Laporan Penelitian & Rekomendasi Kebijakan      Mendorong Prestasi Olah Raga Melalui      Kebijakan Pendanaan dan Fiskal  ...
Daftar Isi• Latar Belakang• Pelaksanaan Penelitian• Temuan Penelitian• Rekomendasi Kebijakan• Tantangan Kedepan           ...
Latar Belakang
Latar Belakang              200                                               183                               194       ...
Metodologi Penelitian     Tahap I           Tahap II                Tahap III       Tahap IV                     Pengemban...
Temuan Dalam Penelitian
Penyebab Turunnya Prestasi OlahragaWawancara lebih dari 40 narasumber mengindikasikan beberapa penyebabturunnya prestasi o...
Implikasi bagi Atlet                                                                                                      ...
Pola Pendanaan dari SwastaPengusaha1.   Keterlibatan dalam pembinaan karena     hobby2.   Dilakukan melalui yayasan dengan...
Model EkonomiPembinaan                                                                                                    ...
Anggaran Negara Untuk Pembinaan900                                                                                        ...
Belajar dari Australia                         • Momentum pembaharuan olahraga                           Australia didoron...
Peran AIS di Australia                         • Jejak prestasi yang dibangun AIS                           tidak hanya te...
Kerangka Konseptual Kebijakan                                                Prestasi Nasional di                       Ke...
Rekomendasi Kebijakan
Kerangka Konseptual – Implikasi Kebijakan                        Kebanggaan, jati diri,   Prestasi Olahraga               ...
Pokok-Pokok Usulan Kebijakan                      14 tahun                                       14 tahun    Sumber dana: ...
Mencari Sumber Pendanaan900                                                                       0.09%800      Pembinaan ...
Meningkatkan Peran Swasta dan MasyarakatSwasta mempunyai potensi luarbiasa dalam turutmembangun prestasi olah raga nasiona...
Perpajakan untuk Donasi     Negara                     Pajak Donasi             Perturan yang                             ...
Tidak dikenakan PPh atau PPh Finaluntuk Prize Money dan Bonus                                                      Dasar P...
Tantangan Kedepan• Mengubah motivasi pemberian donasi dari “passion” menjadi  “encourage” bagi donatur• Memperbesar minat ...
Terima Kasih               23                    23
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Paparan Studi Kebijakan Fiskal untuk Olahraga

886
-1

Published on

File paparan dapat didownload pada http://policy.paramadia.ac.id

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
886
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Paparan Studi Kebijakan Fiskal untuk Olahraga

