbo.Ta_Pajak.Kd_Unit, dbo.Ta_Pajak.Kd_Sub, dbo.Ta_Pajak.Kd_Prog, dbo.Ta_Pajak.ID_Prog, dbo.Ta_Pajak.Kd_Keg, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_UnitFROM dbo.Ta_Pajak INNER JOIN dbo.Ta_Pajak_Rinc ON dbo.Ta_Pajak.Tahun = dbo.Ta_Pajak_Rinc.Tahun AND dbo.Ta_Pajak.No_Bukti = dbo.Ta_Pajak_Rinc.No_Bukti INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Pajak_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_Pajak.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Pajak.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Pajak.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_Pajak.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_SubGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_SPM_setoranPFK] Script Date: 03/23/2009 08:22:35 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_SPM_setoranPFK]ASSELECT dbo.Ta_SPM_Non.Tahun, dbo.Ta_SPM_Non.No_SPM, dbo.Ta_SPM_Non.Kd_Urusan, dbo.Ta_SPM_Non.Kd_Bidang, dbo.Ta_SPM_Non.Kd_Unit, dbo.Ta_SPM_Non.Kd_Sub, dbo.Ta_SPM_Non.No_SPP, dbo.Ta_SPM_Non.Tgl_SPM, dbo.Ta_SPM_Non.Uraian, dbo.Ta_SPM_Non.Nm_Penerima, dbo.Ta_SPM_Non.Bank_Penerima, dbo.Ta_SPM_Non.Rek_Penerima, dbo.Ta_SPM_Non.NPWP, dbo.Ta_SPM_Non.Nm_Penandatangan, dbo.Ta_SPM_Non.Nip_Penandatangan, dbo.Ta_SPM_Non.Jbt_Penandatangan, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.Ta_SP2D_Non.No_SP2D, dbo.Ta_SP2D_Non.Tgl_SP2D, dbo.Ta_SP2D_Non.No_BKU, dbo.Ta_SP2D_Non.Nm_Penandatangan AS NmPendatangan, dbo.Ta_SP2D_Non.Nip_Penandatangan AS NIPPendatangan, dbo.Ta_SP2D_Non.Jbt_Penandatangan AS JabPendatangan, dbo.Ref_Bank.Nm_Bank, dbo.Ref_Bank.No_Rekening, dbo.Ta_Cheque_Non.No_Cek, dbo.Ta_Cheque_Non.Tgl_Cek, dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.NilaiFROM dbo.Ta_SPM_Non INNER JOIN dbo.Ta_SPM_Non_Rinc ON dbo.Ta_SPM_Non.Tahun = dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Tahun AND dbo.Ta_SPM_Non.No_SPM = dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.No_SPM INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_SPM_Non_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub INNER JOIN dbo.Ta_SP2D_Non ON dbo.Ta_SPM_Non.Tahun = dbo.Ta_SP2D_Non.Tahun AND dbo.Ta_SPM_Non.No_SPM = dbo.Ta_SP2D_Non.No_SPM INNER JOIN dbo.Ref_Bank ON dbo.Ta_SP2D_Non.Kd_Bank = dbo.Ref_Bank.Kd_Bank INNER JOIN dbo.Ta_Cheque_Non ON dbo.Ta_SP2D_Non.Tahun = dbo.Ta_Cheque_Non.Tahun AND dbo.Ta_SP2D_Non.No_SP2D = dbo.Ta_Cheque_Non.No_SP2DGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_anggaranBelanja] Script Date: 03/23/2009 08:23:10 ******/SET ANSI_NULLS ON 37BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_anggaranBelanja]ASSELECT dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Urusan, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Tahun, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Bidang, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Unit, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Sub, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Prog, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.ID_Prog, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Keg, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_1, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_2, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_3, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_4, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_5, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Total, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Keterangan, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Urusan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Bidang, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Unit, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Program, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Kegiatan, dbo.Ref_Sumber_Dana.Nm_Sumber, dbo.Ta_Belanja.Kd_Sumber, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.No_ID, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Sat_1, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Nilai_1, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Sat_2, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Nilai_2, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Sat_3, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Nilai_3, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Satuan123, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Jml_Satuan, dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Nilai_RpFROM dbo.Ta_Belanja INNER JOIN dbo.Ta_Belanja_Rinc ON dbo.Ta_Belanja.Tahun = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Tahun AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Urusan = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Bidang = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Unit = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Unit AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Sub = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Sub AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Prog = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Prog AND dbo.Ta_Belanja.ID_Prog = dbo.Ta_Belanja_Rinc.ID_Prog AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Keg = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Keg AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Rek_1 = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Rek_2 = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Rek_3 = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Rek_4 = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Belanja.Kd_Rek_5 = dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub ON dbo.Ta_Belanja_Rinc.Tahun = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Tahun AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Urusan = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Bidang = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Unit = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Unit AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Sub = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Sub AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Prog = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Prog AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.ID_Prog = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.ID_Prog AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Keg = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Keg AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_5 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc.No_Rinc = dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.No_Rinc INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub INNER JOIN dbo.Ref_Sumber_Dana ON dbo.Ta_Belanja.Kd_Sumber = dbo.Ref_Sumber_Dana.Kd_Sumber LEFT OUTER JOIN dbo.zvw_MstKegiatan ON dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Keg = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Keg AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.ID_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.ID_Prog AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Prog AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Sub = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Sub AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Unit = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Unit AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Belanja_Rinc_Sub.