  1. 1. Laporan Penelitian & Rekomendasi Kebijakan Mendorong Prestasi Olah Raga Melalui Kebijakan Pendanaan dan Fiskal Jakarta, 1 Februari 2011Paramadina Public Policy InstituteJl. Gatot Subroto Kav.97, Jakarta 1290http://policy.paramadina.ac.id
  2. 2. Daftar Isi• Latar Belakang• Pelaksanaan Penelitian• Temuan Penelitian• Rekomendasi Kebijakan• Tantangan Kedepan 2
  3. 3. Latar Belakang
  4. 4. Latar Belakang 200 183 194 Emas 1 Trio Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan 180 Peringkat Kusuma Wardhani sukses merebut medali perak diMedali Emas 160 2 Olimpiade Seoul tahun 1988. Saat ini belum ada Peringkat 140 120 3 100 92 102 92 88 atlet panahan yang berhasil menorehkan prestasi 85 80 62 64 62 77 72 4 serupa pada even olahraga yang sama. 55 56 60 50 44 43 40 5 20 0 77 79 81 83 85 87 89 91 93 95 97 99 01 03 05 07 09 6 Sejak Timnas PSSI meraih medali emas Sea Tahun Games tahun 1991 di Manila, hingga kini Timnas PSSI tidak pernah lagi meraih prestasi serupa 1982 1986 1990 1994 1998 2002 2006 0 5 Sejak Lisa Rumbewas meraih medali emas10 olimpiade tahun 2000 dan 2004, belum ada yang15 mencatat prestasi serupa pada event olimpiade2025Sejak tahun 2002, dunia Bulu Tangkis Indonesia Sejak krisis tahun 1997 banyak cabang-cabanghingga kini belum bangkit dari keterpurukan. olahraga kehilangan pendanaan- Anton SanjoyoTradisi juara dalam Bulu Tangkis kini telah hilang 4
  5. 5. Metodologi Penelitian Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Pengembangan Studi Pustaka/ Model Fact Finding Analisis Rumusan Kebijakan Wawancara dan FGD Perbandingan Beberapa Sistem Minggu 1-2 Minggu 3-4 MInggu 5-6 Minggu 7-8 Metode Penggalian Data Studi Literatur Wawancara mendalam FGD 5
  6. 6. Temuan Dalam Penelitian
  7. 7. Penyebab Turunnya Prestasi OlahragaWawancara lebih dari 40 narasumber mengindikasikan beberapa penyebabturunnya prestasi olahraga.1. Profesi Atlet Tidak Atraktif bagi Anak Bangsa2. Pembinaan Olahraga Belum Terintegrasi dengan Sistem Pendidikan3. Minimnya Dana Untuk Pembinaan Olahraga4. Belum Optimalnya Keterlibatan Berbagai Pihak, terutama Pihak Swasta, dalam Pembinaan Olahraga5. Sarana dan Prasarana Olahraga yang Minim6. Strategi, Peran dan Prioritas Pemerintah 7 7
  8. 8. Implikasi bagi Atlet • Masa investasi yang panjang 14 tahun 14 tahun Sumber dana: orang Tua, keluarga, beasiswa Sumber dana: klub, sponsor, hadiah, bonus3 7 12 14 17 20 30 • Sumber dana dari keluarga atau Tahap Kompetisi Tahap charity Dewasa Nasional Internasional Tahap Beasiswa Latihan Terpadu • Tingginya tingkat kegagalan Tahap Latihan dan Kompetisi Junior Pengembangan • Tidak ada insentif pada masa Minat Tahap Pengenalan produktif • Tidak ada jaminan masa tua • Sangat sulit kembali ke dunia kerja atau usaha 8
  9. 9. Pola Pendanaan dari SwastaPengusaha1. Keterlibatan dalam pembinaan karena hobby2. Dilakukan melalui yayasan dengan dukungan dana dari perusahaan induk3. Bukan merupakan bagian dari usaha komersial pengusaha4. Tidak menjadi agenda utama bisnis PEMBINAAN SPONSORSHIP5. Tidak selalu diturunkan pada generasi berikutnya • Charity • Profit6. Semakin berkurang minat pengusaha • Prestasi • Crowd yang terjun dalam pembinaan olahraga • Long-term • Short-term7. Industri olahraga tidak atraktif 9
  10. 10. Model EkonomiPembinaan Prestasi Pembelian Alat Industri Olahraga Direct Impact Employment Tax Merchandise Foods & Beverage Industri Olahraga US Crowd Gatherer Hospitality USD 152 billion Industri terbesar ke 11 Indirect Impact 10 Multiplier Multiplier Multiplier Multiplier Multiplier
  11. 11. Anggaran Negara Untuk Pembinaan900 0.09% Pembinaan Kepemudaan dan Olahraga 810.9800 Persentase thd APBN 0.08%700 649.7 0.07%600 571.9 0.06% 536.6500 0.05%400 0.04% 308300 251.4 0.03%200 0.02%100 0.01% 0 0.00% 2005 2006 2007 2008 2009 2010• Pengembangan Kebijakan dan Manajemen• Pengembangan dan Pelatihan Olahraga Australia Thailand Singapura Indonesia• Pembangunan Fasilitas Olahraga 0,1 % 0,2 % 4,2 % 0,08%• Pengembangan Olahraga Kompetitif 11
  12. 12. Belajar dari Australia • Momentum pembaharuan olahraga Australia didorong oleh hasil Oliampiade Montreal tahun 1976. • Saat itu, Australia jauh tertinggal dari negara-negara lain. Dari 182 atlit yang dikirim bertanding, tak satupun yang memperoleh emas. Australia hanya memperoleh 1 medali perak dan 4 medali perunggu. • Prestasi ini adalah titik terendah dalam sejarah olahraga Australia yang selalu berada pada 10 besar perolehan medali. • Dalam olimpiade Montreal, AustraliaHasil Australia bahkan hanya memperoleh peringkat 32Oliampiade Montreal dalam perolehan medali. Dalam masatahun 1976 gelap itu, Australia tidak pernah lagi dalam 10 besar. 12
  13. 13. Peran AIS di Australia • Jejak prestasi yang dibangun AIS tidak hanya terlihat dari 142 medali olimpiade yang dimenangkan atlet binaannya. • AIS juga membangun masa depan bagi para atlet melalui program Athlete Career and Education (ACE). • Program ACE memastikan para atlet memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam masa karir olahraga mereka berakhir. • Para adviser di ACE akan mengatur jadwal pelatihan dan pertemuan dengan para ahli public speaking, media presentation, career planning dan time management. 13
  14. 14. Kerangka Konseptual Kebijakan Prestasi Nasional di Kebanggaan, jati diri, Prestasi Olahraga Berbagai Bidang dan identitas bangsa, Lainnya Alokasi Dana Untuk Minat Sektor Swasta Kualitas Olahraga Olahraga 14
  15. 15. Rekomendasi Kebijakan
  16. 16. Kerangka Konseptual – Implikasi Kebijakan Kebanggaan, jati diri, Prestasi Olahraga Prestasi Nasional dan identitas bangsa, Alokasi Dana Untuk Minat Sektor Swasta Kualitas Olahraga Olahraga X 16
  17. 17. Pokok-Pokok Usulan Kebijakan 14 tahun 14 tahun Sumber dana: orang Tua, keluarga, beasiswa Sumber dana: klub, sponsor, hadiah, bonus3 7 12 14 17 20 30 Tahap Tahap Kompetisi Dewasa Nasional Internasional PEMBINAAN SPONSORSHIP Tahap Beasiswa Latihan Terpadu Tahap Latihan dan • Charity • Profit Kompetisi Junior • Prestasi • Crowd Pengembangan • Long-term • Short-term Minat Tahap Pengenalan Insentif pada usia produktif dan prestasi Jaminan di hari tua Insentif pajak Insentif pajak untuk donasi untuk sponsorship dalam pembinaan event-event dan infrastruktur tertentu 17
  18. 18. Mencari Sumber Pendanaan900 0.09%800 Pembinaan Kepemudaan dan Olahraga Persentase thd APBN 810.9 0.08% 11 National Priorities Kabinet700 649.7 0.07% Indonesia Bersatu – 2 2009-2014600 571.9 0.06% 536.6500 0.05%400 308 0.04% • Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola300 251.4 0.03% Pemerintahan200 0.02%100 0.01% • Pendidikan 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 0.00% • Kesehatan • Pemberantasan KemiskinanMeningkatkan sumber dana dari alokasi APBN pemerintah • Ketahanan Panganbukan hal yang mudah. • InfrastrukturPertama, proses alokasi dana APBN tersebut harus • Iklim investasi dan perdaganganmempertimbangkan prioritas masalah bangsa lainnya. • Energy • Manajemen lingkungan dan BencanaKedua, proses tersebut harus melalui proses politik dan Alamadministrasi yang panjang sesuai peraturan perundanganyang berlaku. • Masyarakat Terpinggirkan, terluar, dan pasca konflik • Budaya, Kreativitas, dan Inovasi teknologi 18
  19. 19. Meningkatkan Peran Swasta dan MasyarakatSwasta mempunyai potensi luarbiasa dalam turutmembangun prestasi olah raga nasional. Ada beberapafaktor yang mendukung pernyataan tersebutdiantaranya:• kemampuan pendanaan yang relative besar,• kecintaan terhadap olahraga diberbagai kalangan,• kemungkinan untuk menyatukan kepentingan peningkatan prestasi olah raga dengan upaya mengembangkan bisnis terutama tekait dengan marketing, dan• concern pihak swasta akan perlunya meningkatkan kebanggaan berbangsa melalui prestasi oleh raga. 19
  20. 20. Perpajakan untuk Donasi Negara Pajak Donasi Perturan yang jelas, pengawasan, pemeriksaan, dan 2.5 kali pengurangan penghasilanSingapura kena pajak untuk donasi yang pelaporan secara transparan menjadi disertifikasi IPC syarat mutlak penerapan double Maksimal 10% dari total income deductible.Malaysia dapat dikurangkan Batasan perlakuan pajak untuk donasiThailand Maksimal 2% dari net profit untuk olahraga yang diperlukan: donasi olahraga yang disahkan • Cabang dan Organisasi Olahraga yangFilipina Dapat dikurangkan untuk donasi Berhak olahraga yang disahkan • Batasan Jumlah Donasi Dapat dikurangkan untuk donasiAustralia olahraga yang terdaftar dalam DGRPerbandingan Perpajakan utk Donasi 20
  21. 21. Tidak dikenakan PPh atau PPh Finaluntuk Prize Money dan Bonus Dasar Pertimbangan Negara Perlakuan Pajak 1. Masa investasi yang panjang Dimasukkan dalam 2. Tingkat keberhasilan yang tidak pastiSingapura perhitungan pajak 3. Terbatasnya pilihan profesi pasca Tax Exempt - Prize monies yang masa prestasiMalaysia diterima oleh olahragawan 4. Besarnya biaya masa pembinaan: profesional • Biaya pelatihThailand 5% untuk Prize • Sewa tempat latihan • Pembelian alat-alat latihanFilipina 0% untuk Prize • Biaya nutrisi Dimasukkan dalamAustralia • Transportasi dan akomodasi untuk perhitungan pajak mengikuti kompetisiIndonesia Tidak ada perlakuan khusus • Biaya medis bila cedera atau sakitPerbandingan Perpajakan utk Olahragawan 21
  22. 22. Tantangan Kedepan• Mengubah motivasi pemberian donasi dari “passion” menjadi “encourage” bagi donatur• Memperbesar minat donasi dan sponsorship pada cabang-cabang olahraga yang tidak banyak “crowd” dengan fasilitas double deductible.• Memberikan tax exempt bagi penghasilan atlet dari aktivitas keatletan (prize money, gaji, bonus)• Pembentukan institusi untuk memberi sertifikasi event dan cabang olah raga yang layak mendapatkan fasilitas perpajakan tersebut.• Dalam jangka panjang, perlu upaya pemerintah untuk memberi perlakuan khusus pada impor alat-alat olahraga. 22
  23. 23. Terima Kasih 23 23

×