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_UrusanGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_anggaranPembiayaan] Script Date: 03/23/2009 08:24:11 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_anggaranPembiayaan]ASSELECT dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Tahun, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Urusan, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Bidang, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Unit, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Sub, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Prog, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.ID_Prog, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Keg, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_1, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_2, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_3, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_4, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_5, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.No_ID, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Sat_1, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Nilai_1, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Sat_2, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Nilai_2, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Sat_3, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Nilai_3, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Satuan123, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Jml_Satuan, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Nilai_Rp, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Total, dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Keterangan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Urusan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Bidang, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Unit, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Program, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Kegiatan, dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Sumber, dbo.Ref_Sumber_Dana.Nm_SumberFROM dbo.Ta_Pembiayaan INNER JOIN dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc ON dbo.Ta_Pembiayaan.Tahun = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Tahun AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Urusan = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Bidang = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Unit = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Unit AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Sub = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Sub AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Prog = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Prog AND dbo.Ta_Pembiayaan.ID_Prog = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.ID_Prog AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Keg = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Keg AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Rek_1 = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Rek_2 = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Rek_3 = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Rek_4 = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Rek_5 = dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub INNER JOIN 38BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.Ref_Sumber_Dana ON dbo.Ta_Pembiayaan.Kd_Sumber = dbo.Ref_Sumber_Dana.Kd_Sumber LEFT OUTER JOIN dbo.zvw_MstKegiatan ON dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Keg = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Keg AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.ID_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.ID_Prog AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Prog AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Sub AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Unit AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Pembiayaan_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_UrusanGOUSE [namaentitas_ddmmyy]GO/****** Object: View [dbo].[zvw_anggaranPendapatan] Script Date: 03/23/2009 08:24:31 ******/SET ANSI_NULLS ONGOSET QUOTED_IDENTIFIER ONGOCREATE VIEW [dbo].[zvw_anggaranPendapatan]ASSELECT dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.*, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Urusan, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Bidang, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Unit, dbo.zvw_MstSatker.Nm_Sub_Unit, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_1, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_2, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_3, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_4, dbo.zvw_ChartOfAccount.Nm_Rek_5, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Program, dbo.zvw_MstKegiatan.Ket_Kegiatan, dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Sumber, dbo.Ref_Sumber_Dana.Nm_SumberFROM dbo.Ta_Pendapatan INNER JOIN dbo.Ta_Pendapatan_Rinc ON dbo.Ta_Pendapatan.Tahun = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Tahun AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Urusan = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Bidang = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Unit = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Unit AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Sub = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Sub AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Prog = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Prog AND dbo.Ta_Pendapatan.ID_Prog = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.ID_Prog AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Keg = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Keg AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Rek_1 = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Rek_2 = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Rek_3 = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Rek_4 = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Rek_5 = dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_5 INNER JOIN dbo.zvw_MstSatker ON dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Urusan AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Unit AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstSatker.Kd_Sub INNER JOIN dbo.zvw_ChartOfAccount ON dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_1 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_1 AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_2 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_2 AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_3 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_3 AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_4 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_4 AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Rek_5 = dbo.zvw_ChartOfAccount.Kd_Rek_5 LEFT OUTER JOIN dbo.Ref_Sumber_Dana ON dbo.Ta_Pendapatan.Kd_Sumber = dbo.Ref_Sumber_Dana.Kd_Sumber LEFT OUTER JOIN dbo.zvw_MstKegiatan ON dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Keg = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Keg AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.ID_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.ID_Prog AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Prog = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Prog AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Sub = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Sub AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Unit = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Unit AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Bidang = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_Bidang AND dbo.Ta_Pendapatan_Rinc.Kd_Urusan = dbo.zvw_MstKegiatan.Kd_UrusanGOCara untuk meng-copy-kan dan menjalankan new query untuk views dasar tersebut adalah sebagaiberikut:Click kanan Database CobaKota310309  New Query(sebelumnya, kita harus meng-copy all (Ctrl + A dan Ctrl + C) Script Query dasar di atas) 39BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDLalu kita me-paste Script Query dasar tadi ke bagian kosong yang ada pada layar. 40BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD sebelum di-execute, jangan lupa untuk mengganti nama database. Pada tiap awal Script Query tertulis: USE [namaentitas_ddmmyy] (lihat pada kalimat yang di blok biru atau dilingkari pada file Notepad ScriptSQL.txt –Script Query dasar di atas) diganti dengan USE [CobaKota310309] sesuai dengan nama database yang kita create pertama kali. Ada sekitar 16 kali yang harus diganti sesuai dengan jumlah views yang akan kita create. click Execute. 41BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDJika Script Query sukses di-execute, maka akan tampak tulisan ‘Command (s) completed successfully’seperti pada gambar di atas.Setelah sukses di-execute, maka akan muncul 16 views dalam folders views.Views tersebut merupakan views dasar bagi analisis data keuangan Auditee, views lain dapatdikembangkan dan di-create dengan query-query baru lainnya sesuai dengan kebutuhan Auditor. 42BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDUntuk mempelajari relation (table apa saja yang direlasikan) dari tiap views dapat dilihat dengan :click kanan nama view yang pilih  click modify.Untuk meng-create views dari query-query baru, Auditor harus paham benar mengenai relasi antartable dan siklus transaksi keuangan Auditee dan pencatatannya.click Execute (icon tanda seru warna merah) untuk melihat tampilan berupa bentuk tabelnya. 43BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah kita click Excecute, maka tampilan bentuk tabel akan muncul pada bagian bawah layarseperti pada gambar di atas.Jika ingin melihat hasil table dari views yang akan dipilih click kanan nama view yang dipilih click open view. 44BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDKemudian tabel akan muncul seperti pada gambar di atas.Tampilan views yang merupakan gabungan dari beberapa table yang direlasikan sehingga menjadisuatu table yang dapat menghasilkan informasi yang lengkap.Jenis-jenis views dasar yang dapat digunakan untuk menganalisis laporan keuangan Auditee adalahsebagai berikut: a. View Anggaran Belanja b. View Anggaran Pembiayaan c. View Anggaran Pendapatan d. View Chart of Accounts e. View Jurnal f. View Master Kegiatan g. View Master Satker h. View Pajak i. View Potongan SPM Gaji j. View Potongan SPM Pihak k. View Saldo l. View SP2D m. View SPJ n. View SPM o. View SPM Setoran p. View STS 45BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDUntuk membuat Working Balance Sheet (WBS) sederhana, views yang kita perlukan adalah viewschart of accounts, view jurnal, dan view saldo.View chart of account adalah kumpulan dari nama-nama account/ rekening beserta koderekeningnya. Kode rekening maksimal terdiri dari 5 level yang merupakan level yang paling rinci darisuatu akun.Untuk analisis dasar LK, maka kita akan mempelajari membuat WBS dari database Auditee yangnantinya dapat dipergunakan sebagai alat analisis awal dan dapat diperbandingkan dengan LKAuditee.WBS yang kita buat merupakan salah satu langkah pengujian apakah LK Auditee yang disahkan olehPerda telah sesuai dan disusun berdasarkan database Auditee yang berisi transaksi-transaksi riiltahun berjalan Auditee. WBS yang kita buat juga merupakan alat penting untuk melakukanPreliminary ARP’s (Analytical Review Prosedures) yaitu prosedur review analitis awal atas akun-akundalam LK Auditee. 46BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD6. Membuat Working Balance Sheet Awal dengan Menggunakan Microsoft SQL Server dan Arbutus AnalyzerSetelah kita meng-create views dalam Microsoft SQL Server, kita membutuhkan Aplikasi ArbutusAnalyzer yang merupakan salah satu Audit Software yang dapat digunakan untuk mengolah danmenganalisis database yang telah diolah sebelumnya dalam Microsoft SQL sehingga dapat menjadisuatu informasi yang dapat berguna dalam proses audit dan dapat dijadikan sebagai langkah awaldalam melakukan Preliminary Analitical Review Procedures.Agar dapat dianalisis lebih lanjut dalam Aplikasi Arbutus, database harus di-restore kembali dalamODBC Data Source Administrator melalui control panel  administrative tools  Data Sources(ODBC) Add  pilih SQL Server  finish. Hal ini dilakukan agar pada saat melakukan analisisdata dalam Arbutus, database yang telah di-restore dalam Microsoft SQL Server dapat ditarik dariArbutus dengan mudah, atau dapat dikatakan bahwa restore ini merupakan jembatan agar databaseyang telah diolah dalam Microsoft SQL Server sebelumnya dapat ditarik dan diolah ke dalam AplikasiArbutus.6.1 Restore The Database to ODBCClick Administrative Tools 47BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDClick Data Sources (ODBC)  lalu muncul tool box ODBC Data Source Administrator  click Add.Pilih SQL Server  Finish 48BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDKemudian akan muncul tool box ‘Create a New Data Source to SQL Server’.Name : isi dengan nama database_ddmmyy  diisi bebas yang penting mudah diingat. Tidak harus sama dengan nama database yaitu CobaKota310309. Dalam contoh ini, nama Data Souce yang dipilih adalah ContohKota310309.Description : isi dengan penjelasan dari database yang akan di-restore.Server : .sqlexpress  click Next. 49BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah itu akan muncul text box Microsoft SQL Server DSN Configuration  pilih With SQL ServerAuthentication ….  masukkan Login ID : sa Password : personal password click Next 50BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDPilih √ Change the default database to  pilih nama database sesuai dengan nama file backupdatabase SIMDA yang berekstention .BAK yaitu CobaKota310309 (lihat pada Bagian 1 modul ini) Next  Finish.Kemudian akan muncul text box ODBC Microsoft SQL Server Setup  click Test Data Source .Hal ini dilakukan untuk menguji apakah database telah sukses di-restore. 51BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDJika database telah sukses di-restore, akan muncul TESTS COMPLETED SUCCESSFULLY!Nama database yang telah di-restore akan muncul dalam daftar Database.Jika proses telah sukses, maka nama database kita akan muncul dalam list User Data Sources. click OK. 52BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD6.2 Turn to Arbutus Analyzer6.2.1 Creating a New ProjectSetelah database di-restore kembali di ODBC, kita beralih ke Aplikasi Arbutus. Buka aplikasi Arbutus.Kita akan membuat sebuah project baru berupa database yang kita gunakan dalam Microsoft SQLtadi untuk diolah dalam Arbutus.Untuk membuat project baru  click File  New Project. 53BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSimpan database dengan nama yang sama dengan nama yang sesuai dengan nama database yangkita simpan sebelumnya di Microsoft SQL agar mudah diingat yaitu CobaKota310309 Save.(Dalam modul ini, nama ContohKota310309 hanya digunakan pada saat pemberian nama DataSource saat restore database dalam ODBC walaupun sebenarnya boleh menggunakan nama yangsama dengan nama database, sedangkan nama CobaKota310309 digunakan untuk setiap namayang melibatkan nama database SIMDA. Karena database SIMDA diberi nama CobaKota310309,maka pemberian nama pada Ms. SQL Server dan pada Project Arbutus diberi nama yang sama yaituCobaKota310309 agar mudah diingat)Pastikan bahwa sebelumnya kita telah membuat folder khusus yang digunakan untuk menyimpansemua output data hasil olahan Arbutus. Simpan dan beri nama folder pada lokasi yang mudahdiingat. 54BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDJika proses penyimpanan project baru telah selesai, maka dalam ruang sebelah kiri dari tampilanArbutus akan muncul nama database kita, namun didalamnya masih kosong sehingga kita butuhmenarik data berupa table-tabel maupun view-view yang ada dalam database tersebut dariMicrosoft SQL untuk kemudian kita analisis lebih lanjut di Arbutus.Jika ada tool box seperti di atas, pilih  Cancel untuk melanjutkan proses. 55BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDUntuk menarik table-tabel dan view-view yang tersimpan dalam database di Microsoft SQL,dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:Data  New Local Data  ODBC. 56BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah itu akan muncul text box ‘Select Data Source’ yang berisi File Data Source dan Machine DataSource.Pilih Machine Data Source  Pilih Nama Data Source yang telah kita buat tadi pada halaman 3 diatas (dhi. ContohKota310309)  OK.Nama database kita tidak akan muncul dalam pilihan Machine Data Source jika sebelumnya kitatidak melakukan restore database dalam Administrator Tools di Control Panel pada langkahsebelumnya.Setelah kita click OK pada database yang kita pilih, maka akan muncul text box SQL Server Login. Kitaharus mengisi Login ID dan Password yang sama dengan saat kita mengisi User name dan Passwordpada saat akan login ke Microsoft SQL.Login ID : sa (karena sebelumnya kita menggunakan Server Authentication di Microsoft SQL)Password : your personal password click OK.Sebelumnya kita dapat lihat dalam bagian yang dilingkari, tertulis nama Data Source kita adalahContohKota310309 seperti nama yang telah kita buat pada halaman 3. Sedangkan nama projectArbutus kita adalah CobaKota310309 sama dengan nama database SIMDA kita. 57BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDMuncul text box ‘Select Table’ untuk Types pilih (tick mark) Views agar lingkup pencarian lebihsempit sehingga mudah untuk mencari view yang kita inginkan  lalu pilih viewzvw_ChartOfAccount click Next. click Save untuk menyimpan file. 58BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDMuncul text box ‘Select Fields’ click Next.Jika proses sukses, maka akan muncul sebuah table yang merupakan view zvw_ChartOfAccount yangkita create di Microsoft SQL Server sebelumnya. Folder database kita sekarang telah terisi dengansebuah view berupa zvw_ChartOfAccount. 59BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDUntuk membuat Working Balance Sheet, minimal kita membutuhkan view zvw_ChartOfAccount,view zvw_Jurnal, view zvw_Saldo, dan table Ref_Rek_3.Karena kita sudah menarik view zvw_ChartOfAccount, maka view zvw_Jurnal, view zvw_Saldo, dantable Ref_Rek_3 juga ditarik ke Arbutus dengan menggunakan cara yang sama saat kita akanmenarik view zvw_ChartOfAccount.Data  New Local Data  ODBC  Machine Data Source  Database kita (CobaKota310309) OK  Masukkan Login ID : sa dan Password : Personal Password  pilih view zvw_Jurnal  Next Save  Next.Lakukan langkah yang sama untuk menarik view zvw_Saldo dan table Ref_Rek_3 !!6.2.2 Creating Primary KeysUntuk membuat sebuah Working Balance Sheet, ketiga views dan table harus direlasikan agar dapatsaling berhubungan dan dapat dikoneksikan. Untuk merelasikan ketiga views dan sebuah tabletersebut diperlukan primary key dengan character yang unik. Primary Key tersebut harus dimilikioleh tiap views dan table sehingga antar views dan table dapat terkoneksi dengan primary key.Setiap views dan table memiliki jenis dan nama field yang berbeda-beda, jika kita akan merelasikantable maupun views, maka diperlukan sebuah field yang sama, baik character maupun nama fieldnyasehingga field tersebut dapat menjadi sebuah primary key bagi tiap views dan tables. Jika tiap tablesdan views telah memiliki primary key maka antar table dan views dapat direlasikan dengan mediaprimary key tersebut. Tabel I Tabel II A B C D E Primary Key F G H A B C Primary Key a b c a.b.c a b c a.b.c c b a c.b.a c b a c.b.a relationOleh karena itu, kita perlu create sebuah field yang akan dijadikan sebagai primary key. 60BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDClick Kanan pada field Nm_Rek_1  Add ColumnsClick Expr…. 61BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDMasukkan rumus pada ruang kosong Expression dengan rumus sebagai berikut: Rumus: String( Kd_Rek_1,2)+.+String( Kd_Rek_2,2 )+.+String( Kd_Rek_3,2 )Pada ruang ‘Save As’ diisi dengan : KeyCoA3Click Verify Jika rumus telah benar, akan muncul Text Box yang menyatakan bahwa ‘Expressionis Valid’  OK. 62BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDClick OK.click OK. 63BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah itu akan muncul field dengan nama KeyCoA3 yang artinya Key Chart of Account Level 3.Buat Primary Key dengan cara yang sama dengan sebelumnya untuk membuat Primary Key Chart ofAccount Level 5.Click kanan field Nm_Rek_1  Add Columns. 64BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDMasukkan rumus pada ruang kosong Expression dengan rumus sebagai berikut: Rumus : String( Kd_Rek_1,2 )+.+String( Kd_Rek_2,2 )+.+String( Kd_Rek_3,2 )+.+ String( Kd_Rek_4,2 )+.+String( Kd_Rek_5,2 )Pada ruang ‘Save As’ diisi dengan : KeyCoA5Click Verify Jika rumus telah benar, akan muncul Text Box yang menyatakan bahwa Expressionis Valid  OK. 65BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDClick OK.Click OK. 66BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDKemudian akan muncul field dengan nama KeyCoA5 (Key Chart of Account Level 5).Di dalam SIMDA, kode dan nama akun-akun terdiri dari 5 level yaitu Kode Rekening level 1 s.d. KodeRekening level 5 dan Nama Rekening level 1 s.d. Nama Rekening level 5. Kode dan nama rekeningminimal yang muncul di face-off Neraca dan LRA keluaran SIMDA yang dapat kita analisis adalahkode dan nama rekening level 3. Kode dan nama rekening yang paling rinci dari sebuah akun adalahkode dan nama rekening 5 sedangkan yang paling umum adalah kode dan nama rekening level 1.Kd_Rek_1 Kd_Rek_2 Kd_Rek_3 Kd_Rek_4 Kd_Rek_5 Nm_Rek_1 Nm_Rek_2 Nm_Rek_3 Nm_Rek_4 Nm_Rek_5 1 1 1 1 1 Aset Aset Lancar Kas Kas di Kas Daerah Kas Umum di Rek. Bank Sulut (01.12.020029-8) 5 1 1 1 1 Belanja Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Gaji dan Tunjangan Gaji Pokok PNS/ Uang RepresentasiNama rekening 1 dirincikan lagi pada nama rekening 2, nama rekening 2 dirincikan lagi di namarekening 3, dst. Nama rekening 5 adalah yang paling rinci.Lakukan pembuatan Primary Key yaitu KeyCoA3 dan KeyCoA5 pada view-view yang lain denganlangkah yang sama seperti pada view Chart Of Account di atas.Rumus KeyCoA3 dan KeyCoA5 dapat di-copy paste dari view Chart Of Account. 67BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDClick kanan kolom pertama Add Columns Expr Masukkan rumusSave As: isi dengan‘KeyCoA5’Verify OK OK.Lakukan langkah yang sama untuk membuat Primary Key Level 3 (KeyCoA3). 68BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDDalam view zvw_Jurnal sekarang telah ada kolom KeyCoA3 dan KeyCoA5 yang merupakan primarykey. 69BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDLangkah selanjutnya adalah membuat primary key KeyCoA3 dan KeyCoA5 pada view zvw_Saldo.Lakukan langkah yang sama pada saat kita akan membuat primary key KeyCoA3 dan KeyCoA5 padaview zvw_ChartOfAccount dan zvw_Jurnal.Click kanan kolom pertama Add Columns Expr Masukkan rumusSave As: isi dengan‘KeyCoA5’Verify OK OK. 70BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDLakukan langkah yang sama untuk membuat Primary Key Level 3 (KeyCoA3).Dalam view zvw_Saldo sekarang telah ada kolom KeyCoA3 dan KeyCoA5 yang merupakan primarykey. 71BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDLangkah terakhir adalah membuat primary Key KeyCoA3 pada table Rek_Rek3. Primary key KeyCoA3diperlukan pada table Ref_Rek3 karena table ini bertindak sebagai penghubung (parent) untuk table-tabel lain yang memiliki Primary Key yang sama yaitu KeyCoA3.Click kanan kolom pertama Add Columns Expr Masukkan rumusSave As: isi dengan‘KeyCoA3’Verify OK OK.Ingat kembali rumus pada Expression untuk membuat KeyCoA3 adalah: Rumus: String( Kd_Rek_1,2)+.+String( Kd_Rek_2,2 )+.+String( Kd_Rek_3,2 ) 72BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDDalam Tabel Ref_Rek3 sekarang telah ada primary key KeyCoA3. 73BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD6.2.3 ClassifyingLangkah selanjutnya adalah melakukan klasifikasi pada view zvw_Jurnal dan view zvw_Saldo.Klasifikasi ini dilakukan agar ribuan transaksi yang ada pada view zvw_Jurnal dan view zvw_Saldodapat dikelompokkan per akun baik per KeyCoA3 maupun per KeyCoA5 sehingga dapat diketahuitotal transaksi per akun level 3 maupun per akun level 5.Kita harus melakukan klasifikasi transaksi berdasarkan KeyCoA3 dan berdasarkan KeyCoA5 untukview zvw_Jurnal dan view zvw_Saldo. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:Buka view zvw_Jurnal terlebih dahulu  Analyze  Classify 74BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDPada pilihan Classify On….. = Pilih KeyCoA3 Maksudnya adalah record-record transaksi pada view zvw_Jurnal akan dikelompokkan berdasarkan apa? Maka kita pilih berdasarkan KeyCoA3 yang merepresentasikan akun level 3. 75BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDPada pilihan Accumulate Fields.. = click Accumulate Fields.. dan pilih Debet dan Kredit. Setelah dipilih maka Debet dan Kredit akan muncul pada kotak Selected Field. Pemilihan debet dan kredit pada Accumulate Fields berarti jumlah rupiah pada debet dan kredit lah yang akan diakumulasikan sesuai records yang telah dikelompokkan berdasarkan akun level 3 (KeyCoA3). click OKSetelah Classify On…. dan Accumulate Fields… dipilih maka dapat diartikan bahwa records transaksipada view zvw_Jurnal yang berjumlah 184.398 records akan diklasifikasikan nilai Debet danKreditnya ke dalam akun-akun/ rekening level 3. 76BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDPada kotak Classify pilih menu Output. Lalu pada pilihan To, pilih Data File (berarti output dariclassify view zvw_Jurnal akan ditampilkan dalam bentuk file Arbutus berupa table).Lalu, beri nama dari tabel baru hasil classify view zvw_Jurnal pada As dan Name dengan namaClass_JurnalByKeyCoA3.Click OK 77BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah kita click OK akan ada proses beberapa detik dan lalu muncul sebuah tabel baru dengannama Class_JurnalByKeyCoA3 seperti tabel di atas.Lakukan langkah yang sama untuk membuat tabel klasifikasi transaksi pada view zvw_Jurnalberdasarkan KeyCoA5 yang merepresentasikan akun level 5.Buka view Jurnal  analyze  Classify Pada Pilihan Classify On…. = Pilih KeyCoA5 Maksudnya adalah record-record transaksi pada view zvw_Jurnal akan dikelompokkan berdasarkan apa? Maka kita pilih berdasarkan KeyCoA5 yang merepresentasikan akun level 5.Pada Pilihan Accumulate Fields… = click Accumulate Fields... dan pilih Debet dan Kredit. Setelah dipilih maka Debet dan Kredit akan muncul pada kotak Selected Field. Pemilihan debet dan kredit pada Accumulate Fields berarti jumlah rupiah pada debet dan kredit lah yang akan diakumulasikan sesuai records yang telah dikelompokkan berdasarkan akun level 5 (KeyCoA5). click OK. Lalu akan muncul lagi kotak Classify...Pada kotak Classify pilih menu Output. Lalu pada pilihan To, pilih Data File (berarti output dariclassify view zvw_Jurnal akan ditampilkan dalam bentuk file Arbutus berupa table).Lalu, beri nama dari tabel baru hasil classify view zvw_Jurnal pada As dan Name dengan namaClass_JurnalByKeyCoA5.Click OK 78BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah kita click OK akan ada proses beberapa detik. Tunggu! dan lalu muncul sebuah tabel barudengan nama Class_JurnalByKeyCoA5 seperti tabel di atas.Lakukan langkah yang sama dengan membuat klasifikasi berdasarkan KeyCoA3 dan KeyCoA5 padaview zvw_Saldo!!Sehingga akan muncul 2 tabel baru berupa Class_SaldoByKeyCoA3 dan Class_SaldoByKeyCoA5seperti di bawah ini: 79BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD6.2.4 Building the RelationLangkah selanjutnya adalah menghubungan antar table dan view untuk membangun suatu relationagar data antar table dan view dapat digabungkan, diolah, dan dianalisis.Parent (induk) untuk merelasikan tabel dengan KeyCoA3 adalah tabel Ref_Rek3 karena tabelRef_Rek3 merupakan tabel sumber dari nama-nama akun-akun level 3. Sedangkan Parent (induk)untuk merelasikan tabel dengan KeyCoA5 adalah tabel ChartOfAccount karena tabel ChartOfAccountmerupakan tabel sumber dari nama-nama akun-akun level 5.Langkah pertama untuk melakukan relation untuk KeyCoA3 adalah:Membuka tabel Ref_Rek3 (sebagai parent) untuk membentuk relasi antara field KeyCoA3 pada tabelRef_Rek3 dengan field KeyCoA3 pada tabel class_JurnalByKeyCoA3 dan tabel class_SaldoByKeyCoA3. 80BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDBuka tabel Ref_Rek3 Data  RelationsLalu muncul sebuah kotak yang melambangkan tabel Ref_Rek3 disertai dengan nama-nama field-fieldnya. Lalu click kanan pada space kosong  pilih Add Tabel  pilih tabel class_JurnalByKeyCoA3dan tabel class_SaldoByKeyCoA3. 81BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDLalu hubungkan tabel Ref_Rek3 (parent) dengan masing-masing kedua tabel yang lain dengan carameng-click field KeyCoA3 pada tabel Ref_Rek3 lalu di-drag ke field KeyCoA3 pada tabelclass_JurnalByKeyCoA3. Lakukan hal yang sama pada tabel class_SaldoByKeyCoA3.(Relation antar field hanya dapat berhasil dilakukan jika pemberian nama untuk field yang akandirelasikan, missal : KeyCoA3 dan KeyCoA5, sama dan serupa antar tabel) 82BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDclick Finish.Lalu buka tabel ChartOfAccount (sebagai parent) untuk membentuk relasi antara field KeyCoA5 padatabel ChartOfAccount dengan field KeyCoA5 pada tabel class_JurnalByKeyCoA5 dan tabelclass_SaldoByKeyCoA5.Relasi-relasi ini dibentuk agar rows maupun fields dari tabel dan view yang direlasikan dapat salingdigabungkan dan ditambahkan ke tabel lain dalam satu relasi. Tabel Ref_Rek3 bertindak sebagaiparent karena kita membutuhkan tabel Ref_Rek3 sebagai induk dari kode rekening/akun level 3 dannama rekening/akun level 3. Sedangkan kedua tabel yang lain (class_JurnalByKeyCoA3 danclass_SaldoByKeyCoA3) bertindak sebagai anak yang hanya dibutuhkan nilai rupiah pada kolomDebet dan Kredit, sedangkan nama dan kode rekening telah menggunakan kolom pada tabel indukRef_Rek3.Menggabungkan beberapa kolom dari tabel yang berbeda dalam satu relasi.Setelah relasi-relasi terbentuk maka kita dapat mengambil beberapa kolom dari table anak dan tabelinduk untuk kemudian digabungkan menjadi sebuah tabel baru yang hanya terdiri dari kolom-kolomyang berisi informasi yang kita butuhkan. Hal ini ditunjukkan dengan gambaran sebagai berikut: 83BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDRelasi Induk dan Anak (parent) Ref_Rek3 class_SaldoByKeyCoA3 class_JurnalByKeyCoA3 KeyCoA3 Nm_Rek3 KeyCoA3 Debet Kredit KeyCoA3 Debet2 Kredit2 1.1.1 aaaa + 1.1.1 xx xx + 1.1.1 xx xx 1.1.2 bbbb 1.1.2 xx xx 1.1.2 xx xx add column from add column from extract tabel baru Working Balance Sheet Rekening Level 3 (wbs_Rek3) KeyCoA3 Nm_Rek3 Debet Kredit Debet2 Kredit2 1.1.1 aaaa xx xx xx xx 1.1.2 bbbb xx xx xx xxSkema di atas menunjukkan bahwa kolom-kolom pada beberapa tabel yang berbeda dapatdigabungkan ke dalam tabel tertentu dengan menggunakan metode ekstraksi (extract) pada aplikasiArbutus. Hal ini dapat dilakukan jika beberapa tabel tersebut telah direlasikan sebelumnyamenggunakan primary key yang identik dari masing-masing tabel. Tabel yang memiliki informasiutama bertindak sebagai induk/ parent dan tabel yang memiliki informasi tambahan bertindaksebagai anak.Untuk menggabungkan beberapa kolom dari tabel anak ke tabel induk dilakukan denganmenggunakan metode ektraksi dengan langkah sebagai berikut: 84BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD6.2.5 ExtractingBuka tabel Ref_Rek3 sebagai tabel induk: Data  ExtractAkan muncul kotak Extract. Pilih Fields  lalu click Extract Fields …. 85BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDJika relasi telah berhasil dibentuk pada tabel induk (parent) maka pada From Tabel (dilingkari di atas)akan muncul 3 buah tabel yang telah kita relasikan tadi yaitu tabel Ref_Rek3 (parent), tabelclass_JurnalByKeyCoA3, dan tabel class_SaldoByKeyCoA5. Kemudian pilih kolom-kolom yang kitabutuhkan dari masing-masing tabel dengan cara sebagai berikut: Jika kita ingin memilih kolom yang berasal dari tabel Ref_Rek3, maka pada bagian kiri bawah kotak Selected Fields pada bagian Form Tabel, pilih Ref_Rek3. Lalu akan muncul nama kolom- kolom dari tabel Ref_Rek3. Pilih kolom yang kita perlukan yaitu KeyCoA3 dan Nm_Rek_3.Jangan dulu di click OK !!Lanjutkan dengan memilih kolom-kolom yang kita butuhkan pada kedua tabel anak.pilih tabel anak class_SaldoByKeyCoA3 pada From Table  lalu pilih kolom yang kita butuhkan pilih kolom Debet dan Kredit.Lanjutkan dengan memilih kolom-kolom pada tabel anak class_JurnalByKeyCoA5.pilih tabel anak class_JurnalByKeyCoA3 pada From Table  lalu pilih kolom yang kita butuhkan pilih kolom Debet dan Kredit. 86BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDPilih kolom yang diinginkan dari Tabel Ref_Rek3.Pilih kolom yang diinginkan dari tabel class_SaldoByKeyCoA3. 87BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDSetelah semua kolom yang kita butuhkan telah dipilih dari semua tabel, lalu click OK.Setelah kita click OK, maka akan muncul kotak Extract semula. Kita harus mengisi To… dengansebuah nama yang kita inginkan untuk tabel baru hasil ekstraksi tadi. Kita isi dengan nama wbs_Rek3artinya Working Balance Sheet Rekening Level 3. Lalu thick mark Output Tabel  click OK. 88BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDJadilah sebuah Tabel baru Working Balance Sheet awal untuk Rekening Level 3 yang harus di analisislebih lanjut menggunakan Program Ms. Excel.Tabel Working Balance Sheet awal untuk Rekening Level 3 di atas terdiri dari 77 rows yangmerupakan 77 jenis rekening/akun level 3 pada pencatatan transaksi keuangan auditee. • Kolom Debet menunjukkan nilai rupiah saldo awal dari akun-akun yang bersaldo normal Debet. • Kolom Kredit menunjukkan nilai rupiah saldo awal dari akun-akun yang bersaldo normal Kredit. • Kolom Debet2 menunjukkan nilai rupiah total transaksi debet selama tahun berjalan dari tiap rekening level 3. • Kolom Kredit2 menunjukkan nilai rupiah total transaksi kredit selama tahun berjalan dari tiap rekening level 3. Notes: Jika kita gagal untuk memilih kolom-kolom yang kita butuhkan pada tabel anak saat proses ekstraksi, maka perlu dilakukan pengecekan pada relation induk dan anak. Kadang kala, relation yang telah kita bentuk sebelumnya antara tabel induk (perent) dengan tabel anak hilang dan berubah karena lupa belum kita save sehingga perlu dibentuk kembali relasinya. Buka tabel induk  Data  Relation  cek apakah garis penghubung antar tabel dari primary key masing-masing tabel masih ada, jika tidak maka perlu dibentuk ulang. 89BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDLakukan langkah yang sama untuk membuat Working Balance Sheet Rekening Level 5 dengantabel ChartOfAccount sebagai tabel induk (parent).Buka tabel ChartOfAccount  Data  Extract  Fields  Extract Fieldspilih tabel induk ChartOfAccount pada From Table  lalu pilih kolom yang kita butuhkan  pilihkolom KeyCoA5 dan Nm_Rek_5.pilih tabel anak class_SaldoByKeyCoA5 pada From Table  lalu pilih kolom yang kita butuhkan pilih kolom Debet dan Kredit.pilih tabel anak class_JurnalByKeyCoA5 pada Form Table  lalu pilih kolom yang kita butuhkan pilih kolom Debet dan Kredit.Jadilah Tabel Working Balance Sheet awal untuk Rekening Level 5 yang harus di analisis lebih lanjutmenggunakan Program Ms. Excel.Tabel Working Balance Sheet awal untuk Rekening Level 5 di atas terdiri dari 1.442 rows yangmerupakan 1.442 jenis rekening/akun level 5 pada pencatatan transaksi keuangan auditee. • Kolom Debet menunjukkan nilai rupiah saldo awal dari akun-akun yang bersaldo normal Debet. • Kolom Kredit menunjukkan nilai rupiah saldo awal dari akun-akun yang bersaldo normal Kredit. • Kolom Debet2 menunjukkan nilai rupiah total transaksi debet selama tahun berjalan dari tiap rekening level 5. • Kolom Kredit2 menunjukkan nilai rupiah total transaksi kredit selama tahun berjalan dari tiap rekening level 5. 90BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD6.2.6 Exporting to ExcelSetelah tabel working balance sheet selesai, maka tabel tersebut perlu diexport ke Excel agar dapatdianalsis lebih lanjut. Hal ini dilakukan karena ada beberapa akun Ekuitas Dana yang nilainya 0sehingga harus diartikulasikan secara manual untuk memperoleh nilai saldo akhir yang benar.Data  Export 91BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDPilih Views  Export As : Pilih Excel To.. isi dengan nama file yang kita inginkan setelah file di-export dalam bentuk Excel. Bisa diberi nama yang sama dengan nama sebelumnya  OK.File yang telah diexport ke Excel akan tersimpan dalam file penampungan hasil olahan Arbutusdalam folder yang pertama kali kita create sebelum kita menjalankan program Arbutus. Kita dapatmembuka file Excel wbs_Rek3 dari tempat penyimpanan folder tersebut. 92BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDFile Arbutus yang telah diexport ke Excel akan tersimpan di folder yang kita buat pada waktuawal untuk menyimpan file-file hasil olahan Arbutus. 93BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD7. Analizing the Working Balance Sheet within ExcelHasil export file Arbutus ke Excel dapat ditunjukkan pada gambar di atas. Dikarenakan adanyapenyesuaian format saat meng-convert menjadi file Excel, maka hasil tampilan working balancesheet di excel menjadi kurang rapi. Kita dapat merapikannya sesuai dengan preferensi kita sehinggamudah untuk kita pahami. 94BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDFile excel hasil import dari file Arbutus yang telah dirapikan sehingga lebih mudah untuk dipahami.Kode rekening dalam SIMDA terdiri dari kombinasi angka-angka yang menunjukkanpengelompokkan suatu rekening/akun yang terdiri dari:Rekening dengan awalan (rekening level 1) angka 1 s.d. 3 menunjukkan bahwa rekening/akuntersebut merupakan rekening/akun Neraca.Rekening dengan awalan (rekening level 1) angka 4 s.d. 6 menunjukkan bahwa rekening/akuntersebut merupakan rekening/akun Laporan Realisasi Anggaran.Rekening dengan awalan (rekening level 1) angka 7 menunjukkan bahwa rekening/akun tersebutmerupakan rekening/akun Perhitungan Fihak Ketiga (PFK).Dalam WBS yang kita buat, dapat kita lihat kombinasi angka-angka pada KeyCoA3 seperti misalnya:1.1.11.1.21.1.32.1.1 NERACA2.1.23.1.13.1.24.2.24.2.35.1.2 LRA5.2.26.2.37.1.1 PFKJadi, dalam WBS yang kita buat, kita harus memisahkan akun-akun mana saja yang tergolong kedalam akun Neraca, akun LRA, dan akun PFK. Karena dalam WBS akun-akun sudah berurutan sesuaidengan urutan kode akunnya, maka kita cukup memberikan sela diantara akun-akun Neraca, LRA,dan PFK sehingga kita bisa analisis jumlah total saldo awal, jurnal, dan saldo akhir untuk masing-masing Neraca, LRA, dan PFK seperti tampak pada tiga gambar di bawah ini: 95BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD123 96 BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPD7.1 Artikulasi untuk akun Ekuitas Dana pada NeracaNilai Saldo awal akun Ekuitas Dana pada Neraca yang ditampilkan dalam output Excel hasil analisisdatabase belum akurat. Ada beberapa nilai saldo awal Ekuitas Dana yang masih 0 (null) dan adabeberapa akun yang nilainya diperoleh dari artikulasi yang tidak benar. Oleh karena itu, khususuntuk akun-akun Ekuitas Dana perlu kita isi nilai saldo awalnya secara manual dengan menggunakanartikulasi yang benar.Rumus Umum Artikulasi untuk akun-akun Ekuitas Dana: Artikulasi Umum akun Ekuitas Dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) = Kas + Investasi Jangka Pendek - Utang Perhitungan Fihak Ketiga - Kas di Bendahara Penerimaan Cadangan untuk Piutang = Piutang Cadangan untuk Persediaan = Persediaan Dana yang harus disediakan untuk pembayaran Utang Jk. Pendek = - Utang Jangka Pendek Pendapatan yang Ditangguhkan* = Kas di Bendahara Penerimaan Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang = Investasi Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Aset Tetap = Aset Tetap Diinvestasikan dalam Aset Lainnya (Tidak termasuk = Aset Lainnya Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang Jk.Pjg = - Utang Jangka Panjang Diinvestasikan dalam Dana Cadangan = Dana Cadangan * Pendapatan yang ditangguhkan tidak terbatas pada Kas yang ada di Bendahara Penerimaan saja, bisa dimungkinkan juga merupakan sebagian kas yang ada di Bendahara Pengeluaran tergantung dari kondisi sesuai dengan Nature of Pendapatan yang ditangguhkan.Kita bisa menyisipkan kolom sendiri yang berisi angka-angka perhitungan Auditor. Kode rekeninguntuk akun Ekuitas Dana dimulai dengan angka 3. 97BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar di atas menunjukkan bahwa sebelum dilakukan artikulasi manual pada akun Ekuitas Dana,output yang ditampilkan dari analisis database transaksi keuangan auditee akan menampilkan nilaiakun Ekuitas Dana yang tidak sesuai dengan artikulasi umum Laporan Keuangan Pemerintah Daerah(rumus umum di atas) sehingga mengakibatkan jumlah debet dan kredit pada Neraca secarakeseluruhan menjadi tidak balance. Hal ini disebabkan karena jumlah rupiah akun Ekuitas Dana tidakdiperoleh dari transaksi riil auditee melainkan diperoleh dari suatu rumus tertentu (artikulasi) yangberasal dari akumulasi dan pengurangan akun-akun Neraca yang lain. Oleh karena itu, auditor perluuntuk melakukan artikulasi ulang secara manual terhadap akun Ekuitas Dana. Setelah dilakukanartikulasi ulang secara manual sesuai dengan rumus umum artikulasi akun Ekuitas Dana pada LKPD,maka jumlah Debet dan Kredit pada Neraca menjadi seimbang.7.2 Nilai SiLPA pada Mutasi Jurnal Tahun BerjalanGambar di atas juga menunjukkan bahwa terdapat selisih antara Debet dan Kredit pada kolomMutasi Jurnal sebesar Rp15.070.770.337,00. Hal ini disebabkan karena SiLPA tahun berjalan yangdiperoleh dari perhitungan SiLPA di LRA masih 0 (null) sehingga perlu kita isi secara manual nilaiSiLPA tahun berjalan di tampilan Excel. Hal ini dapat kita lakukan jika sebelumnya kita telahmenghitung nilai SiLPA pada LRA di output Excel.LRA yang dihasilkan pada output Excel belum dihitung Surplus/Defisit dan SiLPA/SiKPA – nyasehingga perlu kita hitung secara manual dengan rumus umum sebagai berikut: Surplus/Defisit = Pendapatan – Belanja SiLPA/SiKPA = (Pendapatan – Belanja) + (Penerimaan Pembiayaan – Pengeluaran Pembiayaan) 98BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDUntuk LRA, kolom yang kita gunakan untuk menghitung Surplus/Defisit dan SiLPA hanya kolomMutasi Jurnal saja karena Laporan Realisasi Anggaran merupakan laporan transaksi pendapatan,belanja dan pembiayaan untuk tahun anggaran berjalan saja, bukan kumulatif dari transaksitransaksi tahun anggaran sebelumnya.Gambar di atas menunjukkan bahwa nilai Defisit adalah sebesar Rp17.165.855.090,00 dan nilai SiLPAadalah sebesar Rp15.070.770.337,00. Kemudian, nilai SiLPA ini diposting ke SiLPA pada Neraca dibagian Mutasi Jurnal Kredit. 99BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar di atas menunjukkan bahwa setelah nilai SiLPA diposting ke dalam Neraca pada MutasiJurnal Kredit, selisih jumlah Debet dan Kredit pada Mutasi Jurnal menjadi 0 (null).Proses untuk mem-balance-kan nilai Debet dan Kredit pada Saldo Awal dan Mutasi Jurnal telahselesai. Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai Saldo Akhir akun-akun Neraca. Hal ini dapatdilakukan dengan rumus umum: Saldo Akhir Akun Neraca dengan Saldo Normal Debet = Saldo Awal (Debet) + Mutasi Jurnal (Debet – Kredit) Saldo Akhir Akun Neraca dengan Saldo Normal Kredit = Saldo Awal (Kredit) + Mutasi Jurnal (Kredit – Debet) 100BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO
    • TABK UNTUK PEMERIKSAAN LKPDGambar di atas menunjukkan bahwa kita telah memperoleh nilai saldo akhir Neraca per Auditorsebagai alat analisis LKPD Auditee Awal. Untuk lebih meyakinkan keakuratannya, kita perlumelakukan pengecekan terhadap artikulasi saldo akhir ekuitas dana per Auditor dengan rumusumum yang telah diberikan sebelumnya.Nilai saldo akhir ini kemudian kita perbandingkan dengan nilai saldo akhir Neraca versi Auditee yangtelah di-perda-kan dan diserahkan kepada lembaga pemeriksa dan Auditor sebagai dasar kita dalammengaudit. 101BPK-RI PERWAKILAN PROVINSI GORONTALO